Racing / Balap
Home > LOEKELOE > SPORTS > Racing / Balap > forum Khusus grasstrack--majukan dunia grastrack tanah air
Total Views: 329209
Page 6 of 348 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

ZarCK - 31/08/2009 03:38 AM
#101

Terbang di Atas Kerbau Tanah

Grasstrack 2009 bakal lebih seru. Garuk tanah masal di 2009, siap terbang di atas kerbau tanah. Ya, shio yang menjadi ikon 2009. Katanya shio ini butuh perjuangan berat untuk bisa jaya. Jaya di laut, darat, dan udara.

Bahkan Lighting Production (LP) pimpinan James Bond Judiarto, ikut bikin grasstrack. LP akan menggelar grasstrack region Jawa. “Semua event harus tumbuh, termasuk grasstrack,” mantap Judiarto.

Makanya, “Ada 30 ajuan dari beberapa Pengda menyelenggarakan kejurnas grasstrack. Tetapi kita masih seleksi,” ujar Frans Tanujaya, pria yang komandani urusan grasstrack di PP IMI.

Dari kacamata tim atau tracker, garuk tanah akan meriah. Sebab, tracker saling kolaborasi atawa kongsi menjadi satu tim. Agar menarik, dikupas satu demi satu tim yang eksis.

Termasuk juga, para Juara Nasional Grasstrack 2008. Apakah meraka setia di tim sebelumnya atau pindah.

LIGER CRT1195

Bagi tim ini, 2009 membuat langit menjadi cerah. Sebab, Liger CRT diperkuat F Chimon dan Angga Anan. Keduanya, Juara Nasional kelas pemula dan senior. Prestasi yang diraih di Grand Final Kejurnas Grasstrack 2008 itu, menarik buat sponsor.

“Kita tertarik dengan prestasi dua tracker ini. Mereka punya bakat gemilang mewakili produk,” ungkap Yauhari Gunawan, General Manager PT Liger Gemilang Nusantara, produsen oli merek Liger yang punya formula oli dari Inggris itu.

Angga pemula asal Bangka dan Chimon senior asal Bandung. Tim ini siap menghadapi grasstrack 2009 dengan optimis. “Kita siap membuktikan dan mempertahankan gelar,” kompak Angga dan Chimon.

OBOT MOTOR CIPUTAT

enggak perlu diragukan. Obot Motor Ciputat (OBM) sambut pertarungan garuk tanah masal di 2009. Tim ini tetap dipenuhi para tracker andal asal Jawa Barat.

“Kita tetap mempertahankan skuad tim 2008. Saya merasa tim ini sudah padu dan kompak,” ujar Obot, owner tim OBM yang bermarkas di Ciputat, Tangerang, Banten. Itu artinya tracker Senior seperti Ade Chandra dan Iwan MJ tetap membawa bendera besar OBM.

Di kelas Junior, masih dipercayakan Tommy MJ yang tahun lalu keluar juara nasional junior. Selain Tommy, di kelas junior masih ada Nikky Butong. Dan, untuk kelas pemula diisi Firman.

ALEXANDRO RACING TEAM
Tim yang dikomandani Mico Alexandro ini enggak mau tinggal diam. Itu jadi kebiasaan pria yang juga jadi promotor Grand Final Kejurnas Grasstrack 2008 lalu. Selalu ada inovasi, mungkin itu jadi moto bagi dirinya.

Meski tetap mempertahankan satu pembalap (Cep Sena), tetapi Alexandro ingin membuat terobosan di dunia garuk tanah. “Kita sedang mempersiapkan Kawasaki untuk 2009. Di antaranya, Athlete 125 untuk di kelas bebek modif 4-tak,” ujar pria ramah yang membawa nama DKI di arena grasstrack itu.

Selain Athlete 125, ART pun menyiapkan Kawasaki KLX 150 untuk dijadikan besutan grasstrack. Oh ya! Enggak cuma target 2009 aja yang sudah siap, tapi 2010 juga telah ditentukan. Alexandro siap terbangkan Cep Sena yang berbakat di motocross 2010 nanti.

