Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Sejarah]: "Napak Tilas Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyawa"##
Total Views: 59387
Page 35 of 38 | ‹ First  < 30 31 32 33 34 35 36 37 38 > 

adi6510 - 21/04/2010 09:07 PM
#681
Ralat informasi tentang Eyang Santri
Quote:
Original Posted By adi6510


Kalo ndak salah niy, dari hasil penelusuran... mohon di-koreksi juga niy....

Eyang Santri aka KPH Joyokusumo merupakan putra dari KPH Prabuwijoyo + Gusti Putri Ratu Alit.
Sedangkan KPH Prabuwijoyo merupakan putra KGPAA Mangkunegoro I + Raden Ayu Patah Ati.
Dan, Gusti Putri Ratu Alit merupakan putri kandung dari SISKS Pakubuwono III.
Sementara, Raden Ayu Patah Ati adalah keturunan dari Sultan Hadiwijaya aka Jaka Tingkir.

Jadi Eyang Santri sekaligus bersama-sama merupakan trah Mangkunegaran, trah Kasunanan Solo dan trah Kraton Pajang secara sekaligus.

Mekaten, mas.

CMIIIW, please.




Meralat informasi di atas.... ternyata ibu kandung Eyang Santri aka KPH Joyokusumo bernama Raden Ayu Trikusumo.... Raden Ayu Trikusumo berasal dari trah Cakraningrat di Pamekasan....

Nuwun.....
adi6510 - 21/04/2010 09:08 PM
#682

Dengan demikian :

Eyang Santri

Dari jalur ayah kandung (KPH Prabuwidjoyo) berasal dari : trah Mangkunegaran dan trah kraton Pajang

Dari jalur ibu kandung (Raden Ayu Trikusumo) berasal dari : trah Cakraningrat dari Madura ...

Mohon koreksi jika salah ....

Nuwun ....

tomatknot - 05/05/2010 03:31 AM
#683

TOP >>>dahakeh ahli sejarang nang kaskus...mesti sebagian hasil trawangan..
wis poro cantrik ijin menyimk....
adi6510 - 09/05/2010 12:31 AM
#684

Quote:
Original Posted By tomatknot
TOP >>>dahakeh ahli sejarang nang kaskus...mesti sebagian hasil trawangan..
wis poro cantrik ijin menyimk....


Terima kasih atas apresiasinya ...

Jika ada yang mau sharing, monggo jangan sungkan ...

Nuwun ...

adi6510 - 14/05/2010 06:23 PM
#685

delete
adi6510 - 16/05/2010 10:56 AM
#686
Sejarah Eyang Santri atau KPH Joyokusumo, cucu kandung KGPAA Mangkunegoro I
Penulis telah beberapa kali berziarah di makam Eyang Santri atau KPH Joyo Kusumo. Beliau adalah salah satu pejuang pada jaman penjajahan Belanda. Beliau merupakan salah satu pangeran dari kraton Puro Mangkunegaran Surakarta. Banyak sekali tokoh masyarakat baik di kota Bogor dan Sukabumi yang menyempatkan diri berziarah di makam beliau. Bahkan tidak sedikit calon anggota legislatif (DPR) yang berkunjung ke makam beliau sebelum pencalonannya atau Pilkada. Makam Eyang Santri terletak di Desa Girijaya, Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Makam ini di lereng gunung Salak sehingga berziarah ke makam ini juga sekaligus berekreasi melepaskan kejenuhan hawa ibukota yang panas.

Rute Perjalanan menuju Makam Eyang Santri
Jika dari kota Bogor, dapat naik kendaraan umum berupa Colt E 300 jurusan Sukabumi atau bis umum tujuan Sukabumi. Berhenti di pasar Cicurug dan berganti transportasi dengan naik ojek sampai dengan turun di gerbang Pesareyan Makam Eyang Santri. Biaya naik ojek berkisar antara Rp 15.000,- sampai Rp 20.000,-. Jika dari Jakarta, dapat menggunakan bis umum tujuan Sukabumi dan turun di pasar Cicurug dan selanjutnya dapat berganti dengan ojek sampai di gerbang makam eyang Santri.

