Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > ::: Biografi orang-orang kaya Indonesia :::
Total Views: 99970
Page 13 of 17 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > 

plekenthuz - 16/06/2011 01:29 PM
#241

bob sadino idola ane gan :2thumbup,beliau sering muncul di metro tipi
Super Surip - 16/06/2011 05:43 PM
#242

Sandiego S Uno.. idola ane thu.
Muda, Tampan, Tajirr.

ane bgt. :cool
khraps - 17/06/2011 10:10 AM
#243

bob sadino

tajir tapi penampilan tetep sederhana
Chivas.Lover - 24/06/2011 06:47 PM
#244

salut ama yg membangun dari 0 ato bahkan minus(ngutang dl) ktimbang tinggal lanjut punya ortu ato punya kakek....
boy_action88 - 07/07/2011 01:13 AM
#245

thread bagus nih.. wajib disundul..
update lg gan..lumayan buat nambah motivasi
Jon2009 - 09/07/2011 02:07 AM
#246

James Riady


Riady @ East Asia WEF(World Economic Forum) 2009

James Tjahaja Riady, Born name: 李白( Mandarin Chinese : Li Bai), Lahir di Jakarta ,1957 merupakan Chairman dari Lippo group dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk bidang Properti. James adalah anak dari Pendiri sekaligus Founder dari Lippo Group Mochtar >Riady- profil lihat di first >page-http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=157172502&postcount=3.

Education Background & Board Membership

:: Bachelor of Commerce degree from the University of Melbourne
:: Deputy Chairman and Director of The Hongkong Chinese Bank Ltd
:: Chairman of Lippo Group for for Indonesia's operations (Area Asia di handle oleh kakak nya Stephen Riady)

James menikah dengan Aileen Hambali di tahun 1982, mereka mempunyai 4 anak: Caroline Riady,John Riady,Stephanie Riady, and Henry Riady.

Lippo Group



Grup Lippo, memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas grup ini, selain di Indonesia, juga merambah di kawasan Asia Pasifik, terutama di Hongkong, Guangzhou, Fujian dan Shanghai. Saat ini Grup Lippo paling tidak memiliki 5 area bisnis utama.

Pertama, jasa keuangan yang meliputi perbankan, investasi, asuransi, sekuritas, manajemen aset dan reksadana. Jasa keuangan ini adalah core bisnis Lippo. Dalam bisnis keuangan ini, Lippo cukup konservatif. Sehingga bank ini selamat dari guncangan krisis moneter, walaupun sempat digoyang isu kalah kliring (1995) dan persoalan rekapitalisasi (1999). Perusahaan sekuritasnya, Lippo Securities, juga memiliki reputasi yang cukup baik. Begitu pula di bidang investasi, yakni Lippo Investment Management, Lippo Finance dan Lippo Financial. Juga jasa asuransi dengan tiga perusahaan penting yaitu AIG Lippo (Lippo Insurance) dan Asuransi Lippo ( Lippo General Insurance).

Kedua, properti dan urban development. Bisnis yang meliputi pembangunan kota satelit terpadu, perumahan, kondominium, pusat hiburan dan perbelanjaan, perkantoran dan kawasan industri. Lippo tidak hanya membangun perumahan, tetapi suatu kota yang lengkap dengan berbagai infrastruktur. Di tiga kota yang telah dibangun, yaitu Lippo Cikarang, Bekasi di timur Jakarta, Bukit Sentul, Bogor di selatan Jakarta, dan Lippo Karawaci, Tangerang di barat Jakarta, para penghuni bisa mengakses TV Cable sekaligus fasilitas internet.


Lippo Centre di Hongkong

Ketiga, pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan prasarana komunikasi. Hampir semua bisnis ini dikonsentrasikan di luar negeri dan dikontrol oleh kantor pusat Grup Lippo yang berbasis di Hong Kong, dipimpin puteranya Stephen Riady. Aktivitas bisnisnya, antara lain, pembangunan jalan tol di Guangzhou, pembangunan kota baru Tati City di Provinci Fujian, Gedung Perkantoran Plaza Lippo di Shanghai dan membangun kawasan perumahan elit dan perkantoran di Hong Kong.

Keempat, bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Lippo Industries, memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi, serta komponen otomotif memproduksi kabel persneling.

