Lagu/Tarian/Alat Musik
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Lagu/Tarian/Alat Musik > Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Total Views: 127990
Page 2.5 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 

andhini panenco - 14/10/2009 10:28 AM
#31

kaskus ID : andhini panenco

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel Tentang Tari Guel dan Didong

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Guel

keterangan : ini adalah artikel mengenai tari guel dan didong dari Aceh, suku Gayo

Spoiler for didong
Sebuah kesenian rakyat Gayo yang dikenal dengan nama Didong, yaitu suatu kesenian yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Didong dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Kesenian ini diperkenalkan pertama kali oleh Abdul Kadir To`et. Kesenian didong lebih digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah.

kata “didong” mendekati pengertian kata “denang” atau “donang” yang artinya “nyanyian sambil bekerja atau untuk menghibur hati atau bersama-sama dengan bunyi-bunyian”. ada ygmberpendapat bahwa Didong berasal dari kata “din” dan “dong”. “Din” berarti Agama dan “dong” berarti Dakwah.

Dalam perkembangannya, didong tidak hanya ditampilkan pada hari-hari besar agama Islam, melainkan juga dalam upacara-upacara adat seperti pernikahan, khitanan, mendirikan rumah, panen raya, penyambutan tamu dan sebagainya. Pada upacara pernikahan misalnya, akan disampaikan teka-teki yang berkisar pada aturan adat pernikahan. Dengan demikian, seorang pe-didong harus menguasai secara mendalam tentang seluk beluk adat pernikahan. Dengan cara demikian pengetahuan masyarakat tentang adat dapat terus terpelihara. Nilai-nilai yang hampir punah akan dicari kembali oleh para ceh untuk keperluan kesenian didong.

seorang ceh adalah seorang seniman sejati yang memiliki kelebihan di segala aspek yang berkaitan dengan fungsinya untuk menyebarkan ajaran Islam.

Ceh kucak Kabri Wali,Yang Begitu Dikenal Dikalangan Masyarakat Gayo. dibilang ceh kucak karna kucak artinya kecil. dya masih kecil udah bisa berdidong.

alat musiknya cuma pake tepuk tangan sama tepuk bantal aja gan.. tp bisa menghasilkan irama yang bagus.

Spoiler for Tari Guel
Tari Guel , Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekedar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri.

Dalam perkembangannya, tari Guel timbul tenggelam, namun Guel menjadi tari tradisi terutama dalam upacara adat tertentu. Guel sepenuhnya apresiasi terhadap wujud alam, lingkkungan kemudian dirangkai begitu rupa melalui gerak simbolis dan hentakan irama. Tari ini adalah media informatif. Kekompakan dalam padu padan antara seni satra, musik/suara, gerak memungkinkan untuk dikembangkan (kolaborasi) sesuai dengan semangat zaman, dan perubahan pola pikir masyarakat setempat. Guel tentu punya filosofi berdasarkan sejarah kelahirannya. Maka rentang 90-an tarian ini menjadi objek peneilitian sejumlah survesor dalam dan luar negeri.

[SPOILER=sejarah tari guel]Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di tanah Gayo. tari Guel berawal dari mimpi seorang pemuda bernama Sengeda anak Raja Linge ke XIII. Sengeda bermimpi bertemu saudara kandungnya Bener Meria yang konon telah meninggal dunia karena pengkhianatan. Mimpi itu menggambarkan Bener Meria memberi petunjuk kepada Sengeda (adiknya), tentang kiat mendapatkan Gajah putih sekaligus cara meenggiring Gajah tersebut untuk dibawa dan dipersembahakan kepada Sultan Aceh Darussalam. Adalah sang putri Sultan sangat berhasrat memiliki Gajah Putih tersebut.
Lanjutaaaann
[/SPOILER]
zycenvolk - 14/10/2009 01:17 PM
#32

Kaskus ID : zycenvolk

Kategori : Alat Musik

Bentuk karya : Sasando asli pulau Rote NTT

Sumber : ht*tp://cybertravel.cbn.net.id/cbprtl/cybertravel/detail.aspx?x=Souvenir&y=cybertravel|0|0|7|48

Spoiler for sasando


beytea - 15/10/2009 12:00 PM
#33
Tari topeng cirebonan
kaskus ID : beytea

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel Tentang Tari topeng cirebon
sumber : sanggar seni tari tradisional cirebon sekarpandan cirebon
(http://sanggarsekarpandan.wordpress.com)

keterangan : ini ada lah artikel gari seni tari topeng cirebonan,,,yang sudah terkenal hingga mancanegara,,kesenian ini sangat menarik, dan indah,,setiap gerakan nya memiliki makna yang dalam,,semoga menambah pengetahuan kita semua,,,

Spoiler for tari topeng
ARTI DAN MAKNA
TOPENG / KEDOK
Menurut pendapat salah seorang seniman dari ujung gebang-Susukan-Cirebon, Marsita, kata topeng berasal dari kata” Taweng” yang berarti tertutup atau menutupi. Sedangkan menurut pendapat umum, istilah kata Topeng mengandung pengertian sebagai penutup muka / kedok.
Berdasarkan asal katanya tersebut, maka tari Topeng pada dasarnya merupakan seni tari tradisional masyarakat Cirebon yang secara spesifik menonjolkan penggunaan penutup muka berupa topeng atau kedok oleh para penari pada waktu pementasannya.
Seperti yang telah diutarakan diatas, bahwa unsur-unsur yang terdapat dalam seni tari topeng Cirebon mempunyai arti simbolik dan penuh pesan-pesan terselubung, baik dari jumlah kedok, warna kedok, jumlah gamelan pengiring dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan upaya para Wali dalam menyebarkan agama Islam dengan menggunakann kesenian Tari Topeng setelah media Dakwah kurang mendapat Respon dari masyarakat.
Jumlah Topeng / Kedok seluruhnya ada 9 (sembilan ) buah, yaitu : Panji, Samba atau Pamindo, Rumyang, Tumenggung atau Patih, Kelana atau Rahwana, Pentul, Nyo atau Semblep, Jinggananom dan Aki – aki. Dari kesembilan Topeng / Kedok tersebut yang dijadikan sebagai Kedok pokok hanya 5 (lima ) buah yaitu : Panji, Samba atau Pamindo, Rumyang, Tumenggung dan Kelana. Sedangkan empat kedok lainnya hanya digunakan apabila dibuat cerita / lakon seperti cerita Jaka Blowo, Panji Blowo, Panji Gandrung dll.

POKOK – POKOK TARI TOPENG
Pokok – pokok Tari Topeng Cirebon ada 9 (sembilan) gerakan yaitu: Adeg – adeg
1. Adeg-adeg
2. Pasangan
3. Capang
4. Banting Tangan
5. Jangkung Ilo
6. Godeg
7. Gendut
8. Kenyut
9. Nindak / Njanda
Kesembilan gerakan tersebut adalah disesuaikan dengan lubang yang terdapat pada tubuh manusia, yaitu sebagai berikut :
• Dua lubang mata
• Dua lubang telinga
• Dua lubang hidung
• Dua lubang pelepasan (depan dan belakang )
• Satu lubang mulut

Arti dari kesembilan gerakan tersebut yaitu :
1. ADEG –ADEG (berdiri ) : Artinya kita harus berdiri dengan kokoh agar tidak tergoyahkan.
2. PASANGAN : Artinya kita senantiasa memberikan suri tauladan kepada orang lain dengan berbuat kebajikan dan kebaikan.
3. CAPANG : Artinya agar kita selalu ringan tangan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan.
4. BANTING TANGAN : Artinya kita harus senantiasa bekerja keras.
5. JANGKUNGILO : Artinya mengukur keinginan kita dengan kemampuan yang ada.
6. GODEG : Artinya geleng kepala. Maknanya apabila kita melihat saudara kita sesama manusia yang sedang di landa kesusahan kita senantiasa menggelengkan kepala dan kemudian menolongnya sesuai kemampuan.
7. GENDUT : Artinya dalam hidup ini kita jangan gemuk sendiri karena masih banyak saudara – saudara kita yang kekurangan dan hidup dibawah garis kemiskinan.
8. KENYUT : Artinya Kepincut. Maknanya kita harus kepincut kepada hal – hal yang sifatnya positif dan konstruktif.
9. NINDAK / NJANGKA : Artinya bertindak atau berbuat. Maknanya kita senantiasa harus berbuat kepada jalan yang diridhoi Allah SWT.
JENIS TARI TOPENG YANG SUDAH TERKENAL

1.Panji :
Menggambarkan kesucian manusia yang baru lahir. Gerakannya halus dan lembut. Tidak seluruh tubuh digerakan.

