BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > LSM Asing Greenpeace Bawa Kabur Milyaran Rupiah Milik 300ribu Donatur Demi Bisnis !
Total Views: 3042
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

vierrashop - 06/06/2012 11:46 PM
#1
LSM Asing Greenpeace Bawa Kabur Milyaran Rupiah Milik 300ribu Donatur Demi Bisnis !


sumber

Jakarta - Bareskrim Mabes Polri mulai bekerja untuk mengusut dugaan adanya penggelapan dana 30 ribu donatur Greenpeace cabang Indonesia.

Hal itu terungkap dari hasil laporan pemeriksaan Kordinator Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani, di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo usai pemeriksaan mengatakan, akan mulai mengusut laporan aliansi mahasiswa.

"Dugaan adanya penggelapan akan kami dalami. Selain itu, dalam waktu dekat akan meminta masukan dari Kemendagri dan Kemenhuk dan HAM terkait bentuk dari LSM asing Greenpeace," katanya, Selasa (22/5/2012).

Kordinator Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, aliansi mahasiswa mempertanyakan dana donatur Greenpeace cabang Indonesia. Greenpeace selalu mengklaim memiliki 30 ribu orang donatur yang menyumbang Rp 75.000 per bulan.

Dengan estimasi tersebut, artinya Greenpeace menerima sumbangan dari masyarakat Rp 2.250.000.000 per bulan atau senilai Rp 27 miliar per tahun.

Namun, dalam laporan keuangannya pada 2009 dan 2010 yang dimuat di Kompas dan Republika, edisi Kamis (25/10/2011), Greenpeace menyebutkan menerima donasi hanya Rp 6,5 Miliar pada 2009, dan Rp 10,2 Miliar pada 2010.

"Kita tidak menuduh. Greenpeace kan selalu mengedepankan transparansi. Kita cuma mempertanyakan, kenapa ada selisih sekitar Rp 17 miliar? Kemana sisa dana donatur tersebut? Karena itu, patut diduga Greenpeace telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penipuan,’’ ujarnya.

Untuk diketahui Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing Tim aliansi terdiri dari organisasi ekstra mahasiswa, Badko HMI Jabotabeka-Banten, LISUMA Jakarta, Pusaka Indonesia, BEM RI, dan IMIKI.

Selain melaporkan dugaan tersebut ke Bareskrim Mabes Polri, aliansi mahasiswa juga mengupayakan jalur mengajukan permohonan informasi publik kepada Greenpeace cabang Indonesia. Selama ini, Greenpeace cabang Indonesia mengaku sangat transparan dalam hal keuangan.

Faktanya, tidak pernah ada laporan terbuka dan jelas kepada masyarakat mengenai sistem donasi masyarakat dan bantuan lembaga asing dari luar negeri yang dikelola Greenpeace cabang Indonesia.

"Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing telah dua kali melayangkan surat permohonan informasi publik kepada Greenpeace Indonesia. Namun Greenpeace tetap mengabaikan surat permohonan itu," imbuhnya.

"Padahal, UU nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) menyebutkan setiap lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, organisasi masyarakat, organisasi non pemerintah, bahkan partai politik yang mendapat dana APBN/APBD, mengumpulkan sumbangan publik, dan mendapat bantuan asing, termasuk kategori badan publik yang wajib menyediakan informasi bagi publik,’’ jelas Rudy yang juga Ketua Badko HMI Jabotabeka-Banten.

Sikap tertutup Greenpeace cabang Indonesia terkait dana donatur itu, lanjutnya, mengundang kecurigaan. Sepatutnya, Greenpeace sebagai LSM internasional proaktif memberikan informasi mengenai pengelolaan dan penggunaan dana yang bersumber dari sumbangan masyarakat, dan/atau sumber luar negeri.

"Pernyataan Greenpeace yang mengaku sangat transparan dalam keuangan jauh dari kenyataan. Karena itu, Greenpeace cabang Indonesia juga patut diduga melakukan kebohongan publik dan melanggar UU nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP),’’ katanya.

Aliansi mahasiswa, menurutnya, juga memberikan masukan kepada kepolisian bahwa selama beroperasi di Indonesia, Greenpeace telah melanggar UU No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.

Bab VII Pasal 13 butir (b) dan (c) disebutkan, pemerintah dapat membekukan pengurus atau pengurus pusat Ormas apabila, (b), menerima bantuan dari pihak asing tanpa persetujuan pemerintah, (c) memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.

"Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga telah mengeluarkan Peraturan menteri Dalam Negeri No 33 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah,"

"Pada Bab V Bagian Ketiga Pasal 25, antara lain disebutkan, Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota dapat melakukan pembekuan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) bila menerima bantuan asing tanpa persetujuan pemerintah dan/atau memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan Negara,’’ paparnya.[jat]



Baca ini Juga Agan !!!!

