Militer
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > [Simbah Veteran] Kisah Ayah Panglima, Komandan Peleton Serbu Militer Belanda
Total Views: 3006
Page 1 of 2 |  1 2 > 

blue.daning2000 - 09/10/2012 06:22 PM
#1
[Simbah Veteran] Kisah Ayah Panglima, Komandan Peleton Serbu Militer Belanda
Kisah Ayah Panglima, Komandan Peleton Serbu Militer Belanda
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Selasa, 09 Oktober 2012 14:40 WIB



Ayah Panglima Foto: Chairul Sya'ban | The Globe JournalAyah Panglima


http://www.theglobejournal.com/Feature/kisah-ayah-panglima-komandan-peleton-serbu-militer-belanda/ind ex.php

Lhoksukon - Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap sudah berusia 67 Tahun. Di usia yang sudah matang itu cukup banyak prestasi yang telah diraih. Namun, seperti apa nasib para veteran yang ada di Aceh dan sekitarnya? Adakah mereka bahagia?.

Senin, 09 Oktober 2012, disebuah warung kopi Kota Lhokseumawe, tibalah seorang kakek renta yang mengenakan pakaian ala militer lengkap dengan pangkat dan jabatan. Tinggi badannya hanya 160 cm, semua kulit tubuhnya mulai keriput, disertai dengan urat-urat hijau yang mulai terlihat. Di pinggang kakek yang renta itu, terselip rencong yang ukurannya sekitar 30 cm. Penasaran dengan gaya dan sikap si kakek yang unik penuh kreatif, The Globe Journal mengajaknya untuk berbincang sejenak mengenai pengalaman hidupnya. Ternyata ia mantan Komandan Peleton I di tahun 1942.

Nama lengkapnya adalah Abdul Aziz Mahmud, sebagian orang sering memanggil dengan sebutan Ayah Panglima. Beliau dilahirkan di Desa Tambon Baroh, Dusun 4, Kecamatan Dewantara, hari Kamis tanggal 29 Desember 1921. Ayah Panglima menyebut dirinya bahwa dimasa pertempuran antara RI dengan Belanda, tiga tahun sebelum kemerdekaan RI, ia berpangkat Letnan Dua Infantri (Letda. Inf), dengan jabatan Komandan Kompi 21, Danton I Kelas II, dan Danyon-VI.

Sembari menikmati kopi khas Aceh, Ayah Panglima menceritakan singkat kisah hidupnya sebagai pejuang dan veteran. "Masa itu, saya bergabung sebagai pejuang di usia 30 tahun,'' katanya dengan senyum sumringah tanpa gigi lagi. Mantan pejuang ini terlihat semangat, tak ada kelelahan yang terlihat dari raut wajahnya yang dimakan usia.

"Pertama kali saya tugas di Kuala Simpang. Disana, saya tidak sendiri, tapi ada satu kompi yang berjumlah sekitar 13 orang pada masa itu,'' katanya lagi.

Di Kuala Simpang itu, 13 personel atau satu kompi diserang habis-habisan oleh militer Belanda yang sedang melintas di jembatan Kuala Simpang. "Allah Maha Penyayang, kami tak ada yang gugur ketika diserang ratusan personel Belanda dengan senjata lengkap. Sebelum penyerangan, kami sudah menunggu militer Belanda di bawah jembatan. Alhasil, dua orang personel Belanda saat itu gugur ditempat''. Meski tak ada yang gugur, namun tiga timah panas berhasil menembus tangan Ayah Panglima dan kedua paha kiri dan kanan.

Sambil bercerita, veteran ini menunjukkan bekas luka tembakan di kedua pahanya dan tangan. "Meski saat itu saya terkena tembakan, namun kami tetap melakukan penyerangan dengan senjata jenis LE. Saya tidak peduli, walaupun darah mulai membasahi kedua paha dan tangan saya,''. Penyerangan tersebut berlangsung selama setengah hari, kata Ayah Panglima. Usai penyerangan dilakukan tim Ayah Panglima yang masa itu dipimpin oleh Detasemen 3, Letkol. Inf. Tgk. Hanafiah Teupin Raya, bergegas meninggalkan tempat untuk beristirahat.

