Anak
Home > LOEKELOE > WEDDING & FAMILY > Anak > Cara membuat Anak menjadi Jenius
Total Views: 2690
Page 1 of 6 |  1 2 3 4 5 6 > 

cadangana7 - 23/04/2011 12:45 PM
#1
Cara membuat Anak menjadi Jenius
Berikut cara membuat anak anda menjadi jenius :cystg

Caranya sebenarnya simpel, tapi dibutuhkan disiplin yang kuat, karena pasti setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif
melebihi anak lain.
Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan :babyboy

Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah
mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar.
Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam
kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak:babygirl

Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.



9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius

Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan
cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.

1. Belajar Musik

Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri minum Air Susu Ibu

Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain
menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan

Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan
antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari
Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan

Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak junk food

Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu

Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca

Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan
pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Makan pagi

Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain permainan pengasah otak

Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang
intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang
bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.



Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus
sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.

Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah,
mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”
Langkah penting lainnya untuk membuat anak jenius yaitu jika anak masih di bawah lima tahun berikan dia permainan yang bisa membuat dia berpikir, contohnya sebuah game yang menarik seperti puzle game playstasion atau hal lainnya agar ia terlatih kedisiplinannya, dan asal jangan sering di beri permainan yang bisa memanjakan dirinya seperti mobil-mobilan, boneka dan lain sebagainya, tapi tidak apa-apa sekali tempo dia di kasih refresing permainan

Quote:
Komentar Kaskuser :

Quote:
Original Posted By Ramley
Ikut nimbrung, kalo nambah ruwet ya delete aja..
Apakah jenius bisa dideteksi?? Bisa, lewat assessment komperhensif psikolog, psikiater, dokter, dan pendidik (guru), bukan lewat "kira-kira masuk", or mirip-mirip cirinya..
Apakah jenius bisa dibikin/dibuat?? Tergantung, mau jenius versi gifted atau cuma jenius versi alat test. Kalo versi gifted jelas nggak bisa cos ada campur tangan Tuhan disitu, kalo versi alat test ya latih aja bocahnya untuk ngerjain alat test-nya berkali-kali, keluarnya ntar bakal jenius juga (JANGAN DITIRU !!!!)
Apakah jenius penting?? Tergantung, kalo vesi gifted ya jelas bisa berguna bagi negara malahan. Kalo versi alat test ya itu hanya "strip" dalam taraf intelejensi yang diukur saat itu dan berlaku untuk saat itu juga. Mo pake alat test Binet, WISC, SPM, Grafis, Wartegg, dllll (ane berpendapat tuh cuma alat deteksi, setelah itu apa follow up-nya ITU YANG TERPENTING!!!). Banyak aspek yang sama penting dan mungkin lebih penting (tergantung tokoh psikologinya) dikembangkan agar berjalan selaras seimbang. Yang jelas Afektif, Behavior & Cognitive harus berjalan bersama dan seimbang.
Apakah cara-cara TS bisa membuat anak jenius?? Nggak jamin (Yang bisa jamin apapun di dunia cuma Tuhan), tapi yang jelas usaha dari TS sarankan bisa membuat anak akan jauh berkembang lebih baik, kalo memang jadi jenius ya "ALHAMDULILAH".
Apakah ada sumber-sumber yang valid mengenai jenius/gifted/talented?? Baca aja bukunya Prof.Utami Munandar dan Prof.Conny Semiawan, hunting di Kwitang seabreg bukunya.
Apakah trit TS bagus??:thumbup Ane sarankan : jalankan, dengan syarat semuanya dilaksanakan dengan PROPORSIONAL, dan tidak berlebihan...



Semoga Sukses




Spoiler for ''
[CENTER]
Alkern Clothing Platinum Membership Promo




Dedicated to the first 20 buyers of Alkern Clothing

Platinum Membership Left

[B]1

Don't miss this last platinum member

See More Info At :

Alkern Clothing
[/B]



Komen Lanjutan di Post 3[/CENTER]
darkangel1 - 23/04/2011 01:26 PM
#2

Quote:
Original Posted By cadangana7
Berikut cara membuat anak anda menjadi jenius :cystg

Caranya sebenarnya simpel, tapi dibutuhkan disiplin yang kuat, karena pasti setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif
melebihi anak lain.
Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan :babyboy

Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah
mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar.
Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam
kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak:babygirl

Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.



