Medan
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Medan > [NEWS]☆☆ SUMUT dalam Berita ☆☆
Total Views: 28864
Page 17 of 135 | ‹ First  < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 >  Last ›

DIVISI 61 - 23/03/2010 07:35 PM
#321

Selasa 23/03/2010, 17.41 WIB
Polres KP3 Tangkap 4 TSK Bandar Judi
Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara
Quote:
BELAWAN | DNA - Polres KP3 Belawan kian gencar melakukan penegakkan hukum termasuk pemberantasan Judi Togel di wilayah hukumnya, menyusul ditangkapnya 4 tersangka bandar togel di kawasan Krakatau Medan hingga Marelan berikut sejumlah barang buktinya berupa uang, handphone, buku rekap maupun pulpen untuk menuliskan nomor.


(foto:dnaberita/sguelao)
Keempat tersangkan Bandar Judi hanya bisa pasrah setelah diciduk Polres KP3 Belawan kini menanti masa hukuman yang bakal dihadapi.

Kasatreskrim Polres KP3 Belawan AKP Dony Alexander Sik pada pemaparan Persnya, Selasa (23/3) di Mapolres KP3 Belawan menyebutkan, aksi perjudian yang dilakukan keempat tersangka sudah lama diincar petugas dan berkat kejelian dan kerjakeras unit Reskrim bersama masyarakat berhasil diringkus empat tersangka ini pada Kamis 18 Maret 2010 lalu di Jalan marelan Pasar III dan Ujung Barat Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan yang besar dugaan merupakan bandar Togel.

"Sekali putar mereka beromset puluhan juta rupiah mereka dinilai melanggar Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka guna pengembangan selanjutnya", kata Donny.

Keempat tersangka masing-masing Suherman (33) Warga Jalan Pembangunan Gang Tapian Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur, Chandra alias Chan (31) warga Pasar II Barat gang Ceret Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Khong Hwa (44) Warga Jalan Amal Lingkungan VI Kelurahan Pulo Brayan, Ibrahim alias Baim (28) warga Marelan Pasar II Barat Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 5 buah kalkulator, uang senilai Rp2.804.000,-, Handphone sebanyak 6 unit, 40 buah Pulpen, 30 buku Rekapan, 16 karton serta buku tafsiran mimpi.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka Suherman, ia menyangkal dituding selaku bandar menurutnya ia baru saja menjalankan perjudian itu karena kesulitan ekonomi namun ia tak membantah kalai penghasilan dari aksi jujur dilarang ini menghasilkan uang Rp10 juta rupiah persekali main, kalau tahu begini jadinya saya takkan mau bang, ujarnya menyesal sembari menundukkan kepalanya saat ditanyai DNAberita.


sumber
SATPAM_RPM - 23/03/2010 07:52 PM
#322

ga ada berita pembunuhan yah
DIVISI 61 - 23/03/2010 07:54 PM
#323

Quote:
Original Posted By SATPAM_RPM
ga ada berita pembunuhan yah


blom ktemu
Mon10 - 23/03/2010 09:23 PM
#324

Quote:
Original Posted By SATPAM_RPM
ga ada berita pembunuhan yah


uda dengar kabar??? bukan pembunuhan sih...

ada cewe disiram air keras pas naek angkot?

pelakunya naik king, kebetulan cewe itu duduk di bangku tempel angkot. tragis!!! wajah dan badannya lonyot kayak lilin :

Motif :
kemungkinan tuh cewe main serong dengan suami orang

Lokasi :
didepan bank jabar / cambridge

Korban :
selain cewe itu sebagian penumpang juga kecipratan air keras, kasihan
puma61 - 24/03/2010 09:50 AM
#325

Pembangunan Bandara Kualanamu
Masih Serap Dana Sekitar Rp 3,1 Trilitun
Quote:
LUBUKPAKAM | DNA - Hingga saat ini pelaksanan pembangunan Bandara Kuala Namu masih menyerap anggaran sekitar Rp 3. 1 triliun yang meliputi sisi udara sekitar Rp 1, 5 triliun dan sisi darat sekitar Rp 1,6 triliun.


(foto:dnaberita/khairunnisya)

Angkasa Pura II yang mendapat tugas membangun sisi darat, meliputi pembangunan terminal penumpang, cargo.”Pelaksanaan pekerjaan sudah mencapai 50 persen,” Sebut Humas, Satker Angkasa Pura II, Wisnu, Rabu (24/3).

Pembangunan sisi udara (runway, taxiway, Apron dan system navigasi udara) telah mencapai 36 persen perkerjaan, yang dikerjakan Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,”Sisi udara telah menyerap anggaran sekitar Rp 1, 5 triliun, sedangkan untuk keseluruhan menelan anggaran sekitar Rp 3 triliun.”bilang Staf Keuangan, Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sigit Widodo.

Anggaran sekitar Rp 1, 5 triliun dipergunakan untuk perkerjaan lahan yang terdiri tiga tahap, meliputi tahap I pada tahun 2007 dengan pengupasan lahan (pembersihan bekas perkebunan PTPN 2 dan Puskopad) dengan anggaran Rp 40 miliar.

Tahap II untuk penimbunan runway, taxiway, Apron dan system navigasi udara menelan anggaran sekitar Rp 1, 2 triliun. Penimbunan dari sisi udara, dibutuhkan strategi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang terjadi dilapangan.

”Setiap rekanan yang menerima kontrak kerja, berkewajiban melakukan penelitian setiap kerjanya,”jelasnnya.

Hasil laporan penelitian dari rekanan diuji oleh konsultan (JayaCM-EMEKO-VINI) untuk dilakukan penelitian lanjutan. Pasalnya, tidak seluruhnya kondisi dibawa permukan areal bakal runway, taxiway, Apron dan system navigasi udara sama.Setiap permukan tanah, kondisi dibawahnya berbeda-beda.

”Lokasi bandara Kuala Namu merupakan bekas kuala (teluk), kan diperlukan penelitian lanjutan,”terangnya.

Meski sebelum pelaksanaan pemanbangunan Bandara Kuala Namu dimulai, berbagai lembaga perguruan tinggi dilibatkan dalam uji kelayakan kondisi bakal bandara Kuala Namu.

