Saham
Total Views: 107715
Page 110 of 119 | ‹ First  < 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 >  Last ›

Apple888 - 29/06/2012 05:27 PM
#2181

Quote:
Original Posted By Jstraus
dari pendapat2 agan senior.. spt nya pembangunan smelter dan lain2 nya itu bener2 bakal di bangun nga yah ..


Sepertinya minta tumbal ( investor teri dibantai ) dulu, baru dibangun.

Roadmap lapkeu desember 2011 sih tahun 2014 selesai.

Quote:
Original Posted By Otohime
pas RUPS knapa sudiro gak dicopot aja dr jabatannya?


Agenda tentang laba bersih 59 milyar, dimana direksi di gunakan sebagai penambahan modal kerja aja di tolak. Pas voting suara tidak berhasil.
Apalagi direksi mau di lengserkan.

Quote:
Original Posted By jetwido
JUJUR SAYA nggak puas dengan hasil RUPS nya.
bro APPLE gimana soal kepemilikan saham di DMRI ada penjelasan atau nggak?
memang mau ditambah atau dibiarkan seperti itu saja?
saya mau minta pendapat dari semua investor KARK di forum ini: kalian setuju tidak kalo KARK dilaporkan BAPEPAM?
kalo banyak yang setuju saya mau lapor minggu depan, saya nggak puas dengan jawaban direksi KARK.


Persoalan DMRI ini sepertinya ada yang tidak masalah, dan ada yang mempermasalahkan.

Kalo aku mempermasalahkan DMRI.

Kalo lapor bapepam ada yang wait and see, ga tau apa rencana-nya.

Kalo aku sarankan laporkan bapepam. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK. Saat laporkan bapepam, orang bapepam minta isi kertas diketik. Kalo ada kartu KSEI lampirkan ( fotocopy ), nasabah dari sekuritas mana, fotocopy KTP.

Lebih banyak investor melaporkan ke BAPEPAM lebih bagus.

Senin ini, kemungkinan aku udah laporkan bapepam. proses kerja 2 hari.
koziroz - 29/06/2012 07:11 PM
#2182

ayo gan mase ditunggu ni klo ada yang mao jual Rp 5
pm ya
KKihhSELEM - 29/06/2012 08:26 PM
#2183

Quote:
Original Posted By jetwido
JUJUR SAYA nggak puas dengan hasil RUPS nya.

bro APPLE gimana soal kepemilikan saham di DMRI ada penjelasan atau nggak?

memang mau ditambah atau dibiarkan seperti itu saja?

saya mau minta pendapat dari semua investor KARK di forum ini: kalian setuju tidak kalo KARK dilaporkan BAPEPAM?

kalo banyak yang setuju saya mau lapor minggu depan, saya nggak puas dengan jawaban direksi KARK.

ngk ada gunanya lapor Bapepam, mereka bertindak sesuai bayaran

contohnya kasus sarijaya, duit ditilep sama direksi aja mereka tidak bisa berbuat apa2, padahal kita bukan rugi karena kalah saham, mereka masih bilang ini resiko investasi, padahal ini dalam bentuk uang cash bukan dlm bentuk saham, apalagi agan punya dalam bentuk saham, lebih di lagi sama mereka
jetwido - 29/06/2012 10:03 PM
#2184

Quote:
Original Posted By KKihhSELEM
ngk ada gunanya lapor Bapepam, mereka bertindak sesuai bayaran

contohnya kasus sarijaya, duit ditilep sama direksi aja mereka tidak bisa berbuat apa2, padahal kita bukan rugi karena kalah saham, mereka masih bilang ini resiko investasi, padahal ini dalam bentuk uang cash bukan dlm bentuk saham, apalagi agan punya dalam bentuk saham, lebih di lagi sama mereka


WAH kalo nggak ngerti soal saham nggak usah IKUTAN KOMENLAH!!!

jadi keliatan bodohnya ha3

duit SARIJAYA ditilep direksi kan nggak ada yang lapor dulu ke BAPEPAM. jadi bapepam juga nggak ngerti kalo ada indikasi penyelewengan di sarijaya. nah kalo sudah kejadian kan susah ngatasinya. lha direksinya SARIJAYA itu kalah maen saham pakai duit nasabah. ya duitnya sudah hangus bro! masa loe suruh BAPEPAM ganti rugi? kan nggak bisa.

tapi akhirnya DIRUTNYA SARIJAYA ini kan ditangkap juga kan?

