Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Hadits & periwayatnya
Total Views: 775
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

Hawkman - 18/03/2010 01:04 PM
#1
Hadits & periwayatnya
Assalamu'alaikum Wr.Wb

Salam sejahtera untuk agan2 semuanya.
Semoga selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh ALLAH SWT.
Ijinkan saya menulis sedikit mengenai hadis & periwayat hadis. Semoga membawa manfaat bagi kita semua. (Moga2 blm pernah dibahas sebelumnya)

Mohon juga masukan dan koreksi dari agan2 semuanya.

Wal.Slm. Wr.Wb
Hawkman - 18/03/2010 01:07 PM
#2

Hadits
sumber : wiki

Hadits (arab), Hadis (Indonesia) adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur'an.

Etimologi
Hadits secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti melaporkan/ mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad. Namun pada saat ini kata hadits mengalami perluasan makna, sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.Kata hadits itu sendiri adalah bukan kata infinitif, maka kata tersebut adalah kata benda.

Struktur Hadits
Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) dan matan (redaksi).

Contoh:Musaddad mengabari bahwa Yahyaa sebagaimana diberitakan oleh Syu'bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri" (Hadits riwayat Bukhari)

Sanad
Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Sanad, memberikan gambaran keaslian suatu riwayat. Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah
Al-Bukhari > Musaddad > Yahya > Syu’bah > Qatadah > Anas > Nabi Muhammad SAW
Hawkman - 18/03/2010 01:09 PM
#3

Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam lapisan sanadnya, lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut, hal ini dijelaskan lebih jauh pada klasifikasi hadits.

Jadi yang perlu dicermati dalam memahami Al Hadits terkait dengan sanadnya ialah :

[*]Keutuhan sanadnya
[*] Jumlahnya
[*] Perawi akhirnya


Sebenarnya, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam.Hal ini diterapkan di dalam mengutip berbagai buku dan ilmu pengetahuan lainnya. Akan tetapi mayoritas penerapan sanad digunakan dalam mengutip hadits-hadits nabawi.


Matan
Matan ialah redaksi dari hadits. Dari contoh sebelumnya maka matan hadits bersangkutan ialah:

"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri"

Terkait dengan matan atau redaksi, maka yang perlu dicermati dalam mamahami hadist ialah:

[*]Ujung sanad sebagai sumber redaksi, apakah berujung pada Nabi Muhammad atau bukan,
[*] Matan hadist itu sendiri dalam hubungannya dengan hadist lain yang lebih kuat sanadnya (apakah ada yang melemahkan atau menguatkan) dan selanjutnya dengan ayat dalam Al Quran (apakah ada yang bertolak belakang).

Hawkman - 18/03/2010 01:12 PM
#4

Klasifikasi Hadits

Hadits dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yakni bermulanya ujung sanad, keutuhan rantai sanad, jumlah penutur (periwayat) serta tingkat keaslian hadits (dapat diterima atau tidaknya hadits bersangkutan)

Berdasarkan ujung sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu' (terangkat), mauquf (terhenti) dan maqtu' :

Hadits Marfu'
adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW (contoh:hadits sebelumnya)

Hadits Mauquf
adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'. Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar, Ibnu Abbas dan Ibnu Al-Zubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah".

Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan..", "Kami dilarang untuk...", "Kami terbiasa... jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'.

Hadits Maqtu'
adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi'in (penerus). Contoh hadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama, maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu".
Hawkman - 18/03/2010 01:16 PM
#5

Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain seperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupun tabi'in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih ( Suhaib Hasan, Science of Hadits).


Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanadBerdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad, Munqati', Mu'allaq, Mu'dal dan Mursal. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya.
Ilustrasi sanad : Pencatat Hadits > penutur >4 penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Para sahabat) > Rasulullah SAW

Hadits Musnad,
sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.

Hadits Mursal.
Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2) mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya).

Hadits Munqati' .
Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3

Hadits Mu'dal
bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.

Hadits Mu'allaq
bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: "Seorang pencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan...." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah).
abe0 - 18/03/2010 01:18 PM
#6

belum pernah saya begitu senang ngeliat trit, seperti senangnya saya dengan trit ini..

lanjutkan gan...

berhubung ga bisa nyendolin, nubie rate aja..
Hawkman - 18/03/2010 01:19 PM
#7

Quote:
Original Posted By abe0
belum pernah saya begitu senang ngeliat trit, seperti senangnya saya dengan trit ini..

lanjutkan gan...

berhubung ga bisa nyendolin, nubie rate aja..


