Permainan Rakyat
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Permainan Rakyat > Permainan Rakyat - Artikel
Total Views: 19727
Page 2.5 of 3 |  < 1 2 3 > 

takum! - 19/03/2010 07:22 PM
#31

kaskus ID :takum!

kategori : Permainan Rakyat

bentuk karya : permainan kelereng

sumber : http://www.lautanindonesia.com/forum/permainan-klasik/kelereng-guli-marble/
http://briliansmart.blogspot.com/2009/08/sejarah-kelerang.html

keterangan : ini adalah artikel tentang kelereng

Spoiler for jenis permainan kelereng
Apa saja nama atau jenis permainan yang dapat kami mainkan dengan kelereng-kelereng tersebut? nama-nama permainan dengan kelereng yang masih saya ingat diantaranya adalah: PAL, Oles, Naga atau Apollo dan Tapo’ Lari (Tapo’ adalah bahasa melayu Pontianak yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya adalah sembunyi. jadi kalau betapo’ artinya bersembunyi)

main PAL, dimainkan oleh beberapa anak, minimal dimainkan oleh 2 orang, di atas tanah yang lembut (tidak kering). di atas tanah itu dibuat gambar dan garis yang terdiri dari 2 buah tanda yang menyerupai huruf N dan garis panjang sebagai pembatas (yang disebut sebagai PAL)

Main Oles, dimainkan oleh minimal 2 orang anak, diatas tanah. Diatas Tanah dibuat sebuah lingkaran yang luasnya dapat dikehendaki oleh pemain sesuka hati. Namun rata-rata jari-jari lingkaran yang biasa digunakan sekitar 30-50 CM. di tengah-tengah lingkaran itu di letakkan beberapa buah kelereng hasil taruhan atau pasangan setiap pemain. jika yang bermain 3 orang, dan pasangan atau taruhannya 4 buah kelereng, maka jumlah di tengah lingkaran itu adalah 3×4=12 buah kelereng.
Cara bermain Oles. dalam permainan oles ini setiap anak diberi kesempatan satu kali setiap sesi.


Spoiler for Sejarah Kelereng


Orang Betawi menyebut kelereng dengan nama gundu. Orang Jawa, neker. Di Sunda, kaleci. Palembang, ekar, di Banjar, kleker. Nah, ternyata, kelereng juga punya sejarah. Ini kuketahui saat membaca majalah Intisari edisi Desember 2004, rubrik asal-usul, hal 92.

Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil. Lain halnya di Belanda, para Sinyo-Sinyo itu menyebutnya dengan knikkers. Lantas, adakah pengaruh Belanda, khususnya di Jawa, knikkers diserap menjadi nekker? Mengingat, Belanda pernah ‘numpang hidup’ di Indonesia.

Tahun, 1694. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris telah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.

Kelereng populer di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke-16 hingga 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya adalah tanah liat dan diproduksi besar-besaran.

Jauh pada peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa.

Pada masa Rowami, permainan Kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.

Salah seorang penggemar kelereng adalah Octavian, kelak menjadi Kaisar Agustus. Layaknya permainan, di Romawi saat itu juga mempunyai aturan-aturan resmi. Peraturan tersebut menjadi dasar permainan sekarang.

Teknologi pembuatan kelereng kaca ditemukan pada 1864 di Jerman. Kelerang yang semula satu warna, menjadi berwarna-warni mirip permen. Teknologi ini segera menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun, akibat Perang Dunia II, pengiriman mesin pembuat kelereng itu sempat terhenti dan akhirnya masing-masing negara mengembangkannya sendiri.
bimoadjie - 04/04/2010 10:33 AM
#32

ID : bimoadjie
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Galah Asin(Gobak Sodor)
Sumber : http://artdianfemi.multiply.com/journal/item/53/Permainan_Tradisional_Indonesia
Keterangan : Artikel



Spoiler for For Galah Asin
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
bimoadjie - 04/04/2010 10:36 AM
#33

ID : bimoadjie
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Gasing
Sumber : http://artdianfemi.multiply.com/journal/item/53/Permainan_Tradisional_Indonesia
Keterangan : Artikel

Spoiler for Gasing
Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan
bimoadjie - 04/04/2010 10:38 AM
#34

ID : bimoadjie
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Kasti(Gebokan)
Sumber : http://artdianfemi.multiply.com/jour...onal_Indonesia
Keterangan : Artikel

Spoiler for Kasti(Gebokan)
Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.
rwinerk - 15/06/2010 06:40 PM
#35

ID : rwinerk
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Tarik tambang
Sumber : Wikipedia
Keterangan : Artikel mengenai Tarik Tambang

Spoiler for pengertian

Tarik tambang adalah salah satu lomba yang populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia


Spoiler for cara main

Pertandingan melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih peserta. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah.
Taktik permainan terletak pada penempatan pemain, kekuatan tarik dan pertahanan tumpuan kaki di tanah. Pada umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ditempatkan di ujung tali, untuk menahan ujung tali saat bertahan atau menghentak pada saat penarikan.


Spoiler for pict

rwinerk - 15/06/2010 07:12 PM
#36

ID : rwinerk
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Balap Karung
Sumber : Wikipedia
Keterangan : Artikel mengenai Balap Karung

Spoiler for balap karung
Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk.

Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.
scream.net - 19/06/2010 10:37 PM
#37
Permainan Anak Anak Sunda
kaskus ID : scream.net
kategori : Permainan Rakyat - Artikel
bentuk karya : Permainan Anak Anak Sunda
sumber :
keterangan : Permainan Anak Anak Sunda


Sekedar melanjutkan thread sebelumnya.. thread ini saya buat (meskipun nyontek dikit2 dari tetangga sebelah) biar agan agan terinspirasi untuk memberi cendol ke saya.. hehehe.. rame koq.. baca ajah...

Saya Orang Bandung, Saya Orang Sunda, apakah saya kreatif dan berani bereksperimen? Itu tergantung pandangan anda terhadap saya, tapi, Izinkan saya untuk “nga balakan” karena sebisa mungkin, saya akan berusaha membuktikan ke-Kreatif-an dan keberani saya untuk bereksperimen agar dapat menghidupkan kembali Budaya Sunda yang saya yakin suatu saat akan Berjaya Kembali.
Untuk sekedar menginspirasi saya akan mulai dari hal-hal yang kecil dulu, yang mungkin tidak ada hubungan nya dengan Kebudayaan Sunda, tapi saya pikir perlu untuk di bahas karena menurut saya ini adalah salah satu kekayaan khazanah Sunda yang sangat menarik, yaitu permainan anak-anak di Bandung pada Jaman dulu, saya yakin, tidak semua orang mengenal permainan-permainan ini, tapi bagi yang sudah mengenal nya, mungkin anda akan tersenyum sendiri dan mengingat kembali kenangan indah masa kecil anda. “hehe, abdi oge kitu Kang, Ceu..”
Ada beberapa permainan anak yang pada “masa” nya dulu sangat di gemari oleh anak-anak, yang menurut saya lebih mendidik anak dari pada permainan jaman sekarang yang justru sama sekali tidak mendidik, kita ambil salah satu contoh permainan anak jaman dulu yaitu “Perepet Jengkol” pernah dengar permainan ini? Atau bahkan pernah main? Hehe,, (bagi yang baru mendengar Perepet Jengkol, lihat penjelasan nya di bawah) menurut saya permainan Perepet Jengkol mendidik dalam hal kerja sama tim, karena dalam permainan ini membutuhkan kerja sama agar tetap seimbang selama bermain, tidak seperti permainan jaman sekarang yang justru menimbulkan perselisihan, seperti Play Station yang justru membuat anak yang satu dengan yang lain nya saling mengejek karena jagoan nya kalah, selain itu Play Station membuat anak-anak kecanduan memainkan nya.
Saya akan mencoba menuliskan beberapa permainan anak-anak sunda jaman dulu yang cukup terkenal, di sebut terkenal karena waktu saya kecil, permainan-permainan ini bisa di temukan di berbagai tempat di Jawa Barat, meskipun berbeda-beda nama permainan nya, tetapi secara keseluruhan, peraturan dan cara permainan nya sama, saya kurang mengetahui bagaimana cara menyebar luasnya permainan-permainan ini, ada yang tahu?

1. Perepet Jengkol

Permainan ini dilakukan oleh 3-4 anak perempuan atau lelaki. Pemain berdiri saling membelakangi, berpegangan tangan, dan salah satu kaki saling berkaitan di arah belakang. Dengan berdiri dengan sebelah kaki, pemain harus menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh, sambil bergerak berputar ke arah kiri atau kanan menuruti aba-aba si “dalang”, yang bertepuk tangan sambil melantunkan kawih (nyanyian) :

“Perepet jengkol jajahean.., Kadempet kohkol jejeretean…”

Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah dalam permainan ini. Jadi, jenis permainan ini hanya dimainkan untukbersenang-senang pada saat terang bulan.



2. Oray – Orayan

Permainan ini dimainkan beberapa anak perempuan maupun lelaki di lapangan terbuka. Para pemain saling memegang ujung baju bagian belakang teman didepannya untuk membentuk barisan panjang. Pemain terdepan berusaha menangkap pemain yang paling belakang yang akan menghindar, sehingga barisan bergerak-meliuk-liuk seperti ular, tetapi barisan itu tidak boleh terputus. Sambil bermain, pemain melantunkan kawih.

”Oray-orayan luar leor ka sawah …,
Tong ka sawah parena keur sedeng beukah
Oray-orayan luar leor ka kebon …,
Tong ka kebon aya barudak keur ngangon”



3. Gatrik

Permainan dimainkan oleh dua orang atau dua regu yang beranggotakan beberapa orang. Alat yang dimainkan adalah tongkat pemukul terbuat dari kayu dan potongan kayu sepanjang seperempat tongkat pemukul, yang biasa disebut “anak gatrik”. Anak gatrik diletakkan di lubang miring dan sempit dengan setengah panjangnya menyembul di permukaan tanah. Ujung anak gatrik dipukul dengan tongkat pemukul. Anak gatrik kembali dipukul sejauh-jauhnya ketika
terlontar ke udara. Bila anak gatrik tertangkap lawan, pemain dinyatakan kalah. Bila tidak tertangkap, jarak antara lubang dan tempat jatuhnya dihitung untukmenentukan pemenangnya.



4. Paciwit – ciwit Lutung

Permainan ini dilakukan oleh 3-4 orang anak, baik anak perempuan maupun lelaki. Setiap pemain berusaha saling mendahului mencubit (nyiwit) punggung tangan di urutan teratas sambil melantunkan kawih :

“Paciwit-ciwit lutung, Si Lutung pindah ka tungtung, Paciwit-ciwit lutung, Si Lutung pindah ka tungtung”

Pada umumnya, tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah. Jadi, jenis permainan ini semata-mata dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu pada malam terang bulan.



5. Sondah
Permainan ini pada umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang dibuat di tanah.
Setiap pemain memegang sepotong pecahan genteng atau batu pipih, yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak permainan. Pemain melompat-Iompat dari kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi pecahan genting tidak boleh diinjak. Pemain dinyatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak. Pemain pertama disebut mi-hiji, kedua mi-dua, ketiga mi-tilu, dan seterusnya.



6. Jajangkungan
Permainan Jajangkungan dimainkan dengan sepasang tongkat atau galah, yang terbuat dari kayu atau bambu. Tumpuan untuk pijakan kaki dibuat pada ketinggian 30 - 60 cm dari ujung bawah tongkat. Beberapa orang pemain dapat serentak memainkannya bersama-sama.
Permainan ini biasa digabungkan dengan jenis permainan lain, seperti adu lari atau sepak bola. Ada kalanya, penilaian hanya pada adu ketahanan berjalan di atas jajangkungan sambil saling menendang kaki jajangkungan lawan bermain. Pemain yang terjatuh dinyatakan kalah.



Masih banyak permainan anak-anak khas Sunda yang lain nya yang tidak saya jelaskan di sini, seperti Ucing Sumput (bahasa keren nya Hide And Seek, Hehe..), Ucing Kub, Congklak, Sapintrong, Galah Asin, Sorodot Gaplok, dan masih banyak lagi permainan – permainan anak yang menarik lain nya.


Adjhei - 12/07/2010 03:31 PM
#38
Dakon, mainan rakyat yang hilang
kaskus ID : Adjhei
kategori : Permainan Rakyat - Artikel
bentuk karya : Dakon, mainan rakyat yang hilang
sumber :
keterangan : Dakon, mainan rakyat yang hilang

Permainan dakon dikenal sebagai permainan tradisional masyarakat Jawa sekalipun permainan ini dikenal juga di daerah lain. Pada masa lalu permainan ini sangat lazim dimainkan oleh anak-anak bahkan remaja wanita. Tidak ada yang tahu mengapa permainan ini identik dengan dunia wanita. Menurut beberapa pendapat karena permainan ini identik atau berhubungan erat dengan manajemen atau pengelolaan keuangan. Pada masa lalu (bahkan hingga kini) kaum hawa disadari atau tidak berperanan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Dakon dianggap menjadi sarana pelatihan terhadap pengelolaan atau manajemen keuangan tersebut. Untuk kaum adam mungkin permainan semacam ini dianggap terlalu feminine, kurang menantang, tidak memerlukan kegiatan otot dan pengerahan tenaga yang lebih banyak. Jadi, barangkali dianggap terlalu lembut.

Pada saat sekarang permainan dakon ini boleh dikatakan tidak ada lagi. Anak-anak putri sekarang lebih tertarik bermain boneka Barbie, melihat sinetron, atau bermainn play station. Permainan dakon barangkali dianggap telah kuno, ketinggalan zaman, atau bahkan dianggap udik.

Umumnya permainan dakon pada zaman dulu dilakukan di pendapa, beranda rumah, atau di bawah pohon yang rindang dengan terlebih dulu menggelar tikar. Untuk memulai permainan yang melibatkan dua orang ini, keduanya akan mengundi atau ping sut untuk menentukan siapa yang jalan duluan.

Lubang pada papan dakon berjumlah 16 buah. Masing-masing sisi papan dakon terdapat 7 buah lubang dan 2 buah lubang di masing-masing pojokan/ujung papannya. Untuk memainkannya biasanya diperlukan biji-bijian untuk isian lubang-lubangnya. Umumnya biji yang digunakan untuk permainan ini adalah biji buah sawo. Mengapa biji buah sawo ? Jawabannya adalah karena tanaman sawo umumnya terdapat di hampir semua pekarangan (depan) rumah-rumah Jawa di masa lalu, khususnya rumah-rumah orang yang cukup mampu. Lebih-lebih rumah ningrat yang memiliki pendapa. Kecuali itu butiran biji sawo tidak terlalu kecil untuk dicomot. Permukaannya licin sehingga cukup mudah untuk diluncurkan dari genggaman sekaligus cukup mudah juga untuk digenggam telapak tangan. Selain itu, biji buah sawo yang dinamakan kecik itu secara visual memang tampak lebih eksotik (barangkali).

Untuk permainan dakon yang juga dinamakan congklak itu diperlukan 98 buah biji sawo. Masing-masing sisi dakon yang memiliki 7 buah lubang itu diisi 7 buah biji untuk masing-masing lubangnya. Jadi, masing-masing pemain memiliki 49 buah biji kecik yang siap dijalankan. Sedangkan lubang di bagian ujung (pojok) dakon dikosongkan untuk menampung sisa biji ketika permainan dijalankan.

