Dunia Kerja & Profesi
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Dunia Kerja & Profesi > Konsultasi Ketenagakerjaan di Indonesia
Total Views: 122975 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 80 of 176 | ‹ First  < 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 >  Last ›

rambo184 - 16/08/2010 08:06 PM
#1581

Quote:
Original Posted By DrCom
gw coba bantu jelasin ya gan... pada dasarnya Uang Pisah dan Uang pesangon itu beda... Uang pesangon adalah hak yang diterima pegawai apabila di PHK oleh perusahaan, sedangkan Uang Pisah adalah hak yang diterima pegawai apabila pegawai mengundurkan diri atas keinginan sendiri..

Jadi kalo agan di PHK oleh perusahaan, maka dapatnya Uang pesangon dan penghargaan masa kerja..

tapi, kalo agan resign atas kemauan sendiri, kemungkinan dapatnya cuma uang pisah... untuk penghargaan masa kerja sendiri ada syarat lain yang mengaturnya.. sehingga tidak semua pegawai bisa dapat uang penghargaan masa kerja.

Pengaturan dalam Undang-Undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan terkait Uang Pesangon.. disebutkan:
Pasal 156
(1) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.
(2) Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling sedikit sebagai berikut:
a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;
c. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;
e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;
f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;
g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.
h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.
(3) Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:
a. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) bulan upah;
b. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
c. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;
d. masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;
e. masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;
f. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
g. masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
h. masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh ) bulan upah.
(4) Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi:
a. cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;
b. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ketempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja;
c. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;
d. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.
(5) Perubahan perhitungan uang pesangon, perhitungan uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.


uang pisah sendiri itu diberikan atas dasar kebijakan perusahaan (harus dicantumkan dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen dengan serikat pegawai...lihat Pasal 162 UU No. 13/2003) jadi untuk kasus di perusahaan agan yang cuma dapat uang pisah 1 kali gaji itu adalah sah... karna uang pisah sendiri adalah komponen yang tidak diatur dalam undang-undang.. (ini karena pegawai mengundurkan diri atas keinginan sendiri). Apabila agan merasa itu tidak adil, agan bisa mengusulkan ke perusahaan untuk merubah aturan mengenai uang pisah itu... sekedar informasi, di Perusahaan gw uang pisah cuma 1,5 kali gaji...



wuih.. lengkap banget gan penjelasannya.. thx very much...
Adha.19 - 17/08/2010 01:59 AM
#1582

Quote:
Original Posted By DrCom
wah.. gw turut berduka gan sama agan... itu namanya agan sudah dizholimi... agan berhak atas gaji agan itu kok.. walau skarang agan udah resign agan tetap berhak menuntut gaji itu dibayarkan.. kalau agan punya bukti kuat bahwa gaji itu belum pernah agan terima, agan bisa laporkan ke depnaker..

kesalahan bukan dipihak agan, melainkan di pihak HRD (gara2 salah transfer). Tidak ada alasan bagi HRD untuk berkilah dan mengatakan gaji udah dibayar ke rekening orang karna itu jelas2 adalah keteledoran HRD. Agan bisa menuntut gaji agan dibayarkan, kalau tidak digubris agan bisa ancam HRD untuk membawa masalah ini ke lembaga perselisihan hubungan industrial (lapor depnaker).

jangan mau hak kita ditahan padahal kita gak salah.. ada undang-undang yang melindungi upah pekerja (PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 1981 TENTANG PERLINDUNGAN UPAH)

kalau saran gw, agan segera menuntut hak agan ini, karena dalam PP no 8 1981 itu pada Pasal 30 disebutkan:
Tuntutan upah dan segala pembayaran yang timbul dari hubungan kerja menjadi daluwarsa setelah melampaui jangka waktu 2
(dua) tahun.

kalo agan bingung mesti gimana, coba agan datang ke HRD dan minta kejelasan, kalau masih berbelit2.. bawa bukti2 secukupnya ke Disnaker (dinas tenaga kerja) terdekat dan datangi bagian perselisihan hubungan industrial untuk menyampaikan keluh kesah agan.. (bisa tanya2 di disnaker). sampaikan maksud agan dengan baik bahwa agan sudah dizholimi dimana gaji agan ga dibayarkan... mudah2an ada jalan keluarnya...

demikian penjelasan dari gw.. semoga hak agan segera dibayarkan \)



makasih banget gan , atas pencerahannya \)


sekali lagi thanks for infony \)

nanti ane update ye gan D
samaders - 18/08/2010 09:38 PM
#1583

numpang nanya ya gan
ane dah kerja slama 2 bln sbagai karyawan d sebuah konsultan IT, status ane skrg masih dalam masa percobaan sampai bulan depan dan setelah itu jadi karyawan tetap tetapi dgn ikatan dinas selama 4 thn.

pertanyaan saya adalah :
1. berapa lamakah seorang karyawan dapat di ikat oleh perusahaan dengan status ikatan dinas, apakah ada batasan waktu tertentu ?