Silsilah Eyang Santri

Eyang Santri dilahirkan pada tahun 1770 dan wafat pada tahun 1929 dalam usia 159 tahun dan dimakamkan di bukit Girijaya, Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Beliau adalah putra kandung dari KPH Prabuhamidjoyo dan Raden Ayu Trikusumo. KPH Prabumidjoyo adalah putra kandung dari KGPAA Mangkunegoro I, pendiri dinasti Mangkunegaran dari kraton Puro Mangkunegaran. Sementara Raden Ayu Trikusumo adalah salah satu putri dari Trah Cakraningrat, dari pulau Madura. Eyang Santri juga bersahabat baik dengan Pangeran Sasraningrat (salah satu pangeran dari kraton kasunanan Surakarta) dan Putra Mahkota dari SISKS Paku Buwono IX. Persahabatan ini semakin erat ketika mereka bertiga sama-sama saling bertukar pikiran dan keilmuan dengan Raden Ngabehi Ronggowarsito. Pada saat putra mahkota dari SISKS Paku Buwono IX dinobatkan sebagai SISKS Paku Buwono X, Pangeran Sasraningrat dan Eyang Santri pun hadir.

Perjuangan Eyang Santri
Eyang Santri juga turut andil besar dalam terciptanya Serat Centhini yang dikarang oleh SISKS Paku Buwono V sewaktu masih menjabat putra mahkota. Eyang Santri sangat anti penjajah Belanda karena itulah beliau dikejar-kejar belanda. Hal ini menyebabkan Eyang Santri harus keluar dari kraton Puro Mangkunegaran dan memutuskan untuk keliling tanah jawa sebanyak 3 kali dan akhirnya singgah di Bukit Giri Jaya, Cidahu, Sukabumi. Di tempat inilah beliau menikah dengan kedua istrinya dan akhirnya dimakamkan di desa Girijaya.

Murid-murid Eyang Santri
Murid-murid Eyang Santri sangatlah banyak dan semua muridnya diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik , pendidikan yang berdasar pada budaya jawa asli. Di kalangan murid-muridnya Eyang Santri dikenal sebagai Guru sekaligus teman/sahabat adapun orang-orang yang pernah berguru kepada beliau diantaranya adalah : SISKS Paku Buwono IV , KGPAA Mangkunegoro IV , SISKS Paku Buwono VI , SISKS Paku Buwono IX , SISKS Paku Buwono X , KGPAA Mangkunegoro VII , HOS Cokroaminoto , Dr Wahidin Sudiro Husodo, D van Hinloopen Labberton , Ing Meyl dan yang terakhir adalah Bung Karno. Selain nama-nama diatas banyak pula murid-murid Eyang Santri yang menjadi Bupati pada masanya .
Pada suatu kesempatan Eyang Santri menjalin hubungan korespondensi dengan KGPAA Mangkunegoro VII. Beliau menuliskan pengetahuan budaya jawa dan keilmuannya melalui surat-surat ini. Hanya sayang sekali, keturunan Eyang Santri yang sekarang yaitu Raden Ayu Ahdiyati yang hendak mendokumentasikan surat-surat Eyang Santri – KGPAA Mangkunegoro VII tidak dapat menemukan kembali surat-surat tersebut.

Kemampuan Weruh Sadurunge Winarah / Tahu Sebelum Terjadi
Menurut keterangan Van Hinloopen Labberton (ahli teosofi berkebangsaan Belanda), Eyang Santri merupakan guru yang sangat linuwih. Dia seringkali melihat perilaku Eyang Santri dalam menerima para tamunya di antaranya jika Eyang Santri menerima tamunya dengan berpakaian rapi dan menyambutnya di luar kebiasaan bisa dipastikan bahwa tamunya itu akan menjadi orang penting/pejabat. Tetapi jika menerima tamunya dengan pakaian biasa-biasa saja bahkan terkadang sambil tidur-tiduran maka dapat dipastikan apa yang menjadi cita-cita orang tersebut tidak akan tercapai.
Pernah Eyang Santri kedatangan tamu dari India seorang pemusik akan tetapi apa yang terjadi setelah bertemu dengan Eyang Santri orang tersebut tak berapa lama langsung disuruh untuk kembali ke India. Ketika ditanya para muridnya Eyang Santri hanya berkata : “ Dia rela menjual biola kesayangannya hanya agar bisa bertemu dengan saya, dan sekarang dia sudah bertemu maka seyogyanya dia harus pulang kembali ke India karena tujuannya kemari hanya ingin bertemu dan bukan ingin belajar “
Dan menurut penuturan salah satu murid beliau sesungguhnya Eyang Santri-lah orang di belakang layar berdirinya Budi Utomo. Dan dikarenakan banyak sekali para bupati yang mengaku sebagai murid dari Eyang Santri maka beberapa pejabat tinggi di Batavia/Betawi tak urung datang pula kepadanya. Ketika sampai di kediaman Eyang Santri para pejabat Belanda tersebut langsung menanggalkan seragam dan sepatunya. Hal ini untuk menunjukan rasa hormat mereka kepada Kiayi yang satu ini.

