Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V
Total Views: 96513
Page 17 of 36 | ‹ First  < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 >  Last ›

dmankUnsapat - 27/01/2009 11:23 PM
#321

Quote:
Original Posted By jaro san
:m
Melihat ke peristiwa duel Aryo Penangsang-Sutawijaya... dg kesaktian Penangsang yg dibekali khusus oleh Wali(Sunan Kudus)... mk tiada satu pun senjata dan pusaka tentara Pajang berhasil melukai penangsang..termasuk Tumbak Kiai Pleret.
Sampai pd waktunya Penangsang berbuat kesalahannya sendiri di medan perang...setelah sebelumnya ia telah salah terjebak sendiri dlm rajah kalacakra yg didudukinya... mk akibat akumulasi kesalahannya itu... ya itu terakhir larangan menyeberangi sungai.. mk tembuslah perutnya oleh Kiai Pleret .. yg tadinya tidak dapat menggores sedikitpun kulit Penangsang..

Disini dilihat... pusaka tadinya tidak mempan ditikam ke tubuh musuh..
lalu akhirnya bisa menembus ku li t dan isi perut musuh...
setelah....
suatu kesalahan....


Sori bro, ane newbie nih mau nambahin dikit bro :

Eyang Penangsang (AP) 'kalah' oleh eyang Sutawijaya (DS) ada beberapa sebab, yang ane tau :

1. eyang AP duduk di kursi yang telah dirajah oleh Sunan Kudus - sebenarnya kursi ini dirajah untuk diduduki oleh Jaka Tingkir / Hadi wijaya (seteru AP dalam perebutan kekuasaan)

2. Melanggar garis batas yang telah dirajah pula oleh Sunan Kudus, yaitu kali (hehe gw lupa namanya). Hal ini dikarenakan strategi oleh pihak Hadi wijaya yang menggunakan kuda betina untuk mengacaukan konsentrasi Gagak Rimang (kuda AP), plus ditambah sorak sorai bernada melecehkan. Harap diingat AP memiliki watak keras, dan gampang tersinggung / marah jika dilecehkan segala sesuatu mengenai harga diri. (hal ini terbawa secara turun temurun, hehe ada buktinya kok hehehe)

3. Emosi yang memuncak.
Ketika AP berhasil menyebrangi kali, ia disambut oleh beberapa orang termasuk DS, tanpa kehadiran Hadi Wijaya yang justru seterunya. Dalam duel yang tidak seimbang, eyang AP tetap berdiri tegak walau dikeroyok. (lupa siapa aja pelakunya). Akan tetapi saat beliau lengah, tumbak kiai plered milik DS pun menembus badannya. Tapi beliau tetap berdiri, walaupun usus beliau sudah semburat. Untuk melanjutkan peperangan, maka disangkutkanlah usus beliau tsb pada keris yang terletak di depan (perut sebelah kiri). Karena tau dan hapal tabiat penangsang, maka musuh serta merta melecehkan AP yang tidak mau membunuh DS, yang notabene masih bocah remaja tanggung. Karena satu dan lain hal, AP panas dan lupa kalau ususnya masih terkait di keris SETAN KOBER miliknya, dan dihunuskanlah keris ke arah DS yang tergolek ditanah pasrah (terhantam setelah berhasil menyarungkan tumbak Kiai Pleret ke perut AP). Walhasil keris tertarik, dan usus beliau pun putus sehingga beliau Wafat.
Hal ini termasuk yang dijadikan 'petuah bijak' oleh orang orang jawa dan disimbolkan dalam wujud keris yang diuntai bunga (lihat aja pakaian adat manten jawa - bunga melambangkan usus). Philosophy nya : Manten kakung sebagai kepala rumah tangga harus mampu mengendalikan emosi, seningga rumah tangga yang dibinanya bisa langgeng.
So, kesimpulannya adalah AP tidak 'mati' oleh tangan DS, melainkan karena emosi diri sendiri...
sgitu aja dulu ah, jadi kayak ngedongeng kalo diterusin hehehe.
Salim dulu ah buat sesepuh yang ada disini, dah lama gak main ke forsup nih (gara2 password ilang, jadi ganti id nih)....
tks.


nb : kl ada yang bisa bantu nemuin password, boleh dong dibantu hehe
id saya dulu PoetraDjipang.
dmankUnsapat - 27/01/2009 11:34 PM
#322

