Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Fana' dan fana'ul fana
Total Views: 2424
Page 6 of 11 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > 

dewikobra - 08/08/2010 02:33 PM
#101

Quote:
Original Posted By ndakyotho



*Bakar menyan... manggil dewikobra sambil ndeprox


Setelah dibakarin kemeyan dewikobra datang lagi nih.

Saya sangat menghargai pendapat bro ndakyotho.....

Anda menyimpulkan bahwa hasil akhir fana bagi ahli meditasi dan Ahli ibadah / pelaku tassawuf adalah sama............ini yang keliru dan akan saya coba luruskan.

Banyak para Ahli meditasi dari berbagai golongan baik itu reiki, yoga dan bahkan para sains berpendapat bahwa tingkat fana mereka tidak jauh berbeda dengan fananya para Ahli ibadah atau pelaku tassawuf......

menurut para peneliti mereka berpendapat :

Saat awal memasuki meditasi, hormon endorphin dan melatonin yang diproduksi tubuh akan menurunkan ketegangan otak dan sistem syaraf tubuh yang kemudian gelombang otak akan terkondisikan memasuki alpha state 7–14 cps atau 8 – 13,9 Hz , yaitu suatu kondisi relaks yang mendalam.Memang saat kondisi mental seseorang sedang bersantai seperti : berjalan-jalan di taman atau melihat akuarium misalnya, gelombang otak sudah dapat memasuki kondisi Alpha awal (sekitar 10-14 hertz). Tetapi kondisi alpha yang mendalam 7-9 hertz hanya bisa didapatkan dalam keadaan meditasi atau kondisi pratidur.

Selanjutnya setelah Alpha ini , seseorang meditator akan memasuki kondisi relaksasi yang lebih dalam
yaitu Theta dan kemudian lebih dalam lagi yaitu yang disebut Delta . Theta adalah suatu trance atau kondisi tidur ayam antara 4- 7 hertz. , yaitu suatu kondisi mental-spiritual yang sangat intuitif, sedangkan Delta adalah kondisi yang lebih dalam lagi dari Tetha , yaitu berkisar antara 0,1-3,9/4 hertz, keadaan tersebut sama seperti tidur, pingsan atau koma.Dalam tradisi tasawuf kondisi Theta atau Delta sering diistilahkan sebagai Fana , lebih dalam lagi dari itu sering disebut dengan istilah Fana ul Fana, dalam Yoga kondisi ketenangan total sejenis ini biasa disebut Ananda. Dalam kondisi yang sekilas hampir sama dengan tidur, pingsan, atau koma tersebut, seorang dipenuhi dengan puncak energi kreatifitas , spiritualitas atau intutifitas, jadi banyak sekali idea , spirit atau inspirasi dari alam bawah sadar, atau dari Sumber Kebijaksanaan Tertinggi yang bisa tercurah dalam kondisi ini.


Tulisan yang saya BOLD itulah yang keliru dan akan saya luruskan........

Para Pelaku tassawuf pada saat memasuki tahap 3 gelombang Deltha tidak sama seperti orang tidur, pingsan ataupun koma......justru para pelaku tassawuf mengalami kesadaran ganda......disisi lain dia kehilangan kesadaran FANA, tapi disisi lain dia mencapai kesadaran tertinggi BAQA.

Agar mudah pahami : pada saat itu pelaku tassawuf mencapai tingkat 3 gelombang Deltha. mereka mampu melihat kearah manapun dan mampu berfikir apa saja tapi mereka bingung tidak memiliki badan, kaki, tangan dan organ tubuh lain.......mereka mampu melihat tapi tidak memiliki wajah......akhirnya mereka kesana dan kemari dan Akhirnya............................................................................................. ........................JRENGGGGGG.......pada tahap 4 inilah saya tidak bisa menjelaskannya lagi...............karena pada tahap ini berbeda2 proyeksi tahalinya....


Kesimpulan Akhir para Ahli Meditasi dan Para Sains ketika sampai pada tahap 3 gelombang Deltha....mereka mencapai hakekat ketenangan dan kebahagiaan (itulah hasil akhirnya hakekatnya kosong) -------


Sedangkan Para Ahli Ibadah & Ahli Kitab & para Tassawuf.....mereka mencapai satu tingkat lagi.......BAQA ( penyatuan puncak) fana ul fana......RAHASIA.......RAHASIA....RAHASIA........


maaf Jika Sulit Dimengerti......Beginilah Jika Orang Gila menerangkan kepada Orang Waras.....
latakasu - 08/08/2010 03:08 PM
#102

Quote:
Original Posted By dewikobra
Setelah dibakarin kemeyan dewikobra datang lagi nih.

