Properti Sejarah Nasional
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Properti Sejarah Nasional > Properti Sejarah Nasional - Gambar
Total Views: 32890
Page 2.5 of 3 |  < 1 2 3 > 

capt_alfons - 06/04/2010 05:30 PM
#31
Gerbong Maut Bondowoso
Kaskus ID : capt_alfons

Katagori : Properti Sejarah Nasional

Bentuk karya : Gerbong Maut Bondowoso

Sumber : Google Image

Keterangan : Gerbong Maut Bondowoso


Spoiler for Gerbong Maut Bondowoso





sukamajoe - 12/04/2010 05:09 AM
#32

Kaskus ID: sukamajoe
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar
Bentuk karya: Megalith
Sumber: http://barabudur.blogspot.com
Keterangan: Megalitic Culture of Ancient Pasemah

Spoiler for detail

Arca Manusia di Situs Tinggi Hari


Kubur Batu di Situs Tanjung Aro


Menhir di Situs Karang Dalam


Batu Putri di Situs Tanjung Telang, menggambarkan orang yang sedang menggendong gajah


Spoiler for note
Daerah Pasemah wilayahnya meliputi Bukit Barisan dan di kaki pegunungan Gumai. Satuan morfologi pegunungan merupakan tempat tersedianya bahan batu hasil letusan gunung api Dempo yang menyebarkan lahar dan lava serta batu-batuan vulkanis. Letusan gunung api inilah yang menyebarkan batu-batuan sampai ke daerah – daerah yang termasuk satuan morfologi bergelombang dan satuan morfologi daratan. Selain itu di daerah Pasemah terdapat alur-alur sungai besar dan kecil yang memudahkan transportasi air dan sumber kehidupan. Pada umumnya keadaan alam yang subur memudahkan mereka untuk berkebun dan membudidayakan ternak dan membuat rumah - rumah hunian dengan tiang yang tinggi.
sukamajoe - 12/04/2010 05:16 AM
#33
Peninggalan Megalith di Kabupaten Lahat
Kaskus ID: sukamajoe
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar
Bentuk karya: Megalith
Sumber: http://infokito.net/index.php/wisata-megalit-di-kabupaten-lahat
Keterangan: Peninggalan Megalith di Kabupaten Lahat, Sumsel

Spoiler for detail


Megalit Tinggi Hari merupakan Megalit yang sering dikunjungi oleh wisatawan, karena bentuknya yang sangat unik. Megalit Tinggi Hari terletak di Desa Tinggi Hari Kecamatan Pulau Pinang, 18 km Kota Lahat


Batu Tiang Enam ini terletak di Desa Pajar Bulan Kecamatan Tanjung Sakti, 104 km dari Kota Lahat


Batu macan yang terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak jaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu : Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah, dan Gumai Talang


sukamajoe - 12/04/2010 05:17 AM
#34

Kaskus ID: sukamajoe
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar
Bentuk karya: Megalith
Sumber: http://infokito.net/index.php/wisata-megalit-di-kabupaten-lahat
Keterangan: Peninggalan Megalith di Kabupaten Lahat, Sumsel

Spoiler for detail


Lokasi wisata Rumah Batu terletak sekitar 80 km dari kota Lahat, tepatnya di desa Kota Raya Lembak Kecamatan Pajar Bulan. Rumah Batu ini merupakan salah satu benda megalitik yang pada dindingnya terdapat lukisan kuno berupa makhluk-makhluk aneh


Di Kota Raya Lembak Kecamatan Jarai 72 Km dari kota Lahat ditemukan megalith berupa Rumah Batu yang didalamnya terdapat lukisan kuno dan menyimpan sejuta misteri. Lukisan dinding rumah batu tersebut sepintas menyerupai burung hantu kadang seperti wajah misterius. Menurut Prof. Dr. M. Yamin bahwa warna bendera merah putih Indonesia diambil dari warna lukisan yang terdapat di dinding rumah batu tersebut



Spoiler for note
Kabupaten Lahat memiliki potensi wisata bersejarah batu megalith yang berusia lebih dari 4.000 tahun, dan diperkirakan berasal peninggalan dari kebudayaan Dongson, Kamboja. Benda bersejarah yang mencerminkan seni dan budaya masyarakat lampau yang bernilai sangat tinggi berupa arca, kubur batu (nisan), menhir (batu tiang), batu berlubang (rumah batu), dolmen (meja batu), dan tersebar di hampir di seluruh dataran tinggi Pasma, meliputi Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagaralam.

