Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Sharing SKA (sertifikat keahlian) Arsitek, Sipil, dan SIBP / IPTB
Total Views: 7030
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

Akur79 - 03/12/2010 09:47 AM
#1
Sharing SKA (sertifikat keahlian) Arsitek, Sipil, dan SIBP / IPTB
Salam kenal, saya newbie disini... cuman memang sudah beberapa tahun ini berkecimpung dibidang bangunan. Background saya dari sipil..

Saya membuat thread ini untuk sebagai ajang tukar menukar info dan sharing, terutama masalah SKA (sertifikasi keahlian) baik untuk arsitek maupun sipil. Termasuk juga SIBP/Surat ijin Bekerja Perencana (sekarang namanya IPTB/Ijin Pelaku Teknis Bangunan).

Untuk Arsitek, SKA dan IPTB bisa diperolah dari asosiasi profesi arsitek (IAI).
Untuk Sipil, SKA bisa diperoleh dari berbagai asosiasi (HAKI, ATAKI, PATI, PII dll). Dimana asosiasi itu sudah terdaftar di LPJK.

Untuk IPTB terus terang, karena domisili saya tidak di Jakarta (setau saya batam dan jakarta yg menerbitkan ini untuk wilayahnya), mudah2an di thread ini bisa ada yg membantu menerangkan proses penerbitan/syarat2nya.

Adapun sebetulnya SKA ini diperlukan untuk menunjukkan profesionalisme kita dibidang kita masing-masing.
Tetapi saya melihat, SKA ini bisa jadi hanya sebagai ajang untuk mencari syarat saja saat mendirikan perusahaan konsultan maupun kontraktor (syarat mendirikan SBU konsultan dan kontraktor adalah salah satu atau beberapa pengurusnya mempunyai SKA di bidang tertentu)

Adapun hal2 yang dirasa memberatkan engineer2 muda ini untuk mengurus SKA adalah masalah biaya. Kerja aja belum diterima, masak mau bikin SKA (pengurusan SKA, termasuk kursus yang diadakan asosiasi profesi, biayanya bisa berkisar sampai 2,5jt rupiah...)

Banyak engineer2 lama/senior yang berpengalaman dilapangan yang saya kenal tidak memiliki SKA, tetapi lebih matang daripada engineer yang ber SKA asal jadi..

So.. bagaimana menurut agan2 dan sista2 sekalian mengenai SKA dan SIBP/IPTB ini?

Untuk mendaftar SKA, bisa menghubungi asosiasi profesi yg terakreditasi oleh LPJK di propinsi masing-masing :
http://lpjk.org/modules/asosiasi_profesi.php?action=Terakreditasi

Adapun ini adalah klasifikasi bidang untuk SKA :
http://lpjk.org/modules/klasifikasi_profesi.php

tambahan dari kaskuser

Quote:
Original Posted By a12o3l
kalau kerja punya SKA atau nggak tergantung Perusahaannya gan, biasanya SKA dipakai buat proses pelelangan Pemerintah dan pembuatan SBU (Sertifikat Badan Usaha).

1. Untuk proses pelelangan:
dalam proses ini setau ane perusahaan diminta untuk menulis daftar tenaga yg memiliki SKA/SKT yg telah ditetapkan oleh panitia pelelangan.

2. Untuk proses pembautan/perpanjangan SBU.
setiap Badan Usaha Konstruksi gak akan bisa jadi SBU (sertifikat badan usaha) nya jika nggak ada tenaga ahli dengan bukti SKA.

jadi SKA itu dipakai oleh perusahaan untuk menunjukan seberapa Profesional tenaga mereka pada Instansi tertentu, walaupun kadang gak semestinya atau cuman SKA nya doang yg ada, Orangnya gak ada alias kerja di lain, keuntungan orang yang udah punya SKA itu SKA nya bisa dipakai di berbagai perusahaan dan bisa di Sewa juga kayak mobil aja.



