Militer
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Main Battle Tank -Jenis2 dan Penjelasannya-
Total Views: 38963
Page 14 of 15 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 > 

jojo8228 - 31/01/2012 05:50 PM
#261
T-90/T90S Main Battle Tank, Bag. 3
Quote:
akhirnyaaaa...
bisa posting lagi




Karakteristik MBT T-90S




MBT T-90S, menembakkan meriam smoothbore 2A46M 125mm



Daya Tembak

Persenjataan T-90S terdiri dari satu meriam smoothbore 2A46M 125mm, terstabilisasi dalam dua axis dan dipasangi dengan sleeve termal. Tabung meriam dapat diganti tanpa membongkar bagian dalam turret. Meriam utama ini dapat menembakkan bergaiam macam amunisi termasuk APDS (Armour Piercing Discarding Sabot), HEAT (High Explosive Anti-Tank), HE-FRAG (High Explosive Fragmentation) demikian juga amunisi APERS (anti-personnel), yang terdiri dari pecahan proyektil dengan time-fuse. Hingga saat ini, amunisi APERS yang paling luas digunakan adalah amunisi fin-stabilized HE/HE-FRAG/FRAG serba guna. Versatilitasnya kemudian semakin ditingkatkan dengan pengenalan sistem time-fusing, Ainet. Amunisi APERS lain termasuk shrapnel dan pembakar, tetapi lebih sedikit penggunaannya.

Garis seri meriam utama 2A46 dan 2A46M (secara internal diberinama D-81T, D-81TM) dikembangkan oleh biro desain di Ekaterinburg (sebelumnya Sverdlovsk), dan diproduksi di Motovilikha artillery plant di Perm.

Meriam T-90S juga dapat menembakkan sistem misil anti-tank berpemandu 9M119Refleks (kode NATO: AT-11 Sniper), atau 9M119M Refleks (kode NATO: AT-11 Sniper-B). Misil 9M119 datang dalam dua varian: 9K120 Svir yang ditembakkan oleh meriam anti-tank T-72B, T-72S, dan 2A45M; dan Refleks yang ditembakkan oleh MBT T-80B, T-80U, dan T-90. Amunisi Refleks lebih berat 4kg dan mempunyai jarak jangkau maksimum 5.000m, sementara Svir memiliki jarak jangkau 4.000m. Sistem misil ini bertujuan untuk menghancurkan tank yang dipasangi dengan ERA (Explosive Reactive Armour) serta target yang terbang rendah seperti helikpter. Sistem misil ini menembakkan misil baik 9M119 ataupun 9M119M yang memiliki semi-automatic laser beam riding guidance dan hulu ledak hollow charge. Berat misilnya adalah 23.4kg. Sistem loader otomatis mendukung pengisian baik amunisi biasa maupun misil. Karena tingginya biaya sistem, maka hanya resimen elit yang memiliki misil tersebut.

Misil berpemandu laser Refleks 9M119 AT-11 SNIPER dengan sebuah hulu ledak hollow-charge efektif untuk menghadapi target berlapis baja dan helikopter yang terbang rendah. Misil ini dapat menembus 700-mm RHAe dari jarak 5,000 meter, membuat T-90S memiliki kemampuan untuk menembak kendaraan dan helikopter musuh sebelum mereka dapat menembak T-90S. Sistem kendali penembakan terkomputerisasi dan laser laser range-finder, dipasangi dengan therma sight Agave baru milik gunner, mengijinkan T-90S untuk menembak target ketika sedang bergerak dan pada malam hari. Akan tetapi, sistem generasi pertama ini kemampuannya mungkin tidak sebaik sistem serupa milik Barat. Tank dilengkapi dengan peralatan presisi dan sistem pengisian amunisi otomatis untuk menjamin tingginya kecepatan tembakan meriam.

MBT juga dilengkapi dengan senapan mesin koaksial PKT 7,62mm dan senapan mesin pertahanan udara 12,7mm. Sebuah senapan serang AKS-74 5.45mm juga dibawa dalam rak penyimpanan.


Kendali Penembakan

T-90S memiliki sistem kendali penembakan terintegrasi (IFCS=Integrated Fire Control System) yang otomatis tetapi dapat dioperasikan (override) secara manual oleh komandan tank. IFCS terdiri dari sistem kendali penembakan siang hari 1A43 milik gunner, TO1-KO1 thermal imaging sight milik gunner yang memiliki jarak identifikasi target dari 1,2 km hingga 1,5km dan PNK-S sight milik komandan.

FCS siang hari 1A43 milik gunner terdisi dari 1G46 day sight/rangefinder dengan channel pemandu misil, stabiliser persenjataan 2E42-4, komputer balistik 1V528 dan DVE-BS wind gauge.

PNK-4S sight milik komandan terdiri dari TKN-4S (Agat-S) day/night sight yang memiliki jarak identifikasi 800m (siang hari) dan 700m (malam). Pengemudi dilengkapi dengan penglihatan malam inframerah TVN-5.



T-90S, milik AD India. T-90S adalah salah satu MBT dengan proteksi terbaik di dunia.



Proteksi

T-90S memiliki silhuette rendah seperti pada MBT Rusia sebelumnya, dengan turret bulat rendah di bagian tengah hull, dan dilengkapi dengan sistem pertahanan aktif dan pasif yang membuat T-90S menjadi salah satu MBT dengan perlindungan terbaik di dunia. Glacis dilindungi oleh bata-bata ERA generasi kedua. ERA ini memberikan penampakan bersudut bagi turret, dengan bata-bata ERA yang membentuk penampilan "clam shell". Bata-bata ERA pada bagian atas turret memberikan perlindungan dari top-attack weapons.

T-90S dilengkapi dengan sistem countermeasure optronic TShU-1-7 Shtora-1, yang diproduksi oleh Electronintorg, Russia, yang didesain untuk mengganggu pelacakan target dan rangefinder laser dari ATGM yang datang. T-90S juga dilengkapi dengan paket peringatan laser yang memperingatkan awak tank ketika tank dibidik (dengan laser). Shtora-1 adalah jammer elektro-optik yang mengganggu ATGM semiautomatic command to line of sight (SACLOS) musuh, laser rangefinder dan pelacak target. Shtora-1 sebenarnya sistem “soft kill” atau countermeasures yang kebanyakan efektif jika ditandemkan dengan sistem “hard kill” seperti Arena.



Sistem lengkapnya terdiri dari jammer inframerah, sistem peringatan laser dengan empat penerima peringatan laser, sistem pelontar granat yang menghasilkan sebuah layar aerosol dan sebuah sistem kendali terkomputerisasi. MBT ini dilengkapi dengan peralatan perlingdungan NBC (nuclear, biological and chemical).



Mobilitas




T-90S, menunjukkan agilitasnya. Jumping....


T-90S memiliki sebuah mesin piston V-12 empat-stroke V-84MS 618kW (840 hp) berpendingin cairan. Mesin ini dapat diisi dengan bahan bakar T-2 atau TS-1 kerosene dan A-72 Benxine, sebagai tambahan bagi diesel. Tank dapat membawa bahan bakar sebanyak 1,600 L dalam tangki bahan bakar utama dan drum bahan bakar. Tangki bahan bakar diperkuat dengan plat lapis baja. Mesin ini menghasilkan rasio power to weight hanya 18,06hp per ton, jauh lebih kecil dari pada T-80U.

Tank dilengkapi dengan sebuah sistem snorkel untuk penyeberangan perairan dalam dan dapat menyeberangi perairan dengan kedalaman 5m dengan perlengkapan yang dapat dipersiapkan dalam 20 menit.

Transmisi mekanisnya terdiri dari reduction gear utama dan dua planetary dinal gearbox dan dua planetary final drives. Running gearnya memiliki suspensi batang torsi dengan penyerap goncangan hidrolis pada roadwheel pertama, kedua dan keenam dengan rubber-metallic pin hinges.



Sumber: http://jojo8228.blogspot.com
Gambar dan Tabel: http://fprado.com
jojo8228 - 07/03/2012 01:40 PM
#262
T-90/T90S Main Battle Tank, Bag. 4
Ekspor


India


MBT T-90 Bhishma dalam latihan di Gurun Thar, Rajasthan. (Foto: http://en.wikipedia.org)

Pada 2001, India membeli 310 T-90S dari Rusia, 120 di antaranya dikirim komplit , 90 bought 310 T-90S tanks from Russia, of which 120 were delivered complete, 90 terbongkar sebagian (untuk dirakit) dan 100 terbongkar sepenuhnya (untuk dirakit). T-90 dipilih karena pengembangan langsung dari T-72 yang sudah digunakan oleh India memiliki kesamaan suku cadang (commonality) sebesar 60% dengan T-90, mempermudah pelatihan dan perawatan MBT. India membeli T-90 setelah penundaan produksi MBT domestik Arjun, dan untuk menghadapi pengoperasian T-80UD Pakistan pada 1995-1997. Tank-tank ini diproduksi oleh Uralvagonzavod dan mesin yang menghasilkan tenaga 1.000 hp (750 kW) diproduksi oleh Chelyabinsk Tractor Plant. Tank ini tidak memiliki sistem proteksi aktif/pasif Shtora-1 walaupun terdapat laporan bahwa ada kontrak terpisah untuk pengadaan versi modern dari sistem ini sedang didiskusikan.

Kontrak lanjutan senilau $800 juta ditandatangani oada 26 Oktober 2006, untuk 330 T-90M “Bhishma” tambahan yang dikerjakan oleh Heavy Vehicles Factory di Avadi, Tamil Nadu, India.

T-90M Bhishma adalah versi yang sesuaikan dan diupgrade dari T-90S yang dikembangkan India dengan bantuan Rusia dan Perancis. Tank ini dilengkapi dengan penglihatan termal Catherine-FC buatan THALES, Perancis dan menggunakan plat ERA Kontakt-5 K-5 dari Rusia. ERA Kontakt-5 (K-5) dalam bentuk varian ekspornya memberikan level proteksi 1,2 (20%) terhadap amunisi energi kinetik (APFSDS) dan 1,7-1,8 [70 %] terhadap amunisi energi kimia (Tandem HEAT). Plat baffle semi-aktif dan lapisan keramik dengan high tensile proprieties dipergunakan dalam lapis dasar T-90. Komposisi lapis baja yang lebih canggih diimplementasikan pada turret yang dipatri dari T-90 domestik dan pada T-90 Bhisma (ekspor) untuk India. Dalam beberapa uji coba yang dilakukan di depan delegasi India menggunakan amunisi asing terbaru ((APFSDS) dari tipe M829A2/KEW-A2 dengan jarak 250m terhadap T-90S dengan ERA Kontakt-5 (K-5) built-in normal menuntukkan bahwa turret tidak dapat dipenetrasi. Kelebihan absolut ini merupakan salah satu point penjualan yang paling penting untuk T-90 Bhishma ke India.

Pada April 2008, AD India mengirimkan permintaan proposal kepada Rafael, BAE System, Raytheon, Rosoboronexport, Saab, dan IBD Deisenroth Engineering milik Jerman untuk sebuah sistem proteksi aktif untuk T-90S Bhishma. Kontraknya diperkirakan mencapai USD 270 juta. LEDS-150 milik SAAB memenangkan kontrak.

Sebuah kontrak ketiga, senilai USD 1,23 miliar ditandatangani pada Desember 2007 untuk 347 T-90M yang sudah diupgrade, yang akan dirakit di bawah lisensioleh HVF. AD India berharap dapat mengoperasikan 21 Resimen T-90 dan 40 resimen T-72 yang telah dimodifikasi. AD India mulai menerima MBT T-90M pertamanya dalam bentuk knocked down (belum dirakit) dari Uralvagonzavod JSC, Nizhny Tagil, Rusia, di akhir 2009.

