Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n
Total Views: 14225
Page 9 of 12 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > 

Index. - 04/06/2011 09:30 AM
#161

Fell Flucker - 04/06/2011 11:18 AM
#162

Mullah Omar



Bercerita soal gerakan Taliban tidak pernah lepas dari sosok Mullah Muhammad Omar. Seseorang yang sangat taat, pemalu, dan tidak banyak bicara. Ia memimpin sebuah madrasah kecil di Kandahar yang tidak terlalu banyak santrinya. Namun dari sinilah awal kekuatan raksasa Taliban dimulai.

Omar lahir sekitar tahun 1959 di desa Nodeh, tak jauh dari kota Kandahar. Ia berasal dari suku Hotak, bagian dari Ghilzai Pashtun. Keluarganya adalah petani miskin yang tidak memiliki tanah. Suku Hotak dibawah pimpinan Mir Wais pernah merebut Isfahan di Iran pada tahun 1721 dan mendirikan kerajaan pertama suku Ghilzai Pashtun, namun kemudian diganti oleh Ahmad Shah Duranni yang juga mendirikan kerajaan di Kandahar. Status sosial kesukuan Omar tidak diketahui, sejumlah warga Kandahar mengatakan tidak pernah mendengar perihal keluarga Omar.

Omar memiliki tiga istri, dua berasal dari Urozgan, dan satu berasal dari Singesar. Dia memiliki lima orang anak yang kesemuanya belajar di madrasah miliknya.

Selama perang Soviet tahun 80an, keluarganya pindah ke Tarinkot, provinsi Urozgan, yaitu kawasan terpencil yang sulit diakses dan jarang bisa ditembus oleh pasukan Soviet. Ayahnya meninggal ketia ia masih kecil, tanggungjawab dalam keluarga seketika jatuh ke pundaknya.

Omar lalu pindah ke desa Singesar di distrik Maiwand, provinsi Kandahar, untuk mencari pekerjaan. Disinilah ia menjadi seorang mullah dan mulai membuka madrasah sederhana yang bertembok dari lumpur kering. Kegiatan mengajarnya di Kandahar terganggu dua kali, yaitu ketika serangan Soviet dan kepengurusannya di Taliban. Ia juga mengajar di perbatasan Pakistan, daerah sekitar Quetta. Ia pernah mengajar di Karachi dan disinlah kali pertamanya bertemu dengan Osama Bin Laden. Selain itu, Omar adalah seseorang yang sangat setia pada Syeikh Abdullah Azzam.

Sepak terjangnya bermula ketika ia bergabung dengan Hezb-e-Islami faksi Yunus Khalis melawan pasukan Soviet, ia juga melawan pemerintah Najibullah (1989-92) dibawah pimpinan komandan Pashtun, Nek Muhammad. Dia terluka sebanyak empat kali, salah satunya ketika pecahan meriam mengenai wajahnya dan membuat mata kanannya buta.

Pasca mundurnya pasukan Soviet dan runtuhnya rezim Najibullah, Omar kembali mengajar di Kandahar dan Quetta. Namun, kawasan selatan Afghanistan dikuasai oleh sejumlah ex-Mujahidin dan para bandit yang sering berperang berebut kekuasaan. Terjadi kekacauan, tindak kriminal, dan tidak adanya hukum membuat mereka geram. Terlebih ketika beberapa faksi Mujahidin saling berebut pengaruh untuk menguasai Kabul.

"Kita telah saling mengenal - Mullah Omar, Ghaus, Muhammad Rabbani, dan saya sendiri. Karena kita berasal dari Urozgan dan telah bertempur bersama melawan Soviet. Kita sering membicarakan mengenai kekacauan yang terjadi disini. Kita semua setuju dan saling mengerti satu sama lain dan memutuskan untuk melakukan sesuatu." Ungkap Mullah Muhammad Hassan.

"Kita duduk dengan sangat lama, membicarakan bagaimana cara untuk merubah situasi ini. Awalnya semua ini masih samar-samar, bahkan kita berpikir bahwa kita akan gagal, tapi kita percaya bahwa kita bersama Allah dan pengikutNya." Ungkap Mullah Muhammad Ghaus.

Omar mulai dikenal oleh warga kota Kandahar ketika ia berhasil menyelamatkan dua orang gadis kecil yang disekap oleh sekelompok bandit. Ia juga berhasil menyelamatkan seorang anak kecil dari rebutan dua orang pria untuk disodomi. Omar tidak meminta imbalan apa-apa kecuali agar orang-orang mau mengikuti ajaran agama Islam.