Daerah-daerah yang memiliki megalit ini diantaranya adalah Desa Tinggi Hari, Pulau Pinang, Kota Agung, Merapi, Jarai, Fajar Bulan, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Tanjung Sakti, Pendopo, Muara Pinang, Ulu Musi, Tegur Wangi, Tanjung Aro, Talang Tinggi, dan Belumai.
sukamajoe - 12/04/2010 05:22 AM
#35
Kapak Purba Zaman Neolitikum
Kaskus ID: sukamajoe
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar
Bentuk karya: Kapak Purba
Sumber: http://infokito.net/index.php/Kapak-Purba-Ditemukan-di-Pagaralam
Keterangan: Kapak batu itu diperkirakan peninggalan zaman neolitikum (1500 SM)


KAPAK PURBA
Bentuk : Lonjong dan pipih
Tebal : 3 cm
Panjang : 14 cm (kanan)
20 cm (kiri)
10 cm (bawah)
Warna : Putih kecoklatan
Usia : Diperkirakan 3.000 tahun

Quote:
Kapak batu itu bentuknya seperti kapak batu purba kebanyakan berbentuk lonjong dan ada bagian pipih. Pangkal kapak agak runcing dan ujung (mata kapak) lebih lebar. Ukurannya sisi kanan 14 cm, sisi kiri 20 cm, dan bagian bawah 10 cm. Tebal kapak 3 cm. Warna kapak ini putih kecoklatan tidak seperti kapak batu purba lainnya yang didominasi warna hitam. Penemuan ini menarik perhatian arkelog karena di Pagaralam belum pernah ditemukan kapak batu purba.
sukamajoe - 18/04/2010 12:30 AM
#36

Kaskus ID : sukamajoe
Katagori : Sejarah Nasional
Sumber : http://www.antaranews.com/foto/1/1271515214
Keterangan :
Gambar Arca Tanpa Kepala

Spoiler for Arca Tanpa Kepala



Tim Balai Arkeologi Palembang, Sumsel, dan BP3 Jambi menemukan tiga arca manusia tanpa kepala di Desa Rindu Ati Gumay Ulu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumsel, Sabtu (17/4). Tiga arca manusia yang sudah tidak memiliki kepala tersebut terdiri dari dua prajurit mengendarai kuda lengkap dengan pedang, dan satu lagi arca ibu sedang menimbang anak. (FOTO ANTARA/Asnadi M Aridi)

capt_alfons - 15/05/2010 12:24 AM
#37

Kaskus ID : capt_alfons

Katagori : Properti Sejarah Nasional

Bentuk karya : Kapal Pinisi

Sumber : Google Image

Keterangan : Gambar Kapal Pinisi


Spoiler for pinisi







JpanQ - 12/07/2010 08:34 PM
#38

Kaskus ID : JpanQ
Katagori : Sejarah Nasional
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
Keterangan :
Gambar Candi Borobudur
Spoiler for Candi Borobudur

Spoiler for Candi Borobudur
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
mbunz - 13/08/2010 11:35 AM
#39

Kaskus ID : mbunz
Katagori : Sejarah Nasional
Sumber : dokumen club AAn'C Surabaya (alumni SMAN 16 SBY 08 pecinta sejarah)
blog : artsandcultural.blogspot.com
Keterangan : rumah H.O.S Tjokroaminoto di Surabaya
Spoiler for nampak rumah dari jalan

Spoiler for nampak rumah part 2


rumah ini terletak tepat disamping toko buku uranus di jl. ngagel surabaya

Spoiler for nampak rumah dari jalan
yuzpti2 - 13/12/2010 10:14 PM
#40

Kaskus ID : yuzpti2
Katagori : Sejarah Nasional
Sumber : http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/3/1311/bung_karno_geram_ike_john_repot
Keterangan :
Hubungan AS-Indonesia saat AS tertangkap basah melakukan intervensi pada gerakan PRRI/Permesta

Spoiler for Eisenhower (Ike) dan Soekarno di AS


Spoiler for Soekarno dan Guntur berkunjung ke Amerika


Spoiler for Soekarno dan Megawati masih remaja diundang John F. Kennedy ke Amerika


Spoiler for Soekarno, Robert Kennedy & istri (belakang Soekarno) di Jakarta, 1962
ee_bebeq - 29/12/2010 02:46 PM
#41

Kaskus ID : ee_bebeq
Kategori : Properti Sejarah Nasional - Gambar

Bentuk karya: Candi Asu - Magelang
Sumber: Disini
Keterangan: Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi Pos, kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah
Spoiler for

[spoiler=keterangan] Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi Pos, kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah (kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari candi Ngawen). Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu candi Pendem dan candi Lumbung (Magelang). Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya. Disebut Candi Asu karena didekat candi itu terdapat arca Lembu Nandi, wahana dewa Siwa yang diperkirakan penduduk sebagai arca asu ‘anjing'. Disebut Candi Lumbung karena diduga oleh penduduk setempat dahulu tempat menyimpan padi (candi Lumbung yang lain ada di kompleks Taman Wisata candi Prambanan). Ketiga candi tersebut terletak di pinggir Sungai Pabelan, dilereng barat Gunung Merapi, di daerah bertemunya (tempuran) Sungai Pabelan dan Sungai Tlingsing. Ketiganya menghadap ke barat. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Melihat ketiga candi tersebut dapat diperkirakan bahwa candi-candi itu termasuk bangunan kecil. Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasati batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I ( 874 M ) dan Sri Manggala II ( 874 M )

[/spoiler]

Bentuk karya: Candi Mendut - Mendut, Magelang
Sumber: Disini
Keterangan: Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha.
Spoiler for



[spoiler=keterangan] Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur
Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut

[/spoiler]

Bentuk karya: Candi Pawon - Borobudur, Magelang
Sumber: Disini
Keterangan: Candi Pawon adalah nama sebuah candi yang lokasi nya dekat Borobudur
Spoiler for



[spoiler=keterangan]Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu yang berarti abu, mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur, akan tetapi De Casparis mengartikan perabuan. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta vajra = "halilintar" dan anala = "api".
Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung). Letak Candi Pawon ini berada di antara candi Mendut dan candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari candi Borobudur dan 1150 m dari Candi Mendut.

[/spoiler]

Bentuk karya : Candi Gedong Songo - Semarang
Sumber : Disini
Keterangan: Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran.
Spoiler for



[spoiler=keterangan] Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).
Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C)
Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang.

[/spoiler]
ee_bebeq - 29/12/2010 03:13 PM
#42

Kaskus ID : ee_bebeq
Kategori : Properti Sejarah Nasional - Gambar

Bentuk karya : Rencong - Senjata Khas Aceh
Sumber : Disini
Keterangan: Rencong (Bahasa Aceh: reuncong) adalah senjata tajam belati tradisional Aceh, di pulau Sumatera Indonesia bentuknya menyerupai huruf "L". Rencong termasuk dalam kategori belati yang berbeda dengan pisau atau pedang.
Spoiler for




[spoiler=keterangan] Bentuk dan pemakaian
Rencong memiliki kemiripan rupa dengan keris. Panjang mata pisau rencong dapat bervariasi dari 10 cm sampai 50 cm. Matau pisau tersebut dapat berlengkung seperti keris, namun dalam banyak rencong, dapat juga lurus seperti pedang. Rencong dimasukkan ke dalam sarung belati yang terbuat dari kayu, gading, tanduk, atau kadang-kadang logam perak atau emas. Dalam pembawaan, rencong diselipkan di antara sabuk di depan perut pemakai

Dalam adat Aceh
Rencong memiliki tingkatan; untuk raja atau sultan biasanya sarungnya terbuat dari gading dan mata pisaunya dari emas dan berukirkan sekutip ayat suci dari Alquran agama Islam. Sedangkan rencong-rencong lainnya biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.
Seperti kepercayaan keris dalam masyarakat Jawa, masyarakat tradisional Aceh menghubungkan kekuatan mistik dengan senjata rencong. Rencong masih digunakan dan dipakai sebagai atribut busana dalam upacara tradisional Aceh. Masyarakat Aceh mempercayai bahwa bentuk dari rencong mewakili simbol dari basmalah dari kepercayaan agama Islam.
Rencong begitu populer di masyarakat Aceh sehingga Aceh juga dikenal dengan sebutan "Tanah Rencong".

[/spoiler]

Bentuk karya : Mandau - Senjata Khas Suku Dayak, Kalimantan
Sumber : Disini
Keterangan : Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia.
Spoiler for




[spoiler=keterangan]Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan arang, mandau memiliki ukiran - ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

Kumpang
Kumpang adalah sarung bilah mandau. Kumpang terbuat dari kayu, dilapisi tanduk rusa, dan lazimnya dihias dengan ukiran. Pada kumpang mandau diberi tempuser undang, yaitu ikatan yang terbuat dari anyaman uei (rotan). Selain itu pada kumpang terikat pula semacam kantong yang terbuat dari kulit kayu berisi pisau penyerut dan kayu gading yang diyakini dapat menolak binatang buas. Mandau yang tersarungkan dalam kumpang biasanya diikatkan di pinggang dengan jalinan rotan.

Ambang
Ambang adalah sebutan bagi mandau yang terbuat dari besi biasa. Sering dijadikan cinderamata. Orang awam atau orang yang tidak terbiasa melihat atau pun memegang mandau akan sulit untuk membedakan antara mandau dengan ambang karena jika dilihat secara kasat mata memang keduanya hampir sama. Tetapi, keduanya sangatlah berbeda. Namun jika kita melihatnya dengan lebih detail maka akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok, yaitu pada mandau terdapat ukiran atau bertatahkan emas, tembaga, atau perak dan mandau lebih kuat serta lentur, karena mandau terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dan diolah oleh seorang ahli. Sedangkan ambang hanya terbuat dari besi biasa

[/spoiler]

Bentuk karya : Kelewang - Senjata Khas Aceh
Sumber : Disini
Keterangan : Kelewang adalah pedang bergaya golok bersisi satu yang berasal dari Aceh.

Spoiler for




[spoiler=keterangan] Kelewang adalah pedang bergaya golok bersisi satu dari Indonesia. Dalam hal ukuran, berat dan bentuk kelewang adalah pertengahan antara golok dan kampilan. Ragam pedang berbeda menurut budaya di Indonesia; ada kelewang bermata lurus, namun sebagian besar kelewang bermata lengkung.
Selama Perang Aceh, terbukti kelewang milik orang Aceh amat efektif dalam pertarungan satu lawan satu dengan KNIL, sehingga mereka menggunakan hartvanger (sejenis pedang pendek) yang berat, juga disebut kelewang, untuk melawannya. Pasukan bergerak yang bersenjatakan karabin dan kelewang berhasil menekan perlawanan Aceh ketika infanteri tradisional dengan bedil dan bayonet gagal. Sejak itu hingga tahun 1950-an, KNIL, AD, AL, dan polisi Belanda menggunakan cutlass bernama kelewang.

[/spoiler]

Bentuk karya : Keris - Senjata Khas Indonesia Bagian Barat dan Tengah (Jawa)
Sumber : Disini
Keterangan : Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah.

Spoiler for




[spoiler=keterangan] Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berliku-liku, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu guratan-guratan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik.

Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan[1], sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.

Penggunaan keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis. Keris di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan.
Keris Indonesia telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005

Asal-usul keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada sumber tertulis yang deskriptif mengenainya dari masa sebelum abad ke-15, meskipun penyebutan istilah "keris" telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 Masehi. Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris kebanyakan didasarkan pada analisis figur di relief candi atau patung. Sementara itu, pengetahuan mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa prasasti dan laporan-laporan penjelajah asing ke Nusantara.

[/spoiler]
ee_bebeq - 29/12/2010 03:41 PM
#43

Kaskus ID : ee_bebeq
Kategori : Properti Sejarah Nasional - Gambar

Bentuk karya : Tugu Khatulistiwa - Pontianak Utara, Kalimantan Barat.
Sumber : Disini
Keterangan : Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Spoiler for




[spoiler=keterangan] Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat didalam gedung.

Catatan pada Tugu Khatulistiwa
Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :
a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.
c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.
d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out titik nol garis khatulistiwa dikoreksi

Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan

[/spoiler]

Bentuk karya : Monumen Palagan Ambarawa - Ambarawa, Jawa Tengah.
Sumber : Disini
Keterangan : Monumen Palagan Ambarawa adalah sebuah monumen yang terdapat di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Spoiler for




[spoiler=keterangan] Monumen ini merupakan simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada tanggal 12 Desember - 15 Desember 1945 Ambarawa. Pasukan Sekutu yang terdesak dari Magelang mengadakan pengunduran ke Ambarawa, dan pasukan TKR yang dipimpin Kolonel Soedirman berhasil menghancurkan Sekutu pada tanggal 15 Desember 1945, dimana kini diperingati sebagai Hari Infanteri. Monumen ini juga terdapat seragam para tentara Jepang, Belanda, dan Indonesia, senjata, tank kuno dan meriam, serta Mustang Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening.

[/spoiler]

Bentuk karya : Patung Dirgantara (Tugu Pancoran) - Jakarta
Sumber : Disini
Keterangan : Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Spoiler for


[spoiler=keterangan] Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecorannya dilaksanakan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono. Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana.
Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965.
Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat

[/spoiler]

Bentuk karya : Monumen Garuda Wisnu Kencana - Bukit Unggasan Jimbaran, Bali.
Sumber : Disini
Keterangan : Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia.

Spoiler for


[spoiler=keterangan] Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat di kisah Garuda & Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia dan mengalahkan Patung Liberty.

[/spoiler]
Chomet.Junior - 10/02/2012 04:22 AM
#44

Kaskus ID: Chomet.Junior
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar
Bentuk karya: Situs candi Jiwa
Sumber: http://www.disbudpar-karawang.com/artikel.php?idartikel=17
Keterangan: Situs Candi Jiwa (segaran II) yg terletak di daerah Batu Jaya Kab. Karawang Jawa Barat
Spoiler for Candi Jiwa






Tentang Candi Jiwa (segaran II)
[SPOILER=tentang candi jiwa]Situs candi jiwa merupakan sebuah gundukan tanah seperti bukit kecil yang oleh penduduk disebut unur jiwa berbentuk lonjong, dengan ketinggian 4 m dari permukaan tanah sawah di sekitamya dan luas ekitanya 500 m2. Terletak pada koordinat 1070 09, 04,91), BT dan 060 03 26 LS. Situs ini semula digarap oleh penduduk sebagai lahan pertanian yang ditanami pohon pisang dan pala wija.
Situs ini pertama kali dieksavasi pada tahun 1985 dan dilanjutkan pada tahun 1986 oleh '1`ixn Arkeologi Fakultas Sastra UI dalam rangka KKL, yang merupakan praktek terpadu dalam mata kuliah metode Arkeologi yang dipimpin oleh Mundardjito.
Dari dua kali kegiatan eksavasi di situs ini telah dapat ditampakan seluruh permukaan bangunan yang tersisa dan beberapa bagian kaki candi. Candi ini sudah tidak utuh, yang ditemukan hanya bagian kaki candi yang berukuran 19 x 19 m dengan tinggi seluruh bangunan yang tersisa 4,70 m dengan orientasi tenggara-barat laut. di keempat sisi candi tidak terdapat tangga naik atau pintu masuk.
Kaki candi memiliki susunan perbingkaian atau pelipit penyangga (ullara), dan pilipit setengah lingkaran (kumuda) dari atas bangunan yang tersisa, tampak susunan bata yang melingkar dengan diametee 6 m. Susunan bata melingkar ini dibatasi oleh susunan bata yang di pasang tegak (rolak) yang membentuk bujur sangkar dengan panjang 10 m, susunan pasangan bata seprti ini mengingatkan kita pada bentuk susunan dasar Stupa (Jurusan Arkeologi FSUI 1985, 1986). Dengan demikian besar kemungkinan situs candi jiwa merupakan sebuah candi berbentuk stupa.
Candi jiwa mulai di pugar pada tahun 1996 sampai 2001 oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departem Pendidikan Nasional (sekarang menjadi Direktorat Peninggalan Purbakala , Dep. Kebudayaan dan Pariwisata), melalui Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (sekarang Balai Pelcestarian Peninggalan Purbakala) BP3 Serang .
Pada waktu pengupasan halaman sekeliling candi telah ditemukan Struktur berupa hamparan pasangan bata yang menutupi permukaan tanah. Srtuktur ini mengelilingi bagian bawah kaki candi di keempat sisi dengan ukuran 2,65 m, Pinggiran struktur ini di batasi dengan bata yang dipasang tegak memanjang, Struktur ini memperlihatkan sebuah jalan yang dibuat mengelilingi kaki candi. Maka dapat dipastikan bahwa jalan yang mengelilingi bangunan candi tersebut adalah sebuah jalan (patha) atau (pradaksina).
Sumber: Buku sejarah situs Kab.Karawang
[/SPOILER]
Chomet.Junior - 10/02/2012 04:28 AM
#45

