Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Silsilah Takhta Keluarga Kerajaan Britania Raya (Inggris & Skotlandia)
Total Views: 46720
Page 7 of 8 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 > 

master cherundo - 05/05/2011 01:56 AM
#121

Quote:
Original Posted By meetfhiera
kalo elizabeth I tdk pernah menikah hingga akhir hayatnya, trus ratu elizabeth skrg anak dari siapa? bukannya dia anak elizabeth 1? trus lady diana itu bangsawan keturunan siapa? di silsilah itu kok nggak ada ya? satu lagi gan...knp tahta kerajaan jatuhnya ke pangeran william ya, bukan ke saudara2 dari pangeran charles? gimana sih cara nentuin tahta selanjutnya?

btw, mantap bgt info2 nya gan...:2thumbup

gara2 heboh royal wedding kmrn, jd penasaran aja sama sejarah kerajaan inggris ini....

ratu elizabeth II anaknya raja george V bersama ratu elizabeth yang berbeda dengan
ratu elizabeth I sudah menjabat ratusan tahun yang lalu

ya kalo semua bangsawan dimasukin ke tret ini apa bakalan muat?? lagian kalo bisa masuk, apa ngga kehitung incest tuh..?

nentuin tahtanya berarti pake DFS, bukan BFS kayak Arab Saudi
master cherundo - 05/05/2011 01:58 AM
#122

Quote:
Original Posted By almannetbook
kalo di kerajaan inggris dari dulu pada nikah ma keluarga kerajaan juga/bangsawan ya gan? lady diana bangsawan dari mana? berarti pangeran william pelopor keluarga... yg nikahin perempuan biasa... :thumbup
jangan lupa ratusan tahun sejarah monarki United Kingdom tentu melibatkan banyak mistress lo..
bakaneko - 05/05/2011 10:49 AM
#123

Quote:
Original Posted By meetfhiera
kalo elizabeth I tdk pernah menikah hingga akhir hayatnya, trus ratu elizabeth skrg anak dari siapa? bukannya dia anak elizabeth 1?

Elizabeth II bukan anak Elizabeth I, bukan juga keturunan dari Elizabeth I. Elizabeth I meninggal tahun 1603, sedangkan Elizabeth II lahir tahun 1926. Ada jarak lebih dari 300 tahun antara mereka berdua.

Setelah Elizabeth I meninggal, dia digantikan oleh cucu sepupunya, James VI yang adalah Raja Skotlandia. James VI sendiri adalah anak dari cicitnya Henry VII dari putrinya Margaret Tudor. Sedangkan Elizabeth I adalah cucu dari Henry VII dari putranya, Henry VIII.

Untuk informasi lain, ibu dari Elizabeth II bernama sama, yakni Elizabeth yang lebih dikenal dengan sebutan The Queen Mother. Mungkin ini yang membuat bingung. Elizabeth The Queen Mother ini tak sama dengan Ratu Elizabeth I.


Quote:
Original Posted By meetfhiera
trus lady diana itu bangsawan keturunan siapa? di silsilah itu kok nggak ada ya?

Putri Diana adalah bangsawan keturunan keluarga Spencer. Keluarga bangsawan Spencer ini sudah ada sejak abad ke-15. Jika ditelaah juga, ternyata Putri Diana juga masih keturunan dari Raja Charles II dari salah satu selirnya.


Quote:
Original Posted By meetfhiera
satu lagi gan...knp tahta kerajaan jatuhnya ke pangeran william ya, bukan ke saudara2 dari pangeran charles? gimana sih cara nentuin tahta selanjutnya?

Kemudian urutan cara nentuin takhta adalah berdasarkan keturunan ke bawah, baru ke samping.

Jadi urutannya: Charles, William (anak charles), anak William, cucu William, cicit William, dan seterusnya.

Takhta baru diserahkan ke samping (adiknya) jika ia tak memiliki keturunan. Misalnya, jika William tak memiliki anak, maka setelah William meninggal, takhtanya diserahkan ke adiknya Henry dan dilanjutkan ke keturunan Henry.

Takhta baru diserahkan ke adiknya Charles jika William dan Henry meninggal tanpa memiliki keturunan.
pelamun - 05/05/2011 12:17 PM
#124

Quote:
Original Posted By bakaneko
WARNING! BW KILLER!

Ini gambar silsilah keluarga kerajaan Britania.