Mulah Hassan mengatakan bahwa, pemilihan Mullah Omar sebagai pemimpin Taliban bukan dikarenakan hal politis atau kemampuannya di bidang militer, namun lebih kepada keteguhan dan kesalehannya dalam menjalankan agama Islam.

Kehidupan Omar dikabuti oleh kerahasiaan dan misteri tingkat tinggi. Bahkan tidak ada foto pasti mengenai dirinya dan dia hampir tidak pernah bertemu dengan diplomat atau wartawan asing. Pertemuan pertamanya terjadi pada bulan Oktober 1998, waktu itu dia bertemu dengan utusan khusus PBB, Lakhdar Brahimi, untuk membicarakan ancaman serangan Iran (karena Taliban berhasil menguasai Herat-dekat perbatasan Iran, menguasai Mazar dan membunuh 10 orang diplomat Iran).

Orang yang pernah melihatnya menggambarkannya sebagai sosok yang tinggi, menggunakan sorban hitam dan berjenggot hitam.

Omar lebih sering berdiam di Kandahar ketimbang di Kabul. Ia hanya dua kali mengunjungi Kabul. Pertama ketika mengunjungi pasukan Taliban untuk menaikkan morale tempur mereka yang baru saja kalah telak ketika melakukan ekspansi militer ke utara Afghanistan pada tahun 1997. Kunjungan kedua ketika ia diminta untuk bertemu dengan Brahimi pada tahun 1998.

Seluruh proses pengambilan keputusan berada di Shura Kandahar dibawah pimpinannya. Apapun yang dilakukan oleh Shura Kabul, bisa diputuskan begitu saja oleh Shura Kandahar. Di Shura Kandahar, Omar lebih banyak diam dan mendengarkan berbagai perdebatan para ulama. Semua urusan pemerintahan dan diplomasi ia serahkan kepada Mullah Wakil Ahmad Muttawakil di Kabul. Tak satu orang pun yang bisa menemui Omar tanpa perantara Muttawakil-murid sekaligus tangan kanan Omar.

Tahun 1996 ia menyatakan diri sebagai pemimpin Islamic Emirate of Afghanistan dan juga mengklaim sebagai pemimpin umat muslim seluruh dunia dengan gelar Amir Al-Mukminin. Langkah lain yang membuatnya begitu kontroversial adalah ketika memerintahkan penghancuran patung Budha di Bamiyan dan pelarangan penanaman Opium pada tahun 2001.

Pasca serangan Amerika ke Afghanistan, Omar masih bersekutu dengan Haqqani. Hekmatyar juga dilaporkan ikut bergabung bersama Taliban dan Haqqani. Omar sangat dicari-cari oleh pemerintah Amerika karena ia telah memberikan perlindungan bagi Osama Bin Laden yang dituduh sebagai pelaku serangan bom di Kedutaan Amerika di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998, serangan ke WTC dan Pentagon tahun 2001, serta sejumlah serangan lain yang menargetkan militer Amerika selama tahun 90an.

Saat ini, Omar masih memimpin Taliban melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika. Sejumlah laporan mengatakan ia tinggal di perbatasan Afpak, namun laporan lain menyatakan ia tinggal di Pakistan atau di dalam Afghanistan. Omar juga telah berkali-kali dilaporkan tewas, namun hal ini dibantah oleh Taliban dan dianggap sebagai langkah untuk menjatuhkan morale pasukan mereka.

Omar sudah berkali-kali ditawarkan sejumlah opsi untuk memberhentikan perlawanannya dan membicarakan perdamaian, namun ia kembali menegaskan bahwa dia tidak akan mau berunding dengan pemerintah sebelum pasukan koalisi Amerika angkat kaki dari Afghanistan.
knoxvillee - 04/06/2011 11:58 AM
#163

hhe

baca dri link bro index, baru tau ane penamaan gerakan separatis filipina "abu sayaf" berasal dri nama warlord afghanistan.bukan pemimpin organisasi tsb
Quote:

The famous Philippine Islamic terrorist group “Abu Sayyaf” is named after him because its core members trained in Afghanistan.


imam samudra,hambali,amrozi dll anggota mujahidin ya ?
kalo gk salah amrozi cs pernah kena serang dgn taliban
cmiiw
goed.adit - 05/06/2011 01:47 AM
#164

Mantap kk... Langsung menjawab permintaan ane...