AKBAR TAUFAN

Untuk 2009 ini, Akbar Taufan masih sedikit meraba masa depan. Juara nasional senior ini, 2009 sedang mencari sponsor untuk mewakili dirinya. “Saat ini, belum ada kepastian kontrak satu tahun penuh. Kalau untuk per event sih banyak,” ujar tracker Solo, Jawa Tengah ini.

Tapi meski masih tergolong privater, Akbar yang juga gape tekuk SE ini siap dengan senjata baru. Dirinya, tengah mempersiapkan pacuan Yamaha 4-tak
ZarCK - 31/08/2009 03:43 AM
#102

Yunan Kelana Pengacara Grasstrack

Yunan pun membela grasstrack yang dianggap kampungan menjadi balap yang diperhitungkan. Ia

memulai balap cakar tanah sejak 1980. Persis ketika road race lahir. Namun perkembangan grasstrack tak seindah road race. “Grasstrack baru diakui kejurnas pada 2004-2005,” ujar kelahiran Madiun, 1964 itu.

Perjalanan membesarkan grasstrack pun tak kalah berat. Masuk kampung keluar kampung. Terutama di 3 daerah di Jabar sebagai basis perjuangan. “Kami mulai ngedoger di Bogor, Sukabumi dan Cianjur,” kata suami Yuli, wanita Cianjur. Ngedoger adalah istilah untuk balap tanpa ijin IMI alias liar.

Yunan bersama Adun, Asep, Rifky dan beberapa teman rela urunan untuk terselenggaranya balap khas tanah air itu. “Kami sering ngutang dulu. Untuk menarik peserta, pendaftaran digratiskan,” kenang pembalap grasstrack 1980-1990. Yunan pun rela 3 hari tak makan dan tidur seadanya demi memperjuangkan olahraga yang menjadi hobi itu. Hasil perjuangannya tak sia-sia setiap ngedoger terjaring 300-400 starter. Termasuk ketika sirkuit Sentul awal dibuka. “Sekitar 1988, kita juga balap grasstrack di sana.”

Hingga kini ketiga daerah itu menjadi penghasil grasstracker utama, dan Jabar menjadi pusat balap nasional. Ngedoger pun banyak ditiru penyelenggara-penyelenggara lain. Meski ramai, balap underground itu berefek negatif. “Pembalap jadi melalaikan profesionalisme, salah satunya KIS (Kartu Ijin Start). Bahkan uang pendaftaran bisa digoyang (nego-red) kalau pembalap ikut banyak kelas,” ujar ayah Tania Audry itu.

Pengakuan balap grasstrack sendiri juga terus diperjuangkan. Sebelum 2004, kejurnas grasstrack selalu diikutkan ke motocross. Padahal Yunan dkk menginginkan grasstrack independen. “Perjuangan kami didukung tabloid Motor Plus. Sehingga pada 2004, grasstrack diakui kejurnas,” kata pria yang menghabiskan SMP-nya di Tapanuli Selatan.

Perjuangan pun belum berhenti. Masih banyak PR yang harus diselesaikan. Terutama membuat grasstrack makin profesional. Baru pada 2007, bersama Montes’z ia menyaring peserta. “Untuk ikut event ini, persyaratan KIS mutlak diberlakukan. Awalnya memang banyak yang menghindari dan berbuntut peserta susut,” lanjut biker yang sudah turing di Jawa dan Sumatra itu.

Namun didukung pabrik rokok Djarum, hadiah bisa dimaksimalkan sehingga lebih besar dibanding kejurnas sekalipun. Lagi-lagi UUD (ujung-ujungnya duit), grasstracker mulai melirik dan menyerbu, tentu dengan persyaratan lebih ketat. “Lewat KIS, pembalap dilindungi asuransi,” lanjut warga Cipaku, Bogor.

