Kendaraan Roda 4
Home > LOEKELOE > OTOMOTIF > Kendaraan Roda 4 > Kaskus Peugeot User Thread Community (Part 4 4)
Total Views: 146795
Page 1 of 500 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

radix_kta - 22/04/2010 09:05 AM
#1
Kaskus Peugeot User Thread Community (Part 4)



Quote:


REKENING PUNDI AMAL KPUT

BCA Cab. Pasar Minggu
no-rek : 5540197697
a/n Endy Radyantoro



Quote:

Hayuhh sekalian gabung..........
Quote:

kirimkan data ke [email]hasan005@indo.net.id[/email] atau PM Radix_kta


Nama jelas :
ID Kaskus :
No. HP :
Jenis Pug : (seri, tahun, warna, Nopol)
Domisili :
Alamat Email:


Group KPUT Facebook

Milis KPUT









KPUT Juara 1 Fun Futsal Pugers-2009
radix_kta - 22/04/2010 09:06 AM
#2

kupas tuntas masalah pug anda.....
Spoiler for "cara melepas accu"

Quote:
Original Posted By fiberplus
hasil copas dari thread tetangga:

Cara melepas battery yang benar.

Pada kendaraan yang mengunakan immobiliser untuk pekerjaan melepas dan
memasang battery harus melakukan prosedur di bawah ini.
Prosedur ini di maksud untuk menjaga kondisi ecu / komputer mesin dalam
keadaan unlocked ( tidak terkunci ).

Langkah - langkah sbb :
1. Buka kap mesin.
2. Posisikan kunci kontak "on" ( semua pintu dalam keadaan tertutup ).
3. Turunkan kaca ( power window ) sisi pengemudi.
4. Tunggu selama 10 detik.
5. Buka pintu pengemudi.
6. Tutup pintu pengemudi.
7. Kunci kontak "off" ( tanpa membuka pintu ).
8. Lepas pole battery negatif ( - ).
9. Lepas pole battery postif ( + )

note :
- waktu pekerjaan no. 7 s/d 9 maximun 10 menit.
- jika pengerjaan no. 7 s/d 9 dengan kondisi pintu terbuka waktunya 5
lima) detik.

Source : Peugeotindo.com



Spoiler for tentang problem ac peugeot 306

Quote:
Original Posted By yunaz_306
bro radix bisa masukin ke page 1

tentang problem ac peugeot 306 - #1

indikasinya adalah :
Switch ac nyala normal (bisa bunyi ‘ctek!’)
ac tidak dingin, padahal sebelumnya normal saja, dingin.
Blower normal dan bisa mengeluarkan hembusan angin.
Namun hembusan angin tidak dingin, lama kelamaan justru hangat.
Dari blower terdengar suara mendesis.
Buka kap mesin, dari kompresor sempat terlihat ada percikan api (kondisi mesin hidup)
beberapa hari yang lalu ac dinginnya ‘terlambat’,


penanganan awal :
Matikan ac !
Matikan mesin ! Jika terjadi percikan api, supaya tidak terjadi kebakaran.
Konsultasi ke pakar ac

kemungkinan-kemungkinan :
Kopling kompresor dengan pulley sudah aus, jadi timbul percikan api.
Tidak dinginnya ac kemungkinan karena kopling kompresor dengan pulley bergesekan, aus, kompresor menjadi panas dan magnet kompresor putus.
Kasus yang terjadi pada 306 saya ada kemungkinan karena ada problem di dalam kompresor (piston agak macet) sehingga pulley jalan dan kopling tetap bergesekan dengan pulley. Selain itu faktor usia kendaraan juga dapat mempengaruhi.
Jika terjadi problem di piston kompresor, biasanya sewaktu ac nyala, terdengar suara kasar di kompresor (seperti suara mesin).

Penanganannya :
Jika kompresor masih orisinil (merek sanden tipe 609) jika magnet putus, kopling habis, harus ganti 1 gelondong kompresornya (harga 2 tahun yang lalu 4jutaan katanya)
jika kompresor sudah ganti dengan yang lain (seperti sanden tipe 508) masih bisa diganti onderdilnya. Harga tipe 508 berkisar 2,5jutaan yang kelas 1, yang kelas 2 sekitar 1,5jutaan
untuk pencegahan bisa dilakukan penggantian oli kompresor. Penggantian harus dengan penggantian freon juga. Estimasi biaya 200rb an. Penggantian oli kompresor hanya bersifat preventif untuk mencegah agar piston kompresor tidak macet.



Spoiler for tips merawat mobil di musim hujan

Quote:
Original Posted By yunaz_306
sekilas info lagi dari pada sepi

tips merawat mobil di musim hujan

jangan lupa memeriksa wiper, rem, dan kelistrikan

walau cuma rintik-rintik, tetap saja air hujan bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang mobil. Dari kaca yang jadi buram sampai mesin ngadat, bisa disebabkan oleh hujan.

Nah, supaya terhindar dari berbagai permasalahan itu, ada baiknya anda melakukan pengecekan beberapa komponen penting. Salah satunya wiper. Penghapus kaca ini memegang peranan penting saat hujan datang. Wiper berfungsi untuk membersihkan kaca dari guyuran air hujan dan mengurangi embun yang menempel di kaca depan. Dengan begitu pandangan pengemudi tetap jelas.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan wiper bergerak lambat atau malah macet. Persoalan bisa ditimbulkan dari masalah kelistrikan sampai kerusakan mekanik. Penyebabnya terentang dari poros engkol macet, putusnya aliran listrik, matinya hubungan roda gigi pada wiper, sekering putus, tuas yang rusak, atau kerusakan motor listrik.

Untuk mengantisipasinya anda harus memeriksa sistem kelistrikan, terutama sekering. Ganti jika sekering menunjukkan tanda-tanda usang. Periksa juga hubungan antara poros wiper dan batang penggerak. Selanjutnya, periksa juga apakah ada kerusakan pada motor penggerak. Jangan lupa, cek kondisi penampungan air penghapus kaca. Usahakan airnya selalu bersih. Soalnya, piranti ini tidak punya saringan. Jadi, sekali waktu kuras isinya sebelum mengisi.

Rem menjadi tumpuan utama keselamatan ketika hari hujan. Karena itu, silakan anda lakukan perawatan rem secara rutin. Mulai dari pemeriksaan kampas, cakram, tromol, sampai minyak rem dan master rem. Kalau kampas menipis, jangan segan membeli onderdil yang baru.

Perawatan rem setelah melalui genangan juga penting dilakukan. Anda cukup menyemprotkan air di sekitar kaliper, cakram, dan kampas. Tujuannya, untuk melepaskan pasir yang menempel di sekitar kaliper. Asal tahu saja, pasir yang menempel bisa menyebabkan karat dan mengikis komponen yang ditempelinya. Selain menyiram kaliper, untuk perawatan jangka panjang bisa ditambahkan cairan brake cleanser.

Fungsi kelistrikan menjadi rawan kala musim penghujan. Maklum, risiko terjadi korosi pada kabel dan soket menjadi lebih besar. Karena itu jangan lupa periksa soket-soket mobil anda. Jika kemasukan air, semprotkan cairan penetran pada ujungujung terminal sehingga bisa melindungi terminal dalam soket dari korosi. Hati-hati saat membuat sambungan kabel soket. Jangan sambungannya saja yang ditutup dengan selotip, bagian buritan juga harus tertutup setelah disemprot penetran.


Spoiler for error ecu di 306

Quote:

originally posted by toyer view post
jadi ingat waktu ecu 306 n5 saya error. Terus dicoba pasang ecu 306 n3, bisa berfungsi normal, tapi indikator check engine nyala terus. Gak mati2. Tapi kalo saya kan memang karena ecu-nya yang di pasang bukan punya n5. Coba bawa ke otoklinik aja dulu, tanya sama mas edy konsultasi aja dulu kenapa2nya. Ato ke bengkel spesialis pug lainnya juga bisa kalo emang alergi sama beres.

Quote:
Original Posted By kakra
check enginee, kalo bahasa komputernya mungkin startup ecu. Dulu saya juga mikir, kalo indikator enginee nyala terus, berarti ecu bakal reload terus-terusan ya ! Dan kuatirnya kalo ada yg short di cable atau ada arus bypass yg masuk ke ecu, dan bikin ecu rusak.
Saya pernah lihat sendiri, seorang ibu yg marah2 karena 206-nya mati, setelah di diag sama sa di astra sunter, gak tahunya ecu divonis mati. Dan si ibu2 itu makin marah2 saat diberitahu harga ecu. Cerita punya cerita akhirnya si ibu itupun ngakuin, kalo ada kabel yg dijumper sama bengkel langganan dia. Dan selama ini dia nggak ngeh, karena gak ada gejala apa2.

Nah buat bro novan. Musti-nya cepet2 saja di cek penyebab-nya, kuatirnya ada kabel yg short sehingga enginee check nyala terus. Kalo di beres, tinggal telpon saja dulu, ...... Minta sambungkan ke sa. Lalu konsultasi via phone dan tanya berapa kira2 check via komputer.
Atau kalo nekat bongkar kabel sendiri, kalo 306-nya n5 (sdh immo), copot dulu akinya (pakai prosedur lepas aki). Lalu bisa cek dg multimeter, ada kabel yg short (+ kontak dg -) apa tidak. Coba dari skring box dulu dg massa.


Spoiler for perbedaan n3 dg n5 pug 306

Quote:
Original Posted By novano_16
salam kenal bro, wlupun ni posting dah ktinggalan 2 halaman, tetep qt ulas qo buat balikin kejayaan kput....
1.klo beda antara n5 dan n3 secara fisik bisa diliat dari lambng peugeot di kap depan,klo n5 lambangnya menempel di kap sedangkan n3 tidak
2.lampu n5 sudah menyatu dengan lampu sign sedangkan n3 blum
3.lampu belakang n5 bentuknya sejajar sedangkan n3 lampu yg berwarna merah cenderung melengkung.
4.klo masalah harga cuma terpaut dikit kayanya n5 terakhir saya liat sekitar 45jt-38jt sedangkan n3 40jt-35jt
5.klo masalah perawatan sih kayanya semua mobil perlu perawatan,jd klo kiranya sedang test drive buat nyobain mobilnya chek dulu kaki2nya karena setau saya kaki2 306 rata2 bnyak yang rusak,kemungkinan pemilik yang dulu sering nerobos jalanan rusak dgn kecepatan tinggi krn peugeot terkenal keempukannya pas ngadepin jalan rusak
6.bensin sih relatif ya, soalnya rata2 ada yang bilang 1-10,1-8,1-12 itu tergantung kondisi mesin jg bro
7.terakhir saya bayar pajak n5 sekitar rp1.163.000an


Spoiler for daftar bengkel pug

Quote:
Original Posted By andi_liani
pakdhe radix,

berikut ini daftar bengkel referensi yg hilang.
Ada 2 buah, buat saling melengkapi :


http://www.megaupload.com/?d=6gby7fa6
http://www.megaupload.com/?d=yf311alw

radix_kta - 22/04/2010 09:08 AM
#3

Spoiler for Tip Memilih Mobil Seken

Quote:
Original Posted By yunaz_306
Tips Membeli Mobil Bekas


Coba anda bayangkan???saat anda mengeluarkan budget banyak untuk membeli mobil bekas (red.second) dan ,Mobil itu belum tentu sesuai dengan harga yang terlalu tinggi,,nah pasti banyak banget pertimbangan yang harus dipikirkan.kadang sih kita pengennya beli mobil bekas dengan harga yang murah tapi kondisi bagus!! nah lo…sapa yang ga mau coba??hmm…..cuman dari sekian juta mobil bekas di indonesia yang mempunyai kriteria seperti itu hanya sekian persen aja..nah kalo sekedar saran seh,,…


misal udah puyeng darah tinggi naek gara-gara nyari mobil bekas kondisi OK dan murah gak dapet-dapet,,mendingan seeehhh..kita rela mecahin celengan. Maksudnya nih..harga sedikit lebih mahal ndak masalah, yang penting TOP Banget gituuhh…kan mau dipake sendiri,,yah harus yg good conditionn,,ga terlalu banyak ragat (red.*kata makelar mobil) hehehe… ne ada sedikit tips untuk memilih kondisi mobil :

1. Body = diusahakan memilih yang masih utuh, artinya blum kropos, nat-nat body masih lurus, nut=lekukan body mobil, kaleng/blum ada dempul yang melekat, dan kalo bisa orisinil cat) kalo menurut saya seh, mending mobil cat nya abis (mbladus) tapi orisinil, dari pada yang masih mengkilap tapi cat ulang+dempul tebal. nah knapa saya bilang dempul tebal kurang baek?? karena dempul bisa merubah nut yg kurang lurus menjadi sempurna. Kita pasti ndak tau apa di balik dempul itu, entah abis penyok, tabrakan dll.