Terkait, adanya laporan setiap rekanan sehubungan rencana pelaksanan kerja. Akan berdampak didalam pengunaan anggaran yang bersumber dari APBN. Olehnya, pernah terjadi adendum sehingga terjadi penghematan sekitar Rp 5 miliar.

”Adanya laporan rekanan, bahwa tidak dibutuhkan tanah timbunan yang didatangkan dari luar lokasi bandara, pasalanya, tanah bekas pembersihan dapat dimanfaatkan,”katanya.

Masih menurut Sigit, hingga tahun 2010 ini, selain masih melakukan pemadatan lahan runway dengan mengunakan teklogi pembuatan gunung buatan sehingga terjadi pemadatan, kini telah memasuki tahap pengerasan taxiway (hotmix), Apron (semen cor).

”Untuk runway akan dihotmix dengan panjang sekitar 3750 meter dan lebar 60 meter, pada akhir 2011 mendatang,”tegasnya.



sumber
puma61 - 24/03/2010 10:10 AM
#326

MENELISIK LOKASI PITON RAKSASA PEMANGSA MANUSIA DI SUNGAI DENAI TEMBUNG
Warisan Gaib Para Leluhur
Quote:


LIMA hari pasca tragedi tewasnya M. Zakaria dimangsa ular piton, lokasi Sungai Denai (Percut –red) di alur Titi Tembung (dekat Titi Sewa –red) berangsur mulai sepi dari pengunjung. Antusias masyarakat yang ingin tahu terowongan tempat binatang melata itu bersemayam, perlahan surut. Pantauan POSMETRO MEDAN, meski masih ada beberapa warga yang datang ke lokasi, tapi volumenya sudah berkurang. Apakah perburuan ular pemangsa itu selesai?

“Tidak,” ucap Erwinsyah. Kepala Dusun I Desa Tembung, Kec. Percut Seituan, Deliserdang ini menegaskan, pihaknya masih tetap akan melakukan pencarian ular pemangsa manusia itu. Sebab, dikhawatirkan kalau itu tidak dilakukan akan menimbulkan korban baru.

“Hanya saja, dalam kondisi yang sangat ramai seperti terlihat pada hari - hari sebelumnya, tidak memungkinkan kita untuk melakukan pencarian. Karena kita khawatir, saat tengah melakukan pencarian timbul korban lain. Dan tentu saja keramaian juga akan mengganggu konsentrasi dalam mencari ular tersebut,” urai pria yang akrab disapa Pak Boy ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penggalangan dana dengan sistem door to door. Diharapkan, sumbangan yang terkumpul bisa membantu keluarga korban dan bisa digunakan untuk biaya operasional dalam perburuan.

“Untuk mencari ular pemangsa itu tentu kita membutuhkan dana untuk membayar paranormal atau pawang ular yang nantinya akan dilibatkan, selain untuk membantu keluarga korban,” pungkas Pak Boy seraya mengaku, saat ini sumbangan yang terkumpul sudah mencapai 2 jutaan dari empat dusun di Desa Tembung.

“Kita juga tidak menutup bagi warga lain untuk menyumbang uangnya. Sumbangan bisa diberikan melalui kepala dusun,” timpalnya.

Rencananya, sambung Pak Boy, hari (24/3) ini seluruh sumbangan sudah bisa terkumpul, sehingga besok (25/3) perburuan akan dilanjutkan.

Kawasan sekitar TKP memang dikenal angker. Itu diakui sejumlah warga di sana. Banyak kisah - kisah klenik yang membuat bulu kuduk berdiri dari tempat ini, terutama di sepanjang jalan dari Titi Sewa hingga Titi Tembung.

Pak Boy yang sejak lahir tinggal di kawasan itu menceritakan beberapa di antaranya. Seperti, bubusan atau terowongan yang ada di sekitar 100 meter dari Titi Sewa. Sejumlah warga meyakini, bubusan itu bersemayam siluman ular. Namun Pak Boy tak bisa memastikan apakah ada kaitannya dengan ular yang memangsa M. Zakaria (13) belum lama ini.

“Sekarang bubusan itu masih misteri. Letaknya yang berada di balik tembok, membuat bubusan itu tak kelihatan,” aku Pak Boy.

Menurutnya, dari bubusan itu sering terlihat ular tak berkepala. Sluman itu pun kerab menampakkan wujud kepada pengguna jalan.

“Karenanya tak heran kalau banyak warga yang mengalami atau melihat hal aneh saat melintas di jalan ini (dari Titi Sewa sampai Titi Tembung),” ucap Pak Boy.

Keangkeran tempat itu diamini praktisi supranatural Radhien Ahmadi Suwinotobroto. Paranormal yang berdomisili di Tanjung Morawa, Gg. Lokasi ini mengatakan kalau kondisi klenik yang masih kental di kawasan itu merupakan warisan gaib para leluhur yang dulu menetap di kawasan itu.

“Di kawasan itu dulunya ditempati orang - orang yang umumnya memiliki ilmu gaib. Ilmu mereka linuwih. Bekasnya bisa dirasakan hingga sekarang,” ucap Radhien Ahmadi.(jafar)

2 Jam Menulusuri Jejak sang Pemangsa

Kemarin (23/3), hari kelima pencarian piton pemangsa manusia terus dilakukan warga dibantu sejumlah pawang. Pencarian kali ini dilakukan dini hari sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.WIB dengan menurunkan 3 pawang ular, yakni Ponaryo, Dedi dan Hamid.

Perburuan piton yang menewaskan bocah berusia 13 tahun itu, melibatkan puluhan warga. Sebelumnya, warga sudah menemukan seekor piton sepanjang enam meter. Namun diyakini, itu bukanlah ular yang melilit Zakaria, bocah malang itu. Semakin meluasnya berita pemburuan piton pemangsa manusia ini, membuat Ponaryo dan dua temannya terpanggil untuk ikut melakukan pencarian.

Ponaryo, Hamid, dan Dedi merupakan perantauan asal Jogjakarta yang menetap di Tanjung Morawa. Mereka melakukan perburuan secara ikhlas, tanpa mengharapkan balasan sedikit pun.

“Kita sangat prihatin dengan adanya kabar kematian Zakaria akibat lilitan ular piton. Sehingga kami merasa terpanggil untuk ikut membantu warga mencari ular tersebut,” ujarnya.