Sukses menggolkan kejurnas, perjuangan Yunan belum selesai. Ngedoger masih dilakukan di daerah terpencil. Tapi tujuannya lainnya mencari pembalap-pembalap berbakat, dibina, setelah siap baru masuk kejurnas. Anggap saja penyaringan ini sebagai Indonesian Grasstrack Idol .

Gerilnya ini bak pisau bermata dua. Rata-rata pembalap ini lulus sekolah atau putus sekolah. Banyak orang tua di daerah memilih anaknya hengkang dari kampung daripada kelihatan menganggur, takutnya berujung mabuk-mabukan atau penyalahgunaan narkoba. “Makanya banyak yang dititipkan ke saya. Di rumah, mereka saya kasih pilihan, mau belajar bengkel atau balap atau dua-duanya,” lanjut Yunan.

Lewat tangannya, muncul pembalap tangguh. Ronald, Dede, Ibnu dan Acep Sena beberapa di antaranya. Mereka pun sudah memperkuat tim besar, bahkan memiliki usaha di daerah. “Mereka sudah bangun rumah dan memiliki mobil di daerah, dari hasil balap atau ngebengkel.”

Hmm.. ternyata grasstrack bisa memberantas pengangguran
ZarCK - 31/08/2009 03:51 AM
#103
Grasstrack, Balapan Rakyat yang Kreatif
Tangan Sutikno (50) belepotan sabun merah muda. Ia mengoleskan sabun itu ke bagian bawah tangki sepeda motor yang bocor. Sekitar 30 menit, tangki sudah oke dan bisa diisi bensin. Kemudian ia melesat ke arena balap lintasan rumput.

Itulah suasana di sirkuit (paddock) pada seri terakhir kejuaraan daerah grasstrack yang disponsori produsen ban Comet di Sirkuit Taman Ria Gagarajy, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, . Di pinggir lintasan, sekitar 5.000 penonton bersorak saat jagoannya menyalip pembalap lain.

Penonton juga harus waspada kalau-kalau ada motor yang nyelonong keluar lintasan menuju ke arah mereka. Maklum, batas keamanan hanya ditandai oleh bentangan pita plastik. Padahal, kecepatan motor bisa mencapai 55 kilometer per jam.

Panjang lintasan di sirkuit itu sekitar 1,5 kilometer. Pembalap di kelas pemula harus melahap kelokan dan rintangan sebanyak tiga putaran. Yang lebih berpengalaman harus berputar-putar sebanyak enam kali. Rintangannya berupa gundukan tanah dengan tinggi sekitar 0,5-1 meter.

Sepintas, motor yang digunakan di grasstrack ini sama dengan motor yang dipakai di motokros. Namun, mesin di balapan grasstrack memakai mesin motor yang biasa dipakai di jalan raya, baik motor jenis bebek atau sport.

Selain mesin, kerangka utama juga masih memakai kerangka motor yang masih asli. Mekanik tim biasanya menambah lonjoran besi di lekukan sasis utama sebagai penahan tekanan saat melakukan pendaratan setelah melibas rintangan.

Sutikno, Manajer The Flowers Lembang, mulai membalap grasstrack sejak 1974. Karena prestasinya, ia ditarik bekerja di Bank BTPN cabang Subang. Kini, kemampuan membalapnya diwariskan kepada tiga anaknya, Irwan, Irfan Tikno, dan Irsan Tikno. Seni modifikasi

Kreativitas pembalap dan mekanik tim dalam membentuk motor diperlukan. Sebab, tidak ada pabrik motor yang khusus membuat motor untuk grasstrack. Berbeda dengan motokros yang motornya mudah didapat, tetapi harganya paling tidak Rp 40 juta per unit.