2. Samba atau Pamindo :
Melambangkan kelincahan manusia dimasa kanak-kanak. Sikapnya lincah dan lucu tetapi juga luwes.

3. Rumyang :
Menggambarkan kehidupan seorang remaja pada masa akil baligh.

4. Tumenggung atau Patih :
Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa yang Paripurna.

5. Kelana atau Rahwana :
Melambangkan sifat angkara murka yang terdapat dalam manu


Kelima Topeng / kedok tersebut apabila dikaitkan dengan unsur Islam adalah sebagai berikut :
Topeng Panji
Akronim dari kata MAPAN ning kang SIJI, artinya tetap kepada yang satu atau Esa. Tiada Tuhan selain Allah Swt.
Topeng Samba
Berasal dari kata SAMBANG atau SABAN yang artinya setiap. Maknanya bahwa setiap waktu kita diwajibkan mengerjakan segala Perintah- NYA. Sedangkan Pamindo artinya Diduakalikan (Dipindoni), maknanya bahwa disamping mengerjakan perintah – NYA, kita juga perlu melaksanakan hal –hal yang sunnah
Topeng Rumyang
Berasal dari kata Arum / Harum dan Yang / Hyang (Tuhan).Maknanya bahwa kita senantiasa mengharumkan nama Tuhan yaitu dengan Do’a dan dzikir
Topeng Temenggung
Memberikan kebaikan kapada sesama manusia, saling menghormati dan senantiasa mengembangkan silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh
Topeng Kelana
Kelana artinya Kembara atau Mencari. Bahwa dalam hidup ini kita wajib berikhtiar

TOPENG / KEDOK TAMBAHAN
Seperti diungkapkan diatas, bahwa jumlah kedok seluruhnya ada 9 buah dan yang dijadikan kedok pokok hanya 5 buah. Adapun 4 kedok lainnya digunakan bila mementaskan cerita / lakon.
Berikut ini adalah arti dan makna 4 kedok tambahan, yaitu sebagai berikut :
1. PENTUL : Menggambarkan seorang Pawongan / punakawan yang selalu rendah hati, tidak sombong dan selalu setia kepada tuannya.
2. NYO / SEMBLEP : Menggambarkan seorang Emban atau Parkan atau juga seorang Inang Pengasuh.
3. JINGGANANOM : Menggambarkan seorang Abdi Negara dan Abdi masyarakat Yang senantiasa menempatkan kepentingan pribadi atau golongan.
4. AKI – AKI : Menggambarkan kehidupan manusia di masa tua.


segini dulu deh,,ntar ane tambahin lagi,,file foto ama vidio ane banyak bgt dirumah,,coz adik ane salah satu penari tarian ini,,,semoga bermanfaat,,semakin kita mengenal kebudayaan kita semakin sulit bangsa luar mengakuinya,,jadi kita jangan kalah oleh mereka,,sebagai yang empunya kesenian tersebut kita harus lebih mengenal kesenian tersebut dibbanding syapapun,,


sejuta bintang - 18/10/2009 11:06 AM
#34

Kaskus ID : sejuta bintang
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Alat Musik
Sumber : Putu Sugih Arta via Facebook
Keterangan : MUSIK TRADISI LOMBOK "KLENTANG"

Spoiler for klentang

Musik tradisi klentang atau gamelan klenang ( bahasa sasak ) adalah jenis musik orkestra asli daerah Lombok yang salah satu alatnya bernama Klentang. Sejenis alat musik pukul yang bahannya terbuat dari baja pir sepanjang 22 cm s/d 45 cm diolah sedemikian rupa sehingga menmibulkan nada yang indah didengar telinga.Resonansinya dari bambu petung dan tempatnya dari kayu durian.

Menurut sejarahnya, musik klentang dulunya terbuat dari bambu dengan resonansi dari batok kelapa kering. "Ya,sekitar tahun 1965 oleh H. Sahrudin ayah saya dari Bangket Daye, Desa Danger Masbagik Lotim diubah ke bahan besi baja,"ujar Herman seorang pembuat alat musik Klentang.

Musik Klentang bernada pelog, setiap pemain memukul satu bilah klentang sesuai dengan gending/lagu yang dibawakan. Sedangkan alat lain seperti Gendang, Rincik dan Gong serta seruling sebagai pelengkap yang fungsinya sebagai pemberi dinamika, ritmis dan bass. Lagu yang dibawakan seperti Angin Alus, Kembang Jagung, bales Budi, Pengeraos dllnya. Sekeha/anggotanya sampai 35 orang.
Musik Klentang sering ditanggap oleh masyarakat dalam acara perkawinan, khitanan dan hari-hari besar. Sanggar yang sering menampilkan musik ini adalah Sanggar Demung Lengkoq Naga sari, Dusun Obes Desa Suradadi Kecamatan Terara Lombok Timur.

Sebagai alat pengiring, musik klentang bisa dipadukan dengan tarian joged dan kesenian sastra tradisi cepung, sebagi penyinden. Sehingga alunan musik klentang bermakna di telinga audience. (by Putu Sugih Arta)
dirrga - 02/11/2009 12:00 AM
#35
Tari Kecak
Kaskus ID : dirrga
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Tari Kecak
Sumber : http://dirrga.com
Keterangan: (pelafalan: /’ke.tʃak/, secara kasar “KEH-chahk”, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack, dan Ketiak), adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-lak.

Spoiler for Baca Selengkapnya
Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar[1], melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
dirrga - 02/11/2009 12:10 AM
#36
Wayang Golek Dari Pasundan
Kaskus ID : dirrga
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Wayang Golek
Sumber : www.dirrga.com
Keterangan : Wyang Golek adalah suatu seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang terutama sangat populer di wilayah Tanah Pasundan.

Spoiler for Baca Selengkapnya
Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek.

Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.

Perkembangan

Sebagaimana alur cerita pewayangan umumnya, dalam pertunjukan wayang golek juga biasanya memiliki lakon-lakon baik galur maupun carangan yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabarata dengan menggunakan bahasa Sunda dengan iringan gamelan Sunda (salendro), yang terdiri atas dua buah saron, sebuah peking, sebuah selentem, satu perangkat boning, satu perangkat boning rincik, satu perangkat kenong, sepasang gong (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat kendang (sebuah kendang Indung dan tiga buah kulanter), gambang dan rebab.

Sejak 1920-an, selama pertunjukan wayang golek diiringi oleh sinden. Popularitas sinden pada masa-masa itu sangat tinggi sehingga mengalahkan popularitas dalang wayang golek itu sendiri, terutama ketika zamannya Upit Sarimanah dan Titim Patimah sekitar tahun 1960-an.

Dalam pertunjukan wayang golek, lakon yang biasa dipertunjukan adalah lakon carangan. Hanya kadang-kadang saja dipertunjukan lakon galur. Hal ini seakan menjadi ukuran kepandaian para dalang menciptakan lakon carangan yang bagus dan menarik. Beberapa dalang wayang golek yang terkenal diantaranya Tarkim, R.U. Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah Tirayana, Apek, Asep Sunandar Sunarya, Cecep Supriadi dll.

Pola pengadegan wayang golek adalah sebagai berikut; 1) Tatalu, dalang dan sinden naik panggung, gending jejer/kawit, murwa, nyandra, suluk/kakawen, dan biantara; 2) Babak unjal, paseban, dan bebegalan; 3) Nagara sejen; 4) Patepah; 5) Perang gagal; 6) Panakawan/goro-goro; 7) Perang kembang; 8) Perang raket; dan 9) Tutug.

Salah satu fungsi wayang dalam masyarakat adalah ngaruat, yaitu membersihkan dari kecelakaan (marabahaya). Beberapa orang yang diruwat (sukerta), antara lain: 1) Wunggal (anak tunggal); 2) Nanggung Bugang (seorang adik yang kakaknya meninggal dunia); 3) Suramba (empat orang putra); 4) Surambi (empat orang putri); 5) Pandawa (lima putra); 6) Pandawi (lima putri); 7) Talaga Tanggal Kausak (seorang putra dihapit putri); 8) Samudra hapit sindang (seorang putri dihapit dua orang putra), dan sebagainya.