Keistimewaan Eyang Santri saat Bulan Purnama
Keistimewaan dari Eyang Santri yang menjadi legenda adalah adanya anggapan bahwa pada saat purnama tiba Eyang Santri terlihat seperti muda kembali. Apakah Eyang Santri memiliki ilmu awet muda ? Wallahu alam. Namun menurut Ibu Raden Ayu Ahdiyati (HP : 0817 - 710 382 / 0812 - 8924 0195) selaku cucu kandung Eyang Santri, secara turun temurun beliau mewariskan tata cara mandi dan doa khusus untuk mandi kepada para keturunan Eyang Santri, termasuk Ray Ahdiyati.

Pengharapan Salah satu Murid Eyang Santri
Salah satu murid Eyang Santri sempat mencurahkan harapannya sebagai berikut : “Kiayi Santri, bilakah kiranya kita mempunyai Guru Besar yang dengan duduk berdiam diri sebagai kamu itu yang dapat kiranya mengubah rohnya bunga bangsa ini hingga mereka itu dapat dan bergerak berjuang dengan tulus ikhlas gembira dan setia guna keperluan nusa dan bangsa kita “ . “ Kiayi santri moga-moga terdengarlah pengharapan kita ini “
Demikianlah sekelumit kisah hidup Eyang Santri alias Eyang Giri Jaya alias Pangeran Muhammad Santri alias KPH Joyokusumo.

Sumber Penulisan :
Wawancara langsung dengan Raden Ayu Ahdiyati (cucu kandung Eyang Santri) selaku ketua pengurus dan juru kunci. Bagi para calon peziarah dapat menghubungi Raden Ayu Ahdiyati (Ibu Tito) dengan menghubungi no hp beliau di HP : 0817 - 710 382 / 0812 - 8924 0195. Mengingat juru kunci yang berasal dari dzuriyat kandung Eyang Santri (KPH Joyokusumo) saat ini yang menetap di Girijaya hanyalah Ray Ahdiyati / Ibu Tito, mohon para calon peziarah menghubungi nomer hp beliau terlebih dahulu, karena ada beberapa juru kunci yang berasal dari penduduk sekitar dan sama sekali tidak mengetahui sejarah eyang Santri / KPH Joyokusumo secara benar (berasal dari Mangkunegaran).
openhartig - 16/05/2010 11:11 PM
#687

Quote:
Original Posted By adi6510
Penulis telah beberapa kali berziarah di makam Eyang Santri atau KPH Joyo Kusumo. Beliau adalah salah satu pejuang pada jaman penjajahan Belanda. Beliau merupakan salah satu pangeran dari kraton Puro Mangkunegaran Surakarta. Banyak sekali tokoh masyarakat baik di kota Bogor dan Sukabumi yang menyempatkan diri berziarah di makam beliau. Bahkan tidak sedikit calon anggota legislatif (DPR) yang berkunjung ke makam beliau sebelum pencalonannya atau Pilkada. Makam Eyang Santri terletak di Desa Girijaya, Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Makam ini di lereng gunung Salak sehingga berziarah ke makam ini juga sekaligus berekreasi melepaskan kejenuhan hawa ibukota yang panas.

Rute Perjalanan menuju Makam Eyang Santri
Jika dari kota Bogor, dapat naik kendaraan umum berupa Colt E 300 jurusan Sukabumi atau bis umum tujuan Sukabumi. Berhenti di pasar Cicurug dan berganti transportasi dengan naik ojek sampai dengan turun di gerbang Pesareyan Makam Eyang Santri. Biaya naik ojek berkisar antara Rp 15.000,- sampai Rp 20.000,-. Jika dari Jakarta, dapat menggunakan bis umum tujuan Sukabumi dan turun di pasar Cicurug dan selanjutnya dapat berganti dengan ojek sampai di gerbang makam eyang Santri.