Berikut sebuah gambar permainan dakon yang berasal dari masa lalu. Cermati detail penampilan kedua orang yang bermain dakon itu. Pakaiannya masih pakaian Jawa gaya jadul. Juga model dandanan rambutnya. Belum ada yang bermodel dicat (semir), dikeriting, diblow, dan sebagainya. Gambar atau foto ini diharapkan mampu menggugah kenangan Anda di masa lalu (khususnya generasi tua) yang pernah bersentuhan dengan permainan dakon. Anda mesti ingat bahwa permainan ini sesungguhnya merupakan serpihan kecil dari unsur pembentuk budaya dan karakter bangsa. Daripadanya sesungguhnya kita bisa memetik banyak manfaat yang kadang kita sendiri tidak menyadarinya. Dengan permainan itu kita telah dilatih untuk terampil, cermat, sportif, jujur, adil, tepa selira, dan akrab dengan orang lain (teman).

TS[/FONT][/SIZE]
Sumber: Europese Bibliotheek-Zaltbommel, 1970, De Javaansche Vorstenlanden in Oude Ansichten, Nederland.



fahroeddin - 03/08/2010 11:36 AM
#39
Engklek
ID : fahroeddin
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : engklek
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya


Spoiler for engklek
pasti kalian tahu sama Dance Dance Revolution Series yang pasti ada di setiap tempat video game seperti Timezone, GameMaster, dsb…
beberapa permainan produk luar ini makin berevolusi dan mewabah di negara kita, ini nggak lepas dari peranan globalisasi. suksesnya globalisasi hampir membabat habis produk2 asli dalam negeri.
padahal banyak sekali permainan2 warisan orang- orang generasi terdahulu yang nggak kalah menarik untuk dimainkan salah satunya adalah engklek.
cara memainkannya adalah, pertama membikin arena main terlebih dahulu dengan cara membuat petak2 menyerupai palang merah yang dibagi-bagi menjadi 5 kotak dan ditambah 2 kotak sebagai tangga. kemudian Alat pendukung yang dibutuhkan adalah pecahan genting atau batu sebagai umpan. Umpan ini dalam bahasa jawa biasa disebut ’gacuk’. Permainan ini juga merupakan permainan kelompok. yang seru di permainan ini adalah ketika kelompok yang kalah harus mendapat hukuman menggendong kelompok yang menang. Pemain yang menang dalam undian suit berkesempatan bermain lebih dahulu. Pemain tersebut melempar gacuk kedalam kotak pertama pada area permainan yang berbentuk palang merah. Kemudian pemain melompat-lompat dengan satu kaki (engklek) pada kotak-kotak lain sampai kembali kekotak pertama sambil mengambil kembali gacuk yang tadi telah dilemparkan di kotak pertama. Selanjutnya pemain tersebut melempar gacuk ke kotak yang kedua lalu melompat-lompat lagi seperti cara yang pertama dan seterusnya sampai gacuk dilemparkan pada kotak yang terakhir.semakin besar angka kotak yang harus dilempari gacuk, maka semakin jauh pula gacuk harus dilemparkan. Apabila pemain tidak dapat melempar gacuk kedalam kotak yang semestinya, maka permainannya dianggap mati dan kelompok lawan berkesempatan untuk bermain. Kelompok yang dapat menyelesaikan tugasnya melempar gacuk sampai kotak yang terakhir, maka kelompok inilah yang menang dan berhak di gendong ke suatu tempat yang telah disepakati bersama.



gambar:
Spoiler for contoh
http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/o2zone/5nfKn5g986zu6dU6xZD8C2zxGQcc25y3wSK5h1CXaWgUY zxByfAEDfoSjYNx/engklek.jpg.scaled.1000.jpg
Frizy_87 - 07/08/2010 04:50 AM
#40
Permainan Anak Aceh
Kaskus ID : Frizy_87
Kategori : Permainan Rakyat anak aceh
Bentuk Karya : Artikel mengenai permainan anak tradisional aceh
Sumber : http://lidahtinta.wordpress.com/2009/04/04/permainan-tradisional-aceh/
Keterangan : Artikel mengenai permainan anak Tradisional Aceh

Spoiler for Permainan Tradisional aceh



Permainan Tradisional aceh
Permainan tradisional merupakan sejumlah lakon sehari-hari dalam masyarakat yang kemudian disejajarkan menjadi sebuah keriangan. Ia lalu dijadikan sebagai sebuah permainan yang hidup dan berkembangan dalam masyarakat secara regenerasi.

Seluruh daerah di permukaan bumi ini memiliki permainan tradisional. Namun, permainan tradisional sudah hampir terpinggirkan dan tergantikan dengan permainan modern. Hal ini terutama terjadi di kota-kota besar.

Di Aceh sendiri, tercatat sejumlah permainan dalam masyarakatnya. Permainan yang sudah hidup dan berkembang sejak zaman dahulu (tak ditentukan) itu menjadi patut diketahui oleh anak-anak Aceh sekarang, minimal sebagai ingatan terhadap suatu yang pernah ada di Bumi Fansuri ini. Pentingnya permainan tradisional bagi anak-anak adalah terhadap perkembangan jiwa, fisik, dan mental anak. Karena itu, berikut kami coba hadirkan sejumlah permainan tradisional masyarakat Aceh yang oleh masyarakat di sini terkadang menjadikannya sebagai ajang kompetisi.[/FONT][/B]


Spoiler for Geulayang Tunang


Geulayang Tunang terdiri atas dua kata, yaitu geulayang yang berarti layang-layang dan tunang berarti pertandingan. Dari namanya jelas mempertegas bahwa geulayang tunang merupakan pertandingan layang-layang atau adu layang yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Permainan ini sangat digemari masyarakat di berbagai daerah di Aceh. Mengenai nama permainan jenis ini, ada pula yang menyebutnya adu geulayang. Kedua istilah yang disebutkan terakhir memiliki maksud dan arti yang sama.

Pada zaman dahulu, permainan ini diselenggarakan sebagai pengisi waktu setelah masyarakat suatu tempat panen padi. Sebagai pengisi waktu, permainan ini sangat bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sering kali dilombakan dalam acara peringatan hari kemerdekaan RI atau even-even kebudayaan lainnya di Aceh semisal Pekan Kebudayaan Aceh.[/FONT][/B]



Spoiler for Geudeue-geudeue



Geudeue-geudeue
Geudeue-geudeue atau ada yang menyebutnya due-due adalah permainan ketangkasan yang terdapat di daerah Pidie. Di samping ketangkasan, kegesitan, keberanian, dan ketabahan, pemain geudeue-geudeue harus bertubuh tegap dan kuat serta memiliki otot yang meyakinkan. Permainan ini kadang-kadang berbahaya, karena merupakan permainan adu kekuatan.

Permainan ini dilakukan oleh seorang yang berbadan tegap. Mulanya dia tampil di arena menantang dua orang lain yang juga bertubuh tegap. Pihak pertama mengajak pihak kedua yang terdiri atas dua orang supaya menyerbu kepada yang menantang. Ketika terjadi penyerbuan, pihak pertama memukul dan menghempaskan penyerangnya (pok), sedangkan pihak yang pihak kedua menghempaskan pihak yang pertama.

Dalam tiap permainan, bertindak empat orang juru pemisah yang disebut ureueng seumubla (juri), yang berdiri selang-seling mengawasi setiap pemain. Permainan ini mirip dengan olahraga sumo Jepang, bedanya hanya pada jumlah pemain.[/FONT][/B]



Spoiler for Peupok Leumo



Peupok Leumo
Peupok Leumo adalah sejenis permainan yang khas terdapat di Aceh Besar. Permainan ini merupakan suatu permainan mengadu sapi. Permainan ini sebelumnya berkembang di kalangan peternak sapi. Zaman dahulu, lazimnya peupok leumo diselenggarakan oleh sekelompok peternak yang berada pada satu lokasi seperti yang berada pada satu kampung atau lebih luas lagi satu mukim, yang diselenggarakan seminggu sekali. Hari penyelenggaraan permainan ini biasanya setiap Minggu atau Jumat, tetapi tidak tertutup kemunginan di hari lainnya. Lazimnya dilaksanakn pada sore hari, sekitar pukul 16.00-18.00 WIB atau selepas asar.

Selaian peupok leumo yang mirip dengan karapan sapi di Betawi, masih ada lagi acara peupok leumo tunang, yaitu permainan peupok leumo untuk mencari sapi yang akan keluar sebagai pemenang. Acara peupok leumo tunang ini biasanya diselenggarakan dengan menggunaka panitia dan dewan juri. Persoalan waktu, tergantung kepada cuaca dan musim-musim tertentu, seperti sehabis panen atau waktu lain seperti pada hari-hari besar dan sebagainya.[/FONT][/B]


Spoiler for Pacu Kude



Pacu Kude
Pacu Kude dapat diartikan duduk di atas kuda yang lari atau dapat diartikan sebagai pacuan kuda. Permainan ini terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini karena daerah Takengon terdapat padang rumput yang sangat luas serta kuda memang alat angkutan yang sangat praktis di daerah pegunungan, di samping untuk membajak sawah.

Sehabis panen, biasanya kuda-kuda ini tidak mempunyai kegiatan apa-apa yang dianggap penting. Waktu-waktu seperti itu sering kuda-kuda tersebut berlari-lari berkelompok. Kebiasaan ini dikoordinir akhirnya terbentuk permainan pacu kude.

Pada awalnya permainan ini adalah permainan informal, tidak ada aturan yang baku untuk dilaksanakan. Namun, lama kelamaan, permainan ini ditingkatkan menjadi permainan resmi dan terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi.[/FONT][/B]


Spoiler for Bola Keranjang



Bola Keranjang
Bola keranjang atau bahasa Gayo disebut dengan tipak rege merupakan sejenis permainan bola yang dibuat dari rotan belah yang dipergunakan pada permainan sepak raga (sepak takraw). Permainan ini sudah jarang sekali dilakukan. Pada bola keranjang diikat rumbai-rumbai kain yang ber*warna merah, putih, dan hitam, sebanyak 15 helai.

Zaman masa dahulu, sepak raga merupakan sejenis permai*nan rakyat. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak, remaja/pemuda maupun orang-orang dewasa. Mereka me*manfaatkan waktu-waktu senggangnya dengan permainan ini.[/FONT][/B]


Spoiler for Lenggang Rotan



Lenggang Rotan
Lenggang rotan merupakan jenis permainan yang terbuat dari rotan kecil yang dibuat melingkat seperti gelang besar. Rotan yang digunakan biasanya seukuran jempol tangan atau bisa lebih kecil. Rotan yang sudah dilingkarkan seperti gelang besar akan dimainkan di pinggang sambil menggoyang pinggang. Rotan tersebut akan berputar. Orang yang rotannya jatuh terlebih dahulu dianggap kalah. Permaianan ini umumnya juga terdapat di dataran tinggi Gayo, karena di sana memang terdapat banyak rotan[/FONT][/B]



:2thumbup :thumbup
:toast
fachroel82 - 09/08/2010 07:55 PM
#41
Permainan Tradisional Presean
ID : Fachroel82
Kategori : Permainan Tradisional
Karya : Presean
Sumber : http://www.balioutbound.com/2008/08/presean-tarung-derajat-lelaki-sasak/
Keterangan : Artikel

Spoiler for Presean
Peraturan perang presean cukup sederhana, pepadu tidak boleh memukul bagian bawah perut lawannya .Duel dua pepadu diadakan dalam lima ronde, pemenangnya ditentukan oleh hasil nilai yang diperoleh atau salah satu pepadu bocor kepala, bedarah-darah, ato kibar bendera putih
vellynthya - 21/04/2011 11:41 PM
#42
Cici Bonco
ID : vellynthya
Kategori : Permainan Tradisional
Sumber : Pengetahuan sendiri
Keterangan: Artikel
Quote:
Cici Bonco adalah jenis permainan anak2 di kupang, cara bermainnya ialah :
para pemain membuka semua jari, lalu salah satu pemain menunjuk nunjuk semua jari yang ada sambil nyanyi 'cici bonco, bonco laka bonco, tanam sayur, sayur kea, malu malu udang glek'. nah sampe di mana lagu itu selesai maka jari tersebut di tutup. kemudian ulangi lagi ke jari2 yang tersisa. siapa yang jari nya masih tersisa maka dia yang kalah dan harus di beri hukuman.


sori manyori.. ane gak tau carane bikin spoiler...jadi gini aja yah
kopenker - 15/01/2012 10:14 PM
#43
Buaya-Buayan
ID : Kopenker
Kategori : Permainan Rakyat
Karya : Boyo-Boyoan
Sumber : Wawancara Warga Desa Lamongan
Keterangan : Permainan Tradisional Lamongan

Spoiler for Permainan Tradisional Lamongan
     Boyo-boyoan merupakan permainan tradisional masyarakat jawa timur yang umumnya dimainkan anak-anak di Lamongan. Asal nama dari permainan ini diambil dari bahasa jawa yang berarti nama hewan reptil yaitu buaya. Sedangkan jika dipahami menurut bahasa indonesia, boyo-boyoan atau buaya-buayaan adalah orang yang berperan menjadi buaya. Kita tahu bahwa buaya itu hewan reptil yang buas dan ditakuti banyak orang. Seseorang yang memerankan hewan reptil buas ini akan ditakuti oleh banyak orang sehingga yang berperan menjadi seorang manusia akan menghindari dari bahaya kebuasan dan keganasan hewan tersebut
     Permainan ini dimainkan anak-anak minimal 3 sampai puluhan orang. Peran yang menjadi seekor buaya berjumlah 1 orang sedangkan selebihnya berperan menjadi manusia yang takut akan keganasan buaya. Posisi pemeran buaya berada di bawah sedangkan manusia berada diatas. Maksudnya peran buaya ini ibaratnya seperti hewan yang berada di air seolah-olah diam namun jika terdapat suatu ancaman atau makanan ia akan menerkamnya. Jadi peran manusia ini akan diatasnya buaya dengan berpijak pada suatu hal yang dianggapnya tidak bisa dijangkau atau diterkam oleh buaya tadi. Misal saja kursi, meja, tangga, dan sebagainya.
     Alat dan bahan dalam permainan ini tidak ada hal yang khusus, hanya saja pijakan yang digunakan manusia untuk melindungi dari ancaman hewan reptil buas tersebut. Awalnya semua yang akan ikut bermain memilih 1 buaya dan selebihnya menjadi manusia. Biasanya mereka memilih dengan cara gambreng ataupun yang lainnya, terserah cara yang mereka setujui. Selanjutnya masing-masing peran berada sesuai dengan peran yang mereka lakukan. Dimulai dari hitungan 1 sampai 3 dan peran manusia menghindari terkaman buaya tersebut. Batas waktu manusia diatas pijakannya juga dibatasi sesuai dengan kesepakatan mereka, setelah itu mereka turun kebawah lalu dengan cepat keatas pijakan lagi. Barang siapa yang terkena sentuhan buaya itu peran manusia menjadi peran buaya begitu juga sebaliknya.
Page 2.5 of 3 |  < 1 2 3 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Permainan Rakyat > Permainan Rakyat - Artikel