SUPRANATURAL
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Elmu Istighfar = Elmu Sumeleh
Total Views: 36591 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 20 of 39 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 >  Last ›

nuyak - 25/06/2012 10:11 PM
#381
Istighfar - Menguatkan kesadaran 4 (DETAIL)
Kesalahan pada banyak pembelajar adalah disalah satu sisi elmu istighfar ini yaitu pada sisi "DETAIL" yaitu dimana kesadaran terjaga elingnya dan mampu mengamati secara detail , detik per detik setiap fase dari perubahan kesadaran dan sensasi perubahan kondisi teramati dengan apik sehingga kita benar-benar menyaksikan apa yang terjadi sejak dari proses awal hingga proses akhir.

DETAIL ini membuat kita mampu mencerna dan mengamati apa-apa yang terjadi ketika proses dzikir mulai dari melepas ketegangan dikepala , lepasnya ketegangan dileher , mulai redamnya aktifitas angan-angan , masuknya kita ke alam hening , terlewatinya fase-fase dalam berdzikir hingga mencapai titik akhir.DETAIL ini sangat penting , jika tidak dijadikan bagian dari nilai yang kita bawa ketika berdzikir maka dengan mudah kesadaran terjerat oleh angan-angan dan berujung pada pembentukan ilusi dan delusi... karena hakekat dari kekuatan kesadaran itu ya DETAIL itu sendiri.

Orang-orang tidak mampu untuk detail dalam proses dzikirnya maka tidak saja kesadarannya mudah terjebak oleh angan-angan namun juga terputusnya titik kesadaran dalam diri sehingga ketika dia menemukan sebuah kondisi maka dia tidak mengenal "Salin alam" yang terjadi. Dia merasa tiba-tiba saja memperoleh kondisi tersebut sehingga pencapaian kondisi tsb bukan berada didalam kendalinya karena terputusnya kesadaran diri.

Dan orang-orang yang tidak menguasai detail ketika dia mendapatkan sebuah vision , interaksi atau sensasi-sensasi maka seringkali informasi yang didapatannya terputus ketika masuk ke dalam memory sehingga menganggap apa yang dialaminya hanyalah mimpi dan nilai-nilai yang masuk ke dalam kesadaran halusnya atau bawah sadarnya menjadi berkurang kadarnya.

Detail ini wajib dan penting dalam proses "PENYAKSIAN" karena pada hakekatnya elmu istighfar adalah elmu penyaksian dimana kita menyaksikan proses demi proses , tahap demi tahap dari kondisional alam supranatural maupun spiritual. Dengan proses detail inilah kita terhindar dari ilusi dan delusi karena hampir hampir seluruh kondisional , seluruh pergerakan dalam diri kita terlihat , teramati , terdeteksi sehingga kita bisa memfilter dan memahami dengan jelas apa dan bagaimananya... sehingga dengan jelas anda akan melihat apakah yang muncul dari angan-angan , pikiran ataukah benar-benar muncul sbg spontanitas.

Tahapan demi tahapan alam dzikir kita saksikan dengan jelas... tidak ada satupun terlewatkan prosesnya sehingga kita mengenal dengan benar-benar mengenal dan pengenalan inilah yang disebut maqom.

Demikian halnya dalam proses pengolahan supranatural maupun spiritual , detail ini mutlak karena pada hakekatnya yang dinamakan elmu adalah suatu proses pengolahan energy atau sebuah kondisi tertentu sesuai kadar dan kapasitasnya untuk tujuan tertentu. Untuk masuk ke alam jin atau berinteraksi dengan mereka anda tidak perlu melakukan ritual yang tidak masuk akal , cukup pahami "fase" alam jin... kenali proses alam ketika kita masuk ke alam mereka , kenali proses alam ketika terjadinya "salin alam" karena interaksi total membutuhkan hal tsb. Dengan detail-lah kita mengenali proses dan fase-fase tersebut dan meski anda menggunakan berbagai macam mantra dan tata cara... pemenuhan kondisi-kondisi tsb adalah mutlak.

