Lampung
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Lampung > ஜ۩۞۩ஜ Tentang Lampung ஜ۩۞۩ஜ
Total Views: 13922
Page 1.5 of 3 |  1 2 3 > 

ariex_addict - 10/12/2010 10:53 AM
#11
Bahasa Daerah / Bahasa Lampung


Dr. Van Royen membagi bahasa daerah Lampung dalam 2 dialek yaitu dialek nyo dan dialek api. kita dapat membedakan antara yang ucapan nya memakai a,o atau ou. dialek a digolongkan dalam dialek belalau, dialek o dan ou digolongkan dalam dialog abung sedangkan Van der Tuuk membagi bahasa Lampung dalam dialek Abung dan dialek Pubian.

Encylopaidie Van Nederlands Indie menyebut bahwa bahasa Lampung adalah Bahasa yang dipakai oleh penduduk di karesidenan lampung termasuk di daerah komering ( dalam Karesidenan Palembang ) dan daerah krui.

Masyarakat Lampung yang mempunyai tradisi Asli warisan dari zaman Malayo polenesia juga mempunyai tulisan tersendiri yang disebut huruf / aksara lampung (Kaghanga) mirip huruf Palawa Hindu


Masyarakat Lampung yang plural menggunakan berbagai bahasa, antara lain: bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa Minang dan bahasa setempat yang disebut bahasa Lampung.tetapi karena minimnya masyarakat lampung menggunakan bahasa lampung sendiri, bahasa ini tenggelam diantara bahasa-bahasa lain, seperti bahasa pendatang dari pulau jawa. karena pihak pemerintah tidak begitu memperhatikan bahasa lampung, instansi pendidikan, dan orang tua lampung yang enggan berbicara bahasa lampung kepada anak-anak mereka.
pubara - 14/12/2010 09:26 AM
#12
Situs Megalitik Batu Brak
Spoiler for Situs batu Brak



Quote:
Disamping situs-situs berupa menhir dan dolmen, di Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat ini juga ditemukan peninggalan purbakala yang usianya ratusan bahkan ribuan tahun. Salah satu peninggalan purbakala yang terdapat di Pekon Purajaya Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat berupa Situs yang merupakan sebuah kekayaan tersendiri di Propinsi Lampung, khususnya Lampung Barat. Situs tersebut ditemukan pertama kali oleh transmigran BRN (Barisan Rekonstruksi Nasional) dari Jawa Barat pada tahun 1951 yang berada di areal seluas 3 hektar. Lokasinya lebih kurang 10 Km dari jalur lintas Liwa-Sumberjaya.


Pada awalnya lokasi ditemukannya situs tersebut hanyalah sebuah semak belukar yang tak terawat. Namun setelah dilakukan pemugaran oleh seorang warga Sumberjaya selama empat tahun (1985-1989), berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Aris Sukandar dari Jakarta pada tahun 1981, adanya situs tersebut merupakan salah satu peninggalan Dinasti Tsung, sebuah kerajaan di negeri China yang berkuasa lebih kurang 2.500 tahun yang silam (zaman megalitik). Hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan-temuan benda peninggalan purbakala seperti manik-manik dari batu dan manik-manik dari kaca, serta pecahan-pecahan keramik yang berasal dari negeri China dan juga ditemukan sebuah lesung (alat untuk menumbuk padi) yang terbuat dari batu.

Setelah diteliti temuan-temuan tersebut dibuat pada zaman Dinasti Tsung. Hal tersebut dijelaskan oleh Sopran yang merupakan penjaga situs purbakala milik pemerintah tersebut (juru piara) yang ditugaskan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Lampung bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Banten sekaligus penjaga di areal situs megalitik tersebut.



Di dalam areal situs tersebut terdapat banyak batu peninggalan purbakala seperti menhir (batu tegak) yang konon berfungsi sebagai tempat mengikat hewan kurban dalam ritual keagamaan pada zaman animisme yang berjumlah 50 buah, kemudian dolmen (batu meja) yang berfungsi sebagai tempat menaruh sesaji dalam acara yang sama yang berjumlah 27 buah serta batu datar terdapat 3 buah. Selanjutnya Sopran menjelaskan bahwa kenapa situs yang ditemukan tersebut dinamakan Situs Batu Brak, dapat diartikan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Lampung dan Bahasa Sunda. Dalam bahasa Sunda “Brak” berarti banyak, sedangkan menurut Bahasa Lampung “Brak” berarti luas dan disimpulkan menjadi batu banyak dan luas.

Wilayah tersebut saat ini masih merupakan tempat wisata baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain tempat berwisata, tempat tersebut juga seing dijadikan oleh para ahli sejarah untuk melakukan penelitian. Situs Megalitik tersebut saat ini berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Lampung yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Banten. Untuk itu perlu adanya kepedulian dari Dinas Pariwisata Lampung Barat untuk turut memperhatikan situs megalitik tersebut. Karena itu merupakan salah satu kekayaan peninggalan sejarah yang berlokasi di wilayah Lampung Barat. (Zan/BF/Tim BJ/Humas Lambar).
el.aulia - 15/12/2010 07:53 AM
#13
Lambang Provinsi Lampung Beserta Maknanya


ARTI LAMBANG DAERAH PROVINSI LAMPUNG

Quote:

1. Perisai Bersegi Lima : Kesanggupan mempertahankan cita dan membina pembangunan rumah-tangga Yang didiami oleh dua unsur golongan masyarakat untuk mencapai masyarakat makmur, adil berdasarkan pancasila.

2. Pita SAI BUMI RUWAI JURAI : Sang Bumi – Rumah tangga agung yang berbilik-bilik. Rua jurai – dua unsur golongan masyarakat yang berdiam di wilayah Propinsi Lampung.

3. Aksara Lampung berbunyi : “LAMPUNG’

4. Daun dan Buah lada : Daun =17, Buah Lada 8, Lada merupakan produk utama penduduk asli sejak masa lampau sehingga Lampung dikenal bangsa-bangsa Asia dan bangsa-bangsa Barat. Biji lada 64, Menunjukan bahwa terbentuknya Dati I Lampung tahun 1964.

5. Setangkai Padi : Buah padi 45. Padi merupakan produk utama penduduk migrasi sehingga terjadilah kehidupan bersama saling mengisi antara dua unsur golongan masyarakat sehingga terwujudnya Negara RI yang Diproklamirkan 17-08-1945.

6. Laduk : Golok masyarakat serba guna.

7. Payam : Tumbak pusaka tradisional.

8. Gung : Sebagai alat inti seni budaya, sebagai pemberitahuan karya besar dimulai, dan sebagai alat menghimpun masyarakat untuk bermusyawarah.

9. Siger : Mahkota perlambang keaggungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat.

10. Payung : Jari payung 17, bagian ruas tepi 8, garis batas ruas 19, dan rumbai payung 45. Artinya payung agung yang melambangkan Negara RI Proklamasi 17-08-1945; dan sebagai payung jurai yang melambangkan Propinsi Lampung tempat semua jurai berlindung. Tiang dan bulatan puncak payung : satu cita membangun Bangsa dan Negara RI dengan Ridho Tuhan Yang Maha Esa.

11. Warna :

* Hijau = dataran tinggi yang subur untuk tanamam keras dan tanaman musim.

* Coklat = Dataran rendah yang subur untuk sawah dan ladang.

* Biru = Kekayan sungai dan lautan yang merupakan sumber perikanan dan kehidupan para Nelayan.

* Putih = Kesucian dan keikhlasan hati masyarakat.

* Kuning (tua, emas dan muda) =keagungan dan kejayaan serta kebesaran cita masyarakat untuk membangun daerah dan Negaranya.


[code]
TAMBAHAN

Website pemerintah " http://www.lampungprov.go.id "
Koordinat 6º 45' - 3º 45' LS & 103º 48' - 105º 45' BT
Luas : 35.376 km2
Penduduk : 7.348.623 (2007)
Kepadatan : 208
Kabupaten : 12
Kota : 2
Kecamatan : 162
Kelurahan/Desa : 2.072
[/code]
pubara - 15/12/2010 09:40 AM
#14
Abung Siwo Migo
[/IMG]

JEJAK PERADABAN TINGGI
DI CANGUK GACCAK
Persinggahan Perjalanan Panjang Menuju Terbentuknya Abung Siwa Mega


BALAI ARKEOLOGI BANDUNG
Jl. Raya Cinunuk Km. 17, Cileunyi, Bandung 40623
Telp. 022 – 7801665, Faks. 022 – 7803623



Lokasi
Situs Canguk Gaccak berada di wilayah Desa Sekipi, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara. Lokasi situs sangat mudah dicapai baik menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Dari Kotabumi menuju Bukit Kemuning hingga sampai di Simpang Rengas ke arah kiri menuju Desa Sekipi. Sebelum memasuki Desa Sekipi terdapat lokasi penambangan bahan galian C. Dengan menyusuri jalan kampung akan sampai di lokasi yang berada di tepian Way Abung.


Lokasi situs Canguk Gaccak

Cerita Perjalanan Panjang
Menurut cerita lama yang disampaikan secara turun-temurun, masyarakat Lampung mula-mula bermukim di daerah Sekalabrak. Daerah ini berada di sekitar Gunung Pesagi hingga tepian Danau Ranau. Menurut kajian terhadap cerita rakyat yang dilakukan oleh Oliver Sevin, pada sekitar abad ke-14 terjadi migrasi dari Sekalabrak ke seluruh wilayah Lampung. Diceritakan, adalah Empu Cangih pemimpin Keratuan Di Puncak, yang berkuasa di puncak Gunung Pesagi melakukan perjalan mencari daerah baru untuk mendirikan perkampungan. Perjalanan Empu Cangih yang juga disebut Datu Di Puncak dari Sekalabrak singgah di daerah Selabung selanjutnya pindah lagi ke Canguk Gaccak.
Tidak berapa lama setelah rombongan Datu Di Puncak bermukim, diketahuilah bahwa di sebelah hulu telah bermukim Rio Kunang. Beliau adalah salah satu keturunan Datu Di Pemanggilan dari Puyang Semedekaw. Dalam rombongan Datu Di Puncak disertai Beliyuk yang juga keturunan Puyang Semedekaw. Kelompok ini kemudian bersatu membangun perkampungan.


Makam Raja Dilawuk

Ketentraman, keamanan, dan kesejahteraan yang sudah terbentuk terganggu ulah pengkhianatan Raja Di Lawuk dari Laut Lebu yang menyamar sebagai tamu Datu Di Puncak. Kerabat Datu Di Puncak yang terdiri Nunyai, Unyi, Subing, Nuban, Bulan, Beliyuk, Kunang, Selagai, dan Anak Tuha berunding mengatur siasat pembalasan kepada Raja Di Lawuk. Diriwayatkan bahwa Subing akhirnya berhasil membalaskan dendam. Kemenangan ini kemudian dirayakan di daerah Gilas tepi Way Besay. Dalam perayaan ini kemudian terbentuklah masyarakat Abung Siwa Mega.


