Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Dokumen dokumen proyek m&e
Total Views: 37679
Page 3 of 10 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

kuligambarcadme - 09/03/2011 09:19 AM
#41
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-12
Spoiler for plafond aluminium

2.J. PEKERJAAN PLAFOND ALUMUNIUM

2.J.1 LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan tenaga dan pemasangan pekerjaan langit-langit Alumunium seperti yang dijelaskan dalam gambar-gambar.

2.J.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

Sesuai rekomendasi pabrik dan petunjuk Pengawas.

2.J.3 BAHAN-BAHAN

2.J.3.1 Plafond Alumunium yang dipakai adalah dari Luxalon atau yang setara dengan produk tersebut dengan ukuran-ukuran seperti dalam gambar.

2.J.3.2 Kait penggantung dan rangka memakai produk yang direkomendasi oleh pabrik pembuat plafond Alumunium tersebut.

2.J.4 GAMBAR RENCANA PEMASANGAN

Serahkan gambar rencana pemasangan kepada Pengawas dalam skala 1 : 50 dan detail skala 1 : 5 dan 1 : 3, memperlihatkan detail-detail pemasangan langit-langit yang berhubungan dengan lampu-lampu, pinggiran-pinggiran dan sebagainya untuk disetujui.

2.J.5 PEMASANGAN

2.J.5.1 Rangka plafond

1. Kait penggantung (Rod Drat)

Jarak pemasangan rod drat disesuaikan dengan ketentuan dari pabrik pembuat, atau disesuaikan dengan detail gambar pemasangan.

2. Rangka Pengikat (Carrier)

Pemasangan rangka pengikat menyesuaikan dengan rekomendasi dari pabrik pembuat atau detail gambar pemasangan.

2.J.6 PEMERIKSAAN AKHIR DAN PEMBERSIHAN

- Perbaiki semua pekerjaan-pekerjaan yang belum sempurna sesuai dengan perintah Pengawas.

- Bilamana “touching-up” tidak dapat memperbaiki permukaan-permukaan langit-langit tersebut dengan bahan-bahan baru sampai sempurna.


Pekerjaan yang ditolak

- Langit-langit hanya boleh dipasang setelah semua pekerjaan yang akan ditutupi selesai dipasang.

- Langit-langit yang dipasang, akan tetapi harus dibuka untuk memperbaiki pekerjaan-pekerjaan yang berada didalamnya, maka perbaikan-perbaikan / penggantian-penggantian tersebut harus ditanggung Pemborong, yang memperbaiki pekerjaan tersebut.

kuligambarcadme - 09/03/2011 09:21 AM
#42
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-13
Spoiler for cat

2.K. PEKERJAAN CAT

2.K.1. LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga dan pekerjaan pengecatan pada seluruh permukaan dinding, logam, dan pipa-pipa serta permukaan-permukaan lain sesuai dengan gambar-gambar serta yang ditunjukkan Pengawas.

2.K.2. PENGENDALIAN PEKERJAAN

Seluruh pekerjaan harus sesuai dengan standar sebagai berikut :
NI - 3 - 1970
NI - 4 - 1972

2.K.3. BAHAN-BAHAN

Cat serta pelapis-pelapis lain yang akan digunakan disini, adalah produksi ICI atau setara dan disetujui Pengawas, dan harus mendapatkan persetujuan dari Pengawas.

a. Cat Besi / Baja
Besi/baja yang dicat harus dibersihkan dari karat, minyak dan kerak dengan cara menggosok, menyikat dengan sikat baja kemudian harus segera ditutup dengan cat meni, cat dasar dan cat akhir dengan lapisan sebagai berikut :

- Cat untuk baja yang terlindung / di bawah atap.
2 lapis Quick Drying Metal Primer Red Lead setebal 80 mikron drf (dry film thickness) 1 lapis Undercoat Weather Resistant Aluminium Paint setebal 33 mikron dft.
Warna untuk tiap lapisan primer, under coat dan finish harus dibedakan.

- Cat untuk baja yang digalvanis harus menggunakan bahan sebagai berikut :
1 lapis wash primer/etching primer setebal 5 mikron dft.
2 lapis highbuild Epoxy primer setebal 80 mikron dft
1 lapis highbuild Epoxy sealer/undercoat setebal 40 mikron dft
1 lapis polyurethane - Acrylic Enamel setebal 40 mikron dft.

- Sedang cat anti karat seperti untuk talang, lisplank dan lain-lain sebagai berikut :
2 lapis zinc Ethyl Silicate Primer setebal 80 mikron dft
1 lapis vinyl based primer setebal 30 mikron dft
1 lapis chlorinated rubber based thixo tropic highbuild primer setebal 100 mikron dft
1 lapis gloss enamel chlorinated rubber setebal 35 mikron dft


b. Cat Tembok untuk Dinding Dalam dan Luar
Setelah plesteran tembok kering maka pengecatan tembok baru dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
Cat tembok dinding dalam menggunakan Cat Dulux ( ICI )
Cat tembok dinding luar menggunakan Cat Weathersield ( ICI)
1 lapis N.8000 Walll Sealer AMPU Primer
2 lapis N.1003 Based Texture
3 lapis Weathersield Finish

c. Untuk semua warna akhir cat ditentukan kemudian.

2.K.4. PELAKSANAAN

a. Bidang kerja yang akan dilakukan pengecatan harus benar-benar siap menerima pengecatan.
- Bersih dari debu, karat, minyak dan kotoran-kotoran lain.
- Bidang yang mengandung semen harus diratakan, ditambal dan dihaluskan.

b. Prosedur lengkap pengecatan pada segala dasar harus sesuai rekomendasi petunjuk penggunaan dari pabrik. Penambahan prosedur hanya dengan persetujuan perancang atau pengawas.

c. Untuk Pengecatan tembok dengan roller, kecuali untuk bidang yang tidak mungkin menggunakan roller, digunakan kuas yang halus.

2.K.5. PERLINDUNGAN

a. Setiap kali lapisan cat akhir dilaksanakan, hindarkan terkena sentuhan selama ½ jam.

b. Untuk menghindari terjadinya cipratan atau noda cat pada bagian lain harus diberi pelindungan / penutupan pada baigian tersebut sebelum melakukan pengecatan, seperti pada bagian handle pintu dan lainnya.


kuligambarcadme - 09/03/2011 09:23 AM
#43
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-14
Spoiler for toilet + alat PJ

2.L. PEKERJAAN TOILET & PERLENGKAPANNYA

2.L.1 LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi penyediaan bahan-bahan, tenaga kerja dan jasa-jasa lainnya sehubungan dengan pemasangan perlengkapan toilet, sesuai yang tertera pada gambar-gambar.

2.L.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

Sesuai rekomendasi pabrik dan petunjuk Pengawas.

2.L.3 BAHAN-BAHAN

2.L.3.1 Kloset Duduk Mono Blok ex. TOTO Type CW 420 J / SW 516 JPT 4, dengan kelengkapannya, atau yang setara.

2.L.3.2 Wastafel ex. TOTO Type L 521 V1 A, dengan kelengkapannya, atau yang setara.

2.L.3.3 Urinoir ex. TOTO Type U 57 M, atau yang setara.

2.K.3.4 Paper Holder ex. TOTO Type TS 116 R, atau yang setara.

2.K.3.5 Partisi Urinoir ex. TOTO Type A 100, atau yang setara.

2.K.3.6 Kran Air ex. TOTO Type T 23 B 13, atau yang setara.

2.K.3.7 Shower ex. TOTO, atau yang setara.

2.K.3.8 Shower Tray ex. TOTO, atau yang setara.

2.L.3.9 Floor Drain ex. TOTO Type TX 1 B, atau yang setara.

2.K.3.10 Soap Holder ex. TOTO Type S 11 N, atau yang setara.

2.L.4 PELAKSANAAN

2.L.4.1 Persiapan

Periksa bidang kerja; apakah Pekerjaan Plumbing sudah siap menerima Pekerjaan Sanitary? Dilakukan pengukuran pada permukaan Pekerjaan Plumbing untuk disesuaikan dengan rencana penempatan Sanitary dan perlengkapannya.

Pekerjaan Sanitary dan perlengkapannya tidak boleh dimulai sebelum koordinasi penempatan mendapat persetujuan pengawas.

2.L.4.2 Pemasangan

Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman.

Tempat yang akan dipasang alat-alat Sanitary tersebut di atas harus diperiksa kembali kesesuaiannya dengan gambar rencana apabila alat-alat tersebut kelak sudah terpasang.

2.M. ALAT PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA

2.M.1 LINGKUP PEKERJAAN

Ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua alat-alat penggantung dan kunci-kunci yang dipakai dalam pekerjaan ini.

2.M.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

Semua alat perlengkapan pintu dan jendela yang akan dipakai, harus sesuai dengan persyaratan NI - 3 - 1970 pasal 48, PUBI - 1982 pasal 88 serta instruksi pabrik/produsen.

2.M.3 BAHAN-BAHAN

Bahan untuk kunci-kunci (handle, plate, lock, keys) maupun penggantung merek sesuai 2.M.6.
Merk yang dinyatakan dalam daftar tersebut.
Bilamana Pemborong mengusulkan merek-merek lain, maka harus dari produk yang setaraf dan disetujui Pengawas.

Logam dasar dan “Finish” yang ditentukan sebagai berikut :

Logam Dasar
Aluminium

Finish
Silver anodized

2.M.4 CONTOH-CONTOH

Setelah pekerjaan diberikan, Pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung, kunci, dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Pengawas.

Daftar tersebut harus mempunyai bentuk sebagai berikut :
No. Referensi, Nama Barang, Nama Produsen, dan No. Katalog dari yang diusulkan.

Di samping daftar itu, contoh dari setiap perlengkapan harus diajukan untuk disetujui Pengawas.

2.M.5 PEMASANGAN

Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu.
Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 35 cm dari permukaan lantai.
Engsel antara dipasang di tengah kedua engsel atas dan bawah.
Kunci dan handle pintu dipasang setinggi + 90 cm (as) dari atas permukaan lantai.

2.M.6 PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA

Dipakai kunci-kunci pintu setaraf merk ”CISA” untuk Pintu-pintu Kayu, Plywood, Aluminium & Kaca dan Toilet .

Engsel-engsel pintu merk ”KEND” atau setaraf.

Door Closer / Floor Hinges dipakai setaraf dengan merk “DORMA”.

Engsel pivot dipakai merk ”CISA”.

kuligambarcadme - 09/03/2011 09:26 AM
#44
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-15
Spoiler for logam

2.N PEKERJAAN MACAM-MACAM LOGAM

2.N.1 LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan tenaga dan pemasangan pekerjaan dari logam seperti yang dijelaskan dalam gambar-gambar dan petunjuk Pengawas.

2.N.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

Seluruh pekerjaan sesuai dengan :
SII - 0193 - 78
NI - 3 - 1970

2.N.3 BAHAN-BAHAN

2.N.3.1 Yang termasuk di dalam pekerjaan ini antara lain penyediaan, pembuatan dan pemasangan Pintu Entrance dari Stainless Steel, Railing Tangga dari Stainless Steel, penutup rangka pintu automatis dan huruf stainless steel.

2.N.3.2 Angkur untuk pemasangan railing dan struktur lain pada permukaan beton harus dari jenis mechanical fastener yang setaraf dengan HILTI HAS / HKB Anchor, dengan ukuran sesuai dan disetujui Direksi.

2.N.3.3 Grill strip baja ukuran sesuai dengan gambar untuk menutup bak kontrol saluran air buangan dan pekerjaan-pekerjaan lain sesuai gambar-gambar dan petunjuk Pengawas.

2.N.4 CONTOH-CONTOH

Sebelum dilakukan pemasangan di lapangan, Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan pekerjaannya kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.

2.N.5 PENGERJAAN

Pengerjaan harus bertaraf kelas satu. Semua bahan yang akan tampak memakai las, harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan permukaan sekitarnya. Semua pengikat-pengikat lain seperti “Clip” keeling dan lain-lain yang tampak, harus sama dalam “finish” dan warna dengan bahan yang diikatnya.

Lubang-lubang untuk baut dan sekrup harus dibor atau dipunch.

Teknik pengecatan dilakukan sesuai dengan persyaratan teknis pekerjaan cat.

2.O. PEKERJAAN SEALING

2.O.1 LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi pengadaan bahan, peralatan, tenaga dan pekerjaan “sealing” pada sambungan-sambungan antara panel composite aluminium dengan granit, pekerjaan kaca seperti tertera dalam gambar-gambar.

