Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V
Total Views: 96513
Page 14 of 36 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›

zeth - 11/01/2009 11:45 PM
#261

Wah..kok jadi melenceng ke Wali Songo..back to the thread..tentang Majapahit, ya..
hateisworthless - 11/01/2009 11:53 PM
#262

Quote:
Original Posted By zeth
Wah..kok jadi melenceng ke Wali Songo..back to the thread..tentang Majapahit, ya..


maaf mbah : sekedar menambahkan copas dan link


mbah zeth bisa order sejarah bojonegoro - angling darmo dan malwapatinya gak mbah ? kemaren sempat melintas dikota tsb jadi ingin tahu sejarahya

Terimakasih sebelumnya

back to topic.............
adi6510 - 12/01/2009 05:42 AM
#263

Ya. Back To Topik : Kisah Putra Putri Prabu Brawijaya V.
prabuanom - 12/01/2009 10:18 AM
#264

Quote:
Original Posted By zeth
Yang menjadi selir dari Prabu Brawijaya V, ya..Putri Campa itu,mas
yang juga disebut Dara petak


dara pertak itu bukanya ibunya jayanegara?
raden wijaya membuang semua istri dr singosari karena terpikat putri melayu yg dibawa oleh mahisa anabrang yang br kembali dr ekspedisi pamalayu. putri itu ada dua dara petak dan dara jingga. yang diambil istri oleh raden wijaya adalah dara petak sementara dara jingga dikembalikan ke palembang dinikahkan dengan adipati palembang. bayangkan saja yg diangkat jd permaisuri adalah putri boyongan dr keraton sabrang. sedangkan mereka yang ikut susah membela dan membangkitkan majapahit termasuk putri singasari yang dikawin semua oleh raden wijaya tak diangkat jadi permaisuri. dan ahirnya putranya dr putri melayu itu lahir bernama kalagmet alias jayanegara yang merupakan sejarah kelam majapahit. disaat itu mulai pemberontakan pemberontakan terjadi.ranggalawe, sora, nambi, jurudemung, gajah biru, lasem dan kuti. semua karena raden wijaya lagi lagi kepikat oleh wanita. demikian juga jayanegara yang suka dengan kemolekan wanita hingga dikenal raja yang rakus wanita. bandingkan dengan kisah hayam wuruk dan pasundan yang lagi lagi karena apa?yak benar wanita. bandingkan keidentikan dengan kisah brawijaya 5 dan putri campa. majapahit jatuh karena wanita.
zeth - 12/01/2009 02:20 PM
#265

Quote:
Original Posted By prabuanom
dara pertak itu bukanya ibunya jayanegara?
raden wijaya membuang semua istri dr singosari karena terpikat putri melayu yg dibawa oleh mahisa anabrang yang br kembali dr ekspedisi pamalayu. putri itu ada dua dara petak dan dara jingga. yang diambil istri oleh raden wijaya adalah dara petak sementara dara jingga dikembalikan ke palembang dinikahkan dengan adipati palembang. bayangkan saja yg diangkat jd permaisuri adalah putri boyongan dr keraton sabrang. sedangkan mereka yang ikut susah membela dan membangkitkan majapahit termasuk putri singasari yang dikimpoi semua oleh raden wijaya tak diangkat jadi permaisuri. dan ahirnya putranya dr putri melayu itu lahir bernama kalagmet alias jayanegara yang merupakan sejarah kelam majapahit. disaat itu mulai pemberontakan pemberontakan terjadi.ranggalawe, sora, nambi, jurudemung, gajah biru, lasem dan kuti. semua karena raden wijaya lagi lagi kepikat oleh wanita. demikian juga jayanegara yang suka dengan kemolekan wanita hingga dikenal raja yang rakus wanita. bandingkan dengan kisah hayam wuruk dan pasundan yang lagi lagi karena apa?yak benar wanita. bandingkan keidentikan dengan kisah brawijaya 5 dan putri campa. majapahit jatuh karena wanita.