2. apakah ketentuan sebuah perusahaan dapat melakukan ikatan dinas kepada karyawannya, apakah karena karyawan tersebut sudah diberi pelatihan atau mungkin beasiswa. saya memang mendapat pelatihan kurang lebih 1 bln tetapi itu juga ditraining oleh pihak perusahaan saya sendiri karena memang pelatihan untuk bidang yg saya geluti cukup mahal hingga ribuan dollar, selebihnya saya On Job Training langsung di terjunkan ke proyek yg sedang di tangani perusahaan konsultan saya.

sekian dulu pertanyaan saya, mohon jawabannya kalau ada dengan UU yg mendukung

terima kasih
shakehand2
DrCom - 19/08/2010 10:34 AM
#1584

Quote:
Original Posted By samaders
numpang nanya ya gan
ane dah kerja slama 2 bln sbagai karyawan d sebuah konsultan IT, status ane skrg masih dalam masa percobaan sampai bulan depan dan setelah itu jadi karyawan tetap tetapi dgn ikatan dinas selama 4 thn.

pertanyaan saya adalah :
1. berapa lamakah seorang karyawan dapat di ikat oleh perusahaan dengan status ikatan dinas, apakah ada batasan waktu tertentu ?

gw coba bantu ya gan...
untuk status ikatan dinas, tidak ada undang-undang maupun peraturan lain yang mengaturnya.. Ikatan dinas itu dasarnya adalah kebijakan internal dari suatu perusahaan. Jadi kalo perusahaan mensyaratkan adanya ikatan dinas bagi pegawainya maka selama tidak melanggar aturan ketenagakerjaan tidak masalah (dalam hal ini mengenai status si pegawai apakah kontrak atau tetap). Jadi untuk ikatan dinas, tidak ada aturan yang mengaturnya. CMIIW.....
Quote:
Original Posted By samaders

2. apakah ketentuan sebuah perusahaan dapat melakukan ikatan dinas kepada karyawannya, apakah karena karyawan tersebut sudah diberi pelatihan atau mungkin beasiswa. saya memang mendapat pelatihan kurang lebih 1 bln tetapi itu juga ditraining oleh pihak perusahaan saya sendiri karena memang pelatihan untuk bidang yg saya geluti cukup mahal hingga ribuan dollar, selebihnya saya On Job Training langsung di terjunkan ke proyek yg sedang di tangani perusahaan konsultan saya.

sekian dulu pertanyaan saya, mohon jawabannya kalau ada dengan UU yg mendukung

terima kasih
shakehand2

Untuk alasan kenapa perusahaan sampai memberlakukan ikatan dinas kepada pegawainya bisa bermacam-macam.. namun seringnya karena perusahaan merasa sudah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk karyawan tersebut.. misalnya biaya rekrutmen, atau biaya kesehatan, atau biaya pendidikan.

Karena perusahaan sudah mengeluarkan biaya untuk si pegawai, maka perusahaan juga ga akan mau rugi.. perusahaan ga akan mau setelah mengeluarkan biaya banyak untuk si karyawan tapi begitu selesai training si karyawan keluar (resign). Artinya perusahaan tidak dapat apa2 dari hasil training si karyawan..

Perusahaan menganggap biaya pegawai itu adalah investasi, sehingga apabila investasi yang sudah dikeluarkan tidak memberikan return (hasil) maka artinya perusahaan rugi. berapa lama jangka waktu ikatan dinas bisa dilakukan? jawabannya adalah tergantung dari hitung2an perusahaan kira2 berapa lama waktu yang diperlukan karyawan sehingga hasil kerja si karyawan nilainya (value added pekerjaannya) bisa menutupi investasi yang sudah dikeluarkan perusahaan.