Silsilah Eyang Santri

Eyang Santri dilahirkan pada tahun 1770 dan wafat pada tahun 1929 dalam usia 159 tahun dan dimakamkan di bukit Girijaya, Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Beliau adalah putra kandung dari KPH Prabuhamidjoyo dan Raden Ayu Trikusumo. KPH Prabumidjoyo adalah putra kandung dari KGPAA Mangkunegoro I, pendiri dinasti Mangkunegaran dari kraton Puro Mangkunegaran. Sementara Raden Ayu Trikusumo adalah salah satu putri dari Trah Cakraningrat, dari pulau Madura. Eyang Santri juga bersahabat baik dengan Pangeran Sasraningrat (salah satu pangeran dari kraton kasunanan Surakarta) dan Putra Mahkota dari SISKS Paku Buwono IX. Persahabatan ini semakin erat ketika mereka bertiga sama-sama saling bertukar pikiran dan keilmuan dengan Raden Ngabehi Ronggowarsito. Pada saat putra mahkota dari SISKS Paku Buwono IX dinobatkan sebagai SISKS Paku Buwono X, Pangeran Sasraningrat dan Eyang Santri pun hadir.

Perjuangan Eyang Santri
Eyang Santri juga turut andil besar dalam terciptanya Serat Centhini yang dikarang oleh SISKS Paku Buwono V sewaktu masih menjabat putra mahkota. Eyang Santri sangat anti penjajah Belanda karena itulah beliau dikejar-kejar belanda. Hal ini menyebabkan Eyang Santri harus keluar dari kraton Puro Mangkunegaran dan memutuskan untuk keliling tanah jawa sebanyak 3 kali dan akhirnya singgah di Bukit Giri Jaya, Cidahu, Sukabumi. Di tempat inilah beliau menikah dengan kedua istrinya dan akhirnya dimakamkan di desa Girijaya.

Murid-murid Eyang Santri
Murid-murid Eyang Santri sangatlah banyak dan semua muridnya diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik , pendidikan yang berdasar pada budaya jawa asli. Di kalangan murid-muridnya Eyang Santri dikenal sebagai Guru sekaligus teman/sahabat adapun orang-orang yang pernah berguru kepada beliau diantaranya adalah : SISKS Paku Buwono IV , KGPAA Mangkunegoro IV , SISKS Paku Buwono VI , SISKS Paku Buwono IX , SISKS Paku Buwono X , KGPAA Mangkunegoro VII , HOS Cokroaminoto , Dr Wahidin Sudiro Husodo, D van Hinloopen Labberton , Ing Meyl dan yang terakhir adalah Bung Karno. Selain nama-nama diatas banyak pula murid-murid Eyang Santri yang menjadi Bupati pada masanya .
Pada suatu kesempatan Eyang Santri menjalin hubungan korespondensi dengan KGPAA Mangkunegoro VII. Beliau menuliskan pengetahuan budaya jawa dan keilmuannya melalui surat-surat ini. Hanya sayang sekali, keturunan Eyang Santri yang sekarang yaitu Raden Ayu Ahdiyati yang hendak mendokumentasikan surat-surat Eyang Santri – KGPAA Mangkunegoro VII tidak dapat menemukan kembali surat-surat tersebut.

Kemampuan Weruh Sadurunge Winarah / Tahu Sebelum Terjadi
Menurut keterangan Van Hinloopen Labberton (ahli teosofi berkebangsaan Belanda), Eyang Santri merupakan guru yang sangat linuwih. Dia seringkali melihat perilaku Eyang Santri dalam menerima para tamunya di antaranya jika Eyang Santri menerima tamunya dengan berpakaian rapi dan menyambutnya di luar kebiasaan bisa dipastikan bahwa tamunya itu akan menjadi orang penting/pejabat. Tetapi jika menerima tamunya dengan pakaian biasa-biasa saja bahkan terkadang sambil tidur-tiduran maka dapat dipastikan apa yang menjadi cita-cita orang tersebut tidak akan tercapai.
Pernah Eyang Santri kedatangan tamu dari India seorang pemusik akan tetapi apa yang terjadi setelah bertemu dengan Eyang Santri orang tersebut tak berapa lama langsung disuruh untuk kembali ke India. Ketika ditanya para muridnya Eyang Santri hanya berkata : “ Dia rela menjual biola kesayangannya hanya agar bisa bertemu dengan saya, dan sekarang dia sudah bertemu maka seyogyanya dia harus pulang kembali ke India karena tujuannya kemari hanya ingin bertemu dan bukan ingin belajar “
Dan menurut penuturan salah satu murid beliau sesungguhnya Eyang Santri-lah orang di belakang layar berdirinya Budi Utomo. Dan dikarenakan banyak sekali para bupati yang mengaku sebagai murid dari Eyang Santri maka beberapa pejabat tinggi di Batavia/Betawi tak urung datang pula kepadanya. Ketika sampai di kediaman Eyang Santri para pejabat Belanda tersebut langsung menanggalkan seragam dan sepatunya. Hal ini untuk menunjukan rasa hormat mereka kepada Kiayi yang satu ini.

