MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Official Thread] DREDD (2012) | Judgement is Coming
Total Views: 6975 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

sigmaboy - 17/10/2012 02:49 AM
#61

Quote:
Original Posted By chufank
gan di kita bakal ada gak dredd yg 3d?
di 21 trnyata enggak 3d


kyknya buat Indonesia ga kbagian 3D ya?? entah d kota lain, cm d sby hari ini ane liat ga ada jadwal 3D nya soalnya cmiiw cendols
Shikamaru84 - 17/10/2012 11:34 AM
#62

Quote:
Original Posted By Reviltz
my REVIEW barusan ntn

1. Cool DREDD na, gaya sombong arrogant nya. Cuman maybe g kekna lbh suka stallone yg meranin coz kekna macho aj ( tp g jg ga inget kek gmn film pertama nya, cmn sekilas2 ntn aj ).

2. Anderson ? CANTIK GILA . . . padahal kekna di film DARKEST HOUR dia biasa aj. ( ada adegan buka2an loh hehehe ).

3. Action ? yah kalah lah ama the raid pukul2an nya. Cman the raid jg kalah soal menjual KARAKTER nya, dredd lbh menjual ampe g beli action figure nya. ( Macho, Gentle, Cool, IM THE LAW ! ).

4. Cerita ? bagus kok yah standard film survival lah, cmn minus di dia banyak jalan aj.

5. Efek ? good.

6. Rating ? 7.5 / 10, Cukup terpukau dengan karisma DREDD ! n terpesona ama ANDERSON

7. G saranin ntn aj, drpd ga ada tontonan ho ho WORTHED.


Wow.. anderson nya.. baru nyadar maen di darkest hour juga ... kyk ada yg disensor dah adegannya...

Bagus filmnya. Overall 7/10 dari ane
Zell_Dincht - 17/10/2012 11:53 AM
#63

baru nonton kmrn.. ternyata banyak orang tua "bodoh" yang bawa anaknya yg masih 5 tahun hammers..

banyak scene disturbing nya yang bikin ane rada males nonton film kaya gini nih.. emangnya skrg lembaga sensor film udah ga ada lagi ya? banyak banget adegan yg lolos sensor..

kalo semua disturbing sama adegan sex nya di sensior pakai blur (jangan dipotong) saya yakin ni film sangat layak buat dinikmati.. beer:
Pr0lene - 17/10/2012 12:25 PM
#64

Quote:
Original Posted By Zell_Dincht
baru nonton kmrn.. ternyata banyak orang tua "bodoh" yang bawa anaknya yg masih 5 tahun hammers..

banyak scene disturbing nya yang bikin ane rada males nonton film kaya gini nih.. emangnya skrg lembaga sensor film udah ga ada lagi ya? banyak banget adegan yg lolos sensor..

kalo semua disturbing sama adegan sex nya di sensior pakai blur (jangan dipotong) saya yakin ni film sangat layak buat dinikmati.. beer:

tull nohope:
pas kemaren ane nonton juga kedengaran ada anak nangis2, ane pikir koq ga keluar2 tuh orang, ntar anaknya jadi dexter lagi capedes, tapi emang edukasi tentang arti rate di indo kurang memang , harus orang yang hobi film baru tau

btw si anderson sempat ga kesensor yah diawal2 genit: tapi keqnya body double.. tetep aja genit:genit:
tukangnonton - 17/10/2012 01:42 PM
#65

tadi malem nonton, emang seperti nonton remake the raid aja ini, cuma gw rasa eksekusi nya OK lah.

gw kasi 7.5/10 aja deh

yg bilang bagusan stallone dari pada karl, coba liat lagi deh versi stallone disini cendolbig

[YOUTUBE]SH72O1DxwlQ[/YOUTUBE]
chufank - 17/10/2012 03:22 PM
#66

Quote:
Original Posted By sigmaboy
kyknya buat Indonesia ga kbagian 3D ya?? entah d kota lain, cm d sby hari ini ane liat ga ada jadwal 3D nya soalnya cmiiw cendols
waduh sayang, padahal di imdb judulnya dredd 3d D

ane nonton yg 2d aja deh
Loenewbiez - 17/10/2012 05:18 PM
#67

wah banyak adegan gorenya yah?genit:
males ke bioskop nuggu linknya aja dahshutup: ngacir:
ismaya - 17/10/2012 06:25 PM
#68

