Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > [Kitab] Al Hikam Petuah-Petuah Agung Sang Guru
Total Views: 23643
Page 2.5 of 13 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

mbahmetal2 - 18/09/2008 04:51 PM
#31

tentang perbuatan

aku harus berbuat, siapa yg harus berbuat???
Pilihanku yg memilih bukan berbuat
DIA yg pasti bisa bukan kami yg pasti bisa
kamu tidak bisa berbuat apa2 tanpa seijin-KU
(hadits : Tiada bergerak sebiji zarrahpun tanpa ijin-KU)

apa yg jadi pilihanmu untuk keselamatan lahir dan bathinmu

AKU Maha Cukup lagi Maha Suci
"DINDINGILAH) kami diantara kesucian-Mu
atas salah kami dan tiada yg tersembunyi bagi-KU
mbahmetal2 - 18/09/2008 04:54 PM
#32

Quote:
Original Posted By kuli warnet
^ N ^

kaleem mbah . . .







inggih mas kaleem
lagi puase lutute mbah kriak kriuk

bukan kalem =kayak lembu toh ,
the hawkz - 18/09/2008 07:24 PM
#33

Quote:
Original Posted By kiyomizu
kumpulan hadist gimana kang ?




betul ....

Al-Qur'anulkarim...setelahnya hadist/Sunatulloh.....sisanya.... pelengkap.....

kiyomizu - 18/09/2008 10:17 PM
#34
Petuah [5]
[5]Rezeki yang Sudah Ditetapkan

"Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu (oleh Allah) dan kelalaianmu melaksanakan apa yang telah dibebankan kepadamu, itu merupakan tanda butanya bashirah (mata batin).


Penjelasan:

Nasehat bijak ini memberikan pemahaman kepda kita, bahwa sebaiknya jangan memaksakan diri untuk mengejar apa yang sesungguhnya telah dijamin oleh Allah Ta'ala atas seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sebagai mana disitir ileh Allah Ta'ala didalam sebuah firman-Nya,

"Dan berapa banyak binatang melata yang tidak (mampu) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, juga Dia Mahamendengar lagi Mahamengetahui."Al-Ankabuut:60

Juga firman Allah yang lain,

"Kami (Allah) tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."Thaahaa:132

Seorang bijak yang bernama Ibrahim al-Khawwash pernah berkata,

"Janganlah memaksakan diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (untuk dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang telah diamanahkan (diwajibkan) kepadamu untuk memenuhinya".

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW. bersabda,

"Sesungguhnya Allah sangat mencintai seorang hamba yang apabila melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan sebaik-baiknya".HR Abu Ya'la dan al-Asykari
kuli warnet - 19/09/2008 04:12 PM
#35

Quote:
Original Posted By mbahmetal2
inggih mas kaleem
lagi puase lutute mbah kriak kriuk

bukan kalem =kayak lembu toh ,




Akkkkuurr




Ts : lanjut . . . .

namida - 19/09/2008 05:43 PM
#36

TS lanjut lagi,, lumayan neh bermanfaat
kiyomizu - 19/09/2008 07:57 PM
#37
Petuah [6]
[6] Tertundanya Pengabulan Doa

"Terlambat datangnya pemberian (Allah), mesti sudah dimohonkan berulang ulang, janganlaha membuatmu patah harapan. Karena dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan."

Penjelasan:

Tidak sepatutnya sang hamba berburuk sangka kepada Allah akibat doa doanya belum dikabulkan olehNya. Dan sebaiknya bagi hamba, yang tidak tahu apa yang akan terjadi atas dirinya esok hari, segera melakukan introspeksi diri. Karena Allah sendiri sudah mengatakan dalam firman-Nya,

"Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali kali tidak ada hak bagi mereka untuk memilih" al-Qashash: 68

Dan hendaknya kita senantiasa mengingat firman Allah Ta'ala berikut ini:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mahamengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" al-Baqarah:216

Sang guru juga mengingatkan,

"Tidak terlaksananya sesuatu yang dijanjikan oleh Allah, janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu. Ini agar tidak mengaburkan bashirahmu (pandangan mata bathin) dan memadamkan nur (cahaya) hatimu."

Penjelasan:

Sebagai hamba, manusia tidak mengetahui kapan persisnya Allah akan menurunkan karunia dan rahmat-Nya. Sehingga apabila seseorang melihat tanda-tanda tertentu, maka ia akan menduga bahwa itulah saat yang dijanjikan oleh Allah. Sementara dari sisi Allah, sebetulnya masih ada persyaratan yang Dia kehendaki atas diri hamba itu yang belum terpenuhi. Jadi, jangan sampai menuduh Allah melanggar janji-janjinya.

Allah Ta'ala berfirman,

"Ingatlah, bahwa sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat"al-Baqarah:214

Dalam firman Allah yang lain digambarkan, bahwa manusia itu memiliki sifat cenderung tergesa gesa,

"Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa" al-Israa':11
kuli warnet - 21/09/2008 03:55 PM
#38

Quote:
Original Posted By mbahmetal2
inggih mas kaleem
lagi puase lutute mbah kriak kriuk

bukan kalem =kayak lembu toh ,




AkkkkkkkkkkkkkkkuR mbah . . .




lanjut . . .
Ded12 - 22/09/2008 08:25 AM
#39

Al Hikam bagus dipelajari sebagai dasar pemahaman TAUHID.
kiyomizu - 22/09/2008 11:08 PM
#40
petuah [7]
[7] Dibukanya Pintu Makrifat

"Apabila Allah telah membukakan salah satu jalan makrifat (mengenal Allah) bagimu, maka jangan hiraukan mengapa itu terjadi, walaupun amalmu masih sangat sedikit. Allah membukakan pintu itu bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahwa makrifat itu merupakan anugrah-Nya kepadamu? Sedang engkau mempersembahkan amal-amalmu kepada-Nya? Maka apalah artinya apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu dengan apa yang dianugrahkan oleh Allah kepadamu".


Penjelasan:

Mengenal Allah Ta'ala merupakan kebutuhan bagi setiap hamba. Hingga manakala Dia telah membukakan pintu(jalan) menuju makrifat kepada-Nya, maka itu merupakan anugerah terbesar dalam kehidupan.
mbahmetal - 27/09/2008 01:03 PM
#41

Quote:
Original Posted By kiyomizu
[7] Dibukanya Pintu Makrifat

"Apabila Allah telah membukakan salah satu jalan makrifat (mengenal Allah) bagimu, maka jangan hiraukan mengapa itu terjadi, walaupun amalmu masih sangat sedikit. Allah membukakan pintu itu bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahwa makrifat itu merupakan anugrah-Nya kepadamu? Sedang engkau mempersembahkan amal-amalmu kepada-Nya? Maka apalah artinya apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu dengan apa yang dianugrahkan oleh Allah kepadamu".


Penjelasan:

Mengenal Allah Ta'ala merupakan kebutuhan bagi setiap hamba. Hingga manakala Dia telah membukakan pintu(jalan) menuju makrifat kepada-Nya, maka itu merupakan anugerah terbesar dalam kehidupan.


apabila kamu tidak dibukakan-Nya untuk bisa mengetahui pengetahuan tentang DIA sama sekali, maka DIA menempatkan kamu didalam wilayah amal shaleh
kiyomizu - 05/10/2008 11:12 PM
#42
Petuah [8]
[8] Ruh Dari Amal Adalah Keikhlasan

"Amal itu beragam, lantaran beragamnya keadaan yg menyelinap ke dalam hati (jiwa). Amal itu merupakan kerangka yang tetap (mati, tidak bergerak), dan ruhnya ialah keikhlasan yang ada (melekat) padanya".


Penjelasan:

Setiap hamba yang sholeh, yang sedang menuju ke suatu maqam(tingkatan) tertentu akan merasakan kenikmatan di dalam menjalankan setiap perintah Allah Ta'ala. Karena mereka mengerti di dalam rangkaian ibadah yang mana mereka dapat merasakan kenikmatannya.

Yang dimaksudkan syeikh disini, keikhlasan seseorang dalam beramal adalah semata ditujukan kepada Allah sebagai zat yg memiliki sang hamba. Dan memang dalam hal ini dikenal dengan (terdapat) berbagai tingkatan, sesuai dengan taufiq yang diberikan oleh Allah Ta'ala kepada sang hamba.
mbahmetal - 07/10/2008 08:03 PM
#43

Quote:
Original Posted By kiyomizu
[2]Antara Urusan Dunia dan Akhirat
"Keinginanmu untuk tajrid(meninggalkan urusan dunia, termasuk mencari rizki) padahal Allah telah menempatkan engkau pada asbab(usaha, dimana Allah telah membekali manusia dengan sarana penghidupan), adalah termasuk dalam (bisikan) syahwat yang samar. Sebaliknya, keinginanmu untuk melakukan asbab padahal Allah telah menempatkanmu pada kedudukan tajrid, adalah suatu kemerosotan dari himmah(tekad spiritual) yang luhur"

Penjelasan:

Sang guru mengajak untuk memeperhatikan, bahwa kecendrungan semacam ini (tajrid) kadang muncul akibat pengaruh hawa nafsu, bukan karena pengaruh rasa cinta yang tulus terhadap akhirat.