Dalam sholat khusyuk , detail ini mutlak.
Mulai dari niat , harus kita detailkan... sholat apa , brp rokaat dan tujuan sholat benar-benar kita tulus sadari jadi tidak sekedar nilai abis itu bablas tanpa arti langsung masuk ke takbir. Bahkan dimulai dari wudhu , detail mulai kita jalankan... tidak saja membaca niat dan membasuh dengan air namun juga detail thd nilai dan makna dari fase-fase wudhu. Detail thd niat dan wudhu ini akan membentuk penegasan pada kesadaran brp rakaat akan kita jalankan sehingga detail tahapan tiap rakaat kita ingat dan InsyaAllah tidak terjadi lupa rakaat.

Dalam proses sholat , fase demi fase kita detailkan... kita pahami , kita resapi dan tulus melaksanakannya. Setiap kita takbir , kita totalitas... detail dari mulai ucapan , gerakan hingga makna dari takbir... dan hingga dipenutupan salam semua kita detailkan. InsyaAllah sholat khusyuk akan mudah kita capai. Bisa dikatakan hakekat dari sholat khusyuk adalah sholat yang DETAIL.


Semoga bermanfaat.
wiedhack - 26/06/2012 12:09 AM
#382

Quote:
Original Posted By nuyak
Bicara ikhlas , ada yang menanyakan kenapa dinamakan surat al-ikhlas sementara isinya tauhid ?
Boleh kalau mo dibahas dan sharing pendapat....


Wah...pemahaman saya blm nyampek kesana Kang.Mohon penjelasannya shakehand
wiedhack - 26/06/2012 12:12 AM
#383

@Kang Epistemology

Gk ada noda gak belajar siul:

Bagaimana engkau bisa merasakan hangatnya sinar mentari pagi bila kau tak melewati dan merasakan gelapnya malam hari
roffififtighkar - 26/06/2012 07:35 AM
#384

Quote:
Original Posted By kangwiyanto
aku menyerah, aku pasrah... ternyata untuk beristigfar akupun tiada mampu...

lo...kok sama to kang ama saya.saya hanya bisa mengucapkan tapi belum bisa manjing (merasuk ) di kalbu.
ruptur - 26/06/2012 08:09 AM
#385

Quote:
Original Posted By nuyak
Bicara ikhlas , ada yang menanyakan kenapa dinamakan surat al-ikhlas sementara isinya tauhid ?
Boleh kalau mo dibahas dan sharing pendapat....


newbie ijin berpendapat puh
karena hanya dengan mentauhidkan allah kita bisa tau arti ikhlas yang sebenarnya
maph puh kalo pemahaman ane dangkal soal al-qur'an \(
rika.le - 26/06/2012 10:50 AM
#386

Quote:
Original Posted By nuyak
Mungkin kita semua sudah jamak dengan kata "Eling lan Waspodo" , ya kata-kata tersebut banyak berseliweran dimana-mana namun bagaimana pengimplementasiannya secara langsung itu yang perlu kita pelajari karena hal ini tidak mudah untuk kita dapatkan... dan mempelajar teknik detail , apa dan bagaimana serta tahap demi tahap pelaksanaannya.

Disini saya akan membahas apa yang namanya Eling saja dan untuk waspada akan dibahas di note berikutnya.

Eling secara umum berarti ingat atau sadar , dalam pengimplementasiannya secara mental spiritual , eling adalah kembalinya diri kita kepada kesadaran kita sendiri. Yaitu kembalinya kesadaran diri dalam batin kita sendiri... dengan nyata, detik ini saya sadar sesadar-sadarnya dalam kesadaran saya yang berada dalam tubuh manusia ini. Kesadaran saya mampu melihat apa yang ada diluar dan menjadi inputan pancaindera dan apa yang ada didalam yaitu angan-angan dan gerak gerik pikiran dalam batin.
Itulah yang saya pahami sebagai Eling.


