Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Menguak Misteri Bali... (Ilmu Bali part II)
Total Views: 237444
Page 48 of 168 | ‹ First  < 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 >  Last ›

e-cakra - 09/05/2009 05:42 PM
#941

Sangat menarik mempelajari Budaya Bali yang penuh dengan makna spritual.
WitGedhangMabur - 09/05/2009 05:52 PM
#942

Quote:
Original Posted By klonengan_ku

[flash]http://www.youtube.com/v/PQHyShiMFBk&h[/flash]
part 2

[flash]http://www.youtube.com/v/_9p02UvZyDU&hl[/flash]
National Geographic, part 3

Betul Bli, Ngurek dalam tari Barong yang banyak dipertontonkan terilhami oleh tradisi Ngerebong ini...
Sebenarnya inti Ngerebong justru pada saat prosesi "summon" tapel (mask) Rangda & Barong Ket, dimana pada saat ini 2 kekuatan (hitam/Rangda dan putih/Barong Ket) melakukan aksi reaksi pada para penyunsungnya, mungkin di video ke dua (menjelang bagian akhir) bisa menjelaskannya.

Ihya.. Shudah bherkali-khali lhiat thapi bhelum jhuga mengherti mhaknanya..
Mhaklum, aghak lhemod
Quote:
Original Posted By klonengan_ku
Atau mau coba SATE LILIT Om?


Yhang jhelas dhi phesisir phantai therusan bhaypass dhari Phadang Ghalak jhuga enhak

Quote:
Original Posted By klonengan_ku

Lama betul ngga jumpa Kang...

Silahkan sekalian dinikmati Jajan Bali nya...

Jhadi phingin khe Krheneng
Quote:
Original Posted By soebagja

Oleh-olehku hanya ini saja Kang......


Khatanya shebelum bherakar dhi Mheksiko, thomat ithu bherakar dhi Nhusantara yha ?


H
soebagja - 10/05/2009 04:07 AM
#943

Quote:
Original Posted By WitGedhangMabur
Ihya.. Shudah bherkali-khali lhiat thapi bhelum jhuga mengherti mhaknanya..
Mhaklum, aghak lhemod

Yhang jhelas dhi phesisir phantai therusan bhaypass dhari Phadang Ghalak jhuga enhak


Jhadi phingin khe Krheneng

Khatanya shebelum bherakar dhi Mheksiko, thomat ithu bherakar dhi Nhusantara yha ?


H


Kalau tomat ndak mas .... sumbangan nusantara pada dunia itu Pisang, Rosela dan Belinjo bahkan kemungkinan besar juga padi.











WitGedhangMabur - 11/05/2009 06:19 AM
#944

Quote:
Original Posted By soebagja
Kalau tomat ndak mas .... sumbangan nusantara pada dunia itu Pisang, Rosela dan Belinjo bahkan kemungkinan besar juga padi.













Ohh bhukan yha mhas . Yhah shayang .

Nghomong-nghomong phak dhe shaya nghomongin thentang ihni bharusan, shaya bhelum phernah dhenger lhalu shaya google dheh..

Chopas bhagi yhang bhelum thau..

Quote:

Lagi Ditemukan Sarkofagus di Gianyar Bali

Rabu, 04 Februari 2009 10:32

Kapanlagi.com - Tim Balai Arkeologi Denpasar kembali menemukan sarkofagus saat melakukan evakuasi atas peti mayat dari batu yang ditemukan sebelumnya di Subak Abang, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
"Sarkofagus ketiga yang ditemukan tahun 2009 itu lokasinya berjejer dengan benda serupa yang ditemukan sebelumnya, dengan umur berkisar 2.500-3.000 tahun," kata Kepala Balai Arkeologi Denpasar, Wayan Suantika, di Denpasar, Rabu (4/2).

Ia mengatakan, sarkofagus yang ditemukan kali ini berbentuk trapesium dengan tonjolan di bagian samping, dan penemuan sebelumnya yang sedang dievakuasi itu berbentuk kura-kura memiliki panjang 60 sentimeter, tinggi 57 sentimeter, digali dari kedalaman 1,5 meter di bawah permukaan tanah.

Tim Balai Arkeologi yang beranggotakan lima orang dan enam orang dari tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Bali akan segera merampungkan penggalian sarkofagus tersebut.

Suantika menjelaskan, sarkofagus berbentuk trapesium lokasinya berhimpitan dengan sarkofagus berbentuk kura-kura yang ditemukan masyarakat secara kebetulan pada 1 Pebruari lalu.

Sebelumnya, 12 Januari lalu, juga ditemukan benda serupa hanya berjarak tujuh meter di sebelah utara. Dengan demikian, di kawasan Desa Keramas memasuki tahun 2009 telah ditemukan tiga sarkofagus atau 13 buah sejak tahun 1978.

Di Bali secara keseluruhan telah ditemukan 131 sarkofagus, 71 buah di antara digali dari berbagai tempat di wilayah Kabupaten Gianyar. Sarkofagus tersebut kini menjadi koleksi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Menurut Made Swastika, seorang peneliti pada Balai Arkeologi Denpasar, dengan ditemukannya puluhan sarkofagus di Desa Keramas itu maka dapat disimpulkan bahwa daerah tersebut sekitar awal Masehi atau 2.500-3.000 tahun yang silam merupakan salah satu tempat permukiman penduduk di Bali.

Hal itu diperkuat dengan adanya Pura Besakih di sekitar Desa Keramas yang dihiasi patung (arca) pada zaman megalitik, namun masyarakat jaman itu belum mengenal alat tulis menulis, namun mempunyai peradaban yang cukup tinggi.

"Mereka sangat menghormati yang mati dengan menguburkan dalam sarkofagus, karena mempunyai pemikiran (ideologi) kelak di alam sana mendapat tempat yang baik (sorga)," ujar Made Swastika.

Ia menambahkan, orang Bali yang hidup pada zaman megalitik atau sekitar 2.500-3000 tahun yang silam menganggap ada persamaan antara kehidupan yang dijalani di dunia dengan kehidupan setelah mati.

Oleh sebab itu, orang yang mati sangat dihormati, proses penguburan dilakukan secara mewah dengan memberikan bekal kuburan. Penguburan dalam sarkofagus merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada orang yang meninggal.

"Penguburan terhadap anggota keluarga yang meninggal pada zaman megalitik itu dilakukan dalam pekarangan rumah masing-masing, tidak seperti halnya sekarang di Bali masing-masing desa adat mempunyai kuburan," ujar Made Suantika. (kpl/meg)




soebagja - 11/05/2009 06:42 AM
#945

Quote:
Original Posted By WitGedhangMabur
Ohh bhukan yha mhas . Yhah shayang .

Nghomong-nghomong phak dhe shaya nghomongin thentang ihni bharusan, shaya bhelum phernah dhenger lhalu shaya google dheh..

Chopas bhagi yhang bhelum thau..





Hi hi hi .... kalau mengenai tuwanya budaya kita sudah ndak kaget lagi mas, setelah dibukanya cerita sandi Sinto Landepnya oleh Pak Shar yang membuktikan budaya kita umurnya dah lebih dari 17 ribu tahun.
Baca disini.
WitGedhangMabur - 11/05/2009 07:38 AM
#946

Om Swastiastu,

adakah yang sedia berurai tentang :

1.ASTA KOSALA KOSALI
2.ASTA BUMI
3.WARIGA KRIMPING.

Matur suksma,

Shanti... Shanti...



WitGedhangMabur - 11/05/2009 07:42 AM
#947

Quote:
Original Posted By soebagja
Hi hi hi .... kalau mengenai tuwanya budaya kita sudah ndak kaget lagi mas, setelah dibukanya cerita sandi Sinto Landepnya oleh Pak Shar yang membuktikan budaya kita umurnya dah lebih dari 17 ribu tahun.
Baca disini.


H H H

Mhaju therus phantang mhundur yha mas..

Shaya shih shetuju-shetuju ajha mhas.. Shemua bhisa dhialirkan dhengan ihlmu yhang bherlaku, thidak adha yhang bhertentangan.
Orhang-orhang pholitisi yhang dhiatas ithu lho yhang aghak khenyal


DeathspellOmega - 12/05/2009 02:59 AM
#948

wah, maw buat rumah ya bli vibha??? ampe nanya asta kosala kosali
klonengan_ku - 16/05/2009 02:51 PM
#949

Selamat ya Bli....

Quote:
Original Posted By IMade in Jpn



Bli Wiatnata...
Rahajeng Ulang Tahun
Dumogi ngemolihang kerahajengan sareng sinamian



Salam metal selalu dach!
prabuanom - 17/05/2009 01:01 PM
#950

selamat ulang tahun bli wiatnata
semoga selalu berbahagia bli
wiatnata - 18/05/2009 05:17 AM
#951

Quote:
Original Posted By klonengan_ku
Selamat ya Bli....


Quote:
Original Posted By prabuanom
selamat ulang tahun bli wiatnata
semoga selalu berbahagia bli


wuih, baru tau neh...

maklum pas hari H tepar hihiihihih


terima kasih buanyak......
IMade in Jpn - 20/05/2009 08:00 AM
#952

Quote:
Original Posted By wiatnata
wuih, baru tau neh...
maklum pas hari H tepar hihiihihih
terima kasih buanyak......


Menanti B Guling dengan penuh harap....
WitGedhangMabur - 20/05/2009 08:15 AM
#953

Quote:
Original Posted By wiatnata
wuih, baru tau neh...

maklum pas hari H tepar hihiihihih


terima kasih buanyak......

Mhakin dhekat dhengan mhaut yha blhi
Quote:
Original Posted By IMade in Jpn
Menanti B Guling dengan penuh harap....

penampakan

Khenken khabare blhi?




prabuanom - 21/05/2009 06:15 AM
#954

wuih sedep
IMade in Jpn - 21/05/2009 09:59 AM
#955

Quote:
Original Posted By WitGedhangMabur
Mhakin dhekat dhengan mhaut yha blhi

penampakan

Khenken khabare blhi?






Becik-becik gen Bli...
Sedang Kuangen sama dinamika nya FS ... (cuman sekarang kok sedikit adhem yach?)
WitGedhangMabur - 22/05/2009 09:14 AM
#956

Quote:
Original Posted By DeathspellOmega
wah, maw buat rumah ya bli vibha??? ampe nanya asta kosala kosali

Ahing blhi.. Nhambah whawasan ghen
Quote:
Original Posted By IMade in Jpn

Becik-becik gen Bli...
Sedang Kuangen sama dinamika nya FS ... (cuman sekarang kok sedikit adhem yach?)

Rhuangannya aghak khosong blhi, jhadi udharanya shedikit mherangsang
Dhingin-dhingin khene phedidian alhias shing nghelah khembang dhesa = Shengsara .

H H H

klonengan_ku - 22/05/2009 09:19 AM
#957

Bener juga Bli WitGedhang.... terlalu senyap jadi pikiran ngerawang kemana mana... hehehehehe...

Kebeneran nih dapet video bagus tentang Ngaben....

[flash]http://www.youtube.com/v/nyyMMEj63io&hl[/flash]
klonengan_ku - 26/05/2009 09:49 AM
#958
Tirta gangga


Betapa Karangasem kaya akan Peninggalan karya Arsitektur yang bersejarah , seperti Taman Ujung, Puri Agung dan Taman Air Tirtagangga, yang merupakan satu kesatuan Perencanaan yang mana Puri Karangasem sebagai Sentral dari kedua Taman tersebut diatas. Jelas kedua Taman ini menggunakan Air sebagai elemen utama Perwujudan kedua taman tersebut yang ditunjang keindahan Alam sekitarnya.

Sebelum taman ini dibangun, di area taman itu terdapat mata air yang besar. Mata air ini digunakan oleh penduduk dari desa sekitar untuk mencari air minum dan tempat "pesiraman" atau "penyucian" Ida Betara (para dewa), oleh karena itu, mata air itu di sakralkan oleh penduduk sekitar. Dari mata air inilah Raja Karangasem mendapat ide untuk mendirikan sebuah taman, baik dari segi mata air dan udara yang sejuk cocok untuk dibuat taman. Arsitekturnya merupakan kombinasi antara gaya Bali dengan gaya Cina. Taman Tirta Gangga berlokasi di desa Ababi, daerah Abang, sekitar 83 km dari Denpasar.

Taman Air Tirta Gangga dibangun Raja Karangasem terakhir, Anak Agung Agung Anglurah (AAAA) Ketut Karangasem (1808-1941) alias I Gusti Bagus Jelantik, sekitar tahun 1922. Taman Air Tirta Gangga dibangun bersamaan dengan dibangunnya Taman Sukasada Ujung. Suasana asri langsung menyergap ketika kaki melangkah memasuki Taman Air Tirtagangga di desa Ababi, Abang Karangasem. Ya, inilah taman peninggalan raja terakhir Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.

Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja.
Taman seluas 1,2 hektar ini dibangun sebetulnya untuk dam pertanian di daerah sekitarnya. Taman air ini memanfaatkan mata air yang muncul dari kaki bukit di desa Ababi. Dulunya warga sekitar menamakan daerah ini sebagai embukan yang dalam bahasa Bali berarti mata air. Raja Karangasem membangun Taman Air ini sebagai pemenuhan kebutuhan warga bagi air bersih dan juga bagi air suci untuk pembersihan dewa atau Ida Betara. Warga sekitar menganggap air dari mata air di Taman Air Tirtagangga ini sebagai air suci.



Raja Karangasem sendiri dulu kabarnya sering memanfaatkan tempat ini sebagai olah kanuragannya dan tempat menyepi mencari inspirasi. Raja Karangasem Sang Aristek Otodiak ini juga melihat, fungsi mata air yang diolah menjadi taman air bisa menjaga kelestarian alam. Air bersih yang mengalir bisa mendinginkan daerah sekitar dan juga memberikan alternatif wisata bagi warga Bali dan akhirnya turis mancanegara pada masa kini

Taman Tirta Gangga merupakan sebuah taman yang lebih diutamakan untuk tempat permandian karena air yang keluar dari mata air yang sangat jernih dan dingin, menyebabkan para wisatawan yang berenang di kolam itu menjadi segar. Di samping memiliki air yang jernih dan dingin, juga udara yang sejuk menyebabkan Taman Tirta Gangga ini sangat mempesona para wisatawan. Beberapa bangunan dan hiasan sengaja dibuat sesuai dengan spirit dari Puri Agung Karangasem, sehingga antara Taman Tirta Gangga maupun Taman Sukasada yang terletak di desa Ujung menjadi suatu kesatuan, Perencanaan yang memadukan konsep Arsitektur Eropa, Cina dan Arsitektur Lokal.

Nah tidak lengkap rasanya klo ke Karangasem tidak menikmati keindahan, keasrian dan kesejukan Taman Istana Raja Karangasem. Dan apabila memungkinkan bisa menikmati betapa dinginnya air Kolam Tirtagangga, dan suasana hening apabila melewatkan pergantian malam menginap di Taman Tirtagangga.

Posting : Komang Sugiarta
dharmawyadha - 29/05/2009 06:57 PM
#959

wah lama tak jumpa semeton bali skalian...Om swastiasthu...lagi mbahas ape nih?
andreaspaskarah - 31/05/2009 12:55 PM
#960

izin liat2 aja ya bro
Page 48 of 168 | ‹ First  < 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Menguak Misteri Bali... (Ilmu Bali part II)