Untuk mengubah motor bebek standar menjadi motor "trail" dibutuhkan biaya minimal Rp 4 juta, antara lain untuk membeli ban khusus lintasan lumpur (Rp 1 juta), pemasangan besi tambahan di kerangka utama (Rp 500.000), dan mengutak-atik blok mesin (Rp 2,5 juta). Salah satu motor milik Sutikno adalah motor bebek bermerek Yamaha Force 1 tahun 2004. Ia menambah kapasitas mesin dari 110 cc menjadi 130 cc.

Kreativitas itulah yang menarik minat pembalap Tommy "MJ" Amijaya (18) untuk menekuni balapan ini. Ia adalah pembalap asal Kabupaten Sumedang yang menjadi juara umum di kategori pembalap yunior. "Bagi saya, memodifikasi motor itu bagian dari seni," ujar siswa kelas III SMA Negeri 1 Damaraja, Sumedang, ini. Balapan rakyat

Sejumlah pengurus Ikatan Motor Indonesia Provinsi Jabar menganggap grasstrack sebagai balapan rakyat. Pasalnya, harga motor lebih murah dibandingkan dengan harga motor untuk motokros (special engine). "Pesertanya adalah pemuda sekitar sirkuit yang ingin menjadi pembalap tetapi dengan modal pas-pasan," ujar Usep Garnita, Kepala Bagian Humas IMI Jabar.

Kreativitas menjadi semangat bagi orang yang terlibat dalam balapan jenis ini, yaitu dari penggunaan sabun untuk menambal kebocoran tangki bensin, plakban berwarna coklat untuk melindungi saringan udara mesin dari sumbatan lumpur, hingga mengundang perempuan semampai dari Kota Bandung untuk memayungi pembalap dari sinar matahari.
JENDRAL BASS - 31/08/2009 11:57 AM
#104

Taon 90an inget banget gue di Bintaro dulu..
ada Asep Hendro (masih jualan jersey sana-sini sebelom jadi juragan), Wilman jess (Honda), Andre jess (Honda), wah banyak deh gue aja dah lupa.
Jess bersaudara pada make 4 tak sementara laennya pada doyan 2 tak. Tapi ga jarang juga Jess bersaudara menang.
fahrizanor - 31/08/2009 02:16 PM
#105

^^^^^baca dolo gan...
ZarCK - 01/09/2009 12:46 AM
#106

Quote:
Original Posted By JENDRAL BASS
Taon 90an inget banget gue di Bintaro dulu..
ada Asep Hendro (masih jualan jersey sana-sini sebelom jadi juragan), Wilman jess (Honda), Andre jess (Honda), wah banyak deh gue aja dah lupa.
Jess bersaudara pada make 4 tak sementara laennya pada doyan 2 tak. Tapi ga jarang juga Jess bersaudara menang.


wah veteran udah dateng nih....mohon petunjuknya yah.bagi2 ilmu donk biar kita2 yg muda tambah pengalaman
cek kulkas yah gan.sedikit tambahan buat sahur bsk

Quote:
Original Posted By fahrizanor
^^^^^baca dolo gan...

silahkan di baca
saya copas koq dari halaman sebelah

hehehe
JENDRAL BASS - 01/09/2009 10:52 PM
#107

Quote:
Original Posted By ZarCK
wah veteran udah dateng nih....mohon petunjuknya yah.bagi2 ilmu donk biar kita2 yg muda tambah pengalaman
cek kulkas yah gan.sedikit tambahan buat sahur bsk


silahkan di baca
saya copas koq dari halaman sebelah

hehehe


salam kenal bro...cendol dikulkas blom mateng euy tp gapapa.

Tips untuk grasstrack sebenarnya banyak banget tapi intinya adalah : Tenaga, Ringan dan Kuat, dimulai dari motor bebek standart dulu ya (kelas pemula) :

untuk velg tetap harus dari material besi (sekarang masih juga kan ?) tapi bisa kita akalin dengan velk yang lebarnya lebih kecil (antara lebar 1,25" untuk depan dan 1,55" untuk belakang, pilih velg standart yang kuat dan ringan) begitu juga dengan jari2 yang lebih kecil diameternya, ini berguna untuk memperingan sektor kaki kaki.

