Militer
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Serba Serbi kapal Induk Militer
Total Views: 45324
Page 1 of 16 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

j3fr1 - 28/11/2008 11:54 PM
#1
Serba Serbi kapal Induk Militer
1.carrier vessel
Kapal induk (bahasa Inggris: carrier vessel, CV) adalah sebutan untuk kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Tugasnya adalah memindahkan kekuatan udara kedalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi operasi angkatan laut. Selain itu juga digunakan sebagai pusat komando operasi dan sebagai kekuatan detterence atau memberikan efek gentar pada lawan karena kekuatan udara yang dibawanya dalam satu kapal sama dengan jumlah kekuatan armada angkatan udara kebanyakan negara-negara di dunia.


Sejarah kapal induk
Pesawat-pesawat Jepang diatas kapal induk Shokaku bersiap-siap menyerang Pearl Harbor.Kapal induk pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut Inggris, namun sampai menjelang perang dunia kedua negara-negara barat termasuk Amerika Serikat masih enggan menggunakannya sebagai kekuatan Angkatan laut utama. Konsep konvensional armada angkatan laut saat itu didominasi oleh Kapal jelajah berat, Kapal jelajah, Kapal perusak (destroyer) dengan ukuran meriam yang cukup besar hal ini memang disebabkan bahwa kapal induk dipandang cukup rentan dan riskan bila digunakan dalam operasi maritim.

Adalah Angkatan Laut Jepang (Kaigun) yang menggunakan kapal Induk secara efektif pada awal perang dunia II. Akibat perjanjian maritim antara Inggris Amerika dan Jepang serta Perancis dan Jerman disepakati rasio tonase 5:5:3:1,5:1,5 untuk USA, Inggris, Jepang, Perancis dan Jerman membuat jepang mengakalinya dengan membuat kapal induk ukuran sedang tetapi dilengkapi kekuatan udara yang mematikan sekalipun menuai kemarahan dari pihak militer sendiri. Bukti dari rekayasa Jepang adalah serangan atas Pearl Harbour 9 Desember 1941 yang menyadarkan Barat akan fungsi kapal induk yang dapat melakukan serangan mematikan atas instalasi sasaran lawan. Jepang memang memiliki 20 lebih kapal induk saat itu diantaranya adalah : Akagi (merupakan kapal induk terbesar), Zuiho, Zuikaku, Soryu, Hiryu, Chiyoda. Namun dalam perjalanannya selama perang Pasifik, Jepang kehabisan seluruh armadanya. Terlebih-lebih dalam pertempuran di Midway dan Leyte yang merupakan pertempuran laut antar kapal induk.

Negara-negara pengguna kapal induk
Amerika Serikat
Rusia
Perancis
Inggris
China
India
Italia
Spanyol
Brasil
Thailand

Negara-negara yang pernah menggunakan kapal induk
Jepang
Australia
Belanda
Argentina

Jenis-jenis kapal induk

Dari segi propulsi
Dari segi bahan bakar terdapat dua jenis kapal induk yakni:

Kapal Induk Nuklir
Kapal Induk ini menggunakan mesin bertenaga nuklir yang diperoleh dari reaktor nuklir yang berada pada kapal tersebut yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap yang dihasilkan kapal Induk tersebut selain sebagai penggerak kapal juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik serta tenaga uapnya digunakan sebagai pengatur tekanan pada catapult kapal induk untuk meluncurkan pesawat. Untuk Armada Amerika serikat kapal ini diberi kode CVN contoh kapal induk nuklir adalah USS Ronald Reagan, USS Kitty Hawk, USS Enterprise.

Kapal Induk Konvensional
Kapal induk ini menggunakan mesin bertenaga diesel contohnya adalah 25 de Mayo (Argentina), Giuseppe Garibaldi (Italia), RTN Chakkri Narruebet (Thailand). Untuk Armada Amerika Serikat biasanya digunakan kode CV dan pada saat ini jarang digunakan.

Teknis Peluncuran Pesawat
Kapal Induk Konvensional (CTOL/Conventional Take Off Landing)
Kapal induk jenis ini biasanya berukuran besar karena geladaknya digunakan sebagai tempat pendaratan dan peluncuran pesawat secara convensional (biasa). Dilengkapi dengan catapult untuk meluncurkan pesawat dan kabel arrester (penahan) untuk membantu pendaratan pesawat, karena panjang geladak kapal induk lebih pendek daripada panjang landasan di pangkalan. Selain tempat parkir pesawat selain ruangan yang berarda pada lambung kapal. Kapal Kapal Induk yang digunakan US Navy rata rata adalah kapal induk jenis ini. Contoh : USS Ronald Reagan, USS John F Kennedy. Kiev(Rusia), 25 de Mayo (Argentina), Foch dan Charles de Gaulle (Perancis)

Kapal Induk STOVL (Short Take Off Vertikal Landing)
Kapal induk ini biasanya berukuran sedang/ringan, memiliki Sky Jump yang digunakan untuk meluncurkan pesawat dan pendaratan pesawat dilakukan secara vertikal. Oleh karena itu pesawat pesawat yang digunakan adalah pesawat pesawat tempur jenis khusus semacam AV-8 Harrier (USA) , Harrier II Plus (Inggris), Yak 38 Forger, Yak 141 Freehand (Rusia) ataupun Helikopter. Pada pesawat tempur Rusia biasanya dilengkapi laser untuk memudahkan pendaratan. Hampir kebanyakan negara menggunakan kapal Induk Jenis ini karena memerlukan biaya perawatan dan operasional yang lebih rendah daripada kapal induk jenis CTOL. Contoh dari Kapal Induk Jenis ini adalah: HMS Invincible, HMS Ark Royal (Inggris), Giuseppe Garibaldi (Italia), Prince de Asturias (Spanyol), Viraat, Vikrant (India), Novorossysk (Rusia), Chakri Narruebet (Thailand), USS Tarrawa (USMC.)


Dari segi Fungsional

1. Kapal Induk Armada

2. Kapal Induk Escort


2.USS Nimitz

Ordered: 31 Maret 1967
Mulai Pembuatan: 22 Juni 1968
Peluncuran: 13 Mei 1972
Peresmian: 3 Mei 1975
Kelas: CVN-68
Homeport: NB San Diego, California
Motto: Teamwork, a Tradition
Julukan: "Old Salt"
Pembuat: Newport News Shipbuilding Co., Newport News, Va.

Displacement: Sekitar 97,000 ton (87,996.9 metric tons) full load
Panjang: Keseluruhan: 1,092 ft (333 m), Waterline: 1,040 ft (317 m)
Lebar: Keseluruhan: 252 ft (76.8 m), Waterline: 134 ft (40.8 m)
Draft*: Maximum navigational: 37 ft (11.3 m), Limit: 41 ft (12.5 m)
Propulsion: 2 × Westinghouse A4W nuclear reactors, 4 × steam turbines, 4 × shafts, 260,000 shp (194 MW)
Speed:30+ knots (56+ km/h)
Jarak Tempuh: Tak Terbatas
Complement: Ship's company: 3,200, Air wing: 2,480
Sensors and processing systems: AN/SPS-48E 3-D air search radar, AN/SPS-49(V)5 2-D air search radar, Mk 23 target acquisition radar, 2 × AN/SPN-46 air traffic control radars, AN/SPN-43B air traffic control radar, AN/SPN-44 landing aid radars, 3 × Mk 91 NSSM guidance systems, 3 × Mk 95 radars
Electronic warfare and decoys: SLQ-32A(V)4 Countermeasures suite, SLQ-25A Nixie torpedo countermeasures
Armament: three Rolling Airframe Missile (RAM) launchers, three Mk 29 NATO Sea Sparrow launchers
Armor: Unknown
Jumlah Pesawat: 90 fixed wing and helicopters
Ketapel: 4
Elevator Pesawat: 4

Draft: Kedalaman air (minimun) yang diperlukan agar kapal dapat mengapung (tidak menyentuh dasar).

USS Nimitz (CVN-68) adalah sebuah supercarrier (kapal induk super) Angkatan Laut, pemimpin di kelasnya. Kapal induk ini adalah terbesar di dunia untuk saat ini. Dia diluncurkan sebagai CVAN-68, tetapi didesain ulang menjadi CVN-68 (nuclear-powered multimission aircraft carrier) pada 30 Juni 1975 sebagai bagian dari penyusunan kembali armada di tahun itu.
Lunas (keel) Nimitz diletakkan pada 22 Juni 1968 Newport News Shipbuilding di Newport News, Virginia, dan diresmikan oleh Presidan Gerald Ford pada 3 Mei. Nama kapal ini berasal dari Admiral Chester W. Nimitz, yang mengkomandoi armada Pasifik pada Perang Dunia II. Kapten Michael Manazir mengkomandoi Nimitz pada 16 Maret 2007.

Ship's history
Operasi serius pertama yang dilakukan oleh kapal induk ini adalah di tahun 1979 ke Iran, sewaktu Shah Iran yang sekutu dekat AS digulingkan dan merupakan awal masa “Republik Islam Iran” pimpinan Ayatollah Khomeini. Waktu itu masih ada adidaya lain yaitu Uni Soviet sehingga USS Nimitz tentu saja tidak diperintahkan untuk menyerang frontal Iran tetapi untuk melancarkan operasi pembebasan 52 orang Amerika yang disandera di kedutaan besar AS di Tehran yang diberi kode operasi Evening Light yang berakhir tragis dan gagal total karena helikopter yang dipakai untuk membebaskan para sandera mengalami kecelakaan dan jatuh di gurun pasir Iran. Selain itu kapal induk ini juga mempunyai segudang pengalaman lain seperti pada tanggal 19 Agustus 1981, kapal induk ini juga berperan dalam “komfrontasi ringan” dengan Libya di mana pesawat tempur AS menembak jatuh dua pesawat MiG Libya. Misi terbesarnya tentu saja kapal induk ini terlibat dalam dua kali perang teluk yaitu perang teluk pertama yang disebut “Desert Storm” yaitu operasi yang membebaskan Kuwait dari cengkraman Irak di tahun 1991 dan juga perang teluk kedua yang disebut operasi “Iraqi Freedom” yang menggulingkan rezim Saddam Hussein. Namun beberapa kali kapal induk ini juga melakukan misi damai non-militer seperti ikut dalam memeriahkan Olimpiade Seoul 1988 di Korea Selatan yang tentu juga bisa berfungsi sebagai bagian dari pengamanan olimpiade tersebut.
Pada 29 October 1988 Nimitz mulai beroperasi Laut Arab utara, mengikuti Operasi Operation Earnest Will.
Pada 30 November 1988, cannon 20mm Nimitz secara tidak sengaja menembaki sebuag Pesawat A-7 Corsair pada saat proses perawatan ketika kapal ini sedang mengikuti operasi di Laut Arab, akibatnya 3 orang meninggal
Pada 25 February 1991, Nimitz berangkat ke Brementon, Washington untuk melepas pasukan di Operasi Desert Storm, dan kembali pada 24 Agustus 1991.
Nimitz berlayar kembali ke Teluk Persia untuk beberapa bulan di 1993, membebaskan USS Kitty Hawk pada saat Operasi Southern Watch.
Pada Maret 1996, Nimitz berlayar untuk melakukan patroli perairan Taiwan di antara Test Misil oleh PRC di daerah itu. Nimitz menjadi kapal pertama yang melewati selat Taiwan sejak 1976.
Pada 1 September 1997, Nimitz mulai berlayar keliling dunia dengan tujuan Newport News, untuk melakukan Refueling Complex Overhaul (RCOH) yang berakhir pada 25 Juni 2001. Nimitz kemudian merubah home port-nya ke San Diego, California, sampai di sana pada 13 November 2001.

