SUPRANATURAL
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > ஜDesign The Life You Want with Neuro-Linguistics Programming (NLP)! FREE YOUR MIND!ஜ
Total Views: 70973
Page 69 of 69 | ‹ First  < 64 65 66 67 68 69

zeklexz - 21/06/2012 04:58 AM
#1361
Jika ingin Paham, Lakukan!
Judul di atas adalah kalimat yang sering disampaikan oleh Bro @don14 ketika masih sering berinteraksi via YM.

Memahami NLP bagi saya ga mudah. Bahkan sampai sekarang saya pun belum memahami sepenuhnya tentang NLP. Jadi mungkin thread ini berbeda dengan thread2 di kaskus, terutama di ForSup. Thread ini saya buat tidak bertujuan menjadikan saya "sesepuh", meskipun saya TSnya. Karena selain saya berpikir masih banyak agan2 di kaskus yang lebih paham NLP dan lebih layak disebut "sesepuh" daripada saya, dan juga sebutan itu membuat saya merasa kayak kakek-kakek.

Sebelumnya saya meminta maaf kepada rekan-rekan yang sering mengikuti thread ini. Karena saya sendiri sempat lama ga posting di thread ini.

Saya sempat memilih vakum di thread ini kemarin2 dikarenakan saya ingin dapat ikut berdiskusi dan berbagi informasi ttg NLP dari apa yang saya pelajari dari pengalaman mempraktekkannya, bukan hasil pelajaran di traning maupun di seminar-seminar.

Saya memutuskan untuk belajar mempraktekkan NLP di dalam bisnis saya. dan pilihan bisnis saya adalah bisnis yang setahu saya sering dihindari oleh kebanyakan orang yaitu MLM (Multi Level Marketing). Karena saya demen penasaran dan juga menganggap bisnis MLM adalah bisnis yang tepat untuk saya belajar praktekin NLP.

Namanya juga MLM, pasti ada yang namanya prospekting atau presentasi. Di pengalaman saya, pada awalnya saya sempat mencoba menggunakan Milton Model dan Meta Model NLP dalam presentasi. dan hasilnya adalah NOL BESAR!!! Kenapa? Saya terus terang tidak tahu apakah karena emang ga dapat dipraktekin atau saya yang emang ga mampu mempraktekkan. Tapi saya lebih senang memilih bahwa saya memang nggak mampu mempraktekkan Milton Model dan Meta Model di bisnis ini. Yang saya dapatkan bukannya "closing" malah banyak penolakan. Bahkan ada seorang sahabat karib saya mengancam bakalan memutuskan pertemanan jika saya memprospeknya lagi.

Di tengah kebingungan saya, lalu saya datang kepada Upline Leader saya yang telah memiliki sangat banyak berpengalaman dan sukses di dunia bisnis terutama di bisnis MLM. Dan saya disarankan untuk membaca dua buku yaitu "Berpikir dan Berjiwa Besar (The Magic of Thinking Big)" by David J. Schwartz dan "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain (How To Win Friends and Influence People)" by Dale Carnegie. Saya yakin agan-agan yang berkecimpung di dunia Network Marketing atau MLM pasti mengenal kedua buku ini.

Kedua buku ini disarankan oleh Upline Leader saya untuk saya baca terus-menerus, berulang-ulang dan berulang-ulang. Dan hasilnya saya merasa ditampar oleh kedua buku ini. Apa yang selama saya yakini ternyata SALAH BESAR! Terutama saat mempelajari bahwa tidak seorangpun yang mau dikritik. Dan selama ini pendekatan saya ternyata salah besar. Pendekatan dalam prospekting yang hanya mengandalkan Milton Model dan Meta Model tanpa didasari kemampuan berhubungan dengan orang lain ternyata tidak membuahkan hasil. Bahkan menurut saya, sebelumnya saya dapat dikatakan sangat-sangat-sangat EGOIS! Saya hanya memikirkan diri saya dan presentasi bisnis saya, tanpa memperhatikan prospek saya. Saya hanya berpikir cara menggunakan embeded command, analogue marking, presupposition, dll tanpa memperhatikan apa yang terjadi pada prospek saya. Bahkan saya merasa superior karena berpikir saya lebih tahu tentang bisnis dan kehidupan. Saya merasa punya INFORMASI PELUANG yang LUAR BIASA yang mampu mengubah hidup orang lain dan prospek saya harus mendengarkan saya. Ya, saya akui saya adalah orang yang egois.
Dan saya sadar bagaimana mungkin saya mendapatkan perhatian dari orang lain tanpa saya lebih dulu memberikan perhatian pada orang lain. Saya jadi ingat salah satu dasar NLP "You Go First!".

