MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!
Total Views: 353233 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 411 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

chupoulatos - 16/02/2012 01:22 PM
#61

abis nongton ni pelem td malem (ga tau udah yg keberapa diliat ) malu

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

sinopsis cek aja dimari http://en.wikipedia.org/wiki/School_of_Rock

ane kasi nilai 7.5/10 :thumbup
jeng kelinih - 16/02/2012 01:25 PM
#62

Quote:
Original Posted By bagusxfantasy
Ya salah ketik maklum rada ngantuk nulisnya sama susah juga buat nginet judulnya o.makasih koreksinya malu


kembali kasih om malus

gara-gara itu jeng sampe nyari di om gugel, apa tuh film emang ada dua versi gitu judulnya D
maximcool - 16/02/2012 02:10 PM
#63

Puss In Boots

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

prekuel dari Shrek yg bisa dibilang gak kalah serunya dengan Shrek.Tingkah Puss in Boots yg kocak,ngegemesin walaupun tetap berjiwa heroik jadi daya tarik utama dari film ini ditambah dengan animasi yg memanjakan mata dan juga cerita yg unik,memadukan kisah dongeng Jack and The Beanstalk dengan sedikit action dan juga koreografi yg bagus yg semakin menghidupkan tokoh Puss in Boots disini.

7/10
maximcool - 16/02/2012 02:11 PM
#64

Turn Me On, Goddammit aka Få Meg På, For Faen

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

tipikal komedi remaja dengan konflik pada tokoh utamanya dan lingkungan pergaulan disekitarnya,walaupun hampir menjurus ke komedi semi tapi film ini ceritanya lumayan bagus D.Bercerita tentang Alma,seorang gadis remaja di sebuah kota kecil di Norwegia yg merupakan anak yg terhitung kurang populer di sekolahnya dan memiliki fantasi sex berlebihan.Suatu ketika di sebuah pesta Alma bertemu Artur,cowo yg ia suka tapi respons Artur pd Alma sungguh aneh.Ia menyodorkan kemaluannya yg sedang ereksi kagets: dan hal itu membuat Alma cukup kaget tetapi ketika Alma menceritakan kisah itu pada teman-temannya,tak ada satupun yg percaya bahkan Artur pun mengelak.Sontak Alma pun jadi bahan pergunjingan teman-temannya sekolahnya yg lebih senang memanggilnya dengan "pikk-Alma" (penis Alma :kagets\) dan Alma pun berusaha untuk mengembalikan kepercayaan teman-temannya sementara ia sendiri sedang bermasalah dengan sang ibu yg sangat mengkhawatirkan perilaku seksual anaknya tersebut.

7/10
hyperion_lynx - 16/02/2012 02:16 PM
#65

Review: Extremely Loud and Incredibly Close (2011)

Didasarkan pada novel berjudul sama karya Jonathan Safran Foer yang dirilis perdana pada tahun 2005, Extremely Loud and Incredibly Close adalah sebuah sudut pandang lain dalam melihat tragedi 9/11 yang menimpa masyarakat Amerika Serikat. Extremely Loud and Incredibly Close tidak mengisahkan mengenai sekumpulan karakter yang terjebak dalam gedung World Trade Center yang kemudian luluh lantak ketika diserang sekumpulan teroris. Extremely Loud and Incredibly Close juga bukan sebuah kisah dari beberapa karakter yang berhasil meloloskan diri dan selamat dari tragedi tersebut. Extremely Loud and Incredibly Close lebih menitikberatkan jalan ceritanya pada bagaimana masyarakat Amerika Serikat, khususnya sang karakter utama, hidup dalam struktur sosial yang begitu berubah seusai terjadinya tragedi tersebut. Sebuah sudut pandang yang berbeda, cukup menjanjikan, namun di tangan Stephen Daldry – yang populer karena selalu berhasil menempatkan setiap film yang ia arahkan untuk meraih nominasi Best Picture di ajang Academy Awards – Extremely Loud and Incredibly Close justru terkesan hampa dengan jarak yang begitu terbentang antara penonton dengan kisah yang dihantarkan.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Eric Roth (The Curious Case of Benjamin Button, 2008), Extremely Loud and Incredibly Close mengisahkan mengenai kehidupan Oskar Schell (Thomas Horn), seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, setelah ditinggalkan sang ayah, Thomas Schell (Tom Hanks), yang menjadi salah satu korban dalam tragedi 9/11. Oskar berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia adalah seorang penderita sindrom Asperger – lebih dikenal dengan sebutan autis – yang membuatnya seringkali memiliki jalan pemikiran yang berbeda dengan anak-anak lainnya sehingga kesulitan untuk bersosialisasi. Beruntung, Oskar memiliki ayah yang begitu peduli dan mengerti bagaimana jalan pemikirannya. Sang ayah kerapkali memberikan sebuah permainan yang berbau petualangan yang terus melatih jalan pemikiran Oskar sekaligus mengharuskannya untuk berbaur di tengah-tengah masyarakat.

