DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 25
Total Views: 265537
Page 443 of 494 | ‹ First  < 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 >  Last ›

IkutNyolot. - 29/07/2012 01:31 AM
#8841

bodoh kali kalian ini

imsak itu berguna skali :cool

kl kalian lg ML ama istri, trs ada imsak, mk kalian cepat-cepat sudahin biar lega, dan konsentrasi puasa :cool

lagian azan di indonesia itu g serempak :cool

kecuali kalian tinggal dipedesaan, masjid cm satu :cool

kl dikota kyk ane, masjid sahut-sahutan :cool jd gk tau yg mn yg benar, mn yg engga :cool

jd imsak membantu ane :cool

bodohnya orang zaman skrg, bgn aj g ngerti
ngupilman72 - 29/07/2012 01:33 AM
#8842

Ada pertanyaan yang sebenarnya perlu perenungan...

kita disuruh untuk mengikuti Alquran, Sunnah Nabi, Sahabat dan Ijtihad para Ulama.

tapi kita juga mendengar tentang apa-apa yang tidak ada dalam Sunnah Nabi dan Sahabat adalah bid'ah. dan setiap bid'ah adalah sesat.

Bagaimana Ijtihad Para Ulama? ketika bacaan tahlil yang dikumpulkan oleh Syeh Abdul Qadir Aljailani diajarkan oleh sebagian guru kita untuk digunakan sebagai bacaan ketika memasuki rumah baru, atau dibaca untuk mendoakan si mayit atau ketika melepas para calon haji ketika berangkat, apakah kita harus menolak mentah-mentah?

Bukankah itu sebagai ijtihad para Ulama?
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ijtihad para Ulama?
dair7 - 29/07/2012 01:43 AM
#8843

hukumnya suami dengan sengaja meminum asi istri dan menikmatinya itu apa gan?

oia,
met puasa bagi yang menjalankan.
d.banditz - 29/07/2012 01:44 AM
#8844

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Ada pertanyaan yang sebenarnya perlu perenungan...

kita disuruh untuk mengikuti Alquran, Sunnah Nabi, Sahabat dan Ijtihad para Ulama.

tapi kita juga mendengar tentang apa-apa yang tidak ada dalam Sunnah Nabi dan Sahabat adalah bid'ah. dan setiap bid'ah adalah sesat.

Bagaimana Ijtihad Para Ulama? ketika bacaan tahlil yang dikumpulkan oleh Syeh Abdul Qadir Aljailani diajarkan oleh sebagian guru kita untuk digunakan sebagai bacaan ketika memasuki rumah baru, atau dibaca untuk mendoakan si mayit atau ketika melepas para calon haji ketika berangkat, apakah kita harus menolak mentah-mentah?

Bukankah itu sebagai ijtihad para Ulama?
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ijtihad para Ulama?


Abdul Qadir Jaelani itu ulama apa gan?
boleh tau?
BANGdZAT - 29/07/2012 01:49 AM
#8845

Quote:
Original Posted By ShinHouin
Saya anggap saja itu sebagai pujian bagi ybs, terimakasih

Ya, tapi tetap atas izin Allah.

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan seuatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd:11)

Tapi kita tetap harus mengimani bahwa jikalau nanti kita berhasil, itu semata-mata hanyalah karena atas izin Allah Ta'ala

setujuh tujuh turunan.

memang manusia tidak boleh sombong,yang dimuliakan harusnya hanyalah allah.

berarti menurut agan,memang manusia dapat merubah takdir rejekinya?

apakah memang sebenarnya,kejadian ituh sudah sesuai skenario dari dalam perut ibunya?

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Koreksi om... bukan ayat, tapi hadist....

Mempertanyakan takdir..
Inginkah om berdebat masalah takdir?

Tuhan adalah Dalang, Manusia adalah Wayang. Bagaimana dengan Free Will? Apakah Tuhan tidak berkuasa dengan kuasa manusia? Bila Sesuatu terjadi harus dengan IzinNya? Bagaimana dengan Free Will? Apakah artinya Tuhan diperbudak oleh kuasa Manusia untuk mengizinkan kemauan Manusia?