9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius

Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan
cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.

1. Belajar Musik

Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri minum Air Susu Ibu

Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain
menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan

Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan
antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari
Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan

Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak junk food

Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu

Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca

Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan
pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Makan pagi

Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain permainan pengasah otak

Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang
intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang
bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.



Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus
sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.

Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah,
mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”
Langkah penting lainnya untuk membuat anak jenius yaitu jika anak masih di bawah lima tahun berikan dia permainan yang bisa membuat dia berpikir, contohnya sebuah game yang menarik seperti puzle game playstasion atau hal lainnya agar ia terlatih kedisiplinannya, dan asal jangan sering di beri permainan yang bisa memanjakan dirinya seperti mobil-mobilan, boneka dan lain sebagainya, tapi tidak apa-apa sekali tempo dia di kasih refresing permainan




Semoga Sukses


Kalau bertolak belakang gimana: blajar musik tapi ngejunk food juga?

setahu ane faktor genetik lebih dominan.
banyak orang kampung yang serba kekurangan dan ngga dapet semua itu, mereka cerdas2 tu
cadangana7 - 23/04/2011 01:31 PM
#3
Komen Lanjutan
Quote:
Original Posted By garandman
Genius itu tidak bisa "dibikin" atau "dilatih". Either a kid got it, or does not. Kalau memang genius itu bisa "dibikin" maka setiap orang tua pasti akan menggenjot upaya utk menjadikan putra/i mereka seorang genius dan pasti sekarang sudah banyak sekali genius walking among us. The fact is ... they are only a few of them around.

Yg bisa dilakukan orang tua adalah mendeteksi kelebihan putra/i mereka dan memberikan bimbingan dan tantangan yg sepadan dengan kemampuan, minat, dan bakat mereka. Biasanya anak2 spt ini akan bosan dan bikin ulah bila kemampuan mereka tidak tersalurkan. Ini sebabnya di US, sekolah negeri pun memiliki GT (Gifted & Talented) program yg merupakan kurikulum tambahan bagi anak2 yg masuk kategori ini.

Namun seorang anak tidak selalu harus memiliki intelligence yg super tinggi utk bisa sukses. Bahkan seorang anak yg bukan genius pun bisa bersaing dgn anak yg masuk kategori genius. Intinya: how much does the kid want to sacrifice to get such achievement?

Tidak bisa dipungkiri, a genius kid pasti punya kelebihan .... misalnya, a genius kid bisa menyerap pelajaran satu bab dalam 1 jam. Sedangkan an intelligence but not genius kid may need 2-3 hours to do the same thing. So? Apakah anak non-genius bersedia mengorbankan waktu lebih banyak utk bisa competitive dgn anak yg genius? Ini kembali lagi ke self discipline, motivation, and fighting spirit dari si anak. Nah, utk hal2 ini ortu bisa mengajarkan dan melatih anak2 mereka utk mengikutsertakan hal2 ini menjadi bagian dari personality dan character mereka.

So, you CANNOT train a kid to be a genius. But, you can teach, lead, tutor, and guide a kid how to be as competitive as a genius kid.


Quote:
Original Posted By Ramley
Weeh, jadi tambah panas diskusinya... Suuukaa puollll dengan diskusi model ginithumbup:thumbup..... Gini gan, TS mungkin punya keyakinan untuk mengembangkan genius melalui metode pelatihan, sedangkan dari orang-orang yang meyakini genius itu gifted (dari wordnya udah ketahuan Gifted, bukan Trained) ya memang nggak akan bisa dilatih karena itu memang gift dari Tuhan. Kalo bolokurowo psikolog bilang: "Iso cak!! Dilatih karo jin & malaekat.."