Quote:
Original Posted By prabuanom
dara pertak itu bukanya ibunya jayanegara?
raden wijaya membuang semua istri dr singosari karena terpikat putri melayu yg dibawa oleh mahisa anabrang yang br kembali dr ekspedisi pamalayu. putri itu ada dua dara petak dan dara jingga. yang diambil istri oleh raden wijaya adalah dara petak sementara dara jingga dikembalikan ke palembang dinikahkan dengan adipati palembang. bayangkan saja yg diangkat jd permaisuri adalah putri boyongan dr keraton sabrang. sedangkan mereka yang ikut susah membela dan membangkitkan majapahit termasuk putri singasari yang dikimpoi semua oleh raden wijaya tak diangkat jadi permaisuri. dan ahirnya putranya dr putri melayu itu lahir bernama kalagmet alias jayanegara yang merupakan sejarah kelam majapahit. disaat itu mulai pemberontakan pemberontakan terjadi.ranggalawe, sora, nambi, jurudemung, gajah biru, lasem dan kuti. semua karena raden wijaya lagi lagi kepikat oleh wanita. demikian juga jayanegara yang suka dengan kemolekan wanita hingga dikenal raja yang rakus wanita. bandingkan dengan kisah hayam wuruk dan pasundan yang lagi lagi karena apa?yak benar wanita. bandingkan keidentikan dengan kisah brawijaya 5 dan putri campa. majapahit jatuh karena wanita.


Ada satu teori yang ane pernah denger, dan lebih masuk akal setidaknya menurut ane pribadi :
1. Raden Wijaya hanya mengangkat dara petak sebagai Selir.
2. Raden Wijaya membutuhkan ke4 istrinya terdahulu, salah satunya adalah sebagai legitimasi kekuasaan karena ke4 istrinya itu adalah putri Eyang Kertanegara (raja terakhir Singosari)
3. Karena permaisuri (gw lupa namanya) tidak memiliki putra, maka dia meminta pada suaminya (R wijaya) agar diijinkan 'mengadopsi' R Kalagemet yang notabene adalah putra Indeswari (dara Petak).
4. R. Wijaya mengijinkan, karena R Kalagemet adalah satu2nya putra yang dimiliki (2 anak lainnya adalah putri) sehingga secara otomatis R Kalagemet lah yang akan dijadikan Putra Mahkota Majapahit, hal ini secara tidak langsung menguatkan legitimasi kekuasaan Majapahit.
5. Indeswari pun mengjinkan, karena dengan demikian putranya akan menjadi pusat perhatian (kesayangan) di Istana...
Jadi dari teori ini, terlihat bahwa bukan karena wanita, R Wijaya diberontak oleh pengikutnya.
Sebab Musabab pemberontakan ntar ane sambung lagi yak dilain waktu, pegel nih nulis panjang2, dah kayak ngedongeng hehehe.
dmankUnsapat - 27/01/2009 11:36 PM
#323

Quote:
Original Posted By zeth
Babad Tanah Jawi menyebutkan, Ki Ageng Selo adalah keturunan Raja Majapahit, Brawijaya V. Pernikahan Brawijaya V dengan Putri Wandan Kuning melahirkan Bondan Kejawen atau Lembu Peteng. Lembu Peteng yang menikah dengan Dewi Nawangsih, putri Ki Ageng Tarub, menurunkan Ki Ageng Getas Pendawa. Dari Ki Ageng Getas Pendawa lahirlah Bogus Sogom alias Syekh Abdurrahman alias Ki Ageng Selo.

Ki Ageng Selo menurunkan Ki Ageng Ngenis. Ki Ageng Ngenis menurunkan Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan menurunkan Panembahan Senapati. Dari Panembahan Senapati inilah diturunkan [SIZE="5"]para raja Mataram sampai sekarang[/SIZE].


sepakat bro, penguasa sekarang juga mayoritas keturunan atau setidaknya berdarah keturunan Majapahit.
adi6510 - 27/01/2009 11:45 PM
#324

@ mas dmankunsapat. Matur nuwun sanget, mas, atas sharingnya. Monggo dilajengaken.
adi6510 - 07/02/2009 05:09 PM
#325
Panembahan Selo Hening (1)
Konon Panembahan Sela Hening adalah salah satu putra Prabu Brawijaya V.

CMIIW, please.

adi6510 - 07/02/2009 08:00 PM
#326

Quote:
Original Posted By jaro san



Disini dilihat... pusaka tadinya tidak mempan ditikam ke tubuh musuh..
lalu akhirnya bisa menembus ku li t dan isi perut musuh...
setelah....
suatu kesalahan....

lalu bgmana dg kejadian tewasnya salah satu panglima perang Demak.. yg disebut-sebut Sunan NGudung???



peace om


@ mas jaro san.

