MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2
Total Views: 544349 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 335 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

AMAF - 28/03/2012 09:07 PM
#21

ah gak kebagian pejwan D
anakusil - 28/03/2012 09:11 PM
#22

C. Lo ‏ @writtenonmyskin
So fucking good! Tooooo fucking good. #theraidredemption. Good god it was so fucking amazing!!!

C. Lo ‏ @writtenonmyskin
Am sweating quite profusely after having watched #theraidredemption it was THAT frigging crazy

Zaigham Zulqernain ‏ @zedsq
Max Is Still Feeling the Awesomeness that Is The Raid : Redemption http://t.co/RVqDEHOD

Caution:
After watching this movie all other action movies will seem childish and immature. I warn you now, it will be hard for you to go back to your favourite action movies and take them seriously as The Raid: Redemption has redefined what a true action movie is about.
http://www.xavierpop.com/2012/03/23/max-is-still-feeling-the-awesomeness-that-is-the-raid-redemption/

An Indonesian martial arts film that proves storytelling and action can go hand in bloody hand.
http://revision3.com/trs/the-raid-redemption?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
BenedictusAndre - 28/03/2012 09:14 PM
#23

ijin nampang di page 2 D
Anderson. - 28/03/2012 09:24 PM
#24

gile keren abis lah ini film, walau sadisnya kagak ketahan DD
revolver.o - 28/03/2012 09:26 PM
#25

ikutan komeng ya o

Udah nonton senin kemarin ..

Actionnya gilak, keren banget.. yayan ruhiyan keren, ga ada matinya, walaupun kalah postur tubuh

actionnya keren banget

walaupun sayang untuk jalan ceritanya kurang

tapi yang paling diinget itu yang kata-kata dari atlit tarung drajat asal ntt yang jadi preman ..

"Kau, stop tipu tipu .. e kau bikin aku muak, kalau aku muak bisa menggila"

D
andre.geim - 28/03/2012 09:28 PM
#26

yang dapet pejwan mohon postnya diupdate info2 tentang The Raid ya. Review, video, dll...
biar pengunjung trit ini senang ngeliat banyak info di pejwan cendols
IsmailTakumi - 28/03/2012 09:34 PM
#27

Sempat khawatir the raid bakal telat tayang di jambi, mengingat tahun 2009 sempat kecewa film Merantau yang ane tunggu2 ternyata jadwal rilisnya sekitar 2 bulan setelah kota2 besar di Indonesia... tapi untuk The Raid, kota jambi tayang bersamaan dengan kota2 besar yang lain... senangnya iloveindonesias

Alhamdulillah udah 2x nonton, dan rencana mau nonton lagi, maklum ane Perantau sejati hahaha... terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan film ini(gak perlu ane jabarkan karena kelebihan dan kekurangan udah di tuang semua ama yang udah nonton di trit part 1 kwakkaa)... ane akan selalu mendukung Merantau films... semoga kekurangan yang ada di The Raid bisa di perbaiki nanti di film kedua The Raid... alias Berandal... ;)
f10ppy - 28/03/2012 09:36 PM
#28

Ada info nanti bakal keluar DVD Orinya gk?
Pgn koleksi film ini..iloveindonesiasiloveindonesias
Anderson. - 28/03/2012 09:38 PM
#29

Quote:
Original Posted By revolver.o
ikutan komeng ya o

Udah nonton senin kemarin ..

Actionnya gilak, keren banget.. yayan ruhiyan keren, ga ada matinya, walaupun kalah postur tubuh

actionnya keren banget

walaupun sayang untuk jalan ceritanya kurang

tapi yang paling diinget itu yang kata-kata dari atlit tarung drajat asal ntt yang jadi preman ..

