Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Menguak Misteri Bali... (Ilmu Bali part II)
Total Views: 237444 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 40 of 168 | ‹ First  < 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 >  Last ›

prabuanom - 02/01/2009 05:26 PM
#781

Quote:
Original Posted By satriawibawa
jadi ingat obrolan sama juru kunci petilasan R. Wijaya, dia bilang ke saya kalo dr luar 'pakaian' kita berbeda, tapi sebenarnya dalam hati kita sama. masih banyak penerus & pelestari majapahit disana hanya masih terselubung & dalam hati saja sementara ini.

jujur ghan walopun banyak yg sudah islam dan kejawen masih banyak yang mendoakan dan mendukung kejayaan majapahit. mereka banyak yg bertapa dan juga menyepi. dan banyak juga yang membuat organisasi organisasi. tetapi yah mungkin belom saatnya. yah kita tunggu saja sabdopalon nagih janji shakehand
黄金比φ1,618033988 - 03/01/2009 02:34 AM
#782

ada hub nya gak nama bali sama kembali?gw pikr kembali ke asalnya gitu
prabuanom - 03/01/2009 10:19 AM
#783

silahken dilanjut pembahasanya shakehand

masih menunggu penjabaran dr bli gariesta dan bli wit gedang
serta bli bli yang lainya shakehand
jcx - 03/01/2009 08:17 PM
#784

Quote:
Original Posted By gariesta
Mnurut sy, apa yg mas jcx alami itu adalah penyelarasan dg dimensi2 semesta yg lebih tinggi ato bs dibilang jg penurunan frekuensi gelombang pikiran (dr beta,alpha,menuju theta, klo delta udh ngorok hehehe),jd apa yg anda alami itu memang distimulasi oleh suara genta (krn suara masing2 genta mmiliki frekuensi yg berbeda) yg mengarahkan anda (bs dibilang roh anda) untuk mencapai kesadaran di dimensi yg lebih tinggi.

Mngenai anda dinyatakan sodara dr pak mangku tsb, ya bs2 aja. krn mnurut kepercayaan Hindu/India, bahwa roh manusia mengalami reinkarnasi. (mengenai reinkarnasi ini sy mndapat kesimpulan perbedaan antara Hindu India dg Hindu Bali) jd bs saja di kehidupan dl anda memg "bersodara" dg pak mangku (mnurut sy, kita smua adalah sodara, klo dirunut ke sumber asal kan sama,ehehehehe)


Terima kasih atas penjelasannya Bli, msl bersaudara dlm konsep reinkarnasi itu juga saya yakini karena seperti yang sudah saya utarakan, saya merasa ketemu dg org yg tidak asing. Yang masih jadi pertanyaan saya adalah untuk apa mengarahkan roh saya pada dimensi tertentu?
Sekalian mohon penjelasan tentang gelombang pikiran beta, alpha, theta & delta. Terimakasih shakehand:
gariesta - 05/01/2009 09:58 PM
#785

Quote:
Original Posted By ???f1,618033988
ada hub nya gak nama bali sama kembali?gw pikr kembali ke asalnya gitu

ASAL MULA “BALI”
Sekitar abad ke-8, nama BALI disampaikan oleh Maha Rsi Markandeya yang datang dari Gunung Raung (Jawa Timur) untuk menyebarkan agama Hindu di Bali dari sekte Waisnawa. Beliau mengajarkan membuat banten (perlengkapan upacara) lalu menyebut itu dengan istilah “Bali”. Banten = Bali.
(Sumber : Lontar Markandeya Tattwa)
Lama-kelamaan Bali menjadi Wali, yang artinya “Kembali”, arti yang lebih luas adalah ritual Dewa Yadnya yang dilakukan berulang-ulang (mewali-wali). Maksudnya adalah upacara piodalan = pawedalan = odalan = puja wali = patirtaan = patoyaan, yang dilaksanakan setiap 6 bulan (wuku) ato setiap tahun (sasih).
Bali kemudian menjadi “Bebali”, yaitu rangkaian kesenian khas yang menyertai ritual upacara di Pura, antara lain : kidung, gamelan, dan tari-tarian.
Terakhir, Bali menjadi “Bali-balihan”, yang artinya kesenian untuk hiburan dan diadakan di luar Pura. Misalnya: Joged, Janger, Kecak, dll…