Maksudnya setelah suatu kesalahan = apa ?

Monggo dibabar-keun.

Matur nuwun.

adi6510 - 07/02/2009 08:04 PM
#327
Radyan Alembumisani (salah satu putra Prabu Brawijaya V)
Sebenarnya Ki Ageng Mangir juga merupakan salah satu anak keturunan Prabu Brawijaya V. Hanya saja sedikit sekali yang tahu. Berikut ini salah satu kisah tentangnya. Selamat membaca.

Disebut dalam Babad Mangir bahwa paling tidak ada tiga tokoh yang menggunakan nama Mangir. Trah Mangir ini dalam babad diceritakan berasal dari Brawijaya terakhir (V) yang berputra Radyan Alembumisani. Alembumisani ini melarikan diri dari Majapahit ke arah barat bersama istrinya. Kemudian dia mempunyai seorang putra yang diberi nama Radyan Wanabaya. Radyan Alembumisani meninggal di daerah Gunungkidul. Radyan Wanabaya inilah yang kemudian tinggal di Mangir sehingga ia terkenal dengan nama Ki Ageng Mangir Wanabaya (Mangir I).

Ki Ageng Mangir Wanabaya I menurunkan Ki Ageng Mangir Wanabaya II. Mangir I juga mempunyai istri (selir), putri dari Demang Jalegong. Konon dari rahim Rara Jalegong ini lahir seorang anak yang berupa ular/naga (demikian disebut-sebut dalam babad dan cerita tutur). Anak yang kelak terkenal dengan nama Ki Bagus Baruklinting ini mempunyai kesaktian yang luar biasa pada lidahnya sehingga lidahnya dibuat menjadi sebilah mata tombak oleh ayahnya sendiri dan diberi nama Kiai Baru.

Jadi, Ki Bagus Baruklinting adalah saudara tiri dari Mangir II dan paman dari Mangir III. Mangir III ini pula yang kelak hidupnya tidak pernah berpisah dengan tombak Kiai Baruklinting. Demikian, Babad Mangir menceritakan. Nama baru sendiri dalam dunia tosan aji (senjata logam) menjadi nama salah satu dhapur.

Dalam cerita rakyat dipercaya bahwa Ki Bagus Baruklinting adalah naga yang berubah wujud menjadi tombak pusaka (Kiai Baruklinting). Akan tetapi apabila dinalar tentulah hal ini menjadi muskil. Perkimpoian Ki Ageng Mangir I dengan Rara Jalegong tentu saja melahirkan seorang bayi manusia pula (bukan ular naga). Memang, cerita dalam babad/cerita tutur sering berisi hal-hal yang tidak wantah (terus terang), banyak dibumbui cerita-cerita yang berbau mitos, sandi, sanepa ‘perumpamaan/teka-teki’, dan legenda sehingga cukup sulit diterima nalar begitu saja.

Misteri Ki Bagus Baruklinting sampai sekarang ini masih kontroversial. Sebagian orang meyakini bahwa dia adalah benar-benar naga. Akan tetapi sebagian orang percaya bahwa Ki Bagus Baruklinting adalah benar-benar manusia biasa. Hanya saja karena ia lahir dari rahim seorang wanita yang sebenarnya tidak dinikah, maka dalam cerita babad ia digambarkan sebagai ular/naga dan seolah-olah tidak diakui sebagai anak oleh Mangir I. Barangkali hal ini ditempuh penulis babad untuk tidak terlalu memberi efek negatif bagi dinasti Ki Ageng Mangir maupun Rara Jalegong sendiri. Kesaktian tombak Ki Baruklinting yang diceritakan demikian luar biasa ini barangkali sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kisah hidup Ki Bagus Baruklinting sendiri. Dalam babad diceritakan bahwa tombak Kiai Baruklinting senantiasa disanding oleh Ki Ageng Mangir. Bahkan setiap Ki Ageng Mangir berdekatan dengan Pembayun tombak ini bersuara (berkokok). Apa yang disuarakan tombak ini sebenarnya dapat dipandang sebagai simbol bahwa Ki Baruklinting memperingatkan agar Ki Ageng Mangir selalu berhati-hati terhadap Pembayun.

Tidak aneh kalau kemudian pada gilirannya bahwa tombak Kiai Baruklinting ini dibungkam/dilumpuhkan oleh Pembayun dengan kembennya. Pelumpuhan itu dilakukan dengan membungkam bilah tombak tersebut dengan kemben milik Pembayun.



Sumber : metro balikpapan
dmankUnsapat - 08/02/2009 02:37 AM
#328

Quote:
Original Posted By adi6510
@ mas jaro san.

Maksudnya setelah suatu kesalahan = apa ?

Monggo dibabar-keun.

Matur nuwun.



setau gw ada beberapa faktor bro, salah satunya adalah mudah terpancing emosi ketika tersenggol Harga Dirinya (pride).
Pada waktu tertusuk Kyai Plered, usus terburai keluar tapi kemudian disangkutkan di keris Setan Kober. Danang Sutawijaya yang masih muda belia, sedang terkapar di tanah akibat hantaman Arya Penangsang. Oleh para petinggi / senopati Pajang, beliau diledek karena tidak mampu membunuh seorang bocah. Karena ledekannya mengenai / menyenggol harga dirinya sebagai seorang sakti, beliau lupa bahwa ususnya sedang tertambat di keris pusakanya. Beliau cabut Setan Kober dan Wafatlah beliau.
PelawaQ Aneh - 08/02/2009 02:51 AM
#329

Quote:
Original Posted By badman007
mungkin belajar kejar setoran bang ...
btw awak jadi penasaran bang, kenapa sering kali awak dengar seseorang moksa dan berdiam didekat air terjun. apa biar mandinya gampang bang


sebab air terjun itu surganya para burung
prabuanom - 08/02/2009 09:33 AM
#330

Quote:
Original Posted By dmankUnsapat
Ada satu teori yang ane pernah denger, dan lebih masuk akal setidaknya menurut ane pribadi :
1. Raden Wijaya hanya mengangkat dara petak sebagai Selir.
2. Raden Wijaya membutuhkan ke4 istrinya terdahulu, salah satunya adalah sebagai legitimasi kekuasaan karena ke4 istrinya itu adalah putri Eyang Kertanegara (raja terakhir Singosari)
3. Karena permaisuri (gw lupa namanya) tidak memiliki putra, maka dia meminta pada suaminya (R wijaya) agar diijinkan 'mengadopsi' R Kalagemet yang notabene adalah putra Indeswari (dara Petak).
4. R. Wijaya mengijinkan, karena R Kalagemet adalah satu2nya putra yang dimiliki (2 anak lainnya adalah putri) sehingga secara otomatis R Kalagemet lah yang akan dijadikan Putra Mahkota Majapahit, hal ini secara tidak langsung menguatkan legitimasi kekuasaan Majapahit.
5. Indeswari pun mengjinkan, karena dengan demikian putranya akan menjadi pusat perhatian (kesayangan) di Istana...
Jadi dari teori ini, terlihat bahwa bukan karena wanita, R Wijaya diberontak oleh pengikutnya.
Sebab Musabab pemberontakan ntar ane sambung lagi yak dilain waktu, pegel nih nulis panjang2, dah kayak ngedongeng hehehe.

memang masalah utamanya kan pengangkatan nambi?hehehehe
kalo pemberontakan jaman raden wijaya lho yah
yg jd pertanyaan kan yah itu seperti amangkurat 1, jayanegara juga distigmakan buruk. tapi apakah emang buruk?. jangan jangan justru sebaliknya? hihihih
witer - 08/02/2009 10:22 AM
#331

Quote:
Original Posted By prabuanom
memang masalah utamanya kan pengangkatan nambi?hehehehe
kalo pemberontakan jaman raden wijaya lho yah
yg jd pertanyaan kan yah itu seperti amangkurat 1, jayanegara juga distigmakan buruk. tapi apakah emang buruk?. jangan jangan justru sebaliknya? hihihih


ayo mbah...wayange dibeber...


toronto13 - 08/02/2009 09:02 PM
#332

Quote:
Original Posted By galiuk
Kira2 makam sewu diyog tuh didaerah mna?mohon pencerahannya.