2. Mesin = diusahakan nyari mesin yang kerin (belum ada tetesan OLie/olie yg keluar dari perpak) kalo ada yg kuluar brarti kita harus turun mesin ganti packing tuh,,,dan nyari mesin yg halus (dalam artian kondisi ndak rusak) metal jalan, seker harus dicek. Untuk memastikan seh cukup geber mesin mobil dan liat aja dibagian knalpot kluar asap ndak??

3. Kaki-kaki = test dulu mobil untuk jalan, untuk belok full stir,,kalo udah bunyi kletek-kletek wahhh bakalan mahal tu benerinnya…

4. Interior = nyari yang orisinilnya (jok/dashbord,dek pintu) misal udah di bungkus kulit si ndak papa, asal ga dilepas aslinya. selera juga sih..

5. Keabsahan Surat = cek fisik dulu aja ke POLRES. tanggungan resmi deh…

nah kayaknya itu dulu deh tips nya,,sbenernya masih banyak banget yg perlu dipertimbangin…cuman next time aja kali disambung lagi..hehe kaya surat menyurat aja ya….

key..slamat mnembeli mobill……


Quote:

Quote:
Originally Posted by nomertigabelas View Post
oke deh, gw coba yak..mudah2an ga ada yang salah...ni jg bkn krn gw ahli loh ya, tapi gw coba share pengalaman aja deh...

sektor mesin:
1. Cek suhu mesin, coba nyalain mesin trus biarin idle tanpa AC kira2 5-10 menit, perhatiin suhu nya, klo masih manteng di kisaran 90-100 kurang dikit brarti masih normal, biasanya klo ga pake ac, begitu suhu dah nyentuh 90 lebih dikit, low fan nya mulai bekerja bwt jaga suhu ttp stabil di situ. klo misal tuh suhu sampe 100 lbh, apalagi klo sampe garis merah, lupain aja deh. Soalnya buat benerin ginian ribet dan mahal. Aparat tersangkanya banyak bgt, mulai dari extra fan, ecu cooling, radiator, sensor suhu, dkk..klo di total, kemungkinan terburuk bisa lbh dari 4 juta tuh. klo ini lolos, silahkan ke poin berikutnya.

2. Cek suhu mesin dalam kondisi AC hidup, misal mesin masih adem, trus di idupin, coba idupin AC nya, klo misal high speed fan nya langsung hidup ( bunyi nya kenceng bgt, lbh kenceng dari bunyi mesin itu sendiri ) brarti ada yang ga normal. bisa karena tekanan freon nya kegedean, atau bisa jg ecu cooling fan nya yang dah rusak, trus di bypass/jumper. klo ecu cooling rada mahal +/- 750 ribu blm tmasuk ongkos, kemungkinan lain, relay2nya dah pada rusak (klo ini sih ga mahal)

3. Perhatiin betul2 kondisi fisik mesin, lihat apa di blok mesin ada rembesan2 oli....klo ini ada 2 kemungkinan, oli rembes krn seal2nya dah pada getas, ato worst, blok mesin nya dah ga beres (bisa retak krn overheat, atau bisa juga dari perpak nya)...klo cmn sealnya aja sih murah, ga nyampe 300 rebu dah tmasuk ongkos bongkar, tp klo sampe blok mesin ato bahkan perpak, wah bisa turun mesin penuh atau setengah tuh.

4. Lihat kabel2 nya, keliatan tratur atau awut2an...sekalia coba buka box sekring yg deket aki, disitu bisa keliatan, singa yg masih sehat biasanya daleman tuh box masih bagus, ga ada bekas2 gosong, dan semua nempel pada tempatnya. Klo dah awut2an, kabel nya ga karu2an, apalagi dah banyak yg tempel2an, nah kemungkinan besar tuh kelistrikan dah banyak yg di jumper (bypass)...probabilitas untuk konslet kedepannya bisa besar.

5. Yg laen ada yg mo nambahin ?

sektor interior dan eksterior

Sering orang nganggap sepele soal bodi dan interior, selama mesinnya sehat...pendapat ini bisa keliru juga. Kadang, benahin sektor ini bisa nguras kantong lebih dalem daripada benahin sektor mesin.

1. klo interior sih ya standar aja lah, bersih dan rapi karena emg ownernya apik, atau karena abis di salon, bisa keliatan kok...misal, bodi nya kinclong dalemnya jg kinclong, tapi ada bbrp bagian yg masih ada jamurnya, atau ada bbrp bagian yg masih kotor, nah brarti blm di salonin, klo sekira kondisi nya kok perfect banget, ga ada jamur atau baret2 alus, nah itu abs di salonin deh..

2. cek semua panel2, lampu-lampu, kelistrikan kaya power window, electric mirror, dsb.. masih normal ga...ama shift knob, biasanya shift knob tuh yg paling sering ancur ( bentuknya dah jelek, ngelupas di sana sini.

3. klo soal bodi, coba buka tutup pintu2 nya satu persatu, suaranya masih manteb atau dah cempreng kaya kaleng rombeng. klo cempreng, kemungkinan karet2nya dah pada getas, or worst, bekas nabrak, trus di kenteng.

Sekalian di ketok2 deh sepuasnya tuh bodi, dengerin bener2...klo bunyinya dah kaya bunyi ngetok tembok rumah, tuh brarti dempulannya kelewat tebel...mkgn tuh mbl bekas tabrakan, trus ga bisa balik mulus, akhirnya di dempul biar mulus lagi. dempul tuh kaya plester semen, coba liatin rumah yg di plester ama yg dibiarin keliatan batu bata nya, keliatan lbh mulus mana? nangkep kan intinya?

4. cek semua lampu2 (depan, sein, ama belakang) nempel pada tempatnya, atau nempel agak miring, atau nempel asal2an....klo nempelnya ga sempurna, kemungkinan besar masangnya ga bener, atau bahkan bodinya yg dah ga sempurna (abs tabrakan)

5. liat cetnya belang apa nggak, caranya, selaen ngeliat di tmpt terang (matahari lgsg) bisa jg liat di tmpt yg agak gelap (dibawah pohon/ di garasi) terkadang cet yg belang (karena spet/cet ulang) kadang ga keliatan belang klo di tmpt terang, tapi baru keliatan di tmpt gelap.

6. Laennya biar di tambahin sesepuh disini aja

sektor kaki-kaki
1. Coba teken2 tuh bodi depan ama belakang, klo dia mendelep, trus di lepas dan langsung naek, brarti suspensinya masih ok...klo misal abis mendelep, tapi naeknya lama banget, kemungkinan besar suspesninya dah busuk ( bisa per, bisa shock breaker)

2. bawa ke jalan yg kriting, rasain setirnya, klo setirnya goyang dombret ga karuan, banting kiri kanan, aparat tersangkanya banyak, mulai dari teirod, bull join, bushing arm, ampe lowering arm...klo ini sih wajar yah, mungkin emang dah aus karena pemakaian. tapi klo dpt yg masih bagus, kan lumayan dana masih bisa di simpen bwt jaga2 yg laen. cek juga apakah ada bunyi2an aneh dari kaki2 depan.

3. coba bawa ngebut, trus injek rem agak dalem...rasain di kaki yg nempel di pedal rem, remnya getar2 ga? klo getar, selaen lowering arm, bisa juga cakram nya yg ga rata, atau kampas remnya abs, atau worst case, velgnya dah peyang.

4. untuk kaki belakang, klo di rem agak dalem, bunyi gludug2 ga? klo gludug2,kemungkinan besar karet2 shock nya dah aus, or worst case, as torsinya dah jebol... ( ini yg paling serem, duit bisa abs banyak, plus ga semua bengkel pug jago bwt benerin bagian ini)

5. liat kondisi ban, klo aus nya rata, brarti kaki2 masih normal, tapi klo ban nya makan sebelah, atau aus nya ga rata, brarti ada yang ga beres...prepare aja bwt belanja kaki2. dan berharap klo yg rusak cmn part yg emang habis karena pemakaian, bkn part yg rusak karena kerja yg ga normal.

6. Seperti biasa, point ini buat sesepuh disini klo ada yg mo nambahin...

note: sebenernya masih ada banyak hal lainnya, tapi yg paling sering sih penyakitnya singa2 seken ya yg diatas gw sebut itu...yang lainnya sih standar aja, kaya mo beli mobil jepun.

Untuk part-part yang lazim di ganti untuk singa bekas: kaki2 ( shock breaker, teirod dkk), timing belt, master rem, kampas rem, seal2 mesin-rem-ama kaki2, tensioner2, cranksahft pulley (pulley damper), fan belt, oli mesin, filter2 oli, oli pwr stering, oli rem, filter bensin, pokoknya yg standar2 aja deh.. untuk harga, cek aja di toko yak, gw trakir ngebengkel dah 6 bln yang lalu, which is, masih harga lama. Untuk yang lain, mohon di tambahin atau di koreksi yah...

radix_kta - 22/04/2010 09:09 AM
#4

Spoiler for Tambah Tenaga Lewat Porting And Polish

Quote:
Original Posted By yunaz_306
Tambah Tenaga Lewat Porting And Polish
Ada banyak cara untuk meningkatkan performa kendaraan kita, tapi salah satu cara yang paling sering dipakai untuk meningkatkan performa kendaraan adalah dengan melakukan Porting n Polish (PnP). Dengan melakukan PnP, tenaga dari mesin mobil dapat meningkat tanpa harus ditambahkan perangkat racing seperti turbo ataupun supercharger, biasanya bermain PnP dapat disebut juga mesin N/A (Naturally / Aspirated).

Porting adalah membentuk kembali lubang intake dan exhaust cylinder head agar volume udara dan bahan bakar yang masuk jadi bertambah besar dan lebih bebas hambatan. Sedangkan polishing adalah menghaluskan bagian-bagian yang sudah diporting dan bagian lain dari mesin agar hisapan udara dan BBM yang masuk jadi semakin lancar.

Performa Mesin Meningkat
PnP sendiri adalah suatu pekerjaan tangan dengan menggunakan alat khusus (Porting Polish Kits) yang tujuan utamanya adalah memperbaiki efisiensi volumetric suatu mesin untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal dan efisien. Biasanya mesin dari pabrik efisiensi volumetricnya hanya dalam kisaran 70%, tapi dengan PnP efisiensi volumetricnya bisa ditingkatkan menjadi kurang lebih 80-85%.

“Bagian-bagian mesin yang dapat di PnP adalah exhaust cylinder head dan intake manifold. Untuk menghilangkan bekas paking dan juga baret-baret yang ada pada Cylinder head maka permukaan bawah head dihaluskan dengan dipapas. Besarnya diameter Cylinder head yang dipapas tergantung dari kondisi dari Cylinder head itu sendiri, karena semakin banyak yang dipapas akan membuat Cylinder head menjadi makin tipis. Lama waktu pengerjaan lumayan lama bisa sampai 6-8 hari tergantung dari mesin mobil apa yang akan di PnP. Begitu juga dengan biaya pengerjaannya, tergantung juga dari jenis mesin mobilnya juga." ujar Togi, mekanik dari GE Racing.

Jika PnP dilakukan secara presisi atau pengukuran yang benar, efeknya adalah tarikan mesin menjadi lebih enteng, nafas mesin lebih panjang, akselerasi lebih spontan dan konsumsi bahan bakar juga jadi lebih efisien. Ini semua karena aliran bahan bakar dan udara jadi lebih lancar masuk ke ruang bakar, sehingga tenaga lebih besar dan pembakaran sempurna dan bila mobil dikendarai dengan normal bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.Tapi akibat dari PnP yang membuat tarikan mobil lebih enteng inilah, maka kebanyakan orang jadi lebih sering menekan pedal gas lebih dalam, yang membuat konsumsi bahan bakar mobil malah menjadi lebih boros.

