MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2
Total Views: 544349 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 335 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

Montand - 28/03/2012 10:37 PM
#41

ngakaks untung ane nonton pas tgl 23
katanya kemarin marin ngantri yahiloveindonesias

ane pasti nonton lagi pas udah ga ngantri lagi ngakaks

101 min ga kurang terasa tampolannya p
juli.sange - 28/03/2012 10:39 PM
#42

Quote:
Original Posted By drughimeister
Udah nonton THE RAID jadi Penasaran nungguin Merantau III A.K.A "Berendal" gan iloveindonesias

http://bit.ly/Hhla53


Haddoh Berendal capedeshammer

diupgrade dong om anunya , , ,

coba pilah dan kritisi sumber berita , , ,
r00tsystem - 28/03/2012 10:48 PM
#43

Spoiler for ...
Danny The Dog
Quote:
Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2

VS
Mad Dog
Quote:
Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2


Anjing lawan Anjing ngakaks
alien.ufo - 28/03/2012 10:59 PM
#44

Quote:
Original Posted By r00tsystem
Spoiler for ...
Danny The Dog

VS
Mad Dog


Anjing lawan Anjing ngakaks


menurut ane yg menang mad dog gan:matabelo,, gila nih orang kalo dh berantem gak mengenal yg namanya capek atau menyerah sebelum lawannya tewas dng cara mematahkan lehernya takut
ivoer - 28/03/2012 11:00 PM
#45

wah untung ane dapet tiket kemaren tgl 25, ane nonton di blitz megaplex teraskota,, ini baru film laga, adegan berantemnya jelas bgt, cara pengambilan gambarnya juga oke,, setiap ada adegan brutal atau sadis, yg nonton langsung teriak wooww,, yg cewek juga teriak sambil tutup mata kali...

tapi dibalik adegan brutal tsb, terselip komedi yg lumayan fresh menurut w,,
dan yg paling lucu adalah saat preman ambon itu ngamuk marah marah..
"KALAU SAYA MARAH SAYA MENGGILA", langsung aja seisi theatre pada ketawa,,, walaupun setelah itu kembali tegang setelah iko uwais pipi nya teriris samurai,,,,

overoll film ini mendapat rating 8,4 di imdbs,
ditunggu sequelnya "BERANDAL" yang menurut bocoran ada adegan berkelahi di dalam mobil yg berisi 4 orang,,,

MAJU SINEAS INDONESIA
DAN HILANGKAN FILM HOROR BOKEP, (walaupun kadang w suka ngintip dikit)
iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
juventin1 - 28/03/2012 11:05 PM
#46

kemaren dah nonton seru actionnya
cerita rada kurang ya

yg gw binggung tuh si tama ma wayhu hubungannya apa ya? kayanya dah saling mengenal?
apa sih wahyu dendam ma tama krn kurang setoran jd nyerbu ?
coz kan dr percakapan jaka ma wahyu diketahui operasi tim swat ini ilegal gak diketahui kantor pusat swat
exaligatory - 28/03/2012 11:14 PM
#47

buset...
anak2 Alay masih bertahan di Bioskop & situs reviewnya
norak banget najis najis

malah malu-maluin aja najis
mending ALAYERS nonton MAH*LGA aja dah najis
ga usah bikin malu bangsa sendiri gara2 norak najis

Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2
raltair - 28/03/2012 11:19 PM
#48

Quote:
Original Posted By exaligatory
buset...
anak2 Alay masih bertahan di Bioskop & situs reviewnya
norak banget najis najis

malah malu-maluin aja najis
mending ALAYERS nonton MAH*LGA aja dah najis
ga usah bikin malu bangsa sendiri gara2 norak najis

Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2


maksudnya apa gan? komen proud to be nya udah nyampe di situs review sama situs bioskop apa gimane?
amum680 - 28/03/2012 11:19 PM
#49

Oleh-oleh ane nonton THe Raid \)

Spoiler for REVIEW
THE RAID: 100 Menit, 100 Persen Tegang

Cerita bermula pagi-pagi buta. Rama (diperankan Iko Uwais), terlihat sedang melakukan shalat subuh. Anggota satuan khusus kepolisian ini pamit kepada istrinya yang hamil tua dan ayahnya yang tampak gundah. Wajar saja jika orang terdekatnya khawatir, sebab Rama akan terjun ke medan perang. Rama didapuk sebagai salah satu dari 20 orang polisi elit yang menjalani sebuah misi penting.

Operasi ini dipimpin oleh komandan Jaka (Joe Taslim, atlet Judo Nasional). Targetnya adalah sebuah gedung yang jadi sarang para penjahat kelas kakap. Selama ini area hitam tersebut nyaris tak tersentuh karena mendapat beking oknum pejabat kepolisian.

