Gulbuddin Hekmatyar
Gulbuddin Hekmatyar adalah salah satu pemimpin faksi Mujahiddin yang sangat kontroversial dalam sejarah modern Afghanistan. Sepajang karir militer dan politiknya, ia dinilai sebagai pihak yang banyak bertanggung jawab atas ribuan nyawa yang tewas akibat serangan pasukannya selama perang sipil 1992-1996.
Sepak terjangnya bermula ketika ia dikirim ke sekolah akademi militer Mahtab Qala di Kabul oleh seorang pengusaha dan tetua suku bernama Gholam Serwar Nashe pada tahun 1968. Pada waktu itu Nashe menilai Hekmatyar adalah seorang pemuda yang cerdas. Namun ia dikeluarkan dari akademi ini dua tahun kemudian karena pandangan politiknya.
Hekmatyar muda lalu menempuh studi di Universitas Kabul, Departemen Teknik. Ia tidak berhasil menyelesaikan studinya dan sering disebut sebagai "Engineer Hekmatyar". Dia sempat bertahan selama dua tahun di kampus, setelah akhirnya dipenjara akibat sebuah insiden dimana ia membunuh seorang mahasiswa Maoist pada tahun 1972. Hekmatyar lalu dibebaskan tak lama setelah Daud Khan melakukan kudeta terhadap Raja Sahir Shah pada tahun 1973.
Sebelum mendirikan Hezb-E-Islami, Hekmatyar sempat bergabung dalam People's Democratic Party of Afghanistan (PDPA), yaitu sebuah partai komunis Afghanistan yang nantinya memberontak dan membunuh presiden Daud Khan pada tahun 1978 (Revolusi Saur). Ideologi komunis Hekmatyar mulai terkikis ketika ia terekspos oleh ideologi Islam. Ia lalu bergabung dengan organisai kepemudaan Islam underground, yaitu Jamiat-e Islami. Namun sejumlah anggota Hezb menyangkal latar belakang komunis Hekmatyar tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah penghinaan.
Hekmatyar dilahirkan pada tahun 1947 di distrik Imam Sahib, provinsi Kunduz. Dia berasal dari suku Kharoti, masih dalam satu etnis Ghilzai Pashtun.
Para sejarawan mengklaim bahwa pada tahun 1975, Hekmatyar pernah melakukan pemberontakan melawan pemerintahan Daud Khan di daerah Panjshir (pada tahun yang sama Massoud juga melakukan gerakan anti-Daud di Panjshir).
Pada pertengahan tahun 70an, mulai terlihat keretakkan dalam kelompok Jamiat-e Islami. Disinilah awal ketidak harmonisan hubungan antara Hekmatyar dan Massoud. Hekmatyar dan kelompoknya lalu mendirikan Hezb-e-Islami dan lebih memilih jalur radikal, yaitu dengan melakukan pemberontakan.
Pakistan mendukung Hezb yang pada tahun 1975 mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan Daud Khan di Panjshir. Perlawan ini kurang mendapat dukungan dan banyak dari anggotanya tertangkap, Hekmatyar pun lalu mengasingkan diri ke Peshawar, Pakistan. Tahun 1979, Hezb terpecah menjadi dua faksi, faksi pertama dipimpin oleh Hekmatyar dan faksi kedua dipimpin oleh Muhammad Yunus Khalis.
Pada masa perang melawan Soviet, Hekmatyar mendapat banyak dukungan dari ISI Pakistan, Arab Saudi, dan Amerika. Banyak pasukan asing dari seluruh dunia yang bergabung dan berlatih militer dengan kelompoknya dalam rangka 'jihad' melawan pasukan Soviet.
Hekmatyar juga kerap menyerang saingan-saingannya sesama Mujahidin. Pada tahun 1976, ia pernah menyusun rencana agar Massoud tertangkap atas tuduhan mata-mata di Pakistan. Salah satu komandan pasukan Hekmatyar, Sayyed Jamal, pernah menyerang dan membunuh 30 anggota Shura-e-Nazar milik Massoud di provinsi Tarkhar pada tahun 1989.
Pejabat ISI Pakistan menggambarkannya sebagai sesosok yang licik, kejam, haus kekuasaan, dan akan melakukan apa saja untuk berada di puncak politik. Jendral Zia-ul-Haq memperingatkan kepadanya bahwa Pakistan lah yang membuatnya menjadi salah satu pemimpin di Afghan, dan Pakistan juga bisa menghancurkannya jika Hekmatyar tetap terus berbuat jahat.
Ketika dibentuk Afghanistan Interim Government (AIG) di Peshawar pada tahun 1989, Hekmatyar sempat bergabung dalam pemerintahan koalisi Mujahidin tersebut. Namun pada tahun yang sama ia menyatakan keluar. Itulah kemudian mengapa ia tidak ikut menandatangani Peshawar Accord ketika rezim Najibullah tumbang pada tahun 1992. Bahkan dengan liarnya, dia membombardir Kabul untuk mendominasi pemerintahan Afghanistan.
Presiden AIG, Sibghatullah Mojaddedi, menunjuk Massoud untuk menjadi Mentri Pertahanan dan mempertahankan kota Kabul dari serangan Hekmatyar. Dalam dua hari pertempuran besar, Hekmatyar dan sekutunya (faksi Khalq dari PDPA) berhasil didepak mundur.
Hekmatayar akhirnya menghentikan serangannya dan menandatangani perjanjian damai pada tanggal 25 mei 1992, ia pun kemudian diberikan posisi sebagai Perdana Mentri. Namun ini tak berlangsung lama, beberapa hari kemudian Hekmatyar dituduh sebagai pelaku atas serangan terhadap pesawat presiden Mojaddedi. Pertempuran pun pecah kembali antara faksi Mujahidin. Rabbani, Massoud, Dostum, dan Hekmatyar.
Pada tahun 1993, pecah pertempuran antara pasukan pemerintahan Rabbani (Operasi Afshar) melawan Hekmatyar dan kelompok Wahdat (Syiah Hazara) di distrik Afshar, kota Kabul. Pertempuran tersebut menjadi ajang pertempuran kota antara kelompok Ittihad pimpinan Abdul Rasul Sayyaf melawan kelompok Hazara yang dipimpin oleh Abdul Ali Mazari. Sayyaf didukung penuh oleh Arab Saudi, Hekmatyar didukung oleh Pakistan, sedangkan Mazari didukung oleh Iran.
Pada tahun yang sama, Rabbani dan Hekmayar sepakat untuk membentuk pemerintahan koalisi. Akhirnya ditandatangani lah perjanjian damai (atas prakarsa Pakistan dan Arab Saudi) di Jalalabad pada tanggal 20 mei 1993. Ia menempati posisi Perdana Mentri, sedangkan saingannya, Massoud, melepaskan jabatan Mentri Pertahanan-nya demi terciptanya perdamaian. Setelah sekali menghadiri rapat kabinet, Hekmatyar kembali memberontak dan membombardir kota Kabul. Massoud pun kembali menempati sebagai Mentri Pertahanan untuk menyerang balik pasukan Hekmatyar.
Pada tahun 1994, Dostum membelot dan bergabung dengan Hekmatyar. Mereka, dan juga kelompok Wahdat, lalu menyerang pemerintahan Rabbani. Pada saat yang sama muncul kekuatan baru di Kandahar, yaitu Taliban. Pakistan mulai meninggalkan Hekmatyar yang dinilai sudah tidak efektif lagi untuk dijadikan tangan-kanan kepentingan Pakistan.
Tahun 1995, Taliban mulai ikut berpartisipasi dalam pertempuran sipil melawan Hekmatyar dan Massoud. Massoud dengan sukses memukul mundur pasukan Hekmatyar, Dostum, dan kelompok Wahdat dari Kabul.
Tahun 1996, Hekmatyar kembali bergabung dengan pemerintahan Rabbani untuk melawan Taliban. Ia pun kembali menempati posisi sebagai Perdana Mentri dan ikut mempertahankan kota Kabul dari serangan Taliban. Disisi lain, Dostum pun kembali menggabungkan dirinya ke dalam pemerintahan Rabbani.
Setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban pada tanggal 27 September 1996, Hekmatyar bersama dengan pejabat pemerintah Rabbani lainnya melarikan diri dari Kabul dan membentuk aliansi anti-Taliban di utara. Pada masa ini, Hekmatyar masih menempati posisi Perdana Mentri sampai pada tahun 1997 dimana ia mengasingkan diri ke Iran.
Pasca 9/11, Hekmatyar sempat diajak untuk membentuk pemerintahan koalisi baru, namun ia menolak keras dan mengritik serangan Amerika yang dibantu oleh Pakistan. Pada tahun 2002, atas lobi pemerintahan Karzai dan Amerika, organisasi Hezb-e-Islami dilarang dan Hekmatyar ditendang dari Iran. Hekmatyar lalu menyerukan 'jihad' melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika, dan menyatakan dukungannya terhadap Taliban.
Akibat persengkongkolannya dengan Al-Qaeda dan Taliban, Hekmatyar lalu dicap sebagai "Specially Designated Global Terrorist" oleh Amerika pada tahun 2003. Pada tahun 2007 ia mengklaim ikut menyelamatkan Osama Bin Laden dan Ayman Al-Zawahiri dari serangan Amerika di Tora Bora pada tahun 2001. Belakangan, Hekmatyar sering dijadikan target untuk dibujuk agar berhenti melakukan perlawanan dan memisahkan diri dari Taliban.