Objek arkeologis yang menandai bekas perkampungan di Canguk Gaccak meliputi komplek tinggalan megalitik, komplek makam Minak Trio Diso, dan komplek makam Rendang Sedayu. Perjalanan dari jalan desa menuju lokasi setelah melalui sungai kecil Way Tamiang akan sampai pada lahan kebun kopi. Di antara rimbunnya kopi terdapat beberapa batu yang merupakan peninggalan budaya megalitik. Batu tersebut ada yang disusun membentuk semacam meja dengan empat kaki yang dinamakan dolmen, susunan batu melingkar (stone enclouser), dan batu yang ditancapkan secara berdiri yang disebut menhir. Peninggalan semacam ini terdiri 12 kelompok. Pada ujung timur lahan terdapat benteng tanah yang dilengkapi parit. Benteng dan parit ini membentang dari tepi Way Abung di selatan hingga tepi Way Tamiang di utara. Apabila dicermati, pada lahan ini akan dapat ditemukan pecahan keramik asing. Keramik yang pernah ditemukan berasal dari Cina buatan masa Dinasti Song (abad ke-10 – 13) dan Yuan (abad ke-13 – 14).

Komplek Makam Minak Trio Diso

Di seberang Way Abung dapat dijumpai komplek makam Minak Trio Diso yang terdiri dua kelompok. Kelompok makam pertama berada pada lahan di tepi sawah sebelah selatan Way Abung sedangkan yang kedua berada di sebelah barat kelompok makam pertama. Menurut keterangan John Akhyar (juru pelihara), pada kelompok makam pertama, tokoh utama yang dimakamkan adalah Minak Raja Di Lawuk. Dalam cerita rakyat, Minak Raja Di Lawuk dimakamkan di dua lokasi. Di Canguk Gaccak merupakan makam kepala, sedang badannya dimakamkan di Gedong Meneng, Tulangbawang. Konon apabila kepala dan badan tidak dipisah akan hidup lagi.


Kelompok makam kedua berada pada semacam bukit kecil setinggi sekitar 3 m. Komplek makam ini dilengkapi cungkup yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2003. Tangga masuk berada di sisi timur. Pada anak tangga ketiga terdapat batu berdiameter sekitar 25 cm. Batu ini merupakan lambang kepala Minak Raja Di Lawuk, yang harus diinjak oleh keturunan Minak Trio Diso ketika akan berziarah. Pada bangunan cungkup terdapat tiga makam. Makam paling timur merupakan makam Minak Dara Putih atau Hyang Mudo, makam yang ditengah merupakan makam Minak Trio Diso, dan yang di utara adalah makam Syekh Abdurrahman. Minak Trio Diso adalah gelar anak Datu Di Puncak yang bernama Nunyai.
Di sebelah tenggara komplek makam Minak Trio Diso berjarak sekitar 300 m terdapat bukit kecil yang dinamakan Gunung Rimba Bekasan. Di atas bukit terdapat lahan seluas 65 ha yang ditumbuhi bambu. Pada hutan bambu ini terdapat lahan seluas sekitar 1 ha yang dikelilingi parit serta pada sisi barat dan utara berbatasan dengan aliran sungai Pasuut yang merupakan anak Way Abung. Pada lahan ini terdapat makam keramat. Tokoh utama yang dimakamkan adalah Rendang Sedayu. Tokoh ini dikenal sebagai salah satu isteri Minak Trio Diso. Rendang Sedayu juga dikenal dengan sebutan Raja Lemaung.

Bukti Sebuah Peradaban Tinggi
Dalam perjalanan peradaban masyarakat Lampung, Canguk Gaccak merupakan tempat bermukim masyarakat pendukung tradisi megalitik dan masyarakat masa pasca prasejarah. Tinggalan berupa dolmen di Canguk Gaccak, bagi masyarakat megalitik kadang-kadang berfungsi sebagai pelinggih roh atau tempat persajian. Pada masyarakat megalitik yang lebih maju, dolmen digunakan sebagai tempat duduk kepala suku atau raja-raja ketika pertemuan maupun upacara pemujaan arwah leluhur. Pada dasarnya dolmen dipandang sebagai tempat keramat. Di situs Canguk Gaccak, dolmen dilengkapi dengan menhir. Menhir adalah medium penghormatan, penampung kedatangan roh, dan sekaligus menjadi lambang dari orang-orang yang diperingati.
Kehidupan masyarakat megalitik memperlihatkan masyarakat berperadaban tinggi yang sudah mengenal sistem organisasi sosial. Kehidupan ini berkembang hingga masa kedatangan Datu Di Puncak. Sistem organisasi sosial dengan diwarnai kehidupan demokratis ini akhirnya melahirkan masyarakat Abung Siwa Mega. Beberapa tinggalan arkeologi di Canguk Gaccak merupakan bukti bahwa moyang pada masa lampau sudah berperadaban tinggi. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam peninggalan tersebut perlu difahami untuk landasan pembangunan di masa depan (Nanang Saptono).
pubara - 17/12/2010 09:18 AM
#15
Rumah Adat Gedung Batin Way Kanan
Kampung Gedung Batin
Penulis Arief R
Rabu, 13 Januari 2010
Kampung wisata gedung batin merupakan satu di antara kampung tua di Kabupaten Way Kanan. Nama gedung bating bukan tanpa sebuah arti, Menurut sejarah yang diyakini masyarakat Way Kanan sampai saat ini, Nama daerah Kampung Gedung batin diyakini memiliki maksud karena disini banyak penyeimbang marga dimana diyakini disinilah banyak terdapat para keturunan Raja di Way Kanan. Saat siang hari kampung ini terasa sangat sepi, mungkin karena masyarakatnya yang mayoritas adalah petani, namun saat sore hari kita bisa lihat aktivitas masyarakat di daerah ini.


Kampung yang pembangunannya dirintis oleh Puyang Way Kanan sejak abad ke-14 masehi itu pada tahun 1808 sudah ditetapkan menjadi "kampung wisata". Maksudnya, kampung tersebut harus menjadi contoh bagi kampung lain di wilayah Way Kanan, terutama dalam hal penataan bangunan. Keunikan kampung Gedung batin antara lain:
Hanya di kampung itulah pemerintah jajahan Belanda merekomendasikan pembangunan sejumlah rumah khas adat Lampung. Rumah adat tersebut berbentuk rumah panggung, diukir, dan semua rumah tidak boleh berpaku. Untuk menguatkan sambungan satu tiang ke tiang yang lain dipasangkan pasak kayu besi. Semua rumah pun terbuat dari bahan-bahan pilihan, berupa kayu besi yang kekuatannya bisa mengalahkan besi biasa. "Buktinya, meski usia rumah kuno di Gedung Batin itu sudah mendekati 200 tahun, tapi kekuatannya dijamin. Memang sekarang kelihatannya rumah-rumah kuno itu sudah tua sekali, tapi sebenarnya rumah tersebut masih kuat. Lihat saja semua tiang bangunan rumah, seluruhnya masih utuh. Begitu juga kerangka bangunan lainnya, masih tetap kukuh," ujar Wakil Bupati Way Kanan, Bustami Zainudin
Keberadaan lingkungannya yang ditumbuhi buah-buahan tropis, plasmanuftah tanaman langka Binjai, kepayang, enam-enam, isom kumbang, dan berbagai buah spesifik Lampung. Selain itu, kampung tersebut juga dikelilingi Sungai Way Besak.
Ikan tapah (termasuk jenis ikan purba) yang bisa ditemukan di Way kanan, inilah salah satu kebanggaan daerah kita Way Kanan, mengapa? karena di muka bumi ini ikan ini hanya ditemukan di dua tempat, yakni di sungai-sungai pedalaman India dan di Sungai Way Besak, Way Kanan, Lampung,

Disini kampung Gedung Batin masih bisa kita lihat peninggalan budaya nenek moyang. Mulai dari arsitektur Khas lampung tempo dulu, sampai perabot-perabot lama sebagai penghias ruangan. Bangunan khas yang sudah berumur ratusan tahun di daerah ini bisa kita lihat dari bentuknya, dimana rata-rata bangunan peninggalan disini merupakan rumah panggung dengan bentuk yang khas tempo dulu. Lokasi Kampung wisata gedung batin berjarak ± 22 km dari Ibukota Kabupaten Way kanan. Selain rumah beserta perabotan tradisional masih dapat kita temukan juga indahnya panorama wisata bahari Way Besai yang dapat digunakan sebagai tempat memancing dan wisata arung jeram, sangat cocok buat dikunjungi oleh anda yang memiliki kecintaan dengan alam serta menikmati keindahan alam.
persit - 12/01/2011 01:30 PM
#16
۞ Tentang Pemerintahan ۞
Quote:
Quote:
۞ Tentang Pemerintahan ۞


Quote:
KABUPATEN DAN KOTA

- KOTA BANDAR LAMPUNG
- KOTA METRO
- KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
- KABUPATEN LAMPUNG BARAT (LIWA)
- KABUPATEN LAMPUNG SELATAN (KALIANDA KOTA)
- KABUPATEN LAMPUNG TIMUR (SUKADANA)
- KABUPATEN LAMPUNG UTARA (KOTABUMI)
- KABUPATEN MESUJI
- KABUPATEN TULANG BAWANG (MENGGALA)
- KABUPATEN PESAWARAN (GEDONG TATAAN)
- KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT (TULANG BAWANG TENGAH)
- KABUPATEN TANGGAMUS
- KABUPATEN PRINGSEWU
- KABUPATEN WAY KANAN (BLAMBANGAN UMPU)


Quote:
DAFTAR GUBERNUR

- Kusno Danupoyo (1964 - 1966)
- Zainal Abidin Pagaralam (1966 - 1973)
- R. Sutiyoso (1973 - 1978)
- Yasir Hadibroto (1978 - 1988)
- Poedjono Pranyoto (1988 - 1993)
- Poedjono Pranyoto (1993 - 1998)
- Oemarsono (1998 - 2003)
- Tursandi Alwi (2003 - 2004)
- Sjachroedin Z.P (2004 - 2008)
- Syamsurya Ryacudu (2008 - 2009)
- Sjachroedin Z.P (2009 - SEKARANG

persit - 12/01/2011 02:04 PM
#17
۞ Tentang Perekonomian ۞
Quote:
Quote:
۞ Tentang Perekonomian ۞

Quote:

Industri

Sebagai gerbang Sumatera, di Lampung sangat potensial berkembang berbagai jenis industri. Mulai dari industri kecil (kerajinan) hingga industri besar, terutama di bidang agrobisnis.

