Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
Total Views: 7651
Page 7 of 10 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > 

CongeKambing - 19/03/2012 07:32 PM
#121

Quote:
Original Posted By adi1710


no.2, tiap proyek itu kita diminta utk mengisi 13 kompetensi. dari 13 itu, ada yg harus terlibat penuh, terlibat sebagian atau tidak terlibat. jadi tidak harus sebagai project manager, tapi keterlibatan dalam proyek tersebut yg dinilai.

kompetensi yg dimaksud dapat di lihat di:
http://iai.or.id/sertifikasi/13kompetensi.html

no.3, utk magang, (minimal) pimpinannya sudah profesional (ber-SKA). tidak ada ketentuan harus konsultan atau developer, tapi krn yg di nilai adalah kompetensi2 yg di sebutkan diatas, maka harus berkaitan dengan "merancang" bangunan.



no.1, semua pengajuan SKA, HARUS mengikuti PPars, itu yg saya tahu. klo tidak salah berlaku utk lulusan 2008 dst. maaf sedikit lupa, cmiiw.
jadi tahapnya, lulus S1 (4 thn), PPars (1 thn), magang (2 thn), SKA pratama (kerja 2 thn), madya (kerja 5 thn), utama (10 thn)
berat yak jadi arsitek... hehe...

no.2, klo skrg uda kerja 3 thn, tapi blm ikut PPars, ya brarti "seharusnya" tinggal ikut ppars aja. abis itu bisa lgsg mngajukan SKA. apalagi kerjanya uda sama ar.madya

no.3, utk pengalaman kerja, seharusnya ga masalah. tapi klo utk magang, HARUS kpd yg ber-SKA. jadi beda antara magang dan pengalaman kerja. itu yg saya tahu. cmiiw



daftar aja ke IAI daerah tempat anda tinggal atau kerja atau yg terdekat. isi formnya, bayar iurannya, tunggu pengurusan di IAI nasional, dan selamat, anda menjadi ANGGOTA BIASA IAI.
Klo "cuma" mo kut acara IAI, dateng aja. banyak kok acara yg diselenggarakan utk umum


makasih banyak gan...

kembali ke no 1 (ane bold)

untuk masa kerja 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun itu harus kerja kepada arsitek yg ber-SKA atau bole di biro sendiri gan..??

bingung dah..
adi1710 - 21/03/2012 02:27 PM
#122

Quote:
Original Posted By CongeKambing
makasih banyak gan...

kembali ke no 1 (ane bold)

untuk masa kerja 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun itu harus kerja kepada arsitek yg ber-SKA atau bole di biro sendiri gan..??

bingung dah..


klo MAGANG, HARUS dengan yg ber-SKA. tapi klo utk KERJA, TIDAK. proyek pribadi (bikin studio sendiri) juga boleh kok. intinya klo KERJA itu kan kaitannya ke kompetensi (keterlibatan) pada proyek tsb. misal, klo kerja 15 thn, tapi tingkat kompleksitas proyeknya cm bikin pos satpam 200 buah. ya ga bakal boleh ngajuin SKA UTAMA (pratama aja jg ga boleh sih klo pos satpam.. hehe). jadi 2,5,10 itu kan sebenernya ada kaitannya "jabatan" (tanggung jawab) di proyek itu. misal 2 thn baru jd asisten arsitek, klo 5 thn jd arsitek kepala, klo 10 thn uda jadi senior arsitek. jd keterlibatannya jg lbh byk di proyek itu.

gimana? sudah cerah blm? ato makin bingung sama penjelasan saya?? hehe..
adi1710 - 21/03/2012 05:32 PM
#123

meneruskan info.

Pemilihan ketua IAI Nasional

Salam IAI,
Sehubungan dengan pemilihan Ketua Umum IAI untuk periode 2012-2015, maka dengan ini kami ingin memberitahukan beberapa hal mengenai tata cara pemilihan:

Pemilih yang sah
a. Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga IAI, tahun 2009, Pasal 7, ayat 2: Setiap anggota profesional dan anggota biasa berhak menjadi peserta dalam rapat pleno anggota atau musyawarah serta mempunyai hak suara dan hak memilih Ketua IAI di tingkat nasional/ daerah/ cabang setelah menyelesaikan pembayaran iurannya pada tahun yang berjalan.
b. Berdasarkan Kesepakatan Forkonnas Bali 5 Februari 2012 No. 3 butir e : Anggota yang sudah melunasi iuran minimal sampai Desember 2011 dan untuk anggota baru paling lambat sampai batas pencetakan surat suara pemilih tetap sesuai keanggotaan di masing-masing daerah sesuai AD/ ART.
c. Daftar Pemilih yang sah akan tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap berdasarkan Data dari hasil verifikasi lunas iuran tahun 2011 yang disetorkan ke IAI Nasional oleh masing-masing daerah dan dilaporkan ke Panitia Pemilihan Nasional selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2012.
d. Daftar Pemilih Tetap akan diumumkan oleh Panitia Pemilihan Nasional pada tanggal 17 April 2012.