GE Racing
Jalan Karang Tengah Raya No. XI-B
Lebak Bulus - Jakarta Selatan 12440
Phone: 021.7655630
Email: [email]info@ge-racing.com[/email]



Spoiler for Mengganti Ban Peugeot

Quote:
Original Posted By yunaz_306
Wah kalau ngga baca ini dulu deh sebelum beli ban

Mengganti Ban Peugeot
Mantan Ketua Jakarta Peugeot Club (JPC) Heru Pensetyobudi mengatakan, ada banyak pilihan untuk mengganti ban Peugeot agar kendaraan tersebut terlihat lebih cantik. Berikut ini tips yang diberikan Ketua JPC kepada pembaca astraworld.com agar tidak salah dalam mengganti ban.

Pertama, membeli ban jangan tergiur pada harganya yang murah. Ada ban yang kadaluarsa karena sudah lama disimpan, meskipun telapaknya masih utuh. Kalau kelamaan disimpan, ban bisa jadi keras dan kering. `Akibatnya ban gampang pecah. Ini yang kerap menyebabkan ban mobil meledak sewaktu mobil berjalan atau saat kelebihan beban,` kata Heru.

Ditambahkan, khusus ban impor, harus dilihat kode yang ada di dindingnya, di mana ada cap DOT (Department Of Transportation). Selain itu harus dilihat pula ukuran ban, nomor produksi, type, dan bahan ban. DOT merupakan standar internasional sebagai jaminan bagi konsumen. Dicontohkan, ada kode DOT 185. Dua angka di depan menunjukkan minggu dan satu angka di belakang menunjukkan tahun pembuatan. Jadi, ban tersebut dibuat di minggu ke-18 atau bulan Maret 1995.

Menurut Heru, mengganti ban pun ada rumusnya. Kalau ke ukuran yang lebih besar, ada istilah Plus 1 Minus 1. Misalnya, pelek asli diameter 14~ profil 75 lebar telapak 195, maka penggantinya adalah 15~ profil 65 dan lebar telapak 205. Dengan demikian ketinggian ban tidak jauh berbeda dari standarnya.

Tapi, kalau diubah ke Plus 2 Minus 2, maka diameter ban akan menjadi lebih besar dari aslinya. Celah spatbor dengan ban menjadi sempit, akibatnya memaksa kita memakai ban profil tipis (misalnya ke 17/235/45). Sisi negatif dari up-grade diameter standar ke 2 tingkat di atasnya adalah BBM yang ikutan boros. Karena, ban besar butuh tenaga ekstra. Selain itu, Long tie rod, ball joint dan saudara-saudaranya akan berumur lebih pendek, dan frekuensi penggantian ban menjadi lebih singkat.

Heru menganjurkan agar para Peugeotmania jangan sesekali menggunakan ban yang berlainan merk, atau memasang ban yang berbeda pada satu poros. Karena, setiap ban mempunyai design dan telapak yang berbeda. Kalau ban yang mereknya berbeda hanya dua, lebih baik dipasang di belakang saja.

Misalnya, 2 ban depan pakai Bridgestone dan 2 ban belakang pakai Good Year. Pada waktu mobil dipacu pada kecepatan tinggi, tidak akan terjadi apa-apa. Bahayanya hanya sewaktu direm mendadak, maka daya cengkeram roda depan dan belakang tidak sama.

Pengaruh lainnya adalah menyangkut kestabilan yang tidak maksimal. Kalau belok, gejala oleng lebih kuat. Apalagi kalau jalan kriting, dan akan lebih terasa kalau melintasi jalanan basah.

Heru menambahkan, ban yang semakin bagus cengkeramannya terhadap aspal (seperti Type VR) akan semakin cepat juga tingkat keausannya. `Nggak percaya? Coba lihat aspal lintasan balap yang sering terlihat serbuk halus. Itu adalah karet ban yang tergerus sewaktu mobil melintas di aspal hotmix atau beton



Spoiler for Kuras Radiator

Quote:
Original Posted By arkanjkt
B1GI02K1 - 306N5 DW8 ENGINE XU10J4R ENGINE XU7JP4 ENGINE XUD9TE ENGINE XUD9 ENGINE XUD7 ENGINE XU10J4RS ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE

DRAINING - FILLING - BLEEDING COOLING SYSTEM

1 - SPECIAL TOOLS

DW8 ENGINE


XUD9 ENGINE XU10J4R ENGINE XU7JP4 ENGINE XUD9TE ENGINE XU10J4RS ENGINE XUD7 ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE


ALL MODELS

[1] filling cylinder (-).0173 .



2 - DRAINING

XU7JP4 ENGINE XU10J4R ENGINE XU10J4RS ENGINE


XUD7 ENGINE XUD9 ENGINE XUD9TE ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE


DW8 ENGINE


XUD7 ENGINE XUD9 ENGINE XU10J4R ENGINE XU7JP4 ENGINE XUD9TE ENGINE DW8 ENGINE XU10J4RS ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE

Carefully remove the expansion chamber cap .


Unscrew the radiator drain plug (1) .

NOTE : for models fitted with air conditioning, place a tube on the outlet to allow the circuit to drain properly .



XU7JP4 ENGINE XU10J4R ENGINE XU10J4RS ENGINE


Open the bleed screws (2), (2a) .


Open the bleed screw (2b) a quarter turn .



XUD7 ENGINE XUD9 ENGINE XUD9TE ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE


DW8 ENGINE


XUD7 ENGINE XUD9 ENGINE XUD9TE ENGINE DW8 ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE

Open the bleed screws (2) .



XUD9 ENGINE XU10J4R ENGINE XU7JP4 ENGINE XUD9TE ENGINE DW8 ENGINE XU10J4RS ENGINE XUD7 ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE


Drain the engine by removing the plug (3) .



3 - FILLING AND BLEEDING THE SYSTEM

Before any re-filling operation, flush the cooling circuit with clean water .

WARNING : check the cooling system for leaks .

XU7JP4 ENGINE XU10J4R ENGINE XU10J4RS ENGINE


XUD7 ENGINE XUD9 ENGINE XUD9TE ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE


DW8 ENGINE


Fit the filling cylinder [1] to the filler opening .



DW8 ENGINE

Open all the bleed screws (2) as well as the bleed valve on the radiator (1) (a quarter of a turn) ( According to specification) .



XUD9 ENGINE XU10J4R ENGINE XU7JP4 ENGINE XUD9TE ENGINE XU10J4RS ENGINE XUD7 ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE

Open all the bleed screws as well as the bleed screw on the radiator (quarter turn) (According to specification) .



ALL MODELS

Fill the circuit slowly with coolant .

Close the bleed screws in the order in which the liquid flows without bubbles .

The filling cylinder must be filled to the 1 litre mark to bleed the heater matrix correctly .

Start the engine .

Maintain a speed between 1500 and 2000 rpm until the end of the second cooling cycle (the cooling fan(s) cutting in then stopping) while keeping the filling cylinder full to the 1 litre mark .

Stop the engine immediately after the second cooling cycle .

Remove the filling cylinder [1] .



XUD9 ENGINE XU10J4R ENGINE XU7JP4 ENGINE XUD9TE ENGINE DW8 ENGINE XU10J4RS ENGINE XUD7 ENGINE XUD9SD ENGINE XUD9BSD ENGINE

Immediately refit the cap and tighten it to the second notch .

dk
radix_kta - 22/04/2010 09:11 AM
#5

Spoiler for Perawatan Accu

Quote:
Original Posted By izul91
ini gw coba tampilin postingannya..

[spoiler="perawatan accu"]Seiring dengan masa/usia pakai accu basah pada kendaraan, lembar
cell accu akan terlapis oleh deposit Sulfat. Semakin tebal deposit
sulfat ini membuat accu semakin rendah performanya. Hingga saking
tebalnya deposit tadi.. akhirnya membuat accu benar-benar mati / soak,
tidak bisa diisi (recharge) lagi. Umumnya .. solusinya adalah harus
mengganti dengan accu baru.
Kita bisa membuat langkah alternatif untuk memperpanjang masa pakai accu basah pada mobil atau motor kita.

Banyak informasi yang di dapat di Internet tentang bubuk EDTA ( ethylenediamine tetraacetic ) .
Bubuk EDTA sendiri umumnya sering digunakan untuk pengawet makanan.
Namun karena penggunaannya ternyata juga bermanfaat untuk merontokkan
deposit sulfat pada cell accu, dibuat EDTA yang lebih khusus dengan
kode Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) . Pada beberapa toko kimia menyebutnya
sebagai “EDTA Teknis“. Saya mendapatkannya dengan harga 33ribu/kg.

Menurut pengalaman teman-teman dan referensi di Internet, khasiat
Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) ini bisa membuat accu menjadi segar
kembali, dan jika rutin menggunakan Na4-EDTA setiap bulannya, dapat
membuat masa pakai accu bisa mencapai 2-3 kali lebih lama.. atau
sekitar hingga 4-5 tahun!

Tentunya ini adalah solusi murah, hemat dan tepat guna.
Mari ber-EDTA…


Kita persiapkan terlebih dahulu adalah:

1. Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) atau (EDTA Teknis)

2. Air Destilasi (Air Aquadest), saya menggunakan air accu botol BIRU. (bukan air accu zuur!)

3. Sendok Teh

4. Gelas

5. Battery Hydrometer

6. Lap untuk bersih-bersih.

http://modupload.com/images/sofl4ymikgwvhwhauaa6.jpg

Sebelum membuat ‘vitamin’, lihat dulu kira-kira seberapa banyak
diperlukan untuk menambahkannya pada accu, sehingga tidak mubazir jika
berlebih.
Pastikan komposisinya terjaga:

Untuk ritual perawatan rutin accu, Siapkan 2-3 sendok teh Na4-EDTA untuk 1 liter air Aquadest

http://modupload.com/images/vitl6liq0y6eobow.jpg

Untuk accu yang sudah soak, siapkan 4-6 sendok teh Na-EDTA untuk 1 liter air Aquadest


Na4-EDTA harus diaduk larut dengan air accu, untuk itu agar mudah, pengadukan dilakukan di luar accu.
http://modupload.com/images/h0f01dv7c288mbc8h13.jpg

Setelah semua siap, mari kita mendekati accu yang akan kita kasih ‘vitamin’ ini.
Setiap lubang / cell, kita lihat kondisinya dengan Hydrometer, saya menemukan ukuran yang berbeda-beda untuk tiap cell.

Cell yang terlihat lebih dekat ke ‘merah’ memerlukan ‘vitamin’ lebih banyak ketimbang Cell yang sehat (hijau).
http://modupload.com/images/e6w3xz93xipo0sh266li.jpg

Tapi tiap Cell tetap perlu dituangkan ‘vitamin’ setiap bulannya agar
deposit sulfat bisa dirontokkan, sehingga performa accu tetap prima.

Tentunya juga.. jika air accu kurang dari level yang dianjurkan, segera tambahkan juga dengan air accu berbotol BIRU.

Wah ternyata rekan saya ada yang accu motornya soak.

Ketika diukur, ternyata menunjukkan voltase dibawah 1 volt!

Nah segeralah accu basah motor ini di-EDTA kan..

Untuk accu yang soak, setelah ditambahkan ‘vitamin’ tersebut,
memerlukan ReCharging (di charge ulang). Dan untuk perawatan bulanan,
kendaraan digunakan seperti biasa saja.
Motor yang accu nya soak sedang di ReCharging… perlahan-lahan nilai voltase accu berangsur naik.


catatan : gw sendiri belum coba, soalnya saya belum bisa mendapatkan bubuk EDTA di kota gw, mungkin ada teman dari semarang yg bisa bantu dapetinnya di semarang, soalnya itu kota terdekat dari rumah gw...