Quote:
Original Posted By fadhillah
mau nambahin aje,
setifikat keahlian teknik sipil, khususnya geoteknik, yaitu
HATTI (HIMPUNAN AHLI TEKNIK TANAH INDONESIA)
dalam hatti sendiri ada 3 tingkatan,
G-0 = Ahli geoteknik muda
G-1 = Ahli geoteknik madya
G-2 = ahli geoteknik utama

dan klo mau ikut sertifikasi hatti baik itu g-0 maupun g-2,
minimal harus ada 2 org anggota hatti yg rekomendasikan anda,

sukses semua nya yah,


Quote:
Original Posted By NG.Clone
berapa SKA yang harus dilampirkan tergantung dari permintaan KAK dan nilai proyek itu sendiri. tapi mulai 2011 persyaratan pengadaan diperketat dengan penggunaan e-proc. persyartan tenaga ahli yang dibutuhkan juga makin diperketat seperti : (untuk Tenaga Ahli Arsitektur dan Proyek perencanaan)
1. Team leader harus S2 dengan pengalaman min 12 tahun (SKA)
2. Tenaga Ahli min S1 berpengalaman 12 tahun (SKA setara madya)
3. Ass Tenaga Ahli min S1 berpengalaman 8 tahun (SKA junior - Madya
bahkan untuk tenaga pendukung seperti drafter pun sekarang harus S1.


Quote:
Original Posted By rhmtgstr
nih gan link ska buat arsitek
Spoiler for
yogo1991 - 03/12/2010 10:36 AM
#2

Ikut nyimak ya Gan

kebetulan background ane arsi, ane sering design n borong bangunan tp lum punya yg namanya sertipikasi SKA ato semacamnya, karena dengernya aja dah bikin repot.

mudah2an kenyataannya beda setelah denger dari kawan2 lain.
adi1710 - 03/12/2010 12:08 PM
#3

maaf TS, gw setuju dgn sharing mslh gimana cara bikin ska, gmn sharing info ttg ska, tapi jgn jd ajang debat mslh penting ato ga donk. ud byk milis ars (background gw ars) yg debat mslh itu n ga kelar2.

ska itu memang selembar kertas. bagaikan sim utk nyetir mobil, ijazah klo lulus skolah, akte klo kita lahir, dll. bukan HANYA masalah skill, skill itu di dapat dr pengalaman, bukan penataran ato seminar. jd ga usa mdebatkan 2 hal yg memang beda.byk org sukses yg ga pake ijazah sma apalagi kuliah. tapi byk jg org kuliah yg nyari ijazahnya biar gampang dpt kerja. ya masing2 itu jalan hidupnya.
fadhillah - 03/12/2010 03:02 PM
#4

mau nambahin aje,
setifikat keahlian teknik sipil, khususnya geoteknik, yaitu
HATTI (HIMPUNAN AHLI TEKNIK TANAH INDONESIA)
dalam hatti sendiri ada 3 tingkatan,
G-0 = Ahli geoteknik muda
G-1 = Ahli geoteknik madya
G-2 = ahli geoteknik utama

dan klo mau ikut sertifikasi hatti baik itu g-0 maupun g-2,
minimal harus ada 2 org anggota hatti yg rekomendasikan anda,

sukses semua nya yah,
Akur79 - 03/12/2010 10:18 PM
#5

Quote:
Original Posted By adi1710
maaf TS, gw setuju dgn sharing mslh gimana cara bikin ska, gmn sharing info ttg ska, tapi jgn jd ajang debat mslh penting ato ga donk. ud byk milis ars (background gw ars) yg debat mslh itu n ga kelar2.

ska itu memang selembar kertas. bagaikan sim utk nyetir mobil, ijazah klo lulus skolah, akte klo kita lahir, dll. bukan HANYA masalah skill, skill itu di dapat dr pengalaman, bukan penataran ato seminar. jd ga usa mdebatkan 2 hal yg memang beda.byk org sukses yg ga pake ijazah sma apalagi kuliah. tapi byk jg org kuliah yg nyari ijazahnya biar gampang dpt kerja. ya masing2 itu jalan hidupnya.


oke gan, thks buat masukannya. Mungkin jika agan mengerti info tentang pembuatan ska, iptb dll, bisa sharing disini..

