Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V
Total Views: 96513
Page 32 of 36 | ‹ First  < 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > 

hackjoe - 07/07/2011 12:09 AM
#621

Quote:
Original Posted By tuknong
Salam
saya punya kertas silsilahnya dari Brawijaya V turun kebawah sampai PB X, tetapi karena krn sudah lama & kemakan usia sebagian agak sulit dibaca, kira2 bisa diperbaiki atau tidak..ya . Atau apa mungkin dpt disusun ulang dari sumber lain yang ada, bagaimana pendapat Agan, terima-kasih buat TS sgt menarik tritnya

Rahayu


bisa um .... lewat administrasi di kraton yg masih akif seperti di solo / jogja saudara bisa minta copian resminya dengan catatan ada salah satu kerabat yg termasuk dalam lembar silsilah
id.02071995 - 17/07/2011 10:43 AM
#622

waaa batara katong itu kakek buyut nya kakek ku :2thumbup
weedja - 17/07/2011 05:47 PM
#623

Quote:
Original Posted By adi6510
Konon Panembahan Sela Hening adalah salah satu putra Prabu Brawijaya V.

CMIIW, please.



kalo ndak salah ini salah satu leluhur saya dari garis Ibu.. untuk info lebih lanjutnya nanti tak tanyaken lagi...

btw salam kenal...

UPDATE :
>Selohening
>Samudono (kyai barat ka tigo)
>Selodikromo I
>Selodikromo II
>Prawiroredjo
>Suwarno
>Isyana
>Ane gan
OrangTua1948 - 07/08/2011 01:15 PM
#624
Track keturunan
Mas sebelumnya saya minta maaf, perkenalkan saya RT Dityo R, dari Solo, ada kisah untuk nama Purwoto Sidhik ndak mas dari Banyu Biru, Watu Kelir? Saya ingin mencari tahu dikarenakan dokumen/ buku peninggalan mbah"" saya sudah ndak ada mas, entah kemana dulu disimpannya.

Purwoto Sidhik itu moyang saya mas dari garis ayah saya, dan moyang saya dari garis ibu adalah KRT Yosodipuro, saya kepingin tau kisah moyang saya, konon kata simbah saya moyang saya jg masih ada garis hierarki dari Majapahit.

Sedikit cerita mas, moyang saya dari garis ayah bernama Purwoto Sidhik mempunyai anak yg bernama Kartosentono kalau diuraikan Karto (nama asli), dan sebutan "Sentono/ Sentanan itu artinya Krabat/ Keluarga Kraton", Kartosentono itu mbah canggah saya, nah yg memberi nama Kartosentono itu adalah sinuhun SISKS Pakubuwono X atau PB X.

Tolong dibantu mas jika mas"" sekalian punya arsip/ buku peninggalan, kita sama"" nglumpukke balung pisah. Maturnuwun, wilujeng siang, rahayu3x.. _/\_
OrangTua1948 - 07/08/2011 03:18 PM
#625
Alhamdulillah saya sudah menemukan keterangannya mas!
Alhamdulillah mas saya sudah menemukan kisah moyang saya Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik Ing Banyu Biru atau Kebo Kanigoro guru Joko Tingkir ternyata beliau hidup semasa era Kerajaan Majapahit terakhir atau eranya Raden Patah. Berikut sedikit cerita moyang saya Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik pasareanipun wonten Banyu Biru, Watu Kelir.

Makam Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik Ing Banyu Biru.

Areal Komplek Pasareyan Banyu Biru yang terletak di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Semasa hidupnya Ki Ageng Purwoto Sidik merupakan guru dari Joko Tingkir yang kelak kemudian hari berhasil menjadi raja di Kerajaan Pajang. Lokasi berada di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Ingin mengetahui sejarah dari Ki Ageng Purwoto Sidik ?

Berikut cerita sejarah yang saya kutip dari berbagai sumber.

Pengembaraan Kyai Purwoto Sidik meninggalkan banyak petilasan di berbagai daerah. Namun, karena di tiap daerah selalu berganti nama, banyak orang meragukan petilasan itu. Banyubiru lalu menjadi kata kunci kepastian jati diri tokoh mistis ini.

SEJAK peristiwa mistis di Rawapening, Kyai Purwoto Sidik kawentar dengan julukan Ki Ageng Banyubiru. Semula julukan itu hanya digunakan pengikutnya, tapi kemudian menjadi lebih umum.