[/spoiler]

Spoiler for bengkel PUG versi indowebster

Quote:
Original Posted By andi_liani
Pak Dhe Radix, coba update yg ini.

http://www.indowebster.com/Referensi_Bengkel_Peugeot.html




Spoiler for Tips Perawatan...Pemanasan Mesin

Quote:
Original Posted By yunaz_306
TIPs PERAWATAN
A. PEMANASAN MESIN
Pada dasarnya, mesin modern yang terawat baik hanya membutuhkan pemanasan
di tempat dalam waktu yang sangat singkat. Waktu pemanasan di tempat hanya
berkisar 10 detik saja pada suhu udara diatas 20 derajat Celcius. Jika suhu udara
dibawah itu, waktu pemanasan di tempat boleh ditambah sekitar 10 detik.
Pemanasan mesin sekitar 2 s/d 3 menit hanya dibutuhkan jika suhu udara membeku
alias menyentuh 0 derajat Celcius atau dibawah itu.
Pemanasan di tempat secara berlama-lama memiliki dampak negatif yang jauh lebih
banyak dibandingkan dampak positifnya:
1. Mencemari lingkungan rumah sendiri;
2. Membuang-buang bensin percuma;
3. Mesin membutuhkan campuran udara dan bensin (Air Fuel Ratio atau A/F Ratio)
yang kaya (rich) pada putaran stasioner/ idle. Campuran ideal 14,7:1 atau yang
dikenal dengan lambda = 1 sangat sulit dicapai pada kondisi putaran stasioner/idle.
Akibatnya jelas, campuran yang kaya akan meng-akselerasi pembentukan kerak
karbon di katup masuk dan ruang bakar mesin kesayangan Anda!

radix_kta - 22/04/2010 09:12 AM
#6

Spoiler for Tips Perawatan....MENGHIDUPKAN DAN MEMANASKAN MESIN EFI


Quote:
Original Posted By yunaz_306
B. CARA MENGHIDUPKAN DAN MEMANASKAN MESIN EFI (Electronic Fuel
Injection) YANG BENAR :
1. Hidupkan mesin dengan pedal gas yang tidak diinjak sedikitpun;
2. ECU (Electronic Control Unit) pada mesin EFI yang masih dingin akan
mengkompensasi putaran mesin secara otomatis, dimana ketinggian putaran mesin
tergantung pada suhu udara luar. Semakin dingin udara luar, semakin tinggi putaran
mesin. Jadi jangan menginjak pedal gas sama sekali;
3. Putaran mesin akan turun secara otomatis. Untuk suhu pagi hari di Jakarta,
biasanya putaran mesin akan turun dalam waktu 5-10 detik semenjak mesin hidup;
4. Mulai jalankan kendaraan perlahan-lahan, jangan di-akselerasi tiba-tiba atau
dipaksa berputar pada RPM tinggi atau pada RPM terlalu rendah. Kisaran 2.000 s/d
3.000 RPM cukup ideal untuk periode pemanasan mesin ini. Ya, mesin Anda masih
butuh pemanasan, namun bukan pemanasan di tempat seperti yang dilakukan
kebanyakan orang melainkan pemanasan sambil jalan!



Spoiler for Italian Tune Up

Quote:
Original Posted By yunaz_306
ITALIAN TUNE-UP
Istilah ITALIAN TUNE-UP berawal dari kebiasaan mengemudi bangsa Italia yang
terkenal temperamental dan senang ngebut. Di jalur-jalur pegunungan Italia, mereka
terkenal dengan gaya mengemudinya yang ala gerombolan kaki berat, pokoknya
bejek gas abis sampai putaran mesin/RPM mencapai batas maksimum (redline)
sebelum mengoper gigi persneling.
Berlawanan dengan persepsi ataupun mitos yang dianut sebagian besar
masyarakat, gaya menyetir ini justru memiliki beberapa dampak positif. Dampak
terbesar adalah menunda/ memperlambat pembentukan kerak karbon di katup
masuk dan ruang bakar. Mesin juga butuh olah raga rutin!
Cara melakukan Italian tune-Up yang benar:
1. Ketika mesin mencapai sekitar 2000-2500 RPM pada gigi 1, segera injak pedal
gas sampai habis;
2. Ketika putaran mesin mencapai redline, segera oper ke gigi berikutnya. Jangan
menahan putaran mesin pada baras redline, ini bukannya mengolah-ragakan mesin
tetapi berusaha memendekkan usia mesin;
3. Ulangi pada gigi 2 dan 3;
4. Lakukan 2-3 x setiap beberapa hari.
Pada kendaraan yang dilengkapi transmisi otomatis, tidak perlu memindahkan tuas
persneling tetapi gunakan posisi D :
* Segera setelah putaran mesin mencapai sekitar 2000 RPM pada gigi 1 segera
injak pedal gas sampai habis;
* Pengoperan secara manual tidak dianjurkan mengingat putaran mesin yang
terlampau tinggi dapat menurunkan keawetan transmisi otomatis;
* Pada tipe transmisi otomatis elektronik, gunakan mode S (sport) ketika melakukan
Italian tune-up
Peringatan sebelum melakukan Italian Tune-Up:
1. Yakinkan bahwa timing belt anda dalam kondisi baik (diganti secara berkala
setiap 50.000km);
2. Oli mesin, transmisi maupun differential (gardan) harus pada level yang cukup
dan kualitas oli yang digunakan juga harus baik;
3. Mesin tidak mengalami detonasi (ngelitik);
4. Jangan paksa mesin Anda. Jangan lakukan Italian tune-up ketika mobil
berbeban/ bermuatan penuh atau sedang berada di tanjakan yang sangat berat




Spoiler for Perawatan Bodi Singa Sexy:

[Quote=Originally Posted by dudunksarap View Post]
Malam all,

Coba sumbang saran yah,

kalo bro mau nyalon sendiri ok juga, yah rekomen produknya APC, mudah, murah, paling tinggal beli lap microfibre (dc rangenya antara 10K-60K tergantung kualitas, klo diace hardwar* banyak kok pilihannya dan kualiatas juga ok).
Klo masih kurang ok, bisa di clay dulu(mahal memang dan harus pake produk pelicin clay-istilahnya lubricant- tapi hasil nya lebih maknyoss dan lebih maksimal) ini namanya udah preparation step.
Kalau mau di susun bisa diliat kayak gini(ini yg ane lakuin):
1. Wash/nyuci, HARUS pake shampo(merk bebas), klo ada dana lebih, JANGAN pake spons tapi pake wash mitt ini lebih maksimal hasil akhirnya nantinya
2. Pengeringan/drying, klo mau gpg pake kanebo(tapi yg bagus yak,ex:aion) atau klo mau lebih maksimal lagi pake absorb mitt(ane lupa namanya, yg pasti dari microfibre dan tidak menimbulkan swirlmark)
3. Claying(with lubrication oil), merek bebas ada meg, smartclay dll
4. Polish, nah ini bahasa kerennya compound/kompon, bisa pake merek apa aja, tergantung selera, klo ane pake smartpolish. aplikasinya pake tangan, bisa juga pake mesin, tapi kalo belum pernah, ati2 nanti malah timbul burn paint akibat cutting yg terlalu dari mesin. pake kompon pasti menimbulkan swirlmark tapi ga terlalu kalo udah claying, mangkanya setelah make kompon direkomen melanjutkan pake wax.
5. Waxing : merek terserah,aplikasi pake microfibre yg kayak kue apem, bisa pake APC(gampang), smartwax, meguiars, atau pake swissvax(mahal bgt), wax yg beredar dsini biasanya mengandung carnauba, nah carnauba ini sifatnya mengundang debu(karena mengandung minyak), mangkanya kenapa setiap kali kita ngewax pasti debu demen bgt nempel dibody.klo mau yg non carnauba base bisa pake yg polymerbase (tdk mengundang debu, tapi hasilnya baru kerasa setelah 6 jam keatas setelah aplikasi-sering disebut curing time)
6. Sealant: nah ini obatnya supaya debu ga cepet nempel di body, bukan sealant lem yak...hehe....istilah aja, byk kok produknya mulai dari APC,MEgs, smart.terserah, tergantung selera dan kantong masing2.

pfffffft, sori yak klo jadi panjang lebar, kalo mau cepet kinclong dan buru2 kerumah pacar,pake produknya APC(detailer),OPTIMUM (wax polymer base). semacam UQD di MEgs.

satu lagi, ane ga rekomen pake produknya Turtle wax, susah penggunaannya, istilahnya playtime nya sangat cepat(playtime=jeda waktu antara wax yang baru di aplikasikan ke body, sampai wax mengering), nah klo masih baru nyoba ngewax/nyalon sendiri mending jgn pake wax ini, nanti pasti kapok, badan babak belur, pegel2 kayak abis diinjek tronton, krena klo si kura2 udah kering, harus ada aplikasi water mist(semburan air ) ke tempat yg mengering. no offence bagi penggemar wax cap kura.

semoga membantu.
[/quote]

Spoiler for About Torsion Bar & Torsion Beam
[/quote]
radix_kta - 22/04/2010 09:13 AM
#7

Spoiler for Repair Jam 406

[Quote=Originally Posted by dudunksarap View Post]
Pakde,bude, broder2 semua

Mungkin ada yg py pug 406 d8 and lampu jamnya mati, mau beli jam baru mahal bgt,beli bohlamnya susah,nah kemarin sore ane coba2 ganti lampu jam tsb,udah beli soket lampu+bohlamnya di DTMF yang udah ada kabelnya, ternyata pake bohlam 5w(bohlam colok,yang kakinya nekuk/seperti bohlam di lampu plafon) terlalu panas akhirnya bagian dalam jam ada yg meleleh...hikshiks.
Ane kemudian experimen pake LED dan ternyata berhasil, modalnya ga sampe 5K(buat beli led+resistor).

bahan yg diperlukan:
1. Lampu led biasa(warna bebas,rekomen putih)
2. Resistor yang nilainya diatas 470 Ohm, udah diitung utk 1 buah led bertegangan 3.3 Volt yang akan dipasang ke sistem yang tegangannya 12V(aki).
3. solder+timah

cara membuat :
1. Rangkai dan solder led dengan resistornya (resistor nempel di Kaki positif LED).harus dibungkus biar aman(pakai solatip atau selang bakar ukuran 2/3), usahakan sampai bagian pantat LED bungkusnya.
2. Dari resistor tambahkan kabel secukupnya.
3. dari kaki LED yang negatif juga tambahkan kabel secukupnya.

Dari tiga langkah diatas sudah didapatkan rangkaian utk Bohlam pengganti lampu jam yg koit.

kemudian:
4. buka dengan sangat hati2 jam yang ada di dasbor, pakai obeng tespen(ingat jam ini sangat mahal-utk sebuah jam).lihat bagian samping ada rumah bohlam(warna hitam)-kalo masih ada. atau kalo spt py ane ada tiang besi kecil 2 buah, tiang kecil ini harus dicopot biar aman, tarik aja pelan2 atau dipotong pake gunting kecil
5. setelah terbuka, akan terlihat bodi jam+soket blakang yang py 4 kabel kecil.
6. Buka soket kabel yang nempel di jam(soket ini tidak mkn terbalik karena py jalur sendiri di bodi jam),lihat bagian bodi samping jam ada rumah bohlam(warna hitam)-kalo masih ada. atau kalo spt py ane tinggal ada tiang besi kecil 2 buah, tiang kecil ini harus dicopot biar aman, tarik aja pelan2 atau dipotong pake gunting kecil, kalau mau bongkar jam nya juga bisa tapi agak2 ribet dan harus ditempat yang terang+dimeja(ada per kecil sekali, jumlahnya ada 4 yang menghubungkan antara soket dan sistem elektronis dari jam). Oh iya jam ini ada 4 bagian, bagian pertama terminal penghubung antara soket dengan jam, bagian kedua PCB dari jam, bagian ke3 lempeng digital(ga tau nama electronicnya) ada karetnya digitalnya juga, dan yang keempat bagian casing depan yang melengkung(ada 2 buah tombol pengatur menit dan jam).buka bagian kedua yaitu pcb jam nah terlihat 2 buah tiang besi yang tadi harus dicopot, copot dua-duanya(tdk diperlukan karena ini besi utk sumber arus bohlam bawaan mobil), terus dipasang lagi , jangan lupa memasang 4 per kecil di terminalnya. oh iya ada juga kertas putih yang harus dicopot, letaknya ada di blakang layar penunjuk angka jam, kalau ini ga perlu buka tinggal pake pinset juga bisa(tapi pelan2 yah), klo ga dibuka ga bakal tembus cahaya LEDnya, ulasan ada di bawah.
7. soket jam ini berwarna coklat
8. ada angka 1,2,3,4 d soket...ini yang krusial...karena apabila ingin lampu jamnya nyala ada di nomer soket ini.
9. Utk sumber tenaga dari lampu pengganti yang ingin kita pasang ada disoket nomer 2 dan 3 (positif+/Negatif-)
10. sambungkan kabel dari led (menurut kutubnya) ke soket nomer 2 (+) dan soket nomer 3 (-) melalui bagian blakang soket atau boleh dilukai sedikit kabel2 yang ada disoket baru disambung, hati2 karena kabelnya sangat dekat, utk amannya mending dicopot aja dulu kabel negatif di ACCU./aki. kalaupun mau nekad juga ga apa2 paling2 sekring di fusebox dalem ada yang putus (nomer 27/25??ane lupa-nilai 10A)
11. setelah tersambung jangan lupa ditutup antar sambungannya biar aman, juga sambungkan soket coklat tadi ke tempatnya.
12. coba tes dulu (pasang kembali kabel negatif di aki) dengan cara kunci kontak diputar sekali(tanda aki menyala), kalau benar lampu led akan menyala. matikan kembali kunci kontak.
13. baru setelah semua benar masukan led tadi kedalam jam (ada lubang tpt lampu disamping bodi jam)
14. jangan dalam2 masukan bohlamnya.karena efek pencahayaan dari LED lain dengan bohlam biasa, LED cenderung kedepan, jadi atur aja gimana yang nyaman, ini kenapa ane mengharuskan melepaskan kertas putih diblakang layar penunjuk angka di jam.
15. pasang kembali jam ketempatnya.