Spoiler for silsilah (ukuran: 2228px × 3000px, 475kB)

Spoiler for silsilah (ukuran: 1485px × 2000px, 352kB)



Ini versi yang lebih sederhana

Spoiler for silsilah (ukuran: 1562px × 2692px, 312kB)


ada King Arthur gak sih disitu ?
pelamun - 05/05/2011 12:20 PM
#125

Quote:
Original Posted By bakaneko
Arthur itu cuman raja dalam legenda. Dalam kenyataan, tidak ada Raja Inggris bernama Arthur.


trus bagaimana cerita Arthur yg asalnya tentara Romawi itu ?
kan dibuat filmnya tuh ?
jadi bukan berdasarkan sejarah yah
bakaneko - 05/05/2011 02:51 PM
#126

Quote:
Original Posted By pelamun
ada King Arthur gak sih disitu ?

Quote:
Original Posted By pelamun
trus bagaimana cerita Arthur yg asalnya tentara Romawi itu ?
kan dibuat filmnya tuh ?
jadi bukan berdasarkan sejarah yah


Satu lagi yang tanya Arthur.

Raja Arthur itu cuman legenda. Cerita filmnya semua juga berdasarkan legenda atau cerita rakyat, ditambah karangan si pembuat film. Tidak ada bukti ataupun catatan sejarah yang menyatakan Raja Arthur itu benar-benar ada.
syalelkhem - 05/05/2011 03:23 PM
#127

Quote:
Original Posted By meetfhiera
kalo elizabeth I tdk pernah menikah hingga akhir hayatnya, trus ratu elizabeth skrg anak dari siapa? bukannya dia anak elizabeth 1? trus lady diana itu bangsawan keturunan siapa? di silsilah itu kok nggak ada ya? satu lagi gan...knp tahta kerajaan jatuhnya ke pangeran william ya, bukan ke saudara2 dari pangeran charles? gimana sih cara nentuin tahta selanjutnya?

btw, mantap bgt info2 nya gan...:2thumbup

gara2 heboh royal wedding kmrn, jd penasaran aja sama sejarah kerajaan inggris ini....


dari pihak ibu maupun bapak lady diana ber 'darah" biru

ibunya frances roche spencer merupakan putri bangsawan edmund roche, baron fermoy ke -4 teman raja george IV

bapaknya, jhon spencer bergelar earl spencer ke - 8

sedangkan ibu dari ayahnya (lady cynthia spencer) merupakan seorang anak duke dari Abercorn..

s[B]hal-el [/B]
pelamun - 06/05/2011 06:06 PM
#128

Quote:
Original Posted By bakaneko
Satu lagi yang tanya Arthur.

Raja Arthur itu cuman legenda. Cerita filmnya semua juga berdasarkan legenda atau cerita rakyat, ditambah karangan si pembuat film. Tidak ada bukti ataupun catatan sejarah yang menyatakan Raja Arthur itu benar-benar ada.


memang kalau ditelusuri catatan sejarah dari kalangan bangsa Romawi sendiri, ada gak tokoh yg namanya Arthorius (Arthur) yang ditugaskan ke England
Alfahd - 06/05/2011 09:06 PM
#129

@ts

Mo nanya nih,

Akhirnya kan Kerajaan Inggris dan Skotlandia bersatu menjadi United Kingdom. Bahkan tahta kerajaan beralih dipegang oleh raja dari Skotlandia kalo gak salah raja James V. Nah, pada saat itu apakah memang tidak ada pewaris tahta dari Kerajaan Inggris? Trus apa orang Inggris yang (mungkin) mayoritas merasa baik2 aja karena tiba2 mereka memiliki raja yang merupakan trah Skotlandia.

Thanks b4
bakaneko - 08/05/2011 08:18 PM
#130

Quote:
Original Posted By pelamun
memang kalau ditelusuri catatan sejarah dari kalangan bangsa Romawi sendiri, ada gak tokoh yg namanya Arthorius (Arthur) yang ditugaskan ke England

Adapun Lucius Artorius Castus, seorang pemimpin militer bangsa Romawi pada abad ke-2 atau ke-3. Namun kisah tentang dia juga sulit teridentifikasi karena satu-satunya peninggalan sejarah yang menulis tentangnya hanyalah sebuah sarkofagus yang ditemukan di pesisir yang sekarang wilayah Kroasia. Itupun sarkofagusnya sudah tidak utuh, ada bagiannya hilang atau yang tulisannya terhapus. Ditambah lagi sarkofagus itu tidak menulis kisah hidupnya, melainkan hanya jabatan yang disandangnya. Para peneliti memperkirakan sarkofagus itu berasal dari abad ke-2 atau abad ke-3.