Informasi Kandidat
a. Kandidat adalah tetap sesuai dengan Munas-XIII 2011 di Balikpapan yaitu : Bambang Eryudhawan,IAI dan Munichy B. Edrees,IAI
b. Profil kedua kandidat dan termasuk didalamnya profil diri, Curriculum Vitae, visi, misi, dan program kerja, serta informasi lainnya akan ditayangkan di situs http://iai.or.id.

Surat Suara
a. Surat suara dicetak oleh Panitia Pemilihan Nasional.
b. Surat suara akan dikirim ke panita pemilihan daerah berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap.
c. Surat suara akan dikirim oleh Panitia Pemilihan Nasional ke Pengurus Daerah tanggal 24 April 2012 dengan menggunakan jasa pengiriman/kurir lingkup nasional one night service dan akan dipastikan pengirimannya pada tanggal 30 April 2012. Jika sampai tanggal 30 April 2012 Pengurus Daerah belum menerima surat suara maka akan dibawa secara langsung oleh Panitia Pemilihan Nasional ke Pengurus Daerah yang bersangkutan.
d. Panitia Pemilihan Daerah akan membubuhkan otorisasi berupa cap dan tanda tangan panitia pemilihan daerah di masing-masing surat suara sebelum digunakan sebagai alat pemilihan yang sah.

Tata Cara Pelaksanaan Pemilihan
Pemilihan dilakukan di masing-masing IAI daerah/cabang/perwakilan dengan tata cara sebagai berikut:
a. Pelaksanaan pemilihan di daerah menjadi tanggung jawab panitia pemilihan daerah; dibawah pengawasan panitia pengawasan pemilihan daerah.
b. Jadual pelaksanaan pemungutan suara adalah dari tanggal 4 Mei 2012 sampai dengan tanggal 23 Mei 2012. Tiap daerah boleh melaksanakan pemungutan suara pada hari yang berbeda untuk masing-masing tempat pemungutan suara; disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
c. Tempat Pemungutan Suara ditetapkan oleh panitia pemilihan daerah sesuai dengan kondisi masing-masing daerah (boleh lebih dari satu tempat pemungutan suara).
d. Pembagian Surat Suara dilakukan oleh panitia pemilihan daerah dibawah pengawasan panitia pengawasan pemilihan daerah sesuai dengan kondisi masing masing daerah.
e. Pencontrengan Surat Suara dilakukan dengan alat yang telah disiapkan oleh panitia pemilihan daerah.
f. Panitia pengawasan pemilihan daerah dan saksi terlebih dahulu memeriksa kotak suara, memastikan dalam keadaan kosong lalu disegel.
g. Surat suara yang sudah dicontreng dimasukkan ke dalam kotak suara yang telah tersegel.
h. Penghitungan Surat Suara dilakukan pada saat berakhirnya waktu pencontrengan di masing-masing tempat pemungutan suara dengan disaksikan oleh panitia pengawasan pemilihan daerah dan para saksi dari masing-masing calon.
i. Berdasarkan hasil kesepakatan no.03 Forkonas di Bali pada point e, maka dari total Hasil perhitungan suara di masing-masing daerah, pemenangnya akan dibawa sebagai 1 suara ke Munaslub di Surabaya untuk dibuat rekapitulasi secara Nasional.


Saksi
a. Saksi ditunjuk oleh masing-masing calon dengan jumlah saksi disesuaikan dengan jumlah tempat pemungutan suara sebanyak-banyaknya 1 (satu) orang untuk setiap tempat pemungutan suara.
b. Jika para calon mendapat kesulitan untuk menunjuk saksi pada suatu daerah, maka dapat meminta bantuan dari pengurus daerah setempat.


Demikianlah pemberitahuan ini kami sampaikan. Kami berharap dukungan dari segala pihak untuk bersama-sama menyukseskan acara ini demi kemajuan keprofesian arsitek di tanah air. Atas perhatian dan kerjasama Anda, kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,

Panitia Pemilihan Nasional

Musyawarah Luar Biasa IAI 2012
hexadead - 28/03/2012 12:15 AM
#124

Quote:
Original Posted By adi1710
meneruskan info.