Sambung cerita, pada tahun 1944, Ayah Panglima bersama 13 personel lainnya bergerak pindah tugas di Kawasan Kota Langsa. Kemudian, mereka beristirahat di kawasan Geubang, perbatasan antara Aceh dengan Sumatera Utara, tahun 1945. "Setelah mendengar bahwa Indonesia telah merdeka, maka kami pun mulai istirahat tahun 1945,'' tutup Abdul Aziz alias Ayah Panglima.

Kini, veteran tersebut hanya berjalan setapak di panasnya terik matahari dan tak lekang dari pakaian militer lengkap pangkat dan jabatan. Ayah Panglima memiliki satu isteri (cerai) dan dua anak. Ayah kandung Aziz bernama Serda Mustafa Adam yang telah meninggal di usia 56 tahun saat masa penjajahan Belanda. Kini, Aziz tinggal dirumah semi permanen ukuran 9x6 yang merupakan bantuan dari mantan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin AS, enam tahun yang lalu. Dan sampai sekarang, Aziz masih terima jerih keringatnya tiap bulan muda senilai satu juta tiga ratus.

Berikut ini, adalah rincian dari Ayah Panglima terhadap nama-nama personel veteran RI Detasemen 3 di masa penjajahan Belanda, yang ikut menyerang belanda di Kuala Simpang.

- Serka Cut Bang Geuchik Thaib Uteun Geulinggang (usia 96 tahun),

- Serka Hasan (almarhum, usia 78 tahun)

- Serka Cut Bang Ali Machan (almarhum, usia 88 tahun)

- Sertu Peutua Balu (almarhum, usia 64 tahun)

- Lettu Ben Puteh Tulot (masih ada, lahir 1912)

- Serma Yahya Blang Pala (almarhum, usia 88 tahun)

- Sertu T. M. Risyad (usia 70 tahun)

- Serka Tgk. Arfan Bin Buleun.

"Sebanyak 126 negara di dunia ini, yang merdeka di hari Jum'at adalah hanya negara Republik Indonesia, yaitu hari Jum'at, 17 Agustus 1945 tepat bulan Ramadhan,'' tutup Aziz.



=============================================

LE

Lee Enfield ya......
humantyphoon - 09/10/2012 06:37 PM
#2

hormat grak

keknya lee enfield, ratusan? gila 13 orang lawan ratusan

ketembak pula, gada matinya emang pejuang, btw gada yg make bamboe?
kensama - 09/10/2012 06:51 PM
#3

Ada yg aneh gk dari ceritanya? mungkin karena udah sepuh. Tetep salut dengan semua veteran kita
blue.daning2000 - 09/10/2012 06:53 PM
#4

Quote:
Original Posted By humantyphoon
gila 13 orang lawan ratusan

ketembak pula, gada matinya emang pejuang, btw gada yg make bamboe?


saingannya Mbah berkumis

alexander hagal - 09/10/2012 07:12 PM
#5

salam hormat kami dari formiler kek...semoga kakek senantiasa selalu diberikan kesehatan dan kekuatan

satu lagi yang bikin ane bahagia adalah ternyata KODAM iskandar muda tidak melupakan beliau dengan tetap memberikan uang pensiun sebesar Rp 1.300.000

wahyubison - 09/10/2012 07:28 PM
#6

hmm cuman bisa bilang salut ma si pejuang, semoga generasi muda meniru semangat juang pantang menyerah dan cinta untuk mempertahankan NKRI jangan sampai generasi muda kita malah gemar miras, madat, dan tawuran
stuka1788 - 09/10/2012 08:13 PM
#7

Quote:
Original Posted By humantyphoon
hormat grak

keknya lee enfield, ratusan? gila 13 orang lawan ratusan

ketembak pula, gada matinya emang pejuang, btw gada yg make bamboe?


13 orang pake Lee-Enfield
Satu Lee-Enfield maks isinya 10 peluru, jadi ada 130 peluru
kalau lawan 100 orang langsung kena ya berarti masih sisa 30 peluru, so it's plausible

Lagian kadang orang di posisi kayak gitu mana sempat ngitung jumlah musuh satu2, bisa jadi musuh cuman 50-70an orang dibilang ratusan. Tetapi mengingat personel sendiri cuman 13 orang, ane salut

Mitos bamboe roentjing pun terpecahkan, hayooo, Lee-Enfield Strooooong!!....

Quote:
Original Posted By kensama
Ada yg aneh gk dari ceritanya? mungkin karena udah sepuh. Tetep salut dengan semua veteran kita


Iya, ada yang aneh, terutama mengenai tanggalnya.

Tiga tahun sebelum kemerdekaan RI berarti tahun 1942, sementara kesatuan nasional yang paling primitif, yaitu BKR baru terbentuk pada 1945.

Dibilang bahwa pertempuran mulai pada 1944, padahal saat itu masih Perang Pasifik, yang artinya seharusnya yang menjajah Indonesia adalah Jepang, bukan Belanda. Aneh aja kalau kemudian pada tahun segitu bisa lawan Belanda, plus pake Lee-Enfield pula, karena kalau bisa pake rifle, seharusnya yang umum waktu itu adalah Mauser atau Arisaka.

Kemungkinan sih berhubung beliau udah sepuh, ya agak lupa2 ingat, mungkin kejadian tahun 1945 dibilang 1942, tahun 1947 dibilang 1944, dan 1950 dibilang 1945. Tapi ya sudahlah, nggak usah terlalu dibahas. Yang penting semangat juangnya saja yang kita tiru.

Setuju, kawan-kawan?
cherrypopper - 09/10/2012 08:36 PM
#8

^^^^^
yupp sepakat.. yg penting beliau pernah berjuang melawan penjajah.. maslah tahun yg selip, umur gak bisa bohong
bluerider6089 - 09/10/2012 10:05 PM
#9

udah untung di usia segitu ini old soldier ga pikun,....HEBAT !

coba klo beliau pensiunan eks eselon 1,....6 bulan pension langsung PIKUN ( apalagi klo tiba2 terjerat kasus ... )......
toruwijaya - 09/10/2012 11:11 PM
#10

mungkin maksudnya masa revolusi (1945-1949)
kemerdekaan indonesia versi belanda kan taun 1949 (walaupun sekarang ud diakui taun 45)

dan misinya mungkin misi sergap/sabotase
linud266 - 10/10/2012 12:43 AM
#11

old soldier never die!!
mantab mbah

Lagi ngebayangin Lee Enfield beraksi...1 ton vs 1 ki
MrBhass - 10/10/2012 04:53 AM
#12

^^
Nah ini yang baru namanya perang gerilya
13 vs 100 orang...

Dan memang engagement di perang kemerdekaan banyak yang pejuang kita outnumbered dan outgunned
lovessapilover - 10/10/2012 08:14 AM
#13

make LE, kalo yg ditembakin bawaannya cma stengun atw thompson dari jarak >500m .... ya berasa kaya metik buah di kebun anggur.
blue.daning2000 - 10/10/2012 08:28 AM
#14

Quote:
Original Posted By lovessapilover
make LE, kalo yg ditembakin bawaannya cma stengun atw thompson dari jarak >500m .... ya berasa kaya metik buah di kebun anggur.


apa ada infantri jaman segitu yang bawa SMG semua?

paling kru / sopir belanda yag cuma bawa sten
NooBz - 10/10/2012 09:06 AM
#15

erm iya ceritanya banyak tanggal yang aneh...

beliau lahir tahun 1921.. bergabung sebagai pejuang umur 30thn ...harusnya 1951 donk...

namun mengingat 2012-1921 =91 thn... kayaknya bisa dimaklumin kalo ingatan beliau banyak yang sudah lupa atau sering salah paham...

anyway salut pada semangat juang beliau...

and ingat perang kemerdekaan tentara kita pake LE ya dak pake bambu runcing....;)
RTAK.II - 10/10/2012 10:01 AM
#16

Quote:
Original Posted By blue.daning2000

...Sambung cerita, pada tahun 1944, Ayah Panglima bersama 13 personel lainnya bergerak pindah tugas di Kawasan Kota Langsa. Kemudian, mereka beristirahat di kawasan Geubang, perbatasan antara Aceh dengan Sumatera Utara, tahun 1945. "Setelah mendengar bahwa Indonesia telah merdeka, maka kami pun mulai istirahat tahun 1945,'' tutup Abdul Aziz alias Ayah Panglima...



mungkin simbah ini salah mengira bahwa tanggal 17 Agustus 1950, hari berdirinya RIS (republik Indonesia Serikat) yang merupakan tanggal berakhirnya kekuasaan NICA di Indonesia sesuai perjanjian KMB sebagai hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, maklum jaman itu belum ada televisi dan Internet, radio pun hanya orag kaya yang punya ditambah simbah lama bergerilya tak tahu kabar berita....
layangankertas - 10/10/2012 10:17 AM
#17

Banyak yg ganjil pd kisah beliau. tp mengingat usia beliau yag mnrt perkiraan gw berdasar kisah tersebut kini sekitar 100 tahun, maka jika ada kekeliruan menyebut tanggal, tahun, dan angka itu adalah wajar.
Hormat utk beliau.
cherrypopper - 10/10/2012 10:38 AM
#18

Quote:
Original Posted By RTAK.II
mungkin simbah ini salah mengira bahwa tanggal 17 Agustus 1950, hari berdirinya RIS (republik Indonesia Serikat) yang merupakan tanggal berakhirnya kekuasaan NICA di Indonesia sesuai perjanjian KMB sebagai hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, maklum jaman itu belum ada televisi dan Internet, radio pun hanya orag kaya yang punya ditambah simbah lama bergerilya tak tahu kabar berita....


naahhh.. ini analisa soal tanggal yg paling mengena.. thanks..

Quote:
Original Posted By layangankertas
Banyak yg ganjil pd kisah beliau. tp mengingat usia beliau yag mnrt perkiraan gw berdasar kisah tersebut kini sekitar 100 tahun, maka jika ada kekeliruan menyebut tanggal, tahun, dan angka itu adalah wajar.
Hormat utk beliau.


betul sekali bro.. yg jelas, beliau ttp terima tunjangan pensiun veteran.. ini menunjukkan bahwa beliau memang betul2 pejuang, terlepas dari kekeliruan tanggal dan waktu..
stuka1788 - 10/10/2012 11:50 AM
#19

Quote:
Original Posted By linud266
old soldier never die!!
mantab mbah

Lagi ngebayangin Lee Enfield beraksi...1 ton vs 1 ki


Itulah, udah lupakan itu Bamboe-roentjing setrong....

Sekarang mulai Lee-Enfield seteroooooooooong!!!..........


Quote:
Original Posted By MrBhass
^^
Nah ini yang baru namanya perang gerilya
13 vs 100 orang...

Dan memang engagement di perang kemerdekaan banyak yang pejuang kita outnumbered dan outgunned




Quote:
Original Posted By blue.daning2000
apa ada infantri jaman segitu yang bawa SMG semua?

paling kru / sopir belanda yag cuma bawa sten


Quote:
Original Posted By lovessapilover
make LE, kalo yg ditembakin bawaannya cma stengun atw thompson dari jarak >500m .... ya berasa kaya metik buah di kebun anggur.


Lha bukannya infanteri Belanda saat itu juga mbawa M1 Garand kan ya?
Kalau jarak masih 800m mah lawan Garand berat juga....

Lagian bukan berarti peluru Sten nggak bisa mencapai lebih dari >500m lho ya, cuman paling jarak segitu udah nggaber :P

Quote:
Original Posted By NooBz
erm iya ceritanya banyak tanggal yang aneh...

beliau lahir tahun 1921.. bergabung sebagai pejuang umur 30thn ...harusnya 1951 donk...

namun mengingat 2012-1921 =91 thn... kayaknya bisa dimaklumin kalo ingatan beliau banyak yang sudah lupa atau sering salah paham...

anyway salut pada semangat juang beliau...

and ingat perang kemerdekaan tentara kita pake LE ya dak pake bambu runcing....;)


Pokoke Lee-Enfield seteroooooooong!!!......

Nggak cuman pake Lee-Enfield koq, ada yang pakai Garand, ada yang pake Mannlicher, ada yang pake Mauser, ada yang pake Arisaka juga.
hit_douglas - 11/10/2012 12:04 AM
#20

Salut buat si Mbah..

Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai sejarah dan para pahlawan nya..
smoga smangat juang si mbah bs d tiru sama para penerus bangsa..

Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > [Simbah Veteran] Kisah Ayah Panglima, Komandan Peleton Serbu Militer Belanda