Yang menyebabkan ia dihubungkan dengan legenda Raja Arthur adalah adanya tulisan salah satu jabatan dia "duci leggionum trium Britannicimiarum adversus Armenios" di sarkofagus tersebut, yang berarti "commander of two British legions against the Armenians". Namun hal ini tidak bisa menjadi bukti konkrit bahwa Artorius adalah Arthur.


Quote:
Original Posted By Alfahd
@ts

Mo nanya nih,

Akhirnya kan Kerajaan Inggris dan Skotlandia bersatu menjadi United Kingdom. Bahkan tahta kerajaan beralih dipegang oleh raja dari Skotlandia kalo gak salah raja James V. Nah, pada saat itu apakah memang tidak ada pewaris tahta dari Kerajaan Inggris? Trus apa orang Inggris yang (mungkin) mayoritas merasa baik2 aja karena tiba2 mereka memiliki raja yang merupakan trah Skotlandia.

Thanks b4

James VI, bukan V.

Karena Elizabeth I tidak memiliki keturunan, bahkan semua anak dari ayahnya, Henry VIII telah meninggal tanpa keturunan. Maka penerus takhta dicari keturunan terdekat dari kakeknya, Henry VII. Nah, ternyata sepupu terdekatnya pada saat itu adalah James VI yang menjadi Raja Skotlandia.

Jika lihat silsilah dengan baik, perlu diketahui, James VI merupakan keturunan Raja Inggris Henry VII baik dari sisi ayahnya maupun ibunya. Kedua orang tua James VI, Ratu Skotlandia Mary I dan Arrchibald Douglas adalah sama-sama cucu dari Margaret Tudor. Margaret Tudor merupakan putri dari Henry VII, alias bibi/tantenya Ratu Elizabeth I.

Orang Inggris merasa baik-baik saja karena James VI sendiri adalah juga keturunan Inggris. Artinya, ia berdarah campuran Inggris-Skotlandia. Kemudian, di masa itu, isu yang diutamakan adalah isu agama, antara Katolik dan Protestan. Karena mayoritas memeluk Protestan, maka Raja diharapkan beragama Protestan. Jadi, selama masih keturunan Raja dan menganut Protestan, tak begitu dipermasalahkan. Ditambah lagi, setelah James VI menduduki takhta Inggris, ia lebih memusatkan perhatiannya kepada Inggris daripada Skotlandia. Ia bahkan lebih sering berada di Inggris daripada di kampung asalnya sendiri, Skotlandia.

Untuk tambahan aja, ketika James VI menduduki takhta Inggris, tidak secara otomatis Inggris dan Skotlandia bersatu. Keduanya tetap terpisah sebagai dua negara berbeda, dengan parlemen dan undang-undang yang berbeda pula, walaupun rajanya sama. Inggris dan Skotlandia baru dipersatukan menjadi 1 negara dengan 1 identitas dengan nama Kerajaan Britania pada tahun 1707 di bawah Ratu Anne. United Kingdom baru terbentuk pada tahun 1801 di masa Raja George III yang menggabungkan Kerajaan Britania dengan Kerajaan Irlandia di bawah 1 negara.
Alfahd - 09/05/2011 05:55 PM
#131

Quote:
Original Posted By bakaneko
Adapun Lucius Artorius Castus, seorang pemimpin militer bangsa Romawi pada abad ke-2 atau ke-3. Namun kisah tentang dia juga sulit teridentifikasi karena satu-satunya peninggalan sejarah yang menulis tentangnya hanyalah sebuah sarkofagus yang ditemukan di pesisir yang sekarang wilayah Kroasia. Itupun sarkofagusnya sudah tidak utuh, ada bagiannya hilang atau yang tulisannya terhapus. Ditambah lagi sarkofagus itu tidak menulis kisah hidupnya, melainkan hanya jabatan yang disandangnya. Para peneliti memperkirakan sarkofagus itu berasal dari abad ke-2 atau abad ke-3.

Yang menyebabkan ia dihubungkan dengan legenda Raja Arthur adalah adanya tulisan salah satu jabatan dia "duci leggionum trium Britannicimiarum adversus Armenios" di sarkofagus tersebut, yang berarti "commander of two British legions against the Armenians". Namun hal ini tidak bisa menjadi bukti konkrit bahwa Artorius adalah Arthur.



James VI, bukan V.

Karena Elizabeth I tidak memiliki keturunan, bahkan semua anak dari ayahnya, Henry VIII telah meninggal tanpa keturunan. Maka penerus takhta dicari keturunan terdekat dari kakeknya, Henry VII. Nah, ternyata sepupu terdekatnya pada saat itu adalah James VI yang menjadi Raja Skotlandia.

Jika lihat silsilah dengan baik, perlu diketahui, James VI merupakan keturunan Raja Inggris Henry VII baik dari sisi ayahnya maupun ibunya. Kedua orang tua James VI, Ratu Skotlandia Mary I dan Arrchibald Douglas adalah sama-sama cucu dari Margaret Tudor. Margaret Tudor merupakan putri dari Henry VII, alias bibi/tantenya Ratu Elizabeth I.

Orang Inggris merasa baik-baik saja karena James VI sendiri adalah juga keturunan Inggris. Artinya, ia berdarah campuran Inggris-Skotlandia. Kemudian, di masa itu, isu yang diutamakan adalah isu agama, antara Katolik dan Protestan. Karena mayoritas memeluk Protestan, maka Raja diharapkan beragama Protestan. Jadi, selama masih keturunan Raja dan menganut Protestan, tak begitu dipermasalahkan. Ditambah lagi, setelah James VI menduduki takhta Inggris, ia lebih memusatkan perhatiannya kepada Inggris daripada Skotlandia. Ia bahkan lebih sering berada di Inggris daripada di kampung asalnya sendiri, Skotlandia.

Untuk tambahan aja, ketika James VI menduduki takhta Inggris, tidak secara otomatis Inggris dan Skotlandia bersatu. Keduanya tetap terpisah sebagai dua negara berbeda, dengan parlemen dan undang-undang yang berbeda pula, walaupun rajanya sama. Inggris dan Skotlandia baru dipersatukan menjadi 1 negara dengan 1 identitas dengan nama Kerajaan Britania pada tahun 1707 di bawah Ratu Anne. United Kingdom baru terbentuk pada tahun 1801 di masa Raja George III yang menggabungkan Kerajaan Britania dengan Kerajaan Irlandia di bawah 1 negara.


Ok, copy gan. Baru jelas deh kenapa rakyat Inggris bisa asik2 aja dipimpin oleh Raja Skotlandia. Soalnya kayaknya ane ngeliat Inggris ama Skot itu kek musuh bebuyutan gitu (kayak pilem Braveheart ), tapi pas penyatuan kerajaan kok adem ayem aja.

Oya boleh nanya lg gak gan...

Benar gak peralihan sistem pemerintahan dari monarki absolut menjadi monarki parlementer terjadi karena adanya Magna Carta?
JomZ - 09/05/2011 08:56 PM
#132

wow silsilah dari tahun 800 an
beberapa kali silsilah terputus, kayaknya akibat perebutan tahta
bakaneko - 09/05/2011 09:48 PM
#133

Quote:
Original Posted By Alfahd
Benar gak peralihan sistem pemerintahan dari monarki absolut menjadi monarki parlementer terjadi karena adanya Magna Carta?


Monarki konstitusional tepatnya.

Magna Carta memang menjadi titik dasar peralihan dari monarki absolut ke monarki konstitusional di mana sang Raja juga harus patuh pada hukum yang berlaku. Namun keluarnya Magna Carta pada abad ke-13 tidak serta merta menjadikan Inggris monarki konstitusional. Sistem Inggris sekarang merupakan hasil evolusi perlahan-lahan, di mana kekuasaan raja dipangkas sedikit demi sedikit selama lebih dari 500 tahun, hingga terbentuk sistem sekarang, bukan perubahan secara cepat atau tiba-tiba. Terakhir kali kuasa monarki dipangkas adalah pada tahun 1992, ketika aturan pembebasan pajak bagi ratu dihapus.