Perjalanan Kyai Purwoto Sidik berlanjut ke Purwokerto. Hampir di setiap tempat beliau juga bertapa. Setelah tujuh tahun di Purwokerto lalu hijrah ke Rejosari Semin Gunungkidul. Beliau hidup di tengah hutan Kali Goyang.

Ketika tapa-brata beliau bersandar di pohon Jati. Di hutan itu, beliau berganti nama menjadi Ki Ageng Purwoto Sidik Perwitosari. Tujuh tahun kurang dua puluh satu hari, beliau didatangi seseorang dari Serang yang mengaku sebagai cucu. Kyai Purwoto Sidik yang waskita sudah mengetahui sebelumnya. Beliau tak ingin ditemui, dan segera meninggalkan alas Kali Goyang cucu itu tiba. Namun, orang itu terus mengejar.

Setelah bertemu, orang Serang itu menyatakan ingin berguru. Dengan tegas Kyai Purwoto Sidik menolaknya. Ketika terjadi perdebatan antara keduanya mendadak pohon Jati tempat bertapa Kyai Purwoto Sidik tumbang.

Tumbangnya pohon Jati di alas Kali Goyang, menurut Mbah Amad, menjadi tetenger atau tanda putusnya hubungan Kyai Purwoto Sidik dengan seseorang dari Serang yang mengaku sebagai cucunya tersebut.

Sesudah peristiwa di alas Kali Goyang, lalu meneruskan pengembaraan sampai di Jatingarang Sukoharjo. Dulu bernama alas Wonogung. Beliau tapa kungkum di sendang setempat. Dan lagi-lagi, air sendang Wonogung mendadak berubah biru. Sendang itu pun lalu dinamai Banyubiru.

Kini kawasan sendang telah berubah menjadi dusun Banyubiru. Dan nama Ki Banyubiru makin kondang. Dusun Banyubiru berada di selatan kota Solo, disebut-sebut sebagai tempat pertama Joko Tingkir berguru. Joko Tingkir kemudian ke Gunung Majasto lalu ke Pajang. Jalur getheknya menjadi dasar penamaan dusun-dusun di wilayah itu, yakni Watu Kelir, Toh Saji, Pengkol, Kedung Apon dan Kedung Srengenge.

Selain Sendang Banyubiru, ada delapan sendang lain petilasan Kyai Purwoto Sidik, yakni sendang Margomulyo, Krapyak, Margojati, Bendo, Gupak Warak, Ndanumulyo, Siluwih dan Sepanjang. Sendang Gupak Warak berada di Wonogiri, dan lainnya tersebar di Weru Sukoharjo. Semua sendang itu, kini airnya menyusut. Bahkan, sendang Banyubiru tak lagi mengeluarkan air, dan dibiarkan menjadi kolam kering penampung air hujan, dan di atasnya dibangun sebuah masjid.

Di dusun Banyubiru, Kyai Purwoto Sidik menetap hingga tutup usia. Beliau dimakamkan di utara sendang Banyubiru, yang kini karena alasan administratif menjadi dusun bernama Sarehan. Ki Ageng Banyubiru dimakamkan bersama kedua puteri, Nyai Gadung Melati dan Roro Tenggok. Uniknya, kedua puteri tersebut tak dibuatkan nisan. Kedua pengikut beliau, Gus Bambang dan Gus Purut dimakamkan dalam satu nisan untuk berdua.

MAKAM PURWOTO SIDIK

Makam Purwoto Sidik dengan nama lain Kebo Kanigoro atau guru dari Joko Tingkir terletak perbatasan antara wilayah Sukoharjo, Wonogiri dan Yogyakarta, tepatnya di Desa Watukelir, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Sukoharjo. Makam ini pada setiap malam Jumat dan malam Selasa banyak pengunjung dari berbagai kota di Jawa dan tempat ini baik sekali untuk ritual.

Kebo Kanigoro ini pada masa Kerajaan Majapahit terakhir atau eranya Raden Patah.

"dikutip" dari berbagai sumber (cerita simbah, cerita dari bapak, keterangan penduduk, internet, dsb, dkk, dll, dengan edit seperlunya)

by-
Raden Tumenggung Dityo Ramadhani trah Purwoto Sidik Ing Banyu Biru.