Contohnya karyawan disekolahkan selama 1 tahun dengan biaya 100 Juta. maka perusahaan biasanya akan menghitung berapa lama waktu yang diperlukan si karyawan itu untuk mengumpulkan hasil kerja yang nilainya bisa dihargai perusahaan mendekati 100 Juta tadi..

alasan lain perusahaan memberlakukan ikatan dinas adalah karena kebutuhan perusahaan atas skill yang dimiliki si karyawan. ini biasanya berlaku untuk karyawan2 yang bekerja berbasis project. selama project berlangsung, karyawan akan di ikat sehingga tidak mengganggu kelancaran jalannya proyek tersebut. kalau karyawan tidak diikat, misalnya dia tiba2 berhenti ditengah jalannya proyek, maka resiko yang dihadapi perusahaan akan sangat besar.. bisa2 proyek itu gagal dan harus diulang dari awal..

kalo menurut saya pribadi, ikatan dinas tidak terlalu merugikan pegawai, malahan sebenarnya menguntungkan pegawai karena ada jaminan dari perusahaan bahwa si pegawai tidak akan di PHK selama masa ikatan dinasnya.. namun kekurangannya ya si pegawai tidak akan bisa mencari peluang kerja yang lebih baik selama masih terikat ikatan dinas D D D

CMIIW ya gan..... :toast:
dejenk - 19/08/2010 08:01 PM
#1585

kepada juragan yg terhormat

saya mau konsultasi sekalian tanya mengenai masalah menjadi karyawan

saya dulu bekerja di sebuah perusahaan, misalnya perusahaan A, saya beekrja disitu selama 1tahun tanpa ada ikatan kerja, ataupun tanda tangan resmi serta dokumen yang menyatakan saya karyawan dikantor itu, saya keluar karena tidak nyaman dgn pimpinan saya, karena saya tidak pada ikatan yg resmi secara hukum dikantor itu maka saya keluar setelah mengajukan surat resign 3bln sebelum saya keluar. pd hr saya keluar saya msh ditahan dikantor itu, namun saya keluar saja.

selang 1 minggu saya diterima di perusahaan rekanan kantor saya yang dulu. setelah bekerja kurang lebih 3minggu dikantor baru, boss saya yg lama menelpon hrd kantor saya yang baru dan menuntut hrd perusahaan saya yang baru telah meng HI-JACK saya dari perusahaan lama.

apa yg harus saya perbuat.. ? apakah ini salah saya atau boss kantor saya atau kantor saya yang baru,dan apakah ada UU yg mengatur tentang ini?

terimakasih
13thheaven - 19/08/2010 10:37 PM
#1586

kalau memang ga ada ikatan kerja kaya gitu sih ga bisa dibilang menghijack dong...
kalau emang atasan ente beneran pengen ente tinggal ya dia mestinya ngasih surat kontrak atau diangkat jadi karyawan tetap...
lagian atas dasar apa dia bisa nuntut? buktinya apa kalau ente karyawan disono? DDD
bosnya aja tuh mesti dikepret... pengennya enak buat dia aja... hammer:
dejenk - 19/08/2010 11:32 PM
#1587

Quote:
Original Posted By 13thheaven
kalau memang ga ada ikatan kerja kaya gitu sih ga bisa dibilang menghijack dong...
kalau emang atasan ente beneran pengen ente tinggal ya dia mestinya ngasih surat kontrak atau diangkat jadi karyawan tetap...
lagian atas dasar apa dia bisa nuntut? buktinya apa kalau ente karyawan disono? DDD
bosnya aja tuh mesti dikepret... pengennya enak buat dia aja... hammer:


bener juga gan, tp boss saya malah nuntut ke kantor saya yg baru... gara2 hrd saya dianggap hijack saya dr perusahaan lama saya. lalu sekarang saya disuruh minta surat referensi sama bos sy skrg dari kantor lama saya... kira2 gimana tuh gan
DrCom - 20/08/2010 09:44 AM
#1588

Quote:
Original Posted By dejenk
kepada juragan yg terhormat

saya mau konsultasi sekalian tanya mengenai masalah menjadi karyawan

saya dulu bekerja di sebuah perusahaan, misalnya perusahaan A, saya beekrja disitu selama 1tahun tanpa ada ikatan kerja, ataupun tanda tangan resmi serta dokumen yang menyatakan saya karyawan dikantor itu, saya keluar karena tidak nyaman dgn pimpinan saya, karena saya tidak pada ikatan yg resmi secara hukum dikantor itu maka saya keluar setelah mengajukan surat resign 3bln sebelum saya keluar. pd hr saya keluar saya msh ditahan dikantor itu, namun saya keluar saja.