Industri penambakan udang termasuk salah satu tambak yang terbesar di dunia setelah adanya penggabungan usaha antara Bratasena, Dipasena dan Wachyuni Mandira.

Terdapat juga pabrik gula dengan produksi per tahun mencapai 600.000 ton oleh 2 pabrik yaitu Gunung Madu Plantation dan Sugar Group. di tahun 2007 kembali diresmikan pembangunan 1 pabrik gula lagi dibawah PT. Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) yang diproyeksikan akan mulai produksi pada tahun 2008.

Industri agribisnis lainnya: ketela (ubi), kelapa sawit, kopi robusta, lada, coklat, kokoa, nata de coco dan lain-lain.


Quote:
Tapis Lampung

Kain Tapisa adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
persit - 12/01/2011 02:22 PM
#18
۞ Tentang Seni & Budaya ۞
Quote:
Quote:
۞ Tentang Seni & Budaya ۞


Quote:
SASTRA
Lampung menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan sastra, baik sastra (berbahasa) Indonesia maupun sastra (berbahasa) Lampung. Kehidupan sastra (Indonesia) di Lampung dapat dikatakan sangat ingar-bingar meskipun usia dunia kesusastraan Lampung relatif masih muda. Penyair Iwan Nurdaya-Djafar yang baru kembali ke Lampung setelah selesai kuliah di Bandung sekitar 1980-an mengaku kepenyairan di Lampung masih sepi. Dia baru menjumpai Isbedy Stiawan ZS, A.M. Zulqornain, Sugandhi Putra, Djuhardi Basri, Naim Emel Prahana dan beberapa nama lainnya.

Barulah memasuki 1990-an kemudian Lampung mulai semarak dengan penyair-penyair seperti Iswadi Pratama, Budi P. Hatees, Panji Utama, Udo Z. Karzi, Ahmad Yulden Erwin, Christian Heru Cahyo dan lain-lain. Menyusul kemudian Ari Pahala Hutabarat, Budi Elpiji, Rifian A. Chepy, Dahta Gautama dkk. Kini ada Dina Oktaviani, Alex R. Nainggolan, Jimmy Maruli Alfian, Y. Wibowo, Inggit Putria Marga, Nersalya Renata dan Lupita Lukman. Selain itu ada cerpenis Dyah Merta dan M. Arman AZ.


Quote:
TEATER
Perkembangan teater di Lampung banyak dilatarbelakangi dari keinginan para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok seni untuk mendalami seni peran dan pertunjukkan. Beberapa kelompok teater kampus dan pelajar yang masih tercatat aktif sampai saat ini adalah teater Kurusetra (UKMBS Unila), KSS (FKIP Unila), Green Teater (Umitra), Teater Biru (Darmajaya), Teater Kapuk (STAIN Metro), Teater Sudirman 41 (SMUN 1 Bdl), Teater Gemma (SMUN 2 Bdl), Teater Palapa (SMUN 3 Bdl), Teater Madani(SMUN 5 Bdl), Teater Handayani (SMUN 7 Bdl),Kolastra (SMUN 9 Bdl), Teater sebelas (SMUN 11 Bdl), Teater Pelopor (SMU Perintis 1 Bdl), Insyaallah Teater (SMU Perintis 2 Bdl), Teater Cupido (SMUN 1 Sumberjaya).

Sedangkan beberapa teater yang digerakkan seniman-seniman Lampung yaitu Teater Satu, Komunitas Berkat Yakin (Kober), Teater Kuman, Teater Sendiri. Penggerak teater di Lampung yang masih eksis mengembangkan seni pertunjukkan teater melalui karya-karyanya antara lain Iswadi Pratama, Ari Pahala Hutabarat, Robi akbar, M. Yunus, Edi Samudra Kertagama, Ahmad Jusmar, Imas Sobariah, Ahmad Zilalin, Darmawan. Lampung tidak hanya dikenal banyak melahirkan sastrawan-sastrawan baru namun aktor-aktor potensial pun juga tidak sedikit yang muncul seperti, Rendie Dadang Yusliadi, Robi Akbar, Eyie, Iin Mutmainah, M Yunus, Dedi Nio, Liza Mutiara Afriani, Iskandar GB, Ruth Marini.

Dalam tiap tahunnya even-even teater seperti pertunjukan, lomba, workshop dan diskusi kerap digelar di Provinsi ini serta tempat tempat yang sering digunakan adalah Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Auditorium RRI, GSG UNILA, Academic Centre STAIN Metro, Gedung PKM Unila, Aula FKIP Unila, Pasar Seni Enggal.

Adapun even tahunan teater yang terbesar di Lampung adalah Liga Teater SLTA se-Provinsi Lampung sebagai ajang apresiasi para aktor Pelajar Lampung yang kualitasnya tidak kalah dengan pelajar di luar Lampung.


Quote:
MUSIK
Sebagaimana sebuah daerah, Lampung memiliki beraneka ragam jenis musik, mulai dari jenis tradisional hingga modern (musik modern yang mengadopsi kebudayaan musik global). Adapun jenis musik yang masih bertahan hingga sekarang adalah Klasik Lampung. Jenis musik ini biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. Mungkin jenis musik ini merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya asli itu sendiri. Beberapa kegiatan festival diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan budaya musik tradisional tanpa harus khawatir akan kehilangan jati diri. Festival Krakatau, contohnya adalah sebuah Festival yang diadakan oleh Pemda Lampung yang bertujuan untuk mengenalkan Lampung kepada dunia luar dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata.


Quote:
TARI
Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Penguten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.
persit - 12/01/2011 02:25 PM
#19
۞ Tentang Seni & Budaya ۞ (lanjutan)
Quote:
BUSANA ADAT
Daerah Lampung dikenal sebagai penghasil kain tapis, kain tenun bersulam benang emas yang indah. Kain ini dibuat oleh wanita. Pada penyelenggaraan upacara adat, seperti perkawinan, tapis yang dipenuhi sulaman benang emas dengan motif yang indah merupakan kelengkapan busana adat daerah Lampung.

Dalam keseharian laki-laki Lampung mengikat kepalanya dengan kikat. Bahannya dari kain batik. Bila dipakai dalam kerapatan adat dipadukan dengan baju teluk belanga dan kain. Lelaki muda Lampung lebih menyukai memakai kepiah/ketupung, yaitu tutup kepala berbentuk segi empat berwarna hitam terbuat dari kain tebal, apalagi kalau ingin bertemu dengan gadis. Untuk mengiring pengantin dikenakan kekat akkin, yaitu destar dengan bagian tepi dihias bunga-bunga dari benang emas dan bagian tengah berhiaskan siger, serta di salah satu sudutnya terdapat sulaman benang emas berupa bunga tanjung dan bunga cengkeh.

Sebagai penutup badan dikenakan kawai, yaitu baju berbentuk teluk belanga belah buluh atau jas. Baju ini terbuat dari bahan kain tetoron atau belacu dan lebih disukai yang berwarna terang. Tetapi sekarang banyak digunakan kawai kemija, yaitu bentuk kemeja seperti pakaian sekolah atau moderen. Pemakaian kawai kemija ini sudah biasa untuk menyertai kain dan peci, ketika menghadiri upacara adat sekalipun.

Bagian bawah mengenakan senjang, yaitu kain yang dibuat dari kain Samarinda. Bugis atau batik Jawa. Tetapi sekarang telah dikenal adanya celanou (celana) pendek dan panjang sebagai penganti kain.

Kaum wanita Lampung sehari-hari memakai kanduk/kakambut atau kudung sebagai penutup kepala yang dililitkan. Bahannya dari kain halus tipis atau sutera. Selain itu, kaum ibu kadangkadang menggunakannya sebagai kain pengendong anak kecil.

Lawai kurung digunakan sebagai penutup badan, memiliki bentuk seperti baju kurung. Baju ini terbuat dari bahan tipis atau sutra dan pada tepi muka serta lengan biasa dihiasi rajutan renda halus. Sebagai kain dikenakan senjang atau cawol. Untuk mempererat ikatan kain (senjang) dan celana di pinggang laki-laki digunakan bebet (ikat pinggang), sedangkan wanitanya menggunakan setagen. Perlengkapan lain yang dikenakan oleh laki-laki Lampung adalah selikap, yaitu kain selendang yang dipakai untuk penahan panas atau dingin yang dililitkan di leher. Pada waktu mandi di sungai, kain ini dipakai sebagai kain basahan. Selikap yang terbuat dari kain yang mahal dipakai saat menghadiri upacara adat dan untuk melakukan ibadah ke masjid.

Untuk menghadiri upacara adat, seperti perkawinan kaum wanita, baik yang gadis maupun yang sudah kawin, menyanggul rambutnya (belatung buwok). Cara menyanggul seperti ini memerlukan rambut tambahan untuk melilit rambut ash dengan bantuan rajutan benang hitam halus. Kemudian rajutan tadi ditusuk dengan bunga kawat yang dapat bergerak-gerak (kembang goyang).

Khusus bagi wanita yang baru menikah, pada saat menghadiri upacara perkawinan mengenakan kawai/kebayou (kebaya) beludru warna hitam dengan hiasan rekatan atau sulaman benang emas pada ujung-ujung kebaya dan bagian punggungnya. Dikenakan senjang/ cawol yang penuhi hiasan terbuat dari bahan tenun bertatah sulam benang emas, yang dikenal sebagai kain tapis atau kain Lampung. Sulaman benang emas ada yang dibuat berselang-seling, tetapi ada yang disulam hampir di seluruh kain.

Para ibu muda dan pengantin baru dalam menghadiri upacara adat mengenakan kain tapis bermotif dasar bergaris dari bahan katun bersulam benang emas dan kepingan kaca. Di bahunya tersampir tuguk jung sarat, yaitu selendang sutra bersulam benang emas dengan motif tumpal dan bunga tanjung. Selain itu, juga dapat dikenakan selekap balak, yaitu selendang sutra disulam dengan emas dengan motif pucuk rebung, di tengahnya bermotifkan siger yang di kelilingi bunga tanjung, bunga cengkeh dan hiasan berupa ayam jantan.

Untuk memperindah dirinya dipergunakan berbagai asesoris terbuat dari emas. Selambok/rattai galah, yaitu kalung leher (monte) berangkai kecil-kecil dilengkapi dengan leontin dari batu permata yang ikat dengan emas. Kelai pungew, yaitu gelang yang dipakai di lengan kanan atau kiri, biasanya memiliki bentuk seperti badan ular (kalai ulai). Pada jari tengah atau manis diberi cincin (alali) dari emas, perak atau suasa diberi mata dari permata. Dikenakan pula kalai kukut, yaitu gelang kaki yang biasanya berbentuk badan ular melingkar serta dapat dirangkaikan. Kalai kukut ini dipakai sebagai perlengkapan pakaian masyarakat yang hidup di desa, kecuali saat pergi ke ladang.