Wah..maaf, saya yg salah.
Anda benar..bahwa dara petak dan Dara Jingga ada di jaman Kertanegara.
Untuk ini kesalahan tersebut saya luruskan.
zeth - 12/01/2009 02:33 PM
#266

Quote:
Original Posted By hateisworthless
maaf mbah : sekedar menambahkan copas dan link


mbah zeth bisa order sejarah bojonegoro - angling darmo dan malwapatinya gak mbah ? kemaren sempat melintas dikota tsb jadi ingin tahu sejarahya

Terimakasih sebelumnya

back to topic.............


yang saya tahu, Angling Dharmo itu hanyalah sebuah legenda yang saksi kebenarannya belum dapat di buktikan.
Sejarah Bojonegoro sendiri tidaklah sehebat sejarah Angling Dharmo itu sendiri.
Kerajaan Bojonegoro lawas bernama Kerajaan Rajekwesi, nah itu baru betul-betul sejarah.

Angling Dharmo diceritakan berasal dari Kerajaan Malowopati yang tepatnya dulu berlokasi dimana juga tidak ada yang tahu, mempersunting istri keduanya setelah ditinggal mati bunuh diri sama istri pertama di kerajaan Bojonegoro.
Padahal nama Bojonegoro itu adalah nama Karesidenan buatan Belanda.

Semoga bisa untuk masukan anda.
vhuda - 12/01/2009 05:47 PM
#267

Quote:
Original Posted By prabuanom
dara pertak itu bukanya ibunya jayanegara?
raden wijaya membuang semua istri dr singosari karena terpikat putri melayu yg dibawa oleh mahisa anabrang yang br kembali dr ekspedisi pamalayu. putri itu ada dua dara petak dan dara jingga. yang diambil istri oleh raden wijaya adalah dara petak sementara dara jingga dikembalikan ke palembang dinikahkan dengan adipati palembang. bayangkan saja yg diangkat jd permaisuri adalah putri boyongan dr keraton sabrang. sedangkan mereka yang ikut susah membela dan membangkitkan majapahit termasuk putri singasari yang dikimpoi semua oleh raden wijaya tak diangkat jadi permaisuri. dan ahirnya putranya dr putri melayu itu lahir bernama kalagmet alias jayanegara yang merupakan sejarah kelam majapahit. disaat itu mulai pemberontakan pemberontakan terjadi.ranggalawe, sora, nambi, jurudemung, gajah biru, lasem dan kuti. semua karena raden wijaya lagi lagi kepikat oleh wanita. demikian juga jayanegara yang suka dengan kemolekan wanita hingga dikenal raja yang rakus wanita. bandingkan dengan kisah hayam wuruk dan pasundan yang lagi lagi karena apa?yak benar wanita. bandingkan keidentikan dengan kisah brawijaya 5 dan putri campa. majapahit jatuh karena wanita.

yg k palembang itulah Putri China
vhuda - 12/01/2009 05:50 PM
#268

Quote:
Original Posted By zeth
Wah..kok jadi melenceng ke Wali Songo..back to the thread..tentang Majapahit, ya..


bkn m lenceng om, cm biar jls mn yg Putri China & Putri Campa
adi6510 - 13/01/2009 02:20 AM
#269

Putra putri kandung dari Prabu Brawijaya V ada sekitar 101 orang, mas. Nah, merekalah yang mau dibahas dalam thread ini. Mari kita lacak bersama-sama. Kalo yang di jaman sekarang, trah Brawijaya ada ribuan orang, mas. Lah, dari 4 kraton di Jogja dan Solo aja udah ratusan bahkan ribuan orang. Ya, ndak, mas. Belum dari Kadipaten-kadipaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berinduk ke Kraton Majapahit jaman dulu, misal : Blambangan, Pasuruan, Sumenep, Surabaya dan lain-lain. CMIIW, please.
zeth - 13/01/2009 03:08 AM
#270

Quote:
Original Posted By adi6510
Putra putri kandung dari Prabu Brawijaya V ada sekitar 101 orang, mas. Nah, merekalah yang mau dibahas dalam thread ini. Mari kita lacak bersama-sama. Kalo yang di jaman sekarang, trah Brawijaya ada ribuan orang, mas. Lah, dari 4 kraton di Jogja dan Solo aja udah ratusan bahkan ribuan orang. Ya, ndak, mas. Belum dari Kadipaten-kadipaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berinduk ke Kraton Majapahit jaman dulu, misal : Blambangan, Pasuruan, Sumenep, Surabaya dan lain-lain. CMIIW, please.