selang 1 minggu saya diterima di perusahaan rekanan kantor saya yang dulu. setelah bekerja kurang lebih 3minggu dikantor baru, boss saya yg lama menelpon hrd kantor saya yang baru dan menuntut hrd perusahaan saya yang baru telah meng HI-JACK saya dari perusahaan lama.

apa yg harus saya perbuat.. ? apakah ini salah saya atau boss kantor saya atau kantor saya yang baru,dan apakah ada UU yg mengatur tentang ini?

terimakasih


Utk permasalahan yg agan hadapi, kesalahan bukan di pihak agan, justru kesalahan ada di perusahaan lama. selama agan kerja di perusahaan lama ga ada ikatan apapun yg sifatnya formal. ini salah besar..

mereka tdk berhak menuntut agan apapun. sbenarnya saat keluar pun agan ga perlu bikin surat resign, karna dasar agan mau resign apa? bukti bahwa agan bekerja diperusahaan lama apa?

saran gw, agan sampaikan ke HRD baru apa adanya kalo dulu agan kerja di perusahaan lama ga pake surat2. bilang bahwa kalo pun agan mau minta surat keterangan kerja atau apapun, itu ga bisa dipake, karena dasar agan kerja di perusahaan lama aja ga jelas..

gw yakin HRD baru pasti ngebela agan. mana mau HRD baru disalahkan dan dituntut telah meng hijack padahal kenyataannya agan sendiri ga punya ikatan apapun dengan perusahaan lama.

dalam Undang-undang No 13 tahun 2003 BAB IX pasal 50 sangat jelas disebutkan bahwa Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja. Selanjutnya di pasal 51 disebutkan
(1) Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan.
(2) Perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dan diperjelas pada pasal 63 bahwa bila perjanjian kerja dilakukan secara lisan, tetap harus ada bukti tertulisnya:
(1) Dalam hal perjanjian kerja dibuat secara lisan, maka pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja.
(2) Surat pengangkatan sekurang kurangnya memuat:
a. nama dan alamat pekerja/buruh;
b. tanggal mulai bekerja;
c. jenis pekerjaan;
d. besarnya upah.

sekarang pertanyaannya, apakah agan punya surat pengangkatan sebagaimana disebutkan pasal 63 UU No 13 tahun 2003 itu? kalo ga ada, berarti agan ga punya dasar bekerja di perusahaan lama.

Jangankan untuk pekerja kontrak biasa, untuk pekerja harian lepas aja harus ada dasar tertulisnya. Dalam Kepmen 100 tahun 2004 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu pada Bab V pasal 12 disebutkan:
(1)Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh pada pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib membuat perjanjian kerja harian lepas secara tertulis dengan para pekerja/buruh.
(2) Perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dapat dibuat berupa daftar pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 sekurang- kurangnya memuat :
a. nama/alamat perusahaan atau pemberi kerja.
b. nama/alamat pekerja/buruh.
c. jenis pekerjaan yang dilakukan.
d. besarnya upah dan/atau imbalan lainnya.
(3) Daftar pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 disampaikan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak mempekerjakan pekerja/buruh.

jadi sangat jelas sekali di Undang2 & Peraturan pemerintah mewajibkan adanya dasar ikatan tertulis yang menjelaskan bahwa seseorang bekerja pada suatu perusahaan / pengusaha. Jadi ga boleh kalo dasarnya cuma lisan tanpa ada bukti tertulis...
demikian penjelasan dari gw... semoga bisa membantu D D
DrCom - 20/08/2010 09:54 AM
#1589

Quote:
Original Posted By dejenk
bener juga gan, tp boss saya malah nuntut ke kantor saya yg baru... gara2 hrd saya dianggap hijack saya dr perusahaan lama saya. lalu sekarang saya disuruh minta surat referensi sama bos sy skrg dari kantor lama saya... kira2 gimana tuh gan


wah.. bakalan ribet tuh ntar gan... gimana agan mau minta surat keterangan ke perusahaan lama kalo di perusahaan lama aja agan statusnya ga jelas.. saran gw sih agan sampaikan secara baik2 ke bos yang skarang bahwa di perusahaan lama agan tidak dikontrak secara benar, bahwa selama agan kerja di perusahaan lama agan bekerja tanpa ada surat2 keterangan yang secara legal menyatakan bahwa agan kerja disana... jadi permintaan bos agan yang baru (surat referensi dari perusahaan lama) ga akan bisa dipenuhi.