Setahun setelah meninggalnya sang ayah, Oskar kemudian menemukan sebuah kunci yang dianggapnya merupakan sebuah jawaban bagi sebuah tugas yang dulu sempat diberikan ayahnya kepada dirinya namun belum sempat diselesaikannya. Tanpa sepengetahuan sang ibu, Linda Schell (Sandra Bullock), Oskar lalu menjelajahi seluruh kota New York, mencari pintu yang tepat sebagai pasangan dari kunci yang ia miliki. Dalam perjalanannya, Oskar menemui begitu banyak orang-orang baru, yang akhirnya justru mendapatkan pengaruh dari kedatangan Oskar dalam kehidupan mereka. Salah satunya adalah seorang pria tua (Max von Sydow) yang semenjak lama telah memutuskan untuk berhenti berbicara karena trauma akan Perang Dunia II. Bersama pria tua tersebut, Oskar menjelajahi kota New York sekaligus menemukan kembali berbagai arti kehidupan yang selama ini tidak pernah mereka sadari sebelumnya.

Dengan menyentuh tema tragedi 9/11, dan perjuangan seorang anak untuk menyelesaikan sebuah tugas yang pernah diberikan sang ayah agar ia dapat merasakan kembali kedekatan dirinya dengan sang ayah, Extremely Loud and Incredibly Close jelas memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi sebuah kisah yang akan mampu menyentuh hati setiap penontonnya. Sayangnya, hal tersebut tidak serta merta terjadi. Extremely Loud and Incredibly Close, pada beberapa momen terbaiknya, berhasil menciptakan momen-momen menyentuh tersebut. Namun, pada kebanyakan bagian, momen tersebut terasa begitu sulit untuk tercipta akibat jalan cerita yang terlalu tipis dan bergerak pada satu jalur emosi saja sehingga menyulitkan penonton untuk dapat merasakan apa yang sedang coba disampaikan oleh jalan cerita film ini.

Dalam jalan cerita Extremely Loud and Incredibly Close, karakter Oskar mengelilingi seluruh penjuru kota New York dan berusaha untuk mencari sebuah lubang kunci yang tepat untuk kunci yang ia miliki agar dapat tetap merasakan kehadiran sang ayah dalam kehidupannya. Bagian cerita ini kemudian mengharuskan plot cerita mengenai kunjungan karakter Oskar ke berbagai rumah dan karakter asing terjadi berulang-ulang. Monoton, khususnya ketika dari banyak karakter asing yang dikunjungi oleh karakter Oskar, Extremely Loud and Incredibly Close hanya memusatkan perhatiannya pada dua karakter pasangan suami istri, yang sayangnya justru hadir dengan kisah yang tidak begitu menarik. Drama mengenai kunjungan karakter Oskar yang akhirnya memberikan inspirasi bagi mereka yang ia kunjungi juga dieksploitasi secara dangkal, khususnya di akhir kisah, yang membuat Extremely Loud and Incredibly Close justru terkesan menjadi sebuah drama yang begitu cheesy.

Walau begitu, momen-momen berharga dalam Extremely Loud and Incredibly Close berhasil hadir secara efektif akibat penampilan berkelas dari para jajaran pemerannya. Thomas Horn tampil begitu mengesankan sebagai Oskar. Begitu juga dengan Tom Hanks, Viola Davis dan Jeffrey Wright yang walaupun mendapatkan porsi peran yang terbatas, namun hadir dengan penampilan yang sangat memuaskan. Namun, penampilan terkuat film ini berhasil dihadirkan oleh Sandra Bullock dan Max von Sydow. Khususnya Bullock, yang berhasil tampil dalam kapasitas drama yang melebihi penampilannya yang diganjar sebuah Academy Awards dalam The Blind Side (2009) dan terlihat mendekati penampilan apiknya dalam Crash (2005). Penampilan Bullock dalam Extremely Loud and Incredibly Close mungkin adalah penampilan drama terbaik yang pernah ia berikan di sepanjang karirnya sebagai seorang aktris hingga saat ini.

Cukup menarik untuk melihat cara pendekatan Stephen Daldry pada kisah yang bertema pada tragedi 9/11 tanpa harus terjebak dalam berbagai hal klise yang mengharuskannya untuk menampilkan reka ulang adegan tragedi itu sendiri. Daldry juga mendapatkan dukungan penuh dari jajaran pengisi departemen aktingnya, dengan Thomas Horn, Sandra Bullock dan Max von Sydow tampil begitu memukau. Sayangnya, dengan durasi sepanjang 129 menit, harus diakui bahwa Extremely Loud and Incredibly Close terlalu memfokuskan penceritaannya pada kisah utama yang tampil monoton padahal dapat memperoleh banyak pengembangan dari kisah-kisah yang hadir di sekitar kisah utama tersebut. Hal ini yang membuat Extremely Loud and Incredibly Close seringkali terasa begitu hampa akan kehadiran emosi dan jauh dari jangkauan emosional para penontonnya.