Kayanya boring yah bi film ngacir:
hyperion_lynx - 18/10/2012 12:32 AM
#69

[URL="http://amiratthemovies.wordpress.com/2012/10/17/review-dredd-2012/"]Review: Dredd (2012)[/URL]

Dredd bukanlah film pertama yang mengadaptasi kisah dari salah satu karakter komik buatan Inggris yang paling popular semenjak mulai diperkenalkan pada tahun 1977 ini. Hollywood sebelumnya pernah merilis Judge Dredd pada tahun 1995 dengan Sylvester Stallone, Diane Lane dan Max von Sydow sebagai bintang utamanya – walau film tersebut kemudian banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia. Proses produksi versi terbaru dari Dredd sendiri – yang bukan merupakan versi remake dari film pertama – telah dimulai semenjak tahun 2006 ketika naskah ceritanya mulai ditulis oleh Alex Garland (Never Let Me Go, 2010). Namun, proses produksi sebenarnya dari Dredd sendiri baru dimulai pada tahun 2010 ketika Pete Travis (Vantage Point, 2008) diumumkan akan duduk di kursi penyutradaraan hingga akhirnya proses pengambilan gambar dimulai pada akhir tahun itu juga.

Jalan cerita Dredd sendiri berlatar belakang lokasi di Amerika Serikat pada masa yang akan datang. Amerika Serikat pada saat itu dikenal sebagai Cursed Earth yang disebabkan oleh kondisi kacaunya akibat efek radiasi yang begitu kuat. Di pesisir timur dari wilayah Amerika Utara terletak Mega-City One, sebuah kota metropolis dengan jumlah penduduk yang mencapai hampir 800 juta orang. Kondisi di Mega-City One sendiri tidak lebih baik dari kebanyakan wilayah di Amerika Serikat lainnya: sebanyak 17 ribu kejahatan dilaporkan setiap harinya dan obat-obatan terlarang dapat beredar dengan bebas – salah satu yang populer adalah “Slo-Mo” yang membuat persepsi penggunanya berjalan lebih lamban dari kondisi normal.

Harapan penegakan hukum satu-satunya berada pada petugas penegak hukum yang dikenal dengan sebutan Judge. Dalam setiap aksinya, setiap Judge dapat berlaku sebagai hakim, juri maupun pengeksekusi pelaku tindak kejahatan. Diantara para Judge lainnya, Judge Dredd (Karl Urban) adalah salah satu Judge yang paling dikenal akibat kemampuannya yang handal dalam menangani setiap masalah kejahatan. Namun, Judge Dredd akan segera menghadapi tantangan terberatnya. Ketika ditugaskan untuk mengawasi seorang calon Judge baru, Judge Anderson (Olivia Thirlby), Judge Dredd kemudian terjebak dalam gedung Peach Trees yang memiliki ketinggian 200 lantai. Di gedung tersebut, Dredd harus menghadapi seorang produsen dan pengedar obat-obatan terlarang, Madeline Madrigal atau Ma-Ma (Lena Headey), yang menguasai gedung tersebut. Merasa kehadiran Judge Dredd dan Judge Anderson sebagai sebuah ancaman, Ma-Ma lalu menutup gedung tersebut dan menugaskan kaki tangannya yang berada di setiap lantai untuk melenyapkan nyawa kedua Judge tersebut.

Tantangan terbesar dari mengarahkan sebuah jalan cerita yang pada dasarnya mengisahkan mengenai perjalanan dua karakter utamanya menembus pertahanan sebuah gembong kejahatan yang berada di sebuah gedung untuk menuju lantai paling atas dan menghadapi sang pemimpin utama jelas adalah untuk tidak membuat perjalanan kedua karakter terkesan sebagai deretan adegan yang terus berulang-ulang di setiap tingkatannya. Untungnya, naskah cerita arahan Alex Garland mampu memberikan kualitas tersebut. Daripada hanya berfokus pada perjalanan kedua karakter utamanya dalam menghadapi deretan penjahat yang siap untuk membunuh mereka, Garland kemudian mengembangkan begitu banyak intrik diantara perjalanan tersebut: dimulai dari tumbuh dan berkembangnya hubungan antara kedua karakter, perbedaan cara pandang hukum antara kedua karakter utama, pergolakan jiwa yang dialami oleh karakter Judge Anderson yang baru pertama kali berada di sebuah lokasi kejahatan dan harus menggunakan senjata, berbagai isu sosial dan politik yang coba diselipkan di dalam jalan cerita film hingga penggambaran mengenai bagaimana masa lalu dari karakter antagonis utama film ini, Ma-Ma.

Tidak hanya memiliki jalan penceritaan yang dipenuhi dengan intrik menarik, Garland juga berhasil mengembangkan deretan karakter yang mengisi jalan cerita Dredd dengan baik. Karakter-karakter tersebut tidak hanya terlihat sebagai deretan karakter yang berusaha untuk menyelamatkan nyawa maupun posisi mereka, namun Garland mampu mengembangkannya menjadi karakter yang memiliki begitu banyak sisi humanis yang menambah warna alur penceritaan Dredd. Jajaran pengisi departemen akting film ini juga berhasil menghidupkan karakter-karakter tersebut dengan sempurna. Karl Urban – walau menghabiskan seluruh durasi film dengan menyembunyikan wajahnya dibalik helm yang dikenakan oleh karakter Judge Dredd – tidak sama sekali membuat karakternya kekurangan kharisma. Urban mampu menjadikan karakter Judge Dredd tampil kuat serta tegas dalam bersikap.

Olivia Thirlby juga mampu menjadikan karakter Judge Anderson sebagai sidekick yang sempurna bagi Judge Dredd. Berbeda dengan Judge Dredd yang melihat segala sisi hukum dari warna hitam dan putih, Judge Anderson digambarkan sebagai sosok karakter yang mampu melihat sisi abu-abu dalam karakter dan pemikiran seseorang. Thirlby dengan begitu baik mampu menghidupkan karakterisasi tersebut. Sementara itu, Lena Headey mampu menghadirkan karakter Ma-Ma sebagai sosok wanita antagonis yang begitu mematikan. Namun, tidak hanya menjadikan karakter tersebut sebagai sosok karakter penjahat yang hanya peduli soal tahta dan kekuasaannya, Headey mampu menghadirkan sisi humanis dari karakter tersebut pada penonton dan membuat karakter Ma-Ma hadir lebih berisi dan hidup.

Tidak sekedar berisi dari penyajian cerita, karakter maupun penampilan kualitas departemen akting, Pete Travis mampu membungkus Dredd dengan penampilan kualitas tata produksi yang handal. Dari segi visual, Travis mampu menghadirkan imej kekerasan yang begitu kuat melalui tampilan visual film ini. Deretan adegan yang dihadirkan dalam gerakan slow motion juga semakin mempertegas nuansa kekerasan dan kekelaman jalan cerita Dredd. Tata musik elektronik arahan Paul Leonard-Morgan juga menjadi salah satu kualitas unik tersendiri dari Dredd. Iringan musik Leonard-Morgan mampu menambah kualitas kedalaman emosional pada banyak adegan dan membuatnya menjadi lebih menegangkan.

Jelas adalah sangat menyenangkan untuk menyaksikan sebuah film aksi yang tidak melulu menyajikan deretan adegan bela diri maupun kekerasan secara berlebihan dalam jalan ceritanya namun juga benar-benar mampu menghadirkan sebuah jalan cerita serta karakterisasi yang kuat bagi penontonnya. Walau beberapa momen di bagian pertengahan penceritaan Dredd terasa sedikit kehilangan fokusnya, namun secara keseluruhan duet sutradara Pete Travis dan penulis naskah Alex Garland mampu menghadirkan Dredd sebagai sebuah film aksi yang benar-benar jauh dari kesan dangkal namun tetap berhasil memberikan elemen hiburan yang kuat bagi penontonnya.

Rating: 3.5 / 5
pickxar.lovers - 18/10/2012 01:37 AM
#70

di liat dari trailernya kekna seru deh
cuman kok ga sreg ya ama helmnyarolleyes:
reloaded0101 - 18/10/2012 02:14 AM
#71

Quote:
Original Posted By pickxar.lovers
di liat dari trailernya kekna seru deh
cuman kok ga sreg ya ama helmnyarolleyes:


diluar sana justru banyak yang nggak sreg kalau tidak pakai helm.