2.O.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

a. Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan standar-standar yang disebutkan dalam :
ASTM –C-920-86 :Elastomeric Joint Sealant
ASTM-C-679
JIS A-5758
BS –5889
b. Rekomendasi aplikator : 5 tahun pengalaman

2.O.3 DESKRIPSI

Selant : untuk sambungan exterior yang bergerak dan terekpos tahan terhadap cuaca

2.O.4 BAHAN-BAHAN DAN PRODUK

a. Produk yang digunakan setara :
a1. BOSTIC
a2. GENERAL ELECTRIC
b. Back Up material (bahan pengisi) dari batang busa polystyrene berbentuk silinder  20 mm, atau bahan lain yang sejenis dan disetujui Direksi Lapangan.
c. Sealant untuk pasangan granit (exterior). Sealant (bahan penutup) dari produksi Dow Corning tipe 791, GE Silpruf atau setara.
d. Sealant untuk pasangan kaca Weather Seal produksi dow corning tipe 791, GE Silruf atau setara.
e. Sealant untuk nat panel aluminium composite memakai Bostic jenis Polyurethane.
f. Untuk pasangan kaca dengan structural sealant, memakai produksi DC-795, GE Ultraglaze 4000 atau setara.
g. Silicone sealant Translusiont agar memakai produksi Dow Corning, General Electric, Silicon sanitary Grade anti Fungus atau setara.
h. Warna akan diberikan oleh pemberi tugas berdasarkan rekomendasi konsultan.
i. Bahan pembersih yang dapat dipakai untuk pemasangan caulking dan sealant antara lain adalah XYLOL, XYLENE dan TOULENE.

2.O.5 PELAKSANAAN

a. Pekerjaan harus dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yang terlatih untuk jenis pekerjaan ini. Pekerjaan harus rapih, teliti, bersih dan tidak menodai pekerjaan-pekerjaan lain yang berada disekitarnya.
b. Penggunaan bahan harus sepenuhnya mengikuti rekomendasi produsen, sesuai kondisi daerahnya.
c. Tidak diperbolehkan ada gelembung udara, kotoran pada hasil pemasangan sealant.
d. Bubuhkan pasir silica pada bagian luar permukaan sealant untuk mencegah keluar dari dinding luar.

2.P PEKERJAAN PANEL ALUMUNIUM

2.P.1 LINGKUP PEKERJAAN

a. Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan panel aluminium composite seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana.
b. Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

2.P.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

a. Semua pekerjaan yang disebutkan dalam bab ini harus dikerjakan sesuai dengan standar dan spesifikasi dari pabrik.
b. Bahan-bahan yang harus memenuhi standar-standar antara lain.
- AA The aluminium Association
- AAMA ArchitecturalAluminiumManufactures Association
- ASTM E.84 American Standard for Testing Materials
- DIN 4109 Isolasi udara
- DIN 52212 Penyerapan Suara
- DIN 53440 Pengurangan getaran
- DIN 17611/BS 1615 Proses anoda
- DIN 476 Panel Kerangka
- AS. 1530 Hasil Indikatif

2.P.3 KOMPONEN

a. Bracket/angkur dari material besi finish galvanis atau material aluminium ekstrussion.
b. Rangka vertical dan Horizontal dari material aluminium ekstrussion
c. Rangka tepi panel aluminium composite dan reinforce dari material aluminium ekstrussion.
d. Infill dari aluminium ekstrussion finish powder coating warna ditentukan kemudian.
e. Sealant.
a. Untuk pekerjaan luar , lihat Bab sealant
b. Warna akan ditentukan kemudian berdasarkan color chart dari pabrik
c. Lokasi Sealant antara panel aluminium dengan komponen lain.

2.P.4 BAHAN-BAHAN

a. - Bahan : Aluminium composite
- Tebal : 4 mm terdiri dari 0,5 mm Alumunium,
3mm Polyetylene dan 0,5 mm Alumunium.
- Berat : 5 – 6 Kg/5mm
- Bending Strengh : 45 – 50 Kg/5mm
- Heat Deformation : 200o C
- Sound Insulation : 24 – 39 dB
- Finished : Flourocarbond factory finished / PVdF Coating
- Warna : Lihat Gambar

b. Bahan composite harus dalam keadaan rata, warna akan ditentukan kemudian.

c. Bahan yang digunakan produksi HOWSOLPAN (produk Korea) atau setara.

d. Contoh-contoh : Kontraktor diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas.

e. Torelansi dimensi mill finish :
Stove dipernish + 0.2 mm
Dianode 0.4 / + 0.2 mm
Lebar –0/ + 4mm
Panjang s/d 4 meter –0 / +6 mm

2.P.5 PELAKSANAAN

a. Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan menunjukkan surat keterangan referensi pekerjaan-pekerjaan yang pernah dikerjakan kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan.
b. Aluminium Composite panel yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu macam saja.
c. Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan yang akurat , teliti dan tepat pada posisinya.
d. Rangka-rangka pemegang transom dan mullion harus dipersiapkan dengan teliti, tegak lurus dan tepat pada posisinya.
e. Metode pemasangan antara lain :
- dijepit diantara bagian-bagian sungkup puncak ganda
- panel-panel baki menggantung pada pin-pin dan dipasang dengan skrup
- dinding pelapis yang dijadikan satu unit, sistim ikatan pinggir.
f. Frekuensi pembersihan dan perawatan serta pemilihan bahan pembersih yang cocok sangat tergantung pada lokasi gedung dan kondisi permukaan.
Pembersihan dapat dilaksanakan dengan air dan spons atau sikat lembut. Apabila pengotoran lebih berat bisa ditambahkan deterjen netral.
g. Setelah pemasangan dilakukan penutupan celah-celah antara panel dengan bahan caulking dan sealant hingga rapat dan tidak bocor sesuai dengan uraian Bab Sealant dalam persyaratan ini.

h. Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dari hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan. Bila hal terjadi, Kontraktor harus memperbaiki tanpa biaya tambahan.
i. Hasil pemasangan pekerjaan Aluminium Composite Panel harus merupakan hasil pekerjaan yang rapih dan tidak bergelombang.
j. Kontraktor harus dapat menyertakan jaminan mutu selama 10 (sepuluh) tahun terhadap sinar matahari dan pabrik pembuatnya berupa sertifikat jaminan.
kuligambarcadme - 09/03/2011 09:28 AM
#45
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-16
Spoiler for kaca

2.Q. PEKERJAAN KACA

2.Q.1. LINGKUP PEKERJAAN
Dalam lingkup ini meliputi pengadaan dan pemasangan kaca stopsol pada curtain wall seperti dalam gambar.

2.Q.2. PENGENDALIAN PEKERJAAN
NI –3-1970, SII dan ASTM.
Standar spesifikasi dari pabrik dan Persyaratan teknis

3.Q.3. BAHAN-BAHAN
a. Kaca Reflective tebal 8 mm dan Kaca Polos tebal 8 mm digunakan untuk curtain wall, ex. Reflexindo atau setara, lokasi sesuai dengan gambar pelaksanaan.

b. Toleransi ketebalan maksimum kaca yang diizinkan adalah 3%, produksi ex. ASAHIMAS atau setara.

4.Q.4. PELAKSANAAN
a. Kontraktor harus memberikan contoh kaca kepada Direksi Lapangan untuk persetujuannya kecuali dinyatakan lain oleh Direksi Lapangan, kaca-kaca didatangkan ke lapangan pekerjaan sudah dalam keadaan siap pasang (cut to size).

b. Tepi kaca harus diberi sealant kualitas terbaik Shinetsu, GE atau setara dan disetujui oleh Direksi Lapangan untuk menutupi rongga-rongga yang terjadi. Pemasangan harus bersih, rapi dan tidak terjadi kebocoran.

c. Pekerjaan pemasangan kaca harus dilaksanakan oleh tenaga yang mempunyai pengalaman dan keahlian khusus dalam pekerjaan ini.

d. Kontraktor diharuskan membuat mock up skala 1 : 1 untuk disetujui pemberi tugas dalam bidang yang cukup lebar dengan konstruksi sendiri diluar bangunan.

e. Bahan kaca yang telah terpasang harus di lindungi dari kerusakan dan benturan yang mungkin terjadi serta diberi tanda agar mudah diketahui.

2.Q.5. PERLINDUNGAN
Kontraktor bertanggung jawab atas semua kaca yang terpasang sampai penyerahan pekerjaan. Kerusakan harus diperbaiki / diganti atas biaya kontraktor.

kuligambarcadme - 09/03/2011 09:31 AM
#46
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-17
Spoiler for curtain wall

2.R. PEKERJAAN CURTAIN WALL DENGAN ALUMINIUM FRAME

2.R.1. LINGKUP PEKERJAAN
a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan curtain wall aluminium beserta kaca dan perlengkapan lainnya seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana.

b. Pekerjaan ini dilaksanakan pada dinding kaca kulit luar bangunan tertera dalam gambar rencana.

c. Hal-hal yang bersangkutan
Komponen –komponen lain dan kaca

2.R.2. PENGENDALIAN PEKERJAAN
Seluruh pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan standard (referensi) antara lain:
a. American Architectural Manufactures Association (AAMA)
- AAMA 501 = Method of test for Metal Curtain Wall
- AAMA 101 = Voluntary specification for Aluminium and Polly (vynil chloride)(PVC) Prime Window and glass doors

b. ASTM – American Society for Testing Material :
- ASTM – B 221 = Aluminium ekstrussion
- ASTM – B 209 = Aluminium ally sheets and plates
- ASTM –A 36 = Structural sheets
- ASTM – B 308 = Aluminium alloy
- ASTM E 330 = Test Method for Structural Performance of Exterior Windows, Curtain Wall, and Doors by Uniform static Air Pressure Diffrence.
- ASTM E 283 = Test Method for Rate of Air Leakage through Exterior Windows, Curtain Walls and Doors
- ASTM E-331 = Test Method for Wather Penetration of Exterior Windows, Curtain Wall and Doors by Uniform Static Air Pressure Diffrence.
- ASTM E-1233 = Standard test Method for Structural Performance of Exterior Windows, Curtain Walls and Doors by Cyclic Static Air Pressure Diffrential.
- ASTM E-547 = Standard Test Method for Water Penetration of Exterior Windows, Curtain Walls and Doors by Cyclic Static Air Pressure.

c. Japanese Industrial Standard (JIS)
- JIS H 4100 = Aluminium and aluminium alloy Extruded Shape
- JIS H8602 = Combined COATING OF anodic Oxide and Organic Coating’s on Aluminium and Aluminium Alloys.


- JASS 14 = Japanese Architectural Standard Spesification for Curtain Wall.
- JIS A.4706 = Japanese Industrial Standard for Aluminium and steel Window.

d. Singapore Standard (SS)
- SS 212-98 = Aluminium Alloy Window
- SS 381-97 = Aluminium Curtain Wall.

e. Standard Nasional Indonesia (SNI)
- SNI –03-0573-1989 = Syarat Umum Jendela Aluminium Panduan

f. Kontraktor harus membuat mock-up untuk pengetesan, dipersiapkan bila diminta oleh Direksi Lapangan.

2.R.3. DESKRIPSI SISTEM

a. Umum
Pekerjaan Curtain Wall aluminium untuk ekterior termasuk pekerjaan yang berkaitan seperti : angkur, struktur penguat dan komponen pelengkap lainnya.

b. Kriteria Perencanaan
- Faktor Pengaman
Kecuali Disebutkan lain, bagian-bagian aluminium termasuk ketahanan kaca, memenuhi faktor keamanan tidak kurang dari 1,5 x maksimum tekanan angin yang disyaratkan.
- Modifikasi
Dapat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan, kekuatan atau ketahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan.
- Pergerakan karena temperatur
Akibat pemuaian dari material yang berhubungan tidak boleh menimbulkan suara maupun terjadi patahan atau sambungan yang terbuka, kaca pecah, sealant yang tidak melekatdan hal-hal lain. Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan ini.

c. Metoda Pemasangan
Kaca dengan frame diempat sisi merupakan kesatuan yang sudah dirakit di work shop. Panel tersebut dipasang dengan screw ke rangka horizontal/transom dan dikunci dengan alumunium ekstrussion ke rangka vertical/mullion.

2.R.4. TEKANAN ANGIN
Tekanan angin (Design Wind Load) ditentukan oleh perletakan, bentuk dan ketinggian bangunan, bila tidak ditentukan maka tekanan angin minimum yang harus dipenuhi adalah sebesar 850 Pa dengan faktor keamanan sbb. :
1. Positif : 1 x
2. Negatif : 1,5 x

2.R.5. PERSYARATAN STRUKTUR
Defleks :
- AAMA = Yang diijinkan maksimum L /175 atau 2 cm
- JIS = Defleksi yang diijinkan maksimum L/150 atau 2 cm.
- SII = Yang diijinkan maksimum L/175 atau double glazed dan L/125 untuk single glazed.
- SS = Yang diijinkan maksimum L /175 untuk double glazed dan L /125 untuk single glazed.

