Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > (discuss)tokoh wayang, sipakah mereka? - Bebukaning Cerito 1
Total Views: 328947 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 20 of 500 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 >  Last ›

mendoanku71 - 07/05/2009 12:54 PM
#381

iya pada pandawa seda kan yang bisa naik ke nirwana hanya yudistira, itupun yudistira tidak luput dari dosa karena pada saat resi dorna bertanya pada yudistira apakah putranya aswatama telah perlaya dijawab ya, sehingga keretanya yang biasanya tidak menyentuh tanah jadi menyentuh tanah tetapi aswatamapun membalas pada akhir perang dia secara diam diam membunuh beberapa keluarga pandawa termasuk srikandi, sedang aswatama sendiri karena kelakuannya yang membunuh secara curang dikutuk oleh kresna menjadi binatang berang2 kalau ndak salah kali, cerita mahabarata dilanjutkan bharatayuda, pandawa seda dan akhirnya parikesit mengajarkan dua intii bahwa kebaikan akan menang dan setiap tindakan ada karmanya, kalau ndak salah
prabuanom - 08/05/2009 02:08 PM
#382

Quote:
Original Posted By mendoanku71
iya pada pandawa seda kan yang bisa naik ke nirwana hanya yudistira, itupun yudistira tidak luput dari dosa karena pada saat resi dorna bertanya pada yudistira apakah putranya aswatama telah perlaya dijawab ya, sehingga keretanya yang biasanya tidak menyentuh tanah jadi menyentuh tanah tetapi aswatamapun membalas pada akhir perang dia secara diam diam membunuh beberapa keluarga pandawa termasuk srikandi, sedang aswatama sendiri karena kelakuannya yang membunuh secara curang dikutuk oleh kresna menjadi binatang berang2 kalau ndak salah kali, cerita mahabarata dilanjutkan bharatayuda, pandawa seda dan akhirnya parikesit mengajarkan dua intii bahwa kebaikan akan menang dan setiap tindakan ada karmanya, kalau ndak salah


sebenernya aswatama cuma menjalankan tgasnya. srikandi mati karena karmanya kepada bhisma, drestajumna mati karena karmanya kepada drona, pancawala (anak puntadewa-putra mahkota) mati sebagai balasan karma drupadi yang menyebabkan terbunuhnya dursasana dan keramas darah rambutnya. banowati mati sebagai hukuman atas arjuna yang memenggal kepala kakanya sendiri karna. aswatama dan kertamarma cuma menjalankan roda karma.
el_stup1do - 09/05/2009 12:24 AM
#383

Intinya tetap sama, tak ada manusia yang sempurna pasti ada dosanya.

Bahkan dewatapun tidak sempurna. Di Wayang Purwa dikisahkan mengenai asal usul Semar dan Togog dan bentuk mereka yang aneh. Juga alasan mengapa Betara Guru mempunyai taring dan 4 tangan semuanya berasal dari kelemahan2 manusia seperti iri hati, serakah, merasa diri yang paling hebat, dll.

Seperti yang stup1d bilang, versinya berbeda2 lagi dengan inti yang sama.

Semar dan Togog sebenarnya adalah kakak dari Betara Guru. Malah sebenarnya yang direncanakan menjadi penguasa kahyangan selanjutnya ialah "Semar" atau Betara Ismaya. Tapi seperti biasa hal tersebut menjadi pusat iri antara Betara Antaga dan Betara Manikmaya (Betara Guru). Asal usulnya, istri Syang Hyang Tunggal melahirkan sebuah telur. Hal ini menimbulkan kebingungan dalam hati Syang Hyang Tunggal tapi dengan berdoa kepada Tuhan maka dari kuning, putih dan kulit telur itu tercipta 3 bayi laki. Kulit telur diberi nama Ismaya, Putih diberi nama Antaga dan kuning telur diberi nama Manikmaya (urutannya mungkin kebalik, sori agak lupa).