gw yakin kalo agan menjelaskan secara baik2 dan dengan menyertakan aturan2 seperti yang udah gw sebutkan tadi bos agan pasti ngerti dan memakluminya..

kalo pun perusahaan lama nekat mau nuntut ke perusahaan baru bahwa perusahaan baru membajak agan, buktinya kalo agan adalah karyawan perusahaan lama apa? masa sih perusahaan baru merekrut orang yang ga terikat sama perusahaan manapun disebut membajak? kan ngaco itu...
13thheaven - 20/08/2010 11:55 AM
#1590

Quote:
Original Posted By dejenk
bener juga gan, tp boss saya malah nuntut ke kantor saya yg baru... gara2 hrd saya dianggap hijack saya dr perusahaan lama saya. lalu sekarang saya disuruh minta surat referensi sama bos sy skrg dari kantor lama saya... kira2 gimana tuh gan


Quote:
Original Posted By DrCom
wah.. bakalan ribet tuh ntar gan... gimana agan mau minta surat keterangan ke perusahaan lama kalo di perusahaan lama aja agan statusnya ga jelas.. saran gw sih agan sampaikan secara baik2 ke bos yang skarang bahwa di perusahaan lama agan tidak dikontrak secara benar, bahwa selama agan kerja di perusahaan lama agan bekerja tanpa ada surat2 keterangan yang secara legal menyatakan bahwa agan kerja disana... jadi permintaan bos agan yang baru (surat referensi dari perusahaan lama) ga akan bisa dipenuhi.

gw yakin kalo agan menjelaskan secara baik2 dan dengan menyertakan aturan2 seperti yang udah gw sebutkan tadi bos agan pasti ngerti dan memakluminya..

kalo pun perusahaan lama nekat mau nuntut ke perusahaan baru bahwa perusahaan baru membajak agan, buktinya kalo agan adalah karyawan perusahaan lama apa? masa sih perusahaan baru merekrut orang yang ga terikat sama perusahaan manapun disebut membajak? kan ngaco itu...


tuh dah kejawab ama pakarnya bro beer:
intinya sih ente kaga salah koq, n perusahaan lama kaga bisa nuntut ke perusahaan yang baru... ente ceritain aja ke bos yang baru gimana dulunya D
good luck
13thheaven - 20/08/2010 11:39 PM
#1591

gw minta saran dari temen2 nih...
gw kan kerja dah 4 taon lebih, tp kerjanya di backoffice perusahaan futures gitu... dah pengen cabut... tapi bingung nyari kerjanya dimana...
soalnya gw dulu lulusan teknik elektro DDD
ada yang bisa bantuin saran atau pendapat? gw sih pengennya kerja di bank gitu.... tapi MDP pada ga mau terima yang dah kerja 4 taon ++ \(\(\(
thx beer:
de javu' - 21/08/2010 12:28 AM
#1592

Quote:
Original Posted By 13thheaven
gw minta saran dari temen2 nih...
gw kan kerja dah 4 taon lebih, tp kerjanya di backoffice perusahaan futures gitu... dah pengen cabut... tapi bingung nyari kerjanya dimana...
soalnya gw dulu lulusan teknik elektro DDD
ada yang bisa bantuin saran atau pendapat? gw sih pengennya kerja di bank gitu.... tapi MDP pada ga mau terima yang dah kerja 4 taon ++ \(\(\(
thx beer:


klo pendapat saia cm ini bro :
Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.
13thheaven - 21/08/2010 09:54 AM
#1593

Quote:
Original Posted By de javu'
klo pendapat saia cm ini bro :
Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.


pekerjaan sih ok2 aja bro... D
cuman gajinya yang gak ok hammer:
kan katanya kalau mandek mendingan cari kerja di tempat laen aja \)
Adityareno - 21/08/2010 05:14 PM
#1594

gan mau nanya ni, sbnernya jika kita ditelpon perush untuk interview tp ternyata telponnya ga keangkat ma kita (entah misalnya krn hp lg di charge, dll). sbnernya itu kita bakal gugur ga sih? ato pasti bakal di telpon lagi ma mreka? thx.
acoy38 - 21/08/2010 06:26 PM
#1595

agan mau nanya nih. gue dah keterima kerja di bumn. belum mulai kerja sih baru dinyatakan keterima. nah biasanya di bumn gitu kan ada ikatan dinas.
yang jadi pertanyaan gue. kalo misalnya ntar gue dpt beasiswa ke luar negeri trus pingin ngelanjutin sekolah keluar (sebelum ikatan dinas berakhir) bisa gak gue minta cuti sekian tahun untuk ngelanjutin sekolah trus begitu kelar gue balik lagi kerja disitu ?