"Kau, stop tipu tipu .. e kau bikin aku muak, kalau aku muak bisa menggila"

D


menggila nya itu loh yg bikin lawak ngakak
IsmailTakumi - 28/03/2012 09:41 PM
#30

Quote:
Original Posted By f10ppy
Ada info nanti bakal keluar DVD Orinya gk?
Pgn koleksi film ini..iloveindonesiasiloveindonesias


Masih lama kali gan... filmnya aja baru rilis di bioskop... perkiraan ane bulan Agustus baru keluar DVD Ori-nya... iloveindonesias
dianzmaximus - 28/03/2012 09:42 PM
#31

gila gan keren abis ni film :2thumbup
sampe berasa ikut sakit badan ane selesai nonton ini film hammer: ngakaks
cezka - 28/03/2012 09:43 PM
#32

ane bener2 gak respect ma ni orang...dr kemarin ane gak brenti2 gemes ma ni orang



bener2 menelanjangi the raid menurut ane masalah bahasa baku aja diumbar2 ma orang2 luar negeri ngerusak kenikmatan aja, ....niatnya mo keliatan keren kali

icanihsanudin
IMDB
untitled name - 28/03/2012 09:52 PM
#33

Share review ane lagi ah, mumpung pagenya masih awal2

Review: The Raid

Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2

[quote=]

The Raid/ The Raid: Redemption/ Serbuan Maut adalah film Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan hak peredaran di seluruh dunia (well, almost). Gareth Evans dengan anak emasnya, Iko Uwais, kembali setelah sukses dengan Merantau, hanya saja kali ini, ia memutuskan untuk all out. Dengan tim yang hampir sama dengan Merantau, Evans sempat mengirim 5 adegannya sebelum filmnya sendiri selesai ke Cannes Festival. Tapi apa daya, The Raid tidak berhasil tembus. Tapi dari situlah, cerita ini dimulai. Karena salah satu pihak Sony Pictures Classic melihatnya dan terkesima. Setelah itu, semua kejadian berikutnya seperti kisah fairytale. The Raid dipuji-puji di berbagai festival besar, dari Sundance, SXSW, TIFF, atau yang lokal seperti INAFF. Kabar bahwa akan segera datang remake versi hollywood dan Mike Shinoda mengisi ulang score hanya kian memperkeras tabuh genderang bahwa inilah saatnya film Indonesia berbicara.

Sebenarnya, The Raid sendiri adalah projek cadangan dari Evans. Setelah Merantau rilis, Evans merasa kewajibannya untuk memperkenalkan adat istiadat Indonesia beserta silatnya sudah selesai. Kali ini, ia tinggal membuat film actionnya saja, tanpa perlu perkenalan lagi. Berandal, yang seharusnya menjadi film selanjutnya justru gagal direalisasikan karena membutuhkan dana yang sangat besar (3 juta dollar). Akhirnya, Evans memutuskan untuk mengeluarkan The Raid terlebih dahulu, sekaligus mengumpulkan dana untuk Berandal. The Raid pun rilis, dengan dana hanya sekitar 1,1 juta dollar siapa yang menyangka film ini bisa meledak dan menimbulkan hype sebesar ini.

Ahhh… berbicara soal hype, saya sendiri termasuk korbannya. Menunggu film ini benar-benar dari jauh hari (saat trailernya sendiri belum rilis), saya gagal menontonnya di INAFF. Hanya bisa melihat berbagai trailer, footage, dan behind the scene justru menambah candu saya. Maka, ketika 23 Maret akhirnya datang juga. Saya hanya bisa merinding dan tidak percaya, ini film Indonesia.

Premis The Raid memang simple seperti yang selalu saya baca di semua review dalam masa penantian. Segerombolan polisi melakukan penyerbuan diam-diam ke gedung yang merupakan sarang dari penjahat-penjahat berbahaya. Setelah sampai di lantai 5, polisi itulah yang balik diserbu. Agar bisa selamat, segala cara mereka lakukan untuk mendapatkan bosnya yang berada di lantai atas.