Babad Tanah Jawi menyebutkan, Ki Ageng Selo adalah keturunan Raja Majapahit, Brawijaya V. Pernikahan Brawijaya V dengan Putri Wandan Kuning melahirkan Bondan Kejawen atau Lembu Peteng. Lembu Peteng yang menikah dengan Dewi Nawangsih, putri Ki Ageng Tarub, menurunkan Ki Ageng Getas Pendawa. Dari Ki Ageng Getas Pendawa lahirlah Bogus Sogom alias Syekh Abdurrahman alias Ki Ageng Selo.

Ki Ageng Selo menurunkan Ki Ageng Ngenis. Ki Ageng Ngenis menurunkan Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan menurunkan Panembahan Senapati. Dari Panembahan Senapati inilah diturunkan para raja Mataram sampai sekarang.
Rizkyka - 13/01/2009 09:23 AM
#271

Quote:
Original Posted By little vampire
waduh saya juga boleh dapet informasi dari orang laen kok da.. dan jg mungkin blum tentu 100 % bener


Alhamdulillah Mas sudah mau berbagi dan semua masukan Saya tampung dengan senang


Quote:
hmm tongkat apa tuh da? apa sekarang keberadaannya ada di uda?


Rizkyka - 13/01/2009 09:25 AM
#272

Quote:
Original Posted By zeth
Alhamdulillah, saya ikut berbahagia..ternyata masukan yg tidak ada artinya itu sangat berguna bagi anda, Uda
Hanya tentang Tongkat Coklat..saya tidak pernah mendengarnya. Untuk ini saya mohon maaf sebesar besarnya.

Wassalam,
zeth


Kembali Saya haturkan terima kasih dengan sangat dan mohon maaf kembali

jaro san - 13/01/2009 11:06 AM
#273

Quote:
Original Posted By zeth
yang saya tahu, Angling Dharmo itu hanyalah sebuah legenda yang saksi kebenarannya belum dapat di buktikan.
Sejarah Bojonegoro sendiri tidaklah sehebat sejarah Angling Dharmo itu sendiri.
Kerajaan Bojonegoro lawas bernama Kerajaan Rajekwesi, nah itu baru betul-betul sejarah.

Angling Dharmo diceritakan berasal dari Kerajaan Malowopati yang tepatnya dulu berlokasi dimana juga tidak ada yang tahu, mempersunting istri keduanya setelah ditinggal mati bunuh diri sama istri pertama di kerajaan Bojonegoro.
Padahal nama Bojonegoro itu adalah nama Karesidenan buatan Belanda.

Semoga bisa untuk masukan anda.


alo om zeth....

bicara ttg prabu anglingdarmo, aye kebetulan msh nak-sanak turun beliau om... ada kitabnya silsilah kok di keluarga aye...

situs peninggalan yg sehubungan dg beliau Prabu banyak, diantaranya:
- desa Mliwis Putih di selatan kota Bojonegoro.. disana Prabu yang berujud burung belibis putih krn dijebak shg terkena kutukan bertemu putri raja yg sedang pelesir, dan si burung dibawa ke keraton menjadi teman kesayangan, burung bisa bicara dg manusia sih... kl malam berubah jd prabu lagi dan pacaran...mirip kisah lutung kasarung..
kebetulan desa si embah sebelahan dg desa ini..

- dusun kali kotes.. disini diyakini warga setempat sbg makam/ petilasan Patih malowopati: Batik Marim. Di sekitar situs sering ditemukan benda-kuno.. banyak pula pusaka ditemukan warga..

- di utara Bojonegoro tdp situs petilasan Anglingdarma.. disana sy dapat tumbak eyang Prabu.. Kiai Totog, mustika bumi dan mustika banyu. Mustika banyu dibawa famili sy bertugas sbg marinir ke aceh.. saat tsunami dia alhamdulillah selamat... pdhal dia saat itu di tengah air ... setelah air surut.. batu hilang.. dicek ternyata diambil lagi oleh eyang Prabu.. muga2 sih.. jatah aye gan.. hi hi.. nyang penting doi selamat dah sukur..