Kaskus ID: Chomet.Junior
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar
Bentuk karya: Situs candi Blandongan
Sumber: http://www.disbudpar-karawang.com/artikel.php?idartikel=18
Keterangan: Situs Candi Blandongan di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang Jawa Barat
Spoiler for Candi Blandongan






Tentang Candi Blandongan
[SPOILER=tentang candi blandongan]Situs Candi Blandongan adalah Candi dengan struktur pasangan batu bata, pada Candi ini juga ditemukan lantai Cor Beton menurut analisa adalah campuran batu koral, kapur kulit kerang dan pasir atras, Candi ini berukuran 24,6 m x 24,6 m dengan ketinggian 4,9 m dari permukaan sawah, di Candi ini juga ditemukan meterai - materai dalam keadaan utuh sebanyak 10 buah dan sejumlah pecahan. Hasil Analisa Coedes Meterai - materai termasuk Typologi 1 yang berkembang pada masa Dvaravati, adegan menceritakan Keajaiban Srasvati dari naskah Diyavadana dari aliran Sarvasteveda, Aliran dari Threvada. Dari hasil perbandingan dengan Materai - materai yang ada di Asia Tenggara, ternyata Materai - materai yang ditemukan di Candi Blandongan ada persamaan dengan materai - materai Kha Ok Dalu Phattalung di Thailand Selatan, Periode Dvaravati Abad ke 6-7 Masehi. Tahun 2001 ditemukan kerang bersama Fragmen Perunggu, hasil Analisa Carbon Datting yaitu Abad ke 2-4 Masehi, dan pada hasil Analisa batu bata Abad ke 7-10 Masehi, pada sisi lain menunjukan Abad ke 12 Masehi, jadi Candi Blandongan digunakan dari abad ke 2-12 Masehi, pada Candi Blandongan inilah membuktikan bahwa Bangsa Indonesia sudah mengenal Teknik Pembuatan Gerabah, Beton Cor sampai ke Hubungan Luar Negeri dari Abad ke 2-12 Masehi. Lokasi Situs Candi Blandongan terletak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya 45 km dari Ibu Kota, Kabupaten Karawang.
[/SPOILER]
dreouw - 16/10/2012 04:42 AM
#46
Cagar Budaya Lokananta
Katagori : Sejarah Nasional
Sumber :http://solovely.asia/cagar-budaya-lokananta.htm
Keterangan : Kalau Inggris punya Abbey Road yang mahsyur itu, Indonesia tak mau kalah. Indonesia punya Lokananta yang terletak di Solo.
Lokananta adalah perusahaan rekaman pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956. Saat ini Lokananta menjadi Perusahaan Negara yang jadi salah satu cabang dari Perum Percetakan Negara. Lokananta sendiri juga dikenal mempunyai koleksi ribuan lagu daerah dari seluruh Indonesia, juga ribuan piringan hitam lagu pop maupun keroncong.

Beberapa penyanyi legendaris pernah rekaman disini, seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet dan Sam Saimun. Selain itu, Lokananta juga menyimpan rekaman-rekaman pidato kenegaraan Presiden Soekarno. Dengan kualitas studio rekaman berkelas dunia, harusnya Lokananta bisa menyamai pamor Abbey Road. Sayang, karena satu dan beberapa hal, Lokananta menjadi terlantar.

Banyak ribuan piringan hitam yang berdebu dan tidak dirawat dengan baik. Saat ini Lokananta sedang berusaha bertahan dan berharap ada perbaikan terhadap Lokananta. Hal ini sangat diperlukan karena Lokananta adalah aset nasional yang patut dijaga kelestarian dan koleksinya.

Spoiler for Gedung Lokananta

Page 2.5 of 3 |  < 1 2 3 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Properti Sejarah Nasional > Properti Sejarah Nasional - Gambar