[MUST READ] Curhat Para Korban Pemerasan LSM Asing Greenpeace berkedok Bisnis Pribadi


Pengakuan Ormas-Ormas Seluruh Indonesia tentang LSM Asing Greenpeace
#1
#2
vierrashop - 06/06/2012 11:50 PM
#2

PADAHAL ANE UDAH SUMBANG 100RIBU UNTUK GREENPEACE KOK JADI MALAH DISALAHGUNAKAN UNTUK BISNIS PENIPUAN

BALIKI UANG ANE SEKARANG
seinfein - 06/06/2012 11:59 PM
#3

wah lsm lingkungan koq ya tersangkut korupsi,, wahhhhh jaman edan ki
pluralismuna - 07/06/2012 12:00 AM
#4

wanjeeeeng keren juga niii grenpis
matanxa ijo ngeliat duit donatur!!!!!
merchant101 - 07/06/2012 12:08 AM
#5

Kapan hari newbie pernah ke Togamas di Margorejo Surabaya....
Ada Greenpeace nawarin sumbangan...
Waktu newbie mau sumbang, eh mereka tolak recehan, mereka maunya kita sign up trus didebet perbulan atas persetujuan bersama ...

Akhirnya deal off, kok aneh, nyumbang kudu pake sistem auto debet, bukanya kalo perjuangan murni bukanya penyumbang dipermudah ?

Eh ternyata kejadian ginian dah :...
bukanbebek1988 - 07/06/2012 12:11 AM
#6

autodebet sehh,, mending gw nyumbang bwat shelter stray di pejaten dah


Quote:
Original Posted By merchant101
Kapan hari newbie pernah ke Togamas di Margorejo Surabaya....
Ada Greenpeace nawarin sumbangan...
Waktu newbie mau sumbang, eh mereka tolak recehan, mereka maunya kita sign up trus didebet perbulan atas persetujuan bersama ...

Akhirnya deal off, kok aneh, nyumbang kudu pake sistem auto debet, bukanya kalo perjuangan murni bukanya penyumbang dipermudah ?

Eh ternyata kejadian ginian dah :...

iya dipermmudah, lo gak usahh susah2 buka klikk bca buat jadii donatur
dragonnite - 07/06/2012 12:15 AM
#7

Dari dulu ga percaya sama yang namanya greenpeace. Pemimpin greenpeace nya sendiri malah pake listrik yang ngelebihin 1 kota (gw lupa baca di mana). Dan dari dulu greenpeace kerjaannya cuman bisa demo, kalau duit segitu gede kenapa tanah hutan gak dibeli, bikin konservasi sendiri, dll.

Mending sumbangin ke badan2 PBB kaya WHO atau sumbangin langsung ke panti asuhan/rumah ibadat. Lebih jelas ke mana sumbangannya.
Indelmedeo - 07/06/2012 12:25 AM
#8

makanya jgn pernah percaya gitu2an sampai harus auto debet tiap bulan, mending membantu orang-orang yang jelas kesusahan



cavaliers - 07/06/2012 12:42 AM
#9

greenpeace emang nggk jelas.
kaseman - 07/06/2012 01:21 AM
#10

orang2 yg nyumbang tu pd bodoh semua,knp nggak disumbangin ke panti asuhan aja.panti asuhan lebih membutuhkan drpd LSM
d.banditz - 07/06/2012 01:25 AM
#11

wa semakin yakin bahwa tidak ada LSM yang murni demi kemanusiaan, kebinatangan, dan lingkungan hidup
fersy77 - 07/06/2012 01:30 AM
#12

USIR aja LSM asing itu pasti punya maksud dan tujuan nyari duit atau adu domba
manusiarender - 07/06/2012 01:39 AM
#13

ahahaha
ati ati gan..
ini gerakan grinpis ama gerakan ngusir grinpis
SAMA AJA

pasti ada politikus dibelakangnya..
ga percaya?
rendrandt - 07/06/2012 01:57 AM
#14

mending nyumbang ke yayasan lokal yg jelas.. yg bisa diliat langsung juga.. spt panti asuhan.. yayasan tuna netra dll..

lagian nyumbang greenpeace buat apa? kayaknya kerjaannya demo doang
milobil - 07/06/2012 01:59 AM
#15

ah akhirnya kebongkar juga.. green peace ini memang kagak transparan bukan hanya masalah dana yang berhasil dihimpun tapi juga penggunaanya.

mo curhat sekalian ah :berbusas

gw dulu juga pernah jadi donaturnya sekitar setahunan, ditawarin donatur pas ada campaign di mol gede di jkt. gw tertarik juga secara nih LSM lumayan aktif masalah lingkungan hidup (itung bantu-bantu, keinget juga gimana waktu masih di PA kampus yang namanya cari dana buat kegiatan susyeh setengah mampus). lalu dijelaskan bahwa gw bisa "unreg" sewaktu-waktu, makanya gw beraniin.

yang dijanjiin adalah
1) akan dikirimkan laporan berkala mengenai aksi-aksi yang telah dijalankan
2) undangan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan greenpeace
3) --- gw lupa

dan semua yang dijanjikan kagak ada yang dipenuhin damn!!! malu-maluin lah,,, secara LSM luar negeri gw pikir aada jaminan lebih transparan ternyata sampah juga.