Wayang golek saat ini lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat, yang memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material. Hal demikian dapat kita lihat dari beberapa kegiatan di masyarakat misalnya ketika ada perayaan, baik hajatan (pesta kenduri) dalam rangka khitanan, pernikahan dan lain-lain adakalanya diriingi dengan pertunjukan wayang golek.

Media penyebaran Islam

Menurut dugaan, sebagaimana wayang kulit di daerah Jawa, wayang golek digunakan oleh para wali untuk menyebarkan Islam di Tanah Pasundan. Karena ajaran Hindu sudah cukup akrab di masyarakat Sunda kala itu, cerita Mahabrata dan Ramayana dari Tanah Hindu dimodifikasi untuk mengajarkan Ketauhidan. Misalkan, dalam cerita Mahabharata para dewa punya wewenang yang sangat absolut, sebagai penentu nasib dan takdir yang tidak bisa disanggah maka para wali membuat objek baru yang posisinya lebih kuat yaitu lewat tokoh Semar yang pada akhirnya Semar tersebut turun ke bumi -yang karena kesalahannya- untuk mendampingi setiap kejadian dalam babak Bharata Yuddha baik sebagai penengah atau sebagai eksekutor tokoh yang tidak bisa diajak ke dalam kebaikan.
dirrga - 02/11/2009 11:01 PM
#37
Lagu Wajib Nasional
Kaskus ID : dirrga
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : lirik lagu waktu hujan sore-sore
Sumber : http://laguwajib-indonesia.blogspot.com/
Keterangan : Lirik Dari Lagu Wajib Nasional

Spoiler for Lagu Wajib Nasional
Untuk Mengtahui Lirik Dari Lagu-Lagu Wajib Nasional Silahkan Klick Link Ini >>>===http://laguwajib-indonesia.blogspot.com/


e-New - 15/11/2009 01:45 PM
#38
Dadendate
Kaskus ID : e-New
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rubrikview.php?id=546&topik=7&hal=1&ss=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]

Spoiler for dadendate

A. Pengertian Dadendate

Dadendate terdiri dari dua kata yakni dade dan ndate. Dade berarti lagu, sedankan Ndate dalam pengertian bahasa Kori seperti berikut ini : Misalkan seseorang berada di kaki bukit atau gunung. Ketika ditanyakan hendak kemana, maka bila dijawab Ndate berarti di atas bukit sana atau ia akan melakukan perjalanan dengan menaiki atau mendaki bukit itu sampai tujuan. Jadi Dadendate artinya lagu yang mengisahkan suatu dari bawah ke atas. Apa yang diuraikan dalam syair lagu Dadendate sifatnya menanjak dan menuju ke puncak. Bila dia menceritakan sesuatu, selalu dari awal sampai akhir cerita tersebut.

Jadi Dadendate menurut nara sumber adalah sebuah kesenian yang paling komunikatif di komunitas To Sindue atau daerah sekitar desa Taripa atau daerah disekitar desa Taripa. Dadendate bisa menceritakan apa saja, mulai dari sejarah, romantisme muda-mudi, silsilah, perjuangan, dan lain-lain. Contohnya paling sederhana adalah proses seseorang dalam mencapai pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi bahkan acara wisuda.

Banyak para pemerhati seni, budayawan, pengamat seni memberikan pengertian mengenai Dadendate ini. Tergantung dari perspektif mana orang memandang. Sebagian menyebut dadendate sebagai embrio teater daerah ini. Ada yang berpendapat bahwa Dadendate adalah sebuah seni sastra tutur, karena syairnya yang dilagukan secara spontan, puitis, tanpa teks maupun naskah. Karena mengandalkan improvisasi syair yang dilakukan senimannya.

Penulis sendiri memandang Dadendate sebagai nyanyian pembawa berita atau nyanyian berceritera. Dan pada literatur sejarah musik seperti nyanyian Troubadour di Perancis beberapa abad yang lalu.

B. Sejarah Dadendate

Dadendate, berawal dari Kimba a yang masih berupa doa-doa / syair-syair ritual orang tua dulu, berbentuk uraian dan masih bersifat individual. Dalam kurun yang cukup jauh berubah lagi menjadi dulua. Dibanding Kimba a, dulua sudah berbentuk lagu / nyanyian semisal Nopalongga (nyanyian menidurkan anak yang dilagukan ibunya dimana terkandung doa dan keselamatan yang ditujukan kepada wajah sang anak yang sedang berlayar mencari ikan). Kimba a dan Dulua belum menggunakan alat kecapi, masih berbentuk musik vokal semata. Dari dalua, bentuk kesenian ini berubah lagi menjadi bola-bola.

Perubahan yang menonjol adalah syair yang dibawakan tidak lagi berupa syair ritual, tetapi sudah menjadi syair yang profan. Semisal syair muda-mudi dalam acara memetik padi dan telah menggunakan kecapi. Tepatnya ketika orang mengambil waktu untuk istirahat. Kecapi digunakan sebagai pengantar dan perantara syair-syair yang digunakan (biasanya antara dua kelompok muda-mudi yang menggunakan sebagai lagu sebagai sarana komunikasi). Bola-bola dimulai oleh solo vokal dan didiikuti lainya. Ketiga bentuk kesenian ini masih bahasa Kori, induk dari bahasa Kaili Rai dan Bare'e.

Rampamole (pengenduran senor/tuning) adalah bentuk selanjutnya dari kesenian ini. Mulai dari Rampamole dan seterusnya sudah menggunakan bahasa Rai. Pada fase ini telah menggunakan kecapi bersamaan dengan nyanyian yang hampir mendekati Dadendate. Rampamole sendiri berarti dikendurkan, berarti diperkecil suaranya. Tidak terlalu lama dalam fase ini berubah lagi menjadi ciri-ciri yang ciri utamanya menjadi lebih panjang.

Pada fase ini, kesenian ini menyebar ke wilayah-wilayah lain sampai ke Toli-Toli. Ei-ei pada zamannya amat disukai oleh para muda-mudi.

Kurang lebih sekitar tahun 1952-1953 berubah menjadi Dadendate. Inilah bentuk terakhir dari kesenian ini. Menjadi sangat populer dan ciri khas kesenian dari daerah Sindue sekaligus kebanggaan mereka.

Orang Kori merasa kesenian ini adalah asli dari mereka. Tidak ada pengaruh Bugis, meskipun instrumen kecapinya mirip (bahkan dengan kecapi di Sulawesi Utara) dan lokasi sampel penelitian termasuk daerah pesisir. Kesenian ini menurut mereka tidak ditemukan di daerah lain.

Argumen yang mereka kemukakan adalah kata ndate buat To-Biromaru, To-Palu dan To-Tawaeli misalmya, berarti panjang. Sedangkan bagi To-Sindue bentuk menjadi panjang digunakan istilah nalonggo.

Namun hal ini menurut hemat penulis perlu di kaji lebih jauh karena menurut informan bentuk kecapi yang mirip perahu berkaitan dengan legenda Sawerigading. Selain dari itu perlu penelitian yang lebih mendalam apakah Dadendate benar-benar merupakan proses evolusi dari nyanyian ritual seperti Dulua dan Kimba a.
C. Pelaksanaan Dadendate

Dadendate dulunya adalah musik vokal individu yang kemudian berkembang ditambah dengan kecapi dan mbasi-mbasi, yang terkadang memainkan satu melodi yang sama.

Dadendate dapat dimainkan kapan saja dan dimana saja. Tidak ada batasan waktu yang pasti. Bisa sampai berhari-hari. Demikian juga dengan jumlah pemain tidak ada batasan pasti. Namun kecenderungan saat ini adalah, terdiri dari 3 orang pemain kecapi, 2 pria dan 1 wanita serta mbasi - mbasi. Pemain kecapi merangkap sebagi vokalis.

Dadendate bisa bercerita tentang apa saja, sesuai situasi atau pesanan dari orang. Syair-syair yang terlontar sangat spontan dan bisa berdasarkan apa yang nampak pada saat terselenggaranya Dadendate. Misalnya ketika permainan berlangsung ada suguhan teh, maka bisa saja momen penyuguhan teh itu terlontar dalam nyanyian tersebut.

Dadendate dimulai dengan penyeteman sederhana antara mbasi-mbasi dan senar kecapi. Kemudian Kecapi dan mbasi-mbasi memainkan satu tema sebagai pengantar atau intro dan kemudian disusul oleh vokal. Setiap permainan dadendate dimulai dan diakhiri dengan salam.