T-90M memiliki ‘Kaktus K-6’ paket ERA terbaut/dibaut pada bagian depan hull dan atas turret (T-90S memiliki ERA ‘Kontakt-5’), yang dilengkapi dengan sistem kontrol environmental canggih yang disuplai dari Kinetics Ltd, Israel, yang menyediakan udara sejuk untuk kompartemen tempur dan volume internal tambahan sebagai tempat sistem pendingin cryogenic untuk imager termal generasi baru seperti imager termal Catherine-FC buatan THALES (yang beroperasi pada badwith 8-12 mikrometer). Secara keseluruhan, India berencana untuk memiliki 1.640 T-90 pada 2018-2020.

Batch pertama dari 10 T-90M “Bhishma” produksi berlisensi diperkenalkan ke AD India pada 24 Agustus 2009. Tank ini diproduksi di Heavy Vehicles Factory, Avadi, Tamil Nadu.


Pasar Ekspor Lain

Cyprus House Defense Committee menyetujui anggaran pada Januari 2009 untuk pembelian 41 T-90 buatan Rusia. Anggaran ini termasuk dalam anggaran pertahanan 2009. Cyprus saat ini sudah mengoperasikan T-80 buatan Rusia. Pada Maret 2010, dilaporkan bahwa Cyprus memilih untuk mebeli 41 T-80 tambahan dibandingkan membeli T-90.

Sumber Pertahanan Venezuela yang tidak disebutkan menyatakan bahwa presiden Hugo Chaves inging menggantikan MBT AMX-30 yang sudah ketinggalan jaman dengan 50 hingga 100 T-90 buatan Rusia, manurut artikel yang dibuat oleh analis militer Jack Sweeney. Pada September 2009, sebuah perjanjian dimumkan untuk 92 T-90.

Algeria pada Juni 2006 disebutkan sedang bernegoisasi untuk kontrak militer besar, yang mungkin termasuk pengadaan tank Rusia. Arab Saudi dilaporkan pada Juli 2008 bernegoisasi untuk pembelian 150 T-90. Menteri Pertahanan Libanon Elias El Murr bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov pada Desember 2008, untuk mendiskusikan kemungkinan transfer peralatan militer termasuk T-90.

Pada Februari 2010, sebuah perjanjiam militer ditandatangani antara Libya dan Rusia. Detail perjanjian tidak diungkapkan segera, tetapi diplomat Rusia menyebutkan bahwa Libya menginginkan 20 pesawat fighter, sistem pertahanan udara dan kemungkinan untuk pemebelian beberapa lusin T-90, dan modernisasi 140 T-72. Akan tetapi setelah runtuhnya rezim Gaddafy awal 2011, AS memberikan embargo militer internasional bagi Libya, sehingga perjanjian ini dibatalkan.



Operator


[*]Algeria: Algeria membeli 180 T-90S. 102 di antaranya mulai beroperasi pada 2007/2008, dan sisanya dikirim pada 2011.
[*]India: India saat ini mengoperasikan hingga 620 T-90 yang dibeli dalam tiga pemesanan terpisah. Dua batch (310 tank dan kocked down (tidak dirakit) pada 2000, dan selanjutnya 300 pada 2006). Dibeli dari Rusia. 1.000 tank selanjutnya akan diproduksi secara lokal hingga 2020. Dari jumlah tersebut, batch pertama yang terdiri dari 10 tank dikirim pada 2009.
[*]Arab Saudi: Arab Saudi membeli 150 T-90S dan helikopter dalam kontrak persenjataan senilai USD 2 miliar
[*]Turkmenistan: Turkmenistan memesan 10 T-90S pada 2009 dalam kontrak senilai USD 30juta.





Sumber: jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 14/03/2012 06:01 PM
#263
T-90/T90S Main Battle Tank, Bag. 5 -end-
Varian dan Spesifikasi


Varian

Pada 1999, T-90 memperlihatkan model barunya, yang memiliki turret yang dipatri penuh dari Obiekt 187 experimental MBT dan bukan cast design dari T-90 awal. Model baru ini dinamai "Vladimir" sebagai penghormatan Kepala Desainer T-90 Vladimir Potkin, yang meninggal pada 1999. Tidak diketahui bagaimana desain baru ini mempengaruhi level proteksi dan layout dari turret, dan apakah paket lapis baja frontal didesain ulang secara ekstensif atau tidak.



T-90 dengan turret yang dipatri (foto: http://www.militaryphotos.net)

Terdapat setidaknya tiga varian berbeda dari T-90. Rusia mengkonfirmasi adanya varian ekspor pada Juni 1996, dengan variasi peralatan dan mesin, T-90S (atau “C”) dan T-90SK untuk varian komando. Varian komando T-90SK memiliki perbedaan pada peralatan radio dan navigasi, dan memiliki sistem detonasi jarak jauh Ainet untuk amunisi HEF. T-90 "Vladimir", dengan turret yang dipatri, juga diberinama T-90M, tetapi ini bukanlah nama resmi. Nama resmi untuk tank tersebut adalah T-90A atau T-90SM. Sebenarnya, semua produksi T-90 sejak 2001 memakai turret yang dipatri, sehingga terlihat logis untuk berasumsi bahwa nama resmi saat ini adalah T-90S (atau “C”) – yang ditegaskan dari fakta bahwa semua MBT yang dijual ke India semua memakai turret yang dipatri.


Model


[*]T-90: Model produksi awal.
[*]T-90K: Versi komando untuk T-90.
[*]T-90E: Versi ekspor T-90.
[*]T-90A: Versi AD Rusia dengan turret yang dipatri, bermesin V-92S2 dan penglihatan termal ESSA. Kadang disebut sebagai T-90 Vladimir.
[*]T-90S: Versi ekspor dari T-90A. Kadang disebut sebagai T-90C (huruf Cyrillic es terlihat seperti c pada Latin). Terdapat dua macam susunan lapis baja yang berbeda.
[*]T-90SK: Versi komando dari T-90S. Terdapat perbedaan pada peralatan radio dan navigasi, dan memiliki sistem detonasi jarak jauh Ainet untuk aminisi HEF.
[*]T-90S "Bhishma": modifikasi dari T-90S untuk India.
[*]T-90M: Versi purwarupa yang memiliki ERA Relikt, dengan mesin baru bertenaga 1.250 PS (920kW), turret baru yang lebih baik, dan lapis baja komposit, meriam baru, termal imaging Chaterine-FC baru dari THALES, sebuah sistem kontrol environmental canggih yang disuplai dari Kinetics Ltd milik Israel untuk menyediakan udara dingin pada kompartemen tempur, sistem taktis terintegrasi, navifasu satelit dan yang lainnya.
[*]T-90MS: Versi produksi dari T-90M. PK PAN dengan kamera IR, dan penglihatan gunner PNM Sosna-U, 7.62mm turret UDP T05BV-1 RWS, GLONASS+inertial navigation, ERA Relikt





Turunan


[*]BREM-72: Armoured recovery vehicle.
[*]MTU-90: tank Bridge layer dengan MLC50 bridge.
[*]IMR-3: Combat engineer vehicle.
[*]BMR-3: kendaraan pembersih ranjau.





Drawing T-90 (gambar: www.fprado.com)

Spesifikasi:

Dimensi:
Panjang Total: 31.27 kaki (9.53m)
Lebar: 12.40 kaki (3.78m)
Height: 7.28 kaki (2.22m)

Struktur:
Awak: 3
Berat: 51.3 US Short Tons (46,500kg; 102,515lbs)

Persenjataan:
1 x meriam utama 125mm
1 x senapan mesin 12.7mm
1 x senapan mesin koaksial 7.62mm
2 x 6 pelontar granat asap

Amunisi:
43 x proyektil 125mm
300 x amunisi 12.7mm
2,000 x amunisi 7.62mm
12 x granat asap

Powerplant:
Mesin: 1 x mesin diesel 12 silinder V-84MS yang menghasilkan 840hp ditambah sistem tenaga cadangan 1 kW AB-1-P28. Juga tersedia mesin diesel V-92S2 yang menghasilkan 1,000hp.

Performa:
Kecepatan Maksimum: 40mph (65 km/jam)
Jarak Maksimum: 404 mil (650 km)

Sistem:
Proteksi NBC: Ya
Penglihatan Malam: Ya



Sumber: jojo8228.blogspot.com


Quote:
Selanjutnya Chieftain, cuma perlu ngumpulin sumber dulu hehehe
merkapa - 14/03/2012 09:02 PM
#264

mau nanya jumlah ammo setiap tank gan
joedhie2k - 14/03/2012 09:40 PM
#265

Quote:
Original Posted By merkapa
mau nanya jumlah ammo setiap tank gan


MBT biasanya 30-40 tergantung tipe
tp klo misi bisa suka2 komandannya

T-90 misalnya pas di georgia kmaren cm bawa 20 sesuai kapasitas carrousel.. ga ada extra..

Merkava pas perang 80an dr aslinya 40an bs bawa extra di bagasi jd 60an..

AMX-13 cm 12 di revolvernya.. maklum mini battle tank
jojo8228 - 15/03/2012 08:58 AM
#266

Quote:
Original Posted By merkapa
mau nanya jumlah ammo setiap tank gan


Di ulasan ulasan ane, terutama di bagian spesifikasi beberapa udah ada mas bro.

Untuk amunisi meriam utamanya ya
Leopard 2: 42
DIO Zulfikar: tidak diketahui
M1 Abrams: 40
PT-91 Twardy: 42
Merkava: 62
T-54/55: 34
Leclerc: 40
ROTEM K1: 47
ROTEM K2: 40
T-80: 44
T-90: 43


Thanks bro joedhie2k

Quote:
Original Posted By joedhie2k
MBT biasanya 30-40 tergantung tipe
tp klo misi bisa suka2 komandannya

T-90 misalnya pas di georgia kmaren cm bawa 20 sesuai kapasitas carrousel.. ga ada extra..

Merkava pas perang 80an dr aslinya 40an bs bawa extra di bagasi jd 60an..

AMX-13 cm 12 di revolvernya.. maklum mini battle tank
dsantnchik - 15/03/2012 09:15 AM
#267

Quote:
Original Posted By joedhie2k


MBT biasanya 30-40 tergantung tipe
tp klo misi bisa suka2 komandannya

T-90 misalnya pas di georgia kmaren cm bawa 20 sesuai kapasitas carrousel.. ga ada extra..

Merkava pas perang 80an dr aslinya 40an bs bawa extra di bagasi jd 60an..

AMX-13 cm 12 di revolvernya.. maklum mini battle tank


kalo AMX-13 cuman bisa bawa 12, gimana ceritanya ya bisa ancurin 8 biji T-54 di perang 67?thx
rumah.KENYOT - 15/03/2012 09:37 AM
#268

Quote:
Original Posted By dsantnchik


kalo AMX-13 cuman bisa bawa 12, gimana ceritanya ya bisa ancurin 8 biji T-54 di perang 67?thx



totalnya ga cuma 12

bisa bawa :

Main
armament 75 mm (or 90 mm or 105 mm) with 32 Rounds
jojo8228 - 22/03/2012 03:44 PM
#269
Selingan
"Cutaway" M1 Abrams


Artikel ini adalah artikel selingan, "Cutaway" M1 Abrams MBT. Dulu bro Red Ace request "cutaway" MBT. Saya sudah berusaha cari, by googling, tapi saya belum berhasil menemukannya. Setelah sekian lama, saya malah menemukannya di sebuah toko buku ternama di sebelah kantoe. Sebuah buku tentang M1 Abrams yang cukup murah (karena pada saat itu pas oral hehehe) dan cukup banyak ilustrasi "Cutaway"-nya.

Buku ini karya Steve Parker yang diterbitkan oleh Tiga Serangkai tahun 2009, Seri "Kendaraan Tempur", berjudul "M1 Abrams, Tank Perang Utama". Saya hanya akan tampilkan ilustrasi-ilustrasi cutawaynya saja, berikut ini:



Bagian-Bagian M1 Abrams

Spoiler for Bagian-Bagian M1 Abrams



[*]Meriam Utama
[*]Ruang Kemudi
[*]Turret
[*]Roda Rantai dan Suspensi
[*]Blok ERA
[*]Pembidik Utama Komandan Tank
[*]Mesin
[*]Pelontar Granat Asap
[*]Penyimpanan Amunisi
[*]Sensor Crosswind
[*]Senapan Mesin M2 Browning 12,7mm
[*]Pembidik Utama Gunner
[*]Perisai Keras
[*]Senapan Mesin Koaksial





Mesin

Spoiler for Mesin M1 Abrams



[*]Saluran Udara Masuk; udara disedot ke dalam mesin oleh kipas depan yang besar.
[*]Bilah Turbin; turbin utama memiliki bilah miring. Gas panas dari bahan bakar menyembur melewatinya sehingga bilah berputar
[*]Unit Pendingin; dua unit pendingin besar berfungsi agar awak tidak kepanasan akibat temperatur tinggi mesin
[*]Saluran Gas Buang; gas buang dari turbin sangat panas sehingga orang harus menjaga jarak.
[*]Kompresor; kipas kompresor menekan udara masuk dengan tekanan sangat tinggi





Roda dan Suspensi

Spoiler for Roda dan Suspensi



[*]Roda Depan; roda depan membantu mengarahkan roda rantai bergerak memutar hingga menapak tanah.
[*]Roda Rantai: roda rantai T-158 memiliki sambungan karet dengan pasak dan konektor baja. Jika ada sambungan yang rusak, dapat dilepas dan diganti.
[*]Roda Tengah; M1 Abrams memiliki tujuh roda tengah. Roda nomor 1,2 dan 7 merupakan suspensi utama.
[*]Suspensi; suspensi memungkinkan roda tengah bergerak ke atas dan ke bawah sekitar 15 inci (38cm). M1 Abrams dapat melewati halangan vertikal setinggi 3,5 kaki (1 meter).
[*]Roda Penggerak; hanya ada dua roda penggerak tunggal (satu pada tiap sisi) yang terhubung dan digerakkan oleh mesin.





Ruang Kemudi

Spoiler for Ruang Kemudi



[*]Panel Utama; sebuah DID (Driver Integrated Display), menunjukkan kecepatan, indikator bahan bakar, temperatur mesin dan bantuan navigasi.
[*]Batang Kemudi dan Batang Transmisi; dengan memutar batang kemudi dapat memperlambat roda penggerak pada satu sisi sehingga mengurangi kecepatan roda rantai dan menarik tank berputar ke sisi tersebut. Tank memiliki transmisi dengan empat kecepatan maju dan dua kecepatan mundur.





Awak Turret

Spoiler for Awak Turret



[*]Pengisi Amunisi; penembak menginstruksikan tipe dan peluru apa yang akan dipakai kepada pengisi amunisi. Terdapat dua rak yang berisi sekitar 17 peluru. Tiap peluru harus dapat dipasang dalam waktu 7 detik.
[*]Komandan; komandan dapat memantau sistem tank, sensor panas, peta navigasi, dan komunikasi radio dari tempat duduknya. Seperti pengemudi, sang komandan juga memakai periskop untuk melihat ke luar.
[*]Penembak; penembak mengarahkan dan menembakkan senjata dan senapan mesin koaksial yang lebih kecil. Tuas kontrol yang disebut "cadilac" itu mempunyai pemicu dan tombol untuk mengaktifkan laser.
[*]Senapan Mesin Koaksial
[*]Ruang Amunisi






Persenjataan Utama

Spoiler for Persenjataan Utama

Ukuran Laras M256 sepanjang 17 kaki (5,2m) dan berat 1,4 ton. Keseluruhan berat rakitan senjata lebih dari 4 ton



[*]Turret
[*]Peluru yang siap ditembakkan
[*]Ruang Peluru
[*]Unit Pengangkat Meriam
[*]Ekstraktor Asap (Fume Extractor)
[*]Hihihihi... salah edit gambar
[*]Peluru Sabot
[*]Laras Bagian Dalam
[*]Peluru HEAT
[*]Selongsong Peluru Sabot
[*]Cangkang Penetrator
[*]Penetrator





Sumber:
Parker, Steve. 2009. Seri Buku Kendaraan Tempur: M1 Abrams, Tank Perang Utama. Tiga Serangkai



Quote:
Maap kalau gambar/ilustrasinya kurang bagus dan kurang rapi. Maklum hasil scan + polesan Sotosop pemula hehehe
jojo8228 - 29/03/2012 10:50 AM
#270
Chieftain Main Battle Tank, Bag. 1
Chieftain Main Battle Tank




Chieftain Mk 3 Laturn 2 (foto: en.wikipedia.org)


Nama: Chieftain
Tipe Klasifikasi: Main Battle Tank
Kontraktor: BAe Systems Land Systems - Inggris
Negara Asal: Inggris
Jumlah Produksi: 900
Operator: Inggris, Kuwait, Oman, Irak (rampasan dari Iran), Iran dan Yordania



FV 4201 Chieftain adalah MBT milik Inggris selama 1960an hingga 1970an. MBT ini merupakan salah satu MBT tercanggih di eranya, dan saat diperkenalkannya pada 1966, MBT ini memiliki meriam utama terkuat dan lapis baja terberat dari semua tank di dunia. Chieftain juga memperkenalkan posisi pengemudi “supine” (miring ke belakang), memungkinkan desain hull yang miring dengan berat yang dikurangi.

MBT Chieftain secara cepat menjadi tank terkuat di pasaran hingga kemunculan Leopard 1 milik Jerman Barat. Sebagai pengganti tank seri Centurion, meriam utama 120mm milik Chieftain merupakan upgrade utama dari standar 105mm Perang Dingin, dan chassisnya memberikan kemungkinan besar untuk pengembangan panjang untuk varian baru di masa yang akan datang. MBT ini terlihat secara diterima secara luas di Timur Tengah melalui ekspor dan terlibat dalam operasi tempur ekstensif selama perang Iran-Irak, bertempur untuk kedua belah pihak, baik diperoleh dengan membeli (Iran), atau berasal dari rampasan (Irak, rampasan dari Iran).

Dari luar, Chieftain mempertahankan desain low profile strategis. Hal ini berhasil dilakukan melalui desain posisi duduk pengemudi yang merebah/berbaring di bagian depan hull, sementara desain turret dan hull dipertahankan tetap rendah dari tanah. Chieftain juga dicirikan dengan enam road wheel besar di setiap sisi roda rantainya, desain hull depan dengan kemiringan tajam dan turret cor baja miring yang terpasang di bagian tengah hull. Mesin kuat Leyland 6-silinder berada di bagian belakang hull dan menghasilkan sekitar 750hp. Akomodasi awaknya berjumlah 4, yaitu pengemudi, komandan, penembak dan loader. Pengemudi di bagian depan hull, komandan dan penembak di bagian kanan turret, sedangkan loader di bagian kiri turret.

Chieftain terkenal dengan pemakaian meriam utama powerful L11A5 120mm yang pada saat itu menjadi meriam utama terkuat dan mampu membawa 64 proyektil 120mm. Pengisian proyektil terdiri dari dua fase proses yang membutuhkan loading charges. Tipe amunisinya standar yang terdiri dari armor piercing, tracer, smoke dan yang lainnya. Persenjataan tambahannya terdiri dari senapan anti-pesawat 12,7 mm yang terpasang di atas turret, tetapi pengoperasiannya dapat dilakukan dari dalam turret. Sebuah senapan mesin 7.62mm terpasang secara koaksial terhadap meriam utama, sementara senapan mesin 7.62mm tambahan terpasang di kupola. Untuk sistem pertahanan, terdapat 12 peluncur granat asap yang terdiri dari dua bagian (masing-masing 6 peluncur di setiap sisi turret). Peralatan perlindungan NBC penuh dan penglihatan malam juga dipasang. Selanjutnya, lapis baja pasif diupgrade sehingga meningkatkan tingkat proteksi awak.

Iran menerima Chieftain dengan nama seri "Shir" dalam dua mark selama masa produksi, dengan mark kedua mencapai 1.225 tank. Dipercaya bahwa Irak berhasil merampas 100 Shir dalam pertempuran. Oman dan Kuwait juga menerima sejumlah tank bekas dan baru.

Chassis Chieftain terbukti sangat adaptable dan menghasilkan berbagai macam varian yang sudah beroperasi. Di antaranya mulai dari armored recovery and engineer vehicles dan armored bridgelayer. Chieftain pada akhirnya digantikan perannya oleh MBT seri Challenger.



Pengembangan

Chieftain diturunkan dari lini tank panjang yang dimulai dari Mark II Matilda II pada 1939. Suksesor Matilda berkembang dari pendukung infantri melalui cruiser menjadi MBT karena merekadibuat jauh lebih cepat dan bersenjata besar, Matilda II (40mm), Cromwell (57mm dan 75mm), Comet (76mm), dan Centurion (76.2mm, 83.4mm, dan 105mm).



Centurion (foto: www.historyofwar.org)


Setiap desain selanjutnya menjadi lebih berat. Centurion mempunyai berat mendekati 57 ton dan dapat bergerak dengan kecepatan hanya 22 mil per jam di jalanan.

Pada akhir 1940an dengan ancaman T-54/55 milik Soviet dan rumor T-62, desainer-desainer di Leyland mulai menjalankan program Chieftain untuk menggantikan Tank Medium Chieftain dan Tank Berat Conqueror. Hasilnya adalah tank yang mengakomodasi daya tembak, kecepatan dan agilitas.

Chieftain adalah sebuah pengembangan evolusioner radikal dari lini tank yang sukses, Centurion. Inggris belajar selama PD II bahwa tank-tank mereka sering kalah dalam hal proteksi dan daya tembak, dibandingkan dengan tank yang dipakai oleh musuh, dan hal ini menyebabkan level kematian yang tinggi ketika bereka berhadapan dengan tank Jerman yang superior selama PD II.

Pada periode pasca perang, AD Inggris memasangi Centurion dengan meriam 120mm dari tank berat Conqueror sebagai senjata anti-tank jarak jauh melawan IS-3 milik Soviet.

Leyland, yang terlibat dalam Centurion, telah membuat purwarupa tank baru milik mereka sendiri pada 1956, dan ini menjadi spesifikasi untuk tank baru. Desainnya diterima pada awal 1960an. Chieftain didesain agar memiliki lever proteksi sebaik mungkin dan dilengkapi dengan meriam rifled 120mm. Lapis bajanya yang tebal dan berat mengakibatkan mobilitas berkurang, terutama karena terbatasnya tenaga mesin, membuat hal ini menjadi kekurangan utama Chieftain. Mesin yang dipilih memakai multi-fuel dan pada saat diperkenalkan, tenaganya lebih rendah dari yang diharapkan. Pengembangan dan perbaikan lanjut terhadap mesin ini gagal meningkatkan tenaga mesin sesuai dengan yang diharapkan.

Mesin BL awal menghasilkan sekitar 450bhp kepada sprocket yang berarti kecepatan maksimalnya sekitar 25 mpj dan performa lintas alamnya menjadi sangat terbatas. Kegagalan lapisan silinder dan kebocoran pendingin umum terjadi. Oleh karena itu, asap putih menjadi familiar muncul dari saluran gas buang. Pada akhir 1970an, desain mesin berubah dengan munculnya Belzona yang digunakan untuk memperbaiki seal lapisan silinder. Output mesin juga meningkat menjadi 850bhp ke sprocket. Ini berarti performa yang lebih baik dan bertambahnya kecepatan. Akan tetapi, mesin merupakan kegagalan utama MBT ini, bersama dengan suspensi coil spring yang tidak nyaman, yangmembuat tank sulit dikendalikan pada saat lintas alam, dan membuat awak di dalamnya tidak nyaman.



