Militer
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > (Info) Kemanakah KRI Irian ?
Total Views: 20078
Page 1 of 10 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

papina - 01/07/2010 12:21 PM
#1
(Info) Kemanakah KRI Irian ?
Kapal misterius KRI Irian

Sedikit sekali literatur yang membahas tentang KRI Irian, termasuk literatur dari TNI. Pihak TNI sendiri jarang meng-ekspos jika Indonesia pernah disegani dunia ketika KRI Irian memasuki perairan Indonesia tanggal 5 Agustus 1962. Apakah keberadaannya sengaja untuk disembunyikan? Atau bisa jadi KRI Irian memang kapal misterius?



Sebelumnya saya sudah pernah mengangkat topik ini di suatu forum dengan maksud untuk mendapatkan jawaban.

Sayangnya, sedikit sekali di antara kita yang menyadari jika TNI-AL pernah memiliki kapal perang terbesar Kelas Sverdlov dengan bobot mati mencapai 16.640 ton. Pada masa itu, hanya Indonesia yang diperkenankan oleh Uni Sovyet (Rusia) untuk memiliki kapal jenis penjelajah ringan (light cruiser battleship).

Kelas Sverdlov termasuk di antara kapal yang paling disegani oleh NATO semasa perang dingin. Indonesia membeli kapal ini untuk mendukung operasi Trikora dalam rangka membebaskan Irian Barat yang ketika itu masih dikuasai Kerajaan Belanda. Sedikit sekali literatur yang membahas tentang KRI Irian, termasuk literatur dari TNI.

Pihak TNI sendiri jarang meng-ekspos jika Indonesia pernah disegani dunia ketika KRI Irian memasuki perairan Indonesia tanggal 5 Agustus 1962. Apakah keberadaannya sengaja untuk disembunyikan? Atau bisa jadi KRI Irian memang kapal misterius ?



Profil Singkat

KRI Irian sebelumnya adalah kapal milik Angkatan Laut Uni Sovyet Ordzonikidze (Object 055) Sverdlov Class. Uni Sovyet hanya membuat sebanyak 14 buah kapal Kelas Sverdlov. Sekalipun dari bobotnya dikategorikan penjelajah ringan (light cruiser), akan tetapi persenjataan yang diusung mampu menandingi penjelajah kelas berat seperti USS Iowa, USS Wisconsin, dan USS Missouri.

Kapal buatan Uni Sovyet kebanyakan tidak cocok untuk jenis perairan tropis seperti Indonesia. Oleh karena itu, pemerintahan Khruschev menginstruksikan kepada Central Design #17 untuk merombak Ordzonikidze agar mampu beroperasi di perairan tropis. Ordzonikidze pertama beroperasi di dinas AL Uni Sovyet pada tanggal 39 Juni 1952.

Ordzonikidze yang kemudian resmi berpindah nama menjadi KRI Irian memiliki panjang sekitar 210 meter (permukaan dek) dan 205 meter di garis bawah air. Artileri laut berupa meriam kanon kaliber 5.9 Inchi cukup mumpuni untuk merontokkan armada Hr Ms Karel Dorman. Belum lagi ditambahkan dengan persenjataan anti serangan udara berupa kanon 30 mm dan meriam udara kaliber 37 mm.

Untuk mengantisipasi serangan kapal selam, KRI Irian sudah dibekali 10 buah meriam kaliber 533 mm (anti submarine gun tube). Uni Sovyet ketika itu tidak hanya mampu merancang kapal dengan manuver tajam, akan tetapi memiliki keunikan teknologi berupa lunas fleksibel. Teknologi lunas fleksibel diperlukan ketika kapal hendak merapat di dermaga, tanpa bantuan kapal pandu. Pada masa itu, sebuah kapal besar seringkali membutuhkan bantuan kapal pandu untuk dapat merapatkan kapalnya di dermaga.

Fakta Sejarah

Dalam sejarah, KRI Irian sekalipun pernah dilibatkan secara langsung ke dalam konfrontasi dengan Belanda memperebutkan Irian Barat, kapal ini belum pernah sedikit pun terlibat perang hebat di permukaan laut di perairan Indonesia. Ketika KRI Irian memasuki perairan NKRI pada tanggal 5 Agustus 1962, kapal induk Kerajaan Belanda Hr.Ms. Karel Doorman segera diperintahkan untuk menyingkir dari perairan NKRI guna menghindari kontak langsung dengan KRI Irian.

Nampaknya, sekalipun tidak terlibat kontak fisik secara langsung, kehadiran KRI Irian memberikan dampak politik yang cukup besar. Hal ini terbukti membuat Amerika Serikat untuk memaksa Belanda segera keluar dari NKRI untuk melakukan perundingan dengan Pemerintah Indonesia di New York tanggal 15 Agustus 1962.

Belum lama setelah perundingan di New York tentang penyerahan kekuasaan dari pemerintah Kerajaan Belanda kepada UNTEA (PBB), kondisi KRI Irian semakin mengenaskan.

Suhu dan kelembapan perairan di Indonesia yang cukup tinggi menyebabkan cukup banyak permasalahan teknis yang dihadapi oleh KRI Irian. Karena sudah dianggap kehilangan banyak efisiensi secara operasional, maka pada tahun 1964, KRI Irian dikirimkan kembali ke Uni Sovyet, di wilayah Vladivostok untuk perbaikan di Pabrik Dalzavod. Pada tahun yang sama, setelah perbaikan selesai, kemudian kapal ini dikirimkan kembali ke Surabaya, kali ini dikawal langsung oleh Destroyer AL Uni Sovyet.

Setelah pergantian kekuasaan ke rezim Orde Baru, nampaknya Soeharto (Alm) tidak terlalu tertarik dengan keberadaan KRI Irian. Pemerintah rezim Orde Baru sama sekali tidak menaruh perhatian sehingga KRI Irian dibiarkan terbengkalai. Alasannya, biaya operasional untuk menjalankan kapal ini sangat besar. Logikanya memang demikian, karena untuk menjalankan KRI Irian setidaknya dibutuhkan sekitar 1200an personel militer (laut). Tentu saja ini bertentangan dengan doktrin pertahanan nasional yang ketika itu lebih banyak difokuskan ke matra darat (TNI-AD).

Akhir Cerita

Akhir cerita dari KRI Irian sesungguhnya tidak jelas hingga sekarang ini. Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui jika dirinya pernah memiliki persenjataan terbesar yang pernah dimiliki bangsa Asia. Ada beberapa versi yang menyebutkan keberadaan terakhir KRI Irian dan masing-masing masih kontroversi.

Versi Pertama menyebutkan bahwa KRI Irian dibesituakan (scrap) di Taiwan semasa TNI-AL dipimpin oleh Laksamana Soedomo (KSAL) pada tahun 1970. Alasannya, keberadaan KRI Irian sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipertahankan mengingat kondisi fisik yang sudah memprihatinkan. Jika saja dibesituakan di Taiwan, akan tetapi tidak ditemukan catatan administratif mengenai keberadaan kapal penjelajah ringan kelas Sverdlov di dok besi tua di Taiwan.

Versi Kedua, KRI Irian dijual ke Jepang setelah semua persenjataannya dilucuti. Tidak jelas pula alasannya karena di Tanjung Priok ketika itu masih terdapat dua buah gudang suku cadang. Informasi yang disebutikan oleh Hendro Subroto mengatakan bahwa perawatan teknisi tidak dapat dilakukan lagi karena sebelumnya perawatan lebih banyak ditangani oleh teknisi dari Rusia. Sekalipun demikian, tidak ditemukan pula laporan adanya kapal penjelajah ringan kelas Sverdlov yang mangkir di dermaga ataupun dok di Jepang.

Versi Ketiga, ketika dibawa keluar untuk dibesituakan, di tengah perjalanan KRI Irian dicegat oleh kapal Uni Sovyet. Versi ketiga ini adalah analisis dari saya sendiri setelah membaca laporan dari berbagai majalah militer yang mengulas mengenai persenjataan Uni Sovyet semasa perang dingin. Pada pemabahasan di awal sudah saya sebutkan jika Uni Sovyet hanya menjual penjelajah ringan kelas Sverdlov kepada dua negara, yaitu Indonesia (1962) dan India (1989 – Scrap).

Ada dugaan jika pihak yang paling tidak menginginkan apabila kelas Sverdlov jatuh ke tangan pihak Barat adalah Uni Sovyet. Seperti kita ketahui, KRI Irian mengusung teknologi yang masih belum diketahui oleh pihak barat (NATO). Ada rumor jika Uni Sovyet mencegat kapal tersebut dan kemudian mengambil alih dengan kesepakatan, bisa jadi dengan mengurangi sejumlah hutang pembelian senjata yang belum dilunasi atau bisa jadi dengan membayarkan secara tunai. Di antara keseluruhan kelas Sverdlov sebanyak 14 biji itu, hanya keberadaan KRI Irian (Ordzhonikidze – Object 055) yang masih misterius.

Senjata artileri KRI Irian

Senjata utama dari KRI Irian adalah buah 4 turret, dimana setiap turret berisi 3meriam berukuran 6 inchi. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inchi di geladaknya.[2]

* 10 Tabung Torpedo anti-Kapal selam kaliber 533 mm
* 12 Buah Kanon tipe 57 cal B-38 Kaliber 15.2 cm (6 depan, 6 Belakang)
* 12 Buah Kanon ganda tipe 56 cal Model 1934 6 (twin) SM-5-1 mounts Kaliber 10 cm
* 32 Buah Kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm
* 4 Buah triple gun Mk5-bis turrets kaliber 20 mm (untuk keperluan anti-Serangan udara)

Karir(ID)
Pembuat: Obedineniye “Admiralteyskiye Verfi” Leningradskoye
Mulai dibuat: 19 Oktober 1949
Diluncurkan: 17 September 1950 dan bertugas di AL Uni Sovyet pada 30 Juni 1952
Dibeli: 1962 dari Uni Soviet
Ditugaskan: 24 Januari 1963
Nama sebelumnya: Ordzhonikidze (Орджоникидзе) (Object 055)

Karakteristik umum

Berat benanam: 13.600 T standar, 16.640 T beban penuh
Panjang: 210 m keseluruhan, 205 m garis air
Lebar: 22 m
Draft: 6,9 m
Tenaga penggerak: 2 shaft geared steam turbine, 6 boiler, 110.000 HP
Kecepatan: 32,5 knot
Awak kapal: 1.250 orang
Persenjataan: 12 x 15.2 cm 57 cal B-38, 4 triple Mk5-bis turrets
12 x 10.0 cm 56 cal Model 1934 6 twin SM-5-1 mounts
32 x 3.7 cm
10 x 533 cm tabung torpedo

Perisai: Belt = 100 mm
Conning tower = 150 mm
Dek = 50 mm
Turet = 75 mm

Referensi

* Ireland, Bernard, 1996, Jane’s Battleships of the 20th Century, HarperResource, Toronto.
* Ireland, Bernard and Eric Grove, 1997, Jane’s War at Sea 1897-1997: 100 Years of Jane’s Fighting Ships, Centennial Edition, Collins, New York.
* Jackson, Robert, 2006, The Encyclopedia of Warships: From World War II to the Present Day, Tenth Printed, Thunder Bay Press, San Diego.

http://www.indonesiamatters.com/3735/kapal-kri-irian/

http://arbhirawanto.wordpress.com/2010/06/05/kemanakah-kri-irian/


Jika di antara pembaca ada yang pernah mengetahui atau memiliki informasi tentang keberadaan kapal KRI Irian, mohon bisa segera diberitahukan di sini. Terima kasih.
Uthe18 - 01/07/2010 12:26 PM
#2

Quote:
Versi Ketiga, ketika dibawa keluar untuk dibesituakan, di tengah perjalanan KRI Irian dicegat oleh kapal Uni Sovyet. Versi ketiga ini adalah analisis dari saya sendiri setelah membaca laporan dari berbagai majalah militer yang mengulas mengenai persenjataan Uni Sovyet semasa perang dingin. Pada pemabahasan di awal sudah saya sebutkan jika Uni Sovyet hanya menjual penjelajah ringan kelas Sverdlov kepada dua negara, yaitu Indonesia (1962) dan India (1989 – Scrap).


KURA-KURA PURBA, we miss U
CatL0ver - 01/07/2010 12:33 PM
#3

Mau nanya gan.

Kenapa Kapal tsb gk bisa di pakai di perairan Tropis hingga hrus di modifikasi dlu?
karna Konstruksinya ya?
Azumamaru - 01/07/2010 12:34 PM
#4

Quote:
Original Posted By papina


Ada dugaan jika pihak yang paling tidak menginginkan apabila kelas Sverdlov jatuh ke tangan pihak Barat adalah Uni Sovyet. Seperti kita ketahui, KRI Irian mengusung teknologi yang masih belum diketahui oleh pihak barat (NATO). Ada rumor jika Uni Sovyet mencegat kapal tersebut dan kemudian mengambil alih dengan kesepakatan, bisa jadi dengan mengurangi sejumlah hutang pembelian senjata yang belum dilunasi atau bisa jadi dengan membayarkan secara tunai. Di antara keseluruhan kelas Sverdlov sebanyak 14 biji itu, hanya keberadaan KRI Irian (Ordzhonikidze – Object 055) yang masih misterius.

Senjata artileri KRI Irian



klo udah gini, yang punya elmunya ya pihak intelejen gan.
infantri biasa kek kita ga punya elmu yg kayak beginian.
joedhie2k - 01/07/2010 12:40 PM
#5

Quote:
Original Posted By CatL0ver
Mau nanya gan.

Kenapa Kapal tsb gk bisa di pakai di perairan Tropis hingga hrus di modifikasi dlu?
karna Konstruksinya ya?


berat jenis air laut tropis ama daerah kutub beda.. jadi daya apung hull bs beda, ama efisiensi propeller juga bs beda.. performa kapal yg dirancang buat laut utara bs menurun klo dipake disini.. kebalikannya klo dirancang dipake disini trus dipake di laut utara malah bs tambah ngebut..
papina - 01/07/2010 12:46 PM
#6

Quote:
Original Posted By CatL0ver
Mau nanya gan.

Kenapa Kapal tsb gk bisa di pakai di perairan Tropis hingga hrus di modifikasi dlu?
karna Konstruksinya ya?


Karna besi/baja bisa lebih cepat berkarat di perairan Tropis dari pada di Perairan Kutub/Dingin sperti di Rusia & Eropa. Karena suhu yang sangat lembab & temperatur udara yang membuat Air Laut menjadi Asam yang akan mudah membuat Besi/Baja menjadi cepat berkarat bila berada di perairan Tropis.

CMIIW
pemangsa - 01/07/2010 12:53 PM
#7

kalo salah sau meriamnya ada dipajang di museum Bumi Moro
spetsnaz101st - 01/07/2010 01:48 PM
#8

Quote:
Original Posted By papina
Kapal misterius KRI Irian


Akhir Cerita


Versi Kedua, KRI Irian dijual ke Jepang setelah semua persenjataannya dilucuti. Tidak jelas pula alasannya karena di Tanjung Priok ketika itu masih terdapat dua buah gudang suku cadang. Informasi yang disebutikan oleh Hendro Subroto mengatakan bahwa perawatan teknisi tidak dapat dilakukan lagi karena sebelumnya perawatan lebih banyak ditangani oleh teknisi dari Rusia. Sekalipun demikian, tidak ditemukan pula laporan adanya kapal penjelajah ringan kelas Sverdlov yang mangkir di dermaga ataupun dok di Jepang.


Tenang aja gan MERIAM 6 inci Segede Kapal2 patroli jaman sekarang nggak mungkin bisa disembunyiin di situ selamanya
MrBhass - 01/07/2010 02:16 PM
#9

Case is closed...

KRI Irian dibesituakan di INDONESIA...
dijual ke tukang besi madura...

Bokap cerita dulu, beliau tau tentang proses gergaji laras2 meriam 6 inchnya itu 1/2 mati. Tahun 70an itu kejadiannya, kebetulan keluarga dari bokap banyak banget yang di Surabaya waktu itu. Di daerah sono deh...
lupiyakuza - 01/07/2010 02:43 PM
#10

jgn2 tu kpal msh ad d Indonesia n dsembunyiin ma pmrntah bwt diliat jeroannya biar kt bs bkin ndiri.,,..,.
ato kita modif tu kpal n dsmbunyiin d tmpat rhasia..,., kl mslah modif-memodif,kt kn sdkit ahli,gan
stealth007 - 01/07/2010 02:58 PM
#11

ah ya KRI irian ya, sekalinya kita pernah punya kapal bernomer awal lambung 2 ckckck
alirizahusni - 01/07/2010 05:54 PM
#12

tahun comissioningnya hanya beda beberapa sekitar 4 tahunan yah dengan kelas van speijk indonesia yang pada saatnya mash commision di blanda. ibarat kata teknologinya masih selevel bahkan lebih maju bukan? kenapa yah nasibnya berbeda?
joedhie2k - 01/07/2010 06:02 PM
#13

Quote:
Original Posted By alirizahusni
tahun comissioningnya hanya beda beberapa sekitar 4 tahunan yah dengan kelas van speijk indonesia yang pada saatnya mash commision di blanda. ibarat kata teknologinya masih selevel bahkan lebih maju bukan? kenapa yah nasibnya berbeda?


beda konsep antara sverdlov ama VS/Leander

bs dibilang sverdlov itu spesies mau punah.. VS itu salah satu frigate multi purpose pertama
ScanEagle - 01/07/2010 06:36 PM
#14

Quote:
Original Posted By MrBhass
Case is closed...

KRI Irian dibesituakan di INDONESIA...
dijual ke tukang besi madura...

Bokap cerita dulu, beliau tau tentang proses gergaji laras2 meriam 6 inchnya itu 1/2 mati. Tahun 70an itu kejadiannya, kebetulan keluarga dari bokap banyak banget yang di Surabaya waktu itu. Di daerah sono deh...


thanks banget infonya gan gw baru tau nih setelah penasaran sekian lama
docexcalibur - 01/07/2010 07:03 PM
#15

sebenernya teknologi ap yg dilindungi oleh ussr dr barat pd kapal itu ? pd masa itu kan dimulai nya jaman kapal ber-misil. kapal2 pake meriam bagong bgini udah mulai ditinggalkan.

kecuali disitu ad teknologi trbaru rusia yg org biasa ga tau....

sya vote ap kata oom bhass aja, uda di scrap ma org madura
epo - 01/07/2010 07:36 PM
#16

menurut ane gan ketika keluar untuk dibetulkan, di tengah perjalanan KRI Irian dicegat oleh kapal Uni Soviet.kemudian mengambil alih dengan kesepakatan, dengan mengurangi sejumlah hutang pembelian senjata yang belum dilunasi atau bisa jadi dengan membayarkan secara tunai Ada dugaan uni soviet tidak menginginkan teknologi kelas Sverdlov jatuh ke tangan pihak Barat.
MrBhass - 01/07/2010 08:11 PM
#17

Quote:
Original Posted By epo
menurut ane gan ketika keluar untuk dibetulkan, di tengah perjalanan KRI Irian dicegat oleh kapal Uni Soviet.kemudian mengambil alih dengan kesepakatan, dengan mengurangi sejumlah hutang pembelian senjata yang belum dilunasi atau bisa jadi dengan membayarkan secara tunai Ada dugaan uni soviet tidak menginginkan teknologi kelas Sverdlov jatuh ke tangan pihak Barat.


Teknologi apaan yang mau diambil?
US teknologi perkapalan jauh lebih bagus dari Soviet waktu itu!
Waktu itu juga AS punya battleship, Cruiser, Aircraft Carrier... ga butuh mereka Sverdlov...

Sverdlov juga dikasih kruschev ke kita gara2 dianggep obsolete. Ketinggalan jaman.
raghriz - 01/07/2010 08:33 PM
#18

Quote:
Original Posted By MrBhass
Case is closed...

KRI Irian dibesituakan di INDONESIA...
dijual ke tukang besi madura...

Bokap cerita dulu, beliau tau tentang proses gergaji laras2 meriam 6 inchnya itu 1/2 mati. Tahun 70an itu kejadiannya, kebetulan keluarga dari bokap banyak banget yang di Surabaya waktu itu. Di daerah sono deh...


om, nanya... ini yg dipotong2 laras or sama hullnya jg???

coz hasil riset ane... soal kapalnya... bukan laras

Hilangnya KRI Irian mengerucut pada 4 point.
1. discrap di jepang. kelemahan dari point ini, masa kapal segede itu tidak mempunya catatan pernah mampir ke Pelabuhan di Jepang. KRI segede itu bakal susah disembunyikan.

2. Dibawa ke US, sampai saat ini setau gw blum ada dokumentasi yg dari sana yg tergolong classified yg sudah dibuka untuk publik, yang mencantumkan bahwa KRI Irian pernah dibawa kesana.

3. Dibawa balik ke USSR. ada isu yang menyatakan bahwa KRI Irian dalam keadaan sakit dibawa berlayar, kemudian ditengah jalan awak kapal ditukar dengan awak dr Rusia. awak tni al pulang ke Indonesia, KRI Irian dibawa ke Rusia oleh orang Rusia.

4. Ditenggelamkan diperairan Indonesia.

trus kang adrie blg

Quote:
Original Posted By r_adrie


--------------------------------------------------



Permisi bung Mody, saya OOT ke KRI IRIAN sedikit:

ada beberapa document kuno yang akhirnya dibuka oleh pemerintah negara luar yang isinya ada yang menyangkut KRI IRIAN...

yang pasti tidak di scrap / ditenggelamkan di perairan Indonesia / di berikan ke US..

saya coba bantu riset yang dibawah yah, jadi ga buang buang waktu anda..see the blue color

Quote:
Originally Posted by raghriz
gw mo riset KRI Irian udah nyerah duluan.....
sumber terbatas.... karena blum ada referensi tertulis soal "hilangnya" KRI Irian
buku maupun cttn lainnya..

Hilangnya KRI Irian mengerucut pada 4 point.
1. discrap di jepang. kelemahan dari point ini, masa kapal segede itu tidak mempunya catatan pernah mampir ke Pelabuhan di Jepang. KRI segede itu bakal susah disembunyikan. NOPE

2. Dibawa ke US, sampai saat ini setau gw blum ada dokumentasi yg dari sana yg tergolong classified yg sudah dibuka untuk publik, yang mencantumkan bahwa KRI Irian pernah dibawa kesana. NOPE

3. Dibawa balik ke USSR. ada isu yang menyatakan bahwa KRI Irian dalam keadaan sakit dibawa berlayar, kemudian ditengah jalan awak kapal ditukar dengan awak dr Rusia. awak tni al pulang ke Indonesia, KRI Irian dibawa ke Rusia oleh orang Rusia. Keep searching yah...arahnya udah benar, tapi masi salah

4. Ditenggelamkan diperairan Indonesia. NOPE

Point 3 dan 4 bisa ditelurusi jika mau. Cari tau siapa komandan Kapal KRI Irian pada tahun2 terakhir, kemudian wawancarai keadaan kapal tersebut dan nasib akhir kapal tersebut. Perlu usaha keras untuk mencari tahu, sebagian sejarah Indonesia yg masih hilang...

CMIIW




Kesimpulan : Riset sejarah itu memang penting, tapi ada beberapa fakta sejarah yang memang pada akhrinya sebaiknya belum waktunya dibuka dikarenakan menyangkut banyak kepentingan .....

salam...


itu yg gw tahu soal irian.....
btw nunggu kang adrie dtg aaaaah.......
dharma88 - 01/07/2010 08:44 PM
#19

Memang KRI Irian termasuk salah satu misterius yang belum terungkap dan belum diungkapkan secara pasti oleh pejabat yang berkewenangan, seperti halnya Whiskey Class yang seperti diungkap hanya 10an unit ternyata ada 20a unit ... bisa jadi KRI Irian juga tidak sendirian ... Apalagi yang paling GRES2 itu ... OMG Ada UFO liwat ...



... Haiya ... oWe khilap Suk ...
SevenSync - 01/07/2010 09:27 PM
#20

Thank's banget Infonya gan . . . . . . :toast986
Page 1 of 10 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > (Info) Kemanakah KRI Irian ?