2.R.6. KEBOCORAN UDARA
- ASTM E 283 = Kebocoran udara tidak melebihi 2.06 m3 pada setiap munit panjang penampang bidang bukaan pada 75 Pa tekanan differential.


2.R.7. KEBOCORAN AIR
1. ASTM E 331 = Tidak terlihat kebocoran signifikan (air masuk ke dalam interior bangunan) sampai tekanan 137 Pa (positif) dengan jangka waktu 15 menit, dengan jumlah air minimum 3,4 L/m2 min.

2. SS 212 = Tidak terlihat kebocoran signifikan pada 15% dari tekanan angin rencana atau 180 Pa (untuk kondisi bangunan dengan kanopi minimum 200 mm overhang).
Atau 30% dari tekanan angin rencana atau 240 Pa (kondisi bangunan tanpa kanopi) dengan jumlah air minimum 4,0 L/min/m2.

2.R.8. KEKEDAPAN SUARA
Faktor pengurangan kebisingan Suara (Sound Transmission Loss) sebesar 2,5 dB pada frekuensi 124-4000 HZ atau tergantung pada tipe-tipe ruangannya (hanya berlaku untuk produk-produk khusus).

2.R.9. BAHAN-BAHAN DAN PRODUK
a. Produsen :
- ALEXINDO
- ALAKASA EXTRUSSINDO
- Atau setara
b. Ukuran : memenuhi perhitungan teknis
Tebal : Minimal 1,8 mm
Warna : Ditentukan kemudian
c. Aluminium ekstrusi
Fabrikasi dies dan profile dengan toleransi khusus untuk arsitektural, besarnya diameter profil hollow dan solid yang bisa dikerjakan adalah :
- Diameter maksimum untuk profile hollow = 160 mm
- Diameter maksimum untuk profile solid = 210 mm

d. Billet yang dipakai
Dari billet utama (primery) dengan standard A-6063 ST5 dengan komposisi (%)
Mg : 0,45 – 0,9
Si : 0,2 – 0,6
Ti : 0,1 max
Mn : 0,1 max
Zn : 0,1 max
Fe : 0,35 max
Cu : 0,1 max
Cr : 0,1 max
Aluminium : sisanya

e. Kaca
Lihat bab pekerjaan kaca

f. Back-up material
- Bahan : Polyurethane Foam
- Sifat material : Tidak menyerap air
- Kepadatan : 65-96 kg/m3
- Ukuran penampang : 25% - 50% lebih besar dari celah terjadi.

g. Gasket
- Bahan : PVC, Neoprene, Santoprene, EPDM
- Sifat material : tahan terhadap perubahan cuaca
- Kekerasana : 60 – 80 Durometer
- Jenis bahan : Ekstrusion.

h. Setting Block Untuk Kaca
- Bahan : EPDM, PVC
- Kekerasan : 80- 90 Durometer.

i. Sealant Dinding & Joint Sealer
- Single komponen
- Type = Silicone Sealant
- Sesuai bab pekerjaan sealing
- Sambungan antara profil horizontal dengan vertical diberi sealer yang berserat guna menutup celah sambungan profil tersebut, sehingga mencegahkebocoran udara, air dan suara.
- Bahan = Butyl Sheet

j. Screw
Bahan = Stainless Steel

k. Angkur & Angkur Tanam
Bagian yang berhubungan dengan aluminium dilapisi Galvanised s/d 18 micron. Bagian lain diberi lapisan anti karat, Zinc chromate, type alkyd.

kuligambarcadme - 09/03/2011 09:39 AM
#47
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-18
Spoiler for curtain lagi

2.R.10. GAMBAR KERJA
a. Gambar kerja yang lengkap yang menjelaskan :
- Tampak curtain wall
- Detail sambungan baik exterior maupun interior
- Detail pemasangan
- Detail pertemuan aluminium dengan komponen-komponen lain yang berhubungan
- Kelengkapan ukuran-ukuran.

b. Perhitungan struktur sesuai dengan criteria design yang ada (kalau diperlukan).

2.R.11. FABRIKASI DAN ASSEMBLING
a. Semua mullion dan transom di work shop/pabrik, kecuali yang tidak bisa dirakit di pabrik, terpaksa dilaksanakan di job site.

b. Semua sambungan dikerjakan dengan mesin sehingga rapi, kokoh dan dengan bentuk sambungan yang sesuai standard toleransi. Untuk sambungan yang tahan air harus diberi sealant dari bagian yang tidak terlihat oleh mata.

c. Perakitan kaca dengan frame di empat sisinya dilaksanakan di work shop / pabrik sehingga selain kualitas perakitan sesuai standard yang diisyaratkan juga mempercepat proses pemasangan dilapangan.

d. Proses pabrikasi dan assembling harus berdasarkan data di shop drawing yang sudah disetujui pemberi tugas.



2.R.12. PENGIRIMAN & PENYIMPANAN DI SITE
a. Semua profile dilapisi PVC plastic atau polythilene film.

b. Pengiriman barang-barang harus hati-hati dan tidak boleh terjadi kerusakan.

c. Setiap unit panel, curtain wall yang dikirim kelapangan harus ada tanda/bukti sudah diperiksa kualitasnya oleh QC work shop.

d. Material yang disimpan di lapangan (site) harus diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerusakan / cacat.

2.R.13. PELAKSANAAN (Pemasangan pada struktur bangunan)
a. Sebelum dimulainya pelaksanaan pekerjaan, kontraktor diwajibkan terlebih dahulu membuat shop drawing system curtain wall lengkap dengan :
- Tipe dari tampak/façade
- Detail-detail ankur dan sambungan aluminium
- Pemasangan sealant, gasket dan kaca
- Detail pertemuan aluminium dengan komponen lain.
- Ukuran-ukuran dan lain sebagainya.

b. semua unit aluminium harus terpasang dengan hubungan siku-siku, tegak lurus dan mengikuti patokan (bench mark) dari kontraktor.

c. Sebelum diadakan pemasangan maka perlu adanya pengukuran di lapangan dan kordinasi dengan pekerjaan lain, sehingga ukuran lubang (opening) sesuai dengan shop drawing.

d. Pemasangan harus dilaksanakan oleh kontraktor yang mempunyai pengalaman spesialis dibidang pekerjaan aluminium dan mempunyai tenaga-tenaga ahli berpengalaman minimal lima tahun kerja khusus pekerjaan tersebut dengan menunjukkan surat referensi pengalaman.

e. Pekerjaan ini harus dilaksanakan pre-fabrikasinya pada work shop yang lengkap dengan peralatan/mesin-mesin khusus untuk pekerjaan ini sehingga dapat menghasilkan pekerjaan yang tepat dan akurat.

f. Penyekrupan dipasang dengan srup stainless stell dan tidak terlihat dari luar.

g. Sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap angin.

h. Detail-detail pada setiap pertemuan harus rapat, rapih, rata dan bersih dari goresan-goresan/cacat.

i. Pada setiap pertemuan aluminium dengan dinding dan sebagainya harus diberi lapisan kedap air yang memakai produksi Dow Corning tipe, GE atau setara.
j. Sambungan horizontal maupun vertical, sambungan sudut maupun silang dan kombinasi profil aluminium harus terpasang sempurna.

k. Celah-celah antara kaca dan aluminium harus dipasang/ditutup dengan weatherseal sealant produksi Dow corning, GE atau setara. Pemasangan sealant harus dapat dijamin tidak akan terjadi kebocoran diakibatkan air hujan maupun udara luar.

l. Perlindungan
- Semua aluminium harus dilindungi dengan “Lacquer Film” atau bahan yang lain yang disetujui Direksi Lapangan ketika dibawa ke lapangan dan lolos inspeksi material oleh Direksi Lapangan.
- Pelindung tersebut harus dibuka pada bagian-bagian tertentu dimana diperlukan, ketika aluminium akan dikerjakan dan ditutup kembali setelah pengerjaan selesai.
- Kosen harus dilindungi dengan plastic tape atau zincromate primer permis transparat ketika pekerjaan plester dilaksanakan. Bagian-bagian lain dapat tetap dilindungi dengan “Lacquer Film” sampai pekerjaan selesai.
- Penggunaan pernis pada permukaan yang akan diberikan caulking atau sealant tidak diperkenankan.

m. Kontraktor harus mengadakan dan memberikan sertifikat hasil uji /test teknis sebagai berikut:
- Test beban angin
- Test kebocoran udara
- Test kebocoran air
- Proses pengetesan ini harus disaksikan oleh Direksi Lapangan.

n. Jaminan
Kontraktor wajib memberikan sertifikat jaminan pemasangan hasil pekerjaan atau mutu bahan untuk waktu 10 (sepuluh) tahun dan jaminan untuk chemical colouring selama 10 (sepuluh) tahun, disertai sertifikat dari pabrik.

o. Kontraktor diharuskan membuat mock up skala 1 : 1 untuk disetujui pemberi tugas dalam bidang yang cukup lebar dengan konstruksi sendiri diluar bangunan.
kuligambarcadme - 09/03/2011 09:42 AM
#48
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-19
Spoiler for granite

2.S. PEKERJAAN PASANGAN GRANITE

2.S.1. PERSIAPAN MATERIAL

a. PEKERJAAN PEMERIKSAAN

Pastikan tiap lembar granite yang akan dipasang harus bersih dari kotoran, debu / bubuk kayu dan zat / cairan (lem, minyak, cat dan lain-lain) yang dapat terserap oleh granite. Periksa pula granite yang retak di pinggir – pinggirnya.

b. PEKERJAAN PEMBERSIHAN

Apabila pada granite terdapat karatan akibat pisau potong maka harus dibersihkan dengan amplas No. 2, 2 1/3 atau 3, tergantung dari kondisi material.

c. PEKERJAAN COATING

Setelah granit selesai dibersihkan, bagian belakang dilapisi dengan coating.

d. PEKERJAAN SORTIR WARNA / URAT

Dilakukan dengan menggelarkan tiap lembar granite di atas lantai yang hendak dipasang. Setelah warna dan urat ketemu (mendekati kesamaan), lalu disingkirkan ke pinggir dinding (samping sejajar bidang pasangan) retak dipinggir – pinggirnya.

e. PEKERJAAN SETTING LAPANGAN

Lantai pasangan yang akan dikerjakan harus diperiksa dan dibersihkan dari segala sampah / benda yang dapat bereaksi dengan adukan semen pasir ataupun material itu sendiri seperti : puntung rokok, batang korek api, potongan serpihan kayu, cairan minyak atau plituran, besi – besi stek dan lain-lain.
Lapangan kemudian disetting (tarik benang) untuk dapat menentukan kecocokan dengan gambar dan besarnya sambungan lasan.

2.S.2. PERSIAPAN PEMASANGAN

a. SHOP DRAWING

Gambar–gambar kerja yang bersangkutan yang dapat menjelaskan proyek dengan sejelas–jelasnya dan telah mendapat persetujuan dari tugas antara lain :

1. Untuk proyek pemasangan dinding, baik eksterior maupun interior :
- Gambar seluruh denah lantai bangunan tersebut minimal skala 1 : 100.
- Gambar seluruh tampak muka bangunan tersebut (khusus untuk eksterior).
- Gambar potongan bangunan yang memotong dan dapat menjelaskan lokasi pekerjaan yang akan dilakukan dengan sejelas-jelasnya (minimal potongan melintang dan potongan memanjang).

2. Untuk keseluruhan gambar tersebut di atas harus lengkap dengan :
- Keterangan bahan / warna / jenis.
- Keterangan ukuran (panjang, lebar dan tinggi).
(Gambar tidak jelas / lengkap, tidak dapat diproses oleh estimator).

b. CUTTING LIST

Setelah shop drawing / gambar kerja disetujui oleh pemberi tugas, selanjutnya dibuatkan Cutting List yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pelaksanaan di lapangan.

c. AREA PEMASANGAN

Untuk memulai suatu pekerjaan pemasangan granite, ada hal yang perlu diperhatikan antara lain area pemasangan harus dalam keadaan bersih dari sampah dan kotoran yang berserakan di sekitar area pemasangan.
Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan sapu lidi / sapu ijuk (untuk area lantai).
Setelah area pemasangan bersih dari sampah / kotoran maka berikutnya dapat dilakukan / dibulatkan :

- Marking
Marking ditentukan berdasarkan / sesuai dengan shop drawing untuk memulai suatu pemasangan (start poin) dengan acuan marking yang sudah ada pada lantai atau kolom.