Semuanya terlihat lancar hingga ketika sampai di lantai 6 mereka terjebak. Semua akses dan komunikasi dimatikan. Tama (Ray Sahetapy), penguasa gedung tersebut ternyata sudah menyiapkan ‘jamuan’ istimewa buat tamu tak diundang. Maka dikerahkanlah hampir semua anak buahnya yang bengis dan haus darah untuk menghabisi jagoan kita. Jaka, Rama dan anggota pasukan harus bertarung lantai demi lantai untuk mencapai singgasana Tama di lantai 15. Sebuah pertarungan mempertaruhkan nyawa, membunuh atau dibunuh.

Tulisan di atas adalah cuplikan cerita The Raid, film action terbaru Indonesia yang diproduksi Merantau Films. Setelah sukses dengan film laga Merantau (2009) produser Ari Suprayogi kembali berduet dengan Gareth Evans, sutradara asal Wales. Gareth juga kembali menggaet lakon utama Merantau, Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

Animo dan ekspektasi masyarakat terhadap film yang sedianya berjudul Serbuan Maut ini memang sedang tinggi-tingginya. Sudah lama genre laga tidak muncul di dunia perfilman kita sejak masa-masa Barry Prima dan Advent Bangun atau serial laga Wiro Sableng dan Angling Darma di era 90an.

Film yang menghabiskan biaya satu juta dolar—sekitar 10 milyar—ini menghiasi media-media nasional. Apalagi The Raid mendapat apresiasi tinggi di festival-festival film internasional. Yang paling keren adalah penghargaan sebagai pemenang Midnight Madness di Festival Toronto 2011. Ulasan para kritikus di situs resensi film macam IMDB atau Rotten Tomatoes juga memberikan tanggapan positif. Puncaknya, Sony Pictures Classic membeli hak distribusi The Raid untuk Amerika dan Kanada. The Raid juga tayang di bioskop Australia dan Inggris.

Simpati buat antagonis
Antusiasme inilah yang membuat saya dan 6 orang teman berbondong ke bioskop. Sebuah ritual yang jarang saya lakukan karena biasanya saya hanya download film-film bajakan dari internet. Sayang niat tulus untuk memberikan apresiasi khusus buat The Raid tak mulus. Kami kehabisan tiket karena penonton yang membludak. Apa boleh buat, niat nonton pukul tiga sore harus tertunda dua jam kemudian. Sembari menunggu waktu tayang, saya dan kawan-kawan masuk toko buku sambil baca majalah dan komik. Perlu diingat; cuma numpang baca. Ya, setelah puas membaca, buku itu kami letakkan ke rak semula.

Yang menjadi kekuatan utama The Raid adalah ketegangan dari awal hinggal akhir film. Penonton nyaris tak diberi waktu luang untuk menarik nafas, sebab aksi-aksi laga memukau terus menjejali benak penonton. Bak-bik-buk-duesh-brakk-dezing-door! Hujan pukulan dan tendangan sekali-kali ditingkahi desing peluru dalam tempo cepat. Bahkan selama 100 menit durasi film, saya tidak sekalipun melihat adegan slow motion.

Ironisnya, sempat-sempatnya Gareth menyisipkan beberapa humor di tengah kecamuk tegang. Ketua geng preman bergolok yang bengis luar biasa itu justru memancing tawa.

Pertarungan paling dahsyat tentu duel final antara si jagoan dan penjahat, seisi bioskop sampai riuh bertepuk tangan. Sungguh memorable!

Komposisi scoring musik yang tepat juga berhasil membawa penonton menyelami suasana tegang, kalut dan mencekam seperti yang dirasakan tokoh dalam film. Untuk film yang tayang di Amerika, Mike Shinoda, pentolan band Linkin Park yang menggarap scoring dan soundtracknya. Sedang buat di tanah air diramu oleh Ari Parayogi dan Fajar Yuskemal. Sekali lagi, saya bukan pakar musik, tapi ilustrasi musik mereka membuat saya larut dalam suasana.

Keseriusan dalam menggarap koreografi setiap adegan pertarungan harus diacungi jempol. Menurut berita yang saya baca, Yayan Ruhian dibantu Iko bekerja keras mempersiapkan koreografi selama 4 bulan. Kerja yang tak sia-sia jika melihat hasil maksimal dalam setiap adegan. Yayan yang juga berperan sebagai Mad Dog sungguh terampil memadukan para aktor yang berasal dari berbagai aliran beladiri. Meski pencak silat yang lebih ditonjolkan, sekilas memang agak mirip perkelahian dalam film action Thailand, Ong Bak. Saya yang tak paham beladiri saja terkagum-kagum. Brutal tapi indah, darah ciprat di mana-mana. Saya sempat menutup wajah dengan tangan karena tidak sanggup menyaksikan beberapa adegan sadis.