Quote:
Original Posted By fadhillah
mau nambahin aje,
setifikat keahlian teknik sipil, khususnya geoteknik, yaitu
HATTI (HIMPUNAN AHLI TEKNIK TANAH INDONESIA)
dalam hatti sendiri ada 3 tingkatan,
G-0 = Ahli geoteknik muda
G-1 = Ahli geoteknik madya
G-2 = ahli geoteknik utama

dan klo mau ikut sertifikasi hatti baik itu g-0 maupun g-2,
minimal harus ada 2 org anggota hatti yg rekomendasikan anda,

sukses semua nya yah,


makasih buat infonya.. ditunggu info2 dari teman2 lain..
civilistisme - 22/12/2010 09:49 PM
#6

tambain dikit gan..........


dalam pElelangn biasnYa personilnYa harus Pya SKA dan SKTK sebagai saratnya, kadang hrus pya 4 sampe 3 SKA yng dilamprkan, artinya pesonilnya 4 ato 3 harus bersertifikat SKA... itu pun harus sudah smpai tingkat Madya. Kalo bagi perusahaan baru sebetulnya agak memberatkan... karna mash jarng yg mempyai SKA. Untuk membuatnya saja bisa mencpai 2-3 jt gan.
mandeleev - 27/12/2010 12:31 AM
#7

wadoh".... ajarin ane tentang bgt an dunk gan....
maap lo klo jd mnta ajarin...
hellbourne - 27/12/2010 12:38 AM
#8

Nice Share gan :2thumbup
Deliciouzzone - 27/12/2010 10:37 PM
#9

wah info bagus niyh nambah wawasan ane gan thkns y
goesbuster - 28/12/2010 06:04 AM
#10

sy kebetulan arsi yg pekerjaan design and build ,..
utk daerah prop banten kalo mau urus ska dan sibp kira2 yang dituju mana ya gan.... kalau ada yg pernah pls bisa share....
jimmycdinata - 28/12/2010 08:01 AM
#11

Quote:
Original Posted By Akur79

Adapun hal2 yang dirasa memberatkan engineer2 muda ini untuk mengurus SKA adalah masalah biaya. Kerja aja belum diterima, masak mau bikin SKA (pengurusan SKA, termasuk kursus yang diadakan asosiasi profesi, biayanya bisa berkisar sampai 2,5jt rupiah...)

Mahal juga ya gan. Itu ngurusnya dimana?

Ada link website atau no telp?
Doraemon18 - 28/12/2010 09:35 AM
#12

NICE THREAD....!!!!

Gan maw nanya atuh...
Klo misalnya kerja, apa ngaruhnya antara
punya SKA ato engga...

dan kegunaan SKA itu apa...??

Maaf koo nanyanya konyol..
maklum, masih mahasiswa semester 5
dan ane taw SKA aja dari thread ini...

benar-benar memberikan informasi,.. ^^
kuligambarcadme - 28/12/2010 06:16 PM
#13

ini linknya LPJK

disana bisa liat banyak hal tentang sertifikasi, terutama bidang konruksi
Akur79 - 29/12/2010 07:47 AM
#14

Quote:
Original Posted By goesbuster
sy kebetulan arsi yg pekerjaan design and build ,..
utk daerah prop banten kalo mau urus ska dan sibp kira2 yang dituju mana ya gan.... kalau ada yg pernah pls bisa share....


kalo arsitek biasanya menghubungi asosiasi profesi IAI (Ikatan Arsitek Indonesia)

Quote:
Original Posted By jimmycdinata
Mahal juga ya gan. Itu ngurusnya dimana?

Ada link website atau no telp?


Ngurusnya di asosiasi profesi (IAI,ATAKI,HAKI,PII,HATTI dll /cek di link atas gan). Kalo gak mau repot, ada biro jasa yang mengurus, cuma bisa lebih mahal. Lebih baik tanya ke asosiasi profesi yg sesuai bidang agan untuk mendaftar dan syarat2nya


Quote:
Original Posted By Doraemon18
NICE THREAD....!!!!

Gan maw nanya atuh...
Klo misalnya kerja, apa ngaruhnya antara
punya SKA ato engga...

dan kegunaan SKA itu apa...??

Maaf koo nanyanya konyol..
maklum, masih mahasiswa semester 5
dan ane taw SKA aja dari thread ini...

benar-benar memberikan informasi,.. ^^


Teorinya SKA ini sebenernya sertifikat yang menunjukkan profesionalisme di bidang yang kita tekuni.
SKA ini diperlukan untuk membuat badan usaha/CV/PT yg bergerak dibidang konsultan/konstruksi, dimana badan usaha itu memerlukan PJB (penanggung jawab badan) dan PJT (penanggung jawab teknik).

Untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan konsultan/kontraktor, jelas perusahaan lebih prefer yg memiliki pengalaman kerja serta punya SKA. SKA ini merupakan nilai tambah.

Menurut pengalaman pribadi saya, untuk bekerja di konsultan/kontraktor, yg penting adalah pengalaman dan penerapan ilmu dilapangan disamping SKA. Saya pribadi lebih suka meng-hire pegawai/karyawan yg sudah berpengalaman dan loyal tanpa SKA, dibanding cuma karyawan yg punya SKA tp minim pengalaman.
Doraemon18 - 30/12/2010 09:46 AM
#15

Quote:
Original Posted By Akur79

Teorinya SKA ini sebenernya sertifikat yang menunjukkan profesionalisme di bidang yang kita tekuni.
SKA ini diperlukan untuk membuat badan usaha/CV/PT yg bergerak dibidang konsultan/konstruksi, dimana badan usaha itu memerlukan PJB (penanggung jawab badan) dan PJT (penanggung jawab teknik).

Untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan konsultan/kontraktor, jelas perusahaan lebih prefer yg memiliki pengalaman kerja serta punya SKA. SKA ini merupakan nilai tambah.

Menurut pengalaman pribadi saya, untuk bekerja di konsultan/kontraktor, yg penting adalah pengalaman dan penerapan ilmu dilapangan disamping SKA. Saya pribadi lebih suka meng-hire pegawai/karyawan yg sudah berpengalaman dan loyal tanpa SKA, dibanding cuma karyawan yg punya SKA tp minim pengalaman.


ane ngerti sekarang.... nice inpoh..!!!
tapi Gan masalahnya kan gini, misal ane baru lulus
dan sewaktu kuliah kagak ada sambilan..
berarti pas fresh-graduate kan emang blom ada pengalaman..

nah gimana bisa kerja sedangkan kita blum punya pengalaman..
Ini yg ane pikir2 terus.. mungkin agan bisa bantu kasih solusi.. :matabelo
Akur79 - 30/12/2010 10:37 AM
#16

Quote:
Original Posted By Doraemon18
ane ngerti sekarang.... nice inpoh..!!!
tapi Gan masalahnya kan gini, misal ane baru lulus
dan sewaktu kuliah kagak ada sambilan..
berarti pas fresh-graduate kan emang blom ada pengalaman..

nah gimana bisa kerja sedangkan kita blum punya pengalaman..
Ini yg ane pikir2 terus.. mungkin agan bisa bantu kasih solusi.. :matabelo


agan tetap lamar kerja aja ke perusahaan2 konsultan/kontraktor, kalo agan merasa blm berpengalaman, gak usah mikir gaji tinggi. Biasanya para lulusan baru, mesti mengharap gaji dan fasilitas muluk2. Gaji rendah bahkan gak usah digaji pun harusnya agan rela, anggap aja agan cuma belajar cari pengalaman kerja. Istilahnya sekolah lagi di kehidupan nyata.

:toast
billyz - 30/12/2010 01:20 PM
#17

Quote:
Original Posted By Akur79
agan tetap lamar kerja aja ke perusahaan2 konsultan/kontraktor, kalo agan merasa blm berpengalaman, gak usah mikir gaji tinggi. Biasanya para lulusan baru, mesti mengharap gaji dan fasilitas muluk2. Gaji rendah bahkan gak usah digaji pun harusnya agan rela, anggap aja agan cuma belajar cari pengalaman kerja. Istilahnya sekolah lagi di kehidupan nyata.