Bagi mereka yg melangkahkan kaki di jln Allah, yang di dlm hatinya terbesit keinginan untuk meninggalkan asbab dan aktivitas duniawi karena dorongan cintanya kepada Allah, maka sang guru berpesan agar mereka itu memperhatikan adab dalam beramal. Yaitu, apabila Allah Ta'ala meletakkan kita pada asbab, maka tetaplah berpijak padanya. Dan jika ketetapan itu tidak sesuai dengan keinginan kita, maka tetaplah atasnya. Sebab Allah kadang menahan asbab itu dari kita, sebagaimana tergambar dalam firman-Nya berikut ini,
"Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi" Al Baqarah: 144


ada pula yg sudah jadi sufi malah takut tinggal di kota (keramaian) hehe katenye seh atut ame godaan dunia, weh weh kumaha deui ini, masak sih ilmunye udah nyampe takut pula ama dunia /setan (godaan dunie) yg ditakuti kan ntuh yo Allah, jagalah Allah maka DIA akan menjagamu dari apapun
berarti masih ade akuan diri ntuh
nabi muhammad aje berbaur ame manusia hehehe

ada pula yg berkata "aku mencari kebenaran"
wew hebat bgt akuan diri mencari, "kata mencari" ntuh kan berarti kata kerja diri sendiri hehehe kebenaran udah ada koq dicari2??, makenye jgn bilang "mencari" bilang "Ya Allah Bukakan" bukakan apo ??? yo bukakan ilmuMU

Kata "mencari" ame "minta dibukakan" ntuh beda kagak??, yg atu akuan yg atu lagi kagak ada daya upaye
003344 - 08/10/2008 09:32 AM
#44

---- wah bagus nih--
check kulkas om
kiyomizu - 10/10/2008 07:49 PM
#45
Petuah [9]
[9] Bahaya Jabatan dan Ketenaran

"Tanamlah wujudmu dalam bumi yg tersembunyi (agar tidak dikenali orang), karena sesuatu yang tumbuh dari benih yang tidak ditanam, maka buahnya tidak akan sempurna"

Penjelasan:

Keinginan hawa nafsu yang utama adalah terpenuhinya semua jenis kebutuhan, tanpa kecuali. Dan kedudukan seseorang di tengah masyarakat mempermudah jalannya nafsu untuk memenuhi semua kebutuhan itu. Oleh karenanya sang guru mengingatkan kepada kita akan bahayanya ketenaran, jabatan public, dan sejenisnya. Posisi itu amat rentan terhadap munculnya sifat-sifat buruk yang ditimbulkan oleh hawa nafsu, seperti riya', sombong dan sebagainya.
rojokoyo - 11/10/2008 01:17 AM
#46

Lanjut kang....bhasan yang mantabss
kiyomizu - 19/10/2008 07:42 PM
#47
Petuah [10]
[10] Mamafaat Uzlah bagi Qalbu

"Tidak ada yg lebih bermamfaat bagi qalbu sebagaimana uzlah, sebab dengan memasuki uzlah(perenungan) pikiran kita jadi luas"


Penjelasan:

Menyendiri atau melakukan perenungan merupakan langkah terbaik guna mengisi qalbu yang tengah mencari jati diri menuju Allah Ta'ala.
soerya - 21/10/2008 11:09 PM
#48

dlu sempet tau ni Kitab ... tp cuman sepintas...gara2 baca kisah si Azzam , jdai pengen tau lebih ttg nie Kitab ... wew ada jga kupasannya ... numpang duduk di pojok mbah
blenyon - 22/10/2008 07:37 AM
#49

sayang banget ane ga tamat belajar ini kitab

tp bagus jg ada yg mo jabarin itung2 refresh
rasyid11 - 22/10/2008 03:33 PM
#50

dicari ga kemana mana eh ketemunya di sini juga..
subhanallah...

jadi ingat novel kang abik, si Azzam Fasih banget dengan kitab al hikam ini

sori kalo oot
Page 2.5 of 13 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > [Kitab] Al Hikam Petuah-Petuah Agung Sang Guru