Percayalah, ceritanya memang simple dan dalam 10 menit akan terlupakan. Adalah sangat susah untuk fokus pada ceritanya ketika koreografi pertarungannya benar-benar tidak pakai otak. Cantik, itulah bagaimana saya menggambarkannya. Mereka seperti tidak kehabisan cara untuk mematahkan tulang, menghilangkan nyawa, atau sekedar merobek isi paha saja. Sadis dan penuh darah tentu saja. Toh film ini R-rated. Dan kalau menurut Anda Merantau sudah hebat, kalikan dengan 20… tunggu, 50 kali maksud saya. Apakah trailernya sangat keren bagi Anda? kalikan dengan 20. Anda tidak akan pernah cukup dengan pertarungannya. Iko Uwais, Yayan Ruhian, Joe Taslim, Donny Alamsyah semuanya hebat. Dengan pembangunan tensi yang baik dari awal hingga akhir, this movie defines action movies.

Cerita dan pengembangan karakter memang selalu menjadi prioritas kedua dalam film action. The Raid pun begitu. Meski ceritanya simple, tapi bagi saya itu sudah cukup, apalagi dengan twist-twist yang datang beruntun seperti tonjokkan Iko ke samsaknya di awal film. Otak saya seperti tidak siap untuk menerimanya di saat bersamaan menerima pertarungan silat vs. judo dari Yayan dan Joe.

Begitu juga dengan karakternya. Semuanya hitam putih dari awal. Kita tahu, Tama (Ray Sahetapy) memang sadis, tidak bermoral, dan psycho. Sedangkan, Rama (Iko) adalah versi putih dari Ray. Untuk akting saya harus acungi jempol untuk Ray Sahetapy. Untuk segala urusan mimik dan ekspresi, beliau adalah juaranya. Diikuti oleh Joe Taslim, atlet nasional judo ini lebih mampu berakting dibanding Iko yang baru keliatan ekspresi nafsunya ketika berkelahi saja. Yayan, tetap pada tanpa ekspresinya. Biarlah tangan dan kakinya yang berbicara.

Skrip yang dikerjakan oleh Evans sendiri tidak mengandung banyak dialog. Mungkin kalau ditotal hanya sekitar 10-15 menit dan didominasi dengan one-liner dan isi kebun binatang. Sangat disayangkan, keseringan aktor terlalu cepat dalam mengucapkan bagiannya. Ditambah pula kebakuannya yang bagi beberapa orang terlalu kaku. Ketika diubah menjadi bahasa Inggris tentunya akan bagus, mungkin inilah salah satu alasan kenapa filmnya sendiri mendapat apresiasi bagus dari luar.

Untuk peredaran Indonesia sendiri, scoringnya menggunakan versi asli buatan Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi. It’s not bad, tapi saya sudah menonton 3 adegan dengan scoring Mike Shinoda, dan harus saya akui versi Shinoda lebih dapat membangun tensi. Semoga di rilis DVD dan Blu-Raynya versi Shinoda bisa menemani versi Fajar dan Aria.

The Raid adalah film Indonesia paling menghibur dan sulit untuk tidak mengatakannya sebagai salah satu film terbaik Indonesia. Sekarang, “BERSENANG-SENANGLAH!”

9/10 [/quote]

http://romanticsuperhero.wordpress.com
Darmajiiiiiiiii - 28/03/2012 09:58 PM
#34

THE RAID : CADAS, GANAS, BERKELAS & BIKIN LEMAS !!

Itulah ungkapan yang pas saat menyaksikan THE RAID, seolah tanpa basa-basi kita langsung diajak menikmati ketegangan suasana penyerbuan ke dalam gedung kumuh milik Tama Riyadi. Entah berapa liter darah yang tertumpah membuat sebagian penonton wanita berteriak histeris dan menutup mata, namun bagi penikmat gore action menyaksikan adegan-adegan tersebut layaknya mendengarkan sebuah simfoni merdu dari grup orchestra ternama yang dikonduktori dengan sukses oleh Gareth Huw Evans. Hujan peluru diawal film hanya merupakan sebuah intro yang tersaji secara ganas untuk menjadi pintu pembuka ke dalam ketegangan berikutnya.