Selanjutnya ditranslate sendiri ya Tounge.gif :
In January 2002, Nimitz began a four-month Post-Shakedown Availability at Naval Air Station, North Island. She ended her pier-side availability in May 2002 and conducted sea trials, the first step in preparation for her overseas deployment.
In mid-April 2003, Nimitz relieved Abraham Lincoln in the Persian Gulf, launching sorties over Iraq in support of Operation Iraqi Freedom.
Nimitz returned to San Diego on 5 November 2003 where she underwent regularly scheduled maintenance and repair.
After the repairs and maintenance were completed, the ship and her crew conducted sea trials testing.[citation needed]
Nimitz set sail on another deployment to the Persian Gulf in May 2005 and returned on 8 November 2005. This deployment is depicted in the documentary series Carrier.
Capt. Michael Manazir relieved Capt. Ted N. Branch on 16 March 2007.
Nimitz departed North Island in San Diego on 2 April 2007 at 9:50 a.m. on a six-month deployment in the Arabian Sea, relieving the Norfolk, VA.-based USS Eisenhower. The Nimitz reached Chennai, India on July 2nd 2007 as part of efforts to expand bilateral defense cooperation between India and the United States.[3] Sailors of the nuclear powered aircraft carrier participated in community work in Chennai during its station there. Nimitz left Indian shores on 5 July 2007 along with the USS Pinckney and headed towards the Persian Gulf. Nimitz returned to North Island in San Diego on 30 September 2007.
On 18 January 2008, it was announced that the Nimitz would deploy on 24 January to the Pacific for a surge-deployment.
On the morning of 9 February 2008, controversy was caused when two Russian bombers of the type TU-95 flew directly above USS Nimitz in the Western Pacific. According to the US Department of Defense, one of the two aircraft was said to have flown above the Nimitz at an altitude of 2,000 feet. As a reaction, four F-18s were launched when the bombers were 500 miles away from the U.S. ships, and intercepted the bombers 50 miles south of the Nimitz. Two F/A-18s trailed one bomber, which buzzed the deck of the Nimitz twice, while the other two F/A-18s trailed another TU-95 circling about 50 miles away from the Nimitz. The fighters then proceeded to guide the Russians away from USS Nimitz. Reportedly, there was no radio communication between the American and Russian aircraft.
On the same day, Russian bombers entered Japanese airspace, which caused the Japanese to raise protest at the Russian ambassador in Tokyo. CVN-68/CVW-11 made a port visit to Busan, South Korea on February 28 in conjunction with military exercises Key Resolve/Foal Eagle.
Again, on 5 March 2008, a Russian bomber came within three to five nautical miles and flew 2,000 feet above the USS Nimitz aircraft carrier and its accompanying ships. Two U.S. F/A-18 fighters were launched to intercept the Russian aircraft and escort it out of the area.

Nimitz Carrier Battle Group
USS Nimitz merupakan bagian dari Carrier Strike Group 11 (CSG-11) dengan Carrier Air Wing 11 di atasnya, dengan Nimitz sebagai pimpinannya dan sebagai tempat komandan Destroyer Squadron 23.

Ships of DESRON-23 (Destroyer Squadron):
- USS Chafee (DDG 90)
- USS Higgins (DDG 76)
- USS John Paul Jones (DDG 53)
- USS Pinckney (DDG 91)
- USS Sampson (DDG 102)

Squadrons of CVW-11:
- Strike Fighter Squadron 14 (VFA-14) "Tophatters"
- Strike Fighter Squadron 41 (VFA-41) "Black Aces"
- Strike Fighter Squadron 81 (VFA-81) "Sunliners"
- Marine Fighter Attack Squadron 232 (VMFA-232) "Red Devils"
- Electronic Attack Squadron 135 (VAQ-135) "Black Ravens"
- Carrier Airborne Early Warning Squadron 117 (VAW-117) "Wallbangers"
- Helicopter Antisubmarine Squadron 6 (HS-6) "Indians"
- Fleet Logistics Support Squadron 30 Detachment 4 (VRC 30) "Providers



3.RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM)

RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM) adalah sebuah infrared homing surface-to-air missile yang kecil dan ringan yang dipakai oleh angkatan laut AS, Jerman, Yunani dan Republik Korea. Senjata ini juga digunakan pada kapal induk. Senjata ini dibuat sebagai senjata “point-defense” untuk melawan misil anti-kapal. Misil ini diberi nama demikian karena selama penerbangannya misil ini berputar pada poros membujurnya untuk menstabilkan alur penerbangannya.
Launcher misil ini (MK-49) mempunyai berat 5,777 ton – 5,8 ton (12.740 lbs atau 6,4 ton) dan memuat 21 misil. Aslinya, sensor senjata ini tidak dapat bekerja secara otomatis untuk menembakkan misil, maka senjata ini harus terintegrasi dengan Combat System kapal, yang mengarahkan launcher ke sasaran. Pada kapal AS, lanuncher ini terintegrasi dengan AN/SWY-2 dan Self Defence System Kapal.
RIM-116 dikembangkan oleh General Dynemics pada Juli 1976, yang merupakan perjanjian Denmark dengan Jerman Barat ( Bisnis misil General Dynamics kemudian dimiliki oleh Hughes Aircraft dan sekarang menjadi bagian dari Raytheon). Denmark akirnya keluar dari program ini, tetapi akhirnya USN bergabung menjadi partner utama. 30 Misil pertama dibuat di FY85 dan dipakai pertama kali pada 14 November 1992 di USS Peleliu (LHA-5). Angkatan Laut AS berencana membeli 1600 RAM dan 115 launcher untuk 74 kapalnya. Sekarang RIM-116 dipakai oleh beberapa kapal perang AS dan Jerman. Selanjutnya, semua kapal perang baru akan dilengkapi dengan RAM, seperti Braunschweig class corvettes baru yang akan akan dilengkapi dengan 2 launcher RAM di setiap kapalnya. Angkatan Laut Yunani telah melengkapi kapal serang cepat Super Vita dengan RAM dan Korea Selatan telah menandatangani kontrak untuk destroyer KDX-2, KDX-3 dan program LPX mereka.


Varian-Varian

Block
0 Dikenal juga dengan RIM-166A di AS, versi original (block 0) dengan dasar desain misil udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, dari misil inilah rocket motor, fuse dan warhead RIM-166A diambil. Misil Blok 0 akan mengarah para radiasi aktif yang dikeluarkan dari target (seperti radar dari misil anti kapal yang datang). Selanjutnya, misil akan bergerak berdasarkan petunjuk dari infrared seeker yang dikembangkan dari FIM-92 Stinger. Pada test, misil ini mempunyai hit rates 95%.

Block 1
Block 1 (RIM-116B) adalah versi lanjutan dari misil RAM yang ditambah dengan sistem pelacak infrared yang mampu melacak/menangkis misil yang tidak mengeluarkan sinyal radar. Radar homing pasif milik Blok 0, telah disempurnakan.

HAS
Di tahun 1998 sebuah memorandum of understanding telah ditandatangani oleh departemen pertahanan Jerman dan AS untuk membangun sistem pertahanan, yang disebut dengan “HAS”, Helicopter, Aircraft and Surface target (Target helikopter, pesawat terbang dan daratan). Setelah dibuat, upgrade HAS hanya membutuhkan modifikasi software yang dapat diaplikasikan untuk semua misil RAM Block 1

SeaRAM
SeaRAM adalah sebuah pelengkap sistem senjata pertahanan diri yang sistem kerjanya berdasarkan Phalanx CIWS, rapid-fire-gun, yang juga dapat menembak penyerang (musuh) dalam jumlah banyak dalam waktu bersamaan. Kedua sistem ini dikembangkan oleh Raytheon Company.
SeaRAM mengkombinasi deretan radar dan sensor milik Phalanx dengan sebuah 11-cell Launcher RAM untuk menghasilkan sistem otonomi, yang tidak memerlukan informasi eksternal apapun untuk mencegah ancaman. Seperti halnya Phalax, seaRAM cocok untuk semua kelas kapal.


Karakteristik Umum (Block 1)

Fungsi Primer: Surface-to-Air Missile
Kontraktor: Raytheon, Diehl BGT Defence
Panjang: 2780 mm
Diameterr: 127 mm
Fin span: 445 mm
Kecepatan: Mach 2.0+
Warhead: 11.3 kg blast fragmentation
Launch Weight: 73.5 kg (162 lb)
Jarak tempuh: 7.5 km
Sistem Navigasi: three modes—passive radio frequency/infrared homing, infrared only, or infrared dual mode enabled (radio frequency and infrared homing)
Harga: $444,000
Date Deployed: 1992



4.Misil RIM-7 Sea Sparrow

RIM-7 Sea Sparrow milik AL AS dan AIM-7 milik AU AS adalah misil udara-ke-udara yang bersistem pelacak radar dengan hulu ledak berkekuatan besar (sangat eksplosif). Mereka berbentuk silindris, mempunyai 4 sirip di bagian tengah tubuhnya dan 4 sirip di bagian ekornya. AL menggunakan versi Sea Sparrow di kapalnya sebagai pertahanan anti-misil permukaan ke udara (surface-to-air antimissile). Misil ini serba guna karena mampu beroperasi di semua kondisi cuaca, ketinggian dan dapat menyerang pesawat dan misil berkinerja tinggi dari semua arah. Misil ini digunakan secara luas oleh angkatan perang AS dan NATO. Misil ini awalnya dikembangkan oleh Sperry dan AL AS, dan versi barunya dikembangkan dan diproduksi Raytheon Co. and General Dynamics.
Sistem Misil Permukaan Seasparrow NATO (NSSMS= NATO SEASPARROW Surface Missile System) MK 57 adalah system senjata misil jarak menengah dan reaksi-cepat yang mempunyai kemampuan untuk menghancurkan pesawat musuh, misil anti-kapal, udara dan permukaan dengan misil permukaan-ke-udara. NSSMS dapat juga digunakan untuk mendeteksi peluncuran misil dengan kemampuan radarnya. NSSMS terdiri dari sebuah Guided Missile Fire Control System (GMFCS) Mk 91 dan sebuah Guided Missile Launching System (GMLS) Mk 29. GMFCS adalah system kontrol penembakan berbasis komputer yang mampu melacak target yang dituju secara otomatis, menghasilkan perintah untuk launcher dan misil dan memberikan perintah otomatis untuk menembak ketika target berada dalam jangkauan. Walaupun sebagian besar operasi NSSMS berada dalam kondisi otomatis atau semiotomatis, GMFCS mengijinkan interfensi dan pembatalan dari operator di setiap saat. GMLS adalah system peluncuran reaksi cepat dan ringan yang menghasilkan kemampuan penyimpanan dan peluncuran hingga 8 misil. GMLS menjawab perintah yang dikeluarkan olah GMFCS, perintah posisi launcher dan misil order. NSSMS menggunakan seri AIM/RIM Sparrow III, surface-to-air/ surface-to-surface semi-active homing-missile.
Versi RIM-7 biasanya disebut sebagai Seasparrow. Misil ini menggunakan energi yang dipantulkan oleh target dan dari referensi bagian belakang RF (dikirimkan dari system pengarah) untuk membangun perintah pergerakan sayap misil untuk menghadang/menembak target.
NSSMS Mk 57 Mod 6 adalah berjarak jangkau medium, system reaksi cepat menggunakan homing missile semi aktif. Versi NSSMS ini adalah desain yang direstrukturisasi memanfaatkan Reflected Memory Local Area Network kabel fiber optic. NSSMS Mod 6 terdiri dari sebuah Tracking Illuminator System (TIS) Mk 9 Mod 0 dan Guided Missile Launching System (GMLS) Mk 29 Mod 2. TIS adalah system control penembakan berbasis komputer yang menghasilkan pelacakan otomatis terhadap target yang dituju, , menghasilkan perintah untuk lancher dan misil dan memberikan perintah otomatis untuk menembak ketika target berada dalam jangkauan. Walaupun sebagian besar operasi NSSMS berada dalam kondisi otomatis atau semiotomatis, GMFCS mengijinkan interfensi dan pembatalan dari operator di setiap saat. GMLS adalah system peluncuran reaksi cepat dan ringan yang menghasilkan kemampuan penyimpanan dan peluncuran hingga 8 misil. GMLS menjawab perintah yang dikeluarkan olah TIS, perintah posisi launcher dan misil order. NSSMS Mod 6 menggunakan misil SeaSparrow yang sudah dikembangkan (ESSM= Evolved SeaSparrow Missile) atau RIM-7M/P/R, yang merupakan misil yang berpercepatan tinggi dan cerdas dengan radar homing semi-aktif.
Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) adalah misil berjarak jangkau dekat yang bertujuan untuk melindungi kapal permukaan. ESSM diharapkan telah tersedia untuk armada perang pada tahun 2002. ESSM akan membuat setiap kapal mempunyai kemampuan untuk menangkal bermacam-macam misil anti-kapal dan pesawat terbang untuk mendukung pertahanan diri. ESSM akan lebih mampu untuk melawan misil yang susah dilacak dan mempunyai menuverabilitas tinggi, mempunyai jarak jelajah lebih luas, dan dapat membuat koreksi arah sasaran melalui radar dan midcourse uplinks. ESSM adalah usaha bersama beberapa bangsa yang tergabung dalam NATO. Usaha terkoordinasi ini membuat seluruh negara NATO untuk memiliki kemampuan pertahanan diri yang sama dan pada saat yang sama, mengurangi biaya untuk setiap negara yang tergabung dengan mengembangkan dan melakukan ujicoba system baru.
Pada kapal Aegis, ESSM akan diluncurkan dari MK 41, Sistem Peluncuran Vertikal, membutuhkan sebuah sistem kontrol vektor daya tolak (thrust vector control system) pada roket ESSM. Pada kapal non-Aegis (aircraft carriers, amphibious assault ships, other surface combatants), misil ini akan ditembakkan dari sistem peluncuran yang berbeda. ESSM menggunakan forebody dengan diameter 8inch yang termasuk di dalamnya sebuah seksi pengarah (guidance section) dari “in-service RIM-7P SeaSparrow. Seksi pengarah yang termasuk di dalamnya sebuah antena randome-protected untuk homing semiaktif, terpasang pada seksi hulu ledak baru. Forebody terpasang pada sebuah motor roket berdiameter 10 inch yang menghasilkan daya tolak lebih tinggi untuk durasi yang lebih lama daripada misil SeaSparrow pendahulunya. ESSM akan menggunakan steering “skid-to-turn” (tail control) yang mana untuk SeaSparrow sebelumnya menggunakan wing-control. ESSM akan mempertahankan kemampuan misil RIM-7P tetapi juga akan mempunyai kemampuan melawan misil anti-kapal yang bermanuver. ESSM sedang dikembangkan sebagai usaha kooperatif multinasional dengan beberapa aliansi negara.
Software RIM-7P baru menonjolkan algoritma pengarah tingkat lanjut yang membuat SeaSparrow mampu untuk mengkonter seluruh (sebagian besar) ancaman hebat. Mode Improved Low Altitude Guidance (LAG) yang dimiliki misil membuat RIM-7P menjadi special, efektif melawan ancaman dengan altitude sangat rendah. Sebagai tambahan, misil ini telah terbukti sangat efektif dalam tekanan lingkungan penyerangan elektronik.
Sebuah unit Jet Vane Control (JVC) memungkinkan RIM-7P diluncurkan secara vertical. Uit JVC memutar misil secara cepat setelah membersihkan (menghancurkan) superstruktur yang dimiliki kapal, membatalkan percepatan naik inisial misil, dan mengkontrol transisi ke jalur intersepsi inisial. Segera setelah pencari (seeker) memperoleh targetnya, JVC meringankan beban pesawat (jettisoned). Kemampuan peluncuran vertikal menghasilkan reaksi-cepat, pertahanan 360-derajat dan mengurangi trainable firing restrictions dan waktu yang dibutuhkan.