Keistimewaan Eyang Santri saat Bulan Purnama
Keistimewaan dari Eyang Santri yang menjadi legenda adalah adanya anggapan bahwa pada saat purnama tiba Eyang Santri terlihat seperti muda kembali. Apakah Eyang Santri memiliki ilmu awet muda ? Wallahu alam. Namun menurut Ibu Raden Ayu Ahdiyati (HP : 0817 - 710 382 / 0812 - 8924 0195) selaku cucu kandung Eyang Santri, secara turun temurun beliau mewariskan tata cara mandi dan doa khusus untuk mandi kepada para keturunan Eyang Santri, termasuk Ray Ahdiyati.

Pengharapan Salah satu Murid Eyang Santri
Salah satu murid Eyang Santri sempat mencurahkan harapannya sebagai berikut : “Kiayi Santri, bilakah kiranya kita mempunyai Guru Besar yang dengan duduk berdiam diri sebagai kamu itu yang dapat kiranya mengubah rohnya bunga bangsa ini hingga mereka itu dapat dan bergerak berjuang dengan tulus ikhlas gembira dan setia guna keperluan nusa dan bangsa kita “ . “ Kiayi santri moga-moga terdengarlah pengharapan kita ini “
Demikianlah sekelumit kisah hidup Eyang Santri alias Eyang Giri Jaya alias Pangeran Muhammad Santri alias KPH Joyokusumo.

Sumber Penulisan :
Wawancara langsung dengan Raden Ayu Ahdiyati (cucu kandung Eyang Santri) selaku ketua pengurus dan juru kunci. Bagi para calon peziarah dapat menghubungi Raden Ayu Ahdiyati (Ibu Tito) dengan menghubungi no hp beliau di HP : 0817 - 710 382 / 0812 - 8924 0195. Mengingat juru kunci yang berasal dari dzuriyat kandung Eyang Santri (KPH Joyokusumo) saat ini yang menetap di Girijaya hanyalah Ray Ahdiyati / Ibu Tito, mohon para calon peziarah menghubungi nomer hp beliau terlebih dahulu, karena ada beberapa juru kunci yang berasal dari penduduk sekitar dan sama sekali tidak mengetahui sejarah eyang Santri / KPH Joyokusumo secara benar (berasal dari Mangkunegaran).


wah ane jd tau :2thumbup
adi6510 - 31/05/2010 07:48 PM
#688
12 Juni 2010
Quote:
Original Posted By openhartig
wah ane jd tau :2thumbup


@mas open.... Terima kasih atas apresiasinya....



@ mbak Rora Ve dan rombongan dari thread MIL (mengakses ilmu leluhur).... Saya sudah menyampaikan keinginan mbak Rora Ve dan rombongan kepada ibu Tito selaku juru kunci dan mas "K" selaku canggah eyang Santri. Insya Allah, tanggal 12 Juni 2010 malam hari, ibu Tito ada di Pasareyan Eyang Santri, Girijaya, Cidahu, Cicurug sehingga rombongan MIL dapat silaturahmi dengan beliau.....

Nuwun....



NB : kita kontak-kontakan via HP aja ya .....
adi6510 - 02/07/2010 08:44 AM
#689

Quote:
Original Posted By adi6510
@mas open.... Terima kasih atas apresiasinya....



