Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Sejarah Perjuangan kemerdekaan Malaya untuk Indonesia Raya
Total Views: 2003
Page 1 of 2 |  1 2 > 

alexandrian - 29/09/2010 04:18 PM
#1
Sejarah Perjuangan kemerdekaan Malaya untuk Indonesia Raya


Setelah membaca tread Juragan AnimeChibis yang berjudul “Sejarah Bendera Merah Putih di Malaysia” Saya telah meminta izin Beliau untuk menulis tread sejenis yang lebih lengkap untuk Forum Sejarah & Xenology yang bertujuan agar kita WNI mengetahui hubungan sejarah Antara Indonesia-Malaysia yang hampir bersatu menjadi satu negara “Indonesia Raya” jika Penjajah Inggris tidak mengahalangi perjuangan itu.

Tulisan ini saya mulai dengan mengangkat tokoh utama orang Malaya (Baca: Malaysia) yang melopori usaha pembentukan negara “Indonesia Raya” Yaitu Bapak Ibrahim Yaacob. Untuk selanjutnya saya menceritakan beberapa tokoh yang lain termasuk organisasi politik yang terlibat dalam usaha perjuangan yang sama.



Ibrahim Yaacob
Ibrahim Yaacob adalah seorang Melayu keturunan Bugis asal Sulawesi Selatan.
Dia lahir 27 November 1911 di Kampung Tanjung Kertau,Temerloh, Pahang. Leluhurnya (kakek dari kakeknya) telah merantau ke Riau dan selanjutnya ke Pahang sekitar awal abad ke-20.Ayahnya, Haji Yaacob,ialah seorang guru agama dan tokoh yang dihormati oleh masyarakat kampungnya, ibunya bernama Hawa binti Hussein.

Ketika IBHY berusia dua tahun, orangtuanya bercerai dan ia diasuh ibunya yang hidup sederhana. Pendidikan menengah yang ditempuhnya tahun 1928–1931 di Maktab Perguruan Sultan Idris (MPSI) di Tanjong Malim, Perak, membuahkan rasa kebangsaannya.

Guru-gurunya mengajarkan gerakan nasionalisme yang berkembang di India, Mesir, dan Indonesia. Dia juga membaca surat kabar dari Indonesia seperti Pewarta Deli dan Fikiran Rakyat. Selain itu, Ibrahim Yaacob juga diilhami “Sumpah Pemuda” yang merupakan ikrar persatuan. Tahun 1939 Ibrahim Yaacob dengan beberapa orang rekan mendirikan Kesatuan Melayu Muda (KMM).

Tahun 1940, pada usia 29 tahun Ibrahim Yaacob menjelma sebagai nasionalis radikal pengagum Soekarno. Ketika meletus Perang Pasifik 7 Desember 1941, Ibrahim Yaacob ditangkap Inggris dan dibebaskan setelah Jepang mendarat.

Jepang mengorganisasikan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Pulau Jawa, sedangkan di Sumatera dan Malaya dibentuk Giyugun. Ibrahim mendapat latihan selama enam bulan dan Juni 1944 dilantik sebagai Komandan Giyugun dengan pangkat letnan kolonel.

Peristiwa Taiping 1945

Tanggal 8 Agustus 1945 Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wediodiningrat berangkat ke Vietnam menemui Marsekal Terauchi dan tiba kembali di Bandar Udara Kemayoran Jakarta tanggal 13 Agustus 1945.

Pada surat kabar Asia Raja, 16 Agustus 1945 Soekarno-Hatta menuturkan," Dalam perjalanan pulang kami berjumpa Letnan Kolonel Ibrahim Yaacob dan beberapa opsir Giyugun lain… yang menyatakan rakyat di tanah Melayu ingin bersatu dalam negara Indonesia."

Sebelumnya, untuk meyakinkan bahwa Malaya dimasukkan ke dalam rancangan Indonesia merdeka, Ibrahim Yaacob mengutus tiga wakilnya ke Jakarta untuk bertemu dengan Soekarno. Di Jakarta, Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia membicarakan wilayah negara Indonesia mendatang,apakah berupa bekas Hindia Belanda atau bekas Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, Nieuw Guinea, Borneo Utara dan Timor (Timur) Portugal.