Mending saran saya seh om... lupakan masalah tersebut, masih banyak hal-hal yang lebih baik daripada memperdebatkan hal-hal yang masih ghaib bagi manusia.

soal free will,mungkin saia beda dengan yang lain tafsirannya gan.

karena buat saia,ituh bukan 100% free will,melainkan ada *,*= syarat&ketentuan berlaku.
'
kalo soal melupakan,inikan forum debat gan,memang ada batasan2x apa saja yang dilarang diperdebatkan?

kan yang penting tetap sopan&tidak oot,tidak hina2 kelewat batas.

tadi ada yang bilang,walpun rejeki tiap orang sudah tertulis sejak kandungan,manusia dapat merubah takdirnya?

kalo benar,kenapa firman allah yang katanya sepanjang masa,bahkan rencananya untuk tiap2x manusia yang sudah tertulis dapat dirubah manusia biasa?
BANGdZAT - 29/07/2012 01:54 AM
#8846

Quote:
Original Posted By LuckyBringer
Kamu adalah Tuhan Yesus yang gagal.

percayalah.



tidak mau percaya asbun gan.
Quote:
Original Posted By danish.
males gan ke sana bukannya nte orang yang apal injil alquran aja nte apal

untuk mengetahuinya terjadinya takdir kita perlu tau dulu sifat2 Allah

1 al 'ilm (Allah maha tahu)

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj: 70)


2. al-kitabah (penulisan)

“Pertama kali tatkala Allah menciptakan qalam (pena), Dia firmankan kepadanya, ‘Tulislah!’ Qalam itu berkata, ‘Ya Tuhanku, apakah yang hendak kutulis?’ Allah berfirman, ‘Tulislah apa saja yang akan terjadi!’ Maka seketika itu bergeraklah qalam itu menulis segala yang akan terjadi hingga hari Kiamat.”

ketika nabi saw ditanya “Mengapa kita mesti berusaha dan tidak pasrah saja dengan takdir yang sudah tertulis?”, beliau pun menjawab: “Berusahalah kalian, masing-masing akan dimudahkan menurut takdir yang telah ditentukan baginya.”


3. Al-Masyi’ah (kehendak)

“(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (At-Takwir: 28-29).
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya.” (Al-An’am: 112).

4. Al-Khalq (penciptaan).

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Al-Mulk: 2)


Siapa yang menciptakan sebab, Dialah yang menciptakan akibatnya.


Jadi Allah lah yang menciptakan perbuatan manusia yaitu bahwa apa yang diperbuat manusia itu timbul karena dua faktor, yaitu; kehendak dan kemampuan. Andaikata tidak ada kehendak dan kemampuan, tentu manusia tidak akan berbuat. Karena andaikata dia menghendaki, tetapi tidak mampu, tidak akan ia perbuat. Begitu pula andaikata dia mampu, tetapi tidak menghendaki, tidak akan terjadi perbuatan itu. Jika perbuatan manusia itu terjadi karena adanya kehendak yang mantap dan kemampuan sempurna, sedangkan yang menciptakan kehendak dan kemampuan tadi pada diri manusia adalah Allah, maka dengan cara ini dapat kita katakan bahwa Allah lah yang menciptakan perbuatan manusia

contoh api

“Api membakar”. Padahal yang menjadikannya dapat membakar tentu saja Allah Subhannahu wa Ta'ala. Api tidak dapat membakar dengan sendirinya, sebab seandainya api dapat membakar dengan sendirinya, tentu ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api akan terbakar hangus. Akan tetapi, ternyata beliau tidak mengalami cedera sedikitpun, karena Allah telah berfirman kepada api itu:
“Hai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.” (Al-Anbiya: 69).

nice info gan.

tapi,coba lihat yang dibawah ini.

Quote:
Original Posted By jomblo.keren
cuma mampir bentar...gak bosen2 bahas takdir...
keqnya ada yg salah tangkap...



sebenarnya sudah dijawab...ntah kenapa koq ga mudeng?...
v
v
v


Rencana Allah bahwa Manusia akan ditempatkan dibumi...tidak tergantung apakah adam berdosa atau tidak...

mudah-2an jelas...
Makanya jawaban adam kepada Nabi Musa mudahnya gini...
Engkau menyalahkanku manusia turun di bumi?
Apakah engkau menganggap bahwa dosaku yang menyebabkan manusia turun ke bumi?....
Sekali-kali tidak...Bahkan Allah telah menentukan bahwa Manusia akan menjadi Khalifah di bumi 40 tahun sebelumnya...
Jadi baik aku berdosa atau tidak merubah ketetapan Allah ini (bahwa manusia akan turun ke bumi)...
Jadi jangan menyalahkanku, atas turunnya manusia ke bumi...
(Tetapi klo menyalahkanku krn aq melanggar perintah Tuhanku...itu pun aq akui, makanya setiap saat aq memohon ampun kepada Allah...)