- di perbatasan dg Blora, tdp lokasi reruntuhan keraton kuno... diyakini sbg kerajaan Sawo Pitu... kerajaan yg ditundukkan Prabu Anglingdarmo... disana sering ditemukan keramik cina, kadang perhiasan emas, dan gerabah dsb.. sy lagi itu kesana nyari barang2 tsb dr warga bakal dijual lagi gan ke kolektor he he...

- di wilayah pati.. desa Malowo kabupaen Pati= Malowopati.
Tdp gua yg diyakini warga sbg gua pertapaan eyang Prabu Anglingdarmo... disinlah beliau berteman dg sahabatnya: Nata Pracala.. yang kemudian mengajarinya ilmu: Ajian menguasai bahasa binatang, tumbuhan dan angin= ilmu Nabi Sulaiman a.s

- rajekwesi sendiri adl kerajaan yg rajanya adl mertua anglingdarmo, putrinya ya itu yg memelihara burung belibis putih..

kerajaan beliau asli sendiri sih.. diyakini berlokasi di wilayah Pati sekarang... lalu kemudian beliau ekspansi hingga wilayah kerajaannya meluas.

peace
ingsunpiyambak - 13/01/2009 11:11 AM
#274

Quote:
Original Posted By jaro san
alo om zeth....

bicara ttg prabu anglingdarmo, aye kebetulan msh nak-sanak turun beliau om... ada kitabnya silsilah kok di keluarga aye...

situs peninggalan yg sehubungan dg beliau Prabu banyak, diantaranya:
- desa Mliwis Putih di selatan kota Bojonegoro.. disana Prabu yang berujud burung belibis putih krn dijebak shg terkena kutukan bertemu putri raja yg sedang pelesir, dan si burung dibawa ke keraton menjadi teman kesayangan, burung bisa bicara dg manusia sih... kl malam berubah jd prabu lagi dan pacaran...mirip kisah lutung kasarung..
kebetulan desa si embah sebelahan dg desa ini..

- dusun kali kotes.. disini diyakini warga setempat sbg makam/ petilasan Patih malowopati: Batik Marim. Di sekitar situs sering ditemukan benda-kuno.. banyak pula pusaka ditemukan warga..

- di utara Bojonegoro tdp situs petilasan Anglingdarma.. disana sy dapat tumbak eyang Prabu.. Kiai Totog, mustika bumi dan mustika banyu. Mustika banyu dibawa famili sy bertugas sbg marinir ke aceh.. saat tsunami dia alhamdulillah selamat... pdhal dia saat itu di tengah air ... setelah air surut.. batu hilang.. dicek ternyata diambil lagi oleh eyang Prabu.. muga2 sih.. jatah aye gan.. hi hi.. nyang penting doi selamat dah sukur..

- di perbatasan dg Blora, tdp lokasi reruntuhan keraton kuno... diyakini sbg kerajaan Sawo Pitu... kerajaan yg ditundukkan Prabu Anglingdarmo... disana sering ditemukan keramik cina, kadang perhiasan emas, dan gerabah dsb.. sy lagi itu kesana nyari barang2 tsb dr warga bakal dijual lagi gan ke kolektor he he...

- di wilayah pati.. desa Malowo kabupaen Pati= Malowopati.
Tdp gua yg diyakini warga sbg gua pertapaan eyang Prabu Anglingdarmo... disinlah beliau berteman dg sahabatnya: Nata Pracala.. yang kemudian mengajarinya ilmu: Ajian menguasai bahasa binatang, tumbuhan dan angin= ilmu Nabi Sulaiman a.s

- rajekwesi sendiri adl kerajaan yg rajanya adl mertua anglingdarmo, putrinya ya itu yg memelihara burung belibis putih..

kerajaan beliau asli sendiri sih.. diyakini berlokasi di wilayah Pati sekarang... lalu kemudian beliau ekspansi hingga wilayah kerajaannya meluas.

peace

slalu mantab kali apa yang dikongsikan oleh abang satu ni
hateisworthless - 13/01/2009 11:21 AM
#275

Quote:
Original Posted By jaro san
alo om zeth....

bicara ttg prabu anglingdarmo, aye kebetulan msh nak-sanak turun beliau om... ada kitabnya silsilah kok di keluarga aye...

situs peninggalan yg sehubungan dg beliau Prabu banyak, diantaranya:
- desa Mliwis Putih di selatan kota Bojonegoro.. disana Prabu yang berujud burung belibis putih krn dijebak shg terkena kutukan bertemu putri raja yg sedang pelesir, dan si burung dibawa ke keraton menjadi teman kesayangan, burung bisa bicara dg manusia sih... kl malam berubah jd prabu lagi dan pacaran...mirip kisah lutung kasarung..
kebetulan desa si embah sebelahan dg desa ini..

- dusun kali kotes.. disini diyakini warga setempat sbg makam/ petilasan Patih malowopati: Batik Marim. Di sekitar situs sering ditemukan benda-kuno.. banyak pula pusaka ditemukan warga..

- di utara Bojonegoro tdp situs petilasan Anglingdarma.. disana sy dapat tumbak eyang Prabu.. Kiai Totog, mustika bumi dan mustika banyu. Mustika banyu dibawa famili sy bertugas sbg marinir ke aceh.. saat tsunami dia alhamdulillah selamat... pdhal dia saat itu di tengah air ... setelah air surut.. batu hilang.. dicek ternyata diambil lagi oleh eyang Prabu.. muga2 sih.. jatah aye gan.. hi hi.. nyang penting doi selamat dah sukur..

- di perbatasan dg Blora, tdp lokasi reruntuhan keraton kuno... diyakini sbg kerajaan Sawo Pitu... kerajaan yg ditundukkan Prabu Anglingdarmo... disana sering ditemukan keramik cina, kadang perhiasan emas, dan gerabah dsb.. sy lagi itu kesana nyari barang2 tsb dr warga bakal dijual lagi gan ke kolektor he he...

- di wilayah pati.. desa Malowo kabupaen Pati= Malowopati.
Tdp gua yg diyakini warga sbg gua pertapaan eyang Prabu Anglingdarmo... disinlah beliau berteman dg sahabatnya: Nata Pracala.. yang kemudian mengajarinya ilmu: Ajian menguasai bahasa binatang, tumbuhan dan angin= ilmu Nabi Sulaiman a.s

- rajekwesi sendiri adl kerajaan yg rajanya adl mertua anglingdarmo, putrinya ya itu yg memelihara burung belibis putih..

kerajaan beliau asli sendiri sih.. diyakini berlokasi di wilayah Pati sekarang... lalu kemudian beliau ekspansi hingga wilayah kerajaannya meluas.

peace


Salim sesepuh :
Usul om dibuat threat sendiri aja om mengenai Angling Darmo dan hal yg berkaitan dgnnya....untuk menambah khasanah budaya Nusantara dan semakin lengkap saya informasi yg kita dapatkan di Kaskus

Mohon maaf jika salah2 kata
jaro san - 13/01/2009 11:39 AM
#276

Quote:
Original Posted By zeth
fakta sejarah, bukan karena wanita (putri Jeumpa), juga bukan dari serangan demak, mas Dewo.

Menurut prasasti Trailokyapuri diketahui bahwa Majapahit runtuh bukan akibat serangan Demak melainkan karena perang saudara melawan keluarga Girindrawardhana. Namun siapa nama raja Majapahit saat itu tidak disebutkan dengan jelas. Secara samar-samar Pararaton menyebut nama Bhre Kertabhumi yang diduga sebagai raja terakhir Majapahit yang dikalahkan oleh Girindrawardhana.

Apabila benar demikian, maka perang antara Demak dan Majapahit yang dikisahkan dalam naskah-naskah babad terjadi pada tahun 1478 belum tentu pernah terjadi. Prasasti Trailokyapuri menyebut Girindrtawardhana sebagai penguasa Majapahit, Janggala, dan Kadiri.

Sementara itu Babad Sengkala menyebut Kadiri runtuh akibat serangan Demak pada tahun 1527. Karena menurut prasasti di atas, Kadiri dan Majapahit adalah satu kesatuan, maka dapat disimpulkan bahwa perang antara Majapahit dan Demak bukan terjadi pada tahun 1478 melainkan tahun 1527.

Perang antara dua kerajaan tersebut mungkin terjadi lebih dari satu kali. Naskah Hikayat Hasanuddin menyebutkan pada tahun 1524 imam Masjid Demak yang bernama Pangeran Rahmatullah tewas ketika memimpin perang melawan Majapahit. Tokoh ini kemungkinan besar identik dengan Sunan Ngudung.


mantaff om zeth emang neh...

Rasanya tepat sekali jk membicarakan runtuhnya Majaphit:
penyebab runtuh: perang saudara.
Saat bertambah lemah oleh perang saudara, Sang Brawijaya Pamungkas(Brawijaya ke V) pun sedang dihantam badai keyakinan, dr agama baru.. Islam.. di satu sisi beliau mulai meyakini kebenaran Islam.. di sisi lain beliau dg posisi sbg raja.. di kerajaan hindu.. tentu amat berat utk mendadak berubah keyakinan??... ditambah lagi pura2 beliau : raden Kasan dan raden Kusen(dr selir Brawijaya yg dihadiahkan kpd Raja vasal Palembang) sudah besar...
mk beliaupun akhirnya hijrah.. keluar keraton.... nah saat kekosongan dan kekacauan akibat perang saudara inilah.. Majapahit diduduki scr relatif damai oleh Raja Kediri, kerajaan bawahan Majapahit. Rajanya mentasbihkan diri menjadi Brawijaya VI... lalu tidak berapa lama wafat diteruskan putranya Raden Udara mentasbihkan dirinya sendiri menjadi Brawijaya ke VII... saat inilah Keraton Majapahit diserang habis oleh pasukan Demak dan berhasil dikalahkan.

Perang antara Demak-Majaphit memang berulang kali. Di masa Brawijaya V masih memimpin pun.. pernah terjadi perang.. digambarkan Brawijaya V memimpin perang dg pusaka Keris Segorowedang.. yang berhasil memukul mundur tentara Demak yg kepanasan.. Sebenarnya Raden Kusen(Raden Patah) yg diangkat menjadi Sultan Demak ktk datang ke Jawa tidak tega memerangi ayahnya sendiri: Brawijaya V. Namun ternyata gejolak dan intrik politik internal Demak berkata lain, tokoh2 kuat di Demak akhirnya mendominasi dan membuahkan keputusan utk menyerang Majapahit. Maka terjadilah penyerangan2 oleh pasukan Demak.
Namun raden kasan kakaknya datang kemudian di surabaya dan diajak ikut membela ayahnya: Brawijaya V... hasilnya? pasukan Majapahit tetap memenangi pertempuran... apalagi dg ilmu Raden Kasan: Aji pethak atau Aji Pecat Thondo Terung yg legendaris.. bahkan dg ini mampu menembus baju ontokusumo yg dipake Sunan ngudung hingga lalu dapat ditusuk oleh pusaka seorang tokoh Majapahit.
peristiwa ini tiap tahun diperingati di Demak sbg jamasan pusaka, sebenarnya yg dijamas itu baju ontokusumo yg berdarah..
Turut berperang bersama pasukan Majapahit: panembahan Bodo, bangsawan Majapahit nan sakti namun lugu... dg adanya Raden Kasan dan Panembahan Bodo ini maka pasukan Majapahit selalu memenangi setiap pertempuran

hingga akhirnya suatu saat Raden kasan scr tidak sengaja di edan petempuran bertemu adiknya Raden Kusen(Raden Patah). Lalu mrk berpelukan dan tangis haru.. mmg tujuan raden Kasan datang ke Jawa adl utk bertemu adiknya Raden kusen, namun ktk tiba di jawa dibajak/diarahkan ke pelabuhan surabaya.. lalu diberitakan jika ayahnya sedang berperang mempertahankan Majapahit dr serangan "musuh". mk tentu Raden kasan pun turut perang membela ayahnya: Brawijaya V.

dari situ akhirnya Raden kasan pun mengalah dan keluar dr pasukan... menyepi dan bertapa hingga meninggal dg sebutan Sunan **(maaf lupa)... sementara Panembahan Bodo jg keluar.. dan sampai di Yogya.. tujuan sebenarnya menemukan kakaknya yg mrk terpisah lama akibat perang... lalu hingga akhir hayatnya Bodo meninggal tanpa bertemu kakaknya.. pemakam rombongan ini di yogya tdp di dusun Makam sewu... tempat keramat beryoni tinggi..
disana tdp pula para sakti pengiring Panembahan Bodo spt Ki krincing wesi yg terkenal dg wesi kuningnya..

