BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > [Kabar Gembira] Leasing dilarang tarik kendaraan motor yang belum lunas
Total Views: 27070
Page 34 of 35 | ‹ First  < 29 30 31 32 33 34 35 > 

witch_fake - 12/10/2012 01:50 AM
#661

Quote:
Original Posted By bmus1108


Sabar gan ane jg nasabah adira
tapi emang setuju ma agan ini
ADIRA Anj,,,,,,,,,,,,g


tenang gan, ente jangan marah2 begituh...apalagi ampe nyebutin merek atau brand...
kita tinggal di negara yang mempunyai hukum, kalau ente tidak puas ente bisa melakukan melalui proses secara hukum....

pihak leasing dalam melakukan pengambilan objek kredit tidak sembarangan mengambil gan....kalau agan2 mempunyai ITIKAD BAIK untuk menyelesaikan tunggakan pembayaran kredit ente, saya yakin motor ente aman2 saja....

kalau agan2 tidak PUNYA ITIKAD BAIK untuk menyelesaikan tunggakan, pihak leasing hanya menjalankan isi perjanjian jika nasabah/konsumen cedera janji atau wan prestasi dan perjanjian tersebut telah agan2 tanda tangan tanpa ada paksaan dari pihak manapun....

lagipula ngapain juga ente ngemplang utang piutang, kasian ahli waris atau keluarga agan2 jika agan2 meninggal...INGAT!!! Utang akan dibawa sampai mati jika tidak diselesaikan....
Rico_99 - 12/10/2012 01:53 AM
#662

Nice gan, Thx udah share :addfriends
koplak_13 - 12/10/2012 07:16 AM
#663

Quote:
Original Posted By WariaIndonesia
minta cendol / bata
kalo kaga, eyke sedooooooootttt :genits


hahahaha apanya yang di sedot gan...???
Max|mus - 12/10/2012 07:47 AM
#664

Quote:
Original Posted By witch_fake
weits hati hati gan kalau agan2 mau ganti plat no polisi. kalau kedapatan polisi, agan2 bisa dituduh sebagai pelaku curanmor..maksud hati mau menghindari tukang tagih kredit motor (dibaca nasabah pengemplang) malah ente dimasukkan ke penjara dan motor disita sebagai barang bukti.

btw agan2 mau jadi nasabah pengemplang kredit, jangan tanggung2... masa ngemplang kredit motor yang cuman seharga 10jutaan, kasian sekali nasib agan2....kalau mau ngemplang tuh triliunan atau milyaran......
maksud ane bukan ngajarin agan2 untuk ngemplang yah...
kalau agan2 mau niat ngemplang,apalagi ngemplang kredit motor justru agan2 sendiri yang rugi...karena nasabah leasing akan terdaftar juga di database Bank Indonesia, kalau agan2 ngemplang maka akan di blacklist(dibaca: "buronan") di seluruh Bank di Indonesia dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia....


Betul, kalo ada masalah dengan leasing nanti di black list lho, kedepannya ga bisa lg klo mo kredit rumah atau yg lainnya. Kalo emg ada kesulitan dlm membyr cicilan mending lgs aja dicari jalan keluar bersama dgn perusahaan leasing ybs.
sikere009 - 12/10/2012 08:03 AM
#665

Quote:
Original Posted By shorrty
jangan punya motor atau mobil kreditan aja gan klo gak mau pusing..
gitu aja kok repot..


mana bisa kalo gitu gan..
kan orang2 sini mau nya dibilang "WOWWW" pake ninja250 / honda jazz kreditan
extrazonk - 12/10/2012 01:17 PM
#666