Cincau hijau segera meluncur...
Index. - 05/06/2011 12:23 PM
#165

Quote:
Original Posted By knoxvillee
hhe

baca dri link bro index, baru tau ane penamaan gerakan separatis filipina "abu sayaf" berasal dri nama warlord afghanistan.bukan pemimpin organisasi tsb


imam samudra,hambali,amrozi dll anggota mujahidin ya ?
kalo gk salah amrozi cs pernah kena serang dgn taliban
cmiiw


Betul sekali.

Dan Abu Sayaf sekarang bagian dari pemerintahan Hamid Karzai. Alias temannya USA/NATO. sementara kelompok Abu Sayyaf Philipina bermusuhan dengan USA.



Ini orang memang EO nya mujahidin dari luar Afghan (waktu soviet)
just.fluke - 05/06/2011 12:31 PM
#166

terlalu banyak misteri di dunia ini gan :nohope
taliban or candu?
Index. - 05/06/2011 12:33 PM
#167

Kalau orang Indonesia, veteran mujahidin Afghanistan paling terkenal ya siapa lagi kalau bukan ini orang :



Dibawah komando Abu Sayyaf. Pendiri Laskar Jihad.





Jaman dulu mah LJ bisa seenak udel jalan2 di senayan atau Monas. Sekarang kalau gak salah Jafar Umar malah masuk PPP ...

Kalau imam samudra ntah dibawah komando siapa
Index. - 05/06/2011 12:38 PM
#168

Dulu petinggi Taliban banyak yg di haraqat al-inqilab, dan saya tidak pernah dengar ada mujahidin ex soviet yg dibawah organisasi ini. Apa ada yang kenal sama mullah umar, ntah juga.

Kalau kena Osama ya maklum saja sesama mujahidin.
jamukha - 07/06/2011 02:23 AM
#169

Quote:
Original Posted By Index.
Kalau orang Indonesia, veteran mujahidin Afghanistan paling terkenal ya siapa lagi kalau bukan ini orang :



Dibawah komando Abu Sayyaf. Pendiri Laskar Jihad.





Jaman dulu mah LJ bisa seenak udel jalan2 di senayan atau Monas. Sekarang kalau gak salah Jafar Umar malah masuk PPP ...

Kalau imam samudra ntah dibawah komando siapa


seorang veteran afghan pernah cerita bahwa sebenarnya Ja'far Umar Thalib tidak pernah berperang di afgan..dia hanya mengikuti pelatihan di peshawar..

kalo Ali ghufron dan imam samudra sepertinya bersama Abdu Robbi Rosul Sayyaf
sedangkan amrozi kalo gak salah gak pernah pergi ke afganistan..

dulu LJ emang punya reputasi,bahkan pendukung gusdur yang katanya udah dibekali ilmu kebal pun gak jadi melawan LJ..tapi LJ sendiri bertikai dengan relawan muslim lainya di ambon..LJ dibubarkan setelah ulama salafi panutan Ja'far memerintahkanya..bahkan entah kenapa akhirnya Ja'far yang awalnya adalah Ustadz salafi paling senior sekarang dijauhi oleh orang2 salafi..
kamuflase97 - 07/06/2011 08:09 AM
#170

warlord paling keren, Ahmad Shah Massoud

sayang udah mati, penasaran seandainya masih hidup sekarang ada di pihak mana ya, karzai atau insurgent ... ?

tapi kl lihat warlord2 non pashtun sekarang keknya bisa ditebak walau gak pasti juga
syalelkhem - 07/06/2011 01:29 PM
#171

kk .. bisa selengkap ini ..


@all (index. TS, adit) Osama itu berkaitan langsung dengan Thaliban dalam artian ada simbiosis mutualisme antara keduanya? siapa yang dominasi siapa? Osama atas Thaliban, atau sebaliknya?
goed.adit - 07/06/2011 01:47 PM
#172

Quote:
Original Posted By syalelkhem
kk .. bisa selengkap ini ..


@all (index. TS, adit) Osama itu berkaitan langsung dengan Thaliban dalam artian ada simbiosis mutualisme antara keduanya? siapa yang dominasi siapa? Osama atas Thaliban, atau sebaliknya?


Gak saling dominan, dua2nya punya agenda masing2. Mullah Omar agendanya "nasional" mengislamkan (versi dia tentunya) Afghan, Usamah lain lagi, agendanya global, menyingkirkan pemimpin sekutu Amrikkiy di negara2 yang mayoritas Islam. Tetapi tetapi saling menghormati.