Ketiganya tumbuh besar dan gagah sakti tapi dalam hati mereka selalu ada pertanyaan bahwa siapakah yang berhak atas tahta kahyangan ? Dari kepribadian mereka, Isamayalah yang paling cocok , orangnya tegas dan jujur , kesaktiannya pun sedikit diatas ketiga saudaranya. Antaga memiliki kesaktian yang tidak jauh dari Isamaya tapi dalam tindakannya tidak setegas Ismaya. Sementara Manikmaya paling lemah dibanding kedua saudaranya tetapi orangnya pintar berbicara dan malah bisa dibilang agak licik.

Suatu ketika ketiganya berbincang2 mengenai siapa yang berhak atas tahta. Manikmaya berkata bahwa dirinya lah yang paling berhak karena kuning telur terbentuk pertama sebelum putih dan kulit telur. Antaga membalas bahwa tanpa perlindungan putih telur, kuning telur tidak bisa apa2. Isamaya membela bahwa tanpa kulit telur, kuning dan putih telur akan hancur dan membusuk. Perbincangan berlanjut menjadi pertengkaran dan akhirnya sampai ke adu kesaktian. Manikmaya yang pintar/licik sadar bahwa ilmunya dibawah kedua saudaranya jadi dia tidak berani ikut campur. Sementara itu Ismaya dan Antaga mulai beradu kesaktian. Ismaya merubah dirinya menjadi Macan raksasa, Antagapun membalas sambil menjadi Garuda raksasa. Pertarungan yang dashyat pun terjadi tapi setelah beberapa waktu keduanya masih seri. Ismaya kemudian menjelma menjadi raksasa, Antaga tidak mau kalah dan juga menjelma walau penjelmaannya sedikit lebih kecil dari ukuran raksasa. Manikmaya kemudian mengusulkan daripada bertarung ilmu yang bisa menghancurkan mayapada, lebih baik jika diadakan kontes. Siapa yang bisa menelan sebuah gunung itulah pemenangnya. Ismaya dan Antaga pun mencoba menelan sebuah gunung. Ismaya berhasil menelan gunung tapi seluruh giginya ikut tertelan kecuali dua gigi depannya, sementara Antaga yang berusaha menelan tidak berhasil malah mulutnya yang menjadi moncong karena dipaksa menelan gunung. Dalam sekejap keduanya berubah bentuk, Ismaya kini berperut buncit akibat menelan gunung dan juga mempunyai dua gigi depan sementara Antaga memiliki mulut yang panjang seperti moncong.

Ketiga saudara terkejut akibat kejadian ini dan segera menghadap kepada Syang Hyang Tunggal. Syang Hyang Tunggal menyesalkan perbuatan anak2nya, sebenarnya Syang Hyang Tunggal berencana untuk memberikan tahtanya kepada Ismaya tapi karena bentuknya sekarang tahta tersebut akan diberkan kepada Manikmaya. Ismaya kemudian diganti namanya menjadi Semar, sementara Antaga diberi nama Togog. Mereka berdua ditugaskan untuk membantu Manikmaya mengurus mayapada dan juga untuk meneruskan keturunan dewata. Ketika keturunan dewata menitis ke dunia maka Semar dan Togog diberi tugas baru yaitu untuk mengawasi keturunan2 dewata di mayapada. Semar diberi tugas untuk membimbing keturunan dewata yang berada dijalan kebenaran sementara Togog diberi tugas untuk mengawasi keturunan dewata yang dijalan yang salah.

Oleh sebab itu, walau Semar bentuknya tidak seperti dewata dia sebenarnya sangat sakti dan bijaksana dengan menjunjung tinggi jujur dan adil. Dia tidak malu2 untuk menegur orang yang berbuat salah , bahkan Betara Gurupun akan ditegur olehnya jika dia berbuat salah. Sementara Togog tugasnya jauh lebih susah karena dia mesti mencegah orang yang sudah berada dijalan yang salah supaya tidak menambah kesalahan.