Ponaryo yang mengaku memiliki kemampuan berkomunikasi dengan dunia ghaib, melakukan meditasi untuk meminta petunjuk memulai perburuan ular tersebut.

Dari hasil meditasi yang dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB ini, ular yang melilit Zakaria masih bersembunyi di rawa sekitar sungai. Di tempat itu masih ada 4 ekor piton lagi.

Dari informasi Ponaryo tersebut, Erwinsyah, Kepala Lingkungan I meminta segenap warga yang memiliki keberanian dan mental yang kuat untuk membantunya melakukan pencarian tempat persembunyian ular. Setelah melakukan koordinasi, berkisar pukul 02.00 WIB, tim pemburu yang terdiri dari sejumlah warga yang berkisar 20-an orang, sejumlah kru media,dan pawang memulai memasuki lahan bekas pembuangan limbah milik PT. Panca Pinang untuk melakukan pencaharian.

Untuk memasuki lahan kosong yang dipenuhi ilalang setinggi badan itu, Tim pemburu harus tiarap agar bisa melewati lobang yang hanya setinggi paha manusia dewasa.

Melihat kondisi lahan yang begitu luas dan dipenuhi ilalang, tim sempat mengalami kesusahan untuk melewati jalur yang dilalui.

Dengan sejumlah arit dan parang, tim mulai melakukan pencaharian kesetiap lobang dan semak yang diperkirakan tempat ular bersembunyi.

Bahkan dalam pencaharian tersebut didapati sejumlah lubang yang didalamnya terdapat bekas bulu ayam yang habis dimangsa sang ular, sebagai umpan warga sebelumnya.

Setelah bebrapa jam melalui jalur yang terjal dan penuh lubang, tim juga belum mendapatkan sinyal keberadaan ular yang dicari.

Dua jam berlalu mengitari areal lahan yang penuh dengan lalang tersebut akhirnya tim memutuskan untuk menghentikan pencaharian.

Melihat kondisi tim sudah mulai bosan karena tidak menemukan hasil buruannya, akhirnya Ponaryo memutuskan untuk melanjutkan pencaharian siang harinya.

“Saya lihat kawan-kawan sudah mulai lelah dan bosan, maka pencarian sebaiknya kita lanjutkan siang hari saja saja,”tukasnya.

Akhirnya tim pulang dengan tangan kosong, dan wajah penuh kekecewaan karena buruannya tidak berhasil ditemukan.(jafar/mag-21/smg)


sumber
puma61 - 24/03/2010 10:12 AM
#327

UNTUK DIJADIKAN ISTRI KE TUJUH, AKAD NIKAH LANGSUNG DISETUBUHI, TAK MAU NIKAH, AYAH CAMBUK ANAKNYA
Pengusaha SPBU Nikahi Murid SD

Quote:
ANDRI GINTING/SUMUT POS


Bunga (menutup wajah pakai sapu tangan) didampingi Ketua KPAID Sumut, Zahrim Pillian di kantor KPAID Sumut. Bunga dipaksa menikah dengan pengusaha SPBU berusia 60 tahun.

MEDAN-M Indra Bayuri (60) sudah punya 7 istri. Tapi pengusaha SPBU akrab disapa Haji Bay ini tak juga merasa puas, lalu menikahi murid kelas 6 SD sebagai istri ke tujuh. Pernikahan ini dipaksa ayah korban karena diiming-imingi 5 pintu rumah dan seunit sepedamotor. Jika korban menolak, si ayah mencabuk putrinya itu pakai tali punggang.

Sebut saja murid sekolah dasar itu Bunga. Bunga dipaksa ayahnya, Wagimin (48) warga Jl Mangaan I, Gg Bahagia, Kel Mabar, Medan Deli agar menikah dengan Haji Bay. Pernikahan secara siri melebihi kasus Syeh Puji ini berlangsung di rumah Haji Bay di Kabupaten Langkat. Di Medan, Haji Bay tinggal di Jalan Yos Sudarso, persis di sebelah Bank Mestika, Medan Deli.

Pernikahan di bawah umur ini terkuak setelah kakak Bunga, Rismawati (26) mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara, Selasa siang (23/3). Rismawati membeberkan bahwa adiknya telah dinikahkan ayahnya pada seorang pengusaha SPBU yang sudah punya 6 istri dan belasan cucu.

Rismawati juga membeberkan, adiknya Bunga selalu menolak untuk dinikahkan karena masih ingin bersekolah. Tapi ketika ucapan penolakan itu keluar dari bibir Bunga, ayahnya marah lalu menyiksa Bunga dengan sabetan tali pinggang.

“Kalau aku menolak, ayah melibas pakai tali pinggang,” katanya bocah berwajah cukup cantik yang menututpi wajahnya dengan sapu tangan.

Nah, tak kuasa menerima siksaan terus-menerus, pada 10 Oktober 2009 silam, Bunga menuruti perintah ayahnya pergi ke rumah Haji Bay di Langkat. Bunga juga ditemani ibunya, Ruspawatma. Tapi sebelum ke rumah Haji Bay, Bunga dibawa ke rumah seorang tuan kadi. Di situ Bunga dinikahkan.

“Waktu aku diajak ke rumah itu, aku terkejut karena di rumah itu sudah ramai orang. Aku kemudian dinikahkan,” katanya semakin tak bisa menahan tangis lalu tak mau lagi bercerita.

“Aku tidak tahu persis rumah mereka di Langkat. Aku hanya menerima cerita adikku saja,” ucap Risma sambil mengelus rambut adiknya.

Lanjut Risma lagi, pengakuan Bunga, rumah Haji Bay di Langkat bertingkat tapi ia tak tahu persis alamatnya. Bunga hendak disetubuhi di lantai dua rumah Haji Bay. Diduga, ibu Bunga tidak menyetujui pernikahan ini. Pasalnya, ketika Bunga dibawa ke lantai dua, ibunya menyusul dan menemukan anaknya dalam kondisi bugil. Ketika itu, Bunga direbahkan di atas meja, sedangkan Haji Bay menindihnya.