Jangan lupa bearing roda kita ganti yang heavy duty agar kuat melahap trek, misalnya dengan merek FAG dengan type bearing dengan type memakai cover bearing dari plat.

Ban diganti dengan ban pacul type "wet" yang kembangannya lebih kecil dan jarang. Untuk bebek kelas standart pemakaian type wet sangat baik dan tidak perlu khawatir karena bobot motor dan rider-nya cenderung ringan sehingga tidak membuat kembang ban patah.

Untuk shock depan tetap memakai standartnya hanya saja "suling" shock yang terletak dekat as roda depan harus diperpanjang di tukang bubut sekitar 30 mm dan sesuaikan volume olie shock (coma dengan menggunakan olie shock yang lebih encer 5 SAE dan dicoba). Ini berguna untuk membuat travel shock lebih jauh dan aman dalam melibas berm atau superbowl.

Stang pada pangkal hangrip dipotong dan disambng untuk memperlebar stang sekitar 40mm kiri dan kanan (total sekitar 80mm). Teknik penyambungan harus dengan pipa yang sama dengan stang (cari stang bekasan) dan pada sambungan harus dibuatkan "bevel" las agar las kuat. Pengelasan menggunakan las Argon atau TIG/GTAW (bengkel buut ngerti koq).

Bushing karet pada stang yang mengikat dengan segitiga as fork harus dilepas. Ini berguna agar stang lebih rigid dan sensitifi apabila dikendalikan.

As garpu belakang umumnya menggunakan bushing dari "nylon" biasanya agak seret dan cenderung oblak. Gunakan material dari teflon yang memiliki unsur pelumasan bila digunakan sebagai bushing (bentuk dibubut seperti bushing aslinya).
Apabila memiliki cukup dana maka ganti bushing tersebut dengan bearing "bambu" atau bahasa bulenya "neddle bearing" yang seperti di Yamaha scorpio (saya tahunya cuman merk itu). Dengan demikian ayunan garpu belakan semakin lancan, tidak tersendat dan rigid/tidak oblak. Ini mempengaruhi performance saat melakukan tikungan pada trek yang tidak rata.

Nanti disambung lagi tentang shockbreaker belakang dan Chasis serta modifikasi konstruksi jok juga foot step.
fahrizanor - 01/09/2009 11:11 PM
#108

^^^ nice info bgt bro...apalagi buat nubi ky ane
herwin - 01/09/2009 11:52 PM
#109

klo ane sih suka menyelenggarakan aja gan, maklum buat
menyalurkan bakat2 para pembalap yg tdk tersalurkan.
tp sekarang sdh jarang ngadain, pemda setempat gak
dukung kegiatan nya lagi...
ZarCK - 02/09/2009 05:25 AM
#110

Quote:
Original Posted By JENDRAL BASS
salam kenal bro...cendol dikulkas blom mateng euy tp gapapa.

Tips untuk grasstrack sebenarnya banyak banget tapi intinya adalah : Tenaga, Ringan dan Kuat, ( yang di butuhkan torsi yg gedhe bkn top speed)dimulai dari motor bebek standart dulu ya (kelas pemula) :

untuk velg tetap harus dari material besi (sekarang masih juga kan ?) tapi bisa kita akalin dengan velk yang lebarnya lebih kecil (antara lebar 1,25" untuk depan dan 1,55" untuk belakang, pilih velg standart yang kuat dan ringan) begitu juga dengan jari2 yang lebih kecil diameternya, ini berguna untuk memperingan sektor kaki kaki.

Jangan lupa bearing roda kita ganti yang heavy duty agar kuat melahap trek, misalnya dengan merek FAG dengan type bearing dengan type memakai cover bearing dari plat.

Ban diganti dengan ban pacul type "wet" yang kembangannya lebih kecil dan jarang. Untuk bebek kelas standart pemakaian type wet sangat baik dan tidak perlu khawatir karena bobot motor dan rider-nya cenderung ringan sehingga tidak membuat kembang ban patah.

Untuk shock depan tetap memakai standartnya hanya saja "suling" shock yang terletak dekat as roda depan harus diperpanjang di tukang bubut sekitar 30 mm dan sesuaikan volume olie shock (coma dengan menggunakan olie shock yang lebih encer 5 SAE dan dicoba). Ini berguna untuk membuat travel shock lebih jauh dan aman dalam melibas berm atau superbowl.

Stang pada pangkal hangrip dipotong dan disambng untuk memperlebar stang sekitar 40mm kiri dan kanan (total sekitar 80mm). Teknik penyambungan harus dengan pipa yang sama dengan stang (cari stang bekasan) dan pada sambungan harus dibuatkan "bevel" las agar las kuat. Pengelasan menggunakan las Argon atau TIG/GTAW (bengkel buut ngerti koq).
(regulasi mengharuskan panjang stang itu 70cm buat std)

Bushing karet pada stang yang mengikat dengan segitiga as fork harus dilepas. Ini berguna agar stang lebih rigid dan sensitifi apabila dikendalikan.

As garpu belakang umumnya menggunakan bushing dari "nylon" biasanya agak seret dan cenderung oblak. Gunakan material dari teflon yang memiliki unsur pelumasan bila digunakan sebagai bushing (bentuk dibubut seperti bushing aslinya).
Apabila memiliki cukup dana maka ganti bushing tersebut dengan bearing "bambu" atau bahasa bulenya "neddle bearing" yang seperti di Yamaha scorpio (saya tahunya cuman merk itu). Dengan demikian ayunan garpu belakan semakin lancan, tidak tersendat dan rigid/tidak oblak. Ini mempengaruhi performance saat melakukan tikungan pada trek yang tidak rata.

Nanti disambung lagi tentang shockbreaker belakang dan Chasis serta modifikasi konstruksi jok juga foot step.


nah ini inih yang saya tunggu masalah sasis yang saya tunggu, jgn sampe terlewatkan yah......
bagian terpenting untuk meningkatkan handling nih

Quote:
Original Posted By fahrizanor
^^^ nice info bgt bro...apalagi buat nubi ky ane


sama2 nubi saling mengisi
ada masukan????

Quote:
Original Posted By herwin
klo ane sih suka menyelenggarakan aja gan, maklum buat
menyalurkan bakat2 para pembalap yg tdk tersalurkan.
tp sekarang sdh jarang ngadain, pemda setempat gak
dukung kegiatan nya lagi...


wah klo ini seh EO nya
ngomong2 kapan nih ngadain event di daerah sekitar smg
terakhir mengadakan event dmn nih???
kebanyakan EO yg ngadain di temanggung pasti keuntungan 100%
penontonnya ga ketulungan banyaknya
sampe2 EO nya mengadakan kelas tersendiri seperti kelas FFA tapi pembalapnya khusus area temanggung dan uang pendaftarannya cmn 50 rb. dari uang yg terkumpul 50rb itu semuanya dikasihkan buat yg juara 1.
jadi aksi tendang dan sikut pasti ada
pokok nya rame deh.....
ZarCK - 02/09/2009 05:37 AM
#111

Quote:
Original Posted By herwin
klo ane sih suka menyelenggarakan aja gan, maklum buat
menyalurkan bakat2 para pembalap yg tdk tersalurkan.
tp sekarang sdh jarang ngadain, pemda setempat gak
dukung kegiatan nya lagi...


cek kulkas gan......cendol disimpen di kulkas buat lebaran besok
ZarCK - 03/09/2009 09:44 AM
#112

Ayo sapa lagi yang mau nambahin inpong ttg grasstrack.....

ditunggu loo

satria_silver - 04/09/2009 10:49 AM
#113
mohon pencerahannya
buat jurahan2 sekalian saya mo minta pertimbangan bih....

