Kalimantan Selatan
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Selatan > Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan
Total Views: 72819
Page 10.5 of 15 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > 

hymunk - 19/02/2011 12:24 PM
#191
Musik Panting, Kesenian Musik Tradisional Kalimantan Selatan
Panting merupakan kesenian asli daerah Kalimantan Selatan. Pada awalnya musik Panting berasal dari daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Panting merupakan alat musik yang dipetik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi ukurannya lebih kecil.

Pada waktu dulu musik panting hanya dimainkan secara perorangan atau secara solo. Karena semakin majunya perkembangan zaman dan musik Panting akan lebih menarik jika dimainkan dengan beberapa alat musik lainnya, maka musik panting sekarang ini dimainkan dengan alat-alat musik seperti babun, gong,dan biola dan pemainnya juga terdiri dari beberapa orang.

Nama musik panting berasal dari nama alat musik itu sendiri, karena pada musik Panting yang terkenal alat musiknya dan yang sangat berperan adalah Panting, sehingga musik tersebut dinamai musik panting.

Spoiler for musik panting


Di masa awal dan tahap perkembangannya, “Panting” hanya memiliki tiga buah tali.atau senar. Dimana masing-masing senar punya fungsi tersendiri. Tali pertama disebut pangalik. Yaitu tali yang dibunyikan untuk penyisip nyanyian atau melodi.

Tali kedua, disebut panggundah atau pangguda yang digunakan sebagai penyusun lagu atau paningkah. Sedang tali ketiga disebut agur yang berfungsi sebagai bass.

Tali “Panting” pada masa lalu dibuat dari haduk hanau (ijuk), serat nenas, serat kulit kayu bikat, benang mesin, atau benang sinali.

Tapi sekarang, karena lebih mudah didapatkan, ditambah lagi dengan bunyinya yang jauh lebih merdu, benang nilon tampak lebih banyak digunakan. Atau, ada pula yang menggunakan tali kawat dengan empat bentangan pada badan “Panting”.

Spoiler for musik panting


Musik Panting mempunyai fungsi sebagai :

* Sebagai hiburan, karena musiknya dan syair-syairnya yang kadang-kadang jenaka dan dapat menghibur orang banyak. Oleh karena itu, musik panting sering digunakan pada acara perkimpoian.

* Sebagai sarana pendidikan, karena didalam musik Panting syainya berisi tentang nasihat-nasihat dan petuah.

* Sebagai musik yang memiliki nilai-nilai agama, karena musik-musiknya mengandung unsur-unsur agama.

* Untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga masyarakat.

* Sebagai kesenian musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Spoiler for musik panting


Menurut cara penyajiannya Panting termasuk jenis musik ansambel campuran. Karena terdiri dari berbagai jenis alat musik. Dalam pertunjukan musik Panting, biasanya jumlah pantingnya sebanyak 3 buah dan ditambah alat-alat musik lainnya. Musik panting disebut juga dengan nama japin apabila penyajiannnya diiringi dengan tarian.

Musik panting disajikan dengan lagu-lagu yang biasanya bersyair pantun. Pantun tersebut berisi nasihat ataupun pantun petuah, dan pantun jenaka. Lagu yang dinyanyikan monotor, yang artinya musik tersebut dinyanyikan tanpa ada reff.

Pemain musik Panting memainkan musik tersebut dengan cara duduk, para pemain laki-laki duduk dengan bersila, sedangkan pemain perempuan duduk dengan bertelimpuh.

Para pemain musik Panting pada umumnya mengenakan pakaian Banjar. Yang laki-laki mengenakan peci sebagai tutup kepala sedangkan pemain perempuan menggunakan kerudung.

Spoiler for musik panting


Alat-alat musik Panting terdiri dari :

* Panting, alat musik yang berbentuk seperti gabus Arab tetapi lebih kecil dan memiliki senar. Panting dimainkan dengan cara dipetik.

* Babun, alat musik yang terbuat dari kayu berbentuk bulat, ditengahnya terdapat lubang, dan di sisi kanan dan kirinya dilapisi dengan kulit yang berasal dari kulit kambing. Babun dimainkan dengan cara dipukul.

* Gong, biasanya terbuat dari aluminium berbentuk bulat dan ditengahnya terdapat benjolan berbentuk bulat. Gong dimainkan dengan cara dipukul.

* Biola, sejenis alat gesek.

* Suling bambu, dimainkan dengan cara ditiup.

* Ketipak, bentuknya mirip tarbang tetapi ukurannya lebih kecil, dan kedua sisinya dilapisi dengan kulit.

* Tamburin, alat musik pukul yang terbuat dari logam tipis dan biasanya masyarakat Banjar menyebut tamburin dengan nama guguncai.

sumber :
http://banuakita.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_Panting
hymunk - 21/02/2011 11:35 AM
#192
Itik Panggang Tanpa Tulang, Kuliner dari Amuntai
Amuntai adalah ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pada zaman Hindia Belanda dahulu dipakai sebagai nama kawedanan/Distrik Amuntai (Amoenthaij) dan juga pernah dipakai sebagai nama kabupatennya yaitu Kabupaten Amuntai. Dahulu kota Amuntai adalah sebuah kecamatan utuh hingga dimekarkan menjadi 3 kecamatan, yakni Amuntai Selatan, Amuntai Tengah dan Amuntai Utara

Di kecamatan Amuntai Tengah-lah pusat pemerintahan dan perdagangan kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditandai dengan adanya kantor bupati, kantor-kantor dinas pemkab Hulu Sungai Utara, sentra perdagangan, dan sarana/prasarana lainnya dan Amuntai Tengah merupakan kecamatan dengan penduduk terpadat di kabupaten Hulu Sungai Utara.

Semua kota mempunyai keunikan dan kekhasan nya sendiri, begitu pula dengan kota amuntai ini. Dikota ini terdapat hewan khas, yaitu “itik mamar” (di kenal dengan sebutan itik alabio) dan ”Kerbau Rawa”.

Kedua binatang ini dijadikan maskot kota amuntai, bahkan di kota amuntai terdapat dua ekor patung itik yang sangat besar dan dua ekor patung kerbau.




Satu lagi kalau kita berkunjung kekota ini. Yaitu jangan lupa untukmenyantap itik panggang . Itik panggang merupakan makanan favorit dikota ini. Tidak jarang orang dari luar kota berkunjung ketempat ini hanya unuk menyantap itik panggang khas kota amuntai.

Spoiler for itik panggang tanpa tulang










Walaupun didaerah lain terdapat rumah makan yang menyediakan itik panggang, namun rasa itik panggang kota amuntai lebih lezat dan nikmat, harganya pun tidak terlalu merogoh kocek kita dalam-dalam.

sumber ;
http://www.hulusungaiutara.go.id
hymunk - 12/03/2011 08:06 AM
#193
Lumma, Alat Musik Tradisional Kalimantan Selatan
Alat musik membranofon tradisional ini kadang-kadang disebut juga dengan lumba. Penamaan alat ini berdasarkan istilah daerah di sekitar yang berada di pedalaman kalimantan selatan.

Bahan yang digunakan adalah kayu, kulit dan rotan. Bentuknya seperti ketipung kecil. Kayu yang digunakan sebagai bahan adalah kayu Puruwadi dan Karawali. Kulitnya digunakan dari kulit menjangan (kijang). Pada lumma hanya satu sisi tampuknya yang ditutup kulit. Cara memainkannya dengan menggunakan alat pemukul (stick) yang dibuat dari kayu keras.

Lumma/Lumba ini berfungsi sebagai pembantu babun mengatur ritme dan digunakan dalam berbagai upacara adat terutama di pedalaman daerah Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Hulu Sungai Utara

Spoiler for lumma/lumba




sumber :
Syarifuddin R. dkk, Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1988, Banjarmasin
hymunk - 12/03/2011 08:19 AM
#194
Kacapi, Salah satu bagian musik Tradisional Kalsel
Spoiler for Kacapi


Kacapi atau Kecapi..telah menjadi bagian musik tradisional di Kalsel. Alat musik ini juga terdapat di daerah lainnya di Indonesia

Bahan kayu yang digunakan jenis kayu yang sifatnya keras dan liat, tali atau dawainya diambil dari akar pohon yang disebut unus (sejenis tali ijuk enau)

Memainkan alat musik kecapi ini dilakukan dengan duduk bersila di lantai balai adat karena berfungsi sebagai melodi utama dalam iringan tarian upacara adat maka dilaksanakan dengan duduk bersila di lantai.

Pada perkembangannya sekarang ini digunakan untuk mengiringi lagu-lagu yang bersifat hiburan. Sehingga bentuk dan bahan yang digunakan untuk membuat alat inipun mengalami perubahan.

sumber :
Syarifuddin R. dkk, Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1988, Banjarmasin
hymunk - 12/03/2011 08:50 AM
#195
Kalengkupak, Alat Musik Tradisional Kalsel
Alat yang disebut Kalengkupak ini merupakan alat musik tradisional Kalsel. kalengkupak dikenal pula dengan nama salong bambu. Di Jawa dan Bali disebut calung.

Asal usul kalengkupak tidaklah diketahui dengan pasti. Menurut keterangan alat musik ini telah lama ada sebagai pengganti kangkanong, karena kangkanong dengan bahan kuningan sulit diperoleh untuk mengatasi hal tersebut masyarakat setempat membuat kalengkupak

Spoiler for Kalengkupak


Bahannya dari paring tamiang. Bentuk bambu yang dijadikan bagian alat ini dibuat sama dengan angklung yaitu terdiri dari satu ruas. Kalengkupak terdiri dari 5 potong bambu yang dirangkai dengan menggunakan tali rotan atau ijuk

Cara memainkannya cukup sederhana. kalengkupak digantung pada sebuah dinding dan dipukul dengan dua buah tongkap pemukul.

Dalam permainannya alat musik kalengkupak tidak berdiri sendiri tapi masih dilengkapi dengan alat musik lain seperti agung, babun, lumma (lumba-lumba) dan kacapi.


sumber :
Syarifuddin R. dkk, Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1988, Banjarmasin
hymunk - 12/03/2011 10:26 PM
#196
Tarbang,
Spoiler for tarbang



Alat musik tarbang ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat kalimantan Selatan. Dalam bahasa daerah banjar alat ini kadang disebut terbang. Tarbang di Kalimantan selatan ada beberapa macam, yaitu tarbang sinoman hadrah, tarbang pamadihinan, tarbang palamutan dan tarbang mauludan atau tarbang ampat

Bahan utama pembuatan tarbang ini adalah kayu, kulit binatang dan tembaga atau seng. Kayu yang sering digunakan untuk membuat badan tarbang ini adalah kayu nangka dan kayu jingah.

Perkembangan dan persebaran alat musik tarbang sejalan dengan perkembangan Islam di Kalimantan Selatan

sumber :
Syarifuddin R. dkk, Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1988, Banjarmasin
hymunk - 18/03/2011 08:48 AM
#197
Mappanretasi Upacara Adat Bugis Pagatan
Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Bugis Pagatan, bahwa setelah berhasil mendapatkan kesuksesan biasanya akan dirayakan dalam bentuk syukuran. Sehingga acara syukuran ini dapat kita temui dalam kehidupan masyarakat Bugis baik petani (Paggalung) ada acara Mappanre Galung, warga petani kebun (Paddare) ada acara Mappanre Dare, maupun nelayan (Pattasi) ada acara Mappanretasi. Acara tersebut dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang didapatkan untuk memenuhi kesejahteraan, sekaligus juga acara syukuran ini dijadikan sarana menjalin hubungan silaturrahim antara sesama dalam lingkungan sosial.

Peradaban Bugis Pagatan telah mewarnai ragam budaya di Bumi Banjar bahkan telah menjadi khasana budaya di Kalimantan Selatan, sebagai khasana budaya Kalimantan Selatan yang mempunyai potensi wisata budaya kiranya perlu perhatian pemerintah. Sebab ada kengenderungan budaya bugis Pagatan mulai memudar dari kehidupan generasi penerusnya akibat derasnya pengaruh budaya asing di era globalisasi ini.