Udah mau malam minggu, lakonnya apa nih mbah anom ??? D D D
deoloit - 09/05/2009 01:03 AM
#384

mbok ya saya usul nih ....
mbok ya critane sak lakon sak lakon ( satu judul GT )
biar tuntas critane .. ngga cuma sak crit sak crit trus ganti tokoh ...
deoloit - 09/05/2009 01:07 AM
#385

dulu pas saya masih 'sekolah'
pernah ngumpul dengan sesepuh di kampung nun jauh ... dan ada seorang dalang yang mengidolakan salah seorang tokoh wayang ... tapi kok ya menurut saya aneh ,....
sebab yang diidolakan adalah dorna( kumbayana)
yang miturut dia dorna tidak akan mengerjar sesuau hanya untuk kepentingan pribadinya , tapi untuk kepentingan org lain ....
Mbok monggo di pun jabarken ....
el_stup1do - 09/05/2009 03:32 AM
#386

Quote:
Original Posted By deoloit
mbok ya saya usul nih ....
mbok ya critane sak lakon sak lakon ( satu judul GT )
biar tuntas critane .. ngga cuma sak crit sak crit trus ganti tokoh ...


Waduh kalau mau yang lengkap itu mesti minta mbah anom yang ceritain. Soalnya kalau satu cerita sampe tuntas sih stup1d ngga mampu, maklum cuman ponggawa doang. Dulu di thread sebelumnya sih stup1d pernah coba mulai cerita dari awalnya kerajaan Hastina tapi karena ngerjain sendiri jadi rumit apalagi ada banyak yang udah pada lupa.

Kalau per lakon itu kan kita tujuannya buat membahas nasihat2 dibalik cerita tersebut. Jadi setelah membaca sepak terjang, tindak tanduk dan juga tingkah laku seorang karakter kita bisa mengambil petuah dari cerita tersebut. Baik pengorbanan, keserakahan, rasa sombong, dll semua bisa jadi pelajaran baik yang bisa kita pakai sebagai panutan di hidup ini.

Itu menurut hemat stup1d, ntar tunggu jawaban mbah Anom buat lebih jelasnya dia yang punya Gambar Lopian soalnya. D D D
prabuanom - 09/05/2009 07:57 AM
#387

Quote:
Original Posted By deoloit
dulu pas saya masih 'sekolah'
pernah ngumpul dengan sesepuh di kampung nun jauh ... dan ada seorang dalang yang mengidolakan salah seorang tokoh wayang ... tapi kok ya menurut saya aneh ,....
sebab yang diidolakan adalah dorna( kumbayana)
yang miturut dia dorna tidak akan mengerjar sesuau hanya untuk kepentingan pribadinya , tapi untuk kepentingan org lain ....
Mbok monggo di pun jabarken ....


ada dua penggambaran akan drona, satu dia adalah resi yang menjual ilmu demi kekayaan atau harta dan selalu culas mempengaruhi kurawa untuk membunuh pandawa.

pandangan kedua adalah, bahwa drona itu laku hakekat. matanya yg sipit menunjukan dia ga lagi liat keduniawian, tanganya cekot artinya dia ga mau bertindak jumuk angkoro, kakinya nyeret artinya ga bakal berjalan menuju kearah angkara murka. panca indranya rusak semua artinya dia sudah ga dipengaruhi panca indra.

lho kok dlm pandangan kedua dia dibilang laku hakekat?lha sekarang kalo bukan karena tempaan dari drona yang ngobong ngobongi kurawa supaya terus menghancurkan pandawa apakah pandawa akan mulya dan dekat dengan hyang widhi?apakah bima dapat ketemu dewa ruci kalo drona ga ngeblusukinya suruh nyebur tengah samodra?

apakah kurawa akan dibalas dalam bharata yudha jika tak melakukan kejahatan kejahatan yg disuruh drona?disini dinamakan laku hakekat. tampaknya itu menjerumuskan tetapi sejatinya memuliakan. semua ahirnya mengingatkan kita untuk selalu mencoba berpikir positip. apa yg terlihat diwadag belum tentu sama dengan yg di hati. tambahan lagi, Drona itu masuk surga bersama bisma, karna, dan salya dan semua kurawa. jadi?apanya yg salah?ibarat kata mereka cuma menjalankan lakonya di dunia D
prabuanom - 11/05/2009 10:04 PM
#388

baru baca the darkness of gatotkaca karangan bapak pitoyo amrih

rupanya beliau ambil versi yang berbeda dari yang saya tahu \).