Ok semoga bermanfaat, sori penjelasan puaaanjang bgt..hehee
[/quote]


Spoiler for PUG Part Catalogs

[Quote=Originally Posted by b0813y View Post]
Akhrinyaaa... kelar juga...

nih complete link list-nya:

http://rapid*share.com/users/PDHA16

Instruksi:
1. Un-rar file-nya... hasilnya akan dua file .iso (CD image file)
pass:

peugeot


- CD-install.iso
- CD-part1.iso


2. Burn kedua file tersebut ke 2 CD terpisah (atau kalo mau save CD, bisa di mount aja pake virtual drive kaya "Daemon Tools Lite")

3. Berikutnya install catalog reader-nya dulu
- Masukin/mount CD yang diisi "CD-install.iso"
- Jalanin [CD-ROM drive]:CdprGo.exe
- klik "Go"

4. Catalog reader akan terinstall di "C:APPCDPR", jalanin "Consult.exe" dari situ

5. Masukin CD yang isinya "CD-part1.iso". Diaplikasi part catalog, klik yang gambar singa ditengah


klik "validate"

6. Selamat menikmati deh...

!!! Hanya ada untuk 106, 206, 307, 406, 607 dan 807 !!!
Untuk seri lain, sepertinya perlu CD part bagian yang lain...

[Spoiler= Advance config pake virtual drive]

Khusus kalo pake virtual drive dua2nya (install dan part CD), butuh edit dikit buat konfigurasi file-nya

1. Setelah install catalog reader, edit file "cdpr.ini", ada di "C:APPCDPR"
2. Tambahin konfigurasi cdpath-nya supaya nunjuk virtual drive, bukan default CD-ROM


ganti "Z" sesuai dengan virtual drive letter
3. Mount CD-part1.iso, baru jalanin "Go.exe" dari C:APPCDPR

Monggo ijo2-nya ngga nolak kok.... (CCPB mode: ON)
[/spoiler][/quote]


Spoiler for Peugeot e-book

[Quote=Originally Posted by Fr3Nc3 L10n View Post]
Pagi........

Bagi2 link lg ah........

206-406 Repair Manual :

Quote:
http://rapid*share.com/files/1733056...nual.part1.rar
http://rapid*share.com/files/1733016...nual.part2.rar
http://rapid*share.com/files/1733188...nual.part3.rar
Hayness 306 Service and Repair Manual :
Quote:
http://rapid*share.com/files/1677609...eugeot_306.rar
Hayness 405 Service and Repair Manual
Quote:
http://rapid*share.com/files/9525105...ual_Haynes.pdf
206 Manual :
Quote:
http://rapid*share.com/files/9524932...06_Manual_.pdf
Hayness 307 Service and Repair Manual:
Quote:
http://rapid*share.com/files/2061626...and_Diesel.pdf
Electrical 205, 307, 406 , 807
Quote:
http://rapid*share.com/files/1135185...guage_1634.rar
Hayness 406 D8 1996-1999 Service and Repair Manual (Not Diesel and Automatic)
Quote:
http://rapid*share.com/files/1484807...rar.htmlhttp://rapid*share.com/files/1484849...part2.rar.html
Hayness 406 D9 1999-2004 Service and Repair Manual
Quote:
http://rapid*share.com/files/8765844...part1.rar.html
http://rapid*share.com/files/8765844...part2.rar.html
http://rapid*share.com/files/8765845...part3.rar.html
http://rapid*share.com/files/8789388...part4.rar.html
http://rapid*share.com/files/8790319...part5.rar.html
http://rapid*share.com/files/8791302...part6.rar.html
Hayness Technical Data for Peugeot under 1999

http://rs402.rapid*share.com/files/4..._Data_book.zip

Semoga bermanfaat

PS :
Tanda * nya diilangin dulu.........
[/quote]
radix_kta - 22/04/2010 09:15 AM
#8

Spoiler for Cara Bongkar/Pasang Fascia Panel 306 N3

[Quote=Originally Posted by aderwinto08 View Post]

Dear all,
Berikut step by step untuk melakukan bongkar / pasang facia panel 306 N3, kebetulan tadi saya melakukan penggantian lampu pada control A/C.

1. Langkah pertama, lakukan pelepasan bagian facia panel paling bawah, bagian ini bisa dibuka hanya dengan mencongkel menggunakan obeng (-) yg tipis dan lakukan dengan hati2 (pada bagian yg dilingkari KUNING).

2. Setelah bagian facia bawah terlepas, berikutnya melepas Head Unit beserta dudukan head unit dari facia panel. Biasanya kaitan HU ada di sisi kiri dan kanan dan di congkel menggunakan plat yg biasanya tersedia ketika membelu HU (pada bagian yg dilingkari HIJAU)

Berikut penampakan sebelum dan setelah facia bawah dan HU terlepas



3. Ketika HU dan facia bawah terlepas, berikutnya melepas facia tengah. Pada bagian buka baut 8" yg berada di balik lobang HU menggunakan kunci pas 8" (pada bagian yg dilingkari HIJAU), setelah baut terlepas, lanjutkan melepas baut bintang pada bagian dekat jam (pada bagian yg dilingkari HIJAU), setelah terlepas, lanjutkan melepas baut pada bagian jam (pada bagian yang dilingkari MERAH). Perlu diperhatikan, ingat baik2 bentuk baut2 nya, karena ukurannya berbeda. Kemudian melepas facia tengah denga mencabut pelan2 panel di tengah2 cluster A/C (pada bagian yang dilingkari BIRU).



4. Setelah semua facia panel terbuka, maka akan tampak seperti berikut



Untuk melepas cluster A/C, buka ke empat bautnya (pada bagian yg dilingkari KUNING) menggunakan kunci bintang.

5. Setelah terlepas ke 4 baut nya, kemudian miringkan ke belakang cluster A/C, maka akan tampak 2 buat kawat berwarna KUNING dan HIJAU. Kawat ini berhubungan dengan switch flap A/C, lepas dengan sangat hati2 agat part plastik nya tidak patah, gunakan bantuan tang lancip untuk melekas kawat dari dudukannya. Setelah terlepas, lepas soket cluster yg ada di sisi kiri bada bagian belakang, hati2 dalam melepasnya.



6. Setelah seluruh facia panel terlepas, dan cluster A/C terlepas, maka akan nampak seperti berikut



Perhatikan soket yang di lingkari KUNING soket ini tidak terpakai pada N3 dan soket ini terhubung pada bagian paling kiri, soket dilingari BIRU soket ini merupakan soket defoger pada N3, dan terhubung dengan tombol defoger, soket berwarna putih dilingkari HIJAU soket ini terhubung dengan tombol tail fog lamp, dan terakhir soket dilingkari MERAH, soket ini terhubung dengan tombol hazzard. Perhatikan urutannya, jangan sampai ketika pemasangan terbalik posisinya.

7. Setelah cluster A/C terlepas, untuk membuka dan mengganti lampu yg ada di dalamnya, congkel dengan pelan2 dan hati2 pada klip (bagian yg dilingkari KUNING)



8. Setelah terbuka, hanya terdapat 2 buat bohlam cabe (bagian dilingkari MERAH) dan setelah di lihat ternyata bohlam nya PUTUS.



Untuk proses perakitan kembali, ulangi langkah diatas, tapi dimulai dari urutan paling akhir, dan perlu diperhatikan, karena parts facia panel ini terbuat dari plastik ABS dan sudah berusia diatas 10thn, maka dalam melakukan pengencangan baut2 JANGAN terlalu kencang, mengindari drat baut dol ataupun bagian yg retak dan pecah. Dan pastikan anda memiliki banyak waktu luang, karena butuh kesabaran tingkat tinggi dan ketelatenan dalam mengerjakannya.

Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Salam

DIY NNN
[/quote]


Spoiler for Pug 806

[Quote= Originally Posted by assa2 View Post]
Waduh, kok dibilang racun

Jadi gini OM, sebelum ke yang baik baiknya dulu mending yang jeleknya dulu deh..

Banyak temen yang di 806 nya udah ada 1 biji 406D8, bahkan udah ada yang didalemnya ada D9 Jadi ya kudu berpikir masak masak OM. Disini ada OM Yusuf, ada di Boyolali, 806nya 16V mulus banget. Tapi sebagai penguatnya ya sekali naik 806 dah males naik mobil lain. Jadi rata rata walau dah masuk 1 biji D8 tetep aja dipiara bego ya.... ya gitu lah kadang make 806 jadi gak rasional.

806 ada 2 versi 8 valve degan kode mesin DW10ATED, dan versi 16 Valve kode mesin DW10ATED4. yang 16 Valve tidak bisa dibilang DOHC karena memang beda dengan DOHC. JAdi mekanisme di 16 valve itu timing belt menggerakkan camshaft gear yang hanya satu, kemudian camshaft gear ini menggerakkan 2 cam melalui rantai. Jadi yang diganti bukan hanya timing belt tapi juga ada rantainya. yang 16 Valve itu bisa dibilang produk gagal karnea hanya ada di 806 th 2001 pertenagahan sampai 2002 saja. Generasi HDI berikutnya tetep pakai 8 Valve dan 16 Valve DOHC, jadi konstruksinya beda dengan 16Valve di 806. Cari parts copotan di luar negeri juga susah banget kalau yang 16 valve.

Mesin yang sama (8Valve) dipakai di 307 Sporty Hdi dan 307 SW HDI. Perbedaan cuman di engine management dan intercooler yang merupakan perlangkapan standar 806. Karena pakai intercooler dan boost controlled by ECU maka boost turbo di 806 di set di 1 bar (1.1 bar max) sementara kalau di 307 HDi baik SW maupun Sporty boost turbo di set di 0,7 bar. Padahal kedua seri tsb menggunakan turbo dari garett dari keluarga sei 15 artinya bisa di set max sampai 1.5 bar.

Sekarang yang bagus nya ya.

Mesin DW10 di HDi itu punya potensi yang luar biasa untuk dikembangkan, beda dengan mesin EW atau XU. Dengan kondisi standar nya saja (tanpa ganti cam, ganti turbo, ganti intercooler ganti fuel pump, high pres pump, punya kemampuan untuk menghasilkan power sampai 147 KW (sekitar 190 HP) dengan torsi sampai 450 NM..d an itu sudah dicapai di 2000 rpm, makanya kalau cuman sekedar spin gak perlu sampai rpm tinggi. Stadandar engine management nya membatasi sampai 110 HP untuk 806 dan 90 HP untuk 307 HDi. Jadi bisa dibayangkan modifnya cuman di sisi elektronik saja sudah memberikan hasil yang signifikan, belum lagi kalau berani naikin boost turbo... he he he makanya sekarang mau dipasang EGT sensor, biar tahu sampai batas aman nya

System commonrail turbo diesel intercooler dan Boost controlled by ECU di 806 memberikan kurva tenaga dan torsi yang sangat bagus dari muai start sampai red line makanya kalau cuman nyundul 406 putih sih gampang, apalagi pakai alasan geter di 140 kpj )

OK OM, dah kepanjangan ya, nanti sambung lagi deh untuk kondisi indonesia...