Jadi Pulau yang ada di timur pulau Jawa dan di barat pulau Lombok disebut dengan pulau Bali, karena :

[*]Penduduknya mayoritas beragama Hindu dengan sarana Banten untuk upacara/ritualnya.
[*]Mempunyai ritual yang berulang-ulang
[*]Mempunyai kesenian sacral
[*]Mempunyai kesenian hiburan


hehehhe.. kayaknya udah clear ttg nama "Bali" yach...

Quote:
Original Posted By prabuanom
boleh dong bli dijabarkan tentang keilmuan yang ini, materialisasi benda ke atom dan sebaliknya. menurut sepengetahuan bli bagaimana cara kerja untuk emncapai tingkat ini?apakah berkaitan dengan getaran gelombang dan frekwensi?

Begini bli Prabu, klo menurut yg sy tau, mengenai materialisasi-dematerialisasi itu memang berkaitan dg gelombang, tepatnya gelombang pikiran (kekuatan pikiran), dengan kekuatan pikiran ini, maka semua benda dpt diuraikan menjadi bentuk dasarnya (quantum), seperti teori fisika quantum bahwa wujud/bentuk apa pun di semesta ini pd dasarnya disusun oleh quantum2(materi terdiri dr kumpulan quantum2)... nah teori santet/leak ini menggunakan teori quantum (hehehe lbih jenius penekun leak ketimbang para ahli fisika yach..). quantum2 ini diuraikan dg menggunakan getaran gelombang dan dikirimkan melalui gelombang jg.... begitu kira2 bli... untuk mncapai tahap ini ya berlatih visualisasi, dan mencapai gelombang pikiran alpha terdalam.

Quote:
Original Posted By prabuanom

sebagai bentuk pengetahuan kalo ga salah di bali emang ada ilmu tentang pengaruh hurup dalam setiap anggota badan ya bli?saya bacanya di buku meditasi husada. misal kata sang penulis bahwa bunyi "tang" berpengaruh pada anak ginjal. jadi pembunyian konsonan mantra tidak sembarangan. demikian juga alam kata kata. apakah benar bli?kalo bener mohon dibahas ya bli \)


hehehe...akhirnya stlh mndapatkan wkt libur, dan mengumpulkan referensi maka skr sy akan bahas mengenai Dasa Aksara dan rangkaiannya... (serasa wkt di SD yach, belajar huruf2..heheh)


Dasa Aksara
1.Sang :
Letak : Jantung
Dewa : Iswara
Warna : Putih
Letak di Penjuru Mata Angin : Timur
2.Bang:
Letak : Hati
Dewa : Brahma
Warna : Merah
Letak di Penjuru Mata Angin : Selatan
3.Tang:
Letak : Ungsilan (buah pinggang)
Dewa : Mahadewa
Warna : Kuning
Letak di Penjuru Mata Angin : Barat
4.Ang:
Letak : Ampru/Nyali (Empedu)
Dewa : Wisnu
Warna : Hitam
Letak di Penjuru Mata Angin : Utara
5.Ing:
Letak : Pertengahan Hati
Dewa : Siwa
Warna : Tangi (Biru-Merah/Ungu)
Letak di Penjuru Mata Angin : Tengah
6.Nang:
Letak : Paru-paru
Dewa : Maheswara
Warna : Dadu
Letak di Penjuru Mata Angin : Tenggara
7.Mang:
Letak : Usus
Dewa : Ludra
Warna : Jingga
Letak di Penjuru Mata Angin : Barat Daya
8.Sing:
Letak : Limpa
Dewa : Sangkara
Warna : Hijau
Letak di Penjuru Mata Angin : Barat Laut
9.Wang:
Letak : Ineban/Kekulungan (Dubur/Anus)
Dewa : Sambu
Warna : Biru (Kelabu)
Letak di Penjuru Mata Angin : Timur Laut
10.Yang:
Letak : Rangkaian Susunan Hati
Dewa : Guru
Warna : Manca Warna
Letak di Penjuru Mata Angin : Tengah

