Kekayaan Alam/Flora & Fauna
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Kekayaan Alam/Flora & Fauna > Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel
Total Views: 58557
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 

tehjajoni - 20/01/2010 10:48 AM
#21
Taman Laut Bunaken (Manado)
Kaskus ID : tehjajoni
Kategori : Kekayaan Alam
Bentuk karya : Taman Laut Bunaken
Sumber : http://guidetoindonesia-subekti.blogspot.com
Keterangan: Mengenai keindahan Taman Laut Indonesia

Spoiler for Taman Laut Bunaken



Spoiler for artikel

Bunaken National Park is representative of Indonesian tropical water ecosystems of the mangrove ecosystems, seagrass, coral reefs, and land/coastal ecosystems.

Bunaken marine park is very popular with an area of 75.26 hectares, is located very close to Manado and comprises of 5 island near
the Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage, and Nain
This Place is entered and occupied the 10 most popular dive sites in the world to visit. Offering a spectacular dive to the depth of 100 meters
and the warm sea water is inviting.Bunaken is located at the north of the island of Sulawesi, Indonesia. It belongs administratively to the municipality of Manado.
Oceanic currents may explain, in part, why Bunaken National Marine Park has such a high level of biodiversity. Northeasternly currents generally sweep through the park but abundant counter currents and gyros related to lunar cycles are believed to be a trap for free swimming larvae. This is particularly true on the south side of the crescent-shaped Bunaken Island, lying in the heart of the park.


tehjajoni - 21/01/2010 11:21 AM
#22
Gunung bromo
Kaskus ID : tehjajoni
Kategori : Kekayaan Alam
Bentuk karya : Taman Laut Bunaken
Sumber : http://guidetoindonesia-subekti.blogspot.com
Keterangan: Mengenai Keindahan Pariwisata di Gunung Indonesia

Spoiler for Beautiful Bromo Mountain



Spoiler for i Luv Indonesia ^o^

Geographically, the region Bromo into 3 distric, namely Malang, Probolinggo and Lumajang. Entrance to Bromo area's most-traveled because it has a road infrastructure,
transportation, and lodging is very adequate thorugh Probolinggo regency. From the center of town, you can easily find public transportation for the city's main terminal
is located on the main road leading to Bromo. From Probolinggo, you have to travel as far as 28 miles to the Village Sukapura through asphalt road with good conditions in the
field and got turned down. From the village Sukapura, you still have to travel 7 miles journey to the Village Ngadisari plus 3 miles from Ngadisari to Cemoro Lawang.
After enjoying the sunrise at the top, the next attaction is the ocean sand scenery that lies between the lips of Ancient crater Caldera and Bromo. The most appropriate
periode to enjoy the ocean of sand in a way riding, driving or just walking is during the rainy season. During this season, crushed sand, so there is more stable when
trodden on, and do not generate dust that can reduce the comfort of the eyes and nose.

Some began hotel accommodation to 4 star hotels you stay where you are easily met in the area and Puncak Lawang cemoro Penanjakan. Hotel Pine Indah Hotel, Hotel Bromo Permai I, Lava View Lodge, Guest
House, Yoschi'w Guest House, and the Bromo Cottages are the name of the hotel can be your friend while enjoying the fresh and beautiful scenery of Mount Bromo.


sejuta bintang - 31/01/2010 05:17 PM
#23

Kaskus ID : sejuta bintang
Kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna
Bentuk karya : Artikel Bunga Bangkai dan Bunga Rafflesia Arnoldii
Sumber : http://alamendah.wordpress.com

Spoiler for artikel

Rafflesia arnoldii dan Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) merupakan dua jenis tanaman yang berbeda. Meski oleh masyarakat terkadang kedua jenis tanaman ini dianggap sama bahkan saling tertukar. Saya sendiri sempat mendengar seorang guru Sekolah Dasar yang mengatakan di depan murid-muridnya bahwa bunga Bangkai adalah Rafflesia.

Memang Rafflesia dan Bunga Bangkai (Suweg Raksasa) sama-sama memiliki ukuran besar (raksasa) dan mengeluarkan bau yang busuk. Namun antara Raflesia dan Bungan Bangkai (Amorphpophallus titanium) memiliki perbedaan pada klasifikasi biologi, bentuk, warna, cara hidupnya, dan siklus hidupnya.

RAFFLESIA

Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya.

Rafflesia merupakan endoparasit pada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae), menyebarkan haustoriumnya yang mirip akar di dalam jaringan tumbuhan merambat itu. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Rafflesia yang banyak dikenal masyarakat adalah jenis rafflesia arnoldii. Jenis ini hanya tumbuh di hutan sumatera bagian selatan, terutama Bengkulu.

Ciri utama yang membedakan rafflesia dengan bunga bangkai secara awam adalah bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ketika mekar, bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm. Bunga rafflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun. Bunganya memiliki 5 mahkota. Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.

Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.

Sedikit informasi, selama 200-an tahun tumbuh-tumbuhan dari genus Rafflesiaceae sulit diklasifikasikan karena karakteristik tubuh yang tidak umum. Berdasarkan penelitian DNA oleh para ahli botani di Universitas Harvard baru-baru ini, rafflesia dimasukkan ke dalam family Euphorbiaceae, satu keluarga dengan pohon karet dan singkong. Tapi hal ini masih belum terpublikasi dengan baik.

Beberapa jenis Rafflesia (di Indonesia); Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R.patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatra bagian timur).

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Rafflesiaceae; Genus: Rafflesia;

BUNGA BANGKAI

Selain rafflesia, bunga raksasa lain yang dikenal masyarakat adalah bunga bangkai/suweg raksasa Titan Arum (Amorphpophallus titanium). Jenis ini hanya endemik tumbuh di kawasan hutan di Sumatera.