- Leveling Pad / kepalan
Dibuat pada setiap sudut-sudut dinding / lantai secara vertikal / horisontal untuk sekeliling area pemasangan.

d. PERALATAN PENUNJANG

1. Mesin Potong Granite
Yang harus diperhatikan pada saat pemotongan granite bahwa pisau potong harus benar-benar berfungsi baik dan tukang potongnya harus ahli.

2. Mesin Pelubang Granite / Bor
Alat ini dipakai melubangi granite. Lubang granite disesuaikan dengan diameter pin = 5 mm.

3. Theodolith / Water Pash
Dipakai untuk mengecek kebenaran pemasangan baik secara vertikal / horisontal dan alat bantu marking sesuai dengan rencana perletakan panel.

4. Palu Karet
Dipakai untuk merekatkan panel granite agar benar-benar level sesuai dengan yang dikehendaki (pada pemasangan sistem basah).

2.S.3. PELAKSANAAN PEMASANGAN

Pemasangan Dinding

Pada pemasangan ini dilakukan sistem kering (Dry System)

- Sistem ini memakai sistem pengikat (anchor) yang menghubungkan dan menahan beban material granite diteruskan ke konstruksi beton.

- Tata cara dry system terdiri dari :
Bracket / anchoring system
System ini menggunakan bracket dengan komponen-komponen yang diperlukan sebagai berikut :
 Rangka horizontal L.50x50x5 ditopang Bracket L 50x50x5 setiap jarak 1 meter.
 Ramset Dynabolt mm (harus masuk ke dindng)
 Pin Stainless Stell (3 mm P. 40 mm)
 Plate Bracket
 Epoxy
 Sealant
 Back Up Rod
 Mur
 Baut
kuligambarcadme - 09/03/2011 09:45 AM
#49
Persyaratan teknis pekerjaan arsitektur-20
Spoiler for karpet = wproff

2.T. PEKERJAAN PASANGAN PELAPIS LANTAI KARPET

2.T.1 LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga untuk pemasangan pelapis lantai karpet seperti yang ditunjukkan dalam gambar pelaksanaan atau petunjuk.

2.T.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

Seluruh pekerjaan harus sesuai standar-standar yang ditetapkan atau rekomendasi dari pabrik pembuat dan dengan persetujuan Pengawas.

2.T.3 BAHAN-BAHAN

2.T.3.1 S c r e e d

Lantai yang akan dilapisi karpet, harus dilapisi dengan beton screed terlebih dahulu, dengan mutu pengerjaan yang baik, disesuaikan dengan gambar-gambar atau dengan persetujuan Pengawas.

2.T.3.2 K a r p e t

Karpet yang digunakan sebagai pelapis lantai adalah produk dari Tajima atau yang setara, dipasang pada Ruangan-ruangan yang sesuai dengan gambar-gambar. Warna ditentukan kemudian atau atas persetujuan Pengawas.

2.T.3.3 Bahan Perekat dan Pengisi Nat

Bahan perekat untuk Karpet sebagai pelapis lantai ini adalah disesuaikan dengan persyaratan pabrik pembuat Karpet dan atau disetujui Pengawas.

2.T.3.4 Contoh-contoh

Pemborong harus mengadakan dan menyerahkan contoh-contoh Karpet yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya.

2.T.4 PEMASANGAN

Permukaan lantai harus diberi beton screed yang rata terlebih dahulu, sebelum lapisan Karpet dipasang.

Pemborong harus mendapatkan persetujuan dari Pengawas pada saat menentukan awal pemasangan Karpet.

Apabila pemasangan tidak seperti tersebut di atas harus dilakukan pembongkaran agar tercapai hasil yang disyaratkan.

2.U. PEKERJAAN WATER PROOFING

2.U.1 LINGKUP PEKERJAAN

Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, alat-alat bantu termasuk pengangkutan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar, serta memenuhi spesifikasi pabrik pembuatnya.

Bagian yang di-waterproofing ialah :

a. Plat atap beton.
b. Daerah toilet dan daerah basah lainnya.
c. Ground Reservoir & STP
d. Dinding dan lantai basement.
e. Bagian-bagian lain yang dinyatakan dalam gambar.

2.U.2 PENGENDALIAN PEKERJAAN

1. Standar Mutu Bahan

Berdasarkan : ASTM 828, ASTME, TAPP I 803 DAN 407.

2. Bahan Utama

Jenis membrane atau bahan lainnya yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. Merupakan lembaran dari Produk BITUTHENE 3000 atau sejenisnya yang setara.

b. Tebal bahan minimum 2 mm, karakteristik fisik, kimiawi dan kepadatan yang merata dan konstan.

c. Kedap air dan uap, termasuk bagian-bagian yang akan disusun overlapping nanti.

d. Memiliki ketahanan yang baik terhadap gesekan dan tekanan.

e. Susunan polimer tidak berubah akibat perubahan cuaca.

3. Pengujian

a. Bila diperlukan Kontraktor wajib mengadakan test bahan sebelum dipasang, pada laboratorium yang ditunjuk pengawas. Dan sebelum dimulai pemasangannya Kontraktor harus menunjukkan sertifikat keaslian barang dari supplier disertai data-data teknis komposisi unsur material pembentuknya.

b. Sewaktu penyerahan hasil pekerjaan, kontraktor wajib memberikan jaminan atas produk yang digunakan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya, selama 10 (sepuluh) tahun termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi. Jaminan yang diminta adalah jaminan dari pihak pabrik untuk mutu material, serta jaminan dari pihak pemasang (applicator) untuk mutu pelaksanaan pemasangannya.

c. Kontraktor diwajibkan melakukan percobaan/pengujian dengan melakukan penyemprotan langsung dengan air serta menggenanginya dengan air di atas permukaan yang diberi lapisan kedap air.

4. Pengiriman dan Penyimpanan Bahan

a. Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan tertutup (belum dibuka) dan masih tersegel dan berlabel sesuai pabriknya.

b. Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih.

c. Kontraktor bertanggungjawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpannya, baik sebelum atau selama pelaksanaan.

2.U.3 SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

a. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada pengawas, lengkap dengan ketentuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan untuk mendapatkan persetujuan Pengawas.

Material yang tidak disetujui harus diganti segera tanpa biaya tambahan. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian maka bahan-bahan pengganti harus telah mendapat persetujuan dari pengawas.

b. Sebelum pekerjaan ini dimulai permukaan bagian yang akan diberi lapisan harus dibersihkan sampai kondisi yang dapat disetujui oleh pengawas. Peil dan ukuran harus sesuai dengan gambar.

c. Cara-cara dan pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan dari pabrik yang bersangkutan serta petunjuk dari pengawas.

d. Bila ada perbedaan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, kontraktor harus segera melaporkan kepada pengawas sebelum pekerjaan dimulai.

Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan dalam hal terdapat kelainan/perbedaan ditempat itu.


2.U.4 GAMBAR DETAIL PELAKSANAAN / SHOP-DRAWING

a. Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan gambar dokumen kontrak dan keadaan lapangan, untuk memperjelas detai-detail khusus yang diperlukan pada saat pelaksanaan di lapangan.

b. Shop drawing harus mencantumkan semua data termasuk tipe bahan keterangan produk, cara pemasangan atau persyaratan khusus.

c. Shop drawing belum dapat dilaksanakan sebelum mendapatkan persetujuan dari pengawas.

2.U.5 CONTOH

a. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, disertai brosur lengkap dan jaminan keaslian material dari pabrik.

b. Contoh bahan harus diserahkan minimal sebanyak 2 (dua) buah yang setara mutunya.

c. Keputusan bahan jenis, warna, tekstur dan merk akan diberitahukan oleh pengawas dalam jangka waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak penyerahan contoh-contoh bahan tersebut.

d. Pengawas mempunyai hak untuk meminta kontraktor mengadakan mock-up guna memperjelas usulan material yang diajukannya.

2.U.6 CARA PELAKSANAAN

Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman dan sesuai dengan "metode pelaksanaan" berdasarkan spesifikasi pabrik.

Khusus untuk bahan water proofing yang dipasang di tempat yang berhubungan langsung dengan matahari tetapi tidak mempunyai lapis pelindung terhadap ultra violet maka di atasnya harus diberi lapisan pelindung sesuai gambar pelaksanaan, atau petunjuk pengawas, dimana lapisan ini dapat berupa screed maupun material finishing lainnya.

kuligambarcadme - 09/03/2011 11:08 AM
#50
Peraturan umum pekerjaan plumbing
Spoiler for

1.00.0. PERATURAN UMUM PEKERJAAN PLUMBING
1.01.0. PERATURAN PEMASANGAN
Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut :

INSTALASI PLAMBING & DRAINASE

a. Peraturan bangunan dan instalasi bangunan yang dinyatakan berlaku secara nasional.
b. Peraturan Daerah DKI Jakarta yang berkaitan dengan jenis instalasi yang dirancang atau yang berpengaruh terhadap pengoperasian jenis instalasi yang dirancang.
c. Standard Nasional Indonesia, pedoman teknik dan rekomendasi dari instansi yang berwenang mengenai jenis instalasi yang dirancang.
d. PERDA (Peraturan Daerah) Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 1991 tentang bangunan dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau edisi terakhir.
e. PERDA (Peraturan Daerah) Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1992 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau edisi terakhir.
f. Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979 atau edisi terakhir.

g. SK GUB DKI – Jakarta no 19 tahun 1992 tentang Sumur Resapan atau edisi terakhir.

h. PERDA (Peraturan Daerah) Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 2 tahun 1994 tentang Pemboran dan Pemakaian Air Bawah Tanah di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau edisi terakhir.

i. Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 080/PAM/1993 tentang Biaya Penyambungan Air Minum atau edisi terakhir.

j. Standar dan peraturan internasional lain yang diijinkan oleh instansi yang berwewnang.

1.02.0. GAMBAR - GAMBAR

1. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.

2. Gambar-gambar sistim ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada dan mempertim-bangkan juga kemudahan service maintenance jika peralatan peralatan sudah dioperasikan.

3. Gambar-gambar Arsitek dan Struktur/Sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi.




4. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong harus mengajukan gambar kerja dan detail kepada Owner/ Pemberi Tugas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pemborong dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini.

5. Pemborong instalasi ini harus membuat gambar-gambar instalasi terpasang yang disertai dengan operating dan Maintenane Instruction serta harus diserahkan kepada Owner/ Pemberi Tugas pada saat penyerahan pertama dalam rangkap 3 (tiga), dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi dan data notasi.

1.03.0. KOORDINASI

1. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

2. Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi yang lain.

3. Apabila pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.04.0. PELAKSANAAN PEMASANGAN

1. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Direksi/MK dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.

2. Pemborong harus mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang diragukan, Pemborong harus segera menghubungi Owner/ Pemberi Tugas. Pengambilan ukuran dan/atau pemilihan kapasitas peralatan yang salah akan menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.05.0. TESTING DAN COMMISSIONING

1. Sebelum Testing dan Commissioning dilaksanakan pemborong wajib mengajukan terlebih dahulu program Testing dan Commissioning .

2. Pemborong instalasi ini harus melakukan semua testing dan pengukuran yang dianggap perlu dan atau yang diminta oleh Owner/ Pemberi Tugas untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta.

3. Semua bahan, perlengkapan dan instalasi lain yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong.

1.06.0. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN

1. Peralatan instalasi ini harus digaransi selama satu tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama.

2. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah 12 (Dua belas) bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama.

3. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya.

4. Selama masa pemeliharaan ini, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pemborong sepenuhnya.

5. Selama masa pemeliharaan ini, apabila Pemborong instlasi ini tidak melaksanakan teguran dari Owner/ Pemberi Tugas atas perbaikan/ penggantian/ penyetelan yang diperlukan, maka Owner/ Pemberi Tugas berhak penyerahkan perbaikan/ penggantian/ penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pemborong instalasi ini.

6. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini harus melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh Pemilik sehingga dapat mengenali sistim instalasi dan dapat melaksanakan pemeliharaannya.

7. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditanda tangani bersama oleh Pemborong dan Owner/ Pemberi Tugas serta dilampiri Surat Ijin Pemakaian dari Jawatan Keselamatan Kerja dan instansi yang berwenang lainnya.

8. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah :
a) Berita Acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik, ditandatangani bersama Pemborong dan Owner/ Pemberi Tugas.
b) Pemborong telah menyerahkan semua Surat Izin Pemakaian dari instalasi pemerintah yang berwenang, misalnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Instalasi Keselamatan Kerja, dll, hingga intalasi yang telah terpasang dapat dipakai tanpa menyalahi peraturan instalasi yang bersangkutan.
c) Semua gambar terpasang beserta operating, instruction, technical dan maintenance manual rangkap 3 (tiga) termasuk 1 (satu) set asli telah diserahkan kepada Owner/ Pemberi Tugas.

1.07.0. LAPORAN - LAPORAN
1. Laporan Harian dan Mingguan
Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai :
 Kegiatan fisik
 Catatan dan perintah Owner/Pemberi Tugas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis.
 Jumlah material masuk/ ditolak
 Jumlah tenaga kerja
 Keadaan cuaca, dan
 Pekerjaan tambah/ kurang

Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada Owner/Pemberi Tuigas untuk diketahui/ disetujui.

2. Laporan Pengetesan

Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada Owner/ Pemberi Tugas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut :

 Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi.
 Hasil pengetesan peralatan
 Hasil pengetesan kabel
 dan lain-lainnya.

Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak Owner/ Pemberi Tugas.

1.08.0. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN

Pemborong instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada dilapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan yang bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak Owner/ Pemberi Tugas.
Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan/ dikehendaki oleh pihak Owner/ Pemberi Tugas.

1.09.0. PENAMBAHAN/ PENGURANGAN/ PERUBAHAN INSTALASI
1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak konsultan Perencana dan Owner/ Pemberi Tugas.
2. Pemborong instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak Owner/ Pemberi Tugas dalam rangkap 3 (tiga).
3. Perubahan material, dan lain-lainnya, harus diajukan oleh pemborong kepada Direksi/MK, secara tertulis dan pekerjaan tambah/ kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh Owner/ Pemberi Tugas secara tertulis.

1.10.0. IJIN - IJIN

Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.11.0. PEMBOBOKAN, PENGELASAN DAN PENGEBORAN

1. Pembobokan tembok, lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya kekondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini.
2. Pembobokan/pengelasan/pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Owner/ Pemberi Tugas secara tertulis.

1.12.0. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS

1. Pemeriksaan rutin harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan tidak kurang dari tiap dua minggu.
2. Pemeriksaan khusus harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi ini, apabila ada permintaan dari pihak Owner/Pemilik/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini.

1.13.0. RAPAT LAPANGAN
Wakil pemborong harus selalu hadir dalam setiap rapat proyek diatur oleh pemberi tugas.

kuligambarcadme - 09/03/2011 11:23 AM
#51
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing
Spoiler for

2.00.0. SPESIFIKASI PERPIPAAN

2.01.0. U M U M

Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi :

1. Pipa
2. Sambungan
3. Katup
4. Sambungan Flexible
5. Penggantung dan penumpu
6. Sleeve
7. Lubang pembersihan
8. Bak kontrol
9. Balok Beton
10. Galian dan pengurukan kembali
11. Pengecatan
12. Pengakhiran
13. Pengujian
14. Peralatan Bantu

2.01.1. Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing-masing sistem pipa.

2.01.2. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya.

2.01.3. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran, air karat dan stress sebelum, selama dan sesudah pemasangan.

2.01.4. Untuk pipa besi dibawah tanah diberi lapisan cat / pita anti karat dengan ketebalan 1.5-3 mm dan diberi plingkut dan dibalut dengan densotype dengan overlap 1-2 cm, dan diberi pasir.

2.01.5. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik, Polyvinil Cloride (PVC), Polypropelene Random (PP-R), selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari.

2.01.6. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.

2.02.0. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN

2.02.1. Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan


2.02.2. Spesifikasi GIP – 10

Penggunaan:
-Air Bersih Dalam Gedung (Di Ruang Pompa)
-Air Bersih di Luar Gedung (Di Site)

Tekanan Standard 10 bar
Pipa : Galvanized steel pipe BS 1387/1967, class Medium (10 kg/cm2).
Sambungan & Fitting : Dia. 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 1.3 class 150 lb, screwed. Dia. 50 mm keatas wrought steel but welding fitting ANSI B 16.9 sch-40
Valve & Strainer : Dia. 40 mm kebawah bronze atau A-Metal body class, 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B2.1. Dia. 50 mm keatas cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges ANSI B 16.9 sch-40

2.02.3. Spesifikasi PV - 10

Penggunaan:
- Air Kotor Grafitasi
- Air Kotor dipompakan
- Air Bekas Grafitasi
- Air Bekas di pompakan
- Air Hujan

Tekanan Standard 10 bar
Pipa : Polyvinyl chloride (uPVC) klas 10 bar (10 kg/cm2). Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius, Solvent Cement joint type. Reducer : PVC Injection moulded sanitary fitting concentric, Solvent Cement Joint Type. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat

Standard : JIS K- 6741 dan atau JIS K- 6742



2.02.4. Spesifikasi CI.

Penggunaan : - Air Limbah Dapur (Kitchent)
- Foodcourt

Tekanan Standard 10 bar
Pipa : Hub and Spigot coated cast iron for sewage and or.
Kitchent waste.
Bitument coating or Internal epoxy coating 130 mikron dan external anti rust coating dengan red primer.
Fitting : Hub and Spigot coated cast iron sanitary type fitting

Joint : Memakai sambungan khusus (Coupling) atau sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat.

Standard : ASTM or ISO 6594.

2.02.5. Spesifikasi PV - 5
Penggunaan : - Vent

Tekanan Standard 5 bar.
Pipa : Polyvinyl chloride (uPVC) klas 5 kg/cm2 (bar)
Elbow & Junction : PVC Injection Moulded pressure fitting, Solvent Joint type.

Reducer : Seperti diatas, model concentric.
Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

Standard : JIS K – 6741 dan atau JIS K - 6742

2.02.6. Spesifikasi PPR – 10

Penggunaan: - Air Bersih Dalam Gedung.

Tekanan Standard 10 bar
Pipa : Polypropilene Random DIN 8078, DIN 8077 klas 10
bar (10 kg/cm2).
Elbow & Junction : PP-R Hot Welding Jointing Type, DIN 16962. Reducer : PP-R Hot Welding fitting concentric Joint Type. Penyambungan : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

Standard : Approved to BS dan atau DIN.

Life Time : Tekanan Kerja 17.7 bar pada temperature 30ºC,
25 tahun, standard PN-16

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:06 PM
#52
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 2
Spoiler for

2.02.7. Skedul Valve.


2.02.8. Persyaratan jenis peralatan.

Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut :


2.03.0. PERSYARATAN PEMASANGAN

2.03.1. U m u m

1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai, serta memperkecil banyaknya penyilangan.
2. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang dari 50 mm di antara pipa- pipa atau dengan bangunan & peralatan.
3. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam/runcing serta penghalang lainnya.
4. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya, sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar.
5. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan, harus dilengkapi dengan flangens, water mur dapat digunakan bila keadaan sangat memaksa.
6. Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.
7. Sambungan pipa besi untuk ukuran sampai dengan 2” (dua Inch) menggunakan screw, dan lebih besar dari 2” (dua Inch) menggunakan Flange.
8. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut, kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar.
a. Di bagian dalam bangunan.
Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % - 2 %
b. Di bagian luar bangunan.
Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % - 2 %
Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 %
9. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. Pipa pembuangan dan vent harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan.
10. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik.
11. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.
12. Kecuali jika tidak terdapat dalam spesifikasi, pipe sleeves harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding, lantai, balok, kolom atau langit-langit.
13. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api, celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakal dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain.
14. Selama pemasangan, bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan, harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda- benda lain.
15. Semua galian, harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula.
 Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah.
 Untuk pipa kebakaran minimum 75 cm dibawah tanah diberi anti karat merek Densopol/Densotape tebal 1.5 -3 mm dengan overlap 1-2 cm, dan harus dilapis minimal dua kali agar didapat perlindungan pipa terhadap karat yang maximal.
 Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 10 - 15 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain.
 Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil, harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 - 2,5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting.
 Untuk pipa-pipa yang menyeberangi jalan harus diberi pipa pengaman (selubung) baja atau beton dengan diameter minimum 2 kali diameter pipa tersebut.
16. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik .
17. Setiap belokan pipa harus diberi penguat agar sambungan tidak mudah lepas apabila didalam tanah harus diberi blok-blok beton.
18. Sambungan-sambungan flexible harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang.
19. Pekerjaan pemimpaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat kearah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan.
20. Katup-katup dan fitting pada pemipaan sedemikian rupa harus ukuran jalur penuh.
21. Pada pemasangan alat-alat pemuaian, angkur-angkur pipa dan pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta peregangan tidak terjadi pada alat-alat tersebut, sesuai dengan permintaan dan persaratan pabrik.
22. Pemasangan peralatan control pada pipa harus pada pipa horizontal dan diperhitungkan agar dipasang pada tempat aliran air yang laminer.

2.03.2. Penggantung dan Penumpu Pipa.

1. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger, brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini :


2. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini :
a. Perubahan perubahan arah.
b. Titik percabangan.
c. Beban-beban terpusat karena katup, saringan dan hal- hal lain yang sejenis.

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:12 PM
#53
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 3
Spoiler for

3. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut :

a. Diameter Batang
-----------------------------------------------------------------------
Ukuran Pipa Batang
-----------------------------------------------------------------------
Sampai 20 mm 6 mm
25 mm s/d 50 mm 9 mm
65 mm s/d 150 mm 13 mm
200 mm s/d 300 mm 15 mm

300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor
keamanan 5.
Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil
dari tabel diatas
Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor
dari 2 keamanan 5 terhadap
kekuatan puncak.
-----------------------------------------------------------------

b. Bentuk gantungan.
- Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type.

4. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak.

5. Semua pipa gantungan dan penumpu sebelum dicat, harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.


NO. JENIS CAIRAN WARNA PIPA
1. Air Bersih -----B i r u
2. Air Kotor/ Air Bekas --- H i t a m
3. Vent--- Abu-abu
4. Air Pemadam Kebakaran-- Merah
5. Udara ---Hijau
6. Fuel Oil ----Kuning



2.03.3. Cara pemasangan pipa dalam tanah.

1. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup, minimum 75 cm dibawah tanah, dibawah pipa air minum.
2. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda- benda keras/ tajam.
3. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen.
4. Urugan pasir minimum 10 cm dibawah dan 15 cm diatas pipa urug dengan tanah tanpa benda keras.
5. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar (dudukan).
6. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter.
7. Pengurugan bertahap dengan pasir 10 cm, tanah halus, kemudian tanah kasar tanpa benda keras.
8. Untuk pipa yang menyebrangi jalan harus diberi pipa pengaman (selubung) baja atau beton dengan dia meter minimum 2 x dia meter pipa tersebut.

2.03.4. Pemasangan Katup - katup.

Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar, spesifikasi dan untuk bagian-bagian berikut ini :
a. Sambungan masuk dan keluar peralatan.
b. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik- titik rendah.
- Di ruang Mesin
--------------------------------------------------------------
Ukuran Pipa Ukuran Katup
--------------------------------------------------------------
Sampai 75 mm 20 mm
100 mm s/d 200 mm 40 mm
250 mm atau lebih besar 50 mm
--------------------------------------------------------------
- Lain-lain, ukuran katup 20 mm
c. Ventilasi udara otomatis.
d. Katup kontrol aliran ke atas dan ke bawah.
e. Katup pengurang tekanan (Pressure Reducing Valves) Untuk aliran keatas dan ke bawah.
f. Katup by-pass.

2.03.5. Pemasangan strainer.

Strainer harus disediakan sesuai gambar, spesifikasi dan untuk alat-alat berikut ini :
a. Katup - katup Pengontrol.
b. Katup - katup pengurang tekanan.
c. Peralatan-peralatan lain yang dipersaratkan.

2.03.6. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan (Release Valve).

Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan di tempat-tempat yang mungkin timbul kelebihan tekanan.

Spesifikasi Teknis minimal Release Valve adalah sebagai berikut :
- Harus dapat melepas tekanan tinggi di dalam pipa tegak / pipa dekat pompa, distribusi air dingin menjadi dan atau sesuai dengan yang direncanakan.
- Harus dilengkapi dengan pilot untuk pengaturan tekanan yang diharapakan.
- Perbaikan/Penggantian komponen dari Release Valve, harus dapat di lakukan di tempat tanpa harus menurunkan unit Release Valve nya.
- Setiap unit Release Valve harus di uji operasionalnya dan pengujian secara hydrostatic harus tercatat pada sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.
- Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.

Material :
- Body dan Bonet : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Stem : Stainless Steel AISI 303
- Spring : Stainless Steel AISI 302
- Spool : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Diapragma Plate : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Seat Ring : Cast Bronze ASTM B.62.
- Diapragma : Nylon Reinforced Buna-N.
- O Rings : Buna - N
- Seat Disc : Buna - N.
- Rating Temperature : 32º F s/d 180º F.
- Pressure Rating
Class 150 lb : Maximum 250 Psi.
Class 300 lb : Maximum 640 Psi.
- Bagian dalam dan luar Body Release Valve harus di coatined epoxy, khusus
body luar perlu dilapisi dengan cat enamel, setelah di coated epoxy.


2.03.7. Pemasangan katup-katup pengaman (Safety Valve).

Katup-katup pengaman harus disediakan ditempat - tempat yang dekat dengan sumber tekanan. Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.

Spesifikasi Teknis minimal Safety Valve adalah sebagai berikut :

- Harus dapat melepas tekanan tinggi di dalam pipa tegak / pipa dekat pompa, distribusi air dingin dan atau sesuai dengan yang direncanakan.
- Harus dilengkapi dengan pilot untuk pengaturan tekanan yang diharapakan.
- Perbaikan/Penggantian komponen dari Safety Valve, harus dapat di lakukan di tempat tanpa harus menurunkan unit Safety Valve nya.
- Setiap unit Safety Valve harus di uji operasionalnya dan pengujian secara hydrostatic harus tercatat pada sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.
- Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.

Material dan spesifikasi teknis:

- Body dan Bonet : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Stem : Stainless Steel AISI 303
- Spring : Stainless Steel AISI 302
- Spool : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Diapragma Plate : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Seat Ring : Cast Bronze ASTM B.62.
- Diapragma : Nylon Reinforced Buna-N.
- O Rings : Buna - N
- Seat Disc : Buna - N.
- Rating Temperature : 32º F s/d 180º F.
- Pressure Rating
Class 150 lb : Maximum 250 Psi.
Class 300 lb : Maximum 640 Psi.
- Bagian dalam dan luar Body Safety Valve harus di coatined epoxy, khusus
body luar perlu dilapisi dengan cat enamel, setelah di coated epoxy.

2.03.8. Pemasangan Ven Udara otomatis (AAV).

Ven udara otomatis harus disediakan ditempat - tempat tertinggi dan kantong udara. Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.



Spesifikasi Teknis minimal Automatic Air Vent adalah sebagai berikut :

- Harus dapat melepas tekanan tinggi di dalam pipa tegak distribusi air dingin dan atau sesuai dengan yang direncanakan.
- Setiap unit Automatic Air Vent harus di uji operasionalnya dan pengujian secara hydrostatic harus tercatat pada sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik.
- Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.

Material dan spesifikasi teknis :
- Body : Cast Iron / Cast Bronze.
- Cover : Cast Iron / Cast Bronze.
- Level : Stainless Steel.
- Seat : Stainless Steel.
- Float : Stainless Steel.
- Gasket : Non Asbestos
- Cover Bolt : Carbon Steel
- Float Arm : Stainless Steel.
- Orifice Button : Viton.
- Pin Retainer : Stainless Steel.
- Nominal Pressure : 20 bar.
- Temperature Kerja : -10 º Csampai dengan 120 º C.
- Standard : BS atau ASTM.

2.03.9. Pemasangan Pressure Gauge (PG).

Pressure Gauge dipasang dan harus disediakan di tempat-tempat yang mungkin diperlukan untuk mengetahui tekanan pada daerah tersebut.

Spesifikasi Teknis minimal Pressure Gauge adalah sebagai berikut :

- Dipasang di daerah pompa pada sisi discharge dan suction.
- Dipasang di setiap riser pada posisi teratas untuk mengetahui tekanan di masing-masing riser.
- Dipasang pada titik terjauh setiap pipa cabang.
- Setiap unit Pressure Gauge harus di uji operasionalnya dan pengujian secara hydrostatic harus tercatat pada sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat unit.
- Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.

Material dan spesifikasi teknis :
- Dial : White Aluminium dengan black dan red markings.
- Case : Steel ( Black)
- Lens : Glass
- Pointer : Aluminium ( Black)
- Socket : Brass
- Connection : 3/8” BSP Bottom Entry.
- Movement : Brass
- Operation Pressure : Maximum 75% of Full Scale Value
- Process Temperautre : -40 ºC sampai dengan 65 ºC
- Protection : IP 52
- Range : 0 – 7 kg/cm/psi, 0 – 10 kg/cm/psi.
0 – 16 kg/cm/psi, 0 – 20 kg/cm/psi.

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:15 PM
#54
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 4
Spoiler for

2.03.10. Pemasangan katup - katup Pengurangan Tekanan (PRV).

Katup-katup pengurang tekanan harus disediakan ditempat-tempat dimana tekanan pemakai lebih rendah dari tekanan suplai.

Spesifikasi Teknis minimal PRV adalah sebagai berikut :

- Harus dapat mengurangi tekanan tinggi di dalam pipa tegak distribusi air dingin menjadi tekanan rendah yang konstan.
- Harus dilengkapi dengan PRV pilot minimum 2 unit untuk pengaturan tekanan dan aliran pemakaian minimal.
- Perbaikan/Penggantian komponen dari PRV, harus dapat di lakukan di tempat tanpa harus menurunkan unit PRV nya.
- Setiap unit PRV harus di uji operasionalnya dan pengujian secara hydrostatic harus tercatat pada sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat sebelum unit PRV di kirim.
- Untuk pemasangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.

Material dan spesifikasi teknis :
- Body dan Bonet : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Stem : Stainless Steel AISI 303
- Spring : Stainless Steel AISI 302
- Spool : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Diapragma Plate : Ductile Iron ASTM A 536 /Cast Bronze ASTM
B.61, B.62.
- Seat Ring : Cast Bronze ASTM B.62.
- Diapragma : Nylon Reinforced Buna-N.
- O Rings : Buna - N
- Seat Disc : Buna - N.
- Rating Temperature : 32º F s/d 180º F.
- Pressure Rating
Class 150 lb : Maximum 250 Psi.
Class 300 lb : Maximum 640 Psi.
- Bagian dalam dan luar Body Pressure Reducing Valve harus di coatined epoxy,
khusus body luar perlu dilapisi dengan cat enamel setelah di coated epoxy.

2.03.11. Spesifikasi katup - katup secara umum.

Spesifikasi Teknis minimal Gate Valve adalah sebagai berikut :

Material dan spesifikasi :
- Body : Cast Iron.
- Body Seat Ring : Bronze
- Wedge : Cast Iron
- Wedge Ring : Bronze.
- Wedge Nut : Bronze.
- Bonet : Cast Iron.
- Bonet Gasket : Graphit.
- Stem : Copper Alloy.
- Stuffing Box : Cast Iron.
- Stuffing Box Gasket : Graphit.
- Gland : Cast Iron.
- Gland Packing : Graphit.
- Handwheel : Cast Iron.
- Nominal Pressure ; 10 - 16 bar.
- Temperature : -10 ºC sampai dengan 120 ºC
- Standard : BS dan atau ASTM.



Spesifikasi Teknis minimal Globe Valve adalah sebagai berikut :

Material dan spesifikasi :
- Body : Cast Iron.
- Body Seat Ring : Bronze
- Disc : Bronze
- Stem : Copper Alloy.
- Bonnet : Cast Iron.
- Gland : Cast Iron.
- Gland Follower : Ductile Iron.
- Yoke Bushing : Bronze.
- Gland Packing : Graphite.
- Bonnet Gasket : Graphite.
- Handwheel : Cast Iron.
- Nominal Pressure ; 10 - 16 bar.
- Temperature : -10 ºC sampai dengan 120 ºC
- Standard : BS dan atau ASTM.

Spesifikasi Teknis minimal Butter Fly Valve adalah sebagai berikut :

Material dan spesifikasi :
- Body : Cast Iron.
- Shaft : Stainless Steel
- Disc : Stainless Steel
- Bushing : PTFE.
- Liner : EPDM.
- O - Ring : EPDM.
- Nominal Pressure ; 10 - 16 bar.
- Temperature : -10 ºC sampai dengan 120 ºC
- Standard : BS dan atau ASTM.
- Type : Lever Handle diameter kecil dari 4”
Gear Operator diameter besar dari 4”.

Spesifikasi Teknis minimal Check Valve adalah sebagai berikut :

Material dan spesifikasi :
- Body : Cast Iron.
- Disc : Stainless Steel.
- Seat Ring : Stainless Steel.
- Bushing : Bronze.
- Spring : Stainless Steel.
- Nominal Pressure ; 10 - 16 bar.
- Temperature : -10 ºC sampai dengan 120 ºC
- Standard : BS dan atau ASTM.
- Type : Silent Check Valve.

Spesifikasi Teknis minimal “Y” Strainer adalah sebagai berikut :

Material dan spesifikasi :
- Body : Cast Iron.
- Cover : Cast Iron.
- Screen : Stainless Steel.
- Gasket : PTFE / Graphite.
- Pluge : Malleable Iron.
- Nominal Pressure ; 10 - 16 bar.
- Temperature : -10 ºC sampai dengan 120 ºC
- Standard : BS dan atau ASTM.
- Type : “ Y “ Strainer.

2.03.12. Sambungan ulir.

1. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm.
2. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir.
3. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak.
4. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.
5. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer.
6. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.

2.03.13. Sambungan Las

1. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum.
2. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.
3. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Owner/Pemberi tugas contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.
4. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Owner/Pemberi Tugas.
5. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.
6. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Owner/Pemberi Tugas.

2.03.14. Sambungan lem PVC.

1. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC, mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa, sesuai rekomendasi dari pabrik pipa dan harus melalui persetujuan dan sepengetahuan Direksi.
2. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting, maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa.
3. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa dan tidak boleh dibakar.
4. Pipa dan fitting PVC yang akan disambung harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran.

2.03.15. Sambungan Pipa PP-R.

1. Penyambungan antara pipa dan fitting PP-R, mempergunakan Hot Welding Joint Type yang sesuai dengan jenis pipa, sesuai rekomendasi dari pabrik pipa dan harus melalui persetujuan dan sepengetahuan Direksi.
2. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting, maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa.
3. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa dan tidak boleh dibakar.
4. Pipa dan fitting PP-R yang akan disambung harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran.


2.03.16. Sambungan khusus Instalasi Pipa di Ruang Pompa.

1. Penyambungan instalasi di ruang pompa dan pipa tegak (Riser) disarankan menggunakan Victaulic Coupling.
2. Sistem penyambungan victaulic coupling tersebut disyaratkan pada setiap penyambungan pipa dan sambungan-sambungan terhadap valve-valve serta antara pipa dan Equipment.
3. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dan rekomendasi dari pabrik Victaulic.

2.03.17. Sambungan yang mudah dibuka.

Sambungan ini dipergunakan pada alat-alat saniter sebagai berikut :
- Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve
- Pada waste fitting dan Siphon.
- Antara kitchen Sink Faucet dan Supply Valve

Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat/ sealent.

2.03.18. SLEEVES.

1. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton.
2. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi.
3. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap.
4. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air (water proofing) harus dari jenis " Flushing Sleeves ".
5. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau " Caulk ".

2.03.19. Pembersihan.

Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan, pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama- menggunakan cara-cara / metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan.

Desinfeksi :
- Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas.
- Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas.

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:16 PM
#55
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 5
Spoiler for

2.04.0. P E N G U J I A N

2.04.1. Sistem Air Bersih.

1. Kalau tidak dinyatakan lain, semua pemipaan harus diuji dengan tekanan air 10 kg/cm2 jangka waktu 4 jam.
2. Kebocoran-kebocoran harus diperbaiki dan pekerjaan pemipaan harus diuji kembali.
3. Peralatan-peralatan yang rusak akibat uji tekanan harus dilepas (diputus) dari hunbungan-hubungannya selama uji tekanan berlangsung.

2.04.2. Sistem Air Kotor dan Air Bekas.

1. Pipa-pipa bertekanan harus diuji dengan tekanan air sebesar tekanan kerja 5 kg/ cm2 selama 4 jam.
2. Pipa-pipa grafitasi harus diuji dengan tekanan statis sebesar 3.0 meter diatas titik tertinggi selama 1 jam.
3. Kebocoran-kebocoran harus diperbaiki dan pekerjaan pemipaan harus diuji kembali.
4. Testing keseluruhan menggunakan bola karet dengan diameter disesuaikan dengan diameter pipa (maximum dia. 2 1/2 “ ) yang ditulis identitasnya dan dari toilet mana bola itu berasal dan selanjutnya harus sampai ke SWP/STP.

2.04.3. Sistem Air hujan.

1 Pipa-pipa bertekanan harus diuji dengan tekanan air sebesar tekanan kerja 5 kg/ cm2 selama 4 jam.
2 Pipa-pipa grafitasi harus diuji dengan tekanan statis sebesar 3.0 meter diatas titik tertinggi selama 1 jam.
3 Kebocoran-kebocoran harus diperbaiki dan pekerjaan pemipaan harus diuji kembali.