Rating: 3 / 5
natedelorean3 - 16/02/2012 02:28 PM
#66
5 Centimeters per Second
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

“I love you even today. Even if we were to exchange mail a thousand times, our hearts would probably not move closer by even one centimeter.”

9/10
dzeke - 16/02/2012 02:39 PM
#67
rumah baru :D
Quote:
Original Posted By Freakyaho
wah wah om andre sama om mudvay abis nonton film yg sama THIS MEANS WAR matabelo: jng2 nnton berdua ya .....ngacir:

Wedding Dress

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

Banyak banget adegan di film ini yang bener bener touching, ngeliat ketegaran Sora. Yak, aktingnya Kim Hyang Gi yang mainin Sora bener bener deh anaknya lucu banget,,Apalagi adegan terakhir nnton sendiri ya D soundtracknya ni film apa si ada yg tw

8/10


Quote:
Original Posted By dee.chan

Nggak bisa dipungkiri sedikit banyak emang bikin mewek o

[youtube]oPN7R2N5whs[youtube]


gw lebih suka ost endingnya, soranui norae o


---
Nanako to nanao

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

Nanako is an ordinary high school girl who lives with her mother, who is a taxi driver. One day, suddenly she has a younger brother - Nanao, the son of her late father's mistress.
While Nanao's mother is being put in jail, Nanako's mother decides to take care of him.
Nanako doesn't like it at all. Everything Nanao does irritates her. Shortly afterwards, Nanako's mother becomes very sick.
In fact, she doesn't have much time left. Since she is in hospital, Nanako is forced to live with Nanao alone -Credits: gosha at D-Addicts

aktingnya yu aoi so-so, apalagi si chinen yuri nohope:
sebenarnya temanya bagus, namun sayang sang director ga berhasil mengarahkan film ini ke jalan yang benar hammer: seperti drama family lainnya ada beberapa momen yang tearjerking, tapi anehnya gw ga merasa tersentuh sama sekali. entah karena akting nanao yang nangisnya kelihatan dibuat-buat atau karena konfliknya yang ga begitu terasa yang jelas gw malah 'annoyed' di momen2 itu hammer: 6.5/10 norose:
tsjamina - 16/02/2012 02:47 PM
#68

booking dulu dah pej 4 cool:
jeng kelinih - 16/02/2012 02:52 PM
#69

Quote:
Original Posted By maximcool
Turn Me On, Goddammit aka Få Meg På, For Faen

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

tipikal komedi remaja dengan konflik pada tokoh utamanya dan lingkungan pergaulan disekitarnya,walaupun hampir menjurus ke komedi semi tapi film ini ceritanya lumayan bagus D.Bercerita tentang Alma,seorang gadis remaja di sebuah kota kecil di Norwegia yg merupakan anak yg terhitung kurang populer di sekolahnya dan memiliki fantasi sex berlebihan.Suatu ketika di sebuah pesta Alma bertemu Artur,cowo yg ia suka tapi respons Artur pd Alma sungguh aneh.Ia menyodorkan kemaluannya yg sedang ereksi kagets: dan hal itu membuat Alma cukup kaget tetapi ketika Alma menceritakan kisah itu pada teman-temannya,tak ada satupun yg percaya bahkan Artur pun mengelak.Sontak Alma pun jadi bahan pergunjingan teman-temannya sekolahnya yg lebih senang memanggilnya dengan "pikk-Alma" (penis Alma :kagets\) dan Alma pun berusaha untuk mengembalikan kepercayaan teman-temannya sementara ia sendiri sedang bermasalah dengan sang ibu yg sangat mengkhawatirkan perilaku seksual anaknya tersebut.

7/10


posternya sengaja banget yg itu dipilih matabelo:
tsjamina - 16/02/2012 02:56 PM
#70

Quote:
Original Posted By maximcool
Turn Me On, Goddammit aka Få Meg På, For Faen

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

tipikal komedi remaja dengan konflik pada tokoh utamanya dan lingkungan pergaulan disekitarnya,walaupun hampir menjurus ke komedi semi tapi film ini ceritanya lumayan bagus D.Bercerita tentang Alma,seorang gadis remaja di sebuah kota kecil di Norwegia yg merupakan anak yg terhitung kurang populer di sekolahnya dan memiliki fantasi sex berlebihan.Suatu ketika di sebuah pesta Alma bertemu Artur,cowo yg ia suka tapi respons Artur pd Alma sungguh aneh.Ia menyodorkan kemaluannya yg sedang ereksi kagets: dan hal itu membuat Alma cukup kaget tetapi ketika Alma menceritakan kisah itu pada teman-temannya,tak ada satupun yg percaya bahkan Artur pun mengelak.Sontak Alma pun jadi bahan pergunjingan teman-temannya sekolahnya yg lebih senang memanggilnya dengan "pikk-Alma" (penis Alma :kagets\) dan Alma pun berusaha untuk mengembalikan kepercayaan teman-temannya sementara ia sendiri sedang bermasalah dengan sang ibu yg sangat mengkhawatirkan perilaku seksual anaknya tersebut.