Titik utama perubahan ke sistem monarki konstitusional adalah pada masa Ratu Mary II dan Raja William III/II ketika Undang-Undang Hak Asasi disahkan. Monarki konstitusional baru benar-benar diterapkan pada masa Ratu Victoria ketika ia memulai tradisi untuk menempatkan posisinya sebagai ratu simbolik dan menunjukkan bagaimana seorang ratu harus bertindak sebagai ratu simbolik, misalnya tidak menggunakan kuasanya sesuka hati meskipun ia berhak untuk itu. Tradisi yang dimulai Ratu Victoria ini diikuti penerusnya sampai sekarang.

Tradisi ini sangat berpengaruh pada sistem Inggris modern, di mana secara de jure, ratu mempunyai kuasa, namun tidak menggunakannya secara de facto. Sebagai contoh, secara de jure, Ratu boleh mengangkat siapapun menjadi PM sesuka hatinya (termasuk boleh memecatnya). Namun, secara tradisi, sang Ratu mengangkat pemimpin partai pemenang pemilu menjadi PM. Selama hampir 60 tahun bertakhta, Ratu Elizabeth II hanya pernah sekali menggunakan kuasa mengangkat PM ini, itupun karena tidak ada partai mayoritas di parlemen.
Alfahd - 09/05/2011 10:01 PM
#134

Quote:
Original Posted By bakaneko
Monarki konstitusional tepatnya.

Magna Carta memang menjadi titik dasar peralihan dari monarki absolut ke monarki konstitusional di mana sang Raja juga harus patuh pada hukum yang berlaku. Namun keluarnya Magna Carta pada abad ke-13 tidak serta merta menjadikan Inggris monarki konstitusional. Sistem Inggris sekarang merupakan hasil evolusi perlahan-lahan, di mana kekuasaan raja dipangkas sedikit demi sedikit selama lebih dari 500 tahun, hingga terbentuk sistem sekarang, bukan perubahan secara cepat atau tiba-tiba. Terakhir kali kuasa monarki dipangkas adalah pada tahun 1992, ketika aturan pembebasan pajak bagi ratu dihapus.

Titik utama perubahan ke sistem monarki konstitusional adalah pada masa Ratu Mary I dan Raja William III/II ketika Undang-Undang Hak Asasi disahkan. Monarki konstitusional baru benar-benar diterapkan pada masa Ratu Victoria ketika ia memulai tradisi untuk menempatkan posisinya sebagai ratu simbolik dan menunjukkan bagaimana seorang ratu harus bertindak sebagai ratu simbolik, misalnya tidak menggunakan kuasanya sesuka hati meskipun ia berhak untuk itu. Tradisi yang dimulai Ratu Victoria ini diikuti penerusnya sampai sekarang.

Tradisi ini sangat berpengaruh pada sistem Inggris modern, di mana secara de jure, ratu mempunyai kuasa, namun tidak menggunakannya secara de facto. Sebagai contoh, secara de jure, Ratu boleh mengangkat siapapun menjadi PM sesuka hatinya (termasuk boleh memecatnya). Namun, secara tradisi, sang Ratu mengangkat pemimpin partai pemenang pemilu menjadi PM. Selama hampir 60 tahun bertakhta, Ratu Elizabeth II hanya pernah sekali menggunakan kuasa mengangkat PM ini, itupun karena tidak ada partai mayoritas di parlemen.


IC gan, jadi pengurangan kekuasaan raja/ratu itu gak drastis ya. Mantab, emang menguasai bgt lo soal UK, dari dulu penasaran ama pertanyaan2 itu cuma gak nemu penjelasannya.

Saran gan, gimana kalo diperluas cakupannya, bukan hanya terkait silsilah anggota kerajaan, tapi juga pertempuran2 yang menentukan (decisive battle) yang dilakukan kerajaan Inggris, atau pasukan2 elit kerajaan Inggris misalnya. Atau membahas para bangsawan Inggris mulai dari Duke, Count, Baron dll.

Tengkyu gan
bbeeooll - 13/05/2011 08:24 PM
#135

salut sama ts, pengetahuan soal kerajaan inggris luas bgt
top markotop :toast
gwcupubgt - 16/05/2011 07:54 PM
#136

Quote:
Original Posted By bakaneko
Monarki konstitusional tepatnya.

Magna Carta memang menjadi titik dasar peralihan dari monarki absolut ke monarki konstitusional di mana sang Raja juga harus patuh pada hukum yang berlaku. Namun keluarnya Magna Carta pada abad ke-13 tidak serta merta menjadikan Inggris monarki konstitusional. Sistem Inggris sekarang merupakan hasil evolusi perlahan-lahan, di mana kekuasaan raja dipangkas sedikit demi sedikit selama lebih dari 500 tahun, hingga terbentuk sistem sekarang, bukan perubahan secara cepat atau tiba-tiba. Terakhir kali kuasa monarki dipangkas adalah pada tahun 1992, ketika aturan pembebasan pajak bagi ratu dihapus.

Titik utama perubahan ke sistem monarki konstitusional adalah pada masa Ratu Mary II dan Raja William III/II ketika Undang-Undang Hak Asasi disahkan. Monarki konstitusional baru benar-benar diterapkan pada masa Ratu Victoria ketika ia memulai tradisi untuk menempatkan posisinya sebagai ratu simbolik dan menunjukkan bagaimana seorang ratu harus bertindak sebagai ratu simbolik, misalnya tidak menggunakan kuasanya sesuka hati meskipun ia berhak untuk itu. Tradisi yang dimulai Ratu Victoria ini diikuti penerusnya sampai sekarang.

Tradisi ini sangat berpengaruh pada sistem Inggris modern, di mana secara de jure, ratu mempunyai kuasa, namun tidak menggunakannya secara de facto. Sebagai contoh, secara de jure, Ratu boleh mengangkat siapapun menjadi PM sesuka hatinya (termasuk boleh memecatnya). Namun, secara tradisi, sang Ratu mengangkat pemimpin partai pemenang pemilu menjadi PM. Selama hampir 60 tahun bertakhta, Ratu Elizabeth II hanya pernah sekali menggunakan kuasa mengangkat PM ini, itupun karena tidak ada partai mayoritas di parlemen.


rata2 emang pembuatan undang kek gitu sedikit demi sedikit mempereteli hak2 istimewa keluarga kerajaan

hingga akhirnya kerajaan cuma jadi simbol saja
hagen - 18/05/2011 08:27 AM
#137

Quote:
Original Posted By gorepants87
fiuhhhh, selese jg merhatiin

intinya ada perkimpoian sedarah yah gan


Berarti benar yang disampaikan Film Dokumenter The Arrivals
Ateekahkienasih - 18/05/2011 11:45 AM
#138

Quote:
Original Posted By cyber-shot
Saxe-Coburg & Gotha udah dinasti Jerman yang kedua Gan. Yang pertama Dinasti Hannover, yang raja/ratu terakhirnya adalah Ratu Victoria. Sampai bapaknya Victoria, Inggris dan Hannover memiliki raja yang sama. Berhubung Hannover tidak memperbolehkan punya raja perempuan, maka waktu Victoria menjadi ratu Inggris, paman Victoria yang menjadi Duke di Hannover. Jadi memang keluarga Kerajaan Inggris itu sebenarnya sangat Jerman sehingga bahkan Adolf Hitler sekalipun sangat hormat kepada keluarga itu. Btw, bangsa Inggris pun sebenarnya dari Jerman, mereka bersaudara dengan Belanda, Belgia. Jerman sendiri dan Skandinavia. Secara genetis, orang2 Perancis utara pun bersaudara dengan Inggris.


well...well...menarik sekali!! Jadi asalnya monarchy Eropa itu dari Jerman???bingung
dindulz - 20/05/2011 10:23 AM
#139

Keren... nice info... suka banget bacanya.. btw bisa dijelasin kenapa katolik Roma pecah jadi katolik anglican? konon katanya pada jaman Henry ke VIII atau jaman2 boleyn bersaudara.. bener ga ya?
meNuwL - 20/05/2011 06:21 PM
#140

Di pelm "The Other Boleyn Girl" kan diceritakan bahwa dua orang sodara, mary dan anne boleyn memperebutkan hati raja, demi keinginan sang ayah mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Nahh, si mary berhasil jadi selir dan beranak dua, ga mau kalah anne pun berusaha menyingkirkan sang ratu, christine. Anne melahirkan putri Elisabeth yang kelak memimpin inggris cukup lama. Cm tiga tahun jd ratu, anne pun dihukum penggal dengan tuduhan incest dan selingkuh.

nahh gan, betul gak sih klo putri diana itu keturunan dr mary boylen??

Makasii penjelasannya
Page 7 of 8 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Silsilah Takhta Keluarga Kerajaan Britania Raya (Inggris & Skotlandia)