Quote:
Original Posted By witch_fake
saya ingin meluruskan informasi diatas.. Salah satu pihak dapat melakukan tuntutan ke pihak lain secara Perdata apabila salah satu pihak melakukan cedera janji atau wan prestasi isi di Perjanjian, hal ini sesuai di KUHPerdata, KECUALI dalam pelaksanan perjanjian utang piutang cedera janji atau wan prestasi ada unsur Pidana maka diproses secara Hukum Pidana dengan cara melakukan proses pelaporan ke pihak Polisi. Cedera janji yang berkaitan dengan utang piutang/dalam topik ini Leasing, tidak hanya masalah menunggak pembayaran, cedera janji bisa juga nasabah memindah tangankan unit ke pihak lain, menjual objek jaminan kredit ke pihak lain jika kredit belum lunas, mempreteli sebagian atau seluruh dari unit, menyewakan unit ke pihak lain,dll. jika hal-hal tersebut diatas nasabah melakukan, pihak perusahaan leasing dapat mengambil langkah hukum secara pidana. KENAPA? Karena nasabah sudah melakukan tindak pidana umum dimana nasabah telah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan dalam banyak kasus dimana nasabah telah terbukti melakukan tindakan tersebut dan jika disidangkan ke Pengadilan, nasabah tersebut akan diselkan ke penjara, menurut KUHP masa penjara max 4 tahun (biasanya paling lama 2 tahun penjara).

kenapa dalam prakteknya, pihak leasing jarang melakukan tuntutan secara perdata karena membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit dalam penyelesaiannya. Makanya pihak leasing lebih menyukai penyelesaian secara musyawarah tapi bukan berarti Pihak Leasing tidak dapat melakukan tuntutan secara perdata yah.

demikian penjelasan dari saya.


Sebelum beropini sebaiknya agan kaji dulu objek perjanjian yang dituangkan di Fiducia fiktif tersebut. Selama Fiducia tersebut belum terdaftar di KPF, maka segala bentuk perjanjian yang tertuang antara leasing dengan debitur adalah cacat hukum. artinya Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan tidak bisa menjerat pihak debitur. karena objek perjanjian tersebut adalah Hak Debitur, mau jual/gadai tidak bisa menjadikan debitur sebagai tergugat.
Gugatan perdata tidak bisa dilakukan oleh para pihak apabila terjadi wan prestasi, sekali lagi harap digarisbawahi, bahwa Fiducia yang selama ini menjadi senjata buat mengintimidasi debitur sebenarnya tidak terdaftar di KPF, kamsudnya terjadi pembenaran yang dilakukan oleh pihak leasing. Dengan alasan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk proses silang sengketa melalui pengadilan akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dan resiko kerugian bagi leasing apabila pengadilan memenangkan pihak debitur.
Jadi keterikatan leasing dengan debitur hanya sebatas utang piutang saja, tanpa adanya objek perjanjian.

Quote:
Original Posted By witch_fake
saya juga ingin meluruskan informasi diatas..menurut UU No.42 tahun 1999 tentang jaminan Fidusia Pasal 15 ayat 2 dimana isi pasal tersebut intinya Sertifikat Jaminan Fidusia mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Jadi Pihak leasing bisa melakukan penarikan objek jaminan tanpa melalui proses pengadilan dulu jika sudah didaftarkan Jaminan Fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia (KPF).
Di UU No.42 tahun 1999 tidak mengatur waktu pelaksaan pendaftaran fidusia dan biaya pendaftaran fidusia.
Untuk pengurusan pendaftaran jaminan fidusia sebesar 150 ribu s/d 250 ribu memang benar, tapi menurut peraturan yang berlaku biaya pendaftaran fidusia sebesar Rp 30.000. Kenapa biaya sebesar itu karena kepengurusan pendaftaran jaminan fidusia melalui notaris.

demikian penjelasan dari saya


Lihat yang dibold, artinya selama ini fiducia tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum apapun, kecuali apabila fiducia tersebut didaftarkan menyusul,
dan yang menjadi pertanyaan apakah pendaftaran fiducia bisa dilakukan menyusul?

Quote:
Original Posted By witch_fake

lagipula ngapain juga ente ngemplang utang piutang, kasian ahli waris atau keluarga agan2 jika agan2 meninggal...INGAT!!! Utang akan dibawa sampai mati jika tidak diselesaikan....


Ane tidak sepakat apabila utang piutang melibatkan ahli waris, INGAT....!!! Perjanjian yang ditandatangani hanya mengikat antara leasing dan debitur. Memang utang dibawa mati, tapi bukan berarti utang yang menjadi tanggung jawab debitur beralih menjadi tanggung jawab ahli warisnya.
witch_fake - 12/10/2012 07:05 PM
#667

Quote:
Original Posted By extrazonk


Sebelum beropini sebaiknya agan kaji dulu objek perjanjian yang dituangkan di Fiducia fiktif tersebut. Selama Fiducia tersebut belum terdaftar di KPF, maka segala bentuk perjanjian yang tertuang antara leasing dengan debitur adalah cacat hukum. artinya Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan tidak bisa menjerat pihak debitur. karena objek perjanjian tersebut adalah Hak Debitur, mau jual/gadai tidak bisa menjadikan debitur sebagai tergugat.
Gugatan perdata tidak bisa dilakukan oleh para pihak apabila terjadi wan prestasi, sekali lagi harap digarisbawahi, bahwa Fiducia yang selama ini menjadi senjata buat mengintimidasi debitur sebenarnya tidak terdaftar di KPF, kamsudnya terjadi pembenaran yang dilakukan oleh pihak leasing. Dengan alasan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk proses silang sengketa melalui pengadilan akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dan resiko kerugian bagi leasing apabila pengadilan memenangkan pihak debitur.
Jadi keterikatan leasing dengan debitur hanya sebatas utang piutang saja, tanpa adanya objek perjanjian.


ok..gan kalau agan berpendapat seperti itu...sepertinya agan lebih mengerti mengenai hukum...
agan mau nanya nih dengan agan (ane awam mengenai hukum nih)...
1. kalau boleh tau nih landasan hukumnya nih...perjanjian utang piutang (kita kesampingkan dl mengenai perjanjian utang piutang dengan leasing) dikatakan cacat hukum jika tidak didaftarkan fidusia?

2.landasan hukumnya apa nih objek perjanjian tersebut adalah Hak Debitur, mau jual/gadai tidak bisa menjadikan debitur sebagai tergugat? padahal yang membayar penuh ke dealer setelah dipotong DP adalah pihak leasing.

3. keterikatan leasing dengan debitur hanya sebatas utang piutang saja, tanpa adanya objek perjanjian. atas dasar apa agan berpendapat seperti itu?

boleh donk sharing ke Ane secara agan sangat mengerti mengenai hukum...
witch_fake - 12/10/2012 07:19 PM
#668

Quote:
Original Posted By extrazonk

Lihat yang dibold, artinya selama ini fiducia tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum apapun, kecuali apabila fiducia tersebut didaftarkan menyusul,
dan yang menjadi pertanyaan apakah pendaftaran fiducia bisa dilakukan menyusul?


betul ane sependapat dengan agan...selama belum didaftarkan fidusianya, pihak leasing tidak punya kekuatan hukum apabila pihak leasing melakukan PENARIKAN.

di UU No.42/1999 tidak mengatur kapan dan berapa lama sejak perjanjian ditandatangan harus didaftarkan fidusia.

ugi2000 - 12/10/2012 07:24 PM
#669

yang salah y yg ngutang....
extrazonk - 13/10/2012 02:54 PM
#670

Quote:
Original Posted By witch_fake
ok..gan kalau agan berpendapat seperti itu...sepertinya agan lebih mengerti mengenai hukum...
agan mau nanya nih dengan agan (ane awam mengenai hukum nih)...

Ane anak ekonomi bukan hukum gan, semester 2 ane DO gara2 ngga punya duit buat bayar SKS


1. kalau boleh tau nih landasan hukumnya nih...perjanjian utang piutang (kita kesampingkan dl mengenai perjanjian utang piutang dengan leasing) dikatakan cacat hukum jika tidak didaftarkan fidusia?

Cacat hukum dapat diartikan suatu perjanjian, kebijakan atau prosedur yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga dikatakan cacat secara hukum. misalnya bendahara ttd tanpa ttd persetujuan atasan tetapi dicairkan, kekeliruan nomor rekening tujuan dari yg sharusnya, atau kesalahan ketik nilai pembayaran dari realisasi atau nilai pembayaran melampaui anggaran tetapi tetap dilaksanakan, intinya melanggar hukum diatas. Banyak contoh mengenai cacat secara hukum apalagi Fidusia diatur dalam UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Banyak Ulasan mngenai cacat menurut hukum, jangankan Fiducia yang tidak terdaftar, kesalahan ketik satu huruf atau penulisan kata tanpa spasi bisa dikatakan cacat secara hukum... Ahh aya-aya wae

2.landasan hukumnya apa nih objek perjanjian tersebut adalah Hak Debitur, mau jual/gadai tidak bisa menjadikan debitur sebagai tergugat? padahal yang membayar penuh ke dealer setelah dipotong DP adalah pihak leasing.

Ngga usah puyeng mencari pembenaran buat justifikasi hak atas benda gan, lihat nama yang tertulis diobjek perjanjian dan lihat garis merahnya: apabila suatu perjanjian cacat menurut hukum maka, benda yang menjadi objek perjanjian tidak bisa dikatakan valid menurut hukum, wong perjanjiannya juga cacat masa objeknya jadi sah...?
Banyak benda yang bisa diikat oleh fiducia tidak hanya BPKB gan, SITB, Faktur pembelian, Stock barang, etc, dll, dan sebagainya.
Dan apapun bahasanya baik yang bayar DP siapa, yang ngangsur JUPE siapa... itu hanya teknis dan strategi bisnis yang dijalankan oleh leasing, padahal pada faktanya bahwa objek tersebut dibawah kuasa penuh debitur. kasihan yahhh...?


3. keterikatan leasing dengan debitur hanya sebatas utang piutang saja, tanpa adanya objek perjanjian. atas dasar apa agan berpendapat seperti itu?
boleh donk sharing ke Ane secara agan sangat mengerti mengenai hukum...

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU Jaminan Fidusia dijelaskan bahwa “fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.”
Nah, sekarang faktanya adalah fiducia yang tidak terdaftar. artinya objek perjanjian yang selama ini menjadi faktor keributan antara leasing dengan debitur, hanya sebagai moral obligasi yang dititip debitur kepada kreditur. Selama Fiducia tersebut belum terdaftar.

dan sekali lagi, ane anak ekonomi itupun DO semester II bukan anak hukum
Loyalitas tanpa batas jangan lantas membutakan dan sibuk mencari alat pembenaran



Quote:
Original Posted By witch_fake
betul ane sependapat dengan agan...selama belum didaftarkan fidusianya, pihak leasing tidak punya kekuatan hukum apabila pihak leasing melakukan PENARIKAN.

di UU No.42/1999 tidak mengatur kapan dan berapa lama sejak perjanjian ditandatangan harus didaftarkan fidusia.


Pembebanan benda dengan jaminan fidusia ini harus dilakukan dengan akta Notaris dalam Bahasa Indonesia, serta wajib didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia.
Memang betul belum ada yang mengatur mengenai waktu pendaftaran Fiducia. Tetapi penandatanganan Fiducia wajib dihadapan notaris. Apakah ketentuan perundang-undangan tersebut diatas akan dijadikan pembenaran juga bahwa pendaftaran fiducia bisa menyusul

Quote:
Original Posted By ugi2000
yang salah y yg ngutang....


Menurut ane sih ngga ada yang salah baik yang ngutang ataupun pemberi utang, apabila didasari oleh hukum yang benar. Toh masyarakat kita memang terdidik menjadi masyarakat konsumtif, dan lintah darat cem gini pasti tumbuh subur di negeri ini
extrazonk - 13/10/2012 06:22 PM
#671

Quote:
Original Posted By witch_fake

Sekilas info mengenai ane, saat ini ane kerja di salah satu Perusahaan Kredit/leasing swasta nasional terbesar di Indonesia, dan kebetulan ane di bagian Penanganan Kredit Bermasalah, ane pernah di cabang wilayah SumBar,kalimantan, dan Jawa di bagian yang sama(bagian penanganan Kredit Bermasalah), tapi ane sekarang ditarik ke Kantor Pusat Perusahaan ane di Jakarta.


woww ternyata ente karyawan teladan gan, selamat..!!!
Ane salut dengan sistem recruitment dan promosi di perusahaan ente
blakotang - 13/10/2012 10:57 PM
#672

Quote:
Original Posted By .ro.man.tic.
sekarang leasing pada pake jasa para preman untuk tarik motor.mereka biasanya orang indonesia timur yang berbadan gelap semacam ambon atau kupang.biasa nongkrong di lampu merah dan halte bis sambil bawa buku tebal catatan kendaraan motor bermasalah.kroyokan dan maksa mereka lakukan untuk tarik motor.kalo saya saranin yang punya motor bermasalah dengan leasing mending ganti plat nomer,masih mending kena masalah ama polis yang ujung2nya 50rb daripada kena sama preman tarik motor macam itu


Newbie OON nih, gak cerdas sama sekali. cuma bisa nguap doang, kgk make otak
extrazonk - 15/10/2012 01:06 PM
#673

Quote:
Original Posted By witch_fake

btw agan2 mau jadi nasabah pengemplang kredit, jangan tanggung2... masa ngemplang kredit motor yang cuman seharga 10jutaan, kasian sekali nasib agan2....kalau mau ngemplang tuh triliunan atau milyaran......
maksud ane bukan ngajarin agan2 untuk ngemplang yah...
kalau agan2 mau niat ngemplang,apalagi ngemplang kredit motor justru agan2 sendiri yang rugi...karena nasabah leasing akan terdaftar juga di database Bank Indonesia, kalau agan2 ngemplang maka akan di blacklist(dibaca: "buronan") di seluruh Bank di Indonesia dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia....


[I]Banyak nasabah yang tidak mampu melakukan angsuran kreditnya, tergantung dari kondisi nasabah itu sendiri, hal ini tidak bisa digeneralisasi bahwa nasabah tersebut mempunyai karakter yang kurang baik.

Contoh: Nasabah kehilangan kendaraannya karena penipuan/penggelapan, Apakah nasabah mengetahui kalau kasus penipuan/penggelapan tidak bisa cover asuransi? walaupun secara teknis nasabah menandatangani perjanjian tsb. Pada umumnya yang nasabah ketahui bahwa kendaraan tersebut telah di asuransikan, nasabah tidak mengetahui detail klausul yang tertera pada polis asuransi, sementara kendaraan tersebut satu-satunya sumber penghasilan nasabah. Maka kembali lagi ke proses prakredit yang dilakukan oleh para pihak. Apakah informasi yang disampaikan kepada nasabah sudah benar. Dan apakah nasabah sudah benar-benar memahaminya.

Dan mengenai SID (Sistem Informasi Debitur) atau biasa disebut dengan BI Cheking
berikut pengertiannya, SID/BI Cheking Merupakan suatu sistem yang dipergunakan untuk menghimpun dan menyimpan data fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang disampaikan oleh seluruh anggota Biro Informasi Kredit secara rutin setiap bulan kepada Bank Indonesia. Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan output berupa IDI (Informasi Debitur Individual) Historis. Lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit selanjutnya dapat mengakses SID selama 24 jam setiap hari untuk melihat data-data debitur yang disajikan secara individual dengan lengkap.
Ada beberapa kategori yang disajikan oleh BI Cheking ini

-Kolektibilitas 1 = Lancar
Adalah kondisi di mana pembayaran tagihan tepat waktu dan tidak ada tunggakan yang melebihi batas waktu Jatuh Tempo.
-Kolektibilitas 2 = Dalam Perhatian Khusus
Adalah kondisi di mana pembayaran tagihan dilakukan pada 1 - 90 hari kalendar setelah Jatuh Tempo.
-Kolektibilitas 3 = Kurang Lancar
Adalah kondisi di mana pembayaran tagihan masih belum dilakukan pada 91 - 120 hari kalendar setelah Jatuh Tempo.
-Kolektibilitas 4 = Diragukan
Adalah kondisi di mana pembayaran tagihan masih belum dilakukan pada 121 - 180 hari kalendar setelah Jatuh Tempo.
-Kolektibilitas 5 = Macet
Apabila pembayaran tagihan masih belum dilakukan setelah lewatnya 180 hari kalendar setelah Jatuh Tempo.
-DHN (Daftar Hitam Nasional)
DHN adalah informasi mengenai identitas pemilik rekening yang melakukan penarikan Cek dan/atau Bilyet Giro Kosong baik melalui kliring maupun loket bank (over the counter).
Cek/Bilyet Giro Kosong adalah Cek dan/atau Bilyet Giro yang pada saat dicairkan dananya oleh Pemegang baik melalui kliring maupun melalui loket bank secara langsung, ditolak pembayarannya/pemindahbukuannya oleh bank dengan alasan "saldo rekening giro tidak cukup" atau “rekening giro telah ditutup".

Kondisi dan beberapa kategori kolektibilitas tersebut pada umumnya digunakan oleh perbankan, dan tidak menutup kemungkinan beberapa perbankan menerapkan kebijakan yang berbeda terhadap SID ini.
Dan SID ini hanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan saja oleh pihak perbankan dalam melakukan pencairan dana kreditnya. Artinya kalopun calon debitur mempunyai histori kolektibilitas 5/macet sekalipun, dana yang dibutuhkan nasabah bisa saja dicairkan oleh pihak perbankan, tentunya dengan beberapa catatan.
Misal pinjaman 10 juta kolektibilitas 5/macet, sementara ada pinjaman yang masih berjalan sebesar 500 juta dalam kondisi lancar, dan si calon nasabah tersebut bisa menjelaskan alasan kenapa terjadi kolektibilitas 5/macet tersebut.

No Offense, no hard felling gan.
Serem banget kalo agan analogikan penunggak angsuran sebagai pengemplang piutang bahkan agan sebut sebagai "buronan"[/I] .
Ane hanya share informasi saja, jangan sampe publik justru akan antipati terhadap lembaga keuangan. Entar yang rugi justru lembaga keuangan itu sendiri. Dan harapan ane, agan sebagai petinggi leasing sebaiknya bisa memberikan informasi yang utuh kepada publik.
BKZ - 15/10/2012 01:15 PM
#674

Quote:
Original Posted By marsipaturetena
Ad*ra paling bangke lah...

udah pake acara denda...pake acara ngasih dp murah
trus main tarik gak ada rasa gmn gitu...

mudah2an dp makin mahal aja
dan tranportasi massal diatasin



setuju gan!!
verstappen - 15/10/2012 02:48 PM
#675

asyiiikkk ... bayar DP sama nyicil sekali aja ah kalo gitu, ke dealer
junkcut - 16/10/2012 12:45 PM
#676

Quote:
Original Posted By ubigs
kalo diperketat calon pembelinya jadi kendaraan roda dua makin jarang.

gapapa gan justru bagus jalanan biar ga tambah macet karna lautan motor..
chocolatenet - 16/10/2012 06:38 PM
#677

KALO MENURUT GUA B.*.F setannn...
motor wa ilang seminggu drumah gak dapat ganti malah wa dbilang ngutang sialaann..
n sekarang lesingg caciinng belum 2 bulan mw ngebet tareeekk aja tuh motorr sialann bgt padahal dah telp pusat byar 2 blan langsung ni lesing pa yang deptcoletror yg gak beenerrr...
html359 - 17/10/2012 01:08 AM
#678

Nah buat agan agan yang cari nafkah di leasing /lembaga pembiayaan segeralah urus sertifikat fidusia konsumen. Berkat adanya thread ini, sebagian kaskuser melek akan arti pentingnya fidusia. Gak adalagi ancaman tarik kendaraan sembarangan. Gak adalagi ancaman leasing dengan KUHP pasal penggelapan dan penipuan.

Kalau memang diperlukan mari sama sama kita sosialisasikan tentang aturan sertifikat fidusia ini, toh selain melindungi konsumen dan leasing Pada akhirnya dengan diberlakukanya pmk 130 akan mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kebetulan beberapa rekan juga kerja di leasing praktik pungutan fiducia kepada konsumen sebetulnya sudah diberlakukan oleh leasing leasing nakal, dengan kata lain uangnya diambil leasing tapi gak disetor ke negara melainkan dianggap sebagai instrumen tambahan keuntungan bagi leasing. Biadab memang melihat prilaku leasing yang hanya berorientasi pada keuntungan.

kalo manurut link ini http://www.berita2.com/daerah/jawa-timur/10860-adira-finance-diduga-gelapkan-uang-negara-miliaran-rup iah.html/ adira merupakan perusahaan yang kurang ajar gan. masa duit setoran kenegara dimakan sendiri.

Buat agan yang peduli dengan fidusia mari kita share informasi ini ke facebook, twitter dan social media lainya. Dengan langkah kecil kita dapat mengedukasi teman teman yg terzalimi oleh leasing.

Buat yang di leasing no offense ya. ini hanya opini
tottorotooot - 17/10/2012 08:26 AM
#679

Harusnya tambah pemerintah dan perusahaan leasing membuka aturan maen selengkapnya, jangan disembunyiin, dan pake aturan yang jelas jangan ngejerat konsumen.

Dari komen kaskuser aja udah keliatan bahwa masyarakat kita nganggep leasing = kredit ato utang, padahal leasing adalah sewa/ sewa beli dengan perjanjian tertentu. Salah satu kriterianya adalah kapasitas penyewa yang dianggap mampu dalam keadaan normal. Itu alesan adanya survey.
Masalahnya karyawan banyak maen tembak, asal deal, aman di pencairan insentif, target kena....ngajarin konsumen ga bener malah.

Kalo pengen fair,sales/surveyor yang bilang kredit bisa masuk ke penipuan, soalnya leasing ama kredit beda jauh, kaya bumi ama langit. Apalagi narik konsumen yang kapasitasnya kurang, yang salah surveyornya juga, masalahnya manajer yang nyuruh malah.

Kalo menurut ane, mending beli bekas cash, sambil ngumpulin duit buat beli yang mendingan, trus nabung sampe bisa beli baru.
Lagian leasing motor 12 jtan, tingkat bunga 24%an setaun x 3 taun jatohnya 12 jutaan dengan harga motor setelah 3 taun paling cuman7,5 jutaan bahkan kurang.
Penurunan nilai sebesar 12.5 jutaan selama 3 taun ato 4 jutaan setaun, hampir 400rban sebulan, mayan kalo dipake beli motor bekas masih mendingan.
html359 - 17/10/2012 10:32 AM
#680

Quote:
Original Posted By witch_fake
betul ane sependapat dengan agan...selama belum didaftarkan fidusianya, pihak leasing tidak punya kekuatan hukum apabila pihak leasing melakukan PENARIKAN.

di UU No.42/1999 tidak mengatur kapan dan berapa lama sejak perjanjian ditandatangan harus didaftarkan fidusia.


kalau di UU memang tidak mengatur kapan dan berapa lama perjanjian harus didaftarkan fidusia. makanya di pertegas dengan PMK 130 tahun 2012 tentang fidusia, dimana dalam pasal 2 tertuang secara jelas bahwa "Perusahaan pembiayaan wajib mendaftarkan jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal perjanjian pembiayaan"

semakin menarik nih, nunggu jawaban agan witch_fake yang katanya orang leasing terbesar di indonesia, sambil nunggu bantahan-bantahan secara hukum oleh agan extrazonk yang katanya anak ekonomi semester dua di DO .
Page 34 of 35 | ‹ First  < 29 30 31 32 33 34 35 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > [Kabar Gembira] Leasing dilarang tarik kendaraan motor yang belum lunas