Saya sendiri meyakini genius memang anugerah Tuhan, dan sampai detik ini nggak bisa dibuat dengan cara dilatih dengan metode apapun. Saya juga pernah kerja dengan anak jenius. Pendidikan saya S1 Psikologi, dan S2 Pendidikan Anak, dan jujur, kerja sama dengan anak jenius untuk pengembangan afektifnya saja terasa sangat menyebalkan (Guyon cak... saya S2 pernah "didamprat" ma anak kecil genius gara-gara kalah baca buku, hehehehe, resiko, orrra opo-opo, asal bocahe ojo nganti salah dhalan dadi bomber ae, yo tetep ta'cedak'i...)

Mungkin, sekali lagi mungkin (hanya Tuhan yang tahu..), memang ada pola pelatihan untuk mengembangkan kapasitas intelejensi sampai taraf inteljensi jenius. Entah itu muncul dari studi di kampus atau pesantren, dari pucuk gunung atau bawah tanah. Apakah valid ??? Ngko disek pakdee... Istilah keren filsafatnya belum terbukti secara empiris. Karena banyak aspek yang sangat kompleks yang dimiliki anak jenius. Mungkin ini yang diyakini TS. Apakah saat ini sudah ada atau 100 tahun yang akan datang?? Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

Sebagai contoh andaikata memang sudah ada pelatihan jenius bola, tentu banyak Messi-Messi baru dan sangat banyak. Andai piala dunia sepak bola diadakan tiap bulan, maka tiap bulan akan ada juara baru. Nggak Spanyol melulu.

So, saya sangat menghargai usaha TS untuk mengungkap misteri ilahi ini. Dan saya juga sangat menghargai ilmiahnya dan pengalamannya agan Garandman untuk anak jeniusnya.


darkangel1 - 23/04/2011 02:03 PM
#4

Quote:
Original Posted By cadangana7
Nah itu, anak yg tinggal di perkotaan rata" bertolak belakang, meskipun dah dikasih asupa musik, tapi tetep aja minus dengan adanya junk food. Kalau anak desa dia terus dikasih asupan belajar, dan faktor minusnya dikit, c: junk food kan ga ada disana


ah yang bener...jadi faktor positif dan negatif bisa saling meng-offset ya?
soal genetik belum dibahas gan...
cadangana7 - 23/04/2011 03:16 PM
#5

ya tentu bisa, contoh : A (anak kota) vs B (anak desa)

A > musik, edukasi yg baik, diberi makan pagi yang sehat (+1+1+1 = 3), tapi diluar itu orang tuanya memberi dia junkfood (-1/2), jadi total A adalah 2,5
B > pelajaran yg baik, makanan yg sehat, dan lingkungan permainan di alam bebas (1+1+1=3) > jadi point B = 3
ya jelas kelihatan skrng siapa yg lbh baik ~

kalo soal genetik sebenarnya hny pengaruh 20% saja dr anak itu, sisanya trgantung orang tuanya, kalau anak yg genetiknya bagus tp orang tuanya tidak mendukung dia.. ya sama saja akhirnya..
TegakkanADIL - 23/04/2011 05:44 PM
#6

bahasan yang bagus dan mendidik
hebat gan keep going
one slashers - 23/04/2011 07:50 PM
#7

kl soal memberi musik pada anak, sepertinya memang benar. ada keponakan yg orang tuanya mengajarkan musik pada anaknya waktu dini, dan ada jg yg tidak, hasilnya lebih bagus yg memberi musik pada anaknya. lebih cerdas dibanding anak seumurannya
cadangana7 - 23/04/2011 10:22 PM
#8

kalo semua anak diajarkan musik sejak dini, pasti lebih baik di masa depan
mayela08 - 23/04/2011 10:23 PM
#9

Nice impoh Gan....
kalau susu formula bikin pinter ga yak?
pollymolly - 23/04/2011 10:45 PM
#10

Hihiihihiihih
Nice info gaaaannn

Mau coba ke mmonster kcil ane deh
cadangana7 - 23/04/2011 11:28 PM
#11

Quote:
Original Posted By mayela08
Nice impoh Gan....
kalau susu formula bikin pinter ga yak?

bikin pinter kq, asal jangan kasih yg "fullcream" terlalu banyak, nanti malah anaknya overweight..

Quote:
Original Posted By pollymolly
Hihiihihiihih
Nice info gaaaannn

Mau coba ke mmonster kcil ane deh

semoga sukses sis
badax2010 - 24/04/2011 12:30 AM
#12

Quote:
Original Posted By mayela08
Nice impoh Gan....
kalau susu formula bikin pinter ga yak?


bagusan asi dah gan ... kalo susu formulo kan sudah banyak yang tercemar bakteri ... bisa sakit tuh anak
TheLostSoul - 24/04/2011 04:08 AM
#13

Quote:
Original Posted By badax2010


bagusan asi dah gan ... kalo susu formulo kan sudah banyak yang tercemar bakteri ... bisa sakit tuh anak


susu formula kan meniru air susu ibu yg sudah diciptakan Tuhan sebagai makanan sempurna bagi bayi, jd tetap lebih baik asi. Sufor hanya penunjang asi.
darkangel1 - 24/04/2011 11:14 AM
#14

Quote:
Original Posted By cadangana7
bikin pinter kq, asal jangan kasih yg "fullcream" terlalu banyak, nanti malah anaknya overweight..


semoga sukses sis


bisa kasih rujukan dimana yang menyebutkan bahwa sufor bikin pinter? biasanya kalau beginian hasil riset.
jadi pengen tahu...beware gan, siapa tahu omongan agan dipake sama orang, jadi mengutamakan sufor dibanding asi....

setahu saya yang bener di bawah ini:

Quote:
Original Posted By TheLostSoul
susu formula kan meniru air susu ibu yg sudah diciptakan Tuhan sebagai makanan sempurna bagi bayi, jd tetap lebih baik asi. Sufor hanya penunjang asi.
ienchan - 24/04/2011 11:19 AM
#15

sbenernya sih jenius itu faktor genetiknya...tapi bisa juga sih tips tersebut bisa membantu
cadangana7 - 24/04/2011 11:46 AM
#16

Quote:
Original Posted By darkangel1
bisa kasih rujukan dimana yang menyebutkan bahwa sufor bikin pinter? biasanya kalau beginian hasil riset.
jadi pengen tahu...beware gan, siapa tahu omongan agan dipake sama orang, jadi mengutamakan sufor dibanding asi....

Asi memang yang paling baik , baru setelah bayi cukup dewasa diberikan susu formula buat bantu protein dan kalsiumnya, kan ga selamanya ibu bisa memproduksi Asi

Quote:
Original Posted By ienchan
sbenernya sih jenius itu faktor genetiknya...tapi bisa juga sih tips tersebut bisa membantu

betul tips2 tersebut membantu penyempurnaan anak
TheLostSoul - 24/04/2011 01:02 PM
#17

Quote:
Original Posted By cadangana7

Asi memang yang paling baik , baru setelah bayi cukup dewasa diberikan susu formula buat bantu protein dan kalsiumnya, kan ga selamanya ibu bisa memproduksi Asi


Koreksi dikit gan..bayi kalau udah dewasa ga minum sufor lg. Kalau perempuan udah gede biasanya malas minum susu karena takut gemuk. Kalau laki2 udah gede+nikah minum susu langsung kemasan alami.
sijunka - 24/04/2011 02:42 PM
#18

mantap banget info di atas
semua cara di atas menuntut peran orang tua yang sungguh-sungguh
nice share gan
TegakkanADIL - 24/04/2011 03:27 PM
#19

Quote:
Original Posted By TheLostSoul
Koreksi dikit gan..bayi kalau udah dewasa ga minum sufor lg. Kalau perempuan udah gede biasanya malas minum susu karena takut gemuk. Kalau laki2 udah gede+nikah minum susu langsung kemasan alami.

haha betul gaan nice infoo
cadangana7 - 24/04/2011 06:24 PM
#20

haha saya setuju aja deh
Page 1 of 6 |  1 2 3 4 5 6 > 
Home > LOEKELOE > WEDDING & FAMILY > Anak > Cara membuat Anak menjadi Jenius