Sumber:jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 29/03/2012 10:54 AM
#271
Chieftain Main Battle Tank, Bag. 2
Desain

Desain Chieftain mengutamakan pada daya tembak dan proteksi, tetapi dengan mengorbankan mobilitas. Berat tank yang sekitar 60 ton ini membuatnya underpowered. Silhouette Chieftain dua kaki lebih rendah jika dibandingkan dengan pendahulunya, Conqueror.


Spoiler for Turret

Turret Chieftain (foto: en.wikipedia.org)



Desain Chieftain termasuk hull dan turret yang sangat miring yang sangat meningkatkan ketebalan efektif dari armor frontal – 388 mm (15,1 inci) pada glasis (dari ketebalan aktual 120 mm (4,7 inci)) dan 390 mm (15,4 inci) pada turret (dari 195 mm (7,7 inci)). Chieftain memiliki turret mantleless, untuk mendapatkan keuntungan penuh dari perebahan tank hingga 10 derajat pada posisi hull-down.

Turret dicor dalam dua bagian dan kemudian dipatri bersama. Appliqué armor memberikan proteksi turret tambahan pada bagian depan dan belakang kupola komandan tank.

Hull dicor dalam tiga bagian, yang kemudian dipatri bersama, dan seperti tank Inggris sebelumnya, dibagi menjadi tiga kompartemen – kompartemen kemudi, tempur dan mesin, dari depan ke belakang.

Chieftain membawa empat awak. Pengemudi berada di depan dalam tempat duduk semi-berbaring, yang membantu mengurangi ketinggian total, dengan palka di sebelah kanan. Komandan, penembak dan loader berada di dalam turret, yang berisi sebuah kupola berotasi terpisah untuk komandan. Komandan memiliki penglihatan 360° penuh melalui berbagai periskop, serta peralatan penglihatan malam. Di bagian kiri turret terdapat searchlight infra-merah besar di ruang berlapis baja. Loader berada di sebelah kiri dan penembak di sebelah kanan, sementara komandan berada di belakang penembak.

Mesin Leyland L60 memiliki desain piston berlawanan dua-tak dengan multi-fuel sistem, sehingga mesin ini dapat menggunakan petrol ataupun diesel, atau bahan bakar apapun di antaranya. Pada kenyataannya mesin tidak dapat menghasilkan tenaga seperti yang diinginkan dan tidak handal dengan perkiraan tingkat kerusakan 90%, tetapi pengembangan dilakukan untuk memecahkan masalah ini. Masalah utama mesin ini adalah kegagalan lapisan silinder, masalah penggerak fan dan kebocoran terus-menerus karena getaran dan saluran pipa yang buruk. Akan tetapi, dengan peningkatan tenaga mesin, beratnya pun menjadi lebih berat.

Tank dikendalikan oleh conventional tillers hydraulically actuating onto external brake discs. Cakram bekerja melalui epicyclic gearbox menghasilkan "regenerative" steering. Pada kenyataannya, cakram dan bantalan terendam dalam minyak dan bahan bakar, sehingga steering (pengendalian) menjadi sulit. Gearbox beroprasi dengan gaya-sepeda-motor dengan sebuah kick up/kick down "peg" di bagian kiri yang menggerakan unit elektro-hidrolis di dalam gearbox; akseleratornya beroperasi dengan kabel oleh kaki kiri. Suspensinya bertipe Horstmann bogie dengan plat sisi besar untuk melindungi track dan memberikan perlindungan stand-off dari serangan hollow charge.

Ketika diperkenalkan pada Mei 1963, Chieftain merupakan tank dengan persenjataan terkuat di dunia. Persenjataan utamanya adalah meriam rifled L11A5 120 mm. Meriam ini berbeda dengan kebanyakan tank pada saat itu karena menggunakan proyektil dan charges yang diisi secara terpisah, berkebalikan dengan amunisi tetap tunggal.

Charges terbungkus dalam tas yang dapat terbakar. Charges yang dapat terbakar disimpan dalam 36 ceruk yang dikelilingi dengan campuran air/glikol, yang disebut sebagai "wet-stowage". Jika proyektil musuh menembus kompartemen tempur, jaket akan hancur dan campuran air/glikol akan merendam charges dan mencegah ledakan besar.

Meriam dapat menembakkan berbagai macam amunisi, tetapi biasanya bertipe high explosive squash head (HESH), armour-piercing discarding sabot (APDS), atau amunisi praktis yang setara dengan kedua tipe tersebut. AD Inggris memutuskan untuk mengganti meriam utama Chieftain dengan meriam rifled bertekanan tinggi L30, yang lebih kuat.

Chieftain dapat membawa hingga 62 proyektil (walaupun APDS hanya dapat membawa 36 buah, karena terbatasnya penyimpanan propelan). Meriam distabilkan dengan sistem fully computerized integrated control, sehingga meriam utama dapat ditembakkan secara akurat ke sasaran dengan jarak 2.000m ketika bergerak, dan 3.000m kerika diam. Persenjataan sekundernya terdiri dari senapan mesin koaksial L8A1 7.62 mm dan sebuah senapan mesin 7,62 mm lagi terpasang di kupola komandan. Senapan mesin range-finding digunakan untuk membantu meriam utama sebelum Barr and Stroud laser sight Barr and Stroud dipasang. Setelah itu, sebagian besar senapan range-finding dilepas. Dua pelontar granat asap enam-laras dipasang di sisi turret.

Sistem Kontrol Penembakan awalnya adalah Marconi FV/GCE Mk 4. Sebuah ranging gun kaliber .50 (12,7 mm) dipasang di atas meriam utama (dengan amunisi 300 buah). Senapan ini mampu menembak dengan jarak maksimum 2.600 yard (2.400m), pada titik ini tracer pada ranging rounds meledak. Komandan tank memiliki kupola berotasi dengan sembilan blok penglihatan dan sebuah periskop, ditambah dengan senapan mesin 7,62mm dan proyektor inframerah yang koaksial terhadap senjata. Sistem pembidikan disediakan untuk penembak dan komandan, mereka memiliki pembesaran 1x atau 8x, dan mereka dapat diganti dengan sistem penglihatan inframerah untuk operasi malam hari (dengan pembesaran 3x). Sisi kiri turret terdapat searchlight cahaya putih/infra merah besar di dalam sebuah kotak berlapis baja. Sistem ini memiliki jarak jangkau hingga 1-1,5 km.

Dari awal 1970an, versi Mk 3/3 mengganti ranging gun dengan sebiah laser rangefinder Barr and Stroud LF-2 dengan jarak 10km. Ini memungkinkan penyerangan dari jarak yang lebih jauh, dan juga dapat dihubungkang dengan sistem kontrol penembakan, memungkinkan penembakan dan pergantian target yang lebih cepat.

Dari Mk 5 dan seterusnya, sistem kontrol penembakan disediakan oleh Marconi IFCS (Improved Fire Control System), menggunakan komputer balistik digital. Upgrade tidak terselesaikan hingga akhir 1980, ketika beberapa tank (tetapi tidak banyak) mengganti searchlight infra merah dengan TOGS, sistem imaging termal yang sebelumnya dipakai pada Challenger. Banyak tank memiliki lapis baja Stillbrew yang dimaksudkan untuk menghadapi meriam 125 mm Soviet dan misil anti-tank berat. Tank-tank ini menjadi versi Mark 13.

Chieftain memiliki sebuah sistem proteksi NBC, yang tidak dimiliki Centurion. Sistem proteksi NBC ini menggunakan sistem penyaringan udara bertekanan.


Service

Model Chieftain pertama kali diperkenalkan pada 1967. Seperti tank kompetitor asal Eropa lainnya, Chieftain memiliki pasar ekspor besar di negara-negara Timur Tengah, tetapi tidak seperti Centurion, tank ini tidak digunakan oleh negara NATO lain ataupun negara-negara persemakmuran. Chieftain disuplai paling tidak ke enam negara, termasuk Iran, Kurait, Oman dan Yordania. Sebuah perjanjian penjualan Chieftain ke Israel dibatalkan oleh pemerintah Inggris pada 1969 setelah perang Arab-Israel 1967. Iran menjadi negara asing pemakai Chieftain terbesar yang menerima 707 Mk-3P dan Mk-5P, 125–189 FV-4030-1, 41 ARV dan 14 AVLB sebelum revolusi 1979. Chieftain sangat berperan dalam perang Iran-Irak 1980-1988, dan memberikan perlawanan yang baik terhadap tank Soviet. Irak disebutkan berhasil lebih dari 300 Chieftains selama perang, banyak di antaranya masih dalam keadaan baik karena ditinggalkan oleh awaknya. Rencana pengiriman lebih lanjut, seri 4030 yang lebih baik, dibatalkan.


[*]Inggris: Mengoperasikan dari 1965 hingga 1995.
[*]Iran: 707 Mk-3P dan Mk-5P, 125–189 FV-4030-1, 41 ARV dan 14 AVLB dibeli sebelum revolusi 1979. 100 tank masih beroperasi hingga 2005. (100 pada 1990, 250 pada 1995, 140 pada 2000, 200 pada 2002).
[*]Irak: 30 tank masih beroperasi pada 1990. Semuanya kemudian hancur atau dibuang.
[*]Yordania: 274 Khalid dikirim antara 1981-1985 + 90 MK5/5 dari Irak.
[*]Kuwait: 175 pada 1976, 45 pada 1989, 20 pada 1995, 17 di penyimpanan pada 2000.
[*]Oman: 27 dikirim pada 1981–85.





Sumber: jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 29/03/2012 10:56 AM
#272
Chieftain Main Battle Tank, Bag. 3 -end-
Varian


[*]Chieftain Mk 1: 40 tank latih, 1965–1966.
[*]Chieftain Mk 2: Model pertama dengan mesin 650 hp.
[*]Chieftain Mk 3: Peralatan ekstra dipasang memberikan peningkatan pada beberapa sub-mark.
[*]Chieftain Mk.5: Varian produksi akhir, dengan upgrade mesin dan sistem proteksi NBC.
[*]Chieftain Mk.6-9: Upgrade tambahan untuk tank Mark sebelumnya, termasuk tambahan radio Clansman.
[*]Chieftain Mk.10: Upgrade Mark 9, penambahan Stillbrew Crew Protection Package pada bagian depan turret dan cincin turret.
[*]Chieftain Mk.11: Upgrade Mark 10, searchlight diganti Thermal Observation and Gunnery System (TOGS), yang diproduksi oleh Barr and Stroud.
[*]Chieftain Mk.12/13: Pengajuan upgrade lebih lanjut, dibatalkan ketika Challenger 2 diluncurkan.
[*]Chieftain 900: Chieftain dengan lapis baja Chobham
[*]FV4205 AVLB: Bridge-laying vehicle
[*]FV4204 ARV/ARRV: Armoured Recovery Vehicle, Armoured Recovery and Repair Vehicle.
[*]Chieftain AVRE: Armoured Vehicle Royal Engineers, varian ombat engineering yang digunakan oleh Royal Engineers.
[*]Chieftain Marksman: versi self-propelled anti-aircraft gun, yang dilengkapi dengan turret meriam kembar Marksman.
[*]Chieftain Mineclearer: pengembangan penyapu ranjau.
[*]Chieftain Sabre: dengan turret Anti-pesawat 30mm kembar
[*]Khalid (juga bernama 4030P2J - P = Phase & J = Jordan)/Shir (Lion) 1: Varian Yordania/Iran dengan running gear dari Challenger 1.
[*]Weapon Carriers: Chassis Chieftain dimodifikasi untuk membawa senjata pertahanan udara ("Marksman" 2 x 35 mm cannon) dan sebuah howitzer 155 mm dalam berbagai macam modifikasi.
[*]Shir 2: Varian Iran. Terdapat perbedaan visual dari Chieftain Mk. 5 termasuk hull bagian belakang yang miring, penghapusan Searchlight dari area kiri turret dan keranjang penyimpanan dipasang ulang, saluran air dibuang dari sekitar palka pengemudi di plat glasis, kluster lampu dimodifikasi di plat glasis, dan ruang alat penglihatan yang lebih besar di kupola komandan.
[*]Mobarez Tank: Versi upgrade Iran dari Chieftain.






3-view Chieftain (www.inetres.com)


Spesifikasi untuk Chieftain Mk 5

Dimensi:
Panjang: 35.40 kaki (10.79m)
Lebar: 11.48 kaki (3.50m)
Tinggi: 9.48 kaki (2.89m)

Struktur:
Awak: 4
Berat: 60.6 US Short Tons (55,000kg; 121,254lbs)

Persenjataan:
1 x Meriam Utama 120mm
1 x RMG 12.7mm
1 x Senapan Mesin Koaksial 7.62mm
1 x Senapan Mesin 7.62mm
2 x 6 Pelontar Granat Asap

Amunisi:
64 x proyektil 120mm
300 x amunisi 12.7mm
6,000 x amunisi 7.62mm
12 x Granat Asap

Powerplant:
Mesin: 1 x mesin multi-fuel 6-silinder 2-tak Leyland L60 dengan output 750 hp.

Performa:
Kecepatan Maksimum: 48 km/j (30mpj)
Kecepatan Lintas Alam: 30km/j
Jarak Maksimum: 280 mil (450 km)

Sistem:
Proteksi NBC: Ya
Penglihatan Malam: Ya



Sumber: jojo8228.blogspot.com



Quote:
Selanjutnya: Seri Challenger...
jojo8228 - 09/04/2012 11:57 AM
#273
Challenger 1, Bag. 1
Challenger 1





Nama: Challenger 1 (FV4030/4)
Tipe Klasifikasi: Main Battle Tank
Kontraktor: Vickers Defense Systems, Leeds, UK
Negara Asal: United Kingdom
Produksi Total: 420
Operator: United Kingdom; Jordan


Challenger adalah sebuah hasil pengembangan dari Centurion/Chieftain, yang dimodifikasi untuk produksi Shir/Iran 2 yang pada asalnya direncanakan untuk beroperasi bagi militer Iran. Ketika Shah Iran digulingkan oleh rezim fundamentalis pada 1979 (Revolusi Iran), pesawanan awal sebanyak 1.225 Shir 2 dibatalkan. Setelah Revolusi Iran proyek Shir 2 diambil alih oleh AD Inggris dan hasil akhirnya adalah Chalenger dan kemudian diberi nama ulang menjadi Challenger 1. Perbedaan utama antara Challenger 1 dan pendahulunya Chieftain adalah mesin yang mampu menghasilkan 1,200bhp pada 2,300rpm, jauh lebih poweerful dari pada mesin Chieftain, dan Chobham Armour, yang memberikan level proteksi yang sangat tinggi terhadap persenjataan anti lapis baja.

Challenger 1 telah beroperasi untuk AD Inggris sejak 1983. Tank ini semula diproduksi Royal Ordnance Factory di Leeds, yang kemudian diambil alih oleh Vickers Defence Systems pada 1986. Challenger 1 direncanakan untuk ditarik dari operasi pada 1998 dan seharusnya selesai digantikan oleh Challenger 2 pada 2000. Challenger 1 ambil bagian dalam Operasi Desert Storm di mana militer Irak tidak mampu menhancurkan satu Challenger pun saat pertempuran ketika Challenger berhasil menghancurkan sekitar 300 tank Irak.

Challenger 1 saat ini juga dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Yordania, sebagai MBT mereka setelah modifikasi secara besar. Varian untuk militer Yordania diupgrade menjadi standar Challenger 2 dan sedang menjalani upgrade untuk penggunaan turret tak-berawak yang disebut Falcon Turret.



Sejarah dan Pengembangan

Desain tank adalah proses berkelanjutan, bahkan sebelum MBT mulai beroperasi, konsep dan karakteristik untuk suksesornya sedang dieksplorasi. Pada 1970, MBT Chieftain dioperasikan secara luas oleh AD Inggris, dan pada tahun berikutnya, AD Imperial Iran memesan 780 Chieftain. Pesanan iran diberi nama sebagai Chieftain Mark 3/3 (P) sementara sisanya adalah Mark 5 (P) – P singkatan dari Persia, model ini berbeda hanya dalam detail dari Chieftain yang dimiliki Inggris, dan semua pesanan ini dikirimkan ke Iran pada 1977. Pembelian Chieftain selanjutnya dilakukan oleh Kuwait dan Oman yang membuat Inggris mempunyai industri manufacturing tank yang kuat selama 1970an.

Perang Arab-Israel pada 1967 telah memastikan pentingnya tank pada medan pertempuran dan menunjukkan bahwa lapis baja berat dalam desain tank menjadi atribut yang sangat berharga, walau dengan berkembangnya senjata infantri hollow atau shaped charged dan ATGM dalam jumlah yang selalu meningkat. Akan tetapi, beberapa kalangan menganggap tank tidak terlalu diperlukan lagi dengan meningkatnya kekuatan penetrasi dari persenjataan hollow charge, yang kemudian terkenal dengan nama HEAT (High Explosive Anti-Tank) yang menggunakan energi kimia untuk membakar menembus lapis baja tank. Secara praktis, HEAT kontemporer mampu mempenetrasi lapis baja dengan ke dalaman beberapa kali dari diameter cone proyektil. Cone dengan diameter 84 mm (3,5 inci) mampu menembus hingga 340mm (13 inci) lapis baja. Persenjataan Soviet pada masa itu yaitu RPG-7 dengan hulu ledak 73mm (3 inci) dan misil anti-tank Stager AT-3 dengan hulu ledak 150 mm (6 inci) dan memiliki kekuatan penetrasi 600 mm (24 inci). Dengan 170 peluncur misil Stagger AT-3 dan 600 RPG dalam divisi motor rifle Soviet khusus, memberikan luar biasa bagi tank NATO dan desain konvensional yang mampu bertahan dari serangan semacam ini diperkirakan akan seberat 200 ton. Pada saat yang sama, tank Soviet kontemporer seperti T-62 dan T-64 memiliki meriam utama yang lebih besar, 115mm dan 125mm, dari pada tank Barat yang berstandari meriam L7 105mm milik Inggris, kecuali Chieftain dengan meriam 120mm-nya. Soviet juga menjadi pioner penggunaan amunisi Sabot (APFSDS=Armour Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot). Amunisi ini sangat efektif untuk membunuh tank pada jarak jangkau tank Soviet.

Spoiler for Amunisi Sabot APFSDS


Amunisi Sabot APFSDS


Menghadapi ancaman-ancaman semacam ini, desainer tank Barat menginvestigasi properti dari bentuk lapis baja berbeda dengan penekanan pada usaha untuk mengatasi serangan HEAT. Selama akhir 1950an dan awal 1960an berbagai eksperimen telah dilaksanakan menggunakan alloy baja dan lapisan keramik yang terbukti cukup menjanjikan tetapi sulit untuk diproduksi dan mahal. Di Inggris, Dr Gilbert Harvey, seorang ilmuwan di Royal Armament Research and Development Establishment (RARDE) di Chertsey, membuat penemuan menarik ketika menginvestigasi upaya untuk melindungi sel bahan bakar di dalam AFV. Dengan menggunakan struktur sarang lebah yang terdiri dari material tertentu yang bertujuan untuk menghambat sifat eksplosif dari bahan bakar, efektifitas dari HEAT terbukti berkurang.Eksperimen selanjutnya dilakukan dan sukses besar dicapai terhadap serangan HEAT. Sebuah program dilakukan tidak hanya untuk mengalahkan senjata HEAT tetapi juga efektif terhadap proyektil AP, APDS dam HESH; High Explosive Squash Head (HESH) merupakan tipe proyektil anti-lapis baja energi kimia tipe lain yang disukai oleh Inggris. Melalui proses pengujian dan percobaan, lapis baja komposit baru, yang dikenal sebagai Chobham, digunakan dalam sebuah tank aluminium eksperimental pada 1971 yang dibeinama FV4211 yang dibuat dari komponen-komponen Chieftain. Chobham berasal dari nama kota terdekat dari Military Vehicles and Engineering Establishment (MVEE) yang sebelumnya bernama RARDE, di mana lapis baja ini dikembangkan. Pembuatan FV4211 bersamaan dengan permulaain program ZM-1 milik AS, dan setelah perjanjian Anglo-American dalam pertukaran riset ditandatangani, detail lapis baja Chobham diberikan kepada AS. Percobaan di AS menunjukkan level proteksi Chobham yang luar biasa dan siap untuk digunakan dalam purwarupa XM-1 yang diproduksi oleh Chrysler dan General Motors.

Spoiler for XM1


XM1, purwarupa MBT pertama yang dilengkapi dengan Chobham (foto: wikipedia)


M1 Abrams selanjutnya menjadi tank pertama di dunia yang menggunakan Chobham dalam skala produksi karena pengembangan FV4211 dihentikan pada 1972. Setelah penghentian program FV4211, pemerintah Inggris dan Republik Federal Jerman melakukan kerjasama dalam mengembangkan desain tunggal yang disebut Future Main Battle Tank (FMBT) untuk menggantikan Chieftain dan Leopard 1. Konsep standarisasi NATO sangat didukung kali ini dan mereka mengharapkan keuntungan dari pembagian beban biaya pengembangan ini. Akan tetapi, setelah gagalnya program MBT 70 AS-Jerman, terbukti progam tank bersama mengalami kesulitan. Ketika diskusi bersama memunculkan pilihan yang sangat luas, perang kembali terjadi di Timur Tengah pada Oktober 1973 dan sekali lagi kerjasama ini menjadi meragukan.

Kerugian baik nyawa manusia dan mesin diderita baik oleh penyerang maupun yang bertahan, dengan kerugian Israel sebagian besar karena penggunaan luas ATGM Stagger oleh pasukan Arab dan RPG oleh pasukan infantri Arab. Tidak diragukan lagi adanya kekurangan tank Barat yang digunakan oleh Israel yaitu kemampuan untuk bertahan dari kerusakan dan tetap terus bertempur, sebuah atribut yang sekarang dikenal sebagai “survivabilitas”.

Selama perang Oktober, AD Israel kebanyakan dilengkapi dengan tank AS M-48 dan M-60 di Gurun Sinai melawan Mesir dan tank Inggris Centurion (yang telah didesain ulang untuk mengakomodasi mesin diesel Continental milik M60 yang dapat diandalkan dan lebih aman dari kebakaran) di pegunungan Golan melawan Suriah dan Irak. Semua tank ini memiliki persenjataan utama L7/M68 105mm dari Inggris. Gaya pertempuran Israel sangat berbeda, antara operasi defensif pada lingkungan jarak dekat di Golan dan operasi ofensif di ruang terbuka di gurun Sinai yang kekurangan dukungan superioritas udara.




Sumber:

Website:
www.globalsecurity.org
en.wikipedia.org
www.military-today.com
www.army-guide.com

Buku:
Dunstan, Simon. 1998. New Vanguard-23: Challenger Main Battle Tank 1982-97. Osprey Publishing


Diposkan juga di: jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 09/04/2012 11:59 AM
#274

Spoiler for M60 Patton


M60 Patton (foto: www.fas.org)


Perbandingan dilakukan antara desain AS dengan Inggris, tetapi M-60 mengalami kehilangan signifikan dengan tingkat kematian awak tinggi karena dua faktor utama. Faktor pertama adalah penggunaan hydraulic turret transverse yang mengharuskan adanya saluran bertekanan tinggi di kompartemen awak. Jika lapisan ini rusak ketika tank tertembak, uap yang sangat mudah terbakar akan tersemprot ke dalam tank dan menyebabkan kebakaran hebat pada awak jika tersulut. Faktor kedua yaitu tempat penyimpanan amunisi di dalam turret bustle. Karena sebagian besar tembakan mengenai turret, amunisi kadang berhasil menembus turret dan pada akhirnya menimbulkan kebakaran hebat karena amunisi di dalam tank ikut meledak. Hal ini sudah dipelajari oleh Inggris dan Centurion menggunakan electric turret transverse walaupun artinya memiliki turret yang lebih menjadi sempit dan perputarannya lambat, dan semua amunisi mudah terbakar disimpan di dalam hull di bawah turret, yang juga diikuti oleh Chieftain.

Spoiler for Chieftain


Chieftain


Untuk alasan-alasan ini, desainer Inggris merasa “benar” dengan filosopi desain mereka. Untuk Jerman, mereka merasa kurang senang, karena Leopard I memiliki layout penyimpanan amunisi dan sistem transverse turret yang mirip dengan M-60 tetapi bahkan dengan perlindungan lapis baja yang lebih rendah. Sebuah pengganti menjadi prioritas oleh Bundeswehr dan ini mempercepat pengembangan purwarupa desain yang telah diformulasikan setelah gagalnya MBT-70; yang kemudian muncul dengan Leopard 2. Akan tetapi, study desain untuk FMBT tetap berlangsung di Inggris dan Jerman dengan banyak konsep menarik dan inovatif, baik konvensional ataupun non-konvensional diusulkan. Pada akhirnya study ini menghasilkan desain tank empat awak konvensional dengan sebuah turret, tetapi tidak ada kesepakatan dibuat antara kedua belah pihak pada skala waktu yang ditentukan. Proyek FMBT kemudian dihentikan dengan perjanjian bersama pada 1977.

Oleh karena itu, pengembangan dimulai dengan proyek tank baru yang bernama MBT-80. Program Anglo-Jerman ini berupa sebuah desain tank berturet konvensional dengan empat awak. Studi konsep diutamakan pada tiga area fundamental desain MBT, firepower, proteksi dan mobilitas. Pilihan persenjataan utama terbukti sulit, antara meriam smoothbore 120mm Jerman atau sebuah pengembangan lanjut dari meriam rifled 120mm Inggris. Pilihan jatuh pada meriam kedua karena memiliki keuntungan untuk dapat menembakkan berbagai macam jenis amunisi. Meriam ini dapat menembakkan baik amunisi dengan penstabil sirip maupun putaran, sehingga mengijinkan fleksibilitas lebih untuk mengalahkan lapis baja tipe baru.

Tank akan dibuat dengan lapis baja Chobham tetapi dengan proteksi yang ditingkatkan untuk menghadapi serangan atas dan bawah. Untuk mobilitas, kebutuhan rasio power-to-weight adalah 27 bhp/ton untuk tank seberat 55 ton yang diprediksikan dengan mesin1500hp. Pilihannya terkerucut pada dua mesin, yaitu sebuah versi 1500hp dari mesin diesel Rolls Royce CV12 TCA dan gas turbin Avco Lycoming AGT-1500 seperti yang digunakan pada XM1 Abrams. Tidak ada keputusan final ketika MBT-80 masuk ke fase definisi proyek pada September 1978 yang akan berkahir sekitar dua tahun. Sebuah keputusan mengenai powerplant dibatasi hingga pertengahan 1979 dengan pengembangan penuh dimulai pada 1981. Purwarupa pengembangan direncanakan muncuk sekitar 1983-1984 dengan batas desain pada 1983 diikuti model pengembangan definitif pada tahun berikutnya. Waktu awal pengoperasian masih direncanakan pada akhir 1980an.

Bahkan pada skala waktu ini, terlihat jelas bahwa AD Inggris tidak akan mengoperasikan MBT dengan lapis baja Chobham hingga hampir 20 tahun dari kemunculan FV4211. Akan tetapi, selama 1979 semakin terlihat bahwa MBT-80 tidak akan siap beroperasi hingga 1990an dan peningkatan biaya pengembangan semakin besar. Dengan Uni Soviet yang memproduksi tank yang semakin baik seperti T-64/72 pada kecepatan lebih dari 2000 tank per tahun, sebuah tank baru untuk Inggris menjadi jauh lebih mendesak. Oleh karena itu, pada September 1979 diputuskan untuk memperkenalkan model FV4030/3 dalam jumlah terbatas yang diadaptasikan untuk memenuhi kebutuhan AD Inggris tetapi tanpa modifikasi besar sehingga untuk kecepatan pengembangan dan produksi memakan biaya tambahan minimal.Sebagai hasilnya program MBT 80 dibatalkan tetapi program riset terus berlanjut untuk mengidentifikasi kemungkinan pengganti Chieftain.

Tank baru diberi nama Challenger dan sebuah pesanan telah dibuat untuk 243 tank, cukup untuk kebutuhan empat resimen lapis baja bersama dengan tank latih dan cadangan. Antara 1980 dan 1981, tujuh purwarupa Challenger dibuat yang kemudian melalui uji coba ekstensif di MVEE dan dengan Armoured Trials anda Development Unit (ATDU) di Bovington. Sebagai bagian dari program akselerasi pengembangan, lebih dari 100.000 km automotive running dilakukan untuk mengukur aspek reliabilitas, availabilitas, maintainabilitas dan durabilita, atau disingkat RAM-D. Ujicoba otomotif awal pada dua purwarupa (VaC1 dan V4C2) oleh ATDU dimulai pada Januari 1981 tetapi kemudian segera dihentikan karena kegagalan berulang pada gearbox TN37. Setelah modifikasi ATDU melanjutkan uji coba otomotif pada November dengan tambahan dua purwarupa (V4C5 dan V4C6) yang kemudian terkenal sebagai “The 7-Pack Trial”.

Sepanjang 1982 pengembangan berlanjut dan masalah yang berhubungan dengan desain clutch dan unit steering hidrostatik diatasi oleh dua perusaan yang terlibat, David Brown Gear Industries dan Commercial Hydraulics. Uji coba otomotif selanjutnya menunjukkan bahwa suspensi hydrogas memberikan performa lintas alam yang sangat baik dan dengan reliabilitas tinggi. Pada Oktober 1982 Exercise Challenger Trophy 2 dilaksanakan oleh ATDU di dataran Salisbury yang melibatkan empat purwarupa dalam pelatihan medan tempur selama empat-hari.

Tank-tank ini memberikan performa yang sangat baik, walaupun kecepatan nominal maksimum Challenger 56 km/jam, secara reguler kecepatannya mencapai 70 km/jam melewati dataran. Challenger diterima untuk beroperasi dengan AD Inggris oleh Staf Jenderal pada 14 Desember 1982 dengan syarat solusi harus ditemukan untuk masalah yang berhubungan dengan aspek sebagai berikut:

[*]Main engine generator drive
[*]Neodymium YAG Tank Laser Sight
[*]Pedoman dan peralatan uji
[*]Fightability
[*]TN 37 gearbox
[*]Sight nomor 79
[*]Skala dari suku cadang perakitan utama





Challenger 1 (Foto: fprado.com)

Resimen pertama yang menggunakan Challenger adalah The Royal Hussars yang menerima Challenger pertamanya pada 12 April 1983.

Pada Juni 1984, Kementrian Pertahanan Inggris membuat pesanan untuk tambahan sebanyak 64 Challenger 1, yang cukup untuk memperlengkapi resimen kelima di BAOR.

Royal Tank Regiment menerima tank pertama mereka pada akhir 1984 dan pada Mei 1985 Royal Hussars telah dilengkappi secara penuh dengan Challenger 1. Pesanan sebanyak 18 tank juga dibuat pada Juni 1985.

Pada Juni 1986, Royal Ordnance Weapons and Fighting Vehicle Division mengambil alih tanggung jawab untu otoritas desain dan post-desain masa deoan pada Challenger 1. Sebelumnya tanggung jawab ini dipegang oleh Royal Armament Research and Development Establishment di Chertsey.

Pada Juli 1986, diumumkan bahwa Vickers Defence Systems membeli pabrik tank Royal Ordnance di Leeds dengan nilai penjualan £11 juta dan sebuah fasilitas baru bernama Vickers Defence Systems Armstrong Works di Newcastle-upon-Tyne, akan dibangun dengan biaya £14 juta. Vickers Defence Systems Leeds factory baru beroperasi secara penuh pada akhir 1987. Pada saat yang sama, Kementrian Pertahanan Inggris kembali membuat pesanan lanjutan sebanyak 78 Challenger 1 senilai £100 juta. Sebanyak 420 Challenger 1 terakhir dijadwalkan akan dikirimkan ke AD Inggris pada September 1989, tetapi diperpanjang hingga pertengahan 1990.

Sebuah kebutuhan MBT baru kemudian dikeluarkan. Proposal dibuat untuk spesifikasi baru termasuk sebuah pengembangan Challenger dari Vickers, M1 Abrams milik AS, Leclerc milik Perancis, dan Leopard 2 Jerman. Desain Vickers Defence Systems, yang diberi nama Challenger 2, pada akhirnya dipilih. Tank ini jauh lebih mampu dibandingkan pendahulunya, berdasar pada desain hull MVEE dasar yang sama tetapi dengan turret baru dari desain Vickers Private Venture Mk7 dan lapis baja Chobham yang lebih baik.



Challenger 2 (Foto: fprado.com)

Dengan kemunculan "Challenger 2", nama resmi "Challenger 1" diadopsi untuk membedakan keduanya. Semua model tempur Challenger kemudian dipensiunkan dari dinas AD Inggris pada 2000, ketika Challenger 2 mengambil alih garis depan, walaupun beberapa chassis digunakan untuk peran AVLB dan AVRE yang sebelumnya dilakukan oleh Chieftain.

Sebagian besat MBT yang dipensiunkan ini dijual ke Yordania, dan diberi nama lokal Al-Hussein. Yordania menjadi satu-satunya operator Challenger 1 hasil refurbishment sekitar 288 tank.



Sumber:

Website:
www.globalsecurity.org
en.wikipedia.org
www.military-today.com
www.army-guide.com

Buku:
Dunstan, Simon. 1998. New Vanguard-23: Challenger Main Battle Tank 1982-97. Osprey Publishing


Diposkan juga di: jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 13/04/2012 10:07 AM
#275
Challenger 1, Bag.2
Fitur dan Desain



Spoiler for Desain Challenger1


Cutaway Challenger 1 (Gambar: New Vanguard-23: Challenger Main Battle Tank 1982-97. Osprey Publishing)


[*]Kabel Komunikasi D10
[*]Drive Sprocket
[*]Final Drive
[*]Main brake power valve
[*]Drum bahan bakar tambahan 45 galon
[*]Penyimpanan peralatan eksternal
[*]Clamp meriam
[*]Pelindung transmisi
[*]Radiator
[*]Air charge transmission oil cooler
[*]Turbo-charger
[*]Induction manifold heater
[*]Gun depression stop rails
[*]Coolant level inspection hatch
[*]GUE auxilliary oil level inspection hatch
[*]Mesin utama
[*]TOGS compressor unit
[*]TOGS barbette
[*]Commander stowage bin
[*]Commander sight
[*]Commander position
[*]GPS transporder
[*]Symbology processing unit
[*]Turret services function box
[*]Turret batteries hatch
[*]120mm gun breech
[*]Radio VAC303
[*]10-rounds ready rack
[*]NBC Control Panel
[*]6-ronds ready rack
[*]Senapan mesin koaksial 7,62mm
[*]Interface box 2 (Radio)
[*]Crew box 2 (Radio)
[*]Camoufalge net stowage basket
[*]Peluncur granat asap
[*]Pemadam kebakaran
[*]Instrument panel
[*]Steering levers
[*]Rem tangan
[*]Projectiles stowage rack
[*]Horn (di samping headlight cluster)
[*]Tempat duduk pengemudi (tertutup)
[*]Gear selector
[*]Front Idler
[*]MRS mirror shroud
[*]Fume exractor
[*]Meriam utama
[*]Panel sisi lapis baja Chobham
[*]Fuel filler cap (2 setiap sisi)
[*]Transmission heat exchanger



Challenger 1 pada dasarnya adalah FV4030/3 (Shir 2) yang dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan AD Inggris. Layout Challenger 1 mirip dengan Chieftain, dengan kompartemen pengemudi di depan, turret dan kompartemen tempur di tengah, serta mesin dan transmisi di belakang.

Seperti umumnya pada kebanyakan desain MBT, chassis dari seri Challenger telah digunakan pada bentuk yang lain seperti tank latih pengemudi (dengan turret tetap), tank komando, dan Armored Repair and Recovery Vehicle. Sebagai tambahan, versi combat Mark dari Challenger terdiri dari Mk 1, Mk 2, Mk 3 and Mk 4 – masing-masing dengan modifikasi tertentu yang membedakannya dari yang lainnya.



Lay Out

Layout Challenger merupakan desain konvensional dengan hull berkonstruksi patri, dan dibagi menjadi kompartemen kemudi di depan, turret dan kompartemen tempur di tengah, serta kompartemen mesin di bagian belakang. Kendaraan tempur ini memiliki empat awak, termasuk komandan, gunner, loader dan pengemudi.

Pengemudi memiliki pelindung palka tunggal yang terbuka dan terayun ke depan secara horizontal yang memungkinkan pengemudi untuk mengendarai tank dalam posisi kepala keluar. Di belakang palka terdapat periskop wide-angle tunggal yang dapat diganti dengan persikop pasif Pilkington Optronics Badger untuk pengendaraan malam hari. Pengemudi juga dapat keluar dari tank melalui kompartemen tempur.

Pengemudi berada di tengah kompartemen kemudi dengan tuas kemudi yang saling berhubungan di setiap sisinya. Pedal rem dan akselerator berposisi normal dan footrest berada di bawah kaki kiri. Spedometer dan switchboard mesin utama berada di sisi kanan pengemudi. Berada di kanan bawah terdapat GUE (Generator Unit Engine) dan kontrol emergency gear (keduanya susah dijangkau jika ditutup), dan belakang mereka, terdapat gear selector dengan enam gigi plus gigi netral. Dua baterai hull berada di sisi kiri pengemudi dengan rak proyektil di atasnya. Dua baterai selanjutnya dan rak proyektil berada di sisi kanan pengemudi, dengan stowage pannier di atasnya untuk penyimpanan peralatan pribadi pengemudi.

Komandan tank duduk di bagian kanan turret dengan gunner berada di depan-bawah komandan dan loader di bagian kiri turret. Komandan awalnya memiliki kupola No.15 yang dimodifikasi yang diberinama kupola No. 32. Kupola ini memiliki day sight no. 37 yang dapat digantikan secara cepat dengan Rank Pullin image intensification swap sight. Komandan tank juga memiliki sembilan periskop untuk observasi all-round.

Swap sight No. 37 merupakan sebuah solusi sementara setelah pada Juli 1981 Kementrian Pertahanan Inggris memberikan kontrak pengembangan kepada Barr & Stroud (sekarang Pilkington Optronics) untuk Thermal Imaging Surveillance dan Gun Sighting Sights (yang juga dikenal sebagai TOGS - Thermal Observation and Gunnery Sight). Turretnya sudah didesain untuk menerima sistem ini ketika sudah siap digunakan. Thermal imager tunggal di dalam box berlapis baja di bagian kanan turret memberikan output terpisah untuk komandan dan gunner dalam mode observasi maupun sebagai gunsight.

Loader memiliki periskop x1 terpasang-di-atap, terpasang-berputar di depan pelindung palka dua bagian yang terbuka ke depan dan ke belakang. Gunner memiliki sebuah persikop Pilkington Optronics Tank Laser Sight No 10 Mark 1 dengan pembesaran xT dan x10 dengan field of view 8.5°. Gunner juga memiliki alat penglihatan darurat, periskop No. 87. Periskop ini tersimpan di bawah lapis baja tetapi dapat digunakan dengan cepat dan disejajarkan (disesuaikan dengan line of sight) dengan meriam. Periskop ini menyorot melalui palka berlapis baja di atap turret.



Sumber:

Website:
www.globalsecurity.org
en.wikipedia.org
www.military-today.com
www.army-guide.com

Buku:
Dunstan, Simon. 1998. New Vanguard-23: Challenger Main Battle Tank 1982-97. Osprey Publishing


Diposkan juga di: jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 13/04/2012 10:10 AM
#276

Daya Tembak

Challenger 1 dipersenjatai dengan meriam rifled L11A5 120-mm Inggris terstabilisasi penuh. Ini merupakan pengembangan signifikan dari meriam Chieftain. Meriam ini sangat akurat, hanya saja MBT ini hanya dilengkapi dengan sistem kontrol penembakan yang lamban.

Spoiler for Meriam L11A5 120mm


Meriam L11A5 120mm (foto: wikipedia)


Meriam memiliki breech yang beroperasi secara semi-otomatis dengan fume extractor di bagian tengah laras. Meriam ini menembakkan amunisi terpisah, charge disimpan pada fully combustible bag. Proyektil dan charges diisikan pada meriam dengan tangan. Charges dinyalakan dengan “Tube Vent Electric”; 14 di antaranya berada pada magasin di cincing breech. Segabai meriam rifled, amunisi dengan jenis yang luas dapat ditembakan termasuk APDS-T (L15A4), APFSDS-T (L23A1), DS-T (L20A1), HESH (L31A7), HESH practice (L32A5), Smoke WP (L34A2) dan Canister (L35A1). Total 52 amunisi dapat dibawa untuk meriam utama.

Challenger 1 juga memiliki dua senapan mesin 7,62mm. Salah satu di antaranya termasang koaksial dengan meriam utama, dan yang lainnya terpasang di atap turret, yang dapat dioperasikan dari dalam turret (remote). Total 4.000 peluru dibawa untuk senapan mesin ini.

TOGS - Thermal Observation and Gunnery Sight merupakan salah satu inovasi utama Challenger. Sistem ini memungkinkan Challenger untuk mendeteksi, melacak dan menyerang target dengan fasilitas yang setara antara malam dan siang hari, serta benar-benar pasif tanpa membongkar posisinya sendiri. Sistem ini sangat efektif pada cuaca dan kondisi medan tempur yang tidak mendukung seperti asap dan kabut. Sistem TOGS memiliki elemen utama – Thermal Surveillance System (TSS) dan Gunnery Sighting System (GSS). TSS terdiri dari peralatan thermal imaging yang menangkap semua objek yang memancarkan panas dan membedakan dari karakteristik termal lingkungannya. Dikenal sebagai TISH (Thermal Imager Sensor Head), TISH terpasang unit sebuah servo trunnion di dalam barbette berlapis baja pada eksterior turret tank. Dengan field of view dual, TISH memberikan fasilitas survey umum dan navigasi tank dalam “wide angle” dan memungkinkan dilakukan pengenalan target dan pembidikan meriam pada sudut sempit. Radiasi thermal yang dideteksi TISH dikonversi menjadi sinyal elektronik yang cocok untuk ditampilkan setelah melewati Symbology Processing Unit – SPU (dibaca ‘spew’) yang merupakan pusat kontrol TOGS. Komputer ini mengintegrasikan data dari berbagai sumber dalam GSS dan, pada dasarnya, memanfaatkan kamera termal sebagai gunsight. Terletak masing-masing di dekat ruang gunner dan komandan, Individual Visual Display Unit menampilkan informasi identik dengan graticule, tanda bidik dan data balistik yang ditampilkan pada gambar termal untuk gunner, yang mana komandan memiliki fasilitas untuk melakukan override.

Pada April 1987, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan bahwa pesanan sudah dibuat untuk batch produksi akhir dari TOGS senilai £35 juta. Pesanan ini melengkapi pembelian TOGS untuk armada Challenger 1 dan Chieftain milik AD Inggris. Setengah dari pesanan diberikan kepada Barr & Stroud, yang merupakan produsen asli sistem ini, dan setengahnya lagi Avimo. Pesanan ini merupakan yang ketiga untuk TOGS dan Barr & Stroud mensuplai 85% total kebutuhan Kementrian Pertahanan Inggris.

Challenger 1 memiliki GEC-Marconi Radar and Defence Systems, Defence Control Systems Division, Improved Fire-Control System (IFCS), yang dideskripsikan lengkap ketika Chieftain muncul dan memiliki kecepatan lacak target 30mil/detik secara melintang dan 10 mil/detik secara vertikal. Slewing rate melintang antara 0.2 hingga 480 mil/detik dan vertikal 0.2 hingga 200 mil/detik. Sistem kontrol meriamnya juga similar dengan yang dipakai Chieftain, tetapi sejumlah unit didesain ulang untuk mengganti peralatan thermionic valve dengan solid-state equivalents.

Laser rangefinder-nya merupakan sebuah unit Nd:YAG dengan jarak operasional 300 hingga 10.000m yang ditampilkan pada display gunner dan komandan dan tingkat akurasi ±10 m untuk 90 persen tembakan. Laser rangefinder ini terintegrasi dengan Computerised Sighting System (CSS). Didesain oleh Marconi Command and Control System, CSS mengintegrasi informasi dari laser rangefinder dengan pergerakan dan tingkah laku target dari sensor di dalam sistem dan secara otomatis mengkalkulasi posisi persenjataan utama yang sesuai. Meriam dan turret digerakkan ke posisi yang tepat, meriam distabilisasi pada kedua sumbu. Karena Challenger utamanya didesain untuk bertempur pada posisi yang telah dipersiapkan, CSS secara signifikan meningkatkan probabilitas first round hit terhadap target bergerak, khususnya pada jarak jauh. Sistem ini juga memungkinkan gunner untuk dapat terus menjaga target dalam observasi dekat ketika bergerak dan kemudian melakukan penyesuaian final untuk penembakan pada posisi terdiam (sebentar), ini merupakan metode penyerangan yang biasa dipakai oleh AD Inggris. Tank juga dilengkapi dengan Muzzle Refference System yang memungkinkan gunner untuk mengecek penyimpangan apapun pada kesejajaran laras meriam dengan sight dan dapat membuat penyesuaian tanpa meninggalkan posisinya di dalam tank.



Proteksi

Aspek paling revolusioner dari desain Challenger 1 adalah lapis baja Chobham yang memberikan proteksi yang jauh lebih superior dibandingkan Rolled Homogeneous Armour (RHA) monolitik manapun, yang kemudian menjadi material lapis baja standar untuk tank. Chobham dipakai oleh tank lain, yang paling terkenal adalah M1 Abrams milik AS. Skirting juga diemplementasikan di setiap sisi untuk meningkatkan proteksi awak dan struktural tank.

Desain turret memiliki sudut miring yang memberikan proteksi lebih efektif. Peluncur granat asap dipasang pada tiap sisi turret, masing-masing sisi 4 peluncur. Di bagian belakang turret, terdapat sistem kontrol lingkungan NBC.



Mobilitas

Challenger merupakan pengembangan logis dari MBT Chieftain dengan perbaikan substansial pada area proteksi dan mobilitas, yang mana mobilitas merupakan kekurangan utama dari pendahulunya. Mesin utamanya adalah mesin diesel Condor V12 TCA Perkins Engines (sebelumnya Rolls Royce) yang menghasilkan 895 kw (1200 bhp) pada 2300 rpm. Exhaust Gas Turbocharging dan charge air cooling yang dibuat oleh Garret-AiResearch, digunakan untuk memaksimalkan output tenaga dari kapasitas 26,1 liter, memberi Challenger 1 ratio tenaga-ke-berat 20 bhp/ton. Mesin terletak di bagian tengah depan kompartemen mesin dengan transmisi dibaut tepat di belakangnya. Terdapat juga power unit cadangan, yang memberikan daya untuk semua sistem ketika mesin mati.

Transmisinya adalah gearbox epicyclic TN37 buatan David Brown Vehicle Transmission (sebelumnya bernama David Brown Gear Industries) yang mengijinkan perpindahan gigi dilakukan ketika gearbox mentransmisi tenaga. Steer unit Commercial Hydraulics STN37 melengkapi TN37, yang memberikan output berbeda-beda secara berkelanjutan dengan transmitted power secara hidrostatik. Ini memberikan Challenger kemampuan berputar berubah-ubah tidak terbatas, termasuk perputaran netral di mana tank berputar pada pusatnya (seperti berotasi). Rem utama yang bertipe oil immersed multi-plate juga melengkapi TN37.

Kebanyakan peningkatan impresif performa lintas-alam Challenger 1 terutama karena sistem suspensi hidrogas yang memberikan karakteristik lompatan progresif dengan damping yang sangat efisien dan pembelokan roda yang besar sangat meningkatkan performa tank melewati semua tipe medan. Berat total sistem suspensinya adalah 25 persen lebih ringan dibandingkan tipe bogie Horstmann dari Chieftain dan biaya perawatan sangat berkurang. Karena bebas satu sama lain, stasiun roda individual mudah diganti, sehingga mencegah kerentanan dan kompleksitas sistem berpasangan atau sistem yang menggunakan batang torsi yang susah diperbaiki jika terkena kerusakan akibat ranjau. Suspensi Challenger 1 didesain dan dikembangkan oleh MVEE bersama Air-Log Limited (awalnya Laser Engineering (Development)), dengan produksinya dilakukan oleh Vickers Defence Systems.

Challenger 1 memiliki enam road wheel besar yang mendominasi setiap roda rantainya, dengan drive sprocket di belakang, idler di depan dan dua track-return rollers di setiap sisinya. Pada bagian atas track dilindungi oleh skirt aluminium konvensional, sama seperti yang dipasang pada Chieftain. Pada masa krisis atau perang, skirts ini akan diganti dengan skirts yang menggunakan lapis baja Chobham, yang pertama kali digunakan pada Perang teluk 1990-1991. Roda rantai Challenger 1 adalah desain baru dan tidak bisa ditukar-tukar dengan milik Chieftain.

Spoiler for Challenger 1 dengan bilah dozer


Challenger 1 dengan bilah dozer (foto: www.profimedia.com)


Challenger 1 terkenal dengan reliabilitas mekanis. Tangki bahan bakar tambahan dapat dipasang di bagian belakang hull untuk menambah jarak operasional. Bagian depan Challenger 1 dapat dipasangi dengan bilah dozer dan sistem penyapu ranjau.



Sumber:

Website:
www.globalsecurity.org
en.wikipedia.org
www.military-today.com
www.army-guide.com

Buku:
Dunstan, Simon. 1998. New Vanguard-23: Challenger Main Battle Tank 1982-97. Osprey Publishing


Diposkan juga di: jojo8228.blogspot.com
jojo8228 - 20/04/2012 02:58 PM
#277
Challenger 1, Bag.3
Varian



- Challenger 1 Improvement Programme

Challenger 1 Improvement Programme (CHIP)mencakup dua area kunci, yaitu enhancement sistem otomotif dan persenjataan.

Beberapa di antaranya sudah digunakan dalam MBT Challenger 1, tetapi dengan diperkenalkannya Challenger 2, tidak ada enhancement lanjutan untuk Challenger 1 yang dilaksanakan, karena tank akan dipensiunkan di masa yang akan datang


- Challenger 1 di Timur Tengah

Challenger 1 diterjunkan ke Saudi Arabia pada akhir 1990 dan kemudian ikut serta dalam Operation Desert Storm. 7th Armoured Brigade meluncurkan dua resimen Challenger 1 dengan masing-masing 57 MBT (empat skuadron) sementara brigade keempat menerjunkan satu resimen Challenger 1 dengan 43 MBT (tiga skuadron). Challenger Armoured Repair dan Recovery Vehicles juga diterjunkan, demikian juga Challenger 1 tambahan sebagai tank pengganti.

Spoiler for Perang Teluk


Challenger 1 selama Perang Teluk (foto: wikipedia)


Pada awal 1991, tank-tank ini ditingkatkan pada sejumlah area kunci termasuk pemasangan Royal Ordnance Explosive Reactive Armour (ERA) pada hidung dan plat glasis, dan lapis baja pasif Vickers Defence Systems di sepanjang sisi-sisi hull.

Royal Ordnance juga meningkatkan daya tembak meriam rifled L11 120mm milik Challenger 1 dengan sistem proyektil dan charges baru. Proyektil APFSDS baru memberikan akurasi dan penetrasi yang lebih besar, dan menggunakan fitur dari sistem baru yang dikembangkan untuk meriam rifled L30A1 milik Challenger 2. Charge-nya diberi nama L14A1 dan proyektil depleted uranium (DU) diberinama XL26E1.

Selama Operation Desert Storm tidak ada satupun Challenger 1 yang dihancurkan oleh pasukan Irak, sebaliknya Challenger1 berhasil menghancurkan 300 MBT milik Irak.

- Challenger 2 MBT

- Challenger Training Tanks

Pada February 1988, AD Inggris membuat pesanan pada Vickers Defence Systems di Leeds untuk mensuplai 17 Challenger Training Tanks dengan nilai £18 juta. Challenger Training Tank (CTT) pertama selesai dibuat pada Agustus 1989 dengan produksi utama berjalan antara Mei hingga September 1990. Tank latih ini digunakan untuk memberikan pelatihan pengemudi dan perawatan realistik di Royal Armoured Corps dan Royal Electrical and Mechanical Engineer Establishments.

Spoiler for CTT


Challenger Training Tank (foto: http://media-cdn.tripadvisor.com)


CTT adalah tank pertama dengan tipe ini yang digunakan oleh AD Inggris dan menggantikan Challenger 1 Gun Tank yang telah digunakan untuk peran ini.

Karena berat CTT sama dengan Challenger 1, performa otomotif kedua tank tersebut identik. Selain sebagai tank latih pengemudi, tank ini juga dapat digunakan untuk pelatihan perawatan, MBT recovery atau tank dozer.

CTT pada dasarnya adalah Challenger 1 dengan turret digantikan dengan turret non-rotating yang mengakomodasi seorang instruktur dan hingga empat anak didik. Turret baru ini memberikan proteksi roll-over dan instruktur memiliki duplikat instrumentasi dan kontrol yang memungkinkannya untuk mengontrol peralatan turret, mengawasi performa pengemudi dan memasukkan automotive faults ke dalam panel instrument pengemudi. Dalam keadaan darurat, instruktor dapat juga menghentikan tank.


- Combat Dozer Blade

Pada awal 1990, AD Inggris memilih Pearson Combat Dozer Blade (UDK1) untuk dapat dioperasikan pada Challenger 1 dan setiap Challenger 1 dimodifikasi untuk dapat menerima dozer ini.

Peran khusus UDK1 termasuk menggali posisi tempur hull down, menyeberangi parit anti-tank dan halangan serupa, pembuatan galian pertahanan, menghilangkan rintangan dan membuat jalan untuk kendaraan setelahnya menembus kayu, semak dan medan sulit.

Spoiler for Challenger with Dozer


Challenger 1 dengan Combat Dozer Blade (foto: http://www.profimedia.com)


Dozer dapat dipasang dan dilepas pada Challenger 1 dalam waktu di bawah 15 menit dan dozer ini dapat saling menggantikan dengan peralatan lain seperti bajak penyapu ranjau Pearson. Unit dozer memiliki powerpack sendiri dengan hanya tenaga listrik yang diperlukan dari tank.

UDK1 juga dapat dipasang pada Chieftain Armoured Vehicle Royal Engineers yang dikembangkan oleh Vickers Defence Systems untuk AD Inggris.


- Future Engineer Tanks


- Challenger Armoured Repair and Recovery Vehicle (CR ARRV)


- Challenger 1 with Marksman Anti-Aircraft Turret

Pada Juni 1985, Marconi Electronics, Land and Naval Systems Group, turret anti-aircraft 35 mm kembar Marksman dibawa ke Leeds dan dipasang pada chassis tank Centurion yang digunakan untuk uji coba penembakan.

Spoiler for Challenger with Marksman AA Turret


Challenger dengan Marksman AA Turret (foto: www.armyrecognition.com)


Turret yang sudah selesai dipindah ke hull Challenger 1 yang dapat dipasangi dengan cincin adaptor yang cocok. Hal ini menghabiskan waktu 1 jam 29 menit, setelah itu Challenger 1 Marksman dibawa dan dikemudikan di test track facility. Ketika berada di track uji, radar beroperasi dan sistem stabilisasi meriam berhasil diuji.

Pada akhir musim panas 1985, turret Marksman kedua diintegrasikan dengan Challenger 1 untuk uji Proof and Endurance. Uji coba berhasil diselesaikan dan menunjukkan bahwa Challenger 1 memberikan platform penembakan yang cocok untuk turret Marksman.



Operator

Spoiler for Al-Hussein


MBT "Al-Hussein" (www.militaryphotos.net)


- Yordania, 392 Challenger 1, diberinama lokal sebagai al-Hussein.
- Inggris, digantikan dengan Challenger 2.



Specifications Challenger 1 (FV4030/4)

Spoiler for 3-view


Challenger 1 (3-view: www.the-blueprints.com)


Dimensi
Panjang Keseluruhan: 37.89 kaki (11.55m)
Lebar: 11.88 kaki (3.62m)
Tinggi: 10.27 kaki (3.13m)

Struktur
Awak: 4
Berat: 67.5 US Short Tons (61,200kg; 134,923lbs)

Persenjataan
1 x meriam utama rifled 120mm
1 x senapan mesin koaksial 7.62mm
1 x senapan mesin anti-pesawat 7.62mm
2 x 5 pelontar granat asap

Amunisi
64 x proyektil 120mm
4,000 x amunisi 7.62mm

Powerplant
Mesin: 1 x mesin diesel Perkins Engine Company Condor CV-12 12-cylinder dengan output 1,200bhp pada 2,300rpm.

Performa
Kecepatan Maksimum: 35mph (56 km/h)
Jarak Maksimum: 280 mil (450 km)

Systems
Proteksi NBC: Ya
Penglihatan Malam: Ya (Pasif)



Sumber:

Website:
www.globalsecurity.org
en.wikipedia.org
www.military-today.com
www.army-guide.com

Buku:
Dunstan, Simon. 1998. New Vanguard-23: Challenger Main Battle Tank 1982-97. Osprey Publishing



Diposting juga di:
jojo8228.blogspot.com
mein.fuhrer - 20/04/2012 03:23 PM
#278

eh gan ztz 99 batch 2 sama VT1A/VT-2/al-khalid kayaknya belum deh trus T-90 sekarang sampe T-90 MS dan
jojo8228 - 20/04/2012 03:55 PM
#279

Quote:
Original Posted By mein.fuhrer
eh gan ztz 99 batch 2 sama VT1A/VT-2/al-khalid kayaknya belum deh trus T-90 sekarang sampe T-90 MS dan


Kayaknya kepotong blm selesai komen ya hehe

ZTZ99 emang blm.
Al Khalid sudah tapi di blog (klik), tapi memang blm saya masukkan di sini karena ada rencana dilengkapi infonya
T-90 sudah, silakan diliat di atas, masih satu page kok
merkapa - 21/04/2012 08:06 AM
#280

gan, Chieftain MBT itu dibiayai ama Iran , dan digunakan secara luas dalam perang teluk. namun karena banyak kru dan teknisi tank yg dieksekusi atau lari maka modar semua itu perawatan MBt Iran, gak kayak Au-nya

ZTZ 99 ama VT-1A itu beda, mkn lebih pabtes dibilang Al khalid/VT1A/MBT 2000 itu dikembangkan dr ZTZ 96
Page 14 of 15 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Main Battle Tank -Jenis2 dan Penjelasannya-