Salam

A
Quote:
Originally Posted by assa2 View Post

Kembali ke leptop...

pas 806 masuk indoenesia teknologi ini sangat awam bagi menaki indonesis walau mekanik peugeot sekalipun. Mobil lain sejenis masuk via IU juga udah pada ancur, sebut saja BMW X5 4.4D atau ML270CDI. Dulu semua rata selalu bilang gara gara solar busuxx... kalau sekranag masih ada yang bilang gitu ya suruh kelaut aja hal lain adalah dibilang elektrik.. sebenenrya ini karena si engine check sering nyala, jadi dibuilnag elektriknya rewel, padahal dengan nyalanya engine check itu berarti si sensor masih ngasih info, dan ini pertanda elektrik normal. Jadi inget jaman dulu, pedal gas error, h bukan diganti pedalnya malah kabel nya yang ditarik tarik... dodol juga, habis di riset ya ilang tapi gak berapa lama muncul lagi... pikiran nya mekanik elektriknya rewel... mereka pikir ini mobil elektriknya rumit, jadi apa apa ya dilakukan pendekatan elektrik... mirip jaman orde baru lah...segala persoalan diselesaikan dengan pendekatan keamanan ....TOP memang. Tpi bagaimanapun, pendekatan penyelesaian persoalan yang salah tetep akan membuat akan meledak suatu saat nanti.... liat aja indonesia..... nah 806 juga gitu ) makanya 806 sekrang banyak yang ancur..... tapi untungnya mekaniknya juga mau mengupgrade diri, jadi semuanya bisa diselesaikan walau dengan biaya mahal.



atau yang kayak gini:



serem ya.... bsia bisa kalau dah begini D8 juga bisa muat di 806 ) Maish banyak kok yang serem, ini karena power yang luar biasa tidak dibarengi dengan kehandalam mekanik yang luar biasa juga. Jadi kalau ada yang bilang 806 turbo cepet jebol, dll ya itu karena memang saaat itu belum familiar dengan turbo... dan pendekatan yang salah akan memperparah keadaan. Yang lebih konyol lagi temen yang turbonya jebol bilang kalau habis di cek mekanik turbonya masih baik...lah gimana caranya ngecek turbo masih baik atau tidak. Turbo jebol gak ada tanda tanda nya, yang ada tanda tanda nya turbo meler karena seal nya rusak. Turbo berputar pada 12ribu -50 ribu rpm dan dengan temperatur kerja dari 200 sampai 1200 deg C, biasanya kalau sekali oblak as nya karena putaran segitu dan temperatur segitu gak akan bertahan dalam satuan waktu detik. ya begitu ada tanda, langsung rusak. Kalau dibilang boost turbo berkurang itu jelas karena ada kebocoran dan semua bisa diukur pakai engine scanner.

udah dulu ya..pegel nih.. jadi gimana masih pingin 806 ? ) kalau masih pingin, nanti dibahas bagaimana merestorasi performa 806 dan bagaimana meningkatkan performa 806.

Salam

A
[/quote]

Spoiler for Review 406
radix_kta - 22/04/2010 09:16 AM
#9

Spoiler for Sekelumit Matic Pug

Quote:
Original Posted By Izul91]
weleh2.. lg ramai masalah pelumas nih, olie buat matic & mesin.. muantabs.. gw mau sok tahu ah... hehehe..
dr beberapa sumber pd dasarnya harusnya matic itu maintanance free kok.. tapi dr berbagai hal di lapangan, ternyata utk matic kita yg msh termasuk edisi lama yah mau gak mau tetep hrs di maintain jg..

buat oli kl kita sdh pakai yg ESSO LT/ZF LT.. LT = Life Time, so hrsnya gak perlu cepat2 kuras.. ngabisin duit aja.. hehehe.. tp tetep hrs kita cek ketinggian oli (kurang or tidak), warna (byk serbuk2 gram or tdk) & wanginya (wangi oli or wangi kebakar)..
gw pernah kuras oli utk mbl lain sih, pakai alat kyk cuci darah.. jd satu selang buat olie keluar, satu lg buat olie masuk.. utk kapasitas olie 8 ltr, wkt itu gw habis 12 ltr.. biaya itu alat gak mahal kok, wkt itu gw cuma kena gocap doang.. belum lama gw tanya lg dah naik jd 75rb..
utk pug, masalahnya pipanya besi.. jd hrs bengkel yg pernah kuras buat pug, jangan yg br pertama krn buka pipa besinya agak ribet !!

umumnya msl buat pug, kurang tekanan olinya akibat bodyvalve kotor or selenoid krg bagus.. itu mah gak mahal.. bersihin bodyvalve di uden cuma kena dc 250rb..

ini ada rangkuman yg gw ambil & edit dr seseorg bernama "volvo tua", semoga bermamfaat.. kita bahas masalah2nya aja, kelebihannya cuma bisa kita rasakan (yg pakai manual pasti ngiri rasanya jln2 di jakrta ini.. hehehe..)

oiya, buat yg suka ngebut.. fyi, hampir semua kegiatan balap (kecuali mungkin WRC) semua memakai gearbox matic loh !!

[Spoiler= serba-serbi matic ZF]

ZF dibuat oleh perusahaan Jerman (singkatannya Zahnradfabrik GmbH).
transmisi otomatis 4 speed tanpa overdrive (sehingga gigi empat dianggap sebagai overdrive)

punya kelemahan. :
sering ngadat valve bodynya, sehingga tidak bisa oper ke gigi empat, olinya sering bocor dan kalau pelor-pelor di valve bodynya sudah aus, jalan langsam jadi tersendat-sendat.
mudah terkikis platnya sehingga tenaga terasa lemah (ini karena sistem kompresi dalam valve body ZF yang langsung memberikan tekanan oli yang kuat pada plat begitu mesin dihidupkan dan tekanan oli yang kuat akan terus terpancang selama mesin hidup, bahkan beberapa menit setelah mesin dimatikan). Hal ini yang menyebabkan ZF lebih lembut perpindahan giginya, tetapi dianjurkan agar mesin tidak di gas hingga putaran di atas 2000 RPM dalam keadaan mobil berhenti dan tidak sering dibiarkan dalam keadaan mesin hidup, tetapi mobil tidak berjalan. Ini tentu tidak cocok untuk Jakarta yang sering macet total berjam-jam.

produsen tarnsmisi otomatis tersebut sudah menerapkan teknologi maju dengan membuat transmisi otomatis 5 speed, 6 speed hingga 8 speed.

Kelemahannya, transmisi ini dikendalikan secara elektronik (memiliki beberapa solenoid untuk mengatur aliran oli dalam valve body), sehingga kalau salah satu solenoid yang tidak berfungsi (bisa hanya disebabkan kabelnya lepas), maka fungsi transmisi akan terganggu (misalnya, transmisi terkunci di gigi tiga dan tidak bisa dipindahkan ke gigi lainnya).

Kalau mobil sudah dipakai cukup lama (beberapa tahun atau lebih dari 200.000 km) transmisi ini perlu dirawat, kalau tidak, maka akan timbul beberapa masalah, seperti pengoperan yang tidak sempurna, plat cepat gosong atau bahkan macet. Biasanya montir di Jakarta sering pusing menangani kerusakan transmisi otomatis yang electronic controlled.

Pada mobil modern, transmisi otomatisnya dibuat bebas perawatan, dengan menyegel transmisinya / tidak ada pipa pengisian oli transmisi (sealed). Oleh sebab itu, kelemahan transmisi ini, jika rusak biaya perbaikannnya sangat mahal (bisa mencapai puluhan juta rupiah) karena pihak dealer biasanya menyarankan agar gearbox diganti keseluruhan (kondisi ini seringkali ditambah dengan tidak disediakannya spare part untuk transmisi otomatis yang sealed). Namun demikian, kelebihannya, transmisi seperti ini memang sudah dirancang untuk tahan lama, sejauh penggunaannya normal (tidak dikasari) dan tidak akan mengalami kebocoran oli (karena sudah disegel).

Soal perawatan dan ketahanan, sebenarnya transmisi otomatis lebih praktis dan tahan lama dibandingkan yang manual. Musuh terbesar transmisi otomatis adalah panas yang berlebihan (overheating). Jika ini terjadi, maka temperatur dan tekanan oli dalam gearbox dan valve body akan sangat tinggi, sehingga akan menjebol berbagai seal penahan yang ada disekeliling gearbox dan merusak katup yang ada di valve body serta bahkan menggerus plat penggerak gigi atau membuat drum pengatur putaran gigi menjadi gosong.

Kondisi Jakarta sebenarnya sangat menyiksa transmisi otomatis, karena suhu udara yang tinggi (iklim tropis) dan kemacetan yang berlangsung lama, sehingga transmisi lebih banyak bekerja secara idle (sistem berputar, tekanan dan temperatur oli tinggi tetapi sirkulasi lambat dan pendinginan tidak optimal, karena dalam konsisi macet radiator tidak mendapat tiupan angin yang cukup).

Oleh sebab itu untuk membuatnya awet, perlakukan secara baik, misalnya selalu mengontrol oli transmisi (kecuali pada transmsi yang sealed) agar jangan sampai kurang, karena akan sangat mudah menyebabkan overheating (alam tropis dan penggunaan di situasi macet akan menimbulkan penguapan oli, walupun oli ATF memiliki titik didih yang sangat tinggi). Penggantian dan pengecekan kebocoran oli juga sangat dianjurkan dilakukan secara rutin. Periksa juga warna oli dan baunya (untuk mendeteksi kemungkinan tercampurnya air radiator atau tergerusnya plat). Lakukan juga penggantian saringan oli transmisi (oil screen) setelah dua atau tiga kali mengganti oli.

Selalu periksa kondisi radiator, karena biasanya pendingin trasmisi (cooler) diletakkan pada radiator. Transmisi yang memiliki cooler yang terpisah, pendinginan olinya akan lebih baik. JIka diperlukan, dapat diberi kipas pendingin (extra fan) tambahan pada radiator, agar radiator tetap mendapat pasokan angin pada saat mobil tidak bergerak di kemacetan.

Tidak perlu takut menggunakan transmisi otomatis, karena jika dirawat dengan baik, maka transmisi otomatis akan dua atau tiga kali lebih awet dan tidak mudah rusak dibandingkan dengan manual (penggantian plat dilakukan setelah dipakai lima tahun lebih atau di atas 200.000 km).
[/spoiler][/quote]

Spoiler for Peugeot Online Part Catalog

[QUOTE=b0813y

Peugeot Online Part Catalog

http://public.servicebox.peugeot.com

gara2 bazaar, semua pada bingung nanya part ini apaan? ini yang kiri apa yang kanan...? ada ini ngga? ada itu ngga?

nih sumber contekan yang bisa dipake...

1. Register aja (free kok), nanti setelah register akan dapet User ID

2. Log-in

3. masukin VIN pug elo... VIN (8 karakter) pug dimulai oleh VF3XXXXXXYYYYYYYY
dimana
VF3 adalah kodenya Peugeot
XXXXXX seri mobil/jenis mesin/jenis body/jenis transmisi/teknologi mobil
YYYYYYYY nomor seri mobil
kalo buat 406 D8, VIN ada di plat yang ditempel di depan mobil, posisinya ada kanan depan, deket lampu depan kanan

4. Kalo ngga nemu nomor VIN, masukin aja random VIN number (misalnya pake VF38BR6A412345678), ntar di kasih kalo VIN itu "unknown vehicle"

5. dari situ tinggal browsing2 deh part2 berdasarkan lokasi part tersebut... bisa juga search klo emang udah tau part number-nya, tapi pengen tau part tersebut bentuknya gimana...






** FF mode: ON **
Cendol dong...?????

*** boleh nih di pindah ke pejwan pak dhe... ***
radix_kta - 22/04/2010 09:18 AM
#10

Spoiler for HID

Quote:
Original Posted By assa2
Kira kira gini penjelasan HID.

HID singkatan dari High Intensity Dischage, suatu teknologi baru dalam bidang lampu otomotif. Tidak seperti lampu pijar (Halogen juga lampu pijar), lampu ini menggunakan gas yang dipijarkan sehingga muncul cahaya. Cahaya itu akibat dari locatan dan pijaran elektron dalam tabung yang berisi gas Xenon (Xe). Supaya gas itu bisa berpijar dan menghasilkan cahaya, maka butuh tegangan sangat tinggi supaya elektron dalam gas tsb bisa bergerak. Biasanya tegangan yang diperlukan adalah sekitar 23 ribu volt. Maka dari itu lampu HID butuh pembangkit tegangan yang dinamakan ballast. Ballast ini berfungsi untuk menaikkan tegangan 12 V DC menjadi 23000 Volt DC. Karena bekerja dengan tegangan yang sangat tinggi, maka arus (ampere) yang dibutuhkan menjadi sangat rendah, ini mengakibatkan panas yang dihasilkan juga sangat rendah (rumus panas yang dihasilkan adalah R x I^2 x T, dalam joule). Tingkat keterangan dari lampu dihitung dalam Lumens sementara jenis cahaya yang dihasilkan disepadankan dengan Kelvin. Kelvin sendiri adalah satuan dari panas (suhu) dimana kelvin ini sengaja diciptakan untuk mengakomodasi perhitungan perhitunagn dalam teknik kimia untuk teknologi cryogenic. Kelvin dianalogikan dengan pergerakan elektron. pada 0 kelvin, maka elektron tidak akan bergerak, 0 kelvin setara dengan -273 deg C. Pada setiap tingkatan temperatur, benda akan menghsilkan cahaya, wana dan panajng gelombang cahaya ini kana menunjukkan berapa panas nya. Dalam lampu, warna cahaya ditentukan dari jenis gas yang ada di dalam nya. Satuan yang diambil adalah kelvin (dianalogikan dengan panas ) misalkan 3000K warna akan cenderung kuning, lebih tinggi Kelvin nya akan jadi lebih putih sampai sekitar 8000 K, diatas itu warna akan cenderung jadi biru dan ungu...