Di titik inilah saya akhirnya memahami bahwa sebenarnya NLP hanyalah sebuah pilihan yang dapat kita gunakan maupun tidak. Ketika kita mempraktekkan NLP dan berhasil, bukan NLPnya yang hebat. Tapi kita sebagai manusia yang mampu menggunakannya.

NLP bukanlah pil ajaib yang mampu menjadikan seseorang menjadi super percaya diri, super ekselen, super hebat, super marketer, super terapis, dan lain-lain.

Kesadaran yang saya dapatkan setelah membaca kedua buku itu tentunya harus dilengkapi dengan praktek di lapangan. Saya menyimpan dulu Milton Model dan Meta Model, sementara saya tidak menggunakannya. Dan dengan apa yang saya peroleh dari kedua buku yang luar biasa itu saya mulai praktekan dalam setiap presentasi dan prospekting. dan hasilnya menunjukkan hasil yang cukup memuaskan saya. Semakin hari semakin banyak prospek saya yang closing dan bergabung di bisnis ini.

Dan suatu ketika saya mengevaluasi dan mereview kembali pengalaman saya. Tanpa saya sadari saya telah menggunakan Milton Model dan Meta Model dalam cara presentasi saya yang baru.

Saat ini saya tetap masih belum memahami NLP sepenuhnya. dan mungkin saya tidak berharap saya dapat memahaminya dengan sempurna. Yang jelas saya masih ingin terus belajar dalam praktek. Dan menurut saya, ga perlu kita paham banget tentang NLP yang benar jika kita tidak dapat mempraktekan dan memperoleh manfaat lalu berbagi manfaatnya kepada banyak orang. Dan bukan NLP yang perlu kita bagikan, tapi apa manfaat yang dapat kita bagikan? kalo kata agan @indr4_p23 "sama aja OmDo (omong doang)".

Dan saya akan merasa berdosa dan bodoh sekali jika saya hanya mampu berbagi pengetahuan/ilmu NLP, tapi tidak mendapat manfaat dari mempraktekkan NLP dan berbagi manfaat dari NLP.

Saya sangat berterimakasih kepada bro @don14 yang selalu mengingatkan saya "Jika ingin Paham, Lakukan!". Ya, mari kita lakukan. ACTION GAN!
zeklexz - 21/06/2012 05:10 AM
#1362

Quote:
Original Posted By indr4_p23
apakah NLP itu science???
apaan sih NLP itu?
mari kita berdiskusi..


Hehehe.... saya sangat terbuka dan sangat antusias untuk berdiskusi untuk hal ini. Dan tentu akan menjadi diskusi yang menarik.

Dan jujur aja, saya sebenarnya ga peduli apakah NLP itu science apa bukan, ataupun mitos doank ternyata. Karena sangat percuma kalo akhirnya kita tahu apakah NLP itu science atau bukan, namun kita tidak mampu memanfaatkannya dalam praktek kehidupan kita dan tidak mampu membagikan manfaat NLP kepada banyak orang.

Jadi menurut saya, akan lebih baik lagi jika fokus diskusinya bukan pada membuktikan atau mendiskusikan apakah NLP itu science apa bukan, tapi pada maanfaat dari NLP itu sendiri. Mungkin lebih pada prakteknya di lapangan. tentu diskusinya akan lebih membawa banyak manfaat bagi kita semua disini.
jarimatika - 21/06/2012 07:46 AM
#1363

Selamat Pagi NLP-ers semua,
apa kabarnya neh??
MoodyMoodPecker - 14/07/2012 01:21 PM
#1364

Numpang nanya, apakah orang yang mempraktikan NLP, tetapi tidak memiliki sertifikasi NLP, dapat disebut sebagai praktisi NLP? (praktisi NLP yang tidak berlisensi dan tidak bersertifikat)
MrRudy - 14/07/2012 09:18 PM
#1365

Quote:
Original Posted By zeklexz
Menarik sekali. memang benar kalau WFO harus spesifik.

WFO berbeda dengan GOAL. Goal mengacu pada target. Sedangkan WFO disusun, direncanakan dan direalisasikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menyusun Well-Formed Outcomes (WFO) atau Hasil yang disusun dan direncanakan.

[*]Dinyatakan secara positif.
Menyatakan outcome secara positif akan lebih bermanfaat. Hindari menggunakan kata jangan, tidak, tak, dll, karena pikiran bawah sadar tidak memproses kata negasi. Misal agan mengatakan "saya tidak ingin mendapatkan nasib sial hari ini" (kalimat negatif), maka pertanyaannya adalah jika agan tidak ingin mendapatkan nasib sial maka apa yang agan inginkan? "Saya ingin mendapatkan keberuntungan besar hari ini" (kalimat positif)
[*]Spesifik
Outcome harus spesifik, kapan direalisasikan? dimana? bersama siapa? berapa jumlahnya? harganya berapa? bagaimana didapatkan?
[*]Dapat dibuktikan secara berbasis Inderawi
Definisikan outcome dalam minimal 3 representasi (Visual, Audio, Kinestetik) se-spesifik mungkin. Sehingga akan langsung mengarahkan pikiran kepada outcome tersebut. Misal agan ingin mobil mewah, maka buktinya adalah STNK dan BPKB serta mobilnya maka agan bayangkan, dengar dan rasakan bukti2 tersebut. Misal agan bisa membayangkan naik mobil tersebut sambil memegang STNK dan BPKB atas nama agan; mendengarkan suara mesinnya; dan merasakan empuknya jok mobil dan merasakan memegang setir mobilnya.
[*]Berada dalam kontrol pemilik outcome
Dari pada menyebutkan "Saya ingin istri/pacar saya lebih mencintai saya" akan jauh lebih baik bila disebutkan "Saya memiliki waktu luang yang banyak bersama istri/pacar saya untuk membagikan kasih sayang". Karena kitalah yang memiliki outcome maka kontrol, perilaku, dan perasaan kita yang bertanggungjawab dalam memulai dan menjaga kelangsungan outcome tersebut.
[*]Ekologis dengan kondisi Internal dan Eksternal
Secara Internal : Seluruh bagian dari diri kita (part) mendukung terciptanya outcome tersebut. Contoh, outcomenya adalah berhenti merokok, bila ada bagian dari diri kita takut bila outcome tsb tercapai akan kehilangan teman, tidak bisa rileks, dll maka outcome tersebut belum ekologis secara internal.
Secara Eksternal : Outcome tersebut harus menjaga ekosistem dari pemilik outcome. Bagaimana efek dari outcome tersebut terhadap keluarga, teman, kerabat, pekerjaan, lingkungan, dll.



Saya penasaran bagaimana jika WFO diterapkan dengan teknik materialisasi? Powerful tentunya. Hehehehe....


Trus gan gimna caranya kita bisa visualisasi dengan bener seperti apa yang kita pengenin,soalnya ane coba visualisasi kenpa selalu bayangan yang ga ane inginin malah keluar semuanya di otak ane , ane jadi takut mau visualisasi lagy??


:matabelo
iwan4di - 17/07/2012 11:38 AM
#1366
The Time Line


Ane mau coba bahas TIME LINE. Kenalin ane Reed Wanadi (hehe..narsis bentar)

Time Line adalah sebuah garis waktu yang menghubungan kehidupan agan masa kini (present) dengan kehidupan masa lalu (regression) atau masa depan (prgression).

Gambaran kejadian masa lalu ini bisa berupa gambaran imajiner dan bisa juga kenyataan. Imajiner artinya agan belum pernah mengalami sebelumnya, hanya cukup membayangkan saja (untuk progression pasti imajiner gan), sedangkan kenyataan artinya sudah pernah dialami sebelumnya.

Banyak pendapat mengenai peristiwa Time Line ini, sebagai gambaran, ane beri contoh 2 yang populer berikut:
1. Para ahli menyakini kebenaran otak sebagai pusat memory dan menyimpan segala sesuatunya, sehingga proses regression bisa sangat akurat.
2. Ahli yang lain berpendapat, karena memori manusia terengaruh oleh modalities, pengalaman primer dan sekunder, maka interpretasi terhadap regression tidak selalu kejadian sesungguhnya atau dengan kata lain tidak akurat.

Terserah agan mau ikut yang mana, kalau ane selama masih efektif untuk tujuan terapi sering saya pakai.

Manfaat Time Line:
- Mengembalikan kepribadian yang hilang / terkunci di masa lalu
- Mengubah sejarah masa lalu dengan rewriting history untuk tujuan masa sekarang yang lebih baik
- Mengembalikan ingatan yang hilang
- Alat bantu strategi NLP lain

Cara Melakukan Time Line
A. Regression:
1. Pejamkan mata agan, lakukan asosiasi dan sensory acuity terhadap pengalaman sekarang (present state), gambarkan secara nyata modalities mengenai pengalaman sekarang mengenai siapa diri agan, usia berapa, berada di mana
2. mulailah menghitung mundur dari usia agan yang sekarang ke belakang, dan setiap hitungan mundur (boleh bulan, hari, tahun, jam, dll) dan gambarkan pengalaman di masa itu sejelas mungkin. Caranya bisa seperti melihat jalan seperti gambar di atas (mundur)
3. teruskan sampai bertemu peristiwa yang membuat agan mengalami situasi yang ingin dihilangkan atau dimunculkan kembali
- 4 -
- Bila pengalaman tersebut buruk dan jelek, lakukan rewriting history atau Perceptual Posititon atau teknik NLP lain agar pengalaman tersebut terselesaikan.
- Bila pengalaman tersebut baik, lakukan anchor atau alat NLP lain yang memperkuat pengalaman tersebut, atau bisa juga lakukan asosiasi dengan pengalaman masa sekarang.
5. Bila masih ada pengalaman lain, bisa mundur lebih jauh lagi atau ulangi teknik bila dirasa ada yang kurang.
6. Kembali ke present state dengan hitungan maju.

B. Progression
Secara garis besar sama, hanya saja yang membedakan prosesnya yaitu agan membayangkan seolah2 maju menuju masa depan terjadinya suatu peristiwa yang akan terjadi, bisa digabungkan dengan visual squash bila agan punya pilihan yang rumit dan coab mengandaikan salah satu pilihan di masa depan

Percayalah, Subconscious sangat efektif, silahkan berimajinasi

Salam Cemerlang
senjagila - 18/07/2012 12:18 AM
#1367

misi puh, saya mau numpang nanya, beberapa hari ini saya mencoba mempraktekan,NLP untuk memperbaiki cara belajar saya untuk kuliah, kesulitan saya adalah saat saya coba memvisualisasikan kok kayaknya banyak pendar pendar caraya di mata saya, jujur saya sering kehilangan konsentrasi dan harus mengulang terus dan terus proses visualisasi saya, ada tips buat latih konsentrasi ga puh untuk mengatasi gangguan macam ini? terutama buat nubie kayak saya ini :babyboy
tapi alhamdulillah, hasilnya udah mulai keliatan, saya selalu semangat buat kuliah, bahkan untuk matakuliah yang saya anggap susah pun saya mengalami peningkatan dalam memahaminya, walaupun sedikit

sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih
idzik - 08/09/2012 10:54 AM
#1368

Quote:
Original Posted By iwan4di


Ane mau coba bahas TIME LINE. Kenalin ane Reed Wanadi (hehe..narsis bentar)

Time Line adalah sebuah garis waktu yang menghubungan kehidupan agan masa kini (present) dengan kehidupan masa lalu (regression) atau masa depan (prgression).

Gambaran kejadian masa lalu ini bisa berupa gambaran imajiner dan bisa juga kenyataan. Imajiner artinya agan belum pernah mengalami sebelumnya, hanya cukup membayangkan saja (untuk progression pasti imajiner gan), sedangkan kenyataan artinya sudah pernah dialami sebelumnya.

Banyak pendapat mengenai peristiwa Time Line ini, sebagai gambaran, ane beri contoh 2 yang populer berikut:
1. Para ahli menyakini kebenaran otak sebagai pusat memory dan menyimpan segala sesuatunya, sehingga proses regression bisa sangat akurat.
2. Ahli yang lain berpendapat, karena memori manusia terengaruh oleh modalities, pengalaman primer dan sekunder, maka interpretasi terhadap regression tidak selalu kejadian sesungguhnya atau dengan kata lain tidak akurat.

Terserah agan mau ikut yang mana, kalau ane selama masih efektif untuk tujuan terapi sering saya pakai.

Manfaat Time Line:
- Mengembalikan kepribadian yang hilang / terkunci di masa lalu
- Mengubah sejarah masa lalu dengan rewriting history untuk tujuan masa sekarang yang lebih baik
- Mengembalikan ingatan yang hilang
- Alat bantu strategi NLP lain

Cara Melakukan Time Line
A. Regression:
1. Pejamkan mata agan, lakukan asosiasi dan sensory acuity terhadap pengalaman sekarang (present state), gambarkan secara nyata modalities mengenai pengalaman sekarang mengenai siapa diri agan, usia berapa, berada di mana
2. mulailah menghitung mundur dari usia agan yang sekarang ke belakang, dan setiap hitungan mundur (boleh bulan, hari, tahun, jam, dll) dan gambarkan pengalaman di masa itu sejelas mungkin. Caranya bisa seperti melihat jalan seperti gambar di atas (mundur)
3. teruskan sampai bertemu peristiwa yang membuat agan mengalami situasi yang ingin dihilangkan atau dimunculkan kembali
- 4 -
- Bila pengalaman tersebut buruk dan jelek, lakukan rewriting history atau Perceptual Posititon atau teknik NLP lain agar pengalaman tersebut terselesaikan.
- Bila pengalaman tersebut baik, lakukan anchor atau alat NLP lain yang memperkuat pengalaman tersebut, atau bisa juga lakukan asosiasi dengan pengalaman masa sekarang.
5. Bila masih ada pengalaman lain, bisa mundur lebih jauh lagi atau ulangi teknik bila dirasa ada yang kurang.
6. Kembali ke present state dengan hitungan maju.

B. Progression
Secara garis besar sama, hanya saja yang membedakan prosesnya yaitu agan membayangkan seolah2 maju menuju masa depan terjadinya suatu peristiwa yang akan terjadi, bisa digabungkan dengan visual squash bila agan punya pilihan yang rumit dan coab mengandaikan salah satu pilihan di masa depan

Percayalah, Subconscious sangat efektif, silahkan berimajinasi

Salam Cemerlang


Mantap gann... ane udah nyoba...
.DD. - 25/09/2012 11:12 PM
#1369

Saya sebagai hypnoterapist ikut nimbrung disini
Belajar dikit-dikit hehe. Minimal sekarang udah bisa baca orang yang bohong b
qazaqa - 01/10/2012 07:41 PM
#1370

wah susah juga kalo belajar sendiri,kalo boleh tahu ada tempat kursus NLP di daerah Jatim/Surabaya yg harganya tejangkau?
Maklum mahasiswa..
Thx
jarimatika - 07/10/2012 06:51 AM
#1371

Quote:
Original Posted By .DD.
Saya sebagai hypnoterapist ikut nimbrung disini
Belajar dikit-dikit hehe. Minimal sekarang udah bisa baca orang yang bohong b


: dulu sama hypnoterapist, semoga seht selalu...

Quote:
Original Posted By qazaqa
wah susah juga kalo belajar sendiri,kalo boleh tahu ada tempat kursus NLP di daerah Jatim/Surabaya yg harganya tejangkau?
Maklum mahasiswa..
Thx


Di Surabaya ada lembaga yang buat event2 gitu, kalau gak ikut Free Class kan bisa tuh gan.. banyak jalan kok..
Page 69 of 69 | ‹ First  < 64 65 66 67 68 69
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > ஜDesign The Life You Want with Neuro-Linguistics Programming (NLP)! FREE YOUR MIND!ஜ