Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V
Total Views: 96513
Page 33 of 36 | ‹ First  < 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > 

uchiha tsuki - 14/09/2011 09:42 AM
#641

Quote:
Original Posted By takberotak
coba ke Tepas Ndalem Keraton Solo maupun Jogjakarta, silsilah dari majapahit sampai jogja/Solo ada gan...



Maaf, Tepas apaan gan? terus caranya? nanti ane dipinjami ato diperlihatkan silsilahnya saja?maklum gan, nubie masih oon

Quote:
Original Posted By tuknong
Salam kenal..... Saya ada Gan photocopynya... tapi karena udah terlalu lama ada beberapa nama yg sulit dibaca ukurannya kira2 seluas meja 1/2 biro, kalau mau di photocopy silahkan PM saya, Rahayu.


salam kenal juga dari ane , boleh gan?
ok, cek PM
tuknong - 16/09/2011 10:50 AM
#642

Quote:
Original Posted By uchiha tsuki
Maaf, Tepas apaan gan? terus caranya? nanti ane dipinjami ato diperlihatkan silsilahnya saja?maklum gan, nubie masih oon



salam kenal juga dari ane , boleh gan?
ok, cek PM


sptnya belum masuk pm nya,...gan
MasUcox - 20/09/2011 09:26 PM
#643

lha Eyang Brawijaya pamungkas turunannya sapa ?
adi6510 - 21/09/2011 08:56 AM
#644

Quote:
Original Posted By uchiha tsuki
@ buat agan TS
sebelumnya salam kenal dari nubie
kalo boleh tahu dan minta tolong, bisa ga dibuatkan susunan (CHART) silsilah/trah Brawijaya V sampai terbentuknya Kerajaan Solo dan Jogja, soalnya ada amanah dari mendiang kakek ane, untuk menyempurnakan dokumen peninggalan beliau. Ane masih bingung kemana mencari referensi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
mohon maaf kalo ada kata" yang kurang berkenan.


silsilah dari Ken Arok dan Ken Dedes sampai terbentuknya 4 keraton di Solo dan Jogja udah saya muat di album foto saya di facebook.....

Nunggu ada teman yang mau upload di thread ini.....

tuknong - 21/09/2011 01:24 PM
#645

Quote:
Original Posted By adi6510
silsilah dari Ken Arok dan Ken Dedes sampai terbentuknya 4 keraton di Solo dan Jogja udah saya muat di album foto saya di facebook.....

Nunggu ada teman yang mau upload di thread ini.....



Tanya.. Gan kalau Patung Ken Dedes yg pernah dibawa Belanda udah kembali ,atau belum....Yak?
must.andrew - 23/09/2011 08:45 AM
#646

sugeng enjang, selamat pagi

untuk para sepuh disini, adakah yg berkenan berbagi informasi mengenai nama putri dari Kiageng Pemanahan yang menjadi istri Raden Tumenggung Mayang.

mohon maaf sebelumnya.

nuwun
adi6510 - 23/09/2011 02:51 PM
#647

Quote:
Original Posted By tuknong
Tanya.. Gan kalau Patung Ken Dedes yg pernah dibawa Belanda udah kembali ,atau belum....Yak?


Sudah dibawa balik....ada di Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka depan Monas.... Jakarta Pusat .....

adi6510 - 23/09/2011 02:54 PM
#648

Quote:
Original Posted By must.andrew
sugeng enjang, selamat pagi

untuk para sepuh disini, adakah yg berkenan berbagi informasi mengenai nama putri dari Kiageng Pemanahan yang menjadi istri Raden Tumenggung Mayang.

mohon maaf sebelumnya.

nuwun


Nama putri kandung Ki Ageng Pemanahan yang sekaligus istri Tumenggung Mayang adalah : Raden Rara Wuryan....

Memiliki putra bernama : Raden Pabelan ...

must.andrew - 23/09/2011 05:02 PM
#649

Quote:
Original Posted By adi6510
Nama putri kandung Ki Ageng Pemanahan yang sekaligus istri Tumenggung Mayang adalah : Raden Rara Wuryan....