7-8 bulan selanjutnya gw pengen "unreg", karena memang aksi-aksinya yang banyak gw baca udah gak sejalan lagi ama harapan gw, malah cenderung memojokan bangsa sendiri, yang diserang juga perusahaan-perusahaan lokal. waktu gw hubungi ternyata semua no telp yang dikasih gak ada yang nyambung, cek di website sama aja. ada yang nyambung tapi di tilpun berkali-kali juga kagak diangkat padahal jam kerja .


akhirnya karena kelamaan terpaksa lah gw pindah rekening (nambah-nambahin kerjaan ), baru sebulan rek ditutup mereka langsung menelpon gw, . kampret emang!!!!!

karena gw udah hidup bedua, donasi sekarang kita pindahin ke wwf dan memang mereka lebih aktif, transparan dan lebih riil kagak sekedar dema-demo gak jelas tapi juga bangun penampungan satwa. sering juga kita dikirimin buletin. wwf menurut gw lebih baik lah, dari pada greenpeace koar-koar ttg macan sumatra tapi isinya cuman demo doang.
ahboys - 07/06/2012 02:26 AM
#16

wah ga bener bgt sih.
semua aja ikut korupsi
jayol - 07/06/2012 03:45 AM
#17

mending nonton film kartun green peace aja gan... eh onepiece
Kringet Pliket - 07/06/2012 04:10 AM
#18

Quote:
Original Posted By milobil
ah akhirnya kebongkar juga.. green peace ini memang kagak transparan bukan hanya masalah dana yang berhasil dihimpun tapi juga penggunaanya.

mo curhat sekalian ah :berbusas

gw dulu juga pernah jadi donaturnya sekitar setahunan, ditawarin donatur pas ada campaign di mol gede di jkt. gw tertarik juga secara nih LSM lumayan aktif masalah lingkungan hidup (itung bantu-bantu, keinget juga gimana waktu masih di PA kampus yang namanya cari dana buat kegiatan susyeh setengah mampus). lalu dijelaskan bahwa gw bisa "unreg" sewaktu-waktu, makanya gw beraniin.

yang dijanjiin adalah
1) akan dikirimkan laporan berkala mengenai aksi-aksi yang telah dijalankan
2) undangan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan greenpeace
3) --- gw lupa

dan semua yang dijanjikan kagak ada yang dipenuhin damn!!! malu-maluin lah,,, secara LSM luar negeri gw pikir aada jaminan lebih transparan ternyata sampah juga.

7-8 bulan selanjutnya gw pengen "unreg", karena memang aksi-aksinya yang banyak gw baca udah gak sejalan lagi ama harapan gw, malah cenderung memojokan bangsa sendiri, yang diserang juga perusahaan-perusahaan lokal. waktu gw hubungi ternyata semua no telp yang dikasih gak ada yang nyambung, cek di website sama aja. ada yang nyambung tapi di tilpun berkali-kali juga kagak diangkat padahal jam kerja .


akhirnya karena kelamaan terpaksa lah gw pindah rekening (nambah-nambahin kerjaan ), baru sebulan rek ditutup mereka langsung menelpon gw, . kampret emang!!!!!

karena gw udah hidup bedua, donasi sekarang kita pindahin ke wwf dan memang mereka lebih aktif, transparan dan lebih riil kagak sekedar dema-demo gak jelas tapi juga bangun penampungan satwa. sering juga kita dikirimin buletin. wwf menurut gw lebih baik lah, dari pada greenpeace koar-koar ttg macan sumatra tapi isinya cuman demo doang.


setuju gan..

WWF lebih jelas programnya..
dewa.ngambek - 07/06/2012 05:23 AM
#19



LSM dipercaya


dananya aja udah jelas dari siapa

walaupun mereka menutup nutupi asalnya


2520908 - 07/06/2012 06:39 AM
#20

beda nih sama LSM lokal, lokal emang jago, to the point pakai cara nodong.
belajar dong sama mereka
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > LSM Asing Greenpeace Bawa Kabur Milyaran Rupiah Milik 300ribu Donatur Demi Bisnis !