Kesepuluh huruf (Dasa Aksara) ini digabungkan/diringkas menjadi 5 huruf “Panca Aksara” dengan penjabaran sebagai berikut :

1.Mang (Sang+Nang):
Letak : Jantung
Dewa : Iswara
Warna : Putih
Letak di Penjuru Mata Angin : Timur
2.Ang (Bang+Mang):
Letak : Hati
Dewa : Brahma
Warna : Merah
Letak di Penjuru Mata Angin : Selatan
3.Ong (Tang+Sing):
Letak : Buah Pinggang
Dewa : Mahadewa
Warna : Kuning
Letak di Penjuru Mata Angin : Barat
4.Ung (Ang+Wang):
Letak : Ampru (Empedu)
Dewa : Wisnu
Warna : Hitam
Letak di Penjuru Mata Angin : Utara
5.Yang (Ing+Yang):
Letak : Rangkaian Susunan Hati
Dewa : Siwa
Warna : Panca Warna (Lima Warna)
Letak di Penjuru Mata Angin : Tengah

Selanjutnya Panca Aksara ini dapat diringkas/digabungkan menjadi Catur Aksara dengan menyatukan huruf “Ang” dengan “Yang”, dan suaranya didominasi oleh huruf “Ang”, sehingga susunan Catur Aksara sebagai berikut :

1.Ang:
Letak : Hati
Dewa : Brahma
Warna : Merah
Letak di Penjuru Mata Angin : Selatan
2.Ung:
Letak : Ampru (Empedu)
Dewa : Wisnu
Warna : Hitam
Letak di Penjuru Mata Angin : Utara
3.Mang:
Letak : Jantung
Dewa : Iswara
Warna : Putih
Letak di Penjuru Mata Angin : Timur
4.Ong:
Letak : Buah Pinggang
Dewa : Mahadewa
Warna : Kuning
Letak di Penjuru Mata Angin : Barat

Kemudian Catur Aksara ini kembali bisa diringkas menjadi Tri Aksara, dengan cara menggabungkan/menyatukan huruf “Mang” dengan huruf “Ong”, yang didominasi oleh huruf “Mang”, sehingga Tri Aksara itu menjadi :

1.Ang:
Letak : Hati
Dewa : Brahma
Warna : Merah
Berwujud/Menjadi : Api di Seluruh Dunia
2.Ung:
Letak : Ampru (Empedu)
Dewa : Wisnu
Warna : Hitam
Berwujud/Menjadi : Air di Seluruh Dunia
3.Mang:
Letak : Jantung
Dewa : Iswara
Warna : Putih
Berwujud/Menjadi : Angin/Tenaga di Seluruh Dunia

Selanjutnya dengan menggabungkan/mensenyawakan huruf “Ung” dengan huruf “Mang”, yang berubah menjadi huruf “Ah”, maka Tri Aksara itu menjadi Dwi Aksara yang terdiri dari huruf “Ang” dan “Ah”. Dimana Dwi Aksara ini umumnya diberi nama “Rwa Bhineda” atau dua hal yang saling bertentangan. Dwi Aksara ini bertempat di kedua belah mata.

1.Mata Kiri terletak huruf “Ang”, menjadi “Air Suci Kamandalu”
2.Mata Kanan terletak huruf “Ah”, menjadi “Air Suci Bersih Bening (Tirtha Pawitra)”

Diantara kedua mata/alis, terletak huruf “A” yang berwujud “Amerta” atau penyebab kehidupan, dengan Dewanya disebut “Sang Hyang Tunggal”.

Kemudian huruf “Ang” dan “Ah” ini digabungkan menjadi Aksara Tunggal yang disebut “Om/Ong”, letaknya di ubun-ubun dan Dewanya disebut “Sang Hyang Wenang”.

Kira-kira demikian pembabaran mengenai “Dasa Aksara” yang pernah saya sebutkan... Tapi saya cuma bisa memaparkan saja, bukan mengajarkan,hehehe...

Sekarang pembabaran mengenai “Api” yang bisa diwujudkan dengan memanfaatkan kekuatan “Sang Hyang Panca Aksara (5 Wujud Huruf)”...

Ada 5 macam api yang dapat dihidupkan di dalam diri manusia, yang disebut “Panca Agni (5 Api)”,antara lain :

1.Agni Petak :
Api yang berwarna putih, berawal di Jantung, kemudian melalui saluran sumsum tulang belakang (urung-urung gading) dinaikkan menuju ke ubun-ubun (siwadwara).
2.Agni Abang :
Api berwarna merah, berasal dari Hati, dinaikkan menuju ke mulut.
3.Agni Kuning :
Api berwarna kuning, berasal dari Buah Pinggang, disalurkan menuju ke telinga.
4.Agni Cemeng :
Api berwarna hitam, berasal dari empedu, disalurkan menuju ke hidung.
5.Agni Nila :
Api berwarna biru-merah (ungu), berpusat di Rangkaian Hati, disalurkan menuju ke rambut.

Untuk dapat mengalirkan kekuatan api ini dari organ tubuh asalnya menuju ke atas, sehingga mau tersalurkan/mengalir melalui rongga sumsum tulang belakang, maka dibantu dengan dikonsentrasikan (visualisasikan) juga dengan membaca mantra “Sing, Ung, Mang, Ong” sebanyak 33 kali.
Klo nyala apinya kurang bagus bisa dibantu dengan elpiji (LPG),hehehehehe..........

Masuk ke tingkatan ilmu pengiwa yang (mungkin) digolongkan tingkat tinggi(tingkat 9 ke atas), antara lain : Calon Arang, Empu Bradah, Surya Gading, Brahma Kaya, I Wangkas Candi Api, I Ratna Pajajaran, Garuda Emas, Siwer Emas, Baligodawa, Surya Emas, dan Sang Hyang Aji Rimrim. Dari tingkatan Empu Bradah ke atas disebut dengan Leak Sari/Leak ngisep sari, dan ajarannya dikenal dengan sebutan “ Pangiwa Sampurna, Siwa Nirmala”, dan makanannya adalah sari bunga yang harum...(hati-hati kalo tengah malam, terutama malam “Kajeng Kliwon” lewat di tempat yang ada pohon bunga harum yang lagi berbunga,hehehehehee........biasanya sich bunga yg disenangi itu bunga cempaka ato kenanga (sandat)). Leak Sari ini biasanya tidak akan mengganggu ato berbuat usil, selama mereka tidak “diusik”...

Sebagai tambahan referensi mengenai ilmu leak/pengiwa, maka saya berikan info mengenai beberapa nama dari ilmu-ilmu pengiwa tersebut, antara lain :
I Geruda Putih, I Geringsing, I Bintang Sumambang, I Suda Mala, Pudak Setegal, Belegodawa, Jaka Tua, I Pering, Ratna Pajajaran, Sampian Emas, Kebo Komala, I Misawedana, Weksirsa, I Capur Tala, I Anggrek, I Kebo Wangsul, I Cambra Berag, Aras Ijomaya, Bajra Kalika, Kereb Akasa, Geni Sabuana, Siwa Wijaya, Rambut Sepetik, Maduri Reges, Pengiwa Swanda, Brahma Maya Murti, Aji Calon Arang, Ratna Geni Sudamala, Surya Tiga Murti, Surya Sumedang, Pangenduh, Desti Angker, Gringsing Wayang, Pasinglar, Pengembak Jalan, Pemungkah Pertiwi, Sang Hyang Sumedang, I Tumpang Wredha, Penyusup Bayu, Sang Hyang Surya Siwa, Sang Hyang Geni Sara, Ratu Sumedang, Sang Hyang Sara Sija Maya Hireng,dll...

Ada beberapa ilmu yang hanya bisa digunakan oleh Leak yg sudh tingkat Leak Sari, antara lain :
Ajian Panca Gni, Ajian Siwa Gni, Pangesengan Desti, Ajian Bima Sakti (mirip nama gugusan yach D), Ajian Bhatara Guru, Ajian Bayu Anoman, Ajian Prajamaya, dan Ajian Pematuh Agung.

Sekian dulu pembabaran dari saya (diambil dr berbagai sumber), smoga bs mmberikan sedikit info buat teman2 smua.... buat om TS dan kaskuser yg lainnya, mohon disambung lg infonya....hehehehee.. ngetiknya malam2... udah ngantuk... br bs posting hari ini di kantor.... (hehehehhee.... mumpung lg senggang dikantor..)

Quote:
Original Posted By prabuanom

ini sebenernya jawaban yang saya cari cari selama ini. bahwa jika badan halus dilukai maka akan sangat berpengaruh kepada badan fisik. pertanyaanya adalah apakah pembogeman pada badan halus ini akan langsung terasa?atau terasanya perlahan lahan sedikit demi sedikit bli?sebagai contoh begini bli. dulu senior dan saya sedang makan di sebuah rumah makan. sambil makan kita bahas tentang sakit yang diderita oleh salah satu saudara senior. saya disuruh melihat dan tampak gangguan berupa ular ghaib. saya main ambil dan betot saja (dlm bhatin terlihat seperti itu). dan sang ular meronta lalu menghantamkan ekornya ke badan saya. pertama tak terasa agak lama baru gatal semua aura saya dan berubah terlihat merah. bahkan energi badan saya terasa berubah menusuk nusuk tajam. nah apakah ini bisa dibilang terkena tubuh halus saya oleh sabetan ekor binatang ghaib ini bli?mohon penjelasan.

Dalam dunia metafisika, secara garis besar tubuh manusia dibedakan menjadi tubuh astral dan tubuh fisik, keduanya saling berkaitan, jd jika tubuh astral mengalami gangguan, maka akan mengimbas ke tubuh fisik, demikian sebaliknya. nah serangan ilmu magis ini umumnya menyerah tubuh astral si korban, yg nantinya lambat laun akan berefek jg ke tubuh fisiknya, cpt lambatnya muncul efek ini tergantung kekuatan si penyerang..
dan ttg kasus yg bli hadapi, ini memg tubuh halus/astral anda yg diserang, ato bs jg pikiran anda yg diserang (seolah2 bdn anda yg kena), dan pikiran anda sendiri yg mengakibatkan timbul efek ke bdn fisik...

Quote:
Original Posted By jcx
Terima kasih atas penjelasannya Bli, msl bersaudara dlm konsep reinkarnasi itu juga saya yakini karena seperti yang sudah saya utarakan, saya merasa ketemu dg org yg tidak asing. Yang masih jadi pertanyaan saya adalah untuk apa mengarahkan roh saya pada dimensi tertentu?
Sekalian mohon penjelasan tentang gelombang pikiran beta, alpha, theta & delta. Terimakasih shakehand:

roh/kesadaran bli jcx diarahkan ke dimensi tertentu untuk mencapai "kemurnian" dr kesadaran/roh itu sendiri, klo udh murni kan kita tau "nilai" sebenarnya dr sesuatu, krn terbebas dr tabir2 yg mnutupinya...heheh begitu kira2...

manusia dlm kesadaran aktivitasnya/kegiatan sehari2 (manusia sebenarnya cm 12% aja mnggunakan pikiran sadar, sisanya pikiran bawah sadar) itu gelombang pikirannya adalah Beta, kemudian saat dia meditasi, ato fokus kepada satu hal sampai tdk menghiraukan hiruk pikuk lingkungan skitarnya, maka saat itu gelombang otaknya masuk ke alpha. nah saat manusia smakin dalam tingkat konsentrasinya sehingga mencapai kedalaman pikiran yg luar biasa (astral) sampai2 dia mlupakan tubuh fisiknya (namun msih sadar), maka gelombang pikirannya masuk ke frekwensi tetha. nah frekwensi delta ini mirip dg tetha, bedanya adalah manusianya tidak sadar alias tidur... demikian penjelasan mengenai gelombang2 pikiran manusia... Peace:


hehehee.. ngetik panjang lebar, mo posting..koneksi internet dikantor down..(pake sp**dy hiks..hiks..hiks...)..mumpung malem sempat mmpir ke warnet, skalian jalan2..hehehe
prabuanom - 05/01/2009 10:10 PM
#786

bli gariesta terimakasih banget shakehand

grp aka cendol terkirim bli shakehand
jcx - 05/01/2009 10:41 PM
#787

Terima kasih Bli Gariesta atas penjelasannya shakehand
gariesta - 06/01/2009 08:21 AM
#788

Quote:
Original Posted By prabuanom
bli gariesta terimakasih banget shakehand

grp aka cendol terkirim bli shakehand

Thx ya bli prabu.... hmmmm.. sarapan cendol nich ..... shakehand

Quote:
Original Posted By jcx
Terima kasih Bli Gariesta atas penjelasannya shakehand

Sama2 bli jcx.... harap maklum klo2 ada yg kurg jelas ato salah... maklum msh newbie... malu:
kristam - 06/01/2009 03:17 PM
#789

wuih... bli gariesta ini mank luar biasa
bs menjelaskan dasa aksara lengkap bahkan smp peringkesan aksarany jg
luar biasa....

klo ini si ga pantes di sebut newbie lg...
kyanya mank berkecimpung di dunia thu ya bli?
sy bnr2 salut
wiatnata - 06/01/2009 06:36 PM
#790

wuih, lama gak lancong kesini malu:
jcx - 06/01/2009 06:44 PM
#791

Bli Garista nih memang mantap penjelasannya, sampai detail \)
Bli, saya mau tanya mungkin ada penjelasan tentang Ratu Ayu Manis Mas Maketel yg konon berdiam di Pura Dalem Ped Nusa Penida?
Soalnya ada "sesuatu" yg berkaitan dg beliau yg mohon maaf tdk bisa saya ceritakan disini. Terimakasih shakehand
ingsunpiyambak - 06/01/2009 07:14 PM
#792

Quote:
Original Posted By jcx
Bli Garista nih memang mantap penjelasannya, sampai detail \)
Bli, saya mau tanya mungkin ada penjelasan tentang Ratu Ayu Manis Mas Maketel yg konon berdiam di Pura Dalem Ped Nusa Penida?
Soalnya ada "sesuatu" yg berkaitan dg beliau yg mohon maaf tdk bisa saya ceritakan disini. Terimakasih shakehand

hendak bertanya apakah benar bahwa nusa penida adalah pusat kekuatan spiritual bali?
dalam artian disana memang terasa kekuatan dahsyat yang terpancar dr sumbu pulau dewata
jcx - 07/01/2009 09:30 PM
#793

Quote:
Original Posted By ingsunpiyambak
hendak bertanya apakah benar bahwa nusa penida adalah pusat kekuatan spiritual bali?
dalam artian disana memang terasa kekuatan dahsyat yang terpancar dr sumbu pulau dewata


Wah....masalah ini saya juga belum tahu. Kita tunggu penjelasannya dari para sesepuh disini shakehand
黄金比φ1,618033988 - 07/01/2009 09:36 PM
#794

....ooooooooo..............jadi ad trowongan dr bali k nusa penida gituh?........................DDDDDDDDDDDDDDDD...............................................makseh penjelasan yna
prabuanom - 07/01/2009 09:44 PM
#795

lanjoet ghan shakehand
黄金比φ1,618033988 - 07/01/2009 09:46 PM
#796

............nglatih visu ailsasi tuh gimana bro?..........................kekekeekekekk DDDDDDDD...............semakin jelas kalo semua ajaran tuh sama aj deh.........DDDDD:
wiatnata - 07/01/2009 11:13 PM
#797

Quote:
Original Posted By
............nglatih visu ailsasi tuh gimana bro?..........................kekekeekekekk DDDDDDDD...............semakin jelas kalo semua ajaran tuh sama aj deh.........DDDDD:


wuih, keren ID nya DD
gariesta - 09/01/2009 09:17 AM
#798

wah, udh bbrp hari gk maen kesini nich..hehe..maklum agk sibuk..plus koneksi internet dikntor lg lemot..

Quote:
Original Posted By kristam

klo ini si ga pantes di sebut newbie lg...
kyanya mank berkecimpung di dunia thu ya bli?
sy bnr2 salut

sy cm rajin membaca saja...heheheheheee

Quote:
Original Posted By jcx

Bli, saya mau tanya mungkin ada penjelasan tentang Ratu Ayu Manis Mas Maketel yg konon berdiam di Pura Dalem Ped Nusa Penida?
Soalnya ada "sesuatu" yg berkaitan dg beliau yg mohon maaf tdk bisa saya ceritakan disini. Terimakasih shakehand

Mungkin maksud bli jcx Ratu Ayu Manik Mas Maketel..heheh bukn "Manis"..
Mengenai Beliau, sy hanya bs sdikit memberikan keterangan sesuai dg referensi yg sy baca...

Sebelum bergelar Ratu Ayu Manik Mas Maketel, beliau bernama Ni Luh Nanda yang menikah dengan I Undur (anak ketiga dari I Gede Mecaling dengan Sang Ayu Mas Rajeg Bumi yang lahir pada tahun Saka 205). Ni Luh Nanda ini lahir pada tahun Saka 300 dan merupakan anak dari raja yang ada di Bali pada saat itu. Di kisahkan ketika I Undur melakukan perjalanan keliling Nusa Penida dan Bali untuk mensosialisasikan ayahnya sebagai raja yang berkuasa di Nusa, pada saat itu bertemu dengan Ni Luh Nanda. Dari pernikahan I Undur dengan Ni Luh Nanda, lahir seorang anak perempuan yang bernama Ni Ratmaya (Saka 375). I Undur pada umur 70 th melakukan yoga samadhi di pulau Nusa Cenik di tempat air Asta Gangga yang Jatuh di bongkol pohon di pinggir laut pada tahun Saka 275, dan sekarang berdiri pura yang bernama Pura Bebuwu sebagai stana Ida I Undur. Sedangkan Ni Luh Nanda, pada umur 100 th melakukan yoga samadhi di pinggir pantai di pulau Nusa Penida dan moksa pada tahun Saka 400. Sekarang berdiri sebuah pura yang bernama Pura Penida sebagai stana Ni Luh Nanda yang bergelar Manik Mas Maketel (Ratu Ayu Manik Mas Maketel).