BEDA DENGAN KASUS KARK INI dimana kita laporkan dulu ke BAPEPAM dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh para direksi KARK. JADI sebelum DMRI IPO SEMOGA SI SUDIRO BISA DITANGKAP AMA POLISI DAN BAPEPAM KARENA PENIPUAN TERHADAP INVESTOR KARK.

SUDAH NGERTI BEDANYA? NEWBIE AMATIRAN!!!!!
stevenfung02000 - 30/06/2012 04:10 AM
#2185

Quote:
Original Posted By jetwido
JUJUR SAYA nggak puas dengan hasil RUPS nya.

bro APPLE gimana soal kepemilikan saham di DMRI ada penjelasan atau nggak?

memang mau ditambah atau dibiarkan seperti itu saja?

saya mau minta pendapat dari semua investor KARK di forum ini: kalian setuju tidak kalo KARK dilaporkan BAPEPAM?

kalo banyak yang setuju saya mau lapor minggu depan, saya nggak puas dengan jawaban direksi KARK.


[B][B]Aku juga kesal sama emiten yang satu ini. Kalau ada pistol, pengen aku tembak saja semua direksi & komisarisnya.

Begini bro, memang manajemen KARK ini jelek sekali. Memang mereka sdh melakukan hal-hal yg tidak terpuji, misalnya uang hasil right issue yg semestinya dipakai untuk pengembangan usaha mereka putar ke investasi abal-abal (Culford) dan menikmati bunganya.

Anyway, damage has been done. But we must forgive and give them one more chance. Cobalah kita kasi mereka kesempatan sampai akhir tahun ini untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Kalau menurut Sudiro Anjing Wiguno, itu pembangunan smelter nikel ATN dipercepat. rencana akhir tahun ini sdh beroperasi. Kalau benar selesai sesuai jadwal, hal ini sangat bagus untuk mendongkrak pendapatan perusahaan.

Selain itu mereka juga lagi mengusahakan IPO DMRI. Katanya juli ini mau masukkan proposalnya ke BEI. Kalau tdk ada halangan oktober sudah IPO. Kalau IPO berhasil, bakal dapat dana segar. Mudah2an pembangunan BBCT juga makin lancar.

KARK memang jelek. Tapi bukan berarti tidak punya harapan. Potensi untuk naik masih ada. Apalagi kalau proyek2 yg direncanakan jadi terealisasi.
Coba lihat emiten2 seperti BNBR, TRUB, DEWA,CPRO, FREN, BLTA. Apakah fundamental mereka lebih baik dari KARK? Perusahaan- perusahaan tersebut semuanya selalu merugi. Hutangnya lebih besar dari ekuitas.

KARK jelek-jelek, hutang masih kecil. Perusahaan masih ada laba, walaupun tidak besar. Masih ada harapan bro, selagi perusahaan masih beroperasi.

[B]Kalau seandainya kita lapor ke BAPEPAM(BAdan PEnjilat PAntat Emiten), memangnya bapepam bisa apa? Paling-paling nanti disuspend saham KARK. Kalau sampai disuspend, yang susah khan juga investor2 retail kayak kita.

Begini saja, Cobalah kita kasi kesempatan sekali lagi kepada para deireksi/komisaris KARK untuk menebus kkesalahan mereka. Everybody deserve a second chance.

Kita lihat sampai akhir tahun ini hasilnya gimana? Apalagi akhir tahun ini akan diadakan public expose lagi. Kalau sampai akhir tahun juga tidak ada peningkatan, baru kita ambil tindakan. [/B][/B][/B]
KKihhSELEM - 30/06/2012 07:51 AM
#2186

Quote:
Original Posted By jetwido
WAH kalo nggak ngerti soal saham nggak usah IKUTAN KOMENLAH!!!

jadi keliatan bodohnya ha3

duit SARIJAYA ditilep direksi kan nggak ada yang lapor dulu ke BAPEPAM. jadi bapepam juga nggak ngerti kalo ada indikasi penyelewengan di sarijaya. nah kalo sudah kejadian kan susah ngatasinya. lha direksinya SARIJAYA itu kalah maen saham pakai duit nasabah. ya duitnya sudah hangus bro! masa loe suruh BAPEPAM ganti rugi? kan nggak bisa.

tapi akhirnya DIRUTNYA SARIJAYA ini kan ditangkap juga kan?

BEDA DENGAN KASUS KARK INI dimana kita laporkan dulu ke BAPEPAM dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh para direksi KARK. JADI sebelum DMRI IPO SEMOGA SI SUDIRO BISA DITANGKAP AMA POLISI DAN BAPEPAM KARENA PENIPUAN TERHADAP INVESTOR KARK.

SUDAH NGERTI BEDANYA? NEWBIE AMATIRAN!!!!!

setelah saya check, kalau ngk salah agan ini kena banyak ya di KARK.........turut berduka :sorry
ane dukung ente dech untuk serbu ke bapepam, secara ane masih punya dendam juga tuch sama Badan Penjahat Pasar Modar, kerjanya ngk becus, terutama tuch sekarang lagi menjabat jadi dirjen pajak, fuad airmani
Quote:
Original Posted By stevenfung02000

Kalau seandainya kita lapor ke BAPEPAM(BAdan PEnjilat PAntat Emiten)

ane suka komentar ente gan,
Otohime - 30/06/2012 09:23 AM
#2187

Quote:
Original Posted By Apple888


Agenda tentang laba bersih 59 milyar, dimana direksi di gunakan sebagai penambahan modal kerja aja di tolak. Pas voting suara tidak berhasil.
Apalagi direksi mau di lengserkan.




berarti pemegang saham yg berpihak pada direksi leebih banyak? jadi penasaran ikut rups kayak gimana, sayang gw di daerah
HHASAN - 30/06/2012 11:39 AM
#2188

Quote:
Original Posted By Otohime
berarti pemegang saham yg berpihak pada direksi leebih banyak? jadi penasaran ikut rups kayak gimana, sayang gw di daerah


Setahu saya (dari cerita teman saya), RUPS dianggap sah karena ada 52 % pemegang saham (yang hadir dan yg tidak hadir tapi memberikan surat kuasa).

Beberapa pemegang saham yg jumlahnya % tase-nya cukup besar tidak hadir pada RUPS tersebut tapi memberikan surat kuasa kepada management atas hak suaranya dan mengikuti keputusan yg di ambil management.
Sementara yang hadir dlm RUPS dan menentang / tidak sependapat (dlm hal tdk ada deviden) jumlahnya hanya sekitar 1% lebih dikit.

Jadi apapun yg putuskan management akan di sahkan oleh notaris karena yg hadir dlm rups tidak memiliki kekuatan.

Pada saat sesi deviden pihak management di protes oleh seorang peserta (kalimatnya cukup bagus dan tajam, setajam silet ), dasarnya karena magement telah lancang membuat keputusan tunggal. Tapi apa daya kekuatan tidak seimbang sehingga notaris mensahkan tidak adanya deviden untuk thn 2011.CMIIW.
animangaml - 30/06/2012 12:57 PM
#2189

Perkenalkan,nickname saya di idsaham.com adalah Tatsuya. Saya sebenarnya tidak punya saham KARK, tapi merasa prihatin dengan perlakuan manajemen dengan investor minoritas. Saya sedang memeriksa laporan tahunan KARK tahun 2011 dan menemui suatu kejanggalan. Laporan keuangan KARK kok hanya ditandatangani oleh Direktur Utama saja? Saya memegang laporan keuangan PTBA dan ADMF, yang menandatangani selalu Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Hal ini masuk akal karena yg menyusun laporan keuangan itu berada di bawah Direktur Keuangan. Kenapa di laporan keuangan KARK kok tidak ada? Ini aneh, seingat saya berdasarkan ketentuan BAPEPAM laporan keuangan harus ditandatangani Direktur Utama dan Direktur Keuangan, seperti LK PTBA dan ADMF yang saya miliki ini.
Apple888 - 30/06/2012 05:09 PM
#2190

Quote:
Original Posted By animangaml
Perkenalkan,nickname saya di idsaham.com adalah Tatsuya. Saya sebenarnya tidak punya saham KARK, tapi merasa prihatin dengan perlakuan manajemen dengan investor minoritas. Saya sedang memeriksa laporan tahunan KARK tahun 2011 dan menemui suatu kejanggalan. Laporan keuangan KARK kok hanya ditandatangani oleh Direktur Utama saja? Saya memegang laporan keuangan PTBA dan ADMF, yang menandatangani selalu Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Hal ini masuk akal karena yg menyusun laporan keuangan itu berada di bawah Direktur Keuangan. Kenapa di laporan keuangan KARK kok tidak ada? Ini aneh, seingat saya berdasarkan ketentuan BAPEPAM laporan keuangan harus ditandatangani Direktur Utama dan Direktur Keuangan, seperti LK PTBA dan ADMF yang saya miliki ini.


Ga check yang lain bahwa semua emiten yang lain juga sah di tandatangani oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan ?

Direktur Keuangan baru di angkat pas RUPS 28 juni 2012. Namanya kalo ga salah Pak Beta Sri Winarto. Dulunya menjabat Direktur DMRI ( hal 13 lapkeu desember 2011 ). Baca sekilas background-nya dari BNBR.
Apple888 - 30/06/2012 06:25 PM
#2191

Quote:
Original Posted By KKihhSELEM
ngk ada gunanya lapor Bapepam, mereka bertindak sesuai bayaran

contohnya kasus sarijaya, duit ditilep sama direksi aja mereka tidak bisa berbuat apa2, padahal kita bukan rugi karena kalah saham, mereka masih bilang ini resiko investasi, padahal ini dalam bentuk uang cash bukan dlm bentuk saham, apalagi agan punya dalam bentuk saham, lebih di lagi sama mereka


Quote:
Original Posted By stevenfung02000
Aku juga kesal sama emiten yang satu ini. Kalau ada pistol, pengen aku tembak saja semua direksi & komisarisnya.
Begini bro, memang manajemen KARK ini jelek sekali. Memang mereka sdh melakukan hal-hal yg tidak terpuji, misalnya uang hasil right issue yg semestinya dipakai untuk pengembangan usaha mereka putar ke investasi abal-abal (Culford) dan menikmati bunganya.
Anyway, damage has been done. But we must forgive and give them one more chance. Cobalah kita kasi mereka kesempatan sampai akhir tahun ini untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
Kalau menurut Sudiro Anjing Wiguno, itu pembangunan smelter nikel ATN dipercepat. rencana akhir tahun ini sdh beroperasi. Kalau benar selesai sesuai jadwal, hal ini sangat bagus untuk mendongkrak pendapatan perusahaan.
Selain itu mereka juga lagi mengusahakan IPO DMRI. Katanya juli ini mau masukkan proposalnya ke BEI. Kalau tdk ada halangan oktober sudah IPO. Kalau IPO berhasil, bakal dapat dana segar. Mudah2an pembangunan BBCT juga makin lancar.
KARK memang jelek. Tapi bukan berarti tidak punya harapan. Potensi untuk naik masih ada. Apalagi kalau proyek2 yg direncanakan jadi terealisasi.
Coba lihat emiten2 seperti BNBR, TRUB, DEWA,CPRO, FREN, BLTA. Apakah fundamental mereka lebih baik dari KARK? Perusahaan- perusahaan tersebut semuanya selalu merugi. Hutangnya lebih besar dari ekuitas.
KARK jelek-jelek, hutang masih kecil. Perusahaan masih ada laba, walaupun tidak besar. Masih ada harapan bro, selagi perusahaan masih beroperasi.
Kalau seandainya kita lapor ke BAPEPAM(BAdan PEnjilat PAntat Emiten), memangnya bapepam bisa apa? Paling-paling nanti disuspend saham KARK. Kalau sampai disuspend, yang susah khan juga investor2 retail kayak kita.
Begini saja, Cobalah kita kasi kesempatan sekali lagi kepada para deireksi/komisaris KARK untuk menebus kkesalahan mereka. Everybody deserve a second chance.
Kita lihat sampai akhir tahun ini hasilnya gimana? Apalagi akhir tahun ini akan diadakan public expose lagi. Kalau sampai akhir tahun juga tidak ada peningkatan, baru kita ambil tindakan.


Kemaren aku ke BAPEPAM. Setelah berdiskusi lama, tanyalah tentang rights issue dari tahun 2010 yang sebesar 1,89 trilliun. Pada saat rights issue, orang bapepam bertanya berapa exercise prices pada saat itu ? Berapa lembar saham yang beredar ?

Aku menjawab 18,9 milyar dengan exercise price 100 rupiah. Coba cek dech benar ga ya ??

Nah, pada saat pada saat exercise price di harga 100 apakah ada penurunan harga ? ( CMIIW )

Aku menjawab turun harga menjadi 50 rupiah kalo tidak salah turun harga mulai november 2010.

Secara logika, bahwa sesudah rights issue seharusnya harga saham tidak jatuh, karena suntikan modal rights issue yang secara book value tinggi tidak mungkin harga pasar dihargai 50 rupiah. benar ga ???

Secara logika juga bahwa dana yang didapatkan dari Right Issue sebesar 1,89 trilliun udah di terima ke perusahaan, meskipun harga pasar jatuh dari 100 ke 50.

Tapi saat harga jatuh ke 50 rupiah, saya mengambil kesimpulan bahwa dana yang diterima ke perusahaan tidak mungkin 1,89 trilliun. Secara teori dana itu harus ada dalam perusahaan, tetapi kenyataan dalam pengamatan saya dana itu tidak sebesar 1,89 trilliun.

Mungkin Orang BAPEPAM juga jeli melihat perihal sejarah perkembangan rights issue KARK. Sampai sekarang ini, saya juga tidak berani mengambil kesimpulan bahwa BAPEPAM pura-pura tidak tau, bekerjasama dengan emiten ( istilah lain NEPOTISME atau apalah ) dan sebagainya. ( CMIIW sebatas opini saya nih )

Mungkin Orang BAPEPAM tau, tapi kemungkinan diam, tidak bersuara. Orang BAPEPAM mencoba mencari solusi yang terbaik didalam tindakan yang " diam " tapi sebenarnya mengawasi. ( CMIIW sebatas opini saya nih )

Bila ada yang melapor, kemungkinan BAPEPAM akan menindak lanjuti.

Saya harap pembaca mulai kritis dengan apa yang aku tulis di atas, bahwa dana culford kemungkinan besar tidak ada. Mengapa tidak ada, karena semenjak rights issue dari pertengahan 2010, harga-nya turun. Secara logika dana itu harus ada maka didalam laporan keuangan dicantumkan, tetapi ini adalah sebuah permainan. Kapan berakhir ? Di dalam pengamatan saya, "dana culford" lagi di akumulasi, lagi dibelanjakan ke belang-belang coal terminal dan pembangunan smelter nikel. ( CMIIW hanya opini aja nih ).

Apes terhadap emiten KARK mulai terjadi saat pemerintah memberlakukan larangan ekspor mentah-mentah tambang mineral. Tetapi didalam laporan keuangan desember 2010 udah mencantumkan rencana pembangunan smelter nikel. Disini udah tergambarkan bahwa direksi udah mulai merencanakan pembangunan smelter, tidak seperti laporan keuangan desember 2011 bahwa smelter mulai bangun 2012 dan selesai 2014.

Pelarangan ekspor batubara kalori rendah ke luarnegeri ( Ga tau nich apakah ada berdampak terhadap belang-belang coal terminal ) ??

ATN di akuisisi sebesar 350 milyar, tentu saja harga ini mahal. Apakah di beli seharga 350 milyar dengan kepemilikan hanya 70 % ? atau

pembelian ATN di mark up ? ( I don't know ).

Bila dana rights issue di belanjakan baik, secara valuasi saham meningkat baik, secara logika tidak lagi di hargai pasar nego tetapi di pasar reguler.

Dari apa yang saya tulis, saya sih lapor ke bapepam.
Pacifier - 30/06/2012 06:54 PM
#2192

laporkan saja... biar jd contoh kalau menganggap remeh kepentingan investor retail, investor retail juga bisa bersuara...

segala sesuatu dimulai dari hal yg kecil... tidak ada usaha = tidak ada perubahan...
Apple888 - 30/06/2012 07:56 PM
#2193

Quote:
Original Posted By Otohime
berarti pemegang saham yg berpihak pada direksi leebih banyak? jadi penasaran ikut rups kayak gimana, sayang gw di daerah


Yang angkat tangan menyatakan keberatan adalah investor teri KARK. Yang angkat tangan itu hampir semua hadirin yang hadir. Di tulis dalam sebuah kertas, dan di dalam kertas itu menulis "tidak setuju".
Nah rapat yang digelar RUPS itu dimana RUPS sah karena ada suara sebesar 52% ( CMIIW )

Tetapi suara tidak mencukupi. Yang dibahas saat itu adalah penggunaan laba bersih 59 milyar.

52 % ini mungkin dari pihak direksi yang diwakilkan. Jadi aku ga tau nih.

Tolong betulin ya berapa persen tuh kalo ada yang tau, aku dah lupa ??

Seingat-ku sekitar 50-an %.

Investor teri cuman 1 % aja. Aku baca sekilas dari kaskus tadi.

Pemegang Saham 31 Desember 2011 :
1. Win Success Development ltd 17,70 %
2. A.J. Adisarana Wahanaartha 9,47 %
3. Manhattan Investama 8,80 %
4. Clovis Star Group Limited 7,23 %
5. Perusahaan 17,76 %
6. Masyarakat 39,03 %
Total 100 %.

Bila di dalam RUPS itu sah, berarti Win Success Development + Manhattan Investama + Clovis Star Group Limited + Perusahaan = 51,49 % ( dugaan )

Yang offer 600.000 lot tiap hari ke online PASAR MODAL jangan-jangan adalah perusahaan tuh.
animangaml - 30/06/2012 08:50 PM
#2194

Selain PTBA dan ADMF, saya juga punya saham ROTI. Saya lihat di laporan keuangan ROTI, yang tanda tangan Direktur Utama dan Direktur Keuangan.Makanya saya merasa agak aneh kok KARK cuma Dirut aja yg tanda tangan, baru kali ini saya melihat hanya satu direktur yg tanda tangan laporan keuangan tahunan.

Manajemen KARK memang benar2 keterlaluan, beda banget dengan manajamen PTBA. Tiap kali datang RUPS selalu disapa soalnya banyak kenal dengan orang PTBA, gak ada acara dikawal polisi segala. Bahkan saya duduk di samping wakil pemerintah, sama2 minta deviden 60% dan disetujui.

Jangan meremehkan BAPEPAM lho. Selama perusahaan yg kita laporkan masih ada dan beroperasi, BAPEPAM punya gigi. Lain halnya jika perusahaan udah bangkrut, seperti Sarijaya dan Bakrie Life, BAPEPAM gak bisa apa2. Saya pernah bermasalah dengan salah satu perusahaan sekuritas dan lapor ke BAPEPAM. Akhirnya sekuritas tersebut yang minta-minta ampun. Gak cuma mengganti rugi kepada saya, juga kena sanksi BAPEPAM. Makanya saya percaya dengan BAPEPAM.
newbie.saham - 30/06/2012 09:34 PM
#2195

Quote:
Original Posted By animangaml
Selain PTBA dan ADMF, saya juga punya saham ROTI. Saya lihat di laporan keuangan ROTI, yang tanda tangan Direktur Utama dan Direktur Keuangan.Makanya saya merasa agak aneh kok KARK cuma Dirut aja yg tanda tangan, baru kali ini saya melihat hanya satu direktur yg tanda tangan laporan keuangan tahunan.

Manajemen KARK memang benar2 keterlaluan, beda banget dengan manajamen PTBA. Tiap kali datang RUPS selalu disapa soalnya banyak kenal dengan orang PTBA, gak ada acara dikawal polisi segala. Bahkan saya duduk di samping wakil pemerintah, sama2 minta deviden 60% dan disetujui.

Jangan meremehkan BAPEPAM lho. Selama perusahaan yg kita laporkan masih ada dan beroperasi, BAPEPAM punya gigi. Lain halnya jika perusahaan udah bangkrut, seperti Sarijaya dan Bakrie Life, BAPEPAM gak bisa apa2. Saya pernah bermasalah dengan salah satu perusahaan sekuritas dan lapor ke BAPEPAM. Akhirnya sekuritas tersebut yang minta-minta ampun. Gak cuma mengganti rugi kepada saya, juga kena sanksi BAPEPAM. Makanya saya percaya dengan BAPEPAM.


Pernah bermasalah dgn emiten lsg dan bukan dgn sekuritas gan?
Emiten dan sekuritas jelas berbeda loh.
newbie.saham - 30/06/2012 09:48 PM
#2196

Quote:
Original Posted By mdp
NEWS FROM RUPS

3. Deviden tidak dibagikan tetapi uangnya akan digunakan untuk proses percepatan pembangunan smelter nikel, di targetkan akhir tahun ini sudah jadi

6. dana di Culford diletakkan disana karena ada komitmen perjanjian dan dengan pertimbangan kalau dana besar di letakkan di bank dalam negeri bisa saja dibawa kabur oleh bankir nakal, jadi doi lebih merasa aman naro di culford

8. Peraturan ESDM yang terbaru itu, pada KARK ada dampaknya (20% pajak) tetapi KARK tetap bisa eksport karena sebelum peraturannya keluar KARK sudah dapat ijin eksport

copas dari forum sebelah


Ane susah untuk percaya item2 di atas sih gan,

Di LK 2011 belum ada progress untuk ATN, seandainya awal tahun 2012 lsg ada progress berarti 1 th jadi, belum lagi supply listriknya.
http://finance.detik..com/read/2012/06/29/184036/1954361/1034/pln-dilarang-bangun-pembangkit-bbm-kala u-swasta-silakan?f9911033

Diluar logika kalo taruh di perusahaan BVI non bank bisa lebih aman daripada bank dalam negeri apalg di bank BUMN.

Sebelum peraturannya keluar KARK sudah dpt izin eksport.
Kalo sebelum peraturannya keluar sih semua jg pada ngk susah eksport
Tapi sesudah keluar dan efektif berlaku sudah punya izinnya belum?
Ini per awal Juni 2012, skg memang sudah bertambah, tapi jg belum byk.
http://industri.kontan.co.id/news/ini-perusahaan-yang-punya-izin-ekspor-mineral
newbie.saham - 30/06/2012 10:03 PM
#2197

Quote:
Original Posted By Apple888
Aku juga ikut RUPS. aku dengar dari teman investor lain, bahwa ATN yang di akuisisi KARK 350 milyar luar biasa mahal. ( hal 9 Lapkeu desember 2011 )

Coba di audit deh ama yang berwenang, ATN itu dihargai berapa ?????

Investor yang satu ini mengaku, bahwa dia berkecimpung dalam nikel udah sangat lama di Halmahera.


Mungkin bisa coba cek, cadangan terbuktinya x margin dibandingkan dgn harga akuisisi.
Btw, kalo ngk salah di public exposednya itu cadangan yg dihitung berdasarkan area yg lebih luas dari kuasa eksploitasinya saat ini.

Kalo perlu cek Belang2 jg, coba tanya2 aja kalau ada teman di sana perkiraan harga tanahnya per m2. Kemudian dibandingkan dgn angka akuisisi.
Kalo ngk salah harga akuisisinya Rp. 100M untuk 80%, berarti dinilai Rp. 125M (dgn asumsi nilai asset bersih hanya tanah).
Seandainya luas tanah 25ha, berarti dinilai Rp. 500.000 per m2. (ini hanya ilustrasi kasar).
Perlu diingat bahwa izin pelabuhan ini bukan hanya terkait KARK, tapi jg Pelindo IV, kalau ada kenalan di Pelindo coba tanyakan bgm prospek kelanjutannya dari sisi Pelindo IV.
newbie.saham - 30/06/2012 10:09 PM
#2198

Quote:
Original Posted By Pacifier
laporkan saja... biar jd contoh kalau menganggap remeh kepentingan investor retail, investor retail juga bisa bersuara...

segala sesuatu dimulai dari hal yg kecil... tidak ada usaha = tidak ada perubahan...


Iya bro, coba pemilik saham KARK ramai2 melaporkan, nanti baru kita lihat bgm tindak lanjut dari Bapepam, apakah benar ada giginya atau ngk.
Biasanya sih asal ada penjelasan tertulis dari emiten dianggap sudah jelas dan benar
prameswara - 30/06/2012 11:13 PM
#2199

sorry gue bingung nih...
jika memang mau lapor ke bapepam, emang apa kesalahan direksi kark?
yg gue maksudkan adalah pasal hukum yg dilanggar dan bukti-bukti hukumnya.
belum ada bukti bahwa direksi melarikan uang investor. fakta yg ada adalah direksi menginvestasikan uang perusahaan ke singapur, tapi bukan melarikan uangnya.
dan harga saham yg turun karena penurunan kinerja perusahaan bukanlah suatu kejahatan, karena kalo harga saham turun dijadikan dakwaan, berapa banyak direksi perusahaan di indonesia yg akan didakwa.

jadi sebelum melaporkan sesuatu/seseorang kepada yg berwenang, mohon kumpulkan bukti-bukti dulu. krn bisa aja kita yg akan tuntut balik karena dakwaan pencemaraan nama baik.

please think before act!
newbie.saham - 01/07/2012 12:03 AM
#2200

Quote:
Original Posted By prameswara
sorry gue bingung nih...
jika memang mau lapor ke bapepam, emang apa kesalahan direksi kark?
yg gue maksudkan adalah pasal hukum yg dilanggar dan bukti-bukti hukumnya.
belum ada bukti bahwa direksi melarikan uang investor. fakta yg ada adalah direksi menginvestasikan uang perusahaan ke singapur, tapi bukan melarikan uangnya.
dan harga saham yg turun karena penurunan kinerja perusahaan bukanlah suatu kejahatan, karena kalo harga saham turun dijadikan dakwaan, berapa banyak direksi perusahaan di indonesia yg akan didakwa.

jadi sebelum melaporkan sesuatu/seseorang kepada yg berwenang, mohon kumpulkan bukti-bukti dulu. krn bisa aja kita yg akan tuntut balik karena dakwaan pencemaraan nama baik.

please think before act!


Dahulu....dahulu sekali.... Bapepam pernah menjalankan tugas pengawasannya dgn cukup waras:
http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol507/enam-emiten-melanggar-ketentuan-pasar-modal

Mempertanyakan ketidakwajaran bukanlah masalah, menuntut keterbukaan informasi adalah hak pemegang saham.
Apabila aduannya adalah penipuan atau merugikan dan sejenisnya memang diperlukan pembuktian.

Quote:
Original Posted By prameswara
ini yg gue curiga dari awal......
alasan yg mengada-ada kalo dikatakan dana investor lebih aman di luar negri.
kalo dananya investor di simpan di dalam negri, tokh sama-sama diawasi oleh semua orang.
kalo ada apa-apa, dia udah enak-enakan mengamankan uang di singapur. sedangkan investor di sini yg gigit jari.
[/IMG]


Menurut newbie sih masih ada kemungkinan lainnya jg, misalnya bisa jadi RI nya kurang sukses dan stand by buyer belum tentu benar2 mengeksekusi porsinya.
Tapi kita cuma bisa menebak2 saja, yg sebenarnya mungkin hanya pihak pengendali yg lebih tahu. Siapa tahu jg benar2 hanya karena mau beli semurah2nya.
Page 110 of 119 | ‹ First  < 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 >  Last ›