Dadendate terbagi dalam 12 (dua belas) jenis lagu:

1. Andi Anona
2. Dadendate
3. Andi - andi
4. Inalele
5. Tabe la laindo
6. 1 Gani
7. Malaeka (dimainkan pada waktu subuh)
8. Padang Masyhar
9. Janda Muda
10. Gunung Ladisayo
11. Lanja ea Nona
12. Rugi Temba mo aku e

Dalam sebuah permainan dadendate tidak harus kedua belas jenis lagu tersebut dimainkan dan urutan dimainkan lagu-lagu tersebut pun tidak mengikat.

Sebelum memulai permainanya, biasanya pemain dadendate akan menanyakan beberapa hal kepada yang punya hajat tentang tema yang mereka bawakan. Kalau dari pihak sang pengundang mengadakan syukuran atas kesuksesan salah seorang keluarganya menyelesaikan sekolahnya sampai sarjana, maka syair yang akan terlontar nantinya berkisar mengenai kisah pendidikan orang yang dimaksud. Mulai dari SD, SMP, SMA, merantau untuk kuliah, pun sampai wisuda.

e-New - 15/11/2009 01:46 PM
#39

Sambungan dari atas...
Quote:
Original Posted By e-New
Kaskus ID : e-New
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rubrikview.php?id=546&topik=7&hal=1&ss=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]

Spoiler for dadendate
D. Bentuk Fisik Kecapi Dadendate

Kecapi dadendate terbuat dari kayu lengo / Balaroa. Sedang senarnya dulunya menggunakan tali enau. Dan sekarang banyak yang berasal dari kawat kecil yang terbuat dari baja dan tali labrang rem sepeda.

Seperti yang telah diuraikan di depan bahwa bentuk kecapi pada permainan Dadendate menyerupai sebuah perahu. 0leh nara sumber hal ini berbubungan dengan legenda Sawerigading.

Sebuah kecapi terbagi atas bagian-bagian yang penamaannya diserupakan atau disamakan denga organ tubuh manusia. Seperti berikut ini:

* Lelona : Bagian ekor dari kecapi
* Pusena : Pusat / Penampang senar (Bridge)
* Taina : Perut / Badan bagian belakang Kecapi / Resonansi belakang
* Bombarana : Dada / Badan bagian depan Kecapi / Resonansi depan
* Koyampalona : Papan jari terdiri dari lima bidang bundar sama besar (Fingerboard)
* Ongena : Hidung / Penampang senar bagian depan (Nut)
* Potoro : Telinga / Penyetem senar / Tunning head. Terdiri atas 2 potoro kiri dan kanan
* Irana, : Daun / Kepala Kecapi / Head
* Tutugo : Leher / Bagian penghubung antara badab dan kepala kecapi
* Bengona : Bagian belakang Kecapi
* Bolona : Lobang pada bagian belakang Kecapi. Terdiri 3 bagian dengan
diameter yang berbeda
* Lelona berukuran panjang 8 c, tinggi 10 cm, dan Lebar 1 cm
* Pusena berukuran tinggi 5,5 cm, diameter 3,5 cm
* Taina Panjang 20 cm, lebar 14 cm, dan tebal 9 cm
* Bombarana Panjang 39 cm, lebar 11 cm, dan tebal 7 cm
* Koyampalona Diameter 2 cm, Tinggi 5 cm, Panjang 17 cm
* Ongena Panjang 3 cm, tinggi 0.5 cm, lebar 2 cm .
* Potoro berukuran panjang 3 cm
* Irana panjang 25 cm, tinggi 7cm, lebar 0.5 cm
* Bengona berukuran panjang 58 cm lebar 20 cm
* Bolona 1 berdiameter 2 cm, bolona 2 berdiameter 3,5 cm, dan bolona 3 berdiameter 5 cm.

Papan jari pada kecapi yang terdiri dari 5 bagian mempunyai kandungan pengertian akan 5 unsur dalam kehidupan, Masing-masing :

1. Sirih menggambarkan urat yang mengelilingi tabuh manusia
2. Pinang menggambarkan jantung
3. Tembakau menggambarkan empedu
4. Kapur menggambarkan tulang
5. Gambir menggambarkan paru-paru

Penggambaran ini apabila digabungkan akan menjadi warna merah yang menggambarkan darah yang ada dan dibutuhkan oleh tabuh manusia. Ini merupakan ketentuan adat yang dalam bahasa lokal disebut Sambulugana.

Kecapi terdiri dari dua senar berukuran panjang 39 cm dengan diameter 0,5 cm.

Dua senar kecapi menggambarkan orang tua (senar bawah) menyayangi yang muda (senar atas). 2 senar itu juga menggambarkan keselarasan dan keseimbangan alam. Seperti juga atas-bawah, bumi - langit, perempuan-Iaki-laki, dan seterusnya.

E. Tehnik Bermain Kecapi

Pada bagian ini, untuk menguraikan tehnik bermain pada permainan kecapi dibagi atas tangan kanan dan kiri. Tehnik tangan kiri menggunakan teknik slur yang terbagi atas hammer on (menekan, memukul senar) dan pull off (menarik senar).

Tangan kanan menggunakan tehnik petik (picking) yang menggunakan batang kecil yang terbuat dari kayu yang berukuran seperti batang korek api. Kayu tersebut dijepit oleh ibu jadri telunjuk dan jari tengah.

Kecapi dimainkan dalam posisi duduk di kursi dan diletakkan pada pangkal paha. Bagian belakang kecapi diusahakan sedemikian rupa sejajar dengan bagian perut pemain. Hal ini berfungsi mengatur keras lembutnya suara kecapi. Apabila ingin menghasilkan suara yang keras, maka lubang bagian belakang kecapi dijauhkm dari perut. Sedangkan bila ingin menghasilkan suara yang lembul maka dua lubang kecapi dirapatkan ke perut.

F. Musik Dadendate

Dua senar kecapi pada permainan dadendate, masing-masing terdiri dari nada c' untuk senar atas dan g untuk senar bawah. Penyeteman ini akan berubah apabila yang dimainkan adalah Rampamole dan ei - ei , dimana untak senar bawah menjadi c' dan senar atas menjadi nada g. Atau mudahnya kebalikan dari Dadendate.

Melodi yang dihasilkan oleh baik kecapi, vokal dan mbasi-mbasi walaupun mempunyai garis melodi yang mirip, namun tidak persis sama. Fungsi kecapi selain sebagai pengiring juga akan mengikuti garis melodi bila mbasi-mbasi dan kemudian diikuti vokal.

Pada bagian ini diupayakan untuk melakukan penotasian dengan menggunakan not balok secara bersama-sama (full score). Namun untuk kecapi tidak dirinci menjadi kecapi 1, kecapi 2 dan kecapi 3 sesuai dengan jumlah kecapi yang dimainkan. Namun cukup satu kecapi saja dengan alasan untuk mempermudah penotasian dan diantara ketiga kecapi itu tidak terlalu mencolok perbedaanya.

Penotasian dilakukan pada awal permainan dan satu lagu yang utuh. Yakni pada saat penulis meminta mereka untuk bermain secara khusus untuk kepentingan penotasian. Dan pemain dadendate mengira bahwa pengulangan perekaman karena, sebelumnya mereka bermain kasar. Hal ini nampak pada syair yang mereka bawakan.

Yang dimaksud satu lagu yang utuh adalah sebuah pengulangan 1 bagian yang terdiri dari intro, kalimat melodi 1 (pembuka) vokal , interlude, kalimat melodi 2 (isi) vokal, interlude, kalimat melodi 3 (penutup) masing-masing untuk vokal pria dan wanita.

Sangat mungkin terjadi perubahan dan varian-varian pada pengulangan-pengulangan lainnya. Hal ini terutama nampak pada vokal yang sering kali menyesuaikan melodi dan syair. Baik silabis ataupun melismatis. Artinya penyanyi bebas untuk menambah atau mengurangi gerak melodi dengan syair yang spontanitas. Yang justru merupakan kekuatan musik Dadendate.

Musik dadendate dimulai dengan petikan kecapi sebagai pengantar (tidak dinotasikan). Untuk kemudian disusul dengan mbasi-mbasi yang akan bersama-sama membuat intro atau pengantar. Mbasi-mbasi akan memainkan melodi yang menyerupai vokal mulai pada birama 1 sampai birama 61.

