Solo
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > JATENG DIY > Solo > Tabloid Reg. Solo [Baca Hal. #1]
Total Views: 9089
Page 15 of 23 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >  Last ›

SodroneZz - 28/02/2009 08:15 PM
#281

Kerugian Akibat Banjir Rp 120 Juta

BOYOLALI - Kerugian akibat banjir di Kecamatan Ngemplak, Rabu (25.2) malam mencapai Rp 120 juta. Kerugian itu dihitung berdasarkan jumlah rumah yang roboh (2), hanyut (2) dan rusak berat (1). Sedangkan kerugian lainnya belum dihitung.

Contoh nyata adalah tenggelamnya sejumlah kolam milik warga di Dukuh Padokan, Desa Sawahan. Seperti dikemukakan Jumali (35), empat petak kolam ikan miliknya ludes tak bersisa. Padahal di petak kolam itu digunakan untuk kolam indukan, Kolam nila merah dan kolam ikan lele konsumsi. Diperkirakan kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Banjir juga menggelamkan kolam ikan milik Tarno. ’’Kolam pembibitan milik saya hancur dihantam banjir, mas. Padahal di dalam kolam itu terdapat 100 ekor induk lele. Akibat banjir, semua induk lele hilang. Ya, ini memang baru nasib. Saya tak tahu dari mana nanti memperoleh modal lagi untuk memulai beternak, padahal hasilnya lumayan,’’ katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Suara Merdeka, Jumat (27/2), warga masih sibuk membersihkan rumahnya. Tebalnya lumpur yang memenuhi rumah tidak tuntas dibersihkan sehari sebelumnya. Apalagi sebagian besar masyarakat juga bergotong royong terlebih dahulu membersihkan lumpur yang memenuhi badan jalan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Bambang Sinung Harjo mengatakan, pihaknya masih menuntaskan pendataan kerugian akibat banjir. Untuk membantu warga, pemkab juga telah memberikan bantuan sembako atau jaminan hiudp (jadup), utamanya bagi warga tidak mampu.
areMean - 28/02/2009 08:20 PM
#282

manthabsss gannn





::::::
pravda13 - 28/02/2009 09:05 PM
#283

Quote:
Original Posted By SodroneZz
Kerugian Akibat Banjir Rp 120 Juta

BOYOLALI - Kerugian akibat banjir di Kecamatan Ngemplak, Rabu (25.2) malam mencapai Rp 120 juta. Kerugian itu dihitung berdasarkan jumlah rumah yang roboh (2), hanyut (2) dan rusak berat (1). Sedangkan kerugian lainnya belum dihitung.

Contoh nyata adalah tenggelamnya sejumlah kolam milik warga di Dukuh Padokan, Desa Sawahan. Seperti dikemukakan Jumali (35), empat petak kolam ikan miliknya ludes tak bersisa. Padahal di petak kolam itu digunakan untuk kolam indukan, Kolam nila merah dan kolam ikan lele konsumsi. Diperkirakan kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Banjir juga menggelamkan kolam ikan milik Tarno. ’’Kolam pembibitan milik saya hancur dihantam banjir, mas. Padahal di dalam kolam itu terdapat 100 ekor induk lele. Akibat banjir, semua induk lele hilang. Ya, ini memang baru nasib. Saya tak tahu dari mana nanti memperoleh modal lagi untuk memulai beternak, padahal hasilnya lumayan,’’ katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Suara Merdeka, Jumat (27/2), warga masih sibuk membersihkan rumahnya. Tebalnya lumpur yang memenuhi rumah tidak tuntas dibersihkan sehari sebelumnya. Apalagi sebagian besar masyarakat juga bergotong royong terlebih dahulu membersihkan lumpur yang memenuhi badan jalan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Bambang Sinung Harjo mengatakan, pihaknya masih menuntaskan pendataan kerugian akibat banjir. Untuk membantu warga, pemkab juga telah memberikan bantuan sembako atau jaminan hiudp (jadup), utamanya bagi warga tidak mampu.


ono foto2ne ga mas ?
gering - 03/03/2009 03:01 PM
#284

yo gek di upload neng halaman anyar..biar muncul lagi..semngat gan..
Solid Snaxe - 05/03/2009 01:00 AM
#285

Urun Berita

Spoiler for 1


Edisi : Selasa, 03 Maret 2009 , Hal.I
Fosil gading gajah bawa berkah

Seiring datangnya musim penghujan kali ini, banyak sekali ditemukan fosil di Situs Sangiran. Sering kali, penemuan fosil tersebut dilakukan tanpa disengaja.

Kondisi tanah yang labil di kawasan Sangiran semakin memudahkan masyarakat setempat dalam melakukan evakuasi fosil.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas, tidak mengherankan dalam tiga bulan terakhir masyarakat di kawasan Sangiran menemukan delapan fosil. Dari berbagai penemuan itu, fosil berupa gading gajah purba menjadi daya tarik tersendiri.
Warga Pablengan, Kalijambe, Citro Wiyono,55, baru saja menemukan fosil gajah purba (stegodon) di areal sawahnya, Kamis (26/2) lalu. Penemuan itu tercatat untuk kali kedua, mengingat beberapa pekan sebelumnya, Citro Wiyono pernah menemukan kaki gajah. Saat ini, kondisi fosil sedang diteliti petugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) untuk menunjang tahapan rekonstruksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, penemuan fosil berawal dari terjadinya erosi tanah di areal sawah milik Citro Wiyono. Karena melihat benda yang dianggap aneh berupa fosil hewan purba, yang bersangkutan langsung mengambil fosil tersebut dengan cara menggali tanah. Saat ditemukan fosil dalam kondisi baik. Dilihat dari ukurannya, fosil gading gajah purba memiliki panjang 3,8 meter. Sedangkan, diameter fosil yang terdiri atas 14 potongan itu mencapai 17 cm.
”Untuk sementara, fosil hasil penemuan warga ini akan kami keringkan terlebih dahulu. Selanjutnya, langsung dilakukan rekonstruksi,” ujar Kepala Seksi Pelestarian BPSMPS, Rusmulia Tjiptadi Hidayat, kepada Espos, Senin (2/3).
Berpartisipasi aktif
Menurut dia, kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi aktif untuk perawatan dan perlindungan benda cagar budaya dianggap sudah cukup baik. Hal itu, terlihat dari kesadaran warga melaporkan penemuan fosil gading gajah purba ke petugas. Guna memberikan penghargaan bagi warga yang bersangkutan, saat ini sedang diperhitungkan biaya ganti ruginya.
”Kami sedang menghitung besarnya ganti rugi. Waktu pemberian ganti rugi belum dapat ditentukan, karena harus menunggu prosedur yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BPSMPS, Harry Widianto mengatakan bakal meningkatkan pengawasan Situs Sangiran seiring datangnya musim hujan. Hal itu dilakukan guna menghindari praktik jual-beli fosil secara ilegal. - Oleh : Ponco Suseno