Kelima, bidang jasa-jasa yang meliputi teknologi informasi, bisnis ritel, rekreasi, hiburan, hotel, rumah sakit, dan pendidikan. Ada beberapa hal yang kontroversi yang dilakukan Mochtar dan James yang mendapat perhatian media massa. Pertama ketika ia membangun Rumah Sakit untuk kelas atas di Lippo Karawaci. Untuk itu, Mochtar berani menggandeng Gleneagles Hospital yang berbasis di Singapura. ”Dari pada orang-orang kaya kita pergi ke Singapura, kan lebih baik kita bawa saja Gleneagles ke Indonesia.” kata Mochtar ketika Rumah Sakit itu diluncurkan.

Selain Rumah Sakit, ia juga mendirikan Sekolah Pelita Harapan. Sekolah ini mendapat sorotan karena biayanya menggunakan dolar AS dan dinilai mahal untuk saat itu. Tetapi para pendiri Lippo beranggapan bahwa pendidikan yang disediakan oleh Sekolah Pelita Harapan adalah yang terbaik. Selain wajib berbahasa Inggris, mereka memperoleh tambahan pendidikan ekstra kurikuler seperti pelajaran musik, berkuda dan ilmu komputer. Guru-guru pun didatangkan dari Amerika.

Di bisnis ritel, ketika Grup Lippo mengumumkan akhir 1996 membeli lebih dari 50 persen saham Matahari Putra Prima, perusahaan ritel terbesar yang dimiliki Hari Darmawan, banyak orang terkejut. Namun itu merupakan strategi penting Lippo untuk masuk ke dunia bisnis ritel. Supermal raksasa telah dibangun dan Matahari merupakan salah satu penyewa terbesar. Selain Matahari, Wal Mart dan JC Penney juga turut memeriahkan Lippo Supermal yang memiliki luas 210.000 meter persegi.

Lobi Riady di Gedung Putih


MENDADAK James Riady, 42 tahun, menyita perhatian Amerika Serikat. Pengusaha ternama Indonesia itu disiarkan New York Times edisi 7 Oktober 1996 telah menyumbang sejumlah US$ 200 ribu untuk menyokong kampanye Presiden Bill Clinton dari Partai Demokrat pada tahun 1992.

Adalah wartawan William Safire yang mengungkapkan hubungan Riady-Clinton itu. Menurut Safire, setelah Clinton menghuni Gedung Putih, ada perbedaan sikap yang jelas dalam politik luar negeri AS terhadap Indonesia. Misalnya soal buruh di Timor Timur. Di dalam negeri, Riady dipuja dan dicaci. Pemilik harian Media Indonesia yang juga seorang pengusaha, Surya Paloh, mengacungkan jempol atas lobi hebat Riady. Tapi, dari Kamar Dagang Indonesia terdengar kabar bahwa Riady seharusnya dijatuhi sanksi karena "memalukan" nama Republik dengan "kolusi" itu.
Jon2009 - 09/07/2011 02:11 AM
#247
Lanjutan - Lobi Riady di White House
Siapa James Riady yang anak taipan Mochtar Riady ini?

Di sini, orang banyak mengenalnya sebagai bankir, sekaligus businessman. James Tjahaja Riady adalah generasi kedua yang disiapkan memimpin tampuk kekuasaan di kelompok Lippo -- grup yang kini meraksasa dan dibangun oleh Mochtar Riady. Bahkan dia sering disebut-sebut sebagai calon tunggal pewaris tahta bisnis ayahnya, Mochtar Riady, yang selama ini dikenal sebagai bankir bertangan dingin. Boleh jadi, itu karena langkah-langkah bisnis yang dibuat James. Dia memang cepat, dan inovatif.

Tenang dan murah senyum, James adalah duplikat bapaknya. Kedudukan sebagai Chief Executif Officer (CEO) Grup Lippo sungguh pantas untuknya. Kemampuannya berbisnis tampak dari beberapa lahan proyek yang digarap Lippo belakangan ini. Misalnya, ia bereksperimen dengan menerapkan jurus sukses di bisnis keungan pada bisnis properti "kota mandiri" Lippo Vilagge (Tangerang) dan Lippo Cikarang (Bekasi). Keduanya sukses menyedot jutaan penghuni. Konsepnya sangat sederhana dan belum pernah dilakukan developer manapun di negeri ini: pre-sale alias jual di depan. Dia juga punya kiat lain. "Yang kami jual bukan hanya rumah, lapangan golf, ataupun gedung perkantoran, tapi kepercayaan," katanya.