karena disitu diceritakan bahwa arimbi dicakepkan oleh narada, dlm sepengetahuan saya arimbi disabda jd putri canttik oleh kunti.
prabu arimbaji ayah keluarga pringgandani tak mati melawan pandu, berarti ini versi pandu yg dikutuk ga boleh menyentuh istrinya.
brajamusti brajadenta brajalamatan dan brajawiklapa memberontak kepada gatotkaca, sepengetahuan saya brajamusti justru yang membela gatotkaca dan sumpyuh dalam menghadapi brajadenta.
gatotkaca bukan tanpa tanding, karena gatotkaca kalah melawan brajadenta, karena ituah brajamusti menolong gatotkaca. narantaka bukan turun begitu saja tapi karena sebelumnya gatotkaca emang hampir mati ditangan dursala.
versi konta yg diberikan terahir adalah versi india, dijawa konta sudah diberikan sejak perebutan senjata itu oleh arjuna dan karna untuk potong pusar tetuka.
peristiwa sitija yg menjuwing samba tidak terjadi dekat bharata udha. kenapa?karena peristiwa ini dikenal di jawa sebagai perang gijali suta. dimana arjuna sempet kalah dan ahirnya dia menyepi dan menjadi begawan cipta hening yang ahirnya membunuh niwatakaca.
tiggy_nyonyot - 12/05/2009 09:49 AM
#389

thx infonya...
edyhc - 12/05/2009 06:57 PM
#390

klo gw baca tulisannya bos el_stupid1do kok sama ya ma komik yg pernah gw baca
dulu gw prnh punya komik mahabarata ma bharatayuda kalo ga salah karangan r. kosasih
tapi sayang gw ga dapet cari yang pandawa seda
el_stup1do - 12/05/2009 07:47 PM
#391

Quote:
Original Posted By edyhc
klo gw baca tulisannya bos el_stupid1do kok sama ya ma komik yg pernah gw baca
dulu gw prnh punya komik mahabarata ma bharatayuda kalo ga salah karangan r. kosasih
tapi sayang gw ga dapet cari yang pandawa seda


Memang betul boss, sumber utamanya memang versi dari RA. Kosasih karena dulu waktu kecil yang pertama kali dibaca ya bikinan RA. Kosasih itu jadinya terus cari yang bikinan RA. Kosasih dari Wayang Purwa sampe ke cerita Udrayana dari RA. Kosasih.
DeWi_AnJaNi - 12/05/2009 07:58 PM
#392

Mas... kalo boleh nanya.. Sejarah Dewi Anjani seperti apa ya? Saya coba search di Google, ada yang bilang Dewi Anjani dinikahi sama Bathara Bayu, Tapi ada juga yang bilang kalo Dewi Anjani dinikahi oleh Bathara Guru.. Kira2 mana yang bener ya?

Trus sejarah kelahiran Sang Dewi juga bagaimana?

Mohon maaf kalo ternyata sudah pernah dibahas...

Thanks untuk penjelasannya...
sadyaksa - 12/05/2009 08:31 PM
#393

Salam kenal semuanya, ijin ikutan diskusi ya pak.
Wah iya, novel barunya mas Pitoyo.. Setahu sy mmg pemberontakan Brajadenta/ Glagahtinunu/ byk sekali versinya. Pernah dengar alur yg menceritakan atas saran Durga, Brajadenta menyamar sbg Gatotkaca utk menggoda Banowati. Plotnya sebagai wujud balas dendam Pihak Pandawa atas peristiwa Burisrawa dan Subadra. Hasilnya nama Gatotkaca sbg capres ternoda.

Tapi IMHO versi Brajamusti berkorban utk mbela Gatotkaca yg paling berkesan.
Brajamusti berkata pd Gatotkaca; utk mengalahkan Brajadenta, Pringgandani harus mengorbankan salah satu pilarnya atau pilar lainnya (agak lupa tepatnya). Gatotkaca ngga mudeng.. Saat Brajamusti / Brajadenta sama2 roboh, Gatotkaca br nyadar bahwa pilar yg dibicarakan adalah mereka sendiri. Kemudian masing - masing pamannya masuk sebagai aji pukulan dikedua tangan Gatotkaca. Gatotkaca diwisuda dan berhak menjadi raja Pringgandani dengan tanggung jawab di kedua tangannya. Dahsyat!