Berbeda dengan rafflesia, bunga bangkai titan arum ini berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang. Sedangkan mahkotanya berwarna merah ke-ungu-an. Sekilas bentuknya saat mekar terlihat seperti bunga terompet. Bila rafflesia hanya melebar, bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi. Ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium ini bisa mencapai sekitar 4 m dengan diameter sekitar 1,5 m.

Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat di budi daya. bila rafflesia parasit pada tumbuhan rambat, bunga bangkai tumbuh di atas umbi sendiri.

Bunga ini mengalami 2 fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 m. Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga majemuk yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tanaman ini.

Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan di gantikan oleh pohon baru.

Selain itu, bunga bangkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini, seperti pada rafflesia, berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari) lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase vegetatif, dimana akan tumbuh pohon baru di atas umbi bekas bunga bangkai.

Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif. Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Alismatales; Famili: Araceae; Genus: Amorphophallus; Spesies: A. titanum;
Nama binomial: Amorphophallus titanum (Becc.) Becc. ex Arcang

conbon - 03/02/2010 02:49 PM
#24

Kaskus ID : conbon
Kategori : Kekayaan Alam

Kepulauan Raja Ampat
Pusat Segitiga Karang
Spoiler for pic










Spoiler for keterangan
Kepulauan Raja Ampat yang terletak di bagian barat-laut Propinsi Papua memiliki luas areal daratan dan laut sekitar 9,8 juta acre. Melihat posisinya di kawasan segitiga terumbu karang, yang tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, maka laut di Kepulauan Raja Ampat diindikasikan sebagai kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya di dunia.


Kumpulan terumbu karang yang luas dan kaya ini membuktikkan bahwa terumbu karang di kepulauan ini mampu bertahan terhadap ancaman-ancaman seperti pemutihan karang dan penyakit, dua jenis ancaman yang kini sangat membahayakan kelangsungan hidup terumbu karang di seluruh dunia. Kuatnya arus samudra di Raja Ampat memegang peran penting dalam menyebarkan larva karang dan ikan melewati samudra Hindia dan Pasifik ke ekosistem karang lainnya. Kemampuan tersebut didukung oleh keragaman dan tingkat ketahanannya menjadikan kawasan ini prioritas utama untuk dilindungi.


Penelitian Membuktikan Keragaman Hayati Tertinggi di Dunia



Pada tahun 2002, The Nature Conservancy (TNC) dan para mitra lainnya mengadakan suatu penelitian ilmiah untuk memperoleh data dan informasi tentang ekosistem laut, daerah bakau dan hutan Kepulauan Raja Ampat. Survei ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah 537 jenis karang, yang sungguh menakjubkan karena mewakili sekitar 75% jenis karang yang ada di dunia. Ditemukan pula 828 jenis ikan dan diperkirakan jumlah keseluruhan jenis ikan di daerah ini 1.074. Di darat, penelitian ini menemukan berbagai tumbuhan hutan, tumbuhan endemik dan jarang, tumbuhan di batuan kapur serta pantai peneluran ribuan penyu.


Kegiatan manusia di kepulauan ini belum memperlihatkan dampak negatif yang berarti dibandingkan dengan kawasan terumbu karang di tempat lainnya di Indonesia, namun ancaman-ancaman karena praktek-praktek yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom, racun (sianida), pengambilan telur penyu dan penebangan hutan yang tidak memperhatikan aspek-aspek kelestarian diperkirakan akan mengganggu keutuhan ekosistem yang ada. Pemerintah Indonesia baru saja menetapkan kawasan Raja Ampat sebagai kabupaten baru yang mandiri, yang merupakan kesempatan besar bagi masyarakat setempat untuk mengelola sumberdaya alam Raja Ampat untuk masa depan kehidupan mereka. Pemerintahan baru ini juga menawarkan peluang untuk turut mempertimbangkan aspek pelestarian alam dalam perencanaan tata ruang kabupaten baru.


Memastikan Kegiatan Pelestarian dengan Kemitraan



Menanggapi tawaran dan sekaligus untuk membantu pemerintah daerah, maka TNC meluncurkan suatu program kerja yang bertujuan untuk melindungi Kepulauan Raja Ampat yang dilakukan bersama pemerintah dan masyarakat Raja Ampat. Program ini bertujuan: 1) menyumbangkan suatu rencana kegiatan konservasi menyeluruh untuk melindungi terumbu karang dan hutan Kepulauan Raja Ampat; 2)membantu menyelaraskan pengelolaan kawasan perlindungan laut ke dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan jangka panjang; serta, 3) mengembangkan suatu jaringan kawasan perlindungan laut.


Tujuan akhir kehadiran TNC di Raja Ampat adalah melindungi kekayaan terumbu karang Kepulauan Raja Ampat yang sekaligus diharapkan akan menjamin kehidupan masyarakat lokal.


satu.satu - 05/02/2010 05:14 PM
#25

Kaskus ID : satu.satu
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel Buah Kawista
Sumber : mbah gugel..
Keterangan : BUAH KAWISTA