Spoiler for mapparentasi


BUDAYA MAPPANRETASI
1. Pengertian Mappanretasi.
Mappanretasi adalah suatu acara ritual ungkapan rasa syukur nelayan Bugis Pagatan kepada Tuhan atas kesejahteraan yang didapatkan melalui hasil tangkapan ikan dilaut oleh nelayan. Acara ini dilaksanakan setiap tahun sekali pada bulan April mana kala Musim Ikan atau Musim Barat sudah mulai berahir. Pelaksanaan acara ritual styukuran Mappanretasi berlangsung ditengah laut dipimpin oleh sandro, digiring dan diikuti oleh kapal-kapal para nelayan. Setelah acara ritual syukuran dilaut selesai kemudian rumbongan sandro kembali kedarat untuk menjalin silaturrahim dengan para undangan yang hadir, sekalgus menerima ucapan selamat atas terlaksananya upacara Mappanretasi dari para undangan.
Selanjutnya penyelenggaraan Mappanretasi tidak saja menyajikan acara ritual syukuran Mappanrertasi, juga diadakan berbagai pegelaran atraksi budaya daerah baik atraksi budaya bugis Pagatan maupun budaya etnis suku bangsa lain yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

2. Kapan pertama kali Mappanrettasi
Tidak ada catatan yang dapat dijadikan bukti sejarah tentang kapan pertama kali acara Mappanretasi dilaksanakan. Namun yang pasti bahwa acara ini dilakukan setiap tahun sekali oleh masyarakat nelayan Bugis Pagatan, adapun waktu pelaksanaannya setiap bulan april dimana masa tertsebut kegiatan nelayan dilaut sudah mulai berkurang atau dengan kata lain musim ikan (Musim Barat Oktober-April) sudah berahir dan menunggu musim ikan tahun depan.
Pada masa pemerintahan Lasuke (1920-1955) Kepala Kampoeng Pejala penyelenggaraan Mappanretasi setiap tahun selalu memotong kerbau untuk disuguhkan kepada siapapun orang yang berkunjung menghadiri Mappanretasi. Rumah Lasuke dan rumah-rumah para ponggawa terbuka untuk siapapun, demikian juga perahu-perahu nelayan dipenuhi makanan yang akan disuguhkan bagi pengunjung yang berkenanan naik menumpang diatas perahu mengikuti acara ritual Mappanretasi.
Pada tahun 1960-1980 masa kejayaan masyarakat nelayan di Pagatan, setiap penyelenggaraan Mappaneretasi juga digelar berbagai pertunjukan baik itu perlombaan perahu nelayan maupun hiburan pada malam-malam menjelang pelaksaan Mappanretasi. Selanjutnya acara sukses digelar sehingga menarik perhatian pemerintah khususnya petugas pegawai perikanan yaitu Bapak Sukmaraga kemudian Bapak Masguel untuk meningkatkan penyelenggaraan Mappanretasi lebih terorganisasi. Oleh karena itu Mappanretasi kemudian ditetapkan waktunya yaitu 6 April bertepatan dengan hari Nelayan Nasional, kemudian penyelengaraan Mappanretasi digelar berbagai acara sebelumnya hingga hari puncak, maka dari itu kemudian penyelenggaraan Mappanretasi dikenal dengan nama Pesta Laut Mappanretasi.

Spoiler for mappanretasi



3. Prosesi Mappanretasi.
a. Penetapan waktu Mappanretasi.
Sesepuh Nelayan atau pemangku adat mengadakan pertemuan dengan melibatkan para Ponggawa, Pua Sandro dan Pua Imang untuk bermusyawarah untuk bermufakat mempersiapkan penyelenggaraan dan menetapkan waktu mappanretasi, acara ini berlangsung dikediaman Pambakala Kampoeng sekarang rumah Kepala Desa Wirittasi atau disekretarat Lembaga Adat Mappanretasi.

b. Pelaku Mappanretasi.
Dalam penyelenggaraan Mappanretasi ada dua unsur kepanitian ada yang sifatnya umum dan khusus. Panitia umum adalah menyiapkan penyelenggaraan pegelaran atraksi budaya Mappanretasi, sedangkan panitia khusus seksi Penata Adat mempersiapkan pelaksanaaan acara ritual syukuran Mappanretasi.



Adapun mereka yang mempunyai peranan pada acara syukuran Mappanretasi, yaitu :
1. Pua Sandro, yang terdiri dari tiga orang berpakaian kuning tugasnya adalah memimpin berlangsung acara ritual Mappanretasi di laut.
2. Sesepuh Adat adalah para Kepala Desa di empat desa pesisir Pantai Pagatan yaitu Gusungnge, Wirittasi, Juku Eja, dan Pejala selaku pihak pelaksana Mappanretasi.
3. Penggowa, Juru Mudi dan Jurubatu yang mempersiapan pasilitas baik biaya penyelenggaraan maupun memandu sandro untuk sampai pada titik acara Mappenretasi dilaut.
4. Ibu-ibu nelayan juga turut ambil bagian untuk mendampingi Pua Sandro. Tugas mempersiapkan segala macam keperluan acara ritual mappanretasi kemudian mengaturnya sedemikian rupa.
5. Sepasang pengantin adat Bugis.
6. Sejumlah penari mappakaraja.
7. Penata Adat sebagai pemandu acara.




- Rangkaian acara Mappanretasi.
1. Acara pemberangkatan Rombongan Sandro dari rumah Kepala Kampoeng menuju panggung adat tempat berkumpulnya para undangan, diarak dengan menggunakan perahu Pejala dipandu oleh Juru Mudi dan Juru Batu.
2. Pua Sandro tiba didermaga panggung adat disambut oleh Sesepuh nelayan para ponggwa kemudian segera naik kepanggung adat untuk mengambil perlengakapan acara ritual Mappanretasi. Disini dilaksanakan acara penyerahan olo sandro dari sesepuh adat kepada sandro.
3. Selanjutnya Sandro segera turun kelaut membawa olo sandro diiringi Sesepuh Adat, Ponggawa, Juru Mudi, Juru Batu, dan Para Undangan dengan menggunakan perahu pejala melaju ketengah laut untuk melaksanakakan acara ritual Mappanretasi.
4. Upacara inti Mappanretasi berlangsung dilaut ditandai dengan pemotongan ayam hitam (Manu Tolasi) kemudian darahnya ditaburkan didalam air laut sekitar perahu sandro berlabuh. Setelah diadakan acara doa bersama menandai selesainya prosesi acara ritual Mappanretasi.


sumber :
http://bakarasancity.weebly.com
http://faisalbatennie.blogspot.com
Menelusuri Sejarah Masyarakat Bugis Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu
Menelusuri Sejarah Masyarakat Bugis Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu (2-Habis)
hymunk - 31/03/2011 08:56 AM
#198
Kerajaan Nan Sarunai
Quote:
Original Posted By TuaGila
Bukti-bukti Keberadaan Kerajaan Nan Sarunai

Sejauh ini belum banyak referensi yang bersifat ilmiah dan secara proporsional menjelaskan tentang riwayat Kerajaan Nan Sarunai mengingat usia kerajaan ini yang sudah sangat tua. Sumber-sumber yang digunakan selama ini adalah cerita tutur yang termaktub dalam Hikayat Banjar. Sejarah Indonesia pada umumnya dalam menjelaskan suatu negara tradisional sangat bertumpu pada historiografi tradisional, seperti babad, hikayat, atau cerita rakyat. Historiografi tradisional mempunyai ciri-ciri yang menonjol dan saling berkaitan, yaitu etnosentrisme, rajasentrisme, dan antroposentrisme (Sartono Kartodirdjo, 1993:7). Informasi yang diperoleh dari Hikayat Banjar ditandai oleh sifat-sifat mistis, legendaris, dan tidak ada unsur waktu dalam urutan ceritanya (Idehams, eds.,2003). Hikayat Banjar adalah manuskrip tua yang telah lama dikenal di Kalimantan Selatan sejak zaman Kesultanan Banjar. Hikayat yang juga dikenal dengan sebutan Tutur Candi dan Sejarah Lambung Mangkurat ini mengisahkan tentang sejarah raja-raja Banjar dan Kota Waringin di Kalimantan Selatan. Bagian akhir dari Hikayat Banjar adalah bertarikh 1663 M atau masa-masa setelahnya. Hikayat Banjar masih diyakini oleh sebagian besar masyarakat Banjar hingga saat ini (www.semestaindonesia.com).

Hikayat Banjar ditulis sepanjang 4.787 baris atau 120 halaman. Namun, sebagian besar isi dari hikayat ini lebih banyak menceritakan tentang kerajaan-kerajaan setelah era Kerajaan Nan Sarunai, yakni Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Daha, dan Kesultanan Banjar. Riwayat Nan Sarunai sangat sedikit disinggung, terutama menjelang keruntuhannya. Kisah tentang Kerajaan Nan Sarunai dalam Hikayat Banjar lebih menyerupai tradisi lisan, yakni nyanyian Suku Dayak Maanyan (wadian) yang kemudian ditransformasikan secara turun temurun. Tradisi lisan orang Dayak Maanyan mengisahkan bahwa mereka sudah memiliki negara suku bernama Nan Sarunai (MZ Arifin Anis, 1994). Nyanyian wadian menceritakan peristiwa tragis tentang runtuhnya Kerajaan Nan Sarunai akibat serangan dari Kerajaan Majapahit pada sekitar abad ke-13 (Ideham, eds., 2007:16).

Menurut Johannes Jacobus Ras (1968), Hikayat Banjar terbagi menjadi dua versi. Versi pertama merupakan versi yang telah diubah dan disusun pada masa Kesultanan Banjar yang secara definitif telah memeluk agama Islam, sedangkan versi kedua dianggap sebagai versi yang berasal dari Negara Dipa yang memeluk agama Hindu (Ras, 1968:238). Dari analisis Ras ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penjelasan mengenai sejarah Kerajaan Nan Sarunai dalam Hikayat Banjar memang hanya mendapat porsi yang sedikit karena, Negara Dipa, yang banyak dibahas dalam Hikayat Banjar versi kedua, baru muncul setelah era Kerajaan Nan Sarunai berakhir.

Kerajaan Nan Sarunai adalah suatu pemerintahan purba yang diperkirakan sudah eksis sejak zaman Sebelum Masehi. Salah satu bukti adalah ditemukannya peninggalan arkeologis yang diduga kuat berasal dari zaman di mana Kerajaan Nan Sarunai masih eksis. Jejak arkeologis Nan Sarunai di masa purba itu adalah sebuah candi yang ditemukan di Amuntai. Amuntai adalah salah satu tempat yang sangat mungkin menjadi tempat bermukim orang-orang Suku Dayak Maanyan yang kemudian mendirikan peradaban Kerajaan Nan Sarunai. Pada tahun 1996, dilakukan pengujian terhadap candi tersebut. Hasil penyelidikan itu cukup mengejutkan karena hasil pengujian terhadap sampel arang candi yang ditemukan di Amuntai tersebut menghasilkan kisaran angka tahun antara 242 hingga 226 Sebelum Masehi (Kusmartono & Widianto, 1998:19-20). Jika penelitian ini benar adanya, maka usia Kerajaan Nan Sarunai jauh lebih tua dibandingkan dengan Kerajaan Kutai Martapura di Kalimantan Timur (berdiri pada abad ke-5 M) yang selama ini diyakini sebagai kerajaan tertua di nusantara.