Songo papat punjul enem, menawi lepat nyuwun ngapunten. Mohon maaf apabila anda kurang berkenan, disini saya hanya berbagi kisah-kisah, saya ingin "nglumpukake balung pisah". Maturnuwun. Rahayu _/\_
mr. galih - 09/08/2011 11:20 PM
#626

sugeng daluh para sesepuh,

mohon bantuan-nya, mengenai informasi asal-usul / silsilah dan keberadaan lokasi makam yang asli (bukan petilasan) dari :

1. PANGERAN HANDAYANINGRAT PENGGING ( KI Ageng Pengging Sepuh),
2. KI AGENG PENGGING (KEBO KENONGO),

*) Ask : apakah Pangeran Handayaningrat itu adalah putra dari Brawijaya V? dan dari istri/selir yang mana ya?

matur sembah nuwun
adi6510 - 13/08/2011 06:39 PM
#627

Quote:
Original Posted By mr. galih
sugeng daluh para sesepuh,

mohon bantuan-nya, mengenai informasi asal-usul / silsilah dan keberadaan lokasi makam yang asli (bukan petilasan) dari :

1. PANGERAN HANDAYANINGRAT PENGGING ( KI Ageng Pengging Sepuh),
2. KI AGENG PENGGING (KEBO KENONGO),

*) Ask : apakah Pangeran Handayaningrat itu adalah putra dari Brawijaya V? dan dari istri/selir yang mana ya?

matur sembah nuwun


Saya coba jawab ya :

1. Makam Pangeran Handayaningrat ada di daerah Pengging.... di pinggir jalan Raya Solo - Semarang ... ada jalan belok kiri ke arah makam KRT Yosodipuro I...... Terus masuk ke dalam....... tanya ke penduduk sekitar.... makamnya ada di dekat pemukiman penduduk... di sebelahnya ada pohon besar dinaungi payung.... ada 3 makam.... Pangeran Handayaningrat, Ratu Pembayun (istri beliau), Kebo Amiluhur (putra bungsu beliau)....

2 Makam Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenongo terletak di desa Butuh, Plupuh... kabupaten Sragen .....
Saya pernah ke makam beliau ...... di dalamnya ada makam Kiai Kebo Kenongo, Nyai Kebo Kenongo, Sultan Hadiwijoyo/Joko Tingkir, Pangeran Benowo, KPH Tedjowulan, KPH Sinawung (senopati utama Pajang)...

3. Pangeran Handayaningrat adalah menantu dari Prabu Brawijaya V.... Istri beliau adalah Ratu Pembayun, putri sulung hasil perkaw1nan Prabu Brawijaya V dan Permaisuri Putri Andarawati (sang putri Champa) .....

CMIIW, please .....
mr. galih - 13/08/2011 08:04 PM
#628

Quote:
Original Posted By adi6510
Saya coba jawab ya :

1. Makam Pangeran Handayaningrat ada di daerah Pengging.... di pinggir jalan Raya Solo - Semarang ... ada jalan belok kiri ke arah makam KRT Yosodipuro I...... Terus masuk ke dalam....... tanya ke penduduk sekitar.... makamnya ada di dekat pemukiman penduduk... di sebelahnya ada pohon besar dinaungi payung.... ada 3 makam.... Pangeran Handayaningrat, Ratu Pembayun (istri beliau), Kebo Amiluhur (putra bungsu beliau)....

2 Makam Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenongo terletak di desa Butuh, Plupuh... kabupaten Sragen .....
Saya pernah ke makam beliau ...... di dalamnya ada makam Kiai Kebo Kenongo, Nyai Kebo Kenongo, Sultan Hadiwijoyo/Joko Tingkir, Pangeran Benowo, KPH Tedjowulan, KPH Sinawung (senopati utama Pajang)...

3. Pangeran Handayaningrat adalah menantu dari Prabu Brawijaya V.... Istri beliau adalah Ratu Pembayun, putri sulung hasil perkaw1nan Prabu Brawijaya V dan Permaisuri Putri Andarawati (sang putri Champa) .....