Spoiler for artikel

Kawis alias kawista (Limonia acidissima), nama buah remeh temeh yang mungkin jarang diketahui oleh orang. Buah yang khas dengan aroma yang menusuk hidung dan warna daging buah yang coklat kehitaman. Bahkan apabila kita mendapatkan kawis yang benar-benar telah matang, warna daging buahnya akan hitam kelam.
Menurut Mbah Wiki, kawis termasuk pohon yang tahan banting. Beliau Kawis mampu hidup di daerah dengan curah hujan rendah alias lahan kering, selain itu mampu bertahan pada tanah dengan salinitas yang tinggi. kawis juga dapat dimanfaatkan sebagai batang bawah dalam okulasi tanaman jeruk. Okulasi ini menghasilkan Kajer aliaskawis jeruk.
Menurut informasi teknologi pangan, Setiap 100 g bagian daging buah yang dapat dimakan mengandung: 74 g air, 8 g protein, 1,5 g lemak, 7,5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Dalam 100 g bagian biji yang dapat dimakan terkandung: 4 g air, 26 g protein, 27 g lemak, 3 5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat dan sejumlah kecil asam-asam kalium, kalsium, dan besi. Kayu kawista berwarna putih kekuningan, keras, agak berat, dan berserat kasar, tetapi urat kayunya rapat dan dapat dipolis sampai berkilap.
Saya mengenal buah ini sedari kecil. Kebetulan di pekarangan rumah nenek saya terdapat pohon kawis. Pohonnya tumbuh tinggi menjulang. Bahkan kelewat tinggi. Pohon ini kebanyakan tumbuh liar, sampai saat ini saya belum tahu apakah ada yang membudidayakan kawis. Sehingga jangan heran apabila banyak yang tidak tahu keberadaan buah ndeso ini.
Hasil googling tentang kawis ternyata buah ini diklaim sebagai buah asli Rembang, Jawa Tengah. Entah benar atau tidak, namun sangat wajar apabila buah ini bisa menyebar hingga ke Tuban dan mungkin daerah sekitarnya di pesisir utara Jawa.
Bagaimana cara memanen kawis? Sabar kuncinya. Kenapa? Buah yang siap konsumsi adalah buah yang telah benar-benar masak. Tanda buah yang telah masak sempurna adalah telah jatuh dari pohonnya. Ingat, syarat “telah jatuh dari pohonnya” adalah dengan cara alami. Jatuh dari ketinggian tidak berarti akan menurunkan kualitas buah ini. Kulit buah yang sangat keras membuat kawis tetap aman mendarat ke permukaan bumi.
Bagaimana cara menikmatinya? Gampang saja!
Ambil buah kawis, pegang erat, sempatkan menghirup aroma khas buah ini dengan mendekatkan pangkal buah ke hidung anda. Hirup dalam-dalam… Ahhh…
Quote:
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Limonia
Spesies: L. acidissima
Nama binomial: Limonia acidissima

Setelah puas dengan aroma terapi kawis, segera cari permukaan lantai yang keras dan bersih. Dengan gerakan lambat namun bertenaga, hantamkan buah kawis ke lantai hingga terbelah menjadi dua bagian. Prakkk…. Hmmmm… Coklat kehitaman bahkan mungkin hitam legam daging buah kawis akan membelalakkan mata. Daging buah bercampur dengan sedikit biji dan serat daging siap untuk kita santap.
Untuk menambah sensasi rasa, biasanya saya menambahkan gula pasir beberapa kilo sendok. Ya, tinggal kita aduk rata daging buah tersebut dengan gula pasir. Gak usah memakai piring! Lebih alami apabila makan langsung dari batok kulit buah kawis ituh.
Bagaimana dengan bijinya? Tekstur biji yang tidak keras, memungkinkan kita untuk mengunyahnya bersama dengan daging buah dan juga serat yang ada. Tidak ada rasa pahit sama sekali. Hmmmm….. Mak erot nyus.
Bagaimana? Anda pernah makan atau sekedar mendengar buah kawis ini?

Spoiler for ssssttt
Buah khas dari Rembang ini ternyata mempunya manfaat untuk mengobati penyakit. Berikut ini beberapa khasiat buah kawista. Buah kawista yang matang memperlihatkan manfaat obat, untuk menurunkan panas, pengelat dan bersifat tonikum, dan digunakan sebagai obat sakit perut.

Di Indo-Cina, duri dan kulit batang kawista dijumpai dalam berbagai ramuan obat tradisional untuk mengobati haid yang berlebihan, gangguan hati, gigitan dan sengatan binatang, dan untuk mengobati mual-mual. Kayu kawista digunakan untuk bangunan rumah, tiang dan perabotan pertanian. Getah yang dikumpulkan dari kulit kayunya dilaporkan memiliki manfaat obat, dan digunakan sebagai pengganti gom arab.

Spoiler for gambar


e-New - 08/02/2010 10:21 AM
#26

Kaskus ID : e-New
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Air Terjun Pinamula
Sumber : Disini
Keterangan : Air Terjun Pinamula di kab. buol - sulteng

Quote:


Air Terjuna Pinamula terletak di pinggiran sungai Pinamula dengan ketinggian 25 meter. Untuk mencapai objek ini dari Buol dapat menggunakan kendaraan roda empat menempuh jarak 15 kilometer dan dilanjutkan dengan jalan kaki dari desa Pinamula ke air terjun sejauh 3 kilometer.

Suhu disekitar ait terjun ini sangat sejuk dan cocok untuk berekreasi di akrhi pekan. Bagi wisatawan yang ingin trekking di sekitar air terjun harus menggunakan jasa masyarakat setempat sebagai pemandu.
tehjajoni - 08/02/2010 05:36 PM
#27

Kaskus ID : tehjajoni
Kategori : Kekayaan Alam
Bentuk karya : Pantai Laut
Sumber : http://guidetoindonesia-subekti.blogspot.com
Keterangan: Mengenai Keindahan Pariwisata pantai di Indonesia

Spoiler for Beautiful Pasir panjang



Spoiler for Beautiful Pasir panjang beach



Spoiler for i Luv Indonesia ^o^

Singkawang known as the city of Indonesia, since the majority of the population (approximately 70%) are ethnic of Tionghoa.
Visiting the town which borders directly with the state of Sarawak, Malaysia is, of course not complete until they've
been visiting the pasir panjang beach. The iconic beach Singkawang tourims and tourist attaction one mainstay of west Kalimantan
province has developed into an integrated tour package Pasir Panjang Taman Indah (TPPI). Named to the pasir panjang beach for long
stretches coast sea vault.The atmosphere of this area becoming exclusive seconds before sunset behind the island that are all around this coastal area.
Visitors can enjoy it from the beach or from the tourist huts that are scattered throughout the region.