Spoiler for 2


Curah hujan tinggi, elevasi WKO naik

Boyolali (Espos) Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir, membuat elevasi air di Waduk Kedung Ombo (WKO) hingga Sabtu (28/2) mencapai 87,25 meter dari permukaan laut (dpl) atau mulai mendekati spillway (saluran pelimpah) waduk.

Elevasi air WKO tersebut mengalami kenaikan signifikan dari elevasi air waduk pada akhir Januari lalu yang baru mencapai 82,76 meter dpl. Relawan di WKO, Luwarno, mengatakan elevasi air waduk saat ini belum mengakibatkan air dari dalam waduk melimpah ke luar spillway. “Namun elevasi waduk sekarang ini sudah mendekati spillway. Jika elevasinya mencapai 90 meter dpl, air sudah peres dengan spillway dan air akan melimpah keluar waduk jika elevasi mencapai 91 meter dpl,” jelas Luwarno ketika dijumpai wartawan di Boyolali, Sabtu.
Menurutnya, jika elevasi air waduk telah mencapai 90 meter dpl, maka sudah memasuki status waspada, di mana akan ada peringatan pertama bahwa elevasi sudah mengkhawatirkan. “Sekarang elevasi air waduk tinggal sekitar 2,5 meter dari spillway. Kenaikan elevasi nanti tergantung pada curah hujan di daerah sekitar WKO,” ujar dia.
Dia menambahkan, jika elevasi telah mencapai 90mdpl, maka ratusan hektare sawah yang berada di area genangan waduk akan terendam. Selain itu, sebanyak 685 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kemusu yang berada wilayah green belt atau sabuk hijau Waduk Kedung Ombo terancam terisolasi.
Para warga tersebut berdiam di beberapa dusun yang tersebar delapan desa di Kecamatan Kemusu dan letaknya berbatasan dengan WKO. Kedelapan desa tersebut adalah Wonoharjo, Klewor, Kemusu, Kedungmulyo, Bawu, Genengsari, Watugede dan Sarimulyo. Lebih lanjut Luwarno mengatakan, jika curah hujan di daerah hulu WKO tinggi, bisa dipastikan akan mempengaruhi ketinggian elevasi air di waduk.
Salah satu penyumbang elevasi di WKO berasal dari wilayah Sungai Jratunseluna yang meliputi dua kota dan 12 kabupaten di Jawa Tengah. Termasuk di dalamnya beberapa sungai seperti Sungai Tuntang, Sungai Serang dan Sungai Lusi.
Dengan kondisi cuaca curah hujan tinggi seperti saat ini, diprediksi elevasi air WKO akan terus meninggi. Saat ini ketinggian elevasi air waduk terus dipantau. Meski selama ini elevasi WKO jarang mencapai 91 meter dpl, Luwarno mengingatkan masyarakat yang berada di genangan WKO harus waspada dan berhati-hati dengan kondisi elevasi waduk yang bisa naik jika hujan terus mengguyur wilayah waduk. - Oleh : anh



Spoiler for 3


Edisi : Rabu, 04 Maret 2009 , Hal.I
Titik longsor meluas
Warga Dayu bertahan

Karanganyar (Espos) Warga Gayaman RT 04/RW III Dayu Gondangrejo, Karanganyar, tetap bertahan di lokasi rawan longsor kendati titik longsor di wilayah tersebut meluas.

Rumah yang rusak terkena longsor tersebut adalah milik Reso Sumito. Sementara kerusakan akibat tanah ambles terjadi pada rumah milik Senen, Parto Ngadi dan Wahyudi. Berdasar pantauan Espos, Selasa (3/3), jumlah rumah yang terkena dampak lemahnya struktur tanah di wilayah tersebut bertambah.
Rumah milik Cipto Suwarno pun nyaris tergerus tebing yang berdiri tepat di belakang rumahnya. Begitu pula milik Setu Ratmoko, di mana lantai rumah retak dan nyaris terbelah. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Dayu, Naryo. “Satu kompleks rumah di Gayaman memang dari tahun ke tahun selalu longsor dan ambles. Ada beberapa rumah warga yang tahun lalu ambles, sekarang ambles lagi,” tuturnya.
Ia mengatakan, belum ada rencana relokasi warga, karena warga masih bertahan di rumah masing-masing yang masih bisa ditempati. Rumah salah satu korban, Reso Sumito tinggal separuh karena tergerus longsor. “Untuk sementara saya belum berencana pindah. Kalau pindah juga mau kemana? Mungkin ukuran rumah akan saya perkecil saja, agar menjauh dari tanah longsor.”
Senada juga dikemukakan Cipto Suwarno. Longsoran tebing juga menutup jalan alternatif warga Gayaman menuju TK Dayu II dan SD Inpres Dayu terputus. “Tebing ini masih sangat rawan. Jika hujan kembali mengguyur, kami khawatir terjadi longsor susulan. Meskipun demikian, saya belum berencana pindah rumah, karena tempat tinggal saya hanya di sini. Mungkin sebagian bangunan rumah nanti saya robohkan saja, kalau memang terkena longsor lagi.” Ia mengatakan, longsoran tanah sudah menyentuh dinding dapur. “Dan untuk sementara saya buatkan parit di sekeliling rumah.” - Oleh : haw



Spoiler for 4


Edisi : Rabu, 04 Maret 2009 , Hal.I
Puluhan unggas di Wedi terserang AI

Klaten (Espos) Puluhan ekor unggas di wilayah Kecamatan Wedi, Klaten mati mendadak sejak pekan lalu. Unggas yang mati terutama berjenis ayam buras dan itik merupakan milik warga di Dukuh Niten, Desa Brangkal, Wedi.

Camat Wedi, Indro Susilo, kepada wartawan di Balai desa setempat, Selasa (3/3), mengatakan, berdasarkan hasil rapid test, unggas mati terserang virus Avian Influenza (AI). Dia telah menyampaikan permohonan penyemprotan desinfektan untuk mencegah meluasnya korban akibat serangan virus H5N1 tersebut. “Seluruh Kades (Kepala Desa-red) kami minta waspada dan segera melapor bila ada unggas mati mendadak,” imbau dia.
Ketua RT XII, Desa Brangkal, Gino menuturkan, ayam yang mati menderita gejala kepala merah, berlendir dan langsung mati di tempat. Kematian unggas tersebut terjadi sejak Sabtu (28/2) lalu. “Ayam yang mati di wilayah kami mencapai 30 ekor,” katanya. Di wilayah dia, ayam milik 10 keluarga mati terserang virus tersebut. Virus juga menyebar ke dukuh lainnya seperti Dukuh Brangkal. Bangkai unggas, jelasnya, telah dimusnahkan warga dengan cara dibakar kemudian dikubur.

Biosekuriti
Berdasarkan hasil rekapitulasi pihak kecamatan, total unggas yang mati terserang AI mencapai 82 ekor ayam dan 3 ekor itik. Diterangkan Gino, atas serangan tersebut, warga mengaku khawatir bakal menular ke manusia. Untuk itu langkah-langkah antisipasi telah dilakukan oleh pihak terkait. “Di kecamatan, masih ada stok desinfektan sebanyak empat liter,” terang dia.
Desinfektan tersebut akan segera disemprotkan untuk mencegah ancaman penyebaran virus AI. Kasubdin Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sri Muryani mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Bila ada kematian unggas secara mendadak, masyarakat harus segera memusnahkan. “Jangan dibuang ke sungai, agar tidak menyebar ke daerah lain,” kata dia.
Terpisah, petugas peternakan Kecamatan Karanganom, Ghozali Amin, mengimbau warga di wilayah Kecamatan Karanganom mengkandangkan unggas dan menerapkan sistem biosekuriti peternakan guna mengantisipasi serangan penyakit flu burung. Pasalnya, musim penghujan dinilai sebagai masa berisiko tinggi terjadi serangan AI. “Langkah paling efektif yakni dengan mencegah, dengan menerapkan sistem biosekuriti dan pengkandangan unggas.” - Oleh : Heriyono Adi A, Kurniawan




[CENTER]

monggo sekecak'aken....

[/CENTER]

ra nolak cendol. tapi neng IDne masq yow....
areMean - 05/03/2009 11:39 AM
#286

ts-e iki sajak sibuk ki tabloid-e rak diurusi..
nek omset penjualan tabloite menurun pie jal
SodroneZz - 05/03/2009 11:48 AM
#287

Quote:
Original Posted By areMean
ts-e iki sajak sibuk ki tabloid-e rak diurusi..
nek omset penjualan tabloite menurun pie jal


aku sibuk tenan, pak kumendan
tur PR sko koe yo rung rampung ki lho konsepe lgi 80%
ojo dtutup ya

kan dudu ak thok sing kudu urun berita ;)
:::
gering - 06/03/2009 09:54 AM
#288

Quote:
Original Posted By SodroneZz
aku sibuk tenan, pak kumendan
tur PR sko koe yo rung rampung ki lho konsepe lgi 80%
ojo dtutup ya

kan dudu ak thok sing kudu urun berita ;)
:::


sing anyar2 kuwi sik wae pak..di update..aku soale yo lagi sibuk..
Reg.SOLO™ - 06/03/2009 10:16 AM
#289
Hot News
06 Maret 2009
Jalur Angkutan ke Bandara Dibuka

SOLO- Jalur angkutan kota menuju dan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Kamis (5/3) dibuka. Sebanyak 15 minibus AC milik Perum Damri dioperasikan untuk melayani jalur baru tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Yosca Herman Soedrajad, pembukaan jalur baru itu sebenarnya hanya memperpanjang rute bus Damri yang sudah beroperasi sebelumnya.

’’Minibus Damri AC yang sekarang beroperasi sudah sampai ke Terminal Kartasura (Sukoharjo) yang jaraknya hanya tinggal tiga kilometer dari bandara. Lantaran dekat maka tinggal dilanjutkan saja jalurnya sampai bandara,’’ kata dia, kemarin.

Rutenya, dari bandara bus menuju ke Terminal Kartasura-Jalan Slamet Riyadi-Jalan Jendral Sudirman (depan Balai Kota)-Jalan Urip Sumoharjo-Panggung. Kemudian belok ke Jalan Kolonel Sutarto-Jalan Ir Sutami-Jurug-Terminal Palur, Karanganyar.

Rp 3.000/Penumpang

Dari Terminal Palur, bus kembali menuju Panggung melewati Jalan Ir Sutami dan Jalan Kolonel Sutarto dilanjutkan ke Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Kapten Mulyadi, berbelok ke Jalan Veteran, Jalan Bhayangkara, lewat Gemblegan, kembali ke Jalan Slamet Riyadi menuju Terminal Katasura sebelum kembali ke bandara.

’’Tarifnya murah, hanya Rp 3.000. Untuk trayek tetap seperti biasanya. Hanya saja time table-nya agak disesuaikan dengan keberangkatan dan pendaratan pesawat,’’ jelasnya.

Mestinya jalur angkutan dari dan menuju bandara menggunakan BRT atau bus rapid transit. Lantaran BRT bantuan dari pemerintah pusat itu belum kunjung datang, maka untuk memenuhi kebutuhan angkutan kota menuju bandara terpaksa menggunakan bus yang ada milik Perum Damri.

Menurut Yosca, belum turunnya BRT dari pemerintah pusat lantaran fasilitas sarana dan prasarana seperti shelter atau halte khusus yang menjadi tanggung jawab pemkot belum selesai pembangunannya.

Sebab BRT itu nantinya menggunakan jalur dan trayek khusus serta tidak sembarangan berhenti. Kemungkinan bantuan BRT tersebut baru turun Juni mendatang.

’’Pembukaan jalur angkutan ke bandara sekaligus sebagai tindak lanjut dijadikannya Bandara Adi Soemarmo sebagai bandara internasional. Selain itu juga atas permintaan masyarakat, terutama para TKI (tenaga kerja Indonesia) yang bekerja di luar negeri.’’ (G8-50)
SuSuwathi - 06/03/2009 10:20 AM
#290

Quote:
Original Posted By Reg.SOLO™
06 Maret 2009
Jalur Angkutan ke Bandara Dibuka

SOLO- Jalur angkutan kota menuju dan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Kamis (5/3) dibuka. Sebanyak 15 minibus AC milik Perum Damri dioperasikan untuk melayani jalur baru tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Yosca Herman Soedrajad, pembukaan jalur baru itu sebenarnya hanya memperpanjang rute bus Damri yang sudah beroperasi sebelumnya.

’’Minibus Damri AC yang sekarang beroperasi sudah sampai ke Terminal Kartasura (Sukoharjo) yang jaraknya hanya tinggal tiga kilometer dari bandara. Lantaran dekat maka tinggal dilanjutkan saja jalurnya sampai bandara,’’ kata dia, kemarin.

Rutenya, dari bandara bus menuju ke Terminal Kartasura-Jalan Slamet Riyadi-Jalan Jendral Sudirman (depan Balai Kota)-Jalan Urip Sumoharjo-Panggung. Kemudian belok ke Jalan Kolonel Sutarto-Jalan Ir Sutami-Jurug-Terminal Palur, Karanganyar.

Rp 3.000/Penumpang

Dari Terminal Palur, bus kembali menuju Panggung melewati Jalan Ir Sutami dan Jalan Kolonel Sutarto dilanjutkan ke Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Kapten Mulyadi, berbelok ke Jalan Veteran, Jalan Bhayangkara, lewat Gemblegan, kembali ke Jalan Slamet Riyadi menuju Terminal Katasura sebelum kembali ke bandara.

’’Tarifnya murah, hanya Rp 3.000. Untuk trayek tetap seperti biasanya. Hanya saja time table-nya agak disesuaikan dengan keberangkatan dan pendaratan pesawat,’’ jelasnya.

Mestinya jalur angkutan dari dan menuju bandara menggunakan BRT atau bus rapid transit. Lantaran BRT bantuan dari pemerintah pusat itu belum kunjung datang, maka untuk memenuhi kebutuhan angkutan kota menuju bandara terpaksa menggunakan bus yang ada milik Perum Damri.

Menurut Yosca, belum turunnya BRT dari pemerintah pusat lantaran fasilitas sarana dan prasarana seperti shelter atau halte khusus yang menjadi tanggung jawab pemkot belum selesai pembangunannya.

Sebab BRT itu nantinya menggunakan jalur dan trayek khusus serta tidak sembarangan berhenti. Kemungkinan bantuan BRT tersebut baru turun Juni mendatang.

’’Pembukaan jalur angkutan ke bandara sekaligus sebagai tindak lanjut dijadikannya Bandara Adi Soemarmo sebagai bandara internasional. Selain itu juga atas permintaan masyarakat, terutama para TKI (tenaga kerja Indonesia) yang bekerja di luar negeri.’’ (G8-50)


mengakomodasi dan menyikapi akan adanya kunjungan oleh warga kaskus yg di jakarta yang akan pulang ke solo dengan menggunakan pesawat terbang

makane lsg di gaweke jalur khusus tranportasine
Solid Snaxe - 06/03/2009 04:30 PM
#291

Urun BErita Jumat 6 Februari 2009

Spoiler for Klaten

Tak ada anggaran, program Wardes mandek

Klaten (Espos)--Program warung desa (Wardes) untuk warga miskin (Raskin) kini mandek. Mandeknya program tersebut terjadi karena tidak adanya alokasi anggaran untuk pengadaan program Wardes.

Kabag Perekonomian Setda Pemkab Klaten, Sri Sumanto kepada Espos, Jumat (6/3) menuturkan, Wardes merupakan program dari pemerintah pusat untuk memperlancar distribusi Raskin di daerah pelosok.

Sementara pada tahun ini, alokasi anggaran untuk Wardes sudah tidak ada. “Tidak macet, tetapi tidak dilanjutkan, karena tidak dianggarkan lagi,” terang Sri di kompleks Pemkab Klaten. Dia menerangkan, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pusat, program Wardes terbilang cukup berhasil. Namun, hal tersebut tidak membuat pemerintah melanjutkan program. Mereka justru menyerahkan kebijakan selanjutnya ke pemerintah daerah.

“Pada prinsipnya terserah Klaten. Apakah dilanjutkan, dan dikembangkan, monggo. Dengan catatan, semua alokasi beban biaya dan lain sebagainya ditanggung pemerintah daerah,” tukas dia.