sementara Brawijaya V.. dg persuasif Sunan Kalijogo... akhirnya mau meninggalkan keraton... nah momen inilah yang menandai keruntuhan Majapahit.

peace
jaro san - 13/01/2009 11:46 AM
#277

@ Mbah ingsupiyambak dan sedulur hateisworthless salam kembali.... peace maju jayalah nusantara kita !!.. AMIIN
namun mhn maaf utk thread khusus Prabu Anglingdharmo sumonggoaken dipun mulai sedulur lain... nanti baru sy mungkin akan nimbrung..

salam.. met lunch
prabuanom - 13/01/2009 11:49 AM
#278

Quote:
Original Posted By jaro san
mantaff om zeth emang neh...

Rasanya tepat sekali jk membicarakan runtuhnya Majaphit:
penyebab runtuh: perang saudara.
Saat bertambah lemah oleh perang saudara, Sang Brawijaya Pamungkas(Brawijaya ke V) pun sedang dihantam badai keyakinan, dr agama baru.. Islam.. di satu sisi beliau mulai meyakini kebenaran Islam.. di sisi lain beliau dg posisi sbg raja.. di kerajaan hindu.. tentu amat berat utk mendadak berubah keyakinan??... ditambah lagi pura2 beliau : raden Kasan dan raden Kusen(dr selir Brawijaya yg dihadiahkan kpd Raja vasal Palembang) sudah besar...
mk beliaupun akhirnya hijrah.. keluar keraton.... nah saat kekosongan dan kekacauan akibat perang saudara inilah.. Majapahit diduduki scr relatif damai oleh Raja Kediri, kerajaan bawahan Majapahit. Rajanya mentasbihkan diri menjadi Brawijaya VI... lalu tidak berapa lama wafat diteruskan putranya Raden Udara mentasbihkan dirinya sendiri menjadi Brawijaya ke VII... saat inilah Keraton Majapahit diserang habis oleh pasukan Demak dan berhasil dikalahkan.

Perang antara Demak-Majaphit memang berulang kali. Di masa Brawijaya V masih memimpin pun.. pernah terjadi perang.. digambarkan Brawijaya V memimpin perang dg pusaka Keris Segorowedang.. yang berhasil memukul mundur tentara Demak yg kepanasan.. Sebenarnya Raden Kusen(Raden Patah) yg diangkat menjadi Sultan Demak ktk datang ke Jawa tidak tega memerangi ayahnya sendiri: Brawijaya V. Namun ternyata gejolak dan intrik politik internal Demak berkata lain, tokoh2 kuat di Demak akhirnya mendominasi dan membuahkan keputusan utk menyerang Majapahit. Maka terjadilah penyerangan2 oleh pasukan Demak.
Namun raden kasan kakaknya datang kemudian di surabaya dan diajak ikut membela ayahnya: Brawijaya V... hasilnya? pasukan Majapahit tetap memenangi pertempuran... apalagi dg ilmu Raden Kasan: Aji pethak atau Aji Pecat Thondo Terung yg legendaris.. bahkan dg ini mampu menembus baju ontokusumo yg dipake Sunan ngudung hingga lalu dapat ditusuk oleh pusaka seorang tokoh Majapahit.
peristiwa ini tiap tahun diperingati di Demak sbg jamasan pusaka, sebenarnya yg dijamas itu baju ontokusumo yg berdarah..
Turut berperang bersama pasukan Majapahit: panembahan Bodo, bangsawan Majapahit nan sakti namun lugu... dg adanya Raden Kasan dan Panembahan Bodo ini maka pasukan Majapahit selalu memenangi setiap pertempuran

hingga akhirnya suatu saat Raden kasan scr tidak sengaja di edan petempuran bertemu adiknya Raden Kusen(Raden Patah). Lalu mrk berpelukan dan tangis haru.. mmg tujuan raden Kasan datang ke Jawa adl utk bertemu adiknya Raden kusen, namun ktk tiba di jawa dibajak/diarahkan ke pelabuhan surabaya.. lalu diberitakan jika ayahnya sedang berperang mempertahankan Majapahit dr serangan "musuh". mk tentu Raden kasan pun turut perang membela ayahnya: Brawijaya V.