Melodi mbasi-mbasi dimainkan dengan tehnik pogantainosa (tehnik untuk membuat melodi yang dihasilkan tidak terasa terputus atau berhenti untuk mengambil napas).

Melodi vokal untuk pria dan wanita berbeda. Perbedam sangat menonjol terdapat pada potongan melodi pembuka birama 61 - 74. Vokal pria mendahului vokal wanita. Kalimat melodi 1 vokal pria mulai dari birama 61 - 80.

Kalimat melodi 1 berisi syair-syair pembuka tentang isi syair yang akan disampaikan nantinya. Pada birama 81 vokal pria berhenti selama beberapa saat yang diisi oleh kecapi dan mbasi-mbasi. Pada saat ini vokalis agaknya diberi kesempatan untuk beristirahat dan menyusun syair-syair yang akan dinyanyikannya. Dalam penotasian dituliskan birama yang dibutuhkan untuk istirahat. Namun sesungguhnya berubah-ubah untak setiap pengulangan. Vokalislah yang menentukan kapan dia akan mulai.

Vokal akan memulai kalimat isi (kalimat kedua) pada birama 85 ketukan 2 - 109. Birama 90 ketukan 2 - 109 berisi melodi pendek yang diulang-ulang beberapa kali dan berisi inti syair yang dikemukakan. Syair pada potongan melodi ini bersajak a - a - a - a.

Kalimat penutup (kalimat ketiga) dimulai pada birama 110 - 117.

Setelah penyanyi pria menyelesaikan lagunya maka akan disusul penyanyi wanita yang diantarai oleh permainan mbasi-mbasi dan kecapi 118 - 120. Kalimat melodi pembuka dimulai dari birama 122 - 141. Pada birama 142 - 145 ada interlude yang diisi oleh mbasi-mbasi dan kecapi untuk memberikan kesempatan penyanyi istirahat dan menyusun syair-syair berikutnya.

Kalimat kedua (Kalimat isi) dimulai pada birama 146 - 160. Potongan melodi pada birama 150 - 153 diuIang-ulang beberapa kali dan berisi inti syair yang ingin dikemukakan. Jumlah pengulangan berubah-ubah untuk setiap pengulangan lagu. Namun dalam penotasian tanda ulang ditulis hanya satu kali untuk mempermudah penotasian syair pada potongan melodi ini bersajak a - a - a - a.

Kalimat ke tiga (Penutup) dimulai pada birama 161- 167.


e-New - 15/11/2009 01:46 PM
#40

Sambunganya lagi...
Quote:
Original Posted By e-New
Kaskus ID : e-New
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rubrikview.php?id=546&topik=7&hal=1&ss=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]

Spoiler for dadendate
G. Prospek Dadendate Mendatang

Dadendate sebagai nyanyian bercerita, pembawa kabar, bertutur, atau apapun julukan buat dia, sangat layak untuk mendapat perhatian dalam perkembangan selaanjutnya. Berbagai upaya untuk pengembangan kesenian tradisi sebenarnya lebih diupayakan untuk terjadinya seleksi alami.

Kesenian tradisi yang memang mati secara alami tergilas oleh perputaran zaman tidak perlu ditangisi. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah kepunahan kesenian-kesenian tradisi yang mati tidak secara alamiah. Artinya punah sebelum waktunya. Penotasian yang dilakukan ini adalah salah satu cara mengatasi kepunahan yang tidak alami.

Dengan penotasian seperti ini akan terbuka kemungkinan untuk analisa modus, melodi, harmoni, beberapa elemen musik yang ada dalam dadendate, syair atau apa saja yang terdapat dalam dadendate. Analisa seperti ini penting untuk dapat merumuskan apa yang dapat kita lakukan untuk pemanfaatan idiom-idiom musik dadendate.

Kalau lanngkah yang kita ambil adalah memanfaatkan idiom tradisi menjadi sebuah garapan pertunjukan, maka keseringan kita untuk membuat karya-karya tanpa proses analisis terlebih dahulu dapat tedihindari.

Untak seniman tradisi dan kesenian dadendate itu sendiri, menurut pengamatan penulis tidaklah nieng-khawatirkan. Dari pergaulan dengan seniman tradisi itu sendiri selama penelitian berlangsung nampak bahwa mereka sebagai seniman sadar akan hak dan tanggungjawab mereka sebagai seniman.

Frekwensi pertunjukan mereka untuk mengisi acara-acara hajatan sedikit banyak mampu untuk menjaga mereka tetap berkesenian. Proses regenerasi yang mereka lakukan dengan menurunkan kemampuan tersebut kepada anak-anak juga berlangsung.

Hanya saja masalah syair memang menjadi kendala. Para maestro Dadendate umumnya, tidak mempunyai kemampuan bahasa Indonesia yang baik. Sehingga kekuatan syair pada musik ini akan mempunyai hambatan pada masalah komunikasi apabila dipresentasikan pada komunitas non Kaili yang berdialek Rai. Lain dengan apa yang terjadi pada kesenian Madihin pada suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pemain-pemainnya mempunyai kemampuan bahasa Indonesia yang baik sehingga masalah diatas tidak terjadi.

Dalam sebuah diskusi seorang pengamat membayangkan apabila para pelaku Dadendate ini mempunyai kebiasaan membaca koran atau apa saja sehingga syair-syair yang mereka bawakan benar-benar masalah aktual yang terjadi pada masa dewasa ini. Hal ini dapat diatasi dengan seringnya megajak mereka berdialog tentang kondisi-kondisi terkini yang terjadi pada masyarakat Sesuai tradisi lisan yang mereka punyai.

bluez_bekztra - 16/11/2009 09:50 PM
#41
Tari Remo - Jawa Timur
Kaskus ID : bluez_bekztra
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Tari Remo
Sumber : id.wikipedia.org/Tari Remo
Keterangan : Tari Remo,tari asal Jawa Timur

Spoiler for Baca Selengkapnya
Tari Remo adalah salah satu tarian untuk penyambutan tamu agung, yang ditampilkan baik oleh satu atau banyak penari. Tarian ini berasal dari Provinsi Jawa Timur.

Asal-usul
Tari Remo berasal dari Jombang, Jawa Timur. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga. Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.


Tata Gerak
Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika yang lain yakni gerakan selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif.


Tata Busana
Busana dari penari Remo ada berbagai macam gaya, di antaranya: Gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan. Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan.

Busana gaya Surabayan
Terdiri atas ikat kepala merah, baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18, celana sebatas pertengahan betis yang dikait dengan jarum emas, sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut, setagen yang diikat di pinggang, serta keris menyelip di belakang. Penari memakai dua selendang, yang mana satu dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu, dengan masing-masing tangan penari memegang masing-masing ujung selendang. Selain itu, terdapat pula gelang kaki berupa kumpulan lonceng yang dilingkarkan di pergelangan kaki.

Busana Gaya Sawunggaling
Pada dasarnya busana yang dipakai sama dengan gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni penggunaan kaus putih berlengan panjang sebagai ganti dari baju hitam kerajaan.


Busana Gaya Malangan
Busana gaya Malangan pada dasarnya juga sama dengan busana gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni pada celananya yang panjang hingga menyentuh mata kaki serta tidak disemat dengan jarum.


Busana Gaya Jombangan
Busana gaya Jombangan pada dasarnya sama dengan gaya Sawunggaling, namun perbedaannya adalah penari tidak menggunakan kaus tetapi menggunakan rompi.


Busana Remo Putri
Remo Putri mempunyai busana yang berbeda dengan gaya remo yang asli. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutup bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai ke lutut, serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu.


Pengiring
Musik yang mengiringi Tari Remo ini adalah gamelan, yang biasanya terdiri atas bonang barung/babok, bonang penerus, saron, gambang, gender, slentem siter, seruling, kethuk, kenong, kempul, dan gong. Adapun jenis irama yang sering dibawakan untuk mengiringi Tari Remo adalah Jula-Juli dan Tropongan, namun dapat pula berupa gending Walangkekek, Gedok Rancak, Krucilan atau gending-gending kreasi baru. Dalam pertunjukan ludruk, penari biasanya menyelakan sebuah lagu di tengah-tengah tariannya.
verditch - 05/12/2009 10:31 AM
#42

kaskus ID : verditch

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel Tentang Alat Musik Sasando

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sasando

keterangan : ini adalah artikel mengenai sasando alat musik tradisional yg berasal dari pulau rote(NTT)

Spoiler for
Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.

Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas ke bawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.