Kenapa Eling ini penting?
Karena diri anda , saya dan kita semua nyata utuh sebagai sebuah kesadaran ketika berada dalam keadaan eling tsb. Eling adalah kesadaran yang bangun dari tidur.

Dalam perjalanan supranatural maupun spiritual , kita butuh kondisi ini karena pada hakekatnya semua yang terjadi dalam proses-proses diruang lingkup supranatural dan spiritual adalah masalah eling ini atau kesadaran diri sebagai subjek. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam kesadaran akan memberikan banyak sekali efek-efek baik itu yang bersifat secara supranatural maupun spiritual.

Batin yang eling itu yang spt apa?
Batin yang eling adalah batin yang mampu diam , mampu mengamati pergerakan angan-angan dalam batin dan tidak serta mereka terpengaruh reaktif atas apa yang muncul dalam batin maupun apa yang ada di depan mata.

Semua benar-benar berada dalam kendali diri kita karena kita adalah kesadaran yang mandiri ,kesadaran yang telah eling.

Untuk menjalankan elmu istighfar , sumeleh dan eling adalah wajib dan satu kesatuan langkah... jika salah satunya gagal maka selanjutnya akan gagal. Meski ilmu istighfar ini dikatakan ilmu dasar/basic namun ini adalah fundamental karena kegagalan di istighfar akan menggagalkan langkah berikutnya... tidak saja dalam dunia supranatural maupun spiritual bahkan seseorang biasa sampai pejabat dan seorang kyai ataupun ulama sekalipun jika gagal disini maka akan besar kemungkinan gagal dan lepas kendali masuk dalam jurang kekhilafan.

Iblis yang dahsyat keimanannya-pun silap disini ketika disuruh sujud kepada adam. norose:


ijin menimba ilmu gan... cendolb
ido - 26/06/2012 11:46 AM
#387

Salim dulu ama Puh Nuyak \)
melihat pembabaran yang ada di thread ini ,
sungguh sedemikian lengkapya , dijelaskan pula segala jebakan yang mungkin terjadi dalam proses pendekatan ke Illahi
salut dah ama TS \)
Sungguh tidak mudah melaksanakan hal ini , namun demikian memang bisa dilatih sesuai kata TS
bagi yang sudah terbiasa dengan meditasi , ada kemungkinan penerapannya akan sedikit lebih mudah , karena 'eling' disini mirip dengan pengamatan pikiran dan perasaan yang ditimbulkannya setiap saat secara terus menerus , dan melepasnya setiap kali muncul , hidup pada saat ini saja
bahkan nanti pada saatnya , ketika angan2 merasa sudah 'eling' itu pun bisa jadi merupakan angan2 yang perlu dilepas juga ...
sehingga akhirnya 'ketiadaan diri' / diri sejati akhirnya akan terkuak juga
dalam menuju semua itu , sungguh dibutuhkan ketekunan keuletan yang panjang dan luar biasa kuat , karena , memang , ini bukan metode singkat yang bisa dikuasai dalam hitungan hari atau bulan ,melainkan jalan hidup yang harus dilakukan ...hampir selamanya...
nuyak - 26/06/2012 01:54 PM
#388

Quote:
Original Posted By ruptur

Quote:

Originally Posted by nuyak
Bicara ikhlas , ada yang menanyakan kenapa dinamakan surat al-ikhlas sementara isinya tauhid ?
Boleh kalau mo dibahas dan sharing pendapat....


newbie ijin berpendapat puh
karena hanya dengan mentauhidkan allah kita bisa tau arti ikhlas yang sebenarnya
maph puh kalo pemahaman ane dangkal soal al-qur'an \(


Saya kira pendapat tersebut bisa diterima kangmas , demikian sebaliknya... Hanya dengan mengikhlaskan diri maka kita bisa memahami makna dari tauhid yang sebenarnya. Karena dari seluruh hikmah dari perjalanan hidup para nabi bertumpu pada keikhlasan para nabi menerima ketentuan illahi baru mengenal tauhid. Tauhid tidak datang begitu saja melainkan melalui ujian-ujian yang hanya bisa dipahami dengan keikhlasan... sehingga menumbuhkan hikmah-hikmah untuk memahami masalah tauhid.