Spoiler for Silsilah

Menguak Misteri Bali... (Ilmu Bali part II)


Quote:
Original Posted By ingsunpiyambak
hendak bertanya apakah benar bahwa nusa penida adalah pusat kekuatan spiritual bali?
dalam artian disana memang terasa kekuatan dahsyat yang terpancar dr sumbu pulau dewata

Sebenarnya kalau dibilang pusat kekuatan, gak jg, mgkin tepatnya salah satu sumber kekuatan spiritual.. dan memang "penguasa" yg berstana di Nusa Penida, mmpunyai sumbangsih/peranan yg cukup besar di dunia spiritual bali. bahkan secara geografis, letak pulau Nusa Penida itu memproteksi pulau Bali dari kemungkinan gelombang besar samudra Hindia.

Quote:
Original Posted By jcx
Wah....masalah ini saya juga belum tahu. Kita tunggu penjelasannya dari para sesepuh disini shakehand


hehehee... sy gk termasuk sesepuh lho yach... kan msh newbie... D
ingsunpiyambak - 09/01/2009 10:26 AM
#799

Quote:
Original Posted By gariesta
wah, udh bbrp hari gk maen kesini nich..hehe..maklum agk sibuk..plus koneksi internet dikntor lg lemot..


sy cm rajin membaca saja...heheheheheee


Mungkin maksud bli jcx Ratu Ayu Manik Mas Maketel..heheh bukn "Manis"..
Mengenai Beliau, sy hanya bs sdikit memberikan keterangan sesuai dg referensi yg sy baca...

Sebelum bergelar Ratu Ayu Manik Mas Maketel, beliau bernama Ni Luh Nanda yang menikah dengan I Undur (anak ketiga dari I Gede Mecaling dengan Sang Ayu Mas Rajeg Bumi yang lahir pada tahun Saka 205). Ni Luh Nanda ini lahir pada tahun Saka 300 dan merupakan anak dari raja yang ada di Bali pada saat itu. Di kisahkan ketika I Undur melakukan perjalanan keliling Nusa Penida dan Bali untuk mensosialisasikan ayahnya sebagai raja yang berkuasa di Nusa, pada saat itu bertemu dengan Ni Luh Nanda. Dari pernikahan I Undur dengan Ni Luh Nanda, lahir seorang anak perempuan yang bernama Ni Ratmaya (Saka 375). I Undur pada umur 70 th melakukan yoga samadhi di pulau Nusa Cenik di tempat air Asta Gangga yang Jatuh di bongkol pohon di pinggir laut pada tahun Saka 275, dan sekarang berdiri pura yang bernama Pura Bebuwu sebagai stana Ida I Undur. Sedangkan Ni Luh Nanda, pada umur 100 th melakukan yoga samadhi di pinggir pantai di pulau Nusa Penida dan moksa pada tahun Saka 400. Sekarang berdiri sebuah pura yang bernama Pura Penida sebagai stana Ni Luh Nanda yang bergelar Manik Mas Maketel (Ratu Ayu Manik Mas Maketel).

Spoiler for Silsilah

Menguak Misteri Bali... (Ilmu Bali part II)



Sebenarnya kalau dibilang pusat kekuatan, gak jg, mgkin tepatnya salah satu sumber kekuatan spiritual.. dan memang "penguasa" yg berstana di Nusa Penida, mmpunyai sumbangsih/peranan yg cukup besar di dunia spiritual bali. bahkan secara geografis, letak pulau Nusa Penida itu memproteksi pulau Bali dari kemungkinan gelombang besar samudra Hindia.



hehehee... sy gk termasuk sesepuh lho yach... kan msh newbie... D

terimakasih segala apa yang sudah bapak bli gariesta kongsikan kepada awak shakehand
gariesta - 09/01/2009 11:29 AM
#800

Quote:
Original Posted By ingsunpiyambak
terimakasih segala apa yang sudah bapak bli gariesta kongsikan kepada awak shakehand


sama2... bapak bli ingsunpiyambak....... shakehand D
Page 40 of 168 | ‹ First  < 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Menguak Misteri Bali... (Ilmu Bali part II)