Permainan Rakyat
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Permainan Rakyat > Permainan Rakyat - Artikel
Total Views: 19727
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

template - 06/10/2009 03:53 PM
#1
Permainan Rakyat - Artikel
Contoh Post :

DecenT - 06/10/2009 04:02 PM
#2

ID : Decent
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Kering-keringan (petak umpet)
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for Permainan PETAK UMPET

Kring-kringan atau secara nasional dikenal dengan petak umpet merupakan permainan yang lazim dimainkan oleh anak-anak di bali. Permainan ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan nama yang berlainan tetapi aturannya hampir mirip.

Aturan permainan :

* Permaian diikuti oleh paling sedikit 3 orang.
* 1 orang sebagai penjaga atau yang bertugas sebagai peserta yang mencari/mengejar peserta yang sembunyi.
* Sedangkan pemain lainnya bersembunyi di sekitar arena yang telah disepakati.
* Ketika peserta sembunyi penjaga harus menutup mata dan mulai menghitung sampai dari satu sampai sepuluh.
* Setelah hitungan ke sepuluh penjaga boleh membuka mata dan mulai melakukan pencarian peserta yang sembunyi.
* Ketika penjaga berhasil menangkap salah satu peserta yang sembunyi maka penjaga di gantikan oleh peserta yang ditangkap paling pertama.


Untuk menentukan yang menjadi penjaga pertama kali dapat diundi dengat suit.
DecenT - 06/10/2009 04:04 PM
#3

ID : Decent
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Meong-meongan
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for Permainan PETAK UMPET

Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali diiringi dengan nyanyian lagu meong-meong. Permainan ini menggambarkan usaha dari si kucing atau dalam bahasa bali disebut meng untuk menagkap si tikus atau bikul.

Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih dimana 1 orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meng (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meng dengan cara membentuk lingkaran kemudian si bikul berada di dalam lingkaran sedangkan meng berada di luar lingkaran. Meng akan berusaha masuk ke dalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meng masuk ke dalam lingkaran. Si meng baru boleh menangkap si bikul ketika lagu sudah pada kata-kata juk-juk meng juk-juk kul.
jervicnining - 06/10/2009 04:31 PM
#4

ID : jervicnining
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Gasing
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for Gasing

Permainan gasing hampir terdapat di seluruh wilayah di Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berusia 7-17 tahun, bisa dilakukan perorangan maupun beregu. Gasing biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa dengan bagian yang lancip di bagian bawahnya. Permainan ini bersifat kompetitif, mengadu ketangkasan dan keterampilan dalam memutar gasing.
jervicnining - 06/10/2009 04:36 PM
#5

ID : jervicnining
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Ular Naga
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for Ular Naga

Permainan berkelompok yang dimainkan oleh minimal 4-5 orang, 2 orang sebagai pembuat gerbang (kiri-kanan), yang lainnya netral berbaris melingkar membentuk angka 8 melewati gerbang yang di buat. Anak yang tepat berada di tengah-tengah gerbang pada saat lagu berakhir akan di tutup dan di berikan pilihan rahasia untuk bergabung dengan kelompok gerbang kiri atau gerbang kanan. Siapa yang pengikutnya paling banyak dia lah yang menang, dan yang kalah harus menangkap orang yang paling belakang dari lawannya. (Maaf kalau bahasanya kurang tepat)

Lagu untuk permainan Ular Naga:

5 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 3 0 0 0

Ular naga panjangnya, bukan kepalang

6 6 6 7 i 7 2 i 6 i 7 6 5 0 0 0

Menjalar-jalar selalu kian kemari

4 4 4 4 6 0 5 4 3 2 3 4 5 0 0 0

Umpan yang lezat, itulah yang di cari

6 i 7 6 5 0 2 4 3 0 2 0 1

Ini dianya, yang ter be la kang


Dalam lingkungan permainan anak-anak di Bali permainan ini juga di kenal dengan nama Curik-Curik.

Lagu untuk permainan curik-curik:

3 5 3 5 0 3 5 3 3 3 3 3 1 2 3 2 2 2 3 5 0 3 2 1

Curik-curik semental layang layang boko boko, tiang meli po_h-e,

3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 1 1 1 1

aji satak aji satu_s ke_peng, mara bakat anak bagu_s pe_ceng, enjok-enjok
verditch - 06/10/2009 06:45 PM
#6

kaskus : verditch

kategori : Permainan Rakyat

bentuk karya : Benteng-bentengan/pal-palan/pris-prisan

sumber : http://budaya-indonesia.org/iaci/Benteng/bentengan/pal-palan/pris-prisan

keterangan : Artikel mengenai permainan benteng-bentengan

Spoiler for Benteng-bentengan
permainan terdiri dari 2 kelompok, inti dari permainan ini adalah banyak2an siapa yang berhasil menduduki benteng lawan ( dengan simbolnya menyentuh benteng lawan ). Setiap team akan menjaga bentengnya benteng ( bentuk dan bendanya terserah, biasanya tiang listrik, pohon, tembok, dll ) sekaligus menyerang benteng lawan. Setiap penyerang yang sudah jauh meninggalkan bentengnya, akan bisa ditangkap oleh penjaga, dan jika tertangkap penyerang akan menjadi tawanan. Dan harus di selamatkan oleh kawannya untuk bisa bermain lagi. kelompok yang berhasil lebih banyak mendudukin benteng lawan, itu lah yang menang.
sieiimudh - 06/10/2009 09:33 PM
#7

KASKUS ID : sieiimudh
KATEGORI : Permainan Rakyat
KARYA : EGRANG DAN BOY-BOYAN

Keterangan : Artikel
SUMBER : http://budaya-indonesia.org/iaci/Daftar_Permainan_Tradisional


Spoiler for EGRANG
Quote:
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.









Spoiler for Boy-boyan
Quote:
BOY-BOYAN adalah Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.