Yang lainnya ingin berpendapat lain monggo aja... kita ambil hikmah dan nilai baeknya untuk memperkaya nilai jiwa kita. \)
nuyak - 26/06/2012 02:05 PM
#389

Quote:
Original Posted By ido

bagi yang sudah terbiasa dengan meditasi , ada kemungkinan penerapannya akan sedikit lebih mudah , karena 'eling' disini mirip dengan pengamatan pikiran dan perasaan yang ditimbulkannya setiap saat secara terus menerus , dan melepasnya setiap kali muncul , hidup pada saat ini saja
bahkan nanti pada saatnya , ketika angan2 merasa sudah 'eling' itu pun bisa jadi merupakan angan2 yang perlu dilepas juga ...
sehingga akhirnya 'ketiadaan diri' / diri sejati akhirnya akan terkuak juga
dalam menuju semua itu , sungguh dibutuhkan ketekunan keuletan yang panjang dan luar biasa kuat , karena , memang , ini bukan metode singkat yang bisa dikuasai dalam hitungan hari atau bulan ,melainkan jalan hidup yang harus dilakukan ...hampir selamanya...


Salam kangmas, saya suka dengan kalimat "ketika angan2 merasa sudah 'eling' itu pun bisa jadi merupakan angan2 yang perlu dilepas juga"... ini jebakan halus yang sangat berbahaya. Itu sebabnya eling saja tidak cukup , harus sumeleh dan sumeleh saja tidak cukup harus beristighfar dan semua menjadi satu kesatuan yang saling mengikat dan mengisi. Yang harus kita jalankan setiap saat , menjadi pola hidup kita , karakter kita , kepribadian kita... seperti yang kang mas bilang "hampir selamanya". suwun.
Epistemology - 27/06/2012 12:06 AM
#390

Gk ada noda gak belajar siul:

Bagaimana engkau bisa merasakan hangatnya sinar mentari pagi bila kau tak melewati dan merasakan gelapnya malam hari[/QUOTE]



ea memang bener kang diakui.. serasa sinar matahri tak akan menyinari sy...tp tetap jha memilih nya. Ada yg g ikhlas tuk ditinggalkan.. Kedepannya
sy jg mungkin takut ketika merasakan hangatnya sinar matahari ditakutkan bahwa boleh jadi sy lupa betapa pentingnya kehangatannya.


Mudah-mudahan rasa takut ini wujud dr proses Tauhid kepadaNYA. dikedua keadaan baik merasa gelap dan terang. saya memahami, cuma sekedar Beda pola mencapainya sehingga beda cara tergelincirnya.. Mudah-mudahan I-S-E menjadi pengantar....

betapa keadaan ku. ..seakan :nohope

tetap bernoda..\( tetp tak beranjak dan tdk brubah \(
ruptur - 27/06/2012 06:59 AM
#391

Quote:
Original Posted By nuyak
Saya kira pendapat tersebut bisa diterima kangmas , demikian sebaliknya... Hanya dengan mengikhlaskan diri maka kita bisa memahami makna dari tauhid yang sebenarnya. Karena dari seluruh hikmah dari perjalanan hidup para nabi bertumpu pada keikhlasan para nabi menerima ketentuan illahi baru mengenal tauhid. Tauhid tidak datang begitu saja melainkan melalui ujian-ujian yang hanya bisa dipahami dengan keikhlasan... sehingga menumbuhkan hikmah-hikmah untuk memahami masalah tauhid.