Dalam versi kuno Ghatotkacasraya (Mpu Panuluh), nama Brajadenta/Bajradanta/ juga muncul. Walau Bukan sbg figur pemberontak Pringgandani. Keduanya sama2 menyamar sbg pasangan gadungan yg br akan menjalani malam pertama yaitu Laksanakumara dan Siti Sundari. Bajradanta akhirnya mati dlm pertempuran ditangan Gatotkaca.
kukukuku - 12/05/2009 11:03 PM
#394

thread yang yahud gan,.

aye mbaca dari halaman pertama sampe halaman ini,.. heuheuheuheu

capek hammer:
prabuanom - 13/05/2009 11:35 AM
#395

Quote:
Original Posted By DeWi_AnJaNi
Mas... kalo boleh nanya.. Sejarah Dewi Anjani seperti apa ya? Saya coba search di Google, ada yang bilang Dewi Anjani dinikahi sama Bathara Bayu, Tapi ada juga yang bilang kalo Dewi Anjani dinikahi oleh Bathara Guru.. Kira2 mana yang bener ya?

Trus sejarah kelahiran Sang Dewi juga bagaimana?

Mohon maaf kalo ternyata sudah pernah dibahas...

Thanks untuk penjelasannya...


ya om kayaknya ada dua versi \), biasalah wayang om banyak versinya \). kalo memang versi yg mengatakan bahwa hanoman anak bhatara guru kenapa kok disebut dulur setunggal bayu dengan bima ya?apakah maksudnya gurunya sama?kalo memang sama sama anak bayu mungkin bener juga. karena bima kan juga sering dikatakan anak bhatara bayu?

ini versi wikepedia jawa:
Dewi Anjani iku putra pambarepe Resi Gotama seka Grastina karo widodari Dewi Indradi. Asline, Anjani iku ayu kaya widodari. Dening ibune, Anjani diwenehi Cupumanik Astagina. Cupu iki bisa dienggo ndeleng prastawa ing ngendi wae, angkasa lan bumi, nganti trap kaping pitu. Cupu kuwi saka Bathara Surya.

Adhine loro, Sugriwa lan Subali, ngerti lan kepengin. Resi Gotama banjur ngerti perkara Cupu Manik Astagina iki. Anjani ditakoni ora gelem ngaku, amarga pancen iki wadi. Resi Gotama nesu, Dewi Indradi disepata dadi tugu lan dibuwang nganti tapel wates Alengka.

Sugriwa, Subali, lan Anjani banjur rebutan cupu mau. Resi Gotama banjur mbuwang cupu iku ing tlaga Sumala. Wong telu ngoyak kanthi dikancani Jembawan, Menda, lan Suwarsih. Nalika wong-wong mau njegur ana ing tlaga, wong-wong banjur salin rupa dadi wanara. Wong-wong mau dadi wanara amarga nduwe solah tingkah kaya kethek.

Resi Gotama ora bisa apa-apa nyumurupi kahanan iki. Anak-anake dikon supaya tapa supaya salin rupa maneh dadi manungsa. Anjani tapa dadi cantoka (kodhok) ing tlaga, Subali tapa ngalong (kaya kalong), lan Sugriwa tapa ngidang (kaya kidang).

Ing tapane, Dewi Anjani katekan dening Bathara Bayu lan andum asmara. Seka kedadeyan iki banjur lair Anoman.
http://jv.wikipedia.org/wiki/Anjani

versi lainya:

Dewi Anjani yang bersedih hati karena wajahnya yang cantik berubah ujud menjadi wajah kera.

Atas nasihat ayahnya, Begawan Gotama, ia bertapa nyantoka, serupa katak berendam di Telaga Madirda (ada versi yang menjebut Telaga Nirmala), hanya kepala saja yang muncul di permukaan air. Selama berbulan-bulan, Dewi Anjani hanya makan benda-benda yang hanyut dipermukaan air dan lewat di depan mulutnya.