How to Go?
Singkawang is about 142 Kilometers from the city of Pontianak, the capital of West Kalimantan Province.
From the airport or bus terminal Supadio Pontianak, visitors can take a taxi, travel or by bus to Singkawang.
From the center Singkawang, Pasir panjang beach is about 17 miles again.


tehjajoni - 08/02/2010 05:40 PM
#28

Kaskus ID : tehjajoni
Kategori : Kekayaan Alam
Bentuk karya : Pantai Laut
Sumber : http://guidetoindonesia-subekti.blogspot.com
Keterangan: Mengenai Keindahan Pulau di Indonesia

Spoiler for Jembatan Pulau tidung



Spoiler for i Luv Indonesia ^o^

Tidung Island is part of Thousand islands located in the western South. The island which is part of Jakarta consists of two islands, namely Tidung, Tidung Big and small. To achieve this, we can go from the port of Muara Angke, which is located in Jakarta, using the public boat with rates USD3,3. From Muara angke, boats leave every morning at 07.15 Western Indonesian Time.

About 3 hours we can arrive in Pulau Tidung but dont worry about boredom because along the way the island would be an interesting scene, including a group of birds that catch fish in the sea. Arriving at the port of Great Tidung, we can walked toward the inn. The fee from $20-$30/night, its very cheap. ^o^

In this island we can rent bikes/day with $1/bike. But we must becareful among these bikes there is no brakes function properly. haha lol
Biking on this island is fairly easy and very interesting, because, although the terrain of flat roads, even houses in the area of paying block road, the view left and right most row of palm trees and green pine beautiful.

Along the road infrastructure is also seen quite a neat and orderly. Great Tidung satisfied around, the bridge that connects the island with Tidung small.
The bridge made of wood form the many twists and curves along hundreds of meters. The bridge is the best place to swing away with the charm of Tidung island as a whole.

Tidung area and headed for the bridge, souvernir shop that sells various kinds of handicrafts and souvenirs typical tidung island. A few hundred yards from the store there is a long road to the right as the best spot you can enjoy the sunset and sunrise.


gaksenengbilang - 13/02/2010 11:33 AM
#29

Kaskus ID : gaksenengbilang
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel Pangandaran
Sumber : http://www.pantaipangandaran.com/#
Keterangan : Artikel online pantai pangandaran

Spoiler for gambar pangandaran








Spoiler for cagar alam pangandaran









Spoiler for artikel

Pantai Pangandaran merupakan objek wisata andalan Kabupaten Ciamis dan Provinsi Jawa Barat. Objek wisata pantai ini terletak di pesisir selatan laut Jawa sekitar ± 92 km arah selatan dari kota Ciamis.

Di Pangandaran, anda dapat menikmati hamparan pasir putih yang berada di sekitar Cagar Alam. Hembusan angin pelan disertai ombak laut yang relatif kecil, membuat anda merasa nyaman untuk sekedar melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari. Bagi anda yang ingin mencicipi kehangatan air laut, anda dapat berenang menggunakan ban yang banyak disewakan di sekitar lokasi, atau mungkin berperahu mengelilingi semenanjung sambil melihat air terjun di pinggir cagar alam, melihat Batu Layar (dinamakan Batu Layar karena bentuk batu ini menyerupai layar perahu), menyelam menikmati taman laut dengan aneka fauna dan flora lautnya yang indah, memancing, atau sekadar bersantai di pantai menikmati keindahan alam sambil melihat matahari terbit dan terbenam dari tempat yang sama! Luar biasa bukan?

Event Pariwisata
Event pariwisata yang selalu dilaksanakan setiap tahun di sini adalah Pangandaran International Kite Festival atau Festival Layang-layang yang dapat kita saksikan pada tiap pertengahan tahun. Selain itu, anda juga dapat mengikuti event lain seperti hajat laut nelayan Pangandaran pada bulan Muharam (bulan pertama tahun Islam). Hajat laut merupakan upacara atau ritual budaya nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke tengah laut. Nyiar lumar dilaksanakan sekitar bulan Juni, karnaval perahu hias, lomba memancing, wisata lintas alam dan off road serta tentu saja pesta perayaan tahun baru pada akhir tahun sampai awal tahun.

Cagar Alam
Di kawasan pantai Pangandaran, terdapat sebuah bukit seluas lebih dari 500 hektar yang membagi kawasan pantai menjadi dua. Pantai barat dan pantai timur. Bukit ini oleh pemerintah daerah setempat dijadikan cagar alam yang di dalamnya terdapat berbagai jenis flora dan fauna. Di sini, kita dapat dengan mudah menemukan jenis hewan seperti rusa, berbagai jenis kera, kelelawar, bahkan di puncak bukit terdapat ladang yang masih ditempati hewan liar jenis banteng. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya yang indah.

verditch - 19/02/2010 09:43 AM
#30

kaskus ID : verditch

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel Mengenai Kasuari Gelambir-ganda

sumber : id.wikipedia.org

keterangan : artikel singkat mengenai Kasuari Gelambir-ganda

Spoiler for
Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius casuarius adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan.

Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya karena diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam. Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar, burung Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang.

Populasi Kasuari Gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah di Australia, pulau Irian dan pulau Seram di provinsi Maluku. Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Casuarius yang terdapat di benua Australia. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang terjatuh di dasar hutan.

Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan.

Penangkapan liar dan hilangnya habitat hutan mengancam keberadaan spesies ini. Kasuari Gelambir-ganda dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List.