Saya tidak habis pikir, ada saja orang tua yang mengajak anaknya yang masih kecil nonton The Raid, duduk tepat di samping kami. Padahal tertulis jelas di poster dan iklan bahwa film ini untuk dewasa. Kebrutalan laganya tak cocok buat anak-anak. Pihak bioskop harus lebih tegas lagi. Masih ingat kan ketika dulu demam gulat Smack Down melanda Indonesia? Banyak anak-anak yang mencoba adegan berbahaya tersebut. Gak kebayang jika mereka sampai gandrung The Raid.

Saya tidak heran jika para kritikus luar negeri memberikan pujiannya terhadap The Raid. Dalam beberapa tahun belakangan, film action Holywood hanya jadi arena spesial efek dan tipuan digital komputer yang berlebihan. Penonton sudah mencapai titik jenuh. Makanya, ketika The Raid tampil di festival-festival, para sineas seperti mendapat angin segar.

Walau telah dipuji setinggi langit, The Raid bukan tanpa kelemahan. Bolong yang paling kentara adalah cerita yang dangkal dan terlalu sederhana. Latar belakang penyerbuan tidak diceritakan secara gamblang, hanya ditebar di beberapa bagian film. Sehingga penonton harus berpikir keras untuk memahami cerita secara utuh.

Penonton yang teliti juga akan menemukan lubang-lubang dalam logika cerita. Kesalahan kecil ini berpotensi merusak sensasi film ini. Untuk lebih jelasnya tonton saja sendiri.

Selain itu beberapa dialog yang kaku membuat kening saya berkerut. Terutama di bagian awal-awal film ketika Jaka memberikan pengarahan kepada anggota pasukan di dalam mobil. Bisa jadi ini karena naskah yang ditulis oleh Gareth dalam Bahasa Inggris diterjemahkan mentah-mentah.

Untung saja improvisasi Om Ray Sahetapy sebagai Tama sukses mencairkan suasana kaku yang dihasilkan para jagoan. Benar-benar menampakkan figur penjahat berdarah dingin yang kejam. Bayangkan, saat mengeksekusi korbannya Tama hanya mengenakan singlet, sarung dan sandal sambil mengunyah semangkok mie instan tanpa banyak omong. Penjahatnya lebih keren dari tokoh utama.

Untung saja kekurangan-kekurangan ini tak mengganggu kenikmatan menonton. Toh ini film laga, bukan drama yang butuh pikiran. Yang dijual tentu aksi-aksi memukau dan laga pemacu adrenalin. Jadi yang perlu anda lakukan adalah duduk manis dan tonton saja. Jangan banyak berpikir.

Walhasil, sekeluar dari bioskop menuju tempat parkir, tangan dan kaki saya kepingin bergerak sendiri menirukan jurus-jurus maut Rama. Saya berkhayal ikut serta menyerbu markas Tama menghadapi para penjahat berdarah dingin. Ciaat!


Rating: 8,5/10 ::2thumbup

http://sambalacan.blogspot.com/
ivoer - 28/03/2012 11:25 PM
#50

Quote:
Original Posted By exaligatory
buset...
anak2 Alay masih bertahan di Bioskop & situs reviewnya
norak banget najis najis

malah malu-maluin aja najis
mending ALAYERS nonton MAH*LGA aja dah najis
ga usah bikin malu bangsa sendiri gara2 norak najis

Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2


nih orang maksudnya apa sih komen nya gak mutu banget,, nyampah aja..
jgn2 dia blon nonton lg,,, ck ck ck ck
w4nderer - 28/03/2012 11:26 PM
#51
laporan nonton bareng Bule di bioskop di Australi
Lapor gan,

Ane nonton di bioskop di Australia.
hari Senin kemarin tanggal 26 maret di Adelaide
kebetulan lagi suntuk ama tugas kuliah, n ada temen ngajak nonton.
pas banget...
bahkan ada temen kuliah, bule US yang ikut nonton



Spoiler for "for laporannya"

1. lumayan setengah bioskop terisi, padahal baru minggu pertama tayang. berarti emang lumayan sohor.

2. suasana di bioskop, yang nonton pada terdengar kagum dan terbawa suasana adegan.
banyak yang suara-suara bersamaan yang bilang "aw.. ow" dll pas adegan-adegan yang bikin ngilu pungung or dada.

