Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 20 of 110 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 >  Last ›

Kifarin - 16/10/2012 10:45 AM
#381

Petrichor Kadung Terhirup

Menjabat rantai gerimis miris
Dibalik cermin altar teriris
Tentang rindu beranak pinak
Menyamarkan gurat dibalik gelak
,
Bila hujan makin luruh
Seluruh debu beradu syukur
Petrichor kadung terhirup
Aroma rumput basah berbaur
,
Jeruji duri memagar diri
Dari rasa meronta lari
Menyusul ribuan perih
Mengawang pilu kian terperi
,
Dibalik kaca aku bercengkrama
Dengan andai dan logika
Masihkah kerinduan kurasai
Meski gerimis tak kerap hadir
,
Kutitip pada senja jingga
Asa menguap tak sengaja
Lewat hujan dan kaca jendela
Tentang sahabat, kekasih, bumi, rumah, dan cinta
: tak harus dipaksa berbenah


by: Eliyani
Kufur - 16/10/2012 10:46 AM
#382

Kami Hanya Milik-Nya


Ketika mentari hampir tergelincir di pusara sana

Terlihat serambi masjid di penuhi para ahli doa

Ku coba langkahkan kaki untuk menyambut panggilan-Nya

walaupun terasa masih letih, lapar dan dahaga


Langit memerah di ufuk senja

awan mengiringi tergelincirnya

saat itulah mentari kembali ke peraduannya

Hingga terlihat langit gelap tak bercahaya


Kemudian kami menunaikan kewajiban dari-Nya

penuh kekhusyukan yang tak terkira

air mata berlinang tiada terasa

Ingat selalu dosa-dosa dari masa ke masa


Pada jiwa damai kami menyapa

setitik cahaya kami meminta

dalam sesal penuh asa

karena kami hanya milik-Nya



by: M Sofyan Arif
Kifarin - 16/10/2012 10:47 AM
#383

Kertas Dosa yang Dibuang

Kemarin aku lupa nulis sepucuk surat untuk-Mu, Tuhan
Hari ini banyak curhatan yang mau ku ungkapkan

Besok aku pergi mencari jendela surga
menemukan kaitan kaitan antara dunia nyata dan barzah

Tulisan kemarin aku buang di pinggiran sungai
Agar dapat mengalir dengannya

Mengetahui hal yang dinikmati sekarang
Melupakan rasa yang ada, telah bertebaran di mana mana

Semoga Engkau menurunkan hidayah-Mu, Tuhan
Untuk membuka jendela kami kembali
Tanpa kertas yang sudah kami buang


by: Mahyuddin Noor
Kufur - 16/10/2012 10:48 AM
#384

Patah Hati

Aku pernah mendaki gunung
Sama lelahnya ketika mengajakmu bicara cinta
Di hutan orang-orang menemukanku tersesat tak bernyawa
Tapi terjebak dihatimu,kematianku tak pernah berjasad

Hujan akan reda dan badai akan enyah
Kopi dan sepi habis berganti
Aku menguras kolam cinta disepanjang kemarau
Tapi ia tergenang dari sumber-sumber yang tak pernah kumengerti.

Semenjak jatuh cinta,
Aku banyak tersenyum
Aku banyak bertanam kata
Meski semuanya tumbuh tak bertujuan

Jalan cinta itu amatlah mudah
menemukan,menggapai lalu menggenggam
Yang sulit adalah keberadaannya
Terkadang ia menggantung disisi jurang yang mustahil


by: Roy Octara
Kifarin - 16/10/2012 10:49 AM
#385

Harga Diriku Adalah Kehormatan Mamah

Mungkin inilah dunia,,
Suka duka
Terus mengalir
Seperti air
Harga diriku
Adalah kehormatanmu
Tak ada lagi
Permintaan mu selain itu kepadaku
Tetapi lihatlah aku
Seorang anak yang penuh dosa
Yang selalu meminta dan meminta
Dan entah kenapa engkau salalu mengabulkan
Setiap detik,menit
Bahkan setiap hari
Kau tak pernah lelah
Untuk memberiku nasehat
Begitu bahagia diriku
Mempunyai mamah yang begitu cerewet
Dan beruntungnya aku
Dimata anak-anak diluar sana
Mamah kau kado terindah buatku
Kau adalah kebahagiaan dalam hidupku
Kau adalah nyawa dalam ragaku
Jangan pernah kau pergi dalam raga ini


by: Atik Susilowati
Kufur - 16/10/2012 10:50 AM
#386

Episode Kedua

Andai takdir mempertemukan kita
Di episode kedua dalam hidupmu
Aku hanya ingin mengatakan padamu
Aku akan tetap disini mencintaimu