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengujian terhadap sampel arang candi yang ditemukan di Amuntai menghasilkan angka kisaran tahun 242-226 SM, maka dapat disimpulkan bahwa usia Kerajaan Nan Sarunai sangat panjang karena kerajaan ini runtuh pada tahun 1362 M. Akan tetapi, perlu dicermati lagi bahwa kendati Kerajaan Nan Sarunai diperkirakan sudah ada sejak zaman Sebelum Masehi, namun yang dimaksud dengan kerajaan pada masa itu kemungkinan besar masih berbentuk sangat sederhana.

Pusat pemerintahan Kerajaan Nan Serunai diduga beberapa kali perpindahan di sekitar Kabupaten Hulu Sungai dan Kabupaten Tabalong saat ini, namun masih di seputaran Sungai Tabalong. Selain di Pulau Hujung Tanah, leluhur etnis Maanyan konon pernah bermukim di tempat yang bernama Margoni, yakni sebuah tempat yang selalu diliputi awan. Tempat yang dimaksud mungkin simbolisasi dari negeri khayangan atau setidak-tidaknya negeri di atas gunung (Sutopo Ukip, 2008). Dengan arti kiasan itu juga bisa dilihat kemungkinan bahwa yang dimaksud nenek moyang Suku Dayak Maanyan adalah dewa-dewa yang bersemayam di tempat yang selalu diliputi awan alias khayangan.

Dalam artikel berjudul “Pangeran Samudra dari Dayak Maanyan?” yang ditulis oleh Noorselly Ngabut atau yang lebih dikenal dengan nama Babe Kuden disebutkan, orang-orang Suku Dayak Manyaan sempat menetap di sebuah tempat yang bernama Pupur Purumatung (Babe Kuden, dalam Banjarmasin Post, 21 September 2005). Semua anggota kelompok etnis Suku Maanyan tinggal dan menjadi satu di tempat ini. Masih menurut Babe Kuden, pusat pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai pernah berlokasi di daerah yang bernama Lili Kumeah. Konon, Lili Kumeah didirikan oleh Datu Sialing dan Damung Gamiluk Langit yang memimpin anggota masyarakat etnis Maanyan atau warga Kerajaan Nan Sarunai. (Babe Kuden, dalam Banjarmasin Post, 21 September 2005).

Isen Mulang Petehku


http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=361178205&postcount=259
hymunk - 31/03/2011 08:57 AM
#199

Quote:
Original Posted By TuaGila
Sejarah Kerajaan Nan Sarunai terkait erat dengan kehidupan orang-orang Suku Dayak Maanyan, salah satu sub Suku Dayak tertua di tanah Borneo. Kerajaan Nan Sarunai adalah pemerintahan purba yang muncul dan berkembang di wilayah yang sekarang termasuk dalam daerah administratif Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, tepatnya di antara wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tabalong. Kerajaan Nan Sarunai merupakan bagian awal dari riwayat panjang Kesultanan Banjar, salah satu pemerintahan kerajaan terbesar yang pernah ada di Kalimantan Selatan.

Sejarah

Suku Banjar adalah salah satu suku bangsa terbesar yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan. Namun, identitas warga asli Kalimantan Selatan masih menjadi perdebatan, sebab wilayah ini ditempati oleh bermacam-macam orang dari berbagai suku bangsa. Identitas Urang Banjar (orang Banjar) yang asli Melayu ataukah Urang Dayak (orang Dayak) menjadi tema perdebatan masyarakat mengenai asal-usul masyarakat Banjar (Yusuf Hidayat, dalam Jurnal Sosiologi Universitas Airlangga, 2006). Istilah Urang Banjar dimaksudkan untuk menyebut mayoritas penduduk yang mendiami sebagian besar daerah di Provinsi Kalimantan Selatan, meskipun tidak semua warga Kalimantan Selatan beretnis Banjar asli.

Dalam buku Urang Banjar dalam Sejarah, A. Gazali Usman (1989) mencoba memberikan jalan tengah atas ketidaksepahaman yang terjadi antara orang Melayu dan orang Dayak tersebut. Menurut penelitian Usman, yang disebut sebagai Urang Banjar setidaknya terdiri dari etnis Melayu sebagai etnis yang dominan dan ditambah unsur orang-orang Suku Dayak, termasuk Suku Dayak Maanyan (Usman, 1989:1).

Suku Dayak Maanyan, Pendiri Kerajaan Nan Sarunai
Suku Banjar pernah mempunyai pemerintahan bernama Kesultanan Banjar yang berdiri sejak tahun 1526 Masehi. Kesultanan ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang karena diawali dari masa yang jauh sebelum masuknya pengaruh Islam yang ditandai dengan berdirinya Candi Laras dan Candi Agung pada masa Hindu-Budha (Bani Noor Muchamad, et.al., 2006:106). Kesultanan Banjar merupakan babak akhir dari rangkaian riwayat sejumlah kerajaan di Kalimantan Selatan pada masa-masa sebelumnya. Pemerintahan yang pertama kali menjadi cikal-bakal Kesultanan Banjar adalah Kerajaan Nan Sarunai. Kerajaan purba yang dikelola oleh orang-orang Suku Dayak Maanyan ini disebutkan dengan nama yang berbeda-beda. Selain Nan Sarunai, nama-nama lain yang juga diyakini sebagai nama kerajaan ini adalah Kerajaan Kuripan, Kerajaan Tanjungpuri, dan Kerajaan Tabalong. Nama Kerajaan Tabalong disertakan karena kerajaan ini terletak di tepi Sungai Tabalong. Sungai Tabalong adalah anak sungai Bahan, sedangkan Sungai Bahan adalah anak Sungai Barito yang bermuara ke Laut Jawa.

Selain itu, muncul pendapat berbeda yang menyatakan bahwa Kerajaan Tanjungpuri berbeda dengan Kerajaan Nan Sarunai. Pendapat ini meyakini bahwa Kerajaan Tanjungpuri bukan pemerintahan yang dikelola oleh Suku Dayak Maanyan, melainkan oleh orang-orang Melayu Palembang yang merupakan pelarian dari Kerajaan Sriwijaya (Suriansyah Ideham, eds., 2007:17). Versi yang satu ini juga menyebutkan bahwa Kerajaan Nan Serunai dan Kerajaan Tanjungpuri berada dalam lingkup ruang dan waktu yang sama. Kerajaan Nan Serunai berpusat di Amuntai, sedangkan Kerajaan Tanjungpuri beribukota di Tanjung.

Keyakinan bahwa pusat Kerajaan Nan Sarunai terletak di Amuntai ditegaskan oleh Alfred Hudson dalam penelitiannya yang bertajuk “The Paju Epat Maanyan in Historical Perspective” (Hudson dalam Indonesia, 4 Oktober 1967:26). Berdasarkan pembagian wilayah administratif Provinsi Kalimantan Selatan pada masa sekarang, kedua tempat itu tidak berada di kabupaten yang sama meskipun lokasi Amuntai dan Tanjung berdekatan dan sama-sama terletak di tepi Sungai Tabalong. Amuntai termasuk dalam wilayah Kabupaten Hulu Utara, sedangkan Tanjung berada di Kabupaten Tabalong.

Nama Sarunai sendiri dimaknai dengan arti “sangat termasyhur” (Ideham, eds., 2003). Penamaan ini bisa jadi mengacu pada kemasyhuran Suku Dayak Maanyan di masa silam, di mana mereka terkenal sebagai kaum pelaut yang tangguh, bahkan mampu berlayar hingga ke Madagaskar di Afrika. Selain itu, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Sarunai berasal dari kata “serunai” yakni alat musik sejenis seruling yang mempunyai tujuh buah lubang. Alat musik ini sering dimainkan orang-orang Suku Dayak Maanyan untuk mengiringi tari-tarian dan nyanyi-nyanyian. Konon, Raja dan rakyat Kerajaan Nan Sarunai sangat gemar menari dan menyanyi. Sebenarnya istilah lengkapnya adalah Nan Sarunai. Kata “nan” diduga berasal dari bahasa Melayu yang kemudian dalam lidah orang Maanyan dilafalkan hanya dengan ucapan Sarunai saja. Dengan demikian, nama “Nan Sarunai” berarti sebuah kerajaan di mana raja dan rakyatnya gemar bermain musik (Sutopo Ukip, 2008).

Periodesasi pemerintahan yang muncul dan berkembang di Asia Tenggara pada umumnya terjadi dalam tiga fase, yaitu negara suku, negara awal, dan negara kerajaan (Vida Pervaya Rusianti Kusmartono, 2002:1). Kerajaan Nan Sarunai memainkan peranan penting pada fase negara suku dalam konteks sejarah Banjar. Negara suku atau negara etnik mengandaikan bahwa rakyat di pemerintahan itu hanya terdiri dari satu etnik dan tatanannya diatur oleh tradisi yang ditransformasikan dari nenek moyang ke generasi berikutnya (M. Suriansyah Ideham, eds., 2003). Penempatan Kerajaan Nan Sarunai ke dalam fase negara suku dirasa tepat karena kerajaan ini merupakan pemerintahan purba yang dikelola oleh orang-orang dengan karakter yang masih berlingkup kesukuan, yakni Suku Dayak Maanyan. Selain itu, keberadaan Kerajaan Nan Sarunai dapat dikatakan sebagai fondasi awal dalam menyokong berdirinya beberapa pemerintahan pada masa berikutnya, yaitu Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Daha, hingga Kesultanan Banjar. Dengan kata lain, Kerajaan Nan Sarunai adalah mukadimah yang mengawali mata rantai perjalanan sejarah Banjar di Kalimantan Selatan.

Suku Dayak Maanyan, pendiri Kerajaan Nan Sarunai, adalah salah satu sub Suku Dayak tertua di Borneo. Suku Dayak Maanyan termasuk dalam rumpun Ot Danum yang juga dikenal dengan nama Dayak Ngaju. Pada awalnya, orang-orang Suku Dayak Maanyan menetap di tepi Sungai Barito bagian timur (sekarang menjadi Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah). Oleh karena itu, orang-orang Suku Dayak Maanyan mendapat sebutan Kelompok Barito Timur. Orang-orang Suku Dayak Maanyan adalah kaum pelaut yang tangguh. Pada sekitar tahun 600 Masehi, orang-orang Suku Dayak Maanyan diduga pernah berlayar hingga ke Madagaskar, sebuah pulau di pesisir timur Afrika. Pencapaian luar biasa yang berhasil dilakukan Suku Dayak Maanyan ini seperti yang ditulis oleh Hudson yang menyebutkan bahwa ada persamaan antara bahasa orang Madagaskar dengan bahasa orang Maanyan (Hudson dalam Indonesia, 4 Oktober 1967:17).

Ketangguhan melaut orang-orang Suku Dayak Maanyan lama-kelamaan mulai berkurang karena terjadi proses pendangkalan di lingkungan maritim tempat mereka hidup. Areal pesisir yang selama ini menjadi lingkungan mereka sehari-hari mengalami penyurutan dan perlahan-lahan berubah menjadi daratan sehingga orang-orang Dayak Maanyan kehilangan budaya maritim yang dulu mereka miliki. Pada zaman purba, wilayah Kalimantan bagian tengah masih berwujud sebuah teluk besar. Fenomena pendangkalan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi yang dilakukan oleh orang-orang Dayak Maanyan. Daerah tujuan para imigran Suku Dayak Maanyan adalah di tempat yang dalam Hikayat Banjar disebut dengan nama Pulau Hujung Tanah. Sedangkan Negarakrtagama karya pujangga Majapahit, Mpu Prapanca, yang ditulis pada tahun 1365 M, menyebut tempat itu sebagai Tanjung Negara (http://banjarcyber.tripod.com). Terdapat dua lokasi di masa sekarang yang diperkirakan merupakan bekas wilayah Pulau Hujung Tanah, yakni Amuntai dan Tanjung, yang keduanya terletak tidak jauh dari Pegunungan Meratus yang memang dikisahkan membentang di timur Pulau Hujung Tanah, tempat di mana Kerajaan Nan Sarunai berdiri.