thanks ya.
acoy38 - 21/08/2010 06:27 PM
#1596

agan mau nanya nih. gue dah keterima kerja di bumn. belum mulai kerja sih baru dinyatakan keterima. nah biasanya di bumn gitu kan ada ikatan dinas.
yang jadi pertanyaan gue. kalo misalnya ntar gue dpt beasiswa ke luar negeri trus pingin ngelanjutin sekolah keluar (sebelum ikatan dinas berakhir) bisa gak gue minta cuti sekian tahun untuk ngelanjutin sekolah trus begitu kelar gue balik lagi kerja disitu ?

thanks ya.
dragonwater - 21/08/2010 07:01 PM
#1597

Quote:
Original Posted By Adityareno
gan mau nanya ni, sbnernya jika kita ditelpon perush untuk interview tp ternyata telponnya ga keangkat ma kita (entah misalnya krn hp lg di charge, dll). sbnernya itu kita bakal gugur ga sih? ato pasti bakal di telpon lagi ma mreka? thx.


bisa gugur tp bisa ditelpon lg D
knp? ya klo perusahaan dah dapet karyawan sesuai dgn kebutuhan mereka ya sudah..tp klo kandidatnya blm ada yg keterima, kemungkinan lo dipanggil ada \)
bisa 1minggu, bisa beberapa minggu \)

tp lebih baik, lo tlp balik aja hrd nya gan \)
Adityareno - 21/08/2010 11:35 PM
#1598

Quote:
Original Posted By dragonwater
bisa gugur tp bisa ditelpon lg D
knp? ya klo perusahaan dah dapet karyawan sesuai dgn kebutuhan mereka ya sudah..tp klo kandidatnya blm ada yg keterima, kemungkinan lo dipanggil ada \)
bisa 1minggu, bisa beberapa minggu \)

tp lebih baik, lo tlp balik aja hrd nya gan \)


oow jd bner ya gan, kalo ga keangkat ada resiko gugur? damn! td ane dpt miscall, kayaknya sih dr perush nih mau ngundang interview/test. uda ane coba telp balik tp ga bisa dihubungin. yaudah hari senin mau coba ane telp lg deh.
dragonwater - 22/08/2010 10:32 PM
#1599

Quote:
Original Posted By Adityareno
oow jd bner ya gan, kalo ga keangkat ada resiko gugur? damn! td ane dpt miscall, kayaknya sih dr perush nih mau ngundang interview/test. uda ane coba telp balik tp ga bisa dihubungin. yaudah hari senin mau coba ane telp lg deh.


klo ane sih ky gt gan \)
klo ane mangil orang kan ada beberapa kandidat tu,misal: 10 orang, klo ada 1 yg ga bisa dihubungi so? masih ada 9 orang kan? klo dari 9 itu dah dapet, knp harus mangil lg? \)

yoi, mending dicoba tlp lg aja ke no yg tlp agan \)
good luck \)
bemzinside - 23/08/2010 12:13 PM
#1600

dear all,

Perusahaan tempat ane kerja mau nge mutasi kan temen ane ke bagian lain yg tidak dia kuasai, lalu perusahaan ngancem kalo dia engga mau pindah dia dipersilahkan mengundurkan diri..perusahaan ane ga mau mecat karena
harus keluar uang pesangon klo mecat..hammer:

ane tau hal ini karena si HRD nge broadcast email ancaman ini ke seluruh karyawan...fuck: HRD nya

kira-kira ada peraturan nya ga sih dari pemerintah tentang hal ini ?
yg ke dua, apa yg harus temen ane lakuin gan ? soal nya ane kesian banget ama temen ane ini..

Spoiler for email nya ane copaste kesini dengan sedikit sensor

Quote:
Untuk bapak xxx diberikan waktu di bagian xxx sampai hari kamis tanggal 26 Agustus 2010, dan terhitung tanggal 27 Agustus 2010, jam 7.00 WIB operasional bapak xxx sudah di bagian xxx, sesuai IM tanggal 18 Agustus 2010. Apabila ketentuan ini tidak dijalankan atau tidak dikehendaki, maka bapak xxx diminta untuk membuat surat pengunduran diri dari perusahaan.
Page 80 of 176 | ‹ First  < 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Dunia Kerja & Profesi > Konsultasi Ketenagakerjaan di Indonesia