.
.
.
.

Masihkah kurang jelas?...

http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=731320808&postcount=9076

masih kurang jelas gan.

karena dari hadist dimana musa vs adam,musa tidak berani bantah lagi,karena adam berkata,kejatuhannya sudah dirancangkan allah sejak 40 tahun sebelum jadinya.

kita berpikirnya begini,allah kan katanya maha tahu.kenapa dia membiarkan adam hawa dicobai iblis sehingga jatuh kebumi?

jelas dia tahu,adam hawa akan gagal,iblis akan menang.

jelas ituh rancangan allah,kalau tidak,dia akan melarang iblis mencobai manusia.
billx - 29/07/2012 02:10 AM
#8847

Quote:
Original Posted By BANGdZAT


tidak mau percaya asbun gan.

nice info gan.

tapi,coba lihat yang dibawah ini.


http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=731320808&postcount=9076

masih kurang jelas gan.

karena dari hadist dimana musa vs adam,musa tidak berani bantah lagi,karena adam berkata,kejatuhannya sudah dirancangkan allah sejak 40 tahun sebelum jadinya.

kita berpikirnya begini,allah kan katanya maha tahu.kenapa dia membiarkan adam hawa dicobai iblis sehingga jatuh kebumi?

jelas dia tahu,adam hawa akan gagal,iblis akan menang.

jelas ituh rancangan allah,kalau tidak,dia akan melarang iblis mencobai manusia.


wew mantat


adam dan hawa itukhan cuma dongen

lanjutken
LuckyBringer - 29/07/2012 02:17 AM
#8848

Quote:
Original Posted By LuckyBringer
Ada gak anggapan bahwa baca Al Qur'an dengan Tidak memakai Bahasa Arab adalah kesalahan Besar ?

dan Dosa ?


Belum di jawab nih...

Jawab dong...
jual.buku.islam - 29/07/2012 02:34 AM
#8849

Quote:
Original Posted By ngupilman72
Ada pertanyaan yang sebenarnya perlu perenungan...

kita disuruh untuk mengikuti Alquran, Sunnah Nabi, Sahabat dan Ijtihad para Ulama.

tapi kita juga mendengar tentang apa-apa yang tidak ada dalam Sunnah Nabi dan Sahabat adalah bid'ah. dan setiap bid'ah adalah sesat.

Bagaimana Ijtihad Para Ulama? ketika bacaan tahlil yang dikumpulkan oleh Syeh Abdul Qadir Aljailani diajarkan oleh sebagian guru kita untuk digunakan sebagai bacaan ketika memasuki rumah baru, atau dibaca untuk mendoakan si mayit atau ketika melepas para calon haji ketika berangkat, apakah kita harus menolak mentah-mentah?

Bukankah itu sebagai ijtihad para Ulama?
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ijtihad para Ulama?


ana pernah dikasih tau oleh Ustad Abdul hakim bin Amir abdat buku putih syaikh Abdul qadir Aljailani, tapi siapa penulisnya ana lupa. Yang jelas syaikh Abdul Qadir salah satu ulama Ahlus Sunnah yang membenci Bid'ah. Walaupun begitu beliau tetap manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan. Banyak cerita dan kisah tidak shahih bekembang menyangkut dirinya.

Mengenai do'a sebelum masuk rumah, dan doa serta zikir lainnya kan sudah banyak diajarkan Rasulullah shalallahu Alaihi wa sallam. Kita pakai dan amalkan itu saja dulu, yang benar-benar shahih dan jelas.

Di kitab Al-Adzkar imam nawawi kan banyak contoh zikir dan do'a yang diajarkan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam.
ngupilman72 - 29/07/2012 02:38 AM
#8850

Quote:
Original Posted By d.banditz
Abdul Qadir Jaelani itu ulama apa gan?
boleh tau?


Googling aja om Abdul Qadir Al Jailani,

Untuk kaum Nahdiyin atau NU, dalam tahlil(an) sering diucapkan untuk mengirim wasilah kepada Beliau.