[spoiler=gambar sasando]

[/spoiler]
Voidness - 09/12/2009 02:40 PM
#43
Tari Persembahan Dari Bengkulu
Kaskus ID: Voidness

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel Tentang Tari Persembahan Bengkulu

Tari Penyambutan di Inspirasi Tari Kejai yang sakral dan Agung di Tanah Rejang
Tari Penyambutan adalah Tari Kreasi Baru yang diatur sedekat mungkin dengan Tari Kejai. Terinspirasi oleh tari Kejai karena Suku Rejang sendiri jaman dahulu tidak mempunyai Tari Penyambutan, di jaman dahulu penyambutan tamu dilakukan dengan upacara adat. Tari Kejai adalah tarian sakral dan agung, sehingga sangat pantas untuk di persembahkan untuk Penyambutan Tamu, seperti Pejabat Tinggi Negara, Menteri, Bupati yang berkunjung ke Tanah Rejang, atau pada even-even lain yang bersifat ceremonial.

Jumlah Penari
Jumlah penari tidak dibatasi,sesuai dengan tempat,bisa putra bisa pula putri, bisa juga berpasangan. Di Rejang Lembak Tari Penyambutan disebut Tari Kurak, namun dalam pembahasan disepakati menggunakan Tari Penyambutan yang telah dibakukan.

Musik yang mengiringi Tari Penyambutan
Di inspirasi oleh tarian sakral dari Tanah Rejang, musik dan alat musik Tari Penyambutan memakai alat musik khas tradisional Suku Rejang, yaitu gong dan kalintang, yang dari jaman dahulu kala di pakai pada musik pengiring tarian sakral dan agung Suku Rejang yaitu Tari Kejai.
Pada umumnya dipakai irama lagu Lalan belek dan Tebo Kabeak.

Gerakan Sembah (Penghormatan) :

1. Sembah Tari : Tangan diangkat diatas bahu
2. Sembah Tamu : Tangan diangkat diatas dada
3. Penyerah Siri setengah jongkok dan setengah berdiri pada saat berada diluar rumah
4. Khusus busana yang menyerahkan siri ( wanita ) mengenakan pakaian / baju kurung / renda penutup dada
ogroex - 14/12/2009 02:36 PM
#44

Kaskus ID : ogroex
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - musik [lyric]
Bentuk karya : lagu
Sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=85334345#post85334345
Keterangan :
lagu ini saya buat untuk mu indonesia
yang di saat2 sekarang ini seing terkena musibah dan bencana
om momod klo salah tempat postingannya di pindah ato di delet aja ya om
hehehe

indonesiaku
by ogroex



hijau alam ku
biru lautku
merah berani
putih nya suci

putra putri bangsa
bangunlah bangsamu
harum kan namanya
seantero dunia

reff
walau bencana silih datang berganti
kita harus tegar menghadapinya
pantang menyerah ciri bangsa indonesia
maju terus pantang mundur

GARRY JUNKHEAD rekam live studio [masih kasar] hehehe
[CODE]http://www.4shared.com/file/172564545/1ce6ac47/Garry__junkhead_-_indonesiaku.html

[/CODE]
verditch - 23/12/2009 03:35 PM
#45

kaskus ID : verditch

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel tentang Alat Musik Triton

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Triton_%28alat_musik%29

keterangan : alat musik tradisional dari papua

Spoiler for
Triton adalah alat musik tradisional masyarakat Papua. Triton dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini terdapat di seluruh pantai, terutama di daerah Biak, Yapen, Waropen, Nabire, Wondama, serta kepulauan Raja Amat. Awalnya, alat ini hanya digunakan untuk sarana komunikasi atau sebagai alat panggil/ pemberi tanda. Selanjutnya, alat ini juga digunakan sebagai sarana hiburan dan alat musik tradisional.
verditch - 27/12/2009 10:41 AM
#46

kaskus ID : verditch

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel Tentang Kolintang

sumber : wikipedia
budaya indonesia

keterangan : alat musik tradisional dari minahasa,sulawesi utara

Spoiler for
Kolintang atau kulintangadalah alat musik khas daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Kolintang dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti telur, bandaran, wenang, kakinik kayu cempaka, dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel.

Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.

Beberapa group terkenal seperti Kadoodan, Tamporok, Mawenang yang sudah eksis lebih dari 35 tahun.Pembuat kolintang tersebar di Minahasa dan di pulau Jawa,salah satu pembuat kolintang yang terkenal Petrus Kaseke

SEJARAH & PERKEMBANGANNYA

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).

Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: "Mari kita ber Tong Ting Tang" dengan ungkapan "Maimo Kumolintang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain.

Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya. Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.

Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat "string" seperti gitar, ukulele dan stringbas.

Tahun 1954 kolintang sudah dibuat 2 ½ oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 ½ oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 ½ oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan. Saat ini Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh.


PERALATAN & CARA MEMAINKAN Setiap alat memiliki nama yang lazim dikenal. Nama atau istilah peralatan Musik kolintang selain menggunakan bahasa tersebut diatas juga memiliki nama dengan menggunakan bahasa Minahasa, dan untuk disebut lengkap alat alat tersebut berjumlah 9 buah. Tetapi untuk kalangan professional, cukup 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap. Kelengkapan alat tersebut sebagai berikut:

B - Bas = Loway C - Cello = Cella T - Tenor 1 = Karua - Tenor 2 = Karua rua A - Alto 1 = Uner - Alto 2 = Uner rua U - Ukulele = Katelu M - Melody 1 = Ina esa - Melody 2 = Ina rua - Melody 3 = Ina taweng


MELODY Fungsi pembawa lagu, dapat disamakan dengan melody gitar, biola, xylophone, atau vibraphone. Hanya saja dikarenakan suaranya kurang panjang, maka pada nada yang dinginkan; harus ditahan dengan cara menggetarkan pemukulnya( rall). Biasanya menggunakan dua pemukul, maka salah satu melody pokok yang lain kombinasinya sama dengan orang menyanyi duet atau trio (jika memakai tiga pemukul). Bila ada dua melody, maka dapat digunakan bersama agar suaranya lebih kuat. Dengan begitu dapat mengimbangi pengiring (terutama untuk Set Lengkap) atau bisa juga dimainkan dengan cara memukul nada yang sama tetapi dengan oktaf yang berbeda. Atau salah satu melody memainkan pokok lagu, yang satunya lagi improvisasi.

CELLO Bersama melody dapat disamakan dengan piano, yaitu; tangan kanan pada piano diganti dengan melody, tangan kiki pada piano diganti dengan cello. Tangan kiri pada cello memegang pemukul no.1 berfungsi sebagai bas, sedangkan tangan kanan berfungsi pengiring (pemukul no.2 dan no.3). Maka dari itu alat ini sering disebut dengan Contra Bas. Jika dimainkan pada fungsi cello pada orkes keroncong, akan lebih mudah bila memakai dua pemukul saja. Sebab fungsi pemukul no.2 dan no.3 sudah ada pada tenor maupun alto.

TENOR I & ALTO I Keenam buah pemukul dapat disamakan dengan enam senar gitar.

ALTO II & BANJO Sebagai ukulele dan "cuk" pada orkes keroncong.

ALTO III (UKULELE) Pada kolintang, alat ini sebagai ‘cimbal’, karena bernada tinggi. Maka pemukul alto III akan lebih baik jika tidak berkaret asal dimainkan dengan halus agar tidak menutupi suara melody (lihat petunjuk pemakaian bass dan melody contra).

TENOR II (GITAR) Sama dengan tenor I, untuk memperkuat pengiring bernada rendah.

BASS Alat ini berukuran paling besar dan menghasilkan suara yang paling rendah.


SUSUNAN ALAT Lengkap (9 pemain) : Melody - Depan tengah Bass - Belakang kiri Cello - Belakang kanan Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).


NADA NADA DASAR Nada nada dalam alat kolintang sebagai berikut:

C = 1 3 5 Cm = 1 2 5 D = 2 4 6 Dm = 2 4 6 E = 3 5 7 Em = 3 5 7 F = 4 6 1 Fm = 4 5 1 G = 5 7 2 Gm = 5 6 2 A = 6 1 3 Am = 6 1 3 B = 7 2 4 Bm = 7 2 4

Sedangkan chord lain, yang merupakan pengembangan dari chord tersebut diatas, seperti C7 = 1 3 5 6, artinya nada do diturunkan 1 nada maka menjadi le . Sehingga saat membunyikan 3 bilah dan terdengar unsur bunyi nada ke 7 dalam chord C, maka chord tersebut menjadi chord C7. Demikian pula dengan chord yang lain.

CARA MEMEGANG PEMUKUL/ STICK KOLINTANG

Memegang Pemukul Kolintang, memang tidak memiliki ketentuan yang baku, tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan tangan terhadap stik. Tetapi umumnya memegang stick kolintang dilakukan dengan cara : No. 1 Selalu di tangan kiri No. 2 Di tangan kanan (antara ibu jari dengan telunjuk) No. 3 Di tangan kanan (antara jari tengah dengan jari manis) – agar pemukul no.2 dapat digerakkan dengan bebas mendekat dan menjauh dari no.3, sesuai dengan accord yang diinginkan. Dan cara memukul dan disesuaikan dengan ketukan dan irama yang diinginkan, dan setiap alat memiliki, ciri tertentu sesuai fungsi didalam mengiringi suatu lagu. Pada alat Bass dan alat Melody umumnya hanya menggunakan 2 stick, sehingga lebih mudah dan nyaman pada tangan. ( Nomor nomor tersebut diatas telah tertera disetiap pangkal pemukul stick masing masing alat kolintang)

Teknik Dasar memainkan stick pada bilah kolintang sesuai alat dan jenis irama

Dari sekian banyak irama dan juga lagu yang ada, beberapa lagu sebagai panduan untuk memainkan alat musik kolintang disertakan dalam materi ini. Seperti: • Sarinande • Lapapaja • Halo halo Bandung • Besame Mucho Lagu lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda baik chord dan irama. Lagu lagu tersebut telah dilengkapi dengan partitur serta chord/ accord untuk memudahkan memahami alat musik kolintang.

Demikian pula dengan teknik memukulkan stick pada bilah kolintang. Karena sesuai irama yang beraneka ragam, maka untuk menghasilkan irama tertentu maka teknik memukulkan stik pada tiap alat pun berbeda beda. Pada materi ini, diberikan teknik teknik dasar cara memukulkan stick pada kolintang. Untuk dapat memahami teknik, dibutuhkan pengetahuan akan harga dan jumlah ketukan dalam setiap bar nada. Dan berbekal pengetahuan dasar dasar bermain kolintang ini saja, ditambah dengan bakat individu, maka grup/ kelompok musik kolintang telah dapat memainkan berbagai jenis lagu dengan tingkat kesulitan yang variatif secara spontan
modem10 - 01/01/2010 01:48 PM
#47

Kaskus id : modem10
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Gamelan Supra
Sumber : http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=33106&Itemid=32
Keterangan : Gamelan satu2nya di dunia

Spoiler for artikel

Gamelan supra sebagai musik pendidikan

Di dalam pendidikan, musik menduduki posisi tertinggi. Karena tidak ada satu pun disiplin yang dapat merasuk ke dalam jiwa dan menyertai dengan kemampuan bertahap melebihi irama dan melodi. (Plato)

KETIKA setiap sekolah yang ada di Indonesia ini berlomba- lomba mencari bentuk pendidikan, SMA Kolese Loyola Semarang hadir dengan pendidikan humanis yang mendidik manusia secara menyeluruh. Proses pendidikan yang berjalan tidak hanya mengembangkan sisi intelektual saja tetapi juga seni, khususnya tertuang dalam musik.

Di Kolese Loyola, seni musik gamelan supra (SUgijaPRAnata), yang awalnya disebut sebagai gamelan kromatik diatonis, hasil perpaduan musik Timur dan Barat, digunakan sebagai sarana untuk pendidikan. Gagasan penciptaan dan pengembangan gamelan supra muncul tahun 1957 sebagai sarana untuk pendidikan karakter Ignatian tidak lepas dari sosok P Henricus Constant van Deinse SJ yang seorang pastur ordo Jesuit yang humanis.

"Sebagai seorang musikus, keunggulan Pater Van Diense, tidak disangsikan lagi. Di SMA Kolese Loyola, ia mengembangkan pendidikan musik, salah satunya adalah gamelan supra. Baginya, musik adalah luar biasa. Musik bisa menghibur, mengobati, dan memotivasi," ujar Romo Leonardus EB Winandoko SJ Med, Kepala SMA Kolose Loyola.

Oleh karenanya, Pater Van Diense SJ, secara kreatif dan kontekstual mengembangkan musik supaya musik menjadi lebih menyenangkan dan menggembirakan. Musik yang menyenangkan dan menggembirakan memberi semangat hidup bagi para pemainnya.

Ia mengembangkan gamelan sebagai sarana pendidikan di SMA Kolese Loyola ini.

Gamelan Jawa yang pentatonik disulap dengan kreativitasnya menjadi gamelan supra yang diatonik sehingga tidak hanya dapat memainkan gendhing- gendhing karawitan Jawa tetapi juga dapat memainkan berbagai macam jenis lagu.

Pendeknya, gamelan supra tidak hanya mampu memainkan musik-musik gaya Jawa yang nota bene bernotasi pentatonis tapi juga mampu memainkan berbagai macam musik lain seperti pop, Jazz, bahkan klasik yang bernotasi diatonis.

Diakui banyak ahli bahwa musik pada dasarnya mempunyai pengaruh besar terhadap hidup manusia. "Di dalam kelas, musik memberikan kesempatan berinteraksi sosial secara total dalam lingkungan yang tidak menakutkan, musik dapat meningkatkan semangat hidup, musik dapat meningkatkan rasa harga diri, percaya diri, dan menanamkan harapan dalam setiap kesempatan, " ujar Romo Winandoko lagi. Hal inilah yang dilakukan oleh Pater van Diense SJ dengan gamelan supra. Ia menggunakan gamelan yang bercirikan kebersamaan satu team ini sebagai sarana untuk menerjemahkan semangat Ignatian dalam membentuk karakter Ignatian para pemainnya.

Pada tahun-tahun awal pendiriannya, gamelan pendidikan ini sering dimainkan dalam pawai atau karnaval di dalam maupun di luar kota Semarang. Supra memikat hati masyarakat berkat kekhasan yang dimiliki. Dalam setiap HUT Kolese Loyola, supra ditampilkan sebagai maskotnya. Pada tahun 1974 (HUT ke-25) dan 1984 (HUT ke-35), Supra Page 13 tampil di GOR Semarang (kini Mal Ciputra). Pada Ultah Loyola ke-30 dan 33, supra ditampilkan di Wisma Pancasila (kini Plasa Simpanglima).

Tiga even besar lainnya adalah tampilan supra pada saat kunjungan Ratu Juliana ke Indonesia pada tahun 1988 di Candi Borobudur, saat perayaan Natal Nasional di Jakarta, dan yang terakhir tampil di tengah-tengah warga Bandung pada tahun 2005.

Kini, pada tahun 2009, gamelan supra tengah bersiap tampil dalam pembukaan Loyola Education Fair (LEF) yang berlangsung 5-6 September 2009. Kegiatan ini sendiri termasuk salah satu agenda menyongsong HUT Kolese Loyola yang akan dilaksanakan Desember mendatang. LEF 2009 sendiri hadir dengan memadukan wawasan mengenai perguruan tinggi dalam negeri dan juga pendidikan tinggi di luar negeri.

Hal ini menjadi tanda bahwa Loyola dengan gamelan supra serta LEF 2009 mengajak setiap orang untuk terbuka terhadap wawasan yang lebih luas. "Gamelan supra menawarkan kecintaan terhadap budaya lokal dan sekaligus mampu berdialog dengan budaya lain," tambah Romo Winandoko.

Tahun terus menerus berganti, tetapi semangat pendidikan musik yang diwariskan Pater van Deinse masih terus membara dalam setiap jiwa yang ada di SMA Kolese Loyola. Kini dalam asuhan Wastu, gamelan supra mencoba dipadukan dengan musik band, yang menjadi salah satu simbol kaum muda. Gamelan tidak hanya berhenti pada dua atau tiga generasi setelah van Deinse. Tetapi gamelan juga bisa menjadi jiwa anak muda saat ini.

Gamelan supra tetap exist sebagai sarana untuk membangun karakter individu yang lebih disiplin dan terbuka wawasan budaya. "Individu yang tidak hanya mengembangkan seluruh potensi bakat kemampuannya, tetapi juga yang sanggup untuk hidup bersama dan bagi yang lain. Be men and women with and for others," tandas Romo Winandoko. wiek
fathiaa - 04/01/2010 07:03 PM
#48
Tari Saman
kaskus ID : fathiaa

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel tentang Tarian Saman

sumber : http://liza-fathia.com/2010/01/tari-saman-dance-of-thousand-hands.html

keterangan : tarian dari Aceh


Spoiler for tari saman

Salamualaikum kamoe ucapkan Para undangan nyang baro teuka

Karena saleum nabi kheun sunnah. Jaroe ta mumat tanda mulia…

Mulia wareh ranup lampuan. Mulia rakan mameh suara

Ranup kuneng on kamo ba reujang. Kamo ba reujang wahai cendana

Tari Seribu Tangan atau yang lebih dikenal dengan Tari Saman menjadi salah satu primadona Aceh dalam pertunjukan seni tari. Tarian ini memiliki keunikan tersendiri. Tepuk tangan, gerakan badan dan kepala serta posisi duduk para penari dengan goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau ke kanan ketika syair-syair dilagukan mampu menyedot perhatian para penonton.

Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo dan dikenal dengan berbagai jenis nama, antara lain Saman Gayo di Aceh Tengah dan Tenggara, Saman Lokop di Aceh Timur, dan Saman Aceh Barat di Aceh Barat. Namun, belum ditemukan penjelasan yang lebih rinci mengenai perbedaan dan persamaan tarian saman dari masing-masing daerah tersebut.

Jika dirujuk ke bahasa Arab, Saman berarti “Delapan Maksud”. Nama “Saman” diambil dari orang yang menciptakan dan mengembangkan tarian ini, Syeikh Saman, yaitu salah seorang ulama yang menyebarkan ajaran Islam di Aceh. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukkan-pertunjukkan.

Tari Saman dilakukan secara berkelompok, sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan berbanjar/bersaf yang dipandu oleh seorang pemimpin yang disebut Syeikh. Tarian ini biasanya ditampilkan menggunakan iringan alat musik berupa gendang (bisa juga tanpa menggunakan alat musik) dan menggunakan suara dan tepuk tangan dari para penari. Selain itu juga dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi serta menghadapkan badan ke berbagai arah.

Saking cepatnya gerakan tangan yang dihempaskan, seolah-olah terlihat seperti ribuan tangan yang sedang menari sehingga Saman juga dijuluki “Dance of Thousand Hands”. Indah sekali!!!

Keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini. Oleh karena itu, para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi, keuletan, dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.

Karena kedinamisan gerakannya, tarian ini banyak dibawakan/ditarikan oleh kaum pria, tetapi perkembangan sekarang ini sudah banyak ditarikan oleh penari wanita. Tarian ini ditarikan kurang lebih 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi (Syeikh-red).

Tarian Saman membuktikan betapa tegarnya orang Aceh dalam menghadapi musibah dan kenyataan dalam hidup. Hal ini bisa dilihat dari isi syair yang dibawakan oleh Syeikh, kekompakan dan kedisiplinan para penari untuk menghasilkan sebuah tarian yang sempurna.

Pada masa penjajahan Belanda, pertunjukkan tari saman dilarang karena dianggap mengandung unsur magis. Namun, larangan ini tidak dihiraukan oleh masyarakat Aceh. Sehingga tarian ini terus berkembang pesat sampai sekarang dengan berbagai dinamikanya yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Selain itu, tarian saman tidak hanya dipertunjukkan di daerah Aceh, melainkan juga di daerah lain di Indonesia, bahkan di dunia internasional.
verditch - 05/01/2010 10:03 AM
#49

kaskus ID : verditch

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artikel Mengenai Talempong

sumber : wikipedia

keterangan : ini adalah artikel tentang alat musik talempong

Spoiler for
Talempong adalah sebuah alat musik pukul khas suku bangsa Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong ini berbentuk bundar pada bagian bawahnya berlobang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyi dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Gelombang. Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga pranada DO dan diakhiri dengan SI.Talempong diiringi oleh akord yang cara memainkanya serupa dengan memainkan piano.

[spoiler=gambar]


[/spoiler]
verditch - 06/01/2010 10:03 AM
#50

kaskus ID : verditch

kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

bentuk karya : Artiket Tentang Serunai

sumber : wikipedia

keterangan : alat musik tradisional di masyarakat minang

Spoiler for
Serunai

Serunai, atau juga disebut puput serunai, adalah nama alat musik aerofonik (tiup) yang dikenal di Indonesia sebagai alat musik tradisional di masyarakat Minang. Bagian unik dari serunai adalah ujungnya yang mengembang, berfungsi untuk memperbesar volume suara.

Latar belakang

Asal mula serunai atau "puput serunai" diduga datang dari nama shehnai, alat musik yang diduga berasal dari Lembah Kashmir di dataran Utara India. Alat musik shehnai diduga juga merupakan perkembangan dari alat musik pungi yang dipakai dalam musik para pemikat ular tradisional India.

Setelah dikenal luas di Sumatera Barat, serunai menjadi populer dan dikenal sebagai alat musik tiup tradisional di Minang. Alat musik ini dikenal merata di Sumatera Barat, terutama di bagian daratannya seperti di daerah Agam, Tanah Datar dan Limo Koto, dan juga di daerah pesisir pantai Sumatera Barat sepanjang pantai Samudera Hindia. Alat musik ini sejak lama telah dipopulerkan ke seluruh Indonesia oleh para imigran dari Minang dan juga telah dikenal sebagai alat musik tradisional di Malaysia dengan nama sama.

Kegunaan

Puput serunai biasanya dimainkan dalam acara-acara adat yang ramai, seperti upacara perkimpoian, penghulu (batagak pangulu dalam bahasa Minang) dan sebagainya. Alat musik ini juga biasa dimainkan dengan bebas, baik perorangan, pada saat memanen padi atau saat bekerja di ladang. Musik serunai juga populer untuk mengiringi pertunjukan pencak silat Minang. Dalam sebuah penampilan, serunai dapat dimainkan secara solo (sendirian), dan dapat digabung dengan alat musik tradisional lainnya, seperti talempong, gendang dan sebagainya.

Desain dan pembuatan

Bahan untuk membuat sebuah puput serunai tradisional Minang terdiri dari batang padi, kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa.

Bagian penata bunyi serunai terbuat dari kayu capo ringkik atau dari bambu talang yang ukurannya sebesar ibu jari tangan. Capo ringkik adalah sejenis tanaman perdu yang mempunyai lapisan kayu keras namun mempunyai bagian dalam yang lunak, sehingga mudah untuk dilubangi. Kayu yang panjangnya 20 cm tersebut diberi 4 lubang yang berselisih jarak 2,5 cm, yang berfungsi memberi beda tinggi rendah nada. Nada yang lazim pada alat musik tradisional Minang termasuk puput serunai adalah nada pentatonis do-re-mi-fa-sol.

"Puput" adalah bagian yang ditiup pada alat musik serunai, biasa terbuat dari kayu, bambu talang, atau batang padi tua. Bagian ini disambungkan oleh bagian penyambung yang berfungsi sebagai pangkal puput tersebut. Panjangnya sekitar 5 cm dan terbuat dari kayu keras. Penyambung ini dilubangi untuk saluran udara tiup, yang bersambungan dengan poros badan dan poros corong. Di bagian belakang, bagian penyambung ini juga berbentuk corong, dengan diameter 2 cm.

Bagian "corong" adalah bagian ujung serunai yang dibentuk membesar seperti ujung akhir alat musik terompet. Fungsi bagian ini adalah untuk memperkeras atau memperbesar volume suara. Bagian ini biasanya terbuat dari kayu, terutama kayu gabus, dari tanduk kerbau yang secara alamiah telah berbentuk lancip mengembang, ataupun dari daun kelapa yang dililitkan. Panjangnya sekitar 10 sampai 12 cm, dengan garis tengah 6 cm di bagian yang mengembang.

Dalam pembuatan serunai terdapat spesifikasi yang bervarisi di tiap daerah. Bahkan ada jenis serunai di mana pengaturan nada dilakukan dengan cara menutup dan membuka permukaan bagian corong.

Dalam orkes tradisional Minang, serunai biasanya dimainkan bersama instrumen lainnya seperti talempong, gendang dan gong yang menghasilkan perpaduan bunyi dan irama tradisional khas Minang.

[spoiler=gambar]


[/spoiler]
Page 2.5 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Lagu/Tarian/Alat Musik > Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel