Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > (discuss)tokoh wayang, sipakah mereka? - Bebukaning Cerito 2
Total Views: 7287
Page 5 of 16 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

balaprabu - 04/11/2011 12:41 AM
#81

Quote:
Original Posted By LampuOblix
sebulan ini wayangan terus neh


wayangan?
jauris - 04/11/2011 12:41 AM
#82

thanks gan share nya...
ane paling demen yg kyk ginian...:2thumbup
balaprabu - 04/11/2011 12:41 AM
#83

Quote:
Original Posted By antasena_kekota
sip, mbah sik golek bahan meneh_______________________




setau saya sewaktu lahir, arjunasosrobahu dah mengenggam senjata cakra.









makasih mbah
senjata chakra
LampuOblix - 04/11/2011 12:46 AM
#84

Quote:
Original Posted By balaprabu
wayangan?


alias melekan mbah, okeh tandangan hehehe
balaprabu - 04/11/2011 12:48 AM
#85

Quote:
Original Posted By jauris
thanks gan share nya...
ane paling demen yg kyk ginian...:2thumbup


wokeh silakan mbah


Quote:
Original Posted By LampuOblix
alias melekan mbah, okeh tandangan hehehe


wealah nyambut damel to mbah?proyek?
pakdhetom - 04/11/2011 12:54 AM
#86

Quote:
Original Posted By antasena_kekota

setau saya sewaktu lahir, arjunasosrobahu dah mengenggam senjata cakra.

trims tambahannya ketemu lg mbah

ada 3 tipe ternyata.

Senjata Cakra yg dipunyai Arjunasosrobahu ni jenisnya masih anak panah ya... dg ujung roda bergigi tajam
Kalo bener tiap titisan Wisnu punya, artinya Ramawijaya jg sbnrnya nyimpen jg.. ato dlm wujud laen ?
antasena_kekota - 04/11/2011 12:59 AM
#87

Quote:
Original Posted By pakdhetom
trims tambahannya ketemu lg mbah

ada 3 tipe ternyata.

Senjata Cakra yg dipunyai Arjunasosrobahu ni jenisnya masih anak panah ya... dg ujung roda bergigi tajam
Kalo bener tiap titisan Wisnu punya, artinya Ramawijaya jg sbnrnya nyimpen jg.. ato dlm wujud laen ?


yoi ketemu lagi

iya tuh ada beberapa versi gambar cakra. prabu rama kykna malah gak punya deh. andalannya kan panah guwawijaya. blom pernah liat prabu rama pake sih. gak seperti panah pasopati ato sarotama yg pake gendewa gaib trus dipegang dgn kedua tangan, yg saya sering lihat di tv kalo ada acara wayang biasanya prabu kresna cukup melempar cakra dgn tangan kanannya. gak pernah dipegang dgn kedua tangannya. gak jelas nih cakra tuh panah ato tongkat pendek dgn ujung roda bergerigi.
pakdhetom - 04/11/2011 01:03 AM
#88

Quote:
Original Posted By antasena_kekota
yoi ketemu lagi

iya tuh ada beberapa versi cakra. prabu rama kykna malah gak punya deh. andalannya kan panah guwa wijaya. gak seperti panah pasopati ato sarotama yg pake gendewa gaib trus dipegang dgn kedua tangan, yg saya sering lihat di tv kalo ada acara wayang biasanya prabu kresna cukup melempar cakra dgn tangan kanannya. gak pernah dipegang dgn kedua tangannya. gak jelas nih cakra tuh panah ato tongkat pendek dgn ujung roda bergerigi.


Setau sy emang Ramawijaya gak disebut menggunakan cakra.. tp siapa tau ada yg nemuin beliau sbg titisan Wisnu dpt "cakra" dlm ujud apa gt

Cakra Prabu Kresna ky bgni mbah ?

antasena_kekota - 04/11/2011 01:09 AM
#89

Quote:
Original Posted By balaprabu
makasih mbah
senjata chakra


diantara gambar senjata cakra tersebut, yg paling serem yg tengah yg gak pake gagang. soalnya sering dipake tawuran anak SMA, mbah



Quote:
Original Posted By pakdhetom
Setau sy emang Ramawijaya gak disebut menggunakan cakra.. tp siapa tau ada yg nemuin beliau sbg titisan Wisnu dpt "cakra" dlm ujud apa gt

Cakra Prabu Kresna ky bgni mbah ?



iya yg kyk gitu. prabu rama bisa tiwikrama gak sih kyk titisan wisnu yg lain macam arjunasosrobahu & kresna???
pakdhetom - 04/11/2011 01:16 AM
#90

Quote:
Original Posted By antasena_kekota
diantara gambar senjata cakra tersebut, yg paling serem yg tengah yg gak pake gagang. soalnya sering dipake tawuran anak SMA, mbah




iya yg kyk gitu. prabu rama bisa tiwikrama gak sih kyk titisan wisnu yg lain macam arjunasosrobahu & kresna???


kalo dr mbah TS pernah ngepost bgni jg soal chakra...
http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=337607448&postcount=4914
picnya :



versi laen lg dr sumber
pic:


balaprabu - 04/11/2011 01:26 AM
#91



bhatara vishnu





shree krishna

balaprabu - 04/11/2011 01:31 AM
#92
Parasu Rama
rama parasu atau rama bargawa



Quote:
Parasurama (Dewanagari: परशुरामभार्गव; IAST: Parashurāma Bhārgava) atau yang di Indonesia kadang disebut Ramaparasu, adalah nama seorang tokoh Ciranjiwin (abadi) dalam ajaran agama Hindu. Secara harfiah, nama Parashurama bermakna "Rama yang bersenjata kapak". Nama lainnya adalah Bhargawa yang bermakna "keturunan Maharesi Bregu". Ia sendiri dikenal sebagai awatara Wisnu yang keenam dan hidup pada zaman Tretayuga. Pada zaman ini banyak kaum kesatria yang berperang satu sama lain sehingga menyebabkan kekacauan di dunia. Maka, Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta lahir ke dunia sebagai seorang brahmana berwujud angker, yaitu Rama putra Jamadagni, untuk menumpas para kesatria tersebut.


Quote:
Kisah masa muda

Parasurama merupakan putra bungsu Jamadagni, seorang resi keturunan Bregu. Itulah sebabnya ia pun terkenal dengan julukan Bhargawa. Sewaktu lahir Jamadagni memberi nama putranya itu Rama. Setelah dewasa, Rama pun terkenal dengan julukan Parasurama karena selalu membawa kapak sebagai senjatanya. Selain itu, Parasurama juga memiliki senjata lain berupa busur panah yang besar luar biasa.
Sewaktu muda Parasuama pernah membunuh ibunya sendiri, yang bernama Renuka. Hal itu disebabkan karena kesalahan Renuka dalam melayani kebutuhan Jamadagni sehingga menyebabkan suaminya itu marah. Jamadagni kemudian memerintahkan putra-putranya supaya membunuh ibu mereka tersebut. Ia menjanjikan akan mengabulkan apa pun permintaan mereka. Meskipun demikian, sebagai seorang anak, putra-putra Jamadagni, kecuali Parasurama, tidak ada yang bersedia melakukannya. Jamadagni semakin marah dan mengutuk mereka menjadi batu.
Parasurama sebagai putra termuda dan paling cerdas ternyata bersedia membunuh ibunya sendiri. Setelah kematian Renuka, ia pun mengajukan permintaan sesuai janji Jamadagni. Permintaan tersebut antara lain, Jamadagni harus menghidupkan dan menerima Renuka kembali, serta mengembalikan keempat kakaknya ke wujud manusia. Jamadagni pun merasa bangga dan memenuhi semua permintaan Parasurama.


Quote:
Menumpas kaum kesatria

Pada zaman kehidupan Parasurama, ketenteraman dunia dikacaukan oleh ulah kaum kesatria yang gemar berperang satu sama lain. Parasurama pun bangkit menumpas mereka, yang seharusnya berperan sebagai pelindung kaum lemah. Tidak terhitung banyaknya kesatria, baik itu raja ataupun pangeran, yang tewas terkena kapak dan panah milik Rama putra Jamadagni.
Konon Parasurama bertekad untuk menumpas habis seluruh kesatria dari muka bumi. Ia bahkan dikisahkan telah mengelilingi dunia sampai tiga kali. Setelah merasa cukup, Parasurama pun mengadakan upacara pengorbanan suci di suatu tempat bernama Samantapancaka. Kelak pada zaman berikutnya, tempat tersebut terkenal dengan nama Kurukshetra dan dianggap sebagai tanah suci yang menjadi ajang perang saudara besar-besaran antara keluarga Pandawa dan Korawa.
Penyebab khusus mengapa Parasurama bertekad menumpas habis kaum kesatria adalah karena perbuatan raja Kerajaan Hehaya bernama Kartawirya Arjuna yang telah merampas sapi milik Jamadagni. Parasurama marah dan membunuh raja tersebut. Namun pada kesempatan berikutnya, anak-anak Kartawirya Arjuna membalas dendam dengan cara membunuh Jamadagni. Kematian Jamadagni inilah yang menambah besar rasa benci Parasurama kepada seluruh golongan kesatria.


Quote:
Bertemu awatara Wisnu lainnya

Meskipun jumlah kesatria yang mati dibunuh Parasurama tidak terhitung banyaknya, namun tetap saja masih ada yang tersisa hidup. Antara lain dari Wangsa Surya yang berkuasa di Ayodhya, Kerajaan Kosala. Salah seorang keturunan wangsa tersebut adalah Sri Rama putra Dasarata. Pada suatu hari ia berhasil memenangkan sayembara di Kerajaan Mithila untuk memperebutkan Sita putri negeri tersebut. Sayembara yang digelar ialah yaitu membentangkan busur pusaka pemberian Siwa. Dari sekian banyak pelamar hanya Sri Rama yang mampu mengangkat, bahkan mematahkan busur tersebut.
Suara gemuruh akibat patahnya busur Siwa sampai terdengar oleh Parasurama di pertapaannya. Ia pun mendatangi istana Mithila untuk menantang Rama yang dianggapnya telah berbuat lancang. Sri Rama dengan lembut hati berhasil meredakan kemarahan Parasurama yang kemudian kembali pulang ke pertapaannya. Ini merupakan peristiwa bertemunya sesama awatara Wisnu, karena saat itu Wisnu telah menjelma kembali sebagai Rama sedangkan Parasurama sendiri masih hidup. Peran Parasurama sebagai awatara Wisnu saat itu telah berakhir namun sebagai seorang Ciranjiwin, ia hidup abadi.
Pada zaman Dwaparayuga Wisnu terlahir kembali sebagai Kresna putra Basudewa. Pada zaman tersebut Parasurama menjadi guru sepupu Kresna yang bernama Karna yang menyamar sebagai anak seorang brahmana. Setelah mengajarkan berbagai ilmu kesaktian, barulah Parasurama mengetahui kalau Karna berasal dari kaum kesatria. Ia pun mengutuk Karna akan lupa terhadap semua ilmu kesaktian yang pernah dipelajarinya pada saat pertempuran terakhirnya. Kutukan tersebut menjadi kenyataan ketika Karna berhadapan dengan adiknya sendiri, yang bernama Arjuna, dalam perang di Kurukshetra.
Parasurama diyakini masih hidup pada zaman sekarang. Konon saat ini ia sedang bertapa mengasingkan diri di puncak gunung, atau di dalam hutan belantara.


[code]http://id.wikipedia.org/wiki/Parasurama[/code]
balaprabu - 04/11/2011 01:34 AM
#93



Quote:
Versi Pewayangan


Parasurama juga ditampilkan sebagai tokoh dalam pewayangan. Antara lain di Jawa ia lebih terkenal dengan sebutan Ramabargawa. Selain itu ia juga sering dipanggil Jamadagni, sama dengan nama ayahnya.

Ciri khas pewayangan Jawa adalah jalinan silsilah yang saling berkaitan satu sama lain. Kisah-kisah tentang Ramabargawa yang bersumber dari naskah Serat Arjunasasrabahu antara lain menyebut tokoh ini sebagai keturunan Batara Surya. Ayahnya bernama Jamadagni merupakan sepupu dari Kartawirya raja Kerajaan Mahespati. Adapun Kartawirya adalah ayah dari Arjuna Sasrabahu alias Kartawirya Arjuna. Selain itu, Jamadagni juga memiliki sepupu jauh bernama Resi Gotama, ayah dari Subali dan Sugriwa.

Dalam pewayangan dikisahkan Ramabargawa menghukum mati ibunya sendiri, yaitu Renuka, atas perintah ayahnya. Penyebabnya ialah karena Renuka telah berselingkuh dengan Citrarata raja Kerajaan Martikawata. Peristiwa tersebut menyebabkan kemarahan dan rasa benci luar biasa Ramabargawa terhadap kaum kesatria.

Setelah menumpas kaum kesatria, Ramabargawa merasa jenuh dan memutuskan untuk meninggalkan dunia. Atas petunjuk dewata, ia akan mencapai surga apabila mati di tangan titisan Wisnu. Adapun Ramabargwa versi Jawa bukan titisan Wisnu. Sebaliknya, Wisnu dikisahkan menitis kepada Arjuna Sasrabahu yang menurut versi asli adalah musuh Ramabargawa.
Akhirnya, Ramabargawa berhasil menemui Arjuna Sasrabahu. Namun saat itu Arjuna Sasrabahu telah kehilangan semangat hidup setelah kematian sepupunya, yaitu Sumantri, dan istrinya, yaitu Citrawati, akibat ulah Rahwana raja Kerajaan Alengka yang pernah dikalahkannya. Dalam pertarungan tersebut, justru Ramabargawa yang berhasil menewaskan Arjuna Sasrabahu.
Ramabargawa kecewa dan menuduh dewata telah berbohong kepadanya. Batara Narada selaku utusan kahyangan menjelaskan bahwa Wisnu telah meninggalkan Arjuna Sasrabahu untuk terlahir kembali sebagai Rama putra Dasarata. Ramabargawa diminta bersabar untuk menunggu Rama dewasa. Beberapa tahun kemudian, Ramabargawa berhasil menemukan Rama yang sedang dalam perjalanan pulang setelah memenangkan sayembara Sinta. Ia pun menantang Rama bertarung. Dalam perang tanding tersebut, Ramabargawa akhirnya gugur dan naik ke kahyangan menjadi dewa, bergelar Batara Ramaparasu.

Pada zaman berikutnya, Ramaparasu bertemu awatara Wisnu lainnya, yaitu Kresna ketika dalam perjalanan sebagai duta perdamaian utusan para Pandawa menuju Kerajaan Hastina. Saat itu Ramaparasu bersama Batara Narada, Batara Kanwa, dan Batara Janaka menghadang kereta Kresna untuk ikut serta menuju Hastina sebagai saksi perundingan Kresna dengan pihak Korawa. Kisah ini terdapat dalam naskah Kakimpoi Bharatayuddha dari zaman Kerajaan Kadiri.