Jamannya mujahidin udah ada kelompok yang menghalalkan takfir ke pemerintah yang bersekutu dengan "thogut." Bisa dibilang ini yang nantinya banyak menerima Al Qaidah. Dan sayangnya beberapa Mujahidin dari indonesia ada yang terpengaruh ini.
Fell Flucker - 07/06/2011 09:34 PM
#173

Gulbuddin Hekmatyar



Gulbuddin Hekmatyar adalah salah satu pemimpin faksi Mujahiddin yang sangat kontroversial dalam sejarah modern Afghanistan. Sepajang karir militer dan politiknya, ia dinilai sebagai pihak yang banyak bertanggung jawab atas ribuan nyawa yang tewas akibat serangan pasukannya selama perang sipil 1992-1996.

Sepak terjangnya bermula ketika ia dikirim ke sekolah akademi militer Mahtab Qala di Kabul oleh seorang pengusaha dan tetua suku bernama Gholam Serwar Nashe pada tahun 1968. Pada waktu itu Nashe menilai Hekmatyar adalah seorang pemuda yang cerdas. Namun ia dikeluarkan dari akademi ini dua tahun kemudian karena pandangan politiknya.

Hekmatyar muda lalu menempuh studi di Universitas Kabul, Departemen Teknik. Ia tidak berhasil menyelesaikan studinya dan sering disebut sebagai "Engineer Hekmatyar". Dia sempat bertahan selama dua tahun di kampus, setelah akhirnya dipenjara akibat sebuah insiden dimana ia membunuh seorang mahasiswa Maoist pada tahun 1972. Hekmatyar lalu dibebaskan tak lama setelah Daud Khan melakukan kudeta terhadap Raja Sahir Shah pada tahun 1973.

Sebelum mendirikan Hezb-E-Islami, Hekmatyar sempat bergabung dalam People's Democratic Party of Afghanistan (PDPA), yaitu sebuah partai komunis Afghanistan yang nantinya memberontak dan membunuh presiden Daud Khan pada tahun 1978 (Revolusi Saur). Ideologi komunis Hekmatyar mulai terkikis ketika ia terekspos oleh ideologi Islam. Ia lalu bergabung dengan organisai kepemudaan Islam underground, yaitu Jamiat-e Islami. Namun sejumlah anggota Hezb menyangkal latar belakang komunis Hekmatyar tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah penghinaan.

Hekmatyar dilahirkan pada tahun 1947 di distrik Imam Sahib, provinsi Kunduz. Dia berasal dari suku Kharoti, masih dalam satu etnis Ghilzai Pashtun.

Para sejarawan mengklaim bahwa pada tahun 1975, Hekmatyar pernah melakukan pemberontakan melawan pemerintahan Daud Khan di daerah Panjshir (pada tahun yang sama Massoud juga melakukan gerakan anti-Daud di Panjshir).

Pada pertengahan tahun 70an, mulai terlihat keretakkan dalam kelompok Jamiat-e Islami. Disinilah awal ketidak harmonisan hubungan antara Hekmatyar dan Massoud. Hekmatyar dan kelompoknya lalu mendirikan Hezb-e-Islami dan lebih memilih jalur radikal, yaitu dengan melakukan pemberontakan.

Pakistan mendukung Hezb yang pada tahun 1975 mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan Daud Khan di Panjshir. Perlawan ini kurang mendapat dukungan dan banyak dari anggotanya tertangkap, Hekmatyar pun lalu mengasingkan diri ke Peshawar, Pakistan. Tahun 1979, Hezb terpecah menjadi dua faksi, faksi pertama dipimpin oleh Hekmatyar dan faksi kedua dipimpin oleh Muhammad Yunus Khalis.

Pada masa perang melawan Soviet, Hekmatyar mendapat banyak dukungan dari ISI Pakistan, Arab Saudi, dan Amerika. Banyak pasukan asing dari seluruh dunia yang bergabung dan berlatih militer dengan kelompoknya dalam rangka 'jihad' melawan pasukan Soviet.

Hekmatyar juga kerap menyerang saingan-saingannya sesama Mujahidin. Pada tahun 1976, ia pernah menyusun rencana agar Massoud tertangkap atas tuduhan mata-mata di Pakistan. Salah satu komandan pasukan Hekmatyar, Sayyed Jamal, pernah menyerang dan membunuh 30 anggota Shura-e-Nazar milik Massoud di provinsi Tarkhar pada tahun 1989.