Melihat itu ibu Bunga marah dan meminta Bunga turun ke lantai satu. Permintaan tersebut dituruti Bunga. Tapi, Haji Bay marah dan memanggil ayah Bunga, Wagimin untuk mengamankan istrinya. Wagiman pun menarik istrinya yang diikuti Haji Bay membawa Bunga ke kamar di lantai satu. Di dalam kamar itulah Bunga berhasil disetubuhi.

Usai menyetubuhi Bunga, Haji Bay memarahi ibu Bunga tapi kemudian memberi uang kepada Wagimin sebesar Rp3 juta. Meski terjadi pertengkaran, ayah Bunga membawa istrinya ke Medan.

“Saat itu ibu marah sekali. Soalnya, awalnya tujuan ke Langkat hanya untuk acara peminangan, bukan pernikahan. Kenyataan berbeda. Dan setelah sampai di Medan, kemarahan ibu dilaporkan kepada polisi. Namun sayang, sudah lima bulan berlalu, kasus belum juga ditanggapi. Ada apa?” kata kakak Bunga bertubuh tambun ini.

KPAID Surati Poltabes Medan

Pengaduan Rismawati membuat KPAID Sumut berang. Usai memintai keterangan, KPAID menyurati Poltabes Medan dengan No B.3/021/KPAID-SU/III/2010, tertanggal 23 Maret.

“Kita terkejut mendengar kasus ini. Pengaduan sudah 5 bulan, namun belum ditanggapi oleh Poltabes Medan. Untuk itu KPAID Sumut melayangkan surat No B.3/021/KPAID-SU/III/2010, tertanggal 23 Maret, kiranya kasus Bunga dilanjuti kembali,” pungkas Jahrin Piliang, Ketua KPAID Sumut.

Masih kata Jahrin, didampingi Muslim Harahap SH, Ketua Pokja KPAID Sumut, mereka berharap agar kasus ini diproses dengan serius. Salah satu upaya dilakukan, selain Poltabes Medan, KPAID Sumut juga menyurati Gubernur Sumut, Kapoldasu, KPAI Pusat dan seluruh instansi lainnya.

Tak hanya itu, KPAID juga akan mencari lembaga yang dapat membantu Bunga. Baik itu memberikan bantuan hukum dan mengembalikan mental Bunga. (mula)


sumber
puma61 - 24/03/2010 10:16 AM
#328

SOAL PELAJAR DITUDUH CURI DVD :
Bripka Sudianto Penganiaya, Siswa SMK Dilapor ke Propam
Quote:
Rabu, 24 Maret 2010
LANGKAT-Intel polisi, Bripka Sudianto yang bertugas di Polsek Binjai, Selasa (23/3) akhirnya dilaporkan ke Propam Poldasu. Aparat ini dituding menganiaya AA (17) siswa Kelas III di ruang Kepala SMK Yayasan Pabaku, Desa Karang Rejo, Kec Stabat, Langkat.

Bripka Sudianto sebelumnya diketahui bertugas di Polsek Binjai Selatan. Munculnya nama Bripka Sudianto setelah POSMETRO MEDAN, Selasa (23/3) siang bersama Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kab Langkat, Drs Ernis Safrin Aldin serta beberapa pengurus lainnya menyambangi sekolah AA.

Kedatangan untuk mengklarifikasi kasus penganiayaan yang dilaporkan AA, disambut petugas sekuriti bernama Sugianto. Katanya, Kasek Sri Rahmadhani ada dan tim diminta menunggu.

Beberapa menit menunggu, seorang guru bernama RW Nainggolan datang. Tidak lama, Kasek SMP bernama Masdar Hidayat juga datang. Dari mulut kedua guru inilah , nama Bripka Sudianto diketahui.

“Kalau masalah pemukulan saya ngak tau. Tapi kalau anggota polisi yang datang kemari itu, namanya Sudianto. Dia sudah lama di sini. Memang kalau ada apa-apa, misalnya masalah di sekolah ini, kami lapor sama dia saja,“ ujar RW Nainggolan yang mengaku tak tahu pangkat si oknum itu.

Disinggung soal kecurian DVD, para guru itu yakin pelakunya adalah AA cs. “Yang mengambil barang itu adalah AA bersama PS. Sedang yang menjual adalah DD. oleh DD, barang yang mereka curi dijual ke kawasan Tandem. Uangnya mereka bagi-bagi,” tuding W Nainggolan ditimpali Masdar Hidayat.

Lanjut Masadr Hidayat, persoalan itu sebenarnya sepele dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Hanya saja, orang tua AA terlanjur datang memaki-maki mereka.

Dijelaskan Masdar Hidayat, dalam kasus pencurian ini, beberapa barang yang hilang adalah DVD, kabel las listrik, tape kompo, baterai mobil dan beberapa barang lainnya.

Sementara Kasek SMK, Sri Rahmadhani yang sebelumnya diakui sekuriti ada di tempat, tidak bersedia ditemui. Menurut Masdar, kasek tersebut sedang buru-buru mengantarkan soal ujian ke dinas.

“Maaf pak, ibu itu tidak bisa ditemui, karena sedang sibuk. Sekarang mau pergi mengantarkan soal ujian ke dinas,“ terang Masdar.

Menyikapi persoalan ini, Ketua KPAID Langkat, Drs Ernis Safrin Aldin mengaku akan segera melaporkan Oknum Polisi tersebut ke Propam terkait dugaan penganiayaan yang dilakukannya terhadap seorang pelajar.

“Kita datang ke sekolah itu untuk mengetahui siapa oknum petugas yang melakukan pemukulan terhadap pelajar itu. Setelah kita mendapatkan identitasnya, maka persoalan ini akan segera kita laporkan ke Propam atau ke atasan yang bersangkutan. Pasalnya tindakan oknum polisi itu jelas telah menyalahi aturan,” katanya.

Apapun alasannya, lanjut Ernis Safrin, tindakan oknum melanggar aturan dan UU No 22 Tahun 2003 Tentang Penghapusan Tindak Kekerasan Terhadap Anak. “Apalagi melakukan interogasi di ruangan Kepala Sekolah. Lagipula apa kaitannya dengan petugas tersebut hingga melakukan tindakan penganiayaan?”ujar Ernis.