2.05.0. PENGECATAN

2.05.1. U m u m

Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut :

 Pipa servis.
 Support pipa dan peralatan Konstruksi besi.
 Flens.
 Peralatan yang belum dicat dari pabrik.
 Peralatan yang catnya harus diperbaharui.

2.05.2. Persyaratan Pengecatan

Pengecatan harus dilakukan seperti berikut :
--------------------------------------------------------------------------
Lokasi Pengecatan Pengecatan
--------------------------------------------------------------------------
Pipa dan peralatan - Zinchromate primer
dalam plafond 2 lapis

Pipa dan peralatan - Zinchromate primer
expose 2 lapis dan cat
akhir 2 lapis.

Pipa Besi dalam tanah - 2 lapis flincote dan dilapis
DENSOTAPE, dengan Tebal
minimal 1.5-3 mm, dan di
overlap 1-2 cm.
-------------------------------------------------------------------------



2.06.0. TESTING DAN COMMISSIONING.

1. Pemborong pekerjaan instalasi harus melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system, untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

2. Semua tenaga, bahan, perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jaewab pemborong, sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan.

2.07.0. KATUP LABEL (VALVE TAG).

1. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan.

2. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup.

3. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat.


3.00.0. LINGKUP PEKERJAAN MEKANIKAL PLUMBING DAN DRAINASE

3.01.0. U M U M

Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan, transportasi, pembuatan, pemasangan, peralatan-peralatan bahan- bahan utama dan pembantu serta pengujian, sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesipikasi, gambar dan bill of quantity.

3.02.0. URAIAN PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut :

1. Instalasi Sistem Pemipaan Air Bersih
2. Instalasi Sistem Pemipaan Air kotor dan Air Bekas
3. Instalasi Sistem Pemipaan Air Hujan
4. Instalasi Sistem Pemipaan Vent.

3.03.0. GAMBAR KERJA

Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan, harus menyerahkan gambar kerja untuk diperiksa dan disetujui antara lain sebagai berikut :
- Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama, perlengkapan dan fixtures.
- Detail denah perpipaan
- Detail denah perkabelan
- Detail penempatan sparing, sleeve yang menembus lantai, atap, tembok dll.
- Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.

3.04.0. GAMBAR INSTALASI TERPASANG.

Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan, kontraktor harus memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja, sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya.

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:20 PM
#56
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 6
Spoiler for

4.00.0. SISTEM PEMIPAAN AIR BERSIH

4.01.0. LINGKUP PEKERJAAN

Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut :

a. Tanki Persediaan Air Bersih bawah (GWT)
b. Tanki Persediaan Air Atas (Roof Tank)
c. Tanki Persedian Air dari Deep Well (Colllection Tank)
d. Pompa Transfer
e. Pompa Distribusi
f. Pemipaan
g. Pengkabelan
h. Panel listrik
i. Peralatan Instrumen dan pengendalian
j. Penyambungan ke peralatan penunjang
k. Penyambungan ke peralatan plambing

4.02.0. PERALATAN UTAMA

4.02.1. Persediaan Air Bersih

A. Kebutuhan air bersih diambil langsung dari instalasi air bersih PDAM dengan menggunakan pemipaan. Sebagai cadangan dipakailah Deepwell yang ditampung dalam Collection Tank (Raw Water Tank) yang kemudian melalui pengolahan (WTP) ditampung dalam Ground Water Tank.
Ground Tank ini digunakan untuk persediaan air bersih selama satu hari pemakaian.
Untuk sistem air bersih supplay ke tanki atas menggunakan pompa Transfer sedangkan supplay ke masing-masing lantai secara grafitasi dan- menggunakan pompa Booster. Pompa Transfer terletak di terletak di Semi-Basement sedangkan pompa booster terletak di Roof.

a. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fibreglass reinforced plastic, atau konstruksi beton yang cukup kedap air dan dilapisi / finish dengan kramik.

b. Tangki air bawah (GWT) harus mempunyai perlengkapan sbb :

 Manhole
 Tangga
 Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar.
 Pipa peluap dan pipa penguras.
 Indicator muka air
 Selubung untuk laluan pipa masuk, pipa isap, pipa penguras, kabel dsb.
Sistem pengendalian di Ground Water Tank (GWT).

 Bila Fixture Unit dibuka dan atau ada pemakaian air, maka akan mengendalikan pompa Transfer dari Tanki PDAM ke GWT.
 Pompa transfer akan hidup pada saat terjadi perbedaan level di Roof Tank pada posisi Medium Level (ML).
 Pompa transfer akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap pada posisi Hight Level (HL) di Roof Tank.
 Pompa transfer juga akan mati bila air di GWT sudah mendekati tepi peluap pada posisi Low Level (LL) di Ground Water Tank.
 Akan terjadi alarm jika sistem pengendalian gagal bekerja, sehingga air di GWT Over Flow dan atau pompa gagal bekerja.

c. Tangki air bawah (Collection TanK) harus mempunyai perlengkapan sbb :

 Manhole
 Tangga
 Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar.
 Pipa peluap dan pipa penguras.
 Indicator muka air
 Selubung untuk laluan pipa masuk, pipa isap, pipa penguras, kabel dsb.

Sistem pengendalian di Collection Tank.

 Bila Fixture Unit dibuka dan atau ada pemakaian air, maka akan mengendalikan pompa Transfer dari Tanki Collection ke GWT.
 Pompa transfer akan hidup pada saat terjadi perbedaan level di Ground Water Tank pada posisi Medium (ML).
 Pompa transfer akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap pada posisi Higt Level (HL) di Ground Water Tank (GWT).
 Pompa transfer juga akan mati bila air di Collection Tank sudah mendekati tepi peluap pada posisi Low Level (LL) di Collection Tank.
 Pompa Deep Well akan hidup pada saat terjadi perbedaan level di Collection Tank pada posisi Medium Level (ML).
 Pompa Deep Well akan mati pada saat terjadi perbedaan level di Collection Tank pada posisi Hight Level (HL).
 Pompa Deep Well akan mati jika air di Sumur Deep Well telah mencapai posisi Low Level (LL).
 Akan terjadi alarm jika sistem pengendalian gagal bekerja, sehingga air di Collection Tank Over Flow dan atau pompa gagal bekerja.

Sistem pengendalian di Sumur DEEP WELL.

 Bila Fixture Unit dibuka dan atau ada pemakaian air, maka akan mengendalikan Pompa Deep Well dari Sumur Deep Well ke Tanki Collection.
 Pompa Deep Well akan hidup pada saat terjadi perbedaan level di Collection Tank pada posisi Medium (ML).
 Pompa Deep Well akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap pada posisi Higt Level (HL) di Collection Tank.
 Pompa Deep Well juga akan mati bila air di Sumur Deep Well sudah mendekati tepi peluap pada posisi Low Level (LL).
 Akan terjadi alarm jika sistem pengendalian gagal bekerja, sehingga air di Collection Tank Over Flow dan atau pompa deep well gagal bekerja.


d. Tangki air atas (Roof Tank)

Tanki air atas terbuat dari Fibre Reinforced Plastic (FRP) dengan system pembuatan Compression Moulding atau Vacum Laminate dengan standard ASTM C 582 dan BS 4994. Komposisi bahan minimal yang digunakan yaitu Gelcoat (GC), Chopped Strand Mat 300 g sqm, Chopped Strand Mat 450 g sqm, dan Woven Roving 800 g sqm.
Ukuran shell yang dipersaratkan yaitu dengan module 1 x 1 m, 1 x 0,5 m dengan ketebalan minimal sesuai dengan gambar dan kedua permukaan harus licin (both smooth surface).

Adapun kelengkapan tanki minimal sebagai berikut :

 Manhole
 Tangga bagian dalam dari GIP yang dilapisi dengan Fibre Glass.
 Tangga bagian luar dari GIP (anti karat).
 Penyekat didalam tanki terdiri dari bahan yang sama dengan tanki yaitu Fibre Reinfprce Plastic (FRP).
 Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar.
 Pipa masuk,keluar, peluap dan pipa penguras.
 Indicator muka air
 Sambungan flange untuk laluan pipa masuk, pipa isap, pipa penguras, dan kabel , dsb.
 Base Plate canal C 150.
 Semua Sistem perkuatan di bagian dalam tanki dilapisi dengan FRP.
 Semua Baut untuk pengikat antar panel harus dari Stainles Steel (SS).

Sistem pengendalian di Roof tank.

 Bila Fixture Unit dibuka dan atau ada pemakaian air, maka akan mengendalikan pompa Transfer dari Tanki GWT ke Roof Tank.
 Pompa transfer akan hidup pada saat terjadi perbedaan level di Roof Tank pada posisi Medium Level (ML).
 Pompa transfer akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap pada posisi Hight Level (HL) di roof tank.
 Pompa Transfer akan mati bila muka air di GWT mendekati tepi peluap pada posisi Low Level (LL) di GWT.
 Akan terjadi alarm jika sistem pengendalian gagal bekerja, sehingga air di Roof Tank Over Flow.

4.02.2. Pompa Distribusi (Booster Pump).

a. Pompa Distribusi distribusi berfungsi mengalirkan air ke alat-alat plambing pada lantai- lantai yang membutuhkan.
b. Pompa Distribusi distribusi harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis.
c. Pompa distribusi harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja alternate paralel sedangkan laju aliran masing-masing pompa berdasarkan standard pabrik perakit Distribusi pump dan atau mengikuti schedule peralatan.
d. Peralatan kendali, untuk laju aliran total sampai dengan 40 m3/ jam boleh mempergunakan Pressure Control System sedangkan untuk laju aliran lebih besar dari 41 m3/jam harus mempergunakan flow monitor control system.
e. Setiap Pompa Distribusi (Pompa Booster) antara lain terdiri dari peralatan sbb :
 Constan Pressure Control System.
 Variable speed drive.
 Pompa sentrifugal dengan motor.
 Tangki tekan dengan tipe membrane.
 Inlet dan outlet headers
 Katup-katup inlet dan outlet
 Check valve anti pukulan air (Quick Closing Check Valve)
 Inlet strainers
 Panel daya dan pengendalian
 Pressure switch/flow monitor switch
 Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa
 Pengkabelan
 Dudukan pompa (Base Plate) lengkap dengan rubber mounting.

f. Pengaturan pompa distribusi (pompa booster) pada sistem pressure control.
 Pompa pertama bekerja apabila tekanan air di jaringan turun sampai ambang batas L1 pada pressure switch (PS 1).
 Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L2 pada pressure switch (PS 2) dan seterusnya.
 Pompa pertama, kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1, PS2 dan seterusnya.
 Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai.
 Pompa yang sedang bekerja dapat tiba- tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai ambang batas LL, dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas " ML" di Tanki.

g. Pengaturan pompa distribusi (pompa booster) pada sistem flow monitor control.
 Pompa pertama bekerja apabila laju aliran air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H1 pada flow monitor .
 Pompa kedua bekerja dan pompa pertama berhenti, apabila laju aliran di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H1 pada Flow Monitor.
 Pompa ketiga bekerja, pompa kedua tetap bekerja dan pompa pertama berhenti, apabila laju aliran terus naik sampai ambang batas H2 pada Flow Monitor.
 Pompa ketiga bekerja, pompa kedua bekerja dan pompa pertama juga bekerja apabila laju aliran pemakai terus naik sampai ambang batas H3 pada Flow Monitor.
 Pompa ketiga dan kedua akan berhenti apabila laju aliran di jaringan pemakai turun sampai ambang batas H3 & H2 pada Flow Monitor.
 Pompa pertama akan berhenti apabila laju aliran air di jaringan pemakai turun di bawah ambang batas H1 pada Flow Monitor dan tekanan air naik sampai ambang batas H1 pada PS1.
 Semua pompa yang sedang bekerja dapat dengan tiba-tiba stop dan alarm bekerja apabila muka air dalam tangki hisap turun sampai ambang batas LL, Pompa akan bekerja kembali sampai air diisi kembali dan mencapai ambang batas ML.
kuligambarcadme - 09/03/2011 01:22 PM
#57
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 7
Spoiler for

4.02.3. Pompa Transfer (Transfer Pump).

1. Pompa Transfer berfungsi mengalirkan air dari tanki air bawah ke Tanki Air Atas (Roof Tank).
2. Pompa Transfer harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap laju aliran pada setiap saat secara otomatis.
3. Pompa transfer harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa yang bekerja Single Alternate sedangkan laju aliran masing-masing pompa sesuai dengan schedule pompa.
4. Peralatan kendali untuk laju aliran berdasarkan Level control system.
5. Setiap Pompa Transfer antara lain terdiri dari peralatan sbb :

 Panel Control System dan pengendalian.
 Pompa sentrifugal dengan motor.
 Inlet dan outlet
 Headers discharge/ Suction
 Katup-katup inlet dan outlet
 Check valve anti pukulan air (Anti Water Hammer)
 Inlet strainers
 Pressure switch/ flow monitor switch
 Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa
 Pengkabelan
 Timer switch
 Dudukan pompa (base plate)
 Pondasi
 Spring Mounting.
 Inergia Block.

f. Pengaturan pompa Transfer pada sistem control.
 Pompa pertama bekerja apabila air di tanki atas (roof tank) turun sampai ambang batas L pada Level switch (LS-1) dan akan berhenti bekerja jika air sudah sampai pada ambang batas HL (LS-2) di tanki atas (Roof Tank).
 Pompa pertama dan kedua bekerja bergantian dengan pengaturan level control.
 Pompa yang sedang bekerja dapat tiba- tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap (Tanki Air Bawah) turun sampai batas LL, dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas " ML".

4.02.4. SAND FILTER & CARBON FILTER
1. Sand filter dan carbon filter berfungsi meningkatkan mutu air dari Deep Well yaitu untuk menghilangkan kotoran yang masih terkandung didalamnya sekaligus lebih menjernihkan air sampai 25 ppm.
2. Backwash (pencucian filter) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit, pada saat beban pemakaian air surut.
3. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type, manual backwash.
4. Laju aliran maksimum adalah 10 m3/ jam/ m2.
5. Bahan tangki terbuat dari Wound Polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless steel atau wound polyester.
6. Filter terdiri dari :
 Tangki termasuk screen
 Filter Media
 Valves
 Interconnecting piping (inlet, outlet,drain).
 Instruments
 Control
 Life Indicator
 Manhole

7. Kapasitas Sand Filter dan Carbon Filter masing-masing (Lihat di schedule).
8. Perpipaan.
(Lihat spesifikasi perpipaan).
4.02.5. WATER HAMMER SHOCK ABSORBER.
1. Water Hammer Shock Abshorber berfungsi untuk menghilangkan anti pukulan air (Water Hammer) sehingga instalasi pemipaan bisa berfungsi sebagai mana yang di harapkan.

2. Spesifikasi teknis dari water hammer shock abshorber adalah sebagai berikut :
– Casing : Mild Steel (SS400).
- Perporated Pipe : PVC Pipe (HTPVC).
- Elastic Tube : Synthetic Rubber.
- Hex. Socket Head Cap. Screw : Carbon Steel.
- Air Chamber : Enclosure of Nitrogen Gas.
- Flange : Mild Steel (SS400).
- Pressure Gauge : 1 Unit, diameter 5 cm
- Nipple Valve : 1 Unit, dia meter ½ “.
- Maximum Tekanan Kerja : 16.3 kg/cm
- Maximum Temperature Kerja : 60 ºC :

4.02.6. WATER HAMMER ARRESTER.
1. Water Hammer Arrester berfungsi untuk menghilangkan anti pukulan air (Water Hammer) sehingga instalasi pemipaan bisa berfungsi sebagai mana yang di harapkan.

2. Spesifikasi teknis dari water hammer arrester adalah sebagai berikut :
– Casing / Body : Bronze / Cast Iron.
- Diaphragma : Syntetic Rubber.
- Air Chamber : Enclosure of Nitrogen Gas.
- Flange : Mild Steel (SS400).
- Pressure Gauge : 1 Unit, diameter 5 cm
- Nipple Valve : 1 Unit, dia meter ½ “.
- Maximum Tekanan Kerja : 15 kg/cm
- Maximum Temperature Kerja : -15 ºC s/d 80 ºC
kuligambarcadme - 09/03/2011 01:25 PM
#58
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 8
Spoiler for SISTEM PEMIPAAN AIR KOTOR DAN AIR BEKAS

5.00.0. SISTEM PEMIPAAN AIR KOTOR DAN AIR BEKAS

5.01.0. LINGKUP PEKERJAAN

Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air kotor dan air bekas disini antara lain adalah sebagai berikut :
1. Perpipaan
2. Penyambungan dengan peralatan Plambing
3. Manhole
4. Sumur periksa
5. Bak air bekas/ Bak air kotor
6. Pompa air bekas/ Pompa air kotor
7. Pompa Grease Trap.
8. Grease Trap
9. Floor Drain
10. Floor Clean Out/ Ceiling Clean Out
11. Roof Drain





5.02.0. PERPIPAAN

1. Umum.
- Macam perpipaan air limbah adalah pemipaan untuk Air Hujan, Air Limbah Saniter, Air Limbah Dapur, dan vent.
- Jenis pipa lihat ‘SPESIFIKASI PERPIPAAN’.

2. Limbah Air Hujan.

Perpipaan air hujan mulai dari Roof Drain diatap sampai selokan halaman, Pada daerah beberapa bagian dari selokan dipasang Resapan.

3. Limbah Saniter dan Vent.

Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset, Urinal Lavatory, Shower dan Floor Drain, disalurkan ke Sewage Pit . Dari Sewage Pit air limbah dipompakan ke Sewage Treatment Plant. Untuk lokasi toilet yang memungkinkan air limbah secara grafitasi maka pengaliran air limbah secara grafitasi.

4. Limbah Dapur (Restaurant).

Perpipaan air limbah dapur mulai dari kitchen sink disetiap lantai sampai menuju ke grease trap. Dari grease trap air limbah dapur di alirkan ke STP dengan menggunakan pompa. Untuk lokasi limbah dapur yang memungkinkan air limbah secara grafitasi maka pengaliran air limbah secara grafitasi.

5.03.0. SUMUR PERIKSA

1. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah dan atau :
- Ukuran pipa 100 mm jarak antara sumur periksa 15 m.
- Ukuran pipa 150 mm s/d 200 mm jarak antara sumur periksa 30 m.
- Ukuran pipa 250 s/d 1000 jarak antara sumur periksa 45 m.

2. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton.

3. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu, lurus, cabang atau belokan.

4. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet, manhole dan pipa vent.

5.04.0. MANHOLE

1. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen.
2. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap, sehingga setelah diisi grease/lemak akan terbentuk penahan bau.
3. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 550 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut.
4. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukkan lokasi.

5.05.0. BAK AIR KOTOR (SEWAGE PIT).

1. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan, maka harus dibuat bak air kotor seperti diuraikan disini.
2. Bak air limbah harus dibuat dari konstruksi beton bertulang dibuat oleh bagian sipil/konstruksi, badan rapat air sedangkan tutup harus dapat untuk laluan pompa.
3. Setiap bagian bak air kotor harus dapat dipompa, maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut sudah dibuat 135  C.
4. Bak air kotor (Sewage Pit) harus dilengkapi sebagai berikut :
 Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar
 Sleeve untuk pipa vent
 Sleeve untuk kabel- kabel
 Level switch untuk fire alarm banjir.
 Level switch untuk kendali pompa
 Tangga monyet
 Manhole untuk laluan pompa

5.06.0. POMPA AIR KOTOR (SEWAGE PUMP).

1. Setiap bak air kotor minimum harus dipasang dua buah pompa air kotor.

2. Type pompa harus Submersible Centrifugal dengan kompoenen sebagai berikut.:
 Cast iron casing
 Cast iron vortex type impeller
 Stainless steel shaft
 Doble Mechanical seal
 Heavy duty grease lubricated bearing
 Stainless steel casing guide rail support
 Quick discharge coupling/ Connector.

3. Spesifikasi motor sebagai berikut :
 Squirrel cage induction type
 Winding insulation class F
 Water tight
 Vereticaly mounted

4. Sistem kendali motor pompa Sewage.
 Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage.
 Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan.
 Apabila beban aliran kecil, maka satu pompa bekerja secara bergiliran.
 Apabila beban aliran besar maka pompa bekerja bersamaan.

5.07.0. BAK AIR BEKAS (SUMP PIT).

1. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan, maka harus dibuat bak air bekas seperti diuraikan disini.
2. Bak air bekas harus dibuat dari konstruksi beton bertulang dibuat oleh bagian sipil / konstruksi, badan rapat air sedangkan tutup harus dapat untuk laluan dipompa.
3. Setiap bagian bak air bekas harus dapat dipompa, maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut sudah dibuat 135  C.
4. Bak air bekas (Sump Pit) harus dilengkapi sebagai berikut :
 Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar
 Sleeve untuk pipa ven
 Sleeve untuk kabel- kabel
 Level switch untuk fire alarm banjir.
 Level switch untuk kendali pompa
 Tangga monyet
 Manhole untuk laluan pompa

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:27 PM
#59
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 9
Spoiler for

5.08.0. POMPA AIR BEKAS (SUMP PUMP).

1. Setiap bak air bekas minimum harus dipasang dua buah pompa air bekas.

2. Type pompa harus Submersible Centrifugal dengan kompoenen sebagai berikut:
 Cast iron casing
 Cast iron Semi vortex type impeller
 Stainless steel shaft
 Mechanical seal
 Heavy duty grease lubricated bearing
 Stainless steel casing guide rail support
 Quick discharge coupling/ Conector

3. Spesifikasi motor sump pump sebagai berikut :
 Squirrel cage induction type
 Winding insulation class F
 Water tight
 Vereticaly mounted

4. Sistem kendali motor pompa.
 Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage.
 Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan.
 Apabila beban aliran kecil, maka satu pompa bekerja secara bergiliran.
 Apabila beban aliran besar maka pompa bekerja bersamaan.

5.09.0 GREASE INTERCEPTOR (GREASE TRAP).

1. Grease Interceptor (Grease Trap) harus dipasang disetiap saluran dapur sedekat mungkin dengan sumber limbah.
2. Grease Interceptor (Grease Trap) harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan lainnya yang terbawa dalam limbah dapur.
3. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket (keranjang), selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan.
4. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan.
5. Grease Interceptor (Grease Trap) dapat dibuat dari Beton bertulang, besi tuang, stailess steel, fibre glass dan atau baja karbon dengan lapisan tahan karat.
6. Grease Interceptor (Grease Trap) harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi.
7. Setiap bak air bekas Grease Trap Central minimum harus dipasang dua buah pompa air bekas.
8. Type pompa harus Submersible Centrifugal dengan kompoenen sebagai berikut:
 Cast iron casing
 Cast iron Semi vortex type impeller
 Stainless steel shaft
 Mechanical seal
 Heavy duty grease lubricated bearing
 Stainless steel casing guide rail support
 Quick discharge coupling / Conector

9. Spesifikasi motor sump pump sebagai berikut :
 Squirrel cage induction type
 Winding insulation class H
 Water tight
 Vereticaly mounted

10. Sistem kendali motor pompa.
 Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage.
 Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan.
 Apabila beban aliran kecil, maka satu pompa bekerja secara bergiliran.
 Apabila beban aliran besar maka pompa bekerja bersamaan.

5.10.0. FLOOR DRAIN

1. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap, Water Prooved type dengan 50 mm Water Seal.

2. Floor Drain terdiri dari :
 Stainles Steel atau Chromium plated bronze cover and ring
 PVC Check
 Bitumen coated cast iron body screw outlet connection dan dengan flange untuk Water prooving.

3. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb :

Outlet diameter Cover diameter
2” 4”
3” 6”
4” 8”

5.11.0. FLOOR CLEAN OUT/ CEILING CLEAN OUT.

1. Floor Clean Out/ Ceiling Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Water Proofed Type.

2. Floor Clean Out/ Ceiling Clean Out terdiri dari :

- Stainles Steel plated atau Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type
- PVC neck
- Bitumen coated cast iron body, screw outlet connection with flange for waterproofing.

3. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup.

5.12.0. ROOF DRAIN

1. Roof Drain yang dipergunkan disini harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproof.

2. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah minimal sebesar dua kali luas penampang pipa buangan.

3. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut :
- Bitumen Coated Cast Iron body dengan waterprooved flange.
- Bitumen Coated Neck for adjustable fixing.
- Bitumen Coated cover Dome type

5.13.0. P" TRAP

1. P" TRAP yang digunakan disini harus jenis multi inlet.
2. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm.
3. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari Cast Iron atau PVC class 5 kg/cm2.
4. Merk : Austindo atau Setara

5.14.0. Water meter (Quantity Meter).

1. Water meter yang dipergunkan disini harus dari type Anti–Magnet Mechanism dengan konstruksi waterproof.
2. Acccurasi Ketelitiannya maximum 2 % dan Minimum 5 %.
3. Minimum Flow Rate 0.01 m3/jam – 0.05 m3/jam (tergantung diameter water meter).

kuligambarcadme - 09/03/2011 01:32 PM
#60
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing 10
Spoiler for produk plumbing

6. 00.0. PRODUK INSTALASI PLAMBING

Page 3 of 10 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Dokumen dokumen proyek m&e