Orang-orang Suku Dayak Maanyan adalah golongan Dayak Mongoloid yang merupakan gelombang migrasi orang-orang Dayak pertama ke wilayah Kalimantan Selatan. Peradaban Suku Dayak Maanyan dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil manusia purba di Gua Batu Babi di Kabupaten Tabalong (Tajuddin Noor Ganie, 2009). Penelitian tentang “Ekskavasi Situs Gua Babi Tahap V Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan” yang dilakukan oleh Harry Widianto dan Handini (1999/2000) menyebutkan bahwa banyak sekali peninggalan bersejarah yang ditemukan di Gua Babi, antara lain berupa artefak batu, tulang, komponen tubuh manusia, dan cangkang moluska (Widianto & Handini, dalam Laporan Penelitan Arkeologi Banjarmasin, 1999/2000).

Isen Mulang Petehku


http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=361178056&postcount=258
hymunk - 31/03/2011 08:58 AM
#200

Quote:
Original Posted By TuaGila
Keruntuhan Kerajaan Nan Sarunai
Dalam perjalanan sejarahnya yang sangat panjang, Kerajaan Nan Sarunai mengalami suatu masa penting di mana orang-orang Maanyan berinteraksi dengan orang-orang Melayu Palembang yang datang dari Kerajaan Sriwijaya. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada awal abad ke-11 di mana Sriwjaya mulai menuai keruntuhannya akibat serangan dari Kerajaan Cola (India). Menurut Paul Michel Munoz (2006), antara tahun 1079-1088 M, pusat Kerajaan Sriwijaya telah berrgeser dari Palembang ke Jambi. (Munoz, 2006:165-167). Ekspedisi Cola telah melemahkan Palembang, dan Jambi telah menggantikannya sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya meskipun kekuatan dan kebesarannya sudah jauh menurun. Pada masa-masa menjelang keruntuhan Kerajaan Sriwijaya itulah orang-orang Melayu Palembang beramai-ramai menyelamatkan diri. Mereka tercerai-berai ke berbagai tempat, salah satunya tiba di daerah di sekitar Sungai Tabalong tempat di mana orang-orang Maanyan menjalani kehidupan di bawah panji-panji Kerajaan Nan Serunai.

Orang-orang Melayu Palembang itu kemudian ikut menetap di dekat wilayah kekuasaan Kerajaan Nan Serunai, dan terjadilah pembauran di antara mereka. Kedatangan kaum imigran dari Sriwijaya ini ditegaskan oleh Alfani Daud (1997) yang menyebutkan bahwa penduduk asli sebagian wilayah Kalimantan Selatan diduga berintikan penduduk asal Sumatra, tepatnya Palembang, yang membangun tanah baru di kawasan ini dan banyak di antaranya yang kemudian bercampur dengan suku bangsa yang terlebih dulu datang, yang tidak lain adalah orang-orang Maanyan (Daud, 1997:44). Perpaduan inilah yang diduga menurunkan orang-orang Suku Banjar. Sejak zaman prasejarah, suku bangsa yang tinggal di Kalimantan memang sudah memiliki ciri-ciri yang menunjukkan identitas mereka sebagai suku bangsa ras Melayu atau Malayan Mongoloid (Dwi Putro Sulaksono, 2008:2).

Kerajaan Nan Sarunai ketika itu sudah menjadi negara yang makmur. Kebesaran Kerajaan Nan Sarunai disebabkan karena kegemilangan mereka dalam bidang perdagangan di mana Kerajaan Nan Sarunai telah menjalin hubungan perniagaan dengan negeri-negeri lain, termasuk Indragiri, Majapahit, Bugis, bahkan hingga Madagaskar. Lili Kumeah berkembang menjadi tempat permukiman yang ramai. Teluk Sarunai menjadi tempat persinggahan yang ramai bagi perahu dagang yang datang dari berbagai penjuru. Lili Kumeah semakin pesar perkembangannya hingga akhirnya menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai yang gilang-gemilang (Ganie, 2009).

Kejayaan yang diraih Kerajaan Nan Sarunai tersebut justru membuat Majapahit tergiur untuk menaklukannya. Tajuddin Noor Ganie (2009) menyebutkan bahwa pada tahun 1355 M, Raja Majapahit, Hayam Wuruk, memerintahkan Empu Jatmika memimpin armada perang untuk menyerbu Kerajaan Nan Sarunai. Pada tahun 1355 itu, pasukan Empu Jatmika berhasil menaklukan Kerajaan Nan Sarunai dan menjadikannya sebagai bagian dari Majapahit. Peristiwa ini diabadikan oleh para seniman lokal dalam tutur wadian atau puisi ratapan yang dilisankan dalam bahasa Maanyan. Para seniman lokal mengenang keruntuhan Kerajaan Nan Sabunai sebagai peristiwa “Usak Jawa” atau “Penyerangan oleh Kerajaan Jawa” (Ganie, 2009).Tentang runtuhnya Kerajaan Nan Sarunai, Fridolin Ukur menyebutnya sebagai sebuah kerajaan orang Dayak Maanyan yang rusak oleh Jawa (Ukur, 1977:46).

Setelah penyerangan oleh Kerajaan Majapahit itulah riwayat Kerajaan Nan Sarunai berakhir. Empu Jatmika sendiri kemudian mendirikan kerajaan baru di atas tanah Nan Sarunai, yaitu pemerintahan bercorak Hindu yang diberi nama Kerajaan Negara Dipa, meski Empu Jatmika tidak pernah menjadi Raja Negara Dipa secara resmi. Sementara itu, setelah Kerajaan Nan Sarunai runtuh, Suku Dayak Maanyan masih mempunyai tokoh panutan, yakni Putri Junjung Buih, anak sulung dari raja terakhir Kerajaan Nan Sarunai (Ganie, 2009). Pada akhirnya, Putri Junjung Buih menikah dengan Pangeran Suryanata, anak laki-laki Raja Hayam Wuruk yang kemudian bertahta sebagai penguasa Kerajaan Negara Dipa.

Di sisi lain, banyak warga Kerajaan Nan Sarunai yang terpaksa melarikan diri karena serangan Majapahit. Akibat eksodus massal tersebut, Suku Dayak Maanyan terpecah dan tersebar menjadi tujuh suku kecil, yaitu: (1) Maanyan Siung yang bermukim di Telang, Paju Epat, dan Buntok, (2) Maanyan Patai yang berdiam di aliran Sungai Patai, (3) Maanyan Paku yang berdomisili di wilayah Tampa, (4) Maanyan Paju X yang menetap di sepankang aliran sungai Karau dan Barito, (5) Maanyan Paju Epat yang menghuni aliran Sungai Dayu, dan (7) Maanyan yang tinggal di wilayah Bintang Karang, Tumpang Murung, Dusun Timur, Tamiang Layang, Belawa, Tupangan Daka, dan Barito (Hudson, dalam Indonesia, 4 Oktober 1967:26).

Silsilah Raja-raja
Sejarah Kerajaan Nan Sarunai yang sangat panjang ternyata tidak diimbangi dengan referensi data yang valid, termasuk informasi mengenai silsilah raja-rajanya. Dari berbagai sumber yang ditemukan, hanya sekelumit saja yang menyinggung nama orang-orang yang diperkirakan pernah menjadi kepala pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai. Noorselly Ngabut alias Babe Kuden hanya berhasil menemukan dua orang saja dari sekian banyak raja yang pernah memimpin Kerajaan Nan Sarunai.

Dalam tulisannya, Babe Kuden menyebut nama Datu Sialing dan Datu Gamiluk Langit. Kedua orang ini diduga pernah berperan sebagai pemimpin Suku Dayak Manyaan sekaligus raja Kerajaan Nan Sarunai. Namun, belum diketahui apakah mereka berdua memerintah secara bersama-sama atau bergantian. Informasi yang paling jelas adalah bahwa Datu Sialing dan Datu Gamiluk Langit adalah dua orang yang memimpin sekelompok anggota masyarakat etnis Maanyan untuk mencari tempat pemukiman baru yang lebih menjanjikan sebagai tempat penghidupan (Babe Kuden, dalam Banjarmasin Post, 21 September 2005). Akhirnya, mereka mendirikan pusat pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai di sebuah tempat yang bernama Lili Kumeah.

Sementara itu, Sutopo Ukip dalam artikelnya yang diberi judul “Balai Adat Jadi Lambang Persaudaraan Orang Maanyan, Banjar, dan Madagaskar”, dituliskan bahwa pada tahun 1309 M, terdapat seorang raja yang memimpin Kerajaan Nan Serunai, bernama Raden Japutra Layar yang memerintah pada kurun 1309-1329 M. Gelar raden yang disandang sang raja berasal dari Kerajaan Majapahit, karena Japutra Layar sebelum menjadi Raja Nan Sarunai adalah seorang pedagang yang sering bergaul dengan para bangsawan dari Majapahit (Sutopo Ukip, 2008).

Ukip meyakini bahwa Raden Japutra Layar adalah raja pertama Kerajaan Nan Sarunai. Keyakinan Ukip ini mungkin didasarkan pada pola, sistem, dan struktur pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai yang sudah menjadi jauh lebih baik dibandingkan masa-masa sebelumnya. Seperti diketahui, Kerajaan Nan Sarunai adalah pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang Suku Dayak Maanyan dan diduga sudah eksis pada kisaran waktu antara 242 hingga 226 Sebelum Masehi sehingga diperkirakan sistem pemerintahannya, termasuk dalam hal kepemimpinan, belum terorganisir dengan baik. Masih menurut Ukip, penerus Raden Japutra Layar sebagai pemimpin Kerajaan Nan Sarunai adalah Raden Neno (1329-1349) dan kemudian Raden Anyan (1349-1355). Raden Anyan, bergelar Datu Tatuyan Wulau Miharaja Papangkat Amas, adalah raja terakhir Kerajaan Nan Sarunai sebelum riwayat kerajaan ini tamat akibat serangan dari Kerajaan Majapahit.

Isen Mulang Petehku


http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=361178363&postcount=260

NANSARUNAI USAK JAWA

syair pertama

Nansarunai takam rome usak Jawa
Ngamang talam takam lulun unggah Gurun

Nansarunai takam galis kuta apui
Ngamang talam takam jarah sia tutung

Nansarunai takam wadik jari danau
Ngamang talam takam wandui janang luyu

Hang manguntur takam galis em'me angang
Kuda langun takam jarah mangalongkong

Suni sowong kala tumpuk tanan olun
Wayo wotak alang gumi Punei Lului

syair kedua

Batang Nyi'ai ka'i hawi tamurayo
Telang nyilu ne'o jaku taleng uan

Anak nanyo ka'i hawi nganyak kaleh
Bunsu lungai ne'o jaku ngisor runsa

Ngunu ngugah pasong teka watang tenga
Hamen bingkang kilit iwo pakun monok

Muru pitip Nansarunai ngunu hulet mengalungkung
Ngamang talam takam tantau nuruk nungkai

Hang manguntur takam kala harek jatuh
Kudalangun takam alang rakeh riwo

Hang manguntur takam kala buka payung
Kudalangun takam alang bangun tang'ngui

Jam'mu ahung takam kawan rum'ung rama
Luwai hewo padu ipah bawai wahai

sumber : http://bahasamaanyan.blogspot.com/2008/08/nansarunai-usak-jawa.html
Majapahit Penjajah dari Jawa (Nan Sarunai Usak Jawa)

WADIAN DADAS (Sebuah Kearifan Lokal)
hymunk - 31/03/2011 10:56 AM
#201
Pamali Banjar..
a) sebagai penebal emosi keagamaan
Pamali maaandak patung dalam rumah, malaikat rahmat kada mau masuk
jangan meletakkan patung di dalam rumah, diyakini malaikat pembawa rahmat tidak mau masuk ke dalam rumah tersebut.

Pamali bajalanan pas tangah hari Jumahat, babahaya
‘jangan melakukan perjalanan bertepatan tengah hari Jumat, karena hal itu berbahaya’

Pamali banyu mata gugur ka awak urang mati, kaina urang matinya bisa kasakitan

‘air mata jangan sampai mengenai tubuh mayat karena akan menyebabkan mayat kesakitan’

Pamali basuruy malam, bisa gugur iman
‘jangan bersisir malam, diyakini akan kehilangan iman’

Pamali duduk sambil mamaguti lintuhut, sama lawan mahadapi api naraka
‘jangan duduk sambil memeluk lutut, karena sama dengan menghadapi api neraka’

Pamali guring imbah Asar, kaina pas tuha bisa gagilaan
‘jangan tidur setelah Asar, karena akan menyebabkan sakit jiwa ketika tua’

Pamali guring tangah hari Jumahat, panggaringan
‘jangan tidur bertepatan tengah hari Jumat, karena akan menyebabkan sakit-sakitan’

Pamali guring waktu sanja, kaina garing bangat
‘jangan tidur ketika senja, karena akan menyebabkan sakit parah’

Pamali lintuhut disatuakan ka dagu pas lagi duduk, panyakit hati
‘jangan duduk sambil meletakkan dagu di lutut, karena akan menyebabkan sakit hati’

Pamali manyimpan baju urang nang sudah mati, kaina urang nang sudah mati itu mamakai baju buruk di akhirat

‘jangan menyimpan pakaian orang yang sudah meninggal, diyakini orang yang sudah meninggal tersebut akan memakai pakaian buruk di akhirat’

Pas barabah, pamali batis maninjak kiblat, badusa ganal
‘jangan tidur menghadap kiblat, karena akan berdosa besar’

b) sebagai penebal emosi kepercayaan

Babinian nang masih datang bulan pamali mamakan amas hintalu ayam nang ada di dalam parut ayam nang disumbaleh, kaina kana panyakit batianan anggur
‘perempuan yang masih haid jangan memakan kuning telur ayam yang ada di perut ayam yang disembelih, nanti kena penyakit hamil anggur’

Imbah baranak pamali bajajahit, bisa kabus mata
‘setelah melahirkan jangan menjahit pakaian, nanti matanya rabun’

Imbah baranak pamali kaluar rumah pas siang hari, bisa kalalah.
‘setelah melahirkan jangan keluar rumah ketika siang hari, nanti terkena penyakit panas atau demam setelah melahirkan’

Imbah baranak pamali manampi baras, bisa kabus mata
‘setelah melahirkan jangan menampi beras, nanti matanya rabun’
Imbah baranak pamali mandi tangah hari, bisa kalalah
‘setelah melahirkan jangan mandi tengah hari, nanti terkena penyakit panas atau demam setelah melahirkan’

Imbah kimpoi pamali mandi ka batang banyu, bisa disambar buhaya
‘setelah nikah jangan mandi di sungai besar, nanti di sambar buaya’

urang batianan pamali makan lombok, kaina anaknya panangisan atawa panyarikan

‘orang hamil jangan makan lombok, nanti anaknya cengeng atau pemarah’

Kakanak nang kuwitannya tulak haji pamali mangibah kalambu, kaina kuwitannya kaributan di tangah laut

‘anak kecil yang orang tuanya naik haji jangan mengibas-ngibas kelambu, nanti orang tuanya tertimpa badai di tengah laut’

Waktu bapacar pamali kaluar rumah, kaina kada mau habang
‘ketika baru memakai inai jangan keluar rumah, nanti kukunya menjadi tidak merah’

Pamali bagambar batiga, bisa tapisah, nang di tangah badahulu mati
‘jangan berfoto bertiga, nanti terpisah yang di tengah lebih dulu meninggal’


Pamali bahéra waktu sanja, hilang rajakinya
‘jangan berak ketika senja, akan hilang rezeki’

pamali bangun malandaw, kada parajakian
‘jangan bangun kesiangan, nanti tidak memperoleh rezeki’

imbah makan pamali maunjun, kaina kada bapakoléhan
‘setelah makan jangan memancing, nanti tidak mendapatkan hasil’

Pamali bajajahit baju malam, mawaris fakir miskin
‘jangan menjahit pakaian malam hari, akan menjadikan miskin’

Pamali basalisit rambut malam, bisa mawaris fakir miskin
‘jangan menyelisik rambut malam hari, nanti menjadi miskin’

Pamali basangga wihang, bisa kada paingatan, mun garing lambat wigas
‘jangan bertopang dagu, nanti pelupa kalau sakit akan lambat sembuh’

Pamali basasapu atawa mambuang ratik malam, mambuang rajaki / kada parajakian

‘jangan menyapu atau membuang sampah malam hari, ini disamakan dengan membuang rezeki/sulit mendapatkan rezeki’


Pamali baulanja pas hari raya, tabuka hati handak baulanja tarus
‘jangan berbelanja ketika lebaran, nanti terbuka hati ingin selalu berbelanja’

Pamali dijapay urang bahu sabalah haja, kada paingatan
‘jangan sampai disentuh orang bahu sebelah saja, nanti jadi pelupa’

Pamali imbah baranak mandatangi urang mati, bisa kalalah
‘setelah melahirkan jangan melayat, nanti terkena penyakit panas atau demam setelah melahirkan’

Pamali kada manjuali urang nang panambaian batatukar kaina bisa kada payu jualannya

‘jangan sampai tidak menjuali pembeli pertama, nanti tidak laku jualannya’

Kakanakan nang balum bisa bajalan pamali dicaraminakan kaina kakanaknya pangguguran

‘anak yang belum bisa berjalan jangan dicerminkan, nanti anak tersebut akan sering jatuh’

Pamali karancakan bagambar, lakas mati
‘jangan terlalu sering berfoto, nanti pendek umur’

Pamali kimpoi bulan sapar, bisa kada balawasan kimpoinya
‘jangan nikah bulan safar, nanti cepat cerai’

Limbah kamatian pamali manggangan nangka, kaladi, atawa makanan lainnya nang bagatah-gatah, kaina ada pulang nang handak mati

‘setelah kematian jangan menyayur nangka, talas, atau makanan lain yang mengandung getah, nanti ada lagi yang meninggal’

Pamali maandak baju di satang kandaraan, bisa maranjah urang
‘jangan menaruh pakaian di stang kendaraan, nanti menabrak orang’

Pamali maandak suk rinjing basangkangan di rinjing atawa panci, nang dikahandaki tahalang tarus

‘jangan menaruh sutil secara melintang di wajan atau panci, nanti yang diinginkan selalu tidak tercapai’

Pamali maarak bantal atawa tilam pas malam, harta bisa habis
‘jangan membawa atau mengeluarkan kasur/bantal/guling pada malam hari, nanti harta bisa habis’

Pamali maigut kuku, bisa handap umur
‘jangan menggigit kuku, akan pendek umur’

Pamali makan badadungkung, bisa bahéraan
‘jangan makan berjongkok, nanti akan diare’


Pamali makan baras nang pamulaan di katam, batakok
‘jangan makan beras yang baru selesai di ketam, nanti berpenyakit gondok’

Pamali makan sambil barabah, bisa barikit balakang di tilam atawa di lantay
‘jangan makan sambil berbaring, nanti punggung lengket di kasur atau lantai’

Pamali makan tumbung nyiur, bisa batakok
‘jangan makan tumbung kelapa, akan kena penyakit gondok’

Pamali makan waktu sanja, tangan kaina bisa bacalak
‘jangan makan ketika senja, nanti tangannya mempunyai bercak-bercak hitam’

Pamali malam hari manukar atawa manjual baras, mawaris fakir miskin
‘malam hari jangan membeli atau menjual beras, nanti menjadikan miskin’

Pamali malam hari manukar atawa manjual minyak gas, mawaris fakir miskin
‘malam hari jangan membeli atau menjual minyak tanah, nanti menjadikan miskin’

Pamali mamakan buah nang tumbuh di kuburan, sama lawan mamakan buah urang mati

‘jangan memakan buah yang tumbuh di kuburan, sama halnya dengan memakan buah orang yang sudah meninggal’

Pamali mambalah kayu pas bini batianan, kaina anaknya sumbing
‘jangan membelah kayu ketika istri sedang hamil, nanti anaknya sumbing’

Pamali mambanam bawang habang, bisa bakatak
‘jangan membakar bawang merah, akan keluar benjolan kecil pada kulitnya’

Pamali mambanam hidi kakarik, bisa manungguwi bangkay
‘jangan membakar batang lidi, akan menunggui bangkai’

Pamali mambari baras di padaringan lawan urang paminta-minta, mawaris fakir-miskin

‘jangan memberi beras di tempat beras kepada peminta-minta, nanti menjadikan miskin’

Pamali mambasuh piring malam, mambuang rajaki/kada parajakian
‘jangan mecuci piring malam hari, nanti jauh dari rezeki’

Pamali mambasuh sapeda motor lawan banyu tapasan, kaina sepéda motornya bisa hilang

‘jangan mencuci sepeda motor menggunakan air cucian, nanti sepeda motornya akan hilang’

Pamali mambawa makanan nang babungkus ka dalam rumah urang nang imbah kamatian sabalum 40 hari, kaina ada pulang nang handak mati di rumah nang itu

‘jangan membawa makanan yang berbungkus ke dalam rumah orang yang kematian sebelum 40 hari, nanti ada lagi yang akan meninggal di rumah tersebut’

Pamali mambawa parang basalut kuning, bisa ditémbak patir
‘jangan membawa parang yang ada kuningan di bagian hulunya, nanti disambar petir’

Pamali mambuang banyu bakas mandi kakanakan habang di pécéran, kaina mun sudah ganal anaknya bisa parigatan/mamurici

‘jangan membuang air bekas mandi bayi yang baru lahir di comberan, nanti kalau sudah besar anak tersebut akan jadi jorok’

Pamali manajak tihang rumah pas bini batianan, anak dalam parut bisa mati
‘jangan menancap tiang rumah ketika istri hamil, nanti anak yang dalam perut akan mati’

Pamali manajak tihang rumah pas bini hanyar baranak, anaknya bisa mati
‘jangan mendirikan tiang rumah saat istri baru melahirkan, nanti anaknya akan meninggal’


selengkapnya dan bersumber di : http://www.pamalibanjar.blogspot.com/
hymunk - 31/03/2011 11:00 AM
#202
Mantra banjar jenis pitua
MANTRA BANJAR (PITUA)

1. Mantra penghilang sakit ketika hendak melahirkan
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih &
Penyayang
Nun kalamun walayar turun Tuhan yang mengetahui sebenarnya demi pena yang mereka tuliskan
Insya Allah inya ilang aritan Dengan izin Allah dia hilang rasa
Inya turun Dia turun
Barakat La ilaha illallah Berkat kalimat La ilaha illallah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah


2. Mantra agar menang bermain layang-layang
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih
dan Penyayang
Ada angin kada angin Ada angin bukan angin
Ada guntur kada guntur Ada guntur bukan guntur
Ada langit kada langit Ada langit bukan langit
Ada awan kada awan Ada awan bukan awan
Hayu naik ka awan-awan Ayo naik ke awan-awan
Ciruki waalaikalu Tukiklah kalau mau
Ada nang wani Ada yang berani
Sir angin sir Allah Desir angin desirnya Allah
Sir angin sir Muhammad Desir angin desirnya Muhammad
Barakat La ilaha illallah Berkat kalimat La ilaha illallah
Muhammadarasulullah Muhammad rasul Allah

3. Mantra saat merias pengantin
Pur sinupur Pur sinupur
Bapupur di mangkuk karang Berbedak di mangkok karang
Bismillah aku mamupuri si… Bismillah aku memupuri si…(disebut namanya)
Marabut cahaya si bulan tarang Merebut cahaya si bulan terang

4. Mantra supaya kebal
Antahtul Antahtul (Pengulangan kata antah)
baras di dalam bakul beras di dalam keranjang
Tulang maanjul-anjul tulang menonjol-nonjol
Dipukul katul dipukul mental

5. Mantra pengasih
Pur sinupur pur sinupur
Kuandak di talapak tangan kuletakkan di telapak tangan
Bismillah aku bapupur dengan menyebut nama Allah aku berbedak
Mudahan …..karindangan semoga ….. selalu terkenang

6. Mantra peluncur melahirkan
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang
Nun walkami Tuhan Yang Mengetahui yang sebenarnya demi
pena
Wama yastarun Apa yang mereka tuliskan
Barakat La ilaha illallah Berkat tiada Tuhan selain Allah
Muhammadarrasulallah Muhammad pesuruh Allah

7. Mantra memudahkan melahirkan karena posisi kandungan terbalik atau sungsang

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Bungkalang-bungkaling Terkalang-terkaling
Tampurung bulu-bulu Tempurung berbulu
Takalang-tapaling Terkalang-terpaling
Kaluar tadahulu Keluar lebih awal (terdahulu)
Barakat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadarrasulallah Muhammad rasul Allah

8. Mantra untuk memanggil anak yang bepergian jauh dan lama tidak kembali
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allahumma sholi ala Muhammad Ya Allah berikanlah keselamatan kepada Nabi Muhammad
Wa ala Ali Muhammad Dan keluarganya (Nabi Muhammad)
Ayu ruh barapa tahun ikam madam Wahai anakku berapa tahun engkau merantau
Hayu bulik buah hati caramin mata Ayo pulanglah buah hati cermin mata
Ini tete ikam, bangkak mata Inilah susu engkau, bengkak mata
Lawan hati kana beserta hatinya juga
Barakat La ilaha illallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarrasulallah Muhammad pesuruh Allah

9. Mantra supaya gigi tidak lekas rontok atau patah
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kayuku si kayu mati Kayuku si kayu mati
Ditanam di kota bakti Ditanam di kota bakti
Jangan ikam ni badahulu Jangan engkau mendahului
Balului malimpasi Melorot melewati
Babaya lawan jasmani Hampir dengan jasmani
Barakat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadarrasulallah Muhammad rasul Allah

10. Mantra supaya seluruh bagian tubuh kelihatan bercahaya
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Airku si lundap kaca Airku bersih dan bercahaya seperti kaca
Kumandikan bintang nur cahaya Kumandikan bintang nur
Cahaya Allah cahaya Muhammad Cahaya Allah cahaya Muhammad
Cahaya Baginda Rasulullah Cahaya Baginda Rasulullah
Barakat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadurrasulallah Muhammad rasul Allah

sumber dan selengkapnya di : http://mantrabanjar.blogspot.com/2008/01/mantra-banjar-jenis-pitua.html
hymunk - 31/03/2011 11:03 AM
#203
Mantra banjar jenis tatamba
MANTRA BANJAR (TATAMBA)

1. Mantra penyembuh rasa sakit perut

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih
dan Penyayang
Ruk manggaluruk (Bunyi perut yang sakit karena gangguan
pencernaan)
Rik manggalirik (Bunyi perut yang sakit karena gangguan
pencernaan)
Asalnya di ari mantuk ka ari Asalnya di ari-ari kembali ke ari-ari
Asalnya ka angin mantuk ka angin Asalnya di angin kembali ke angin
Asalnya di banyu mantuk ka banyu Asalnya di air kembali ke air
Insya Allah hilang Dengan izin Allah hilang
Barakat La ilaha illallah Berkat kalimat La ilaha illallah
Muhammadarasulullah Muhammad rasul Allah

2. Mantra untuk menyembuhkan penyakit gondok

Bismillahirrahmanirrahim
Nun, wal qalami wama yastarun

3. Mantra kelilipan

Giling-giling tantadu Giling-giling tantadu (belalang sembah)
Tantadu kahujanan Tantadu kehujanan
Tagiling mata hantu Tergiling mata hantu
Hilangakan kalimpanan Hilangkan kelilipan


4. Mantra untuk menyembuhkan penyakit gondok (takuk)

Tapa, tapu, takuk Tapa, tapu, takuk
Ah! Mati takuk Ah! Mati takuk
Nuun, wal kalami wama yasturun Nuun, wal kalami wama yasturun

5. Mantra untuk menyembuhkan penyakit samak (rasa sakit pada bagian badan
tertentu tanpa diketahui sebabnya, masuk angin)

Caricit burung caricit Mencicit burung mencicit
Hinggapnya di batang tawar Hinggapnya di batang tawar
Datu mana nang manyumpit Datu mana yang menyumpit
Bismillahirrahmanirrahim aku manawar Bismillahirrahmanirrahim aku memantrai

6. Mantra maubati sakit parut

Tut dan dalih Bunyi kentut yang keluar dari dubur
Buang kantut Membuang kentut
Tinggal tahi tinggal tahi
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

7. Mantra maubati bisul

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang
Tahi cacak, si tahi burung Tahi ceceak, si tahi burung
Ikam kukacak, ikam kukurung Engkau kuremas, engkau kukurung
(kuperangkap)
Insya Allah inya kada jadi Dengan izin Allah ia (bisul) itu tidak jadi
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

8. Mantara maubati katulangan
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang
Jun, jun lali dipatuk burung Bitatut Kedua tajun artinya terjun terlambat dipatuk
burung Bitaut
Tajun ka balai Terjun ke balai (rumah adat)
Katulangan iwak garih laut Ketulangan karena ikan gabus kering
Lawan sagala iwak Dengan segala ikan
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

9. Mantra maubati panyakit cacar

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
Allahumma solli ala Muhammad Ya Allah, salam sejahtera atasmu ya
Muhammad
Allahumma solli wa sallim Ya Allah, salam sejahtera atas junjungan
padanya
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

10. Mantra maubati panyakit pulung

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
Asal kadada Semula tiada
Kambali kadada Kembali ke tiada
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

sumber dan selengkapnya di : http://mantrabanjar.blogspot.com/2008/01/mantra-banjar-jenis-tatamba.html
hymunk - 31/03/2011 11:05 AM
#204
Mantra banjar jenis tatulak
MANTRA BANJAR (TATULAK)

1. Mantra penangkal sihir untuk dikembalikan kepada yang menyihir
Sung kambali kiya kambali
Pulangkan Allah paling Muhammad
Barang siapa basipat durhaka
Tapulang tabulik pada dirinya jua

2. Mantra untuk menjaga anak dari gangguan setan atau ruh jahat

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
Wahai parang, bilamana terjadi sesuatu Wahai parang, apabila terjadi sesuatu yang
nang kajahatan menimbulkan kejahatan
Mengganggu kanak-kanak guring maka Mengganggu anak-anak tidur, maka
minta tulung pada parang supaya parang minta tolong kepada parang supaya parang
manimpasakan kajahatannya ini menimpasakan kejahatan
Barakat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadarrasulallah Muhammad rasul Allah

3. Mantra penolak penyakit

Datu Tuguk, Datu Tugur
Guru Mandak
Sang hiang lalu, lalu kawai
Ikam bajauh ka rakun habang
Ka rakun kunig ka rakun hirang
Ikam jangan mamakan darah manusia
Makanan ikam darah kijang minjangan
Aku tahu ngaran ikam
Canggap lawan Canggup

4. Mantra penawar racun

Hai Sangiang Baruhuk Hai Sangiang Baruhuk
Ikam jangan handak mamaksa lawan diaku Kamu jangan hendak membinasakan
diriku
Aku tahu asal kajadian ikam Aku tahu asal kejadianmu
Anak Raja Baruntik Anak Raja Baruntik

5. …………………..

Cricit burung caricit Mencicit burung mencicit
Hinggapnya di batang tawar Hinggapnya di pohon tawar
Datu mana nang manyumpit Datu mana yang menyumpit
Bismillahirrahmanirrahim aku manawar Bismillahirrahmanirrahim aku
memantrai
6. Mantra penawar racun

Hai sangiang baruhuk Hai sangiang baruhuk
Ikam jangan handak mamangsa lawan Kamu jangan hendak membinasakan diriku
diaku
Aku tahu asal kejadian ikam Aku tahu asal kejadianmu
Anak raja baruntik Anak raja baruntik

Sangiang garahak Sangiang garahak
Sangiang garuhuk Sangiang garuhuk
Garahak, garuhuk Garahak, garuhuk

Hai sangiang baruhuk Hai sangiang baruhuk
Bajauh ikam Menjauh kamu
Jangan paraki anak Adam Jangan dekati anak Adam
Ikam kusumpahi Kamu kusumpah
Berkat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadurrasulullah Muhammadurrasulullah


7. Mantra penawar gigitan ular

Nur sakala kuning Nur sakala kuning
Nur sakala putih Nur sakala putih
Matikan nang kuning Matikan yang kuning
Hidupkan nang putih Hidupkan yang putih
Aku mamatiakan si wangi Aku mematikan si wangi
Ngaran ularnya Sartuk Saidina Ali Nama ularnya Sartuk Saidina Ali

8. Mantra penawar terkena ulat bulu

Tang kalam mudik ka hulu Tang kalasa mudik ka hulu
Naik ka tabing disundat babi Naik ke darat diseruduk babi
Napa asal hulat bulu Apa asal ulat bulu
Alisan kaning tulisan nabi Alis kening tulisan nabi

9. Mantra penawar bibis (penyakit lambung)

Mardika, mardiku Mardika, mardiku
Wasika, wasiku Wasika, wasiku
Bajauh ilmu menjauh ilmu
Aku tahu asal kajadian ikam Aku tahu asal kejadianmu
Jin taraum Jin taraum
Bila kada bajauh Bila tidak menjauh
Ikam kusumpahi Kau kusumpah

10. Mantra pelasik (pulasit)

Atma saupi Atma saupi
Aku tahu asal ikam Aku tahu asalmu
Karak naraka jahanam Kerak neraka jahanam

Nuna, nuni Nuna, nuni
Aku tahu asal ikam Aku tahu asalmu
Kerak kuriping api naraka Kerak dasar api neraka
Balari ikam ka sisi alam Menyingkinr kamu ke sisi alam
Kalu kada lari kusumpahi Kalau tidak menyingkir, akan kusumpah
Ah! Balunta Ah! Balunta

sumber dan selengkapnya di : http://mantrabanjar.blogspot.com/2008/01/mantra-banjar-jenis-tatulak.html
hymunk - 31/03/2011 11:09 AM
#205
Mantra banjar jenis pinunduk
MANTRA BANJAR (PINUNDUK)

1. Mantra supaya suami betah tinggal di rumah

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan
Penyayang
Unduk-unduk piragah patah Tunduk-tunduk seperti patah
Patahnya maawan-awan Patahnya mengawang-awang
Batunduk batingadah Bertunduk bertengadah
Badiri malawan Berdiri melawan
Barakat La ilaha illallah Berkat kalimat La ilaha illallah
Muhammadarasulullah Muhammad rasul Allah

2. Mantra untuk menundukkan orang lain

Panahku panah Arjuna Panahku panah Arjuna
Kupanahakan ka gunung, gunung runtuh Kupanakan ke gunung, gunung runtuh
Kupanahakan ka sugara, sugara karing Kupanahakan ke segara, segara kering
Kupanahakan ka angin, angin tacandak Kupanahakan ke angin, angin terhenti
Kupanahakan ka burung, burung jatuh Kupanakan ke burung, burung jatuh
Kupanahakan lawan si……, rabah, Kupanahakan kepada si…..(disebut
Rubuh imannya kepada diaku namanya), rebah, roboh imannnya kepada aku
Barakat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadurrasulallah Muhammad rasul Allah
Ruku, ruki Ruki, ruki
Patah tulang Baginda Ali Patah tulang Baginda Ali
Rapat kuku lawan isi Rapat kuku lawan isi
Tiada lupa lawan diaku Tidak lupa kepadaku
Barang sehari-hari Barang sehari

Kataku si kata kukang Kataku si kata kukang
Makukang si nurmayu Makukang si nurmayu
Mayu kahandak Allah Cukup kehendak Allah
Barakat La ilaha illallah Berkat tiada Tuhan selain Allah
Muhammadurrasulallah Muhammad rasul Allah


Ramah tidung sing wangi Ramah tidung sing wangi
Tugu wayu luruh putting Tugu wayu gugur ujung
Sitan datang turun lawani Setan datang turun dilawan
Kayu agung lamah sangat Kayu agung lemah sangat


Allahumma dang kasumbi Allahumma dang kasumbi
Kasumbi pasak Muhammad Kasumbi pasak(Jw.susuk) Muhammad
Bismillah aku mamakai kata kasumbi Bismillah aku memakai kata kasumbi
Manundukakan si …. Menundukkan si … (disebut namanya)
Barakat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadurrasulallah Muhammad rasul Allah

3. Mantra untuk mengalahkan musuh

Ajal-ajal Allah Ajal-ajal Allah
Ikam datang daripada nur Muhammad Kamu datang daripada nur (cahaya) Muhammad
Barangsiapa durhaka kepadaku Barangsiapa durhaka kepadaku
Diturunkan bala kepada dirinya Diturunkan bencana kepada dirinya
Dikisas Allah rezkinya Dibalaskan Allah rejekinya
Dirandahkan darajat kepada dirinya Direndahkan derajat kepada dirinya
Lanah lunuh buku matanya seperti air Luluh mencair biji matanya seperti air
Berkat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadurrasulullah Muhammadurrasulullah

4. Mantra untuk menyembuhkan penyakit beri-beri

Jaluhu, jalukap, kipasat Jaluhu, jalukap, kipasat
Uguk, ugur Uguk, ugur
Sang maharaja baruntik Sang maharaja baruntik
Berkat La ilaha illallah Berkat La ilaha illallah
Muhammadurrasulullah Muhammadurrasulullah

5. Mantra Main Jalangkung

Ada salamatan saadanya Ada selamatan sekedarnya
Jalangkung ikam datanglah Jalangkung engkau datanglah
Kada baistilah disuruh datang Tidak secara resmi disuruh datang
Kalu bulik ikam kada diantar jua Kalau pulang engkau tidak diantar juga

6. Mantra untuk Memikat Perempuan

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang
Asamku asam sir Allah Asamku asam milik Allah
Titik ka bumi manjadi asam Titik ke bumi menjadi asam
Bismillah aku mamakai kata asam Dengan nama Allah aku memakai kata asam
Kacarlah hamba Allah Kepinginlah hamba Allah
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

7. Mantra Mendapatkan Galuh Idaman
Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
Sir Allah Milik Allah
Sir Muhammad Milik Muhammad
Ikam (sebut nama perempuan yang Engkau (sebut nama perempuan yang
diidamkan) diidamkan)
Ku sir Allah Ku milik Allah
Aku bagamat Aku pelan-pelan
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah
8. Mantra agar urang cinta lawan kita

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
Tikna, tikku Tikna, tikku (perulangan bunyi kata
“hatinya”, “hatiku” )
Hatinya, hatiku Hatinya, hatiku
Yaitu katanya kukang Yaitu katanya kukang
Sali inya kawa pisah, Kecuali ia (kukang) bisa pisah,
Kukang laki bini kukang suami istri
Maka inya kada kawa bapisah maka ia (lelaki yang dicintai) tidak
Lawan diaku dengan diriku bisa berpisah
Yaitu katanya tuan … Yaitu katanya tuan …
(sambat ngaran lalaki nang (sebut nama lelaki yang dikehendaki /
dikahandaki / dicintai) dicintai)
Sali tuan kawa bapisah Keculai tuan dapat berpisah
Lawan budaknya dengan budaknya
Maka inya kawa bapisah ma ia (lelaki yang dicintai) dapat / bisa
berpisah)
Lawan diaku dengan diriku
Makbul ucapanku kabul ucapanku
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

9. Mantra Mendapatkan Galuh nang Manulak Cinta Kita

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Mah Penyayang
Hai … (sambat ngaran babinian yang Hai … (sebut nama perempuan yang
manulak cinta kita) menolak cinta kita)
Masuk ikam ka awakkku, Masuk engkau ke dalam tubuhku,
ka dalam cupu gading astagina ke dalam cupu gading astagina
Alamku alammu basatu Alam kita bersatu
kukunci baju, di dalam kehendakku,
kumutu katuju ikutlah apa yang kumaksud
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

10. Mantra agar urang tapukau mandangar suara kita

Bismillahirrahmanirrahim Dengan nama Allah Tuhan Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
Tai taita Ta taita (ulangan bunyi / suku kata dari
kata “pelita)
Naik gunung mambawa palita Naik gunung membawa pelita (lampu
penerang)
Tarang hati tarang mata Terang hati terang mata
Tarang saluruh angguta Terang seluruh anggota
Barakat La ilahailallah Berkat tiada Tuhan, melainkan Allah
Muhammadarasulullah Muhammad pesuruh Allah

selengkapnya bersumber di : http://mantrabanjar.blogspot.com/2008/01/mantra-banjar-jenis-pinunduk.html
hymunk - 31/03/2011 11:32 AM
#206
Mantra Urang Banjar
1. Mantra – Mantra Pengobatan
Jenis mantra ini khusus digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Mantra Sambur Sampuli :

Mismillahirrohmanirrohim
Baringgang baringganggung
Ambil arakit
Allmundhi mantuk kapucuknya
Jangan angkau mahaurinya
Jangan angkau masuk kapusatnya
Jangan angkau masuk kaurinya
Kalau angkau tak kaluar
Maka manjadi sogara hijau
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

2. Mantra-mantra Kedigjayaan
Jenis mantra ini digunakan bila sedang berhadapan dengan musuh sehingga siempunya mantra tak terkalahkan dan musuh dapat ditaklukan.

Mantra Saidina Ali :

Bismillahirrohmanirrohim
Kain kindusin
Banang baginda ali
Tujuh lapis babat pinggang
Lapisakan kabadanku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Saidina Abubakar :

Bismillahirrohmanirrohim
Allahumuna soli ala sandi Abubakar
Pucuk api naraka jahanam
Dipasang yo subur
Barkat Lailahalallah Muhammadurrasulullah

3. Mantra - mantra Pakasih
Mantra pakasih adalah mantra cinta kasih. Bila mantra ini dilepas maka sasarannya akan terpikat dan jatuh ke dalam kekuatan birahi pada siempunya mantra.

Mantra Kata Burung Nuri :

Bismillahirrohmanirrohim
Kata burung dandarasih
Kata burung dandaraku
Saratus irang kasih
Saribu urang suka
Barkat Lailahailallah Muhammadarrasulullah

Bismillahirrohmanirrohim
Kama si kama mati
Nuri katanya burung
Nur haq katanya Allah
Ah, tunduklah, kasihlah,
Sayanglah ( sebut namanya) lawan diaku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah


Mantra adalah ujar-ujar yang merupakan sumber kekuatan spritual leluhur pusaka Banjar ( Kalimantan ). Pada hakikatnya mantra adalah suatu permohonan kepada yang Maha Kuasa yang disampaikan dengan ujaran yang khas dan dengan gaya bahasa yang khas pula dengan keyakinan yang penuh bagi penggunanya.

Namun pada zaman sekarang ini mantra mulai langka. Andai pun ada, pemilik mantra merahasiakan keberadaan mantra dan cuma segelintir orang yang memiliki mantra itu pun hanya merupakan warisan kepada keluarga dan orang – orang tertentu. Ini pun tergantung keyakinan pemiliknya.

Bagaimana kalau ditinjau menurut hadis Rasulullah SAW ?

Di zaman sebelum Islam, Umar bin Khatab adalah seorang yang pandai menggunakan suwuk ( mantra untuk pengobatan ). Ketika Umar masuk Islam hal tersebut dia tanyakan kepada Rasulullah SAW. Kemudian Nabi meminta Umar untuk memperdengarkan mantra tersebut. Setelah mendengar, Nabi memberikan batasan sebagai berikut : Selama tidak syirik, silakan dipakai mantra tersebut.

Setelah masuknya agama Islam di Kalimantan, mantra mengalami perbaikan yakni sebelum membaca mantra didahului dengan ucapan “ bismillah “ dan di akhiri dengan “ berkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah “

Ada beberapa jenis mantra menurut penggunaannya, yakni :

Mantra untuk pengobatan, matra kedigjayaan, mantra pekasih, mantra pagar diri dan mantra untuk mencelakai orang lain.

Demikianlah sekilas tentang Mantra. Semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua. *** Arsyad Indradi ***

sumber dan selengkapnya di : http://mantraurangbanjar.blogspot.com/
hymunk - 06/04/2011 04:56 PM
#207
Pengobatan Tradisonal Orang Banjar (Kalimantan Selatan)
Pengantar

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Pulau Kalimantan, Indonesia. Provinsi ini memiliki 11 kabupaten dan 2 kota dengan luas wilayah secara keseluruhan sekitar 36.985 km2 dan jumlah penduduk pada tahun 2002 sekitar 3.054.129 jiwa (wikipedia). Ada beberapa sukubangsa1) (asal) yang mendiami provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu diantaranya adalah sukubangsa Banjar. Mereka tinggal di beberapa kabupaten yang tergabung di dalamnya, yaitu: Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Kota Baru, Tanah Laut, dan Kota Banjarmasin.

Nama suku bangsa Banjar terkait dengan nama sebuah kampung di muara sungai Kuin, anak Sungai Barito. Tempat ini sekarang berada dalam kota Banjarmasin. Sebelum berdirinya kerajaan Banjarmasin, di Kuin itu terdapat sebuah Bandar yang dipimpin oleh Patih Masih. Lama-kelamaan bandar ini lebih dikenal dengan nama “bandar Masih”, yang kemudian berubah menjadi “Banjarmasin”. Akhirnya penduduknya sendiri dikenal sebagai “Orang Banjar”.

Sebagaimana sukubangsa lainnya, orang Banjar juga mengetahui persis tentang alam flora yang ada di sekitarnya dan pemanfaatannya dalam kehidupan mereka. Mereka tidak hanya tahu berbagai jenis tumbuhan (pohon) yang dapat dijadikan bahan bangunan, tetapi juga tahu persis berbagai jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai penyembuh (obat) penyakit tertentu, seperti: terkena benda tajam, tumpul dan atau lancip, tergigit serangga, gatal-gatal, dan berbagai penyakit luar lainnya.


Jenis-Jenis Tumbuhan dan Khasiatnya

Jenis-jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit seperti: tahiris, lecet-lecet, memar, disengat kalajengking, tertusuk duri, disengat ulat bulu, bisul, barah, digigit buntal, luka bakar, dan bercak hitam adalah: daun pisang, karet, kelapa, lada, pepaya, kunyit, mentimun, pala, akar patintin, daun sirih, keladi lumbu, bulu kucing, daun turi, bawang merah, kumpai maling, asam jawa, dan lain sebagainya. Adapun cara pengobatannya ada yang dikunyah, ditumbuk, direbus, dan dipanggang kemudian dioleskan pada anggota tubuh yang terluka (sakit). Berikut ini adalah berbagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat suatu penyakit dan caranya mengobatinya.


1. Daun Pisang

Pucuk daun pisang yang belum mekar (masih kuncup) dapat digunakan untuk mengobati tahiris (luka teriris). Caranya, pucuk daun pisang yang masih kuncup dipotong secukupnya (beberapa cm). Kemudian, dikunyah sampai lumat. Setelah itu, ditempelkan pada bagian yang luka dan dibalut dengan kain bersih. Jika keesokan harinya ternyata luka belum mengering, maka cara yang sama diulangi lagi. Demikian seterusnya sampai luka karena teriris menjadi kering (sembuh).