Spesifikasi:
- Fungsi Primer: Air-to-air and surface-to-air radar-guided missile
- Pembuat: Raytheon Co. and General Dynamics
- Tenaga Dorong: Hercules MK-58 solid-propellant rocket motor
- Kecepatan: 2.660 m/jam (4.256 km/jam)
- Jarak Jangkau: lebih dari 30 Mil Nautikal (sekitar 55 km), jarak minimal: 1600

yard
- Jarak Penguncian Target: 50 Mil Nautikal
- Panjang: 12 kaki (3,64 m)
- Diameter: 8 inch (20,3 cm)
- Sayap: 1 m
- Hulu ledak: Annular blast fragmentation warhead, 90 pounds (40.5 kg); Proximity fuzed, continuous expanding rod, with a 27 ft. kill radius
- Sistem kontrol penembakan: MK 91
- Platform Peluncuran: MK 29 Mod 1.



5.Sistem Propulsi A4W reactor

A4W reactor adalah reaktor nuklir untuk kapal yang digunakan oleh AL AS untuk menghasilkan listrik dan propulsi untuk kapal perang. Nama A4W singkatan dari:
A = Aircraft carrier platform
4 = Fourth generation core designed by the contractor
W = Westinghouse was the contracted designer
Kapal yang menggunakan jenis reaktor ini hanyalah supercarrier (kapal induk super) sekelas Nimitz, yang beroperasi dengan sepasang reaktor ini di setiap jenis kapal ini. Raktor ini di desain dan dibuat oleh Westinghouse. Generator uap untuk setiap reaktor sekelas Nimitz dapat menghasilkan 140.000 tenaga kuda (104 Mwe). Inti reaktor ini diharapkan dapat bertahan selama 23 tahun.

Desain
Reaktor ini adalah sebuah nuclear fission pressurized water reactor (PWR). Westinghouse Electric Corporation telah diberi hak untuk membuat reaktor ini. Reaktor ini secara bersama-sama didesain oleh Bettis Atomic Power Laboratory and Knolls Atomic Power Laboratory.
clarita - 28/11/2008 11:59 PM
#2

pertamax

indon gak pny ya??


padahal negara kelautan

dasar,,mental kuli semua nye

klo gak salah thailand pny deh
camper - 29/11/2008 12:01 AM
#3

keduaxxx....
asu ne ^
cbtendo - 29/11/2008 12:01 AM
#4

egh...............
ada jamban lewat.........
we supratman - 29/11/2008 12:07 AM
#5

Quote:
Original Posted By clarita
pertamax

indon gak pny ya??


padahal negara kelautan

dasar,,mental kuli semua nye

klo gak salah thailand pny deh

hoi...

lihat definisi air craft carier itu apa?

coba tengok fungsi utama air craft carier itu apa?

apakah semua negara kepulauan / maritim itu punya air craft itu harus punya ?

mengapa singapura tidak punya padahal bisa membelinya ?

semoga bisa jadi bahan diskusi yang sehat dan mencerah kan ..

salam ...
DaiChan - 29/11/2008 12:10 AM
#6

nice inpo gan...
berguna bgt nich buat gue..
cos gue seneng bgt ma yg namanya kapal induk...
nice...
nice...
nice...
j3fr1 - 29/11/2008 12:22 AM
#7

6.AN/SPS-48E Radar

Sistem Radar dan Pertempuran:

Set Radar AN/SPS-48E adalah sistem radar jarak jauh, tiga dimensi, dan pencari udara yang menghasilkan informasi jarak kontak, bearing, dan tinggi yang ditampilkan pada konsol/workstations. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah antena scanning frekuensi yang mengeluarkan sebuah range frekuensi berbeda dalam E/F band (10cm). Sistem radar AN/SPS-48E adalah sebuah sistem komplet yang di dalamnya terkandung semua elemen komponen, transmitter, receiver, komputer (radar serta deteksi dan pelacakan otomatis), Frequency Synthesizer dan Height Display Indicator. AN/SPS-48E menggunakan sebuah kombinasi dari scanning mekanis di azimuth dan pengarah berkas sinar elektronik di elevasi untuk menghasilkan informasi posisi dan dan tinggi pesawat target. Video radar dirubah ke format digital, ditampilkan di konsol/workstations untuk menghasilkan sebuah rataan untuk operator agar melakukan pencarian radar manual, deteksi dan fungsi pelacakan. Pemicu radar dan antenna bearings digunakan untuk menampilkan data video radar dengan baik pada konsol/workstations. Indikasi bearing sebenarnya ditampilkan di konsol/workstations untuk mengindikasikan posisi jalur yang ditunjukkan dalam hubungan ke kepemilikan atau utara yang sebenarnya.
Scanning elevasi dapat dilakukan, di bawah control komputer, dengan merubah frekuensi dari energi RF yang dipancarkan yang mengarah ke antena radar, dengan demikian menyebarkan sebuah rentetan berkas sinar pensil. Informasi ketinggian digenerasikan menggunakan filosofi berikut. Jika frekuensi yang dipancarkan meningkat maka berkas sinar bergerak turun ke muka antena. Jika frekuensi yang dipancarkan turun, maka berkas sinar bergerak naik ke muka antena. Ketika frekuensi divariasikan, axis berkasi sinar akan berubah, dan scanning dapat dilakukan dalam satu axis (baik elevasi maupun azimuth). Set radar ini didesain sehingga mempertahankan jalur frekuensi yang dipancarkan dan selanjutnya mendeteksi dan mengubah frekuensi yang dipantulkan ke data tampilan 3D.
Variasi frekuensi yang dipacarkan menyebabkan radar ini lebih tahan terhadap jamming daripada jika beroperasi pada frekuensi tetap, dan radar ini juga menghasilkan solusi untuk masalah kecepatan buta dalam sistem MTI. Scanning frekuensi mengakibatkan beberapa pembatasan yang di dalamnya sebuah porsi besar dari pita frekuensi yang tersedia digunakan untuk scanning dari pada untuk mengoptimasi resolusi target.
Radar ini juga menghasilkan data ketinggian akurat meskipun faktanya antena radar tidak memiliki elemen posisi vertikal mekanik. Hal ini dapat dilakukan dengan memfaktirkan di dalam efek “pitch and roll” dari kapal yang merubah frekuensi yang dipancarkan secara tepat/sesuai. Sistem giro (gyro sistem) yang dimiliki kapalmelengkapi set radar dengan data “pitch and roll”.
AN/SPS-48E mempunyai beberapa fitur operasional untuk menghasilkan performa radar optimal: kemampuan deteksi dan pelacakan otomatis untuk mendeteksi dan melacak target-target udara (multiple air targets) secara otomatis; kemampuan indikator target bergerak untuk membedakan target bergerak dari target diam dan untuk meningkatkan deteksi target selama munculnya “clutter and chaff” (kotoran dan sekam); dan kemampuan deteksi misil anti-kapal untuk menghasilkan deteksi dini terhadap misil anti-kapal yang diluncurkan pesawat dalam kondisi Electronic Countermeasures (ECM) berat. AN/SPS-48E dioptimalkan untuk menghasilkan performa lacak yang canggih dan dapat dipercaya di dalam sebuah lingkungan ECM hebat. Performa dan kemampuan AN/SPS-48E sangat bertambah dengan penambahan unit ADP (Auxiliary Detection Processor = Prosesor Deteksi Pelengkap). Peningkatan ini termasuk: deteksi target yang dekat atau diatas pulau, penerbang yang rendah, penerbang yang pelan dan deteksi target seksi silang radar rendah, kapasitas pelacakan yang lebih besar, waktu reaksi terhadap ancaman yang membaik, dan deteksi target yang ditingkatkan dengan korelasi langsung dengan sistemCooperative Engagement Transmission Processing Set (CETPS) AN/USG-2(V).


7.Catapult (Ketapel)
Dengan adanya pemusatan populasi di daerah dekat lautan, keberadaan AL dapat mempengaruhi peristiwa dunia. Serangan dari laut merupakan salah satu hal vital dalam strategi militer. AL dapat menyediakan sarana bagi angkatan lain untuk melakukan penyerangan lanjutan, seperti ”tempat tinggal” yang aman bagi tentara, pelabuhan dan lapangan terbang di lautan. Hal ini dapat dipenuhi dengan adanya kapal induk.
Sebuah kapal induk dapat mengangkut lebih dari 80 pesawat dan 2000 tentara. Sebuah kapal induk dengan 50 pesawat militer dapat mengirimkan lebih dari 150 serangan sehari terhadap target di daerah pesisir. Akan tetapi, target dengan jarak yang relatif jauh masih dapat diserang, bukan hanya di daerah pesisir. Sebuah kapal induk biasanya membawa stok bom lebih dari 4000 buah.

Desain Kapal Induk


Bridge (“Jembatan”) adalah posisi kontrol primer untuk setiap kapal ketika kapal sedang dalam perjalanan dan tempat dimana semua perintah dan komando berefek pada kapal, gerakannya dan rute-nya. Seorang Officer of the Deck (OOD) selalu berada pada bridge ketika kapal dalam perjalanan. Setiap OOD melakukan pengawasan selama 4 jam dan merupakan orang yang ditunjuk oleh Commanding Officer (CO) untuk bertanggung jawab atas kapal tersebut. OOD bertanggung jawab atas keselamatan dan operasi kapal, termasuk navigasi, pengendalian kapal, komunikasi, tes rutin dan inspeksi, laporan, supervisi dari team pengawas dan menyelesaikan rencana di hari itu. Juga di dalam bridge, terdapat Jurumudi yang mengendalikan kapal, dan lee helmsman (asisten jurumudi??) yang mengoperasikan kontrol perintah mesin, mengatakan kepada awak ruang mesin bagaimana kecepatan kapal. Ada juga pengintai dan Boatswains Mate of the Watch (BMOW=Kepala Kelasi) yang mensupervisi Jurumudi, lee helmsman, dan pengintai. Quartermaster of the Watch membantu OOD dalam navigasi, melaporkan semua perubahan cuaca, temperatur dan pembacaan barometer, serta menyimpan catatan kapal.
Combat Direction Center (CDC) adalah mata dan telinga kapal, dengan sistem deteksi udara berbasis komputer canggih. 4 modul perang dalam CDC mengumpulkan data spesifik dan mengirimkannya ke Tactical Action Officer (TAO) dimana data ini ditampilkan secara real time pada layar komputer besar. TAO menggunakan informasi ini untuk membantu Kapten dalam mempertahankan kapal dari serangan dan mengerahkan pesawat untuk misi penyerangan.