Saya sangat menghargai pendapat bro ndakyotho.....

Anda menyimpulkan bahwa hasil akhir fana bagi ahli meditasi dan Ahli ibadah / pelaku tassawuf adalah sama............ini yang keliru dan akan saya coba luruskan.

Banyak para Ahli meditasi dari berbagai golongan baik itu reiki, yoga dan bahkan para sains berpendapat bahwa tingkat fana mereka tidak jauh berbeda dengan fananya para Ahli ibadah atau pelaku tassawuf......

menurut para peneliti mereka berpendapat :

Saat awal memasuki meditasi, hormon endorphin dan melatonin yang diproduksi tubuh akan menurunkan ketegangan otak dan sistem syaraf tubuh yang kemudian gelombang otak akan terkondisikan memasuki alpha state 7–14 cps atau 8 – 13,9 Hz , yaitu suatu kondisi relaks yang mendalam.Memang saat kondisi mental seseorang sedang bersantai seperti : berjalan-jalan di taman atau melihat akuarium misalnya, gelombang otak sudah dapat memasuki kondisi Alpha awal (sekitar 10-14 hertz). Tetapi kondisi alpha yang mendalam 7-9 hertz hanya bisa didapatkan dalam keadaan meditasi atau kondisi pratidur.

Selanjutnya setelah Alpha ini , seseorang meditator akan memasuki kondisi relaksasi yang lebih dalam
yaitu Theta dan kemudian lebih dalam lagi yaitu yang disebut Delta . Theta adalah suatu trance atau kondisi tidur ayam antara 4- 7 hertz. , yaitu suatu kondisi mental-spiritual yang sangat intuitif, sedangkan Delta adalah kondisi yang lebih dalam lagi dari Tetha , yaitu berkisar antara 0,1-3,9/4 hertz, keadaan tersebut sama seperti tidur, pingsan atau koma.Dalam tradisi tasawuf kondisi Theta atau Delta sering diistilahkan sebagai Fana , lebih dalam lagi dari itu sering disebut dengan istilah Fana ul Fana, dalam Yoga kondisi ketenangan total sejenis ini biasa disebut Ananda. Dalam kondisi yang sekilas hampir sama dengan tidur, pingsan, atau koma tersebut, seorang dipenuhi dengan puncak energi kreatifitas , spiritualitas atau intutifitas, jadi banyak sekali idea , spirit atau inspirasi dari alam bawah sadar, atau dari Sumber Kebijaksanaan Tertinggi yang bisa tercurah dalam kondisi ini.


Tulisan yang saya BOLD itulah yang keliru dan akan saya luruskan........

Para Pelaku tassawuf pada saat memasuki tahap 3 gelombang Deltha tidak sama seperti orang tidur, pingsan ataupun koma......justru para pelaku tassawuf mengalami kesadaran ganda......disisi lain dia kehilangan kesadaran FANA, tapi disisi lain dia mencapai kesadaran tertinggi BAQA.

Agar mudah pahami : pada saat itu pelaku tassawuf mencapai tingkat 3 gelombang Deltha. mereka mampu melihat kearah manapun dan mampu berfikir apa saja tapi mereka bingung tidak memiliki badan, kaki, tangan dan organ tubuh lain.......mereka mampu melihat tapi tidak memiliki wajah......akhirnya mereka kesana dan kemari dan Akhirnya............................................................................................. ........................JRENGGGGGG.......pada tahap 4 inilah saya tidak bisa menjelaskannya lagi...............karena pada tahap ini berbeda2 proyeksi tahalinya....


Kesimpulan Akhir para Ahli Meditasi dan Para Sains ketika sampai pada tahap 3 gelombang Deltha....mereka mencapai hakekat ketenangan dan kebahagiaan (itulah hasil akhirnya hakekatnya kosong) -------


Sedangkan Para Ahli Ibadah & Ahli Kitab & para Tassawuf.....mereka mencapai satu tingkat lagi.......BAQA ( penyatuan puncak) fana ul fana......RAHASIA.......RAHASIA....RAHASIA........


maaf Jika Sulit Dimengerti......Beginilah Jika Orang Gila menerangkan kepada Orang Waras.....