Ane sendiri kurang sreg sama adegan di trailer yang nembak roket dari pistolnya, ada api dan jejak asap bercabang, jaidnya seperti petasan atau kembang api anak-anak.
merauders - 18/10/2012 02:31 AM
#72

Quote:
Original Posted By reloaded0101
diluar sana justru banyak yang nggak sreg kalau tidak pakai helm.

Ane sendiri kurang sreg sama adegan di trailer yang nembak roket dari pistolnya, ada api dan jejak asap bercabang, jaidnya seperti petasan atau kembang api anak-anak.


itu bukan roket itu namanya Bom Fosfor atau White phosphorus, senjata itu beneran ada di milter jaman sekarang & kalo tau efek dari bomb itu kalo kena orang dijamin ngga akan bilang itu kaya petasan atau kembang api anak-anak
reloaded0101 - 18/10/2012 04:25 AM
#73

Quote:
Original Posted By merauders
itu bukan roket itu namanya Bom Fosfor atau White phosphorus, senjata itu beneran ada di milter jaman sekarang & kalo tau efek dari bomb itu kalo kena orang dijamin ngga akan bilang itu kaya petasan atau kembang api anak-anak


efeknya di perang yang nyata (sudah di-ban kan?) dan di game spec ops the line (nembaknya pakai cannon dengan bantuan pengamatan udara dari atas) memang mengerikan, tapi kalau ditembakkan pakai pistol seperti itu kelihatannya memang seperti petasan anak-anak D
poker.maniak - 18/10/2012 05:07 AM
#74

Untuk para poker maniak silahkan kunjungi website kami terpercaya hanya dengan Rp.25.000; saja para poker maniak sudah dapat bermain, untuk DEPOSIT dan WITHDRAW yang super cepat..

Spoiler for "do not open"
"TKP"
Freakyaho - 18/10/2012 06:35 AM
#75

pertama2 film nya kaya the raid kata nya,,sekarang kaya ultraviolet berdukas
baru bisa nnton sabtu ini D
redyr - 18/10/2012 09:12 AM
#76

udah 2012 bajunya masih aja kayak badut wkwk
LP_guy - 18/10/2012 04:45 PM
#77

barusan nonton,
entah kenapa, pas pertama2 dredd muncul naik motor kepikirannya dredd naik motor matic kayak yg banyak dipake abg2 di sini hammer:

actionnya keren sih, n lumayan sadis.
judge anderson genit: *jadi kepikiran pas bugil terus ngacir:
uraidy - 18/10/2012 05:58 PM
#78

iya mirip bgt the raidnya? bingung,, tetep ane demenan versi stalone gan o
kreme - 19/10/2012 03:36 AM
#79

heheh emang ampir mirip the raid...
tp ini sih udah proyek lama sebelum the raid....
gara2 nyari investor buat bisa bikin filmnya...

cm sebagai prolog tokoh judge dredd...
emang bagus nih...

slow mo drug effectnya jg keren
sayang versi 3d gak masuk
karena menurut yg udah nonton 3d...
efek dislow mo nya lebih keren....

n judge dredd bener2 sadis...
gak ada negosiasi...mantab
Badvriel - 19/10/2012 03:51 AM
#80

Quote:
Original Posted By Zell_Dincht
baru nonton kmrn.. ternyata banyak orang tua "bodoh" yang bawa anaknya yg masih 5 tahun hammers..

banyak scene disturbing nya yang bikin ane rada males nonton film kaya gini nih.. emangnya skrg lembaga sensor film udah ga ada lagi ya? banyak banget adegan yg lolos sensor..

kalo semua disturbing sama adegan sex nya di sensior pakai blur (jangan dipotong) saya yakin ni film sangat layak buat dinikmati.. beer:


kebiasaan ornag sini suka ga liat genre filmnya nohope:

btw rating nmaapak lumayan..

mm..mirip the raid..
patut dicoba malus
Page 4 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Official Thread] DREDD (2012) | Judgement is Coming