Pemilihan ketua IAI Nasional

Salam IAI,
Sehubungan dengan pemilihan Ketua Umum IAI untuk periode 2012-2015,


haiss....edited.

adi1710 - 29/03/2012 08:42 AM
#125

Quote:
Original Posted By hexadead
haiss....tidak terasa Mas Temmy sudah mau lengser.

temi itu ketua iai JAKARTA, bukan iai NASIONAL
hexadead - 29/03/2012 11:04 AM
#126

Quote:
Original Posted By adi1710

temi itu ketua iai JAKARTA, bukan iai NASIONAL


yak betul. noted.
adi1710 - 10/04/2012 11:26 AM
#127
Daftar pemilih
klo ada yg mo lihat daftar pemilih utk PEMILU IAI, bisa di lihat di

http://iai.or.id/berita/dpt-munaslub-iai-daerah-cabang-dan-perwakilan.html

mari sukseskan pemilihan ketua IAI Nasional
iwanbp79 - 03/05/2012 12:46 AM
#128

Denger-denger katanya ada Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) ya? Bisa dikasih tau website/blog/atau trit di kaskusnya? Kok ane cari gak ketemu-ketemu ya
pitikdjago - 09/05/2012 04:32 PM
#129

Quote:
Original Posted By iwanbp79
Denger-denger katanya ada Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) ya? Bisa dikasih tau website/blog/atau trit di kaskusnya? Kok ane cari gak ketemu-ketemu ya


kyknya memang ada gan, sempet denger dr temen yg jadi panitia acara seminarnya di SMG...tp klo website/blog/tridnya, ane blm nemu
Mr.Baz - 10/05/2012 06:46 PM
#130

ketua IAI dosen ane gan....
adi1710 - 16/05/2012 06:15 PM
#131

Quote:
Original Posted By iwanbp79
Denger-denger katanya ada Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) ya? Bisa dikasih tau website/blog/atau trit di kaskusnya? Kok ane cari gak ketemu-ketemu ya


websitenya: http://www.ialiarsiteklansekap.org/
di kaskus jg ada di forum "arsitektur" jg, http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1082508&page=1
note : IALI bukan bagian dari IAI loh...

Quote:
Original Posted By Mr.Baz
ketua IAI dosen ane gan....


IAI kan blm punya ketua pak, adanya caretaker (pak busuk), atau mantan ketua IAI (skrg ketua kehormatan) pak Endi. tgl 2 juni baru akan ada pemilihan ketua umum IAI
archilest - 06/06/2012 08:29 AM
#132

akhirnya nemu juga thread IAI.

mau mengungkapkan pendapat,,gak tau kenapa,mungkin karena ada konflik internal di dalamnya (denger2 sih).
IAI kok tidak mempunyai gebrakan buat lulusan arsitektur di indonesia buat menghargai profesi arsitek sendiri ya.
kurang merangkul ke bawah lah kira2 ke semuanya.

saya rasa IAI ini kurang punya gaungnya di negri ini. kalah sama IDI/IDGI.
profesi arsitek di indonesia masih dipandang sebelah mata di masyarakat kita. beda dengan dokter/dokter gigi. kemaren aja di berita IDGI menertibkan praktek/jasa2 gigi palsu jalanan yg tdk memiliki ijin untuk menghindari malpraktek.
seharusnya IAI juga melakukan hal sama,dengan penertiban jasa2 arsitek jalanan (abal2/gadungan) yg tanpa memiliki lisensi dari IAI sendiri.
supaya profesi arsitek ini lebih dihargai lagi dimasyarakat umumnya.

semoga dengan adanya ketua IAI baru bisa membawa perubahan yang lebih baik buat profesi arsitek kedepannya.
tidak hanya memikirkan keanggotaannya saja.
segitu dulu,semoga direspon.
adi1710 - 06/06/2012 06:55 PM
#133

Quote:
Original Posted By archilest
akhirnya nemu juga thread IAI.

mau mengungkapkan pendapat,,gak tau kenapa,mungkin karena ada konflik internal di dalamnya (denger2 sih).
IAI kok tidak mempunyai gebrakan buat lulusan arsitektur di indonesia buat menghargai profesi arsitek sendiri ya.
kurang merangkul ke bawah lah kira2 ke semuanya.

