Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Sejarah]: "Napak Tilas Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyawa"##
Total Views: 59387 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 30 of 38 | ‹ First  < 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 >  Last ›

emberpalsu - 06/11/2009 04:10 PM
#581

hmmm ternyata ada trit bagus disini, salam kenal sesepuh semua shakehand
emberpalsu - 06/11/2009 04:12 PM
#582

*maap double post
emberpalsu - 06/11/2009 04:13 PM
#583

* maap double post
adi6510 - 06/11/2009 06:13 PM
#584

Quote:
Original Posted By puguhlijk
Membaca cerita Mas Adi saya jadi teringat juga waktu kejadian 4 tahun yang lalu saya menghabiskam malam 1 Suro di Astana Mangadeg. Saya agak lupa antara tahun 2003, 2004, 2005 setiap tahun ibu selalu mengajak saya kesana.

Seperti biasa Saat menjelang sore matahari mulai tertutup awan mendung dan membuat udara dingin menyelimuti puncak makam. Sekitar jam 4 sore bukit mangadeg biasanya di guyur hujan dan angin dingin sangat menusuk tulang dan bayangkan bagaimana kalau malam hari.
Yang sangat khas setelah memasuki puncak Astana Mangadeg yaitu harumnya bunga kantil sangat kuat sekali karena di tempat tersebut terdapat 2 pohon kantil yang sudah berumur ratusan tahun. Oh ya banyak penduduk sekitar memanfaatkan untuk memetik bunga kantil kemungkinan untuk dijual sebab dua kali saya kesana selalu bertemu dengan mereka hal ini membuat saya yakin kalau itu merupakan mata pencaharian mereka.

maaf ya ceritanya tidak berurutan...

Saya mengambil tempat dibagian belakang makam Utama disitu ada komp. pemakaman keluarga keraton , untuk menuju kesitu kita harus menyusuri jalan setapak kecil yg disebelah kirinya jurang Luas areal tempat saya bermalam itu sekitar 200 m2 lantainya ubin dan sangat bersih dan beratap seng.

Berhubung ibu sudah kenal dengan Pak de(Juru kunci) biasanya kami disediakan tikar dan 2 gelas teh hangat. Dan tidak lupa kami memberikan Pak De oleh-oleh yaitu jajanan pasar yg kami beli di pasar Matesih.

Kalau menghabiskan malam 1 suro di Astana Mangadeg yang tidak tahan yaitu lapar...karena udaranya dingin. Dan suasananya sepi hanya beberapa orang di sekitar saya ditambah minimnya lampu penerangan disitu cuma ada lampu 5 watt. Hmm bau harum dupa biasanya sangat menyengat menjelang malam.
\)


Pengalamannya menarik niyy.....

Saya kadang kalo pas ke Astana Mangadeg atau Astana Girilayu entah kenapa seringnya mendung atau gerimis ....... Bahkan pernah begitu masuk cungkup makam utama di Girilayu langsung hujan deras.....

Dulu juga pernah ke Astana Mangadeg, sendirian.... Di gapura dekat tempat parkir sama sekali tidak berpapasan dengan orang yang turun dari puncak bukit, trus nyampe di tugu Tri dharma juga sama sekali tidak ada orang (padahal biasanya banyak pedagang kaos souvenir), trus nyampe di puncak bukit cuman ada 1 orang juru kunci yang bertugas (biasanya sih 3 sampe 4 orang), di area makam utama juga pas tidak ada peziarah lain..... Sampai akhirnya pas pulang baru ketemu peziarah lain di sekitar area prasasti yayasan mangadeg......

\)
jaro san - 06/11/2009 11:39 PM
#585

Quote:
Original Posted By adi6510
Pengalamannya menarik niyy.....

Saya kadang kalo pas ke Astana Mangadeg atau Astana Girilayu entah kenapa seringnya mendung atau gerimis ....... Bahkan pernah begitu masuk cungkup makam utama di Girilayu langsung hujan deras.....

Dulu juga pernah ke Astana Mangadeg, sendirian.... Di gapura dekat tempat parkir sama sekali tidak berpapasan dengan orang yang turun dari puncak bukit, trus nyampe di tugu Tri dharma juga sama sekali tidak ada orang (padahal biasanya banyak pedagang kaos souvenir), trus nyampe di puncak bukit cuman ada 1 orang juru kunci yang bertugas (biasanya sih 3 sampe 4 orang), di area makam utama juga pas tidak ada peziarah lain..... Sampai akhirnya pas pulang baru ketemu peziarah lain di sekitar area prasasti yayasan mangadeg......

\)


ilovekaskus mBah Adi6510 keknya cucok deh manggon di Mangadeg?... iloveindonesia
..................................................................................................... .
Kamsudnya bs jadi sesepuh/ pengurus atawa kuncen gicu mbah?.. xi xi..

peace mbah.. dilanjoeeet !!
puguhlijk - 07/11/2009 11:14 AM
#586

Quote:
Original Posted By adi6510
Pengalamannya menarik niyy.....