[spoiler=gambar]

[/spoiler]
funnie.mooo - 22/02/2010 09:47 AM
#31

ID : funnie.mooo
Kategori : Kekayaan alam flora & fauna
Bentuk Karya : Artikel
Sumber : Kemangi


Spoiler for ulasan..
KEMANGI tidak asing lagi bagi kita, sering kita jumpai
di pasar tradisional ataupun dipajang di rak-rak pasar swalayan yang
dijual dalam ikatan-katan kecil. Harganya bisa dibilang relatif murah,
kita biasa membelinya sekadar untuk lalap atau sebagai bumbu aromatik
dalam masakan. Kemangi merupakan anggota famili lamiaceae yang berarti kelompok tanaman

dengan bunga berbibir. Nama genus kemangi adalah ocimum yang berarti
tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya. Kemangi
berkerabat dekat dengan tanaman selasih (ocimun sancium), daun mint
(mentha arvensis), dan daun bangun-bangun alias daun jinten (coleus
amboinicus). Daun mint di Sunda dikenal dengan karesmen, lazim dilalap
mentah. Kerabat yang paling dekat dengan kemangi adalah basil (ocimun
amboinicus).

Di Jakarta, basil segar hanya dijual di pasar swalayan yang dikemas
dalam wadah tabung kecil. Daun basil banyak digunakan sebagai bumbu
aromatik untuk campuran masakan Italia, seperti saus sphagetti atau saus
pizza. Tanaman basil inilah yang kemudian menurunkan bermacam-macam
varietas kemangi.

Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani ocimum basillicum. Karena
tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak
(bush basil).

Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian khas Betawi, seperti
laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung digunakan
dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca
(tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok.
Sementara di daerah Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi
krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol
yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam
khazanah masakan khas Menado — seperti bubur gurih komplet — dibubuhi
kemangi sebagai pelengkap sajian.

Di India dan sebagian wilayah di Afrika, seduhan ”teh kemangi” lazim
disajikan menggantikan seduhan daun teh asli. Minuman tersebut biasanya
disajikan pada saat pergantian musim, yaitu ketika orang mudah terserang
batuk, pilek, ataupun demam.

Berbeda dengan di Eropa, di sana kemangi disuling dan diambil minyak
atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran
pembuatan obat ataupun untuk perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang
parfum, body lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan juga
minyak aroma terapi.

Menurut ”Daftar Komposisi Bahan Makanan” Direktorat Gizi Departemen
Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A. Setiap 100 g
daun kemangi terkandung 5.000 SI vitamin A. Kelebihan lainnya, kemangi
termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral kalsium dan fosfor,
yaitu sebanyak 45 dan 75 mg per 100 g daun kemangi.

BANGSA kita telah lama mengenal kemangi sebagai makanan fungsional yang
lezat sekaligus berkhasiat obat. Secara turun-temurun, kemangi
dimanfaatkan untuk mengatasi perut kembung atau masuk angin. Apabila
bayi dan balita Anda menderita kembung atau demam, oleskan saja remasan
kemangi bersama bawang merah dan minyak kelapa pada bagian perut, dada,
dan punggung (karena bayi belum bisa makan).

Apabila kita menghadapi masalah-masalah dengan bau badan, bau mulut,
atau ASI macet, dapat diatasi dengan membiasakan diri mengonsumsi lalap
kemangi segar. Cara lainnya, minum air perasan daun kemangi yang telah
dihaluskan bersama daun beluntas dan daun kunyit. Dalam buku ”A
Dictionary of Practical Material Medical”, John Henry M. menyebutkan,
sari daun kemangi berkhasiat menyembuhkan diare, nyeri payudara, batu
ginjal, gangguan pada vagina, dan juga dapat mengatasi albuminaria,
yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urin.

Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products,
Purdue University, AS, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan
sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal.
Mereka pun mengemukakan keampuhan pengobatan menggunakan daun kemangi,
yaitu dapat mengatasi sakit maag, perut kembung, masuk angin,
kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak
gigitan nyamuk.

Sejak zaman dahulu, kemangi disuling untuk diambil sari minyak
atsirinya. John Henry menggolongkan minyak kemangi sebagai minyak atsiri
tinggi. Artinya, aroma kemangi segera hilang setelah 24 jam dioleskan ke
tubuh. Sebagai perbandingan, minyak atsiri katagori sedang, akan hilang
aromanya setelah 3 hari dioleskan, sedangkan minyak atsiri katagori
rendah, aromanya hilang setelah seminggu.

Minyak atsiri kemangi dapat digunakan untuk pijat aroma terapi karena
minyak atsiri kemangi dapat meringankan dan menyegarkan tubuh. Namun,
wanita hamil dilarang menggunakannya karena dikhawatirkan dapat
menyebabkan terjadinya keguguran.

Selain itu, minyak kemangi berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan
seperti salah cerna, muntah-muntah, infeksi usus, radang lambung, serta
gas dalam usus. Juga, gangguan kepala (seperti sakit telinga, demam,
sakit saluran hidung, migrain), gangguan otot (kejang-kejang atau kram),
dan gangguan saraf (kecemasan, depresi, histeria, lemah saraf, insomia).

Bagi pria, kemangi ada juga manfaatnya. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi
dapat mengatasi masalah ejakulasi prematur. Apigenin fenkhona dan
eugenol-nya dapat memudahkan terjadinya ereksi. Sementara zat arginin
yang terkandung dalam kemangi bisa memperkuat daya hidup sperma dan
mencegah kemandulan.

Sementara bagi wanita, kemangi termasuk makanan sehat yang sangat
bermanfaat. Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon
estrogen, sedangkan senyawa eugenolnya dapat membunuh jamur penyebab
keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel
telur (ovulasi), tannin, dan sengnya mengurangi sekresi cairan vagina.
Zat triptofan bisa menunda monopause. Kemangi memang bukan sayuran
biasa, jadi jangan remehkan kemangi.
the-ray-man - 27/02/2010 06:56 PM
#32

kaskus ID : the-ray-man

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel tentang gunung bromo

sumber : id.wikipedia.org

keterangan :

Spoiler for ,



Gunung Bromo


Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.


Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004.

Sejarah letusan Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.


Bromo sebagai gunung suci

Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
the-ray-man - 01/03/2010 07:44 PM
#33

kaskus ID : the-ray-man

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel tentang Anoa

sumber : id.wikipedia.org

keterangan :


Anoa

Spoiler for ,





Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.

Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.

Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle's Anoa. Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.
the-ray-man - 01/03/2010 07:47 PM
#34

kaskus ID : the-ray-man

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel tentang Anoa

sumber : id.wikipedia.org

keterangan :

Spoiler for ,


Tapir



Tapir Asia (Tapirus indicus) adalah salah satu jenis tapir. Tapir Asia merupakan jenis yang terbesar dari keempat jenis tapir dan satu-satunya yang berasal dari Asia. Nama ilmiahnya indicus merujuk pada Hindia Timur, yaitu habitat alami jenis ini. Di Sumatra tapir umumnya disebut tenuk or seladang, gindol, babi alu, kuda ayer, kuda rimbu, kuda arau, marba, cipan, dan sipan.[1]


Deskripsi

Tapir Asia mudah dikenali dari cirinya berupa "pelana" berwarna terang dari bahu hingga pantat. Bulu-bulu di bagian lain tubuhnya berwarna hitam kecuali ujung telinganya yang berwarna putih seperti jenis tapir lain. Pola warna ini berguna untuk kamuflase: warna yang membuat kacau membuatnya tidak nampak seperti tapir, binatang lain mungkin mengiranya batu besar dan bukannya mangsa saat tapir ini berbaring atau tidur.[2]
Kerangka

Tapir Asia tumbuh hingga sepanjang 1,8 sampai 2,4 mdan 8 kaki), tinggi 90 sampai 107 cm (3 sampai 3,5 kaki), dengan biasanya 250 sampai 320 kg (550 dan 700 pon), meskipun berat mereka dapat mencapai 500 kg (1.100 pon).[3] Tapir betina biasanya lebih besar daripada tapir jantan. Seperti jenis tapir lain ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur.Di tiap kaki depanya terdapat empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku. Indera penglihatan tapir Asia agak buruk namun indera pendengarannya dan penciuman tajam.
[sunting]

Siklus Hidup


Masa hamil tapir Asia sekitar 400 hari, dimana setelahnya seekor anak lahir dengan berat 6,8 kg (15 pon). Tapir Asia merupakan yang terbesar saat lahir dibanding jenis-jenis tapir lainnya dan tumbuh lebih cepat dari jenis tapir lain.[4] tapir muda dari semua jenis berbulu cokelat dengan garis-garis dan bintik-bintik putih, pola yang memungkinkannya bersembunyi dengan efektif di dalam bayangan-bayangan hutan. Pola pada bayi ini berubah menjadi pola warna tapir dewasa antara empat hingga tujuh bulan setelah kelahiran. Anak tapir disapih antara umur 6 dan 8 bulan dan binatang ini menjadi dewasa pada umur tiga tahun. perkembangbiakan basanya terjadi pada bulan April, Mei Atau Juni. Tapir betina biasanya melahirkan satu anak tiap dua tahun. Tapir Asia dapat hidup hingga 30 tahun baik di alam liar maupun di kurungan.

Ketertarikan baru-baru ini mendorong para perekayasa biologi mencoba menciptakan versi kerdil dari tapir. Mereka percaya bahwa ada pasar untuk tapir kerdil sebagai binatang peliharaan di Amerika Serikat.
[sunting]


Tapir Asia terutama merupakan hewan penyendiri, menandai jalur-jalur besar di darat sebagai teritori atau daerah kekuasaannya, meski daerah ini biasanya bertumpang tindih dengan daerah kekuasaan individu lain. Tapir menandai teritorinya dengan mengencingi tetumbuhan dan mereka sering mengikuti jalur lain dari yang telah mereka buat yang telah ditumbuhi tumbuhan.

Binatang ini vegetarian, ia mencari makan berupa umbi empuk dan daun-daunan dari lebih dari 115 jenis tumbuhan (ada kira-kira 30 yang terutama disukainya), bergerak lambat di hutan dan berhenti untuk makan dan memperhatikan bau yang ditinggalkan tapir lain di daerah itu.[5] Akan tetapi, bila merasa terancam, tapir dapat lari dengan cepat meskipun bertubuh besar, dan mereka juga dapat membela diri dengan rahang kuat serta gigi tajamnya. Tapir-tapir Asia berkomunikasi satu sama lain dengan cicitan dan siulan bernada tinggi. Mereka suka tinggal di dekat air dan sering mandi dan berenang. Mereka juga bisa memanjat tempat yang curam. Tapir aktif terutama malam hari, walaupun mereka tidak benar-benar nokturnal. Mereka cenderung makan begitu matahari terbenam dan sebelum matahari terbit, mereka juga sering tidur siang sebentar. Tingkah laku ini menandai mereka sebagai satwa krepuskular.
[sunting]




Dahulu, tapir Asia dapat ditemukan diseluruh hutan hujan dataran rendah di Asia Tenggara termasuk Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar Burma, Thailand, dan Vietnam. Namun populasinya menurun tahun-tahun belakangan ini, dan seperti jenis-jenis tapir lainnya juga terancam kepunahan.[6] Karena ukurannya, tapir memiliki sedikit pemangsa alami, bahkan tapir jarang dimangsa oleh harimau. [7]Ancaman utama bagi tapir Asia adalah kegiatan manusiatermasuk penebangan hutan untuk pertanian, banjir akibat dibendungnya sungai untuk membuat pembangkit listrik tenaga air, dan perdagangan ilegal.[8]. Di Thailand, sebagai contoh, penangkapan dan penjualan seekor tapir muda dapat bernilai US$5500.[9] Di daerah seperti Sumatra, dimana populasinya kebanyakan Muslim , tapir jarang diburu untuk dimakan karena kemiripan tubuhnya dengan babi membuat daging tapir tabu, namun di beberapa daerah mereka diburu untuk olahraga atau tidak sengaja tertembak karena dikira binatang lain.[10] Status dilindungi di Thailand, Malaysia dan Indonesia, yang ditujukan pada pembunuhan tapir dengan sengaja tapi tidak ditujukan pada isu hilangnya habitat, telah membatasi pemulihan atau menjaga polulasi tapir.
[sunting]