Untuk Klaten, kondisi keuangan yang terbatas membuat Pemkab tak menganggarkan program Wardes. Sementara rata-rata operasional Wardes mencapai Rp 75 hingga Rp 100 per kilogram. Masing-masing Wardes menerima pasokan Raskin mencapai ribuan kilogram per bulan. Sementara biaya yang harus ditanggung Pemkab adalah biaya insentif operasional dan penunggu Wardes.


Spoiler for Karanganyar

Hasil panenan Desa Paulan jeblok

Karanganyar (Espos)--Hasil panenan petani Desa Paulan, Colomadu pada Masa Panen (MP) I jeblok. Hasil penenan merosot hingga 50 persen, akibatnya petani pun menderita kerugian. Serangan sundep dan perubahan musim diduga menjadi penyebab anjloknya panenan kali ini.

Salah satu petani penggarap di desa tersebut Darjo Dalimin, kepada Espos, Jumat (6/3), mengutarakan hasil panenan kali ini banyak yang gabuk.

“Hasil panenan kali ini memang merosot sekali biasanya dalam satu patok paling tidak diperoleh hasil 2 ton gabah namun pada panenan kali ini saya hanya mendapatkan 1 ton gabah karena banyak padi yang gabuk,” jelasnya.

Ia menambahkan satu patok sawahnya hanya ditebas senilai Rp 2 juta, padahal biasanya harganya dapat mencapai Rp 3, 5 juta.
“Saya ini petani penggarap jadi hasilnya dibagi dua, dari harga tebasan Rp 2 juta tersebut saya hanya mendapatkan 1 juta. Padahal biaya pemupukan, pengolahan, pengobatan hampir menghabiskan Rp 1 juta. Jelas saya rugi karena tenaga sama sekali tidak dihitung,” ujarnya.

Senada dengan yang diungkapkan Darjo Dalimin, hasil penen Wiyono pun anjlok dan kualitasnya menurun.

“Hasil panenan kali ini memang benar-benar mengecewakan selain turun hampir 50 persen, kualitasnya juga sangat jelek. Sampai-sampai tidak ada yang mau menebasnya,” ungkapnya.


Secara terpisah Kepala Seksi Pembangunan dan Ekonomi Desa Paulan, Ngadiman, hasil penenan MP I biasanya memang jeblok.

“Hasil MP 1 yang biasa dipanen pada akhir Februari dan awal Maret memang sering jeblok. Hal itu sudah biasa terjadi karena pada masa tanamnya, tanaman terlalu banyak meneima air dan terkena serangan penyakit. Sementara hasil panenan terbagus biasanya diperoleh pada bulan Agustus hingga September,” jelasnya.


Spoiler for Boyolali

Boyolali (Espos)----Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Sabtu (7/3), hari ini mengeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk PT Tata Bumi Raya yang menjadi pemenang lelang proyek pembangunan Pasar Boyolali Kota.

Dengan dikeluarkannya SPMK ini, pihak rekanan memiliki kewajiban menyelesaikan pembangunan pasar yang terbakar sekitar dua tahun lalu tersebut plus pasar darurat dalam tempo 240 hari kerja.

Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Boyolali, Dinuk Prabandini, mengatakan untuk pembangunan pasar darurat maksimal harus sudah dikerjakan tujuh hari setelah dikeluarkannya SPMK.

"Pasar darurat ditargetkan bisa selesai dikerjakan dalam waktu satu bulan. Jadi pada April nanti pasar darurat harus sudah jadi. Setelah itu baru dilakukan boyongan pedagang yang masih ada di pasar lama ke pasar darurat," ujar Dinuk ketika dijumpai Espos di ruang kerjanya, Jumat (6/3).

Sementara itu, pihak rekanan melakukan pemaparan mengenai konsep dan detail engineering design (DED) Pasar Boyolali Kota di hadapan Bupati Boyolali Sri Moeljanto beserta pihak-pihak terkait.


Spoiler for Wonogiri

Kawasan karst akan dikembangkan jadi 200 hektare

Wonogiri (Espos)----Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi, Jumat (6/3) mengadakan wilujenengan (sedekah) di kawasan karst di Desa Gebangharjo, Pracimantoro. Kegiatan itu dimaksudkan untuk memperluas dan mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata spiritual di Wonogiri.

Kawasan seluas 30 hektare (ha) ini akan dikembangkan menjadi 200 ha.

Kabag Pertanahan Pemkab Wonogiri, Budi Susilo saat ditemui Espos seusai mengikuti kegiatan itu mengatakan pembebasan dan pembayaran ganti rugi lahan di kawasan karst seluas 30 ha telah selesai.

Dijelaskan oleh mantan Camat Kismantoro ini, pembebasan dan pembayaran ganti rugi kawasan karst dilakukan tahun 2007 dan 2008.

Untuk tahap pertama (2007), jelasnya, lahan milik masyarakat yang telah diberi ganti rugi seluas 36.176 m2 dengan total anggaran Rp 442,55 juta dan tahapan kedua yang dilakukan tahun 2008 lahan seluas 258.658 m2 juga telah dibebaskan dengan menelan anggaran senilai Rp 3,797 miliar.

“Tahap pertama ada 19 bidang yang kami bebaskan dan tahap kedua 42 bidang. Lahan yang dibebaskan itu untuk jalan masuk dan terminal serta kawasan karst. Untuk tahun 2008, kami melakukan efisiensi dari anggaran Rp 6 miliar dan tersisa lebih dari Rp 2,2 miliar. Sisa dana itu sudah kami masukkan ke kas daerah.”

Budi mengatakan karena Bupati memiliki gagasan untuk pengembangan, maka pihaknya akan segera membentuk tim analisis guna melakukan kajian.
“Kelayakan dan analisa akan dilakukan oleh tim. Kami pun akan melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan meminta warga untuk tidak beralih ke spekulan tanah.”

Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi mengatakan pengembangan kawasan karst menjadi wisata spiritual sangat diperlukan untuk menunjang Wonogiri sebagai Kota Budaya dan wisata.
“Penambahan lahan 100 ha-200 ha itu, diperuntukkan pembangunan tempat-tempat ibadah. Lima agama yang ada di Indonesia saat ini diberi prioritas untuk memilih lahan dan silakan dibangun tempat ibadah seperti pura, mesjid, gereja dan sebagainya. Kami pun juga akan memberikan kesempatan kepada penghayat kepercayaan untuk bergabung.”


Untuk berita Solo, Sukoharjo, dan Sragen belum ada update pada tanggal 6.

[CENTER][/CENTER]
Whyyy - 06/03/2009 07:34 PM
#292

Quote:
Original Posted By SuSuwathi
mengakomodasi dan menyikapi akan adanya kunjungan oleh warga kaskus yg di jakarta yang akan pulang ke solo dengan menggunakan pesawat terbang

makane lsg di gaweke jalur khusus tranportasine



nyamuk sido iso numpak ora ya

opo malah keblasuk ;)
Whyyy - 06/03/2009 07:35 PM
#293

Quote:
Original Posted By areMean
ts-e iki sajak sibuk ki tabloid-e rak diurusi..
nek omset penjualan tabloite menurun pie jal


paling yo dibredel kang ....
pravda13 - 06/03/2009 07:37 PM
#294

beneran tuh bandara adi sumarmo udh jadi bandara internasional mas ?
setahuku masih nasional
gering - 07/03/2009 12:40 PM
#295

Quote:
Original Posted By pravda13
beneran tuh bandara adi sumarmo udh jadi bandara internasional mas ?
setahuku masih nasional


wah kegitinggalan jaman sampeyan..
icesusuJahe - 07/03/2009 01:16 PM
#296

Quote:
Original Posted By pravda13
beneran tuh bandara adi sumarmo udh jadi bandara internasional mas ?
setahuku masih nasional


Bandar Udara Adisumarmo
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bandara Adisumarmo

Kode IATA SOC
Kode ICAO WRSQ
Lokasi Solo
Negara Indonesia
Pengelola PT. Angkasa Pura
Tipe sipil dan militer
Zona waktu UTC+7
Elevasi 128 m (421 f)
Koordinat 7° 30′ 57,92″ LS,
110° 45′ 24,81″ BT
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
08/26 8.530 2.600 aspal

Bandar Udara Adisumarmo (SOC/WRSQ) adalah bandara yang melayani kota Surakarta (Solo) 57108, Jawa Tengah yang dioperasikan PT (Persero) Angkasa Pura I.

Bandara ini melayani penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, Lion Air, dan Indonesia Air Asia untuk penerbangan Jakarta-Solo Pulang Pergi, dan Silk Air untuk penerbangan Solo-Singapura PP serta Air Asia untuk penerbangan Solo-Kuala Lumpur, di samping penerbangan langsung ke Mekkah atauJeddah, Arab Saudi dikarenakan Solo sebagai kota embarkasi Haji untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.Sebagaimana bandara yang lain, bandara Adisumarmo ini terletak di luar kota Solo tepatnya di Ngemplak, Boyolali. Bandara ini juga berfungsi sebagai pangkalan TNI AU

SOURCE LINK


Jadwal Penerbangan Di Bandara Adi Sumarmo Solo
Selasa, 17 Juli 2007

Kota Solo memiliki sebuah bandar udara internasional yang Namanya diambil dari Tokoh Penerbangan lokal yakni. Adi sumarmo. Terkadang masyarakat Solo menyebut bandara ini dengan nama panasan karena letak bandara ini di darah yang bernama Panasan. berikut Jadawal penerbangannya



Maskapai Tujuan Tiba Pergi Keterangan
Garuda Jakarta 12.30 13.10 Setiap Hari
Jakarta 15.45 18.20 Setiap Hari
Lion Air Jakarta 15.30 16.00 Setiap Hari
Sriwijaya Jakarta 10.40 11.10 Setiap Hari
Jakarta 17.50 07.00 Setiap Hari
Silk Air Singapura 09.10 09.50 Selasa & Kamis
Singapura 15.30 16.15 Sabtu
Air Asia Kuala Lumpur 08.25 08.55 Setiap Hari
Sumber : PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Solo

LINK



Quote:
Kamis, 5 Februari 2009 | 13:58 WIB

Laporan wartawan Kompas Sri Rejeki

BOYOLALI, KAMIS — Bandar Udara Adisumarmo, Surakarta, akan mengoperasikan terminal baru yang lebih mencerminkan statusnya sebagai bandara internasional. Terminal baru ini terletak di sebelah utara terminal lama yang merupakan milik TNI AU.

Terminal baru dibangun di atas lahan seluas 13.000 meter persegi, sementara kompleks terminal lama hanya seluas 4.000 meter persegi. Operasional terminal baru rencananya akan dimulai 1 Maret mendatang dan diresmikan 7 Maret 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pembangunan fisik terminal itu sudah mencapai 86 persen. Sisanya tinggal pembangunan garbarata atau akses penghubung dari terminal ke pesawat, kata Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Bambang Wahono, Kamis (5/2).

Pembangunan terminal baru ini, menurut Manajer Keuangan, Komersial, dan Umum PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Herdiyanto, menelan biaya Rp 58 miliar.

Terminal baru memiliki fasilitas parking stand sembilan pesawat narrow body (bertubuh kecil), seperti Boeing 737-200, 737-300, dan 737-400 atau tiga pesawat wide body (bertubuh besar) dan tiga pesawat narrow body. "Yang lama hanya bisa menampung empat pesawat narrow body," kata Bambang.