Dari pagi sampai pagi lagi
Sambil menghitung dengan sempurna
Tetes demi tetes air mataku yang terjatuh
Seperti kelopak mawar yang berjatuhan

Bersama harapku yang luruh
Karena ingkarmu


by: Queeny Rose
Kifarin - 16/10/2012 10:50 AM
#387

Tetanggaku yang Baik, Sering Membuatku Tertawa

kalau dia lagi romantis,
puisinya itu sangat menggugah loh.
kalau lagi katrok
beralih pada tulisan humor
ini ku dedikasikan kepadanya
karena dia bisa marah padaku
sampai tidak boleh berkomentar di tempatnya
hihihi!
ah, asyiik saja
kepentinganku menulis sambi menunggu what’s next!
rekan-rekan kerja masih sibuk di lapangan
tidak suka nonton tivi, main games dan sebagainya
kegiatan sebagai tukang-kebun dan tukang-ketik
ditambah jadi tukang-gambar
memenuhi daftar aktivitas yang mengurangi beban pikiran
sudah terbiasa… berselisih dalam tulisan dengan orang
terus, baikan lagi
yang paling lucu…
saya bercerita dengan kejadian di rumah
hari esoknya, di beranda di fesbuk
mulai menulis “esmosi”
awalnya bingung kenapa orang meniru
lama-lama terbiasa
biarkan saja, jika itu membuat senang dan bahagia
saya yang atur diriku untuk positive-thinking
yang penting, punya keyakinan…
masa depan itu bahagia, cerah dan ceria.


by: Niki Saraswati
Kufur - 16/10/2012 10:52 AM
#388

Gerimis yang Mengundang

Di sela rinai gerimis yang renyai
Masih bisa kusibak bayangan
Engkau masih saja seperti hantu di senja menjelang
Engkau masih saja asyik berlarian
Membuat bermekaran tanyaku atasmu
Bodohnya, aku di sini masih saja memikirkanmu


by: Mila
Kifarin - 16/10/2012 10:52 AM
#389

Huruf yang Kukenal

Huruf-huruf yang kukenal dengan baik itu berbaur diantara kata, diantara kalimat, diantara paragraf, diantara tulisan di billboard, di kopaja, di metromini, di kereta, di angkot, di rumah, di hotel, di cottage, di sepanjang jalan, diantara materi yang harus kulahap habis, bahkan di novel. Huruf-huruf itu bukannya menjadi kabur tetapi malah menjadi semakin riil seolah hidup, menari, menggoda. Ah,inginnya enyah saja daripada membuatku smakin larut ke dalam huruf-huruf itu. Atau memang aku berjodoh?


by: Mila
Kufur - 16/10/2012 10:53 AM
#390

Perubahan Menuju Kedewasaan

Kusambut pagi yang begitu dingin
Halus tiupan angin ramah menyapa saat pintu terbuka
Kulihat jalan masih basah kuyup akibat hujan tadi malam
Langitpun masih gelap diselimuti awan tebal

Kucoba tanamkan semangat walau setumpuk pekerjaan terikat di kepala
Menjalankan kwajiban adalah perihal utama

Disisi lain,
Enam bulan lagi adalah hari bersejarah selama 26 tahun menanti
Keinginan untuk menjalin biduk rumah tangga akan segera terwujud
Semoga Tuhan mengabulkan niat baik ini

Namun,
Ada potongan jarum yang terus mengganjal dalam angan-angan

Sebelah hati ingin segera niatkan janji
Dibelahan hati yang lain masih memikirkan sekilas wajah yang terhenti dua tahun yang lalu
Mengapa hingga hari ini aku masih belum bisa melupakannya secara utuh
Merelakan dirinya bersanding dengan orang lain

Tuhan,
Beri jalan terang pada hambamu


by Riawan Djack
Kifarin - 16/10/2012 10:54 AM
#391

Buku, Cinta, Pesta


Ketika buku-buku ini mulai menggantikan malam-malam kita,

maka dunia kembali seperti sedia kala,

penuh dengan tanda titik dan koma.

Tiap deret kalimatnya membangun konstruksi logika,

terkadang membuat gila.

Ah, tetap saja, buku-buku ini semakin menyiksa.

Dia tak bisa tertawa,

seperti derai tawamu yang menghilangkan kata tiba-tiba

Kalau saja mereka bukan benang rajut untuk selimut mimpi-mimpi kita,

tak sudi aku menyelingkuhimu bermalam-malam hanya untuk bergumul dengan mantra-mantra di dalamnya

Sudahlah, tak usah berpesta, tak begitu ingin aku berada di tengah-tengah mereka

Cukup bawa saja cinta yang bersemayam di matamu di akhir pekan kita

Maka dua variabel yang lain akan menjadi dua pengapit yang indah

Baiklah,

mari kita tuntaskan buku-buku ini secepatnya

atau kita bangun saja menjadi jembatan ruang dan waktu

agar kemudian kita bisa berpesta di atasnya.


Semarang, 3 Oktober 2012.


by Ina Tan Lalana
Kufur - 16/10/2012 10:56 AM
#392

Puisi-puisi Republik Mbangmbung


mbangmbung (1)

apa kabar bung
namaku bing
aku dipanggil bang
suka bong
ditepian jalan beng


mbangmbung (2)

bang,
apakah aku terlihat sombong?
tidakkah kau ingat ketika kita mesti duduk di sebuah tombeng
sehingga kaupun merasa perlu untuk sumbing
oleh sebuah sebab dari kegembiraanmu, padahal kau sedang berkabung!

bung,
apakah kau masih suka makan daging kambing?
bagaimana jika kita pasang tambang
sambil bakar sagu di kampung tobong
di antara tarian jenaka jejaka-jejaka pembawa petaka tambeng


mbangmbung (3)

tak perlu rasanya kutumpahkan secangkir kopi disebatang rokok pada sebuah cerobong
bagiku hal itu juga akan sangat riskan jika kujadikan kisah ini hanya akibat dari sebuah sebab omongan-omongan mbambung
bukankah ketika kita merasa jiwa yang semakin membaik ini adalah berkat numpang hidup kita di dunia yang tak lebih dari sekadar nebeng?
kenapa kita mesti melupakan perjanjian kudus yang telah tertera pada sebuah catatan yang penuh dengan perbagai lambang?
apakah jiwa mesti mengalah di saat raga merontokkan dirinya pada sebuah emperan dikecuraman bayang-bayang sebuah tebing?


mbangmbung (4)

kabarku baik bung
ini cuma sibing
bagi sebuah tembang
diladang-ladang yang obong
di jejak mimpi yang tertulis pada sehelai kain rombeng


mbangmbung (5)

awan berarak-arakan
di atas barak-barak militer
disamping sepatu lars tua
ada lelaki jompo minum arak sesloki, tergeletak
sayangnya mabuknya serasa segentong, menggelepar
arak-arakan berserakan di meja makan, tergeletak menggelepar-gelepar


mbangmbung (6)

“maaf toilet ini telah tertutup untuk umum!”
dipersilahkan ke toilet berikutnya, harap perhatikan petunjuk arah di bawah sebuah pohon duren kaum republiken permbangmbungan


04.10.2012 di serambi sentul


by Arrie Boediman La Ede
Kifarin - 16/10/2012 10:55 AM
#393

Arti ”Mu”

Kutekuri arti ”mu” seperti menekuri mimpiku semalam
terbesit, sebuah penyesalan yang amat mendalam
menghantui…
Kutekuri arti ”mu” seperti menekuri hongkong pools
delapan sering menjadi enam..
enam kadang-kadang menjadi nol..
tentu saja tergantung jika blandar meridhoi..
manusia hanya bisa merumuskan..
Dan kembali hempas aku tak bisa berfikir lagi
Kembali kutekuri arti “mu”
arti “mu” seperti…
seperti sayap buat burung..
seperti duri buat ikan..
seperti tongkat buat si buta..
seperti baling-baling buat si heli..
seperti angin buat nelayan..
Duit.


by Fajar Erifin
Kufur - 16/10/2012 10:55 AM
#394

Pemimpin Gila

Aku malu berujar dengan
dinding rapuh yang menutupi
kekerasan itu…….

Gamblang memang
bila dirimu berbicara di depan
mata-mata yang tidak mengenali mu

Manis memang
kata-kata yang terujar dari lidah mu
di depan mata-mata yang hanya memandang mu
sebagai setitik air di parit yang tidak berguna

Pemimpin…. Itu gelar yang kau sandang
dihormati dan dihargai
itu yang kau pinta

Namun…semua itu
hanya sebulir jagung yang
bila terinjak kaki dan termakan si ayam
tak berarti apa-apa

Siapapun bisa berteriak
siapapun bisa menyalahkan.
Tapi Aku…tidak sanggup melakukan yang kedua.

Maret, 2011


by Elisa Purba
Kifarin - 16/10/2012 10:56 AM
#395

Elegi Violet Inersia Estetis

Seperti biasanya yang terjadi
Sebuah pohon mulai ditebas
Dalam tebasan sang Izrail
Hingga berkurang energinya
Dan mulai meredupkan violet

Setiap elegi bersenandung disini
Tersamarkan dalam pekat bahagia
Itu sungguh sudah biasa
Seperti pasir yang tercampur emas

Masihkah kau akan tersenyum?
Ketika sosok pembunuh mendatangimu seperti biasa
Seketika itu tebasannya belum mampu mengenaimu
Hanya selangkah lagi, atau seinchi lagi
Dia mengenaimu yang rapuh

Hari ini, kau begitu sempurna
Tapi akankah sang Izrail takjub padamu?
Hingga berhenti mengejarmu
Setiap tahun, setiap detik
Menunggumu di langit

Setiap tahunnya, setiap tahunnya
Menebasmu sesekali dari langit
Meskipun kau tersenyum padanya

Bandung, 27 April 2012


by Herlangga Juniarko
Kufur - 16/10/2012 11:58 AM
#396

PHP..oh..PHP

PHP…oh..PHP
Kenapa musti datang gitu aja secara tiba-tiba
Datang baik-baik walau disengaja atau tidak
Awalnya biasa aja
Tapi lama-lama
Kok kalau menghilang tiba-tiba jadi rindu rasanya

PHP oh PHP
Karena kamu pria dan aku wanita
Komunikasi yang terbangun seakan-akan ditafsirkan secara berbeda oleh kita
Kamu ngerasa biasa
Sementara aku cinta

PHP..oh…PHP
Bisa enggak sih terus terang aja
Kalau kamu itu nganggap aku BIASA AJA
Biar aku enggak sedikitpun punya rasa yang berbuah cinta
Ya…kamu jujur aja, kalau kamu udah ada yang punya
Dan kamu benar-benar cinta
Biar aku enggak terus-terusan gede rasa

PHP..oh..PHP
Kamu tahu
Aku selalu rindu akan cinta yang datang, meski kedatangan itu entah kapan tak menentu
Dan ketika ada kamu
Dunia seakan-akan berubah menjadi merah jambu
Karena lama kelamaan kamu menjadi pujaan hatiku

PHP…oh..PHP
Akhirnya aku tahu
Ternyata kamu
Benar-benar pemberi harapan PALSU
Gigiku seakan-akan menjadi linu
Badanku juga jadi lesu
Karena ternyata pada kenyataannya kok kamu seperti itu

PHP…oh..PHP
Aku berharap kamu enggak kayak gini ya ke wanita lain
Biarin, cukup aku aja yang ngerasain
Ngerasain, kalau ternyata kelakuan kamu kaya ikan asin
Dan..memposisikan diri sebagai pria langka yang layak dipuja kaya bensin

PHP..oh..PHP
Semoga, spesies-spesies kayak kamu ini MUSNAH aja
Biar dunia wanita enggak terus-terusan dibuat merana
Merana karena cinta yang belum pasti adanya
Karena cinta
Dicipta
Bukan untuk harapan-harapan yang tak bermakna

Balio, 3 Okt 12


by Saniatu Aini
Kifarin - 16/10/2012 11:59 AM
#397

Laki-laki Ini


Laki laki inilah semua alasan alasanku

Laki laki inilah semua kekuatanku

Laki laki inilah semua keinginanku

Laki laki inilah semua pengorbananku

Laku laki inilah keajaiban hidupku

Dan untuk laki laki ini

Semua ketakutanku

Aku ingin dia selalu dalam dekapku

Aku ingin dia selalu aman dalam tiap nafasnya

Aku ingin dia selalu merasa dicintai

Aku ingin dia selalu bahagia

Laki laki inilah getaran hatiku

Laki laki inilah denyut nadiku

Laki laki inilah yang terindah dalam hidupku.

Tuhan,

Dialah energi pagi hariku

Dialah semangatku

Dialah matahariku

Dan kuingin kamu tau

Kulakukan segalanya untuknya,

Walau tubuhku hancur

Ragaku mati

Aku tak kan pernah peduli

Karena dialah alasan hidupku

Anakku….



by Ryni Svinndal
Kufur - 16/10/2012 12:00 PM
#398

Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana

Kau ini bagaimana,
Kau bilang aku merdeka
Kau memilihkan untukku segalana
Kau suruh aku berifikir,
Aku berfikir kau tuduh aku kafir

Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah,
Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah,
Aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana,
Kau suruh aku memegang Prinsip,
Aku memegang prinsip, kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran,
Aku toleran, kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana
Kau suruh aku maju,
Aku mau maju, kau selingkung kakiku
Kau suruh aku bekerja,
Aku bekerja, kau ganggu aku

Kau ini bagaimana,
Kau suruh aku taqwa,
Khotbah keagamaanmu membuat aku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu,
Langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana,
Aku, kau suruh menghormati hukum,
Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Kau suruh aku berdisiplin,
Kau mencontohkan yang lain

Kau ini bagaimana,
Kau bilang Tuhan sangat dekat,
Kau sendiri memanggil-manggil-Nya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai,
Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana,
Aku, ku suruh aku membangun,
Aku membangun kau merusaknya
Aku, kau suruh menabung,
Aku menabung, kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana,
Kau suruh aku menggarap sawah,
Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah,
Aku punya rumah, kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana,
Aku, kau larang berjudi,
Permainan spekulasimu makin menjdi-jadi
Aku, kau suruh bertanggung-jawab,
Kau sendiri terus berucap wallahu waklam bissawab

Kau ini bagaimana,
Kau suruh aku jujur,
Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar,
Aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana,
Aku, kau suruh memilihmu sebagai wakilku,
Sudah kupilih, kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang selalu memikirkanku,
Aku sama saja kau merasa terganggu,

Kau ini bagaimana,
Kau bilang bicaralah,
Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara,
Aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana,
Kau bilang kritiklah,
Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya,
Aku kasih alternatif, kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana,
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tidak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana,
Atau aku harus bagaimana


by Izjay Itu Namaku
Kifarin - 16/10/2012 12:03 PM
#399

Setelah Hijrahmu

Setelah hijrahmu
dari desa kasihku
Kemudian dirundung pilu
berselimutkan sendu

Setelah hijrahmu
menuju jauh tak tertahu
Lalu petak-petak bergersangan
Bayangan hanya angan-angan

Setelah kau tiada
dalam lingkaran mesra
Jejakmu adalah resah-resah
memori akan kisah-kisah

Setelah kau tiada
hati serasa damparan gulana
Seakan ku dihujani musnah
desaku tak riang sudah

Gugur sudah segala impian
yang sedari dulu kita berdua rajutkan
di samudera madu, dengan tetesan embun-embun
dari langit, rahmat tuk diabadikan berkurun

Termangu kini
di tepian tanah yang mati
setelah sebelumnya bersama kita garapi
Kemana kamu telah pergi?


by Hasan Al-jaizy
Kufur - 16/10/2012 12:04 PM
#400

Sepotong Sajak: Catatan Kecil

Dalam sebuah catatan kecil tersimpan beribu rahasia:
alur cerita, keluh kesah, dan akhir sebuah kisah yang kadang tak ingin dibaca

Kadang keterasingan, kekalahan, sepi yang
menjalar, dan mungkin saja sedikit senyuman
kadang kisah yang berakhir jadi tak berarti apa-apa

Begitupun apa yang kautulis takkan bisa kauhapus
dari rangkaian kisahmu, hingga sampai saat darah
jadi tinta, namun tak ada yang jadi cinta

Kemudian jika sebuah kisah pada catatanmu telah berakhir,
tak haruslah pula kaupaksakan diri melanjutkannya dengan cerita yang sama


by Anteng Isnanto
Page 20 of 110 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5