.........


coba cek di trit ini untuk menambah pengetahuan tentang merogo sukmo
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4435073


kalau ane berpendapat itu semua seperti MIMPI dalam MIMPI,2...., saat bangun kembali seperti biasa,....,parameternya, kalau dibuat2 itu artinya sama aza bertuhan dengan pikiran....

NIKMATI AZA,...SEPERTI MENIKMATI SECANGKIR KOPI.........BELAJARLAH BERMIMPI DI 4 UNSUR
ndakyotho - 08/08/2010 07:04 PM
#103

Quote:
Original Posted By dewikobra


Kesimpulan Akhir para Ahli Meditasi dan Para Sains ketika sampai pada tahap 3 gelombang Deltha....mereka mencapai hakekat ketenangan dan kebahagiaan (itulah hasil akhirnya hakekatnya kosong) -------


Sedangkan Para Ahli Ibadah & Ahli Kitab & para Tassawuf.....mereka mencapai satu tingkat lagi.......BAQA ( penyatuan puncak) fana ul fana......RAHASIA.......RAHASIA....RAHASIA........


maaf Jika Sulit Dimengerti......Beginilah Jika Orang Gila menerangkan kepada Orang Waras.....


Anne bisa memahami kesimpulan akhir dari dewikobra... "hakekat kosong"... Nah, apa tanda dari hakekat yang tidak kosong? Silahkan @Dewikobra jelasin lagi...

Anne teringat kalimat seorang ahli ibadah yang pernah anne ajak diskusi sekitar masalah ini , jawabnya begini :
Kalau cuman tenang,rileks,kosong,nyaman,bahagia,batin hening... semua orang juga bisa dan gak perlu pake ibadah, tapi apa iye itu fana'? Kok kagak kenal ama Tuhannye? Kalau kenal kenape masih atheis? Kalau orang yang fana' itu beneran kenal ama Tuhannye... buktiin!! Semua orang yang bisa ketemu ama Tuhannye pasti punya bukti!! Masak ngusir syetan atau jin aje kagak bisa....trus Tuhan yang ditemuinye kemane??
Nah lo....




ndakyotho - 08/08/2010 07:05 PM
#104

Quote:
Original Posted By latakasu
.........


coba cek di trit ini untuk menambah pengetahuan tentang merogo sukmo
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4435073


kalau ane berpendapat itu semua seperti MIMPI dalam MIMPI,2...., saat bangun kembali seperti biasa,....,parameternya, kalau dibuat2 itu artinya sama aza bertuhan dengan pikiran....

NIKMATI AZA,...SEPERTI MENIKMATI SECANGKIR KOPI.........BELAJARLAH BERMIMPI DI 4 UNSUR


Jelasin dimari gan..biar anne paham... anne kagak paham yang agan maksud nih
dewikobra - 08/08/2010 07:33 PM
#105

Quote:
Original Posted By ndakyotho
Anne bisa memahami kesimpulan akhir dari dewikobra... "hakekat kosong"... Nah, apa tanda dari hakekat yang tidak kosong? Silahkan @Dewikobra jelasin lagi...

Anne teringat kalimat seorang ahli ibadah yang pernah anne ajak diskusi sekitar masalah ini , jawabnya begini :
Kalau cuman tenang,rileks,kosong,nyaman,bahagia,batin hening... semua orang juga bisa dan gak perlu pake ibadah, tapi apa iye itu fana'? Kok kagak kenal ama Tuhannye? Kalau kenal kenape masih atheis? Kalau orang yang fana' itu beneran kenal ama Tuhannye... buktiin!! Semua orang yang bisa ketemu ama Tuhannye pasti punya bukti!! Masak ngusir syetan atau jin aje kagak bisa....trus Tuhan yang ditemuinye kemane??
Nah lo....







Fana itu tidak selalu harus kenal dengan tuhannya, kan kemaren udah dijelasin...tergantung dari awal niatnya, ketuhanan atau cuma mau cari ketenangan saja.....kalo awal niatnya cuma mencari fana bersifat ketenangan batin...maka dia akan mentok di step 2 Theta.....tanpa menemukan apa2 cuma sampai tingkat keheningan....dan pulang tanpa membawa apa2 juga.

tetapi jika niatnya ketuhanan dan dibarengi ilmu agama dan ibadah.....maka dia akan mencapai step 4......disini anda menemukan banyak hal dan rahasia2 yg tidak bisa dijelaskan........

ketika pulangpun, anda akan membawa banyak rahasia2.........


Klo masalah Jin dll itu masalah cetex.....alam rendah.....harusnya jika anda sudah sampai step 3 gelombang Deltha. anda akan melalui alam ini duulu.....

Sepertinya anda baru sampai tahap 2 Pratidur.........



NB : untuk TS nanti kalo mau coba meditasi lagi, sambil puasa tidak makan dan tidak tidur selama 3 hari (jadi meditasi dilakukan selama 3 hari tanpa makan dan tidur)........ini memang syarat utama mencapai step 3 gelombang Delta.....sebaiknya didampingi gurunya.
ndakyotho - 08/08/2010 08:30 PM
#106

Quote:
Original Posted By dewikobra
Fana itu tidak selalu harus kenal dengan tuhannya, kan kemaren udah dijelasin...tergantung dari awal niatnya, ketuhanan atau cuma mau cari ketenangan saja.....kalo awal niatnya cuma mencari fana bersifat ketenangan batin...maka dia akan mentok di step 2 Theta.....tanpa menemukan apa2 cuma sampai tingkat keheningan....dan pulang tanpa membawa apa2 juga.

tetapi jika niatnya ketuhanan dan dibarengi ilmu agama dan ibadah.....maka dia akan mencapai step 4......disini anda menemukan banyak hal dan rahasia2 yg tidak bisa dijelaskan........

ketika pulangpun, anda akan membawa banyak rahasia2.........


Good point gan

Anne malah berpersepsi kalau ketenangan atau istilahnya "hakekat kosong" itu bukan fana' yang sesungguhnya... fana' yang dimaksud ahli spiritual...ahli ibadah.

Quote:
Original Posted By dewikobra

Klo masalah Jin dll itu masalah cetex.....alam rendah.....harusnya jika anda sudah sampai step 3 gelombang Deltha. anda akan melalui alam ini duulu.....

Sepertinya anda baru sampai tahap 2 Pratidur.........



NB : untuk TS nanti kalo mau coba meditasi lagi, sambil puasa tidak makan dan tidak tidur selama 3 hari (jadi meditasi dilakukan selama 3 hari tanpa makan dan tidur)........ini memang syarat utama mencapai step 3 gelombang Delta.....sebaiknya didampingi gurunya.


Kalau jin cetex aja kagak bisa... gimane yang laennya gan , itu sebabnya anne meragukan kalau itu fana'....

Btw, emang tahapannya ada berapa aja gan?
dewikobra - 08/08/2010 08:59 PM
#107

Quote:
Original Posted By ndakyotho
Good point gan

Anne malah berpersepsi kalau ketenangan atau istilahnya "hakekat kosong" itu bukan fana' yang sesungguhnya... fana' yang dimaksud ahli spiritual...ahli ibadah.



Kalau jin cetex aja kagak bisa... gimane yang laennya gan , itu sebabnya anne meragukan kalau itu fana'....

Btw, emang tahapannya ada berapa aja gan?


Gini Bos....beberapa tahun yg lalu indonesia sempat heboh dengan ajaran guru spiritual dari Hindia ( Tanpa Mengurangi Rasa Hormat Saya kepada Para Pengikut Beliau)........insialnya (AK), bahkan pengikutnya sangat banyak...dia mengklaim dirinya sudah bisa mencapai fana bahkan sampai tingkatan Moksha (step 3 keatas){ATMA BODHA]........tapi apa yg terjadi.....belum lama ini si tokoh ini (AK) tersandung masalah hukum akibat pelecehan sexual terhadap muridnya.

Akibatnya masalah hukum ini si tokoh (Ahli fana ini ) stress berat, malah sampe sakit2 tan.....dia gak bisa membuktikan ilmu fananya........yg ada dia malah stress.

Disini kita bisa ambil benang merah......bahwa saat ini banyak yg mengaku tokoh2 spiritual pinter teori bahkan banyak pengikutnya.....Tapi Ternyata semua itu hanya bualan belaka....Alias tong Kosong Bunyi Nyaringnya......


Salut buat TS udah buat tread yg bagus.
ndakyotho - 08/08/2010 09:16 PM
#108

Quote:
Original Posted By dewikobra
Gini Bos....beberapa tahun yg lalu indonesia sempat heboh dengan ajaran guru spiritual dari Hindia........insialnya (AK), bahkan pengikutnya sangat banyak...dia mengklaim dirinya sudah bisa mencapai fana bahkan sampai tingkatan Moksha (step 3 keatas){ATMA BODHA]........tapi apa yg terjadi.....belum lama ini si tokoh ini (AK) tersandung masalah hukum akibat pelecehan sexual terhadap muridnya.

Akibatnya masalah hukum ini si tokoh (Ahli fana ini ) stress berat, malah sampe sakit2 tan.....dia gak bisa membuktikan ilmu fananya........yg ada dia malah stress.

Disini kita bisa ambil benang merah......bahwa saat ini banyak yg mengaku tokoh2 spiritual pinter teori bahkan banyak pengikutnya.....Tapi Ternyata semua itu hanya bualan belaka....Alias tong Kosong Bunyi Nyaringnya......


Salut buat TS udah buat tread yg bagus.


@Dewikobra

Masih banyak lagi tuh... padahal pengikutnya kalau nyebut si master dengan kata NYA, Cahaya, Sumber kasih... dan kata-kata ketuhanan lainnya.

Permasalahannya... sekarang semakin banyak yang bergeser imannye, bergeser akidahnya gara-gara ni masalah... gak dikit menjadi universal believer yang tidak jelas kaidah ilmunye dan kadang ngartiin ayat seenaknye sendiri tanpa ngikutin2 pakem-pakem yang ade. Eni bukan berarti anne kagak setuju dengan nilai positif dari universalitas namun dalam hal spiritual hal ni bisa berbahaya.... pan hidup cuman sekali, tuntunan jelas ade aturannye...

Malah banyak yang mengaku kafir,atheis dan banyak lagi istilah anti Tuhan ataupun anti agama karena merasa sudah fana... merasa bahwa semuanye ntu sama... merasa die yang paling kuasa atas hidup dan dirinye.

Bagi anne kalau sudah mampu fana' dan menganggap ibadah tidak perlu itu urusan pribadi karena seseorang yang sudah fana' sudah otomatis kelakuannya baek... tapi kalau fana' sudah dicampur adul kagak bener pengertian dan ilmunye ame patrap pencapaiannye baru itu perlu diduduk perkarakeun... dibahas dan dibuktikan kemampuan fana'nye.

Di FB... hal ini menjadi komoditas tersendiri untuk pencitraan diri
Syukron buat @Dewikobra atas ilmunya
dewikobra - 08/08/2010 09:24 PM
#109

Sebelum Islam Masuk ke Pulau Jawa, Saya Sempat salut kepada raja2 dipulau jawa, Mataram & Padjadjaran dll.

Setiap raja ketika itu memiliki guru spiritual masing2, baik dari tokoh hindu maupun budha.

setiap Raja yg telah sukses dalam membina kemakmuran rakyat dan kerajaannya....kerajaan itupun makmur gemar ripah loh jinawi...setelah raja telah menikmati kenikmatan2 duniawi itu, biasanya guru spiritualnya menyarankan kepada rajanya, untuk meninggalkan keduniawian, dan bertapa Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal.....

Raja itupun meninggalkan keduniawian ( kerajaannya, anak istrinya, harta dan tahtanya ).......lalu menyendiri mencari kedamaian sejati bersama guru spiritualnya.....dan diakhiri dengan Moksha.....

mereka memiliki keyakinan, Moksha bukanlah sesuatu yang terjadi pada saat kematian atau setelah kematian. Moksha harus terjadi sekarang dan saat ini juga. Pada saat kematian, mau tidak mau roh harus meninggalkan badan. Dia kena gusur. Bagi dia tidak ada pilihan lain, kecuali meninggalkan badan. Itu bukan moksha. Anda masih hidup, masih memiliki badan, tetapi tidak terikat dengan badan—itulah moksha.



Gua Gallagher - 09/08/2010 07:00 AM
#110

Quote:
Original Posted By dewikobra
Fana itu tidak selalu harus kenal dengan tuhannya, kan kemaren udah dijelasin...tergantung dari awal niatnya, ketuhanan atau cuma mau cari ketenangan saja.....kalo awal niatnya cuma mencari fana bersifat ketenangan batin...maka dia akan mentok di step 2 Theta.....tanpa menemukan apa2 cuma sampai tingkat keheningan....dan pulang tanpa membawa apa2 juga.

tetapi jika niatnya ketuhanan dan dibarengi ilmu agama dan ibadah.....maka dia akan mencapai step 4......disini anda menemukan banyak hal dan rahasia2 yg tidak bisa dijelaskan........

ketika pulangpun, anda akan membawa banyak rahasia2.........


Klo masalah Jin dll itu masalah cetex.....alam rendah.....harusnya jika anda sudah sampai step 3 gelombang Deltha. anda akan melalui alam ini duulu.....

Sepertinya anda baru sampai tahap 2 Pratidur.........



NB : untuk TS nanti kalo mau coba meditasi lagi, sambil puasa tidak makan dan tidak tidur selama 3 hari (jadi meditasi dilakukan selama 3 hari tanpa makan dan tidur)........ini memang syarat utama mencapai step 3 gelombang Delta.....sebaiknya didampingi gurunya.


cakep babaran dari agan dewikobra
rarhsa - 09/08/2010 08:09 AM
#111

.
.
.
.
.
.
.
@Agan Dewikobra.
Terimakasih untuk kata2 di bawah ini =
.
Anda masih hidup,

masih memiliki badan,
tetapi tidak terikat dengan badan—

itulah [SIZE="4"]moksha.[/SIZE]
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
latakasu - 09/08/2010 10:17 AM
#112

Quote:
Original Posted By ndakyotho
Jelasin dimari gan..biar anne paham... anne kagak paham yang agan maksud nih


kalau mau penjelasannya ente kudu mati dulu...........

gimana mau jelasin masalah HAJI kalau kita belum pernah naik HAJI
urang banjar - 09/08/2010 10:28 AM
#113

biasanya banyak yg terhenti di step 4...
karena terpesona dgn apa yg diliat dan dirasa...
padahal itu bukan tujuan sebenarnya...
untuk itulah diperlukan keberadaan sang Guru Mursyid...
sebagai pemandu...

seperti Rasulullah yg slalu didampingi Jibril AS...
urang banjar - 09/08/2010 10:32 AM
#114

Quote:
Original Posted By rarhsa
.
.
.
.
.
.
.
@Agan Dewikobra.
Terimakasih untuk kata2 di bawah ini =
.
Anda masih hidup,

masih memiliki badan,
tetapi tidak terikat dengan badan—

itulah [SIZE="4"]moksha.[/SIZE]
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.


sehingga ada waliyullah yg ketika wafat...
bukan hanya Ruh nya saja tapi Jasad nya pun ikut "pulang"...
karena Ruh dan Jasad sebelum "pulang" sudah di "kembalikan"...
dalam keadaan sama2 Suci...

seperti riwayat Datu Suban...
abh.Mizan - 09/08/2010 11:38 AM
#115

Quote:
Original Posted By urang banjar
sehingga ada waliyullah yg ketika wafat...
bukan hanya Ruh nya saja tapi Jasad nya pun ikut "pulang"...
karena Ruh dan Jasad sebelum "pulang" sudah di "kembalikan"...
dalam keadaan sama2 Suci...

seperti riwayat Datu Suban...


lenyap serta badan ?

badanya mungkin hancur ya............eace
mbahmetal2 - 09/08/2010 11:44 AM
#116

fana belum tentu disekutui Dzat
ndakyotho - 09/08/2010 11:54 AM
#117

Quote:
Original Posted By latakasu
kalau mau penjelasannya ente kudu mati dulu...........

gimana mau jelasin masalah HAJI kalau kita belum pernah naik HAJI


Haha... anne pan sudah bilang sudah pernah fana' ala meditasi dan kalau cuman meraga sukma bukan sesuatu yang wah bagi anne
ndakyotho - 09/08/2010 11:58 AM
#118

Quote:
Original Posted By urang banjar
biasanya banyak yg terhenti di step 4...
karena terpesona dgn apa yg diliat dan dirasa...
padahal itu bukan tujuan sebenarnya...
untuk itulah diperlukan keberadaan sang Guru Mursyid...
sebagai pemandu...

seperti Rasulullah yg slalu didampingi Jibril AS...


Good point...

Step 4 , berarti ada step 1-3... silahkan dijelaskeun...

Anne juga setuju perlu ade guru yang nuntun and ngejelasin... biar fana'-nya ada buktinya... teori sudah bikin orang pinter diluar sana tapi kalau untuk buktiin, satu persatu pada mundur atau maju pake alesan teori yang laennye lagi...
ndakyotho - 09/08/2010 11:59 AM
#119

Quote:
Original Posted By mbahmetal2
fana belum tentu disekutui Dzat


Mantap mbah... dijabarkeun sekalian..
abh.Mizan - 09/08/2010 12:05 PM
#120

tingkat 7 = tingkat 1
Page 6 of 11 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Fana' dan fana'ul fana