@ mbak Rora Ve dan rombongan dari thread MIL (mengakses ilmu leluhur).... Saya sudah menyampaikan keinginan mbak Rora Ve dan rombongan kepada ibu Tito selaku juru kunci dan mas "K" selaku canggah eyang Santri. Insya Allah, tanggal 12 Juni 2010 malam hari, ibu Tito ada di Pasareyan Eyang Santri, Girijaya, Cidahu, Cicurug sehingga rombongan MIL dapat silaturahmi dengan beliau.....

Nuwun....



NB : kita kontak-kontakan via HP aja ya .....


@mbak rora.... monggo kalo mau kesana dengan rekan-rekan MIL, no hp Ibu Tito dapat dihubungi langsung sesuai pada postingan saya sebelumnya ....

Nuwun

pengelana00 - 04/07/2010 06:28 PM
#690

ijin ikut menyimak
rora vee - 04/07/2010 10:40 PM
#691

Quote:
Original Posted By adi6510
@mbak rora.... monggo kalo mau kesana dengan rekan-rekan MIL, no hp Ibu Tito dapat dihubungi langsung sesuai pada postingan saya sebelumnya ....

Nuwun



hhehehe, maaf mas baru nyemplung lg d trit njenengan. terimakasih infony. maaf yg kemarin pending, krn tmen2 smua baru ada kesibukan masing2. msh agak susah ktemu jadwal yg cuco


adi6510 - 12/08/2010 01:57 PM
#692

Quote:
Original Posted By rora vee
hhehehe, maaf mas baru nyemplung lg d trit njenengan. terimakasih infony. maaf yg kemarin pending, krn tmen2 smua baru ada kesibukan masing2. msh agak susah ktemu jadwal yg cuco




njih, mbak ....

sumonggo saja....

se-sempatnya saja....

nuwun ....

agusdemak - 23/08/2010 02:37 AM
#693
942
Ane pernah ke sendang itu gan, ada dua pohon besar ditempat peristirahatan. Jangan lupa juga sempatkan diri beli tahu anget bikinan juru kunci sendang itu, dijamin betah tirakat disana
adi6510 - 18/09/2010 04:44 PM
#694

Quote:
Original Posted By agusdemak
Ane pernah ke sendang itu gan, ada dua pohon besar ditempat peristirahatan. Jangan lupa juga sempatkan diri beli tahu anget bikinan juru kunci sendang itu, dijamin betah tirakat disana


Sendang ? 2 pohon besar ? Tahu anget ??? Hmmmm .....

Nama sendangnya apa ya, mas ?

Nuwun....

agusdemak - 17/10/2010 04:02 PM
#695

Lho masnya malah belom pernah kesana tho ? Ya sendang siwani tho mas, dua pohon besar itu kan letaknya tepat dibelakang tempat istirahat atau pendopo sebelum masuk ke tempat mandi sendang siwani. Tahu anget dan wedang jahe disitu manteb abis.
Suzaku Musha - 17/10/2010 07:49 PM
#696

Quote:
Original Posted By agusdemak
Lho masnya malah belom pernah kesana tho ? Ya sendang siwani tho mas, dua pohon besar itu kan letaknya tepat dibelakang tempat istirahat atau pendopo sebelum masuk ke tempat mandi sendang siwani. Tahu anget dan wedang jahe disitu manteb abis.


dulu saya kesana siang2, ga ada orang jualan, apa mungkin yg jualan bukanya malam hari?
djatiantiques - 18/10/2010 10:39 AM
#697

Rahayu ... para Kangdjeng/Gusti , para Pangeran , para Raden Mas/Ayu , para Raden , para Sepuh dan Agan2 sekalian ... Mohon ijin menyimak sejarah & budaya leluhur nih ... trit yang menakjubkan.

Kalo Agan2 mau lihat koleksi poto2 Mangkoe Negara ... sy ada beberapa ... monggo mampir.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5590113

Salam ... Rahayu 3x.
:2thumbup :2thumbup :2thumbup
adi6510 - 21/10/2010 07:47 AM
#698

Quote:
Original Posted By agusdemak
Lho masnya malah belom pernah kesana tho ? Ya sendang siwani tho mas, dua pohon besar itu kan letaknya tepat dibelakang tempat istirahat atau pendopo sebelum masuk ke tempat mandi sendang siwani. Tahu anget dan wedang jahe disitu manteb abis.


Lowh..... ya sudah dunkkkk .....

Tapi saya kan ndak fokus ke pohon besarnya, mas .... apalagi fokus ke tahu anget dan wedang jahe ....

Saya disana kan begitu dateng langsung mandi di sendang siwani yang ada di dalam kamar mandinya .... lalu ngobrol ama teman dari Solo dan Jakarta ...trus meditasi nunggu dhawuh ..... jadi ndak kepikiran ama tahu dan wedang jahe ......

Seingat saya, pas saya ke sana ada warung banyak banget, mas.... Maklum pas ada pagelaran wayang kulit ..... rame kayak pasar malem ....

Nuwun .....

nekomarusama - 29/10/2010 10:16 AM
#699

baru bisa selesai baca tritnya, mantap banget Gan....

ada 2 hal yang jadi pertanyaan ane Gan TS, mohon maaf kalau mungkin sedikit OOT, keduanya masih dekat seputaran Eyang santri sebetulnya
1. ane pernah ke puncak gunung salak, di perjalanan ane menemukan ada lagi semacam pasarean gitu. kebetulan ada kuncennya, ane tanya katanya ini pasarean pangeran santri. itu siapa Gan? apakah orang lain yang memang kebetulan memiliki nama yang sama atau bagaimana?
2. masih pas ane main ke girijaya, kalau ane gak lupa, ane liat ada kayak pasarean gitu juga tapi masih di bawah pasarean Eyang Santri. tempatnya deket sama masjid. kalau ane boleh tau itu siapa yah Gan? pas ane ke sana lagi rame banget soalnya yang dateng.

matur nuwun.
adi6510 - 03/11/2010 07:51 PM
#700
Ruwatan Bumi Nusantara pada Sabtu Kliwon, 13 November 2010
Ruwatan Bumi Nusantara

Saya selaku Sekjen Padepokan Kolo Cokro, mengumumkan Padepokan Kolo Cokro akan mengadakan Ruwatan Bumi Nusantara / Ruwatan Sengkala Bumi pada Sabtu Kliwon 13 November 2010. Ruwatan ini akan diadakan di 2 tempat yaitu : Pasareyan Girijaya, Cidahu,Cicurug, Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.

Tujuan dari ruwatan ini adalah :

1. Meminimalisir korban jiwa akibat bencana gunung berapi dan tsunami di waktu yang akan datang.
2. Mendinginkan bumi nusantara.
3. Mendoakan negara agar selamat dan tentram.
4. Mengingatkan orang-orang yang lalim agar bertobat.

Ruwatan ini dimulai dari Pasareyan Girijaya, cidahu gunung salak dan diakhiri dengan labuhan di Pelabuhan Ratu.

Bagi teman-teman kaskus yang berminat mengikuti ruwatan bumi nusantara dapat berkumpul di Pasareyan Girijaya Cidahu pada Sabtu pukul 15.00, 13 November 2010.

Akomodasi, konsumsi dan transportasi/mobil dari Jakarta ke Pasareyan Girijaya dan Pelabuhan Ratu diusahakan dan ditanggung sendiri oleh masing-masing peserta.

Pakaian yang wajib dikenakan para peserta :
- Bagi Pria : baju koko putih + kopiah hitam atau pakaian kejawen.
- Bagi Wanita : baju berjilbab / rapi menutup aurat atau pakaian kejawen.

Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bahan ruwatan bumi nusantara antara lain :
ketela, jagung, padi, pisang, nanas, kelapa hijau sepasang, tomat, wortel, kentang, merica,buah pala, tebu,bunga melati, cempaka, mawar, beras, bibit minyak melati, bibit minyak cempaka, bibit minyak mawar, bibit minyak cendana, bibit minyak hajar aswad.

Bagi teman-teman kaskuser yang ingin menyumbangkan / berpartisipasi dalam bentuk donasi uang dapat disumbangkan ke Rekening BCA cabang KCU Gajah Mada atas nama Ryan Septianto nomer rekening 012 021 3725

Sumbangan ini bersifat sukarela dan tidak mengikat. Semoga bantuan dan partisipasi teman-teman kaskuser sekalian, dibalas berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Slamet, Teguh, Rahayu .....

a/n. Sekjen Padepokan Kolo Cokro


Page 35 of 38 | ‹ First  < 30 31 32 33 34 35 36 37 38 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Sejarah]: "Napak Tilas Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyawa"##