Pakaian mewah dipenuhi dengan warna kuning keemasan dapat dijumpai pada busana yang dikenakan pengantin daerah Lampung. Mulai dari kepala sampai ke kaki terlihat warna kuning emas.

Di kepala mempelai wanita bertengger siger, yaitu mahkota berbentuk seperti tanduk dari lempengan kuningan yang ditatah hias bertitik-titik rangkaian bunga. Siger ini berlekuk ruji tajam berjumlah sembilan lekukan di depan dan di belakang (siger tarub), yang setiap lekukannya diberi hiasan bunga cemara dari kuningan (beringin tumbuh). Puncak siger diberi hiasan serenja bulan, yaitu kembang hias berupa mahkota berjumlah satu sampai tiga buah. Mahkota kecil ini mempunyai lengkungan di bagian bawah dan beruji tajam-tajam pada bagian atas serta berhiaskan bunga. Pada umumnya terbuat dari bahan kuningan yang ditatah.

Badan mempelai dibungkus dengan sesapur, yaitu baju kurung bewarna putih atau baju yang tidak berangkai pada sisinya dan di tepi bagian bawah berhias uang perak yang digantungkan berangkai (rambai ringgit). Sebagai kainnya dikenakan kain tapis dewo sanow (kain tapis dewasana) dipakai oleh wanita pada waktu upacara besar (begawi) dari bahan katun bersulam emas dengan motif tumpal atau pucuk rebung. Kain ini dibuat beralaskan benang emas, hingga tidak nampak kain dasarnya. Bila kain dasarnya masih nampak disebut jung sarat. Jenis tapis dewasana merupakan hasil tenunan sendiri, yang sekarang sangat jarang dibuat lagi.

Pinggang mempelai wanita dilingkari bulu serti, yaitu ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berlapis kain merah. Bagian atas ikat pinggang ini dijaitkan kuningan yang digunting berbentuk bulat dan bertahtakan hiasan berupa bulatan kecil-kecil. Di bawah bulu serti dikenakan pending, yaitu ikat pinggang dari uang ringgitan Belanda dengan gambar ratu Wihelmina di bagian atas.

Pada bagian dada tergantung mulan temanggal, yaitu hiasan dari kuningan berbentuk seperti tanduk tanpa motif, hanya bertatah dasar. Kemudian dinar, yaitu uang Arab dari emas diberi peniti digantungkan pada sesapur, tepatnya di bagian atas perut. Dikenakan pula buah jukum, yaitu hiasan berbentuk buah-buah kecil di atas kain yang dirangkai menjadi untaian bunga dengan benang dijadikan kalung panjang. Biasanya kalung ini dipakai melingkar mulai dari bahu ke bagian perut sampai ke belakang.

Gelang burung, yaitu hiasan dari kuningan berbentuk burung bersayap yang diikatkan pada lengan kiri dan kanan, tepatnya di bawah bahu. Di atasnya direkatkan bebe, yaitu sulaman kain halus yang berlubang-lubang. Sementara gelang kana, terbuat dari kuningan berukir dan gelang Arab, yang memiliki bentuk sedikit berbeda, dikenakan bersama-sama di lengan atas dan bawah.

Mempelai laki-laki mengenakan kopiyah mas sebagai mahkota. Bentuknya bulat ke atas dengan ujung beruji tajam. Bahannya dari kuningan bertahtakan hiasan karangan bunga. Badannya ditutup dengan sesapur warna putih berlengan panjang. Dipakai celanou (celana) panjang dengan warna sama dengan warna baju.

Pada pinggang dibalutkan tapis bersulam benang emas penuh diikat dengan pending. Bagian dada dilibatkan membentuk silang limar, yaitu selendang dari sutra disulam benang emas penuh. Lengan dihias dengan gelang burung dan gelang kana. Perlengkapan lain yang menghiasi badan sama seperti yang dikenakan oleh mempelai wanita. Kaki kedua mempelai dibungkus dengan selop beludru warna hitam.
persit - 12/01/2011 02:27 PM
#20
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN LAMPUNG TIMUR ۞




Quote:
Wilayah Kabupaten Lampung Timur yang sekarang ini, pada zaman pemerintahan Belanda merupakan Onder Afdeling Sukadana yang dikepalai oleh seorang Controleur berkebangsaan Belanda dan dalam pelaksanaannya dibantu oleh seorang Demang Bangsa Pribumi / Indonesia. Onder Afdeling Sukadana terbagi atas 3 distrik, yaitu :

• Onder Distrik Sukadana.
• Onder Distrik Labuhan Maringgai
• Onder Distrik Gunung Sugih.

Masing-masing Onder Distrik dikepalai oleh Asisten Demang yang berkedudukan sebagai pembantu Demang untuk mengkoordinir Pesirah.

Quote:

Masing-masing Onder Distrik terdiri dari Marga-marga, yaitu :

Onder Distrik Sukadana terdiri dari ;
1. Marga Sukadana.
2. Marga Tiga.
3. Marga Nuban.
4. Marga Unyai Way Seputih.


Quote:
Onder Distrik Labuhan Maringgai terdiri dari ;
1. Marga Melinting.
2. Marga Sekampung Ilir.
3. Marga Sekampung Udik.
4. Marga Subing Labuhan.

Onder Distrik Gunung Sugih terdiri dari ;
1. Marga Unyi.
2. Marga Subing.
3. Marga Anak Tuha.
4. Marga Pubian.

Quote:

Zaman Jepang (1942-1945).

Wilayah Kabupaten Lampung Tengah pada Pemerintahan Jepang merupakan Wilayah Bun Shu Metro, yang terbagi dalam beberapa Gun Shu, Marga-marga dan Kampung-kampung. Bun Shu dikepalai oleh seorang Bun Shu Cho dan Gun Shu Cho. Marga dikepalai oleh Marga Cho, dan Kampung dikepalai oleh seorang Kepala Kampung.


Quote:
Zaman Kemerdekaan.

Setelah Indonesia Merdeka dan dengan berlakunya Peraturan Peralihan pasal 2 UUD 1945, maka Bun Shu Metro berubah menjadi Kabupaten Lampung Tengah yang dikepalai oleh seorang Bupati. Bupati pertama Kabupaten Lampung Tengah adalah Burhanuddin dengan masa jabatan tahun 1945 hingga tahun 1948. Itulah sebabnya ditinjau dari perkembangan organisasi pemerintahan maka pembagian wilayah Lampung atas kabupaten-kabupaten dianggap terjadi pada zaman pemerintahan Jepang.

Quote:

Kejadian-kejadian yang perlu dicatat pada tahun 1946-1947 jumlah marga bertambah 2 marga, yaitu :

• Marga Terusan Unyai
• Marga Selagai Lingga

Tambahan Marga ini terjadi karena adanya perubahan batas wilayah ataupun karena terjadinya perpindahan dan perkembangan penduduk.


Quote:
Masa Pemerintahan Negeri (1953-1975)

Dengan dibubarkannya Pemerintah Marga sebagai gantinya dibentuk Pemerintahan Negeri yang terdiri dari seorang Kepala Negeri dan Dewan Negeri, Kepala Negeri dipilih oleh Dewan Negeri dan para Kepala Kampung. Pada masa ini di Kabupaten Lampung Tengah terdapat 9 (sembilan) Negeri, yaitu;

• Negeri Pekalongan dengan pusat pemerintahan di Pekalongan.
• Negeri Tribawono dengan pusat pemerintahan di Banar Joyo.
• Negeri Sekampung dengan pusat pemerintahan di Sumbergede.
• Negeri Sukadana dengan pusat pemerintahan di Sukadana.
• Negeri Labuhan Maringgai dengan pusat pemerintahan di Labuhan Maringgai.

Dalam praktek sistem Pemerintahan Negeri tersebut dirasakan adanya kurang keserasian dengan Pemerintahan Kecamatan dan keadaan ini menyulitkan tugas Pemerintah. Oleh sebab itu Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Lampung mulai tahun 1972 mengambil kebijaksanaan secara bertahap untuk menghapus Pemerintahan Negeri dengan jalan tidak mengangkat lagi Kepala Negeri yang telah habis masa jabatannya dan dengan demikian secara bertahap Pemerintahan Negeri di Lampung Tengah hapus, sedangkan hak dan kewajiban Pemerinthan Negeri beralih kepada Pemerintahan Kecamatan Setempat.

Dalam rangka membantu tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembanguanan, dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Tengah dibagian Timur, maka dibentuk wilayah kerja Pembantu Bupati Lampung Tengah wilayah Timur di Sukadana yang meliputi 10 (sepuluh) kecamatan yaitu Kecamatan Metro Kibang, Batanghari, Sekampung, Jabung, Labuhan Maringgai, Way Jepara, Sukadana, Pekalongan, Raman Utara dan Purbolinggo.

Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat, serta untuk lebih meningkatkan peran aktif masyarakat, maka dipandang perlu wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Tengah ditata menjadi 3 (tiga) Daerah Tingkat II.`

Pada tahun 1999 dengan Undang Undang Nomor 12 Tahun 1999,wilayah Pembantu Bupati Kabupaten Lampung Tengah wilayah Sukadana dibentuk menjadi Kabupaten Lampung Timur yang meliputi 10 (sepuluh) kecamatan definitif dan 13 (tiga belas) kecamatan pembantu.


Quote:
Administrasi Pemerintahan

Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999, diresmikan pada tanggal 27 April 1999 dengan pusat pemerintahan di Kota Sukadana. Pemda Kabupaten Lampung Timur meliputi 10 Kecamatan definitif, 13 kecamatan pembantu dan 232 desa. Selanjutnya dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1999, 2(dua) kecamatan pembantu yaitu kecamatan pembantu Margatiga dan Sekampung Udik statusnya ditingkatkan menjadi Kecamatan Definitif. Dengan demikian wilayah Kabupaten Lampung Timur bertambah 2(dua) kecamatan menjadi 12 kecamatan definitif dan 11 kecamatan pembantu dan 232 desa.

Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah No.01 tahun 2001 dan Keputusan Bupati Lampung Timur Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pembentukan 11 (sebelas) kecamatan di Wilayah Kabupaten Lampung Timur sehingga di kecamatan Kabupaten Lampung Timur sekarang berjumlah 23 kecamatan definitif dan 232 desa.

Dengan Keputusan Bupati Lampung Timur No. 19 Tahun 2001 dan No.06 Tahun 2002 maka jumlah desa di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 232 desa definitif dan desa persiapan. Dengan Keuputusan Bupati Lampung Timur Nomor 13 Tahun 2003 tanggal 10 desember 2003 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, maka lima desa dalam Kecamatan Sudana berubah menjai kelurahan yaitu Pasar Sukadana, Sukadana Ilir, Negara Nabung, Sukadana, dan Mataram Marga. Sedangkan sekarang jumlah desa / kelurahan yang ada di kabupaten Lampung Timur sebanyak 241, yang terdiri dari 227 desa definitif, 5 kelurahan, dan 9 desa persiapan.


Quote:
Adapun Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lampung Timur yaitu :

1. Metro Kibang
2. Batanghari
3. Sekampung
4. Jabung
5. labuhan Maringgai
6. Way Jepara
7. Sukadana
8. Pekalongan
9. Raman Utara
10. Purbolinggo
11. Margatiga
12. Sekampung Udik
13. Waway Karya
14. Pasir Sakti
15. Gunung Pelindung
16. Melinting
17. Mataram Baru
18. Bandar Sribawono
19. Braja Selebah
20. Labuhan Ratu
21. Bumi Agung
22. Batanghari Nuban
23. Way Bungur
persit - 12/01/2011 02:34 PM
#21
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN LAMPUNG BARAT ۞




Quote:
Kabupaten Lampung Barat yang mempunyai ibu kota Liwa, secara administratif meliputi 17 kecamatan, 6 kelurahan, dan 195 plus pekon persiapan Pekon

Dengan luas wilayah lebih kurang 4.950,40 km2 atau 13,99 % dari luas wilayah Propinsi Lampung dan mempunyai garis pantai sepanjang 260 km Lampung Barat terletak pada koordinat 4o,47’,16” - 5o,56’,42” lintang selatan dan 103o,35’,08” - 104o,33’,51” bujur timur.

Kabupaten Lampung Barat merupakan pemekaran dari kabupaten Lampung Utara yang ditetapkan dengan Undang-undang No.6 tahun 1991


Quote:
Wilayah Lampung Barat berbatasan dengan :

Sebelah utara (Propinsi Bengkulu)
Sebelah Selatan (Samudera Hindia dan Selat Sunda)
Sebelah Barat (Samudera Hindia)
Sebelah Timur (Kab.Lampung Utara, Kab.Lampung Tengah, dan Kab. Tanggamus)




Quote:
Pertanian, perkebunan dan perikanan merupakan mata pencaharian utama penduduk Lampung Barat yang berjumlah 410.848 jiwa. Kopi Robusta dan Damar merupakan komoditas unggulan Kabupaten, dimana Produksi Kopi Robusta mencapai +38.000 ton per tahun dan Damar yang mencapai +5.000 ton per tahun.


Quote:
Quote:
POTENSI
Kabupaten Lampung Barat terdiri dari 17 kecamatan dengan 195 pekon dan 6 kelurahan.


Quote:
WISATA BAHARI
Potensi wisata bahari seperti wista pantai, pemancingan laut, selancar air dan snorkeling. Sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat adalah kawasan hutan (57,154% dari luas Kabupaten Lampung Barat) sedangkan sisanya adalah kawasan yang dapat diusahakan menjadi kawasan budidaya pertanian, perikanan, perkebunan, dan juga pemukiman penduduk, sarana umum dan lainnya.

Quote:
PERHUTANAN
Usaha-usaha di areal hutan produksi terbatas dan dapat dikonversi berupa penebangan kayu, pengambilan getah damar, daun, akar dan kulit kayu, bambu, madu hutan hingga rotan. Salah satu produksi hasil hutan non kayu yang telah dikembangkan oleh masyarakat secra turun temurun adalah getah damar mata kucing. Damar mata kucing produksi Kabupaten Lampung Barat sudah terkenal kualitasnya dan merupakan komoditi andalan kabupaten ini. Sentra-sentra produksi damar mata kucing di kabupaten ini terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan dengan rata-rata produksi 4.435,2 ton/tahun.


Quote:
PERTANIAN
Pengembangan komoditi pertanian khususnya tanaman hortikultura di Lampung Barat sangat berpeluang. Beberapa komoditi unggulan Lampung Barat antara lain kentang, cabai, tomat, ubi jalar, dan jeruk.


Quote:
PETERNAKAN
Potensi untuk pengembangan sektor peternakan juga sangat menjanjikan. Didukung sumberdaya alam yang ada, ketersediaan pakan ternak, maupun kondisi ekologis Lampung Barat sangat cocok untuk usaha ternak berskala besar seperti pengembangan sapi potong, sapi perah, ayam buras maupun itik lokal. Kabupaten ini juga memiliki potensi perkebunan yang dapat dikembangkan, diantaranya kopi, kelapa dalam, lada, cengkeh, kakao dan kelapa sawit. Untuk hasil olahan komoditi perkebunan yang cukup berpotensi antara lain yaitu industri kopi bubuk.


Quote:
PERIKANAN
Di sektor perikanan, ada potensi pengembangan perikanan budidaya laut, budidaya air payau dan perikanan budidaya air tawar. Potensi perikanan budidaya air laut disepanjang pesisir Pantai Barat Lampung cukup besar terutama untuk komoditi seperti rumput laut, kerapu, kakap dan baronang yang memiliki nilai jual tinggi. Peluang pengembangan budidaya air payau (tambak) didukung dengan ketersediaan lahan yang mencapai 6.500 ha, tersebar di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong (500 ha), Kecamatan Pesisir Tengah dan Karya Penggawa (1.500 ha) serta Kecamatan Pesisir Selatan dan Bengkunat seluas 4.500 ha). Untuk pengembangan budidaya air tawar di kabupaten ini juga sangat potensial. Terdapat kolam seluas 944 ha, mina padi 8.959 ha dan keramba/jaring apung 2.823 unit yang sampai saat ini tingkat pemanfaatannya masih reletif rendah. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan mas, patin, gurame, nila dan lele. Tidak ketinggalan pula potensi perikanan laut dengan nilai proyeksi potensi maksimum lestari yang dimiliki mampu mencapai 17.000 ton/tahun.


Quote:
PERTAMBANGAN
Kabupaten Lampung Barat memiliki bahan tambang yang berpotensi untuk diusahakan antara lain; minyak bumi, emas, perak, tembaga, basalt, pasir tras, pasir besi, andesit, dan batu apung. Selain bahan tambang, Lampung Barat juga memiliki sumber daya alam berupa air yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik. Telah dibangun PLTA Besai dengan kapasitas 2 X 45 MW yang mampu membangkitkan energi listrik sebesar 402 GWH pertahun.
Sentra wisata bahari terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan. Objek wisata yang ada diantaranya Pantai Labuhan Jukung yang berlokasi di pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Selatan, Pantai Tanjung Setia yang menarik untuk dijadikan tempat wisata berenang, menyelam dan berselancar serta berperahu dan bersepeda sepanjang pantai. Selain pantai, kabupaten ini juga memiliki alam yang indah yang dapat dikembangkan lagi seperti wisata Buru yang merupakan gabungan dari wisata alam dan bahari dimana pengunjung dapat menikmati keindahan laut di Tanjung Belimbing dan berburu, Ada juga objek wisata Danau Ranau yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata berenang dan memancing, Wisata Danau suoh yang terletak di Kecamatan Batu Brak, serta Gunung Pesagi.


Quote:
GEOGRAFIS WILAYAH
Lampung Barat secara geografis dan geologis mempunyai peran yang sangat strategis, yaitu di samping merupakan pintu gerbang Sumatra Bagian Barat, juga mempunyai konfigurasi yang menarik dengan berbagai sumberdaya alam yang dimiliki.
Potensi sumber daya potensial yang ada di Lampung Barat, hampir seluruhnya belum dimanfaatkan secara berkelanjutan guna menunjang perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah.
Diharapkan, dengan adanya gambaran umum tentang potensi Lampung Barat ini dapat memberikan manfaat kepada khalayak umum, baik swasta nasional maupun asing yang berkepentingan untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya guna ikut menunjang pembangunan daerah Lampung Barat.
Untuk mendukung percepatan arus masuk dalam bidang investasi,selain penyediaan sarana dan prasarana fisik, Pemerintah dan Masyarakat Lampung Barat juga memberikan dukungan berupa Kebijaksanaan Pemerintah dan dukungan positif masyarakat.


Quote:
Beberapa kebijaksanaan yang ditempuh Pemeritah Daerah Kabupaten Lampung Barat antara lain meliputi :

1. Keamanan
Keamanan di Kabupaten Lampung Barat cukup aman, hal ini dapat dilihat dalam waktu beberapa tahun terakhir, tingkat kriminalitas relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Propinsi Lampung.

2. Insentif Pajak
Pemda Kabupaten Lampung Barat akan memberikan dispensasi kepada investor yang menanamkan modalnya di Daerah Kabupaten Lampung Barat berupa pembebasan kewajiban membayar pajak untuk jangka waktu beberapa tahun.

3. Tanggapan masyarakat
Tanggapan masyarakat Lampung Barat cukup mendukung bagi investor yang menanamkan modalnya di Lampung Barat, baik pada masyarakat pada umumnya maupun melalui Lembaga Legislatif (DPRD).

4. Infrastruktur
Pembangunan Infrsatruktur cukup mendukung, secara bertahap pemerintah daerah telah dan selalu melaksanakan pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok-pelosok daerah.
persit - 12/01/2011 02:35 PM
#22
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN LAMPUNG SELATAN ۞




Quote:
Kabupaten Lampung Selatan
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kalianda. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.109,74 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 923.002 jiwa (LSDA 2007).

Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 1050 sampai dengan 1050450 Bujur Timur dan 50150 sampai dengan 60 Lintang Selatan. Mengingat letak yang demikian ini daerah Kabupaten Lampung Selatan seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia merupakan daerah tropis.

Kabupaten Lampung Selatan bagian selatan meruncing dan mempunyai sebuah teluk besar yaitu Teluk Lampung. Di Teluk Lampung terdapat sebuah pelabuhan yaitu Pelabuhan Panjang dimana kapal-kapal dalam dan luar negeri dapat merapat. Secara umum pelabuhan ini merupakan faktor yang sangat penting bagi kegiatan ekonomi penduduk Lampung, terutama penduduk Lampung Selatan. Pelabuhan ini sejak tahun 1982 termasuk dalam wilayah Kota Bandar Lampung.

Di bagian selatan wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang juga ujung Pulau Sumatera terdapat sebuah pelabuhan penyeberangan Bakauheni, yang merupakan tempat transito penduduk dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Dengan demikian Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera bagian selatan. Jarak antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) dengan Pelabuhan Merak (Propinsi Banten) kurang lebih 30 kilometer, dengan waktu tempuh kapal penyeberangan sekitar 1,5 jam. Kabupaten Lampung Selatan mempunyai daerah daratan kurang lebih 2.109,74 km² (LSDA 2007), dengan kantor pusat pemerintahan di Kota Kalianda.