Yang lainnya ingin berpendapat lain monggo aja... kita ambil hikmah dan nilai baeknya untuk memperkaya nilai jiwa kita. \)


sukur deh kalo jawaban ane g jauh banget melencengnya
nuyak - 27/06/2012 09:12 AM
#392

Quote:
Original Posted By ruptur
sukur deh kalo jawaban ane g jauh banget melencengnya


Sudah bener kok kangmas... bukan melenceng. \)
Dengan memahami nilai-nilai tauhid kita tumbuh dan pahami nilai-nilai keikhlasan , ini pola positive yaitu kita memasukkan nilai-nilai positive dalam diri kita untuk membangun nilai-nilai positive lainnya... mario teguh dan motivator2 pake pola ini. D

Lepas dari itu , Qulhu adalah favorite saya dalam hal ikhwal berinteraksi dengan outter. Tidak saja sebagai pelindung melainkan juga sebagai senjata... dulu saya menggunakan qulhu untuk menemui outter disebuah tempat tertentu. Biasanya saya kirimi qulhu sebanyak 1000x selepas isya/tahajud... biasanya mereka akan datang sambil marah-marah/gak seneng. D

Saya juga menggunakan qulhu sebagai media melawan santet termasuk menghancurkan ilmu-ilmu orang yang menggunakan outter , biasanya orang-orang yang menggunakan outter kalau kita kirimi qulhu suka blingsatan kebingungan , panas , kemrungsung dan emosinya meninggi.

Jika badan anda masih ada outternya silahkan gunakan qulhu untuk membakar mereka... dalam ISE ganti istighfar dengan qulhu cuman ini pola keras biasanya kontraksinya juga keras. Kemarin seorang kawan cerita dengan melakukan pola ini , terdengar ledakan/mleduk didalam kepalanya setelah berperang melawan outter yang jakjakan dalam dirinya.
ruptur - 27/06/2012 09:19 AM
#393

Quote:
Original Posted By nuyak
Sudah bener kok kangmas... bukan melenceng. \)
Dengan memahami nilai-nilai tauhid kita tumbuh dan pahami nilai-nilai keikhlasan , ini pola positive yaitu kita memasukkan nilai-nilai positive dalam diri kita untuk membangun nilai-nilai positive lainnya... mario teguh dan motivator2 pake pola ini. D

Lepas dari itu , Qulhu adalah favorite saya dalam hal ikhwal berinteraksi dengan outter. Tidak saja sebagai pelindung melainkan juga sebagai senjata... dulu saya menggunakan qulhu untuk menemui outter disebuah tempat tertentu. Biasanya saya kirimi qulhu sebanyak 1000x selepas isya/tahajud... biasanya mereka akan datang sambil marah-marah/gak seneng. D

Saya juga menggunakan qulhu sebagai media melawan santet termasuk menghancurkan ilmu-ilmu orang yang menggunakan outter , biasanya orang-orang yang menggunakan outter kalau kita kirimi qulhu suka blingsatan kebingungan , panas , kemrungsung dan emosinya meninggi.

Jika badan anda masih ada outternya silahkan gunakan qulhu untuk membakar mereka... dalam ISE ganti istighfar dengan qulhu cuman ini pola keras biasanya kontraksinya juga keras. Kemarin seorang kawan cerita dengan melakukan pola ini , terdengar ledakan/mleduk didalam kepalanya setelah berperang melawan outter yang jakjakan dalam dirinya.


ohh jadi istiqhfar bisa diganti-ganti menurut kebutuhan toh, ane baru tau gan D
ijin ngamalain gan kulhunya semoga aja outernya keluar dari badan ane
g tau kenapa akhir-akhir ini dzikir ma shalat kayak berasa ada yang kurang gitu dan jadi agak males padahal biasanya giat
APP69 - 27/06/2012 10:45 AM
#394

Quote:
Original Posted By ruptur
ohh jadi istiqhfar bisa diganti-ganti menurut kebutuhan toh, ane baru tau gan D
ijin ngamalain gan kulhunya semoga aja outernya keluar dari badan ane
g tau kenapa akhir-akhir ini dzikir ma shalat kayak berasa ada yang kurang gitu dan jadi agak males padahal biasanya giat

Setuju sama kang ruptur!
Perasaan ane juga gitu pas berusaha mengamalkan ISE secara rutin, yang timbul di dalam diri malah perasaan di atasberduka
nuyak - 27/06/2012 03:31 PM
#395