Saya kadang kalo pas ke Astana Mangadeg atau Astana Girilayu entah kenapa seringnya mendung atau gerimis ....... Bahkan pernah begitu masuk cungkup makam utama di Girilayu langsung hujan deras.....

Dulu juga pernah ke Astana Mangadeg, sendirian.... Di gapura dekat tempat parkir sama sekali tidak berpapasan dengan orang yang turun dari puncak bukit, trus nyampe di tugu Tri dharma juga sama sekali tidak ada orang (padahal biasanya banyak pedagang kaos souvenir), trus nyampe di puncak bukit cuman ada 1 orang juru kunci yang bertugas (biasanya sih 3 sampe 4 orang), di area makam utama juga pas tidak ada peziarah lain..... Sampai akhirnya pas pulang baru ketemu peziarah lain di sekitar area prasasti yayasan mangadeg......

\)



Betul sekali....hujan sering sekali mengguyur puncak Manggadeg, pernah pada saat sore hari menjelang 1 Suro, saya terjebak hujan ditengah perjalanan ke puncak Astana Mangadeg.

Seperti biasa setelah mendapat tempat untuk beristrahat saya turun untuk mencari makan di warung simbok yang jualan soto. Waktu itu jam menunjukkan pukul 15.30 WIB. Selesai makan saya kembali keatas namun karena masih lapar saya turun lagi untuk membeli perbekalan.

Jam 17.00 saya berlari naik ke puncak makam karena takut hujan sewaktu-waktu datang, karena saat itu suasana sudah gelap sekali dan angin sangat kencang . Akhirnya hujan lebat turun saat saya memasuki tugu dan saya mulai sedikit takut karena tidak berpapasan dengan satu orang pun. Untuk berteduh juga tidak mungkin karena saya tahu, pasti akan terjebak disitu sampai malam.

Saya terus melanjutkan perjalanan walaupun harus basah kuyup dan kedinginan. Setelah melewati tugu dan pendopo kecil saat berjalan menuju puncak di hadapan saya ada orang yang sedang berjalan turun membawa payung ternyata dia adalah ibu saya. Alhamdulillah....


Kamu ini kemana aja koq turun lama sekali ...
Iya bu tadi saya lapar sekali jadi makanya agak lama...malu

Ibu tunggu diatas kamu ngga dateng2, akhirnya ibu pinjem payung trus jemput kamu kebawah..

Jadi menurut ibu angin kencang dan hujan deras itu tak lain adalah Kanjeng Ratu Kidul yang datang untuk sowan ke Astana Mangadeg. Ibu takut kalau saya dibawa angin karena setiap Ratu Kidul datang pasti membawa bala pasukan yang banyak.

Jadi pada malam menjelang 1 Suro, Kanjeng Ratu Kidul memulai perjalanannya berawal dari pantai Pacitan untuk bertemu kanjeng Sunan Kalijogo lalu setelah itu Kanjeng Ratu melanjutkan perjalanan Ke Astana Mangadeg lalu dilanjutkan ke Keraton Solo dan Menjelang Malam ke Keraton Jogyakarta dan setelah itu kembali ke Pantai Selatan.
adi6510 - 07/11/2009 12:19 PM
#587

Quote:
Original Posted By emberpalsu
hmmm ternyata ada trit bagus disini, salam kenal sesepuh semua shakehand


salam kenal juga

\)
adi6510 - 07/11/2009 10:08 PM
#588

Quote:
Original Posted By jaro san
ilovekaskus mBah Adi6510 keknya cucok deh manggon di Mangadeg?... iloveindonesia
..................................................................................................... .
Kamsudnya bs jadi sesepuh/ pengurus atawa kuncen gicu mbah?.. xi xi..

peace mbah.. dilanjoeeet !!


welehhh...

mbah jaro san..... ayak-ayak wae ...

p
^diana_chiqa^ - 07/11/2009 11:44 PM
#589

blum slese baca..\(\(

diana heart: thriid ini..
;)

thumbup: buat mas adi..
hehehe..D Peace:
adi6510 - 08/11/2009 02:04 PM
#590

Quote:
Original Posted By puguhlijk
Betul sekali....hujan sering sekali mengguyur puncak Manggadeg, pernah pada saat sore hari menjelang 1 Suro, saya terjebak hujan ditengah perjalanan ke puncak Astana Mangadeg.

Seperti biasa setelah mendapat tempat untuk beristrahat saya turun untuk mencari makan di warung simbok yang jualan soto. Waktu itu jam menunjukkan pukul 15.30 WIB. Selesai makan saya kembali keatas namun karena masih lapar saya turun lagi untuk membeli perbekalan.

Jam 17.00 saya berlari naik ke puncak makam karena takut hujan sewaktu-waktu datang, karena saat itu suasana sudah gelap sekali dan angin sangat kencang . Akhirnya hujan lebat turun saat saya memasuki tugu dan saya mulai sedikit takut karena tidak berpapasan dengan satu orang pun. Untuk berteduh juga tidak mungkin karena saya tahu, pasti akan terjebak disitu sampai malam.

Saya terus melanjutkan perjalanan walaupun harus basah kuyup dan kedinginan. Setelah melewati tugu dan pendopo kecil saat berjalan menuju puncak di hadapan saya ada orang yang sedang berjalan turun membawa payung ternyata dia adalah ibu saya. Alhamdulillah....


Kamu ini kemana aja koq turun lama sekali ...
Iya bu tadi saya lapar sekali jadi makanya agak lama...malu

Ibu tunggu diatas kamu ngga dateng2, akhirnya ibu pinjem payung trus jemput kamu kebawah..

Jadi menurut ibu angin kencang dan hujan deras itu tak lain adalah Kanjeng Ratu Kidul yang datang untuk sowan ke Astana Mangadeg. Ibu takut kalau saya dibawa angin karena setiap Ratu Kidul datang pasti membawa bala pasukan yang banyak.

Jadi pada malam menjelang 1 Suro, Kanjeng Ratu Kidul memulai perjalanannya berawal dari pantai Pacitan untuk bertemu kanjeng Sunan Kalijogo lalu setelah itu Kanjeng Ratu melanjutkan perjalanan Ke Astana Mangadeg lalu dilanjutkan ke Keraton Solo dan Menjelang Malam ke Keraton Jogyakarta dan setelah itu kembali ke Pantai Selatan.


pengalaman menarik.......

sebenarnya masih ada kemungkinan lain siy seperti : ada pasukan gaib dari kraton gaib lainnya misal kraton lawu........

\)
satriowening - 10/11/2009 09:51 AM
#591

Quote:
Original Posted By adi6510
pengalaman menarik.......

sebenarnya masih ada kemungkinan lain siy seperti : ada pasukan gaib dari kraton gaib lainnya misal kraton lawu........

\)


monggo mas adi dipun lajengaken...
puguhlijk - 10/11/2009 10:15 AM
#592

Quote:
Original Posted By adi6510
pengalaman menarik.......

sebenarnya masih ada kemungkinan lain siy seperti : ada pasukan gaib dari kraton gaib lainnya misal kraton lawu........

\)


Maafkan atas kebodohan saya ... berarti apakah yang dimaksud kraton lawu..wilayah kekuasaan dari SUNAN LAWU mohon pencerahannya Mas Adi...
\)
adi6510 - 11/11/2009 04:21 PM
#593

Quote:
Original Posted By satriowening
monggo mas adi dipun lajengaken...


Quote:
Original Posted By puguhlijk
Maafkan atas kebodohan saya ... berarti apakah yang dimaksud kraton lawu..wilayah kekuasaan dari SUNAN LAWU mohon pencerahannya Mas Adi...
\)


mmm... maksudna, selama tidak ada penampakan wajah / sosok gaib tertentu.... masih ada banyak kemungkinannya ..... ya, saya hanya menduga-duga saja kemungkinannya....

\)
jagadtuyo - 17/11/2009 09:20 PM
#594

ane kesana kok kagak ada isinya ya...
ariherdi - 18/11/2009 12:36 AM
#595

Hmmm...waktu ke Mangadeg terakhir, aku dapat suguhan pisang raja + nasi tumpeng, lumayan buat ngganjal perut di perjalanan hehehe...

Mangga mas Adi, dilanjutkan bala tentara lawu ato kraton yan lainnya
mujitipksc - 18/11/2009 07:17 AM
#596

Salam Rahayu,

Salam kenal kagem sederek sedoyo, Khusus kagem, Mas Adi
tri3nitr3 - 18/11/2009 01:00 PM
#597

shakehand
nice info mas adhi... \)
monggo di lanjut...
ak ikut nunggu pencerahan selanjutnya... \)
salam yah mas adi buat ibundanya rose: .... \)
adi6510 - 18/11/2009 02:04 PM
#598

Quote:
Original Posted By tri3nitr3
shakehand
nice info mas adhi... \)
monggo di lanjut...
ak ikut nunggu pencerahan selanjutnya... \)
salam yah mas adi buat ibundanya rose: .... \)


iya, mbak .....

eh, untuk ibu kandungku yah ? Thanks yah ...

\)
tri3nitr3 - 18/11/2009 02:09 PM
#599

Quote:
Original Posted By adi6510
iya, mbak .....

eh, untuk ibu kandungku yah ? Thanks yah ...

\)


dua2nya mas... malu:
adi6510 - 18/11/2009 02:19 PM
#600

Quote:
Original Posted By ^diana_chiqa^
blum slese baca..\(\(

diana heart: thriid ini..
;)

thumbup: buat mas adi..
hehehe..D Peace:


He he he .....

Terima kasih atas apresiasinya .....

p
Page 30 of 38 | ‹ First  < 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Sejarah]: "Napak Tilas Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyawa"##