Pada suatu hari Batara Guru sedang melanglang buana, memeriksa keadaan dunia. Ketika ia terbang melintasi Telaga Mandirda, dilihatnya tubuh seorang wanita berendam di telaga yang bening itu.

Seketika gairahnya bergejolak, sehingga jatuhlah kama benih (mani) nya, menimpa sehelai daun asam muda. Daun asam muda itu melayang jatuh ke permukaan telaga, tepat di depan mulut Dewi Anjani. Segera saja Anjani memakan daun asam muda itu (di masyarakat Jawa daun asam muda disebut sinom).

Begitu daun asam muda itu ditelan, Dewi Anjani merasa dirinya mengandung. Segara ia mencari-cari siapa yang menjadi penyebabnya. Ketika ia melihat Batara Guru melayang-layang di atasnya, segera ia menuntut tanggung jawab atas janin yang dikandungnya. Batara Guru tidak mengelak tangung jawab itu.

Ketika saatnya melahirkan, Batara Guru mengirim beberapa orang bidadari untuk menolong kelahiran bayi yang berujud kera putih mulus itu. Selanjutnya Dewi Anjani diruwat sehingga menjadi cantik kembali dan hidup di kahyangan.

Bayi yang lahir itu diberi nama Anoman.

Di kahyangan, ketika Batara Guru sedang memangku bayi Anoman, Batara Narada menertawakannya.

Segera Batara Guru menghampirinya, dan menempelkan sehelai daun nila di punggung Narada, dan seketika itu juga di punggung Batara Narada menggelendot seekor bayi kera berwarna biru nila. Bayi kera itu diberi nama Anila. Para dewa yang hadir tertawa semua.

Karena merasa ditertawakan, Batara Guru lalu memerintahkan para dewa untuk menciptakan seekor kera bagi anak mereka masing-masing.

http://javawayang.com/portal/article.php?story=20090303201015938

kisah yg lebih panjang:

Wayang Purwa Akhir Pekan (#13): Anoman, anak Anjani

Sesuai petunjuk sang ayahanda Resi Gotama, Anjani bertapa dengan cara berendam
telanjang seperti seekor katak di tengah aliran sebuah sungai. Yg muncul ke
permukaan air hanyalah kepalanya sebatas leher, sedang untuk kebutuhan makanan
diperoleh dari buah buahan atau dedaunan yg jatuh dan hanyut dibawa mengalir
sungai itu dan mendekat kepadanya. Demikian khusuknya tapa sang Anjani sehingga
menimbulkan tanda tanda di kahyangan,berupa gemuruhya suara di kawah
candradimuka.