Tak berlebihan, bila dia disebut putra mahkota. Tanggapan James? "Ah, Anda ternyata ikut-ikutan salah juga. Tidak benar saya dipersiapkan sebagai pewaris Lippo," sangkalnya. Kata dia, kalau memandang Lippo hanya dari figur Mochtar dan James, berarti orang memandang Lippo dari luarnya saja. "You boleh bertanya sendiri, langsung kepada profesional di sini," ujarnya serius tentang kerja tim dan rapinya organisasi Lippo. Semua punya "bagian" dalam pengambilan keputusan bisnis Lippo.

Dia menunjuk Markus Parmadi dan Roy Tirtadji. "Mereka bukan pajangan. Tapi punya otoritas penuh, lainnya juga begitu," kata James. Jadi, ujarnya, yang terpenting bukan nantinya Lippo milik siapa, tetapi bagaimana terus mencapai dan menerapkan strategi yang tepat untuk melembagakan kelompok Lippo. Artinya, keluarga Mochtar Riady boleh saja mundur, tapi nama Grup Lippo harus tumbuh terus.

James mencontohkan, di Bank Lippo yang menjadi tulang punggung bisnis grupnya, kepemilikan saham keluarga Mochtar Riady sekarang sekitar 50 persen. Pada sepuluh tahun mendatang, katanya, kepemilikan keluarganya, mungkin tinggal 30 persen. Dan pada lima belas atau dua tahun mendatang, kepemilikan saham keluarga, mungkin tinggal 15 atau 10 persen saja. "Ini bukan lagi masalah kerelaan melepas saham mayoritas, tetapi strategi jangka panjang," ujar pemilik Bank Lippo yang punya aset Rp 7,6 trilyun ini.

Dia adalah anggota kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Meskipun kini jaringan bisnis Lippo sudah merambah ke mancanegara -- Singapura, AS, Hongkong, Cook Island, Australia -- James mengaku tetap memiliki komitmen untuk membantu teman-temannya dalam wadah tersebut. "Dari dulu Lippo selalu memberi perhatian terhdap HIPMI, tentu saja, asalkan sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujarnya.

Tak hanya berkiprah di dunia bisnis, dalam bidang sosial, dengan bendera Lippo, James melahirkan gagasan untuk mendirikan suatu pendidikan terpadu, bernama Sekolah Pelita Harapan (SPH). Cita-citanya, ia hendak mendirikan 10 sekolah untuk kalangan atas, 100 sekolah untuk kalangan menengah, dan 1000 sekolah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini telah berdiri di tiga tempat : Karawaci, Sentul, dan Cikarang. " Di SPH, 20 % muridnya adalah beasiswa dari daerah-daerah," ujar James.

Menurutnya SPH tidak berkait secara langsung dengan Grup Lippo. Dukungan yang diberikan, hanya berupa subsidi. Hanya, kebetulan pengurus yayasan, tergabung dalam Lippo. Bahkan, ia tidak setuju jika SPH membisniskan dunia pendidikan. "Proyek SPH, semata-mata keinginan pendirinya untuk mengembangkan visi sosial," ujarnya. Namun, James yang juga bendahara Yayasan Bhakti Medika Universitas Trisakti ini, tak menyangkal tentang biaya pendidikan yang tinggi. "Pelita Harapan bukan pendidikan termahal di Indonesia. Jakarta Intenational School (JIS) jauh lebih mahal," tuturnya.

Dari pernikahannya dengan Aileen Hambali pada 1982, James dikaruniai dua putra dan dua putri. Tentang anak-anaknya, ia berujar," Saya tak berambisi anak-anak saya terjun ke dunia bisnis, seperti yang saya tekuni sekarang." Dalam mendidik putra-putrinya, menurutnya, ia lebih modern dibandingkan ayahnya. " Saya malah berharap, moga-moga anak saya jangan bekerja di Lippo," kata James yang membebaskan anak-anaknya memilih masa depannya.

Di luar kesibukannya membesarkan bisnis Lippo, James turut andil dalam organisasi olahraga sebagai ketua bidang dana PBSI. Bahkan saat berlangsung kejuaraan Piala Thomas dan Uber, ia menjabat sebagai wakil manajer. Tak hanya itu, Lippo tercatat sebagai sponsor utama kejuaraan bulutangkis paling bergengsi dunia tersebut pada 1996t, di Hong Kong. Tentang keterlibatannya dalam kepengurusan PBSI, tak lain karena ia menyenagi olah raga tersebut. "Sebulan bisa dua kali main bulutangkis," ujarnya.