7/10


Quote:
Original Posted By jeng kelinih
posternya sengaja banget yg itu dipilih matabelo:


iya dah gara2 poster nya itu ane jadi tertarik nonton

bagi link donglot dong D
Chadles - 16/02/2012 03:29 PM
#71

She's The Man (2006)
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!
Viola ingin bergabung dengan klub sepak bola sekolah Cornwall, tapi sayangnya di klub itu tidak menerima pemain perempuan. Maka, dia menyamar menjadi laki2 dan mengaku2 bahwa dirinya adalah Sebastian hasting (saudara kembarnya yang masih berada di London dan tidak tau soal penyamaran ini) agar bisa masuk klub. Stelah berhasil masuk klub, tak disangka ternyata Viola jatuh cinta dengan teman sekamarnya Duke. Dilain waktu, ketika Sebastian yang asli mendadak datang ke kampus dan sang kepala sekolah sudah mengetahui bahwa Sebastian yang slama ini membela klub bukanlah yang asli maka terjadi kebingungan, dan sesuatu terjadi D
gk bisa berenti ngakak liat ni film D
6.8/10
VitaRocky - 16/02/2012 03:55 PM
#72

Rumah baru, ketinggalan banyak :mewek
BrantasPranata - 16/02/2012 04:28 PM
#73

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

6.5/10

Sangat mirip dengan film sebelumnya, tidak mengecewakan. Sebuah komedi yang akhirnya memiliki trademark tersendiri. Satu hal yang mengganggu saya adalah kenapa saya baru dapat menontonnya sekarang
maximcool - 16/02/2012 04:51 PM
#74

Quote:
Original Posted By jeng kelinih
posternya sengaja banget yg itu dipilih matabelo:


no offense to all womankind Peace:
soalnya menurut saya scene yg itu menarik banget o
disatu sisi dia lagi belajar disatu sisi dia gak bisa nahan keinginannya utk horny ngakaks
bahkan pas lagi kerja di supermarket,dia horny sama tumpukan koin di mesin kasir gila:
intinya ni cewe demen banget berfantasi ttg sex ngakaks

Quote:
Original Posted By tsjamina
iya dah gara2 poster nya itu ane jadi tertarik nonton

bagi link donglot dong D


digugling aja "turn me on,goddammit mediafire" pasti nemu kok :thumbup
fivestring - 16/02/2012 05:02 PM
#75

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

8.5 / 10
walaupun film dari tahun lalu tapi ane baru nonton, komedinya gak garing D
morsh11 - 16/02/2012 05:53 PM
#76

protes, kenapa titlenya tidak ada tulisan "rejuvenated" gan \(
newginafets - 16/02/2012 06:10 PM
#77

Quote:
Original Posted By morsh11
protes, kenapa titlenya tidak ada tulisan "rejuvenated" gan \(


ngakak:

Maaf ngacir:
.Bong. - 16/02/2012 06:16 PM
#78

wow.. uda part 4 aja nih thread. matabelo:
ripiuw ah..

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

film dengan atmosfer horor yang menjanjikan.
saya suka sekali dengan transisi dari hari ke hari nya yang klasik.
scoring yang creepy dengan karakter rumah yang iconic.
penyajian tingkat horor yang semakin intense dari awal hingga akhir..
yang sayangnya (buat saya) adalah cara yang melempem untuk mengakhiri
film ini. "udah nih gini doang?"
pengalaman dari awal hingga sebelum akhir yang apik untuk sebuah sajian horor rumah berhantu yang klasik.
saya berharap bakal dapet ending yang tragis, berdarah (iya sih banyak darah tapi gak ada korban??) dan entahlah.. dark (?). tapi..

rate : 7/10
Ajerebel - 16/02/2012 06:29 PM
#79

Quote:
Original Posted By oha
met siang, met makan, jgn lupa minum hammers
agan2 yg udah nonton Memories of Murder/Salinui Chueok (korea) ane pengen tanya, pembunuhnya yg mana??bingung:


Sampe sekarang pembunuhnya belum ketemu gan...... D
Jakautama - 16/02/2012 06:31 PM
#80

buset udah page 4 aja malus
Page 4 of 411 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!