Quote:
Original Posted By BANGdZAT

soal free will,mungkin saia beda dengan yang lain tafsirannya gan.

karena buat saia,ituh bukan 100% free will,melainkan ada *,*= syarat&ketentuan berlaku.
'
kalo soal melupakan,inikan forum debat gan,memang ada batasan2x apa saja yang dilarang diperdebatkan?

kan yang penting tetap sopan&tidak oot,tidak hina2 kelewat batas.

tadi ada yang bilang,walpun rejeki tiap orang sudah tertulis sejak kandungan,manusia dapat merubah takdirnya?

kalo benar,kenapa firman allah yang katanya sepanjang masa,bahkan rencananya untuk tiap2x manusia yang sudah tertulis dapat dirubah manusia biasa?


Takdir adalah hal yang ghaib, apa kita tahu takdir kita? Ataukah kita hanya menduga-duga tentang takdir kita sendiri? ketika kita miskin, kita menduga-duga bahwa kita ditakdirkan miskin, padahal kita diberi akal pikiran dan usaha untuk merubah dugaan kita bahwa kita ditakdirkan miskin.

Menurut saya pribadi, takdir biasanya dipakai oleh orang ketiga untuk melihat suatu peristiwa yang sudah terjadi. Oh, SBY ternyata ditakdirkan menjadi Presiden. Oh, Yesus ternyata ditakdirkan untuk disalib. Oh, Tsunami di Aceh merupakan bagian dari Takdir Allah.

Jadi menurut hemat saya seh, mendingan masalah takdir lebih baik dikebelakangkan dahulu, masih banyak hal-hal yang bermanfaat untuk dimulai.

Pertanyaan simple, apakah ketika saya mempost tulisan ini, apakah juga sebuah takdir?

Quote:
Original Posted By billx
wew mantat


adam dan hawa itukhan cuma dongen

lanjutken


Puasa Om??
S0nt0l0y0 - 29/07/2012 02:39 AM
#8851

Quote:
Original Posted By LuckyBringer
Ada gak anggapan bahwa baca Al Qur'an dengan Tidak memakai Bahasa Arab adalah kesalahan Besar ?

dan Dosa ?



Quote:
Original Posted By LuckyBringer
Belum di jawab nih...

Jawab dong...



dah lama gak ngaskus

ternyata kaskus semakin aneh, SARA mulai banyak lagih



sorry mo numpang jawab
Quote:

Ada gak anggapan bahwa baca Al Qur'an dengan Tidak memakai Bahasa Arab adalah kesalahan Besar ?

kalo dia seorang mualaf dan baru mengenal islam tidak apa² gan

seorang mukmin sejati hendaknya bisa membaca tulisan arab, minimum bahasa al-Qur'an karna di kawatirkan kesalahan dalam menulisnya,atau kesalahan dalam membacanya , di karenakan dalam bahasa Indonesia khususnya masih tidak jelas cara menulis huruf arab,contohnya. ذ biasanya di tulis “dz” tapi ada juga yang menulis “dh”.
“dh” biasanya buat menulis huruf arab ظ bukan ذ . dan mungkin masih banyak yang lainnya.

Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Az-Zukhruf :3

(Ialah) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa Az-Zumar :28

Quote:
dan Dosa ?

ya.. bisa berdosa gan

dikarenakan ditakutkannya ada kesalahan didalam membaca ayat² al-quran sehingga menimbulkan arti yang berbeda pula jika kita menggunakan bahasa selain arab



==============
nambahin

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab . Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Ar-Ra'd : 37

d.banditz - 29/07/2012 02:43 AM
#8852

Quote:
Original Posted By jual.buku.islam
ana pernah dikasih tau oleh Ustad Abdul hakim bin Amir abdat buku putih syaikh Abdul qadir Aljailani, tapi siapa penulisnya ana lupa. Yang jelas syaikh Abdul Qadir salah satu ulama Ahlus Sunnah yang membenci Bid'ah. Walaupun begitu beliau tetap manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan. Banyak cerita dan kisah tidak shahih bekembang menyangkut dirinya.

Mengenai do'a sebelum masuk rumah, dan doa serta zikir lainnya kan sudah banyak diajarkan Rasulullah shalallahu Alaihi wa sallam. Kita pakai dan amalkan itu saja dulu, yang benar-benar shahih dan jelas.