Saat ini Kabupaten Lampung Selatan dengan jumlah penduduk 923.002 jiwa (LSDA 2007), memiliki luas daratan + 2.109,74 km2 yang terbagi dalam 17 kecamatan dan terdiri dari 248 desa dan 3 kelurahan.


- continued -
persit - 12/01/2011 02:44 PM
#23
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN LAMPUNG TENGAH ۞



Quote:

Kabupaten Lampung Tengah
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.789,8 km2 dan berpenduduk sebanyak 1.177.967 jiwa (tahun 2008).


- continued -
persit - 12/01/2011 02:46 PM
#24
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN LAMPUNG UTARA ۞






Quote:
SEJARAH LAMPUNG UTARA
Kabupaten Lampung Utara (Lampura) telah menempuh sejarah yang panjang, berliku, dan dinamis. Situs online Pemda Lampura ( www.lampungutara.go.id ) menjelaskan pada awal masa kemerdekaan, berdasarkan UU No. 1 tahun 1945, Lampura merupakan wilayah administratif di bawah Keresidenan Lampung yang terbagi atas beberapa kewedenan, kecamatan dan marga.

Pemerintahan marga dihapuskan dengan Peraturan Residen 3 Desember 1952 Nomor 153/1952, dan dibentuklah “Negeri” yang menggantikan status marga dengan pemberian hak otonomi sepenuhnya berkedudukan di bawah kecamatan. Dengan terjadinya pemekaran beberapa kecamatan, terjadilah suatu negeri di bawah beberapa kecamatan, sehingga dalam tugas pemerintahan sering terjadi benturan. Status pemerintahan negeri dan kewedanan juga dihapuskan dengan berlakunya UU No. 18 tahun 1965.

Berdasarkan UU No. 4 Drt tahun 1965 juncto UU No. 28 tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten - Kabupaten dalam Lingkungan Sumatera Selatan, terbentuklah Kabupaten Lampura dibawah Propinsi Sumatera Selatan. Dengan terbentuknya Propinsi Lampung berdasarkan UU No. 14 tahun 1964 maka Kabupaten Lampura masuk sebagai bagian dari Propinsi Lampung.

Kabupaten Lampura telah mengalami tiga kali pemekaran sehingga wilayah yang semula seluas 19.368,50 Km2 kini tinggal 2.725,63 Km2. Pemekaran wilayah pertama terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Lampung Barat berdasarkan UU No. 6 tahun 1991, sehinga Wilayah Lampura berkurang 6 kecamatan yaitu : Sumber Jaya, Balik Bukit, Belalau, Pesisir Tengah, Pesisir Selatan dan Pesisir Utara.

Pemekaran kedua tejadi dengan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang berdasarkan UU No. 2 tahun 1997. Wilayah Lampura kembali mengalami pengurangan sebanyak 4 kecamatan yaitu : Menggala, Mesuji, Tulang bawang Tengah dan Tulang Bawang Udik. Pemekaran ketiga terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Way Kanan berdasarn UU No. 12 tahun 1999. Lampura kembali berkurang 6 kecamatan yaitu : Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Bahuga, Baradatu, Banjit dan Kasui. Kabupaten Lampura, saat ini tinggal 8 kecamatan yaitu : Kotabumi, Abung Selatan, Abung Timur, Abung Barat, Sungkai Selatan, Sungkai Utara, Tanjung Raja dan Bukit Kemuning.

Berdasarkan Perda No. 20 tahun 2000 jumlah kecamatan di mekarkan menjadi 16 kecamatan dengan mendefinitifkan 8 kecamatan pembantu yaitu : Kotabumi Utara, Kotabumi Selatan, Abung Semuli, Abung Surakarta, Abung Tengah, Abung Tinggi, Bunga Mayang dan Muara Sungkai. Sedangkan hari kelahiran Kabupaten Lampura Sikep ini, setelah melalui berbagai kajian, disepakati jatuh tanggal 15 Juni 1946 dan ini disyahkan dalam Perda Nomor 6 tahun 2002.

Quote:
Berdasarkan Perda Nomor 8 tahun 2006 tanggal 15 Agustus 2006 telah dimekarkan kembali 7 kecamatan yang baru yaitu sebagai berikut :

1.Kecamatan Hulu Sungkai ibukota Gedung Maripat
2.Kecamatan Sungkai Tengah ibukota Batu Nangkop
3.Kecamatan Sungkai Barat ibukota Sinar Harapan
4.Kecamatan Sungkai Jaya ibukota Cempaka
5.Kecamatan Abung Pekurun ibukota Pekurun
6.Kecamatan Abung Kunang ibukota Aji Kagungan
7. Kecamatan Blambangan Pagar ibukota Blambangan

Sehingga saat ini di lampung Utara menjadi 23 kecamatan.


Quote:
Sejak berdiri hingga sekarang telah 16 orang putra terbaik memimpin kabupaten ini :

1. Burhanudin
2. Ahmad Akuan
3. Zainal Abidin Pagar Alam
4. Raden Sarikun
5. Raden Sumbaji
6. Pangeran Ingguan ( 1959 – 1960 )
7. A. Somad ( 1960 – 1965 )
8. M. Syarif ( 1965 – 1967 )
9. A. Rivai ( 1967 – 1972 )
10. TRA Syukri ( 1972 – 1973 )
11. Djuaini Ahmad ( 1973 – 1978 )
12. Masno Asmono ( 1978 – 1988 )
13. Djufri A.H. Adam ( 1989 – 1994 )
14. Ahmad Gumbira ( 1994 – 1998 )
15. Hairi Fasyah ( 1998 – 2009 ) - Drs.Zainal Abidin, MM (2002 – 2009 )
16. Drs.Zainal Abidin, MM - Rohimat Aslam (2009 – 2014 )


Quote:
u/ akses lebih dalam, bisa kunjungi website kabupaten tersebut
http://www.lampungutara.go.id/
persit - 12/01/2011 02:53 PM
#25
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN MESUJI ۞



Quote:
Quote:

Kabupaten Mesuji
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008. Luas wilayah kabupaten ini adalah 2.184,00 km² sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 188.999 jiwa (2006).

Quote:

Ibu kota
atau pusat pemerintahan Kabupaten Mesuji masih belum diputuskan meski dalam UU No.49 tahun 2008 ditetapkan bahwa ibu kota Mesuji adalah kecamatan Mesuji. Calon ibu kota Mesuji adalah Tanjung Raya dan Mesuji.
persit - 12/01/2011 02:54 PM
#26
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN PESAWARAN ۞




Quote:
Kabupaten Pesawaran
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Daerah ini kaya akan sumberdaya alam pertanian, perkebunan dan kehutanan.


- continued -
persit - 12/01/2011 02:55 PM
#27
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN PRINGSEWU ۞




Quote:
Sejarah
Untuk mengetahui lebih jauh tentang sejarah Kecamatan Pardasuka[2], secara tepat dan akurat adalah merupakan pekerjaan yang tidak mudah karena disamping diperlukan waktu yang cukup lama, menyangkut fasilitas yang tersedia dan yang merupakan kendala utama dalam mengungkapkan sejarah Kecamatan Pardasuka itu sendiri sangat terbatas dan langka. Namun demikian dari beberapa tahap masyarakat yang sempat ditemui dan dijelaskan bahwa sejarah Kecamatan Pardasuka antara lain:

[CODE] * Kecamatan Pardasuka dibuka/dimulai tahun 1905 oleh Kolonial Belanda.
* Kecamatan Pardasuka dahulu adalah Ex tanah Kolonial yang dulu pernah berkuasa di wilayah ini, sedangkan penduduk sebagian besar dari pulau Jawa.
* Kecamatan Pardasuka dahulu disebut Pemerintah Negeri dan Asisten Wedana yang berkuasa di Kecamatan Pardasuka dan Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran.[/CODE]
persit - 12/01/2011 02:57 PM
#28
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN TANGGAMUS ۞



Quote:
Quote:

Sejarah Perkembangan Wilayah Tanggamus
catatan yang ada pada tahun 1889 pada saat Belanda mulai masuk di Wilayah Kota Agung, yang ada pada saat itu pemerintahannya dipimpin oleh seorang Kontroller yang memerintah di Kota Agung. Pada waktu itu pemerintahan telah dilaksanakan olehPemerintah Adat yang terdiri dari 5 (lima) Marga yaitu :

1. Marga Gunung Alip (Talang Padang),
2. Marga Benawang,
3. Marga Belunguh,
4. Marga Pematang Sawa,
5. Marga Ngarip.

Masing-masing marga tersebut dipimpin oleh seorang Pasirah yang membawahi beberapa Kampung.


Quote:
Perkembangan selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 114/ 1979 tanggal 30 Juni 1979 dalam rangka mengatasi rentang kendati dan sekaligus merupakan persiapan pembentukan Pembantu Bupati Lampung Selatan untuk Wilayah Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung serta terdiri dari 10 Kecamatan dan 7 Perwakilan Kecamatan dengan 300 Pekon dan 3 Kelurahan serta 4 Pekon Persiapan. Pada akhirnya Kabupaten Tanggamus terbentuk dan menjadi salah satu dari 10 Kabupaten/ Kota yang ada di Propinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 2 Tahun 1997 yang di undangkan pada tanggal 3 Januari 1997 dan diresmikan menjadi Kabupaten pada tanggal 21 Maret 1997.

Quote:

Sejalan dengan dinamika perkembangan masyarakat adat di Kabupaten Tanggamus, pada tanggal 12 januari 2004 Kepala Adat Saibatin Marga Benawang merestui tegak berdirinya Marga Negara Batin, yang sebelumnya merupakan satu kesatuan adat dengan Marga Benawang. Pada tanggal 10 Maret 2004 di Pekon Negara Batin dinobatkan kepala adat Marga Negara Batin dengan gelar Suntan Batin Kamarullah Pemuka Raja Semaka V.

Dengan berdirinya Marga Negara Batin tersebut, masyarakat adat pada tahun 1889 terdiri dari 5 marga, saat ini menjadi 6 marga, yaitu : Marga Gunung Alip (Talang Padang), Marga Benawang, Marga Belunguh, Marga Pematang Sawa, Marga Ngarip, Marga Negara Batin.

Quote:

Secara geografis Kabupaten tanggamus terletak pada posisi 104°18’ - 105°12’ Bujur Timur dan 5°05’ - 5°56’ Lintang Selatan. Luas wilayah 3.356,61 km2 yang meliputi wilayah daratan maupun perairan. Satu dari dua teluk besar yang ada di Propinsi Lampung terdapat di Kabupaten Tanggamus yaitu teluk Semaka dengan panjang daerah pantai 200 km dan sebagai tempat bermuaranya 2 (dua) sungai besar yaitu Way Sekampung dan Way Semaka. Selainitu Wilayah Kabupaten tanggamus dipengaruhi oleh udara tropical pantai dan dataran pegunungan dengan temperaturudara yang sejuk dengan rata-rata 28°C.


Quote:
Quote:
GEOGRAFIS TANGGAMUS
Nama Tanggamus diambil dari nama gunung yang terletak tepat di jantung wilayah kabupaten. Dengan disahkannya Perda No. 2 Tahun 1997 dan diresmikan oleh Mentri Dalam Negeri pada tanggal 21 Maret 1997 yang meliputi 11 Kecamatan, 6 Perwakilan Kecamatan dan 310 Desa dengan luas wilayah keseluruhan 3.356,61 Km2, dengan batas wilayah sebagai berikut :

[CODE] * Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat dan Lampung Tengah.
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia
* Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat.
* Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pringsewu.[/CODE]


Dengan disahkannya Perda No.18 Tahun 2000 yang menghapuskan status Kecamatan Perwakilan maka status 6 Kecamatan Perwakilan berubah status menjadi 6 Kecamatan defenitif sehingga pada tahun 2000 menjadi 17 Kecamatan.


Quote:
Sejalan dengan perkembangan pemerintahan dan kemasyarakatan pada tahun 2005 beberapa wilayah dibentuk Kecamatan baru sesuai dengan Perda No. Tahun 2005 sebanyak 7 Kecamatan. Pada tahun 2008 jumlah kecamatan sebanyak 28 Kecamatan, 371 Pekon dan jumlah penduduk sebanyak 838.348 jiwa.

Pada tanggal 29 Oktober 2008 Kabupaten Pringsewu terbentuk, sehingga pada saat ini luas wilayah Kabupaten Tanggamus menjadi 2.855,46 Km2, dan secara administratif terbagi jadi 20 Kecamatan dan 282 desa/pekon.

Quote:

Quote:
PARIWISATA

Quote:
PANTAI TERBAYA
Pantai Terbaya yang terletak di sisi kiri jalan 3 kilometer menjelang pusat kota Kota Agung dari arah Bandar Lampung adalah obyek wisata-bahari yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan dan akhir-pekan. Posisi jalan raya dan pintu masuk lokasi berada pada ketinggian ± 25 m dpl. (diatas permukaan laut). Situasi ini memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan yang luas ke arah Teluk Semangka serta pantai berpasir yang rentangnya seolah tak bertepi di kedua ujungnya. Di jalan menurun menuju pantai, terdapat sumber mata air jernih yang dapat digunakan untuk cuci-bilas. Pengelolaan pantai yang masih belum tersentuh peralatan moderen serta tradisi masyarakatnya yang masih terjaga baik, menjadikan tempat ini tampak asli-alami.


Quote:
GISTING & KAWASAN BATU KERAMAT
Kawasan dataran tinggi Gisting dan Batu Keramat menyimpan potensi keindahan dimana dari ketinggian tempat kawasan ini dapat dinikmati udara sejuk pegunungan dangan pemandangan kesibukan Teluk Semangka yang dihiasi kapal-kapal tanker raksasa dan kapal nelayan serta pelabuhan laut Kota Agung. Terletak hanya 4 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus.

Masuk ke wilayah Kecamatan Kota Agung, di wilayah dataran tinggi Batu Keramat (± 300 m dpl.), sebuah gapura menyambut wistawan yang tiba di wialyah ibukota kabupaten. Situasi alamnya mengingatkan wisatawan pada pemandangan daerah pegunungan di Puncak Pas Jawa Barat dengan jalan aspal mulus yang menurun berkelok-kelok.Bedanya wisatawan disuguhi tambahan pemandangan indah hamparan Teluk Semangka yang terbentang luas


Quote:
TNBBS
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang telah ditetapkan menjadi salah satu warisan alam dunia (World Natural Heritage Site) sejak Juli 2004, selain menyimpan pesona panorama yang menawan, aneka flora dan fauna, juga menjadi habitat bagi sejumlah burung langka yang indah dan menawan.

Ada beberapa jenis burung langka yang ditemui di kawasan TNBBS. "Sedikitnya tercatat ada 47 jenis burung dari 26 famili dijumpai di kawasan TNBBS. Keberadaan burung yang sebagian besar langka itu mudah ditemui bertengger di pepohonan, atau mendengar kicauannya yang menjadi sonata alam nan menawan.


Quote:
PANTAI HARAPAN
Pantai Harapan Kota Agung terletak ± 10 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus. Pada saat ini terdapat pelabuhan laut penyeberangan yang melayani rute Kota Agung – Pulau Tabuan – Tirom – Tampang – Belimbing. Saat ini di sekitar lokasi telah berkembang beberapa fasilitas pendukung, seperti fasilitas perdagangan berupa pasar dan pertokoan, sarana akomodasi berupa 2 buah hotel melati dan tiga buah rumah makan.


Quote:
PULAU TABUAN
Pulau Tabuan adalah merupakan suatu wilayah teritorial Kabupaten Tanggamus yang berlokasi di perairan Teluk Semaka dengan luas wilayah 600 hektar. Dalam waktu dekat ini telah direncanakan oleh pemerintah kabupaten akan dibangun dermaga yang berfungsi sebagai dermaga penyeberangan transportasi laut dan nelayan dengan luas lokasi ± 2500 m. Lokasi ini dapat dijangkau dengan transportasi air berupa kapal motor/ speed boat yang memakan waktu ± 1 jam perjalanan dari pelabuhan laut.
persit - 12/01/2011 02:58 PM
#29
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN TULANG BAWANG ۞


Quote:
Quote:
SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TULANG BAWANG


Quote:
a. Masa Pra Kemerdekaan RI
Dalam sejarah kebudayaan dan perdagangan di Nusantara, Tulang Bawang
digambarkan merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia, disamping
kerajaan Melayu, Sriwijaya, Kutai, dan Tarumanegara. Meskipun belum banyak
catatan sejarah yang mengungkapkan keberadaan kerajaan ini, namun catatan Cina
kuno menyebutkan pada pertengahan abad ke-4 seorang pejiarah Agama Budha yang
bernama Fa-Hien, pernah singgah di sebuah kerajaan yang makmur dan berjaya,
To-Lang P'o-Hwang (Tulang Bawang) di pedalaman Chrqse (pulau emas Sumatera).

Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan pusat kerajaan Tulang Bawang,
namun ahli sejarah Dr. J. W. Naarding memperkirakan pusat kerajaan ini
terletak di hulu Way Tulang Bawang (antara Menggala dan Pagardewa) kurang
lebih dalam radius 20 km dari pusat kota Menggala.

Seiring dengan makin berkembangnya kerajaan Che-Li-P'o Chie (Sriwijaya), nama
dan kebesaran Tulang Bawang sedikit demi sedikit semakin pudar. Akhirnya sulit
sekali mendapatkan catatan sejarah mengenai perkembangan kerajaan ini.

Ketika Islam mulai masuk ke bumi Nusantara sekitar abad ke-15, Menggala dan
alur sungai Tulang Bawang yang kembali marak dengan aneka komoditi, mulai
kembali di kenal Eropa. Menggala dengan komoditi andalannya Lada Hitam,
menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan komoditi sejenis
yang didapat VOC dari Bandar Banten. Perdagangan yang terus berkembang,
menyebabkan denyut nadi Sungai Tulang Bawang semakin kencang, dan pada masa
itu kota Menggala dijadikan dermaga "BOOM", tempat bersandarnya kapal-kapal
dari berbagai pelosok Nusantara, termasuk Singapura.

Perkembangan politik Pemerintahan Belanda yang terus berubah, membawa dampak
dengan ditetapkanya Lampung berada dibawah pengawasan langsung Gubernur
Jenderal Herman Wiliam Deandles mulai tanggal 22 November 1808. Hal ini
berimbas pada penataan sistem pemerintahan adat yang merupakan salah satu
upaya Belanda untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Pemerintahan adat mulai ditata sedemikian rupa, sehingga terbentuk
Pemerintahan Marga yang dipimpin oleh Kepala Marga (Kebuayan). Wilayah Tulang
Bawang sendiri dibagi dalam 3 kebuayan, yaitu Buay Bulan, Buay Tegamoan dan
Buay Umpu (tahun 1914, menyusul dibentuk Buay Aji).

Sistem Pemerintahan Marga tidak berjalan lama, dan pada tahun 1864 sesuai
dengan Keputusan Kesiden Lampung No. 362/12 tanggal 31 Mei 1864, dibentuk
sistem Pemerintahan Pesirah. Sejak itu pembangunan berbagai fasilitas untuk
kepentingan kolonial Belanda mulai dilakukan termasukdi Kabupaten Tulang
Bawang.

Pada zaman pendudukan Jepang, tidak banyak perubahan yang terjadi di daerah
yang dijuluki "Sai Bumi Nengah Nyappur” ini. Dan akhirnya sesudah Proklamasi
kemerdekaan RI, saat Lampung ditetapkan sebagai daerah Keresidenan dalam
wilayah Propinsi Sumatera Selatan, Tulang Bawang dijadikan wilayah Kewedanaan.


Quote:
b. Masa Kemerdekaan RI
Sejalan dengan perkembangan Negara RI, maka setelah Lampung memisahkan diri
dari Propinsi Sumatera Selatan, dengan membentuk Propinsi Lampung, maka status
Menggala juga ditetapkan sebagai kecamatan di bawah naungan Kabupaten Lampung
Utara.

Proses berdirinya Tulang Bawang tidak begitu saja terjadi. Diawali dari
rencana sesepuh dan tokoh masyarakat bersama pemerintah yang sejak tahun 1972
merencanakan mengembangkan Propinsi Lampung menjadi 10 Kabupaten/Kota, maka
pada tahun 1981, Pemerintah Propinsi membentuk 8 Lembaga Pembantu Bupati, yang
salah satunya adalah Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Menggala,
berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 821.26/502 tanggal 8 Juni 1981
tentang Pembentukan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Lampung Selatan, Lampung
Tengah, dan Lampung Utara Wilayah Propinsi Lampung.

Dalam kurun waktu dari tahun 1981 sampai dengan 1997, telah terjadi pergantian
Pejabat Pembantu Bupati selama beberapa masa bhakti, yang dijabat oleh:

1. Drs. Hi. M. Yusup Nur (masa bhakti 1981 s.d: 1985).

2. Kardinal, BA (masa bhakti 1985 s.d. 1989)

3. Drs. Hi. Somali Saleh (masa bhakti 1989 s.d. 1993)

4. Drs. Rukhyat Kusumayudha (masa bhakti 1993 s.d. 1994)

5. Drs. Tamanuri (masa bhakti 1994 s.d. 1996)

6. Hi. Santori Hasan, SH. (masa bhakti 1996 s.d. 1997)

Pada tahun 1997, dibentuklah Sekretariat Persiapan Kabupaten Tulang Bawang,
dengan Sekretaris merangkap Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Menggala Hi.
Santori Hasan, SH. Selanjutnya untuk memuluskan pembentukan kabupaten,
ditunjuklah Hi. Santori Hasan, SH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulang
Bawang sejak tanggal 20 Maret sampai dengan 9 Desember 1997 melalui Surat
Keputusan Gubernur No. 821.2/II/09/97 tanggal 14 Januari 1997 tentang
Penunjukan Plt Bupati Kabupaten Tingkat II Persiapan Tulang Bawang .

Melalui serangkaian proses yang cukup melelahkan, akhirnya Kabupaten Tulang
Bawang lahir, dan diresmikan keberadaannya oleh Menteri Dalam Negeri pada
tanggal 20 Maret 1997, sebagai tindak lanjut ditetapkan UU No. 2 Tahun 1997
tentang pembentukan daerah tingkat II Tulang Bawang dan Kabupaten Daerah
Tingkat II Tanggamus. Dimana untuk selanjutnya pada tanggal 24 Nopember 1997
terpilihlah Hi. Santori Hasan, SH sebagai Bupati Tulang Bawang pertama, untuk
periode tahun 1997-2002, yang dilantik pada tanggal 9 Desember 1997.

Pada periode selanjutnya, melalui proses pemilihan Bupati Tulang Bawang pada
tanggal 12 Nopermber 2002 terpilihlah Dr. Abdurachman Sarbini, dan AA.
Syofandi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang untuk periode
2002-2007, yang dilantik pada tanggal 9 Desember 2002. Kemudian melalui proses
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung oleh masyarakat yang pertama kali
dilaksanakan pada tahun 2007, Dr. Abdurachman Sarbini kembali terpilih sebagai
Bupati Tulang Bawang periode 2007-2012, berpasangan dengan Drs. Agus
Mardihartono, MM, sebegai Wakil Bupati, yang dilantik pada tanggal 9 Desember
2007.

Sementara itu sejak berdirinya Kabupaten Tulang Bawang, Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang juga mengalami proses pergantian
pucuk pimpinan. Pada periode 1997-1999, Ketua DPRD dijabat Abadi SP, pada
periode 1999-2004 Ketua DPRD dijabat Samsul Hadi, dan periode 2004-2009 Ketua
DPRD dijabat Lamijiono, S.Pd, MM, yang kemudian sebelum masa bhaktinya
berakhir digantikan oleh Herman Artha.

Pada tanggal 18 Agustus 2009, anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang periode
2004-2009 secara resmi mengakhiri masa jabatannya, yang kemudian melalui
mekanisme yang berlaku digantikan oleh Anggota DPRD periode berikutnya yaitu
2009-2014, yang merupakan hasil Pemilu Legislatif 9 April 2009. Sedangkan
Ketua DPRD masa bhakti 2009-2014 adalah Winarti,SE yang dilantik pada tanggal
19 Oktober 2009.


Quote:
c. Tulang Bawang Kini dan Masa Datang.
Kabupaten Tulang Bawang yang pada awal berdirinya memiliki luas wilayah
7.770,84 km² atau 22% dari wilayah Lampung, merupakan kabupaten terbesar di
Propinsi Lampung.

Menyadari luas wilayah dan besarnya tantangan pembangunan Kabupaten Tulang
Bawang, maka dengan didukung aspirasi masyarakat, pada tahun 2007, Bupati
Tulang Bawang Dr. Abdurachman Sarbini mengambil sebuah terobosan besar dengan
memekarkan wilayah Kabupaten Tulang Bawang menjadi 3 kabupaten, yaitu
kabupaten induk Kabupaten Tulang Bawang, dan dua kabupaten baru, Kabupaten
Tulang Bawang Barat dan Mesuji.

Dalam proses realisasi dua daerah otonomi baru itu pula, catatan menariknya
adalah, sangat langka dan jarang sekali terjadi secara nasional, adanya upaya
keras dan inisiatif dari kabupaten induk seperti yang dilakukan oleh Kabupaten
Tulang Bawang.

Beberapa pertimbangan dilakukannya pemekaran dua daerah otonomi baru,
diantaranya untuk menciptakan percepatan pembangunan daerah, mengefektifkan
pelayanan publik, memperpendek rentang kendali pemerintahan, sekaligus dapat
mempercepat kesejahteraan masyarakat, baik di dua kabupaten baru hasil
pemekaran, maupun di kabupaten induk.

Sedangkan dalam prosesnya, pemekaran Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Mesuji
akhirnya dapat diwujudkan, yaitu dengan disyahkannya UU Nomor 49 Tahun 2008
tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji dan UU Nomor 50 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat, tanggal 26 November 2008, yang
kemudian diresmikan pendefinitifannya tanggal 3 april 2009, yang ditandai
dengan dilantiknya kedua Penjabat (Pj) Bupati di dua daerah otonomi baru
tersebut oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.

Setelah wilayahnya dimekarkan, kini Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas
wilayah 4385.84 km² dengan 15 kecamatan, 4 kelurahan dan 148 kampung. Namun
meskipun luas wilayahnya berkurang pasca dimekarkannya dua daerah otonomi
baru, Kabupaten Tulang Bawang masih tetap memiliki beragam potensi yang
menjanjikan guna meningkatkan kemajuannya.
persit - 12/01/2011 02:59 PM
#30
۞ Tentang Sejarah ۞
Quote:
۞ KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT ۞



Quote:
Quote:
1. Ibukota : PANARAGAN
Dibentuk berdasarkan UU No. 49 Tahun 2008, Tanggal 28 Nopember 2008.



Quote:
2. Geografi:
a. Letak Geografis : 104°55’ – 105°10’BT dan 04°10’- 04°42’ LS
b. Luas Wilayah : 1.201 Km².
c. Batas Wilayah :
- Sebelah Utara : Kabupaten Kab. OKI Prov. Sumatera Selatan, dan Kabupaten Mesuji;
- Sebelah Selatan : Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Utara;
- Sebelah Timur : Kabupaten Tulang Bawang;
- Sebelah Barat : Kabupaten Way Kanan.

Quote:

3. Topografi & Geologi:
Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 39 Mdpl. Di bagian Utara mengalir sungai besar yaitu Sungai Muara dua yang merupakan bagian hulu dari Way Mesuji. Secara morfologi merupakan daerah dataran sampai dengan dataran bergelombang, Areal ini umumnya dimanfaatkan untuk areal pertanian, Perkebunan, dan Pemukiman.
Keadaan geologi penyusun batuan tersusun atas Formasi muara enim yang terdiri dari perselingan batu lempung pasiran dan batu lanau tufaan dengan sisipan batu pasir tufaan dan batu lempung hitam. Selain itu terdapat pula formasi pasir kwarsa yang membentang disepanjang sisi timur dengan bentukan pasir kasar kerikil sampai sedang dan penyusun dominan mineral kwarsa. Adapun jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah Alluvial, Regosol, Pedzolik Coklat, Latosol dan Pedzolik Merah kuning.



Quote:
4. Klimatologi :
Secara umum iklim di daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat relatif sama dengan iklim di Kabupaten lain di Propinsi lampung, bertemperatur rata-rata 25ºC -31ºC. Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki curah hujan yang cukup tinggi antara 57-299 mm/bulan dengan kelembapan rata-rata antara 85,2%.


Quote:
5. Demografi:
Jumlah Penduduk : 264.887 jiwa
a. Laki-laki : 128.174 jiwa;
b. Perempuan : 136.713 jiwa;
Kepadatan Penduduk : 232 jiwa/Km².


Quote:

6. Administrasi Pemerintahan:
Kecamatan : 8, Desa : 77, Kelurahan : 2.


Quote:
7. Potensi Pariwisata:
Potensi obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjumlah 4 obyek baik objek wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah yang terdiri dari : Bawang Lambu (Lambu Kibang), Makam Minak Mangku Bumi (Pagar Dewa), Makam Minak Indah (Panaragan), Benteng Sabuk (Gunung Katun). Potesi Lain yang dapat digali yaitu wisata alam dan wisata agroindustri.


Quote:
8. Potensi Dan Peluang Investasi:
a. Sektor Pertanian Dan Perkebunan:
Luas tanam, Luas panen dan produksi padi sawah tergambar sebagai berikut : 17,014 Ha. 16,781 Ha dan 107,930 ton, padi ladang : 2,040 Ha. 1,954 Ha. dan 6,440 ton. Sementara Luas tanam, Luas panen dan produksi untuk palawija : Jagung 4,245 Ha. 4,140 Ha. dan 24,166 ton. Kacang Tanah 434 Ha. 426 Ha. dan 750 ton. Ubi Kayu 53,805 Ha. 37,576 Ha. dan 1,315,562
ton, Ubi Jalar 169 Ha. 159 Ha. dan 2,257 ton, Kedelai 65 Ha. 65 Ha. dan 70.86 ton, Kacang Hijau 140 Ha. 130 Ha. dan 146.73 ton.

b. Sektor Perkebunan:
Komoditi Perkebunan untuk Karet : Luas areal 20.872,24 Ha, Produksi 7.915,88 ton. Kelapa Sawit : Luas areal 4.598,85 Ha, Produksi 18.490,51 ton. Sementara luas lahan kritis yang masih dapat ditanami dengan kayu-kayuan seperti jati, mahoni, karet, dan lain-lain seluas 21.010 Ha.


c. Sektor Peternakan:
Komoditi peternakan besar diantaranya : Sapi 31.369 ekor, Kerbau 31 ekor, dan ternak kecil : Kambing 50.155 ekor, Domba 908 ekor, Babi 2.138 ekor.


d. Sektor Perikanan:
Terdiri dari budidaya air tawar (mina padi, Potensi Embung, Karamba maupun kolam-kolam buatan) produksi 21,85 ton - dan perikanan tangkap (Sungai, lebung, rawa-rawa) produksi 32,24 ton.

e. Sektor Pertambangan:
Penambangan Pasir, Minyakbumi, Gas dan andesit.

f. Sektor Perindustrian:
Pabrik Tapioka 9 buah, Perusahaan perkebunan pengolahan karet 2 buah, Perusahaan perkebunan pengolahan sawit 3 buah, Pabrik heuler 53 buah.

g. Perbankan:
Terdiri dari 1 Bank BPR Dan 1 Bank BMT.
Page 1.5 of 3 |  1 2 3 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Lampung > ஜ۩۞۩ஜ Tentang Lampung ஜ۩۞۩ஜ