CMIIW, please .....


matur nuwun utk info-nya, gan..

untuk point,
no.1 : kalau diakses dari Solo, Terminal Bis atau stasin Kereta Solo Balapan ke arah mana lagi ya? naik apa ya, gan?

no.2 : Makam-nya Kebo Kenogo ada di desa plupuh? bukan-nya disana cuma ada Joko Tingkir, Pangearan Benowo, Eyang Butuh, dan Haryo Sinawung?
posisi makam-nya dimana, gan?
didalam bangunan yang se-areal Joko Tingkir-Pangeran Benowo atau di luar? yang dekat Haryo Sinawung?

no.3 : dari agan apakah tau dimana makam-nya orangtua dari pangeran handayaningrat? dan siapa namanya?

matur sembah nuwun..
cendol siap meluncur, gan..
masboela - 14/08/2011 01:43 AM
#629

Quote:
Original Posted By mr. galih
matur nuwun utk info-nya, gan..

untuk point,
no.1 : kalau diakses dari Solo, Terminal Bis atau stasin Kereta Solo Balapan ke arah mana lagi ya? naik apa ya, gan?

no.2 : Makam-nya Kebo Kenogo ada di desa plupuh? bukan-nya disana cuma ada Joko Tingkir, Pangearan Benowo, Eyang Butuh, dan Haryo Sinawung?
posisi makam-nya dimana, gan?
didalam bangunan yang se-areal Joko Tingkir-Pangeran Benowo atau di luar? yang dekat Haryo Sinawung?

no.3 : dari agan apakah tau dimana makam-nya orangtua dari pangeran handayaningrat? dan siapa namanya?

matur sembah nuwun..
cendol siap meluncur, gan..

saya pernah ke makam joko tingkir di butuh masaran sragen.ketemu juru kunci ngobrol...soal pusaka gan...masih ada pusaka terpendam gan.cuma makam kageng kenongo gak liat tuh ,cuma ki gede butuh p benowo.yang didalanm cungkup.trus ama bekas rakit joko tingkir,saya pernah juga ke petilasankraton pajang di solo,
mr. galih - 14/08/2011 09:02 AM
#630

Quote:
Original Posted By mr. galih
matur nuwun utk info-nya, gan..

untuk point,
no.1 : kalau diakses dari Solo, Terminal Bis atau stasin Kereta Solo Balapan ke arah mana lagi ya? naik apa ya, gan?

no.2 : Makam-nya Kebo Kenogo ada di desa plupuh? bukan-nya disana cuma ada Joko Tingkir, Pangearan Benowo, Eyang Butuh, dan Haryo Sinawung?
posisi makam-nya dimana, gan?
didalam bangunan yang se-areal Joko Tingkir-Pangeran Benowo atau di luar? yang dekat Haryo Sinawung?

no.3 : dari agan apakah tau dimana makam-nya orangtua dari pangeran handayaningrat? dan siapa namanya?

matur sembah nuwun..
cendol siap meluncur, gan..


Quote:
Original Posted By masboela
saya pernah ke makam joko tingkir di butuh masaran sragen.ketemu juru kunci ngobrol...soal pusaka gan...masih ada pusaka terpendam gan.cuma makam kageng kenongo gak liat tuh ,cuma ki gede butuh p benowo.yang didalanm cungkup.trus ama bekas rakit joko tingkir,saya pernah juga ke petilasankraton pajang di solo,

salam kenal, gan..
iya, gan..disana masih buanyaaakkkk banget pusaka-nya... hehhehehehe

petilasan keraton pajang di solo? posisinya dimana, gan? aksesnya kesana bagaimana? bisa tolong dishare info-nya, gan?
thx
masboela - 14/08/2011 01:09 PM
#631

Quote:
Original Posted By mr. galih
salam kenal, gan..
iya, gan..disana masih buanyaaakkkk banget pusaka-nya... hehhehehehe

petilasan keraton pajang di solo? posisinya dimana, gan? aksesnya kesana bagaimana? bisa tolong dishare info-nya, gan?
thx

Saya dulu naek motor mas deket pasar laweyan,sama masjid laweyan.disana tinggal umpak buat gedong pusaka,dan rakit mya joko tingkir.Ibnu sutowo masih trahnya joko tingkir(karena ada silsilah nya...)kata juru kunci itu cuma ngaku-aku.Sampeyan dari mana mas.sampeyan ambil jalan slamet riyadi kearah pasar laweyan,kalo dah sampe pasar nanti ada tugu yang atasnya bulet sampeyan belok kiri situ dah sampe desa pajang.mas lurus pelan pelan saja.didepan mas sebelah kiri ada tugu ijo dah ada plang masuk sekitar 100m kalo masih ,bingung nanya tukang becak mas...selamat berburu
adi6510 - 14/08/2011 04:41 PM
#632