Dengan adanya terminal baru yang lebih representatif, menurut Bambang, pihaknya berharap dapat mengundang maskapai penerbangan untuk membuka rute baru di Solo.

Saat ini, Solo hanya melayani rute Solo-Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia, Sriwijaya, dan Lion Air. Penerbangan internasional hanya melayani ke Singapura dengan Silk Air dan Malaysia dengan Air Asia.

Minimnya rute yang dilayani Bandara Adisumarmo dikeluhkan pelaku pariwisata di Surakarta. Calon wisatawan lebih memilih Yogyakarta karena melayani rute penerbangan lebih banyak. Seperti Kota Solo yang ingin mengembangkan diri sebagai kota MICE jadi terkendala. Setidaknya untuk soal naik pesawat, tamu lebih memilih pergi ke Yogyakarta karena pilihan rute dan maskapainya lebih banyak, kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta Soebandono.

Nantinya, terminal baru dapat menampung total 600 orang dari sebelumnya hanya 200 orang. Terminal baru juga akan dilengkapi dengan lounge tenaga kerja Indonesia (TKI). Kami berharap terminal baru ini disertai dengan adanya bus rapid transit sehingga calon penumpang tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk mencapai bandara. Sebelumnya hanya bisa dengan taksi, kata Herdiyanto.

Setelah membangun terminal, PT Angkasa Pura I, menurut Bambang, akan membangun jalan akses khusus ke bandara sepanjang 529,8 meter. Jalan selebar 15 meter ini rencananya mulai dibangun 2009 dan selesai tahun 2010.
LINK KOMPAS






for foto :
Source Foto
Spoiler for photo
pravda13 - 07/03/2009 01:28 PM
#297

Quote:
Original Posted By gering
wah kegitinggalan jaman sampeyan..


maklum mas ..
suwe ora ngerti kabar solo
he..he..
Solid Snaxe - 07/03/2009 09:30 PM
#298

Berita dari Solopos tanggal 7 Maret 2009

Spoiler for Solo

07-Maret-2009 13:00
SBY: Adisoemarmo bisa jadi wilayah berkah

Solo (Espos)----Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan wilayah di sekitar bandara Adisoemarmo diharapkan bisa menjadi wilayah berkah bagi daerah sekitarnya. Pasalnya, wilayah bandara itu merupakan daerah perbatasan Boyolali, Karanganyar dan Solo.

Hal itu diungkapkan SBY saat meresmikan Bandara internasional Adisoemarmo Solo The City of Batik, Sabtu (7/3).

"Agar wilayah bandara menjadi berkah bagi daerah sekitar khususnya dan masyarakat Jateng pada umumnya," ujar SBY dalam sambutan peresmiannya.

SBY juga meminta Gubernur Jateng Bibit Waluyo juga bagi-bagi rezeki ke Pacitan, Jatim, desa asal SBY.

Pacitan memang dikenal sebagai daerah tandus. Karena itu Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo bisa membawa berkah ke Pacitan.

"Pak Bibit, tolong nanti bagi-bagi rezeki ke Pacitan, desa saya itu. Dorong juga wisatawan datang ke sana, karena jaraknya tidak terlalu jauh, cuma seratus kilo dari Solo ini," ujar SBY.

"Pacitan itu secara geografis memang ikut Jawa Timur, tapi secara kultural lebih dekat ke Jawa Tengah," imbuh SBY.

Selain itu, SBY meminta kepada jajaran Pemda Jawa Tengah untuk menata wilayah Bengawan Solo. Karena wilayah Bengawan Solo menjadi problem tersendiri seperti banjir.


Spoiler for Boyolali

Telan koin, bocah 9 tahun harus dirawat intensif

Boyolali (Espos)----Ini harus menjadi perhatian orangtua untuk lebih ketat mengawasi kegiatan anaknya.

Akibat menelan sebuah koin dan tersangkut di eksofagus atau di atas lambung, seorang bocah asal Dusun Kebakan, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Tri Hasto Nugroho, 9, dirawat intensif di Bangsal Arofah 2 RS PKU Aisiyah Singkil, Boyolali.

Bocah tersebut dirawat di rumah sakit sejak Kamis (5/3) pagi. Setelah dirontgen, diketahui bahwa ada benda asing yang tersangkut di eksofagus putera bungsu pasangan Jumar dan Suwarni tersebut.

Ayah bocah malang tersebut, Jumar, 55, mengatakan dia maupun keluarganya tidak mengetahui benda apa yang ditelan oleh puteranya tersebut.

Namun sejak enam hari lalu, bocah pengidap autis tersebut merasa sakit ketika makan, bahkan setiap kali makan selalu dimuntahkan.

"Awalnya dia merasa kesakitan ketika makan, dia bahkan selalu menolehkan kepalanya ketika disuapin. Lalu dia saya bawa ke rumah sakit ini dan ternyata dari hasil rontgen ada benda koin yang masuk dalam tubuh anak saya," ujar Jumar ketika dijumpai wartawan saat menunggui puteranya tersebut, Jumat (6/3).

Sementara Suwarni, ibu bocah tersebut, mengatakan setelah operasi puteranya masih mengalami sesak nafas.

"Dia sudah sadar, namun sekarang masih sesak nafas," ujar dia dengan mata berkaca-kaca.

Karena Tri Hasti tak bisa bicara, Jumar mengaku dia tidak tahu benda apa yang ditelan oleh anak ketiganya tersebut.

Jumar menambahkan, melihat hasil rontgen tersebut, pada Kamis malam anaknya menjalani operasi untuk mengeluarkan koin tersebut.

"Anak saya sudah dioperasi, namun benda yang masuk dalam tubuh anak saya belum bisa diambil. Sekarang saya masih menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya," ujar dia.

Salah satu perawat RS PKU Aisyiyah, Sofi, menjelaskan dari hasil rontgen, benda yang masuk dalam tubuh Tri Hasto diduga semacam koin dari bahan non-logam yang tersangkut di eksofagus.