Pejabat ISI Pakistan menggambarkannya sebagai sesosok yang licik, kejam, haus kekuasaan, dan akan melakukan apa saja untuk berada di puncak politik. Jendral Zia-ul-Haq memperingatkan kepadanya bahwa Pakistan lah yang membuatnya menjadi salah satu pemimpin di Afghan, dan Pakistan juga bisa menghancurkannya jika Hekmatyar tetap terus berbuat jahat.

Ketika dibentuk Afghanistan Interim Government (AIG) di Peshawar pada tahun 1989, Hekmatyar sempat bergabung dalam pemerintahan koalisi Mujahidin tersebut. Namun pada tahun yang sama ia menyatakan keluar. Itulah kemudian mengapa ia tidak ikut menandatangani Peshawar Accord ketika rezim Najibullah tumbang pada tahun 1992. Bahkan dengan liarnya, dia membombardir Kabul untuk mendominasi pemerintahan Afghanistan.

Presiden AIG, Sibghatullah Mojaddedi, menunjuk Massoud untuk menjadi Mentri Pertahanan dan mempertahankan kota Kabul dari serangan Hekmatyar. Dalam dua hari pertempuran besar, Hekmatyar dan sekutunya (faksi Khalq dari PDPA) berhasil didepak mundur.

Hekmatayar akhirnya menghentikan serangannya dan menandatangani perjanjian damai pada tanggal 25 mei 1992, ia pun kemudian diberikan posisi sebagai Perdana Mentri. Namun ini tak berlangsung lama, beberapa hari kemudian Hekmatyar dituduh sebagai pelaku atas serangan terhadap pesawat presiden Mojaddedi. Pertempuran pun pecah kembali antara faksi Mujahidin. Rabbani, Massoud, Dostum, dan Hekmatyar.

Pada tahun 1993, pecah pertempuran antara pasukan pemerintahan Rabbani (Operasi Afshar) melawan Hekmatyar dan kelompok Wahdat (Syiah Hazara) di distrik Afshar, kota Kabul. Pertempuran tersebut menjadi ajang pertempuran kota antara kelompok Ittihad pimpinan Abdul Rasul Sayyaf melawan kelompok Hazara yang dipimpin oleh Abdul Ali Mazari. Sayyaf didukung penuh oleh Arab Saudi, Hekmatyar didukung oleh Pakistan, sedangkan Mazari didukung oleh Iran.

Pada tahun yang sama, Rabbani dan Hekmayar sepakat untuk membentuk pemerintahan koalisi. Akhirnya ditandatangani lah perjanjian damai (atas prakarsa Pakistan dan Arab Saudi) di Jalalabad pada tanggal 20 mei 1993. Ia menempati posisi Perdana Mentri, sedangkan saingannya, Massoud, melepaskan jabatan Mentri Pertahanan-nya demi terciptanya perdamaian. Setelah sekali menghadiri rapat kabinet, Hekmatyar kembali memberontak dan membombardir kota Kabul. Massoud pun kembali menempati sebagai Mentri Pertahanan untuk menyerang balik pasukan Hekmatyar.

Pada tahun 1994, Dostum membelot dan bergabung dengan Hekmatyar. Mereka, dan juga kelompok Wahdat, lalu menyerang pemerintahan Rabbani. Pada saat yang sama muncul kekuatan baru di Kandahar, yaitu Taliban. Pakistan mulai meninggalkan Hekmatyar yang dinilai sudah tidak efektif lagi untuk dijadikan tangan-kanan kepentingan Pakistan.

Tahun 1995, Taliban mulai ikut berpartisipasi dalam pertempuran sipil melawan Hekmatyar dan Massoud. Massoud dengan sukses memukul mundur pasukan Hekmatyar, Dostum, dan kelompok Wahdat dari Kabul.

Tahun 1996, Hekmatyar kembali bergabung dengan pemerintahan Rabbani untuk melawan Taliban. Ia pun kembali menempati posisi sebagai Perdana Mentri dan ikut mempertahankan kota Kabul dari serangan Taliban. Disisi lain, Dostum pun kembali menggabungkan dirinya ke dalam pemerintahan Rabbani.

Setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban pada tanggal 27 September 1996, Hekmatyar bersama dengan pejabat pemerintah Rabbani lainnya melarikan diri dari Kabul dan membentuk aliansi anti-Taliban di utara. Pada masa ini, Hekmatyar masih menempati posisi Perdana Mentri sampai pada tahun 1997 dimana ia mengasingkan diri ke Iran.