:toast


gak usah digajipun harusnya rela ?? serius ente gan ... ? kalo kelaparan gimana ? wkwkwkwkwk

waktu kuliah, dah habis duit banyak eh pas baru kerjapun rela gak digaji , terus disuruh makan apa ya ?
Akur79 - 02/01/2011 12:41 PM
#18

Quote:
Original Posted By billyz
gak usah digajipun harusnya rela ?? serius ente gan ... ? kalo kelaparan gimana ? wkwkwkwkwk

waktu kuliah, dah habis duit banyak eh pas baru kerjapun rela gak digaji , terus disuruh makan apa ya ?


serius gua gan.. abis lulus, jgn kejar duit.. anggap selama kerja pertama inipun agan masih tahap 'belajar' kerja praktek di real life..
Nggak gampang gan dapet pengalaman dilapangan.
Profesi dokter pun harus kerja praktek PTT sebelum praktek sendiri atau lanjutin S2, ya kan?

kalo agan bener2 niat menyerap ilmu dalam praktek, gak lama kok, 1-2 tahun agan konsen, agan dapet ilmu lapangan, habis itu mulai kasih tarif dalam gaji agan..
Kelak agan bisa minta tarif berapapun, kalo perusahaan membutuhkan agan dan tau kemampuan agan bisa diandalkan, pasti dibayar mahal. percaya saja..

emang kenyataan hidup begini gan, kuliah bayar mahal, ditambah kerja pertama tanpa pengalaman memang gak boleh lihat gaji. Itulah hidup di sipil/arsitek. Apalagi di Indonesia, lapangan kerja sedikit, saingan banyak, jd agan yang harus ningkatin ilmu biar bisa bersaing dengan yg lain.
kuligambarcadme - 02/01/2011 04:42 PM
#19

Quote:
Original Posted By Akur79
serius gua gan.. abis lulus, jgn kejar duit.. anggap selama kerja pertama inipun agan masih tahap 'belajar' kerja praktek di real life..
Nggak gampang gan dapet pengalaman dilapangan.
Profesi dokter pun harus kerja praktek PTT sebelum praktek sendiri atau lanjutin S2, ya kan?

kalo agan bener2 niat menyerap ilmu dalam praktek, gak lama kok, 1-2 tahun agan konsen, agan dapet ilmu lapangan, habis itu mulai kasih tarif dalam gaji agan..
Kelak agan bisa minta tarif berapapun, kalo perusahaan membutuhkan agan dan tau kemampuan agan bisa diandalkan, pasti dibayar mahal. percaya saja..

emang kenyataan hidup begini gan, kuliah bayar mahal, ditambah kerja pertama tanpa pengalaman memang gak boleh lihat gaji. Itulah hidup di sipil/arsitek. Apalagi di Indonesia, lapangan kerja sedikit, saingan banyak, jd agan yang harus ningkatin ilmu biar bisa bersaing dengan yg lain.


betul, bila lulus biasa biasa aja, kampus biasa biasa aja, pokoknya biasa biasa saja, gak punya nilai tawar lebih. Terima dulu kerja, meski gajinya UMR, kalo gak digaji ya jangan kerja, berarti tuh perusahaan gak profesional, jadi nimba ilmu apa disana kalo gak pro tuh perusahaan.
sambil tetep kerja di biro kecil, teruslah melamar ke biro nasional, apalagi multi nasional. kalau diterima, wah disitu gudangnya ilmu
NG.Clone - 02/01/2011 09:24 PM
#20

Quote:
Original Posted By civilistisme
tambain dikit gan..........


dalam pElelangn biasnYa personilnYa harus Pya SKA dan SKTK sebagai saratnya, kadang hrus pya 4 sampe 3 SKA yng dilamprkan, artinya pesonilnya 4 ato 3 harus bersertifikat SKA... itu pun harus sudah smpai tingkat Madya. Kalo bagi perusahaan baru sebetulnya agak memberatkan... karna mash jarng yg mempyai SKA. Untuk membuatnya saja bisa mencpai 2-3 jt gan.


berapa SKA yang harus dilampirkan tergantung dari permintaan KAK dan nilai proyek itu sendiri. tapi mulai 2011 persyaratan pengadaan diperketat dengan penggunaan e-proc. persyartan tenaga ahli yang dibutuhkan juga makin diperketat seperti : (untuk Tenaga Ahli Arsitektur dan Proyek perencanaan)
1. Team leader harus S2 dengan pengalaman min 12 tahun (SKA)
2. Tenaga Ahli min S1 berpengalaman 12 tahun (SKA setara madya)
3. Ass Tenaga Ahli min S1 berpengalaman 8 tahun (SKA junior - Madya
bahkan untuk tenaga pendukung seperti drafter pun sekarang harus S1.
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Sharing SKA (sertifikat keahlian) Arsitek, Sipil, dan SIBP / IPTB