Di kitab Al-Adzkar imam nawawi kan banyak contoh zikir dan do'a yang diajarkan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam.


Quote:
Original Posted By ngupilman72
Googling aja om Abdul Qadir Al Jailani,

Untuk kaum Nahdiyin atau NU, dalam tahlil(an) sering diucapkan untuk mengirim wasilah kepada Beliau.




habis gugling malah dapet yang beginian

Quote:

ILMU KAROMAH SYEIkH ABDUL QODIR AL JAILANI Q.S

ILMU AL MADAD

BISMILLAHIRROKHMANIRROKHIIM

“ALMADAD 3X YA SYEIKH ABDUL QODIR ALJAILANI” 16.000x

amalan tersebut memiliki keampuhan buat tenaga dalam,tenaga dalam buat menggerakkan benda,mengambil buah kelapa dari atas dengan towelan jari telunjuk namun soal khasiatnya ini belum saya buktikan karena ijazah ini dari kyai saya,yang saya sendiri wegah buat mengamalkannya karena hitungannya telalu banyak,saya pikir
saya gak jadi sakti ya gpp,amalkan amalan ini tiap hari selama 99 hari,sebelumnya puasa
ngepel yaitu puasa sunnah yang makannya hanya makan ketan putih 7 kepal dengan minum air putih segelas,baik buka
dan saurnya selama 7 hari habis itu amalkan amalan diatas

ILMU BISMILLAH

BISMILLAHI ‘ALA QOLBII KHATTA YUROO
BISMILLAHI ‘ALA RUKABII KHATTA TUQWA
BISMILLAHI ‘ALA ARDLI KHATTA TUTHWA 1314X

Amalan ini buat anda agar selalu sehat seger buger tahan penyakit,lincah kuat
Insya Alloh klo istiqomah bisa saipi angin,namun tidak seperti sekedip langsung nyampe mekkah,tetapi missal anda berjalan atau anda seorang musyafir klo berjalan mengamalkan amalan ini gak cepat capek badan terasa enteng dan di jalan tiada halangan
Klo dikehendaki oleh Alloh tubuh anda akan seringan kapas.nie kata kyai saya begitu
Tapi blum saya coba karena saya gak pengen jadi orang sakti,madep mantebnya sama Alloh aja masih blum bener aja pengen sakti,hehehe
Lebih afdhol dipuasain maka puasai mutih 7 hari

Wassalamu alaikum

Mbah arifyanto
jomblo.keren - 29/07/2012 03:39 AM
#8853

Quote:
Original Posted By black.minded
Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu malam. Maka makanlah (sahurlah) hingga Ibnu Ummi Maktum adzan". [HR Bukhari Muslim]

Bilal adzan pertama, itu untuk membangunkan kaum muslimin, Ibn Ummi Maktum adzan kedua yang menandakan kalau waktu subuh ud masuk, dan inilah batas kita untuk makan sahur. Di hadits yang lain juga disebutkan kalau Ibn Ummi Maktum tidak adzan kecuali setelah terbit fajar (masuknya waktu sholat subuh)

Adzan subuh kita sekarang rata2 cuma 1 kali yaitu setelah masuknya waktu subuh, tentunya ini bukan adzannya bilal, tapi adzannya ibn ummi maktum


iya...sy lupa...yg bener adalah adzannya Ibn Ummi Maktum...

Quote:
Original Posted By black.minded
imsak artinya menahan, maksudnya adalah menahan untuk tidak lagi makan/minum dll yang membatalkan puasa, dengan kata lain sudah waktunya untuk berpuasa.

Sesuai dengan dalil2 yang sudah dijabarkan tentunya menahan dari hal2 yang membatalkan puasa 10 menit sebelum masuk waktu shubuh adalah menyelisihi sunnah dan tidak ada dalilnya


iya...kalau aqaid/keyakinannya begitu adalah bid'ah, karena bertentangan dg batas sahur adalah fajar...

Quote:
Original Posted By jual.buku.islam
yang jelas waktu imsak 10 menit sebelum azan tersebut adalah bid'ah tercela yang dibuat-buat yang akhirnya mematikan dan menyelisihi sunnah untuk mengakhiri sahur diakhir waktu pas sebelum azan ke dua subuh.


Kata pas...kalau diyakini merupakan kebiasaan Rasulullah keqnya kurang tepat...berdasarkan hadits berikut:

Dari Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu, dia (Zaid) berkata : “Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kemudian beliau bangkit untuk shalat (shubuh).” Anas berkata : Aku bertanya kepada Zaid : “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Ia menjawab : “Kurang lebih sekitar (bacaan) lima puluh ayat.” (HR. Bukhari 1801 dan Muslim 1097)

Saya kutipkan Penjelasan Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Bin Shalih Al Bassam
(Anggota Majelis Kibarul Ulama Arab Saudi), sumber http://abunamira.wordpress.com/2012/07/22/hukum-imsak-dalam-islam/


“Adzan” dalam hadits ini yang dimaksud adalah iqamat. Hal itu dijelaskan oleh hadits yang terdapat di dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Anas dari Zaid, ia berkata : “Kami pernah sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kemudian kami bangkit untuk shalat.” Aku (Anas) bertanya : “Berapa lama antara keduanya (antara sahur dan shalat, pent)?” Ia (Zaid) menjawab : “Kurang lebih sekitar (bacaan) lima puluh ayat.”
Penjelasan Hadits
Hadits ini menjelaskan bahwa Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit bahwa ia (Zaid) pernah makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan termasuk kebiasaan (sunnah) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah beliau makan sahur menjelang shubuh.
Oleh karena itulah setelah selesai makan sahur (tidak lama kemudian) beliau bangkit untuk shalat shubuh. Kemudian Anas bertanya kepada Zaid :
“Berapa lama jarak antara iqamat dan sahur?” Ia (Zaid) menjawab : “Sekitar (bacaan) lima puluh ayat.”
Kandungan Hadits
1. Keutamaan mengakhirkan sahur hingga menjelang shubuh.
2. Bersegera melaksanakan shalat shubuh itu dekat waktunya dengan waktu imsak.
3. Waktu imsak adalah terbit fajar (masuk waktu shubuh, pent.).
--------------------------

Sebagai pembanding sy kutipkan dari yang lain...http://kenapatakutbidah2.wordpress.com/2011/08/12/imsak-pun-dibidahkan-oleh-wahabi/

Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani rhm. dalam “Fathul Baari” tatkala mensyarah maksud hadits di atas antara lain menyatakan:-
“Dan telah berkata Imam al-Qurthubi: “Padanya (yakni dalam kandungan hadits di atas) bukti atas bahawasanya (kebiasaan/sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam -- tambahan saya ) selesai daripada sahur adalah sebelum terbitnya fajar….”

Jadi jelas dinyatakan oleh Imam al-Qurthubi bahawa selesainya sahur Rasulullah s.a.w. menurut hadits di atas ialah sebelum terbitnya fajar (qabla thulu`il fajri), yang memberi maksud bahwa tidaklah Rasulullah s.a.w. terus-menerus bersahur hingga terbit fajar.
Selanjutnya Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani juga menyatakan bahawa:-
“Maka disamakan Zaid bin Tsabit akan yang demikian itu dengan ukuran pembacaan al-Quran sebagai isyarat bahwa waktu tersebut adalah waktu untuk ibadah membaca al-Quran.”

---------------------------------
Tambahan:
Batas adzan ataupun iqamah juga bukan batas yang saklek-2 x...

Ibnu Hazm rahimahullah menceritakan:

ومن طريق الحسن: أن عمر بن الخطاب كان يقول: إذا شك الرجلان في الفجر فليأكلا حتى يستيقنا

Artinya:

“Dari Al Hasan, ‘Umar bin Al Khattab mengatakan, “Jika dua orang ragu-ragu mengenai masuknya waktu subuh, maka makanlah hingga kalian yakin waktu shubuh telah masuk”.

ومن طريق ابن جريج عن عطاء بن أبى رباح عن ابن عباس قال: أحل الله الشراب ما شككت، يعنى في الفجر

Artinya:

“Dari Ibnu Juraij, dari ‘Atha’ bin Abi Rabbah, dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Allah masih membolehkan untuk minum pada waktu fajar yang engkau masih ragu-ragu”.

Hadits maushul yang diriwayatkan dari Al Husain bin Waqid dari Abu Umamah ia berkata : Pada waktu iqamat dikumandangkan, Umar masih memegang gelas. Ia (Umar) bertanya : “Apakah saya masih boleh minum, ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ya (boleh).” Kemudian Umar minum. (HR. Ibnu Jarir 3/527/3017 dengan dua sanad darinya). Isnad hadits ini hasan.

Catatan:
1. Pertanyaan Umar kepada Rasulullah menandakan bahwa beliau ragu dan itu bukan merupakan kebiasaan/sunnah yang biasa dilakukan...cmiiw...
2. Itu juga karena beliau masih memegang gelas...(artinya blm selesai/habis minumnya)...
.
.
.
Pendeknya keq kata tulisan bang @takujeng...
Jika menyakini imsyak adalah batas waktu akhir >-- bid'ah...
Jika niatnya adalah mengikuti kebiasaan Rasulullah memberi jeda antara mengakhiri saur dengan adzan sekitar 50 ayat >-- sunnah...

Kadang2 tulisan neng Indah ada benernya juga...
Aqaid (keyakinan), Ilmu dan Nawaitu itu yang membedakan...

wallahu a'lam
LuckyBringer - 29/07/2012 03:49 AM
#8854

Quote:
Original Posted By S0nt0l0y0
dah lama gak ngaskus

ternyata kaskus semakin aneh, SARA mulai banyak lagih



sorry mo numpang jawab

kalo dia seorang mualaf dan baru mengenal islam tidak apa² gan

seorang mukmin sejati hendaknya bisa membaca tulisan arab, minimum bahasa al-Qur'an karna di kawatirkan kesalahan dalam menulisnya,atau kesalahan dalam membacanya , di karenakan dalam bahasa Indonesia khususnya masih tidak jelas cara menulis huruf arab,contohnya. ذ biasanya di tulis “dz” tapi ada juga yang menulis “dh”.
“dh” biasanya buat menulis huruf arab ظ bukan ذ . dan mungkin masih banyak yang lainnya.

Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Az-Zukhruf :3

(Ialah) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa Az-Zumar :28


ya.. bisa berdosa gan

dikarenakan ditakutkannya ada kesalahan didalam membaca ayat² al-quran sehingga menimbulkan arti yang berbeda pula jika kita menggunakan bahasa selain arab



==============
nambahin

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab . Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Ar-Ra'd : 37



Tapi gan disini diterangin kok gan sama Allah



Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". (QS. Fussilat [41]: 44)

http://quran.com/41/44
S0nt0l0y0 - 29/07/2012 04:01 AM
#8855

Quote:
Original Posted By LuckyBringer
Tapi gan disini diterangin kok gan sama Allah



Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". (QS. Fussilat [41]: 44)

http://quran.com/41/44


kan td dah gw post , kalo tuk yang MUALAF atw orang yang BARU masuk Islam gak apapa
misalkan dia belum hafal bacaan sholat, trus dia mencatatnya pake bahasa indonesia (lafalan al-quran yang berbahasa arab ditulis pake bahasa indonesia)
tp apa iya dia mo selamanya gak bisa ngaji sama baca al-Qur'an ????


lo baca pelan² dech postingan gw
LuckyBringer - 29/07/2012 04:06 AM
#8856

Quote:
Original Posted By S0nt0l0y0
kan td dah gw post , kalo tuk yang MUALAF atw orang yang BARU masuk Islam gak apapa
misalkan dia belum hafal bacaan sholat, trus dia mencatatnya pake bahasa indonesia (lafalan al-quran yang berbahasa arab ditulis pake bahasa indonesia)
tp apa iya dia mo selamanya gak bisa ngaji sama baca al-Qur'an ????


lo baca pelan² dech postingan gw


iya tapi itu surat dari Al Qur'an loh gan.

firman Allah.

gw juga shalat pake bahasa arab. maksud gw baca Al Qur'an nya (kalo di dalam hati)

gapapa kan ?
jomblo.keren - 29/07/2012 04:51 AM
#8857

Quote:
Original Posted By BANGdZAT


masih kurang jelas gan.

karena dari hadist dimana musa vs adam,musa tidak berani bantah lagi,karena adam berkata,kejatuhannya sudah dirancangkan allah sejak 40 tahun sebelum jadinya.


Bosen tau...bicarain masalah takdir terus...
yg bold...itu bukan istilah di Islam...
dlm Islam istilahnya: Allah telah menentukan bahwa manusia akan menjadi khalifah di bumi...

coba baca pelan-pelan haditsnya...

Quote:
Original Posted By BANGdZAT

http://hadith.al-islam.com/Loader.aspx?pageid=781&TOCID=915&BookID=692&PID=1525

1525 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, Adam dan Musa terlibat suatu polemik. Musa berkata Wahai Adam! Kamu adalah ayahku. Kamu bikin aku susah bahkan kamu keluarkan aku dari surga. Adam membalas, Kamu Musa, Allah telah memilihmu dengan kalam-Nya, Allah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya, kenapakah kamu mencerca aku atas suatu yang telah ditentukan oleh Allah terhadapku empat puluh tahun sebelum dia menciptakan aku ؟ Nabi saw. bersabda, Akhirnya Adam mampu mengalahkan Musa. Akhirnya Adam mampu mengalahkan Musa


Bold biru: Pertanyaan Nabi Musa seolah-olah menyatakan bahwa tindakan (dosa) Adam lah yang menyebabkan manusia keluar dari syurga.
Bold merah: Jawaban Adam menyangkal bahwa manusia keluar dari syurga bukan karena dosanya/perbuatannya, tetapi karena telah ditentukan sebelumnya bahwa manusia akan menjadi khalifah di bumi.

Cek this out...
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al-Baqarah: 30)

Liat yg sy bold: Bahkan sebelum penciptaan manusia telah difirmankan, tujuan penciptaan manusia adalah menjadi khalifah di bumi.
(Khalifah di bumi masa sih mo ngendon za di syurga)...


Quote:


kita berpikirnya begini,allah kan katanya maha tahu.kenapa dia membiarkan adam hawa dicobai iblis sehingga jatuh kebumi?

jelas dia tahu,adam hawa akan gagal,iblis akan menang.

jelas ituh rancangan allah,kalau tidak,dia akan melarang iblis mencobai manusia.


Dah gue jawab...manusia ke bumi memang sudah ditetapkan sebelumnya untuk menjadi khalifah...bukan karena dosa/kesalahan adam...
Kenapa Allah membiarkan adam dicobai?...
* Allah sudah mempunyai malaikat yg selalu patuh...Adam adalah makhluk jenis lain yang diberikan kehendak dan pilihan...
* Kalau ujung-2nya memang bertugas di bumi, kesalahan adam ini memberikan banyak pembelajaran dan bekal supaya sukses jadi khalifah, al:
- Jangan ikuti kesombongan Iblis.
- Manusia bisa melakukan kesalahan, tetapi Allah selalu menerima tobat hambaNya jika manusia mau bertobat.
- Menyadari hakikat dirinya, kelemahan dan kelebihannya...
- Mengetahui siapa musuhnya (iblis, syetan dan hawa nafsu)...
Noh...apa jeleknya cobak?...

Dah clear blm?...Klo msh sulit...ambil za tulisannya bang danish...
ngupilman72 - 29/07/2012 05:13 AM
#8858

Ayoo pada nonton film Umar di MNC TV...
d.banditz - 29/07/2012 05:37 AM
#8859

Quote:
Original Posted By 3670200
ana dulu juga pernah ikut kajian...

katanya waktu subuh di indonesia rata2 terlalu cepat...

blm terbit fajar shodiq tp udah adzan...

sudah dilakukan beberapa pengamatan langsung di lapangan....dan memang adzan shubuh terlalu cepat dari yg seharusnya...

alias blm terbit fajar shodiq....tp udah adzan...


apakah berarti bahwa shalatnya tidak sah gan?
karena belum masuk waktu subuh namun sudah shalat subuh?
ngupilman72 - 29/07/2012 05:57 AM
#8860

Quote:
Original Posted By d.banditz
habis gugling malah dapet yang beginian


Karena Kharomah Allah yang ada di diri Beliau, banyak yang memakai nama beliau untuk mempelajari hal-hal ghaib.

Sama seperti para Wali Songo, yang terlihat dan termasyur adalah cerita tentang hal-hal ghaibnya bukan ke Ulama-an para Wali tersebut.

Abdul Qodir Al Jailani ada membuat buku tentang bagaimana cara mengembalikan kembali kemuliaan kita sebagai manusia. Judulnya Sirr al-Asrar atau Rahasia dibalik Rahasia. Tentang Tasawuf dan mempraktekan Sufiisme dalam Islam.
Page 443 of 494 | ‹ First  < 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 25