Salah satu poin kelemahan dari THE RAID adalah dialog yang terdengar kaku dan kurang jelas, akan tetapi ini bukan menyaksikan sebuah kisah sinetron TV yang sarat dialog mendayu-dayu dan akting lebay para pemainnya. Disini yang lebih banyak berdialog adalah "tangan" dan "kaki", jika itu masih belum cukup maka desingan peluru dan sabetan parang akan berteriak dengan lantang. Hal tersebut diperkuat juga dengan penyajian suasana suram dan tone warna kelam sehingga memunculkan suasana mencekam. Jika anda menggemari kisah-kisah kungfu dari para pendekar kang aw (dunia per"kung fu"an) maka lupakan aksi-aksi lebay yang mengandalkan adengan terbang-terbangan atau aksi akrobatik dalam pertarungan. Ini Silat bung, jika anda menerapkan hal tersebut maka bersiaplah sebelum Mad Dog menarik dan mematahkan kaki anda sebelum sempat menyentuh tanah. Layaknya pelukis ternama yang menggabungkan warna-warna indah kedalam kanvas maka Iko Uwais dan Yayan Ruhian telah menjalankan tugasnya sebagai koreografer fighting dengan baik. Unsur beladiri silat yang sebenarnya tersaji dengan realistik dan mematikan. Poin utama silat yang mampu melumpuhkan lawan dengan menyerang titik vital mereka ditampilkan oleh Iko dan Yayan secara apik. Silat yang biasa kita saksikan secara indah kini menjelma sebagai seni membunuh yang ganas. Namun apakah dengan menonjolkan silat sebagai sajian utama film ini membuat basic beladiri lain merasa dinomor duakan? Maka jawabannya adalah tidak, karena kuncian dan bantingan judo ditampilkan sangat powerfull oleh Joe Taslim (sersan Jaka) serta Alfridus Godfred Orindeod sang ketua geng parang yang memperlihatkan kerasnya pukulan dan tendangan Tarung Derajat secara "menggila". Hal inilah yang membuat THE RAID menjadi ajang pertarungan MMA (Mixed Martial Arts) yang mendebarkan.

Minimnya budjet menjadikan beberapa set yang ada di film ini menjadi terlihat sederhana dan seadanya, namun ini tidak membuat THE RAID terlihat seperti film murahan yang diproduseri oleh produser gila pengumbar syahwat dan disutradarai oleh sutradara bunglon yang gemar "malih rupa" disetiap genre film yang disutradarainya. Gareth mampu memaksimalkan budget yang terbatas dan menyulap satu studio menjadi gedung kumuh sarang penyamun setinggi 30 lantai. Inilah yang patut dicontoh dan semoga mampu membuka mata para sineas lokal bahwa jika ingin menyajikan film berkelas kita patutnya jangan terpaku kepada minimnya budget tetapi bagaimana caranya memaksimalkan sebuah budjet yang terbatas dengan kreatifitas sumber daya yang dimiliki. Akhirnya setelah kita menyaksikan 100 menit adegan aksi brutal pemompa adrenalin yang bikin lemas, apakah kita menganggap THE RAID hanya sebagai film aksi tanpa pesan moral yang mudah dilupakan? Sekali lagi tidak, meski Gareth lebih memperlihatkan unsur aksi dibandingkan cerita tetapi ada keberanian untuk mengangkat tema kelam dan korupnya dunia kepolisian menjadikan film ini patut mendapat apresiasi karena masih tergolong langka bagi sineas lokal yang mengangkat tema serupa. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya THE RAID hadir sebagai sebuah film yang fenomenal dan revolusioner bagi dunia perfilman lokal dan mancanegara. Semoga tren positif ini segera diikuti oleh tokoh-tokoh perfilman lainnya untuk memajukan perfilman Indonesia dan menancapkan taringnya di perfilman internasional.