Primary Flight Control ("Pri-Fly"=Kontrol Penerbangan Primer) adalah menara kontrol untuk operasi penerbangan pada kapal induk. Di sini ”Air Boss” (Boss Udara) mengontrol semua lepas landas, pendaratan, mengontrol seluruh pesawat yang berada di udara sekitar kapal, dan pergerakan pesawat di dek penerbangan, yang menyerupai koreografi balet yang indah.
Fungsi primer dari Hangar Bay adalah untuk menyimpan dan area perbaikan untuk pesawat terbang. Hampir setengah dari 75 pesawat yang berada di kapal induk, dapat disimpan di Hangar Bay. Pesawat diangkat dari hangar Bay ke Dek Penerbangan dengan menggunakan salah satu elevator pesawat. Setiap empat elevator ujung dek dapat mengangkat 2 pesawat terbang dari hangar bay ke dek penerbangan dalam beberapa detik. Kru dek penerbangan dapat meluncurkan 2 pesawar dan mendaratkan 1 pesawat setiap 37 detik di siang hari dan 1 per menit di malam hari. Dek penerbangan sering disebut sebagai salah satu tempat yang paling berbahaya di dunia karena banyaknya pesawat berperforma tinggi yang meluncur dan mendarat di area terkurung yang relatif sempit.



Dari 4 ketapel-nya, sebuah kapal induk dapat meluncurkan sebuah pesawat dalam 20 detik. Ketapel mempunyai panjang 300 kaki (91,4 m) dan terdiri dari piston besar di bawah dek. Di atas dek, hanya sebuah alat kecil yang ”memegang” nose gear pesawat. Ketapel mempunya dua baris slot pipa silinder di bawah dek peluncuran. Ketika pesawat siap lepas landas, ”pemegang” pesawat mengatur pesawat ke ketapel dan mengaitkan ketapel ke nose gear pesawat. Pada setiap nose gear pesawat ada sebuah palang-T yang menarik pesawat turun ke ketapel. Palang di nose gear pesawat ini terpasang ke sebuah pintalan menonjol dari dek penerbangan dan terhubung ke sepasang piston di bawah dek. Sebuah alat penahan yang terpasang di nose gear menahan pesawat di tempat ketika tekanan piston terjadi. Setelah pengecekan terakhir, pilot meningkatkan mesin pesawat ke tingkat maksimal. Ketika pesawat berada pada kondisi mesin berkekuatan penuh, ketapel dilepaskan (ditembakkan), yang mengakselerasi pesawat dari 0 ke 160 knots di bawah 2 detik.
Pesawat kembali mendarat pada landasan melalui proses yang dikenal dengan ”arrested landing”. Tujuan dari pendaratan adalah bahwa pilot harus mengaitkan ”tailhook” pada satu dari empat kabel penangkap yang melintang di atas dek. Kabel-kabel ini terhubung pada mesin penangkap, alat hidrolis-mekanis besar yang menggulung kabel yang tertarik(akibat pendaratan pesawat) dan menyerap momentum pesawat. Ketika mendekat, kecepatan pesawat dipertahankan sedikit di atas ”stall speed”. Jika pesawat menyentuh dek, pilot segera meningkatkan kekuatan mesin hingga penuh, dengan tujuan, jika kait gagal menjangkau kabel, pesawat mempunyai tenaga yang cukup untuk kembali mengudara dan mencoba lagi.



Lampu-lampu Meatball (bakso) menolong pilot untuk membuat garis pendaratan. Di tengah terdapat lampu merah dan amber dengan lensa Fresnel. Jika lampu terlihat berada di atas palang horizontal hijau, maka pilot terlalu tinggi, jika di bawahnya, pilot terlalu rendah, dan jika lampu merah menyala, maka pilot sangat rendah. Jika lampu merah menyala pada kedua sisi palang vertikal amber, maka pendaratan dibatalkan.



Desain pesawat AL dimulai dengan airframe dan roda pendaratan, yang mampu menahan goncangan can tekanan setiap kali lepas landas dan mendarat. Setiap pesawat jenis ini mempunyai pengait ekor (tailhook), sebuah pengait terpasang di palang 8kaki memanjang di bagian belakang pesawat. Dengan pengait ini, pilot harus mengaitkan ke salah satu kabel penangkap yang melintang di dek kapal, yang mengakibatkan pesawat berhenti. Kabel penangkap ini diset untuk setiap pesawat di dek yang sama, tanpa memperhatikan ukuran atau berat pesawat. Empat kabel baja dengan ketebalan 1,375 inci berada di atas dek 2-5 inci dengan interval 35-40 kaki dan terhubung dengan silinder hidrolis di bawah dek yang berperan sebagai “shock absorber”. Ketika sebuah pesawat mendekat, keempat kabel di set untuk menahan beban pesawat. Ketika pesawat “terkait” ke kabel, kabel menarik piston yang terdapat ruang berisi cairan di dalamnya. Ketika piston tertarik, cairan hidrolis tertekan melalui lubang kecil di ujung silinder, hal ini yang mengabsorbsi (menetralkan) energi dari pesawat dan menghentikannya. Sebuah kabel penangkap capat menghentikan sebuah kapal dengan berat 54.000 pound dengan kecepatan 130-150 mph dengan jarak kurang dari 350 kaki. Ketika pesawat melepas kabel penangkap, piston tertarik kembali dan siap untuk mendaratkan pesawat dalam 45 detik.


8.AN/SPS-49 Very Long-Range Air Surveillance Radar

Set Radar AN?SPS-49 adalah sistem radar L-Band, jarak jauh, dua dimensi dan pencarian udara yang mampu melakukan deteksi dan pelaporan secara otomatis dalam voleme pengawasannya (surveillance volume). AN/SPS-49 mampu melakukan “centroiding” secara akurat dari jarak target, azimuth, amplitude, ECM (Electronic Countermeasures), background level dan velositas radial dengan sebuah faktor kepercayaan iring (associated) untuk menghasilkan data kontak untuk sistem komando dan kontrol. Sebagai tambahan, informasi jarak kontak dan “bearing” disiapkan untuk ditampilkan pada konsol indikator pesawat standar. AN/SPS-49 menggunakan sebuah antena line-of-sight dan horizon-stabilized untuk menghasilkan kemampuan pelacakan target altitiude-rendah di lautan, dan juga menggunakan sebuah fitur “upspot” untuk perlindungan dari ancaman “high diving” dalam mode “high diver”. Kontrol eksternal (dari) mode dan operasi AN/SPS-49 adalah oleh sistem komando dan control, dan melakukan proses untuk mengindentifikasi dan menandai kontak/target sebagai sinyal spesial untuk mendukung pertahanan diri. AN/SPS-49 mempunyai beberapa fitur operasional untuk mendapatkan performa radar maksimal: sebuah kemampuan deteksi target otomatis dengan prosesing Doppler berdenyut (Pulse Doppler Preccessing) dan peta kekacauan (clutter maps), memastikan deteksi yang akurat dalam tipe kekacauan (clutter) normal dan parah, kemampuan ECM untuk lingkungan “jamming”, kemampuan indikasi target bergerak selama munculnya kekacauan dan “chaff”, Medium PRF Upgrade (MPU) untuk kemampuan meningkatkan deteksi dan mengurangi kesalahan kontak, dan sebuah fitur Coherent Sidelobe Cancellation (CSLC).
Radar Pemantau Udara Jarak Jauh AN/SPS-49 digunakan untuk mendeteksi target secara dini. Radar AN/SPS-49 beroperasi dalam keberadaan clutter, chaff fan ECM untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan mengontrol ancaman “low-radar-cross-section” yang bergerak dengan kecepatan supersonic. AN/SPS-49 menyediakan element “front-end” untuk identifikasi target yang terbaik, penandaan dan penembakan/pengejaran dengan misil jarak jauh (SM-1 atau AM-2) atau misil pertahanan local jarak dekat. Fitur kunci dari radar versi terbaru, SPS-49A(V) adalah single-scan estimasi velositas radial untuk semua target yang memungkinkan promosi yang lebih cepat untuk deteksi yang kuat dan deteksi manuver yang lebih baik. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pemrosesan sinyal unik yang dikembangkan oleh Radar Division of NRL menggunakan pendanaan 6.1dan 6.2 Office of Naval Research (ONR).
Radar AN/SPS-49(V) adalah radar pemamtau udara dengan berkas gelombang sempit, jarak jauh dan 2-dimensi yang tujuan utamanya mendukung misi AWW di kapal permukaan. Radar ini digunakan untuk pengawasan udara jarak jauh tanpa mengiraukan adanya “clutter” yang parah dan lingkungan “jamming”. Fungsi tambahannya termasuk kontro jalur (traffic) udara, kontrol intersep udara, dan kontrol pesawat anti-kapal selam. Radar ini juga mendukung sistem senjata tiga dimensi (3D)

spesifikasi
Band: L
Frequency Band: 850 to 942 MHz, three selectable 30MHz bands, 48 discrete frequencies
Transmitting Power: 360 kW peak, 280 kW specified peak power 12-13 kW average power

Antenna Parameters: Parabolic Reflector stabilized for roll and pitch 7.3m/24 ft wide, 4.3m/14.2 ft high,Rotating Clearance 8.7m/28.4 ft diameter
Beamwidths: 3.3°-3.3° azimuth, 11° elevation Cosec2 to 30°, csc2 to 20° elev
Gain: 28.5 dB
Scan rate:6 or 12 rpm
Line-of-sight mechanical stabilization to ± 25 deg roll
IFF antenna (AS-2188) mounted on boom

Range: 250 nm
Minimum Range: 0.5 nmi
Frequency Selection: Fixed or frequency agile
Range Accuracy: 0.03 nmi
Azimuth Accuracy: 0.5 deg
PRF: 280, 800, 1000 pps
Pulse width:125 microsecond


9.INJ Akagi Aircraft Carrier

Akagi (berarti “Kastil Merah” dan merupakan nama sebuah gunung) sebenarnya awalnya dibuat sebagai sebuah battle cruiser seberat 41.200 ton, tetapi pembuatan di Kure Naval Yard terhenti setelah masuknya Washington Naval Treaty pada 1922. Setahun kemudian, keputusan diambil untuk mengubah desain Akagi menjadi kapal induk untuk Imperial Navy. Kapal lain, Kaga, yang awalnya akan dibuat sebagai battle cruiser, dirubah menjadi kapal induk di waktu yang bersamaan.
Akagi dibuat dengan dua hangar, dek penerbangan “flush”, dan dua dek hangar di depan platform untuk lepas landas. Sebagai tambahan, Akagi dilengkapi dua cerobong, yang besar melengkung ke bawah dan yang kecil melengkung ke atas. Berada di bawah dek penerbangan, cerobong tersebut disatukan menjadi cerobong yang melengkung ke bawah pada overhaul besar-besaran tahun 1935 dan 1938. Dalam overhaul yang sama, dilakukan modernisasi Akagi dengan suatu inovasi teknik, panjang hangar ditambah 80 kaki dan dek penerbangan diperlebar, sementara platform take off pada dek hangar dibuang seluruhnya. Dengan perluasan hangar, pesawat yang diangkut bertambah dari 60 ke 91 pesawat, dengan jumlah pesawat operasional 72 buah.
Selama overhaul, dua buah “gun turret” 8 inci dganti menjadi “pulau kecil” yang tidak biasa yang dipasang pada “port side” di bagian tengah kapal. Hal ini ditiru pada Hiryu. Kapal induk lain mempunyai “pulau” di “starboard (standard) side”. Ahli strategi merencanakan untuk memakai kapal ini untuk sebuah formasi unik. Kapal induk terdepan pada formasi dasar adalah Akagi dan Hiryu yang memiliki “pulau” di “portside”, diikuti oleh Soryu dan Kaga. Formasi ini dirasa efektif dengan pola trrafik pesawat non-konflik. Formasi ini dipakai pada “Battle of Midway”.
Penambahan signifikan yang terjadi adalah penambahan empat buah tonjolan kaki lebar pada lambung kapal yang menghasilkan proteksi lebih di bawah “waterline”, sehingga meningkatkan kestabilan kapal. Terakhir adalah penambahan sebuah lift pesawat menjadi tiga lift. Secara keseluruhan, Akagi menjadi teknologi inovatif kapal yang dianggap paling tidak praktis dan buruk, sehingga tidak diadopsikan pada pembangunan kapal induk lain.
Akagi diresmikan secara formal pada 25 Maret 1927 dan mengganti Hosho sebagai kapal induk terbesar Imperial Navy Jepang. Setahun kemudian, Akagi digabung dengan Kaga. Akagi tetap menjadi kapal utama dan menjadi pemimpin pada penyerangan Pearl harbour 7 Desember 1941. Setelah Pearl Harbour, Akagi ikut berpartisipasi pada serangan di Samudera Indonesia, tetapi mengalami kerusakan parah pada “Battle of Midway” pada Juni 1942. Dek penerbangannya hancur dan binasa oleh serangan yang tak terhentikan. Akhirnya keputusan diambil untuk meninggalkan kapal, dan Akagi tenggelam pada 5 Mei 1942.


10.MK91 Guided Missile Fire Control System (GMFCS)

MK91 Seasparrow Guided Missile Fire Control System (GMFCS= Sistem Kontrol Penembakan Peluru Kendali “Seasparrow) NATO merupakan Program Rearsitektur yang mengintegrasikan NATO SEASPARROW Surface Missile System (NSSMS=Sistem Misil Permukaan “Seasparrow” NATO) ke dalam Ship Self Defense System (SSDS=Sistem Pertahanan Diri Kapal) untuk menghasilkan lapisan tambahan bagi pertahanan misil kapal. Usaha ini termasuk: mengkombinasikan kemampuan Firing Officer Console dan Radar Set Console menjadi sebuah Advanced Display System Console (AN/UYQ 70); memodifikasi Prosesor Data Sinyal dan menghilangkan Pengubah Data Sinyal Komputer milik MK157 dan System Evaluation and Trainer (SEAT) yang tidak lagi cocok dengan pengembangan ini; dan pendistribusian kembali kemampuan ini ke dalam mikroprosesor kompatibel SSDS. Pendekatan ini akan menghilangkan analog, arsitektur point-to-point, dan keterbatasan channel input-output pada NSSMS MK57, sehingga memungkinkan eksploitasi penuh terhadap kemampuan ESSM di masa yang akan datang dan menghasilkan pengurangan signifikan (50%) pada biaya untuk kepemilikan dan pengawakan NSSMS.
blaput - 29/11/2008 12:23 AM
#8

wow keren ya,,,,,,
jellyjuice - 29/11/2008 12:27 AM
#9

Quote:
Original Posted By clarita
pertamax

indon gak pny ya??


padahal negara kelautan

dasar,,mental kuli semua nye

klo gak salah thailand pny deh


hahahaha indon mah blom sampe kesana..
j3fr1 - 29/11/2008 12:32 AM
#10

11.Chakri Naruebet Offshore Patrol Helicopter Carrier, Thailand

Kapal Induk Kelikopter Patroli LEpas Pantai, HTMS Chakri Naruebet, dibangun untuk Royal Thai Navy (RTN) oleh pembuat kapal Spanyol, Izar (dahulu EN Bazan). Pada Februari 2005, berubah menjadi perusahaan baru, Navantia.
Di bawah sebuah kontrak yang ditandatangani pada Juli 1992, Chakri Naruebet dibangun di Navantia's El Ferrol yard di Spanyol dan diresmikan pada Maret 1997. Dengans ebuah desain yang sama dengan kapal induk Spanyol, Principe de Asturias, kapal induk ini dilengkapi dengan sebuah “ski jump” 12 derajat untuk memungkinkan digunakannya pesawat jenis Harrier. Peran utama kapal induk ini adalah EEZ, survey dan perlindungan, serta pencarian dan pertolongan, tetapi kapal induk ini juga dapat digunakan sebagai kapal utama untuk komando dan pengontrolan, support udara untuk kapal permukaan Thailand atau bantuan bencana. Kapal ini ber”home base” di Teluk Thailand.
Desain
Kapal ini dilengkapi dengan 6 helikopter multi-misi Sikorsky S-70B Seahawk yang didesain untuk peran anti-kapal selam. Dan juga ditambah dengan pesawat STVOL () short take-off/vertical landing ) Matador AV-8S, bekas Spanyol. Dek penerbangan Chakri Naruebet berukuran 174.6m x 27.5m, yang ujungnya berupa sebuah ”ski jump” 12 derajat, dapat mengakomodasi take-off/pendaratan 5 helikopter secara bersamaan; hangar-nya dapat digunakan untuk menyimpan 10 helikopter medium atau pesawat berukuran Harrier. Kapal induk ini mempunyai kecepatan maksimal 26 knot, dengan “cruise speed” 16 knot. Jarak yang dapat ditempuh sekitar 10.000 nm pada kecepatan 12 knot. Dua “spade rudder” (kemudi sekop) dan empat stabilizer bodi kapal sudah dipasang.

Sistem Komando
Sistem komando dan kontrol kapal dibuat pada sebuah pusat informasi pertempuran dengan 7 konsol “Inisel” dan sebuah konsol pelengkap. Sistem pertempurannya adalah AN/UYK-43C Lowboy dengan integrasi sistem senjata yang dibuat oleh FABA, Spanyol.

Persenjataan
Kapal ini diharapkan untuk dapat dilengkapi dengan sebuah Mk 41 Sistem Peluncuran Vertikal (VLS=Vertical Launch System) untuk misil permukaan-ke-udara “Seasparrow”. Seasparrow menggunakan kendali radar semi-aktif, mempunyai jarak jangkau 14 km dengan kecepatan 2.5 Mach. Kapal induk ini mempunyai 3 peluncur 6-sel MBDA (formerly Matra BAe Dynamics) Sadral untuk misil Mistral. Misil Mistral adalah misil anti pesawat jarak dekat yang dapat juga mengintersep misil yang datang. Peluncur 6-sel Sadral adalah turret yang stabil, dilengkapi dengan kamera televisi yang dapat dilengkapi dengan channel inframerah untuk pelacakan/pencarian target. Misil Mistral dilengkapi dengan kepala kendali inframerah yang disuplay oleh SAGEM dan mempunyai 3kg hulu ledah eksplosif tinggi, yang dilengkapi dengan bola tungsten. Jarak tempunhnya 4km.
Meriam kapal 30mm sampai sekarang belum dipasang.
Countermeasures
Di masa yang akan datang, sistem countermeasures juga diharapkan dapat dipasang untuk melengkapi sistem yang sudah ada.

Sensor
Kapal induk ini dilengkapi dengan radar pencarian udara jarak menengah Raytheon AN/SPS-52C 3-D yang beroperasi pada bands E/F, radar kontrol helicopter dan navigasi Kelvin Hughes, radar navigasi band-I Kelvin Hughes, sistem navigasi satelit MX 1105 Transit/GPS Omega dan sistem URN 25 Tacan.
Di masa datang diharapkan sistem sonar aktif frekuensi menengah dapat dipasang di badan kapal.

Mesin/Propulsi
Propulsinya adalah sebuah sistem Combined Diesel or Gas Turbines (CODOG) yang dilengkapi dengan dua pasang turbin gas GE LM-2500 dengan kekuatan 44,250hp dengan sebuah kecepatan 3.600 rpm dan mesin disel Izar-MTU 16V1163 TB83 dengan masing-masing keluaran tenaga 6,437hp pada 1,200rpm, yang akan memutar 5 baling-baling dengan 2 “pitch” variabel


12.Nuclear Propulsion

Sebuah kapal bertenaga-nuklir dibangun dengan pembangkit tenaga nuklir di dalam sebuah bagian kapal yang disebut sebagai kompartemen reaktor. Komponen pembangkit tenaga nuklir ini termasuk sebuah tempat reaktor baja bekekuatan tinggi, “heat exchanger” (generator uap), serta pipa, pompa dan katup yang terangkai. Setiap reaktor terdiri dari lebih dari 100 ton lapisan timah, sebagian dibuat radioaktif karena kontak dengan material radioaktif atau dengan aktivasi neutron dari material pengotor dalam timah.
Propulsi dari kapal atau kapal selam bertenaga nuklir menggunakan reaktor nuklir untuk menghasilkan panas. Panas berasal dari reaksi fisi dari bahan bakar nuklir yang berada dalam reaktor. Karena proses reaksi fisi juga menghasilkan radiasi, lapisan timah juga dipasang diseputar reaktor agar kru kapal terlindung.
Propulsi nuklir menggunakan sebuah desain reaktor air bertekanan tinggi yang mempunyai dua sistem dasar-sistem primer dan sekunder. Sistem primer mensirkulasi air biasa dan yang berada pada reaktor, lubang pipa, pompa dan generator uap. Panas yang dihasilkan reaktor ditransfer ke air di bawah tekanan tinggi sehingga tidak mendidih. Air panas ini dipompa ke generator uap dan kembali ke reaktor untuk pemanasan kembali.
Dalam generator uap, panas dari air pada sistem primer ditransfer ke sistem sekunder untuk menghasilkan uap. Sistem sekunder terisolasi dari sistem primer sehingga air di dalam dua sistem ini tidak akan tercampur.
Pada sistem sekunder, uap mengalir dari generator uap untuk memutar generator turbin, yang men-supply kapal dengan listrik, dan turbin propulsi utama yang akan memutar propeller (baling-baling kapal).
Setelah melewati turbin, uap terkondensasi menjadi air yang masuk kembali ke generator uap. Demikian, kedua sistem, primer dan sekunder, adalah sebuah sistem tertutup di mana air terresirkulasi dan terbarui.
Karena tidak ada tahap dalam sistem mesin nuklir yang membutuhkan udara/oksigen, maka kapal dapat beroperasi tanpa harus tergantung dengan atmosfer bumi selama waktu yang sangat lama.
Reaktor kapal mengalami perubahan tenaga berulang-ulang untuk maneuver kapal, tidak seperti reaktor sipil yang bekerja dalam kondisi stabil. Internal (bagian dalam) reaktor kapal tetap tidak dapat diakses untuk inspeksi atau penggantian komponen karena umur inti nuklir yang panjang, tidak seperti reaktor nuklir komersial yang dibuka untuk pengisian bahan bakar setiap 18 bulan.



Tidak seperti pembangkit listrik nuklir komersial, reaktor kapal harus cukup kuat dan ulet untuk menghadapi berdekade operasi keras di laut, yang mengharuskan perputaran dan perubahan tenaga yang cepat, terutama pada kondisi pertempuran. Kondisi ini bercampur dengan lingkungan yang keras di dalam reaktor, seperti efek jangka panjang irradiasi, korosi, temperature dan tekanan tinggi. Kebutuhan untuk komponen reaktor nuklir kapal jauh lebih ketat dari pada kebutuhan untuk keperluan sipil, sehingga harganya jauh lebih mahal. Program Reaktor Kapal menunjukkan pada dunia bahwa tenaga nuklir dapat ditangani dengan aman, tanpa efek berbahaya bagi masyarakat ataupun lingkungan

Dari artikel di atas dapat dianalogikan:
1. untuk mengatur kebutuhan energi (dalam hal ini termasuk juga kecepatan), panas yang dihasilkan oleh reaktor untuk menghasilkan uap dan turbin, disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk menyesuaikan panas yang dihasilkan, maka reaksi fusi yang terjadi juga harus disesuaikan dengan cara mengatur jumlah atom uranium yang direaksikan (bereaksi fusi). Semakin sedikit uranium yang direaksikan, panas yang dihasilkan semakin sedikit, uap berkurang, dan turbin propeler juga berputar lebih lambat, so kecepatan berkurang....demikian sebaliknya. Tapi untuk mengatur jumlah uranium yang bereaksi... i have no idea...hehehehe
2. mengatur uap yang masuk ke generator propeler, semakin sedikit uap yang dimasukkan ke turbin propeler, kecepatan berputar propeler berkurang... demikian sebaliknya...


13.Project 1143 Krechyet Kiev class


Kapal induk kelas Krechyet sepanjang 273 meter mensuport kapal selam misil strategis, kapal permukaan dan pesawat “naval” milik Rusia. Untuk memenuhi sistem klasifikasi kapal baru dari AL, kapal-kapal kelas ini dikategorikan sebagai “heavy aircraft carrying cruisers”. Kapal kelas Krechyet mampu untuk menghadapi peperangan kapal permukaan, kapal selam dan anti-udara. Dengan sebuah dek penerbangan seluas 14.700 meter persegi, kabel penanggkap pendaratan pesawat, dan sebuah haluan ski-jump, “airwing” kapal induk terdiri dari 14 interseptor “vertical launched” Yak-41M (Freestyle), 8 pesawat tempur Yak 38 (Forger), 10 Ka-27 PLO (Helix), 2 helikopter SAR Ka-27 PS (Helix) dan 4 helikopter Ka-27 RLD (Helix). Dua elevator starboard mengangkat pesawat dari dek hangar ke dek penerbangan. Dilengkapi dengan sistem misil anti-kapal Bazalt, kapal induk jenis ini mempunyai lancher misil permukaan-ke-permukaan. Sistem pertahanan udara jenis kapal induk Krechyet terdiri dari 24 launcher misil vertikal Klinok dan 192 misil anti-udara.
Kapal-kapal Proyek 1143 dibuat di Chernomorsky Plant. Tiap kapal mempunyai beberapa aransemen berbeda. Unit kedua, yang diluncurkan dengan nama Minsk, kapasitas pesawat ditingkatkan 50%, sebuah perubahan aransemen pada dek hangar pesawat. Selama proses pengembangan, dek penerbangan dibuat elingkar dan deflektor angina dipasang di depan. Unit ketiga dan keempat didesain untuk membawa pesawat generasi baru seperti pesawat VTOL supersonic Yak-36P (Yak-141) (dibatalkan) dan helicopter Ka-27, sebagai tambahan untuk pesawat Yak-38 dan helikopter Ka-25.
Unit keempat hasil proyek ini, Baku (yang akhirnya dirubah namanya menjadi Admiral Gorshkov, kadang-kadang dianggap berbeda kelas dengan unit-unit yang lain. Pengembangannya terdiri dari radar “array” terfase, instalasi peperangan elektronik ekstensif, dan ruangan komando dan kontrol yang diperluas. Dek penerbangan diperpanjang ke depan 5 meter melebihi tiga unit sebelumnya. Modifikasi lain termasuk tambahan 4 launcher SS-N-12 SLCM (total menjadi 12), penghilangan launcher SUW-N-1 untuk roket balistik anti-kapal/anti-kapal selam FRAS nuklir dan penghilangan misil permukaan-ke-udara SA-N-3 dan 10 pipa torpedo 21-inch. Kapal induk ini dilengkapi dengan sebuah sistem peperangan anti-kapal selam terintegrasi Udav-1 dengan 60 roket anti-kapal selam.
Negosiasi antara Rusia dan India dimulai pada 1994 untuk penjualan Admiral Gorshkov yang telah dinonaktifkan sejak 1991. Pada januari 1999 kesepakatan diperoleh untuk penjualan tersebut. Admiral Gorshkov dilaporkan akan dimodifikasi secara penuh dengan biaya $500-650 juta untuk dapat mengangkut pesawat konvensional seperti Su-27K Flanker-D dan MiG-29K Fulcrum-D. Modifikasi ini juga termasuk penambahan haluan lereng ski-jump take-off , dan pembongkaran beberapa launcher misil untuk memperluas lereng tersebut. Modifikasi ini dilakukan di Severodvinsk.


Specifications
Designer: Nevskoye Planning and Design Bureau
Builder: Chernomorsky [Nikolayev South]
Displacement (tons): 36,000 tons standard; 38,000 tons standard [Gorshkov]; 43,000-43,500 tons full load; 45,000-45,500 tons full load [Gorshkov]
Speed (kts): 32 knots
Dimensions (m): 249.5-257.0 meters long waterline; 273.0-274.0 meters long overall; 32.6-32.7 meters waterline beam; 3.0 meters flight deck width; 9.5 meters draft standard; 12.0 meters draft mean full load
Propulsion: 8 turbopressurized boilers; 4 steam turbines; 200,000 shp; 4 shafts
Crew: 1,200-1,600 (including air group)

Armament:
Missiles:
KIEV, MINSK 2 SA-N-3 Goblet twin launchers; 2 SA-N-4 Gecko twin launchers; 8 SS-N-12 Sandbox tubes
NOVOROSSIYSK 2 SA-N-3 Goblet twin launchers; 12 SA-N-9 8-cell vertical launchers; 8 SS-N-12 Sandbox tubes
GORSHKOV 24 SA-N-9 8-cell vertical launchers;12 SS-N-12 Sandbox

Guns:
KIEV, MINSK, and NOVOROSSIYSK 4 76.2-mm/59-cal AA (2 twin); 8 30-mm/65-cal AK-630 close-in (8 multi-barrel)
GORSHKOV 2 100-mm/70-cal DP (2 single); 8 30-mm/65-cal AK-630 close-in (8 multi-barrel)
Torpedoes: 10 21-in (533-mm) torpedo tubes
Aircraft: 12 or 13 Yak-38 Forger VSTOL; 14 to 17 Ka-25 Hormone or Ka-27/29 Helix


14.Garibaldi Aircraft Carrier, Italy



Kapal utama AL Italia adalah kapal induk MM Garibaldi, yang dibuat oleh Fincantieri di Genoa, dan diresmikan pada 1985. Garibaldi (C551) digolongkan sebagai CVS-Aircraft Carrier ASW (Anti-submarine Warfare=Anti Kapal Selam). Kapal induk ini mampu mengangkut 18 helikopter atau satu skuadron pesawat tempur jenis vertical atau short take-off and landing (VSTOL).
Kapal induk ini mampu mengangkut peralatan anti-kapal selam, dapat mengkomandoi dan mengontrol pasukan AL dan aero-AL, pengintaian/menyurvey daerah sekitar, pengawalan konvoy, komando transportasi dan support logistic bagi armada yang ada.

System Pertempuran
Sistem komando dan kontrol kapal ini adalah IPN20 yang disuplai dari Selex Sistemi Integrati (dulunya Alenia Marconi Systems). IPN 20 mengumpulkan informasi dari sensor-sensor kapal dan dari komunikasi dan jaringan data untuk menyusun dan menampilkan situasi taktis. Sistem komunikasinya termasuk komunikasi satelit, Link 11 dan Link 14. Kapal ini telah diupgrade dengan Link 16 dan Wide Area Network (WAN) baru.

Misil
Sistem misil permukaan-ke-permukaan jarak-jauh milik kapal ini adalah MBDA (sebelumnya Alenia) Otomat yang dipasang pada dek meriam di buritan kapal, dua launcher di sisi kiri kapal dan dua pada bagian kanan kapal. Misil ini mempunyai sistem kendali radar yang dipersenjatai dengan hulu ledak 210 kg dan dengan jarak jangkau 120 km.
Sistem misil permukaan-ke-udara MBDA Albatros merupakan pertahanan jarak-dekat. Launcher 8-cell Albatros dipasang di atap dek di depan dan buritan kapal. Sistem ini menggunakan misil Aspide. Aspide mempunyai pencari-radar semi-aktif dengan jarak jangkau 14 km. 48 buah Aspide dapat diangkut. Kontrol penembakan Albatros diatur oleh tiga pengarah elektro-optikal/radar Selex NA 30 yang termasuk di dalamnya kamera inframerah dan penjari-jarak laser, seperti halnya radar kontrol penembakan Selex RTN 30X.

Meriam
Kapal induk ini dipersenjatai dengan tiga 40mm/70mm meriam kembar dari Oto Melara. Meriam ini mempunyai kecepatan tembak 300rounds/menit ke target udara dengan jarak 4km dan target permukaan dengan jarak 12km. Sistem kontrol senjata Meriam ini meliputi tiga sistem Selex NA 21.

Torpedo
Dua launcher torpedo pipa-tripel ILAS 3 dari WASS (Whitehead Alenia Sistemi Subaqua) dipasang pada kapal induk ini. Pipa 324mm dapat menembakkan torpedo Honeywell Mark 46 atau A290.

Pesawat Terbang
Dek penerbangan kapal ini sepanjang 174m dan lebar 30,5m, dan di depannya terdapat lereng “sky jump” 4 derajat sepanjang 15m. Kapal dapat mengakomodasi 18 helikopter, seperti Agusta Sikorsky SH-3D Sea King atau Agusta Bell AB212. Sebagai alternative, kapal ini dapat mengakomodasi pesawat Harrier II 16 AV-8B atau campuran dari helikopter dan pesawat Harrier. Dek penerbangan ini telah diupgrade untuk dapat mengakomodasi helikopter EH101.

Countermeasures
Sistem penerima peringatan radar dan jamming kapal ini adalah Elettronica Nettuno SLQ-732. Umpan (decoy) torpedonya adalah SLQ-25 Nixie.
Kapal ini mempunyai dua Oto Melara SCLAR Naval Decoy Launcher Systems yang melepas “chaff dispensers”, infrared decoys atau illuminating flares. SCLAR adalah sebuah sistem 105mm 20-barrel dan menghasilkan pengaburan/”confusion”, pengacauan dan “seduction mode jamming”.
Kapal induk ini juga dilengkapi dengan sebuah sistem anti torpedo SLAT yang dikembangkan oleh Eurslat, sebuah konsorsium yang terdiri atas WASS (Whitehead Alenia Sistemi Subaqua), DCN dan Thales Underwater Systems (formerly Thomson Marconi Sonar)

Sensor
Radar pencari udara jarak-jauh milik kapal ini adalah Selex Sistemi Integrati MM/SPS-768 (RAN 3L) yang beroperasi pada band D yang mempunyai jarak di atas 200 km. Radar pengintaian/survey jarak-jauh tiga-dimensi Raytheon AN/SPS-52C beroperasi pada band E yang mempunyai jarak 400km. Radar pencari permukaan dan udara jarak-menengah Selex SPS-774 beroperasi pada band E dan F mempunyai jarak melebihi 150km. Sistem Selex Sensors & Airborne mensuplai radar pencari udara dan targeting MM/SPS-702, radar navigasi MM/SPN-749 dan radar kontrol pesawat MM/SPN-728 yang beroprasi pada band I.
Sonar pencari aktiw “bow-mounted” DE 1160 LF disuplai oleh Raytheon.

Propulsi
Sistem propulsi kapal induk ini adalah aransemen combined gas turbine and gas turbine (COGAG). Sistem ini didasari pada 4 mesin turbin gas LM2500 yang dikembangkan oleh FiatAvio di Turin di bawah perjanjian lisensi dari perusahaan AS General Electric (GE). LM2500 menghasilkan tenaga 81,000hp. Sistem propulsi ini menghasilkan kecepatan maksimal 30knot dan pada kecepatan ekonomis (20knot), jarak jangkaunya adalah 7.000 mil nautical.
cbtendo - 29/11/2008 12:36 AM
#11

[QUOTE=we supratman;55658430]hoi...

lihat definisi air craft carier itu apa?

coba tengok fungsi utama air craft carier itu apa?

apakah semua negara kepulauan / maritim itu punya air craft itu harus punya ?

mengapa singapura tidak punya padahal bisa membelinya ?

semoga bisa jadi bahan diskusi yang sehat dan mencerah kan ..

salam ...
j3fr1 - 29/11/2008 12:44 AM
#12

15.Invincible Class Aircraft Carriers, United Kingdom (US)


Kapal induk pertama kelas HMS Invincible dibuat oleh Vickers Shipbuilding and Engineering (sekarang BAE Systems Marine) di Barrow-in-Furness. Kapal ini diresmikan pada 1980. Dua kapal induk “saudaranya” HMS Illustious dan HMS Ark Royal dibuat di Swan Hunter Shipbuilders di Wallsend, yang diresmikan pada 1982 dan 1985.
Setelah berakhirnya Perang Dingin, peran primer Kapal induk berbobot 20.600 ton ini dirubah dari kontrol laut menjadi “maritime force projection” (proyeksi kekuatan bahari), penyerangan maritime, maneuver littoral dan untuk komando dan kontrol operasi darat. Kapal induk ini sekarang mengangkut satu Tailored Air Group (TAG), yang terdiri dari pesawat Joint Force Harrier (JFH), serta Helikopter Sea King dan Merlin.
Kapal Induk Kelas Invincible ini mampu mengangkut 1.000 awak termasuk 350 awak udara dan 80 opsir, serta dapat ditambah dengan 500 orang mariner.
Kapal induk ini dipersenjatai dengan sebuah launcher kembar Sea Dart, yang dipasang di bagian depan kapal, dekat dengan “ski ramp” pada dek penerbangan. Akan tetapi, seluruh sistem misil di kapal induk ini dan kedua “saudaranya” telah dibuang untuk memperluas dek penerbangan, menambah kapasitas pesawat dan agar pesawat RAF Harrier GR.7/9 dapat lepas landas dari kapal ini. HMS Invincible selesai dikembangkan kembali pada Maret 2003. Sedangkan Illustrious pada November 2004 di Babcock's Rosyth yard.
Pada Maret/April 2003, HMS Ark Royal digunakan untuk “task force” UK untuk mensupport Operation Iraqi Freedom. Di atasnya diangkut helikopter Merlin HMA1 dan Sea King ASaC Mk 7, operasi pertama untuk kedua helikopter ini.
HMS Invincible telah didekomisikan pada Agustus 2005, akan tetapi kapal ini masih beroperasi di bawah AL Inggris sampai 2010.

Sistem Komando
Sistem data pertempuran kapal induk ini adalah BAE Systems ADIMP dengan link komunikasi Link 10, Link 11 dan Link 14. Setelah dikembangkan kembali, HMS Invincible mempunyai sistem pertempuran yang setara dengan Illustrious dan Ark Royal, dengan konsol multi-fungsi dan display warna panel-datar. Sistem komunikasi satelit yang aman, Astrium (formerly Matra Marconi) SCOT, mempunyai kapasitas untuk mengatasi kecepatan data sampai 2Mb/dtk.
BAE Systems diupgrade setara dengan sistem data pertempuran milik Illustrious dan Ark Royal dengan link 16, kontrol peralatan perang anti-udara dan arah pesawat, dan sebuah kemampuan tracking IFF (Interrogation Friend or Foe) yang baru.