Nanti lagi ya, cape nih.....

SAlam

A


Quote:
Original Posted By assa2
Lanjut, buar bacaan iseng siang siang, daripada baca lampu merah cuman buat bikin olah raga bagian bawah.......

Soal Kelvin itu, sebenenrya bisa di analogikan Kelvin = warna, cuman kalau warna kan lebih spesifik sedangkan semua HID ya kalau gak nyala gak warna nya sama semua... kan lucu juga kalau ke toko accesories terus bilang mau beli HID warna pink..... Jauh lebih keren kalau bilang mau beli HID yang 2500K...

Kembali ke Leptop..... Warna yang dilegalkan untuk dipergunakan di jalan raya antara 4300 sampai 5000K dengan intensitas 3000-4000Lumens, ini setara dengan 35 watt. Tapi ya karena indonesia adalah negara illegal, maka agak susah cari yang legal legal disini, lagian yang legal legal kayaknya kurang legit... coba aja tanya OM Gandul... maka agak susah cari yang 4300 - 5000 K, kebanyakan disini dijual 6000 K keatas.

Tiap warna (kelvin) memiliki gelombang cahaya utama yang spesifik dan gelombang ikutan (disebut harmonik) yang mennetukan rasa (opo ya istilah tepat nya..) atau karakter cahaya yang dihasilkan. Jadi misalkan phillips, 6000K belum tentu sama warna nya dengan M-Vision 6000K. Ini tidak hanya berlaku di cahaya, tapi di semua aspek yang berhubungan dengan gelombang. Paling simpel ya suara, walau sma sama disuruh benyanyi dengan nada dasar yang sama, suara tante pina sama suara OM Gandul pasti beda. Itu karena adanya gelombang pengikut (harmonik) tadi sehingga bisa dengan mudah dibedakan suara maho dan macho

Dari penelitian, semakin tinggi panjang gelombang (frekwensi semakin rendah - dalam padanan cahaya berarti semakin kuning atau merah) akan memiliki daya tembus yang semakin besar. Gak percaya... liat aja lampu lampu indikator instrumentasi, pasti warna nya merah atau kuning, supaya mudah dilihat dari jauh. Jadi jangan bego buat ngganti lampu belakang pakai lampu putih kayak motor motor dodol itu. Tapi efek lain nya, mata melihat cahaya semakin merah itu semakin redup, bukan intensitasnya berkurang, mata kita-lah yang lebih peka ke cahaya putih.

Dari sini kita bisa melihat kegunaan masing masing warna spektrum cahaya di bidang otomotif. Unutk lampu kabut, digunakan cahaya yang panjang gelombangnya tinggi, misal yang setara dengan 3500K, ini akan lebih baik dibanding dengan menggunkan 6000K, karena daya tembus akan lebih besar dan gelembung gelembung air dalam kabut akan memantulkan cahaya dengan warna putih semakin besar daripada yang warna kuning. Beda kasus pada jalanan bersalju, salju akan memantulkan warna putih lebih besar, sehingga jalanan akan terasa lebih terang.

Dari sisi reflektor, Reflektor itu dibuat dan dihitung persis seperti antena parabola, sehingga cahaya akan diarahkan menju suatu titik yang ditentukan. Itu sebebnya kenapa Hella itu mahal, bukan karena lampunya, tapi karena reflektornya. Cahaya pada dasarnya gelombang yang memiliki energi besar sehingga akan dipantukan melalui reflektor. Perubahan panjang gelombang akan mempengarhhi kinerja reflektor. Jadi kalau kita melihat (baisanya njess) yang nyebelik karena cahya nya menyilaukan, ya jangan di salahkan, tapi dikasihani saja, dia sebenrnya gak ngeliaht dengan jelas jalan nya, karena reflektornya jadi ngaco kerja nya...kayak TV itu gak pas arah antena nya... jadi sinar yang harusnya jatuh di jalan, berubah jadi jatuh ke depan.... akibatnya ya dimaki mmaki.... mosok gak kasihan liat ada orang bego dimaki maki....

Salam

A


Spoiler for AIC part 1

[quote=azza2]
Th 2006, idenya dari majalah 4WD keluaran australia, belinya di samping
kantor pos Bandung yang banyak buku loakan itu. Di salah satu artikel
tentang extreme offroad, disebutkan bahwa sebagian besar mobil menjadi
powerless gara gara terlalu lama stasioner atau berjalan sangat lambat
dengan beban mesin yang nyaris 100%. Boost Turbo yang besar malah menjadi
momok bagi mobil mobil ini, sehingga setingan normaly aspirated akan lebih
unggul. Medan berat, lumpur nyaris 1/2 ban, antri lewat handycap sementara
AC jalan terus (gak kayak disini ya mobilnya nyaris tanpa atap... jadi gak
perlu AC... tapi ini kan untuk kompetisi sedagkan mereka adalah untuk
penjelajahan (exploration)).

Balik ke kondisi Real di Jakarta, nyaris gak ada mobil tanpa AC di jalanan,
temp udara luar nyaris 40 deg C dan akan leboh kalau macet sing hari. Cek
temperatur udara di dalam box filter udara..... nyaris 60 deg C... gila,
pantes saja mobil pada ngos ngosan kurang napas, beda banget sama kalau
mobilnya baru distart dan jalan dari rumah pagi pagi... 28 deg C. Sesuai
dengan hukum alam fluida gas, semakin dingin temperaturnya semakin banyak
volume nya (semakin padat). Kalau diasumsikan udara itu mengandung 21 %
oksigen, maka lebih dingin udara akan memiliki kadar oksigen lebih banyak,
bukan karena presentasenya berubah tapi karena jumlah udaranya lebih banyak.
Lalu timbullah pertanyaan : Bagaimana memasukkan udara yang lebih banyak ke
mobil ?

Baca baca lagi, liat liat textbook lagi, ada 2 cara memasukkan gas lebih
banyak ke dalam container yaitu dengan cara ditekan (di kompresi) dan
didinginkan. Dengan cara dikompresi yang paling banyak dilakukan, peralatan
sudah tersedia, ada turbo, ada supercharger, dengan cara didinginkan dengan
intercoooler atau dengan gabungan keduanya.. Turbo Intercooler...what a
costy modification ??

Pemasangan intercooler tanpa turbo adalah sia sia, begitu juga dengan
memasang intercooler sebelum turbo. kenapa ? itu karena media pendingin nya
adalah udara luar sehingga intercooler tidak akan bekerja efektif kalau temp
fluida yang akan di dinginkan memiliki temp sekitar atau sedikit diatas temp
udara, ditambah lagi dengan rugi tekanan di dalam intercoolernya. Jadi
masang intercooler tanpa turbo = buang buang duit

Lalu timbul ide, bagaimana kalau pendinginan nya bulan dilakukan oleh udara
luar ? tapi oleh pendingin aktif yang bisa memiliki temp jauh dibawah temp
udara ? Satu satunya yang sangat mungkin adalah menggunakan media
refrigerant. Setalah browsing internet yang ternyata sangat minim
informasinya, lalu diskusilah sama mantan mantan mekanik balap dan mantan
pembalapnya juga, Kebetulan ada beberapa kenalan. Tapi karena background
yang berbeda beda maka suka gak nyambung ( Tapi intinya adalah bahwa
mereka semua sudah penrah berpikir soal ini dan mereka semua sepakat bahwa
udara dingin sangat membantu menaikkan tenaga. Dalam drag race, temperatur
udara sangat berpengaruh pada hasil (karena jaraknya pendek jadi satuannya
seperseratus detik - kliatan beda nya), tapi mentoknya banyak banget jadi
gak pernah diaplikasikan. Paling banter cuman bikin air scoop saja akhirnya
)

Bersambung.....

Sorry kepanjangan...

Salam

Anton
[/quote]
radix_kta - 22/04/2010 09:20 AM
#11

Spoiler for AIC part 4
[quote=azza2]
Media sudah diperoleh, tinggal tantangannya adalah bagaimana mengaplikasikan.

Prinsipnya simpel saja, kalau seandainya pipa yang dingin itu dilewatkan di aliran udara intake maka akan terjadi transfer panas dari pipa dingin tsb ke udara intake, dan seharusnya udara intake jadi dingin juga dengan tanpa mengubah kerja kompressor, kompressor AC tidak akan terbeban lebih karena preesure tidak berubah, ini beda dengan meletakkan seperangkat AC di depan intake, karena jalur freon high press nya di cabang, maka akan butuh tekanan 2 kali supaya tekanan di masing masing cabang sama, ini berarti butuh kerja kompressor yang lebih lagi dan ini akan membuat beban mesin bertambah.

Supaya transfer panas menjadi lebih baik maka harus dibuatkan heat exchager dari jalur freon low press ini. Tantanagn berikutnya adalah berapa dimensi heat exchager yang optimal terus bagaimana kondisi operasi heat exchager yang diperlukan agak dapat di transfer panas sebanyak banyaknya dari freon dingin ke udara intake ? lalau bagaimana mengatasi hambatan (head) yang disebabkan oleh adanya heat exchager ini ?

Ada perbedaan signifikan yang bertolak belakang dari kondisi lingkungan mobil. Pembakaran yang baik butuh aliran turbulen (Re > 10.000) agar terjadi pencampuran sempurna antara BBM dan udara, sementara perpindahan panas yang efisien terjadi apabila aliran nya adalah laminer (Re < 10.000). Corong udara dalam mobil, konstruksi filter dan intake manifold mobil memang dibuat dengann tujuan menghasilkan aliran turbulen.

Perbedaan tekanan karena gerak piston dan udara luar menyebabkan tekanan negatif di sepanjang aliran, besarnya tekanan negatif ini akan menyebabkan besarnya kecepatan alir udara dari luar (tekanan tinggi ) ke dalam mesin (tekanan rendah), semakin besar rasio kompresi, akan semakin besar pula perbedaan tekanan dan semakin besar pula kecepatan lairan udaranya. Untuk mengakomodasi supaya
aliran disepanjang pipa bisa berubah menjadi aliran turbulence, maka desain, lekuk dan model mulai dari pipa sampai intake dibuat khusus. Ada efek negatif dari kondisi ini, semakin besar perbedaan tekanan, semakin besar kecepatan aliran udara, akan meyebabkan semakin turbulen aliran, teteapi akibat sampingannya adalah semakin bengek mobilnya... semakin kurang jumlah udara yang masuk. Untuk itu engineernya memberi ukuran pipa yang lebih besar. Kita tidak akan mengkutik kutik maslaah ini. Memang efisiensi pembakaran tidak berhubungan langsung dengan tenaga, tapi homogenitas
pencampuran udara dan BBM yang baik akan meyebabkan BBM lebih efisien.

Pendinginan secara langsung tidak akan membuat perpindahan panas dari heat exchager pendingin menjadi tidak efisien unutk itu diperlukan suatu modifikasi agar aliran menjadi laminer. Karena jenis aliran sangat dipengaruhi oleh laju kecepatan aliran, dan kecepatan aliran ditentukan karena adanya perbedaan tekanan, maka suapaya sepanjang heat exchager menjadi laminer diperlukan kondisi perbedaan tekanan yang tidak terlalu besar antara diluar dan didalam setelah heat exchager.

Untuk mengakali hal itu maka diperlukan sebuah chamber terbuka sehingga didapat laju alir di dalam pipa tidak berubah, tapi di dalam chamber diusahakan perbedaaan tekanan karena result dari tekanan dalam pipa terhadap udara luar menjadi kecil, sehingga dengan begini kecepatan alir fluida (udara) akan menurun dengan demikian maka efisiensi transfer panas akan menjadi baik.

Bersambung

Salam

Anton
[/quote]

Spoiler for AIC part 5
[quote=azza2]

Dari Hitungan, diambil kesimpulan bahwa laju perpindahan panas dari heat
exchager itu tergantung dari Kecepatan aliran udaranya, nah Kecepatan aliran
udaranya tergantung dari beda tekanan di luar dan di dalam chamber HE (heat
exchanger) tadi. Jadi dalam konstruksinya nanti, ukuran dari chamber ini
akan menentukan laju pendingian nya. Perlu di ingat, terlalu besar
kecepatan udara, akan menyebabkan menurunnya efisiensi perpindahan panas nya
(semakin mendekati turbulen). Berapa idealnya ? wah ini gak bsia dihitung,
karena parameter ini kan yang jadi hasil hitungan, jadi kita mesti
menentukan target by trial. Tapi gak usah terlalu khawatir karena
parameternya adalah temperatur, dan kecepatan udara sangat tergantung dari
rpm, ditambah mobil juga berjalan (berarti ada gaya yang menggerakkan udara)
maka akan didapat variable temperatur yang sangat lebar, so, kalau teori ini
bener, maka tujuan kita usah tercapai, jadi secara alamiah temperatur akan
bervariasi, tempertur akan tinggi (karena kecepatan udara rendah - rpm
rendah) pada saat mobil berjalan pelan dan temperatur akan menjadi dingin
(kecepatan udara meningkat - rpm tinggi) pada saat mobil bejalan dengan
kecepatan tinggi, ini berarti seolah olah mobil akan mendapatkan napas
tambahan pada saat kecepatan tinggi, dimana biasanya mobil akan menjadi
bengek alias kurang napas. Bila memang sesuai dengan teori ini, maka akan
didapat tenaga yang membaik dan merata di jangkah rpm yang lebar dan yang
paling penting... tetep irit

Tahap Konstruksi.

Untuk Uji coba dipakai mobil Taruna CX EFI 2002, lalu untuk heat exchager
dicarilah yang dimansinya mendekati dengan hitungan awal, cari di tukang
loak, akhirnya nemu eveporator esspass lengkap dengan casingnya, ditebus
seharga 100 ribu, terus bawa ke tukang AC buat di cek apa masih bagus atau
dah bocor bocor, ternyata masih bagus. Setelah itu cari lokasi di engine
bay, akhirnya dapat di kiri depan balik lampu depan. Kompensasinya harus
mindah water reservior radiator. Setelah konstruksi selesai, lalu dibuatlah
selang selangnya. Tidak susah hanya mengganti selang asli nya lang direct
ke kompressor dan membuatkan yang baru melewati Heatexchager dulu. Lalu
copot selang asli dari filter udara ke udara luar diganti yang fleksibel
supaya bisa belok ke Heatexchanger. Kondisi mesin tetap, tidak ada
perubahan baik setelan mesin atau yang lainnya. Setelah selsai lalu mulai
isi freon sampai pada tekanan semula. Setelah itu pasang sensor sensor
(sensor temp udara) di dalam cahamber heat exchanger, dan di bawah rumah
filter udara (sebelum fiiter).

Skema pemasangannya sbb:

Udara luar >--- Heat Exchager >----- Filter udara (dan box nya) >-------
intake manifold

bersambung.....


Salam

Anton
[/quote]
radix_kta - 22/04/2010 09:21 AM
#12

Spoiler for AIC part 6

[quote=azza2]
Masih inget banget hari itu sore tanggalnya lupa (sebenernya ada di laptop
yang ilang) September 2006 selesai isi freon langsung nyalakan mesin, normal
normal saja, terus ac nyalakan.... wah suara jadi berubah, jadi kayak mobil
diganti headernya, suara lebih ngebass, cek sana sini semuanya normal,
berarti memang suara mesinnya jadi lebih berat. Habis bayar (kalau gak
salah 350 ribu) terus test jalan, injek gas...wis beda dari biasanya, karean
jalana agak rame ya cuman bisa tarikan tarikan pendek saja.... Wow kesan
pertama... Impresif, fun to drive, tapi ya mungkin ini masalah psikologis
saja, sama kayak habis ganti oli )

Besoknya pasang sensor sensor dengan controllernya, test jalan ke kantor
(route lewat pulogadung). Impresif, semua teori dan hitungan gak terlalu
meleset. Pada rpm rendah, temperatur sebelum filter nyaris gak beda,
sekitar 47 - 50 deg. Naik rpm temperatur turun dan sampai pada 3000 rpm
penurunannya maximum karena sudah sama dengan temperatur kabin... 12 deg C,
diatas 3000 rpm nyaris tak beranjak dari 12 deg C, sesekali nyentuh 10 deg
C, mobil jadi ringan banget, gak serasa bawa Taruna ) Buat nyelip nyelip
di kemacetan jadi lincah.

Uji coba jarak jauh pertama waktu acar JJB ke ciwidey, kawah putih... karena
gak bisa di konek pakai engien scannerku makanya ya terpaksalah pakai mode
manual. Isi fulltank, sengaja gak bareng berangkatnya biar bisa test drive
di cipularang, begitu masuk dari Bekasi barat langung injek gas, wis 140 kpj
gampang dengan mobil muatan 4 orang dan bagasi full, gak berani lebih,
suspensi kurang mendukung, tapi di cipularang gak pindah gigi... 5 terus,
nanjak di ciwidey serasa ringandan yang paling bikin kaget, 2 hari di
ciwidey, kawah putih, kebin strawberry dll lalu pulang, gak isi bensin sama
sekali.... wih rekor nih, dulu cuman dipakai ke Tegal saja gak nyampe 1:10
(.

Tiba saatnya test oleh profesional, dibawa OM CKK untuk test drive...
komennya masih kurang, kayaknya kadang dapet tenaganya kadang kurang, tapi
kalau dibading taruna standar sih dah jauh bedanya. Sarannya suruh cek
kalau perlu ganti fuel press regulator yang variable jadi tetep bisa hemat.
DIa bilang kalau pasng turbo pun harus di ganti fuel press regulatornya dan
remap, kalau gak percuma udara saja yang nambah banyak tapi bensin gak
ditambah sama saja gak ada guna nya.

Penasaran dengan omongannya, aku skip soal fuel press regulator, toh ini
mobil bukan buat balapan, cuman mau naikin efisiensi saja dengan
memanfaatkan energi terbuang. Setelah lihat hasil perhitungan tidak ada
yang salah, kemungkinan besar kesalahan adalah distribusi temperaturnya
(pakai hitungan force convection). Curiga bahwa distribusi temperatur
terjadi anomali (meleset jauh antara hitungan dan kenyataan) psanglah sensor
(walau agak susah) antara sebelum filter, setelah filter dan ujung intake
manifold. Nah disini ketahuan biang keladinya, karena lokasi box air filter
diatas mesin, maka temperaturnya gak pernah kurang dari 40 deg C... wow heat
loss nya banyak banget, apabila gak diaktifkan intercoolernya lebih dahsyat
lagi... antara 60 sampai 75 deg C. Heat Loss terbesar adalah di filter
udaranya. Menggunakan filter standar, selisih temperatur (delta T) nya
utnuk rpm rendah sampai 25 deg C dan untuk rpm tinggi ada di angka 8 deg C.
karena alat untuk mengukur kecepatan aliran dah dibalikin, maka pakai sitim
logika saja, berarti kecepatan alir yang tertahan di filter cukup tinggi
(head) maka seharusnya kalau diganti pakai high flow filter akan lebih baik.
Cari filter model JR gak ada buat Taruna, akhirnya dapet merk JFC.

Untuk mengurangi heat loss juga dipasang heat sealed di box filter pakai
peredam panas yang beli di toko accesories, karena masih uji coba ya yang
tipis tipis saja (3 mm). Pasang semuanya dan test temperatur lagi... wih
sudah improved banget, selisih dari chamber heat exchanger sampai ke intake
manifold max 10 deg C bila rpm rendah dan sekitar 2 deg C untuk daitas 3000
rpm. Sebenernya ini masih besar dan bisa diperkecil dengan menambah heat
insulator lagi.

Setelah test temp OK test jalan... wah ini beneran kaget, injek gas bentar
rpm melejit sampai red line (6800 rpm), pidnah gigi 2 gampang bener bahkan
dengan mudahnya bisa ngerasain rev limiter (di sekitar 7000 rpm) redline
baru pernah sampai gigi 3 di 120 Kpj, gigi 4 dan 5 belum karena kondisi
jalan (mungkin gak bisa kali kalau gigi 5).

Penerapan untuk mobil diesel turbo non intercooler juga sama, sebenernya
intercooler ini memang di desain untuk penggunaan di depan air filter.
Penerapan di mobil Turbo Intercooler agak sedikit berbeda, tapi lebih bebas
karena parameter seperti tidak boleh freezing dan menghitung tekanan agak
butiran air kondensasi yang mungkin terbentuk tidak lagi diperlukan.

Problem utama adalah metode ini karena rrange temperatur udara jadi sangat
besar maka gak akan bisa diterapkan di mobil carburator karena setelan udara
dan BBM nya manual, juga gak akan ada gunanya kalau udara sekitar kita
dingin sekali (misalkan di negara sub tropis).

Alat ini gak ada yang jual dan gak dijual, jadi rekan rekan silahkan membuat
sendiri, silakan berimprovisasi sendiri tapi mohon jangan menjualnya apalagi
untuk kepentingan komersial, Silakan buat sendiri, berimprovisasi sendiri
kalau hasilnya lebih bagus ya silakan di share.

Sorry ya lebih panjang dari biasanya.

Salam...


Anton

[/quote]
wolfenstein - 22/04/2010 09:23 AM
#13

Quote:
Original Posted By radix_kta
wuihh cepek juga ngejang...........


ngapain dipindah2in sih pakde?... kasih link aja buat ke halaman 1 nya jilid 2 dan 3? gak ilang kan ya?
aderwinto08 - 22/04/2010 09:26 AM
#14

wah..dah masuk rumah baru yah.....
pantes tadi buka bookmark terakhir dah di closed

met pagi semua...

selamat datang di rumah baru

izul91 - 22/04/2010 09:26 AM
#15

Quote:
Original Posted By radix_kta
wuihh cepek juga ngejang...........


masak sih TS singa gitu aja sdh capek.. sudah uzur kah..??


oiya, selamat pagi all..!!

radix_kta - 22/04/2010 09:29 AM
#16

Quote:
Original Posted By wolfenstein
ngapain dipindah2in sih pakde?... kasih link aja buat ke halaman 1 nya jilid 2 dan 3? gak ilang kan ya?


gak seru lik....
nanti TS gak ada gawean....

takutnya link part 2 & 3 gak bisa dibuka oom...seperti part 1..
izul91 - 22/04/2010 09:30 AM
#17

Quote:
Original Posted By wolfenstein
ngapain dipindah2in sih pakde?... kasih link aja buat ke halaman 1 nya jilid 2 dan 3? gak ilang kan ya?


iya, kan sudah ada group social (bener nggak sih namanya).. kasih link kesitu aja, jd nggak akan hilang data2nya.. bener juga kmrn om nagaireng dorong2 ST utk buat tuh group..

Thanks to om naga & saltung..!!
izul91 - 22/04/2010 09:36 AM
#18

semprul.. masih aja dopost..
NagaHitam - 22/04/2010 09:36 AM
#19

Semprul tenan..
pagi2 udah semangat 45 mo posting seperti biasa, lah kok lapak jilid 3 dah dibongkar satpol dimari.
(bener kan ane bilang dulu pas jumlah postingan mendekati 2000 halaman, kejadian dah sekarang...)
absen dulu aah dilapak baru..
3.5G - 22/04/2010 09:45 AM
#20

pagi OM, ternyata pindah ke rumah baru yaa

OM, mau nanya beberapa hal untuk pug 307 sporty AT:

1. Aki terpasang sekarang adalah aki yg beli di beres (yg made in france, merk-nya lupa) ... kondisi agak soak padahal pemakaian baru satu setengah tahun aja (katanya bisa tahan 3 - 4 tahun).
Ane pikir mau coba di strum aja dulu cobain ... boleh nggak langsung di strum tanpa cabut kabel + dan - nya?

2. Aki yang free maintanance itu boleh kan di strum ?

3. Kalau yg point 1 nggak boleh strum langsung, kudu cabut kabel dulu .... mohon info gimana caranya (prosedur) sebelum cabut kabel untuk 307 sporty AT dan juga pada saat pasang kembali lagi.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya, salam.
Page 1 of 500 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > OTOMOTIF > Kendaraan Roda 4 > Kaskus Peugeot User Thread Community (Part 4 4)