totally score : 4/5
AMAF - 28/03/2012 10:06 PM
#35

Quote:
Original Posted By cezka
ane bener2 gak respect ma ni orang...dr kemarin ane gak brenti2 gemes ma ni orang



bener2 menelanjangi the raid menurut ane masalah bahasa baku aja diumbar2 ma orang2 luar negeri ngerusak kenikmatan aja, ....niatnya mo keliatan keren kali

icanihsanudin
IMDB


biarin aja gan, emang orang2 kita masi banyak jiwanya yg masih terjajah, inferior/gak pede, mungkin jiwa inlander pas jaman penjajahan belum kehapus semua, jelas2 yg awal2 muji ini film adalah orang2 bule yg ada di toronto kemudian berlanjut ke amrik, bahkan mereka yg pertama kali mengklaim bahwa film ini film aksi terbaik dalam dekade ini, nah kita orang indonesia masa gak mengapresiasi ini film, alih2 bikin film yg lebih bagus malahan kerjaannya nyari borok2 disana sini, walaupun gak salah kalo ada yg nyari2 borok dengan maksud kedepannya bakal dikasi obat, nah ini borok2 itu diumumin keseluruh dunia, yg lebih lucu lagi belum juga nonton filmnya dia dah ngejelek2in ini film, terus dengan bangganya mengagung2kan film2 hongkong dan holiwud, bener2 dah jiwa2 inferior seperti itu masih banyak disekitar kita \(
r00tsystem - 28/03/2012 10:18 PM
#36

Wew, udah part 2 aja matabelo:
Ga dapet pejwan \(

keren tuh yang the raid latar gedung MPR ngakaks

---

masalah kewarganegaraan film?
simpel, ambilnya berdasarkan rumah produksinya dari mana, beres D
drughimeister - 28/03/2012 10:33 PM
#37

Udah nonton THE RAID jadi Penasaran nungguin Merantau III A.K.A "Berendal" gan iloveindonesias

http://bit.ly/Hhla53
Raiy16 - 28/03/2012 10:33 PM
#38

pelem nya asoy bener dah gan D
super duper action begete dah :2thumbup
apalagi kalo nonton nya sendiri kyak ane alias ga ada temen nya hammer berduka
(sebenernya sih sedih gan kemana2 forever alone berduka tapi heppy juga gan jadi ga ada yg jerit2 di samping ane dengan ekspresi aduh perih pedih ngakak hammer)
raltair - 28/03/2012 10:36 PM
#39

he ditinggal barang 2 jam udah pindah? bingung
kenceng juga pas filmnya liris, padahal pas toronto masih 100an, sundance masih 200an, dibuat pun januarian D
alien.ufo - 28/03/2012 10:37 PM
#40

satu kata untuk film ini "amazing",, ane kemaren nonton film The raid di kota ane buset rame banget yg nonton... actionnya wow :matabelo mata ini serasa gak mw beranjak dri tuch film smpe filmnya selesai,, tapi ceritanya nih yg menurut ane agak kurang,, ane masih kurang paham sama karakter2nya tw2 langsung di serbu tuch gedung... ada adegan yg paling kocak yakni ketika si orang ambon yg megang golok lgi ngomong, buset penonton di bioskop pda ketawa ngakak.. gila si mad dong ngelawan 2 orang bisa menang.. tpi si mad dong matinya gak adil nih curang banget tuch yg adeknya si iko uwaisnajis,, masa dh berantemnya kalah ngambil pecahan lampu terus nusuk leher si mad dongnajis...

yg ane demen pemain di film the raid

1. mad dog (Yayan Ruhian )
2. Rama (iko uwais)
Page 2 of 335 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > LOEKELOE > MOVIES > Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2