3. decak kagum nyaring terdengar pas peragaan jurus silat pake pisau nusuk nusuk jarak dekat. apa lagi pas menggunakan pintu decak kagumnya kenceng banget sebioskop.

4. pas adegan preman maluku ngomong, cuma ane temen indo aja yang ketawa2...



Spoiler for "Komentar ane"


full action tapi ga ada storyline.
banyak pertanyaan mengapa yang sengaja dibuat tidak dijawab dalam film ini.
tapi untuk peragaan action mantaap.

dan sangat bodoh, kalo ada Ortu yang bawa anaknya dibawah 15 tahun nonton ini. film ini jelas bukan untuk anak kecil.



Spoiler for "komentar temen ane anak US"
:
"it's just like Jacky Chan movie but with more blood"


sepanjang jalan kaki pulang tuh bule US muji2 pelem ini tuh


gitu gan laporannya
Weisse - 28/03/2012 11:27 PM
#52

kau jangan tipu-tipu ya
kalau aku muak, aku menggila

ngakaks

asik lah ampir 90 menit disuguhi action
keren2
salut banget D



raltair - 28/03/2012 11:30 PM
#53

Quote:
Original Posted By ivoer
nih orang maksudnya apa sih komen nya gak mutu banget,, nyampah aja..
jgn2 dia blon nonton lg,,, ck ck ck ck


udah nonton dia, komennya di thread pertama positif kok \)

gw nangkep komenya yang ini, ada alay yg komen proud to be di review ama berkeliaran di bioskop. tapi ane gak 100% yakin si D
wancezbandols - 28/03/2012 11:38 PM
#54

nih gan ada Film Laga Indonesia next ke hollywood selanjutnya.. ngakakngakakngakakngakak

[youtube]9DFyzjphg0Q[/youtube]
junk4life - 28/03/2012 11:41 PM
#55

Quote:
Original Posted By wancezbandols
nih gan ada Film Laga Indonesia selanjutnya.. ngakakngakakngakakngakak

[youtube]9DFyzjphg0Q[/youtube]


ngakakngakak dari judulnya udah ngakak liat trailernya lebih ngakak lagi ngakakngakak
exaligatory - 28/03/2012 11:43 PM
#56

Quote:
Original Posted By ivoer


nih orang maksudnya apa sih komen nya gak mutu banget,, nyampah aja..
jgn2 dia blon nonton lg,,, ck ck ck ck


ngapain nyampah?
gw 3000+ post dari tahun 2007 ga pernah nyampah
---------------------------------------------
hari ini gw nonton lagi bareng doi

1. Tiap abis adegan fight, kiri ama kanan gw pada langsung buka BlackBerry...post.....

2. Yang anak kecil ditembak, sempet ada yang teriak "ihhhhh sadis banget", pas gw nengok...laki-laki??? bingungs

3. soal yang "proud to be indonesian" udah ga usah dibahas, liat aja youtube ato situs lainnya.. sering kok isinya gitu
raltair - 28/03/2012 11:46 PM
#57

Quote:
Original Posted By exaligatory
ngapain nyampah?
gw 3000+ post dari tahun 2007 ga pernah nyampah
---------------------------------------------
hari ini gw nonton lagi bareng doi

1. Tiap abis adegan fight, kiri ama kanan gw pada langsung buka BlackBerry...post.....

2. Yang anak kecil ditembak, sempet ada yang teriak "ihhhhh sadis banget", pas gw nengok...laki-laki??? bingungs

3. soal yang "proud to be indonesian" udah ga usah dibahas, liat aja youtube ato situs lainnya.. sering kok isinya gitu


sudah kuduga ngakak postnya yang lengkap bro, gak semuanya nangkep pesan ente tadi. D
Anderson. - 28/03/2012 11:46 PM
#58

Quote:
Original Posted By dianzmaximus
gila gan keren abis ni film :2thumbup
sampe berasa ikut sakit badan ane selesai nonton ini film hammer: ngakaks


ngakak
bener banget gan, jadi serasa ngerasain sendiri hammer
HarleQuinn - 28/03/2012 11:50 PM
#59

Quote:
Original Posted By wancezbandols
nih gan ada Film Laga Indonesia next ke hollywood selanjutnya.. ngakakngakakngakakngakak

[youtube]9DFyzjphg0Q[/youtube]


nie trailer yg tayang sebelum film the raid mulai :berbusas
spiritone - 29/03/2012 12:03 AM
#60

1 kata "MENGGILA" :2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup
Page 3 of 335 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > MOVIES > Serbuan Maut a.k.a The Raid (2012) | Director: Gareth Evans | Iko Uwais, Yayan Ruhian - Part 2