Meriam
Kapal Induk Invincible awalnya dipersenjatai dengan launcher kembar Sea Dart, yang kemudian dibuang. Kapal induk ini sekarang mempunyai tiga Thales Nederland (dulunya Signaal) Goalkeeper CIWS yang mempunyai kecepatan tembal 4.200 rounds per menit dengan jarak 1.500 meter.
Kapal ini juga dilengkapi dengan dua GAM-B01, meriam 20mm, dari Oerlikon-Contraves and BAE SYSTEMS, yang mempunyai jarak tembak 2km dan kecepatan tembak 1.000 rounds per menit.

Countermeasures
Kapal induk ini dilengkapi dengan sistem jamming Thales Defence Type 675(2) dan sebuah sistem pengukuran pendukung elektronik UAT(8) yang juga disuplai oleh Thales Defence (dulunya Racal).
Sistem decoy kapal ini adalah Royal Navy's Outfit DLJ dengan Sea Gnat. Di sini terdapat delapan 130mm launcher six-barrel yang diproduksi oleh Hunting Engineering. Chemring and Pains Wessex memproduksi Sea Gnat chaff dan infra-red decoys.

Pesawat
Tailored Air Group (TAG) tersidiri dari sampai 24 pesawat yang termasuk di dalamnya sembilan kombinasi dari pesawat RAF/RN Joint Force Harrier GR7/GR9. Pesawat Royal Navy FA2 Sea Harrier telah ditarik dari operasi dari Maret 2004 dam skuadron terakhir dipensiunkan pada Maret 2006.
TAG termasuk campuran dari helikopter, tergantung perannya: Sea King ASaC Mk 7 helikopter peringatan awal serangan udara, Sea King dan Chinook helikopter pendukung dan Merlin HM.1 helikopter anti-kapal selam.
Landasan pada dek penerbangan sepanjang 170m dengan ski ramp 12 derajat. Di dalam dek hangar, pesawat terikat pada lantai dengan rantai pengaman dengan pengapit “tension”. Strachan and Henshaw dikontrak untuk memasang penggantian sistem pengangkat pesawat. Selex Sensors & Airborne Systems (sebelumnya Galileo Avionica) dikontrak untuk mensuplai radar SPN-720 untuk pendaratan pesawat Harrier GR9 pada Februari 2005. Sistem radar, sebuah sistem TACAN (Tactical Air Navigation) baru digunakan mulai April 2008.

Sensor
Radar kontrol oenembakan BAE Systems Type 909 G/H-band, yang mampu melakukan tracking target dan illuminasi untuk Misil Sea Dart, telah dibuang dan diganti dengan antena radar pencari permukaan BAE Systems Type 996 yang dipasang sangat tinggi pada menara di antara dua lobang asap.

Propulsi
Kapal induk ini dilengkapi dengan mesin COGAG (Combined Gas turbine And Gas turbine), yang terdiri dari empat mesin turbin gas Rolls-Royce Olympus TM3B yang menghasilkan tenaga 97.000 hp, dengan kecepatan 28 knots. Pada kecepatan ekonomis 19 knots, jarak tempuh kapal ini adalah 7.000 mil.


16.Principe de Asturias Aircraft Carrier, Spain

Kapal Induk Principe de Asturias telah beroperasi pada AL Spanyol sejak 1988. Kapal berbobot 17.190 ton ini dibuat oleh Izar (dulunya EN Bazan) dan berpangkalan di Rota naval air base. Pada Februari 2005, aktifitas pembuatan kapal Izar dirubah ke perusahan baru, Navantia.
Layout kappal ini diturunkan dari desain kapal Navy Sea Control AS. Geladak kapal mulai dibangun 1979 dan kapal ini diluncurkan 1982.
Integrasi dari sistem kontrol dan komando digital Tritan dan pemasangan “flag bridge” untuk memenuhi kebutuhan AL Spanyol menyebabkan peresmian Principe de Asturias sampai 1988.
AL Spanyol berencana untuk mengupgrade kapal ini pada pertengahan usianya agar kapal ini lebih efektif untuk peperangan littoral. Upgrade akan termasuk pengembangan pertahanan anti-kapal dan sistem komando.

Pesawat
Kapal ini mampu mengangkut sampai 12 pesawat AV-8B Harrier II Plus dan Harrier II (akan diupgrade untuk mendukung konfigurasi Harrier II Plus). Pesawat Harrier ini dipersenjatai dengan misil udara-ke-udara AIM-9L Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, serta misil udara-ke-darat AGM-65E Maverick, ditambah dengan meriam GAU-12U.
Kapal induk ini mempunyai fasilitas untuk mensupport sampai 12 Helikopter, biasanya enam Sikorsky Sea King SH-3H, empat Agusta AB-212 dan dua Sikorsky SH-3 AEW.
Kapal induk ini secara normal mendukung maksimal 29 pesawat tempur dan helikopter, dengan 12 pada dek dan 13 pada hangar. Pada keadaan darurat, maksimal 17 pesawat dapat disimpan di hangar yang berukuran 2..000 m2. Dek hangar dihubungkan dengan dua elevator penerbangan. Dek penerbangan berukuran 5.100 m2 mempunyai panjang 176 m termasuk “ski jump” 12 derajat sepanjang 46,5 m.

Sistem Senjata
Kapal induk ini mempunyai FABA Meroka mod 2B, sistem senjata jarak-dekat (close-in weapon systems = CIWS), dengan meriam 20mm Oerlikon L120. Meriam ini mempunyai kecepatan tembak 1.440 rounds per menit dengan jarak 2.000m.
Meriam ini dipasang 2 pada bagian buritan dan 1 di setiap sisi kanan dan kiri dek penerbangan. Sistem kontrol penembakan Meroka mempunyai radar pencari dan sebuah imager termal Indra (dulunya ENOSA).
Sistem data pertempuran kapal induk ini adalah Tritan Digital Command and Control System.

Countermeasures
Sistem decoy kapal ini adalah Sippican Super Rapid Bloom Offboard Countermeasures, Super RBOC. Enam launcher barrel dapat menembak “chaff and flare cartridges” sampai jarak 4 km. “Towed torpedo decoy”-nya adalah decoy Sensytech AN/SLQ-25 Nixie. Sebuah sistem “hull noise and propeller rate suppression” mengurangi jejak akustik kapal dan meningkatkan efektifitas countermeasure akustik yang dikeluarkan.
Sistem jamming dan pengintersep radar adalah unit countermeasure elektronik Nettunel dari Elettronica.

Sensor
Antena kotak besar di atas tiang radar kapal ini adalah radar pencarian udara Raytheon SPS-52C/D 3D yang beroperasi pada bands E dan F. Tepat dibawahnya adalah antena radar pencarian permukaan adalah ISC Cardion SPS-55 yang beroperasi pada bands I dan J. Dome melingkar yang unik pada radar kontrol pesawat adalah ITT SPN-35A beroperasi pada band J, dipasang pada ujung-sengkang “island” pada level akar.
Radar kontrol penembakan untuk Meroka CIWS adalah radar Doppler monopulse FABA SPG-M2B, yang beroperasi pada band I. Radar peringatan-mendekatnya misil kapal adalah the SELEX Sistemi Integrati (sebelumnya Alenia Marconi Systems) RTN-11L/X yang beroperasi pada band I dan J. Radar pengejaran target band I dan J adalah Selex RAN 12 L.

Propulsi
Kapal ini dilengkapi dengan sistem propulsi COGAG (Combined Gas turbine And Gas turbine), yang terdiri dari dua mesin turbin gas General Electric LM 2500, yang menghasilkan tenaga 34.6MW. Sistem propulsi utama kapal ini menghasilkan kecepatan maksimal 25 knots dan jarak maksimal pada kecepatan ekonomis 20 knot sejauh 6.500 mil.



17.Cavour Aircraft Carrier, Italy

Pada 22 November 2000, sebuah kontrak telah disepakati oleh Fincantieri dan Menteri Pertahanan Laut Italia untuk mensuplai sebuah kapal induk yang dikenal sebagai Nouva Unita Maggiore (NUM) atau “Kapal Utama Baru” AL Italia.
Cavour adalah kapal induk milik AL Italia yang akan mulai beroperasi pada 2008. Pembuatan kapal yang pada awalnya bernama Andrea Doria tetapi kemudian diberi nama Cavour, dimulai di Fincantieri Shipyards di Riva Trigoso dan Muggiano pada Juli 2001. Cavour diluncurkan pada Juli 2004 dan mulai melakukan test laut pada 2006. Kapal induk ini dikirim ke AL Italia pada April 2008 dan dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir 2008 atau awal 2009.


DESAIN CAVOUR
Kapal ini mempunyai displasemen standar dengan berat 27.100 ton, panjang keseluruhan 244m dan mempunyai kecepatan 27 knot. Ukuran dek penerbangan kapal ini adalah 180m x 14m dengan ski jump 12 derajat. Kapal ini mampu mengakomodasi sampai 1.202 orang di atasnya, termasuk awak kapal sebanyak 486 orang, 211 awak penerbangan, 140 pasukan amfibi dan 360 dari Battalion San Marco, ditambah 90 pasukan ekstra jika diperlukan.
Fitur kuat dari kapal ini adalah fleksibilitas tingginya dalam kondisi operasional. Kapal ini dapat digunakan dalam misi militer msipil. Hangar pesawat di kapal ini dapat menampung 100 kendaraan kecil atau 24 tank tempur utama untuk misi amfibi. Kapal ini mempunyai 2 elevator 30 ton untuk pesawat dan 2 elevator 15 ton untuk persenjataan.

FUNGSI KAPAL INDUK
Kapal induk ini dilengkapi dengan sebuah dek penerbangan yang cocok untuk helikopter maupun pesawat yang dapat take-off dan mendarat dengan jarak pendek. Dia mempunyai hangar berukuran 2.00m2 yang juga dapat mengakomodasi kendaraan darat.
Kapal ini dapat menampung delapan pesawat jenis VTOL seperti AV-8B Harrier atau F-35 JSF varian VTOL, atau 12 helikopter seperti EH101, NH 90 atau SH-3D, atau kombinasinya. Operasi pendaratan akan didukung oleh sistem pendaratan instrumen semua-cuaca frekuensi radio Telephonics AN/SPN-41A dan radar presisi Galileo Avionica SPN-720.
Fitur lain kapal ini adalah fasilitas rumah sakit dengan tiga ruang operasional untuk pasien, peralatan sinar-X dan CT Scan, dokter gigi dan laboratorium.

PERSENJATAAN
Kapal ini dipersenjatai dengan dua sistem peluncuran vertikal 8-sell dari Eurosam SAAM/IT missile system yang menembakkan misil Aster 15. Misil Aster 15 mempunyai hulu ledak 13 kg dengan jarak jangkau 30km. Sistem pandu misil ini adalah inersial dengan uplink data dan terminal radar aktif.
Sensor primer untuk SAAM/IT adalah radar multifungsi Selex Sistemi Integrati Empar G-band, yang mampu melakukan survey, pelacakan dan kontrol senjata secara bersamaan. Kapal ini pertama kali menembakkan misilnya dengan sistem SAAM/IT pada Desember 2002.
Kapal ini akan dilengkapi dengan dua meriam super cepat Oto Melara 76mm dan tiga meriam anti pesawat 25mm.

COMBAT SYSTEMS
Selex Sistemi Integrati merupakan integrator untuk sistem tempur kapal ini dan juga mensuplay sistem termasuk radar jarak jauh RAN 40L 3D D-band, radar permukaan RASS RASS 30X/I, radar survey, sistem SIR-R Interrogation Friend or Foe (IFF) dan sistem navigasi. Member lain dari sistem tempur kapal ini termasuk Elettronica, Galileo Avionica dan Oto Melara.
Sistem lain termasuk sonar penghindar ranjau Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS) SNA-2000, dua sistem kontrol penembakan radar/electro-optic dan sebuah sistem pencari dan pelacakan inframerah Galileo Avionica SASS (Silent Acquisition Surveillance System).

COUNTERMEASURES
Kapal ini dilengkapi dengan dua launcher decoy 20-barrel Oto Melara / Selex SCLAR-H untuk roket multi-tujuan 105mm atau 118mm. SCLAR-H menghasilkan pertahanan “soft-kill” otomatis penuh terhadap ancaman misil musuh dengan membuat bingung sensor musuh sebelum penembakan misil. Dua sistem pertahanan torpedo SLAT juga dipasang.