Kapolsek Binjai AKP M Dahlan, membenarkan Bripka Sudianto adalah anak buahnya. “Ya betul, itu anggota saya,” katanya seraya mengaku, tidak ada memerintahkan anggotanya itu sebagai pengawas di Sekolah Pabaku. (darwis)


sumber
puma61 - 24/03/2010 07:34 PM
#329

Kasus Dugaan Korupsi Langkat Makin Kabur

Quote:
MEDAN-Kasus dugaan korupsi sebesar Rp102,7 miliar di Pemkab Langkat semakin kabur meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penyelidikan dan datang ke Pemkab Langkat. Tapi, kenyataannya tak satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal, begitu kasus tersebut terungkap atas adanya laporan dari Ketua BPK RI, Anwar Nasution kepada KPK dengan surat pengaduan Nomor 26/R/S/I-XXV/03/2009 bertanggal 16 Maret 2009, KPK langsung melakukan penyelidikan dan datang ke Langkat. Bahkan, Mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin ikut mengembalikan uang Rp67 miliar dan itu sudah dicatat oleh KPK. Kenyatannya, kasus ini belum ada ditetapkan tersangka. Munculnya kasus dugaan tindak pidana korupsi di masa kepemimpinan mantan Bupati Langkat
Syamsul Arifin, ketika pemerintah pusat mengucurkan dana bantuan sosial senilai Rp50 miliar.

Anggaran ini dipergunakan untuk rehabilitasi fisik dan konstruksi. Namun, pada perjalanannya, penggunaan dana rehabilitasi itu pun terindikasi tidak bisa dipertanggungjawabkan. Lantas apa tanggapan Syamsul Arifin yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utaran
soal pengembalian uang itu? Dia tak mengakuinya.

“Saya tidak tahu itu,” katanya ketika ditemui wartawan koran di lapangan Gajah Mada Medan, beberapa hari lalu. Saat hal itu dikonfirmasi ke KPK yang ketepatan hadir dalam acara seminar di Aula Martabe Kantor Gubsu, (18/3) lalu, melalui Penasehat KPK, Prof Said Zainal Abidin juga enggan memberikan komentarnya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Langkat.

“Kita percayakan saja kepada penyidik, saya tidak bisa berkomentar untuk persoalan kasus korupsi Langkat,” ujarnya.
Tapi, kabarnya kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejatisu untuk melakukan pengusutan lebih lanjut. Namun, hingga saat ini belum ada kepastiannya. Tapi, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, Erbindo Saragih mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan saksi, bisa saja dimintai keterangan saksi yang telah diajukan ke presiden. “Namun sampai sekarang ini belum ada balasan suratnya,” ucapnya.

Ketika disinggung persoalan kasus tindak pidana pasca adanya supervisi antara KPK dengan Kejatisu untuk kasus dugaan korupsi Kabupaten Langkat, Erbindo mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengumpulan bukti dan meminjam barang bukti yang telah dipegang oleh KPK. (ril)



sumber
puma61 - 24/03/2010 07:37 PM
#330

Terkait Kebocoran Naskah Soal UN
Quote:
Dewan Desak Kepolisian Usut Tuntas Kasus di SMAN 2 Medan
MEDAN | DNA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di SMAN 2 Medan, terkait terjadinya kebocoran soal pada hari pertama 22 Maret pelaksanaan UN di sekolah tersebut. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Medan Drs Irwanto Tampubolon, saat berkunjung ke SMAN 2 Medan, Rabu (24/3).

Menurutnya, jika setiap tahun terjadi kasus seperti ini maka akan dapat menghancurkan UN. Karenanya, komisi B akan memanggil pengawas independen, yang melakukan pengawasan di SMAN 2 Medan, memergoki siswa dan mengambil secarik kertas dari saku siswa tersebut.

Dalam kaitan itu, Irwanto mengatakan, beban UN sekarang ini tidak lagi menjadi bebannya siswa. Tetapi sudah beralih menjadi beban para guru. Bahkan menurutnya, apa yang dipelajari siswa di sekolah juga menjadi tidak berarti. Karena untuk standar kelulusannya merupakan kewenangan pusat.

Beban UN itu sudah tidak lagi pada siswa dan orang tua murid tetapi berpindah ke tenaga pengajar. Mata pelajaran yang dipelajari siswa selama ini sekan tidak ada artinya, ketika standar kelulusan sudah menjadi domainnya pemerintah pusat, paparnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala SMAN 2 Medan Muhammad Daud, dimana menurutnya kasus yang terjadi di sekolahnya harus diusut tuntas.

Terjadi kebocoran naskah soal UN di SMAN 2 Medan menurut Daud, berawal saat pengawas satuan pendidikan (pengawas independen) mendatangi salah satu siswa UN dan mengambil secarik kertas dari dalam sakunya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak SMAN 2 (kepala sekolah) yang mengatakan ada indikasi. Namun kepala sekolah mengaku ketika itu belum jelas indikasi apa yang dimaksud pengawas independen tersebut.

Dijelaskan Daud, ketergangguan siswa yang kedapatan mengantongi secarik kertas itu tidak ada. Bahkan siswa tersebut masih mengikuti UN di hari berikutnya. Hanya saja, kata Daud, pengawas independen dari Unimed tersebut hari itu juga digantikan dengan pengawas lainnya.

Tulisannya gak jelas isi secarik kertas itu. Ada dua yang ukurannya hampir sama, ujar kepsek, yang sempat melihat secarik kertas yang ditunjukan oleh
Neni Afrida Sari Harahap pengawas tersebut.

Pengawas independen yang memergoki siswa tersebut, kata Daud, hanya satu hari melakukan pengawasan di SMAN 2 Medan yakni di hari pertama UN itu saja.

Dalam kaitan itu, Daud mengaku sampai saat ini dirinya dirinya tidak ada dipanggil Poltabes baik secara lisan maupun tertulis. Tetapi dua siswa yang kedapatan tersebut, dipanggil pihak sekolah melalui guru. Dua siswa dari ruangan 7 dan 11 tersebut mengaku mendapatkan jawaban soal UN dari siswa sekolah lain melalui SMS. Menurut pengakuan kedua siswa tersebut, SMS yang masuk melalui ponsel mereka diterima Minggu 21 Maret sehari sebelum pelaksanaan UN.