Pasca 9/11, Hekmatyar sempat diajak untuk membentuk pemerintahan koalisi baru, namun ia menolak keras dan mengritik serangan Amerika yang dibantu oleh Pakistan. Pada tahun 2002, atas lobi pemerintahan Karzai dan Amerika, organisasi Hezb-e-Islami dilarang dan Hekmatyar ditendang dari Iran. Hekmatyar lalu menyerukan 'jihad' melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika, dan menyatakan dukungannya terhadap Taliban.

Akibat persengkongkolannya dengan Al-Qaeda dan Taliban, Hekmatyar lalu dicap sebagai "Specially Designated Global Terrorist" oleh Amerika pada tahun 2003. Pada tahun 2007 ia mengklaim ikut menyelamatkan Osama Bin Laden dan Ayman Al-Zawahiri dari serangan Amerika di Tora Bora pada tahun 2001. Belakangan, Hekmatyar sering dijadikan target untuk dibujuk agar berhenti melakukan perlawanan dan memisahkan diri dari Taliban.
goed.adit - 07/06/2011 11:46 PM
#174

@ TS, you tease me again wkwkwkwkwk....

Great post man, dari dulu mencoba memahami kenapa Hekmatyar gak disukai, tenyata dia sama aja dengan warlord lainnya. Plus mau kerja sama dengan iran.

Kykna lebih cocok jadi ensiklopedia politik Afghanistan deh ni Post...
x369z5qg6 - 08/06/2011 01:28 PM
#175

Kalo sampe ada yang nyamain Taliban dengan Arab, kayaknya kalo ada yang berita pasukan Tajik (alm. Massoud), Uzbek Dostum, Uzbek Malik Pahlawan, Khazara, pasti banyak yang nyamain mereka dengan Taliban
Ga kebayang kan Tajik dan Uzbek disamain dengan Arab?? :telkomsel
Fell Flucker - 08/06/2011 06:13 PM
#176

Battle for Pipeline

Quote:


Di jantung regional Asia Tengah, terdapat banyak cadangan minyak yang merupakan salah satu terbesar di dunia. Kawasan ini menjadi persaingan besar antar negara sekitar dan oil company dari Barat yang ingin membangun jalur pipa untuk mengekspor sumber energi ini ke pasar di Eropa dan Asia. Persaingan ini disebut juga sebagai The New Great Game - Great Game sendiri adalah sebutan bagi perebutan kekuasaan dan dominasi di Asia Tengah antara Kerajaan Inggris dan Kerajaan Rusia pada abad ke-19.

Sejak tahun 1995, Washington telah membackingi Unocal untuk membangun jalur pipa minyak dari Turkmenistan menuju Pakistan melintasi kawasan kekuasaan Taliban di selatan Afghanistan.

Namun, ada pemain lain yang juga ikut andil dalam perebutan pengaruh ini. Ia adalah Carlos Bulgheroni, pemimpin Bridas Corporation, sebuah perusahaan minyak Argentina, dimana sejak tahun 1994, mereka sudah menegosiasi dengan Taliban dan Aliansi Utara untuk membangun jalur pipa yang sama. Persaingan tak sehat antara kedua perusahaan ini salah satunya dapat dilihat di pengadilan California dimana Bridas menuduh Unocal telah mencuri ide milik mereka.

Perebutan minyak dan pengaruh di Asia Tengah sering dikaitkan dengan perebutan yang sama di Timur Tengah pada tahun 1920an. Namun di Asia Tengah jauh lebih besar dan kompleks. Kekuatan besar seperti Rusia, China, dan Amerika; juga negara tetangga seperti Iran, Pakistan, Turki, dan lain-lain.

Sumber energi di Asia Tengah dan Laut Kaspia digembor-gemborkan sebesar 100 sampai 150 miliar barel. Namun estimasi setelahnya memperkirakan kandungan minyak hanya sebesar 50 miliar barel.

Quote:


Cadangan minyak (data 2002):
Kaspia = 16 s/d 32 miliar barel
Amerika = 22 miliar barel
Laut Utara = 17 miliar barel

Kawasan Kaspia ini adalah satu-satunya kawasan kaya minyak di dunia yang belum pernah dimanfaatkan dan dieksplore. Keruntuhan Soviet pada awal tahun 90an membuatnya semakin terbuka untuk diakses oleh perusahaan internasional. Pada bulan Desember 1991, presiden Turkmenistan (Niyazov) menyebut negaranya sebagai "The New Kuwait."

Selama 70 tahun masuk dalam kekuasaan Soviet, seluruh jalan, telekomunikasi, dan rute pipa dibuat tertutup. Semuanya diarahkan ke timur menujur Rusia. Kini negara-negara tersebut ingin membuka jalan ke arah Laut Arab, Laut Hindia, Mediterania, dan China. (Misal: pembangunan bandara internasional mewah di ibu kota Turkmenistan, Ashkhabad, untuk meningkatkan penerbangan dari dan ke negara2 Barat. Iran juga membangun jalur kereta dari Meshad (barat laut Iran) ke Ashkhabad, dan menjadikannya sebagai jalur pertama yang menghubungkan negara Asia Tengah dengan negara Muslim setelah 70 tahun terblokir.

Perusahan minyak Barat pertama kali mengalihkan perhatiannya ke Siberia pada tahun 1991-92, lalu ke Kazakhstan pada tahun 1993-94, Azerbaijan 1995-97, dan Turkmenistan pada tahun 1997-99. Diantara tahun 1994-98, terdapat 24 perusahaan minyak dari 13 negara yang menandatangani kontrak dengan negara kawasan Kaspia.

Ketidakstabilan politik dan perang sipil yang melanda Afghanistan menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah oil company, terlebih munculnya kekuatan baru di Kandahar bernama Taliban. Permasalahan yang kemudian dihadapi adalah: Apakah negara-negara yang berkepentingan akan mendukung Taliban atau melawannya? Dan apakah Taliban akan mendukung atau menolak tawaran kerja sama?.

Dalam nalar kapitalisme, keamanan adalah elemen utama dalam melancarkan segala urusan produksi dan pemasaran. Untuk itu keamanan di Afghanistan menjadi perhatian penting bagi negara-negara yang berkepentingan.

Asisten US Secretary of State untuk Asia Selatan, Robin Raphel, tiba di Islamabad untuk mereview kebijakan Amerika terhadap Afghanistan. Mulai April 1996 ia mengunjungi Kabul, Kandahar, dan Mazar-e-Sahrif dan kemudian menyingahi tiga negara lainnya di Asia Tengah. "Kita sangat prihatin bahwa kesempatan ekonomis akan hilang begitu saja, jika stabilitas politik tidak bisa diwujudkan," ungkap Raphel di Kabul merujuk pada usulan pembangunan pipa minyak milik Unocal. Raphel juga mengusulkan embargo senjata bagi Afghanistan sewaktu sidang DK PBB pada bulan April 1996. Ia mengajak agar negara-negara sekitar tidak ikut campur tangan dalam perang sipil di Afghanistan.

Afghanistan kini dikelilingi oleh Turkmenistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Namun hanya Turkmenistan yang memiliki sumber daya energi yang kaya. Pada zaman dahulu, kawasan Turkmenistan memang merupakan pusat militer dan ekonomi. Kawasan ini adalah pintu gerbang di Jalur Sutera. Namun pada masa Soviet, kawasan Turkemnistan hanya dipandang sebelah mata.

Selain Afghanistan, beberapa negara disekitar juga masih blum stabil, masih terdapat sejumlah pemberontakan-pemberontakan oleh sejumlah elemen-elemen masyarakat terhadap pemerintah yang berkuasa.

Turkemenistan mengalami dilema perihal pembangunan pipa minyak, mereka terjepit diantara sejumlah pilihan dan kepentingan; jalur menuju Iran sudah pasti ditolak oleh AS; Afghanistan sedang mengalami perang sipil; Rusia ingin membatasi ekspor minyak Turkmenistan untuk Barat karena pihak Barat menyaingi ekspor minyak Rusia di Siberia. Tahun 1992, Ukraina, Armenia, dan bahkan Rusia menolak membayar ekspor minyak Turkmenistan. Rusia sangat berkuasa atas ekspor minyak Turkmenistan, karena seluruh minyak Turkmenistan dipompa dan disalurkan dengan menggunakan pipa ex-Soviet yang kini menjadi milik Rusia. Untuk itulah presiden Niyazov membutuhkan rute baru agar bisa mengekspor minyak mereka dan bisa terlepas dari cengkraman Rusia.