Pokoknya


the-ray-man - 06/10/2009 10:30 PM
#8

ID : the-ray-man
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Galasin & dampu
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Quote:
Galasin
Spoiler for galasin
Inti nya : Permainan ini terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Inti permainannya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir. Biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis. Kalo udah maenan ini bisa sampe keringetan deh.

Keterangan:
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

Manfaat :

* Meningkatkan kemampuan fisik.
* Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.
* Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik



Quote:
Dampu
Spoiler for dampu

Inti permainan ini adalah mengadu kekuatan biji karet. Dulu biji karet dijual dengan harga 25 rupiah – 100 rupiah. Kadang juga dijadikan ajang taruhan kecil-kecilan

keterangan lebih lanjutnya :

DAMPU
Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah baik laki-laki maupun perempuan. Main dampu tidak membutuhkan peralatan yang harus dibeli, cukup dimainkan di tanah lapang dengan membuat petak-petak di permukaan tanah sesuai dengan bentuk yang disepakati baik menggunakan kapur atau pecahan genting atau apapun.

Alat lain yang digunakan adalah benda pipih seperti batu, pecahan genting, tutup botol yang digepengkan dan lain-lain sebagai biji. Inti permainannya adalah melempar batu pipih ke dalam kotak dengan tidak boleh keluar atau mengenai garis batas kotak, lalu melompat-lompat dengan satu kaki dalam kotak yang tidak berbatu tanpa boleh menginjak garis dan batu peserta lain. Setelah berputar anak harus mengambil batu dengan tetap bertumpu pada satu kaki lalu melompat kembali sampai ke garis awal.

Manfaat :

* Melatih keseimbangan tubuh.
* Melatih kemampuan reka visual.
* Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
* Meningkatkan kemampuan diferensiasi tekstur berdasarkan indera perabaan.



the-ray-man - 06/10/2009 10:37 PM
#9

ID : the-ray-man
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Lompat Tali , Petak Jongkok & Bekel
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya


Quote:
Lompat Tali
Spoiler for Lompat Tali
LOMPAT TALI
Sesuai namanya inti permainan ini adalah melompat tali. Tetapi tentu tidak semudah namanya, permainan ini mempunyai berbagai tingkat kesulitan; dari melompati tali yang rendah sampai setinggi tangan. Selain itu kesulitan juga bertingkat dari melompati tali yang diam sampai tali yang berputar. Alat yang digunakan sangatlah sederhana, hanya karet gelang yang dijalin menjadi panjang.

Manfaat :

* Melatih kemampuan visual motor.
* Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
* Meningkatkan konsentrasi.
* Meningkatkan kemampuan gerak fisik melompat, yang bermanfaat untuk kekuatan tubuh dan juga keterampilan dalam olahraga.
* Melatih kekuatan kontrol mata.




Quote:
Petak Jongkok
Spoiler for Petak Jongkok
PETAK JONGKOK
Petak jongkok merupakan permainan yang masih banyak terlihat dimainkan di daerah- daerah perumahan oleh anak-anak yang tidak membutuhkan alat dan dapat dimainkan kapan saja dan dimana saja. Pada intinya permainan petak jongkok adalah main kejar-kejaran dimana agar agar tidak tertangkap oleh “penjaga” anak harus jongkok.

Manfaat :

* Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik.
* Melatih kemampuan fleksibilitas kaki.
* Meningkatkan solidaritas dengan teman.





Quote:
Bekel
Spoiler for Bekel
BEKEL
Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.

Manfaat :

* Melatih koordinasi visual-motor.
* Melatih meningkatkan konsentrasi.
* Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.
* Kemampuan mempertahankan posisi tubuh.




FYI :Permainan Diatas kebanyakan di mainkan oleh anak - anak Indonesia

Anak Indonesia



MrIbab - 06/10/2009 11:34 PM
#10

ID : MrIbab
Katagori : Permainan Rakyat
Karya :
Sumber : Klik Aje
Sumber Kuda Tomprok : Klik juga
Sumber Gambar : Google Deh !!
Keterangan : Artikelnya + gambar dikit

Quote:
BENTENG
Spoiler for 1.BENTENG
Benteng

Adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup.
masing - masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang.
Masing - masing grup memilih suatu tempat sebagai markas,
biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai 'benteng'.

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih 'benteng' lawan dengan
menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng.
Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka.
Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi 'penawan' dan yang 'tertawan'
ditentukan dari waktu terakhir saat si 'penawan' atau 'tertawan' menyentuh 'benteng' mereka masing - masing.


Quote:
CONGKLAK
Spoiler for 2.Congklak
Congklak

Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak



Nah. Ini nih yang paling seru
mungkin ga diakui kali ya
tapi ini permainan paling BOOMING di kalangan anak sekolah
terutama kalo lagi ga ada guru.
dan ga mungkin agan2 smua yang pernah sekolah, ga pernah main ini


namanya adalah :

Quote:
KUDA TOMPROK (apapun namanya)

Spoiler for Penjelasan Kuda Tomprok


Cara mainnya gini :

1. Jadi anak2 dibagi jadi 2 tim, tim atas sama tim bawah. Tim atas tugasnya ngelompatin yang bawah. Jadi intinya yang bawah paling sengsara
2. Setelah udah selesai lompat, salah satu orang dari tim atas suit sama tim bawah (orang yang berdiri di tembok). Yang kalah harus menjadi tim bawah..
3. Tim atas (yg ngelompatin) kalah kalo orang yang lompat jatoh.. Dan menjadi tim bawah
4. Tim bawah kalah lagi kalo orangnya ga kuat nahan tim atas yang ngelompatin mereka..