dari situ akhirnya Raden kasan pun mengalah dan keluar dr pasukan... menyepi dan bertapa hingga meninggal dg sebutan Sunan **(maaf lupa)... sementara Panembahan Bodo jg keluar.. dan sampai di Yogya.. tujuan sebenarnya menemukan kakaknya yg mrk terpisah lama akibat perang... lalu hingga akhir hayatnya Bodo meninggal tanpa bertemu kakaknya.. pemakam rombongan ini di yogya tdp di dusun Makam sewu... tempat keramat beryoni tinggi..
disana tdp pula para sakti pengiring Panembahan Bodo spt Ki krincing wesi yg terkenal dg wesi kuningnya..

sementara Brawijaya V.. dg persuasif Sunan Kalijogo... akhirnya mau meninggalkan keraton... nah momen inilah yang menandai keruntuhan Majapahit.

peace

koreksi dikit mas
raden udara brawijaya 7 tidak dikalahkan oleh demak. karena sultan demak trenggono justru mati ketika mengejar raden hudoro ke panarukan. selanjutnya demak runtuh. dan peperangan dilanjutkan oleh pajang. karena itu joko tingkir dikenal sebagai pengislam wilayan timur jawa timur. karena pasukanya sampe di blambangan. tetapi karena tulah tersebut ahirnya jaka tingkir alias sultan hadiwijaya dikudeta sendiri oleh mataram. mataram menandakan berahirnya era islam garis kerasnya demak. dan beralih ke islam kejawen dibawah pimpinan kanjeng panembahan senopati yg kembali ke tangan pribumi. dan mulailah ekspedisi ke tempat tempat dulu yang diagungkan demak. tuban jatuh, giri jatuh, ampel jatuh, semua yang dulu merupakan titik tonggak demak dijatuhkan oleh mataram. itulah era pembalasan dari kejatuhan majapahit.
jaro san - 13/01/2009 11:57 AM
#279

Quote:
Original Posted By prabuanom
koreksi dikit mas
raden udara brawijaya 7 tidak dikalahkan oleh demak. karena sultan demak trenggono justru mati ketika mengejar raden hudoro ke panarukan. selanjutnya demak runtuh. dan peperangan dilanjutkan oleh pajang. karena itu joko tingkir dikenal sebagai pengislam wilayan timur jawa timur. karena pasukanya sampe di blambangan. tetapi karena tulah tersebut ahirnya jaka tingkir alias sultan hadiwijaya dikudeta sendiri oleh mataram. mataram menandakan berahirnya era islam garis kerasnya demak. dan beralih ke islam kejawen dibawah pimpinan kanjeng panembahan senopati yg kembali ke tangan pribumi. dan mulailah ekspedisi ke tempat tempat dulu yang diagungkan demak. tuban jatuh, giri jatuh, ampel jatuh, semua yang dulu merupakan titik tonggak demak dijatuhkan oleh mataram. itulah era pembalasan dari kejatuhan majapahit.


silahkan mbah prabuanom yg budiman...

yups tepat sekali mas koreksinya.. makasih... dg larinya raden udara(Brawijaya VII), mk sdh dianggap Majaphit dg kotarajanya(ibukota) telah berhasil direbut, mk dg kata lain Majapahit telah kalah. Perkara kematian Sultan Trenggono saat perang mengejar Raden Udara.. itu adl rangkaian dr peperangan setelah Majapahit takluk.

Mengenai inrik2 Pajang-Demak-Mataram.... kiranya scr jujur mmg harus diakui demikian mas prabu... namanya kerajaan isinya mung balas dendam.. nek ora yo rebutan kkekuasaan... entah itu kerjaan bernuansa Islam, Hindu atau agama lain...

peace
maniknot - 13/01/2009 12:03 PM
#280

bang jaro,,tolong dunk inbox nya ada yg didelet, saya tadi PM kok ga bisa masuk ..tks sebelumnya
Page 14 of 36 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V