Maka, Batara Guru dan Batara Narada-pun terbang melintasi angkasa, turun ke
mayapada dan mendatangi sumber kekuatan tapabrata itu. Saat dari ketinggian
melihat Anjani, Batara Guru terkesima, terpesona, menggelegak gairahnya sampai
mengeluarkan air kehidupan dari tubuhnya. Raja para dewa itu pun mengusapnya
dengan daun asam (bhs Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke sungai. Daun sinom itu
jatuh dan dihanyutkan aliran sungai mendekati Anjani, yg lalu memakannya. Batara
Guru berkata pada Anjani bahwa tapanya telah diterima, dan keinginannya agar
wajah dan kedua tangannya kembali seperti sediakala, tidak lagi menyerupai kera,
bisa dikabulkan oleh dewata. Namun, hal tsb akan terlaksana setelah Anjani
kelak melahirkan seorang bayi. Dengan memakan daun sinom berzat kehidupan Batara
Guru itu, Anjani akan berbadan dua, dan akan melahirkan putera dari Sang Hyang
Manikmaya ini.
Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibawa ke Kahyangan dan dibantu para
bidadari. Ia melahirkan seekor bayi kera berbulu putih bersih, sedangkan dirinya
sendiri kembali berwajah cantik dan menjadi penghuni kahyangan sebagai seorang
bidadari. Bayi berwujud kera putih anak Anjani ini diberi nama Anoman (Hanoman).
Ia tumbuh dan dibesarkan di lingkungan Kahyangan, diberi pendidikan dan diajari
bermacam ilmu serta kesaktian oleh para dewata, terutama oleh Batara Bayu, sang
dewa angin. Anoman, ksatria berujud wanara berbulu putih bersih ini tumbuh
menjadi seorang pemuda yg gagah, sakti luar biasa dan tidak terkalahkan. Ia
diberi nama tambahan Bayutanaya dan Bayukrama karena dididik dan dititisi Batara
Bayu. Anoman juga dijuluki Prewagaseta (berbulu putih), Mayangkara (samar bila
berada di tempat benderang) dan Suwiyuswa (berusia amat panjang, kematiannya
akan datang hanya atas kehendaknya sendiri).
Suatu ketika Anoman mempertanyakan asal usulnya pada pengasuh ibunya sejak kecil
yg bernama Kapisraba, mengapa dirinya berujud wanara, juga mengapa dirinya yg
bukan keturunan dewata tinggal di Jonggringsaloka/ Kahyangan. Kapisraba pun lalu
mengisahkan riwayat kakeknya Resi Gotama yg beristrikan Dewi Indradi, juga kisah
Cupu ajaib yg kemudian menjadi rebutan Anjani dan dua adiknya, Subali & Sugriwa,
dan pada akhirnya mengakibatkan ketiganya berubah ujud menjadi wanara/ kera.
Dalam interpretasi Anoman, yg paling bersalah dalam rangkaian kasus ini adalah
Batara Surya. Bermula dari hubungan terlarangnya dengan Dewi Indradi berikut
pemberian hadiah cupu yg mengakibatkan permasalahan dengan Resi Gotama,
suaminya, dengan anak2nya. Juga, Anoman merasa amat masygul membayangkan
penderitaan dewi Indradi yg dikutuk suaminya menjadi tugu batu dan dibuang entah
kemana.
Anoman lalu mencari Batara Surya, ingin meminta pertanggung jawaban berupa
sekedar permintaan maaf atas kasus itu, serta menuntut pengembalian jasad eyang
putrinya, Indradi, dari tugu batu kembali menjadi manusia. Ketika bertemu dengan
Batara Surya, perdebatan berlanjut dengan pertarungan antara keduanya. Bt Surya
cukup kewalahan menghadapi Anoman yg memang memiliki kesaktian luar biasa ini.
Ketika akhirnya Bt Surya berlindung dalam terangnya matahari kekuasaannya untuk
tidak memperpanjang peseteruannya denganAnoman, sang wanara putih ini justru
lalu mengerahkan segala ajiannya dan menghimpun seluruh awan, mega dan mendung
sejagat raya untuk membungkus matahari. Akibatnya, seluruh alam menjadi gelap
gulita. Seisi kahyangan kaget, segenap mayapada panik. Siang hari sama sekali
tidak ada sinar matahari, malam hari bulanpun menghilang karena tidak adanya
pantulan cahaya matahari. Yg tersisa hanyalah ribuan kedipan bintang yg membisu.
Bujukan batara Narada dan para dewa lainnya tidak bisa meluluhkan hati Anoman
untuk menghentikan perbuatannya. Akhirnya batara Guru meminta Anjani, ibunda
sang Anoman, untuk membujuk putera terkasihnya itu. Dengan tutur kata lemah
lembut, sang ibu membuka mata hati Anoman terhadap banyak hal. Kisah
perselingkuhan dewi Indradi dengan Bt Surya yg tentu bukan kesalahan hanya satu
pihak saja. Keterbatasan pengendalian emosi Resi Gotama untuk --alih2
membicarakannya empat mata-- malah menuntut keterusterangan istrinya di depan
anak2nya perihal perselingkuhan dengan Bt Surya. Ketidak mampuan pengendalian
amarah Gotama yg menyebabkan kutukan atas Indradi menjadi patung batu. Juga,
rentetan akibat perbuatan Anoman atas perbuatannya menghilangkan sinar matahari
yg bisa menyebabkan bencana terhadap ribuan umat manusia. Selain itu, bt Guru
juga menyampaikan bahwa tidak lama lagi akan tiba saatnya Anoman dikirim ke
mayapada untuk mendapatkan tugas yg lebih berat
namun mulia, membantu menumpas angkara murka. Dari sisi lain, secara tidak
langsung Anoman juga akan ikut andil dalam mengembalikan ujud dewi Indradi
kembali menjadi manusia, bahkan bidadari seperti sediakala, ketika tugu batu tsb
kelak digunakan untuk membela kebenaran dengan cara dihantamkan ke kepala
seorang raksasa atau angkara murka.

http://groups.yahoo.com/group/LeoKristi/message/8592
prabuanom - 13/05/2009 02:33 PM
#396

Quote:
Original Posted By sadyaksa
Salam kenal semuanya, ijin ikutan diskusi ya pak.
Wah iya, novel barunya mas Pitoyo.. Setahu sy mmg pemberontakan Brajadenta/ Glagahtinunu/ byk sekali versinya. Pernah dengar alur yg menceritakan atas saran Durga, Brajadenta menyamar sbg Gatotkaca utk menggoda Banowati. Plotnya sebagai wujud balas dendam Pihak Pandawa atas peristiwa Burisrawa dan Subadra. Hasilnya nama Gatotkaca sbg capres ternoda.

Tapi IMHO versi Brajamusti berkorban utk mbela Gatotkaca yg paling berkesan.
Brajamusti berkata pd Gatotkaca; utk mengalahkan Brajadenta, Pringgandani harus mengorbankan salah satu pilarnya atau pilar lainnya (agak lupa tepatnya). Gatotkaca ngga mudeng.. Saat Brajamusti / Brajadenta sama2 roboh, Gatotkaca br nyadar bahwa pilar yg dibicarakan adalah mereka sendiri. Kemudian masing - masing pamannya masuk sebagai aji pukulan dikedua tangan Gatotkaca. Gatotkaca diwisuda dan berhak menjadi raja Pringgandani dengan tanggung jawab di kedua tangannya. Dahsyat!

Dalam versi kuno Ghatotkacasraya (Mpu Panuluh), nama Brajadenta/Bajradanta/ juga muncul. Walau Bukan sbg figur pemberontak Pringgandani. Keduanya sama2 menyamar sbg pasangan gadungan yg br akan menjalani malam pertama yaitu Laksanakumara dan Siti Sundari. Bajradanta akhirnya mati dlm pertempuran ditangan Gatotkaca.


hem laksnakumara menikah dengan siti sundari?siti sundari bukanya dinikahkan dengan abimanyu?laksamana mandrakumara gagal melamarnya pak. tetapi saya sendiri agak aneh dengan siti sundari, pertama saya kira ini nama yg dimauskan dlm agama arab karena ada nama "siti" nya, tp saya jd sadar dlm bhs jawa siti berarti tanah. ada yang punya artikel lengkapnya siti sendari?
grazroot - 13/05/2009 02:43 PM
#397

mari lestarikan budaya nusantara beer:
liangkubur - 13/05/2009 03:53 PM
#398

TS mustinya nge-index tokoh2 wayang di halaman pertama
sadyaksa - 13/05/2009 08:24 PM
#399

Quote:
Original Posted By prabuanom
hem laksnakumara menikah dengan siti sundari?siti sundari bukanya dinikahkan dengan abimanyu?laksamana mandrakumara gagal melamarnya pak. tetapi saya sendiri agak aneh dengan siti sundari, pertama saya kira ini nama yg dimauskan dlm agama arab karena ada nama "siti" nya, tp saya jd sadar dlm bhs jawa siti berarti tanah. ada yang punya artikel lengkapnya siti sendari?


Hehehe betul pak. Pernikahan yang terjadi itu tak lain adalah antara Gatotkaca dlm wujud Siti Sundari dan Bajradanta sbg laksmana.
prabuanom - 13/05/2009 08:44 PM
#400

Quote:
Original Posted By liangkubur
TS mustinya nge-index tokoh2 wayang di halaman pertama


kok enak?kalo mau cari sendiri p
Page 20 of 500 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > (discuss)tokoh wayang, sipakah mereka? - Bebukaning Cerito 1