Hati-hati :

1. jangan sampe celana lu robek.. Banyak kejadian celana robek bolong gede bgt di bawahnya..
2. Siap2 aja jatoh.. Sakit tuh..
3. Hati2 aja sama guru yang tiba2 masuk aja ga pake ketok pintu.. Paling tuh guru bengong dengan tampang swt abizzz


Spoiler for GAMBAR
[SPOILER=ini gan gambar chaos ala kuda tomprok]

Spoiler for CHAOS TIME

Spoiler for wkwkwkwkw
[/SPOILER]



I REALLY LOVE INDONESIA !!
achild82 - 07/10/2009 09:53 AM
#11

ID : achild82
Kategori : permainan/olahraga tradisional
Karya : Gobag Sodor
Sumber: sumber

Spoiler for gobag sodor
Istilah permainan Gobag sodor dikenal di daerah jawa tengah , sedangkan di daerah lain seperti galah lebih dikenal di Kepulauan Natuna, sementara di beberapa daerah Kepulauan Riau lainnya dikenal dengan nama galah panjang. Di daerah Riau Daratan, permainan galah panjang ini disebut main cak bur atau main belon. Sedang di daerah jawa barat di kenal dengan nama Galah Asin atau Galasin.

gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang.

Cara melakukan permainan ini yaitu dengan membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap, Gobak sodor terdiri dari dua tim, satu tim terdiri dari tiga orang. Aturan mainnya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk menentukan siapa yang juara adalah seluruh anggota tim harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan , caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal. Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
Permainan ini sangat menarik, menyenangkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. Kalau kita sudah lepas dari garis batas terakhir kita menjadi bebas merdekaa.. inilah yang kita tuju.. Nilai Spiritual dalam Permainan Gobak Sodor….Selain kebersamaan, kita juga bisa belajar kerja sama yang kompak antara satu penjaga dan penjaga lain agar lawan tidak lepas kendali untuk keluar dari kungkungan kita. Di pihak lain bagi penerobos yang piawai, disana masih banyak pintu-pintu yang terbuka apabila satu celah dirasa telah tertutup. Jangan putus asa apabila dirasa ada pintu satu yang dijaga, karena masih ada pintu lain yang siap menerima kedatangan kita, yang penting kita mau mau berusaha dan bertindak segera. Ingatlah bahwa peluang selalu ada, walaupun terkadang nilai probabilitasnya sedikit


Spoiler for gambar




e-New - 07/10/2009 05:15 PM
#12

Nojapi-japi

Kaskus ID : e-New
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk karya : Artikel mengenai Nojapi-japi
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/budaya.php?id=636&uid=
Keterangan : Artikel mengenai Nojapi-japi [Permainan rakyat sulawesi tengah - suku Kaili]

Spoiler for nojapi-japi
Nojapi-japi. No artinya = ber (sebagai awalan). Japi = sapi. Japi-japi = bermain sapi-sapi. Alat permainan ini terdiri dari bahan-bahan: pelepah kelapa yang masih mentah, tali dan tempurung kelapa. Alat permainan ini berbentuk seperti sapi. Warna hijau, coklat, makna kekuatan dan keberanian.

Cara pembuatan

Sebelumnya dipilih pelepah kelapa yang besar dan tebal, pada bagian pangkalnya sebagai bahan utama, tempurung (batok) kelapah yang tebal dan tua serta daun silar yang panjang lagi lebar. Setelah semua bahannya terpilih kemudian pelepah kelapa, diukur dengan panjang ± 5 cm untuk tempat masuknya tempurung yang berbentuk tanduk. Membuat tanduk dari bahan tempurung ini diperlukan ketekunan, karena diambil dari tempurung yang dalam bentuk utuh pada bagian tebal.

Setelah dibentuk, serat-seratnya (bulunya) dicukur dengan pisau atau parang agar lebih bagus dan licin. Bentuk tanduk ini ada yang panjang dan ada pula yang pendek. Daun silar yang mudah dikeluarkan lidinya lalu dibuat tali. Membuat tali untuk keperluan permainan ini ada bermacam-macam cara. Ada dengan cara hanya memilih sajadaun silar dihaluskan yang terdiri dari dua serat, ada pula cara dengan cara dengan tiga atau empat serat, dan serat-serat tersebut sebelumnya diketatkan yakni dengan memutar-mutar atau dipilin kuat-kuat. Serat-serat yang telah dipilin buat ini diramu menjadi tali, dengan panjang ± 2 1/2 meter. Pelepah kelapa yang telah dibentuk tadi pada bagian yang dibelah, dimasukan tempurung yang berbentuk tanduk dengan cara memukul-mukul tempurung dalam posisi kedua ujungnya mengarah keatas sehingga tempurung tanduk itu menjadi kuat dan tidak gampang tergoyang. Antara tanduk dan batas bagian leher diikatkan tali yang telah dipilin tadi, dengan cara demikian sapi-sapian itu ditarik kemana-mana.

Fungsi

Permainan ini hanya semata-mata untuk kesenangan, disamping dapat sifat kompetitif. Dalam permainan ini seringkali diadakan adu-beradu diantara apia-sapian tersebut.

Cara memainkan

Kalau anak-anak bermain hanya untuk kesenangannya saja, maka sapi-sapian itu ditarik kesana-kemarisambil memegang talinya. kadang-kadang pula dibawa lari sambil melompat-lompat meniru-niru sapi yang melompat, atau meniru sapi yang sedang berlari-lari. Untuk lebih semarak lagi maka setiap anak membuat dua ekor sapi-sapian dan dipasang seperti layaknya sapi yang sedang menarik gerobak. Dalam hal seperti ini anak-anak biasanya mengadu kekuatan membawa lari, sambil berlomba siapa yang lebih cepat dan sapi-sapian itu tidak berguling-guling. Jadi sangat diperlukan keterampilan membawa lari sapi-sapian itu dalam berlomba agar tetap pada posisi semula. Tetapi apabila anak-anak menginginkan ada kekuatan tanduknya yang terbuat dari tempurung, dan ada kekuatan talinya, maka cara memainkannya lain pula.

1. Pertama-tama menyiapkan arena permainan ditanah datar keras dan tak banyka debu, dan berukuran panjang ± 7 - 10 meter.