Agan membaca trit ini saja, saya sudah senang kok
Hawkman - 18/03/2010 01:22 PM
#8

Berdasarkan jumlah penutur

Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad.

Hadits mutawatir, adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat)

Hadits ahad,
hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain :

[*]Gharib, bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur, meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur)
[*]Aziz, bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan)
[*]Mashur, bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir.

almasy2000 - 18/03/2010 01:25 PM
#9

numpang duduk dimari yah om hawk ... lanjut... oh iya om penjelasan mengenai hadist palsu juga yah om... yang saat ini katanya banyak beredar... maaf kalo saya kurang sopan...
Hawkman - 18/03/2010 01:26 PM
#10

Insya Allah, nanti malam saya lanjutkan lagi.
Hawkman - 18/03/2010 01:27 PM
#11

Quote:
Original Posted By almasy2000
numpang duduk dimari yah om hawk ... lanjut... oh iya om penjelasan mengenai hadist palsu juga yah om... yang saat ini katanya banyak beredar... maaf kalo saya kurang sopan...


Silahkan gan
Ya sekalian juga saya carikan dulu bahannya.
4w4w4w - 18/03/2010 01:28 PM
#12

Jazakallohu.....thread yg bagus
abe0 - 18/03/2010 01:30 PM
#13

Quote:
Original Posted By almasy2000
numpang duduk dimari yah om hawk ... lanjut... oh iya om penjelasan mengenai hadist palsu juga yah om... yang saat ini katanya banyak beredar... maaf kalo saya kurang sopan...


Quote:
Original Posted By Hawkman
Insya Allah, nanti malam saya lanjutkan lagi.


gan almasy, bangku disana masih kosong ga?

klu ada yg kosong, saya numpang mejeng juga nih.. sambil agan hawkman balik ntar malam...
almasy2000 - 18/03/2010 01:35 PM
#14

Quote:
Original Posted By abe0

gan almasy, bangku disana masih kosong ga?

klu ada yg kosong, saya numpang mejeng juga nih.. sambil agan hawkman balik ntar malam...


silahkan kang abe... hayo hayo 4 6, masih muat sapa lagi yang mau duduk dimari, he2...
Hawkman - 18/03/2010 02:37 PM
#15

Quote:
Original Posted By 4w4w4w
Jazakallohu.....thread yg bagus


Terima kasih
rarhsa - 18/03/2010 02:38 PM
#16

Quote:
Original Posted By abe0

gan almasy, bangku disana masih kosong ga?

klu ada yg kosong, saya numpang mejeng juga nih.. sambil agan hawkman balik ntar malam...




setuju
Hawkman - 18/03/2010 02:47 PM
#17

Lanjut lagi

Berdasarkan tingkat keaslian hadits

Kategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, da'if dan maudu'

Hadits Shahih,
yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:

[*]Sanadnya bersambung;
[*]Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
[*]Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits .



Hadits Hasan,
bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.

Hadits Dhaif (lemah),
ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.

Hadits Maudu',
bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.
Hawkman - 18/03/2010 02:47 PM
#18

Quote:
Original Posted By abe0

gan almasy, bangku disana masih kosong ga?

klu ada yg kosong, saya numpang mejeng juga nih.. sambil agan hawkman balik ntar malam...


Quote:
Original Posted By almasy2000
silahkan kang abe... hayo hayo 4 6, masih muat sapa lagi yang mau duduk dimari, he2...


Quote:
Original Posted By rarhsa
setuju


Salim deh buat semuanya
rarhsa - 18/03/2010 02:49 PM
#19

Quote:
Original Posted By Hawkman
Salim deh buat semuanya


@AganHawkman
Gan....sambungannya udah sy buat......udah dilihat atau belum?.
Hawkman - 18/03/2010 02:50 PM
#20

Quote:
Original Posted By rarhsa
@AganHawkman
Gan....sambungannya udah sy buat......udah dilihat atau belum?.


Meluncur dulu ke TKP gan
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Hadits & periwayatnya