Ataukah bekas Hindia Belanda minus Nieuw Guinea? Muhammad Yamin menganjurkan alternatif kedua, yakni Indonesia Raya. Soekarno setuju dan pada pemungutan suara 39 dari 66 anggota badan tersebut memilih Indonesia Raya.

Namun dalam UUD 1945 yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945 wilayah Indonesia itu tidak dinyatakan secara eksplisit. Soekarno terharu oleh semangat Ibrahim Yaacob lalu berujar, "Mari kita ciptakan satu tanah air bagi mereka dari keturunan Indonesia." Ibrahim menjawab "Kami orang Melayu akan setia menciptakan ibu negeri dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka.

Kami orang-orang Melayu bertekad untuk menjadi orang Indonesia." Semua itu tidak pernah menjadi kenyataan.Jepang menyerah tanggal 15 Agustus 1945.PETA dan Giyugun diperintahkan Jepang untuk dibubarkan. Cita-cita Indonesia Raya kandas. Tanggal 19 Agustus dengan pesawat Jepang Ibrahim terbang ke Jakarta bersama istrinya Mariatun Haji Siraj, iparnya Onan Haji Siraj dan Hassan Hanan.

Karena situasi di Semenanjung Melayu tidak aman, Soekarno menyarankan agar Ibrahim dan rekan-rekannya ikut bergabung dalam perjuangan di Pulau Jawa untuk mencapai cita-cita Indonesia Raya. Sejak itu Ibrahim Yaacob seakan menjalani hidup di pengasingan karena setelah Malaya merdeka, dia tidak diperbolehkan pulang ke sana.

Baru pada 1973 di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Tun Abdul Razak, dia menginjakkan kakinya lagi di tanah Melayu. Bulan November 1955, dua tahun sebelum Malaya merdeka, Tengku Abdul Rachman sebagai Chief Minister Malaya mengunjungi Jakarta atas undangan Presiden Soekarno.Saat itu secara informal Ibrahim Yaacob sempat dipertemukan dengan Tengku,tapi pendirian mereka berlawanan.

Tengku menginginkan Malaya merdeka dalam Commonwealth Inggris, sementara Ibrahim Yaacob menghendaki Malaya merdeka dan bergabung di bawah Indonesia Raya. Pada masa demokrasi terpimpin, Soekarno menunjuk Ibrahim Yaacob sebagai anggota MPRS dan pada awal Orde Baru, Ibrahim melepaskan diri dari kegiatan politik dan memulai berkiprah dalam bidang swasta.

Ketika meninggal di Jakarta 8 Maret 1979, dia tercatat sebagai Direktur Utama Bank Pertiwi. Ibrahim Yaacob dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata karena Pemerintah Indonesia menghargainya sebagai seorang yang telah berjasa kepada Indonesia.Pada nisannya tertulis letkol purnawirawan TNI AD dengan nomor register prajurit sekian.

Sumber: http://www.ahmadheryawan.com/opini-media/budaya-pariwisata/2457-ibrahim-yaacob-dan-sejarah-serumpun.h tml
alexandrian - 29/09/2010 05:34 PM
#2
Bapak Ahmad Boestamam; Pejuang setia sampai akhir hayat
Ahmad Boestamam

Tokoh selanjutnya adalah Bapak Ahmad Boestamam yang bersama-sama dengan Bpk. Ibrahim Yaacob berjuang mewujudkan Persatuan daerah jajahan Inggris-Belanda dalam Negara Indonesia Raya. Suatu Usaha yang gagal disebabkan kendala internal dan eksternal walau begitu Bapak Ahmad Boestamam tidak letih dalam usaha itu walau Malaysia telah diberi kemerdekan oleh Inggris ini terlihat dengan buku beliau yang berjudul “Merintis Jalan Ke Puncak (1971)” dengan covernya bendera “Merah Putih” diatas puncang gunung yang melambangkan cita-cita beliau.
Bagaiman Biografi lengkap Beliau?