Saat dilakukan operasi, lanjutnya, ternyata koin tersebut tidak bisa dikeluarkan.

"Karena tidak bisa diambil, lalu koin tersebut didorong. Sekarang koin tersebut sudah ada di lambung dan nanti bisa keluar lewat feses," jelas Sofi.


Spoiler for Wonogiri

Nelayan Baturetno tangkap dua maling

Wonogiri (Espos)----Setelah mengintai berhari hari akhirnya nelayan Baturetno menangkap dua maling yang tengah beraksi mencuri bensin, Jumat (6/7) dini hari.

Kedua pelaku tercatat sebagai siswa SMK dan SMP Swasta di Baturetno.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, pelaku pencurian tersebut diduga melakukan aksinya di Dermaga setempat. Dua orang pencuri tersebut masih berstatus sebagai pelajar SMP dan SMK di Baturetno. Adalah SW, 16, pelajar SMP swasta di Baturetno dan RS, 7, siswa SMK swasta di Baturetno.

Keduanya merupakan warga Dusun Tekilwetan dan Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno.

Dengan mengendarai sepeda motor mereka melancarkan aksi pencurian. Untuk menyedot bensin, mereka membawa jeriken, botol air mineral dan selang.

Di tepi dermaga, pelaku memindahkan bahan bakar dari mesin perahu nelayan ke jeriken dan botol air mineral tersebut. Tanpa mereka sadari kedua aksinya telah diincar nelayan, karena tindakan mereka sejumlah nelayan mengaku merasa resah.

Sebelum kedua pelajar tersebut digiring ke Polsek Setempat, warga sempat menghakimi kedua pelajar tersebut. Aksi pencurian itu terjadi sekira pukul 00.30 WIB.

Kedua pelaku diduga mencuri bahan bakar perahu nelayan milik lima orang warga Dusun Glesungrejo di antaranya, Ambon, Gono, Wiwin dan Nisa.

Menurut Kepala Desa Glesungrejo, Suratno ketika dihubungi Espos membenarkan sejumlah warga menangkap pencuri.

“Setelah pelaku tertangkap, warga langsung menyerahkannya ke Polisi setempat untuk ditindak lanjut,” paparnya.

Kapolres Wonogiri AKBP Drs Agus Djaka Santosa melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo SH dan Kapolsek Baturetno AKP Edy Sulistyo SE menyatakan barang bukti yang disita berupa jeriken, botol air mineral, selang, dua liter bahan bakar bensin dan sepeda motor.


Spoiler for Karanganyar

Karanganyar (Espos)----Jembatan Pablengan yang menjadi perbatasan wilayah Kecamatan Matesih dengan Karangpandan, Jumat (6/3) malam, ambles.

Hingga Sabtu (7/3) siang, lantai jembatan itu turun sedalam 40 cm dan terpaksa ditutup total karena membahayakan pengguna jalannya. Akibatnya, jalur utama Matesih-Karangpandan menjadi terputus.

Keterangan yang dihimpun Espos di lokasi, amblesnya jembatan yang membentang di atas aliran sungai Lebet itu diketahui warga setempat sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebelumnya, hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 18.00 WIB.
Hujan deras itu juga membuat arus sungai di Kali Lebet bertambah deras.

Apalagi, kawasan puncak Tawangmangu juga diguyur hujan sehingga menambah deras aliran air sungai di bawahnya.

Diduga karena terus tergerus arus sungai, tanah pada pondasi jembatan itu akhirnya ambrol dan menyebabkan pondasi jembatan mengalami pergeseran. Akibatnya, jembatan di atasnya menjadi ambles sekitar 10 cm.

“Awalnya memang cuma ambles 10 cm, tapi hingga Sabtu siang ini bertambah menjadi sekitar 40 cm lebih,” kata Sugito, 48, warga Kismomulyo RT 01/RW XIV, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, yang ditemui di lokasi.

Dikatakannya, amblesnya jembatan itu diketahui saat ada warga yang melintasi jembatan itu pada malam hari. Saat melintas dengan sepeda motor, salah satu warga merasakan kondisi jalan di jembatan itu sudah tidak rata dan pada bagian ujungnya sudah ambles.

“Saat melintasi jembatan itu, sepeda motornya sampai bersuara keras seperti terantuk sesuatu. Setelah dicek, ternyata karena ujung jembatan sudah ambles. Kondisi itu lantas dilaporkan ke warga lain dan juga Polsek Matesih,” tambahnya.

Setelah kondisi jembatan itu diperiksa bersama-sama pada malam hari itu, dipastikan bahwa jembatan tersebut sudah ambles 10 cm.

Selain itu, salah satu ruas jembatan juga ambrol. Warga akhirnya sepakat untuk menutup akses jembatan tersebut secara total, untuk menghindari risiko terburuk termasuk jatuhnya korban jiwa.

“Mulai malam hari itu, jembatan langsung ditutup total. Tidak boleh dilalui kendaraan roda dua, apalagi roda empat. Dikhawatirkan akan semakin ambles,” tandasnya.

Jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter itu menjadi jalur utama Matesih-Karangpandan, termasuk jalur utama menuju Astana Giribangun.

Dengan kerusakan jembatan itu, praktis akses menuju Giribangun terputus. Kalau kendaraan sudah telanjur sampai Pablengan dan ingin ke Giribangun, terpaksa memutar balik sejauh 20 kilometer lewat Karanganyar kota lagi kemudian lewat Ngadiluwih, Matesih.
areMean - 09/03/2009 12:01 PM
#299

berita thl 9-ne kok rung ono sing setor yoo
SodroneZz - 09/03/2009 01:39 PM
#300

thl 9 opo?????


QR e wes bali iq
Page 15 of 23 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > JATENG DIY > Solo > Tabloid Reg. Solo [Baca Hal. #1]