Thx.




daerah mBantul nda.sebelah timur dari Kabupaten Mbantul
disekitar daerah Gesikan Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul
tidak jauh juga dari sungai Progo.
miss innocent - 09/02/2009 01:08 AM
#333

hehehe......aku pernah sekali ke Lawu, ke candi Ceto....baru nginjak daerah kebun teh aku dah ngrasa pernah kesitu...dan ngrasa ada yg manggil dari arah candi. trus waktu nyampe di candi aku di panggil lg disuruh ke puncak candi...disana aku ngliat ada cewek cantik manggil....dan jujur selama 3 hari disana aku ngrasa dah pernah kesana sebelumnya....aneh deh.
waktu daku crita ini ke temen dia bilang aku mungkin dulu tingal disitu sebelum kelairan ini, kalo mo jujur...aku gak begitu percaya ama hal hal spiritual...tp gak tau napa makin hal2 kayak gini mau gak mau makin kuat terjadi di aku...mis sering liat om-om pake baju kayak sunan, ato yg terakir liat mbakyu putih yg pake baju kayak leak....
aku gak tau silsilah dr keluargaku...tapi ada yg pernah bilang ke aku kalo salah satu turunan majapahit...baik dari model raut muka ampe silsilahna....nah masalahna gimana mengetahui hal ini dg benar....soalna temenku bilang kalo ada cucu brawijaya yg kembar dan salah satuna adalah aku.
mbok tolong dibantu mencari kebenarannya....soalna aku pernah mimpi nenekku yg dah meninggal nyuruh nyekar ke makam leluhur...(gak tau maksudnya tp aku jalani saja seperti air mengalir)
nuwun sebelumnya
toronto13 - 09/02/2009 05:00 AM
#334

Quote:
Original Posted By se7en heaven
dimana tuh bro?


mmm,,,sekitar Panggang. beberapa Kilomenter dari Parang tritis Bantul. nmun klo kembang Lampir ini masuk di kawasan Panggang Gunung Kidul. konon tusuk konde punya Bu Tien Suharto juga berasal dari sini.Luar biasa, mohon pencerahannya, masih nuwbi
adi6510 - 09/02/2009 07:39 AM
#335

Gosipnya siy, candi Cetho dan candi Sukuh masih ada kaitannya ama Majapahit masa-masa akhir.
UbUrUbUrUdArA - 09/02/2009 08:28 AM
#336

Quote:
Original Posted By miss innocent
hehehe......aku pernah sekali ke Lawu, ke candi Ceto....baru nginjak daerah kebun teh aku dah ngrasa pernah kesitu...dan ngrasa ada yg manggil dari arah candi. trus waktu nyampe di candi aku di panggil lg disuruh ke puncak candi...disana aku ngliat ada cewek cantik manggil....dan jujur selama 3 hari disana aku ngrasa dah pernah kesana sebelumnya....aneh deh.
waktu daku crita ini ke temen dia bilang aku mungkin dulu tingal disitu sebelum kelairan ini, kalo mo jujur...aku gak begitu percaya ama hal hal spiritual...tp gak tau napa makin hal2 kayak gini mau gak mau makin kuat terjadi di aku...mis sering liat om-om pake baju kayak sunan, ato yg terakir liat mbakyu putih yg pake baju kayak leak....
aku gak tau silsilah dr keluargaku...tapi ada yg pernah bilang ke aku kalo salah satu turunan majapahit...baik dari model raut muka ampe silsilahna....nah masalahna gimana mengetahui hal ini dg benar....soalna temenku bilang kalo ada cucu brawijaya yg kembar dan salah satuna adalah aku.
mbok tolong dibantu mencari kebenarannya....soalna aku pernah mimpi nenekku yg dah meninggal nyuruh nyekar ke makam leluhur...(gak tau maksudnya tp aku jalani saja seperti air mengalir)
nuwun sebelumnya

kalo aku buyut pernah bilang kalo masi ada keturunan juga cumanan buyut dulu dikejer belanda jadi menjauh dan bukti apa aja d ilanginin, kawatir buat keturunan dia. jadi ya gitu deh, mau d lacak susah, bukti juga gak ada.
Genocide - 09/02/2009 11:01 AM
#337

Candi Ceto memang nyang buat Brawijaya terakhir, ayah darih raden patah
adipatianom - 09/02/2009 11:10 AM
#338

menyimak lagi ah
keturunan majapahit ngumpul disikah?
ehehhehee
jaro san - 10/02/2009 10:49 AM
#339

Quote:
Original Posted By adi6510
@ mas jaro san.

Maksudnya setelah suatu kesalahan = apa ?

Monggo dibabar-keun.

Matur nuwun.



trims mas Adi pertanyaannya yg kritis...

Pastinya hanya Tuhan yg tahu...
disini... sy hanya ungkapkan analisa belaka... dan sedikit empati spt mengalami sendiri kronologis kejadian2 genting mendebarkan saat itu...

Aryo Penangsang mmg sakti mandraguna... apalagi kesaktiannya didasari Gurunya yg seorang Wali(Sunan Kudus)... senjata apapun tidak mempan melukai kulitnya...termasuk Tumbak Kiai Plered...
Setelah bbrp kesalahan beruntun yg dikakukannya sendiri..(telah dijabarkan bro demanksepank)...terutama kesalahan erakhir di medan pertempuran: menyeberangi sungai.. mk Tumbak Kiai Plered yg tadinya tidak mempan ke kulit AP, lalu ktk ditusukkan lagi, mk tembuslah kulitnya hingga keluar usus AP..

Di kasus tewasnya Sunan Ngudung, tembusnya rompi Ontokusumo yg jg berdaya kebal mirip ilmu AP... oleh pusaka tokoh Majapahit... menurut sy.. adl efek (kualat) dr tindakan Raden Patah (anak ) yg berani menyerang Majapahit(Ayah) nya sendiri.
Biar bgmanapun... anak tidak akan menang melawan orangtuanya.... siapapun itu...
So.. sepanjang Majapahit msh dipegang Brawijaya V Pamungkas(terakhir)... sbg pewaris sah keturunan langsung Raden Wijaya... mk sejarah membuktikan setiap serangan pasukan Demak ke Majaphit berhasil dipatahkan.. bahkan terjadi tewasnya Sunan Ngudung... yg memakai rompi ontokusumo yg sesungguhnya ampuh..(jk tidak tdp kesalahan walau kolektif) dr Demak..

disini... berlaku sunnatullah... hukum alam.. akibat yang dialami sbg efek suatu 'pelanggaran' dlm hubungan antara anak dan orang tua... bukan perkara agama, Wali-Sunan atau pun keampuhan pusaka manapun dsb. Terutama yg bagi org Jawa itu amatlah pantang utk berulah kpd ortunya sendiri... yg jk dilanggar: tahu sendiri akibatnya... biarpun didukung tokoh manapun... mk akan tunduk...

semoga cerah
dmankUnsapat - 10/02/2009 11:22 AM
#340

Quote:
Original Posted By jaro san
:
Di kasus tewasnya Sunan Ngudung, tembusnya rompi Ontokusumo yg jg berdaya kebal mirip ilmu AP... oleh pusaka tokoh Majapahit... menurut sy.. adl efek (kualat) dr tindakan Raden Patah (anak ) yg berani menyerang Majapahit(Ayah) nya sendiri.
Biar bgmanapun... anak tidak akan menang melawan orangtuanya.... siapapun itu...
So.. sepanjang Majapahit msh dipegang Brawijaya V Pamungkas(terakhir)... sbg pewaris sah keturunan langsung Raden Wijaya... mk sejarah membuktikan setiap serangan pasukan Demak ke Majaphit berhasil dipatahkan.. bahkan terjadi tewasnya Sunan Ngudung... yg memakai rompi ontokusumo yg sesungguhnya ampuh..(jk tidak tdp kesalahan walau kolektif) dr Demak..

disini... berlaku sunnatullah... hukum alam.. akibat yang dialami sbg efek suatu 'pelanggaran' dlm hubungan antara anak dan orang tua... bukan perkara agama, Wali-Sunan atau pun keampuhan pusaka manapun dsb. Terutama yg bagi org Jawa itu amatlah pantang utk berulah kpd ortunya sendiri... yg jk dilanggar: tahu sendiri akibatnya... biarpun didukung tokoh manapun... mk akan tunduk...

semoga cerah


Bro, setau ane eyang Brawijaya V itu 'digeser' (kudeta/pemberontakan) sama raja tetangga yang akhirnya bergelar Brawijaya VI. Trus gak lama diganti lagi sama anaknya yang bergelar Brawijaya VII.
Nah yang diserang sama orang2 demak itu setau gw, Brawijaya VII deh (sori kl salah). Disamping faktor perluasan wilayah dan penyebarluasan agama, faktor balas dendam berperan disini (Ayah R. Patah, Brawijaya V dilengserkan oleh ayah Brawijaya VII, yaitu Brawijaya VI).
Jadi kl berdasarkan fakta itu, yang dilawan oleh R. Patah itu bukan Majapahit versi Ayahnya tapi Majapahit versi Musuh Ayahnya.
Page 17 of 36 | ‹ First  < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V