Kalau soal naskah kita jamin tidak ada kebocoran. Karena ketika dijemput dari disdik dalam satu bundel yang sampai di lokasi disaksikan oleh semua pengawas dan kepolisian, pungkasnya.


sumber
puma61 - 24/03/2010 07:39 PM
#331

300 Personil BKO Disiagakan
Poltabes MS Siapkan 1520 Polisi dan 6272 Linmas Untuk Pengamanan Pilkada Kota Medan 2010
Quote:
MEDAN | DNA - Sebanyak 1520 personil kepolisian plus 300 personil BKO dan juga 6272 personil Linmas akan dikerahkan untuk pengamanan Pilkada Kota Medan 2010. Penjelasan itu disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar (Wakapoltabes) Medan AKBP.Andreas K ke hadapan jajaran Komisi A DPRD Medan yang menggelar agenda kunjungan kerja ke Mapoltabes Medan, Rabu pagi (24/3).

“Dari tahapan Pilkada Kota Medan 2010 yang telah dilalui, hingga kini kami belum menemukan kendala baik dari segi persiapan maupun kesiapan personil untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan maupun dari segi ketersediaan anggaran”papar Wakapoltabes MS AKBP.Andreas K yang didampingi sejumlah jajaran di lingkungan Poltabes MS.

Di Medan tercatat sebanyak 3.137 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang termasuk ranah pengamanan dari Poltabes Medan, selebihnya sebanyak 756 TPS menjadi ranah pengamanan dari pihak KP3K Belawan. Untuk pengamanan sebanyak 10 pasangan calon walikota/wakil walikota yang ditetapkan KPU Medan, dikatakan AKBP.Andreas K pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 40 personil kepolisian yang masing-masing pasangan calon akan mendapat pengawalan dari dua personil kepolisian.

“Total anggaran yang dialokasikan untuk pengamanan Pilkada Kota Medan mencapai Rp.4.975.697.050 dengan rincian sebesar Rp.1.683.549.000 untuk tahap awal dan untuk tahapan kedua sebesar Rp.3.296.549.050”rinci AKBP.Andreas K melalui pemaparan yang disampaikan Kabag,Ops,Poltabes MS Kompol.Dadi Purba.

Salahseorang anggota Komisi A DPRD Medan Dra.Lily Tan MBA,MH. mempertanyakan pola pengamanan Pilkada Kota Medan. “Apakah pola pengamanan Pilkada Kota Medan sama halnya dengan pola pengamanan Pilpres 2009 lalu yang ditandai berdiri pos-pos pengamanan bekerjasama antara POLRI dengan TNI. Kami berharap didirikannya pos-pos pengamanan kerjasama antar POLRI dengan TNI untuk lebih mendukung kondusifitas (keamanan dan kenyamanan) selama berlangsung Pilkada Kota Medan”ujar Dra.Lily Tan MBA, MH.

Mengingat potensi kerawanan yang terjadi pada tahapan-tahapan Pilkada Kota Medan 2010 yang akan dilalui termasuk saat masa kampanye maupun masa tenang dan juga hari “H” pencoblosan, serta pengamanan logistic Pilkada Kota Medan 2010, dikatakan Wakapoltabes MS AKBP.Andreas K tidak menutup kemungkinan berlangsungnya kordinasi pihaknya dengan pihak TNI. “Pilpres dengan Pilkada sangat jauh beda kondisinya, kalau pada Pilkada 2010 ini potensi kerawanan cukup besar mengingat konstituen ( massa ) dari masing-masing pasangan calon jauh lebih fanatis”terang AKBP.Andreas K.

Harapan serupa juga disampaikan salahseorang anggota Komisi A lainnya yang juga Ketua Pansus Pilkada Kota Medan Abdul Rani SH. Abdul Rani SH mengingatkan pihak Poltabes MS agar lebih ekstra dalam pengamanan Pilkada Kota Medan . “Apalagi KPU Medan telah mengeluarkan sejumlah kebijakan controversial termasuk perseteruannya dengan Panatia Pengawas (Panwas) Pilkada Kota Medan, dan juga pencoretan pasangan calon Rudolf-Afifuddin yang tentu fenomena itu dapat membuka potensi besar bagi terjadinya potensi kerawanan Pilkada Kota Medan 2010”ujar Abdul Rani SH.

Mengantisipasi kerawanan selama berlangsung tahapan Pilkada Kota Medan 2010, dijelas AKBP.Andreas K pihaknya telah menempatkan sebanyak 15 personil yang disiagakan terutama di kantor Komite Pemilihan Umum (KPU) Medan . Pihaknya juga telah membagi tim pengamanan dengan membentuk 6 sub yang meliputi Sub Intelkam, Sub Gakkum, Sub Preventif, Sub Penindakan, Sub P3D, dan Sub Operasional.

Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Medan dipimpin Ketua Komisi A Landen Marbun SH. Sejumlah jajaran Komisi A DPRD yang turutserta dalam kunjungan kerja tersebut diantaranya: Sekretaris Komisi A DPRD Medan Ilhamsyah beserta sejumlah anggota Komisi A DPRD Medan yang masing-masing Abdul Rani, SH, Faisal Nasution, Dra.Lily Tan MBA MH, Parlindungan Sipahutar, Damai Yona Nainggolan, Porman Naibaho, dan Kuat Surbakti


sumber
puma61 - 24/03/2010 07:42 PM
#332

Datang Bawa Foto Istri
Pria Tak Dikenal Ngaku Ayah Bayi Terlantar
Quote:
MEDAN | DNA - Masih ingat bayi malang yang ditinggal ibunya Senin (22/3) lalu? Rabu (24/3), seorang pria tak dikenal datang mengaku sebagai ayah bayi tersebut. Pria tersebut datang dengan membawa pas foto wanita berukuran kecil dan sebuah surat kabar berisi pemberitaan si bayi. Namun, pihak rumahsakit tidak langsung mempercayainya.


(foto:dnaberita/widya)

Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengatakan, tidak bisa memberikan anak tersebut karena tidak ada bukti otentik. Ia kemudian disarankan untuk konfirmasi ke RS Permata Bunda, tempat si bayi dilahirkan dan ke polsek.

"Ada pria mengaku kehilangan istrinya yang hamil dan pergi dari rumah. Kami suruh ke Permata Bunda untuk mengurusnya. Saya tidak terlalu memperhatikannya tadi, karena kebetulan sedang ada tamu," ujar Edison. Edison menambahkan, "kalaupun terbukti dia ayahnya, kita tetap akan lakukan tes DNA," imbuh Edison.

Sejauh ini hanya pria tersebut yang mengaku sebagai keluarga si bayi. Namun Edison mengatakan, sudah banyak orang tertarik dan ingin mengadopsi si bayi. Sementara itu, Humas RSU Permata Bunda, Helmi mengatakan hingga saat ini belum ada orang yang datang mengaku sebagai ayah bayi tersebut. "Kalau pun ada kita akan kordinasikan ke Pirngadi," ungkap Helmi.


sumber
SATPAM_RPM - 24/03/2010 08:05 PM
#333
Berita lucu
Quote:
Home METRO NEWS
Makan Siang Calon Walikota Medan di Sun Plaza
Rabu, 24 Maret 2010 | 10:27
Cermin Keharmonisan Keluarga Rahudman
Rabu, 24 Maret 2010
MEDAN-Pukul 13.00, Rahudman muncul di Lantai 4 Sun Plaza, Medan bersama istri, anak, dan menantunya serta langsung memasuki areal pusat makanan. Kebersamaan itu menjadi cermin keharmonisan keluarga calon Walikota Medan dengan nomor urut 6 ini.

Mengenakan kemeja putih lengkap dengan kopiah hitam, Selasa (23/3) siang itu Rahudman ditemani Dzulmi Eldin, Calon Wakil Walikota Medan tampak memesan sendiri menu makan siangnya. Nasi putih, sayuran dengan lauk telur menjadi pilihan Calon Walikota Medan yang dikenal tegas itu. Tak ketinggalan sang istri, Hj Yusra Siregar yang sejak awal mendampingi pria santunn itu, turut memesan menu makan siang dan dikuti seluruh anak dan menantunya.

Senyum simpul tergambar jelas dari wajah-wajah para pelayan yang mengaku kenal betul dengan Calon Walikota, yang telah memberi warna indah bagi kota Medan. Di tempat itu, para pengunjung terlihat menyapa Rahudman sembari mengucapkan selamat pak atas pencalonan sebagai calon Walikota Medan. “Selamat pak ya, semoga terpilih menjadi Walikota Medan,” kata Rahmad seorang pengunjung.

Diucapkan Rahmad, selama kepemimpinan Rahudman selama lima bulan, kebersihan kota ini lebih baik. Bukan itu saja, jalan-jalan juga semakin baik dan saluran drainase sudah dikorek. “Kita salut kepemimpinan pak Rahudman orangnya tegas dan bijaksana. Pemimpin seperti inilah yang pas untuk Kota Medan,” ujarnya.

Lain Rahmad, lain pula Murniati, seorang pelayan di food court Sun Plaza. Menurut penilaian yang mengaku tinggal di kawasan Jalan Jamin Ginting ini, Rahudman merupakan sosok pemimpin yang rendah hati, tidak sombong dan tegas.

“Kalau menurut ku, Rahudman itu rendah hati. Soalnya aku bukan baru pertama ini jumpa Rahudman, aku tau benar dia suka menyapa, tidak sombong. Tapi kalau soal memimpin Rahudman memang tegas.

Sepertinya tidak ada toleransi sama dia. Kalau salah ya salah. Tapi itu pun orangnya tidak pernah kasar. Kalau soal penertiban pedagang kaki lima, benar juga lah. Kalau PKL ramai, yang susah orang banyak. Lagian bukan digusur, tapi ditata. Kalau tak mau ditata, ya buat pajak sendiri aja,” ujarnya.

Disela-sela wawancara dengan Murniati, dari jauh tampak Rahudman disambangi beberapa pengunjung yang merasa mengenal wajah mantan Pj Walikota Medan itu. Kebanyakan mereka adalah kaum ibu dan anak muda.

“Alhamdulillah, disini bisa ketemu bapak Walikota. Semoga terus jadi walikota ya pak!” ucap seorang ibu pada Rahudman yang tengah asik berkumpul bersama keluarganya.

Usai menikmati menu makan siangnya, Rahudman beserta keluarga terlihat beranjak meninggalkan gedung Sun Plaza. Disepanjang perjalanan Rahudman dan Eldin, para pengunjung tak henti-henti menjabat tangan pasangan nomor 6 itu. (budi)
puma61 - 24/03/2010 09:58 PM
#334

Kasus Nikah Paksa,
Rahmayani: "Biar Bapak Jera"

Quote:
MEDAN | DNA - Sejatinya, seorang ayah rela melakukan apapun demi memberi kebahagiaan kepada keluarganya. Tapi berbeda dengan Wagimin. Ia justru "memaksa" anak-anaknya membahagiakannya.


(foto:dnaberita/widya)

AA hanyalah salah satu contoh. Sebelumnya, kakak AA, Rahmayani (24) juga mengalami nasib serupa. Di usianya yang masih 15 tahun waktu itu, Rahmayani dipaksa menikah dengan pria yang usianya 40 tahun lebih tua darinya. Padahal, Yani, begitu wanita berambut panjang ini disapa, sudah punya tambatan hati kala itu.

"Biarpun kami sudah punya pacar, kalau bapak gak suka, dia gak setuju," ujar Yani. Untungnya, Yani hanya menjalani dua bulan pernikahan dengan pria yang tidak dicintainya, karena suaminya harus meringkuk di penjara karena kasus penipuan terhadap rekannya. Yani pun akhirnya menikah lagi dengan pria pilihannya.

Wagimin yang tidak punya pekerjaan tetap, dan malas bekerja menurut anak-anaknya, kerap memaksa anak-anaknya menikah dengan pria kaya meski usianya terpaut jauh.

Anak-anak Wagimin tidak ada yang berani melawan ayahnya. Sebab, sedikit-sedikit, Wagimin main pukul. Tak jarang, ia memukul anaknya dengan benda seperti menggunakan ikat pinggang misalnya.

Untungnya tidak semua anaknya dinikahkan paksa. Namun karena kondisi ekonomi, putri-putrinya semua melangsungkan pernikahan dini. Rismawaty (28), Rahmayani (24), Liliana (22), Pikayana (17), dan terakhir AA (12). Hanya tinggal 2 lagi anaknya yang masih bersekolah selain AA, yakni Jojok Khairun, kelas III SMA dan Yayang Kasih, kelas 1 SMP. Tapi kini pendidikan keduanya tersendat karena Wagimin yang tidak memberi uang sejak kasus ini.

Sama seperti ibu dan saudara-saudaranya yang lain, Yani lebih memilih diam daripada mencari ribut dengan ayahnya. Namun, perbuatan Wagimin kali ini benar-benar keterlaluan. Ia tega memaksa anaknya yang masih sangat belia untuk menikah.

Kini, Yani, Ruspatma, dan anak-anaknya yang lain hanya berharap keadilan. Mereka ingin H.Bai mendapat hukuman yang setimpal. Begitupun dengan Wagimin. Meski masih terikat hubungan pernikahan, Ruspatma berharap kejadian ini dapat memberikan pelajaran kepada suaminya. Sedangkan Yani," Meskipun Bapak sekarang udah tua, kurus dan sakit gula. Tapi biarlah, biar Bapak jera. Mungkin ini yang terbaik," tutur Yani tak dapat menahan air matanya.



sumber
tr3nt - 25/03/2010 09:03 AM
#335

Quote:
Original Posted By SATPAM_RPM


apanya yg lucu ya?
SATPAM_RPM - 25/03/2010 09:21 AM
#336

Quote:
Original Posted By tr3nt
apanya yg lucu ya?


rahudman tebar pesona di sun plaza
penjaga.gawang - 26/03/2010 01:07 AM
#337

malam kamis kuliat di sbrang toyota auto2000 gatsu da mobil polisi & rame2. brita pa tuh?
fethis - 26/03/2010 01:29 AM
#338

wah ini trit yang kucari, kirain gak ada

makasi om puma61
Red_Alert - 27/03/2010 03:29 PM
#339

Quote:
Original Posted By fethis
wah ini trit yang kucari, kirain gak ada

makasi om puma61


di subcr aja bang, jd tinggal klik di CP aja
Red_Alert - 27/03/2010 03:36 PM
#340

SIDANG PERDANA DUGAAN PERAMBAHAN HUTAN TNGL
Bah! Jaksa Ngaku Salah Ketik Dakwaan
Sabtu, 27 Maret 2010
Quote:
Langkat-Sidang perdana dugaan perambahan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dengan terdakwa Setia Budi Perangin-angin alias Budi (29), dua hari lalu (25/3) digelar di PN Stabat. Tapi ada keanehan dalam sidang yang dikawal ketat puluhan polisi Polres Langkat. Jaksa mengaku sejumlah dakwaan salah ketik dan membuat kuasa hukum Budi berang.

Dalam sidang terhadap warga Dusun Cangkolan, Desa Kaperas, Kec.Salapian, Langkat itu, majelis hakim dipimpin Adi Sumitra SH dengan jaksa penuntut, Ondo Mula Tua Purba SH. Sedangkan Budi didampingi tim penasehat hukumnya, Ahmad Dahlan Hasibuan SH, Zulfahmi SH, Syafaruddin Hasibuan SH, Syamsul Bahri SH dan Zunaidi Bangun SH.

Sebelum membacakan dakwaan, Ondo meminta maaf karena ada dakwaaan salah ketik. “Maaf Pak hakim, sebelum saya bacakan dakwaan ini, saya hendak memberitahukan kalau ada beberapa item yang salah ketik,” ujar Ondo sambil mengamati kertas dakwaan yang berada ditangannya, diantaranya tanggal penahanan terdakwa dari penyidik polisi.

Penasehat hukum Budi langsung mengajukan keberatan.”Kalau penasehat hukum merasa keberatan, silahkan disampaikan dalam eksepsi sidang berikutnya,” tegas Adi. Untuk mendengarkan keterangan saksi, sidang diundur sepekan dan digelar Kamis 1 April mendatang.

Tim kuasa hukum Budi, menyayangkan adanya perubahan surat dakwaan dari penuntut umum yang seharusnya perubahan itu dilakukan seminggu sebelum sidang. Itu tertera dalam KUHAP Pasal 144 ayat 1 dan 2. Konsekuensinya, dapat dinyatakan batal demi hukum. “Kalau mau dibilang, inilah bukti ketidakprofesionalan jaksa dalam menyusun dakwaannya. Masak alasanya salah ketik, ini tidak main-main lho. Sebab berkas terdakwa menjadi dokumen negara dan menyangkut hak seseorang, jadi tidak bisa diangap enteng,” tegas Ahmad.

Seperti dibacakan jaksa dalam sidang, Budi dinilai melanggar Pasal 50 ayat 3 huruf f Jo Pasal 78 ayat 5 UU RI No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan. Atau kedua sebagai mana diatur dan diancam Pasal 50 ayat 3 huruf h Jo Pasal 78 ayat 7 UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan.

Berawal pada Selasa 11 September 2007 sekira pukul 15.00, tim penyidik Ditreskrim Polda Sumut datang ke kilang kayu (shawmil) Budi di Dusun Cangkulan, Desa Kaperas, Salapian, Langkat dan menemukan dua unit dump truk nopol L 7197 NU dan nopol BK 9530 DY yang masing-masing berisi kayu olahan tanpa dokumen.

“Saat dilakukan pengecekan ternyata kayu itu milik terdakwa dan berjenis meranti dan kayu rimba campuran sebanyak 424 keping. Selanjutnya petugas kembali menuju shawmil terdakwa tidak jauh dari tempat itu. Ternyata petugas kembali menemukan kayu olahan sebanyak 369 keping dengan berbagai ragam jenis diantaranya bungur, cingkam, mayang, meranti dan lainnya,” papar Ondo.

Sesuai hasil cek dan pengukuran saksi ahli dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, lanjut Ondo, kayu itu merupakan kayu olahan yang diambil dari kawasan hutan suaka alam dan kawasan hutan produksi yang hanya dapat diangkut dan dimiliki dengan dilengkapi dokumen SKSB (Surat Keterangan Sah Kayu Bulat) dan tidak apat dimuat dalam dokumen Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO) yang diterbitkan oleh orang yang tidak berwenang serta tanpa penetapan dari Kadis Kehutanan Sumut.(darwis)

sumber
Page 17 of 135 | ‹ First  < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Medan > [NEWS]☆☆ SUMUT dalam Berita ☆☆