Sebagai taipan terkemuka di tanah air, James memimpikan Grup Lippo dapat menjadi kelompok perusahaan yang tangguh, seperti perusahaan-perusahaan publik di Amerika dan Eropa. Anak keempat pasangan Mochtar Riady dengan Suryawai Lidya ini lahir di Jember. Sejak kecil James telah dipersiapkan secara serius oleh sang ayah untuk jadi pedagang. Di usia delapan tahun James sudah disekolahkan bapaknya di Macau. Sang ayah memang berharap banyak darinya. "Saya tahu kenampuan James, dan saya ingin dia sejak kecil sudah belajar mandiri."

Empat tahun di Macau, James melanjutkan studi di Australia selama delapan tahun. Pada 1975, saat usianya 18 tahun, ia terbang ke New York AS, dan bekerja selama setahun pada lrving Trust Banking Company. Pada 1976, James pindah ke Little Rock, Arkansas, masih di AS. Di kota inilah debutnya mulai tampak, dengan mendirikan bank yang diberi nama Worthen Bank dengan modal awal US$ 20 juta. Ia bekerjasama dengan Jack Steven, sahabat kental ayahnya, seorang bankir terkenal dengan julukan god father-nya masyarakat Arkansas.

Lewat Jack Steven, James dikenalkan dengan tokoh-tokoh politik ternama AS. Seperti Jimmy Carter, para senator, serta Bill Clinton, yang kemudian menjadi presiden AS. Persahabatannya dengan Clinton berlanjut hingga kini. Saat ia dipercaya oleh Jack Steven, sebagai Presdir Worthen Bank pada 1984, isteri Clinton, Hillary, menjadi pengacara pada bank yang dipimpinnya. Saat itu, hubungan akrab mulai terbentuk. Kebetulan tempat tinggal keduanya saling berdekatan, dan mereka pun sudah biasa saling mengunjungi.

Bahkan hingga Clinton menjadi orang nomor satu di negerinya, persahabatan itu terus berlanjut. Ketika diadakan Clinton Economic Conference, misalnya, James adalah satu-satunya orang di luar AS yang diundang secara pribadi oleh sang presiden. Dan pada saat upacara pelantikan Clinton sebagai presiden, keluarga besar Mochtar Riady diundang menghadiri acara tersebut. Seusai upacara, Mochtar dan isteri, James dan isteri beserta anak-anaknya, diundang sehari penuh untuk menikmati hari bahagia dalam kehidupan keluarga presiden. Tentang persahabatannya dengan peminpin dunia itu, ia berujar, "Sudahlah, itu cuma hubungan biasa, hubungan antarkawan." Kemampuannya bergaul dengan berbagai kalangan adalah salah satu kelebihan yang dimilikinya, dibandingkan dengan eksekutif lainnya.
Jon2009 - 09/07/2011 02:29 AM
#248
Wawancara Kompas dengan James Riady
KOMPAS.com — JAMES Riady (53), CEO Lippo Group, bicara tentang alih generasi di Grup Lippo, tentang pendanaan proyek-proyek properti, dan tentang kegiatannya saat ini. James adalah putra taipan Mochtar Riady, yang mendirikan usaha bisnis Lippo. Setelah krisis ekonomi 1997, Lippo memfokuskan pada usaha jasa, mulai dari hotel, mal, ritel, rumah sakit, sekolah-universitas, sampai megaproyek superblok di Kemang Village, Jakarta Selatan, dan St Moritz-Puri, Jakarta Barat. Sedangkan Lippobank sudah berpindah tangan ke grup Khazanah Malaysia dan berganti nama menjadi CIMB Niaga.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan James Riady, CEO Lippo Group, di kantornya di SPH Lippo Village, Tangerang, Banten, Februari 2010.

Grup Lippo mulai dipegang oleh generasi ketiga keluarga Riady. Michael Riady, misalnya, memegang megaproyek superblok St Moritz di Puri. Bagaimana kebijakan Lippo saat ini dalam kepemimpinan dalam perusahaan ini?


Kami sebetulnya menggunakan sistem bahwa setiap perusahaan sebaiknya dijalankan oleh CEO yang sangat profesional. Di atasnya ada Board of Commissioner. Tugas saya, satu tahun sekali menerima laporan apa yang dikerjakan para profesional itu. Kalau di luar negeri ada tren-tren khusus yang perlu diikuti grup Lippo, saya sampaikan kepada mereka.

Prinsip saya, perusahaan harus dilembagakan oleh manajer-manajer profesional baik dari keluarga Riady maupun bukan keluarga. Namun, yang terbaik adalah bukan dari keluarga. Kalaupun ada dari keluarga, itu sangat terbatas. Dalam hal ini, saya tidak pernah memaksa anak-anak saya harus masuk bisnis. Setiap orang diberi 200-300 talenta, namun setiap manusia hanya punya dua sampai tiga talenta yang unik. Setiap manusia harus mengembangkan talenta terbesar yang dimilikinya. Jika anak-anak dari keluarga Riady tidak punya talenta dalam bidang bisnis, jangan masuk bisnis.

Kalau mereka punya talenta sebagai guru, silakan menjadi guru. Kalau cocok di bidang kesehatan, masuklah di bidang kesehatan. Nah, kebetulan keponakan saya, Saudara Michael (Riady), punya talenta di bidang properti. Saya mendorong Michael ke arah sana. Silakan. Tapi keponakan-keponakan saya lainnya banyak terjun di bidang pendidikan, mengajar di sekolah dan universitas.

Harus diingat bahwa pendidikan bagi kami bukan merupakan jenis usaha. Bidang pendidikan adalah bentuk pelayanan masyarakat dan non-profit. Ini merupakan kegiatan sosial, yang merupakan bagian dari cita-cita dan visi grup Lippo. Saya ingin Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

Grup Lippo saat ini memfokuskan diri pada bidang jasa, bukan manufaktur. Semua komoditas adalah jasa, apakah itu lembaga keuangan, properti, rumah sakit, hotel, mal, ritel, media, semua di bidang jasa. Terutama bidang ritel merupakan salah satu yang terbesar dan terpenting untuk kelompok Lippo. Namun, ritel dan mal juga penting. Health care, multimedia, hotel juga penting. Financial service sekarang tidak terlalu signifikan lagi. Setelah krisis ekonomi 1997, kami mengambil sikap dan langkah terbaik, yaitu Lippo Bank diserahkan kepada pihak asing supaya kami dapat berkonsentrasi di bidang lain.

Saat ini Lippo membangun sejumlah megaproyek yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, seperti superblok Kemang Village dan St Moritz di Jakarta. Bagaimana strategi pendanaan untuk megaproyek ini?

Bagaimana makan satu gajah yang besar? Apakah manusia bisa memakan satu gajah besar sekaligus? Sesungguhnya kita bisa makan gajah besar itu, tapi satu per satu. Megaproyek Kemang Village yang besar harus dibagi satu per satu. Proyek mal di sana memiliki nilai tambah, dan dicarikan pendanaan yang terpisah. Banyak bank yang bersedia mendanai proyek tersebut.

Lalu ada apartemen. Pendanaannya sebagian besar diperoleh dari pre-selling. Ini cara pendanaan yang berbeda dengan hotel, misalnya, yang harus dilakukan dengan pendanaan dari bank dengan finansial sendiri. Sementara sekolah diserahkan saja ke yayasan, dan mereka mencari pendanaan sendiri.

Jadi dalam megaproyek seperti Kemang Village dan St Moritz, kita harus beranggapan bahwa itu adalah gajah yang besar. Satu per satu bagian dicarikan pendanaan tersendiri berdasarkan kelayakan proyek. Dengan cara seperti ini, megaproyek dapat dikerjakan.

Tahun depan, Lippo butuh 2 miliar dollar AS. Kalau kita berpikir jumlah 2 miliar dollar AS, mungkin berhadapan dengan jalan buntu. Tapi kalau kita berpikir bahwa 2 milliar dollar AS itu dibagi lagi, masing-masing bagian. Jadi kita berpikir how to eat elephant. Dimakan secara bertahap, gigitan per gigitan, sampai gajahnya habis.


Apa kegiatan Pak James Riady saat ini?

Yang pasti, saya ingin mengatur hidup saya untuk memberkati banyak orang. Saya sekarang lebih banyak terjun ke bidang pendidikan. Lima puluh persen waktu saya untuk pendidikan (Yayasan Pelita Harapan). Kantor saya satu-satunya di Indonesia dan luar negeri adalah di sini (Sekolah Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang). Ini kantor yayasan yang menaungi Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan. Saya ingin sisa hidup saya dapat menjadi berkat bagi bangsa ini melalui pendidikan. Selebihnya, saya gunakan waktu di Kadin dan yayasan lainnya di gereja. Waktu untuk bergerak dalam bisnis hanya 20 persen
zhinmi - 13/07/2011 12:49 PM
#249

Mantap juga nih si James... :thumbup
Buat TS... :2thumbup
Sangat informatif...
nocyn - 26/07/2011 01:23 PM
#250

ane kerja di bandara halim gan

blh di cek websitenya www.flypremiair.com

ini salah satu perusahaan dari Peter Sondakh selain dari express taxi, sebelum jual saham beliau yg punya XL, Semen Gresik, Bentoel..
Perusahaan yg ane tempatin skrg pernah manage pesawat Bakrie, Oesman Sapta dan sekarang masih manage pesawat prabowo..

klo berkenan cendol and pageone ya gan
WillofD.Cloth - 01/08/2011 01:41 AM
#251

Inspiring banget.. Lum baca semua sih,..
Tp ngasih inspirasi banget nih buat ttp optimis buat berbisnis..

Nice Thread Gan!!!

*Besok2 lanjut baca deh
bayubabay - 01/08/2011 05:18 AM
#252

Gaan, boleh nambahin gak gan? sosok / figur orang sukses Indonesia, beliau pernah menjadi pimpinan beberapa perusahaan besar di Indonesia, merupakan purnawirawan TNI juga gaan :matabelo
memphiieezzz - 19/08/2011 10:49 AM
#253

Thread nya keren gan, inspiratif, ane betah bacanya, keep up the good work gan
chevronuts - 07/09/2011 03:25 PM
#254

kalo yang cuma lulusan SMA aja bisa sukses.. kenapa yg kuliah ngga??? hehehe mustinya kalo indonesia biar maju musti banyak pengusaha begini nih gan!
vete12 - 08/11/2011 01:22 PM
#255

Quote:
Original Posted By socceripoy
beruntung dr mana gan?

rata2 mereka dari nol loh, tidak pny apa2 ketika kecil.


betul sekali...mereka adalah visioner yang punya aksi, dimana ada aksi maka kita akan menjemput keberuntungan...siip
InRealLife - 08/11/2011 02:55 PM
#256

Quote:
Original Posted By bayubabay
Gaan, boleh nambahin gak gan? sosok / figur orang sukses Indonesia, beliau pernah menjadi pimpinan beberapa perusahaan besar di Indonesia, merupakan purnawirawan TNI juga gaan :matabelo


tambahin aja, kita semua bisa kontribusi kok... pengusaha mantan jenderal? siapa ya? Prabowo Subianto?
kampaa - 08/11/2011 07:06 PM
#257

Quote:
Original Posted By Jon2009
Saya sekarang lebih banyak terjun ke bidang pendidikan. Lima puluh persen waktu saya untuk pendidikan (Yayasan Pelita Harapan). Kantor saya satu-satunya di Indonesia dan luar negeri adalah di sini (Sekolah Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang). Ini kantor yayasan yang menaungi Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan. Saya ingin sisa hidup saya dapat menjadi berkat bagi bangsa ini melalui pendidikan.


Senang gw baca yang seperti ini. Duit ga di bawa mati, udah mulai usia lanjut memberi balik ke masyarakat dengan ngasih kail. Kail yang ga akan pernah patah dan selalu terpakai seumur hidup.
bigjr - 08/11/2011 07:17 PM
#258

Ciputra yg punya Saham Di UNTAR ya....
Cucu nya kok kga salah jga di sono neh jurusan Arsi jga..
Ane pernah liat tpi cucu nya doank...
fadhlierlanda - 08/11/2011 08:39 PM
#259

Quote:
Original Posted By socceripoy
Prinsip Sampoerna

Spoiler for prinsip


“Don’t blame anybody! Solve the problem, don’t blame the person”. Dengan demikian tiap orang dipacu untuk berpikir dengan cara berbeda tapi harus memiliki arah yang jelas yang harus dieksekusi dengan tepat dan cepat.


gw suka banget ama prinsipnya Sampoerna yg satu ini. jika sibuk menghujat ato menyalahkan orang lain atas kesalahan ato problem yg terjadi, itu ibarat terjatuh di dalam lubang, tapi gak bahu membahu untuk keluar dari lubang itu
sSeTea - 09/11/2011 09:53 AM
#260

sangat menginspirasi. nice thread !
Page 13 of 17 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > ::: Biografi orang-orang kaya Indonesia :::