Walaupun Amerika ingin mengisolasi Iran, namun Turkmenistan tidak bisa melakukan hal yang serupa, karena Iran adalah alternatif terdekat dan lebih terjangkau untuk membawa ekspor minyak menuju ke arah selatan dan laut. Niyazov membujuk AS dan juga mendorong Iran untuk membangun jalan dan jalur rel kereta. Desember 1997, Iran selesai membangun konstruksi sepanjang 119 mil pipa minyak antara ladang minyak Korpedzhe di barat Turkmenistan menuju Kord-Kuy di utara Iran. Jalur pipa minyak ini adalah jalur pertama yang menghubungkan Asia Tengah dengan dunia luar.

Niyazov juga membujuk oil company dari Barat untuk membangun jalur pipa yang akan membebaskan Turkmenistan dari jaringan pipa minyak milik Rusia. April 1992, Turkemnistan, Turki, dan Iran setuju untuk mendirika jalur pipa ke Turki lalu menuju ke Eropa yang menelan biaya US$2,5 miliar. Jalur pipa ini tidak pernah terealisasi dan seterusnya muncul sejumlah variasi jalur dimana AS mencoba untuk memblok setiap jalur yang melewati Iran.

Februari 1999, Turkmenistan menandatangani perjanjian lagi, kali ini sebuah konsorsium dari AS, untuk membangun jalur pipa minyak Turkmenistan-Turki yang akan melewati jalur bawah Laut Kaspia ke Azerbaijan, untuk menghindari Iran.

Niyazov juga mencari alternatif lain untuk menyelamatkan perekonomian Turkmenistan. Tahun 1994, terdapat sebuah perencanaan untuk membangun jalur pipa minyak dan gas sepanjang 5.000 mil ke arah timur menuju China yang akan menghabiskan biaya sebesar US$20 miliar. Pada tahun yang sama, Bridas juga menawarkan jalur pipa yang akan melewati Afghanistan dan dibawa menuju Pakistan dan India. Unocal, dengan dukungan Washington, pada tahun 1995 lalu menawarkan jalur pipa yang sama.

Persaingan antara dua perusahaan minyak ini menjadikan Taliban dan para warlord Afghanistan lainnya tersedot kedalam sebuah perebutan pengaruh oleh negara-negara luar.
amrozilagi - 09/06/2011 03:48 AM
#177

Quote:
Original Posted By jamukha


seorang veteran afghan pernah cerita bahwa sebenarnya Ja'far Umar Thalib tidak pernah berperang di afgan..dia hanya mengikuti pelatihan di peshawar..

kalo Ali ghufron dan imam samudra sepertinya bersama Abdu Robbi Rosul Sayyaf
sedangkan amrozi kalo gak salah gak pernah pergi ke afganistan..

dulu LJ emang punya reputasi,bahkan pendukung gusdur yang katanya udah dibekali ilmu kebal pun gak jadi melawan LJ..tapi LJ sendiri bertikai dengan relawan muslim lainya di ambon..LJ dibubarkan setelah ulama salafi panutan Ja'far memerintahkanya..bahkan entah kenapa akhirnya Ja'far yang awalnya adalah Ustadz salafi paling senior sekarang dijauhi oleh orang2 salafi..


http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/08/21/walhamdulillah-pernyataan-resmi-tentang-ruju-nya-ust-jaf ar-umar-thalib-hafizhohullah/

http://nyata.wordpress.com/2008/10/05/jut-jafar-umar-taubat-1/

http://sunniy.wordpress.com/2010/03/04/pernyataan-terkini-dari-asatidz-tentang-ja%E2%80%99far-umar-th alib/
plekenthuz - 16/06/2011 01:42 PM
#178

wih,lengkap banget gan ,,lebih tau ttg talibun ,puas bacanya
goed.adit - 16/06/2011 02:40 PM
#179

Quote:
Original Posted By amrozilagi
http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/08/21/walhamdulillah-pernyataan-resmi-tentang-ruju-nya-ust-jaf ar-umar-thalib-hafizhohullah/

http://nyata.wordpress.com/2008/10/05/jut-jafar-umar-taubat-1/

http://sunniy.wordpress.com/2010/03/04/pernyataan-terkini-dari-asatidz-tentang-ja%E2%80%99far-umar-th alib/


Gampangnya Ja'far Umar Thalib keluar dari jalan terang....

Dia kemampuannya di politik, karirnya cepat terjungkal kalu gak ada ulama yang bener2 dekat & bisa mengerem dia.
okings - 16/06/2011 06:18 PM
#180

jadi dulu soviet itu gak tau diri ya di afghanistan?
Page 9 of 12 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n