2. Dua orang anak yang akan bertanding menyiapkan sapi-sapinya masing-masing satu.

3. Masing-masing anak berdiri pada ujung arena permainan, sipa memegang tali sapi-sapinya, pada tangan kanan.

4. Setelah mendengar aba-aba, kedua anak membawa lari sapi-sapinya dengan cepat, yang berlawan arah.

5. Kira-kira pada pertengahan arena sapi-sapian itu dipertemukan dengan cara, tangan yang memegang talinya diayun kekanan sedikit (apabila tangan kanan yang memegang), begitu pula lawan bermain. Pada saat inilah terjadi tabrakan yang keras, sehingga biasanya terjadi dua hal, yakni talinya putus atau tanduk yang patah, Apabila tidak terdapat dua hal tersebut, maka permainan diulang.

6. Siapa yang putus talinya atau patah tanduknya dia dinyatakan kalah dalam permainan tersebut.

7. Permainan ini dimainkan anak-anak yang berumur 7-12 tahun.

Persebarannya

Dahulu permainan ini dikenal semua oleh anak-anaki ditanah Kaili, apabila musim mengolah kelapa mulai dari musim panjat sampai pada waktu mengeringkan kelapa. Pengrajin khusus hampir tak ada karena hampir semua anak dapat membuatnya sendiri, walau sekali-kali dibantu oleh orang dewasa atau orang tua. Pada masa sekarang permainan itu hampir tak dikenal oleh anak-anak lagi, jutru karena banyaknya permainan baru yang bermunculan dimana-mana.
e-New - 07/10/2009 05:17 PM
#13

Gonde

Kaskus ID : e-New
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk karya : Artikel mengenai Gonde
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/budaya.php?id=562&uid=
Keterangan : Artikel mengenai Gonde[Permainan rakyat sulawesi tengah - suku Kaili]

Spoiler for
Terbuat dari daun kelapa yang muda, atau daun silar yang muda. Bentuk: Persegi, dan adapula yang bulat atau bulat panjang.

Warna: Sesuai warna bahan yang dipakai (hijau). Tidak diketahui secara pasti mengapa alat ini dinamakan gonde, tetapi akhir-akhir ini nama / kata gonde ini, dikenal sebagai istilah dikalangan remaja, utamanya dikalangan remaja dengan arti lain yakni: gonde yang artikan pacar. Nogonde = berpacaran.

Cara pembuatannya

Sebelumnya, terlebih dahulu memilih daun kelapa muda/ daun silar muda yang dan panjang, sebanyak 2 (dua) daun. Lidinya dikeluarkan, sehingga tiap daun menghasilkan 2 (dua) helai, berarti 2 (dua) daun akan mendapatkan 4 (empat) helai. Pada bagian ujung yang kecil dipertemukan, lalu digulung dan kemudian helai-helai daun itu dipisah-pisahkan (diurai) saling tindis dan dibentuk sesuai bentuk yang dinginkan pembuat. Helai satu ditindis oleh helai dua, dan helai dua ditindis oleh helai ketiga dan helai ketiga tindis oleh helai ke empat, sambil membentuk persegi atau bulat. Singkatnya helai-helai itu saling bersilang (saling masuk satu dengan yang lain). Sebagai dasar ukuran keserasian bentuk adalah ujung yang kecil tadi tetap berada di tengah yang dikelilingi secara silang dari helai-helai daun yang besar, sehingga ujung yang kecil tadi tetap muncul sebagai hiasan setelah gonde selesai dibuat. Ujung daun yang besar, setelah selesai disilang-silang akhirnya dikunci dengan cara memasukkan pada bagian yang sudah disilang (diurai), sehingga tidak kelihatan ujungnya. Alat permainan ini masih tetap dibuat oleh orang, tetapi bukan merupakan pengrajin khusus, sebab hampir semua orang baik orang tua, dewasa bahkan anak-anak dapat membuatnya. Pembuatan alat permainan gonde ini biasanya muncul apabila sekitarnya terdapat musim panjat kelapa, atau ada kelapa yang ditebang/ tubuh. Biasanya untuk membulatkan gonde ini, digunakan batu kecil ibu jari kaki anak, pada bagian tengahnya, yang saat mulai membuatnya telah dibungkus oleh daun-daun itu sendiri.

Fungsi

Alat permainan ini mempunyai fungsi untuk digunakan pada permainan nokaba dan permainan lempar-lemparan yang dalam perkembangannya dipakai dalam permainan kasti sebagai bola. Kadang-kadang pula oleh anak laki-laki dipakai sebagai bola kaki. Dengan demikian permainan ini dapat mempererat hubungan pergaulan antar sesama pemainnya, dan juga dapat melatih keterampilan para pemainnya. Pada mulanya fungsi utama alat permainan ini adalah dipakai untuk nokaba, dan penggunaan lainnya adalah sebagai perkembangannya.

Cara memainkan

Cara memainkan alat ini dalam permainan, yakni disamping alat itu sendiri, juga ada pelengkap lainnya, batu, atau sebangsa kelereng (garata bahasa Kaili). Jumlah pemain 2 (dua) orang atau 4 (empat) yang berpasangan masing-masing menyiapkan batu atau garata sebanyak 10 biji. Sebelum permainan ini dimulai, terlebih dahulu diadakan undian (sut), yang menang sut (undi) pertama kali melakukan permainan. Mula-mula biji batu atau garata dihambur tidak terlalu luas daerahnya, kemudian gonde tadi dibuang ke atas sejajar dengan biji yang dihambur tadi.

Di saat gonde berada diatas tangan yang membuang gonde tadi mengambil biji satu sampai diulangi biji-biji itu habis. Apabila tidak terjadi kesalahan maka pemain pertama dianggap menang. Tahap pertama biji-biji tadi diambil satu persatu, dan tahap berikutnya dua-dua sampai tiga-tiga sekali kumpul pada waktu gonde berada diudara. Pada saat itu diperlukan ketangkasan/ keterampilan jarai-jari tangan dan perhitungan waktu selama bola berada diudara dan waktu mengumpulkan biji-biji itu satu-satu, atau dua-dua dan seterusnya.

Pemain dapat diganti apabila melakukan kesalahan seperti gonde tidak dapat ditangkap atau menyentuh biji-biji sesuai tehapan-tahapan pemain. Permainan ini tidak memerlukan lapangan yang luas, cukup 1 meter persegi sampai 1 1/2 meter persegi. Pemain-pemain duduk berhadapan sambil bersila atau melipat kaki kebelakang. Permainan ini hanya dimainkan oleh anak perempuan saja yang berumur 7 - 13 tahun, karena anak laki-laki disebut nalenda (banci). Dimainkan pada sore hari di rumah atau di tanah.

Persebaran

Permainan ini cukup luas, hampir setiap desa di Tanah Kaili, anak-anak perempuan dapat memainkannya dengan menggunakan gonde. Akhir-akhir ini permainan tetap ada, tetapi telah menggunakan bola tenes, dan semakin bertambah variasi permainannya.
e-New - 07/10/2009 05:19 PM
#14

Garata / Galasa

Kaskus ID : e-New
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk karya : Artikel mengenai Garata / Galasa
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/budaya.php?id=558&uid=
Keterangan : Artikel mengenai Garata / Galasa [Permainan rakyat sulawesi tengah - suku Kaili]

Spoiler for garata/galasa
Permainannya disebut nogarata / nogalasa garata atau galasa adalah nama sebangsa tumbuhan yang berduri dan bijinya bundar laksana kelereng. Biji garata atau palasa ini terbungkus dalam satu kantorng berduri dan terdiri dari beberapa biji. Biji-biji garata/ galasa ini bermacam-macam bentuknya, tetapi umumnya berbentuk bundar, ada yang pipih ada pula yang bulat panjang. Data teknis. Permainan nogarata / nogalasa ini, mempunyai alat pelengkap lainnya disamping biji-biji garat/galasa, yakni kayu berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang ± 60 - 75 cm, lebar ± 30 - 40 cm dan tebal ± 5 - 7 cm. Kayu yang berbentuk persegi empat itu diberi lobang sebelah menyebelah masing-masing 6 buah menurut panjang dan 2 buah lobang pada ujung lebar kayu tersebut. Warna permainan ini tidak tentu karena tergantung dari warna kayu yang dipakai, dan membuat warna garata / galasa yang kelihatannya keabu abuan. Permainan garata / galasa ini mempunyai makna sebagai alat penghibur, untuk kesenangan atau perintang waktu. Namun pada mulanya permainan hanya biasa dimainkan pada saat duka, biasanya apabila ada raja atau keluarga raja yang meninggal.

Cara pembuatan dan pemilihan bahan

Memilih buah/biji garata diperlukan perhatian yang serius, sebab ada beberapa jenis/bentuk garata ini. Yang menjadi pilihan utama adalah biji garata yang bentuknya bundar lagi licin. Garta/galasa dalam permainan ini adalah merupakan biji yang dapat dipindah-pindahkan. Kayu yang sengaja dibuatkan lubang-lubangnya dipilh kayu yang keras tidak terbelah-belah lagi pula yang sudah tua. Biasanya kayu yang menajdi piliha adalah jeni kayu cempaka yang mudah dilubang, dalam bahasa Kalili disebut kayu lepaa. Kayu yang berbentuk persegi panjang ini berukuran lebih kurang 75 cm x 30 cm pada ujung sebelah menyebelah dibentuk agak tuncing dengan panjang ± 15 cm. Pada ujung yang agak lancip ini dibuat lubang bulat seperti bentuk telur (lonjong) yang dibuat pada pertengahan lebar dan panjangnya kayu tersebut dengan garis tengah ± 5 - 7 cm. Pada kedua belah sisi panjang dibuatkan pula lubang berturut-turut sejumlah 6 (enam) buah pada tiap sisi. Pada bagia tengah dibuat 2 (dua) lubang yang panjang tempat biji garata/ galasa yang dimenangkan. Jadi tiap pemain, diberi lubang panjang sebagai tempat menyimpan garata/ galasa kemenangan. Lubang-lubang yang membentuk telur semuanya 12 lubang, dan lubang-lubang ini diperhalus dengan pisau tajam. Alat yang dipakai untuk membuat alat permainan ini adalah parang, pahat, pisau. Pengrajin alat permainan tidak ada lagi.

Fungsi

Permainan ini dilaksanakan hanya pada waktu ada hubungannya atau pada saat ada keluarga meninggal dunia, utamanya keluarga bangsawan. Jelaslah bahwa permainan ini berfungsi untuk menghibur pada keluarga yang berduka. Sebab dengan adanya permainan ini, banyak anak gadis kumpul beramai-ramai sehingga suasana duka tidak terasa mencekam keluarga yang berduka. Cara memainkan. Permainan ini hanya dimainkan oleh perempuan yang masih gadis atau remaja. Pelaksanaan permainan inibiasa dilaksanakan pada malam hari, dalam keadaan duduk berhadapan. Tidak dapat dimainkan lebih dari 2 orang. Masing-masing pemain menyiapkan kelerengnya paling kurang 36 biji. Tiap pemain berhak atas 6 lubang dan 1 (satu) lubang yang disebut kepala, dan pada 6 lubang tersebut diisi masing-masing 6 biji kelereng (garat).

Siapa yang menang dia yang mulai mengangkat kelerengnya, (garata) dengan cara mengambil seluruh kelereng (garata) pada lubang ujung sebelah kanannya. Tiap lubang diisi dengan 1 biji kelereng (garata) dan berakhir pada lubang kepala pada sebelah kiri. Kalau berakhir pada lubang kepalanya, maka ia mesih berhak mengangkat kelerengnya, da apabila kelereng pada lubang lawan atau lubangnya sendiri, mka seluruh kelereng (garata) (garata), yang berada di lubang tersebut diangkat dan kembali diisi pada setiap lubang.

Begitu seterusnya berputar berulang-ulang sampai pada lubang kepalanya penuh dengan kelereng (garata). Untuk ganti pemain mengangkat kelereng (garata) apabila terjadi biji kelereng (garata) itu jatuh pada lubang yang kosong, namun demikian kelereng garata terakhir tersebut jatuh pada lubangnya sendiri, dan berada tepat bertentangan dengan lubang lawan, maka semua isi pada lubang tersebut adalah menjadi haknya. Kejadian tersebut dikenal dengan cara notede.

Karena pengrajin alat hiburan ini tidak ada lagi, anak-anak gadis yang berumur 7 - 12 tahun, bermain dengan cara menggali tanah denga jumlah lubang yang tidak berbeda dengan alat aslinya, dan biji kelereng (garata) diganti dengan batu yang bundar kecil, dan biasanya dipilih batu yang agak putih. Permainan ini memerlukan permainan yang mantap untuk mencocokan jumlah kelereng (garata) yang ada dengan jumlah lubang, dan beberapa kali diangkat, sehingga tidak jatuh pada lubang yang kosong. Kalau pemain yang sudah mahir sekali biasanya tidak terjadi pergantian sampai kelereng (garata) lawan jatuh pada lubang dan lubang kepalanya. Dengan demikian maka perhitungannya lawan dinyatakan kalah, dan kembali diulang lagi permainan dengan cara mengadakan lagi sut.

Persebaran

Permainan pada mulanya merata dimana-mana, tetapi sekarang hampir-hampir tak menyebar lagi baik menggunakan alat, ataupun diatas tanmah. Hal ini mungkin karena banyaknya jenis permainan baru, dan yang jelas karena orang-orang tua tidak lagi mengeluarkan lagi kepada anak-anak cucunya, disamping anak-anak gadis kurang tertarik lagi.


maaf post nya satu-satu.. soalnya pake batas max chart sih
eri_chan cute - 07/10/2009 05:20 PM
#15

Kaskus ID : eri_chan cute
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk Karya : Permainan Petak Umpet
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Petak_Umpet

Keterangan: Artikel Mengenai Permainan Petak Umpet

Quote:


Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.


Cara bermain

Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.
arcelia - 09/10/2009 10:05 AM
#16

ID : Arcelia
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Egrang
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya


Spoiler for Egrang

Orang Jawa mengenal berbagai macam jenis permainan tradisional, yang sekarang tidak lagi ditemukan. Berbagai macam permainan tradisional tersebut memberi ruang ketrampilan bagi pemakainya. Dalam kata lain, permainan tradisional Jawa tidak menempatkan relasinya hanya pasif. Lebih dari itu harus aktif dan kreatif. Sebab, permainan tradisional Jawa memberikan rangsangan kreatif bagi relasinya.

Salah satu jenis permainan tradisional Jawa apa yang dikenal sebagai egrang. Permainan ini mengandaikan pemakai/relasinya lebih tinggi posisinya. Diluar ukuran tinggi manusia. Bahan yang dipakai sebagai egrang adalah bambu, yang dibuat meyerupai tangga, tetapi tangganya hanya satu. Kapan orang memakai egrang kakinya dinaikan di atas satu tangga, atau pustep kalau meminjam istilah sepeda motor, untuk kemudian berjalan. Jadi, pemakai egrang naik diatas bambu yang dibuat sebagai jenis mainan dan kemudian berjalan kaki.

Karena itu, orang yang memakai egrang perlu melewati proses belajar dulu, karena membutuhkan keseimbangan. Kapan keseimbangan tidak terpenuhi orang bisa jatuh dari egrang. Siapapun bisa menggunakan egrang, tidak harus anak-anak, orang dewasapun bisa menggunakannya.

Egrang bentuknya bisa pendek, tetapi bisa pula tinggi. Yang pasti, kapan orang bermain egrang, posisi tubuhnya menjadi jauh lebih tinggi dari tubuh yang sebenarnya. Persis seperti orang berdiri di tangga, atau naik di atas meja.

Namun permainan egrang sekarang tidak lagi mudah ditemukan. Mungkin malah sudah hilang. Atau barangkali, permainan egrang tidak lagi relevan di jaman sekarang. Di tengah anak-anak terbiasa dengan eskalator yang tersedia di mall: hanya berdiri tangga bisa berjalan sendiri. Egrang sepertinya memberikan “rasa susah” dari fasilitas teknologi.

Tampaknya proses membentuk kreativitas telah menemukan formula yang sama sekali lain. Tidak berawal dari kesaadaran dan inisiatif dari dirinya sendiri dan hanya sedikit sekali memerlukan dorongan dari luar seperti egrang. Kreativitas jaman sekarang memerlukan instrumen yang tidak lagi sederhana dan, sulit meninggalkan teknologi.

Karena itu, egrang adalah masa lalu yang sekedar untuk dikenang dan sulit untuk ditemukan. Anak-anak tidak lagi “mengenal” apa itu egrang dan bagaimana bentuknya. Bagaimana pula cara memakainya.

Mungkin, kembali untuk mengenalkan ingatan terhadap permainan tradisional Jawa, egrang dan jenis permainan tradisional lainnya perlu untuk dihadirkan. Bukan yang utama untuk mengembalikan “kisah masa lalu”. Namun lebih untuk memberikan referensi kultural pada anak-anak sekarang yang terbiasa dengan permainan yang serba teknologis.

Dari egrang, barangkali orang bisa menanapki jenis permainan tradisional Jawa lainnya yang sekarang sekedar sebagai kenangan.


daffakeren - 30/10/2009 09:00 PM
#17
benteng
KASKUS ID: DAFFAKEREN
KATEGORI: PERMAINAN RAKYAT
BENTUK : ARTIKEL TENTANG BENTENGAN
SUMBER: PENGETAHUAN SENDIRI

Spoiler for bentengan
Bentengan adalah salah satu permainan tradisional yang masih sering dimainkan
di Indonesia.Cara bermainnya sebagai berikut:

-Bentuk 2 tim.Satu tim bisa terdiri dari 2-5 orang.
-Pilih tempat bermain.Lebih bagus bermain di sekitar pepohonan karena pohon bisa menjadi benteng.
-Pilih kapten.Kapten melakukan suit agar bisa menentukan siapa yang menyerang duluan.
-Misalnya tim A menyerang lebih dulu.Salah satu pemain tim A maju untuk menyerang sedangkan satu pemain tim B menjadi penghalau.
-Pemain tim A yang maju harus menyentuh benteng tim B.Jika berhasil,salah satu pemain tim B menjadi budak tim A.Jika gagal (tertangkap penghalau),pemain tim A yang maju menjadi budak tim B.
-Tim yang menang adalah yang berhasil memperbudak sluruh anggota tim lawannya.

Mainkan terus permainan tradisional Indonesia!!
e-New - 03/12/2009 11:27 PM
#18
Tilako
Tilako

Kaskus ID : e-New
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk karya : Artikel mengenai Tilako
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/budaya.php?id=650&uid=
Keterangan : Artikel mengenai Tilako [Permainan rakyat sulawesi tengah - suku Kaili]

Spoiler for Tilako
Di daerah Tanah Kaili cukup banyak jenis permainan Tradisional, tapi sayang sekali permainan itu jarang menggunakan peralatan yang diolah secara artistik oleh akal budi dan tangan manusia. Permainan-permainan itu memang menggunakan alat, akan tetapi alat-alat itu merupakan benda alam yang polos dan murni.

Tilako = Kalempa

Menurut etimologinya Tilako = Ti - lako
Kalempa = Ka + lempa
Tilako = Ti sebagai awalan.
Lako boleh berarti : langkah, jalan dari, dari mana.
Tilako = alat yang dipakai untuk melangkah / berjalan
Kalempa = Ka sebagai awalan lempa berarti datang dari langkah.
Tilako dari dialek Ledo sedang, sedangkan Kalempa dialek Rai.
Notilako = Bermain Tilako.
Bahan : Bambu dan boleh juga dari pelepah sagu dan tempurung.
Bentuk : Panjang.
Makna : Sebagai lambang kedewasaan, ketangkasan dan lambang keberanian dalam permainan tersebut;
Warna : Sesuai dengan warna bambu aslinya.

Cara pembuatannya

Untuk membuat Tilako atau Kalempa tersebut, dipilih bambu yang bentuknya lurus dan sudah tua, terutama volo vatu kemudian dikeringkan. Cara membuatnya bambu bata (volo vatu); pada bagian ujungnya yang bergaris tengah lebih kurang 3 cm atau sebesar sela ibu jari kaki dengan jari lainnya dan panjang ± 3 1/2 - 3 cm sebanyak 2 (dua) batang. Ranting-rantingnya dibersihkan lalu kedua batang bambu diukur sama panjang, dan diusahakan ruas-ruasnya tepat satu dengan yang lainnya bila ditegakkan. Disamping bambu yang panjang ± 2 1/2 - 3 m, disiapkan pula bambu yang agak besar panjangnya lebih kurang sama panjangnya dengan tapak kaki pemakai. Jadi bukan merupakan ukuran yang tetap dari masing-masing bambu tersebut. Bambu yang berukuran pendek itu salah satu ujungnya masih ada ruas (bukunya). Pada bagian yang ada ruas (buku) tersebut dilobangi sebesar bambu yang panjang tadi.

Perlu diperhatikan bahwa lubang itu tidak boleh terlalu besar, akan tetapi diperhitungkan, agar dapat tersangkut pada ruas (buku) bambu panjang dengan perkiraan ± 1/2 - / 4 meter atau lebih, dari bagian pangkalnya. Bambu yang panjang ini berfungsi sebagai kaki tegak berdiri, sedangkan bambu yang pendek berfungsi untuk tempat tapak kaki. Selesai kedua bambu pendek tadi dilubangi, lalu dimasukka pada bambu yang panjang dari bagian ujungnya yang kecil. Perlahan-lahan dimasukkan pada posisi tegak, sampai kandas pada bagian ruas (buku), sesuai kehendak pemakai yang ditentukan sejak awal ukurannya. Tetapi ada pula cara lain yakni pada bambu pajang dibuatkan pasak pangkal untuk memakan tempat kaki dengan cara melubanginya. hal ini dianggap kurang kuat karena bambu panjang tersebut dilubangi, dan kadang-kadang kayu pasak sebagai penahan biasanya patah.

Fungsinya

Tilako atau Kalempa ini berfungsi sebagai alat hiburan anak-anak dalam bermain bersama teman-temannya. Waktu bermain utamanya pada sore hari, pagi dan kadang-kadang waktu malam, bila bulan terang.

Tilako atau Kalempa, seringkali pula digunakan untuk berlomba lari atau saling menjatuhkan dengan cara memukulkan kaki-kaki bambu kepada kaki bambu temannya. Jadi Notilako atau Nokalempa adalah permainan untuk santai sambil menghibur diri.

Cara memainkannya

Permainan ini dilakukan oleh anak-anak umur 7 - 13 tahun, pada umumnya anak laki-laki dan hanya sebagian kecil anak perempuan. Kedua bambu dipegang kuat dalam posisi tegak, kemudian salah satu kaki diangkat tepat mengenai bambu pendek sebagai tempat kaki kemudian kaki yang satunya ikut diangkat. Pada saat ini sangat diperlukan keseimbangan agar tidak jatuh. Ibu jari kaki dan jari yang satu dijepitkan pada bambu panjang, dan apabila sudah seimbang, maka jari menjepit ikut menentukan kekuatan disamping tangan yang memegang, untuk mengangkat dan melangkah seperti lagaknya orang berjalan. apabila telah dikuasai keseimbangannya, biasa pula anak memberikan fariasi bunyi yang indah, dengan cara-cara memukul-mukulkan bambu itu pada bagian atas yang dipegang dan diselingi pukulan pada kedua kaki bawah. Melangkah dan berhenti sambil memukul-mukulkan kedua bambu itu dengan iramanya, begitu seterusnya hingga mereka puas.

Kalau tempat kaki itu agak tinggi, anak-anak biasa naik tangga, dan dari situlah mereka mulai berjalan, begitu pula sebaliknya kalau mereka turun dari Tilako itu. Siapa diantara mereka dapat menggunakan tilako atau kalempa yang tinggi tempat kakinya, maka dialah yang dianggap jago. Permainan ini tidak diikat dalam satu kelompok dan tidak pula terikat dengan lama waktu yang digunakan. Jadi singkatnya permainan ini bebas dilakukan dalam arti jumlah pemain dan lamanya permainan.

Persebarannya

Sampai sekarang tilako atau kalempa sudah jarang dan bahkan hampir-hampir tak ada lagi. Dahulu, hampir semua anak desa di daerah Tanah Kaili mampu bermain tilako atau kalempa ini, karena di seluruh desa banyak tumbuh jenis pohon jambu, yang dibuat alat permainan.
verditch - 05/12/2009 10:00 AM
#19

kaskus ID : verditch

kategori : Permainan Rakyat

bentuk karya : permainan tradisional Ular Naga

sumber : http://budaya-indonesia.org/iaci/Uler_Naga

keterangan : ini adalah artikel mengenai tata cara bermain ular naga

Spoiler for
Permainan berkelompok yang dimainkan oleh minimal 4-5 orang, 2 orang sebagai pembuat gerbang (kiri-kanan), yang lainnya netral berbaris melingkar membentuk angka 8 melewati gerbang yang di buat. Anak yang tepat berada di tengah-tengah gerbang pada saat lagu berakhir akan di tutup dan di berikan pilihan rahasia untuk bergabung dengan kelompok gerbang kiri atau gerbang kanan. Siapa yang pengikutnya paling banyak dia lah yang menang, dan yang kalah harus menangkap orang yang paling belakang dari lawannya. (Maaf kalau bahasanya kurang tepat)

Lagu untuk permainan Ular Naga:

5 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 3 0 0
0
Ular naga panjangnya, bukan kepalang

6 6 6 7 i 7 2 i 6 i 7 6 5 0 0
0
Menjalar-jalar selalu kian kemari

4 4 4 4 6 0 5 4 3 2 3 4 5 0 0
0
Umpan yang lezat, itulah yang di cari

6 i 7 6 5 0 2 4 3 0 2 0 1

Ini dianya, yang ter be la kang


Dalam lingkungan permainan anak-anak di Bali permainan ini juga di kenal dengan nama Curik-Curik.

Lagu untuk permainan curik-curik:

3 5 3 5 0 3 5 3 3 3 3 3 1 2 3 2 2 2 3 5 0 3 2 1

Curik-curik semental layang layang boko boko, tiang meli po_h-e,

3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 1 1 1 1

aji satak aji satu_s ke_peng, mara bakat anak bagu_s pe_ceng, enjok-enjok
rainbowchaser - 17/01/2010 06:33 PM
#20

Cublak-cublak Suweng

ID : rainbowchaser

Kategori : Permainan Rakyat

Bentuk Karya : Artikel Permainan Cublak-cublak Suweng

Sumber : http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-article/cublak-cublak-suweng/

Keterangan : Artikelnya


Spoiler for Cublak-cublak Suweng

Cublak-cublak suweng adalah permainan dari Jawa yang melibatkan banyak pemain. Agar permainan lebih seru, minimal perlu ada 3-5 orang. Cara bermainnya, pertama siapkan benda tertentu, biasanya berupa kerikil, sebagai benda yang nanti akan disembunyikan oleh salah satu pemain.

Sesudahnya, hom pim pa dan ping sut dahulu untuk menentukan siapa yang akan menjadi orang yang harus menebak pemegang kerikil. Orang yang harus menebak adalah orang yang kalah dalam ping sut dan ia harus duduk menungging dengan kepala menghadap lantai dan mata ditutup. Sementara, peserta lain menengadahkan telapak tangan di punggung orang yang harus menebak itu. Satu peserta kemudian bertugas memegang kerikil atau benda lain yang akan disembunyikan. Nama cublak-cublak suweng tergambar dari tujuan permainan ini yakni Pak Empo (orang yang harus menebak) menemukan anting (suweng) yang disembunyikan seseorang.

Permainan kemudian dimulai dengan menyentuhkan kerikil ke setiap telapak tangan peserta lain. Sepanjang permainan, peserta mendendangkan lagu cublak-cublak suweng. Syairnya, "cublak-cublak suweng, suwenge teng-gelenter, mambu ketundung gudel, pa empo lera lere, sopo ngguyu ndeliake". Setelah sampai pada kata ndelikake, kerikil harus digenggam oleh peserta yang tangannya terakhir kali disentuh.

Setelah kerikil digenggam, orang yang harus menebak bangun dan duduk bersimpuh. Sementara peserta lain menyanyikan lagu, "sir, sir pong ndelik gopong" sebanyak mungkin hingga orang yang harus menebak menentukan siapa yang menyembunyikan kerikil. Sambil menyanyi, telunjuk tangan digoyangkan dan diarahkan ke orang yang harus menebak. Dia hanya diberikan kesempatan satu kali. Bila tak berhasil, dia akan menjadi orang yang harus menebak pada permainan berikutnya.

Kalau anda menjadi orang yang harus menebak, anda mesti hati-hati agar tidak gagal menebak untuk yang kedua kalinya. Kalau sampai gagal, bisa-bisa anda diminta mengelilingi lapangan atau bangsal tempat bermain dengan lari jongkok. Atau kadang diminta memenuhi permintaan yang aneh-aneh dari peserta lain.

Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Permainan Rakyat > Permainan Rakyat - Artikel