Variasi brevetianus

sejumlah kecil tapir Asia melanistik (serba-hitam) telah diamati. Tahun 1942, seekor tapir serba-hitam dikirim ke kebun binatang Rotterdam dan diklasifikasikan sebagai subspesies yang disebut Tapirus indicus brevetianus yang dinamai berdasarkan penemunya Kapten K. Brevet.[11] Pada tahun 2000, dua ekor tapir melanistik diamati selama studi harimau di Suaka Hutan Jerangau di Malaysia Semenanjung. [12] Penyebab variasi ini mungkin ketidaknormalan genetis yang mirip dengan macan kumbang yang muncul pada populasi macan tutul, Akan tetapi, kecuali kalau dan hingga individu brevetianus dapat dipelajari, penjelasan yang tepat untuk sifat tersebut tetap tidak diketahui.
takum! - 20/03/2010 03:33 PM
#35

Kaskus ID : Takum!
Kategori : Kekayaan Alam & Fauna
Bentuk Karya : Artikel Danau Singkarak
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Singkarak
Keterangan : mengenal alam dan fauna di Danau Singkarak. SumBar

Spoiler for danau singkarak
Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini[1], dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.

Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).

Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).

Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus), tambah Hafrijal.

Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.

Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.

Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.

Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.

Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter.

Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.
Spoiler for pict danau singkarak
verditch - 24/03/2010 11:54 AM
#36

kaskus ID : verditch

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel Mengenai Hiu karpet berbintik

sumber : eksplorasi-dunia.blogspot.com

keterangan : artikel singkat mengenai satwa yg hampir punah ini

Spoiler for


Berpola kulit yang indah, hiu ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan kulit macan tutul. Heksagonal cokelat bintik, dengan pusat-pusat pucat, penuh di seluruh tubuh bagia atas. Kecil bintik-bintik gelap menutupi moncong, dan besar, gelap yang terletak tepat di belakang sirip dada. Kedua sirip punggung dan sirip anus ditempatkan di belakang tubuh,pada ekor tebal habitatnya pada air dangkal di terumbu karang, pasir dan rumput laut yh lebat, berada didaerah papua.
sieiimudh - 24/03/2010 01:30 PM
#37

kaskus ID : sieiimudh

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel Mengenai Kura Kura Moncong Babi

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Labi-labi_moncong_babi

keterangan : artikel singkat


Quote:
Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) adalah satu-satunya jenis labi-labi yang masih lestari yang merupakan anggota keluarga Caretochelidae.

Hewan endemik Papua yang kerap disebut kura-kura ini populasinya di alam bebas sangat terancam karena merupakan hewan peliharaan populer dan sering diselundupkan ke luar negeri (Cina dan Taiwan) untuk dikonsumsi sebagai obat. Ia hidup di sejumlah sungai di daerah selatan Papua dan di beberapa tempat di Queensland utara.

Taman Nasional Gunung Lorentz menjadi tempat perlindungan terakhirnya.


Spoiler for Kura Kura moncong Babi
di3vil - 05/04/2010 02:49 PM
#38
HIU bisa BErjalan ? Hanya ada di INDONESIA GAn !
kaskus ID : di3vil
kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna
bentuk karya : Artikel Mengenai Hemiscyillum freycineti
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3772121
keterangan : Ditemukan oleh sekumpulan peneliti luar negeri selama melakukan survei/ekspedisi di INDONESIA. Dan dinyatakan sebagai salah satu dari 50 SPESIES BARU.

Spoiler for Hemiscyillum freycineti

Source I : Natitonal Geographic.com
Source II : link dari thread ane yang di lounge http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3772121

Halo Kaskuser,,,

Sebelumnya terima kasih karena sudah bersedia mampir ke thread perdana saya

BErhubung tadi habis nonton acara TV SWASTA, ane tertegun melihat spesies baru yang ditemukan di INDONESIA tepatnya di daerah RAJA EMPAT, PAPUA



Hemiscyillum freycineti, atau disebut WALKING SHARK atau diartikan dalam BAHASA adalah HIU BERJALAN, adalah sesosok hewan laut berupa hiu dengan motif tutul. Ditemukan oleh sekumpulan peneliti luar negeri selama melakukan survei/ekspedisi di INDONESIA. Dan dinyatakan sebagai salah satu dari 50 SPESIES BARU.

Ukuran hiu ini sepanjang 1 meter - 1,2 meter (3-4 feet) dan keunikan dari hiu ini adalah berjalan di sepanjang Koral dan bebatuan karang dengan menggunakan Sirip-sirip yang dimiliki. Walaupun demikian hiu ini tetap bisa berenang seperti hiu-hiu lainnya, namun hanya pada saat keadaan mereka merasa terancam. Namun hiu ini lebih sering menghabiskan waktunya berjalan di koral.
Hiu ini memangsa udang, kepiting, siput laut dan beberapa jenis ikan kecil.

Dari hiu ini, para peneliti semakin bersemangat untuk lebih melakukan lebih banyak penelitian, karena dengan ditemukannya HIU BERJALAN ini, mereka mengaitkan dengan salah satu teori EVOLUSI yang menyatakan bahwa mahluk hidup yang berada di daratan berasal dari mahluk laut yang berevolusi secara bertahap.

PESAN :

Hiu ini dapat bertahan hidupnya karena alam yang mereka miliki sebelumnya tidak di eksploitasi secara berlebihan, Para Peneliti tersebut juga berharap dengan temuan spesies baru ini, diharapkan agar masyarakat dan Pemerintah setempat segera berperan aktif dan peduli akan keberadaan dan kelestarian hidup mereka dan memeliharanya, dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan dinamit ataupun racun sianida, dan menerapkan sanksi yang tegas terhadap oknum-oknum yang dengan sengaja membuang limbah-limbah sisa hasil dari tambang dan perusahaan penebangan kayu.

Roger McManus, senior director dari global marine conservation di Washington, D.C.(nonprofit Conservation International) yang memimpin ekspedisi ini berpesan :

"This is a wonderful resource for the people of the region and far into the future, if taken care of, will continue to generate resources for them," he said.

in bahasa :
" Ini adalah salah satu kekayaan alam yang luar biasa bagi masyarakat dan di masa depan nanti, jika anda melindunginya, maka generasi berikutnya pun akan berkesempatan untuk melihat dan menjaga kelestarian kekayaan alam ini."

TERIMA KASIH GAN karena udah mampir dan menyimak

Mari kita peduli akan kekayaan alam INDONESIA....

Thread ini sebelumnya saya check dulu dan ternyata belum ada yang memposting, Jadi mudah-mudahan tidak REPOST...

BANTU Di RAte ya gan,,, supaya yang lain tahu INDONESIA kaya akan ragam PESONA FLORA dan FAUNA

ini videonya gan

[youtube]67vv57YNsiM[/youtube]
anakx2 - 19/06/2010 11:27 PM
#39
Merak Hijau
Kaskus ID : anakx2
Kategori : Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel tentang fauna diindonesia
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pavo_muticus

Quote:


Quote:


Spoiler for artikel

Merak Hijau atau dalam nama ilmiahnya Pavo muticus adalah salah satu burung dari tiga spesies merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasianidae, Merak Hijau mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 300cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya kurang mengilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.

Populasi Merak Hijau tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di Republik Rakyat Cina, Indocina dan Jawa, Indonesia. Sebelumnya Merak Hijau ditemukan juga di India, Bangladesh dan Malaysia, namun sekarang telah punah di sana. Walaupun berukuran sangat besar, Merak Hijau adalah burung yang pandai terbang.

Pada musim berbiak, burung jantan memamerkan bulu ekornya di depan burung betina. Bulu-bulu penutup ekor dibuka membentuk kipas dengan bintik berbentuk mata. Burung betina menetaskan tiga sampai enam telur.

Pakan burung Merak Hijau terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti laba-laba, cacing dan kadal kecil.

Namun karena banyaknya habitat hutan yang hilang dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terpencar, Merak Hijau dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.
verditch - 04/07/2010 09:56 PM
#40

kaskus ID : verditch

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel Mengenai Satwa Dwarf Gymnure

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4590782

keterangan : salah satu satwa asli indonesia yang hampir punah

Spoiler for
The Gymnure kerdil (Hylomys parvus) terdaftar sebagai hewan yang sangat terancam punah “kritis”, didata oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam. Gymnures adalah family dari landak, kadang-kadang disebut pula sebagai landak berbulu, dan tentunya seekor insektivora
The Gymnure kerdil kali pertama ditemukan pada tahun 1918, namun demikian awalnya tidak dianggap sebagai spesies yang unik dan BIASA. Sampai akhirnya pada 1994 diipelajari secara lebih mendalam.

Gymnures Dwarf dideteksi sebagai hewan endemic kritis punah disebabkan sangat sulit ditemukan, dan hanya terdapat di beberapa lokasi yang tidak bias diketahui jelasnya. Satu hal yang didapatkan jelas ttg Gymnures Dwarf, kelangkaan mereka tentunya disebabkan karena limited dan terpencilnya habitat mereka.

Bentuk tubuh Gymnure sedikit kerdil menyerupai seekor landak, tetapi memiliki komposisi yang lunak, dan tentunya tidak memiliki duri melainkan bulu yang halus. Mereka adalah binatang kecil yang berukuran sekitar 4-5 inci (105-146 mm).Beratnya belum dipastikan secara nyata, namun dilaporkan sekitar 45-80 gram dan 15-20 gram. Bulunya berwarna cokelat karat agak verges, dan warna abu-abu atau kuning untuk bagian perutnya. Mereka memiliki moncong yangpanjang. The gymnure mampun mengeluarkan bau busuk untuk melindungi dirinya.

Gymnures adalah seekor insectivores, pemakan serangga. Namun demikian mereka juga doyan melahap cacing tanah dan buah-buahan untuk energy tambahan. Seekor gymnures diperkirakan dapat hidup s/d 2 tahun. Tidak memiliki masa kimpoi khusus, jadi mereka bias berkembiang biak di setiap musim. MAsa kehamilan berkisar antara 30-35 hari. Satu proses kelahiran hanya dapat melahirkan 2 sampai 3 bayi Gymnures.

Habitat
Dwarf Gymnures hidup berdampingan dg Small Gymnures.(PS: Small Gymnures berbeda sg Dwarf Gymnures). Hidup di bagian bawah hutan lumut yang terletak di pulau Sumatera. Hutan lumut di puncak gunung, hutan hujan dengan elevasi tinggi, dimana tempat pohon-pohon dan tanah yang tertutup tebal dg lumut. Mereka membangun sendiri sarang di lantai hutan di tumpukan daun atau di bawah batu.

Fakta Menarik
Gymnures tercatat sbg binatang modern yang paling mirip dengan mamalia yang kalipertama lahir

[spoiler=Gambar]
[/spoiler]
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Kekayaan Alam/Flora & Fauna > Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel