Sepeda
Home > LOEKELOE > ACTIVITY & HOBBY > Sepeda > [A] Sepeda FEDERAL
Total Views: 129274
Page 1 of 75 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

yogi1303 - 06/11/2009 07:47 PM
#1
[A] Sepeda FEDERAL
Tempat nongkrong para pemilik, pengguna, dan penggemar sepeda FEDERAL...

Marii kita diskusi tentang FEDERAL dll.. di sini..
yogi1303 - 06/11/2009 07:48 PM
#2

sepeda gak pake bensin oktan 92
j0t0t0k1 - 06/11/2009 09:42 PM
#3

maap doubol....
j0t0t0k1 - 06/11/2009 09:42 PM
#4

hmm setau ane pabriknya yang bikin federal da gulung tikar waktu krisis moneter taon 97.....jadi abis itu ya gk ad federal lagi........,kalo gk sala si astra tu yg bikin(yg tutup ya bagian sepeda aja),kalo polygon ma united kayaknya juga uda lama,cuma kurang terkenal......,sayang banget,padahal kalo sekarang masi ada,akan sangat membanggakan,dan sepedanya mantab2.......

masi banyak orang kok yg ngoleksi dan rebuilt federal nya.......

maap kalo sala.....
chibby - 06/11/2009 10:53 PM
#5

Quote:
Original Posted By j0t0t0k1
hmm setau ane pabriknya yang bikin federal da gulung tikar waktu krisis moneter taon 97.....jadi abis itu ya gk ad federal lagi........,kalo gk sala si astra tu yg bikin(yg tutup ya bagian sepeda aja),kalo polygon ma united kayaknya juga uda lama,cuma kurang terkenal......,sayang banget,padahal kalo sekarang masi ada,akan sangat membanggakan,dan sepedanya mantab2.......

masi banyak orang kok yg ngoleksi dan rebuilt federal nya.......

maap kalo sala.....


hm..
gini federal itu punya astra..
dia mati itu karena dumpling policy yang ada di eropa..
mau cerita lengkap coba di click de spoilernya
Spoiler for coba cek

MATINYA EKSPOR KERETA ANGIN
Inilah profil industri sepeda pascatuduhan dumping

Gara-gara sanksi yang dijatuhkan ME, dua pabrik sepeda gulung tikar.
Pasar dalam negeri sebenarnya masih sangat luas. Tapi, para eksportir
tetap akan menuntut agar sanksi itu dicabut.

---------------------------------------
Budi Kusumah, Hendrika Y, Marga Raharja
---------------------------------------

Setelah mengalami masa jaya lebih dari lima tahun, industri sepeda kini
tak ubahnya pembalap yang nyaris mencapai garis finis, terengah-engah.
Soalnya, sejak Masyarakat Eropa (ME) menuding para produsen melakukan
aksi dumping, produk Indonesia langsung kehilangan daya saing. Maklum,
tuduhan itu telah menyebabkan negara pengimpor mengambil tindakan dengan
membebani sepeda yang masuk ke negeri mereka dengan bea masuk dan denda
berupa pajak. Jika sebelumnya sepeda Indonesia yang diekspor ke sana
bebas dari segala jenis pajak dan bea, sejak 1994 terkena bea masuk
sebesar 11,7% plus denda sebesar 28,4%.
Akibatnya, seperti yang terlihat pada statistik penjualan ekspor,
penjualan sepeda Indonesia ke ME menukik tajam. Jika pada 1992 hingga
1995 si roda dua masih terjual minimal 23 juta unit setahun, tahun lalu
merosot hingga tinggal 5,3 juta buah saja alias turun 77%. Padahal, 14
negara anggota ME ini merupakan pasar sepeda terbesar bagi Indonesia.
Sebelum penurunan yang drastis itu terjadi, 75% sepeda ekspor Indonesia
dijual ke negara-negara tersebut. Kini peran ME cuma tinggal 36% dari
total ekspor.
Buntut dari gebrakan ME ini sungguh mudah ditebak. Hanya kurang dari
setahun, sejak tarif ekstra berupa denda dumping ditetapkan, beberapa
produsen Ð terutama yang mengandalkan pasar ekspor -- langsung
kelimpungan. Federal Cycle Mustika (FCM) misalnya, yang terkenal dengan
sepeda Federalnya, mengundurkan diri karena menganggap bisnis ini tak
lagi menguntungkan. Begitupun Toyo Asahi, sejak tahun lalu sudah
hengkang dari arena dagang sepeda. "Sebenarnya, sayang juga
meninggalkan bisnis ini, karena kami memulainya dari nol. Tapi, apa
boleh buat, dengan pajak dan denda sebesar itu, sepeda jadi tak
menguntungkan lagi," kata Andi Hendrardi, Direktur FCM.
Yang kecil-kecil tanpa pajak pasti menang
Betul, sejak dihajar sanksi tuduhan dumping, sepeda buatan FCM tak lagi
mampu bersaing dengan sepeda-sepeda produksi Taiwan dan Italia. Tapi,
satu hal yang mengherankan Andi, kenapa Italia yang menjual produknya di
bawah harga jual Federal tidak dikenai sanksi. Selain itu, FCM juga
merasa penasaran dengan tuduhan tersebut. Karena pihaknya tidak merasa
menjual lebih murah daripada harga di pasar lokal.
Di dalam negeri, FCM menjual sepedanya dengan harga sekitar Rp 150.000
per unit. Ini jelas tak jauh berbeda dengan harga jual ekspornya yang
US$ 72. Memang, ada beberapa jenis sepeda yang harganya sangat mahal.
Tapi, itu lantaran kelasnya jauh lebih tinggi ketimbang yang diekspor.
Model Competition, misalnya, dijual dengan harga Rp 1,25 juta.
Kini, karena tak mampu lagi bersaing, FCM bertekad untuk keluar dari
ajang bisnis sepeda. Bahkan, beberapa mesin pencetak rangkanya telah
ditawar PT Wijaya Indonesia Makmur (produsen sepeda WIM). Jadi tak
berbeda dengan nasib produsen sepeda di Malaysia dan Taiwan. Mereka
juga, gara-gara sanksi dumping, terpaksa melego mesin-mesin produksinya
ke Vietnam dan Srilangka.
Tekad untuk mundur ini tampaknya sudah bulat benar. Kendati pemerintah
(terutama BKPM), menurut Andi, berusaha membujuk FCM untuk tetap
bertahan. Soalnya, bukan cuma di pasar ekspor industri sepeda kena
gebuk. Di pasar domestik pun nasibnya tak lebih baik. Lihat saja
buktinya. Di dalam negeri, FCM tidak hanya bersaing dengan sesama
produsen besar, tapi juga harus berhadapan dengan bengkel-bengkel kecil
dan toko-toko yang melakukan perakitan sendiri. "Yang kecil-kecil itu
pasti mampu mengalahkan kami, karena mereka tidak membayar PPN yang
10%," kata Andi.
Bagi FCM, menutup warung sepeda bukan masalah besar. Soalnya, dulu
mereka terjun ke bisnis ini juga lantaran terdesak keadaan. Waktu itu,
tahun 1986, pasar sepeda motor sedang berada pada titik terendah. Tak
terkecuali penjualan Honda yang diproduksi Federal. Nah, untuk
menghindari PHK atas 500 karyawannya, produsen sepeda motor ini
melakukan diversifikasi usaha dengan memproduksi sepeda.
Ternyata sukses. Hanya dalam waktu dua tahun sepeda buatannya langsung
populer di kalangan konsumen. Ini berkat gencarnya promosi yang
dilakukannya, yang menghabiskan biaya sampai Rp 2 miliar setahun.
Sekarang, ketika langkah si roda dua dihambat sanksi dumping, FCM
"dengan senang hati" mundur dari percaturan bisnis. Apalagi, pasar
sepeda motor kini sedang marak, sehingga 500-an karyawan dari pabrik
sepeda kembali termanfaatkan. "Jadi, kami memang sudah sibuk. Dan, yang
penting, tidak usah serakahlah," kata Andi.
Pasar lokal sebenarnya masih terbuka lebar
Jika FCM bisa dengan mudah membanting setir, lantas bagaimana dengan
nasib 200-an karyawan Toyo Asahi? Wallahualam. Yang jelas, beberapa
produsen eksportir berusaha mengalihkan pasar mereka dari terkaman
sanksi dumping ME. PT Jawa Perdana, misalnya, kini telah memperoleh
pasar pengganti, yakni Jepang. Sedangkan WIM, terlihat sedang berkutat
menggarap pasar dalam negeri untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan
Federal.
Pasar domestik sendiri, sebenarnya, masih sangat luas untuk digarap.
Menurut Andi, populasi sepeda di Indonesia saat ini baru 1:12. Jadi
masih jauh di bawah Cina yang populasinya mencapai 1:3,4 atau Belanda
yang 1:1,05.
Tapi, pengalihan pasar itu tidak menggambarkan eksportir Indonesia
menyerah pada tuduhan ME. "Kami sudah meminta agar ME meninjau kembali
tuduhan dumpingnya," kata Prihadi, Ketua AIPI (Asosiasi Industri
Persepedaan Indonesia). Selain mengajukan protes langsung ke ME, AIPI
juga telah mengadukan penderitaannya pada Komisi Anti-Dumping Indonesia
(KADI)
Hasilnya? Kita lihat nanti. Yang jelas, pihak KADI sendiri tak tinggal
diam. Mereka kini tengah mengumpulkan fakta untuk membuktikan kebenaran
tuduhan ME. "Kalau kelak terbukti tuduhan itu tidak benar, kami akan
meminta agar ME meninjau kembali keputusannya," kata Taufiek Abbas,
Wakil Ketua KADI.


nah federal itu katanya sekarang jadi polygon
polygon kan di buat sama insera yang artinya industri sepeda rakyat..
yogi1303 - 07/11/2009 07:54 AM
#6

ooo begitu yaa...
tengkyu infonya gan..

jadi tambah manteb nih ane ngonthel si federal
dulu belinya klo ga salah 800an

btw, ada lagi yang punya sepeda federal asli?

Spoiler for spek sepedaku

- federal asli, ada nomer rangga di sebelah pedal, dan ada sertifikatnya
- rangka model sepeda cwe
- pelek 26, araya
- ban depan 26 x 1.75 united
- ban belakang 26 x 1.95 kenda
- presneleng depan belakang : shimano manual, tuasnya juga shimano
- rem shimano juga, model jepit pelek
- gir belakang shimano
- gir depan udah ganti pake bahan besi krom, yang giginya cuma 2 (berkali2 ganti model 3 gigi tapi selalu dol bautnya..) - sekarang malah as dengan gir dilas
- sadel asli, cuma dibungkus ulang.
- standar dimodif (diperpanjang biar gak gampang ambruk)
- besi dudukan sadel udah pake aftermarket yang tinggi + tambahan besi biar gak mudah bengkok

aksesoris :
- mata kucing depan belakang (asli bawaan) + yang di roda @ 1 biji
- tanduk di setang
- kunci sepeda yang seperti sepeda jadul, nemplok di rangka :P
mat toge - 07/11/2009 07:23 PM
#7

Dulu punya Federal single speed...
Hadiah naek kelas 5 SD...
Harga jaman itu 150 ribu...

Sekarang masih ada rongsokannya di gudang...
yogi1303 - 08/11/2009 07:37 AM
#8

Quote:
Original Posted By mat toge
Dulu punya Federal single speed...
Hadiah naek kelas 5 SD...
Harga jaman itu 150 ribu...

Sekarang masih ada rongsokannya di gudang...


di"nyalakan" lagi aja gan...
apalagi klo itu federal asli (ada nomer rangka di dekat pedal), sasisnya kuat tuh..
mat toge - 08/11/2009 08:03 PM
#9

Quote:
Original Posted By yogi1303
di"nyalakan" lagi aja gan...
apalagi klo itu federal asli (ada nomer rangka di dekat pedal), sasisnya kuat tuh..

Rencana begitu...
Kalo ada dana lebih, yg pengen disisain frame doang, lainnya parts jaman sekarang...
yogi1303 - 08/11/2009 09:03 PM
#10

Quote:
Original Posted By mat toge
Rencana begitu...
Kalo ada dana lebih, yg pengen disisain frame doang, lainnya parts jaman sekarang...


sekarang yang penting tu sepeda bisa jalan...
berdasar skala prioritas :
1. ban sepeda (udah lama di gudang biasanya ban jadi keras dan retak2... jangan dipaksakan dipake (saya pernah pake ban retak2 untuk jalan2, pas pulangnya "mlembung" gedhe banget - musti diikat pake rafia biar aman ))
2. setel ruji pelek...
3. cuci...
mat toge - 08/11/2009 09:37 PM
#11

Quote:
Original Posted By yogi1303
sekarang yang penting tu sepeda bisa jalan...
berdasar skala prioritas :
1. ban sepeda (udah lama di gudang biasanya ban jadi keras dan retak2... jangan dipaksakan dipake (saya pernah pake ban retak2 untuk jalan2, pas pulangnya "mlembung" gedhe banget - musti diikat pake rafia biar aman ))
2. setel ruji pelek...
3. cuci...

Federal saya udah ancur, gan...
Mati suri sejak taun '99...
mat toge - 08/11/2009 09:40 PM
#12

Quote:
Original Posted By yogi1303
sekarang yang penting tu sepeda bisa jalan...
berdasar skala prioritas :
1. ban sepeda (udah lama di gudang biasanya ban jadi keras dan retak2... jangan dipaksakan dipake (saya pernah pake ban retak2 untuk jalan2, pas pulangnya "mlembung" gedhe banget - musti diikat pake rafia biar aman ))
2. setel ruji pelek...
3. cuci...

Federal saya udah ancur, gan...
Mati suri sejak taun '99...
yogi1303 - 08/11/2009 10:48 PM
#13

Quote:
Original Posted By mat toge
Federal saya udah ancur, gan...
Mati suri sejak taun '99...


yang hancur apa aja
daikiBayu - 10/11/2009 02:50 PM
#14

ane masih punya speda federal hadia dari ortu waktu kelas 3smp dulu
karena pul pergi pake sepeda, peda yg lama merk na toyo asahi groupset na ancur... trus di beliin si federal..
jaman2nya dah paling keren tuh.. dah doble disc brake.. suspen depan..
ampe sekarnag masih ada masih buat muter2
yogi1303 - 10/11/2009 05:33 PM
#15

Quote:
Original Posted By daikiBayu
ane masih punya speda federal hadia dari ortu waktu kelas 3smp dulu
karena pul pergi pake sepeda, peda yg lama merk na toyo asahi groupset na ancur... trus di beliin si federal..
jaman2nya dah paling keren tuh.. dah doble disc brake.. suspen depan..
ampe sekarnag masih ada masih buat muter2


wuiii dah pake rem cakram...
waktu jamanku belum ada tuh yang namanya rem cakram...
sokbeker juga adanya yang di tengah2 setang...
foto donk...
mat toge - 10/11/2009 06:37 PM
#16

Quote:
Original Posted By yogi1303
yang hancur apa aja

Yg tersisa cuman frame & fork depan...
No suspension...
kamigan - 16/11/2009 08:12 PM
#17

punyaku nganggur di rumah.. kagak pernah dipake.

model street cat.

gir depan dicuri orang , belom dapat gantinya yang pas..

masih pake shimano yg berat,, dan sedelnya sudah habis.. tinggal plastiknya doang.

pengennya jika punya duit lebih sih ganti semuanya, kecuali rangka..
kelak di kemudian hari bakal ada komunitas sepeda federal yang antik..

hidup federal
birdnesttrading - 17/11/2009 11:17 PM
#18

federal yg ada tulisan cycle 2000 ny itu ya juragan?
gileloe - 18/11/2009 02:01 PM
#19

Quote:
Original Posted By kamigan
punyaku nganggur di rumah.. kagak pernah dipake.

model street cat.

gir depan dicuri orang , belom dapat gantinya yang pas..

masih pake shimano yg berat,, dan sedelnya sudah habis.. tinggal plastiknya doang.

pengennya jika punya duit lebih sih ganti semuanya, kecuali rangka..
kelak di kemudian hari bakal ada komunitas sepeda federal yang antik..

hidup federal


dah ada tuh kang di forum sebelah ...
ada trips n trick nya juga buat modif federal dan sepeda lama lain.
masalah umum sih ukuran headtube yang masih 1 inch, sedangkan ukuran pipa fork depan yang umum sekarang 1.125 inchi ... *kecuali RSP Capa t7*

ane juga punya sepedah tahun 1992 - masih dipake buat nyari duit mpe sekarang ... xixixix
stee318ml - 19/11/2009 01:09 PM
#20

yang federal nya dah pada ancur.. selama frame masih bagus belom bolong karena karat masih bisa di permak kok.. di re paint trus di jejelin deh part part jama sekarang.. masih masuk kok.. paling sedikit masalah di headtube depan aja yang belum oversize dimana headtube sekarang udah oversize semua.. berarti harus cari fork yang ukuran standard..
waktu itu saya masuk kok pake shimano alivio 8spd rd deore 9spd hub deore v brake
fork rst omni ukuran standard.. di pake offroad di JJ masih oke..
kurang lebih sebelom ganti fork dan groupset kaya gini bentuknya..
Page 1 of 75 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > ACTIVITY & HOBBY > Sepeda > [A] Sepeda FEDERAL