[code]http://id.wikipedia.org/wiki/Parasurama[/code]

nah disini ada yg rancu, di versi india rama bargawa itu cirajiwin alias mahluk berumur panjang. pantas menjadi guru bhisma dan adipati karna. tetapi di jawa rama bargawa ini gugur ketika bertemu rama. lalu jd bhatara yg ikut mengawal kresna ketika kresna duta.
ButoGalak - 04/11/2011 01:35 AM
#94

Quote:
Original Posted By antasena_kekota
yoi ketemu lagi

iya tuh ada beberapa versi gambar cakra. prabu rama kykna malah gak punya deh. andalannya kan panah guwawijaya. blom pernah liat prabu rama pake sih. gak seperti panah pasopati ato sarotama yg pake gendewa gaib trus dipegang dgn kedua tangan, yg saya sering lihat di tv kalo ada acara wayang biasanya prabu kresna cukup melempar cakra dgn tangan kanannya. gak pernah dipegang dgn kedua tangannya. gak jelas nih cakra tuh panah ato tongkat pendek dgn ujung roda bergerigi.


kalo versi komiknya RA kosasih malah ada 2 cakrane...satu panah yg ujungnya ada buletan bergeriginya, yg satunya lagi piring...eh kamsudnya lempengan bunder koyo rem cakram tapi metu untune utawa koyo gir sepeda
balaprabu - 04/11/2011 01:42 AM
#95



wayangnya citrawati putri kerajaan magada istrinya prabu arjuna sasrabahu yg jd rebutan
pakdhetom - 04/11/2011 01:45 AM
#96

Quote:
Original Posted By ButoGalak
kalo versi komiknya RA kosasih malah ada 2 cakrane...satu panah yg ujungnya ada buletan bergeriginya, yg satunya lagi piring...eh kamsudnya lempengan bunder koyo rem cakram tapi metu untune utawa koyo gir sepeda


nemu dr posting mbah klenut dr thread laen :

Quote:
Original Posted By klenut
Arjuna, seperti yang kita tahu adalah ksatria ahli bela diri dengan berbagai ajian dan senjata yang sakti-sakti.


Dari berbagai senjata pusaka yang dimiliknya, ane coba bahas satu-satu.

Busur Gandewa.


Gandiva/Gandewa diciptakan oleh Brahman dewa tertinggi dalam teologi Hindu. Selanjutnya dimiliki oleh Brahma (Dewa Pencipta) selama ribuan tahun, kemudian dipegang oleh Prajapati (Dewa Segala Makhluk) selama 503 tahun. Setelah itu dikuasai oleh Indra (Dewa Perang) selama 580 tahun, kemudian dipegang oleh Soma (Dewa Makanan) selama 500 tahun.

Baruna (Dewa Lautan) kemudian memegangnya selama ratusan tahun dan setelah itu menyerahkannya pada Arjuna atas permintaan Agni (Dewa Api), dikarenakan peristiwa Terbakarnya Hutan Kandawa (Khandava-daha Parva)


Pada suatu ketika, Arjuna dan Kresna berkemah di tepi sungai Yamuna. Di tepi hutan tersebut terdapat hutan lebat yang bernama Kandawa. Di sana mereka bertemu dengan Agni, Dewa Api. Agni berkata bahwa hutan Kandawa seharusnya telah musnah dilalap api, namun Dewa Indra selalu menurunkan hujannya untuk melindungi temannya yang bernama Taksaka, yang hidup di hutan tersebut. Sedangkan Dewa Agni yang sedang sakit harus memakan hutan untuk kesembuhannya. Maka, Agni memohon agar Kresna dan Arjuna bersedia membantunya menghancurkan hutan Kandawa.

Kresna dan Arjuna bersedia membantu Agni, namun terlebih dahulu mereka meminta Agni agar menyediakan senjata kuat bagi mereka berdua untuk menghalau gangguan yang akan muncul. Kemudian Agni memanggil Baruna, Dewa Lautan. Baruna memberikan busur suci bernama Gandewa serta tabung berisi anak panah dengan jumlah tak terbatas kepada Arjuna. Busur ini dihiasi oleh aksesori emas, sehingga terlihat berkilauan sampai ujungnya. Untuk Kresna, Baruna memberikan Cakra Sudarsana. Dengan senjata tersebut, mereka berdua menjaga agar Agni mampu melalap hutan Kandawa sampai habis.


Arjuna menggunakan busur pusaka ini di medan perang Kurusetra, dan dia tidak terkalahkan. Disebutkan bahwa selain Arjuna, hanya Krisna yang dapat menarik tali busur ini. Apabila busur ini digunakan untuk melepaskan anak panah, akan disertai suara guntur yang dahsyat. Dengan menggunakan pusaka ini Arjuna membunuh Karna (anak panahnya Pasopati) dan melukai Bisma dengan parahnya.


Setelah perang berakhir, Agni menemui Arjuna untuk meminta kembali Gandewa dan mengembalikan ke tangan Baruna.

Bahasa Indonesia menyerap kata gandiva menjadi gendewa yang berarti busur panah.
gendewa gen.de.wa
[n] busur: siapkan -- mu dan anak panah yg mungkin akan kita pergunakan

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Gandiva
http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna
http://wayang.wordpress.com/2010/07/18/arjuna-2/
http://mythopoeicrambling.blogspot.c...glamdring.html
http://mr-andry.blogspot.com/2010/04...ewa-hindu.html
http://kamusbahasaindonesia.org/gendewa


dr yg sy bold tuh yg dipegang kresna cakra yg jenisnya Cakra Sudarsana.
kalo dr cuplikan itu, dapetnya gak dr awal tp diberi Baruna barengan Arjuna ?
balaprabu - 04/11/2011 01:51 AM
#97

Quote:
Original Posted By pakdhetom
nemu dr posting mbah klenut dr thread laen :



dr yg sy bold tuh yg dipegang kresna cakra yg jenisnya Cakra Sudarsana.
kalo dr cuplikan itu, dapetnya gak dr awal tp diberi Baruna barengan Arjuna ?


setau saya cakra namanya banyak, saya ga tau perbedaanya. karena tiap dalang beda beda nyebutinnya. chakra didapat dr bagawan padmanaba yg merupakan guru narayana muda. ketika itu padmanaba menyerahkan 3 pusaka, chakra, kembang wijayakusuma untuk pengobatan, dan bedor kyai ...(lupa namanya) yg gunanya untuk tiwikrama. lalu padmanaba masuk ke tubuh narayana. ini versi jawa. artinya bahkan tiwikrama itu karena adanya kyai bedor itu yg membuat kresna bisa tiwikrama. tentu beda dengan versi aslinya di india. dan bahkan mungkin beberapa gagrak beda mengenai kisah mengenai hal ini.

disinilah uniknya wayang, versi india beda dengan versi jawa, bahkan beda lg mungkin di sunda dan dilain tempat. jd ga mungkin bisa dicocokan kalo hanya merunut nama. karena tiap daerah beda istilah, beda cerita, dan beda penamaan
balaprabu - 04/11/2011 01:56 AM
#98

Quote:
Original Posted By ButoGalak
kalo versi komiknya RA kosasih malah ada 2 cakrane...satu panah yg ujungnya ada buletan bergeriginya, yg satunya lagi piring...eh kamsudnya lempengan bunder koyo rem cakram tapi metu untune utawa koyo gir sepeda


kalo menurut saya sih terserah dalangnya, akan ditampilkan dalam wujud apa chakra itu. apakah ada tangkainya seperti yg terkenal dijawa, atau cuma piringan kaya yg sering terlihat digambar di india. karena semua tergantung dalangnya. mau diberi nama apapun juga tergantung dalangnya. apakah cakra basusena, chakra sudarsana, atau cakra birawa, apa chakra buana, kecuali mau track bener bener pengetahuan dr india mungkin ada penjelasaanya. tp ya ga menjelaskan apapun karena wayang jawa sendiri berdiri dengan nama namanya sendiri yg unik.
balaprabu - 04/11/2011 02:02 AM
#99

penggambaran dewa wisnu memang digambarkan dengan bentuk membawa chakra. hal ini sangat khas sekali. tp apakah avataranya selalu membawa chakra?nah ini patut kita perhatikan lagi.

untuk menjawab coba kita lihat versi india dimana hyang wisnu memiliki avatara yaitu wujud beliau ketika turun ke dunia. nah wujudnya itu macam macam, misal matsya yg berupa ikan, ada waraha dlm wujud babi hutan, ada narasimha dewa berkepala singa, kemudian ada kurma atau kura kura, ada pertapa kecil yg melawan mahabali, rama parasu, rama, dan kresna.





kalo kita lihat ga semua membawa senjata chakra. misal kurma, waraha, matsya, mereka tidak membawa chakra ketika turun ke dunia?. jd saya rasa ga semua avatara wisnu selalu membawa bawa chakra ketika turun kedunia.

saya tambahi:

kecuali dlm bentuk kadewatannya

misal:



matsya dimana wisnu di perliihatkan keluar dr mulut ikan



kurma avatara di perlihatkan wisnu keluar mulut kura kura



pengambaran waraha dalam wujud dewa wisnu dengan kepala babi hutan
pakdhetom - 04/11/2011 02:02 AM
#100

Quote:
Original Posted By balaprabu
setau saya cakra namanya banyak, saya ga tau perbedaanya. karena tiap dalang beda beda nyebutinnya. chakra didapat dr bagawan padmanaba yg merupakan guru narayana muda. ketika itu padmanaba menyerahkan 3 pusaka, chakra, kembang wijayakusuma untuk pengobatan, dan bedor kyai ...(lupa namanya) yg gunanya untuk tiwikrama. lalu padmanaba masuk ke tubuh narayana. ini versi jawa. artinya bahkan tiwikrama itu karena adanya kyai bedor itu yg membuat kresna bisa tiwikrama. tentu beda dengan versi aslinya di india. dan bahkan mungkin beberapa gagrak beda mengenai kisah mengenai hal ini.

disinilah uniknya wayang, versi india beda dengan versi jawa, bahkan beda lg mungkin di sunda dan dilain tempat. jd ga mungkin bisa dicocokan kalo hanya merunut nama. karena tiap daerah beda istilah, beda cerita, dan beda penamaan


atau.. cakra yang dimiliki tiap titisan wisnu bs jd beda tipe & asal usulnya.

Quote:
Original Posted By balaprabu
penggambaran dewa wisnu memang digambarkan dengan bentuk membawa chakra. hal ini sangat khas sekali. tp apakah avataranya selalu membawa chakra?nah ini patut kita perhatikan lagi.

untuk menjawab coba kita lihat versi india dimana hyang wisnu memiliki avatara yaitu wujud beliau ketika turun ke dunia. nah wujudnya itu macam macam, misal matsya yg berupa ikan, ada waraha dlm wujud babi hutan, ada narasimha dewa berkepala singa, kemudian ada kurma atau kura kura, ada pertapa kecil yg melawan mahabali, rama parasu, rama, dan kresna.

kalo kita lihat ga semua membawa senjata chakra. misal kurma, waraha, matsya, mereka tidak membawa chakra ketika turun ke dunia?. jd saya rasa ga semua avatara wisnu selalu membawa bawa chakra ketika turun kedunia.

Itu td jg yg sy pikirkan. chakra boleh jd berujud senjata.. ato bs jg yg laen.
perlu klarifikasi lg neh

OK. sementara cukup lesson 4 the day & masukan tentang Sosrobahu... akan sy pantau terus perkembangannya
monggo dilanjut mbah...
Page 5 of 16 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > (discuss)tokoh wayang, sipakah mereka? - Bebukaning Cerito 2