Ahmad Boestamam (30 November 1920 - 19 Januari 1983; nama asli: Abdullah Thani bin Raja Kechil) adalah seorang aktivis politik anti-penjajah Inggris. Beliau menggunakan nama Ahmad Boestamam awalnya sebagai nama pena ketika mendirikankan koran Suara Rakyat pada tahun 1945 di Ipoh, NegriPerak, Malaysia (sekarang) Nama ini lekat sebagai nama yang popular. Beliau juga pernah menggunakan nama pena Ruhi Hayat dan Jiwalara. Beliau berbakat besar dalam penulisan dan seorang ahli pidato yang handal. Selain bergiat dalam dunia politik, beliau juga sukses menghasilkan tidak kurang daripada 15 buah novel. Antara bukunya ialah Sorotan Sekilas (1981), Lambaian Dari Puncak (1983), Merintis Jalan Ke Puncak (1971), Tujuh Tahun Malam Memanjang (1976), Rumah Kaca Di Gegar Gempa (1969), dan Api Dan Air Mata (1967). Beliau di anugerahkan Panglima Negara Bintang Sarawak pada tahun 1976 membawa gelaran Datuk.

Masa kecil
Dilahirkan dari pasangan Raja Kechil, seorang petani, dan Rasia. Ahmad Boestamam dibesarkan di Kampung Behrang Ulu, Tanjung Malim, Perak, Malaysia (sekarang) Beliau mempunyai dua orang kakak, yaitu Rasunin dan Ramlah. Pada usia enam tahun, Beliau memasuki Sekolah Melayu Behrang Ulu, sebuah sekolah Melayu and kemudian pada tahun 1933, beliau memasuki Anderson School, Ipoh. Beliau tamat kelas Lima dan lulus dengan peringakt pertama dalam Ujian Kelas Melayu Khusus ("Special Malay Class", SMC).

Aktifitas

Seperti kebanyakan para aktivis politik yang sezaman dengannya, Beliau adalah seorang wartawan media masa yang sangat prolifik. Awal aktif di Media masa dengan koran “Saudara” di Pulau Pinang, kemudian “Warta Kinta” di Ipoh, “Majlis” di Kuala Lumpur, “Utusan Melayu” di Singapura dan” Warta Malaya” juga di Singapura. Pekerjaannya itu juga menjadikan beliau bergaul dengan tokoh-tokoh wartawan Melayu lain seperti Abdul Rahim Kajai, Ibrahim Haji Yaacob dan Ishak Hj. Muhammad.

Kegiatan Boestamam dalam bidang kewartawanan ini telah menyebabkan beliau terlibat dalam arus Nasionalisme Melayu yang sedang memuncak pada tahun 1930-an. Beliau telah turut sama memberi pendapat dan usulannya bagi memperbaiki kelemahan ekonomi, sosial dan politik bagi orang Melayu dari tekanan penjajah Inggris dan kaum pendatang (orang Cina dan India. Walaupun tulisannya tidak setajam rakan-rakannya yang lain, tetapi beliau telah melahirkan pendapatnya dalam nada dan pendapat yang sama dengan mereka. Persamaan harapannya untuk memajukan orang Melayu sudah cukup untuk membuat beliau terlibat secara langsung dalam kegiatan nasionalisme orang Melayu.

Kesatuan Melayu Muda (KMM)
Kepentingan Boestamam dalam kegiatan politik bermula dengan penglibatannya dalam Kesatuan Melayu Muda (KMM) sebagai pembatu sekretaris semasa menjadi wartawan khusus sutar kabar “Majlis” di Kuala Lumpur yang dipimpin oleh Ibrahim Haji Yaacob. Walaupun beliau hanya menjadi orang yang keempat penting dalam organisasi yang menjadi agen Jepang, tetapi ini tidak dipandang ringan oleh penjajah Inggris. Beliau dianggap sebagai seorang aktivis politik antipenjajahan yang berbakat besar.

Penangkapan Boestamam pada tahun 1941 bersama-sama dengan 150 orang anggota dan penyokong KMM memulaikan kehidupan getir Boestamam sebagai seorang aktivis politik. Beliau telah menjadi lebih menjadi sasaran kepada tekanan penjajah, yang secara langsung memberi satu pemantapan kepada sikap antipenjajahannya. Ini menjadi satu mungkin kepada semangatnya untuk terus bergiat dalam politik.

Gerakan Kiri Tanah Air (KITA)
Beliau seorang perancang politik yang bijak. Beliau telah mendirikan Gerakan Kiri Tanah Air (KITA) yang bekerjasama dengan Parti Komunis Malaya dan British yang sedang berusaha memerangi tentera Jepang. Walaupun organisasi ini dipaksakan kepadanya oleh MPAJA, tentera Parti Komunis Malaya, tetapi ia juga menjadi satu bukti kepada kerjasama Beliau dengan kumpulan anti-Jepang. Ini bisa digunakan sebagai bukti untuk menafikan kerjasama sepenuhnya dengan Jepang.