Memiliki putra bernama : Raden Pabelan ...



terima kasih mas Adi. salam kenal sebelumnya.

konon kabarnya Raden Pabelan terkenal ganteng

tapi, apakah ada hubungan antara Raden Pabelan dengan Raden Tumenggung Rajaniti (Demak)? ataukah itu adalah gelar Raden Pabelan setelah menikah/sepuh?

mohon pencerahannya mas Adi.
adi6510 - 24/09/2011 03:56 PM
#650

Quote:
Original Posted By must.andrew
terima kasih mas Adi. salam kenal sebelumnya.

konon kabarnya Raden Pabelan terkenal ganteng

tapi, apakah ada hubungan antara Raden Pabelan dengan Raden Tumenggung Rajaniti (Demak)? ataukah itu adalah gelar Raden Pabelan setelah menikah/sepuh?

mohon pencerahannya mas Adi.


Raden Tumenggung Rajaniti itu = siapa ? Data lainnya ada ndak ?

banyulumut - 28/09/2011 10:15 PM
#651

Quote:
Original Posted By OrangTua1948
Alhamdulillah mas saya sudah menemukan kisah moyang saya Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik Ing Banyu Biru atau Kebo Kanigoro guru Joko Tingkir ternyata beliau hidup semasa era Kerajaan Majapahit terakhir atau eranya Raden Patah. Berikut sedikit cerita moyang saya Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik pasareanipun wonten Banyu Biru, Watu Kelir.

Makam Ki Ageng Buyut Purwoto Sidik Ing Banyu Biru.

Areal Komplek Pasareyan Banyu Biru yang terletak di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Semasa hidupnya Ki Ageng Purwoto Sidik merupakan guru dari Joko Tingkir yang kelak kemudian hari berhasil menjadi raja di Kerajaan Pajang. Lokasi berada di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Ingin mengetahui sejarah dari Ki Ageng Purwoto Sidik ?

Berikut cerita sejarah yang saya kutip dari berbagai sumber.

Pengembaraan Kyai Purwoto Sidik meninggalkan banyak petilasan di berbagai daerah. Namun, karena di tiap daerah selalu berganti nama, banyak orang meragukan petilasan itu. Banyubiru lalu menjadi kata kunci kepastian jati diri tokoh mistis ini.

SEJAK peristiwa mistis di Rawapening, Kyai Purwoto Sidik kawentar dengan julukan Ki Ageng Banyubiru. Semula julukan itu hanya digunakan pengikutnya, tapi kemudian menjadi lebih umum.

Perjalanan Kyai Purwoto Sidik berlanjut ke Purwokerto. Hampir di setiap tempat beliau juga bertapa. Setelah tujuh tahun di Purwokerto lalu hijrah ke Rejosari Semin Gunungkidul. Beliau hidup di tengah hutan Kali Goyang.

Ketika tapa-brata beliau bersandar di pohon Jati. Di hutan itu, beliau berganti nama menjadi Ki Ageng Purwoto Sidik Perwitosari. Tujuh tahun kurang dua puluh satu hari, beliau didatangi seseorang dari Serang yang mengaku sebagai cucu. Kyai Purwoto Sidik yang waskita sudah mengetahui sebelumnya. Beliau tak ingin ditemui, dan segera meninggalkan alas Kali Goyang cucu itu tiba. Namun, orang itu terus mengejar.

Setelah bertemu, orang Serang itu menyatakan ingin berguru. Dengan tegas Kyai Purwoto Sidik menolaknya. Ketika terjadi perdebatan antara keduanya mendadak pohon Jati tempat bertapa Kyai Purwoto Sidik tumbang.

Tumbangnya pohon Jati di alas Kali Goyang, menurut Mbah Amad, menjadi tetenger atau tanda putusnya hubungan Kyai Purwoto Sidik dengan seseorang dari Serang yang mengaku sebagai cucunya tersebut.

Sesudah peristiwa di alas Kali Goyang, lalu meneruskan pengembaraan sampai di Jatingarang Sukoharjo. Dulu bernama alas Wonogung. Beliau tapa kungkum di sendang setempat. Dan lagi-lagi, air sendang Wonogung mendadak berubah biru. Sendang itu pun lalu dinamai Banyubiru.

Kini kawasan sendang telah berubah menjadi dusun Banyubiru. Dan nama Ki Banyubiru makin kondang. Dusun Banyubiru berada di selatan kota Solo, disebut-sebut sebagai tempat pertama Joko Tingkir berguru. Joko Tingkir kemudian ke Gunung Majasto lalu ke Pajang. Jalur getheknya menjadi dasar penamaan dusun-dusun di wilayah itu, yakni Watu Kelir, Toh Saji, Pengkol, Kedung Apon dan Kedung Srengenge.

Selain Sendang Banyubiru, ada delapan sendang lain petilasan Kyai Purwoto Sidik, yakni sendang Margomulyo, Krapyak, Margojati, Bendo, Gupak Warak, Ndanumulyo, Siluwih dan Sepanjang. Sendang Gupak Warak berada di Wonogiri, dan lainnya tersebar di Weru Sukoharjo. Semua sendang itu, kini airnya menyusut. Bahkan, sendang Banyubiru tak lagi mengeluarkan air, dan dibiarkan menjadi kolam kering penampung air hujan, dan di atasnya dibangun sebuah masjid.

Di dusun Banyubiru, Kyai Purwoto Sidik menetap hingga tutup usia. Beliau dimakamkan di utara sendang Banyubiru, yang kini karena alasan administratif menjadi dusun bernama Sarehan. Ki Ageng Banyubiru dimakamkan bersama kedua puteri, Nyai Gadung Melati dan Roro Tenggok. Uniknya, kedua puteri tersebut tak dibuatkan nisan. Kedua pengikut beliau, Gus Bambang dan Gus Purut dimakamkan dalam satu nisan untuk berdua.

MAKAM PURWOTO SIDIK

Makam Purwoto Sidik dengan nama lain Kebo Kanigoro atau guru dari Joko Tingkir terletak perbatasan antara wilayah Sukoharjo, Wonogiri dan Yogyakarta, tepatnya di Desa Watukelir, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Sukoharjo. Makam ini pada setiap malam Jumat dan malam Selasa banyak pengunjung dari berbagai kota di Jawa dan tempat ini baik sekali untuk ritual.

Kebo Kanigoro ini pada masa Kerajaan Majapahit terakhir atau eranya Raden Patah.

"dikutip" dari berbagai sumber (cerita simbah, cerita dari bapak, keterangan penduduk, internet, dsb, dkk, dll, dengan edit seperlunya)

by-
Raden Tumenggung Dityo Ramadhani trah Purwoto Sidik Ing Banyu Biru.

Songo papat punjul enem, menawi lepat nyuwun ngapunten. Mohon maaf apabila anda kurang berkenan, disini saya hanya berbagi kisah-kisah, saya ingin "nglumpukake balung pisah". Maturnuwun. Rahayu _/\_


mantab kang caritane....
kebetulan tmpat tsb berada disbelah rmh simbah...
banyulumut - 29/09/2011 09:06 PM
#652

Quote:
Original Posted By adi6510
Makam Bumi Arum Majasto

Majasto
Berada di puncak bukit setinggi kurang lebih 60 meter di Pegunungan Kendeng Kidul, Desa Majasto, Tawangsari seraya memandang ke bawah, akan terlihat pemandangan asri. Hamparan sawah yang menghijau dan perumahan warga terasa menyejukkan mata.
Di puncak bukit itulah (10 km dari jantung Kota Sukoharjo) Kompleks Makam Ki Ageng Sutawijaya atau yang dikenal dengan nama Bumi Arum Majasto berada.

Semasa hidupnya, Ki Ageng Sutawijaya yang juga dikenal sebagai Joko Bodho adalah tokoh yang sangat sakti. Ini tak diragukan, karena selain putra nomor 107 dari raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V sekaligus guru Jaka Tingkir yang di kemudian hari menjadi Raja Pajang dan bergelar Sultan Hadiwijaya. Pada malam satu Sura, maupun malam Selasa dan Jumat Kliwon pengunjung membeludak.


Menurut generasi ke -11 juru kunci makam Ki Ageng Sutawijaya ini, ada yang istimewa terkait kondisi makam yang lebih dikenal sebagai Makam Majasto ini. Tanah di makam yang juga digunakan sebagai tempat pemakaman umum itu tidak seperti layaknya tanah di makam-makam umum lainnya.

Bagaimana tidak? Jika di makam umum lainnya untuk mengubur jasad mayat harus dalam kedalaman tertentu untuk mencegah bau mayat. Maka di makam tersebut mayat cukup dikubur sedalam 50 cm saja.

Majasto
Anehnya, meski tanahnya dangkal, jenazah tidak berbau. "Ini karena tanah di sini adalah tanah arum (harum-Red). Istilah harum di sini bukan secara kasat mata yang dapat dicium melalui hidung, melainkan melalui mata batin. Maka makam Ki Ageng Sutawijaya juga disebut sebagai makam Bumi Arum.''

Sumber : www.suaramerdeka.com


keanehan yg terjadi karna ternyata jasad yg dimakamkan langsung lenyap mas entah kmna...
ini hsl investigasi goib salahsatu sdulurku mas...
tuknong - 29/09/2011 09:44 PM
#653

Quote:
Original Posted By adi6510
Sudah dibawa balik....ada di Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka depan Monas.... Jakarta Pusat .....



makasih.. mas, inponya
balaprabu - 05/10/2011 10:41 AM
#654

Quote:
Original Posted By adi6510
Sudah dibawa balik....ada di Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka depan Monas.... Jakarta Pusat .....





ini ya mbah?patung prajna paramitha
abijoz - 05/10/2011 07:05 PM
#655

Prabu Kertabumi / Brawijaya V keturunannya:
1. Ratu Pembayun
2. Raden Patah
3. Raden Bondan Kejawan
sumber:
http://www.babadbali.com/babad/silsilah.php?id=550915

Silsilah daqri ken Dedes ke Hamengkubuwono I :
Raden Bondan Kejawan >.......- Hamengkubuwono I
http://www.babadbali.com/babad/silsilah.php?id=550988

Silsilah Jaka Tingkir/ Sultan Hadiwijaya (Pajang) :
Ratu Pembayun >..........- Jaka Tingkir
http://www.babadbali.com/babad/silsilah.php?id=550927

Silsilah Raden patah:
http://www.babadbali.com/babad/silsilah.php?id=550928
abijoz - 05/10/2011 07:10 PM
#656

Quote:
Original Posted By tetsu_85
Dulu nyokap ane pernah nunjukin semacam lembaran yang isinya adalah silsilah keluarga ane.. dan Katanya ane masih keturunan Batara Katong... dan ane ga pernah tau apa itu Batara Katong.. begitu browsing, malah langsung kebawa kesini.. ternyata leluhur ane orang besar ya.. :matabelo


Betara katong nama lain dari Jayakatwang yang menaklukkan Kertanegara tapi dibalas Raden Wijaya dan Mongol
adi6510 - 06/10/2011 03:26 PM
#657

Quote:
Original Posted By abijoz
Betara katong nama lain dari Jayakatwang yang menaklukkan Kertanegara tapi dibalas Raden Wijaya dan Mongol


Batara Katong yang putra Prabu Brawijaya V memang ada ....

Bukan Jayakatwang ......

Beda orang...Beda generasi .....

banyulumut - 06/10/2011 04:17 PM
#658

Quote:
Original Posted By adi6510
Konon Panembahan Sela Hening adalah salah satu putra Prabu Brawijaya V.

CMIIW, please.



seorang petapa...
menarik utk ditelusuri mbah....
abijoz - 06/10/2011 04:36 PM
#659

Quote:
Original Posted By banyulumut
seorang petapa...
menarik utk ditelusuri mbah....


Brawijaya V >- R Bondhan Kejawan >- Ki Ageng Getas Pandowo >- Ki Ageng Selo
abijoz - 06/10/2011 04:39 PM
#660

Quote:
Original Posted By adi6510
Batara Katong yang putra Prabu Brawijaya V memang ada ....

Bukan Jayakatwang ......

Beda orang...Beda generasi .....



Oh iya beliau, Adipati Ponorogo ( Bhre Wengker )
Page 33 of 36 | ‹ First  < 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > [Sejarah + Budaya] Kisah Sekilas Para Putra-Putri Prabu Brawijaya V