CAVOUR AIRCRAFT CARRIER PROPULSION
Cavour mempunyai propulsi Combined Gas Turbine and Gas (COGAG). Empat turbin gas LM2500 yang dibuat oleh FiatAvio dari Turin yang berada di bawah lisensi dari General Electric (AS), satu turbin dapat menghasilkan 22.000 kwh. Empat turbin memutar dua unit gigi (gear) yang masing-masing menghasilkan 60.000 tenaga kuda.
fad86 - 29/11/2008 12:47 AM
#13

Quote:
Original Posted By clarita
pertamax

indon gak pny ya??


padahal negara kelautan

dasar,,mental kuli semua nye

klo gak salah thailand pny deh


selama masih banyak hewan di senayan susah Bro. jangankan kapal induk, pengadaan kapal selam aja gak beres2

btw jangan nulis indon ya.. tulislah INDONESIA.. ato Indo ajah

buat ts, nice post
thebestgazper - 29/11/2008 12:54 AM
#14

kit tdk punya kapal induk dan tidak punya rencana atau keinginan punya kapal induk karena.......selai harganya mahal juga karena doktrin kemiliteran kita tdk membutuhkan kapal induk
j3fr1 - 29/11/2008 12:54 AM
#15

18.Aquila - Navy Ships


Aquila (berarti Elang) adalah kapal induk yang mulai dibangun pada 1941 tetapi tidak terselesaikan karena adanya gencatan senjata di Italia pada 1943. Kapal ini merupakan konversi dari kapa pesiar Roma dan menawarkan banyak spesifikasi performa yang baik dan akan membuat performa yang sangat bagus sesuai dengan fungsinya. Kapal ini tidak pernah diluncurkan karena perang telah berakhir. Namanya disematkan pada 1952.

Aquila bertenaga delapan mesin turbin uap. Mesin ini memutar empat poros propeller (baling-baling) yang dilaporkan dapat mencapai kecepatan maksimal 32 knots pada 151.000 tenaga kuda. Kapal ini diharapkan mampu menampung 1.420 awak dan 60 pesawat terbang. Ofensivitas kapal induk ini terlihat pada persenjataannya yaitu 8 meriam 5.3”, 12 meriam 2.5” dam 132 meriam anti pesawat 20mm.

Specifications :
Designation: Aquila
Length: 760 ft (231.65 m)
Beam: 96 ft (29.26 m)
Draught: 24 ft (7.32 m)
Displacement: 28,356 tons
Machinery: 8 x boilers powering 4 x geared turbine engines with 4 x shafts at 151,000hp.
Surface Speed: 32 kts (37 mph)
Range: 3355 miles (5,399 km)
Armament: 8 x 5.3" guns; 12 x 2.5" guns; 132 x 20mm anti-aircraft guns
Aircraft: 66 aircraft of various makes
Complement/Crew: 1,420
Ships in Class: Aquila
Operators: Italy



19.Charles de Gaulle (R 91)

Charles de Gaulle (R 91) adalah kapal induk yang saat ini beroperasi untuk AL Perancis. Dia adalah kapal bertenaga nuklir produksi Perancis yang pertama dan mempunyai sistem modern berteknologi tinggi yang membuatnya menjadi pemain besar saat ini. Dia dapat mengangkut varian AL Dassault Rafale (Rafale M) dan juga pesawat atau helikopter lain jika dibutuhkan. Charles de Gaulle (atau "CDG") adalah flagship AL Perancis saat ini.

Walaupun relatif lebih kecil dari pada kapal induk modern lain, CDG merupakan kapal induk yang sangat hebat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan AL Perancis. Superstruktur “Island”-nya berada di bagian kanan kapal. Superstruktur ini berisi sistem komunikasi dan radar. Sebagian besar area permukaan kapal ini dibuat sebagai dek penerbangan.

Seperti halnya kapal induk modern lain, CDG memperlihatkan ofensivitasnya. Dia mampu membawa 40 berbagai tipe pesawat terbang; Super Etendards dan Dassault Rafales, Dassault Mirage 2000D, Grumman E-2C Hawkeye dan Helikopter SA365 Dauphin. Untuk pertahanan, CDG launcher 4 x 8 cell SYLVER yang menembakkan misil permukaan-ke-udara MBDA Aster 15 series atau launcher 2 x 6 cell Sadral yang menembakkan misil permukaan-ke-udara jarak pendek Mistral.

Sebagai tambahan, untuk melindunginya dari ancaman udara jarak dekat atau ancaman permukaan, dia dilengkapi dengan meriam 8 x 20mm GIAT 20F2. Sistem pendukungnya termasuk ARBR21 Detector suite, ARBB 33 Countermeasures suite decoy launchers, ARBG2 MAIGRET Interceptor system dan SLAT anti-torpedo countermeasures.

CDG telah dikirim untuk mendukung Sekutu selama Operation Enduring Freedom. CDG bersama dengan kapal-kapal dan kapal selam AL Perancis, meluncurkan serangan harian dan alat pengintaian terhadap tentara Taliban di Afganistan menggunakan Super Etendards, Rafale, Hawkeye dan Helikopter. Kapal ini selanjutnya ikut dalam operasi mata-mata Operation Anaconda sampai Mei 2007.

DCN dipesan pada 1986 tetapi pembuatannya baru dimulai pada 1989 di DCN Brest Naval shipyard (kapal ini diberinama Richelieu). Dia diluncurkan pada 1994 dan diresmikan pada 2001 dan menjadi satu-satunya kapal induk yang beroperasi milik AL Perancis. CDG mempunyai homeport di Toulon, Perancis. Kapal ini deiberi nama dari Jenderal Perancis Charles de Gaulle.

Specifications: Charles de Gaulle (R 91)

Dimensions:
Length: 857.9ft (261.49m)
Beam: 211.15ft (64.36m)
Draught: 30.93ft (9.43m)

Performance:
Surface Speed: 27kts (31mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (160,933km)

Structure:
Complement: 2,750
Displacement: 42,000tons

Power:
Engine(s): 2 x K15 Pressurized Water Reactor (PWR) (350MW total) and 4 x diesel-electric engines powering 2 x shafts.

Weapons Suite:
4 x SYLVER 8-cell surface-to-air missile launchers (MBDA Aster 15 missiles)
2 x Sadral 6-cell short-range surface-to-air missile launchers (Mistral missiles)
8 x 20mm GIAT 20F2 dual-purpose close-defense cannons

Air Arm:
Up to 40 aircraft of various makes and types including:
16 x Super Etendard fighters
6 x Mirage 2000D strike fighters
5 x Rafale M multi-role fighters
2 x E-2C Hawkeye Airborne Early Warning Aircraft
2 x Eurocopter AS 565MB Panther OR 2 x Eurocopter AS 322 Cougar Mk II OR Eurocopter Super Frelon Helicopters
2 x Dauphin Helicopters



20.Nae Sao Paulo


Nae Sao Paulo adalah sebuah kapal induk bermesin konvensional dan merupakan flagship AL Brazil. Awalnya dia adalah kapal induk milik AL Perancis yang di luncurkan pada 1959 dan akhirnya dijual ke Brazil pada tahun 2000. Kapal induk ini menjadi satu-satunya yang beroperasi di Brazil.




Dari desainnya, Sao Paolo masih mempertahankan seluruh fitur dari kapal induk ini ketika masih beroperasi bagi Al Perancis (Foch/R99). Sao Paolo mempunyai dua ketapel pesawat yang beroperasi di dek yang mengarah ke depan dan dek yang menyerong. Dek penerbangannya mempunyai dua elevator pesawat yang berada di depan sebelah kiri “island” dan di belakang “island”. Island-nya berada di sebelah kanan depan pertengahan kapal.

Pada saat beroperasi bagi AL Perancis sebagai Foch, kapal ini dimodernisasi pada 1980 hingga 1981 agar dapat mengangkut fighter-bomber Super Etendard dengan kemampuan nuklir. Pada tahun 1985, kapal ini kembali diupgrade dengan penambahan launcher misil Crotale untuk menggantikan meriam 100mm. Berdasarkan laporan, NAe Sao Paulo tetap tidak mempunyai persenjataan untuk mempertahankan diri (defensive armament), menjadi menarik mengingat kapal ini menjadi bagian sangat penting bagi armada Brazil. Kapal ini mempunyai daya angkut hingga 40 pesawat dari berbagai tipe. NAe Sao Paolo diawaki oleh 1.300 personel. Deknya juga melayani pelatihan untuk aviator AL Argentina dengan pesawat model Super Etendard.

Specifications: NAe Sao Paulo

Dimensions:
Length: 870ft (265.18m)
Beam: 104ft (31.70m)
Draught: 28.2ft (8.60m)

Performance:
Surface Speed: 32kts (37mph)
Range: (11,265km)

Structure:
Complement: 1,338
Displacement: 32,800tons

Power:
Engine(s): 6 x Indret boiler systems powering 4 x steam turbines and 2 x propellers at 126,000hp.

Air Arm:
Up to 40 aircraft of various types including A-4KU Skyhawk fighters along with Sikorsky SH-3 Sea King, Eurocopter UH-12/13 Esquilo, Eurocopter AS 532 SC Cougar and HB 350 / HB.355 Ecureuils helicopters.



21.Jeanne d'Arc (R 97)

Designation: Jeanne d'Arc (R 97)
Classification Type: Conventionally-Powered Helicopter Cruiser
Ship Class: Jeanne d'Arc (CVH)
Country of Origin: France
Initial Year of Service: 1964
Number in Class: 1



Jeanne d'Arc (R 97) dapat diklasifikasikan sebagai kapal induk secara umum, walaupun desainnya diutamakan untuk helikopter dan secara resmi diklasifikasikan sebagai “helicopter cruiser”. Dia tidak mempunyai dek penerbangan, dek-nya hanya berupa dek helikopter pada bagian buritan. Saat ini, kapal ini masih beroperasi untuk AL Perancis, walaupun rencananya akan dipensiunkan pada 2011. Fungsi utama kapal ini adalah untuk training pilot dan dapat difungsikan untuk misi ofensif dengan sistem helikopter multiperan yang dimilikinya.


Desain kapal ini mempunyai superstruktur di tengah dengan sebuah cerobong di bagian belakang superstruktur ini. Dia mempunyai sebuah haluan datar dan bagian buritannya merupakan dek penerbangan (helikopter) luas yang dapat mengakomodasi hingga 3tiga helikopter secara bersamaan. Hangar-nya terdapat di bawah dek dan dapat menyimpan 10 helikopter dari berbagai tipe dan ukuran. Helikopter ini termasuk Puma, Super Frelon, Alouette III dan Gazelle yang dapat digunakan untuk misi transportasi, pengintaian ataupun penyerangan. Tenaga kapal ini dihasilkan oleh empat mesin konvensional yang mampu menghasilkan 10.000 tenaga kuda. Kapal ini diawaki oleh 777 yang berperan sebagai sailor officer dan air men.

Kapal ini mempunyai kemampuan pertahanan diri yang terbatas jika dibandingkan dengan kapal cruiser modern, tetapi kapal ini memiliki 6 launcher misil anti-kapal permukaan-ke-permukaan Exocet 38, satu di bagian ujung depan superstruktur, yang lainnya di bagian samping. Kapal ii juga dilengkapi dengan dua meriam 100mm yang terpasang di bagian depan superstruktur. Untuk pertahanan jarak dekat, kapal ini dilengkapi dengan empat buah senapan mesin anti-pesawat 12.7mm.

Jeanne d’Arc mulai dibuat pada 1959 (sebagai “La Resolue”) dan diluncurkan pada 1961. Dia mulai dioperasikan pada 1964 dengan diganti nama menjadi Jeanne d'Arc, setelah dipensiunkannya kapal Cruiser Jeanne d’Arc yang dibuat pada 1930an. Dia mempunyai homeport di Brest, France. Dia menjadi kapal ketiga yang diberinama sesuai dengan pemimpin militer mitos Perancis.

Specifications: Jeanne d'Arc (R 97)

Dimensions:
Length: 597ft (181.97m)
Beam: 79ft (24.08m)
Draught: 25ft (7.62m)

Performance:
Surface Speed: 26kts (30mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (12,070km)

Structure:
Complement: 777
Displacement: 10,575tons

Power:
Engine(s): 4 x turbines producing 10,000hp each.

Weapons Suite:
6 x Exocet 38 surface-to-surface anti-ship missiles
2 x 100mm cannons (initially 4 turrets)
4 x 12.7mm anti-aircraft machine guns

Air Arm:
Up to ten aircraft that can include any of the following:
2 x Aerospatiale Puma Helicopters
2 x Aerospatiale Gazelle Helicopters
2 x Alouette III Helicopters
8 x Super Frelon Helicopters
gomak - 29/11/2008 01:02 AM
#16

komplit benar gan........ nice info
j3fr1 - 29/11/2008 01:03 AM
#17

thx

ga di kasih cendol gpp

asalkan ada comment ucapan kata " THX "

itu da senang saya ^^V
suksessssssssss - 29/11/2008 01:09 AM
#18

selusinnya berapa bang????

beli 2 lusin dong....
Salah Asuhan - 29/11/2008 01:17 AM
#19

Ada nambah info.

Kapal Induk USA ada 11
UK 2
Italy 2
Russia cuma 1 demikian juga France, spain, Brazil, India, Thailand
amay47 - 29/11/2008 01:19 AM
#20

sayang sekali kita gak punya yach...!!!!!!!!
Page 1 of 16 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Serba Serbi kapal Induk Militer