2. Pohon Para (Pohon Karet)
Pohon para jika dibakar biasanya akan mengeluarkan buih (berbusa). Buih ini sangat berguna untuk mengobati lingsak (lecet-lecet). Caranya, buih tersebut dioleskan pada bagian yang lecet. Pengobatan dilakukan sehari sekali pada pagi hari sampai luka lecet sembuh.

3. Buah Kelapa
Daging buah kelapa dapat digunakan sebagai obat mamar (memar). Caranya, daging buah kelapa itu diparut (dilembutkan) kemudian diberi sedikit cuka. Setelah itu, dioleskan pada bagian yang memar.

4. Lada atau Merica
Lada atau merica dapat digunakan untuk mengobati luka akibat diigut/digigit kala (disengat kalajengjing). Caranya lada atau merica itu ditumbuk sampai halus. Kemudian, ditaruh di dalam piring atau mangkok, lalu diberi sedikit minyak kelapa. Setelah itu, digosokkan pada bagian yang tersengat kalajengking. Sisanya ditempelkan ke bagian yang luka itu sampai kering.

5. Kustela (Pepaya)
Kustela dapat digunakan untuk mengobati orang yang tacucuk duri (tertusuk duri). Caranya kastela yang masih muda disayat. Biasanya akan mengeluarkan getah. Getah inilah yang kemudian dioleskan pada bagian yang tertusuk duri.

6. Kunyit
Kunyit dapat digunakan untuk mengobati orang yang disengat hulat bulu (ulat bulu). Caranya, kunyit ditumbuk bersama kapur sirih sampai halus. Kemudian, dibungkus dengan daun pisang dan dipanaskan, sehingga menyerupai pepes ikan. Setelah agak hangat, bungkusnya dibuka, kemudian diambil isinya, dan ditempelkan pada bagian yang tersengat ulat bulu.

7. Pala dan Mentimun
Pala dan mentimun dapat digunakan untuk mengobati orang yang lehernya terkena bakatak (bisulan). Caranya, buah pala dan mentimun dilembutkan (diparut), kemudian di dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang (dipepes). Setelah agak hangat, diambil isinya kemudian ditempelkan pada leher yang terkena bisul.

8. Akar Patintin dan Daun Sirih
Akar Patintin dan daun sirih adalah bahan untuk membuat ramuan obat penyakit yang disebut sebagai barah, yaitu suatu penyakit yang mirip dengan bisul, namun benjolannya lebih besar. Caranya, akar patintin, daun sirih, dan kapur sirih ditumbuk sampai halus. Kemudian, dimasukkan ke dalam mangkuk dan dicampur dengan madu secukupnya. Setelah tercampur rata, maka dioleskan pada barah (sehari dua atau tiga kali).

9. Keladi Lumbu dan Tumbuhan Bulu Kucing
Keladi lumbu dan bulu kucing dapat digunakan sebagai bahan untuk mengobati orang yang terkena igutan buntal (digigit sejenis binatang pemakan daging yang hidup di sungai-sungai di daerah Banjar (Kalimantan Selatan). Caranya, jika menggunakan keladi lumbu (sejenis tumbuhan talas yang tidak berumai dan tidak dapat dimakan), adalah dengan memotongnya. Biasanya akan keluar getahnya. Getah itulah yang kemudian dioleskan pada bagian tubuh yang terkena gigitan buntal. Sedangkan, jika menggunakan bulu kucing, maka bulu kucing tersebut dicampur dengan kopi rabuk. Kemudian, campuran tersebut ditaburkan pada bagian tubuh yang terkena gigitan buntal.

10. Daun Turi
Daun turi dapat dijadikan sebagai bahan (obat) untuk menghilangkan bercak hitam yang diakibatkan luka bakar. Caranya, daun tersebut ditumbuk sampai lumat kemudian dioleskan pada bagian tubuh (kulit) yang mempunyai bercak hitam. Sehari dapat dilakukan dua atau tiga kali. Demikian seterusnya sampai bercak hitam menjadi hilang.
hymunk - 06/04/2011 04:57 PM
#208

11. Kumpai Maling dan Bawang Merah
Kumpai maling (rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman peliharaan) dan bawang merah adalah dua jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai bahan dalam pengobatan orang yang terkena benda tajam. Jika menggunakan kumpai maling, maka caranya adalah dengan menumbuknya (seperlunya) sampai lumat. Setelah itu, ditempelkan pada bagian yang terkena benda tajam (luka). Sedangkan, jika menggunakan bawang merah, maka bawang merah tersebut (ditambah dengan gula pasir) juga ditumbuk sampai halus. Kemudian, ditempelkan pada bagian yang luka.

12. Asam Kamal (Asam Jawa)
Asam kamal dapat dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan orang yang disengat halilipan (kelabang) Caranya, asam kamal (bijinya) itu ditumbuk sampai lembut, kemudian digosokkan pada bagian yang tersengat.

13. Bunga Melati dan Kustela
Bunga melati dan kustela. adalah dua jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan (obat) untuk menyembuhkan orang yang tersengat serangga. Serangga yang dimaksud di sini adalah: kayakih (sejenis semut besar), halimbada (sejenis ulat berbisa), wanyi, kalalaput, naning dan tambunan (sejenis lebah). Jika menggunakan bunga melati, caranya adalah dengan meremasnya hingga lumat (basah), kemudian diusapkan pada bagian yang terkena sengatan. Jika menggunakan kustela, caranya kustela tersebut disayat sampai mengeluarkan getah. Getah itulah yang kemudian dioleskan pada bagian yang tersengat.

14. Cabai, Pinang dan Sirih, Keminting (Kemiri) dan Janur, Jalantang (Rumput Gatal) dan Kaladi
Berbagai jenis tumbuhan ini dapat digunakan menyembuhkan penyakit gatal-gatal,Jika menggunakan cabai, pinang, dan sirih, maka caranya ketiga jenis tumbuhan ini ditumbuk sampai halus lalu dibungkus dengan kain. Bungkusan yang berisi ramuan obat untuk menyembuhkan gatal-gatal ini oleh masyarakat Banjar disebut jajarangan. Setelah itu, direbus dengan air secukupnya hingga mendidih. Selanjutnya, jajaran yang masih panas itu dikompreskan pada bagian tubuh yang gatal. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang hingga gatalnya hilang. Jika menggunakan menggunakan biji keminting dan janur, maka caranya adalah dengan memanggangnya, kemudian menumbuknya sampai halus. Setelah itu, dioleskan pada bagian yang gatal. Jika menggunakan kaladi, maka caranya adalah dengan memotong batangnya kemudian memanggangnya. Ketika sudah panas segera diusapkan pada bagian yang gatal secara berulang-ulang hingga hilang rasa gatalnya. Jika menggunakan jalatang, maka caranya dengan menggosok-gosokkan daun tersebut pada bagian yang gatal. Sedangkan, jika menggunakan akar tuba, maka caranya adalah dengan menumbuknya hingga keluar getahnya. Getah itulah yang kemudian dioleskan pada bagian tubuh yang gatal.

15. Patintin, Rumbia, Lumut Batang, Lengkuas, Sirih, Kamboja dan Bawang Putih

Berbagai jenis tumbuhan tersebut di atas, oleh orang Banjar, dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bisul. Jika menggunakan patintin, maka caranya adalah dengan mengambil akarnya kemudian dibersihkan, lalu direndam dengan air selama dua atau tiga jam. Setelah itu, disaring dengan kain kemudian diminum. Jika menggunakan rumbia, maka pelepahnya dipotong sehingga mengeluarkan getah. Getah tersebut kemudian ditampung dalam sebuah mangkuk atau piring kecil dan dicampur kapur sirih secukupnya. Setelah tercampur rata, maka dioleskan pada bisul. Jika menggunakan lumut batang, maka caranya adalah dengan menumbuk lumut batang tersebut hingga lumat kemudian melumurkannya pada sekeliling bisul (mata bisul dibiarkan terbuka). Setelah pecah, bisul itu dipupuri dengan pupur dingin yang dicampur dengan garam agar bisul tersebut cepat kering. Jika menggunakan lengkuas, maka lengkuas ditumbuk bersama garam hingga halus, kemudian dibungkus dengan daun nangka dan dibakar hingga menjadi abu. Abu sisa ramuan lasu dan garam tersebut dioleskan pada mata bisul. Jika menggunakan sirih, maka ujung tangkai sirih ditumbuk hingga pecah (seperti kuas), lalu dicelupkan pada minyak kelapa dan dibakar. Jika ramuan itu sudah dingin, barulah dioleskan pada bisul. Jika menggunakan daun kamboja dan minyak kelapa, maka caranya adalah mencelupkan daun itu pada minyak kelapa yang telah ditaruh di dalam mangkuk. Ketika daun sudah lemas, maka ditempelkan pada bisul. Selanjutnya, jika menggunakan bawang putih, maka caranya adalah dengan mengupas kulitnya, kemudian menggosokkannya pada bisul yang baru tumbuh. (AG/bdy/59/9-07)

Sumber :
Aziddin, Yustan, dkk. 1990. Pengobatan Tradisional Daerah Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Melalatoa, J. 1995. Ensiklopedi Sukubangsa di Indonesia. Jilid A–K. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

1) Sukubangsa asal yang mendiami daerah Kalimantan Selatan adalah: Abal, Bakumpai, Beraki, Berangas, Bukit, Dusun Deyah, Harakit, Pagatan, Pitap, dan Banjar sendiri (Melalatoa, 1995:xvii).

2)Selain dengan asam kamal, sengatan halilipan juga dapat diobati dengan otak halilipan itu sendiri atau pupur biji. Jika menggunakan otak /halilipan/ caranya adalah dengan memecahkan kepala hililipan hingga keluar cairan otaknya. Lalu, cairan tersebut dioleskan pada bagian yang tersengat. Kemudian, jika menggunakan pupur biji, maka pupur tersebut dicampur dengan sedikit garam, lalu dioleskan pada bagian yang luka.

3) Selain dengan bunga melati dan /kustela/, sengatan serangga juga dapat diobati dengan menggunakan kapur sirih atau kapur untuk menginang dengan cara mengoleskannya pada luka bekas sengatan. Sebagai catatan, dalam mengobati luka akibat sengatan serangga ini, terlebih harus diambil sengatnya yang biasanya tertinggal atau menempel di kulit.

4) Selain berbagai jenis tumbuhan tersebut, ada juga non-tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat, yaitu pupur biji yang dicampur sedikit garam. Caranya pupur tersebut dioleskan pada bagian yang gatal.

sumber : http://melayuonline.com/ind/literature/dig/1694/pengobatan-tradisional-orang-banjar
hymunk - 06/04/2011 10:44 PM
#209
Mamuai Wanyi Tradisional Di Desa Rawana


Mamuai Wanyi Tradisional Di Desa Rawana

Buku ini memaparkan kearifan masyarakat desa rawana dalam memelihara habitat wanyi yang di ambil madunya pada kurun waktu tertentu..tatacara dan peralatan yang digunakan juga dimuat disini..

kalo mau baca ada disini : http://issuu.com/hymunk/docs/1.mamuai_wanyi
kalo mau download bisa disini : http://issuu.com/hymunk/docs/1.mamuai_wanyi#download
hymunk - 06/04/2011 10:46 PM
#210



Kalang Hadangan di Sungai Buluh..

Buku ini memuat tentang sejarah dan asal usul hadangan kalang dan juga cara pembuatan kalang/kandangnya..

hingga saat ini hadangan kalang merupakan salah satu obyek wisata yang bisa anda kunjungi ketika berada di kalimantan selatan

bisa dibaca disini : http://issuu.com/hymunk/docs/2.kalang_hadangan
kalo mau download disini : http://issuu.com/hymunk/docs/2.kalang_hadangan#download
Page 10.5 of 15 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Selatan > Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan