Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > "True Story" Antara Jakarta-Jogja-Semarang
Total Views: 262

judasmyp02 - 21/08/2012 11:32 PM
#1
"True Story" Antara Jakarta-Jogja-Semarang
ini sedikit cerita ane mengenai perjuangan gan.
antara jakarta - jogja - semarang

jangan liat panjangnya ya gan,tpi dibaca alur dan juga isinya


[CENTER]CEKIDOT!!![/CENTER]
Quote:

Sudah sebulan ini malam terasa begitu dingin, terlebih teman-teman terdekat sudah pulang ke daerahnya masing-masing, menjumpai kerinduan yang sudah kian lama mereka pendam. Sebenarnya aku pun sudah pulang, namun hanya sebentar kemudian kembali lagi kemari karena menurutku disini tempat yang baik untuk menjumpai sepi dan cita-cita. Sepi dan cita-cita, begitu banyak yang terkandung dalam kata-kata itu, namun aku menemukan penginisialan gabungan yang menarik dari dua kata itu “sepi dan cita-cita” yaitu yang berartikan “dirimu”.


Aku mengerti, ketika aku berusaha mendekatimu justru aku akan didekatkan pada situasi yang bernama sepi, yaa sepi. Hanya ada bayanganmu dalam perjalananku menemui mu. seperti buta terarah. ”Hanya ada bayanganmu dalam perjalananku menemui mu,” perjalanan itu adalah angan dari segenggam hasrat yang bersemayam dinadi dan terus berdetak. “sepi dan cita-cita.”.


Aku telah kembali kemari untuk keinginan ku sendiri dan yang ku tau engkau juga tak lari kemana dari rentetan hari libur ini. Aku coba menghubungimu, untuk meminta terjadinya pertemuan yang kedua diantara kita. Aku menunggu kabarmu, dan ternyata engkau sudah tidak lagi disini, kamu berkata bahwa aku telah pulang dan aku sekarang berada di Semarang kota asalku. Pupus, hasrat kecil itu layu. Aku hanya berkata kepadanya yang ku tau bahwa dia akan penetapan kerja sementara di Jakarta, “jaga dirimu baik-baik ketika kau marimba disana, bila kau kembali kemari aku hanya meminta untuk terkabulnya pertemuan kita yang kedua.” Rindu ini akan tertanam kemudian berbuah rindu yang pahit.
Aku memang belum pernah ke kota mu, tapi aku dapat mengaguminya sebelum aku kesana, itu semua karena mu.


Setelah itu, jadilah aku seorang yang bingung. Hingga setiap malam yang ku jalani aku racuni pada keramain semu, biar sepi itu hilang dan aku dapat tertidur pulas.¬¬ Ternyata keramaian yang kubuat itu benar-benar semu, ketika aku kembali dan coba untuk merebahkan lelah ini untuk tidur, engkau yang bukan dirimu melainkan hanya hasratku kembali dihadapanku. Oh tuhan yang maha mengetahui, bisakah aku meminta mu untuk membuatnya menjadi nyata? Bukan lagi dari bayang yang gusar seperti ini, salahkah bila aku yang muda ini berusaha untuk membuatnya terus tersenyum manis? Ataukah engkau meragukan bahwa gadis berkulit coklat itu justru akan menangis? Percayalah tuhan, kalau dia memang menangis itu hanya karena aku memandangnya penuh dekap kagum. Lupakan, itu hanya janji pasti dengannya. Jadilah aku yang sekarang menjadi lelaki sendu. Kemuning pelita serta kidung cinta menjadi pelipur lara yang gagal! Hingga aku kemana? Tidak mungkin aku bersua pada rimbun ilalang yang didengar jangkrik bersuara sengau. Untunglah itu tidak jadi kulakukan, aku teringat dua teman yang sudah lama berpacaran akan kembali berlayar bersama nahkodanya ke pulau asalnya esok pagi. Ada baiknya aku kesana, mengucapkan salam berpisah.


Tanpa berpikir panjang aku langsung kemudikan kendali sepeda roda hebatku menuju rumahnya. Yang kudapat setelah samapai disana adalah dua wajah sedih pasangan itu yang harus berpisah dengan kota ini untuk waktu yang lama dan menjalani hidup yang baru disebrang sana. Aku bertanya kepadanya “kapan kalian balik?”, “kami akan balik besok jam sebelas siang menggunakan kapal, dan kami sudah menyewa mobil untuk mengantar kami kepelabuhan, mungkin jam 2 pagi ini kami berangkat.” Jawab mereka. Aku pun diam merasakan sedih dan juga haru atas kepergian mereka yang akan melangsungkan pernikahan, mungkin terakhir ini lah aku melihat mereka sama-sama lajang. “maukah kamu ikut mengantar kami sampai ke pelabuhan di Semarang?” Tanya mereka. Aku merasa sangat gembira atas ajakan mereka, aku langsung teringat dirimu yang sekarang berada ditempat kelahiran mu yaitu Semarang. Aku akan mengikuti jejak bekas langkah mu dulu, aku akan mencium bau harum yang kau bekaskan dari dulu disana, aku akan mengantar kedua pasangan itu ke semarang, yaa ke Semarang, meski aku tau aku tak akan menjumpai wujud nyata mu disana, walaupun kau dekat.
Tanpa berpikir lama aku langsung menyetujui ajakan mereka.



Lanjutannya dibawah gan!!!
judasmyp02 - 21/08/2012 11:34 PM
#2

Quote:
Sembari menunggu keberangkatan nanti, aku justru diliputi rasa gusar, aku bingung apa yang harus kulakukan ketika aku sudah disana, apa aku mengabarimu bahwa aku tengah berada didekatmu, kemudian meminta mu untuk menemuiku disana? Tapi itu tidak mungkin, kau pasti akan berpikir bahwa aku terlalu gila dengan cara-cara yang ku lakukan untuk bisa mendekatimu, yang ada kau malah semakin samar dan jauh akbiat ketakutan mu. Mungkin aku harus menemukan cara lain agar aku merasa bahagia dengan kesempatan yang disediakan tuhan ini. Dalam tatapan beku aku melihat sebuah buku yang tergeletak berhias debu, setelah aku lihat ternyata itu hanya sebuah buku kamus kecil bahasa Indonesia, aku coba buka tak menentu setiap lembarnya hingga aku teringat namamu yang indah. Sebelum aku mengenal namamu, aku yakin bahwa Kirana itu adalah nama yang indah, walau sebenarnya aku belum tau artinya. Aku pun iseng untuk mencari arti nama mu disesela tumpukan kata-kata itu. Ternyata benar aku dapat menemukan nama mu, dan dikamus itu tertulis Kirana memiliki sebuah arti yaitu cantik, indah, molek. Nama yang benar, nama yang membentuk dirimu seperti kirana dalam arti kamus itu. Aku tersenyum atas kebenaranku Kirana.


Dimalam yang dingin itu Kirana, aku mencoba mengambil secarik kertas untuk kutulis atas kekaguman dan keresahan yang tujukan kepada dirimu, terlebih makna dari kejadian malam ini. Dalam surya yang menghantarkan dingin kepada malam, dalam bulan yang bersinar dengan sabitnya dan dengan kemilau bintang yang tak kalah hebatnya mengahtarkan terang. Ku tulis bait puisi ini untuk mu Kirana.
Selesai ku tulis dikertas dan kulipat ku masukan kesaku celanaku yang renggang. Aku berpikir, “untuk apa kertas bersajak ini? Apa dia akan membacanya? Kalaupun iya, apa itu akan membuatnya merasa terpesona? Aku rasa tidak, sekuntum mawar pada masa kini sudahlah layu dimakan zaman, terlebih puisi seperti ini hanya seperti karangan lucu ketika kita sekolah dulu.” Namun aku teringat sebuah perkatakan seseorang yang selalu ku ingat, “jangan pernah meragugan catatan mu sekecil apa pun, karena itu akan sangat berguna untuk mu kelak.”
Tak terasa waktu telah menempatkan arahnya pada jam 01.30, aku pun bergegas membantu temanku itu untuk memindahkan barang-barang yang sudah dikemasnya menuju ke mobil, serta segerombol kucing-kucing lucu berbulu lebat peliiharaan mereka yang akan menjadi penumpang gelap kapal nanti, karena sering kali kita sebagai manusia menganggap bintang tidak pernah mampu ikut ambil dari sebuah perjalanan kehidupan besar semesta ini, yang sebenarnya asumsi itu salah. Hanya manusia menganggap dirinya mampu berkuasa disemesta melebihi singa yang merajai ribuan serigala. Setelah barang sudah dikemas dan mobil sudah siap panas menyusuri terjalnya aspal Ambarawa kami pun bergegas dengan kecepatan sedang melewati teduhnya jogja, rimbunnya bunga-bunga sekitaran merapi, temanggung yang sudah mulai menandakan kebekuan dingin akan segera sampai yaitu ambarawa. Kejam memang, kami yang terlahirkan berkulit matang harus tunduk pada suhu perbukitan sejuk seperti itu. Tidak perlu khawatir saudaraku, tunduk belum berarti takluk adakalanya kita berhenti sejenak memanaskan embun yang mengerat, hingga kita dapat sedikit tenang melanjutkan perjalanan ini. Kalian harus berpikir sapuan ombak lautan sudah menyalami kedatangan kalian, alang-alang telah merapat direnggangnya tanah gambut diBorneo sana membentuk permadani sulam untuk tapak kalian, dan aku untuk misiku, meski kau Kirana tak menunggu kedatanganku, adakalnya aku memberikan kepada jejakmu sebuah kado yang kau pun tidak akan tahu.
Pelampiasan malam yang berkecamuk ini aku redupkan dengan tidur, beharap pagi kelopak mata terbuka dan aku sudah melihat matahari diutara.



Goncangan demi goncangan terlewati, dingin tak ada lagi, kabut bergantikan embun yang menjalar dipinggiran kaca yang berdebu. Sekejap aku membuka mata, terlihat kerumunan rumah-rumah penduduk yang berlomba membuat ruang tidak ada celah, aku sudah sampai. Aku buka mata dengan lebar bersisa kerak-kerak yang membuat pandangan ini buram, aku hirup udara yang kencang, pagi itu aku tersenyum manis sendiri.
Kota Semarang itu seperti penuh samangat, hampir banyak sudah ditemui benih-benih beton yang akan tumbuh, semut-semut menjalar mencari makan, ruas-ruas sungai yang sebentar lagi bertemu sang induk. Ini mengingatkan ku pada Jakarta waktu bayi, lucu seperti mu semarang. Atau bahkan kau akan mengingikuti jejak ibu mu yang sekarang kumuh dan kian rapuh sebagai jantung dari Negara ini? Jangan takut, lahan itu tak ubahnya kanfas yang kekar manusialah yang merangkai dari goresan tinta birahi dan tercipta karya.
Beritahu aku kirana, kau berada disudut mana?
judasmyp02 - 21/08/2012 11:36 PM
#3

Quote:
Kota dan pelabuhan nyatanya berdampingan, biar aku antar teman baik ku ini dulu baru aku menemuimu. Kapal sudah berlabuh, waktunya aku berpisah dengan teman ku ini untuk waktu yang cukup lama. Barang-barang sudah siap untuk diangkut menuju bagasi kapal, namun bagaimana dengan krumunan kucing lucu ini? Haruskah mereka dirupakan menjadi benda yang mati? Angkut sajalah dulu menggunakan kardus, biar petugas kapal dikelabuhi dan kucing-kucing anak kalian ini dapat selamat menyebrangi lautan. Salam perpisahan diucap, derai air mata tak terbendung menandakan suasana haru dilautan biru. Selamat jalan teman sekaligus kaka yang baik, terberkatilah kalian atas sejarah yang kalian bentuk, ini adalah buah dari kekuatan kalian sendiri. Kapal sudah bergerak pelan, jangkar rotan telah dilepas dari pengaitnya, kapal itu berlayar kemudian menghilang diujung pandang samudra.
Waktunya aku berpaling dari wajah pelabuhan ini, kembali pulang melupakan semua yang terjadi sejak tadi malam.
Kirana sayang, aku pulang. Dilampu merah tugu muda ini aku terbangkan bait puisi, siapa tau kau menemukannya lalu membacanya. Biar aku tak jumpa, biar senyum berpagarmu tak menyambut kedatangan ku, bumbung atap kota ini sudah mampu membuatku malu.
Salam untukmu.


Quote:
THX BUAT UDAH YANG MAU NYIMAK..
DITUNGGU KOMENTARNYA YOOOO


keongbalapku - 22/08/2012 01:47 PM
#4

panjang amaaaattt..... intinya apaan gan itu?? tulisin kesimpulannya ya,,, :addfriends
mou.moon - 22/08/2012 08:15 PM
#5

Quote:
Original Posted By keongbalapku
panjang amaaaattt..... intinya apaan gan itu?? tulisin kesimpulannya ya,,, :addfriends


iya nih gan, harusnya dikasih ringkasan biar enak bacanya
Spoiler for "monggo mampir"
l.o.n.d.o - 23/08/2012 08:43 PM
#6

bole juga gan ente...
bahasa yang ente pake bs di bilang kaya arti.,.
mgkn yang masih belm pham bs di baca berulang2 baru nemu alr jalan ceritanya..
saran aja ga, ini truestory kan??
kal ane jadi situ pasti ane hub tuh kirana... pasti ente ,masi punya no hp/pin dia kan.... alesan aja nyasar, suru jeput deh... lumayan kan ketemu bentar sekedar melepas rindu....
ente cuma butuh nyali aja gan buat jujur sama dri sendiri utk ungkapin semua ke kirana
:genit
judasmyp02 - 26/08/2012 08:59 PM
#7

Quote:
Original Posted By l.o.n.d.o
bole juga gan ente...
bahasa yang ente pake bs di bilang kaya arti.,.
mgkn yang masih belm pham bs di baca berulang2 baru nemu alr jalan ceritanya..
saran aja ga, ini truestory kan??
kal ane jadi situ pasti ane hub tuh kirana... pasti ente ,masi punya no hp/pin dia kan.... alesan aja nyasar, suru jeput deh... lumayan kan ketemu bentar sekedar melepas rindu....
ente cuma butuh nyali aja gan buat jujur sama dri sendiri utk ungkapin semua ke kirana
:genit


thx gan komentnya ..
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > "True Story" Antara Jakarta-Jogja-Semarang