klo balapan enakan nyewa mtr yg markotop ato bikin sendiri dari awal???

pertimbangan biaya perawatan, kerusakan dll.

mohon di bantu

satria_silver - 04/09/2009 11:06 AM
#114

ngomong2 klo pas bln puasa kyk gini trackers kerjaane ngapaain yah.....
herwin - 04/09/2009 01:42 PM
#115

Quote:
Original Posted By ZarCK
nah ini inih yang saya tunggu masalah sasis yang saya tunggu, jgn sampe terlewatkan yah......
bagian terpenting untuk meningkatkan handling nih

sama2 nubi saling mengisi
ada masukan????

wah klo ini seh EO nya
ngomong2 kapan nih ngadain event di daerah sekitar smg
terakhir mengadakan event dmn nih???
kebanyakan EO yg ngadain di temanggung pasti keuntungan 100%
penontonnya ga ketulungan banyaknya
sampe2 EO nya mengadakan kelas tersendiri seperti kelas FFA tapi pembalapnya khusus area temanggung dan uang pendaftarannya cmn 50 rb. dari uang yg terkumpul 50rb itu semuanya dikasihkan buat yg juara 1.
jadi aksi tendang dan sikut pasti ada
pokok nya rame deh.....


ia gan. kemaren cuman kumpul2 aja ama teman
trus ngadain deh kegiatannya. paling cuman 1 thn
sekali

Quote:
Original Posted By ZarCK
cek kulkas gan......cendol disimpen di kulkas buat lebaran besok


sip gan, dah dikirbal..

btw...agan harus iso 2000 biar ksh keorangnya warna hijau....
ZarCK - 05/09/2009 12:23 AM
#116

Quote:
Original Posted By satria_silver
buat jurahan2 sekalian saya mo minta pertimbangan bih....

klo balapan enakan nyewa mtr yg markotop ato bikin sendiri dari awal???

pertimbangan biaya perawatan, kerusakan dll.

mohon di bantu



klo nyewa seh total biaya lebih murah gan....pertimbangannya ga mikir sparepart, maintenace yang pasti
tapi koq kurang apdol klo ga pke mtr sendiri

Quote:
Original Posted By satria_silver
ngomong2 klo pas bln puasa kyk gini trackers kerjaane ngapaain yah.....


tidur, semedi, tidur lagi semedi lagi
bgtulah adanya
ZarCK - 05/09/2009 12:26 AM
#117

Quote:
Original Posted By herwin
ia gan. kemaren cuman kumpul2 aja ama teman
trus ngadain deh kegiatannya. paling cuman 1 thn
sekali

koq cmn 1 x setahun....di tambahin donk biar rameeee

sip gan, dah dikirbal..

btw...agan harus iso 2000 biar ksh keorangnya warna hijau....


mo ijo mo abu2 yang penting kebersamaannya
lagian kan ga byr mo ngasih ijo/abu2
hehehe

ada inpo yang isa buat nambah2 ilmu ga??
mslh per EO an gpp deh
ZarCK - 06/09/2009 11:44 AM
#118

ada kah teknologo grsaatrack yang bisa di shared disini?????
ZarCK - 08/09/2009 04:59 PM
#119

[CENTER][/CENTER]
abho51 - 09/09/2009 06:46 AM
#120

Permisi, mau ikut nimbrung lagi...
Mau berbagi Informasi...
Pada pertengahan Oktober nanti akan diadakan Kejurda Grasstrack Jabar di Bogor, tepatnya di Sirkuit House Of Nafkah, Cikereteg - Bogor... Event ini diselenggarakan Oleh C4MB-Grasstrack Event Organizer asuhan H. Che Rusdiana...
Untuk lengkapnya, Insya Allah nanti akan segera saya update informasi terbarunya...
Terima Kasih...

Bravo Grasstrack Indonesia
Page 6 of 348 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SPORTS > Racing / Balap > forum Khusus grasstrack--majukan dunia grastrack tanah air