Quote:
Original Posted By mr. galih
matur nuwun utk info-nya, gan..

untuk point,
no.1 : kalau diakses dari Solo, Terminal Bis atau stasin Kereta Solo Balapan ke arah mana lagi ya? naik apa ya, gan?

no.2 : Makam-nya Kebo Kenogo ada di desa plupuh? bukan-nya disana cuma ada Joko Tingkir, Pangearan Benowo, Eyang Butuh, dan Haryo Sinawung?
posisi makam-nya dimana, gan?
didalam bangunan yang se-areal Joko Tingkir-Pangeran Benowo atau di luar? yang dekat Haryo Sinawung?

no.3 : dari agan apakah tau dimana makam-nya orangtua dari pangeran handayaningrat? dan siapa namanya?

matur sembah nuwun..
cendol siap meluncur, gan..


jawaban :

1. Ke Arah Boyolali/Salatiga/Semarang. Paling enak naik taxi atau mobil rental, mas.... cuman rada mahal.... Saya kalo pas ziarah ke Solo dan sekitarnya, Alhamdulillah... ada aja teman yang mau nganter entah dengan mobil atau motor....tahu-tahu nyampe.... Kalo dengan angkot umum.... Makamnya tidak dilalui kendaraan umum

2. Posisi makamnya ada di areal bangunan makam yang ada makam SUltan Hadiwijoyo/Joko Tingkir..... Bahkan persis di samping atas makam Joko Tingkir....

3. Nama orangtuanya lupa jee ..... yang jelas masih Trah Mahapatih Gajah Mada...

Sami-sami .....
mr. galih - 14/08/2011 06:04 PM
#633

Quote:
Original Posted By adi6510
jawaban :

1. Ke Arah Boyolali/Salatiga/Semarang. Paling enak naik taxi atau mobil rental, mas.... cuman rada mahal.... Saya kalo pas ziarah ke Solo dan sekitarnya, Alhamdulillah... ada aja teman yang mau nganter entah dengan mobil atau motor....tahu-tahu nyampe.... Kalo dengan angkot umum.... Makamnya tidak dilalui kendaraan umum

2. Posisi makamnya ada di areal bangunan makam yang ada makam SUltan Hadiwijoyo/Joko Tingkir..... Bahkan persis di samping atas makam Joko Tingkir....

3. Nama orangtuanya lupa jee ..... yang jelas masih Trah Mahapatih Gajah Mada...

Sami-sami .....


point no.2 :
hmmm... yang makam-nya besar dan tinggi itu ya, puh?
nuwun sewu itu bukan-nya makam eyang Butuh? Guru-nya eyang Joko Tingkir?
adi6510 - 14/08/2011 07:08 PM
#634

Quote:
Original Posted By mr. galih
point no.2 :
hmmm... yang makam-nya besar dan tinggi itu ya, puh?
nuwun sewu itu bukan-nya makam eyang Butuh? Guru-nya eyang Joko Tingkir?


Yap..benar ....makam yang besar yang memancarkan aura perbawa besar ...

Itu adalah makam Eyang Kebo Kenongo .....

Dimanapun seorang anak kandung pasti ingin dimakamkan di dekat makam orangtua kandungnya, demikian juga halnya dengan Sultan Hadiwijoyo .....

vv13m - 25/08/2011 05:39 PM
#635

Quote:
Original Posted By OrangTua1948
Alhamdulillah mas saya sudah menemukan kisah moyang saya Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik Ing Banyu Biru atau Kebo Kanigoro guru Joko Tingkir ternyata beliau hidup semasa era Kerajaan Majapahit terakhir atau eranya Raden Patah. Berikut sedikit cerita moyang saya Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik pasareanipun wonten Banyu Biru, Watu Kelir.

Makam Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik Ing Banyu Biru.

Areal Komplek Pasareyan Banyu Biru yang terletak di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Semasa hidupnya Ki Ageng Purwoto Sidik merupakan guru dari Joko Tingkir yang kelak kemudian hari berhasil menjadi raja di Kerajaan Pajang. Lokasi berada di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Ingin mengetahui sejarah dari Ki Ageng Purwoto Sidik ?

Berikut cerita sejarah yang saya kutip dari berbagai sumber.

Pengembaraan Kyai Purwoto Sidik meninggalkan banyak petilasan di berbagai daerah. Namun, karena di tiap daerah selalu berganti nama, banyak orang meragukan petilasan itu. Banyubiru lalu menjadi kata kunci kepastian jati diri tokoh mistis ini.

SEJAK peristiwa mistis di Rawapening, Kyai Purwoto Sidik kawentar dengan julukan Ki Ageng Banyubiru. Semula julukan itu hanya digunakan pengikutnya, tapi kemudian menjadi lebih umum.

Perjalanan Kyai Purwoto Sidik berlanjut ke Purwokerto. Hampir di setiap tempat beliau juga bertapa. Setelah tujuh tahun di Purwokerto lalu hijrah ke Rejosari Semin Gunungkidul. Beliau hidup di tengah hutan Kali Goyang.

Ketika tapa-brata beliau bersandar di pohon Jati. Di hutan itu, beliau berganti nama menjadi Ki Ageng Purwoto Sidik Perwitosari. Tujuh tahun kurang dua puluh satu hari, beliau didatangi seseorang dari Serang yang mengaku sebagai cucu. Kyai Purwoto Sidik yang waskita sudah mengetahui sebelumnya. Beliau tak ingin ditemui, dan segera meninggalkan alas Kali Goyang cucu itu tiba. Namun, orang itu terus mengejar.

Setelah bertemu, orang Serang itu menyatakan ingin berguru. Dengan tegas Kyai Purwoto Sidik menolaknya. Ketika terjadi perdebatan antara keduanya mendadak pohon Jati tempat bertapa Kyai Purwoto Sidik tumbang.

Tumbangnya pohon Jati di alas Kali Goyang, menurut Mbah Amad, menjadi tetenger atau tanda putusnya hubungan Kyai Purwoto Sidik dengan seseorang dari Serang yang mengaku sebagai cucunya tersebut.

Sesudah peristiwa di alas Kali Goyang, lalu meneruskan pengembaraan sampai di Jatingarang Sukoharjo. Dulu bernama alas Wonogung. Beliau tapa kungkum di sendang setempat. Dan lagi-lagi, air sendang Wonogung mendadak berubah biru. Sendang itu pun lalu dinamai Banyubiru.

Kini kawasan sendang telah berubah menjadi dusun Banyubiru. Dan nama Ki Banyubiru makin kondang. Dusun Banyubiru berada di selatan kota Solo, disebut-sebut sebagai tempat pertama Joko Tingkir berguru. Joko Tingkir kemudian ke Gunung Majasto lalu ke Pajang. Jalur getheknya menjadi dasar penamaan dusun-dusun di wilayah itu, yakni Watu Kelir, Toh Saji, Pengkol, Kedung Apon dan Kedung Srengenge.

Selain Sendang Banyubiru, ada delapan sendang lain petilasan Kyai Purwoto Sidik, yakni sendang Margomulyo, Krapyak, Margojati, Bendo, Gupak Warak, Ndanumulyo, Siluwih dan Sepanjang. Sendang Gupak Warak berada di Wonogiri, dan lainnya tersebar di Weru Sukoharjo. Semua sendang itu, kini airnya menyusut. Bahkan, sendang Banyubiru tak lagi mengeluarkan air, dan dibiarkan menjadi kolam kering penampung air hujan, dan di atasnya dibangun sebuah masjid.

Di dusun Banyubiru, Kyai Purwoto Sidik menetap hingga tutup usia. Beliau dimakamkan di utara sendang Banyubiru, yang kini karena alasan administratif menjadi dusun bernama Sarehan. Ki Ageng Banyubiru dimakamkan bersama kedua puteri, Nyai Gadung Melati dan Roro Tenggok. Uniknya, kedua puteri tersebut tak dibuatkan nisan. Kedua pengikut beliau, Gus Bambang dan Gus Purut dimakamkan dalam satu nisan untuk berdua.

MAKAM PURWOTO SIDIK

Makam Purwoto Sidik dengan nama lain Kebo Kanigoro atau guru dari Joko Tingkir terletak perbatasan antara wilayah Sukoharjo, Wonogiri dan Yogyakarta, tepatnya di Desa Watukelir, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Sukoharjo. Makam ini pada setiap malam Jumat dan malam Selasa banyak pengunjung dari berbagai kota di Jawa dan tempat ini baik sekali untuk ritual.

Kebo Kanigoro ini pada masa Kerajaan Majapahit terakhir atau eranya Raden Patah.

"dikutip" dari berbagai sumber (cerita simbah, cerita dari bapak, keterangan penduduk, internet, dsb, dkk, dll, dengan edit seperlunya)

by-
Raden Tumenggung Dityo Ramadhani trah Purwoto Sidik Ing Banyu Biru.

Songo papat punjul enem, menawi lepat nyuwun ngapunten. Mohon maaf apabila anda kurang berkenan, disini saya hanya berbagi kisah-kisah, saya ingin "nglumpukake balung pisah". Maturnuwun. Rahayu _/\_


Mas, agak beda dengan di Nagasasra Sabukinten dari SHM ya. Di NS Kebo Kanigoro mungkin masih berumur 40-an semasa pemerintahan Sultan Trenggana dan menjadi guru Jaka Tingkir. Kalau memang ia hidup pada masa Raden Patah harusnya umurnya sudah lebih tua dari itu.
diehurt - 29/08/2011 02:10 AM
#636

ijin mantau agan-agan sekalian...

karena ane masih bingung dan mencari garis turunan...
siapa tahu dapat pencerahan disini.

yang ane tahu dari bapak ane, ada garis langsung ke Ki Ageng Selo
cuma masih belum diijinkan merunut silsilah mulai kakek buyut ane...
tuknong - 30/08/2011 01:08 PM
#637

Quote:
Original Posted By hackjoe
bisa um .... lewat administrasi di kraton yg masih akif seperti di solo / jogja saudara bisa minta copian resminya dengan catatan ada salah satu kerabat yg termasuk dalam lembar silsilah


terima kasih gan.... atas infonya
Rahayu
uchiha tsuki - 11/09/2011 06:46 PM
#638

@ buat agan TS
sebelumnya salam kenal dari nubie
kalo boleh tahu dan minta tolong, bisa ga dibuatkan susunan (CHART) silsilah/trah Brawijaya V sampai terbentuknya Kerajaan Solo dan Jogja, soalnya ada amanah dari mendiang kakek ane, untuk menyempurnakan dokumen peninggalan beliau. Ane masih bingung kemana mencari referensi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
mohon maaf kalo ada kata" yang kurang berkenan.
takberotak - 13/09/2011 12:33 AM
#639

Quote:
Original Posted By uchiha tsuki
@ buat agan TS
sebelumnya salam kenal dari nubie
kalo boleh tahu dan minta tolong, bisa ga dibuatkan susunan (CHART) silsilah/trah Brawijaya V sampai terbentuknya Kerajaan Solo dan Jogja, soalnya ada amanah dari mendiang kakek ane, untuk menyempurnakan dokumen peninggalan beliau. Ane masih bingung kemana mencari referensi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
mohon maaf kalo ada kata" yang kurang berkenan.


coba ke Tepas Ndalem Keraton Solo maupun Jogjakarta, silsilah dari majapahit sampai jogja/Solo ada gan...
tuknong - 13/09/2011 11:06 AM
#640
silsilah
Quote:
Original Posted By uchiha tsuki
@ buat agan TS
sebelumnya salam kenal dari nubie
kalo boleh tahu dan minta tolong, bisa ga dibuatkan susunan (CHART) silsilah/trah Brawijaya V sampai terbentuknya Kerajaan Solo dan Jogja, soalnya ada amanah dari mendiang kakek ane, untuk menyempurnakan dokumen peninggalan beliau. Ane masih bingung kemana mencari referensi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
mohon maaf kalo ada kata" yang kurang berkenan.


Salam kenal..... Saya ada Gan photocopynya... tapi karena udah terlalu lama ada beberapa nama yg sulit dibaca ukurannya kira2 seluas meja 1/2 biro, kalau mau di photocopy silahkan PM saya, Rahayu.
Page 32 of 36 | ‹ First  < 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V