saya rasa IAI ini kurang punya gaungnya di negri ini. kalah sama IDI/IDGI.
profesi arsitek di indonesia masih dipandang sebelah mata di masyarakat kita. beda dengan dokter/dokter gigi. kemaren aja di berita IDGI menertibkan praktek/jasa2 gigi palsu jalanan yg tdk memiliki ijin untuk menghindari malpraktek.
seharusnya IAI juga melakukan hal sama,dengan penertiban jasa2 arsitek jalanan (abal2/gadungan) yg tanpa memiliki lisensi dari IAI sendiri.
supaya profesi arsitek ini lebih dihargai lagi dimasyarakat umumnya.

semoga dengan adanya ketua IAI baru bisa membawa perubahan yang lebih baik buat profesi arsitek kedepannya.
tidak hanya memikirkan keanggotaannya saja.
segitu dulu,semoga direspon.


sedikit respon

alinea 1:
bukan konflik, hanya perbedaan pendapat saja. semoga sudah selesai setelah terpilihnya ketua baru, bp.Munichy. semoga beliau dapat kembali membangun organisasi ini mjd lbh baik lg.
btw yg dimaksud "gebrakan buat lulusan arsitektur" itu apa y?

alinea 2:
IDI sudah memiliki Undang2 keprofesian. sedangkan arsitek tidak (belum-ntah kapan) memiliki Undang2 keprofesian. bagaimana caranya kita menertibkan arsitek abal2 itu? sudah bertahun2 IAI berusaha meluluskan UU arsitek, namun sedikit (atau banyak? ntah lah) terganjal di DPR. profesi arsitek dianggap kurang penting oleh pengambil kebijakan disana, sehingga RUU arsitek blm mjd prioritas utk di "gol"kan. UU pramuka malah sdh bhasil lbh dulu di gol-kan. sedih memang... tapi itulah kenyataan. semoga ketua IAI yg baru ini dpt mperjuangkan agar RUU arsitek bs segera di di sah kan dan kita berprofesi memiliki aturan yg jelas.

alinea 3
sudah di respon kan y? hehe...
adi1710 - 06/06/2012 07:00 PM
#134
ketua BARU
selamat atas terpilihnya

Ar. Munichy B Edress, IAI

sebagai ketua baru IAI Nasional


terima kasih juga diucapkan kepada Caretaker yg sudah bekerja keras, panitia pemilihan, panitia acara yg telah sukses menyelenggarakan Munaslub dengan aman lancar damai, dan semua pihak yg telah datang yg turut menyukseskan acara.

semoga makin maju IAI
archilest - 06/06/2012 08:29 PM
#135

Quote:
Original Posted By adi1710
selamat atas terpilihnya

Ar. Munichy B Edress, IAI

sebagai ketua baru IAI Nasional


terima kasih juga diucapkan kepada Caretaker yg sudah bekerja keras, panitia pemilihan, panitia acara yg telah sukses menyelenggarakan Munaslub dengan aman lancar damai, dan semua pihak yg telah datang yg turut menyukseskan acara.

semoga makin maju IAI


selamat atas terpilihnya,semoga membawa perubahan yang lebih baik.
dosen saya ada yg namanya munichy. apa orang yang sama ya
archilest - 06/06/2012 08:35 PM
#136

Quote:
Original Posted By adi1710
sedikit respon

alinea 1:
bukan konflik, hanya perbedaan pendapat saja. semoga sudah selesai setelah terpilihnya ketua baru, bp.Munichy. semoga beliau dapat kembali membangun organisasi ini mjd lbh baik lg.
btw yg dimaksud "gebrakan buat lulusan arsitektur" itu apa y?


tentunya membawa kearah yang lebih baik,lebih jelas kelanjutannya.
sperti FK,kedokteran kan wajib tu utk jadi dokter hrs coas dulu (2thn). harusnya arsitektur juga begitu,mewajibkan utk meneruskan PPars(2thn). disemua univ penyelenggara program arsitektur,tdk hanya 1-2 univ aja,tapi semua slrh univ.indonesia penylenggara program arsitektur.kalo univ trsbt tidak bisa,ya dilarang menylenggarakan prodi arsitektur.
kalo mau di hitung2,FK ini sama FA lbh byk FK lo,tapi knpa mereka lbh terstuktur rapi dan jelas profesinya.

IAI sprtinya cuma ya silahkan kalo mau nerusin monggo,kalo nggak ya silahkan. harusnya tdk begitu. toh juga utk kebaikan bersama kan.
kalo terprogram terstuktur gitu kan jelas nantinya.

smoga dipahami maksutnya.

Quote:
alinea 2:
IDI sudah memiliki Undang2 keprofesian. sedangkan arsitek tidak (belum-ntah kapan) memiliki Undang2 keprofesian. bagaimana caranya kita menertibkan arsitek abal2 itu? sudah bertahun2 IAI berusaha meluluskan UU arsitek, namun sedikit (atau banyak? ntah lah) terganjal di DPR. profesi arsitek dianggap kurang penting oleh pengambil kebijakan disana, sehingga RUU arsitek blm mjd prioritas utk di "gol"kan. UU pramuka malah sdh bhasil lbh dulu di gol-kan. sedih memang... tapi itulah kenyataan. semoga ketua IAI yg baru ini dpt mperjuangkan agar RUU arsitek bs segera di di sah kan dan kita berprofesi memiliki aturan yg jelas.

terganjal UU.
na mungkin ini saatnya utk ngegolin UU trsbt.
harusnya IAI berani mengangkat isu2 terkini tentang keselamatan bangunan,lingkungan hidup. kita tau indonesia rawan gempa angkatlah itu. bangunan tidak asal2an dibangun,hrs ada penanggung jwb arsitek. mungkin isu amblasnya proyek hambalang bisa di angkat juga.
sustainable arsitektur,green arsitektur diangkat ke DPR biar tau,itu produk arsitektur sendiri untuk menjawab tantangan bumi yang semakin tua.beberkan ke anggota DPR.

IAI hrs merespon kemajuan jaman skrng,jaman skrg teknologi software buat disain arsitektur sangatlah mudah,semua orang bisa menggunakanya. Orang yg bermodalkan mahir disain aja sudah berani buka jasa arsitektur di koran2 media masa atau lainya.
kasihan kan yg lulusan arsitektur yg tau seluk beluk arsitektur,tapi kalah sama orang yg bukan dari arsitektur cuma handal program2nya saja. saya tau rejeki nggak kemana. tapi jangan menggunakan nama arsitek. arsitek hrsnya di branded sendiri hrsnya sama IAI. sudah bersaing dgn arsitek luar juga hrs bersaing dengan arsitek jalanan(abal2). duh kasihan sekali.

Lihatlah IDGI merespon jaman sekarang,ABG2 pada musim pasang behel gigi,IDGI langsung merespon dgn menertibkan praktek2 gigi jalanan trsbt dgn isu nanti dapat menyebabkan ini itu(malpraktek).di berita kemaren. padahal praktek gigi jalanan juga sudah ada dri dulu.
masalah pengobatan/kesehatan sebenernya dokter byk pesaingnya,sprti mantri,perawat,dukun,paranormal,tabib.tinggal masyarakat yg memilih berobat kemana kan. tapi profesi dokter ttp bagus.

seharusnya arsitek dgn dibawah naungan IAI juga seperti itu.

sedangkan IAI...???
arsitek yg berlisensi sama arsitek jalanan(gadungan/abal2) masyarakat tdk bisa membedakan?
dimana peran IAI ini???
cuman ngadain seminar? Lomba/sayembara?
agenda2nya dong di perbaiki.

Quote:

alinea 3
sudah di respon kan y? hehe...


trims telah merespon,semoga ketua mendengar, di bawa ke forum resminya IAI.
dan dapat membawa profesi arsitek ini menjadi lebih baik,lebih dihargai lagi di mata masyarakat indonesia.
adi1710 - 07/06/2012 01:01 AM
#137

Quote:
Original Posted By archilest
selamat atas terpilihnya,semoga membawa perubahan yang lebih baik.
dosen saya ada yg namanya munichy. apa orang yang sama ya


beliau orang jogja, kalau tidak salah, beliau dosen di UII. tapi sepertinya yg namanya bpk.Munichy itu cm satu2nya deh, nama yg unik.. hehe..

Quote:
Original Posted By archilest
tentunya membawa kearah yang lebih baik,lebih jelas kelanjutannya.
... harusnya arsitektur juga begitu,mewajibkan utk meneruskan PPars(2thn). ...

IAI sprtinya cuma ya silahkan kalo mau nerusin monggo,kalo nggak ya silahkan. harusnya tdk begitu....

terganjal UU.
na mungkin ini saatnya utk ngegolin UU trsbt.
harusnya IAI berani mengangkat isu2 terkini tentang keselamatan bangunan,lingkungan hidup. kita tau indonesia rawan gempa angkatlah itu. bangunan tidak asal2an dibangun,hrs ada penanggung jwb arsitek. mungkin isu amblasnya proyek hambalang bisa di angkat juga.
sustainable arsitektur,green arsitektur diangkat ke DPR biar tau,itu produk arsitektur sendiri untuk menjawab tantangan bumi yang semakin tua.beberkan ke anggota DPR.

IAI hrs merespon kemajuan jaman skrng,jaman skrg teknologi software buat disain arsitektur sangatlah mudah,semua orang bisa menggunakanya. Orang yg bermodalkan mahir disain aja sudah berani buka jasa arsitektur di koran2 media masa atau lainya.
kasihan kan yg lulusan arsitektur yg tau seluk beluk arsitektur,tapi kalah sama orang yg bukan dari arsitektur cuma handal program2nya saja. saya tau rejeki nggak kemana. tapi jangan menggunakan nama arsitek. arsitek hrsnya di branded sendiri hrsnya sama IAI. sudah bersaing dgn arsitek luar juga hrs bersaing dengan arsitek jalanan(abal2). duh kasihan sekali.

Lihatlah IDGI merespon jaman sekarang,ABG2 pada musim pasang behel gigi,IDGI langsung merespon dgn menertibkan praktek2 gigi jalanan trsbt dgn isu nanti dapat menyebabkan ini itu(malpraktek).di berita kemaren. padahal praktek gigi jalanan juga sudah ada dri dulu.
masalah pengobatan/kesehatan sebenernya dokter byk pesaingnya,sprti mantri,perawat,dukun,paranormal,tabib.tinggal masyarakat yg memilih berobat kemana kan. tapi profesi dokter ttp bagus.

seharusnya arsitek dgn dibawah naungan IAI juga seperti itu.

sedangkan IAI...???
arsitek yg berlisensi sama arsitek jalanan(gadungan/abal2) masyarakat tdk bisa membedakan?
dimana peran IAI ini???
cuman ngadain seminar? Lomba/sayembara?
agenda2nya dong di perbaiki.



trims telah merespon,semoga ketua mendengar, di bawa ke forum resminya IAI.
dan dapat membawa profesi arsitek ini menjadi lebih baik,lebih dihargai lagi di mata masyarakat indonesia.


justru itu pak maksudnya, saya sangat paham maksudnya. namun bagaimana IAI dapat memaksa? dengan apa? jangankan institusi perguruan tinggi, utk individu aja sulit. bila ada ANGGOTA IAI yg melanggar, dewan kehormatan bisa memberi sanksi, tapi bila BUKAN anggota, IAI tidak bisa memberi sanksi. mo sanksi gimana? anggota aja bukan, lapor polisi? trus bdasarkan apa? tidak bisa toh? memang UU itu lah inti persoalannya. sebagai info saja, IAI memang SUDAH MEWAJIBKAN SETIAP LULUSAN JUR.ARSITEKTUR utk ikut ppars, magang dst dst. namun utk PT, iai tdk punya wewenang utk memaksa. bahkan IDI jg ga bisa maksa PT loh..

saya bukan apatis ato apalah, idealnya memang seperti yg sejawat katakan. tapi inilah Indonesia.... ini rahasia umum, RUU itu yg nyusun adalah IAI tapi oleh DPR dianggap itu inisiatif mereka. kita jg sudah mengeluarkan dana milyaran, tapi ktk mereka habis masa jabatan............. blast!!!!....... bubar! konyol kan?! ya tapi inilah dia. msh byk kekonyolan2 lainnya, klo di tulis disini, bisa 7 abad ga kelar2.

lalu kita jg bahas mental diri kita sendiri. misal mnyetir, utk nyetir, selain KEAHLIAN mnyetir, mereka jg perlu bikin SIM utk legalitas secara hukum. sedangkan di kita, brp byk yg sudah bikin SKA? apakah rekan sejawat sudah bikin? sesama arsitek saja sering mpertanyakan apa guna SKA. mrk lbh penting bicara keahlian. tp tidak legalitas. ya sbenernya semua balik lg spt yg saya bilang, inilah Indonesia....... yg ikut aturan itu yg salah. saya punya byk pngalaman kekonyolan yg klo ditulis disini, bisa 7 turunan ga kelar.

jadi ya saya pikir, kita harus btindak dr 2 arah, di satu sisi, memang kita tentu BERHARAP kpd IAI utk terus berusaha meng-GOL-kan RUU arsitek. wlo utk point ini, saya krg setuju, jgn cuma berharap, tapi mari kita bantu. turut berperan aktif. dan 1 arah lg, dari diri kita sendiri, pertama, coba bikin SKA (wlo skrg mungkin ga ada gunanya -itu yg saya rasakan dgn SKA saya- kecuali yg bhubungan dgn proyek pemerintah), lalu SEDIKIT memberi pengertian/pembelajaran kepada owner (ini lumayan sulit).

jadi ya ginilah.. bukan bniat utk pasrah ato apa. tp inilah kondisinya. saya cm bisa berbuat yg tbaik (bukan yg ideal). tapi saya yakin, lambat laun akan membaik kondisi ini. semoga sang ketua baru memiliki taktik baru yg bisa meng-GOL-kan RUU arsitek

btw "obrolan" ini sudah sering kok di bahas. di forum2 resmi maupun tidak resmi. dgn banyaknya tantangan (bukan rintangan) pengurus mencoba berbagai cara agar berhasil. namun sekarang blm berhasil saja. hehe...

sekarang IAI baru saja memilih ketua baru, mungkin rekan bisa mdaftarkan diri mjd pengurus nasional, ide2 baru yg lbh cerah tentu diharapkan
adi1710 - 07/06/2012 01:03 AM
#138

dopos..

kaskus skrg kseringan over posting y......
archilest - 07/06/2012 07:10 AM
#139

Quote:
Original Posted By adi1710
beliau orang jogja, kalau tidak salah, beliau dosen di UII. tapi sepertinya yg namanya bpk.Munichy itu cm satu2nya deh, nama yg unik.. hehe..

oh brarti benar. pantesan,,,tadi mau bilang orang jogja tu dr uii takut salah...
setelah muqados ketua kpk,skrng pak.munichy jadi ketua IAI. wkwkkkk....selamat dah..
lama nggak ketemu beliau. hebatlah..!!!!

Quote:
justru itu pak maksudnya, saya sangat paham maksudnya. namun bagaimana IAI dapat memaksa? dengan apa? jangankan institusi perguruan tinggi, utk individu aja sulit. bila ada ANGGOTA IAI yg melanggar, dewan kehormatan bisa memberi sanksi, tapi bila BUKAN anggota, IAI tidak bisa memberi sanksi. mo sanksi gimana? anggota aja bukan, lapor polisi? trus bdasarkan apa? tidak bisa toh? memang UU itu lah inti persoalannya. sebagai info saja, IAI memang SUDAH MEWAJIBKAN SETIAP LULUSAN JUR.ARSITEKTUR utk ikut ppars, magang dst dst. namun utk PT, iai tdk punya wewenang utk memaksa. bahkan IDI jg ga bisa maksa PT loh..

saya bukan apatis ato apalah, idealnya memang seperti yg sejawat katakan. tapi inilah Indonesia.... ini rahasia umum, RUU itu yg nyusun adalah IAI tapi oleh DPR dianggap itu inisiatif mereka. kita jg sudah mengeluarkan dana milyaran, tapi ktk mereka habis masa jabatan............. blast!!!!....... bubar! konyol kan?! ya tapi inilah dia. msh byk kekonyolan2 lainnya, klo di tulis disini, bisa 7 abad ga kelar2.

lalu kita jg bahas mental diri kita sendiri. misal mnyetir, utk nyetir, selain KEAHLIAN mnyetir, mereka jg perlu bikin SIM utk legalitas secara hukum. sedangkan di kita, brp byk yg sudah bikin SKA? apakah rekan sejawat sudah bikin? sesama arsitek saja sering mpertanyakan apa guna SKA. mrk lbh penting bicara keahlian. tp tidak legalitas. ya sbenernya semua balik lg spt yg saya bilang, inilah Indonesia....... yg ikut aturan itu yg salah. saya punya byk pngalaman kekonyolan yg klo ditulis disini, bisa 7 turunan ga kelar.

jadi ya saya pikir, kita harus btindak dr 2 arah, di satu sisi, memang kita tentu BERHARAP kpd IAI utk terus berusaha meng-GOL-kan RUU arsitek. wlo utk point ini, saya krg setuju, jgn cuma berharap, tapi mari kita bantu. turut berperan aktif. dan 1 arah lg, dari diri kita sendiri, pertama, coba bikin SKA (wlo skrg mungkin ga ada gunanya -itu yg saya rasakan dgn SKA saya- kecuali yg bhubungan dgn proyek pemerintah), lalu SEDIKIT memberi pengertian/pembelajaran kepada owner (ini lumayan sulit).

jadi ya ginilah.. bukan bniat utk pasrah ato apa. tp inilah kondisinya. saya cm bisa berbuat yg tbaik (bukan yg ideal). tapi saya yakin, lambat laun akan membaik kondisi ini. semoga sang ketua baru memiliki taktik baru yg bisa meng-GOL-kan RUU arsitek

btw "obrolan" ini sudah sering kok di bahas. di forum2 resmi maupun tidak resmi. dgn banyaknya tantangan (bukan rintangan) pengurus mencoba berbagai cara agar berhasil. namun sekarang blm berhasil saja. hehe...

sekarang IAI baru saja memilih ketua baru, mungkin rekan bisa mdaftarkan diri mjd pengurus nasional, ide2 baru yg lbh cerah tentu diharapkan

jadi pada intinya di UU tersebut ya,,,

ok lah,,,klo begitu. saya memahami peliknya masalah ini. jadi ya bakal percuma juga uneg-uneg saya membicarakan IAI ini nanti bisa 7 abad,7 turunan gak kelar2 kalo di guncingkan disini. sebab terbentur UU. hehe... saya pahamlah lah anggota DPR kita sprti apa.
ya mudah2an IAI kedepan lebih mendengar,bereaksi cepat merespon isu2 perkembangan jaman dan bersuara lantang lah disemua media di indonesia. Rangkulah smua pihak2 terkait atau tdk terkaitpun dari smua kalangan. bikin iklan layanan masyarakat kalo perlu utk menyukseskan UU arsitek itu sendiri. supaya bisa menertibkan arsitek jalanan(abal2/gadungan).
utk kebaikan dunia arsitektur indonesia juga kan.

karena kalo tidak,profesi arsitek sendiri semakin dinistakan di mata masyarakat kita sendiri.
byk sekarang yang dari berbagai latar belakang pendidikan diluar arsitektur malah berkecimpung di dunia "arsitektur" . Bukan masalah takut persaingan.
namun masyarakat luas harus tau dan pahami juga tentang itu,kalo mau menggunakan jasa arsitek atau membuka praktek jasa arsitek hrs berlisensi resmi IAI.ada ijinnya jelas.
adi1710 - 07/06/2012 06:14 PM
#140

Quote:
Original Posted By archilest
oh brarti benar. pantesan,,,tadi mau bilang orang jogja tu dr uii takut salah...
setelah muqados ketua kpk,skrng pak.munichy jadi ketua IAI. wkwkkkk....selamat dah..
lama nggak ketemu beliau. hebatlah..!!!!


jadi pada intinya di UU tersebut ya,,,

ok lah,,,klo begitu. saya memahami peliknya masalah ini. jadi ya bakal percuma juga uneg-uneg saya membicarakan IAI ini nanti bisa 7 abad,7 turunan gak kelar2 kalo di guncingkan disini. sebab terbentur UU. hehe... saya pahamlah lah anggota DPR kita sprti apa.
ya mudah2an IAI kedepan lebih mendengar,bereaksi cepat merespon isu2 perkembangan jaman dan bersuara lantang lah disemua media di indonesia. Rangkulah smua pihak2 terkait atau tdk terkaitpun dari smua kalangan. bikin iklan layanan masyarakat kalo perlu utk menyukseskan UU arsitek itu sendiri. supaya bisa menertibkan arsitek jalanan(abal2/gadungan).
utk kebaikan dunia arsitektur indonesia juga kan.

karena kalo tidak,profesi arsitek sendiri semakin dinistakan di mata masyarakat kita sendiri.
byk sekarang yang dari berbagai latar belakang pendidikan diluar arsitektur malah berkecimpung di dunia "arsitektur" . Bukan masalah takut persaingan.
namun masyarakat luas harus tau dan pahami juga tentang itu,kalo mau menggunakan jasa arsitek atau membuka praktek jasa arsitek hrs berlisensi resmi IAI.ada ijinnya jelas.


ya intinya memang disitu. dibanding negara ASEAN lainnya, hanya Indonesia yg blm punya UU ars. keren kan?!

tp ktk UU terbit, apakah selesai semua masalah? ntah knp feeling saya kok "belum tentu" y.. RUU itu awalnya memang IAI yg bikin, tp setelah "direbut" oleh angg DPR utk dijadikan inisiatif mereka, maka apkh terjadi perubahan ato gimana, kita tidak tahu. bila tahu, harus di rahasiakan. jd klo jadi, MUNGKIN tidak sesuai dengan aspirasi para arsitek di Indonesia. memang bisa di revisi, tp akan makan waktu dan (yg pasti) biaya lagi. haha..

.............sepertinya tidak ada rasa positif di kalimat2 saya diatas............... ))
Page 7 of 10 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > 
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)