Quote:
Original Posted By ruptur
ohh jadi istiqhfar bisa diganti-ganti menurut kebutuhan toh, ane baru tau gan D
ijin ngamalain gan kulhunya semoga aja outernya keluar dari badan ane


Monggo kangmas... semoga bermanfaat dan di ridhoi Allah.
Dan jangan lupa tetep istighfar yang menjadi landasan utama kangmas... qulhu dipakai untuk tujuan tertentu saja dalam hal ini mengusir outter di dalam diri.
nuyak - 27/06/2012 03:33 PM
#396

Quote:
Original Posted By APP69

Quote:
Original Posted By ruptur

g tau kenapa akhir-akhir ini dzikir ma shalat kayak berasa ada yang kurang gitu dan jadi agak males padahal biasanya giat


Setuju sama kang ruptur!
Perasaan ane juga gitu pas berusaha mengamalkan ISE secara rutin, yang timbul di dalam diri malah perasaan di atasberduka


Menurut saya , ada 2 kemungkinan , pertama outter mempengaruhi untuk males... hal ini bisa diketahui dari parameter adanya outter dibadan dan muncul angan-angan intensive menjelang sholat. Dan ada aja kangmas alasannya... mulai dari tiba2 pingin buka facebuk terus padahal krenteg ati sudah nyuruh sholat , tiba2 ngerjain sesuatu yg sebenarnya bisa ditunda banyak lagi muncul hal-hal spontan yang jelas2 menghalangi kta untuk mensegerakan sholat dan menimbulkan rasa malas.

kemungkinan kedua , kontruksi angan-angan tentang "giat sholat" kangmas... runtuh seiring dengan peluruhan angan-angan oleh istighfar. Positifnya dari hal ini adalah kita bisa mengenal diri kita bahwa sesungguhnya kita "sholat" lebih karena angan-angan sendiri bukan karena kesadaran diri , pemahaman yang menjiwa dan menggerakkan kita bawah sadar sehingga sudah bukan lagi panggilan ritual melainkan panggilan jiwa untuk sujud ke keagungan Allah.

Negatifnya adalah ya rasa malas tersebut bahkan "kurang menggebu2 atau semangat" ketika sholat... meski sebenarnya hal ini adalah peralihan dari iman angan-angan dan iman hikmah.
Monggo silahkan dievaluasi...
ido - 27/06/2012 04:44 PM
#397

Gara2 thread ini , jadi baca2 thread Kang Nuyak yang lain...
Ternyata Kang Nuyak pernah di semarang toh ? deketnya tahu pong depok ama nasi goreng pak sabar nih ....\)

mohon koreksinya ya Kang ,

Terkadang di masa awal , penerapan ISE yang fokus sekaligus ke 3 aspek kok relatif sulit ya Kang ? Dalam arti secara bersamaan istighfar , terus sumeleh dan eling secara sekaligus.
Bagaimana bila fokus ke satu hal terlebih dahulu , misal istighfar dahulu selama beberapa saat baru setelah stabil beranjak ke sumeleh dan eling?
Dari pengalaman , istighfar daim kok memang ndelalah cenderung membawa ke kondisi sumeleh dan eling dengan sendirinya ya?
APP69 - 27/06/2012 05:15 PM
#398
Salim Puh
Quote:
Original Posted By nuyak
Menurut saya , ada 2 kemungkinan , pertama outter mempengaruhi untuk males... hal ini bisa diketahui dari parameter adanya outter dibadan dan muncul angan-angan intensive menjelang sholat. Dan ada aja kangmas alasannya... mulai dari tiba2 pingin buka facebuk terus padahal krenteg ati sudah nyuruh sholat , tiba2 ngerjain sesuatu yg sebenarnya bisa ditunda banyak lagi muncul hal-hal spontan yang jelas2 menghalangi kta untuk mensegerakan sholat dan menimbulkan rasa malas.

kemungkinan kedua , kontruksi angan-angan tentang "giat sholat" kangmas... runtuh seiring dengan peluruhan angan-angan oleh istighfar. Positifnya dari hal ini adalah kita bisa mengenal diri kita bahwa sesungguhnya kita "sholat" lebih karena angan-angan sendiri bukan karena kesadaran diri , pemahaman yang menjiwa dan menggerakkan kita bawah sadar sehingga sudah bukan lagi panggilan ritual melainkan panggilan jiwa untuk sujud ke keagungan Allah.

Negatifnya adalah ya rasa malas tersebut bahkan "kurang menggebu2 atau semangat" ketika sholat... meski sebenarnya hal ini adalah peralihan dari iman angan-angan dan iman hikmah.
Monggo silahkan dievaluasi...

Leres Kang Nuyak klo yg ane rasain lebih ke kemungkinan pertama!
, walaupun ane akuin terkadang sholat yg ane jalanin masih dalam tarap ritual di usia yg gak muda lagi(terkadang ane rindu bener bisa melaksanakan shalat dg khusyu).
Mohon kiat yg sdh dijalankan kang Nuyak agar ISE yg dishare bisa tetap dilaksanakan dimanapun dan kapanpun.
nuyak - 27/06/2012 06:13 PM
#399

Quote:
Original Posted By ido
Gara2 thread ini , jadi baca2 thread Kang Nuyak yang lain...
Ternyata Kang Nuyak pernah di semarang toh ? deketnya tahu pong depok ama nasi goreng pak sabar nih ....\)

mohon koreksinya ya Kang ,

Terkadang di masa awal , penerapan ISE yang fokus sekaligus ke 3 aspek kok relatif sulit ya Kang ? Dalam arti secara bersamaan istighfar , terus sumeleh dan eling secara sekaligus.
Bagaimana bila fokus ke satu hal terlebih dahulu , misal istighfar dahulu selama beberapa saat baru setelah stabil beranjak ke sumeleh dan eling?
Dari pengalaman , istighfar daim kok memang ndelalah cenderung membawa ke kondisi sumeleh dan eling dengan sendirinya ya?


Wah malah gak tau tuh kang , tahu pong ama nasi goreng pak sabar... dah kelamaan merantau di depok soalnya. Ntar coba kalau ke semarang , kuliner ke sana... D

Eling dan sumeleh itu satu kesatuan , jadi kita akan susah eling kalau gak sumeleh demikian juga sebaliknya kita susah sumeleh kalau tidak eling. Dan memang bagi sebagian orang lebih mudah beristighfar dulu untuk menciptakan kondisional eling-sumeleh... namun ada pula yang sumeleh dulu baru masuk ke eling dan istighfar. Karena setiap orang memiliki kondisi batin dan bawah sadar yang berbeda-beda...jadi ngalir aja dan tidak perlu dipaksakan. Dan jika kangmas lebih mudah melakukan istighfar dulu , nggih monggo aja... gimana baeknya. Pada saatnya nanti aplikasi ISE akan mudah dilaksanakan dengan sendirinya. \)
nuyak - 27/06/2012 06:20 PM
#400

Quote:
Original Posted By APP69
Leres Kang Nuyak klo yg ane rasain lebih ke kemungkinan pertama!
, walaupun ane akuin terkadang sholat yg ane jalanin masih dalam tarap ritual di usia yg gak muda lagi(terkadang ane rindu bener bisa melaksanakan shalat dg khusyu).
Mohon kiat yg sdh dijalankan kang Nuyak agar ISE yg dishare bisa tetap dilaksanakan dimanapun dan kapanpun.


Masalah kiat sudah saya jabarkan semua kangmas... silahkan dibaca ulang dan diresapi dan kita diskusikan apa yang perlu kita diskusikan. Yang pasti semua butuh proses , ngalir aja dan pelan pelan dipahami karena elmu istighfar ini elmu mempelajari diri sendiri... jadi ya butuh waktu dan gak perlu buru-buru kang. InsyaAllah untuk pembahasan materi berikutnya akan saya post satu persatu. suwun
Page 20 of 39 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Elmu Istighfar = Elmu Sumeleh