Partai Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM)
Boestamam merupakan salah satu pendiri Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM). Beliau telah bekerjasama secara sadar dengan pihak Partai Komunis Malaya (PKM) PKM mempengaruhi PKMM. Ppucuk pimpinan utama, Yaitu Presiden PKMM juga dikuasai oleh PKM, melalui Mokhtaruddin Lasso, seorang pelarian politik Parti Komunis Indonesia (PKI)

Akhirnya, PKM mempengaruhi dasar politik PKMM. Dasar politik untuk melindungi dan berjuang bagi mewujudkan perasaan kebangsaan, memajukan ekonomi, pelajaran dan keadilan bagi masyarakat Melayu telah diubah oleh PKM. PKM juga telah meletakkan satu dasar yang penting yang melambangkan pembentukan sebuah bangsa "Malaya", sesuai dengan dasarnya mewujudkan Barisan Bersatu Malaya pada masa depan. Dengan itu, dasar PKMM tidak lagi bersifat Melayu seratus peratus. Ia telah disesuaikan dengan cita-cita PKM.

Bersambung di bawah...
alexandrian - 29/09/2010 05:35 PM
#3

Beliau menyedari hal tersebut, maka untuk mengimbangi pengaruh politik PKM, dalam persidangan yang diadakan pada 30 November 1945, dasar membentuk Melayu Raya atau Indonesia Raya, telah dimasukkan sebagai salah satu tujuan perjuangan PKMM. Malah dasar ini memang sengaja ditonjolkan begitu hebat oleh Beliau dan kumpulannya demi untuk mengelakkan pandangan orang ramai terhadap penguasaan PKM dalam PKMM. Ini juga telah membolehkan turunan Indonesia yang menetap di Tanah Melayu.

Beliau didukung oleh PKM. PKM telah membangkitkan pula soal tidak demokrasi UMNO karena memberi dua saja suara kepada PKMM, seperti persatuan negeri-negeri Melayu yang lain, yang dikatakannya lebih kecil daripada PKMM. PKM juga menuduh UMNO sebuah partai yang konservatif dan tidak menggunakannya sebagai biasiswa kepada anak-anak Melayu, dianggapnya remeh.

Penjajah Inggris telah meyokong UMNO. Bagi penjajah Inggris, UMNO adalah sebuah partai politik yang lebih sederhana, tidak dipengaruhi sebarang unsur luar yang mengancam kedudukan politik dan ekonominya serta tidak mempunyai sejarah menentang terhadap penjajah Inggris, seperti PKMM yang dipimpin oleh beberapa orang bekas anggota Kesatuan Melayu Muda (KMM) . UMNO juga direstui oleh raja-raja Melayu yang merupakan lambang ketuanan orang Melayu. Dukungan raja-raja Melayu kepada UMNO sangat penting diakui karena raja-raja Melayu merupakan ketua kerajaan negeri yang membuat perjanjian dengan Penjajah Inggris. Kebijakan UMNO menarik raja-raja Melayu memihak kepada mereka telah memerangkap Penjajah Inggris untuk mengakui kepentingan UMNO.

Sekali lagi Ahmad Boestamam dan PKMM telah dipengaruhi oleh PKM untuk menubuhkan PUTERA, sebagai satu badan radikal Melayu yang besar bagi bergabung dengan AMCJA ("All Malaya Council for Joint Action) , sebuah gabungan partai politik non- Melayu yang juga dipengaruhi oleh PKM. Kedua-dua organisasi kemudian menjadi penentang yang penting karena telah mengeluarkan Perlembagaan Rakyat sebagai satu perlembagaan pilihan kepada semua penduduk Malaya, selain Perjanjian Persekutuan 1948 yang disediakan oleh UMNO raja-raja Melayu dan Penjajah.

Dengan mempunyai satu dasar yang tidak bertumpu kepada kepentingan orang Melayu sepenuhnya, berarti Ahmad Boestamam dan PKMM telah melawan arus dengan nasionalisme Melayu pada tahun 1946. Ini karena penentangan orang Melayu terhadap Malayan Union adalah puncak gerakan nasionalisme mereka selama ini. Gerakan nasionalisme Melayu yang bermula begitu lambat dan tidak begitu menghilangkan keberanian penjajah Inggris telah menjadi cukup tegang dengan pengenalan Malayan Union. Ini karena gerakan anti-Malayan Union itu telah membangkitkan kesadaran politik yang cukup jelas sehingga melibatkan kaum wanita yang selama ini tertutup dengan peranan tradisional mereka. Pengenalan Malayan Union telah menyatupadukan orang Melayu, bukan saja di kalangan rakyat tetapi juga raja-raja Melayu dan para pembesar tradisional yang selama ini terpisah dengan rakyat jelata. Penentangan itu merupakan satu gerakan yang telah menghilangkan keberanian penjajah Inggris sehingga terpaksa tunduk kepada kehendak mereka.

Pada Februari 1946, ketika semangat menuntut kemerdekaan sedang meluap-luap, Beliau bersama dengan Dr Burhanuddin Al Helmi juga mendirikan Angkatan Pemuda Insaf (API), sebuah pergerakan kiri yang radikal di Malaya dan memimpinnya sehingga pendirian itu dilarang oleh Inggris.

Penangkapan Beliau pada bulan Julai tahun 1948 membekukan kegiatan politik Beliau untuk satu tempoh yang panjang, yaitu selama tujuh tahun. Beliau terpaksa ditahan begitu lama karena berbahaya kepada keselamatan politik penjajah Inggris di Tanah Melayu dan kawasan sekitarnya, yaitu Nusantara. Pengumuman undang-undang darurat juga digunakan untuk penjajah Inggris menghadang unsur-unsur PKM dan sekutunya, termasuk PKMM dan anak buahnya. Beliau dianggap sebagai bagian dari tenaga penggerak yang berbahaya. Beliau ditahan oleh penjajah Inggris dua kali. Pertama kali sebelum kedatangan Jepang pada tahun 1941 selama tiga bulan.

Parti Rakyat Malaya (PRM)

Partai Rakyat Malaya telah menjadi partai politiknya yang pertama setelah beliau dibebaskan pada tahun 1955. Beliau telah menjadi pemimpin oposisi Melaysia dengan menggunakan ideologi sosialisme-marhaenisme ciptaan Presiden Sukarno. Dengan bekerjasama dengan Partai Buruh Malaya, beliau membentuk Socialist Front (SF) yang akhirnya menjadi salah satu partai oposisi yang terkenal setelah kemerdekaan Melaysia.

Pemilu tahun 1959 telah memberi satu pengakuan politik Beliau selama ini. Beliau telah memenangi kursi parlemen di bawah tiket Socialist Front. Dengan itu, Beliau telah menjadi salah seorang anggota oposisi yang disegani, bersama-sama dengan tokoh-tokoh nasionalis dan politik Melayu yang lain seperti Dato' Onn Jaafar, Dr. Burhanuddin, Khadijah Sidek, Zulkifli Mohammad dan Othman Abdullah. Tokoh-tokoh oposisi non-Melayu yang handal seperti Dr. Seenivasagam, Tan Chee Koon dan Lim Kean Siew telah berkerjasama dengan Beliau dan rekan-rekan yang lain. Kehadiran Ahmad Boestamam dan kawan-kawannya itu menjadikan Barisan Nasional terpaksa bekerja keras untuk menentang mereka di Dewan Rakyat. Kehadiran mereka memang sangat menarik dalam sejarah politik berparlemen di Malaysia.

Beliau ditangkap pada tahun 1963, buat ketiga kali dalam sejarah hidup politiknya. Pada kali ini Beliau ditangkap oleh pemerintah berkuasa yang dipilih oleh rakyat sendiri selama empat tahun. Alasan Barisan Nasional yang berkuasa adalah karena Beliau terlibat dalam usaha Indonesia menentang gagasan negara federasi Malaysia yang sedang diusahakan oleh Tunku Abdul Rahman, ketua Barisan Nasional dan Perdana Menteri Malaysia. Beliau dituduh bekerjasama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan terlibat dalam pemberontakan Brunei pada tahun 1962. Tuduhan ini sangat menarik karena ia menimbulkan dua gambaran yang sangat penting. Pertama, ternyata Beliau seorang penyokong Indonesia yang sangat setia dan tetap. Kedua, penonjolan satu penglibatan politik Beliau yang menyeluruh Kepulauan Nusantara. Ini bermakna Beliau ingin menjadi pioner Melayu/Indonesia Raya.

Kembali menjadi wartawan
Keterlibatan Beliau dalam politik Malaysia menjadi hilang setelah itu. Beliau tidak lagi berkeinginan walaupun pernah mencoba memimpin partai politik yang baru dan bekerjasama dengan tokoh-tokoh bukan Melayu. Beliau terpaksa membawa diri ke Sarawak dengan menjadi pembantu Datuk Patinggi Abdul Rahman Yaakub dan penulis surat kabarnya. Oleh sebab itu, Beliau dianugerahi gelaran "Datuk" oleh Gubenor Sarawak. Walaupun gelaran itu satu pengakuan kepada peranannya selama ini dalam kegiatan politik Malaysia sebelum perang dan selepas merdeka. Ia sebenarnya satu ironi kepada ideologinya yang radikal selama ini. Akhirnya, Beliau mengakui sistem tradisional Melayu yang masih bersifat feudal.

Beliau mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan menjadi penulis bebas di pelbagai surat kabar sebagai menhabis waktu dan sedikit pendapatan untuk menyambung kehidupannya. Dua tahun selepas menunaikan haji, beliau meninggal dunia pada tahun 1983 karena penyakit kangker paru-paru. Dengan itu, maka tamatlah perjalanan hidup seorang tokoh politik yang sangat dinamik dan menarik yang telah memberi warna-warna garang dan terang serta corak yang berliku-liku dalam kehidupannya dan politik Malaysia khususnya. Kepentingan beliau dalam sejarah politik Malaysia tidak akan dilupakan.

Jabatan yang pernah disandang
Antara jabatan yang pernah disandang oleh Ahmad Boestamam:
• Penulis pojok surat kabar "Saudara"
• Anggota Persatuan Melayu Perak (PMP) pada tahun 1937;
• Pembantu Sekretaris Kesatuan Melayu Muda (KMM);
• Pendiri Gerakan Kiri Tanah Air (KITA);
• Ketua Angkatan Pemuda Insaf (API);
• Pendiri Parti Kebangsaan Melayu Melaya (PKMM);
• Ketua koran harian, "Suara Rakyat";
• Ketua Pemuda Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM);
• Pemimpin Partai Rakyat Malaya (PRM) pada tahun 1955;
• Sekretaris Kehormatan Kongres pada tahun 1957;
• Anggota Dewan Rakyat pada tahun 1959-1963.

Karya Tulis:
1. Kabus pagi. Singapura: Geliga, 1958.
2. Pacar merah Malaya. Singapura: Halmy, 1948.
3. Gelap menjelang terang. Singapura: Geliga, 1956.
4. Merintis Jalan Ke Puncak, 1972

Sumber:
1. dari : Alih Bahasa Indonesia dari Bahasa Malaysia di situs: http://ms.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Boestamam
2. http://aminiskandar.wordpress.com/2007/04/05/mari-kenal-pejuang-kemerdekaan-ahmad-boestamam-1920-1983 /#more-22
3. Dari beberapa sumber lainya.
peacee - 30/09/2010 06:43 AM
#4

buseet bisa lama nii ane bacanya..
ydah ane ijin nyimak dolo dah ...
alexandrian - 30/09/2010 10:02 AM
#5

Sorry Gan ceritanya kepanjangan. itu baru awal dari sejarah Malaysia tanggapi sengaja ditutupi oleh pihak pemerintah mereka (PIHak kerajaan UMNO bahasa sononya) say tunggu tanggapannya lagi...
Rebmej - 30/09/2010 11:05 AM
#6

pasti sejarah ga dicantumin dalam pelajaran sekolah malon
liat ja generasinya yang sekarang, songongnya naudzubillah
alexandrian - 30/09/2010 11:23 AM
#7

Quote:
Original Posted By Rebmej
pasti sejarah ga dicantumin dalam pelajaran sekolah malon
liat ja generasinya yang sekarang, songongnya naudzubillah

itu Jelas banget Gan! karena sejarah ini sengaja ditutupi oleh pihak pemerintah berkuasa Malaysia UMNO karena UMNO adalah kepajang tangan penjajah Inggris di semanjung Malaya hingga kemerdekaan diberi bukan direbut dengan senjata dan ada itu ada konsekuensinya.

Sedangkan pejuang2 awal Malaysia terinspirasi dengan gerakan perjuangkan kita dari visi misi, simbol2 dan malah ingin satu negara "Indonesia Raya" yangf berkhir dengan kegagalan.
betara10 - 30/09/2010 11:48 AM
#8

Quote:
Original Posted By alexandrian
itu Jelas banget Gan! karena sejarah ini sengaja ditutupi oleh pihak pemerintah berkuasa Malaysia UMNO karena UMNO adalah kepajang tangan penjajah Inggris di semanjung Malaya hingga kemerdekaan diberi bukan direbut dengan senjata dan ada itu ada konsekuensinya.

Sedangkan pejuang2 awal Malaysia terinspirasi dengan gerakan perjuangkan kita dari visi misi, simbol2 dan malah ingin satu negara "Indonesia Raya" yangf berkhir dengan kegagalan.


Gagalnya itu bukan hanya karna orang malay nggak mau gabung sama Indonesia, secara fakta wilayah Malay itu khan bekas koloni Inggris, bukan Belanda. Inggris pasti mati2an mempertahankan malay demi membayar hutang ke Amrik sama kayak Belanda yang mati2an mau balik lagi ke Indonesia.
Seandainya mereka gabung sama kita pasti ujungnya bakal kayak Tim-Tim.
AnimeChibis - 30/09/2010 02:50 PM
#9

Quote:
Original Posted By Rebmej
pasti sejarah ga dicantumin dalam pelajaran sekolah malon
liat ja generasinya yang sekarang, songongnya naudzubillah


Nah yang gw heran

kenapa gak dimasukkin ke pelajaran sekolah indon ?

Pernahkah hal seperti ini diajari di orde lama atau orde baru ?
Rebmej - 30/09/2010 03:15 PM
#10

Quote:
Original Posted By AnimeChibis
Nah yang gw heran

kenapa gak dimasukkin ke pelajaran sekolah indon ?

Pernahkah hal seperti ini diajari di orde lama atau orde baru ?


iya ya gan, ane heran juga?
apa mungkin karena sejarah Indo begitu banyak ampe yang satu ni terlewat begitu aja
alexandrian - 01/10/2010 11:34 AM
#11

Quote:
Original Posted By Rebmej
iya ya gan, ane heran juga?
apa mungkin karena sejarah Indo begitu banyak ampe yang satu ni terlewat begitu aja

Egk juga Gan! bisa saja dimasukan sejarah tapi nanti pasti ada protes dari Jiran; yaitu mengklaim Sejarah tau bisa disamakam kita Korut sama Korsel yang mana Korsel masih dianggap Korut Bagian sejarahgnya.
borey - 01/10/2010 06:43 PM
#12

Quote:
Original Posted By AnimeChibis
Nah yang gw heran

kenapa gak dimasukkin ke pelajaran sekolah indon ?

Pernahkah hal seperti ini diajari di orde lama atau orde baru ?



Ya juga y Ani,,,

Apa karena soeharto menghindari konflik dg malaysia

Soeharto kan termasuk disegani di ASEAN,gak ingin hilang kekuasaan di ASEAN
samanosuke20 - 01/10/2010 11:30 PM
#13

Quote:
Original Posted By Rebmej
pasti sejarah ga dicantumin dalam pelajaran sekolah malon
liat ja generasinya yang sekarang, songongnya naudzubillah

ya jgn kek gt lah bro...
ini pun gk msk ke sejarah kita..
cb berpikir yg terbuka jgn lsg ngejudge hanya gara2 kita negara yg plg besar lantas kita ngeklaim smuanya dkita...
Quote:
Original Posted By alexandrian
Sorry Gan ceritanya kepanjangan. itu baru awal dari sejarah Malaysia tanggapi sengaja ditutupi oleh pihak pemerintah mereka (PIHak kerajaan UMNO bahasa sononya) say tunggu tanggapannya lagi...


ya pihak kita jg banyak nutupin2 sejarah yg bs merusak nilai2 nasionalis..
itu adalah hal yg wajar mengingat kepentingan politik bermain...
jd gk bs dsalahkan jg...
sejarah kelam negeri ini bhkn kl mw dtelusurin lbh kejam dan lbh mengerikan...

liat aja persaingan tan malaka dgn soekarno serta jg dgn sjahrir...
mohd yamin dgn kaum soekarno.. supersemar, g30spki ,, dll..
neptuna - 07/10/2010 11:49 AM
#14

Kayaknya banyak sejarah yang ditutup2i oleh kedua negara...
sehingga sekarang malah terjadi persaingan...
sejarah malaysia yg masuk ke buku pelajaran Indonesia cuma sebatas kerajaan Malaka
samanosuke20 - 07/10/2010 12:14 PM
#15

Quote:
Original Posted By neptuna
Kayaknya banyak sejarah yang ditutup2i oleh kedua negara...
sehingga sekarang malah terjadi persaingan...
sejarah malaysia yg masuk ke buku pelajaran Indonesia cuma sebatas kerajaan Malaka


yah sebagai akibat geo-politik jg bro..

cth plg ekstrem adalah india dan pakistan serta bangladesh..
cb tanya ama penduduk dsana, gmn sejarah mereka...

masing2 akan mempertahankan egonya sendiri2..
palagi masalah kashmir aja sampai skrg lom selese
cakralaut - 13/10/2010 06:13 PM
#16

^egk juga om, jika mereka mau terbuka sejarahnya mungkin akibatnya UMNO bisa runtuh dari kekuasaan atau menjadikan "sejarah bersama" bukti pengklaim atas Budaya kita, Bagimana?
alexandrian - 14/10/2010 06:11 PM
#17

^dulu ada berita Mahatir ingin ada pelajaran sejarah yang sama antar Indo-Malaysia di sekolah, Apakah Mahatir ini ingin mendamaikan 2 negara serumpun atau ada maksud lain Gan? seperti yang dibilang tadi: Ingin mengatakan jika indonesia punya budaya yang beraneka ragam Nusantara maka Malaysiapun bisa..Malaysia = Indonesia. Habis deh sejarah kita.
samanosuke20 - 14/10/2010 09:08 PM
#18

Quote:
Original Posted By cakralaut
^egk juga om, jika mereka mau terbuka sejarahnya mungkin akibatnya UMNO bisa runtuh dari kekuasaan atau menjadikan "sejarah bersama" bukti pengklaim atas Budaya kita, Bagimana?


ya gk jg bro...
ada kmungkinan malah timbulnya kesadaran bersama yg kuat..
so istilah konfrontasi bs dselesaikan dan kedamaian menjadi kenyataan...

kan lbh bgs kek gt, drpd saling ngeclaim, dgn tujuan dan maksud2 politis tertentu...
samanosuke20 - 14/10/2010 09:14 PM
#19

Quote:
Original Posted By alexandrian
^dulu ada berita Mahatir ingin ada pelajaran sejarah yang sama antar Indo-Malaysia di sekolah, Apakah Mahatir ini ingin mendamaikan 2 negara serumpun atau ada maksud lain Gan? seperti yang dibilang tadi: Ingin mengatakan jika indonesia punya budaya yang beraneka ragam Nusantara maka Malaysiapun bisa..Malaysia = Indonesia. Habis deh sejarah kita.


klo gk salah kmren prnh baca hasil wawancara ama anwar ibrahim...
dia ngaku sih klo emank ada beberapa pejabat atas malaysia yg sengaja nutup2in bukti2 keterikatan dgn indonesia krn alasan psikologis dan politis..

cthnya sprti pemberitaan media, kl berita ttg pembunuhan ato perampokan oleh TKI pst bakal terekspos habis dan menjadi topik pembicaraan, tetapi kl ttg keberhasilan indonesia ato kunjungan pemerintahan krg terekspos, shinga persepsi masyarakat jg terbangun,..

hal yg sama yg gw pikir dlakukan oleh media kita jg, hrsnya seimbang dunk apa yg dberitakan dgn persepsi yg ingin dkembangkan di masyarakat...
emyouel - 15/10/2010 01:47 AM
#20

ijin nyimak gan
berarti negara kita pernah bertemen ma malaysia ya
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Sejarah Perjuangan kemerdekaan Malaya untuk Indonesia Raya